Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 11–20 of 1124 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Selama di rumah saja, bukan berarti tubuh hanya rebahan saja. Sahabat Sehat masih bisa melakukan olahraga di rumah selama pandemi. Ada beberapa jenis olahraga yang ringan dan mudah dilakukan di dalam rumah, namun dampaknya besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Tanggal 9 September […]

    Ternyata Kita Masih Bisa Olahraga di Rumah Selama Pandemi

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Olahraga di Rumah Selama Pandemi dan di Sela Work from Home

    Olahraga di Rumah Selama Pandemi dan di Sela Work from Home

    Selama di rumah saja, bukan berarti tubuh hanya rebahan saja. Sahabat Sehat masih bisa melakukan olahraga di rumah selama pandemi. Ada beberapa jenis olahraga yang ringan dan mudah dilakukan di dalam rumah, namun dampaknya besar bagi kesehatan tubuh dan pikiran.

    Tanggal 9 September setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Olahraga merupakan salah satu cara efektif dalam menghilangkan stress, sekaligus  meningkatkan kesehatan tubuh dan pikiran. Namun dengan adanya pandemi Covid-19 menyebabkan Sahabat Sehat menjadi terjebak di rumah.

    Apa saja rekomendasi olahraga yang bisa dilakukan di rumah?

    Rekomendasi Jenis Olahraga di Rumah Selama Pandemi

    Jika biasanya Sahabat Sehat pergi ke pusat kebugaran untuk berolahraga, mungkin kali ini Sahabat Sehat dapat mengalihkan dengan melakukan olahraga di rumah. Berikut adalah berbagai jenis olahraga yang dapat Sahabat Sehat lakukan selama di rumah selama masa pandemi Covid-19, di antaranya:

    Latihan Kardio

    Jenis olahraga kardio merupakan salah satu olahraga yang paling efektif untuk membakar lemak dan mampu membuat tubuh berkeringat. Melakukan olahraga kardio secara teratur dapat membantu Sahabat Sehat menurunkan berat badan, memperbaiki kualitas tidur, hingga mengurangi risiko penyakit kronis. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki alat seperti treadmill atau sepeda statis, dapat digunakan untuk berolahraga di rumah. Namun jika Sahabat Sehat tidak memiliki alat tersebut, lakukan gerakan kardio seperti squat jumps, high knees, plank, lompat tali dan sebagainya. 

    Senam Aerobik

    Pilihan olahraga lainnya yang dapat Sahabat Sehat coba lakukan dirumah adalah senam aerobik. Senam aerobik diketahui mampu membantu dalam menjaga kesehatan jantung, meningkatkan stamina, memperbaiki suasana hati, menurunkan kadar kolesterol jahat, hingga mampu menurunkan berat badan. Salah satu senam aerobik yang paling sederhana yaitu senam Zumba. 

    Yoga

    Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang dapat melatih tubuh dan pikiran untuk fokus pada pernapasan, kekuatan, dan kelenturan guna menjaga kesehatan mental dan fisik. Meski tergolong olahraga ringan, namun jika dilakukan dengan serius dan sungguh-sungguh dapat membakar lemak tubuh, memperbaiki postur tubuh, menurunkan berat badan, serta memberikan rasa tenang.

    Menari

    Selain dapat membantu tubuh untuk bergerak dan berkeringat, menari juga dapat meningkatkan suasana hati. Kegiatan menyenangkan ini sangat cocok dilakukan di rumah. Putar lagu kesukaan dan gerakan tubuh mengikuti irama lagunya. Selain sangat menyenangkan, menari juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan membakar lemak Anda. 

    Meditasi

    Untuk pendinginan, Sahabat Sehat dapat melakukan meditasi agar tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks sehingga lebih mampu mengontrol diri. Duduk di lantai atau matras dan silangkan kaki lalu atur postur duduk agar punggung tegak lurus. 

    Pejamkan mata dan rilekskan tubuh dan pikiran secara bertahap. Atur pernapasan dan pastikan menjaga konsentrasi pernapasan, hilangkan pikiran dari hal lain yang mengganggu. Lakukan meditasi secara rutin selama 5-10 menit atau lebih.

    Nah Sahabat Sehat, itulah 5 rekomendasi olahraga di rumah selama pandemi Covid-19. Selain menyehatkan tubuh, jenis olahraga ini juga mampu meningkatkan imunitas dan meredakan perasaan stress selama pandemi Covid-19. Untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama masa pandemi sebaiknya konsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, serta minum multivitamin.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk multivitamin, maupun produk kesehatan lainnya segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam. OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 [Internet]. Indonesia : Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Batam. 2021 [updated 2021 April 16; cited 2021 Sep 03].
    2. Prudential. Serba-Serbi Rekomendasi dan Tips Olahraga Saat Pandemi [Internet]. Indonesia : Prudential; [cited 2021 Sep 03].
    3. Krans B. Exercise at Home to Avoid the Gym During COVID-19 Outbreak [Internet]. USA : Healthline. 2020 [updated 2020 March 13; cited 2021 Sep 03].
    4. Resti N. OLAHRAGA DI MASA PANDEMI COVID-19 [Internet]. Indonesia : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; [cited 2021 Sep 03].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Menggaruk merupakan cara menghilangkan gatal di kulit yang paling mudah. Namun menggaruk saja tidak cukup dan berisiko melukai kulit. Diperlukan solusi yang tepat sesuai dengan penyebab munculnya rasa gatal tersebut. Ya, beda penyebab gatal tentunya akan beda cara mengatasinya, obat yang perlu dikonsumsi, hingga cara agar masalah gatal […]

    Cara Menghilangkan Gatal di Kulit dengan Cepat dan Aman

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Menggaruk Punggung Sebagai Upaya dan Cara Menghilangkan Gatal di Kulit Punggung

    Menggaruk merupakan cara menghilangkan gatal di kulit yang paling mudah. Namun menggaruk saja tidak cukup dan berisiko melukai kulit. Diperlukan solusi yang tepat sesuai dengan penyebab munculnya rasa gatal tersebut.

    Ya, beda penyebab gatal tentunya akan beda cara mengatasinya, obat yang perlu dikonsumsi, hingga cara agar masalah gatal ini tidak muncul kembali. Yuk kita simak bersama.

    Penyebab Kulit Terasa Gatal

    Sahabat Sehat, rasa gatal pada kulit tentu cukup mengganggu dan dapat mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Anak-anak maupun lansia rentan mengalami gatal pada kulit. Pada masa kanak-kanak, kulit masih sensitif. Sementara pada lansia, kulit mudah kering sebab faktor penuaan.

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang menyebabkan kulit terasa gatal:

    Gangguan Pada Kulit

    Beberapa masalah pada kulit, seperti kulit kering (xerosis), eksim kulit (dermatitis), infeksi parasit seperti skabies, gigitan serangga, infeksi jamur, serta kelainan autoimun (misal psoriasis) dapat menyebabkan kulit terasa gatal.

    Gangguan Sistemik

    Gatal tidak selalu diakibatkan kelainan pada kulit, sebab juga dapat menunjukan adanya penyakit yang mendasari seperti gangguan hati, gangguan ginjal, anemia, diabetes, gangguan tiroid, maupun multiple myeloma dan gangguan kelenjar getah bening (limfoma).

    Gangguan Saraf

    Gangguan saraf seperti multiple sklerosis, maupun herpes zoster dapat pula menimbulkan keluhan gatal pada kulit. Multiple sklerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang susunan saraf pusat. Sementara herpes zoster adalah penyakit yang biasa disebut juga dengan cacar ular.

    Kondisi Psikologis

    Beberapa kondisi psikologis, seperti gangguan cemas, obsessive-compulsive disorder (OCD), serta depresi diketahui dapat menimbulkan keluhan gatal pada kulit. Tentunya keluhan gatal disertai dengan gejala lainnya yang terkait masalah psikologis.

    Reaksi Alergi

    Beberapa zat kimia, maupun bahan pakaian tertentu dapat memicu iritasi kulit dan menyebabkan timbulnya kemerahan serta rasa gatal di kulit. Bahan lain seperti produk kosmetik, maupun obat-obatan juga dapat menimbulkan rasa gatal. 

    Cara Menghilangkan Gatal di Kulit

    Meski rasa gatal mengganggu aktivitas sehari-hari, Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa tips berikut sebagai penanganan awal mengatasi gatal:

    • Gunakan krim dan pelembab kulit, agar kulit tidak kering
    • Gunakan tabir surya jika harus dibawah sinar matahari dalam waktu lama
    • Pilih sabun mandi dan produk kulit yang tidak menimbulkan iritasi
    • Hindari mandi dengan air yang terlalu panas
    • Hindari bahan kain seperti wol dan sintesis sebab dapat memicu rasa gatal di kulit
    • Menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan.
    • Berikan kompres air dingin pada area yang terasa gatal, daripada menggaruk kulit
    • Oleskan lotion Calamine maupun Menthol untuk meredakan gatal
    • Menggunakan alat mandi serta pakaian pribadi

    Jika sahabat sehat merasa rasa gatal dikarenakan alergi, silahkan mengkonsumsi obat alergi gatal. Pastikan mengkonsultasikan obat tersebut terlebih dahulu dengan dokter untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara menghilangkan gatal di kulit yang selain mudah dan efektif juga dapat dilakukan secara langsung di rumah. Namun sebaiknya waspadai, jika gatal dialami hingga lebih dari 3 hari atau bila gatal dirasa memberat, serta muncul keluhan lain maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar diperiksa lebih lanjut.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Itchy skin (pruritus) [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2021 [updated Jan 06; cited 2021 Sep 09]. Available from :
    2. Jaliman D. Your Skin, Pruritus, and Itching [Internet]. USA : WebMD. 2021 [updated 2021 Jun 21; cited 2021 Sep 09].
    3. Oakley A. Pruritus [Internet]. New Zealand : DermNet NZ. 2016 [updated 2016 Dec; cited 2021 Sep 09].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pemberian suntik rabies setelah digigit anjing adalah hal wajib. Walaupun gejala rabies tidak langsung muncul, namun sangat berbahaya. Virus rabies dapat menyerang sistem saraf dan otak. Sayangnya, banyak sekali orang yang abai terhadap risiko rabies ini. Padahal sulit mengetahui seekor anjing menderita rabies […]

    5 Alasan Pentingnya Suntik Rabies setelah Digigit Anjing

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Suntik Rabies setelah Digigit Anjing Menurunkan Risiko Tertular Rabies

    Pemberian suntik rabies setelah digigit anjing adalah hal wajib. Walaupun gejala rabies tidak langsung muncul, namun sangat berbahaya. Virus rabies dapat menyerang sistem saraf dan otak.

    Sayangnya, banyak sekali orang yang abai terhadap risiko rabies ini. Padahal sulit mengetahui seekor anjing menderita rabies atau tidak. Risiko rabies juga akan meningkat jika anjing tidak pernah disuntik vaksin rabies.

    Apa Itu Rabies?

    Memiliki hewan peliharaan memang sangat menyenangkan. Namun cakaran atau gigitan hewan peliharaan, misalnya anjing tetap dapat berdampak bagi kesehatan. Salah satu jenis penyakit yang dapat diakibatkan oleh gigitan anjing adalah penyakit rabies.

    Penyakit rabies atau disebut juga penyakit “anjing gila” disebabkan oleh Rabies lyssavirus yang ditularkan melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang terinfeksi. Hewan yang terinfeksi memiliki virus rabies pada air liurnya. Virus rabies dapat menginfeksi melalui kulit yang luka, mata, hidung, atau mulut, dan menyebar melalui saraf ke otak. 

    Apa Tanda dan Gejala Rabies?

    Biasanya gejala penyakit rabies mulai dialami pada hitungan hari atau minggu, bahkan dapat pula muncul lebih dari setahun setelah gigitan terjadi. Gejala awal ditandai dengan kesemutan, perih, gatal di area sekitar gigitan hewan, demam, sakit kepala, nyeri otot, hilang nafsu makan, mual, hingga kelelahan. Selanjutnya setelah beberapa hari mulai berkembang keluhan lain, seperti:

    • Gelisah
    • Kebingungan
    • Halusinasi
    • Kejang otot
    • Kelemahan atau kelumpuhan 
    • Sensitif terhadap cahaya terang, suara, dan sentuhan
    • Produksi air liur berlebih

    Selain itu, penyakit rabies juga dapat menyebabkan kematian pada kasus yang berat. Oleh sebab itu jika Sahabat Sehat tergigit atau memiliki luka yang disebabkan oleh hewan maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. 

    Pertolongan Pertama Saat Tergigit Anjing

    Seseorang yang tergigit anjing perlu mendapatkan pertolongan yang terpat. Apalagi jika yang menggigit adalah anjing liar. Jika Sahabat Sehat tergigit anjing maupun hewan liar lainnya, maka segera lakukan beberapa tips berikut:

    Cuci Area Luka

    Segera bersihkan luka dengan membasuh menggunakan air bersih mengalir dan sabun antibakteri. Basuh kembali luka dengan air bersih mengalir selama 10-15 menit.

    Beri Cairan Antiseptik

    Setelah luka dibersihkan, usapkan kasa yang telah diberi cairan antiseptik atau obat merah untuk membersihkan luka dari kuman.

    Serum Anti Rabies

    Serum anti rabies merupakan salah satu imunisasi pasif yang dapat memberikan antibodi penetral lebih cepat sebelum antibodi alami yang dibuat oleh tubuh.

    Vaksin Rabies

    Biasanya pemberian vaksin rabies akan menimbulkan beberapa efek samping ringan, seperti pembengkakan di area suntik, ruam, demam ringan, sakit kepala, hingga nyeri otot. Umumnya dokter akan memberikan dua suntikan sekaligus, yakni :

    Globulin Imun Rabies

    Suntikan ini diberikan sebagai perlindungan segera saat vaksin mulai bekerja.

    Vaksin Rabies

    Diberikan secara bertahap sebanyak 4 dosis yakni pada hari-0, 3, 7, dan hari ke 14. Sementara untuk orang dengan imunitas rendah akan mendapatkan dosis tambahan pada hari ke-28.

    Pentingnya Suntik Rabies setelah Digigit Anjing

    Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan saraf, otot, hingga kematian. Virus rabies ini akan masuk kedalam tubuh melalui luka atau lapisan mukosa kulit, kemudian tersebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. 

    Virus rabies dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi rabies. Tidak hanya manusia, pemberian vaksin rabies ini sebaiknya juga diberikan kepada hewan peliharaan. Vaksin rabies akan merangsang tubuh untuk memproduksi antibodi sebagai penetral virus rabies.

    Setidaknya ada 5 hal yang menyebabkan suntik rabies setelah digigit anjing merupakan hal wajib, yaitu:

    1. Kita tidak pernah tahu apakah gigitan membawa virus rabies
    2. Sangat berbahaya membiarkan risiko rabies karena dapat menyerang sistem otak manusia
    3. Rabies dapat menyebar dari manusia ke manusia
    4. Kalaupun gigitan tidak mengandung rabies, suntik rabies dapat membuat tubuh lebih kebal
    5. Dengan suntik rabies, kita ikut membantu program pemberantasan rabies dan penularannya

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Segeralah mencari perawatan medis jika Sahabat Sehat tergigit oleh hewan apapun, dan jika hewan yang menggigit terlihat gelisah serta dicurigai terinfeksi rabies. Bahkan jika Sahabat Sehat tercakar dari hewan peliharaan, dianjurkan tetap memeriksakan ke dokter

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting mengenai suntik rabies setelah digigit anjing sebagai upaya mencegah penyakit rabies. Jika Sahabat Sehat memerlukan vaksinasi rabies, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. 

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Children’s Wisconsin. Rabies (for Parents) [Internet]. USA : Children’s Wisconsin; [cited 2021 Sep 09].
    2. Mayo Clinic. Rabies – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Dec 06; cited 2021 Sep 09].
    3. Kim S. Rabies: Types, Symptoms & Causes [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Sep 17; cited 2021 Sep 09].
    4. World Health Organization. Rabies [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 May 17; cited 2021 Sep 09].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Niat baik saja tidak cukup. Banyak sekali penyebab donor darah ditolak oleh petugas PMI. Penolakan ini adalah demi kebaikan bersama. Karena walaupun melakukan donor darah banyak memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang lain, namun jika sembarangan dapat berisiko tinggi bagi pendonor maupun […]

    5 Hal Ini Penyebab Donor Darah Ditolak oleh Petugas PMI

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Banyak Faktor Penyebab Donor Darah Ditolak di Palang Merah Indonesia

    Niat baik saja tidak cukup. Banyak sekali penyebab donor darah ditolak oleh petugas PMI. Penolakan ini adalah demi kebaikan bersama. Karena walaupun melakukan donor darah banyak memberikan manfaat pada diri sendiri dan orang lain, namun jika sembarangan dapat berisiko tinggi bagi pendonor maupun mereka yang menerima donor.

    Ada beberapa syarat yang perlu Sahabat Sehat penuhi sebelum mendonorkan darah. Mungkin ada sebagian dari Sahabat Sehat yang pernah ditolak saat ingin mendonorkan darah. Penasaran apa sebabnya? Mari simak penjelasan berikut.

    Manfaat Donor Darah

    Salah satu kegiatan PMI (Palang Merah Indonesia) yang paling dikenal oleh masyarakat di Indonesia adalah donor darah. Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi salah satu kegiatan sosial. Tidak hanya bagi penerima darah saja yang memiliki manfaat. Namun donor darah juga memiliki segudang manfaat yang dapat dirasakan oleh pendonor darah.

    Beberapa manfaat dari melakukan donor darah antara lain adalah:

    Menjaga kesehatan jantung

    Dengan melakukan donor darah, sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan jantung terlatih memompa darah sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan zat besi dalam darah dan mengurangi resiko penyakit jantung.

    Membakar kalori

    Mendonor darah dapat membantu membakar kalori tubuh. Setiap mendonorkan 450 ml darah, dapat membakar 650 kalori dalam tubuh.

    Menurunkan resiko kanker

    Berdasarkan penelitian, mendonor darah dapat mengurangi resiko kanker hati, paru-paru, usus besar dan kanker tenggorokan.

    Meningkatkan produksi darah

    Mendonor darah dapat membantu merangsang produksi sel darah yang baru. Proses mendonorkan darah ini akan menjaga tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien.

    Mengurangi stress

    Mendonorkan darah dapat membuat pikiran lebih tenang dan mengurangi stress sebab Sahabat Sehat dapat membantu sesama yang membutuhkan. Perasaan bahagia dapat membantu meningkatkan kesehatan psikologis.

    Memantau kesehatan secara berkala

    Sebelum melakukan donor darah maka tubuh akan dilakukan beberapa pemantauan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, berat badan, kadar hemoglobin, serta pemeriksaan penyakit seperti HIV, Hepatitis B, dan lainnya. Dengan melakukan donor darah, Sahabat Sehat juga dapat memantau kondisi kesehatan secara berkala.

    Namun demikian, tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Juga tidak semua darah diterima oleh petugas PMI. Walaupun kebutuhan akan stok darah sangat tinggi, ada beberapa situasi dan kondisi yang menjadi penyebab donor darah ditolak di PMI maupun di rumah sakit.

    Faktor Utama Penyebab Donor Darah Ditolak

    Sebagian orang mungkin pernah ditolak saat ingin mendonorkan darah. Sahabat Sehat, berikut ini adalah beberapa kondisi yang tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah:

    • Usia kurang dari 17 tahun atau lebih dari 65 tahun
    • Berat badan kurang dari 45 kilogram
    • Perempuan yang sedang hamil, menyusui atau haid.
    • Tengah mengkonsumsi obat-obatan
    • Telah menjadi pendonor dalam waktu kurang dari 3 bulan terakhir
    • Riwayat perjalanan 6 bulan terkahir pergi ke daerah/negara yang sedang terjadi wabah
    • Pendonor baru saja melakukan cabut gigi
    • Pendonor baru saja operasi kecil dalam 6 bulan terakhir
    • Pendonor baru saja operasi besar dalam 12 bulan terakhir.
    • Penderita HIV/AIDS atau ODHA
    • Menderita tuberculosis, sifilis, dan epilepsi
    • Ketergantungan obat atau alkohol
    • Baru menjalani vaksinasi virus hidup, seperti parotitis, measles, tetanus, kolera atau difteri
    • Baru satu minggu terbebas dari gejala gangguan alergi.
    • Penderita penyakit jantung, paru-paru dan kanker
    • Darah yang terlalu kental
    • Tekanan darah rendah dibawah 90/60
    • Tekanan darah tinggi diatas 140/90 mmHg.6-8

    Kondisi darah pasien yang terlalu kental akan ditolak oleh petugas PMK. Karena ada risiko terjadinya penggumpalan darah dan penyumbatan bagi orang yang menerima transfusi darah.

    Sahabat Sehat, itulah beberapa penyebab donor darah ditolak dan alasannya. Oleh sebab itu, jika memang ingin melakukan donor darah maka Sahabat Sehat wajib menjaga kesehatan tubuh. Caranya bisa dengan beristirahat yang cukup serta mengkonsumsi buah dan sayur. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Palang Merah Indonesia. Give Blood Save Life [Internet]. Indonesia :  Palang Merah Indonesia; [cited 24 Aug 2021].
    2. Indus Health. Surprising Facts & Benefits of Blood Donation [Internet]. USA : Indus Health Plus; [cited 24 Aug 2021].
    3. Omni Hospitals. Inilah 8 Manfaat Donor Darah Bagi Kesehatan [Internet]. Indonesia : Omni Hospitals; [cited 24 Aug 2021].
    4. Flavin B. 6 Surprising Health Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Rasmussen University. 2018 [updated 02 Jan 2018; cited 24 Aug 2021].
    5. Biggers A. The Benefits of Donating Blood [Internet]. USA : Healthline. 2019 [26 June 2019; cited 24 Aug 2021].
    6. Garmina R. 15 Kondisi yang Membuat Anda Ditolak Jadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Merah Putih. 2017 [updated 26 April 2017; cited 24 Aug 2021].
    7. World Health Organization. Who can give blood [Internet]. USA : World Health Organization; [cited 24 Aug 2021].
    8. Femina. Ini 12 Penyebab Anda Ditolak Menjadi Donor Darah [Internet]. Indonesia : Femina. 2018 [updated 15 Jan 2018; cited 24 Aug 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Orang tua atau lansia lebih rentan terkena flu. Oleh sebab itu, pemberian vaksin flu untuk orang tua dan lansia menjadi hal yang wajib. Apalagi di usia tua, infeksi virus influenze dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Sebab kondisi sisitem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang berusia lebih muda. Sangat […]

    Pentingnya Memberi Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Manfaat Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia di Masa Pandemi

    Orang tua atau lansia lebih rentan terkena flu. Oleh sebab itu, pemberian vaksin flu untuk orang tua dan lansia menjadi hal yang wajib. Apalagi di usia tua, infeksi virus influenze dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Sebab kondisi sisitem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang berusia lebih muda.

    Sangat penting juga agar Sahabat Sehat berhati-hati agar tidak terjadi kondisi twindemic yaitu kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan. Untuk mencegah influenza pada lansia, salah satu caranya adalah dengan memberikan vaksin influenza. Tetapi apakah vaksin influenza sepenting itu untuk lansia ? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Agar Orang Tua dan Lansia Tidak Terkena Flu

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan di rumah untuk mencegah infeksi influenza pada orang tua atau lansia yang Sahabat Sehat sayangi:

    • Bantu keperluannya, terutama apabila dia perlu ke fasilitas umum
    • Pastikan kebutuhan konsumsi makanan bergizi tercukupi
    • Pastikan istirahat (terutama tidur) cukup, dan berkualitas
    • Bersihkan rumah secara berkala agar tidak menjadi sarang vius
    • Bantu siapkan peralatan protokol kesehatannya seperti masker, dan hand sanitizer
    • Hindari bertemu orang luar, terutama yang tidak diketahui pasti kondisi kesehatannya

    Selain itu, untuk menjaga daya tahan tubuh dan agar siap terhadap virus flu, orang tua dan lansia sebaiknya diberikan vaksin influenza atau atau kerap disebut vaksin flu.

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Orang Tua saat Pandemi

    Berdasarkan sebuah penelitian diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%.

    Pada beberapa lansia yang memiliki riwayat penyakit dapat terlindungi dari influenza apabila menerima vaksinasi influenza. Beberapa manfaat yang didapat para orang tua dan lansia setelah mendapatkan vaksin flu antara lain:

    • Jika demam atau flu akan lebih cepat sembuh
    • Terhindar dari gejala pilek dan bersin-bersin yang umum dirasakan orang flu
    • Menghindari terjadinya Twindemic, suatu keadaan menderita covid dan flu secara bersamaan
    • Tubuh akan lebih bugar karena terhindar dari gejala-gejala flu yang menurunkan semangat kerja

    Efek Samping Vaksin Influenza

    Setiap vaksin tentu memiliki efek samping. Biasanya efek samping ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang efek sampingnya tidak terasa. Namun ada juga yang mengeluhkan efek samping yang cukup berat. Biasanya efek samping vaksin influenza akan hilang kurang dari 24 jam.

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin influenza, yaitu:

    Vaksin Influenza Trivalent

    Dapat melindungi tubuh dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).

    Vaksin Influenza Quadrivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Sebuah penelitian membandingkan efek samping pemberian vaksin influenza dosis tinggi dan dosis standar. Efek samping kerap dialami pada pemberian vaksin influenza dosis tinggi. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami pasca pemberian vaksin influenza :

    • Sakit kepala
    • Nyeri pada lokasi suntikan
    • Nyeri otot
    • Lemas.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting seputar vaksin flu untuk orang tua atau lansia. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Ada cara mengajari anak pakai masker tanpa perlu memarahinya. Cara yang akan membuatnya senang hati pakai masker saat keluar rumah. Si kecil juga akan merasa harus pakai masker ketika berjumpa dengan mereka yang bukan orang tuanya. Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini dan silahkan gunakan untuk mendidik […]

    Cara Mengajari Anak Supaya Mau Pakai Masker dengan Benar

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Pendekatan Persuasif adalah Kunci Keberhasilan Cara Mengajari Anak Pakai Masker

    Ada cara mengajari anak pakai masker tanpa perlu memarahinya. Cara yang akan membuatnya senang hati pakai masker saat keluar rumah. Si kecil juga akan merasa harus pakai masker ketika berjumpa dengan mereka yang bukan orang tuanya.

    Penasaran bagaimana caranya? Yuk simak penjelasan berikut ini dan silahkan gunakan untuk mendidik si kecil agar terbiasa menggunakan masker dengan baik dan benar.

    Cara Mengajari Anak Pakai Masker dengan Baik dan Benar

    Seiring meningkatnya kasus Covid-19 pada anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turut menghimbau agar anak mulai diajarkan menggunakan masker. Sebelumnya World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa anak yang berusia 12 tahun ke atas diperkenankan menggunakan masker, terutama jika berada di tempat umum dengan tingkat penularan Covid-19 yang tinggi. Sahabat Sehat, bagaimana cara mengajarkan anak menggunakan masker ? Mari simak penjelasan berikut.

    Perhatikan Usia Anak

    Anak berusia 12 tahun keatas diwajibkan menggunakan masker seperti orang dewasa, terutama ketika mereka tidak bisa menjaga jarak dari orang lain. Selain itu, kondisi tubuh anak lebih rentan dan lebih beresiko tertular Covid-19.
    Untuk kelompok anak usia 6-11 tahun, penggunaan masker dipertimbangkan berdasarkan beberapa hal berikut :

    • Intensitas penularan di suatu daerah
    • Kemampuan anak menggunakan masker
    • Ketersediaan masker
    • Pengawasan orang dewasa untuk membantu memakai dan melepas masker dengan aman.

    Sementara untuk kelompok anak yang berusia dibawah 5 tahun, belum dianjurkan menggunakan masker sebab anak belum mampu menggunakan masker dengan benar tanpa dibantu orang lain. Oleh sebab itu, hindarkan si kecil di bawah 5 tahun dari interaksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.

    Selain itu, orang tua juga wajib melihat dampak menggunakan masker pada perkembangan belajar dan psikososial anak. Konsultasikan juga dengan guru serta tenaga kesehatan jika dirasa ada masalah jika anak menggunakan masker selama kegiatan belajar mengajar.

    Gunakan Cara Mengajar Penggunaan Masker Secara Persuasif

    Sahabat Sehat perlu mengajari pentingnya penggunaan masker. Ajari si kecil dengan pendekatan antara orang tua dengan anak. Agar Si Kecil mau menggunakan masker, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    Ajak Si Kecil Saat Memilih Masker

    Ketika Sahabat Sehat membeli masker, ajaklah Si Kecil memilih sendiri motif masker untuk dirinya. Selain itu, ajak Si Kecil membuat dekorasi tambahan pada masker seperti menuliskan inisial nama. Cara seperti ini akan menciptakan rasa kepemilikan anak terhadap masker yang digunakan.

    Memberi Contoh Menggunakan Masker

    Anak-anak umumnya selalu meniru tindakan orang tua. Jadi berikan Si Kecil contoh cara menggunakan masker, serta cara melepaskan masker setelah digunakan. Bukankah ada pepatah, cara paling baik mengajari anak adalah dengan menjadi contoh bagi si kecil. Jadi cara mengajari anak pakai masker bisa dilakukan dengan Sahabat Sehat disiplin menggunakan masker sehingga si kecil akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

    Beri Informasi Manfaat Menggunakan Masker

    Jelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa penggunaan masker dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar dari Covid-19. Apabila Si Kecil kurang mengerti, berikan ilustrasi dari tayangan video agar mudah dipahami. Jika Si Kecil merasa takut, coba dengarkan pendapatnya lebih dahulu.

    Buat Jadwal Rutin Menggunakan Masker

    Langkah selanjutnya adalah dengan mengajak anak berlatih menggunakan masker. Cobalah meminta Si Kecil mengenakan masker selama di rumah dalam kurun waktu tertentu agar terbiasa. Berikan penghargaan, misal memberi cemilan kesukaannya jika Si Kecil berhasil menggunakan masker selama kurun waktu yang telah ditentukan.

    Pilih Masker yang Nyaman

    Anak yang tidak memiliki riwayat sakit apapun dapat menggunakan masker kain atau masker non-medis. Namun bagi anak yang memiliki riwayat penyakit tertentu, dianjurkan menggunakan masker medis. Sahabat Sehat perlu memastikan masker berukuran pas dan dapat menutupi area hidung, mulut dan dagu anak.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai tips mengajarkan Si Kecil menggunakan masker. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    • World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19): Children and masks [Internet]. USA : World Health Organization. 2020 [updated 2020 Aug 21; cited 2021 Aug 26].
    • Ikatan Dokter Anak Indonesia. FAQ Pemakaian Masker [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2020 [updated 2020 Mar 27; cited 2021 Aug 26].
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid. Lantas […]

    5 Dampak Infeksi Covid Disertai Flu pada Tubuh Penderita

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Anosmia dan Pilek Menjadi Gejala Infeksi Covid Disertai Flu

    Saat ini twindemic berupa infeksi covid disertai flu semakin naik. Gejalanya hampir mirip, yaitu pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Banyak orang yang mengira dirinya hanya terkena flu, padahal ikut terpapar Covid. Ada juga yang mengira terkena Covid saja, padahal tubuh semakin lemah karena terkena flu saat terjangkit covid.

    Lantas apa ciri dari tubuh yang menderita twindemic covid diserta flu ini? Apa dampaknya pada tubuh? Bagaimana penangaan dan pencegahannya? Mari simak penjelasan berikut.

    Kasus Infeksi Covid Disertai Flu Kerap Terjadi

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Infeksi bakteri dan virus yang bersamaan dengan Covid-19 meningkatkan risiko perawatan di rumah sakit dan meningkatkan angka kesakitan.

    Diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat harus menjaga tubuh agar terhindar dari Covid maupun virus influenza.

    Beberapa dampak infeksi covid jika disertai infeksi influenza antara lain adalah:

    • Gejala covid menjadi lebih parah, misal demam menjadi lebih panjang
    • Anosmia bisa disertai dengan pilek sehingga anosmia tidak disadari penderita
    • Gejala covid menjadi lebih lama daripada kebanakan orang lain yang terkena virus ini
    • Meningkatkan risiko butuh perawatan intensif
    • Risiko kritis hingga meninggal akibat paparan covid menjadi lebih tinggi

    Tips Menghindari Infeksi Covid yang Disertai Influenza

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan untuk mencegah infeksi influenza dan Covid-19 selama masa pandemi, yaitu:

    • Hindari berkontak langsung dengan seseorang yang terlihat sedang sakit
    • Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter
    • Beristirahatlah sejenak di rumah jika kurang enak badan
    • Menggunakan masker untuk menutupi area wajah dan hidung
    • Menghindari membuka masker di tempat umum.
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir
    • Gunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol setelah menyentuh benda di fasilitas umum.
    • Hindari menyentuh area wajah, apabila di luar rumah dan belum mencuci tangan
    • Membersihkan rumah secara rutin dan membuka jendela agar ventilasi udara tetap baik.
    • Menerima vaksin influenza
    • Konsumsi buah dan sayur, serta multivitamin
    • Istirahat yang cukup
    • Konsumsi air putih minimal 2 liter per hari.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Itulah beberapa hal yang menjadi gejala infeksi covid disertai flu yang kerap terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth; [cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Di Indonesia ada beberapa jenis vaksin influenza yang digunakan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan digunakan pada ibu hamil. Vaksin ini dapat mencegah penyakit influenza dan turunannya seperi pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam. Namun Sahabat Sehat kemungkinan akan bingung harus ambil vaksin influenza yang mana. Hal ini […]

    Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Ini Jawaban dari Pertanyaan Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza di Indonesia

    Di Indonesia ada beberapa jenis vaksin influenza yang digunakan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan digunakan pada ibu hamil. Vaksin ini dapat mencegah penyakit influenza dan turunannya seperi pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam.

    Namun Sahabat Sehat kemungkinan akan bingung harus ambil vaksin influenza yang mana. Hal ini wajar karena vaksin influenza terdiri dari beberapa tipe dan beberapa jenis. Sahabat Sehat, penasaran apa saja tipe dan jenis vaksin influenza? Mari simak penjelasan berikut.

    Jenis Virus Penyebab Influenza

    Sahabat Sehat, vaksin influenza termasuk hal yang penting terutama selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi resiko kesakitan dan perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernafasan. Pemberian vaksin flu selama pandemi diperlukan supaya tidak terjadi twindemic, yaitu situasi yang terjadi ketika flu dan Covid-19 menyerang secara bersamaan.

    Terdapat 4 jenis virus influenza, yaitu tipe A, B C, dan D. Virus influenza tipe A dan B menyebabkan epidemi musiman, yang dikenal dengan “musim flu”. Virus influenza tipe C umumnya dianggap ringan dan tidak menyebabkan epidemi. Sementara virus influenza tipe D kerap menyerang hewan ternak. Sementara belum dapat dipastikan dapat menginfeksi manusia atau tidak.

    Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Setiap jenis vaksin flu berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu strain virus influenza. Sahabat Sehat, kini di Indonesia tersedia dua macam vaksin influenza yang terdiri dari:

    Vaksin Influenza Trivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 3 strain virus influenza, yaitu:

    • 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan
    • 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).

    Vaksin Influenza Quadrivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Waktu yang Tepat Untuk Vaksinasi Influenza

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza dapat dilakukan setahun sekali.

    Walaupun sudah divaksin dengan vansin influenza, Sahabat Sehat masih perlu melakukan pencegahan infeksi influenza. Terutama di masa Covid-19 ini.

    Berikut ini adalah cara pencegahan infeksi influenza:

    • Hindari berkontak langsung dengan seseorang yang terlihat sedang sakit
    • Tetap dirumah jika merasa kurang enak badan, agar dapat mengembalikan daya tahan tubuh
    • Gunakan masker dan pastikan menutupi area wajah dan hidung
    • Hindari membuka masker di tempat umum.
    • Mencuci tangan secara rutin, terutama setelah menyentuh berbagai benda di fasilitas umum
    • Gunakan sabun dan air bersih mengalir saat mencuci tangan (atau gunakan hand sanitizer)
    • Hindari menyentuh area wajah apabila berada di luar rumah (dan belum mencuci tangan)
    • Membersihkan rumah secara rutin
    • Menerapkan pola hidup sehat dengan konsumsi buah dan sayur serta minum air putih yang cukup
    • Mengelola stress dengan baik.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Fasilitas tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Demikianlah informasi singkat mengenai ada berapa jenis vaksin influenza di Indonesia ini. Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.

    Referensi:

    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth; [cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Kasus seseorang yang kena Covid lagi setelah sembuh semakin banyak saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut. Oleh sebab itu, seseorang yang sembuh dari Covid harus tetap menjaga diri dan melakukan protokol kesehatan agar tidak tertular lagi. Banyak masyarakat […]

    3 Penyebab Seseorang Bisa Kena Covid Lagi Setelah Sembuh

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Kemungkinan Kena Covid Lagi Setelah Sembuh Selalu Ada

    Kasus seseorang yang kena Covid lagi setelah sembuh semakin banyak saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut. Oleh sebab itu, seseorang yang sembuh dari Covid harus tetap menjaga diri dan melakukan protokol kesehatan agar tidak tertular lagi.

    Banyak masyarakat beranggapan bahwa tubuh menjadi kebal setelah sembuh dari Covid-19. Sehingga kini banyak masyarakat mulai abai menerapkan protokol kesehatan.Sahabat Sehat, apakah benar bahwa setelah terinfeksi Covid-19, tubuh menjadi kebal terhadap infeksi virus SARS-COV 2 ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apakah Bisa Kena Covid Lagi Setelah Sembuh?

    Sahabat Sehat, Pusat Pengendalian Penyakit atau CDC (Centers of Disease Control and Prevention) mengungkapkan bahwa kasus re-infeksi atau terinfeksi kembali Covid-19 cukup jarang terjadi namun bukan berarti bahwa benar-benar aman.

    Penelitian dari University of Missouri School of Medicine dan MU Health Care mengatakan bahwa sekitar 0,7% pasien yang terinfeksi ulang Covid-19 mengalami gejala yang berat. Sementara sisanya, pasien memiliki gejala yang ringan. 

    Sementara penelitian dari Public Health of England mengungkapkan bahwa pasien yang terinfeksi kembali Covid-19 hanya sebesar 16% dan hanya 7% pasien yang memiliki gejala berat. Namun perlu diingat bahwa hal ini masih dalam penelitian lebih lanjut.

    Sebuah penelitian di Oxford menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh alami (antibodi) akan terbentuk setelah seseorang terinfeksi Covid-19 dan dapat memberikan perlindungan bagi tubuh dari infeksi Covid-19 hingga 6 bulan.

    Ada beberapa penyebab seseorang bisa kena Covid lagi setelah sebelumnya sembuh, yaitu:

    Melakukan Kontak dengan Penderita Covid

    Sembuh dari Covid bukan berarti tidak mungkin lagi kena Covid. Jadi adalah hal yang wajar jika seorang penyintas akan terkena Covid jika melakukan kontak dengan sesama penderita Covid.

    Virus Masih Ada Dalam Tubuh

    Bisa jadi virus masih ada dalam tubuh dan hanya tidur sementara waktu. Ketika daya tahan tubuh melemah, virus akan kembali aktif dan menyebabkan seseorang kembali jatuh sakit. Oleh sebab itu, sangat disarankan melakukan test PCR untuk mendeteksi masih ada atau tidaknya DNA virus di dalam tubuh.

    Terkena Covid Varian Lain

    Saat ini ada beberapa varian Covid yang sudah terdeteksi. Seseorang sangat mungkin untuk terkena Covid varian lain. Maka dari itu, protokol kesehatan harus selalu dilakukan agar tidak terkena virus Corona varian apapun.

    Dari hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang pernah terkena Covid-19 masih bisa terkena Covid kembali. Juga masih ada risiko seseorang yang pernah terkena Covid untuk mengalami Covid lagi dengan gejala berat.

    Tips Mencegah Infeksi Ulang Covid-19

    Seseorang yang terinfeksi Covid kembali dapat mengalami gejala berbeda-beda. Ada yang tidak mengalami gejala, ada yang mengalami gejala ringan, namun ada juga yang justru mengalami gejala yang lebih berat.

    Oleh sebab itu, Sahabat Sehat perlu melakukan pencegahan agar tidak terkena Covid lagi. Cara terbaik agar tidak kena Covid lagi setelah sembuh adalah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti:

    • Menggunakan masker
    • Menjauhi kerumunan
    • Mencuci tangan dengan sabun dan air bersih
    • Menjaga jarak
    • Membatasi mobilisasi jika tidak darurat
    • Meningkatkan imun tubuh dengan istirahat yang cukup, dan konsumsi makanan bergizi
    • Mengikuti program vaksinasi, termasuk bagi para penyintas Covid-19

    Saya sudah pernah kena Covid, kok harus vaksinasi lagi? Ya, walaupun sudah pernah terkena Covid, penyintas sebaiknya tetap melakukan vaksinasi untuk memastikan sistem kekebalan tubuh bekerja optimal terhadap virus Covid-19.

    Pentingnya Vaksinasi Covid-19

    Walaupun sudah pernah terinfeksi Covid-19, masyarakat tetap harus melakukan vaksinasi agar tubuh mendapatkan perlindungan maksimal dan mencegah kemungkinan terinfeksi virus SARS-COV 2 kembali. 

    Sesuai dengan yang disampaikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit dalam (PAPDI), penyintas Covid-19 dapat diberikan vaksinasi paling cepat setelah 3 bulan dinyatakan sembuh. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal berikut:

    Tubuh masih mempunyai kekebalan tubuh alami 

    Alasan utama penyintas Covid-19 baru dapat diberikan paling cepat setelah 3 bulan sejak sembuh adalah karena para penyintas Covid-19 masih mempunyai kekebalan tubuh alami setelah sembuh.

    Plasma konvalesens bisa meniru kekebalan tubuh

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan bagi para penyintas Covid-19 untuk menunggu paling cepat 3 bulan sejak sembuh sebelum  mendapatkan vaksin Covid-19 sebab apabila sebelumnya mendapatkan penanganan antibodi monoklonal dan plasma konvalesen dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, maka tubuh tidak memberikan respon yang baik terhadap vaksin yang disuntikkan. Hal ini disebabkan karena antibodi monoklonal dan plasma konvalesens dapat meniru respons imun tubuh.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting mengenai peluang kena Covid lagi setelah sembuh dari penyakit tersebut. Bagi para penyintas Covid-19, pastikan juga untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap patuhi protokol kesehatan.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam.  Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Dewi B. Setelah Sembuh dari Covid-19, Mungkinkah Tertular Lagi? [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Feb 09; cited 2021 Aug 19].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Covid-19 and Your Health [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Aug 06; cited 2021 Aug 19].
    3. Qureshi A. Study Finds COVID-19 Reinfection Rate Less Than 1% for Those with Severe Illness [Internet]. USA : University of Missouri. 2021 [updated 2021 June 15; cited 2021 Aug 19].
    4. Beusekom M. Previous COVID-19 may cut risk of reinfection 84% [Internet]. USA : University of Minnesota. 2021 [updated 2021 April 12; cited 2021 Aug 19].
    5. Crescione M. If You Had COVID-19, Can You Get the Delta Variant? [Internet]. USA : Healthline. 2021 [updated 2021 July 09; cited 2021 Aug 19].
    6. Farmita A. 2 Alasan Penyintas Covid-19 Harus Menunggu 3 Bulan untuk Divaksin [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Aug 06; cited 2021 Aug 19].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Banyak cara mengatasi biang keringat pada bayi. Namun pastikan Sahabat Sehat hanya memilih cara yang terbukti aman bagi kulit si kecil. Ya, kulitnya masih sangat sensitif. Sembarangan memilih produk anti biang keringat justru dapat menyebabkan masalah kulit yang lebih serius. Biang keringat yang membuat […]

    6 Cara Aman dan Alami Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi dengan Cepat dan Aman

    Banyak cara mengatasi biang keringat pada bayi. Namun pastikan Sahabat Sehat hanya memilih cara yang terbukti aman bagi kulit si kecil. Ya, kulitnya masih sangat sensitif. Sembarangan memilih produk anti biang keringat justru dapat menyebabkan masalah kulit yang lebih serius.

    Biang keringat yang membuat permukaan kulit kemerahan dan menimbulkan rasa gatal dan perih kerap kali membuat Si Kecil menjadi rewel dan terlihat kurang nyaman. Sahabat Sehat, bagaimana cara yang baik dan benar, serta aman untuk mengatasi biang keringat pada bayi ? Mari simak penjelasan berikut.

    Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Biang Keringat

    Biang keringat atau disebut juga miliaria adalah kondisi ketika kulit mengalami iritasi akibat penyumbatan pori-pori oleh keringat. Biang keringat biasanya ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil kemerahan dengan sensasi gatal dan perih. Biang keringat kerap dialami bayi dan anak-anak, terlebih saat cuaca panas dan lembab. Biang keringat pada umumnya terjadi pada area tubuh berikut :

    • Leher
    • Bagian belakang leher
    • Dada
    • Area popok, terutama di bagian pinggang dan selangkangan
    • Lipatan tubuh seperti ketiak, lipatan siku, lipatan paha, dan belakang lutut
    • Kulit kepala

    Cara Mengatasi Biang Keringat Pada Bayi

    Jika tidak disertai dengan infeksi pada kulit, biang keringat pada umumnya dapat sembuh dan hilang dengan sendirinya. Namun rasa gatal dan tidak nyaman yang ditimbulkan akibat biang keringat dapat menyebabkan Si Kecil menjadi rewel. Jika sudah rewel, biasa saja dia tidak mau tidur siang, tidak mau makan, atau akan terus menangis sepanjang hari.

    Oleh sebab itu, Sahabat Sehat sebagai orang tua perlu untuk tahu bagaimana mengatasi biang keringat pada si kecil yang masih bayi tersebut. Berikut beberapa cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi biang keringat pada si kecil:

    Hindari Udara Panas dan Lembab

    Atur  suhu ruangan menjadi lebih sejuk, gunakan alat penyejuk ruangan seperti AC atau kipas angin untuk mengurangi rasa panas. Jika Sahabat Sehat sedang berada di luar rumah, jangan lupa membawa kipas angin kecil atau kipas angin portable.

    Kenakan Pakaian Nyaman

    Pilihlah pakaian yang berbahan dasar serat alami seperti katun, sebab lebih mudah menyerap keringat. Sementara jenis pakaian yang berbahan kain sintetis, seperti nilon dan polyester dapat memerangkap panas. Kenakan longgar pada Si Kecil agar tidak mudah berkeringat.

    Jaga Kebersihan Tubuh

    Agar biang keringat Si kecil cepat mereda, jaga kebersihan kulit Si Kecil dengan memandikan secara rutin serta gunakan sabun dan produk kulit khusus bayi. Gunting kuku Si Kecil secara berkala dan gunakan sarung tangan bayi agar Si Kecil bayi tidak menggaruk dan melukai kulitnya. 

    Hindari Air Panas

    Selanjutnya, Sahabat Sehat sebaiknya memastikan suhu air saat memandikan Si Kecil. Mandikan Si Kecil dengan air hangat suam-suam kuku, jika air terlalu panas justru akan memicu keluarnya keringat. Jangan lupa membersihkan semua permukaan dan lipatan kulit bayi.

    Oleskan Lotion Bayi

    Gunakan lotion yang memiliki kandungan calamine, oxide, zinc, dan diphenhydramine hydrochloride sebab efektif untuk meredakan rasa gatal pada kulit bayi. Oleskan pada kulit Si Kecil yang bermasalah setelah kulit dibersihkan dan dalam keadaan kering.

    Oleskan Lidah Buaya

    Lidah buaya memiliki berbagai manfaat, salah satunya dapat mengurangi rasa gatal akibat biang keringat. Sensasi dingin yang ditimbulkan oleh lidah buaya mampu meredakan rasa panas, kemerahan dan gatal pada kulit Si Kecil. Oleskan sedikit lidah buaya pada area kulit yang bermasalah dan biarkan mengering, lalu bersihkan dengan handuk yang lembab. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa cara mengatasi biang keringat pada bayi yang bisa dipilih. Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk kulit bayi, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fiona D. 13 Obat Biang Keringat pada Bayi, Ampuh Lho Moms! [Internet]. Indonesia : Orami. 2021 [updated 2021 March 21; cited 2021 Aug 19].
    2. Ding K. Heat rash in babies and children [Internet]. USA : Baby Center. 2020 [updated 2020 July 24; cited 2021 Aug 19].
    3. Carmaciu C. How can I treat my baby’s heat rash?[Internet]. 2018 [updated 2018 Feb; cited 2021 Aug 19].
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja