Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 11–20 of 868 results

  • Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun […]

    Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Cuti bersama akhir tahun 2020 sudah di depan mata. Cuti yang jatuh pada bulan Desember tersebut tercatat mempunyai satu hari libur nasional dan lima hari cuti bersama. Aturan tersebut tertuang dalam SKB tiga menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB terbaru Nomor 391 Tahun 2020, Nomor 02 Tahun 2020, dan Nomor 02 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020. Adapun 1 hari libur nasional dan lima hari cuti itu sebagai berikut:

    • Tanggal 25 Desember 2020: libur nasional Hari Raya Natal
    • Tanggal 24 Desember 2020: cuti bersama Hari Raya Natal
    • Tanggal 28, 29, 30, dan 31 Desember: Cuti bersama untuk menggantikan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang dimundurkan karena pandemi Covid-19.

    Tentu saja dengan sudah diumumkannya cuti bersama Desember 2020 oleh pemerintah membuat Sobat Sehat ingin segera dan tidak sabaran melakukan liburan panjang di akhir tahun untuk bisa melepas penat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Meski begitu, Sobat dianjurkan tetap untuk melaksanakan protokol-protokol kesehatan supaya tidak tertular dan kasus Covid-19 tidak meningkat. Dengan kata lain, Sobat harus tetap bijak dalam berlibur nantinya.

    cuti bersama akhir tahun 2020

    Baca Juga: Tips Liburan dengan Si Alergi Makanan

    Berikut adalah yang bisa Sobat lakukan saat liburan akhir tahun di tengah pandemi seperti di bawah ini:

    Disiplin dalam Menerapkan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan yang ada bagaimana pun harus tetap dilaksanakan sehingga Sobat harus disiplin dalam menjalankannya. Sebab, bagaimana pun di Indonesia, tingkat penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi terutama di Pulau Jawa. Karena itu, protokol-protokol kesehatan, menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus benar-benar dilaksanakan, dan jangan dianggap remeh supaya tidak tertular virus.

    Pastikan Berlibur Hanya Bersama Keluarga Inti

    Jika Sobat ingin berlibur aman dan nyaman di tengah pandemi, pastikan bersama orang orang serumah atau keluarga inti. Yang perlu diingat adalah jangan membawa orang-orang berisiko untuk liburan seperti lansia, wanita hamil, dan anak-anak.

    Cari Tempat Wisata yang Menjalankan Protokol Kesehatan

    Hal ini penting supaya cuti bersama akhir tahun 2020 tidak menjadi bencana. Perhatikan apakah tempat tersebut menerapkannya terutama yang sifatnya dalam ruangan atau indoor yang potensinya sangat besar untuk menyebarkan virus. Jika tidak, sebaiknya jangan dikunjungi.

    Cari Tempat Wisata yang Tidak Ramai

    Hal ini juga penting supaya dapat meminimalkan penyebaran virus. Sebab, jika ramai potensi untuk melaksanakan jaga jarak tidak ada sama sekali.

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Selain harus patuh pada protokol kesehatan, sebaiknya Sobat jika mengalami sakit hendaknya membatalkan liburan supaya tidak berisiko terkena virus. Karena itu, sobat harus sehat dan imun tubuh kuat. Supaya tidak terserang sakit saat hendak berlibur, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Sobat Sehat lakukan:

    Tips Tidak Terserang Sakit Saat Traveling

    Rajin Mencuci Tangan dan Hindari Menyentuh Area Wajah

    Cara ini terlihat simpel namun sangat efektif. Hal ini perlu Sobat lakukan supaya benar-benar terlindung dari penyakit saat bepergian karena selama bepergian Sobat akan selalu pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Di satu tempat yang Sobat singgahi itu sudah pasti Sobat akan memegang benda-benda yang bisa ada kuman dan bakteri yang hinggap. Cuci tangan selama 20-30 detik sesuai anjuran WHO. Jika di tempat tersebut tidak ada untuk mencuci tangan, bawalah hand sanitizer. Lakukanlah saat sebelum makan dan minum, sebelum tidur, setelah dari toilet, setelah bersin, dan setelah memegang barang di tempat umum. Jangan lupa juga untuk menghindari menyentuh area wajah karena kuman atau bakteri bisa mudah dengan masuk melalui, hidung, mata, mulut, dan telinga. Karena itu, usahakan cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah.

    Konsumsi Vitamin

    Mengonsumsi vitamin sangatlah penting untuk liburan supaya daya tahan tubuh kuat dan tidak mudah terkena sakit. Sebab, traveling merupakan aktivitas yang bakal menuntut untuk terus berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya. Konsumsilah vitamin dalam bentuk suplemen serta dari sayur dan buah supaya perlindungan diri semakin efektif.

    Produk Terkait: Jual Suplemen, Vitamin, Multivitamin Lengkap

    Selalu Minum Air Putih

    Air putih meskipun sudah menjadi hal yang biasa dan selalu ada dalam kehidupan sehari-hari ternyata punya manfaat yang sangat penting bagi tubuh agar terhindar dari sakit. Saat melakukan aktivitas traveling pun air putih sangat dianjurkan karena mencegah diri dari dehidrasi yang jika dibiarkan akan berakibat fatal. Minumlah air putih sebanyak-banyaknya. Untuk air putih yang terbaik bisa dibawa saat dari rumah saat bepergian atau meminta kepada pihak penginapan jika air putih sudah habis. Sobat pun bisa membeli air putih dalam kemasan untuk berjaga-jaga seandainya air putih yang di-tap langsung dari keran kurang higenis.

    Konsumsi Makanan yang Sehat

    Mengonsumsi makanan yang sehat perlu selama traveling cuti bersama akhir tahun 2020 supaya Sobat terhindar dari sakit yang bisa mengacaukan jadwal liburan. Pilihlah makanan yang mengandung protein seperti sayur-sayuran dan buah-buahan serta minumlah air hangat untuk mencegah radang tenggorokan. Hindari mengonsumsi makanan di pinggir jalan yang kemungkinan besar kurang higienis. Bagi Sobat Sehat yang ingin wisata kuliner carilah tempat kuliner yang higienis dan terjaga kebersihannya.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Traveling

    Istirahat yang Cukup

    Istirahat yang cukup akan membantu Sobat tetap prima dan bugar saat traveling. Karena itu, jangan paksakan diri mengeksplorasi banyak tempat saat berlibur atau melakukan hal-hal yang kurang penting yang dapat menurunkan stamina Sobat.

    Sedia Obat-obatan

    Ini penting sekali menyediakan obat-obatan sebagai usaha untuk berjaga-jaga jika Sobat mendadak sakit. Karena itu, bawalah beberapa obat yang diperlukan seperti obat sakit kepala, obat maag, obat diare, dan jangan lupa juga minyak kayu putih.

    Jangan Telat Makan

    Usahakan untuk tetap makan teratur saat traveling supaya tidak tidak terkena penyakit lambung atau lainnya. Supaya tidak lupa, Sobat bisa mengatur sendiri waktu yang tepat untuk makan melalui pengingat di alat komunikasi seperti telepon genggam.

    Lakukan Vaksinasi

    Pepatah mengatakan: mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, daripada Sobat menderita sakit saat traveling yang sangat tidak enak rasanya, dan harus meminum obat serta menjalankan pantangan-pantangan yang akhirnya membuat Sobat tidak bebas, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan vaksinasi. Tindakan ini akan mencegah Sobat terkena penyakit-penyakit yang sering datang saat berjalan-jalan seperti Flu, Hepatitis, Kolera, Menigitis, dan Tifus. Namun dari semua itu yang terpenting adalah vaksin Flu untuk mencegah datangnya penyakit flu yang bersifat musiman. Rencanakan vaksinasi untuk liburan ini minimal 6 bulan sebelum keberangkatan mengingat ada vaksinasi yang dilakukan lebih dari 1 suntikan.

    Baca Juga: Vaksinasi Influenza untuk Keluarga Siap Liburan

    Nah, itulah Sobat mengenai cuti bersama akhir tahun 2020 beserta protokol kesehatan yang harus dilakukan serta tips mencegah sakit datang saat traveling dengan menguatkan imun tubuh salah satunya dengan vaksinasi. Untuk vaksinasi traveling terutama vaksinasi Flu, sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. SKB 3 Menteri: Daftar Libur Natal dan Cuti Bersama Desember 2020 – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://tirto.id/skb-3-menteri-daftar-libur-natal-dan-cuti-bersama-desember-2020-f63a
    2. detikcom T. Bersiap Liburan Akhir Tahun 2020? Catat Tanggalnya! [Internet]. detikTravel. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://travel.detik.com/travel-news/d-5247310/bersiap-liburan-akhir-tahun-2020-catat-tanggalnya
    3. Media K. Masih Rawan Covid-19, Bijak Manfaatkan Cuti Bersama Saat Libur Panjang Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/23/153200965/masih-rawan-covid-19-bijak-manfaatkan-cuti-bersama-saat-libur-panjang?page=all
    4. 2 Tips dan Cara Paling Ampuh Agar Tetap Sehat Saat Traveling [Internet]. Blog Antavaya. 2020 [cited 17 November 2020]. Available from: https://blog.antavaya.com/12-tips-dan-cara-paling-ampuh-agar-tetap-sehat-saat-traveling
    Read More
  • Ketika Sobat secara tidak sengaja terluka pada salah satu anggota badan seperti tangan saat memotong bahan-bahan makanan, yang Sobat lakukan secara spontan adalah mengoleskan luka tersebut dengan air liur. Hal ini Sobat lakukan lantaran Sobat memercayai bahwa mengoleskan air ludah ke luka dapat menyembuhkan luka tersebut, baik luka gores maupun luka bakar. Hal ini tentunya […]

    Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Ketika Sobat secara tidak sengaja terluka pada salah satu anggota badan seperti tangan saat memotong bahan-bahan makanan, yang Sobat lakukan secara spontan adalah mengoleskan luka tersebut dengan air liur. Hal ini Sobat lakukan lantaran Sobat memercayai bahwa mengoleskan air ludah ke luka dapat menyembuhkan luka tersebut, baik luka gores maupun luka bakar. Hal ini tentunya seperti yang banyak dilakukan binatang-binatang seperti kucing dan anjing ketika terluka langsung menjilat sekujur tubuh dengan air ludah. Diketahui memang setelah melalui penelitian medis bahwa air ludah pada kedua binatang tersebut mengandung epiderma growth factor (EGF) dan nerve growth factor (NGF) yang dapat mempercepat penyembuhan luka.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Lalu bagaimanakah dengan air liur manusia?

    Pada manusia sendiri tentu keadaannya sungguh berbeda. Sebab, ternyata manusia tidak mempunyai EGF dan NGF seperti halnya pada binatang. Akan tetapi, air ludah pada manusia ternyata mengandung hiastin yang dapat membunuh bakteri, dan juga mempercepat proses penyembuhan luka. Namun, dunia medis tidak menganjurkan hal tersebut. Perihal mengenai air ludah manusia bisa menyembuhkan luka sebenarnya pernah dibahas secara ilmiah dalam Journal Blood. Jurnal itu menyebutkan bahwa air ludah merangsang sel darah putih untuk membentuk jaringan efektif DNA dan protein. Karena itu, semua luka kulit dapat terhindar dari infeksi bila terkena air liur. Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) menyebutkan mengenai hiastin. Meski begitu, hal tersebut belum diperbolehkan dalam tindakan medis karena belum ada penelitian yang cukup mengenai efektivitas air liur dapat menyembuhkan luka.

    Produk Terkait: Jual Antiseptik Pengobat Luka

    Apalagi mengisap air liur sesungguhnya cukup riskan. Demikian menurut dokter spesialis luka, dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc, CWSP, FACCWS seperti dilansir dari Okezone.com. Meskipun air ludah manusia memiliki kandungan antibakteri, mengisap bagian tubuh yang terluka berbahaya sebab mulut merupakan salah satu rongga pada tubuh manusia yang memiliki banyak bakteri. Air liur, disebutnya memiliki patogen seperti bakteri, virus, dan jamur yang bisa berpindah pada luka. Pemberian air ludah perlu dipertimbangkan terlebih jika kebersihan mulut tidak terjaga dengan baik. Penggunaan air ludah untuk membersihkan luka tidaklah efektif karena tidak akan cukup mengingat untuk membersihkan luka dibutuhkan jumlah air yang cukup. Selain tidak higienis, membersihkan luka dengan ludah tidaklah etis dan pantas.

    Lalu Apa yang Harus Dilakukan Ketika Air Liur Tidak Dianjurkan Membersihkan Luka?

    Ketika Sobat mendapati hal tersebut, Sobat sebaiknya mulai menggunakan air bersih dalam membersihkan luka yang bisa saja dalam luka itu terdapat kotoran, bakteri, ataupun benda asing. Penggunaan air bersih ini dinilai lebih efektif dan higienis daripada membersihkan dengan kasa/penutup luka dan alkohol. Kasa dinilai dapat memudahkan bakteri masuk ke dalam luka karena bahannya yang berlubang. Karena itu, diperlukan 64 kali lipatan kasa agar benar-benar efektif mencegah bakteri masuk. Selain itu, keadaan kasa yang memiliki pori-pori cukup besar dapat berakibat pada luka yang cepat mengering sehingga akan menempel pada kain kasa. Ketika kain kasa akan diganti, kulit yang sedang terluka akan terasa sakit, dan dapat membuat darah kembali keluar. Cara lain yang juga tidak efektif dan higienis adalah menggunakan alkohol yang dapat merusak jaringan sehati di bawah kulit. Jaringan sehati ini merupakan calon kulit baru. Alkohol sendiri digunakan sebagai disinfektan benda mati bukan untuk mengobati kulit yang terluka.

    Baca Juga: Mengenal Anestesi dan Jenis-jenisnya

    Bagaimanakah Cara Membersihkan Luka yang Benar?

    Berikut ini adalah cara membersihkan luka yang benar, dan dikutip dari Heatlhline.

    Lakukan Perawatan Sendiri di Rumah Jika Mengalami Luka Ringan

    Apabila Sobat mengalami luka ringan, Sobat bisa melakukannya sendiri di rumah. Yang perlu Sobat lakukan pertama kali adalah cuci dan desinfeksi luka untuk menghilangkan semua kotoran. Gunakan tekanan dan elevasi langsung untuk mengontrol pendarahan dan pembengkakan. Setelah itu, balutlah lula dengan pembalut steril. Jika luka ringan yang dialami sangat kecil, tentu luka itu bisa sembuh tanpa perban. Jagalah luka tetap bersih dan kering selama lima hari. Iringi juga dengan memperbanyak istirahat. Ketika Sobat mengalami nyeri saat terluka, gunakanlah acetaminophen (Tylenol) sesuai dengan petunjuk, dan hindari produk yang mengandung aspirin sebab hal tersebut dapat menyebabkan atau memperpanjang pendarahan. Jika Sobat mengalami memar atau bengkak, jangan dikorek, dan segera tempelkan es. Gunakan juga tabir surya dengan dengan kandungan SPF 30 saat berada di luar ruangan supaya luka benar-benar sembuh.

    Produk Terkait: Jual Sunscreen Parasol SPF 30

    Perawatan ke Dokter

    Selain perawatan di rumah, Sobat juga bisa merawat luka di dokter apabila ditemukan kondisi-kondisi berikut:

    • Luka terbuka lebih dalam dari ½  inci
    • Pendarahan tidak berhenti dengan  tekanan langsung
    • Pendarahan berlangsung lebih dari 20 menit
    • Pendarahan yang diakibatkan oleh kecelakaan serius

    Ketika merawat luka pada dokter, dokter akan menggunakan teknik yang cukup berbeda, yaitu menggunakan lem kulit dan jahitan setelah area luka dibersihkan terlebih dahulu. Apabila Sobat menderita luka tusuk, dokter akan menyuntikkan anti tetanus. Selain dengan hal-hal tersebut, dokter akan melakukan pembedahan tergantung pada tingkat keparahan luka, dan mengalami komplikasi.

    Baca Juga: Daftar Makanan Setelah Melahirkan Agar Jahitan Cepat Kering

    Nah, itulah Sobat mengenai efektivitas dan higienitas air liur membersihkan luka dan cara membersihkan merawat luka yang baik dan benar, baik sendiri maupun lewat dokter. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam mengenai perawatan luka dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Benarkah Air Liur Efektif Menyembuhkan Luka? : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2020/09/13/481/2277030/benarkah-air-liur-efektif-menyembuhkan-luka#:~:text=Air%20liur%20boleh%20jadi%20diyakini,kedua%20kandungan%20ters
    2. Desideria B. Cek Fakta Kesehatan: Air Liur Berkhasiat Obati Luka? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4116539/cek-fakta-kesehatan-air-liur-berkhasiat-obati-luka
    3. Mitos dan Fakta Soal Air Liur Bisa Sembuhkan Luka – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://tirto.id/mitos-dan-fakta-soal-air-liur-bisa-sembuhkan-luka-f4C9
    4. Open Wound: Types, Treatments, and Complications [Internet]. Healthline. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/open-wound#treatment
    Read More
  • Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta […]

    Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa itu Sindemi?

    Seluruh dunia sepakat bahwa hingga saat ini Covid-19 merupakan sebuah pandemi. Bahkan, WHO sendiri juga sudah menegaskan dalam beberapa pertanyaan badan kesehatan dunia tersebut karena sifat Covid-19 yang terjadi secara global alias mewabah di seluruh dunia. Hingga hari ini tercatat sudah 52,6 juta kasus virus di seluruh dunia, dengan 34,1 juta sembuh dan 1,29 juta meninggal. Untuk Indonesia sendiri sudah tercatat melebihi 450.000, yaitu 452.000l, dengan 382.000 sembuh dan 14.933 meninggal. Beberapa langkah juga sudah dilakukan seperti meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak sebanyak 1-2 meter kemudian melakukan tes-tes Corona seperti PCR swab dan rapid test. Tak hanya itu, beberapa negara pun juga sudah melakukan karantina wilayah atau lockdown dan menutup beberapa akses meskipun harus mengorbankan perekonomian yang juga terguncang akibat virus yang mewabah ini.

    sindemi

    Baca Juga: Mastubasi Dapat Menguatkan Imun Tubuh Hadapi Covid-19?

    Hasilnya, ada beberapa negara yang sukses, ada juga yang tidak. Jumlah penderita virus perlahan bisa dikurangi meskipun kemudian mengalami lonjakan kembali setelah ada pelonggaran. Harapan satu-satunya pun kini tertuju pada vaksin Covid-19 yang masih dalam pengembangan meskipun vaksin tidak serta-merta dengan cepat menghilangkan pandemi. Kini setelah Covid-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi muncul lagi istilah untuk menyebut virus asal Wuhan tersebut sebagai sindemi. Tentu banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya apa itu sindemi?

    Pengertian Sindemi

    Sindemi adalah akronim yang berasal dari dua kata, yaitu sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri sendiri sebab pada kenyataannya di satu sisi ada Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, dan di sisi lainnya ada serangkaian penyakit yang sudah diidap seseorang. Kedua elemen ini berinteraksi dalam konteks ketimpangan sosial yang mendalam.Istilah ini sendiri dimunculkan oleh Richard Horton, pemimpin redaksi jurnal ilmiah The Lancet pada 26 September 2020. Melalui sindemi ini, Horton hendak menunjukkan satu tingkat keseriusan yang lebih parah dari pandemi. Dengan demikian, para pemangku kebijakan perlu mengambil langkah yang lebih serius untuk menjaga kesehatan masyarakat.

    Komentar ini ia tulis tepat saat virus Covid-19 atau Corona merenggut 1 juta nyawa manusia di seluruh dunia. Horton juga menyatakan bahwa pendekatan yang diambil dalam penanganan virus memakai pendekatan yang terlalu sempit. Sebab, selama ini ia menilai semua intervensi hanya berfokus pada pemotongan laju penularan virus. Penanganan ini bahwa penanganan yang ada lebih berdasarkan pada pandangan bahwa Covid-19 sebagai penyakit menular. Sejarah ilmu pengetahuan epidemiologi selama berabad-abad menunjukkan bahwa memutus rantai penularan adalah cara yang tepat untuk mengatasi wabah penyakit menular.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Ketimpangan sosial yang pernyataan Horton soal sindemi terlihat dari pernyataan PBB pada awal tahun 2020. PBB telah memperingatkan bahwa pandemi memiliki dampak yang tidak proporsional di antara populasi termiskin di dunia. Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres. Yang paling terdampak adaklah kelompok masyarakat paling rentan, orang yang hidup dalam kemiskinan, pekerja miskin, perempuan dan anak-anak, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya.

    Bukan Istilah Baru

    Sindemi bukanlah istilah baru dan sudah muncul pada dekade 90-an oleh seorang antropolog medis asal Amerika Serikat, Merill Singer. Istilah ini dicetuskannya untuk menyebiut kondisi ketika dua penyakit atau lebih berinteraksi sedemikian rupa sehingga menyebablan kerusakan yang lebih besar ketimbang dampak dari masing-masing penyakit tersebut. Dampak dari interaksi ini juga difasilitasi oleh kondisi sosial dan lingkungan yang tidak bisa dijelaskan dapat menyatukan kedua penyakit atau membuat populasi menjadi lebih rentan terhadap dampaknya. Istilah ini muncul saat Singer dan koleganya sedang meneliti penggunaan narkoba di komunitas berpenghasilan rendah di AS. Ia dan koleganya menemukan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan narkoba menderita sejumlah penyakit seperti TBC dan penyakit menular seksual. Kesimpulan dari penelitian bahwa dalam beberapa kasus kombinasi penyakit memperkuat dampak dan kerusakan yang dialami penderita.

    Cara Penanganan

    Mengenai sindemi ini beberapa ahli seperti Tiff-Annie Kenny dari Laval University di Kanada menyarankan hal yang sama seperti Norton, yaitu mengganti pendekatan epidemiologi klasik mengenai risiko penularan Covid-19 dengan pendekatan dalam konteks sosial. Hal lainnya, menurut Merill Singer adalah mengatasi faktor struktural yang mempersulit masyarakat miskin untuk mengakses layanan kesehatan atau mengonsumsi makanan yang memadai. Perubahan strategi ini diperlukan untuk menghadapi pandemi di masa depan sebagai akibat tindakan manusia yang selalu melampaui batas yang menyebabkan beberapa hal negatif seperti perubahan iklim dan deforestasi. Hal ini perlu supaya pengobatan atau pencegahan terhadap Covid-19 benar-benar berjalan efektif.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid1-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Nah, itulah Sobat Sehat mengenai sindemi, istilah yang baru-baru ini diluncurkan untuk menyebut Covid-19 yang masih mewabah. Yuk, Sobat, tetap jaga diri dari Covid-19 dengan menerapkan 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, serta jangan lupa untuk PCR-swab dan rapid test di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19: Dulu Pandemi Kini Jadi Sindemi, Apa Itu? [Internet]. kumparan. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/covid-19-dulu-pandemi-kini-jadi-sindemi-apa-itu-1uZnXdKkJNo
    2. Media K. Ilmuwan Sebut Covid-19 Bukan Lagi Pandemi, tetapi Sindemi, Apa Itu? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/12/180200023/ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-lagi-pandemi-tetapi-sindemi-apa-itu?page=all
    3. Indonesia B. Sejumlah Ilmuwan Sebut COVID-19 Bukan Pandemi Tapi Sindemi, Maksudnya? [Internet]. detiknews. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/bbc-world/d-5251747/sejumlah-ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-pandemi-tapi-sindemi-maksudnya
    Read More
  • Selama ini kita hanya mengenal vitamin A, B, C, D, E, dan K yang memiliki fungsi masing-masing untuk kesehatan, seperti vitamin A untuk kesehatan mata, vitamin C untuk imunitas tubuh, dan D untuk penguatan tulang dan juga untuk menghindari osteoporosis. Namun, tahukah Sobat bahwa ada vitamin lain yang jarang kita akrab dengan namanya. Namanya adalah vitamin U. Nah, […]

    Vitamin U: Pengertian, Manfaat, Efek Samping, Dosis Pakai

    Selama ini kita hanya mengenal vitamin A, B, C, D, E, dan K yang memiliki fungsi masing-masing untuk kesehatan, seperti vitamin A untuk kesehatan mata, vitamin C untuk imunitas tubuh, dan D untuk penguatan tulang dan juga untuk menghindari osteoporosis. Namun, tahukah Sobat bahwa ada vitamin lain yang jarang kita akrab dengan namanya. Namanya adalah vitamin U. Nah, bagaimana manfaat dan kegunaannya? Berikut ini kami sajikan mengenai vitamin U.

    vitamin u

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Pengertian

    Vitamin U adalah istilah yang diperkenalkan pada awal 1950-an untuk mengidentifikasi senyawa dalam jus kubis. Vitamin ini sebenarnya bukanlah vitamin, melainkan turunan dari asam amino metionin, dan terdapat 3 turunan metionin di dalamnya, yaitu S-metilmetionin atau SMM, metilmetionin sulfonium atau SMM dan 3-amino-3-karboproksil dimetilsulfonium. Adalah dr. Garnett Cheney yang menemukan vitamin tersebut.

    Tidak seperti vitamin-vitamin lainnya yang hanya tersedia dalam suplemen, Vitamin U juga dapat ditemukan secara alami dalam berbagai makanan terutama sayuran silangan seperti kubis, brokoli, kubis Brussel, dan kangkung. Vitamin ini juga terkadang ditemukan dalam krim, serum, masker wajah, dan produk-produk kecantikan lainnya oleh perusahaan kosmetik.

    Produk Terkait: Jual Suplemen, Vitamin, dan Multivitamin Lengkap

    Manfaat

    Vitamin ini memiliki beberapa manfaat. Salah satunya adalah menghilangkan tukak lambung pada perut tanpa komplikasi, melancarkan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, menurunkan kolesterol dan mempercepat penyembuhan luka. Waktu penyembuhan untuk pasien yang menderita penyakit seperti  ulkus duodenum adalah 10,4 hari dan tukak lambung hanya 7,3 hari setelah mengonsumsi vitamin U. Waktu penyembuhan ini lebih cepat jika hanya menggunakan terapi pengobatan standar. Selain untuk masalah perut, Vitamin U juga mempunyai manfaat lain, yaitu:

    Dapat melindungi paru-paru, hati, dan ginjal

    Fungsi lain vitamin ini ternyata dapat melindung organ-organ vital dalam tubuh seperti paru-paru, hati, dan ginjal dari kerusakan. Bukti nyata ini terlihat pada sebuah penelitian yang menggunakan hewan. Vitamin U dalam penelitian tersebut mampu mengurangi kerusakan hati yang disebabkan oleh asam valproate. Penelitian lain juga membuktikan tikus yang diberikan Vitamin U hanya mengalami kerusakan ginjal yang minimal daripada yang tidak diberi sama sekali. Vitamin ini juga dapat mengurangi kerusakan paru akibat serangan epilepsi.

    Dapat menurunkan kadar kolestrol dan trigliserida

    Buat Sobat Sehat yang sedang mengalami masalah kolestrol dapat juga menjadikan Vitamin U sebagai alternatif meskipun untuk hal ini masih perlu penelitian lebih lanjut. Sebuah penelitian dasar menyebutkan bahwa Vitamin U dapat mencegah pembentukan sel lemak dan mengurangi kadar trigliserida.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolestrol

    Dapat membantu menyembuhkan luka dan melindungi kulit

    Manfaat lainnya Vitamin U memberikan  perlindungan terhadap sinar ultraviolet serta mampu mempercepat penyembuhan luka. Sebuah penelitian mencatat bahwa mengoleskan langsung vitamin ini ke luka dapat mempercepat penutupannya. Selain, vitamin ini disebut juga mampu melindungi luka bakar dan kerusaka lain yang disebabkan oleh sinar UV. Sehingga, wajar bila banyak produk kosmetik mempunyai kandungan Vitamin U di dalamnya.

    Efek Samping

    Selain mempunyai banyak manfaat, ternyata Vitamin U juga mempunyai efek samping yang tidak boleh Sobat lewatkan untuk diketahui. Efek samping itu antara lain menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan paru-paru jika bersentuhan langsung. Supaya terhindar dari hal tersebut sebaiknya Sobat mengonsumsi saja langsung vitamin dari makanan utuh seperti kubis, brokoli, dan kangkung daripada mengonsumsi dalam bentuk suplemen yang memang dapat menimbulkan efek samping.

    Dosis Pakai

    Mengenai dosis pemakaian sejauh ini belum ada penetapan sama sekali. Namun berdasarkan penelitian sebelumnya, dianjurkan untuk mengonsumsi Vitamin U sebanyak 1,5 gram selama 8 minggu. Meski begitu penelitian ini belum begitu valid sehingga diperlukan penelitian lanjutan.

    Baca Juga: Benarkah Vitamin C dan E Tingkatkan Antibodi untuk Cegah Corona?

    Itulah mengenai Vitamin U yang perlu Sobat ketahui sebagai salah satu vitamin yang mempunyai manfaat cukup banyak bagi kesehatan meskipun dalam beberapa hal masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mencari sejauh mana efektivitasnya bagi tubuh. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vitamin dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Vitamin U: Benefits, Side Effects, Foods, and More [Internet]. Healthline. 2020 [cited 9 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-u
    Read More
  • Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai […]

    Survei AC Nielsen-Unicef: Hanya 47% Orang Indonesia yang Mau Jaga Jarak

    Ternyata hanya 47% orang Indonesia yang mampu menjaga jarak selama masa pandemi Corona. Jumlah ini kalah dari 72% mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah virus, dan dianggap sebagai hal paling efektif serta pemakaian masker sebanyak 71%. Itulah yang terlihat pada survei yang dilakukan oleh AC Nielsen dan Unicef untuk mendeteksi sejauh mana kesadaran masyarakat mengenai Covid-19 yang sudah hampir 8 bulan melanda Indonesia. Survei ini diadakan di 6 kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Semarang, dan Makassar, yang merupakan kota-kota besar dan padat di Indonesia terutama Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek. Survei diadakan pada September-Oktober dengan responden pada kisaran umur 15-65 tahun, dan berjumlah 2.000 orang.

    survei AC Nielsen-Unicef

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

    Hasil ini menunjukkan bahwa orang Indonesia masih mempunyai kesadaran yang rendah untuk menjaga jarak padahal hal tersebut salah satu hal terpenting selain mencuci tangan dan memakai masker, dan termasuk dalam 3 M. Rendahnya kesadaran untuk jaga jarak ini disebabkan oleh banyak hal. Sebanyak 40% tidak bisa menjaga jarak karena merasa tidak enak dengan orang lain untuk menjaga jarak, 36% menilai tidak bisa jaga jarak dikarenakan orang lain yang mendekat, dan 25% beranggapan bahwa semua orang memang tidak bisa menjaga jarak sama sekali. Hal-hal lainnya yang diungkapkan dalam survei ini adalah kesalahan dalam menilai bahwa orang yang terlihat sehat bisa dianggap tidak menyebarkan virus sama sekali sehingga membuat kesadaran yang rendah sama sekali mengenai pentingnya jaga jarak. Padahal, orang yang terlihat sehat kemungkinan besar adalah suspek terkena Corona. Selain itu, pengaruh religius terutama dalam beribadah juga menjadi faktor kurangnya jaga jarak (2%), lupa (25%) dan 14% lainnya tidak mempercayai keberadaan Corona sehingga tidak perlu jaga jarak.

    Produk Terkait: PCR Swab-Rapid Test

    Survei ini juga mengungkapkan mengapa masyarakat sering kali tidak memakai masker saat keluar rumah padahal persentase kesadaran masyarakat mengenai pencegahan efektif melalui masker beda-beda tipis dengan mencuci tangan memakai sabun. Sebanyak 53.7% menyatakan lupa memakai diikuti dengan 14.8% yang menyatakan masih bisa terhindar dan waspada terhadap virus walaupun tidak memakai masker, dan 13.9% menyatakan merasa berat dalam bernapas saat memakai masker ketika beraktivitas. Hal-hal inilah yang membuat masyarakat abai dalam melakukan protokol kesehatan Covid-19 padahal masker merupakan cara alami untuk mencegah penularan sebelum adanya vaksinasi.

    Baca Juga: Kenali Apa dan Bagaimana Rapid Test Corona

    Kemudian pengetahuan masyarakat Indonesia juga masih sedikit mengenai transmisi penyebaran virus. Hanya 10% yang mengetahui secara lengkap penyebaran Covid-19. Jumlah ini tentu saja kalah besar jika dibandingkan 79% orang yang mengetahui transmisi tetapi hanya secara parsial, dan 11% sisanya bahkan tidak tahu sama sekali. Persentase yang mengetahui bahwa virus dapat menyebar lewat udara atau airborne hanya 5% yang mengetahui secara utuh. Fakta ini dilanjutkan dengan 71% yang tahu bahwa Corona bisa menyebar lewat batuk dan bersin, 31% yang tahu Corona menyebar melalui droplet, dan 36.7% percaya lewat menghirup virus secara langsung. Survei juga menyoroti bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia kebanyakan mendapatkan informasi terpercaya mengenai Corona dari televisi, 85% dan 22% dari internet. Meski begitu sebanyak 30% responden juga terkena informasi yang bersifat hoaks yang tentu saja akan sangat mempengaruhi kesadaran dalam menghadapi pandemi.

    Hasil survei semakin menegaskan dan memberikan gambaran bahwa kesadaran masih terlihat kurang dalam diri masyarakat Indonesia dalam menghadapi Corona yang ditunjukkan dengan tidak mau menjaga jarak, tidak mau memakai masker saat keluar rumah, salah persepsi terhadap suspek Corona, serta kurangnya pengetahuan terhadap transmisi penyebaran virus. Hal ini yang tentu saja berkontribusi terhadap penyebaran virus Corona yang semakin massif dari hari ke hari. Hingga Senin, 16 November 2020, berjumlah penderita telah mencapai angka 467.113 orang, dengan perincian 391.911 sembuh dan 15.211 orang meninggal. Bukan tidak mungkin angka ini akan bisa bertambah hingga 450.000 dan 500.000.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Survei AC Nielsen dan Unicef ini menunjukkan ironi masyarakat Indonesia yang sebanyak 70% menganggap bahwa virus Corona adalah hal yang menakutkan, menular, mematikan, dan berbahaya tetapi dalam pelaksanaan pencegahan virus hanya sedikit yang benar-benar bisa melaksanakan protokol kesehatan. Nah, Sobat Sehat diharapkan tetap melaksanakan protokol kesehatan melalui 3M dengan benar. Jangan lupa untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta lakukan PCR Swab dan rapid test jika hendak bepergian, baik untuk berlibur atau berbisnis. Namun jika tidak ada keperluan yang mendesak sebaiknya di rumah saja.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Virus Covid 19

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Analysis_COVID_19_UNICEF_NIELSEN’_OMNIBUS_SURVEY_FINAL_vn.pdf. 2020. AC Nielsen-UNICEF; 2020.
    2. Mahfud MD: Vaksin Alami yang Ada Sekarang Adalah Pakai Masker [Internet]. kumparan. 2020 [cited 9 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/mahfud-md-vaksin-alami-yang-ada-sekarang-adalah-pakai-masker-1uDXBbLkMQS
    3. UPDATE Sebaran Virus Corona Indonesia Minggu (15/11/2020): DKI Catat 1.165 Kasus Baru & Jateng 1.017 – Tribun Ternate [Internet]. Tribun Ternate. 2020 [cited 16 November 2020]. Available from: https://ternate.tribunnews.com/2020/11/15/update-sebaran-virus-corona-indonesia-minggu-15112020-dki-catat-1165-kasus-baru-jateng-1017
    Read More
  • Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal. Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan […]

    7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal.

    makanan penderita diabetes

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan prediabetes? Prediabetes ditandai dengan tingginya kadar gula yang paling sering disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Kondisi ini sering menjadi pendahulu dari diabetes tipe 2. Namun, diagnosis prediabetes tidak berarti Sobat akan terkena diabetes tipe 2. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah mencegahnya sejak dini, sehingga kadar gula darah Anda tidak lebih dari nilai prediabetes.

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah Freestyle Isi 50 Strip

    Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Sobat untuk prediabetes. Genetik merupakan salah satu faktor. Jika Sobat memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, Sobat perlu waspada. Namun, faktor gaya hidup lebih berperan penting dalam perkembangan penyakit.

    Pilihan makanan menjadi sangat berarti ketika Sobat ingin mencegah diabetes. Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes, bahkan makanan yang dianggap tidak baik sekalipun bisa Sobat konsumsi, asalkan sesekali dan hanya dalam jumlah sedikit. Namun, lebih mudah tentunya untuk mengelola diabetes jika Sobat tetap berpegang pada opsi yang terbaik.

    Berikut adalah 7 jenis asupan yang dapat membantu Sobat untuk mencegah diabetes:

    1. Zat Tepung (Karbohidrat)

    Makan karbohidrat tidak langsung menyebabkan seseorang menderita prediabetes. Tubuh kita membutuhkan karbohidrat, tapi Sobat harus memilih jenis karbohidrat dengan bijak tentunya. Jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi dalam makanan adalah yang memengaruhi gula darah. Berikut beberapa panduan makanan yang direkomendasikan seperti:

    • Biji – bijian utuh, seperti beras merah, oatmeal.
    • Kentang manis panggang.
    • Biji- bijian utuh lainnya tanpa tambahan gula.

    Sobat perlu waspada dengan indeks glikemik. Makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi akan meningkatkan gula darah lebih cepat, sehingga jenis- jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi, contohnya pada biji- bijian olahan seperti nasi putih atau tepung putih, sereal dengan sedikit biji–bijian dan mengandung banyak gula, roti putih, dan kentang goreng perlu dihindari.

    2. Sayur-sayuran

    Konsumsi sayuran sangat direkomendasikan, Sobat akan mendapatkan banyak serat dan sedikit lemak atau garam. Jenis sayuran yang direkomendasikan:

    • Sayuran segar, dimakan mentah, dikukus ringan, atau dipanggang.
    • Sayuran beku polos, sedikit dikukus.
    • Sayuran hijau seperti kangkung, bayam.
    • Sayuran kaleng yang rendah atau tanpa garam.

    Sobat dapat mengombinasikan warna sayuran agar tidak cepat bosan, seperti warna orange, merah dari wortel atau paprika merah, putih dari bawang, bahkan ungu dari terong. Pedoman dari Amerika merekomendasikan Sobat mengonsumsi sayur sebanyak 2,5 cangkir per hari.

    Namun Sobat perlu berhati–hati pada sayuran kaleng yang mengandung banyak garam, sayuran yang dimasak dengan menggunakan keju, mentega yang banyak.

    3. Buah-buahan

    Dari buah – buahan, Sobat mendapat kandungan karbohidrat, vitamin, mineral dan serat dari sumber yang segar, rendah lemak dan garam. Namun cenderung memiliki lebih banyak karbohidrat dibandingkan dengan sayuran. Pilihan buah yang dapat Sobat konsumsi:

    • Buah – buahan segar.
    • Buah kaleng tanpa tambahan gula.
    • Selai rendah gula atau bebas gula.

    Hindari konsumsi buah kaleng yang mengandung sirup gula, saus apel manis, jus buah dengan kandungan gula yang tinggi.

    Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan

    4. Protein

    Banyak sekali pilihan yang dapat Sobat konsumsi sebagai sumber protein, seperti daging sapi, ayam, ikan, makanan laut, kacang, keju, telur, kacang dan tempe tahu. Konsumsi makanan tersebut sebaiknya tetap yang mengandung rendah lemak dan utamakan sumber protein nabati. Hindari sumber protein seperti daging goreng, daging babi asap, keju biasa(bukan yang rendah lemak), unggas dengan kulit, ikan goreng, tahu goreng.

    5. Produk Susu

    Jika ingin mengonsumsi produk susu, carilah yang mengandung lemak rendah. Pilihan yang direkomendasikan seperti susu rendah lemak atau 1% susu krim, yogurt rendah lemak, keju rendah lemak.

    Produk Terkait: Jual Susu untuk Diabetasi

    6. Lemak, Minyak & Manisan

    Pilihan makanan yang satu ini biasanya sulit untuk ditolak, dan jika dikonsumsi terlalu banyak makan dapat menambah berat badan serta membuat Sobat sulit untuk mengelola diabetes. Inilahjenis makanan yang dianjurkan:

    • Sumber nabati alami seperti kacang, biji–bijian, atau alpukat (tinggi kalori, tentunya dengan porsi kecil).
    • Makanan dengan lemak omega 3 seperti salmon, tuna, atau mackerel.
    • Minyak nabati seperti minyak canola atau minyak zaitun.

    Sobat perlu menghindari makanan-makanan yang mengandung lemak trans, karens kurang baik untuk kesehatan hati. Hindari juga konsumsi lemak jenuh terutama dari produk hewani, minyak kelapa dan minyak sawit. Sobat dapat menanyakan pada dokter keluarga, batas konsumsi yang diperlukan, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

    Produk Terkait: Cek Prediabetes

    7. Minuman

    Saat mengonsumsi minuman favorit, mungkin saja terdapat lebih banyak kandungan kalori, gula, garam atau bahkan lemak yang Sobat tidak tahu. Berikut adalah minuman yang direkomendasikan:

    • Air putih.
    • Teh tanpa pemanis (jika mau, tambahkan seiris lemon).
    • Kopi hitam, atau dengan tambahan susu rendah lemak dan pengganti gula.

    Sobat perlu menghindari minuman seperti soda, bir, teh manis, kopi dengan gula dan krim, minuman penambah energi.

    Itulah 7 jenis asupan yang dapat Sobat konsumsi untuk mencegah diabetes. Mengontrol makanan merupakan salah satu pola hidup sehat yang dianjurkan. Sobat juga dapat berolahraga secara rutin yang direkomendasikan sebanyak 5 hari seminggu dengan durasi setidaknya 30 menit. Tidak perlu olahraga yang berat dan rumit, cukup dengan berjalan, bersepeda, menari, mengikuti kelas olahraga dan aktivitas lain.

    Baca Juga: Madu Atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Nah, apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Jenis Makanan untuk Diet Diabetes – prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/jenis-makanan-untuk-diet-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    2. 9 Makanan Pencegah Diabetes – lifestyle.sindonews.com/read/1279059/155/9-makanan-pencegah-diabetes-1517629308, diakses pada tanggal 1-10-2018
    3. 10 Foods that can help prevent diabetes – foxnews.com/lifestyle/10-foods-that-can-help-prevent-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    4. Best and Worst Foods for Diabetes – webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1, diakses pada tanggal 1-10-2018
    5. The Right Diet for Prediabetites – healthline.com/health/diabetes/prediabetes-diet#exercise, diakses pada tanggal 1-10-2018
    Read More
  • Dunia sedang bereuforia karena salah satu calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech dilaporkan memiliki efektivitas sebesar 90% dari hasil uji klinis ketiga. Euforia ini disambut hangat dan positif pada perdagangan saham di beberapa negara termasuk di Indonesia pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sebab efektivitas tersebut akan berdampak kuat pada perekonomian yang […]

    Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Corona Berakhir?

    Dunia sedang bereuforia karena salah satu calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNtech dilaporkan memiliki efektivitas sebesar 90% dari hasil uji klinis ketiga. Euforia ini disambut hangat dan positif pada perdagangan saham di beberapa negara termasuk di Indonesia pada indeks harga saham gabungan (IHSG) sebab efektivitas tersebut akan berdampak kuat pada perekonomian yang selama ini terdampak keras akibat Covid-19 sejak melanda Tanah Air Maret 2020. Efektivitas vaksin Pfizer ini juga didukung oleh keyakinan kuat Bill Gates sebagai pemberi donasi terkuat untuk pendanaan vaksin. Sebelumnya, pada September 2020, sang pendiri Microsoft juga sudah menyatakan bahwa vaksin Corona yang paling ampuh adalah buatan Pfizer. Dikabarkan, seperti dilansir dari CNBC Indonesia, vaksin ini akan diproduksi dalam beberapa pekan ke depan karena harus menunggu persetujuan dari otoritas kesehatan setempat sebelum nanti mulai didistribusikan massal pada 2021.

    vaksin covid 19

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Selain Pfizer, vaksin lainnya yang juga siap ke pasaran adalah buatan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Universitas Oxford. Vaksin ini rencananya akan dipasarkan pada akhir Desember dan vaksinasi mulai Januari 2021. Selanjutnya ada Moderna yang menurut rencana akan dipasarkan mulai Maret 2021. Lalu bagaimana dengan vaksin Sinovac yang digadang-gadang akan mulai juga diedarkan pada minggu ketiga Desember 2020? Setelah melalui uji klinis ketiga dan dianggap aman serta lolos uji oleh Satgas Covid-19, rencananya vaksin akan mulai dipasarkan pada akhir Januari 2021 apabila pemerintah ingin memakai emergency use authorization setelah mendapat laporan hasil vaksin pada bulan yang sama. Seperti dilansir dari IDN Times, vaksin Sinovac yang akan diberikan pada publik di bulan Desember bukanlah vaksin uji klinis, melainkan vaksin siap edar yang diimpor langsung dari Cina. Keinginan Indonesia memakai Sinovac tampaknya tidak terpengaruh meskipun Sinovac mendapat hasil negatif di Brasil karena ada relawan yang meninggal sehingga dihentikan oleh otoritas setempat, dan didukung langsung oleh Presiden Jair Bolsonaro.

    Baca Juga: Kenali Avigan dan Klorokuin, Obat yang Disiapakan Jokowi untuk Covid-19

    Dengan persiapan calon vaksin tersebut muncul optimisme pada masyarakat dunia bahwa virus Corona akan segera bisa diatasi, dan pandemi akan berlalu sehingga kehidupan akan kembali normal seperti sebelum pandemi. Namun apakah demikian?

    Profesor Wiku Adisasmito selaku juru bicara Satgas Covid-19 menyatakan meskipun vaksin sudah ada dan tersedia terutama dari Sinovac, bukan berarti pandemi segera berakhir. Masyarakat pun tetap diminta untuk menjalankan 3M, mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak di keramaian. Hal ini, Profesor Wiku mengatakan, untuk menghindari hal yang belum bisa diprediksi sebab semua negara masih dalam tahap memelajari cara mencegah penyebaran virus yang efektif. Dapat disimpulkan bahwa vaksin bukanlah cara satu-satunya untuk mencegah penularan. Hal senada diungkapkan oleh pakar kesehatan AS, Paul Offit yang menyatakan bahwa vaksinasi akan efektif jika dilakukan bersama dengan tindakan higienis sebagai pencegahan. Hal tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar. Hal itu karena perlunya distribusi vaksin yang membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sehingga prosesnya panjang, dan kalaupun sudah ada masyarakat yang bisa divaksinasi, perlindungan tidak langsung terjadi saat itu juga.

    Baca Juga: 5 Mitos yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Covid-19

    Dari gambaran di atas itu bisa terlihat bahwa pandemi Corona tidak akan berakhir secara instan meskipun vaksin sudah tersedia. Meskipun pandemik ini sudah dapat dikalahkan, virus lainnya yang dapat menginfeksi tidak serta merta hilang.  Virus lainnya seperti yaitu Influenza, Campak, Pneumonia, Hepatitis, Meningitis, MERS, SARS,  Flu Burung, dan Flu Babi tetap dapat menginfeksi. Cara terbaik adalah melakukan vaksinasi untuk pencegahan sebagai respons terhadap penyakit yang dihasilkan oleh daya tahan tubuh yang sudah ditingkatkan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang mengasosiasikan vaksinasi dengan pengobatan bukan sebagai pencegahan. Akibatnya, masyarakat berharap besar akan kesembuhan terhadap vaksin sedangkan vaksin hanya sebagai upaya pencegahan.

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Karena itu, seperti dilansir dari Kompas.com, mengasosikan ketersediaan vaksin dengan akhir pandemi sangatlah tidak tepat sebab vaksinasi hanyalah salah satu cara pencegahan sehingga harus dibarengi dengan tindakan-tindakan higienis supaya lebih efektif. Tindakan pengetesan seperti PCR dan rapid test juga tetap diperlukan sebagai salah satu pencegahan yang dapat dilakukan. Untuk PCR-rapid test ini Sobat dapat melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Tak hanya itu, Prosehat juga menyediakan layanan vaksinasi ke rumah terutama vaksinasi flu yang sangat penting di masa pandemi karena ternyata vaksinasi influenza dapat mencegah terjadinya ko-infeksi dan mengurangi infeksi keparahan Covid-19. Layanan vaksinasi ke rumah ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Corona Pfizer Diklaim Tunjukkan Hasil Positif, Bagaimana Perkembangan Vaksin Lainnya? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/11/070100265/vaksin-corona-pfizer-diklaim-tunjukkan-hasil-positif-bagaimana-perkembangan?page=all
    2. Kristo F. Bill Gates Sudah Ramal Keampuhan Vaksin Corona Pfizer [Internet]. detikinet. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://inet.detik.com/cyberlife/d-5248912/bill-gates-sudah-ramal-keampuhan-vaksin-corona-pfizer
    3. Indonesia C. Vaksin Pfizer Diprediksi Topang Gerak IHSG [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201111061700-92-568336/vaksin-pfizer-diprediksi-topang-gerak-ihsg
    4. Franedya R. Bye Corona! Vaksin Covid-19 Moderna Siap Dijual Maret 2021 [Internet]. tech. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201001062455-37-190751/bye-corona-vaksin-covid-19-moderna-siap-dijual-maret-2021
    5. [Internet]. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/news/world/santi-dewi/vaksin-sinovac-di-brasil-disetop-uji-klinis-di-indonesia-tetap-jalan/3
    6. Satgas Pastikan Vaksin Covid-19 di Indonesia Aman & Lolos Uji – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://tirto.id/satgas-pastikan-vaksin-covid-19-di-indonesia-aman-lolos-uji-f6Nd
    7. Meski Vaksin Covid-19 Ditemukan, Belum Menjamin Pandemi Berakhir [Internet]. Harapan Rakyat Online. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.harapanrakyat.com/2020/10/vaksin-covid-19-ditemukan/
    8. Media K. Setelah Vaksin dan Obat Covid-19 Tersedia, Akankah Semua Kembali Normal? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/09/070000165/setelah-vaksin-dan-obat-covid-19-tersedia-akankah-semua-kembali-normal-?page=all
    9. Ahli : Suatu Saat, Pandemi Corona Akan Berakhir sebagai Flu Biasa | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200926/106/1297025/ahli-suatu-saat-pandemi-corona-akan-berakhir-sebagai-flu-biasa
    10. Warning WHO! Vaksin Bukan Obat Covid-19 – suaramerdeka.com [Internet]. Suaramerdeka.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/244028-warning-who-vaksin-bukan-obat-covid-19
    11. Media K. AstraZeneca Pastikan Vaksin Corona Siap Digunakan pada Desember Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/08/190200765/astrazeneca-pastikan-vaksin-corona-siap-digunakan-pada-desember?page=all
    12. TV C. Vaksin Pfizer Akan Diproduksi Dalam Beberapa Pekan Lagi [Internet]. news. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201110184807-8-200838/vaksin-pfizer-akan-diproduksi-dalam-beberapa-pekan-lagi
    Read More
  • Di bawah ini adalah infografik mengenai dampak-dampak negatif bagi karyawan yang sering begadang yang sering dilakukan oleh kebanyakan pekerja di masa sekarang karena deadline pekerjaan. Butuh vaksinasi flu bagi karyawan? Ada kok di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu: Produk dijamin asli Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi […]

    Infografik Dampak Negatif Bagi Karyawan yang Sering Begadang

    Di bawah ini adalah infografik mengenai dampak-dampak negatif bagi karyawan yang sering begadang yang sering dilakukan oleh kebanyakan pekerja di masa sekarang karena deadline pekerjaan.

    Butuh vaksinasi flu bagi karyawan? Ada kok di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Sobat perhatikan Diet 3J: jenis, jumlah, dan jam makan. Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes Diet Tepat untuk Diabetes Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda […]

    Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Sobat perhatikan Diet 3J: jenis, jumlah, dan jam makan.

    Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes

    Diet Tepat untuk Diabetes

    Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. Bukan salah Anda bila mengalami kesulitan atur diet tepat sebagai diabetesi, memang seringkali hal sederhana https://www.prosehat.com/produk/susu/tropicana-slim-susu-non-fat-fitosterol-original/berikut ini dibuat rumit. Sebelumnya telah dibahas menu harian untuk diabetesi dan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus kelaparan, di sini. Secara umum diet tepat untuk diabetesi adalah:

    • Rendah kalori
    • Tinggi karbohidrat kompleks yang banyak terkandung dalam sayuran, buah, dan sereal dari gandum
    • Rendah lemak jenuh yang biasanya ada dalam keju, mentega, dan daging berlemak.
    • Tinggi akan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun.

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah Freestyle Isi 25 Strip

    3J: Jenis, Jumlah, dan Jam

    Sobat sebagai diabetesi tidak memiliki pantangan apapun dan diperbolehkan makan makanan seperti layaknya orang normal lho. Jadi keluarga tidak diwajibkan memasak makanan khusus untuk diabetesi. Kita bisa siasati setiap kali makan dengan memperhatikan jenis, jumlah dan jam konsumsinya.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Jenis

    Untuk jenis makanan di menu diet diabetes, kita perlu selalu pertimbangkan:

    • makanan dengan kandungan gizi yang seimbang
    • makanan dengan kandungan banyak serat, rendah gula untuk makanan pokok

    Sebagai contoh menu karbohidrat yang disarankan untuk Anda adalah konsumsi nasi merah atau roti gandum, kedua pilihan ini lebih baik dibandingkan dengan nasi putih dan roti tawar biasa.

    Sedangkan untuk makanan manis, tidak ada yang merekomendasikan jika kita sebagai diabetesi tidak boleh mengkonsumsi makanan yang manis sama sekali. Anda tetap boleh mengkonsumsi makanan manis dengan jumlah yang dikurangi dan beralih dari penggunaan gula biasa ke pemanis buatan rendah kalori berbahan dasar alami, seperti Stevia yang dibahas di artikel ini.

    Produk Terkait: Cek Diabetes Mellitus

    Jumlah

    Jumlah menu diet diabetes yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan jenis makanannya. Untuk lebih mudahnya lagi, coba Anda imajinasikan piring kosong kesayangan yang sering digunakan, kemudian lakukan hal ini:

    • Anda bagi piring menjadi dua bagian besar (½ & ½)
    • ½ bagian piring tersebut isi dengan berbagai macam sayuran seperti bayam, wortel atau kacang-kacangan.
    • Lalu sisa ½ bagian piring lain dibagi lagi menjadi dua, jadi tinggal ¼ bagian.
    • Kemudian Anda isi salah satu dari ¼ bagian piring dengan tepung gandum, kentang, jagung atau nasi.
    • Lanjutkan ¼ piring sisanya diisi dengan daging atau pengganti daging lainnya.
    • Lakukanlah ini pada tiap porsi makanan Anda tiap harinya.

    Ikuti tips plating diet diabetes dengan gambar berikut ini:

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    https://www.prosehat.com/produk/alat-kesehatan/accu-check-active-strip/

    Jam

    Sedangkan untuk jam makan bagi diet diabatisi yang dianjurkan, setiap harinya Anda sebaiknya makan sampai 5x sehari! Banyak? Tentu saja kita atur porsinya

    1. Sarapan,
    2. Cemilan pagi,
    3. Makan siang,
    4. Cemilan sore, dan
    5. Makan malam.

    Menu diet diabetes tidak harus membuat penyandang diabetes semakin menderita! It’s all about porsi dan pengaturan jam makan yang membantu Anda mempertahankan kadar gula darah yang terkontrol. Hal ini untuk menghindari terjadinya komplikasi, sedangkan bagi yang belum menyandang diabetes sangat baik untuk mencegah supaya jangan sampai terkena diabetes.

    Banyak dari kita memiliki anggapan salah terkait penyandang diabetes yang harus melaksanakan diet ketat sampai melewatkan sarapan dan makan malam. Hal ini menyesatkan dan bisa berujung hipoglikemia (kenali lebih lanjut bahayanya hipoglikemia di sini), yakni kondisi yang berbahaya saat badan dan otak kekurangan gula darah. Kunci untuk tubuh ideal dan kadar gula darah terkontrol dapat dengan mudah dilakukan, yaitu dengan memperhatikan menu harian Anda dari jenis, jumlah dan jam makan. Sehingga metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik. Anda bisa memilih pengganti makanan seperti susu untuk diabetes yang bisa menjadi pendamping dari menu diet diabetes.

    Baca Juga: Susu untuk Pengidap Diabetes yang Tepat Seperti Apa?

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Referensi:

    • TanyaDok.com
    • How a ‘Diabetes Diet’ Protects Your Health by Kathleen Doheny (2009)
    Read More
  • Diabetes atau kencing manis adalah penyakit jangka panjang yang untungnya mudah dideteksi,  sebab memiliki gejala-gejala yang mudah dilihat. Meskipun kebanyakan diabetes dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun, kalangan anak muda juga bisa mengalami penyakit yang satu ini. Untuk itu kita sepatutnya waspada terhadap penyakit diaetes. Salah satu peningkatan kewaspadaan sebuah penyakit adalah dengan mengenal gejala-gejalanya. […]

    5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Diabetes atau kencing manis adalah penyakit jangka panjang yang untungnya mudah dideteksi,  sebab memiliki gejala-gejala yang mudah dilihat. Meskipun kebanyakan diabetes dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun, kalangan anak muda juga bisa mengalami penyakit yang satu ini. Untuk itu kita sepatutnya waspada terhadap penyakit diaetes. Salah satu peningkatan kewaspadaan sebuah penyakit adalah dengan mengenal gejala-gejalanya. Untuk itu kami memberikan informasi 5 tanda gejala yang akan dialami oleh penderita diabetes. Yuk, simak ulasan berikut ini!

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    1. Merasa mudah lelah dan sangat Haus

    Para penderita diabetes akan mengalami kesulitan dalam mengolah gula (glukosa) menjadi energi. Karnanya tubuh menjadi tidak mendapatkan energi dan berujung pada mudah lelah. Karna terganggunya metabolisme dalam tubuh tersebut, selain mudah lelah akan menimbulkan rasa haus yang berlebihan.1

    2. Lambatnya proses pemulihan Luka

    Pada penderita diabetes terjadi gangguan terkait saraf dan pembuluh darah , hal tersebut menyebabkan gangguan sirkulasi yang menyebabkan proses regenerasi sel-sel terutama pada bagian tepi terganggu fungsinya , sehingga tidak optimal dalam regenerasi (pemulihan)

    Gejala ini dapat dilihat ketika kulit terkena luka. Saat terkena luka, maka kulit sulit sekali sembuh, bahkan tak jarang pula yang terjadi pembusukan dan infeksi pada luka tersebut.1

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    3. Penglihatan kabur

    Tingginya gula darah dalam tubuh akan berpengaruh  pula pada pengelihatan. Kerusakan pada pembuluh darah dan saraf mata menyebabkan gangguan organ-organ penting di mata , bisa memberikan gejala seperti mata menjadi kering dan penurunan saraf mata (retinopati) sehingga pandangan menjadi buram bahkan kabur. 1

    Banyak pula yang mempengaruhi kaburnya pandangan anda, apabila gula darah anda tidak terkontrol penderita diabetes bisa saja mengalami kebutaan. Untuk itu pastikan apa yang terjadi pada pengelihatan anda agar terhindar dari penyakit-penyakit lain yang mengerikan.

    Produk Terkait: Layanan Cek Diabetes ke Rumah

    4. Sering buang air kecil

    Apabila anda belakangan ini sering buang air kecil, maka anda patut untuk mencurigainya. Tanda diabetes yang terlihat jelas adalah seringnya frekuensi buang air kecil, terlebih lagi pada malam hari. Apabila anda buang air kecil lebih dari 5 kali dalam semalam anda harus benar-benar mencurigainya.

    5. Nafsu makan meningkat

    Yang terakhir adalah meningkatnya nafsu makan. Tubuh selalu merasa kurangnya energi. Hal tersebut terjadi karena penderita diabetes mengalami kesulitan mengubah glukosa menjadi energi. Maka dari itu rasa lapar akan muncul apabila metabolisme tersebut tidak berjalan lancar. Biasanya penderita diabetes akan lebih menggemari makanan manis saat kondisi diatas. Meskipun banyak makan, berat badan yang berkurang secara drastis juga merupakan gejala diabetes. Buruknya metabolisme dalam tubuh dapat menurunkan berat badan juga.

    Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan

    Demikian artikel mengenai “5 Tanda dan Gejala Diabetes atau Kencing Manis“. Waspadai gejala-gejala di atas, terutama bagi anda yang saat ini telah memasuki usia dewasa.  Untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Sumber / Daftar Pustaka :

    1. Type 2 diabetes – Symptoms – NHS Choices [Internet]. Nhs.uk. 2016 [cited 22 October 2016]. Available from: http://www.nhs.uk/Conditions/Diabetes-type2/Pages/Symptoms.aspx
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja