Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 271–280 of 1078 results

  • Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan […]

    Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga sering kali infeksi yang terjadi pada penderita HIV berada dalam kondisi yang sangat berat dan mengancam jiwa karena sulit disembuhkan.

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Berbicara mengenai kerentanan kaum gay terkena HIV, pada tahun 2008 CDC (centers for disease control and prevention) mengumumkan hasil sebuah penelitian bahwa pada tahun 2006 terdapat 53.000 kasus HIV baru di Amerika Serikat pada kelompok usia diatas 13 tahun, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 40.000 kasus baru. Perlu Sahabat Sehat ketahui bahwa dari kasus-kasus baru ini didapati bahwa 53% di antaranya disebabkan kontak seksual antara pria dengan pria, sedangkan 4% disebabkan kontak seksual pria dengan pria, juga pemakaian obat-obatan. Selain itu, dari seluruh kasus-kasus baru itu 73% di antaranya adalah pria dan dari seluruh pria ini yang mengaku melakukan kontak seksual antara pria dengan pria adalah 72%. Berdasarkan data statistik di atas sebenarnya kita dapat menyimpulkan bahwa kaum gay memang lebih rentan terkena HIV.

    Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kaum gay lebih rentan terkena HIV? Menurut National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention,ada beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi.

    Penyebab Gay Rentan Terkena HIV

    1. Masih tingginya persentase kaum gay yang terinfeksi HIV sehingga angka penularan antara mereka juga tinggi.
    2. Banyak kaum gay yang tidak peduli bahwa mereka terkena HIV atau tidak, hal ini dibuktikan dengan hanya 56% dari kaum gay dan biseksual pada tahun 2008 meningkat menjadi 66% pada tahun 2011 yang mengetahui bahwa mereka terkena HIV, tentunya dari data diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang belum mengetahuinya.
    3. Kebiasaan berhubungan seksual secara anal seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV.
    4. Kaum gay cenderung memiliki pasangan seksual yang banyak dan bergonta-ganti.
    5. Stigma jelek yang berkembang pada masyarakat dan homofobia yang menyebabkan mereka malu atau cenderung menutup diri sehingga keinginan dan kesempatan mereka untuk datang ke pusat layanan kesehatan rendah.

    Karena itu, kita harus sadar bahwa kaum gay maupun HIV ada di sekitar kita. Nah, hal yang kita lakukan bukanlah menjauhi orangnya tetapi penyakitnya. Berhubungan seksual dengan lawan jenis setelah menikah dan tidak bergonta-ganti pasangan adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi penularan HIV.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Jangan lupa Sahabat, jika masih membutuhkan ulasan HIV AIDS maupun produk kesehatan,bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention. HIV Among Gay and Bisexual Men. CDC ( Centers of Disease Control and Prevention); 2015 p. 1-2.
    2. Darnell B, Guzman A, Krivo-kaufman A. Gay Men and HIV : An Urgent Priority. New York: GMHC (Gay Men’s Health Crisis); 2010.
    3. Dewi G, Indrawati E. Pengalaman Menjadi Gay (Studi Fenomenologi pada Pria Homoseksualitas Menuju Coming Out). Jurnal Empati. 2017;7(3):116-126.
    4. Boellstroff T. Gay dan Lesbian Indonesia Serta Gagasan Nasionalisme. Antropologi Indonesia. 2006;30(1):1-6.
    5. UCD LGBT Society [Internet]. Ucd.ie. 2018 [cited 18 November 2018]. Available from: ucd.ie/lgbt/lgbt-gay.html

     

    Read More
  • Gay, biseksual maupun pria yang berhubungan seksual dengan sesama pria (LSL: lelaki seks dengan lelaki) memiliki risiko tertular virus HIV lebih besar dari pasangan heteroseksual. AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndromes adalah penyakit yang sangat popular saat ini, terutama di kalangan pasangan homoseksual. Banyak yang mengaitkan penyakit ini dengan pasangan sejenis, dan ternyata di Indonesia […]

    Ancaman HIV/AIDS Pada Pasangan Gay

    prosehat gay couple

    Gay, biseksual maupun pria yang berhubungan seksual dengan sesama pria (LSL: lelaki seks dengan lelaki) memiliki risiko tertular virus HIV lebih besar dari pasangan heteroseksual. AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndromes adalah penyakit yang sangat popular saat ini, terutama di kalangan pasangan homoseksual. Banyak yang mengaitkan penyakit ini dengan pasangan sejenis, dan ternyata di Indonesia sendiri, tingkat presentasenya cukup besar:

    • Berdasarkan CDC, pada tahun 2010, ditemukan 72% orang yang terjangkit virus HIV adalah gay dan biseksual dengan rentang usia 13-24 tahun.

    Ancaman HIV AIDS pada pasangan gay atau homoseksual memang patut dikhawatirkan karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, karena hubungan seks melalui anal, mukosa anus yang tipis tidak dipersiapkan untuk koitus sehingga mudah pecah, rusak dan virus dapat langsung masuk. Badan organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan pria gay untuk mengkonsumsi obat antiretroviral yang sempat dibahas di sini, sebagai usaha melindungi diri sendiri dari infeksi HIV, selain tentunya menggunakan kondom setiap bercinta dengan sejenisnya.

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta, dan Mitos

    Mengkonsumsi obat antiretroviral merupakan salah satu upaya pencegahan dan perlindungan dari penyakit sebelum terpapar virus HIV. Pencegahannya adalah dengan mengonsumsi 1 pil ARV bagi mereka yang masuk ke dalam kelompok berisiko tinggi seperti pasangan sejenis yang telah hidup bersama dan 1 pil ARV bagi mereka yang sudah positif terinfeksi virus HIV.

    Produk Terkait: Cek HIV/AIDS di Klinik

    Menurut Gotfried Hirnschall, sebagai direktur departemen WHO, “Secara global WHO mengalami kesulitan menangani penyebaran HIV pada negara dengan populasi berisiko tinggi namun rendahnya layanan kesehatan.”

    Populasi berisiko tinggi yang dimaksud adalah pasangan gay (sejenis), biseksual, pria yang berhubungan seks dengan pria, transgender wanita (berganti kelamin), pekerja seks, pemadat (orang yang menggunakan narkoba/jarum suntik) dan para tahanan.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV/AIDS

    Bentuk pencegahan dengan konsumsi obat ARV dapat menekan penularan HIV pada pria gay hingga sebesar 20-25 persen dan dalam jangka waktu 10 tahun. Sebaiknya pasangan gay menyadari ancaman yang mengintai dan konsisten untuk konsumsi obat ARV sehingga risiko penularan dapat ditekan hingga 92 persen (pada orang yang berisiko tinggi).

    Perlindungan tambahan pada pria gay lebih digalakkan karena dikhawatirkan terjadi peningkatan insiden HIV  yang berujung kematian. Hal ini atas dasar penelitian WHO yang menemukan bahwa:

    • pekerja seks wanita berisiko 14 kali tertular HIV dibanding wanita pada umumnya
    • pria gay berisiko 19 kali tertular HIV dibanding populasi umum
    • wanita transgender memiliki risiko hingga 50 kali lebih besar dibanding orang dewasa lainnya
    • orang yang memakai narkoba jarum suntik berisiko 50 kali lebih tinggi dibanding populasi umum

    Akibat ledakan epidemi pada populasi kelompok pasangan sejenis ini maka upaya pencegahan harus digalakkan. Di seluruh dunia sendiri terdapat 35,3 juta orang dengan HIV, namun peningkatan jumlah pasien ini terjadi karena kemajuan tes deteksi dini virus HIV. Dan kombinasi obat ARV yang semakin baik memperpanjang hidup orang dengan infeksi HIV hingga bertahun-tahun lamanya. Konsumsi obat antiretroviral dapat membuat virus HIV tidak terdeteksi, namun nasib naas terkadang berkata lain. Seperti yang baru-baru ini dialami aktor kondang Hollywood, Charlie Sheen. Gaya hidupnya yang kerap meniduri 4 bintang porno setiap harinya dan rajin minum obat kombinasi ARV berujung pada HIV yang sudah dibahas di sini.

    Baca Juga: Apakah Virus HIV/AIDS Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai HIV AIDS dan pencegahannya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Better be prepared than sorry.

    Referensi:

    Read More
  • Belakangan ini terdengar kabar mengenai penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV)dari perawatan wajah, yaitu facial. Mungkin hal tersebut membuat Sahabat Sehat mempertanyakan apakah HIV dapat ditularkan saat melakukan facial. Sebelum menduga apakah HIV dapat ditularkan lewat facial, alangkah baiknya kita mengetahui dahulu mengenai fakta dari HIV. Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV? HIV merupakan […]

    Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Belakangan ini terdengar kabar mengenai penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV)dari perawatan wajah, yaitu facial. Mungkin hal tersebut membuat Sahabat Sehat mempertanyakan apakah HIV dapat ditularkan saat melakukan facial. Sebelum menduga apakah HIV dapat ditularkan lewat facial, alangkah baiknya kita mengetahui dahulu mengenai fakta dari HIV.

    HIV AIDS lewat facial

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    HIV merupakan virus yang dapat menginfeksi sel imunitas tubuh dengan menghancurkan atau menurunkan fungsi sel tersebut. Lain dengan virus-virus lain, HIV sekali terinfeksi  tidak dapat dimusnahkan oleh pertahanan tubuh maupun dengan obat-obatan. Awalnya infeksi tersebut tidak bergejala atau sakit ringan, seperti saat sedang sakit flu, hingga menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome(AIDS), yaitu tahap akhir dari infeksi HIV. AIDS yang mengakibatkan penderita mengalami berbagai penyakit infeksi akibat HIV.

    Ada beberapa cara penularan HIV, seperti berhubungan intim yang berisiko, baik melalui vagina maupun dubur,ataupun oral sex dengan orang yang terinfeksi, transfusi darah yang terkontaminasi HIV, penggunaan jarum suntik, peralatan medis, atau peralatan tajam lainnya yang terkontaminasi dengan cairan tubuh penderita. Selain itu, infeksi HIV dapat ditularkan dari ibu ke anak ketika mengandung, persalinan, atau menyusui .Kemungkinan terjadinya penularan HIV dapat dilihat pada tabel di bawah:

    Tabel Kemungkinan Terjadinya Penularan HIV Berdasarkan Tempat Terinfeksinya

    Menurut data diatas 1 dari 150 orang terinfeksi HIV saat menggunakan peralatan tajam yang terkontaminasi seperti berbagi jarum suntik dengan penderita atau menjalankan tindakan medis termasuk facial dengan peralatan yang tidak steril. Namun, kekhawatiran Sahabat dapat berkurang karena kejadian tersebut dapat dicegah dengan penggunaan peralatan yang tajam sekali pakai atau peralatan medis yang sudah disterilisasi.

    Baca Juga: 6 Tips Menghindari Perilaku Seks Berisiko 

    Facial biasanya dilakukan dengan menggunakan peralatan logam, ekstraktor komedo, atau dengan benda tajam lainnya, yang dapat bersifat hanya sekali pakai ataupun dapat dipakai berulang. Tidak jarang peralatan ini terkontaminasi dengan cairan tubuh, seperti darah atau cairan serum pada saat facial dilakukan. Sehingga setelah facial, peralatan yang dapat dipakai berulang perlu dilakukan sterilisasi untuk mencegah penularan penyakit. Bila sterilisasi dilakukan tentunya dapat mencegah penularan virus HIV saat facial.

    Tips untuk mencegah agar Sahabat tidak tertular HIV saat facial, yaitu dengan berhati-hati untuk memilih tempat perawatan wajah yang tepat, dengan memastikan bahwa klinik tersebut memiliki izin resmi dari pemerintah dan dilakukan oleh dokter. Lalu pada saat akan facialperlu memastikan bahwa peralatan facialyang dipakai benar-benar baru atau telah disterilkan dengan menanyakan kepada klinik tersebut.

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Nah, sekarang Sahabat sudah tak penasaran bukan dengan berita maraknya kaitan facial dengan HIV? Jika Sahabat Sehat masih membutuhkan informasi kesehatan mengenai HIV AIDS dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka
    1. HIV/AIDS [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: who.int/features/qa/71/en/
    2. About HIV/AIDS | HIV Basics | HIV/AIDS | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html
    3. Shaw G, Hunter E. HIV Transmission. Cold Spring Harb Perspect Med. 2012 Nov; 2(11): a006965.

    Read More
  • Penyakit HIV AIDS sudah tidak asing lagi kita dengar. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem daya tahan tubuh dengan cara menginfeksi sel CD4, setelah sel CD4 terinfeksi, maka CD4 akan dihancurkan oleh virus HIV. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, maka jumlah CD4 di dalam tubuh berkurang, sehingga sistem pertahanan tubuh dan […]

    HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Penyakit HIV AIDS sudah tidak asing lagi kita dengar. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem daya tahan tubuh dengan cara menginfeksi sel CD4, setelah sel CD4 terinfeksi, maka CD4 akan dihancurkan oleh virus HIV. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, maka jumlah CD4 di dalam tubuh berkurang, sehingga sistem pertahanan tubuh dan daya tahan tubuh melemah sehingga mudah terserang berbagai penyakit.

    HIV AIDS

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Infeksi dari virus HIV akan berlanjut ke arah yang lebih serius yaitu AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS merupakan stadium terakhir dari infeksi HIV. Pada stadium ini, tubuh dalam kondisi lemah, sel daya tahan tubuh tidak mampu lagi melawan virus HIV.

    Menurut data statistik WHO (World Health Organization) pada tahun 2018 di seluruh dunia mencatat total penderita HIV sebanyak 37,9 juta jiwa (terdiri dari 18,2 juta wanita dan 16,8 juta pria), yang terdiri dari usia dewasa sebanyak 35,1 juta penderita dan 1,7 juta penderita anak-anak usia dibawah 15 tahun. Pada awal tahun 2017, tercatat 1,8 juta pasien baru yang baru didiagnosis HIV dan sebanyak 940.000 penderita HIV meninggal. Pada 2020, WHO memprediksi jumlah global pengidap virus ini sebanyak 600.000 orang.

    Sedangkan di Indonesia, menurut data statistik UNAIDS Indonesia, jumlah penderita HIV AIDS Indonesia sebanyak 621.344 jiwa pada segala usia, dan dengan kasus baru pasien terdiagnosis HIV AIDS sampai tahun 2019 sebanyak 49.000 jiwa, sedangkan angka kematian yang disebabkan HIV AIDS di Indonesia sebanyak 39.000 jiwa.

    Oleh karena HIV AIDS belum ada pengobatannya, maka pemerintah mengupayakan berbagai edukasi dan promosi melalui Departemen Kesehatan Republik Indonesia maupun lembaga-lembaga lainnya seperti penyuluhan, pembagian leaflet/brosur, media massa dan kampanye penggunaan kondom namun belum dapat mengurangi angka HIV AIDS di Indonesia.

    Gejala

    Gejala HIV AIDS dibagi dalam beberapa fase. Fase awal disebut juga fase infeksi akut yang terjadi pada bulan awal infeksi HIV. Pada tahap ini tubuh membentuk sistem daya tahan tubuh (antibodi) untuk melawan virus HIV, pada fase awal ini gejala muncul 1-2 bulan setelah terjadi infeksi. Gejala yang muncul seperti gejala flu, yaitu demam ringan, tidak enak badan, lemas, batuk, pilek, menggigil. Gejala yang muncul dapat ringan atau berat sesuai dengan daya tahan tubuh pasien. Gejala yang mungkin timbul antara lain:

    • demam ringan sampai berat
    • nyeri sendi
    • lemas
    • mudah lelah dan nyeri-nyeri otot
    • mual dan muntah
    • nyeri kepala
    • nyeri perut
    • diare
    • ruam merah pada kulit seluruh badan
    • nyeri tenggorokan dan nyeri menelan
    • sariawan
    • bengkak pada kelenjar getah bening pada area leher dan ketiak.

    Setelah berlangsung beberapa bulan, fase awal akan berlanjut ke fase laten. Pada fase ini, gejala dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan dapat berlangsung bertahun-tahun. Pada fase laten, virus HIV merusak lebih banyak lagi antibodi CD4. Gejala yang mungkin timbul bervariasi, ada yang tidak bergejala, gejala ringan sampai berat. Berikut ini gejala yang timbul pada fase laten :

    • berat badan semakin menurun drastis
    • nafsu makan menurun
    • diare berkepanjangan
    • keringat saat malam hari
    • mual dan muntah
    • pembengkakan kelenjar getah bening
    • lemah dan lemas
    • tumbuh jamur pada lidah
    • timbul Herpes zooster (tidak semua pasien mengalami)

    Setelah fase laten, fase selanjutnya adalah AIDS. Pada tahap ini, penderita AIDS mengalami penurunan antibodi yang drastis, karena sel antibodi CD4 mengalami kerusakan parah. Pada fase ini, pasien seringkali mudah terinfeksi oleh penyakit lain. Gejala yang timbul pada fase AIDS antara lain:

    Contoh Infeksi Jamur pada Mulut Penderita AIDS

    • berat badan menurun drastis
    • nafsu makan turun
    • badan lemah
    • mudah terinfeksi penyakit lain (TBC paru, diare terus-menerus, penyakit kulit)
    • bintik putih pada mulut, lidah dan kelamin
    • timbul jamur pada lidah, mulut, vagina dan kulit tubuh (Candidiasis)
    • demam terus-menerus sepanjang hari dan berlangsung lama
    • mudah berdarah (gusi dan hidung) tanpa sebab
    • gangguan saraf (meningitis kriptokokus atau infeksi selaput otak akibat infeksi jamur)
    • terserang Herpes zooster yang menyerng kerusakan saraf, mata dan pencernaan (infeksi virus cryptomegalovirus)
    • gangguan psikis dan emosional (mudah marah, depresi, perubahan mood)
    • kelenjar getah bening membesar (dapat berlanjut menjadi kanker kelenjar getah bening atau limfoma)

    Fakta dan Mitos

    AIDS ditularkan saat cairan tubuh penderita masuk ke dalam tubuh orang lain seperti darah, sperma dan cairan vagina. Banyak mitos yang beranggapan bahwa ludah dapat menularkan virus HIV. Nyatanya, ludah tidak dapat menularkan virus HIV kecuali terdapat luka terbuka pada area mulut misalnya gusi berdarah atau sariawan. Selain itu, mitos lain beranggapan bahwa berjabat tangan, berpelukan dapat menularkan infeksi virus HIV, nyatanya virus HIV hanya dapat ditularkan melalui cairan tubuh penderita saja sehingga berjabat tangan atau sentuhan fisik lainnya tidak dapat menularkan infeksi HIV. Virus HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual, pengunaan jarum suntik bergantian, transfusi darah dari penderita HIV, penularan dari ibu hamil ke janin, proses melahirkan, serta dari air susu ibu.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Pengobatan

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa HIV AIDS tidak dapat diobati. Obat-obatan antivirus dapat digunakan untuk pencegahan tertular dengan pasien HIV setelah berhubungan seksual secara tidak sengaja dengan penderita HIV dan bagi penderita HIV, antivirus hanya berfungsi untuk memperlambat perkembangan virus HIV saja. Obat-obatan simptomatik atau obat-obatan sesuai gejala dapat digunakan untuk meringankan gejala yang timbul, misalnya seperti anti demam, anti jamur serta obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang timbul.

    Produk Terkait: Mono Rapid Test HIV

    Pencegahan

    Sebagai langkah pencegahan agar tidak tertular HIV, berikut ini langkah yang dapat dilakukan :

    1. Jangan melakukan seks bebas.
    2. Hindari berganti-ganti pasangan seks, usahakan setia dengan satu pasangan saja.
    3. Hindari penggunaan jarum suntik bergantian.
    4. Gunakan kondom bila melakukan hubungan seksual berisiko.
    5. Bila pasangan menderita HIV, segera konsultasikan ke dokter atau layanan kesehatan untuk dilakukan tes HIV dan dilakukan profilaksis atau pencegahan penularan virus HIV terhadap pasangannya.
    6. Hindari oral seks dengan pendreita HIV terutama bila terdapat luka terbuka pada area mulut (sariawan atau gusi berdarah) hal ini memungkinkan virus HIV akan masuk melalui luka tersebut.

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Nah, itulah ulasan seputar HIV AIDS yang bisa Sahabat Sehat pahami. Jika Sahabat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. AIDSinfo. (2018). HIV/AIDS: The Basics Understanding HIV/AIDS. [online] Available at: aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/19/45/hiv-aids–the-basics [Accessed 18 Nov. 2018].
    2. Aidsinfo.unaids.org. (2018). AIDSinfo | UNAIDS. [online] Available at: aidsinfo.unaids.org/ [Accessed 18 Nov. 2018].
    3. Apps.who.int. (2018). GHO | By category | Number of people (all ages) living with HIV – Estimates by country. [online] Available at: apps.who.int/gho/data/view.main.22100?lang=en [Accessed 18 Nov. 2018].
    4. HIV.gov. (2018). HIV Basics. [online] Available at: hiv.gov/hiv-basics [Accessed 18 Nov. 2018].
    5. World Health Organization. (2018). Data and statistics. [online] Available at: who.int/hiv/data/en/ [Accessed 18 Nov. 2018].

     

    Read More
  • Gorengan merupakan salah satu bentuk makanan yang populer di Indonesia. Makanan yang dijadikan sebagai kudapan ini tidak hanya berupa tempe, tahu, bakwan, pastel, ayam, dan ikan, tetapi juga pada makanan-makanan lain seperti sayur-sayuran, singkong, sukun, dan ubi. Gorengan sering ditemukan pada penjual-penjual makanan sehari-hari seperti pada tukang nasi uduk, lontong sayur, restoran-restoran, baik kaki lima […]

    Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Gorengan merupakan salah satu bentuk makanan yang populer di Indonesia. Makanan yang dijadikan sebagai kudapan ini tidak hanya berupa tempe, tahu, bakwan, pastel, ayam, dan ikan, tetapi juga pada makanan-makanan lain seperti sayur-sayuran, singkong, sukun, dan ubi. Gorengan sering ditemukan pada penjual-penjual makanan sehari-hari seperti pada tukang nasi uduk, lontong sayur, restoran-restoran, baik kaki lima maupun restoran ternama, dan tukang gorengan keliling. Konsumsi gorengan menjadi hal yang wajib bagi orang Indonesia karena rasanya seperti ada yang hilang bila makan tanpa gorengan dan camilan ini juga dapat dijadikan sebagai lauk.

    gemar konsumsi gorengan

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Pada bulan Ramadan tepatnya saat menjelang buka Puasa, hampir semua penjual gorengan ada di mana-mana. Aroma makanan yang digoreng tersebut tentu saja cukup menggoda selera terutama di saat perut sedang kosong sehingga akhirnya kita sering lupa dan makan gorengan secara berlebihan. Padahal, mengonsumsi gorengan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Selain itu, gorengan mengandung kalori dan lemak trans yang tinggi dan dapat menyebabkan obesitas.

    Orang Indonesia sering mengonsumsi gorengan dan yang lebih mengkhawatirkan lagi karena hampir semua makanan yang ada di negeri ini selalu diolah dengan cara menggoreng. Jarang sekali ada yang menyajikan bentuk makanan yang direbus atau dikukus. Padahal, dua jenis bentuk makanan itu sangat aman dan mempunyai banyak manfaat positif bagi kesehatan daripada gorengan. Meski begitu, orang tetap saja akan mengonsumsi gorengan dan tidak peduli walaupun gorengan bermanfaat buruk bagi kesehatan meskipun sudah tahu hal tersebut. Hal ini sebenarnya tidak terlepas dari penyebab orang Indonesia suka makan gorengan. Lalu, mengapa gorengan sangat dinikmati? Yuk, Sahabat Sehat, mari kita simak bersama-sama!

    Mudah Ditemui dan Didapat

    Hal pertama yang membuat orang Indonesia gemar mengonsumsi gorengan meski tidak menyehatkan adalah bentuk makanan ini mudah didapat. Gorengan dapat terlihat di warteg, warung nasi uduk, dan bahkan restoran-restoran Jepang dan Korea yang berada di mal. Gorengan menjadi makanan yang praktis dan menjadi camilan untuk menghilangkan rasa lapar di saat makanan-makanan yang lain tidak ada.

    Mudah Dibuat Sendiri

    Apabila gorengan yang diinginkan tidak dijual atau habis terjual, tidak masalah karena gorengan dapat dibuat dengan mudah sendiri. Cukup menyiapkan adonan tepung kemudian campurkan dengan bahan-bahan makanan yang akan digoreng seperti tahu dan tempe. Bahan-bahan makanan yang digunakan saja cukup familiar yang tentu saja sudah membentuk gambaran di otak kita bahwa makanan tersebut mempunyai cita rasa yang lezat.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolestrol

    Aroma dan Cita Rasa yang Menggoda

    Gorengan mempunyai aroma dan cita rasa yang menggoda. Hal inilah juga yang menjadi salah satu alasan orang Indonesia menyukai gorengan. Aroma makanan yang digoreng akan memberikan persepsi bahwa gorengan merupakan makanan yang lezat, dan sehingga mudah diterima di otak kita. Selain aroma yang menggoda, cita rasa makanan yang digoreng, dengan tekstur yang membuat renyah di mulut, membuat lidah merasakan kenikmatan saat menyantapnya daripada mengonsumsi makanan kukusan atau rebusan yang dianggap tidak menarik dan hambar.

    Dapat Disantap Setiap Saat

    Gorengan merupakan makanan yang fleksibel, dan tidak tergantung pada waktu yang tepat untuk mengonsumsinya. Makanan ini dapat dikonsumsi pada pagi, siang, sore, atau bahkan malam hari. Gorengan dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan berat lain seperti nasi uduk, lontong dan ketupat sayur, bahkan mi instan. Di saat musim hujan pun, gorengan akan menjadi kudapan lezat yang tepat untuk menikmati waktu santai apalagi jika dihidangkan dalam keadaan masih panas dan hangat. Hal tersebut akan semakin terasa jika gorengan dilengkapi dengan cabai, sambal, atau saos.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Harganya yang Cukup Murah

    Penyebab terakhir orang Indonesia gemar mengonsumsi gorengan adalah karena harga makanan ini yang cukup murah, sehingga orang dapat membeli gorengan dalam jumlah yang banyak. Tak salah jika gorengan disebut sebagai makanan yang cukup merakyat meskipun hal tersebut harus dibayar dengan jumlah kalori yang cukup banyak dan memengaruhi kesehatan.

    Itulah tadi alasan orang Indonesia gemar mengonsumsi gorengan meskipun kenyataannya gorengan tidak menyehatkan. Bila ingin mengonsumsinya, janganlah berlebihan. Makanlah makanan yang bergizi sehat dan seimbang agar Sahabat tetap sehat.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Apabila Sahabat memerlukan informasi kesehatan mengenai makanan yang digoreng, dan cara terbaik menguranginya, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kebiasaan Makan Gorengan Orang Indonesia Sudah Mengkhawatirkan [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1602645/kebiasaan-makan-gorengan-orang-indonesia-sudah-mengkhawatirkan
    2. Terungkap I. Terungkap, Ini Alasannya Kenapa Orang Indonesia Suka Gorengan – Semua Halaman – Nakita [Internet]. Nakita. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://nakita.grid.id/read/0221555/terungkap-ini-alasannya-kenapa-orang-indonesia-suka-gorengan?page=all
    3. Media K. 4 Bahaya Makan Gorengan Berlebih untuk Kesehatan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/11/24/140600368/4-bahaya-makan-gorengan-berlebih-untuk-kesehatan?page=all
    4. Times I, Andini T. 5 Alasan Logis Kenapa Semua Orang Menggemari Gorengan, Setuju? [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/tresna-nur-andini/alasan-logis-orang-suka-gorengan-c1c2/5
    Read More
  • Setelah 8 bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 di seluruh zona. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Paduan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pelaksanaan sekolah ini akan diberikan […]

    Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi?

    Setelah 8 bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 di seluruh zona. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Paduan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pelaksanaan sekolah ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah, dan orang tua melalui komite sekolah. Kebijakan ini bahkan sudah didukung oleh Komisi X DPR yang beralasan mencegah anak putus sekolah.

    sekolah tatap muka

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah

    Namun, dalam pelaksanaannya nanti karena masih dalam situasi pandemi, Menteri Kementerian dan Kebudayaan, Nadiem Makariem, memberikan kebebasan kepada orang tua siswa untuk menentukan diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan kembali belajar tatap muka. Selain itu, Nadiem meminta sekolah harus memenuhi enam syarat supaya bisa benar-benar dibuka, yaitu memperhatikan sanitasi dan kebersihan seperti toilet, sarana cuci tangan, penyemprotan desinfektan, akses kepada pelayanan kesehatan, dan kesiapan menerapkan wajib masker.  Tentunya, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan kelelahan seperti ekstrakurikuler, olahraga, dan kantin ditiadakan.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Kebijakan membuka sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini tentu saja banyak menimbulkan pertanyaan jika dikaitkan dengan kondisi Covid-19 di Indonesia yang sampai sejauh ini jumlah penderitanya terus meningkat dari hari ke hari. Kekhawatiran datang dari para orang tua yang tidak mau anak-anaknya terpapar Covid-19 ketika belajar tatap muka yang akan dilaksanakan kembali meskipun dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan.

    Kekhawatiran itu sangat wajar karena tercatat banyak anak-anak di Indonesia terpapar Covid-19, dengan jumlah 50.790 kasus, terlebih virus ini banyak menyerang anak usia 0-17 tahun. Jumlah ini lebih besar daripada kelompok usia 60 tahun ke atas, yaitu 47.666 kasus. Anak usia 6-17 tahun (39.874 kasus) lebih mudah terpapar daripada anak usia 0-5 tahun (11.916 kasus). Dari jumlah kasus itu tercatat sebanyak 238 anak Indonesia meninggal dunia, dan tingkat kematian mereka sama dengan tingkat kematian kelompok usia 18-30 tahun, yaitu 0,46%.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    Kebijakan membuka kembali sekolah tatap muka di masa pandemi diduga tidak realistis karena positivity rate Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu 10% alias masih melebihi standar 5% yang sudah ditetapkan WHO. Apabila sekolah kembali dibuka dikhawatirkan akan terjadi penularan dan pembentukan kluster baru. Pembukaan sekolah ini berdekatan dengan acara-acara lain seperti Pilkada 2020 dan Libur Akhir Tahun 2020 yang berpotensi besar menjadi medium penyebaran virus.

    Tidak hanya dari sudut pandang epidemiolog mengenai sekolah tatap muka ini. KPAI atau Komite Perlindungan Anak Indonesia memberikan pandangan yang serupa. Komisioner KPAI, menyatakan bahwa banyak sekolah yang belum siap menerapkan protokol kesehatan jika belajar tatap muka kembali digelar serentak berdasarkan survei terhadap 48 sekolah di 8 provinsi dan 20 kabupaten dan kota sejak 15 Juni hingga 19 November. Oleh karena itu, disarankan supaya sekolah tatap muka sebaiknya ditunda, dan jika dibuka harus diiringi dengan tes swab massif kepada para peserta dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Jika melihat gambaran di atas, tentunya kebijakan membuka kembali sekolah di masa pandemi dirasa kurang tepat karena kasus Covid-19 di Indonesia cenderung masih menaik. Cara terbaik adalah tetap belajar di rumah sembari menunggu wabah benar-benar mereda. Hal ini supaya  anak-anak Indonesia sebagai masa depan bangsa tidak terpapar virus. Selain dengan belajar di rumah anak-anak juga harus berperilaku hidup bersih dan sehat, menjalankan 3M, dan melakukan tes rapid-PCR di rumah dari Prosehat. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Kekhawatiran Sekolah Tatap Muka Januari 2021 [Internet]. nasional. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201122073814-20-572867/kekhawatiran-sekolah-tatap-muka-januari-2021
    2. Media K. Sekolah Tatap Muka Dibolehkan Mulai Januari 2021, Ini Teknis Pelaksanaan dan Imbauan Pemerintah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/21/07101241/sekolah-tatap-muka-dibolehkan-mulai-januari-2021-ini-teknis-pelaksanaan-dan?page=all
    3. [Internet]. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CH5HaThgGHd/
    4. Sekolah tatap muka dibuka Januari 2021 ‘tidak realistis’ karena tingkat penularan Covid-19 di atas 10% – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from:https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-55034667
    5. Komisi X DPR RI dukung kebijakan kembali sekolah [Internet]. Antara News. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1857800/komisi-x-dpr-ri-dukung-kebijakan-kembali-sekolah
    Read More
  • Pada tanggal 27 November 2020, Prosehat kembali mengadakan  webinar dengan judul “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise”. Webinar ini dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, dan bekerja sama dengan Medifit. Pembicara pada webinar kerja sama kali ini adalah dokter Nahum, SpKO, yaitu seorang dokter olahraga yang bekerja pada Klinik Medifit di Cideng Barat, Jakarta. Webinar ini tentu […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Medifit “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise” 27 November 2020

    Pada tanggal 27 November 2020, Prosehat kembali mengadakan  webinar dengan judul “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise”. Webinar ini dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, dan bekerja sama dengan Medifit. Pembicara pada webinar kerja sama kali ini adalah dokter Nahum, SpKO, yaitu seorang dokter olahraga yang bekerja pada Klinik Medifit di Cideng Barat, Jakarta. Webinar ini tentu saja dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    rangkuman webinar Prosehat X Medifit

     

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Vaksinasi Flu Orang Dewasa

    Pada pemaparannya, dokter Nahum menjelaskan secara rinci mengenai Osteoartritis atau nyeri lutut dengan dimulai memberikan gambaran mengenai kedokteran olahraga yang bertugas menangani masalah-masalah yang dihadapi ketika berolahraga seperti cedera dan lainnya. Ia juga mengatakan bahwa dokter olahraga tidak sepenuhnya dokter untuk atlet seperti yang banyak orang ketahui tetapi juga bagi masyarakat yang gemar berolahraga dan mempunyai permasalahan ketika berolahraga.

    Mengenai osteoarthritis atau disingkat OA, dokter Nahum menjelaskan bahwa nyeri sendi lutut tidak terbatas pada OA, dan mempunyai banyak jenis yang bisa dilihat dari berbagai macam sisi seperti sisi depan, samping, dan belakang. Lutut, dokter Nahum, menyatakan merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena gangguan karena berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Mengenai penyebab seseorang terkena OA, ia menyebut ada ada dua penyebab, yaitu penyebab primer dan penyebab sekunder. Penyebab primer disebut tidak diketahui asal muasalnya sedangkan penyebab skunder adalah karena riwayat pernah menderita trauma, infeksi, dan penyakit metabolis.

    Selain penyebab, dokter Nahum juga menjabarkan secara lengkap tanda dan gejala seseorang terkena OA, di antaranya adalah krepitasi sendi atau adanya suara gemeretak pada sendi yang disebabkan oleh gesekan dan kaku sendi pada pagi hari. Sedangkan untuk pencegahan, dokter Nahum membagi dalam tiga aspek, yaitu primer, sekunder, tersier. Untuk primer yang terpenting adalah turunkan berat badan, sedangkan sekunder dengan melakukan penguatan otot dan tetap kurangi obesitas, dan terakhir, tersier, dengan operasi  karena sudah dalam tahap yang parah.

    Baca Juga: Seperti Apa Fisioterapi pada Osteoartritis

    Untuk penanganan OA sendiri bisa dengan latihan fisik atau jasmani berupa latihan aerobik, peregangan atau fleksibilitas, latihan daya otot, latihan akuatik seperti berenang, dan penguatan otot. Tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat nyeri sendi, menurunkan berat badan, dan abnormalitas metabolis. Manfaat lainnya secara fisiologis adalah meningkatkan kesehatan fisik dan mental individu, menurunkan tingkat kekeroposan tulang, dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, diabetes, dan osteoporosis.

    Produk Terkait: Jual Produk Osteoporosis

    Setelah pemaparan, webinar dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari peserta. Salah satu penanya, Dellia Ananta, yang menanyakan mengenai waktu sembuh fisioterapi untuk suaminya yang berumur 60 tahun, dan diketahui menderita osteoarthritis. Untuk hal ini, dokter Nahum menjawab semua tergantung pada tingkatan atau grading penderita OA, dan tentu saja hal ini akan memengaruhi penyembuhan OA melalui fisioterapi. Apabila OA yang diderita cukup berat, pemulihannya akan semakin lama. Namun untuk yang bersifat ringan, rata-rata 2-3 bulan akan membaik jika disertai dengan latihan.

    Baca Juga: Nyeri Sendi

    Untuk pemaparan lebih lengkap mengenai webinar ini, Sahabat bisa menonton langsung pada video YouTube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Osteoartritis, dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan […]

    Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan tidak melaksanakan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan sehingga tercipta banyak kerumunan yang menjadi tempat penyebaran virus.

    liburan akhir tahun 2020

     

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pengurangan liburan akhir tahun 2020 itu sendiri diumumkan oleh Presiden Joko Widodo setelah menerima laporan pertambahan kasus dari Satgas Covid-19. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat terbatas yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 23 November 2020. Libur yang kemungkinan dikurangi adalah yang berkaitan dengan libur Idul Fitri yang digeser pada akhir Desember karena Covid-19. Berdasarkan SKB 3 Menteri yang ditanda tangani dan dikeluarkan pada 4 September 2020, libur Idul Fitri digeser ke tanggal 28-31 Desember 2020 dari sebelumnya 26-29 Mei 2020. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator dan Pembangunan Manusia, Muhadjir Effendy, juga dalam rapat terbatas tersebut. Belum diketahui secara pasti hingga sekarang berapa jumlah hari yang akan dikurangi dalam liburan akhir tahun 2020 ini.

    Berkaitan dengan jumlah kasus yang meningkat karena penerapan 4 kali long weekend dari Juli hingga Oktober, seperti dilansir dari Tirto.id, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, pada 3 November 2020 mengatakan bahwa selama libur panjang akhir pekan terdapat 602.372 orang yang ditegur di tempat wisata karena tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mengenakan masker yang mengalami penurunan.

    Baca Juga: Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Meskipun demikian Satgas Covid-19 masih melihat pada perkembangan yang terjadi di lapangan. Apabila tidak ada penambahan kasus, liburan akhir tahun bisa tetap sesuai dengan jadwal yang semula. Namun jika terdapat penambahan, liburan disarankan dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Dalam hal ini, Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito menyerahkan keputusan seluruhnya pada pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Nah, Sahabat Sehat, jika liburan akhir tahun 2020 dikurangi hari atau ditiadakan sama sekali, sebaiknya Soahabat diimbau jangan berlibur keluar rumah atau mudik, dan sebaiknya di rumah saja supaya meminimalkan penyebaran virus. Sahabat bisa menggantinya dengan kegiatan staycation. Namun apabila liburan tetap ada, supaya Sahabat Sehat selalu sehat dan terhindar dari penyakit terutama penyakit flu yang mempunyai kemiripan dengan Covid-19, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dharmastuti H. Arahan Terbaru Jokowi Agar Libur Akhir Tahun Dikurangi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5267254/arahan-terbaru-jokowi-agar-libur-akhir-tahun-dikurangi?single=1
    2. Taher A. Jokowi Minta Libur Panjang Akhir Tahun Dikurangi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://tirto.id/jokowi-minta-libur-panjang-akhir-tahun-dikurangi-f7iC
    3. Jokowi Putuskan Libur Akhir Tahun Dikurangi : Okezone Economy [Internet]. https://economy.okezone.com/. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314389/jokowi-putuskan-libur-akhir-tahun-dikurangi
    Read More
  • Peristiwa jantung berhenti saat berolahraga kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, pada hari Sabtu, 21 November 2020. Atlet yang pernah mengantar Indonesia meraih emas pada ajang sepak bola SEA Games 1987 itu terkena serangan jantung seusai mencetak gol dan berselebrasi yang mengakibatkan […]

    Yuk, Sobat Ketahui Sebab Jantung Berhenti Saat Berolahraga

    Peristiwa jantung berhenti saat berolahraga kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, pada hari Sabtu, 21 November 2020. Atlet yang pernah mengantar Indonesia meraih emas pada ajang sepak bola SEA Games 1987 itu terkena serangan jantung seusai mencetak gol dan berselebrasi yang mengakibatkan dirinya tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri. Setelah dibawa ke rumah sakit, nyawa mantan atlet nasional ini tidak tertolong.1

    jantung berhenti saat berolahraga

     

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Sebelum Ricky Yakobi, nasib yang sama juga menimpa Ki Seno Nugroho, dalang terkenal asal Yogyakarta, saat bersepeda pada 3 November 2020.2 Kejadian-kejadian ini tentu akan menimbulkan pertanyaan mengapa jantung bisa mendadak berhenti saat berolahraga. Padahal seperti kita ketahui, olahraga adalah aktivitas menyehatkan dan bermanfaat baik untuk jantung, salah satu organ vital pada tubuh manusia. Yuk, Sobat simak penyebab jantung berhenti mendadak saat berolahraga.

    Penyebab Jantung Berhenti

    Ada dua penyebab utama jantung berhenti mendadak saat melakukan aktivitas fisik. Penyebab pertama dikenal dengan sudden cardiac arrest atau SCA. Kondisi ini dapat terjadi pada individu berusia di bawah 35 tahun. SCA menyebabkan henti jantung mendadak karena adanya gangguan aliran listrik di jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dan sirkulasi darah dalam tubuh terhenti. Hal ini bisa terjadi karena adanya hipertrofi kardiomiopati, suatu penyakit genetik yang menyebabkan terjadinya penebalan tidak normal pada otot-otot jantung. Biasanya, kondisi ini jarang disadari karena tidak pernah ada keluhan sebelumnya.3

    Penyebab kedua adalah penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Biasaya penyakit jantung koroner ini terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Serangan jantung dapat menyebabkan kematian otot jantung dan gangguan aliran listrik jantung. Ketika seseorang kerap berolahraga dengan intensitas tinggi, otot jantungnya akan menebal, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko kardiomiopati. Dengan adanya kelainan ini, saat melakukan olahraga yang bersifat kompetitif, seperti sepak bola, tenis, bulu tangkis atau lari maraton, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah agar dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan aliran listrik dapat terganggu.3

    Gejala Gangguan Jantung saat Berolahraga

    Nyeri dada

    Nyeri dada menjadi salah satu gejala utama gangguan jantung saat olahraga. Apabila Sobat merasakan keluhan ini, sebaiknya Sobat hentikan dulu aktivitas fisik dan jangan memaksakan diri untuk melanjutkannya. Segera carilah pertolongan medis apabila nyeri dada tak kunjung reda selama beberapa menit.4

    Baca Juga: Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Sesak Napas

    Sobat sering mengalami sesak napas saat berolahraga? Hal seperti ini juga tidak boleh dianggap remeh karena ternyata sesak napas termasuk gejala awal serangan jantung, bahkan bisa muncul sebelum adanya nyeri di dada.4

    Kepala Pusing

    Kepala pusing saat berolahraga sering terjadi saat kegiatan olahraga yang bersifat kompetitif dan memacu seseorang untuk berpikir agar bisa memenangkan olahraga tersebut. Akan tetapi, rupanya pusing ini juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit yang lebih serius. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, sebaiknya Sobat segera menghentikan olahraga yang sedang dilakukan.4

    Gangguan Irama Jantung

    Olahraga tertentu sering membuat jantung berdebar cukup kencang karena sensasi menegangkan yang ditimbulkan dari olahraga itu sendiri. Pada umumnya, hal ini merupakan kondisi yang normal, namun jika Sobat merasakan jantung berdebar dengan sensasi yang tidak seperti biasanya, kemungkinan gejala ini merupakan pertanda adanya masalah serius pada jantung. Jika Sobat mengalami sensasi berdebar-debar yang tidak biasa, segera cari pertolongan medis.4

    Ketidaknyamanan di Area Tubuh Lainnya

    Selain rasa tidak nyaman dan nyeri dada yang merupakan indikasi adanya masalah pada jantung, rasa tidak nyaman atau nyeri juga bisa menyebar ke area tubuh lainnya, seperti rasa sakit pada lengan, punggung, leher, rahang atau perut.4

    Berkeringat Dingin

    Berkeringat selama berolahraga adalah hal yang normal, namun jika Sobat mengalami keringat dingin disertai mual, maka gejala ini bisa menjadi salah satu gejala serangan jantung yang dapat menyebabkan jantung berhenti saat berolahraga.4

    Apa yang Harus Dilakukan?

    Sebelum berolahraga, pastikan apakah fasilitasi olahraga memiliki peralatan untuk kondisi gawat darurat saat terjadi henti jantung, seperti alat defibrilator otomatis atau automated external defibrillator (AED). Jangan lupa, pastikan ada petugas di tempat olahraga yang siaga dan menguasai peralatan tersebut. Selain petugas, Sobat sendiri diharapkan dapat mengetahui dan memahami tata cara melakukan bantuan hidup dasar yang merupakan tindakan pertolongan pertama saat seseorang mengalami henti jantung dan/atau henti napas. Bantuan ini terdiri dari tindakan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) berupa kompresi dada. Sebaiknya, sobat juga menguasai cara penggunaan alat-alat bantuan hidup dasar, yang tentunya berguna untuk membantu orang yang tidak sadarkan diri akibat serangan jantung. Jangan ragu untuk menanyakannya hal-hal ini kepada petugas di tempat olahraga.5

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Selain itu, yang perlu dilakukan setiap orang adalah mengenali tubuhnya sendiri. Pertama, apakah memiliki riwayat penyakit jantung. Selain itu, perhatikan gaya hidup apakah sudah menjalankan gaya hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, istirahat yang cukup, tidak meminum alkohol, serta mengonsumsi obat-obatan.5

    Produk Terkait: Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Itulah beberapa hal mengenai jantung berhenti saat berolahraga. Dengan mengetahui hal di atas, tentunya Sobat harus berolahraga secara bijak dan tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah letih, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, perlu ditekankan, peristiwa henti jantung ini seharusnya tidak membuat Sobat ingin berhenti atau tidak sama sekali berolahraga. Perlu diingat, bagaimanapun juga olahraga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan dan dibutuhkan untuk membentuk imunitas tubuh yang kuat, terutama di masa pandemi ini. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai serangan jantung saat berolahraga dan penanganannya, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kronologi Ricky Yacobi Meninggal Dunia di Senayan [Internet]. bola.okezone.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://bola.okezone.com/read/2020/11/21/49/2313555/kronologi-ricky-yacobi-meninggal-dunia-di-senayan
    2. Sebelum Meninggal, Dalang Ki Seno Nugroho Merasakan Sakit Saat Bersepeda [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/11/04/09444391/sebelum-meninggal-dalang-ki-seno-nugroho-merasakan-sakit-saat-bersepeda?page=all
    3. Apa Benar Olahraga Bisa Memicu Henti Jantung? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/04/095033220/apa-benar-olahraga-bisa-memicu-henti-jantung?page=all
    4. Kenali Tanda-tanda Awal Serangan Jantung saat Olahraga [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/kenali-tanda-tanda-awal-serangan-jantung-saat-olahraga-1srf0WbqQ1e
    5. Mengapa serangan jantung terjadi saat olahraga [Internet]. Beritagar.id. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/mengapa-serangan-jantung-terjadi-saat-olahraga
    Read More
  • Penyakit tumor otak adalah adanya massa atau pertumbuhan sel secara tidak normal di otak. Jenis tumor otak banyak dan beberapa dapat bersifat jinak, lainnya bersifat ganas sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak yang berakibat pada kematian. Tumor otak dibagi dua, yaitu tumor otak primer yang dimulai dari otak, dan tumor otak sekunder yang dimulai dari bagian tubuh yang lain lalu menyebar ke […]

    Penyakit Tumor Otak, dari Penyebab, Jenis, hingga Pencegahan

    Penyakit tumor otak adalah adanya massa atau pertumbuhan sel secara tidak normal di otak. Jenis tumor otak banyak dan beberapa dapat bersifat jinak, lainnya bersifat ganas sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak yang berakibat pada kematian. Tumor otak dibagi dua, yaitu tumor otak primer yang dimulai dari otak, dan tumor otak sekunder yang dimulai dari bagian tubuh yang lain lalu menyebar ke otak. Pertumbuhan penyakit ini sangat bervariasi. Tingkat pertumbuhan serta lokasinya juga sangat mempengaruhi fungsi sistem saraf. Demikian juga pada pengobatannya.

    penyakit tumor otak

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penyebab Terjadinya Penyakit

    Tumor otak primer dimulai ketika sel normal mengalami mutasi pada DNA. Mutasi ini memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan kecepatan tinggi dan terus hidup ketika sel sehat akan mati. Dari sinilah kemudian tercipta massa sel abnormal yang membentuk tumor. Sedangkan pada tumor otak sekunder biasanya menyerang pada orang-orang yang memiliki riwayat kanker. Tumor otak jenis ini jauh lebih umum terjadi daripada tumor otak primer. Beberapa kanker yang dapat menyebar ke otak dan menyebabkan tumor otak sekunder adalah kanker payudara, kanker usus besar, kanker ginjal, kanker paru-paru, dan melanoma.

    Jenis-jenis Tumor Otak

    Jenis-jenis tumor otak biasanya ada pada tumor otak primer, dan terdapat lebih dari 100 jenis. Namun, tumor otak yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut:

    Glioma

    Tumor ini berawal dari sel glial, yaitu sel yang membantu menjaga kesehatan saraf. Sel-sel ini yang paling sering menjadi ganas. Terdapat beberapa jenis glioma berdasarkan sel yang secara spesifik dijadikan sasaran. Astrositoma merupakan yang paling sering terjadi pada orang dewasa sedangkan glioblastoma adalah jenis tumor glial yang paling agresif.

    Meningioma

    Tumor otak jenis ini terbentuk di meninges, yaitu lapisan tipis jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini tidak ganas tetapi dapat menimbulkan permasalahan karena sifatnya yang menekan otak.

    Schwannoma

    Tumor ini merusak lapisan pelindung sel saraf dan tidak ganas tapi sering menyebabkan gangguan pendengaran atau masalah keseimbangan.

    Adenoma Hipofisis

    Tumor yang satu ini terbentuk di kelenjar pituari yang terdapat di dasar otak. Kelenjar ini mempunyai fungsi penting dalam memproduksi hormon. Adenoma hipofisis tidak ganas dan tumbuh dengan lambat.

    Gejala-gejala Penyakit

    Gejala penyakit tumor otak berbeda-beda sesuai dengan jenis tumor dan keberadaannya dalam tubuh. Hal ini karena area otak yang berbeda mengontrol berbagai fungsi tubuh sehingga letak tumor memengaruhi gejala yang didapat. Beberapa tumor tidak memiliki gejala hingga membesar tetapi dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Namun, ada beberapa tumor yang kemungkinan memiliki gejala yang berkembang perlahan.

    Baca Juga: 5 Perbedaan Tumor dan Kanker yang Perlu Sobat Ketahui

    Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:

    • Sakit kepala yang tidak kunjung membaik jika diobati dengan obat sakit kepala biasa, dan biasanya lebih sering terjadi dari biasanya
    • Kejang terutama pada orang yang tidak memiliki riwayat kejang
    • Perubahan dalam bicara atau pendengaran
    • Perubahan dalam penglihatan seperti penglihatan yang kabur
    • Masalah keseimbangan
    • Masalah saat berjalan
    • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
    • Masalah dengan memori
    • Kepribadian yang berubah
    • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
    • Kelemahan di salah satu bagian tubuh
    • Muntah tanpa mengalami mual di pagi hari

    Meskipun begitu, gejala yang terjadi tergantung pada situasi dan kondisi. Oleh karena itu, segra konsultasikan ke dokter mengenai gejala-gejala diatas.

    Selain gejala-gejala umum di atas juga terdapat gejala-gejala lain sebagai berikut:

    • keluarnya cairan dari puting susu atau galaktorea
    • kurangnya menstruasi pada wanita
    • perkembangan jaringan payudara pada pria, atau ginekomastia
    • pembesaran tangan dan kaki
    • kepekaan terhadap panas atau dingin
    • peningkatan jumlah rambut tubuh, atau hirsutisme
    • tekanan darah rendah
    • kegemukan

    Faktor Risiko Tumor

    Faktor-faktor risiko yang dapat memengaruhi meningkatnya penyakit ini adalah sebagai berikut:

    Sejarah Penyakit dalam Keluarga

    Hanya sekitar 5-10% tumor diturunkan secara genetik atau turun-temurun. Tumor otak merupakan penyakit yang tidak membawa sifat genetik. Setelah mengetahui siapa saja di keluarga yang pernah punya riwayat tumor otak hendaknya konsultasikan kepada dokter, dan dokter akan merekomendasikan seorang konselor genetik untuk membantu memahami informasi mengenai penyakit yang diderita secara genetik.

    Usia

    Usia merupakan faktor risiko seseorang dapat menderita tumor otak karena beberapa jenis tumor ini malah dapat meningkat seiring bertambahnya usia.

    Ras

    Faktor ras juga mempengaruhi, dan biasanya secara umum lebih sering terjadi pada orang Kaukasia daripada ras-ras lain seperti Mongoloid di Asia.

    Terpapar bahan kimia

    Risiko tumor otak juga terjadi karena terpapar bahan kimia yang memang mengandung zat-zat kimia yang dapat memengaruhi otak.

    Terpapar radiasi

    Radiasi yang diakibatkan oleh ledakan nuklir dapat meningkatkan faktor risiko tumor otak. Selain radiasi dari ledakan nuklir terapi kanker radiasi tinggi juga mempengaruhi karena dapat menghasilkan radiasi pengion, dan risikonya cukup tinggi.

    Tidak Pernah Terkena Cacar Air

    Menurut American Brain Tumor Association, orang dengan riwayat cacar air pada masa kanak-kanak memiliki risiko yang lebih rendah terkena tumor otak daripada yang tidak.

    Penanganan

    Penanganan pada penyakit tumor otak bergantung pada sejumlah faktor seperti jenis, lokasi, dan ukuran tumor, serta usia pasien dan kesehatan umum. Metode untuk orang dewasa dan anak-anak juga berbeda. Penanganan dapat melalui pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi.

    Operasi

    Tindakan ini adalah yang paling umum dilakukan untuk menangani sebagian besar tumor otak. Ahli bedah saraf akan membuat lubang di tengkorak supaya tumor dapat diangkat, dan dinamakan dengan kraniotomi. Dalam hal ini dokter akan berupaya semampunya mengangkat tumor yang ada. Namun, jika hanya sebagian yang mampu diangkat, pengobatan dilanjutkan  dengan terapi radiasi atau kemoterapi. Apabila tumor tidak dapat diangkat, dokter akan melakukan biopsi menggunakan jarum melalui CT scan dan MRI untuk menentukan lokasi tumor.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Terapi radiasi

    Penanganan kedua adalah melalui terapi radiasi atau radioterapi yang menggunakan sinar berkekuatan tinggi untuk merusak sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Biasanya terapi radiasi digunakan untuk menghancurkan tumor yang tidak dapat diangkat atau tidak memungkinkan dengan pembedahan. Terapi ini terdiri dari dua cara, yaitu eksternal dan implan. Selain dengan radiasi, penanganan juga menggunakan gamma knife atau pisau gamma, yaitu dengan teknik radiasi dosis tinggi tunggal yang focus dan tepat ke sasaran.

    Kemoterapi

    Kemoterapi adalah cara terakhir dalam penanganan tumor otak. Cara ini dilakukan dengan penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau tumor. Obat yang digunakan dapat satu atau kombinasi, dan diberikan dengan dikonsumsi langsung ke dalam mulut atau melalui suntikan ke pembuluh darah atau otot.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Pencegahan

    Pencegahan untuk menurunkan risiko terjadinya tumor otak tidak ada yang terlalu spesifik. Berikut  adalah tindakan yang secara umum dapat membantu mencegah terkena tumor:

    • Menjalani dan mempertahankan gaya hidup sehat
    • Istirahat yang cukup
    • Menjalankan diet seimbang
    • Masukkan makanan kaya antioksidan dalam setiap menu
    • Pertahankan berat badan optimal
    • Hindari makanan olahan
    • Tidak merokok sama sekali atau jika merokok usahakan berhenti
    • Jalani pemeriksaan medis sesuai rekomendasi

    Itulah Sobat mengenai penyakit tumor otak yang cukup berbahaya jika tidak segera ditangani karena akan menimbulkan berbagai komplikasi seperti timbulnya cairan di otak (hidrosefalus), pembengkakan otak, dan gangguan pada saraf. Penanganan dan pencegahan yang tepat akan mampu meminimalkan risiko yang ada. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tumor otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk penanganan dan pencegahan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Brain tumor – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084
    2. Brain Tumor: Types, Risk Factors, and Symptoms [Internet]. Healthline. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/brain-tumor#risk-factors
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Brain Tumor [Internet]. WebMD. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumors-in-adults#1
    4. Brain Tumor Treatment [Internet]. ucsfhealth.org. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.ucsfhealth.org/conditions/brain-tumor/treatment
    5. Brain Tumor: Causes, Symptoms,Treatments and Prevention – Medlife Blog: Health and Wellness Tips [Internet]. Medlife.com. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.medlife.com/blog/brain-tumor-causes-symptoms-treatments-prevention/#what-causes-brain-tumor
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja