Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 11–20 of 1399 results

  • India dikenal sebagai salah satu negara terbaik untuk pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi, serta sains. Menurut QS Higher Education System Strength Ranking 2018, pendidikan tingkat tinggi India masuk ke dalam ranking 26 di dunia. Maka, tidak heran jika India dijadikan tujuan pendidikan bagi banyak orang. Sama seperti Indonesia, India adalah negara yang padat […]

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    India dikenal sebagai salah satu negara terbaik untuk pendidikan tinggi di bidang teknik dan teknologi, serta sains. Menurut QS Higher Education System Strength Ranking 2018, pendidikan tingkat tinggi India masuk ke dalam ranking 26 di dunia. Maka, tidak heran jika India dijadikan tujuan pendidikan bagi banyak orang.

    Sama seperti Indonesia, India adalah negara yang padat penduduk. Bahkan lebih padat. Hal ini menyebabkan beberapa penyakit menular masih endemi di negara ini, salah satunya adalah hepatitis A.

    Sebenarnya, sebagian besar masyarakat India telah terinfeksi hepatitis A sehingga mereka memiliki kekebalan tubuh terhadap hepatitis A. Namun, wabah ini terus bermunculan dan membuat hampir 50% anak usia 1-5 tahun di India rentan terhadap virus Hepatitis A.

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Ingin Melanjutkan Kuliah di India Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Tingginya kasus hepatitis A di India dikaitkan dengan pasokan air bersih, higienitas diri, dan sanitasi yang buruk di India. Oleh karena itu, Badan Kesehatan di India menggalakkan program vaksinasi hepatitis A bagi anak-anak dan pendatang yang hendak melakukan perjalanan ke India atau menetap di India.

    Virus hepatitis A mengganggu fungsi hati

    Hepatitis A merupakan penyakit hati atau liver yang disebabkan oleh virus Hepatitis A. Infeksi virus hepatitis A terjadi akibat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja dari pasien yang terinfeksi.

    Ketika virus masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang hati dan menyebabkan peradangan. Pada kasus tertentu, virus dapat mengganggu fungsi hati.

    Dapatkan: Vaksinasi Tifoid + Hepatitis A ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Gejala hepatitis A

    Gejala yang timbul pada setiap orang dapat berbeda-beda, mulai dari gejala ringan sampai gejala berat. Gejala pada seseorang yang terinfeksi akan timbul dalam 2-6 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh.

    Gejala hepatitis A antara lain :

    • Demam
    • Nyeri perut
    • Mual dan muntah
    • Kulit dan mata berwarna kuning
    • Urin berwarna coklat gelap
    • Tinja berwarna putih/ pucat seperti dempul.

    Tidak seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, Hepatitis A jarang sekali menyebabkan penyakit gagal hati kronis, tetapi apabila tidak diterapi dengan segera akan berakibat fatal. WHO (World Health Organization) memperkirakan bahwa pada tahun 2016, 7134 orang meninggal karena Hepatitis A di seluruh dunia atau menyumbang sekitar 0,5% dari kematian akibat infeksi virus Hepatitis.

    Seseorang yang belum mendapatkan vaksinasi Hepatitis A, terutama tinggal di daerah dengan sanitasi buruk akan mudah sekali tertular. Berikut ini resiko tinggi terinfeksi Hepatitis A antara lain :

    • Sanitasi dan kebersihan lingkungan buruk
    • Kurangnya sumber air bersih
    • Tinggal satu rumah dengan seseorang yang terinfeksi Hepatitis A
    • Berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi Hepatitis A
    • Menggunakan obat suntik bersamaan
    • Hubungan seksual dengan sesama pria
    • Bepergian ke daerah dengan kasus Hepatitis A tinggi
    • Makan makanan mentah atau setengah matang
    • Bekerja di area yang terkontaminasi, misalnya petugas dinas kebersihan dan petugas kebersihan toilet.

    Baca Juga: Vaksin Wajib dan Rekomendasi untuk Kuliah di Luar Negeri

    Lindungi diri dengan vaksin hepatitis A

    Vaksin hepatitis A sudah lama tersedia di Indonesia. Vaksin ini disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) untuk diberikan pada anak-anak dan dewasa.

    Bagi orang dewasa, diperlukan 2 dosis vaksin hepatitis A. Setelah vaksin pertama, dosis kedua diberikan 6 hingga 12 bulan kemudian. Maka, pastikan kamu telah melengkapi kedua dosisnya untuk mendapatkan perlindungan sempurna sebelum pergi berangkat ke negara tujuan.

    Efek Samping Vaksinasi

    Sama seperti vaksinasi pada umumnya, efek samping vaksinasi hepatitis A tergolong ringan dan biasanya hilang dalam beberapa hari. Efek sampingnya meliputi:

    • Nyeri, kemerahan dan bengkak di area penyuntikan
    • Demam
    • Nyeri kepala
    • Kelelahan.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Sahabat Sehat, kalau kamu akan melanjutkan kuliah di India atau negara lainnya di Asia Timur, pastikan kamu sudah divaksinasi hepatitis A yang lengkap. Sehingga, risiko sakit berat dapat diminimalisir selama pendidikan di negara orang. Ayo segera jadwalkan vaksinasimu bersama ProSehat dan dapatkan harga yang terbaik! Selain bisa dilakukan di klinik, tersedia juga layanan vaksinasi di rumah untuk kenyamananmu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk vaksinasiimunisasi anakmultivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. CDC- Centers of Disease Control and Prevention. 2015. Viral Hepatitis Surveillance — India, 2011–2013.
    2. Verma, R. and Khanna, P., 2022. Hepatitis A vaccine should receive priority in National Immunization Schedule in India.
    3. Hikmah Laila N, Mahkota R. Faktor Risiko Terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A di Kabupaten Tangerang Tahun 2016 [Internet]. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia. 2018.
    4. Linder K, Malani P. Hepatitis A. JAMA [Internet]. 2017 [cited 29 April 2022];318(23):2393.
    5. Hepatitis A [Internet]. Who.int. 2021.
    6. Papdi.or.id. 2021. JADWAL IMUNISASI DEWASA.
    Read More
  • Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia. Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara […]

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia.

    Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara Australia dan Utara Victoria. Kejadian terbanyak terjadi di dekat sungai Murai dan area sekitarnya, daerah perbatasan Victoria dan New South Wales.

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Oleh karena itu, untuk keamanan kesehatan diri dan masyarakat, saat ini pemerintah Australia merekomendasikan pendatang yang akan tinggal lama untuk mendapatkan vaksinasi Japanese encephalitis (JE).

    Memang seperti apa penyakitnya hingga disarankan untuk vaksinasi? Simak ulasannya berikut ini ya!

    Temuan kasus baru Japanese Encephalitis

    Badan Kesehatan Australia telah memperkirakan bahwa per tanggal 28 April 2022 sudah ada sekitar 37 kasus Japanese encephalitis di Australia, diantaranya 25 pasien yang sudah terkonfirmasi positif dari hasil laboratorium sedangkan 12 pasien lainnya masih dicurigai terinfeksi JE.

    Dua kasus kematian terkait infeksi virus Japanese encephalitis juga diketahui telah mengenai dua orang pasien lansia berusia 60an dan 70an tahun.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Japanese Enchepalitis ke Rumah

    Radang otak yang mematikan

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang serius. Virus ini bisa ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi, khususnya nyamuk Culex tritaeniorhynchus.

    Kasus kematian akibat radang otak yang disebabkan penyakit ini mencapai 20-30%. Sedangkan, sekitar 30-50% kasus pada pasien yang mengalami perbaikan kondisi menunjukkan gejala gangguan saraf sisa.

    Baca Juga: Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Gejala Japanese Encephalitis

    Setelah seseorang digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus JE, gejala akan timbul dalam 5-15 hari. Gejala awalnya termasuk:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Menggigil
    • Mual dan muntah

    Setelah penyakit berkembang, maka akan muncul gejala lanjutan yang menandakan adanya peradangan atau infeksi, seperti:

    • Tubuh terasa lemah
    • Linglung
    • Kaku kuduk/ tengkuk
    • Kejang
    • Lumpuh bagian tubuh
    • Penurunan kesadaran hingga koma.

    Cegah Japanese Encephalitis dengan vaksin

    Penyakit Japanese encephalitis sudah ada vaksinnya. Vaksin ditujukan sebagai langkah pencegahan dan perlindungan diri agar bila terinfeksi, risiko sakit berat, kecacatan dan kematian dapat diminimalisir.

    Vaksinasi Japanese Encephalitis ini merupakan jenis vaksin virus hidup yang dilemahkan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese encephalitis di area endemis, termasuk Australia.

    Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk wisatawan yang akan tinggal di daerah endemis Japanese encephalitis.

    Baca Juga: Leluasa Kuliah dan Menjelajah Australia dengan Vaksinasi Lengkap

    Nah Sahabat Sehat, itulah alasan mengapa vaksin JE diperlukan untuk kuliah ataupun menetap di Australia. Segera jadwalkan vaksinasi bersama ProSehat agar kamu sudah terlindungi sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk vaksinasiimunisasi anakmultivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Australia Government Department of Health. 2022. Japanese encephalitis virus (JEV).
    2. Centers of Disease Control and Prevention. 2022. Japanese Encephalitis in Australia.
    3. Citra Ramadani, A. and Dwinanda, R., 2022. Menyebar di Australia, Infeksi Virus <em>Japanese Encephalitis</em> tak Bisa Diremehkan |Republika Online.
    4. Who.int. 2022. Japanese Encephalitis – Australia.
    5. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    6. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis.
    Read More
  • Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan adanya sebuah kejadian luar biasa (KLB), yakni penyakit hepatitis akut misterius. Bahkan, sebanyak 15 kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak ini mulai terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia. Adanya penyakit menular yang menyerang organ hati ini tentunya membuat para Moms panik dan khawatir. Penyakit ini disebut misterius oleh […]

    7 Hal yang Perlu Moms Ketahui Tentang Hepatitis Akut Pada Anak

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan adanya sebuah kejadian luar biasa (KLB), yakni penyakit hepatitis akut misterius. Bahkan, sebanyak 15 kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak ini mulai terdeteksi di sejumlah wilayah di Indonesia. Adanya penyakit menular yang menyerang organ hati ini tentunya membuat para Moms panik dan khawatir.

    7 Hal yang Perlu Moms Ketahui Tentang Hepatitis Akut Pada Anak

    7 Hal yang Perlu Moms Ketahui Tentang Hepatitis Akut Pada Anak

    Penyakit ini disebut misterius oleh para ahli lantaran belum diketahui penyebab pastinya dan terdapat perbedaan dengan jenis hepatitis yang sudah ada. Pasalnya, penyakit misterius ini menimpa anak-anak yang sebelumnya sehat, dan secara tiba-tiba berkembang menjadi gejala parah.

    Namun, Moms tak perlu khawatir. Alih-alih menjadi panik, berikut beberapa fakta hepatitis akut misterius yang perlu Moms ketahui:

    Kronologi Munculnya Hepatitis Akut Misterius

    WHO pertama kali menerima laporan adanya hepatitis akut misterius pada 5 April 2022 dari Inggris. Saat itu ada 10 kasus hepatitis akut pada anak yang dikatakan belum diketahui penyebabnya. Kemudian pada 8 April 2022, ditemukan sekitar 74 kasus, dan sebagian anak-anak yang terinfeksi sudah menjalani transplantasi hati sebagai salah satu langkah pengobatannya.

    Dua pekan setelahnya, pada 21 April 2022, WHO melaporkan bahwa ditemukan kasus serupa di negara-negara lain di wilayah Eropa, Asia, hingga Amerika.  Hingga kini (1/5/2022), telah terjadi setidaknya 228 kasus hepatitis yang tercatat di lebih dari 20 negara. 

    Dapatkan: Vaksin Hepatitis untuk Anak ke Rumah dari ProSehat

    Kapan Ditemukannya Kasus Pertama di Indonesia?

    Kementerian Kesehatan RI melaporkan ditemukannya kasus pertama hepatitis akut pada 1 Mei 2022. Tiga anak dilaporkan meninggal dunia yang diduga akibat hepatitis akut misterius tersebut. 

    Ketiganya berasal dari rujukan rumah sakit yang berbeda di wilayah Jakarta dan meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda saat menjalani perawatan di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. 

    Baca Juga: Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Hepatitis Akut Misterius Pada Anak Belum Diketahui Penyebabnya

    Ketika pasien dengan gejala hepatitis datang ke fasilitas layanan kesehatan, mereka umumnya akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui jenis hepatitis yang diderita, seperti hepatitis tipe A, B, C, D atau E. 

    Namun, pada kasus hepatitis akut misterius, semua jenis virus hepatitis tidak ditemukan dalam sampel.

    Saat ini, Kemkes tengah melakukan investigasi. Melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes juga telah mengeluarkan Surat Edaran Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut pada anak yang belum diketahui Etiologinya. 

    Surat Edaran tersebut berisi tentang sejumlah imbauan, satu diantaranya ialah anjuran untuk segera mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami sindrom penyakit kuning. 

    Meski pemeriksaan laboratorium virus hepatitis tipe A, B, C, D, dan E tidak ditemukan, namun bisa dipastikan bahwa adenovirus terdeteksi pada 74 kasus setelah dilakukan tes molecular dan teridentifikasi sebagai adenovirus type 41. Adenovirus sendiri merupakan kelompok besar virus yang menginfeksi hewan dan manusia. 

    Kaitan Hepatitis Akut dengan Covid-19

    Banyak orang beranggapan bahwa hepatitis akut pada anak ini merupakan salah satu dampak dari long Covid-19. Namu, hal ini telah dibantah oleh banyak pihak. 

    Bahkan, Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban mengatakan bahwa hepatitis akut tak disebabkan oleh long Covid-19. Ia mengutip penyelidikan di Alabama, Amerika Serikat, di mana tak satu pun dari pasien hepatitis akut yang memiliki riwayat infeksi Covid-19. 

    Tak hanya itu, beberapa orang juga menduga bahwa hepatitis akut menjadi efek samping dari vaksinasi Covid-19. Namun, hal tersebut telah dibantah oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) lantaran sebagian besar kasus yang muncul justru datang dari mereka yang belum di vaksin. 

    Baca Juga: Waspada 15 Kasus Hepatitis Akut Misterius di Indonesia, Bagaimana Mencegahnya?

    Gejala Hepatitis Akut Misterius pada Anak

    Gejala hepatitis akut meliputi keluhan-keluhan dari saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan demam. Bila penyakit berkembang, tubuh akan menunjukkan gejala lanjut, diantaranya mata dan kulit menguning, kejang, dan penurunan kesadaran.

    Dilihat dari kasus yang bermunculan, penyakit ini lebih banyak menyerang anak sekitar usia satu bulan sampai 16 tahun. 

    Pertolongan Pertama Sebelum Membawa Anak Ke RS

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memberikan langkah-langkah pertolongan pertama apabila Moms menemukan gejala hepatitis akut misterius pada anak. 

    Ketua Unit Kerja Khusus Gastro-Hepatologi IDAI, dr. Muzal Kadim, SpA mengatakan sebagai berikut:

    1. Moms bisa memberikan obat penurun demam, seperti parasetamol terlebih dahulu jika suhu tubuh anak terpantau tinggi. 
    2. Memberikan obat anti muntah-mual sesuai dosis anak untuk membantu meredakan gejalanya.
    3. Obat anti-diare untuk anak seperti oralit dan obat-obatan sederhana sesuai dosisnya akan membantu anak untuk meredakan gejala diare yang dialaminya. 
    4. Penyakit ini umumnya ditandai dengan gejala mual, muntah, dan diare, maka anak berisiko kekurangan cairan. Maka, Moms perlu memberikan cairan atau air putih yang cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan anak. 
    5. Apabila gejala tidak juga kunjung reda, maka segera bawa anak ke dokter. Jangan menunggu sampai muncul gejala lanjut seperti sakit kuning hingga menurunnya kesadaran. 

    Cara Mencegah Anak Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius

    Dalam upaya pencegahan penularan, IDAI mengeluarkan panduan sebagai berikut:

    • Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan hati-hati.
    • Pencegahan infeksi dapat dilakukan dengan rajin mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, mengonsumsi makanan yang bersih dan matang sepenuhnya, membuang tinja atau popok sekali pakai pada tempatnya, menggunakan alat makan sendiri-sendiri, dan memakai masker, serta menjaga jarak.
    • Mendeteksi secara dini gejala hepatitis akut misterius jika menemukan anak-anak dengan gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, demam tinggi, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

    Moms, penting sekali untuk mengetahui perkembangan penyakit hepatitis akut misterius dan cara penanganan awalnya agar tidak panik. Jika Moms panik, anak akan dapat merasakan kepanikan juga dan membuatnya semakin tidak nyaman. Ikuti langkah-langkah di atas sebagai pencegahan dan pertolongan pertama saat anak sakit pada masa KLB hepatitis akut misterius seperti ini.

    Jangan lupa juga untuk melengkapi rekomendasi vaksinasi Si Kecil agar ia memiliki daya tahan tubuh yang bagus selama pandemi dan KLB hepatitis akut. Misalnya vaksinasi hepatitis A dan influenza.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk vaksinasiimunisasi anakmultivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Indonesia, C., 2022. 7 Hal yang Perlu Diketahui Orang Tua soal Hepatitis Akut pada Anak – Halaman 2.
    2. Yuda, A., 2022. Penyebab dan Fakta-Fakta Hepatitis Akut Misterius yang Menyerang Anak-Anak.
    3. Bisnis.com. 2022. 4 Langkah Penting Penanganan Hepatitis Akut | Lifestyle – Bisnis.com.
    4. Indonesia, C., 2022. Fakta-fakta Kasus Hepatitis Akut Misterius.
    5. Harsono, F., 2022. Panduan IDAI Cegah Anak Terinfeksi Hepatitis Akut Misterius
    Read More
  • Sahabat Sehat, baru-baru ini pemerintah mengumumkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) akan diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi kelompok anak-anak kelas 5 dan 6 SD/MI/ sederajat. Vaksinasi pencegahan kanker serviks ini akan disalurkan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).  Sementara kelompok yang tidak termasuk dalam target program pemerintah dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. […]

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Sahabat Sehat, baru-baru ini pemerintah mengumumkan bahwa vaksin human papillomavirus (HPV) akan diberikan secara gratis dan bersifat wajib bagi kelompok anak-anak kelas 5 dan 6 SD/MI/ sederajat. Vaksinasi pencegahan kanker serviks ini akan disalurkan melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). 

    Sementara kelompok yang tidak termasuk dalam target program pemerintah dapat melakukan vaksinasi HPV secara mandiri. Berapa biayanya? Biaya vaksinasi berbeda-beda di tiap fasilitas kesehatan. Untuk melakukan vaksinasi mandiri, pastikan Anda mendapatkan harga terbaik dari fasilitas kesehatan yang berkualitas.

    Ingin Vaksinasi HPV Mandiri Ini Kisaran Harganya

    Kisaran Harga Vaksinasi HPV

    Biaya Vaksinasi HPV di ProSehat

    Biaya untuk melakukan vaksinasi HPV bervariasi, tergantung fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang menyediakan. Di fasilitas kesehatan atau rumah sakit swasta di Indonesia, harga vaksinasi HPV dimulai dari Rp.990.000 hingga lebih dari 1.250.000 per satu kali suntik. Disarankan untuk mempersiapkan dana lebih untuk kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan.

    Vaksinasi HPV adalah salah satu layanan unggulan di ProSehat. Sebagai upaya melawan kanker serviks, ProSehat menyediakan Layanan Vaksinasi Kanker Serviks yang dapat dilakukan di klinik mitra ProSehat, seperti Klinik Kasih di Palmerah, dan di rumah dengan kisaran harga paket vaksin HPV sebagai berikut:

    Layanan di Klinik Kasih Palmerah

    1 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain

    (1 kali suntik)

    Rp 1.100.000
    2 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (1 kali suntik)

    Rp 990.000
    3 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun)

    (2 kali suntik)

    Rp 1.900.000
    4 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan > 13 Tahun) Rp 5.850.000
    5 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10 -13 Tahun) Rp 4.880.000
    6 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (3 kali suntik)

    Rp 2.800.000

    Layanan ke Rumah

    7 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain Rp 1.250.000
    8 Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Rp 1.700.000
    9 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10-13 Tahun) Rp 6.700.000
    10 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan >13 Tahun)  Rp 7.500.000
    11 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun)

    (2 kali suntik)

    Rp 2.800.000
    12 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain 

    (3 kali suntik)

    Rp 3.600.000
    13 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    (3 kali suntik)

    Rp 4.500.000
    14 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 3 Orang)

    (1 kali suntik)

    Rp 1.250.000
    15 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 5 Orang)

    (3 kali suntik)

    Rp 13.500.000
    16 Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 10 Orang)

    (3 kali suntik)

    Rp 25.800.000
    17 Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek Pap Smear

    (3 kali suntik)

    Rp 4.800.000
    18 Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek pap Smear

    (1 kali suntik)

    Rp 1.700.000

     

    Harga vaksinasi HPV yang ditawarkan oleh ProSehat pun bervariasi untuk 3 kali suntik. Lokasi vaksinasinya pun dapat Anda tentukan sendiri, bisa di klinik yang disediakan Prosehat maupun mendatangkan dokter ke rumah Anda. Jadi, Anda tak perlu repot keluar rumah. Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon serta promo menarik lainnya. 

    Untuk vaksinasi HPV, Sobat bisa memanfaatkan Layanan Vaksinasi ke Rumah dari ProSehat.

    Mengapa vaksinasi dengan ProSehat?

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani langsung oleh dokter berizin resmi
    • Jadwal vaksinasi fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian
    • Proses pembayaran mudah dan dapat dicicil
    • Mudah tanya informasi melalui Asisten Kesehatan Maya

    Baca Juga:

    Kenali Apa Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risikonya
    Kapan Waktu yang Tepat Untuk Vaksin Kanker Serviks?

    Kisaran Harga Vaksinasi HPV di Jabodetabek

    Sementara itu, beberapa rumah sakit swasta juga menyediakan layanan vaksinasi HPV dengan harga yang bervariasi. Anda perlu memastikan jenis vaksinnya dan apa saja yang sudah dan belum termasuk dalam biaya tersebut. Misalnya buku vaksinasi, biaya administrasi rumah sakit, biaya tindakan penyuntikan, dan sebagainya.

    Oleh sebab itu, dianjurkan agar Anda mempersiapkan dana lebih sebagai antisipasi adanya biaya tambahan yang tidak terduga, yakni sekitar 20-30% dari harga vaksin HPV yang diperkirakan.

    Berikut daftar harga layanan vaksinasi HPV di beberapa fasilitas kesehatan swasta di Jabodetabek:

    1 Siloam Hospital, Bogor Rp 2.500.000
    2 RS EMC, Tangerang Rp 2.300.000
    3 RS EMC, Sentul Rp 2.475.000
    4 Rumah Sakit Umum Melania, Bogor  Rp 1.120.515
    5 RSIA Family Penjaringan, Jakarta Rp 2.838.000
    6 Mitra Keluarga, Kemayoran Rp 2.800.000
    7 RSIA Grand Family, Pantai Indah Kapuk Rp 2.838.000

    Baca Juga:
    Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks
    Prosedur Pemeriksaan IVA untuk Mendeteksi Kanker Serviks

    Nah Sahabat Sehat, itulah kisaran biaya vaksin HPV di ProSehat dan di rumah sakit sekitar Jabodetabek. Segera hubungi ProSehat untuk layanan vaksinasi HPV di klinik maupun di rumah. Ajak juga keluarga dan kerabat perempuan Anda agar sama-sama terlindungi dari virus HPV!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk vaksinasi, imunisasi anak, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Dapatkan harga vaksinasi HPV terbaik dari ProSehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. 2022. Harga Paket Layanan Vaksinasi HPV Datang ke Rumah.
    2. Media, K., 2022. Bukan Sasaran Program Pemerintah, Berapa Harga Vaksin HPV Mandiri?.
    3. Keluarga, M., 2022. Promosi – Mitra Keluarga – Promo Vaksin Kanker Serviks.
    4. Family, G., 2022. RSIA Grand Family – Paket Vaksin Kanker Serviks.
    Read More
  • Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya. Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih […]

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya.

    Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih belum sebersih negara maju. Maka lebih berisiko terkontaminasi kuman penyebab demam tifoid. Ditambah, masih banyak makanan dan minuman dijual di pinggir jalan tanpa memerhatikan kebersihan. 

    pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Pada tahun 2015 lalu misalnya, Malaysia pernah mengalami peningkatan kasus demam tifoid dan sejak itu Badan Kesehatan Malaysia menyarankan untuk menghindari makan makanan di restauran dan memperhatikan kebersihan penyajian makanan.

    Salah satu cara yang ampuh untuk mencegah demam tifoid adalah dengan melakukan vaksinasi tifoid sebelum keberangkatan agar terlindungi selama masa pendidikan.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Tifoid + Hepatitis A ke Rumah

    Lengkapi Syarat Vaksin Sebelum Studi ke Luar Negeri: Paket Vaksinasi Studi

    Demam Tifoid

    Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal sebagai tipes merupakan suatu penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi.

    Bakteri penyebab demam tifoid bisa menyebar ke seluruh organ tubuh. Penularan bakteri bisa melalui:

    • Feses dan urin
    • Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan urin atau feses penderita tifoid (misalnya ia tidak mencuci tangan setelah buang air besar)
    • Mengonsumsi makanan yang ditangani orang yang sedang sakit dan belum dinyatakan sembuh oleh dokter.

    Gejala yang timbul karena infeksi Salmonella typhi diantaranya demam, mual/ muntah, nyeri sendi, diare atau sembelit, tidak nafsu makan, dan sakit perut.

    Vaksin Tifoid

    Vaksinasi tifoid adalah salah satu program dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengendalikan epidemi demam tifoid termasuk di Indonesia sendiri. Indonesia merupakan salah satu negara endemis tifoid.

    Ada 3 jenis vaksinasi tifoid yang dianjurkan oleh WHO, yaitu :

    1. Vaksin konjugat tifoid suntik (TVC) yang diperuntukkan bagi anak usia 6 bulan hingga dewasa berusia 45 tahun.
    2. Vaksin polisakarida tak terkonjugasi bagi anak yang berusia 2 tahun keatas.
    3. Vaksin Ty21a yang diberikan berupa kapsul dan akan diberikan secara oral bagi anak berusia diatas 6 tahun.

    Tujuan dari vaksinasi tifoid adalah untuk mengurangi risiko sakit berat dan kematian ketika terjangkit kuman penyebab demam tifoid.

    Baca Juga: Catat, Anjuran Vaksinasi Persiapaan Kuliah di Luar Negeri

    Efek Samping Vaksinasi Tifoid

    Beberapa efek samping yang mungkin dapat timbul setelah vaksinasi adalah nyeri, kemerahan dan bengkak ditempat suntikan, demam, pusing dan mual.

    Vaksin ini aman untuk diberikan kepada siapa saja kecuali orang-orang di bawah ini, antara lain:

    • Memiliki riwayat alergi berat vaksinasi
    • Mempunyai masalah sistem imun
    • Sedang hamil dan menyusui
    • Sedang mengalami pengobatan malaria atau minum antibiotik.

    Maka, sebaiknya kamu konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa kamu sudah siap untuk divaksinasi. Setelah itu segera jadwalkan vaksinasinya agar tidak terlalu dekat dengan jadwal keberangkatanmu! Sebab, vaksin membutuhkan sekitar 2 minggu untuk bekerja efektif melindungimu.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Meningitis Untuk Calon Mahasiswa Luar Negeri

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Muhammad, E., Abdul Mutalip, M., Hasim, M., Paiwai, F., Pan, S., Mahmud, M., Yeop, N., Tee, G., Senin, A. and Aris, T., 2020. The burden of typhoid fever in Klang Valley, Malaysia, 2011–2015.
    2. The Straits Times. 2015. Amid KL typhoid outbreak, Malaysia’s Health Ministry assures disease preventable and treatable
    3. U.S. Embassy in Malaysia. 2022. Typhoid Outbreak.
    4. Rumah Sakit Universitas Udayana. 2022. Tipes / Demam Tifoid – Rumah Sakit Universitas Udayana.
    5. Primayahospital.com. 2022. Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Dilakukan.
    Read More
  • Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Angka ini menjadikan kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor satu bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk kasus kanker serviks terbanyak di dunia. Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker […]

    Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan?

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Angka ini menjadikan kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor satu bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk kasus kanker serviks terbanyak di dunia. Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks.

    Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan

    Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan

    Vaksin human papillomavirus (HPV) atau vaksinasi untuk mencegah kanker serviks diindikasikan bagi semua perempuan berusia 9 tahun keatas, terutama yang belum aktif secara seksual karena vaksin lebih efektif bila diberikan sebelum aktif berhubungan seksual.

    Lalu apakah boleh perempuan yang baru saja melahirkan mendapatkan vaksinasi HPV? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Jenis-jenis vaksin HPV

    Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, virus HPV dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.

    Ada beberapa tipe human papillomavirus, yaitu tipe 16, 18, 6, dan 11. HPV tipe 16 dan 18 adalah penyebab utama kanker serviks (sebanyak 70% kasus di dunia). Sedangkan HPV tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin.

    Di Indonesia ada 2 jenis vaksin HPV yang beredar, yaitu bivalen dan tetravalen. Bivalen mengandung 2 tipe HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sedangkan vaksin tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (tipe 6, 11, 16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

    Efek samping yang mungkin timbul setelah dilakukan vaksinasi yaitu:

    • Nyeri dan kemerahan di area tempat suntikan
    • Pusing dan nyeri kepala
    • Mual dan muntah.

    Dapatkan: Layanan Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV

    Apakah vaksinasi boleh diberikan setelah aktif seksual?

    Idealnya, vaksinasi HPV diberikan mulai dari 9 tahun dan sebelum perempuan aktif secara seksual. Beberapa jurnal menyebutkan bahwa pada usia ini vaksinasi memberikan efek yang lebih maksimal.

    Maka, apabila vaksin HPV diberikan pada wanita yang telah aktif secara seksual, dikhawatirkan efektivitas vaksinnya kurang maksimal. Pasalnya, mereka sudah kemungkinan terpapar virus HPV setelah melakukan hubungan seksual.

    Tapi, bukan berarti vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk orang yang sudah aktif berhubungan seksual. Vaksin ini tetap diberikan dengan sebelumnya melakukan Pap smear untuk melihat adanya resiko terinfeksi virus HPV.

    Pap Smear adalah pemeriksaan yang dianjurkan untuk mendeteksi kanker serviks, dimana dokter akan mengambil sampel sel dari leher rahim atau serviks dengan diusap dengan kapas cotton bud lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Apabila didapatkan hasil kecurigaan infeksi HPV, maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Vaksin HPV untuk ibu yang baru melahirkan

    Wanita yang melahirkan berkali-kali secara pervaginam dan wanita yang melahirkan pertama kali saat usia muda memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena kanker serviks. Oleh karena itu, vaksinasi HPV masih menguntungkan bila diberikan bagi wanita postpartum atau yang baru saja melahirkan. Penelitian menunjukkan bahwa vaksinasi HPV aman dilakukan pasca melahirkan (postpartum) dan pada wanita yang menyusui.

    Mempertimbangkan bahwa wanita pasca melahirkan lebih rentan terhadap infeksi HPV, maka kongres Ahli Obstetri dan Ginekologi di Amerika atau American Congress of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) dan Taiwan Society of Perinatology dan Taiwan Maternal Fetal Medicine Society merekomendasikan pemberian vaksinasi HPV saat kontrol pasca persalinan.9

    Vaksinasi nantinya akan diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi pada bulan 0, lalu 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama dan terakhir adalah 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

    Baca Juga: Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah? Cek Apa Kata Dokter

    Sahabat Sehat, vaksin HPV memberikan manfaat yang besar bagi wanita, salah satunya dengan melindunginya dari kanker serviks. Segera jadwalkan vaksinasi HPV Anda dan ajak keluarga dan kerabat perempuan Anda juga agar sama-sama terlindungi dari virus HPV.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, produk vaksinasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Dapatkan harga terbaik vaksinasi HPV di ProSehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Perdoski.id. 2021.
    2. IDAI | Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Idai.or.id. 2017.
    3. HPV Vaccination: What Everyone Should Know | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2021.
    4. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination [Internet]. Plannedparenthood.org. 2021.
    5. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2021.
    6. HPV vaccine: Get the facts [Internet]. Mayo Clinic. 2020.
    7. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. Cdc.gov. 2016.
    8. Lee, C., Tseng, C., Chang, C., Lee, M. and Yang, S., 2021. Postpartum HPV Vaccination Rate and Differences in Background Characteristics Between HPV Vaccinated and Unvaccinated Postpartum Women.
    Read More
  • Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami perdarahan setelah hubungan intim dari vagina setelah berhubungan intim? Perdarahan seperti ini dapat menjadi sebuah kekhawatiran bagi wanita. Sebelum berpikir terlalu jauh, Sahabat perlu pahami bahwa ada banyak penyebab perdarahan setelah hubungan intim dari vagina setelah berhubungan intim. Yuk, kenali penyebab serta bagaimana cara mengatasinya. Vaginal Dryness Sebagian besar dari […]

    Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami perdarahan setelah hubungan intim dari vagina setelah berhubungan intim? Perdarahan seperti ini dapat menjadi sebuah kekhawatiran bagi wanita. Sebelum berpikir terlalu jauh, Sahabat perlu pahami bahwa ada banyak penyebab perdarahan setelah hubungan intim dari vagina setelah berhubungan intim.

    Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Yuk, kenali penyebab serta bagaimana cara mengatasinya.

    Vaginal Dryness

    Sebagian besar dari kondisi vagina kering atau vaginal dryness disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

    Gangguan kadar estrogen akan menyebabkan pengeluaran cairan/ lendir vagina berkurang sehingga menyebabkan vagina kering. Sehingga, gesekan berulang saat berhubungan intim akan menyebabkan iritasi pada vagina yang menyebabkan rasa nyeri serta timbulnya perdarahan.

    Ketidakseimbangan hormon dapat terjadi pada:

    • Ibu menyusui
    • Wanita setelah melahirkan
    • Mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon, obat flu dan anti alergi
    • Sedang menjalani terapi dan pengobatan kanker 
    • Sindrom Sjögren
    • Menopause.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV

    Peradangan Serviks

    Peradangan serviks (leher rahim), atau servisitis, biasanya terjadi tanpa adanya gejala. Sering kali, kondisi ini didahului oleh infeksi menular seksual yang tidak diobati dengan baik, contohnya klamidia, gonorrhea, sifilis, infeksi bakteri dan parasit.

    Polip Serviks

    Polip di area serviks biasanya berukuran 1-2 sentimeter dan timbul pada perbatasan antara leher rahim dan vagina. Gesekan dengan polip ini yang biasanya akan menyebabkan perdarahan saat berhubungan intim.

    Perdarahan Normal Uterus

    Kondisi pre-menstruasi juga dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dari vagina. Sebelum khawatir, pastikan apakah perdarahan setelah berhubungan intim disebabkan karena memasuki jadwal menstruasi atau tidak.

    Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Vaksin HPV Sebelum Menikah Itu Penting

    Kanker Serviks

    Kemungkinan paling buruk dari terjadinya perdarahan setelah berhubungan intim adalah kanker serviks. Sebanyak 11% wanita yang didiagnosis kanker serviks memiliki gejala perdarahan setelah berhubungan intim. Hal ini merupakan salah satu gejala tersering yang dialami oleh seorang wanita dengan kanker serviks.

    Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada area leher rahim yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar. Di Indonesia, kanker serviks adalah penyebab kematian terbanyak kedua yang disebabkan oleh kanker setelah kanker payudara.

    Seseorang akan berpotensi terkena kanker serviks apabila memiliki:

    • Riwayat berhubungan seksual sejak usia dini
    • Partner seksual lebih dari satu
    • Riwayat infeksi menular seksual (gonorrhea, klamidia, sifilis)
    • Sistem imun yang lemah (misalnya HIV/AIDS)
    • Riwayat melahirkan lebih dari 5 anak atau melahirkan dibawah usia 17 tahun
    • Riwayat mengonsumsi pil KB selama lebih dari 5 tahun.

    Cegah kanker serviks dengan Vaksin HPV

    Sayangnya, gejala kanker serviks biasanya muncul saat sudah memasuki stadium lanjut dimana sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Sehingga, hal terbaik dan termudah yang dapat Sahabat Sehat lakukan adalah dengan rutin deteksi dini dan melakukan vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks.

    Beberapa gejala kanker serviks yang biasa dikeluhkan berupa:

    1. Perdarahan vagina diluar masa menstruasi, biasanya setelah berhubungan intim atau setelah menopause
    2. Menstruasi lebih banyak dan lebih lama dari biasanya
    3. Keluarnya cairan dari vagina berbau tidak sedap (berbau busuk) yang biasanya bercampur darah
    4. Rasa nyeri setiap kali berhubungan intim
    5. Nyeri panggul
    6. Urin bercampur darah
    7. Sulit buang air kecil
    8. Penurunan berat badan secara drastis
    9. Perut membengkak
    10. Nafsu makan berkurang.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Sahabat Sehat, itulah penjelasan mengenai perdarahan setelah hubungan intim, jika Anda memiliki gejala seperti di atas atau khawatir akan kanker serviks, segera berkonsultasi dengan dokter. Lakukan juga vaksinasi HPV agar Anda terlindungi dari kanker serviks dan berbagai penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus yang sama.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, vaksinasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Dapatkan harga terbaik vaksinasi HPV di Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. mobile product for women’s health. 2021. Marhol A. Vaginal Bleeding During and After Sex: Causes and Risk Factors.
    2. Cleveland Clinic. 2021. Do You Bleed After Sex? When to See a Doctor.
    3. Verywell Health. 2021. Rainford, MD M, Cornforth T. Why Am I Bleeding During or After Sex?.
    4. WebMD. 2020. Machalinski A, Pathak, MD N. What Causes Bleeding After Sex?.
    5. Healthline. 2020. Kay, M.D C, York Morri S. Bleeding After Sex: Causes, Risk Factors, and More.
    6. Cancer.org.au. 2021. Cervical cancer | Causes, Symptoms & Treatments.
    7. dikes.badungkab.go.id. 2021. Ciri-ciri, Penyebab, dan Pencegahan Kanker Serviks.
    Read More
  • Pneumonia atau disebut juga paru-paru basah, merupakan kondisi peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi kuman maupun mikroorganisme lainnya. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru. Pada pasien yang mengalami pneumonia, alveoli dipenuhi oleh cairan, lendir atau nanah akibat infeksi sehingga menyebabkan pasien tersebut sulit untuk bernapas. Faktor […]

    Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Pneumonia atau disebut juga paru-paru basah, merupakan kondisi peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi kuman maupun mikroorganisme lainnya. Kondisi ini dapat mengakibatkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) di salah satu atau kedua paru. Pada pasien yang mengalami pneumonia, alveoli dipenuhi oleh cairan, lendir atau nanah akibat infeksi sehingga menyebabkan pasien tersebut sulit untuk bernapas.

    Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Faktor Resiko Pneumonia

    Pneumonia dapat menimpa siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Berikut adalah beberapa orang yang beresiko menderita pneumonia:

    • Perokok aktif
    • Memiliki riwayat stroke
    • Bayi berusia 0-2 tahun dan lansia berusia diatas 65 tahun
    • Penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan masalah pada sistem imun, seperti penggunaan steroid dan antibiotik dalam jangka panjang
    • Memiliki riwayat asma, gagal jantung, diabetes, HIV/AIDS, cystic fibrosis dan penyakit kronis lainnya
    • Sedang menjalani pengobatan anti kanker kemoterapi sehingga menekan sistem kekebalan tubuh.

    Pneumonia juga dapat disebabkan oleh infeksi virus SARS-COV-2 atau yang dikenal dengan Covid-19. 

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi Pneumonia dari ProSehat

    Gejala Pneumonia

    Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari gejala ringan hingga berat. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami apabila menderita pneumonia :

    • Batuk berdahak
    • Demam
    • Keringat dingin hingga menggigil
    • Sesak nafas hingga kesulitan bernafas
    • Nyeri dada yang semakin memberat bila bernafas dan batuk
    • Kelelahan dan lemas
    • Tidak nafsu makan
    • Mual dan muntah
    • Nyeri kepala berat

    Penyebab Pneumonia

    Selain mengenali gejala pneumonia, Sahabat Sehat perlu mengetahui sumber penyebab pneumonia agar dapat dihindari. Berikut ini adalah berbagai penyebab pneumonia :

    • Infeksi Bakteri

    Infeksi bakteri pada saluran nafas dan paru-paru merupakan penyebab tersering pneumonia. Salah satu bakteri penyebab tersering pneumonia, yaitu Streptococcus pneumoniae. Bakteri lainnya antara lain Mycoplasma pneumoniae, Haemophilus influenzae, Legionella pneumophila.

    • Infeksi Virus

    Selain infeksi bakteri, infeksi virus turut dapat mengakibatkan pneumonia. Virus penyebab pneumonia, antara lain Influenza (Flu), respiratory syncytial virus (RSV), rhinoviruses (Common cold), Human Parainfluenza Virus, Human metapneumovirus infection (HMPV), Chickenpox (Varicella zoster virus), Adenovirus, dan SARS-CoV-2.

    • Infeksi Jamur

    Jamur penyebab pneumonia biasanya berasal dari tanah atau kotoran burung yang terhirup. Infeksi jamur pada tubuh biasanya dialami pada seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Contoh jamur penyebab pneumonia, antara lain Pneumocystis jirovecii, Cryptococcus species, Histoplasmosis species.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    Imunisasi Pneumonia

    Pneumonia dapat dicegah dengan pemberian imunisasi pneumonia. Berikut ini beberapa jenis vaksin pneumonia :

    Pneumococcal Conjugate Vaccine 13 (PCV 13)

    Melindungi tubuh dari 13 jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin ini diberikan untuk bayi, anak-anak dan juga dewasa yang memiliki resiko terkena infeksi pneumonia.

    Pneumococcal Polysaccharide Vaccine 23 (PPSV 23)

    Vaksin tipe ini melindungi tubuh dari 23 jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin PPSV 23 diberikan untuk lansia, dewasa dan anak berusia lebih dari 2 tahun. Selain itu, vaksin ini dapat diberikan untuk Sahabat Sehat yang memiliki kebiasaan merokok.

    Setiap orang yang memiliki resiko tinggi menderita pneumonia, dianjurkan untuk mengikuti imunisasi pneumonia. Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai penyebab pneumonia dan jenis imunisasi pneumonia. 

    Bagi Sahabat Sehat yang membutuhkan produk imunisasi, pemeriksaan Covid-19, maupun produk multivitamin, segera manfaatkan layanan vaksinasi Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi ke rumah, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, imunisasi anak dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. UNICEF. Kenali 6 Fakta tentang Pneumonia pada Anak [Internet]. Indonesia : UNICEF.
    2. Adiputra D. Rumah Sakit dengan Pelayanan Berkualitas – Siloam Hospitals [Internet]. Indonesia : Siloam Hospitals.
    3. Normandin B, Castiello L. Everything You Need to Know About Pneumonia [Internet]. USA : Healthline.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumococcal Vaccination: What Everyone Should Know [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.
    5. Garcia D. Vaksinasi Pneumonia dan Jenisnya [Internet]. Indonesia : Ciputra Hospital.
    6. Centers for Disease Control and Prevention. Prevent pneumonia [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.
    Read More
  • Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali. Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar […]

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali.

    Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar masyarakat baru saja bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang selama Idul Fitri.

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Tidak hanya risiko penularan Covid-19, tapi ada juga risiko penularan penyakit lainnya seperti flu, tifoid (tipes), dan juga penyakit baru yang ramai dibicarakan belakangan ini, yaitu hepatitis akut yang masih misterius penyebabnya. 

    Maka dari itu, orang tua perlu persiapkan kesehatan anak-anak dengan baik sebelum kembali ke sekolah. Simak apa saja yang orang tua perlu siapkan.

    Perkuat Daya Tahan Tubuh

    Untuk mempersiapkan anak kembali ke sekolah, tentunya sangat penting untuk memperkuat pertahanan tubuh dalam menghadapi kemungkinan paparan berbagai macam virus dan bakteri. 

    Menjaga sistem imunitas bisa diperoleh dengan berbagai cara, diantaranya:

    • Memberikan anak makanan yang sehat dan penuh nutrisi
    • Menjaga kebersihan makan dan minumannya
    • Cukupi waktu tidur malam anak minimal 9 jam
    • Mengajak anak untuk tetap aktif atau berolahraga
    • Menjaga kondisi mental anak, misalnya bermain bersama, bercanda, dan sebagainya
    • Mengonsumi suplemen vitamin dan daya tahan tubuh bila diperlukan.

    Sedangkan, untuk memperkuat daya tahan tubuh anak, orang tua dapat memberikannya vaksinasi yang ia butuhkan.

    Dapatkan: Layanan Paket Imunisasi Balita Premium

    Vaksinasi memerlukan waktu sekitar 2 minggu sebelum benar-benar efektif melindungi. Walau sekolah mulai dalam beberapa hari lagi, tidak ada salahnya jika orang tua menyegerakan vaksinasi saat anak dalam keadaan sehat. Sehingga, ia sudah terlindungi di minggu kedua sekolah.

    Vaksin yang disarankan antara lain:

    • Influenza. Penyakit influenza/ flu paling mudah ditularkan di lingkungan sekolah saat siswa, guru, atau staff yang sakit berbicara, batuk, atau bersin.
    • Tifoid. Tangan yang kotor serta makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi akan menyebabkan penyakit tipes/ tifus/ tifoid yang menimbulkan gejala pencernaan.
    • Hepatitis A. Virus hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Kebersihan tangan yang buruk, misalnya tidak cuci tangan setelah BAB, juga menjadi jalur penularannya. Hepatitis A menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit hepatitis akut misterius, yaitu gejala pencernaan (mual, muntah, diare, demam) dan gejala lanjut (mata dan kulit menguning, warna air kencing pekat, warna BAB pucat, dll).

    Cek Kondisi Tubuh Sebelum Berangkat

    Sebelum berangkat ke sekolah, pastikan Moms selalu mengecek kondisi tubuh Si Kecil terlebih dahulu. Tujuannya, untuk memastikan bahwa Si Kecil benar-benar dalam kondisi sehat saat ke sekolah.

    Apabila tubuh anak terasa panas dan mengeluhkan gejala lainnya, sebaiknya tunda ke sekolah sampai ia benar-benar sehat dan bugar.

    Selain mengecek kesehatan Si Kecil, sebaiknya orang tua atau orang dewasa lainnya dalam keluarga juga melakukan tes Covid-19 untuk mengetahui status kesehatannya terhadap Covid-19 pasca Lebaran.

    Baca Juga: Sering Menyerang Anak-Anak, Waspadai Tanda dan Gejala Hepatitis A

    Bawa Bekal dari Rumah

    Selama pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka dilakukan dengan durasi yang lebih singkat dari biasanya. Sebab waktu di sekolah lebih dimaksimalkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga tidak ada pelajaran diluar kelas maupun waktu istirahat untuk bermain di luar kelas. Termasuk larangan untuk membuka kantin dan adanya pedagang di sekitar sekolah. 

    Oleh sebab itu, sebaiknya Moms bawakan Si Kecil bekal sendiri dari rumah, seperti air minum dan snack. Membawa bekal sendiri bisa menjadi cara yang efektif untuk meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dan menghindari penyajian makanan/ minuman yang kurang bersih.

    Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku

    Seperti yang diketahui, penyebaran kuman bisa dari mana saja. Untuk itu, beri anak pemahaman agar tidak saling bertukar atau pinjam meminjam alat tulis dan buku selama di sekolah. 

    Mengingatkan Bahaya Covid-19 dan Hepatitis Akut Misterius

    Setelah lama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), anak pasti gembira bahwa ia sudah dapat kembali bersekolah seperti biasa dan bertemu dengan teman-teman dan guru.

    Namun, jangan sampai euphoria ini membuatnya lupa bahwa paparan virus corona dan hepatitis akut bisa mengintai dimana saja. 

    Oleh sebab itu, Moms harus lebih rutin mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan sambil memberikan pemahaman akan bahayanya penyakit-penyakit ini dengan bahasa yang mudah dicerna.

    Selain protokol kesehatan, Kementerian Kesehatan mengimbau agar:

    1. Rutin cuci tangan dengan sabun
    2. Makan makanan yang sudah matang dan bersih
    3. Tidak bergantian alat makan dengan orang lain
    4. Menghindari kontak dengan orang lain
    5. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

    Baca Juga: Takut Hidung Dicolok? Tenang Sekarang Sudah Ada PCR Kumur

    Nah, itulah beberapa tips yang orang tua bisa lakukan dalam mempersiapkan anak kembali sekolah tatap muka setelah libur Lebaran. Tetap waspada terhadap virus corona, flu, tifoid, dan hepatitis akut yang rentan terjadi. Berikan perlindungan terbaik bagi Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, vaksinasi, multivitamin, imunisasi anak dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. Dapatkan harga vaksinasi terbaik dari Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Anisya, N., 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka, Berikut Tips dari WHO.
    2. liputan6.com. 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19.
    3. merdeka.com. 2022. 6 Langkah Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah secara Aman.
    4. pintek.id. 2022. persiapan anak kembali ke sekolah.
    Read More
  • Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette-Guerin adalah salah satu jenis imunisasi wajib bagi bayi yang diberikan saat ia baru lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Imunisasi ini diberikan agar bayi memiliki kekebalan tubuh terhadap kuman penyebab tuberkulosis yang masih banyak ditemui di Indonesia. Seperti bayi pada umumnya, si Kecil pasti menangis dan rewel selama beberapa saat […]

    Begini Tips Mengatasi Si Kecil Rewel Setelah Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette-Guerin adalah salah satu jenis imunisasi wajib bagi bayi yang diberikan saat ia baru lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Imunisasi ini diberikan agar bayi memiliki kekebalan tubuh terhadap kuman penyebab tuberkulosis yang masih banyak ditemui di Indonesia.

    Begini Tips Mengatasi Si Kecil Rewel Setelah Imunisasi BCG

    Begini Tips Mengatasi Si Kecil Rewel Setelah Imunisasi BCG

    Seperti bayi pada umumnya, si Kecil pasti menangis dan rewel selama beberapa saat setelah disuntik. Tapi Moms tak perlu khawatir, karena rewel dan menangis pasca imunisasi sangat wajar sebab ia merasa sakit dan tidak nyaman.

    Berbeda dengan imunisasi lainnya yang menyuntikkan vaksin ke dalam otot, penyuntikan imunisasi BCG disuntikkan ke bagian bawah kulit sehingga terasa sedikit lebih sakit dari biasanya. Ini karena bagian bawah kulit memiliki banyak saraf. Setelah penyuntikan, akan tampak pembengkakan kecil di lokasi bekas penyuntikannya.

    Lalu bagaimana cara mengatasi kerewelan si Kecil setelah imunisasi? Simak ulasannya di bawah ini.

    Mengapa Bayi Rewel Setelah Imunisasi BCG?

    Umumnya, bayi yang baru diberi imunisasi BCG akan menjadi lebih rewel dari biasanya. Hal ini bisa saja terjadi sebagai efek samping dari suntikan. Nah, sebelum memikirkan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya, Mama juga perlu tahu apa saja yang menjadi penyebab anak menjadi rewel atau sering menangis. Berikut beberapa kondisi umum yang menjadi penyebabnya, diantaranya:

    Dapatkan : Layanan Paket Imunisasi Bayi Combo 6 ke Rumah

    Demam

    Salah satu efek samping yang paling umum setelah imunisasi adalah demam. Peningkatan suhu tubuh ini diakibatkan oleh masuknya vaksin ke dalam tubuh anak. Biasanya ia akan demam beberapa jam setelah diimunisasi. Demam bisa menjadi penanda bahwa tubuhnya beraksi terhadap vaksin dan sedang membentuk kekebalan tubuh.

    Panik

    Panik merupakan faktor psikologi penyebab ketidaknyamanan. Selain panik karena rasa sakit saat disuntik, kepanikan dan kekhawatiran orang tua juga bisa menjadi penambah kepanikan anak. Sebab ikatan ibu dan anak sangat kuat.

    Bekas luka suntikan

    Selain rasa sakit, bekas suntikan imunisasi juga dapat menimbulkan sensasi pegal dan nyeri di lokasi penyuntikan, terutama pada imunisasi BCG. Meski demikian, luka dan rasa nyeri pasca imunisasi BCG ini dapat hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 hingga 3 hari. 

    Tips Mengatasi Si Kecil Rewel Pasca Imunisasi

    Meski dapat pulih dengan sendirinya, namun anak yang rewel dan menangis dapat membuat Moms khawatir dan tidak tega melihatnya. Untuk mengatasinya, Moms dapat melakukan beberapa tips dibawah ini.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Pantau kondisi anak

    Ukur suhu tubuh anak menggunakan termometer. Apabila suhu tubuhnya lebih dari 37,5 derajat Celcius, berikan kompres air hangat di dahi dan pada bekas luka suntikannya. Pastikan pula si Kecil memakai pakaian yang nyaman, longar, dan mudah menyerap keringat. Sehingga ia dapat beristirahat dengan lebih nyaman dan tenang. Berikan obat penurun demam bila suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih.

    Ciptakan suasana yang tenang

    Suasana yang tenang dapat memberikan ketenangan pula bagi anak. Moms bisa menggendong si Kecil untuk bantu menenangkannya, mengatur suhu ruangan agar sejuk, pakaikan pakaian yang nyaman untuknya, dan temani ia hingga tertidur. Tidak hanya Moms akan membuatnya nyaman dan tenang, anak pun akan merasa aman sehingga bonding ibu dan anak juga tercipta. 

    Beri minum yang cukup

    Beri susu (ASI atau formula) yang cukup. Usahakan Moms menyusui si Kecil sebelum dan setelah melakukan imunisasi. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips mengatasi bayi yang rewel setelah diberikan imunisasi BCG. Bagi Sahabat Sehat yang membutuhkan produk imunisasi, pemeriksaan Covid-19, maupun produk multivitamin, segera manfaatkan layanan vaksinasi Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai tentang imunisasi BCG terlewat. Meski Si kecil telat di imunisasi, sebaiknya tetap lengkapi jadwal imunisasi yang ada. Lebih baik terlambat daripada tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Di masa pandemi, tidak jarang para orang tua menunda imunisasi sebab enggan membawa Si Kecil ke posyandu maupun rumah sakit. Jika Sahabat Sehat memerlukan imunisasi anak, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. The Chart. The ‘5 S’s’: Easing baby pain after vaccine shots [Internet]. USA : The Chart.
    2. KidsHealth. How Can I Comfort My Baby During Shots? (for Parents) – Nemours KidsHealth [Internet]. USA : Kids Health.
    3. Healthline. Dissociative Identity Disorder: Symptoms and Treatment [Internet]. USA : Healthline.
    Read More
Chat Dokter 24 Jam