Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 251–260 of 868 results

  • Bagian kewanitaan merupakan bagian penting untuk selalu dijaga kesehatannya. Permasalahan seputar area intim wanita yang banyak dikeluhkan hendaknya langsung dikonsultasikan kepada dokter. Yuk, kita cari tahu mengenai gangguan yang dapat terjadi. Gangguan Menstruasi Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami wanita. Siklus menstruasi wanita ada yang pendek dan ada yang panjang. Normalnya siklus menstruasi wanita sekitar […]

    Let’s Talk About Our Intimacy #Kamisehat

    Bagian kewanitaan merupakan bagian penting untuk selalu dijaga kesehatannya. Permasalahan seputar area intim wanita yang banyak dikeluhkan hendaknya langsung dikonsultasikan kepada dokter. Yuk, kita cari tahu mengenai gangguan yang dapat terjadi.

    Gangguan Menstruasi

    organ intim wanita

    Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami wanita. Siklus menstruasi wanita ada yang pendek dan ada yang panjang. Normalnya siklus menstruasi wanita sekitar 28-35 hari. Nah, gangguan menstruasi yang sering terjadi adalah amenore (tidak menstruasi), dysmenore (nyeri saat menstruasi), dan perdarahan abnormal.

    Infeksi Ginekologi yang sering terjadi

    Bagian kewanitaan wanita rentan terhadap infeksi. Beberapa infeksi yang sering terjadi antara lain alergi, gatal dan bengkak pada vulva, keputihan, infeksi saluran kemih, radang pada serviks, endometritis (peradangan pada lapisan rahim), infeksi saluran telur (hydrosalpingitis), dan abses ovarium (sel telur).

    Tumor organ reproduksi

    Tumor pada organ reproduksi sering terjadi pada wanita. Tumor jinak yang sering terjadi adalah kista simpel, kista endomertiosis dan miom uteri. Selain itu, tumor yang ganas juga dapat terjadi yang dapat menyebabkan perubahan bentuk pada organ reproduksi dan sering ditandai dengan mudah berdarah.

    Kanker mulut rahim (serviks)

    Penyebabnya adalah Human Papiloma Virus (HPV). Pencegahan kanker serviks adalah dengan deteksi dini kanker serviks dengan menggunakan asam asetat (Tes IVA), pap smear, kolposkopi atau pemeriksaan HPV. Kemudian, pencegahan lain yang tak kalah penting adalah vaksinasi yang sudah dapat diberikan mulai usia 11 tahun.

    Kapan skrining dan deteksi dini dilakukan?

    Deteksi dini kanker serviks dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual pertama, setiap 3 tahun untuk wanita usia 21-65 tahun, dan bila hasil pemeriksaan selama 10 tahun tidak ada kelainan maka pemeriksaan tidak lagi diperlukan pada wanita di atas 65 tahun.

    Apakah penyebab siklus haid perempuan menjadi lebih panjang atau pendek dari sebelumnya?

    Terjadinya perubahan siklus salah satunya dapat diakibatkan pengaruh dari hormonal. 

    Sebaiknya periksa ulang ke dokter untuk pemeriksaan USG dan konsultasi lengkap karena untuk siklus menstruasi dokter harus lengkap dalam memberikan penjelasan.

    Apakah pemeriksaan pap smear diperbolehkan bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual?

    Apakah sudah pernah berhubungan sexual? Bila sudah pernah berhubungan seksual sebaiknya dilakukan pemeriksaan HPV dulu melalui pap smear, bila belum pernah berhubungan seksual disarankan untuk vaksinasi HPV.

    Apakah diperlukan pemeriksaan pap smear bila ada keluhan keputihan yang berbau dan berubah warna? 

    Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan keputihan untuk mengetahui penyebab keputihan.

    Apakah KB IUD menimbulkan efek kesehatan pada organ intim wanita? 

    IUD merupakan jenis KB yang paling dianjurkan, bila ada masalah semua bisa diselesaikan dengan kontrol teratur, dan harus lebih memperhatikan kesehatan organ kewanitaan. Mulailah dengan menjaga organ intim Sahabat agar selalu bersih.

    Apakah wanita yang belum menikah wajib melakukan vaksinasi HPV?

    Bila sudah pernah melakukan hubungan seksual sebaiknya dilakukan pemeriksaan pap smear dulu sebelum vaksinasi, bila belum pernah berhubungan seksual disarankan untuk vaksinasi HPV.

    Berapakah peluang seorang anak dengan genetik kanker dari ayah dan ibu untuk berpeluang terkena kanker? Apakah faktor genetik merupakan faktor dominan seseorang bisa terserang kanker?

    Mutasi genetik yang diturunkan memiliki peran yang besar terhadap 5%-10% terhadap jenis kanker. Selain faktor genetik, banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang terkena kanker seperti usia, konsumsi alkohol, terpapar zat kimia penyebab kanker, peradangan kronis, diet, hormon, infeksi, kegemukan, radiasi, sinar matahari dan rokok. 

    Apakah MSG/ penyedap rasa memegang peranan dominan dalam tumbuhnya sel kanker dalam tubuh kita?

    MSG dapat menjadi pencetus terjadinya mutasi atau perubahan sel, tetapi ini juga dalam jangka waktu lama tidak serta merta penyebab langsung dan dalam jangka waktu dekat.

    Bagaimana cara merawat bagian organ intim yang baik untuk menghindari terjadinya penumpukan bakteri, dan apakah boleh menggunakan sabun antiseptik tertentu untuk bagian intim tersebut dalam jangka waktu lama?

    Sebaiknya membersihkan organ intim secara higienis saja sudah cukup tidak perlu berlebihan karena pada dasarnya pada vagina terdapat banyak bakteri/flora normal.

    Apakah bila ada benjolan di daerah kelamin itu berbahaya?Padahal  belum pernah melakukan hubungan seksual

    Benjolan seperti itu biasanya terjadi pada daerah bibir vagina. Benjolan  terjadi karena infeksi akibat saluran yg tersumbat. Bila keluhan masih ada sebaiknya kontrol ke dokter.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum. Baca Juga: Selain Oplas, Berikut 8 Cara Mencegah Penuaan Dini Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ […]

    Apa Itu Active Aging: Penyakit Degeneratif?

    Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum.

    Baca Juga: Selain Oplas, Berikut 8 Cara Mencegah Penuaan Dini

    Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya memengaruhi fungsi organ secara menyeluruh.

    Proses penuaan yang tidak dapat dicegah ini  tentunya dapat dihambat lajunya, agar tubuh tetap berfungsi dengan maksimal walaupun usia bertambah. Gaya hidup sehat dan pencegahan dengan cara melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin dapat dilakukan agar tubuh terhindar dari penyakit degeneratif.

    Semua hal di dunia ini ada sebab dan akibat, ada yg bisa dihindari dan tidak. Salah satu yang kita tidak bisa hindari adalah UMUR. Umur manusia rentang antara 55-70 tahun untuk bangsa kita. Namun, bukan masalah umur yang jadi masalah tetapi apakah kita bisa tetap produktif sampai di ujung waktu, apakah kita bisa berkontribusi bagi sekitar kita atau apakah kita menyusahkan keluarga atau teman kerja dan sekitar kita dalam hal kesehatan. Hal ini karena usia 35 tahun keatas manusia sudah mulai mengalami penyakit degeneratif.

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Penyakit degeneratif adalah suatu kumpulan penyakit yang timbul karena proses penuaan, kelemahan organ, perubahan anatomi tubuh dan banyak hal lainnya yang disebabkan karena kebiasaan makan dan aktivitas sehari-hari.

    Beberapa contoh penyakit ini adalah hipertensi, osteoporosis, osteoartritis, hiperlipidemia, diabetes, ataupun gangguan ginjal dan jantung koroner. Bila kita cermati, penyebab terjadinya penyakit ini pada saat tua adalah kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan makan makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi serat, konsumsi padat energi, obesitas, stres,dsb.

    Beberapa makanan yang dapat menjadi penyakit degeneratif adalah daging berlemak, makanan cepat saji (junk food), minuman bersoda (soft drink), mentega, margarim, krim, santan, alkohol, gula, minyak.

    Nah, bagaimana cara mencegah agar kita tidak terkena penyakit degeneratif?Kita dapat melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat antara lain konsumsi makanan sehat, perbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, kelola stres, hindari rokok dan alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan skrining rutin untuk mengetahui penyakit yang ada.

    Apa bedanya pemeriksaan kolesterol di laboratorium dengan yang biasa dilakukan secara instan/tusuk jari?

    Perbedaan secara mendasar adalah dari cara pengambilannya. Bila pengambilan dilakukan instan, darah yang diambil berasal dari pembuluh darah kapiler atau ujung dari tubuh, hasilnya hanya nilai kolesterol. Jika dengan pemeriksaan laboratorium akan keluar hasil yang lebih banyak karena proses pengambilan sampel yang banyak dari pembuluh darah yang cukup besar, kemudian hasil pun beragam seperti kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, dan sebagainya. Namun, bukan berarti tes instan tidak bermanfaat karena bisa melihat untuk proses yang cepat dalam melakukan skrining.

    Apakah yang dimaksud dengan tes kekentalan darah dan fungsinya apa?

    Kekentalan darah disebabkan karena hemokonsentrasi atau peningkatan LED atau laju endap darah. LED penting dalam hal skrining karena bisa menjadi petunjuk adanya peradangan dan infeksi pada tubuh. Salah satu contoh pada kasus TBC atau tuberkulosis. Laju endap darah sangat diperhitungkan untuk menegakkan diagnosa tersebut.

    Pemeriksaan untuk MCU sebaiknya kapan dilakukan?

    MCU sebaiknya dilakukan berkala, tergantung dari kebutuhan. Salah satu contohnya jika diabetes bisa dilakukan perbulan untuk cek gula lain2 secara umum sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali.

    Jika hasil asam urat saya awalnya tinggi, lalu sudah minum obat terus turun jadi normal, Apakah perlu  minum obat lagi? Kapan harus dicek ulang asam uratnya?

    Nah, bila ada keluhan asam urat, yang harus dicek bukan hanya asam urat saja. Perlu kita ketahui bahwa asam urat diproses melalui filtrasi pada ginjal. Bila asam urat kita tinggi, kita juga perlu mengecek fungsi ginjal. Jika tinggi perlu minum obat, tetapi yang paling penting adalah mengubah kebiasaan makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kemudian, Asam urat dapat dicek ulang tiap bulan jika mempunyai gejala penyakit arthritis gout atau radang sendi akibat asam urat.

    Baca Juga: 3 Makanan Penyebab Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

    Apa bedanya osteoporosis dan osteoartritis?Bagaimana pencegahannya?

    Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan densitas tulang, atau berkurangnya komposisi kalsium pada tulang. Osteoartritis adalah peradangan sendi yang terjadi akibat pergesekan atau trauma pada sendi bisa karena timbulnya spur atau benjolan-benjolan tulang pada sendi karena proses penuaan, sehingga mencederai bantalan sendi dan mengakibatkan radang.

    Produk Terkait: Jual Suplemen dan Susu Kalsium

    Pencegahan osteoporosis dan osteoartritis dapat dilakukan dengan makan makanan yg bergizi, bukan hanya suplemen kalsium saja dan harus olahraga secara rutin, tapi hindari gerakan yang aktif dan tiba-tiba.

    Pemeriksaan laboratorium apa yang disarankan pada orang tua / lansia?

    Pada orang tua disarankan melakukan pemeriksaan medical check up minimal setahun sekali. Pemeriksaannya bermacam-macam berupa darah lengkap, kadar gula, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal dan hati, kepadatan tulang, kadar kalsium dalam darah, dsb.

    Baca Juga: Apa Itu Diaper Rush

    Apakah yang dimaksud dengan kencing batu dan apa pemeriksaan laboratorium untuk mengetahuinya?

    Gejala kencing batu bermacam-macam, awalnya bisa hanya sakit pinggang, kemudian mules seperti ingin buang air besar, kencing terasa sakit, kadang disertai muntah. Jika gejala lanjutan bisa mengalami nyeri kolik atau nyeri hebat yang tidak bisa ditahan.

    Diagnosa kencing batu dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG abdomen atau ginjal, cek urin, cek BNO IVP (pemeriksaan radiografi pada sistem urinaria dari ginjal, ureter hingga kandung kemih dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh darah vena).

    Jika seseorang diketahui menderita hepatitis, mengapa harus mengobati penyakitnya dulu baru dilakukan vaksinasi?

    Nah, sekarang harus paham fungsi vaksin itu apa. Vaksin itu merupakan bakteri/virus yang dilemahkan, baik aktif atau pasif. Seandainya kita membunuh bakteri yang sedikit,  tubuh kita akan mempunyai memori bagaimana cara membunuhnya. Tahapan vaksin kedua membuat tubuh semakin jago dalam membasmi bakteri tersebut dan akhirnya punya unit tentara sendiri dalam menghadapi kuman tersebut yg sering disebut antibodi.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Kenapa jika sudah terdiagnosis penyakit hepatitis tidak boleh diberikan vaksinasi? Nah, artinya tentara tubuh atau antibodi kita sudah kalah. Sehingga, buat apa malah di tambahin bakteri yang sama yang sudah mengalahkan tubuh, artinya malah menambahkan penyakit.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penyakit degeneratif dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan monkeypox. Pada tahun 1970, virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Republik Demokratik Kongo. Kemudian, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan peliharaan eksotis (praire dog) […]

    Mari Cari Tahu lebih dalam tentang MonkeyPox

    Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan monkeypox. Pada tahun 1970, virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Republik Demokratik Kongo. Kemudian, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan peliharaan eksotis (praire dog) yang terinfeksi dari tikus dari Afrika yang masuk ke Amerika tahun 2003.

    monkeypox

    Baca Juga: Waspadai Monkeypox yang Dapat Menyerang Anda

    Kejadian Luar Biasa (KLB) Monkeypox terjadi di Nigeria tahun 2017. Kasus terakhir yang menarik perhatian adalah di Singapura, ada warga Nigeria yang menderita monkeypox, dan 23 orang yang kontak erat dengannya sudah dikarantina. Wilayah yang terjangkit Monkeypox global adalah Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Pantai Gading,  Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan)

    Monkeypox merupakan virus golongan orthopoxvirus yang menular dari hewan ke manusia. Hewan penular di negara terjangkit antara lain monyet,  anjing prairie, tupai, dan tikus Gambia. Monkeypox menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh/kulit hewan yang terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan yang terkontaminasi. Penularan antarmanusia sangat mungkin, tapi jarang.

    Masa inkubasi biasanya 6-16 hari tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. Fase prodromal dapat berlangsung 1-3 hari, seperti demam sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Fase selanjutnya adalah fase erupsi yang merupakan fase paling infeksius. Fase ini ditandai dengan ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap mulai dari bintik merah seperti cacar makulopapula lepuh berisi cairan bening (lepuh berisi nanah) kemudian mengeras krusta atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

    Beda Monkeypox, Smallpox (variola) dan Chickenpox (cacar air)

    Karakteristik Monkeypox Smallpox Chickenpox
    Cara penularan Kontak dengan: Darah, cairan tubuh, luka terbuka pada hewan,konsumsi

    daging terinfeksi

    Percikan air liur atau kontak langsung dengan tubuh penderita yang terinfeksi Kontak langsung

    dengan tubuh

    penderita yang

    terinfeksi

    Masa inkubasi 5-21 hari 7-19 hari 5-7 hari
    Gejala dan tanda Khas:

    Pembengkakan

    kelenjar getah bening

    Tidak ada

    pembengkakan

    kelenjar getah

    bening

    Ruam dengan

    vesikel yang gatal

    Cara pencegahan Tidak ada vaksin,

    hindari faktor risiko

    dan daerah endemis

    Pernah ada vaksin

    tapi tidak

    diproduksi lagi

    sejak 1980

    Vaksin varicella

    (98%) efektif

    Beratnya penyakit Gejala ringan tapi

    tingkat

    perburukannya

    1-10%

    Perdarahan organ

    dalam sehingga

    dapat memburuk

    20-60%

     

    Secara kasat mata monkeypox sulit membedakan dengan penyakit ruam lain seperti cacar air, campak, kudis, sifilis, alergi obat, dan infeksi kulit karena bakteri. Diagnosis dengan tepat adalah dengan memeriksakan ke laboratorium.

    Baca Juga: Cacar Air dan Pencegahan yang Bisa Kamu Coba

    Perawatan Penderita Monkey Pox:

    • Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi untuk monkey pox
    • Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul
    • Penderita akan diisolasi guna mencegah penularan pada fase erupsi
    • Daya tahan tubuh penderita menurun, sehingga rentan terkena penyakit lain

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-jenis Vaksin

    Pencegahan Penularan Monkey Pox

    • Perilaku hidup bersih sehat dengan mencuci tangan dengan air sabun atau cairan pembersih desinfektan lain
    • Hindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan daging yang tidak dimasak dengan baik
    • Hindari kontak fisik dengan penderita termasuk tempat tidur dan bajunya
    • Hindari kontak dengan hewan liar/ konsumsi daging hasil buruan
    • Bagi pelancong yang bepergian ke daerah endemis hendaklah memeriksakan diri bila ada gejala diatas dalam waktu < 3 minggu setelah pulang
    • Tenaga medis memakai alat pelindung diri ketika memeriksa pasien yang terinfeksi.

    Monkeypox atau cacar monyet memang tidak bisa divaksin seperti penyakit lainnya. Namun, Sobat tidak perlu khawatir. Yang penting tetap menjaga kebersihan. Apabila Sobat menderita jenis cacar yang lain seperti cacar air, Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni: Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia Lansia (65 tahun ke atas ) Lansia resiko tinggi , yaitu lansia yang […]

    Inilah Pentingnya Olahraga untuk Lansia

    Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni:

    • Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia
    • Lansia (65 tahun ke atas )
    • Lansia resiko tinggi , yaitu lansia yang berusia lebih dari 70

    Lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik setiap harinya. Aktivitas fisik dapat diartikan sebagai setiap gerakan tubuh yang membutuhkan pengeluaran energi. Ini termasuk setiap gerakan yang Anda lakukan sepanjang hari (tidak termasuk duduk diam atau berbaring). Aktivitas ini contohnya adalah berjalan ke dapur, naik tangga, memotong rumput, mencuci, memasak dan bahkan membersihkan rumah dianggap sebagai aktivitas fisik. Olahraga adalah jenis aktivitas fisik tetapi tidak setiap aktivitas fisik adalah olahraga.

    Baca Juga: Mau Olahraga? Eits, Sebelum Mulai, Santap 6 Makanan Berikut!

    Sedangkan olahraga adalah kegiatan yang direncanakan, terstruktur, dan berulang dengan tujuan meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Latihan dalam olahraga mencakup beberapa aspek sebagai berikut:

    • Latihan Keseimbangan
    • Latihan Aerobik
    • Latihan Kekuatan
    • Latihan Fleksibilitas

    Saat ini, telah banyak para ahli kesehatan yang memasukkan olahraga sebagai sarana untuk mempercepat kesembuhan, seperti masalah pada lutut dan pinggang, banyak para dokter ahli menganjurkan pasien untuk berenang maupun jalan pagi. Selain upaya rehabilitatif, olahraga juga berguna dalam hal preventif. Hal ini karena olahraga dapat:

    • Menurunkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes tipe 2
    • Menurunkan risiko kanker usus dan kanker payudara
    • Meningkatkan suasana hati dan mampu mengatur tingkat stress
    • Meningkatkan kekuatan otot dan sendi, fleksibilitas, keseimbangan dan mobilitas
    • Menurunkan risiko jatuh dan meningkatkan fungsi kognitif

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Olahraga yang dianjurkan adalah aktivitas fisik aerobik intensitas sedang: 150 menit /minggu atau minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu, contoh jalan cepat, sepeda statis dan dapat dikombinasi dengan latihan kekuatan otot yang melibatkan otot-otot besar minimal 2x seminggu. Contoh latihan kekuatan otot Home-based resistance programme adalah Body-weight, pemberat tungkai, elastic resistance band, dan dumbell. Kemudian, latihan fleksibilitas juga dilakykan dengan tujuan menggerakkan sendi sampai ke rentang gerak yang maksimal, contohnya peregangan statis, yoga, menari, tai chi, dan latihan aquatik.

    Olahraga dengan intensitas sedang untuk latihan aerobik bagi lansia dapat dilakukan melalui beberapa cara:

    1. Denyut nadi: 65-80% Denyut Nadi Maksimal, DNM= 220 – usia
    2. Talk test : dapat berbicara atau mengucapkan kalimat tanpa terengah-engah, tapi tidak dapat bernyanyi.

    Lansia biasanya malas berolahraga karena patokan pada angka (usia), perubahan hormon dan anggapan bahwa sudah terlambat untuk olahraga di usia lanjut dan minder pada yang lebih muda adalah penyebab terbesar kemalasan pada lansia. Mereka seringkali memiliki masalah lansia seperti  masalah di persendian seperti sakit lutut,bahu, pinggul , osteoporosis, dan masalah di persyarafan seperti saraf kejepit, alzheimer, demensia, stroke, parkinson, serta metabolic syndrome seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan beberapa kondisi lainnya.

    Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut Riskesdas 2018, lansia yang mengalami keluhan tersebut memiliki angka yang cukup banyak, yaitu: stroke (10,9%), penyakit sendi (7,3%), diabetes mellitus (2,0%), penyakit jantung (1.5%), hipertensi (8.4%), obesitas (21.8%), dan aktivitas fisik kurang (33,5 %). Faktor resiko tersebut yang terkadang dianggap sebagai hal yang akan memperparah kondisi tersebut, padahal jenis dan tipe olahraga itu banyak sekali, yang artinya dengan kondisi tersebut, lansia tetap dapat berolahraga. Ketahui kondisi Anda dan konsultasikan secara berkala untuk mengetahui jenis dan tipe olahraga yang tepat bagi Anda.

    Ada banyak sekali latihan  yang dapat dilakukan dirumah salah satunya adalah latihan penguatan otot. Otot paha depan. Latihan ini sangat penting karena saat kita berjalan, duduk ke berdiri, jongkok ke berdiri dan berdiri lama, kita menggunakan otot tersebut. Cukup rentangkan kaki ke depan, lutut lurus dan paha depan langsung kenceng.

     

    Keterangan gambar:

    1. Pojok kiri atas:  latihan untuk otot bokong, kaki kiri dibawa ke belakang dan diangkat ke atas. Rasakan tarikan di bokong
    2. Pojok kanan atas : latihan untuk otot belikat (baik untuk postur agar tegak), badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan.
    3. Kiri bawah: latihan untuk otot belikat juga tetapi versi mudahnya, badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan. Latihan ini boleh dibantu dengan kaki kanan maju ke depan, agar lebih stabil
    4. Kanan bawah: latihan kekuatan otot leher, taruh handuk di kening, lalu coba tekan handuk menggunakan kening.

    Keterangan gambar:

    Tangan ditekuk dan siku dekat ke arah tubuh, kemudian, bagi  bapak ibu yang duduknya membelakangi tembok, sikunya boleh didorong melawan tembok. Nah, jadi siku kanan dan kiri dibawa ke arah tembok. rasakan otot yang kencang di bagian belakang

    Keterangan gambar:

    Latihan untuk otot lengan belakang atau trisep. Otot ini sangat penting khususnya untuk pasien stroke atau pasien yg berada di kursi roda karena otot ini membantu menopang tubuh saat pasien ingin berdiri dari kursi roda atau tempat duduk. Caranya: bawa kedua lengan, ke arah belakang, melewati tubuh, kemudian di posisi tersebut, tekuk dan luruskan siku ke belakang. dan rasakan otot yang kenceng ada di lengan belakang.

    Jika sebelumnya Anda belum aktif berolahraga dan baru ingin memulai berolahraga, Anda dapat mulai dengan perlahan untuk mencapai goal Anda. Dosis dan jenis latihan tergantung pada

    usia dan kesehatan Anda. Konsultasikan pada dokter spesialis olahraga kami untuk menentukan program olahraga terbaik untuk Anda.

     

    Lansia yang memiliki masalah karena sindrom metabolik seperti diabetes dan kolesterol serta mengalami insomnia dan jalan mulai bungkuk, olahraga apa yang tepat untuk dilakukan?

    Bila masih bisa jalan, latihan aerobiknya bisa dengan jalan kaki. dan tambahkan latihan kekuatan. Bila kesulitan jalan, latihan duduk dapat sering dilakukan. Total latihan 15 -20 menit pertama, biasanya boleh jalan ditempat dulu. Kemudian sedikit mobilisasi untuk tulang belakang dan tentunya penguatan otot. Secara umum, dosis olahraga aerobik yang sebaiknya dilakukan mencapai 150 menit per minggu dan  bisa dipecah jadi 30 menit setiap hari atau 5 kali seminggu.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Olahraga dapat dilakukan pada  pagi hari kalau bisa kena matahari sebelum jam 9 pagi supaya vitamin D terserap dengan baik dan membantu mencegah osteoporosis atau tulang keropos.

    Posisi tubuh yang cenderung membungkuk, sebetulnya bisa dilatih. asalkan bukan kelainan tulang belakang sedari dulu. Latihan mobilisasi dan penguatan otot punggung / penegak tubuh, pasti memberikan hasil untuk postur yang lebih baik.

     

    Olahraga apa yang tepat untuk lansia yang pernah mengalami cedera lutut?

    BIla lansia terkena radang sendi atau osteoartritis, olahraga atau latihan penguatan otot kaki sebaiknya dilakukan.

     

    Olahraga atau aktivitas apa yang dapat dilakukan pada pasien pasca stroke dengan kelemahan tungkai?

    Aktivitas menendang bola perlahan dapat dilakukan. Kemudian, bila otot kaki sudah kuat, latihan dapat ditingkatkan menjadi latihan duduk berdiri perlahan-lahan.

    Apabila Sobat mempunyai pertanyaan dan informasi lanjutan soal lansia, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Digitalisasi Faskes untuk Membangun Ekosistem Digital Kesehatan yang Terhubung

    Semakin berkembangnya dunia digital menyebabkan konsumen sudah mengakses layanan/produk dari perusahaan secara digital. Perusahaan juga sudah melakukan automatisasi digital, artificial intelligence akan menggantikan peran profesi di seluruh dunia seperti smartwatch atau self-driving car. Bagaimana di dunia kesehatan?

    Baca Juga: Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi di Bidang Kesehatan

    Industri kesehatan di Indonesia masih menghadapi tantangan interoperabilitas, transformasi digital, dan pengelolaan data. Masalah yang masih harus dihadapi:

    1. Sebanyak 1.440 triliun rupiah habis untuk menangani masalah interoperabilitas setiap tahunnya. Interoperabilitas adalah diskoneksi antara satu entitas layanan kesehatan dengan yang lainnya, permasalahan rujukan antara klinik ke rumah sakit atau antar rumah sakit.
    2. Sebanyak 210 dari 504 kabupaten/kota belum memiliki jaringan komunikasi data untuk pelaksanaan e-kesehatan,
    3. Sebanyak 61% Daerah Tingkat II tidak melaporkan data kesehatan prioritas.

    Baca Juga: Peran dan Efektivitas Telemedisin Bagi Kesehatan Anak

    Fasilitas kesehatan memainkan peranan penting dalam memperbaiki ekosistem kesehatan Indonesia. Belum terhubungnya pelayanan kesehatan di Indonesia menimbulkan berbagai masalah untuk semua pihak, antara lain:

    1. Pasien tidak mengetahui kenapa klaim asuransinya ditolak
    2. Pihak asuransi sulit untuk melakukan validasi klaim dengan dokumen yang kurang lengkap.
    3. Jadwal dokter sering berubah dan tidak pasti
    4. Dokumen fisik harus dibawa dari klinik/RS rujukan
    5. Dokter membatalkan jadwal praktek karena operasi
    6. Dokter mengalami kesulitan dalam mengakses rekam medis sebelumnya di layanan kesehatan lain, sehingga harus mendiagnosa ulang.
    7. Dokter terbiasa menulis di kertas dan kesulitan bila harus berhadapan dengan komputer.
    8. Pengelola faskes khawatir berbagi rekam medis dengan pihak lain
    9. Pengelola faskes mengalami kesulitan proses verifikasi klaim dan pencairannya
    10. Pengelola faskes kesulitan untuk mendigitalisasikan rekam medis

    Menghubungkan semua stakeholder adalah kunci terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih baik. Dengan faskes yang telah terdigitalisasi dan terhubung dengan baik ke dokter, pasien, mitra asuransi & farmasi, serta pemerintah, akan tercipta ekosistem kesehatan yang lebih baik dan lebih siap dalam menerapkan sistem universal healthcare coverage (UHC) di Indonesia.

     

    Read More
  • Home Care Visit

    Medical visit at home dapat menjadi salah satu solusi pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke layanan kesehatan dan menunggu antrian disana. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya Anda, terhindar dari macet, kelelahan saat di rumah sakit dan risiko penularan penyakit di Rumah Sakit.

    Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan sebelum medical visit:

    • Siapkan daftar pertanyaan atas masalah yang dihadapi terkait kondisi pasien
    • Siapkan diri untuk menceritakan sejelas mungkin terkait tanda dan gejala yang terjadi pada pasien
    • Siapkan diri dan dokumen-dokumen riwayat penyakit pasien
    • Siapkan alat dan bahan yang diperlukan saat medical visit

    Sahabat dapat bertanya kepada petugas medis yang datang seputar kesehatan pasien:

    • Apa yang mungkin menyebabkan kondisi pasien terjadi?
    • Apa saja pilihan perawatan terbaik untuk pasien?
    • Apa manfaat perawatan yang dilakukan?
    • Apa dampak perawatan yang dilakukan terhadap pasien?
    • Mengapa perawatan yang dilakukan penting untuk diikuti?
    • Apa yang terjadi jika perawatan yang direkomendasikan tidak dilakukan?

    Pada kunjungan ke rumah terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan:

    1. Cek kondisi kesehatan oleh tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapi.
    2. Perawatan medis di rumah seperti infus, perawatan luka, injeksi, vaksinasi, perawatan pasien dengan selang kencing, perawatan pasien dengan selang makan, trakeostomi, ventilator, kolostomi, dan sebagainya.
    3. Perawatan non-medis di rumah seperti pendampingan oleh tenaga kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pasien (makan, mandi, mobilisasi, minum obat, dll).

    Perawatan kunjungan ke rumah dapat diperoleh melalui layanan kesehatan terdekat seperti Rumah Sakit, puskesmas, klinik atau homecare.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Penemuan kasus satu orang pasien dengan Monkeypox atau cacar monyet membuat orang harus waspada terhadapnya. Bagaimana tidak, monkepox merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh Monkeypox Virus, Orthopoxvirus. Nah, penyakit ini menular melalui gigitan hewan, kontak langsung atau melalui darah, cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti kera, tupai, tikus, […]

    Waspadai Monkeypox yang dapat Menyerang Anda

    Penemuan kasus satu orang pasien dengan Monkeypox atau cacar monyet membuat orang harus waspada terhadapnya. Bagaimana tidak, monkepox merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh Monkeypox Virus, Orthopoxvirus. Nah, penyakit ini menular melalui gigitan hewan, kontak langsung atau melalui darah, cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti kera, tupai, tikus, dan tikus.

    Gejala yang dialami adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan. Selain itu, timbulnya ruam kulit yang awalnya di wajah dan menyebar membuat masyarakat Gejala akan timbul 14-21 hari setelah pertama kali terinfeksi virus. Penyakit ini belum ada obatnya dan menghilang dengan pemberian obat untuk mencegah gejala yang timbul.

    Monkeypox berbeda dengan chicken pox (cacar air). Chicken pox (cacar air) disebabkan oleh virus Varicella zoster. Kedua penyakit memiliki gejala yang hamper sama, bedanya Monkeypox lebih ringan dari cacar air, tetapi dapat berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian. Kemudian, cacar air dapat dicegah dengen pemberian vaksinasi cacar, sedangkan monkeypox juga dapat dicegah dengan vaksinasi smallpox.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-Jenis Vaksin

    Nah, supaya Sahabat terhindar dari penyakit ini, yuk kita lihat bagaimana pencegahannya,

    • Perilaku hidup bersih sehat
    • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menyebabkan menularnya virus ini
    • Memakai sarung tangan dan pakaian peindung lainnya saat menangani hewan/manusia yang terinfeksi.
    • Membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi penyakit ini
    • Menghindari bepergian ke daerah endemis penyakit ini seperti Afrika dan sekitarnya

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Kantor Kesehatan Pelabuhan. Monkeypox Virus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
    2. Center for Diseases Control and Prevention. Monkeypox. 2015. Available at: cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html
    Read More
  • Tahukah Sahabat, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penderita diabetes melitus (DM) yang berusia lebih dari 15 tahun berjumlah 16,2 juta penduduk. Estimasi sebanyak 15% DM menderita kaki diabet sekitar 2 juta orang. Estimasi 30% DM yang menderita Peripheral Artery Disease (PAD) adalah 4,8 juta orang. Sebanyak 77 ribu orang melakukan cuci darah rutin. Stroke […]

    Pelayanan Kesehatan Vaskular Nasional dan Terpadu #DigiHealth

    Tahukah Sahabat, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penderita diabetes melitus (DM) yang berusia lebih dari 15 tahun berjumlah 16,2 juta penduduk. Estimasi sebanyak 15% DM menderita kaki diabet sekitar 2 juta orang. Estimasi 30% DM yang menderita Peripheral Artery Disease (PAD) adalah 4,8 juta orang. Sebanyak 77 ribu orang melakukan cuci darah rutin. Stroke diderita sebanyak 1,9 juta penduduk dan estimasi sebanyak 8% mengalami stenosis carotis sebanyak 152 ribu orang. Itulah profil penyakit vaskular di Indonesia.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Vaskular atau pembuluh darah terdiri dari arteri dan vena. Arteri merupakan pembuluh darah yang keluar ke jantung dan vena merupakan pembuluh darah yang kembali ke jantung. Kedua pembuluh darah ini bila mengalami gangguan akan menimbulkan gejala yang berbeda di antara keduanya. Penyakit vaskular seringkali terjadi pada pembuluh darah tepi (perifer) kita. Contohnya adalah kaki diabetik serta varises (kelainan pada pembuluh darah vena).

    Penyakit vaskular seringkali menyerang organ kardiovaskular (jantung), neurovaskular (otak), dan nefrovaskular (ginjal). Selain itu, pembuluh darah bagian tepi (peripheral vascular) dan penyakit vena juga termasuk ke dalam penyakit vaskular.

    Profil pelayanan vaskular di Indonesia telah tersebar di beberapa provinsi. Pelayanan kesehatan vaskular terpadu terdiri dari profesionalisme, kolaborasi yang aktif dan dinamis serta teknologi untuk penanganan penyakit vaskuler secara optimal. Masing-masing lini harus diperkuat, dokter harus terlatih dalam menangani pasien dengan penyakit vaskular. Kemudian, kolaborasi harus dilakukan dengan dokter lain seperti internis atau dokter kulit. Teknologi yang digunakan dapat menunjang diagnosis penyakit vaskular seperti USG doppler yang dapat mendeteksi varises.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Hadapi Covid-19

    Bagaimana mendeteksi penyakit arteri perifer di fasilitas pelayanan kesehatan I seperti Puskesmas atau klinik?

    Deteksi dini  penyakit arteri perifer di Puskesmas berdasarkan keluhan iskhemik bisa dari ringan hingga sedang maupun berat. Gejala yang dapat terjadi antara lain rasa kesemutan, kaki dingin pucat dan nyeri akral.

    Apakah alat diagnostik untuk melakukan USG vaskuler deteksi dini Kaki Diabetes?

    Simple USG dengan Linear Probe dan saturasi oksigen untuk kelima jari kaki.

    Apakah deteksi dini kelainan vaskular di kaki dapat menggunakan USG abdomen?

    USG Curve probe hanya untuk Aorta Abdomen, sehingga sulit untuk digunakan dalam mendeteksi kelainan vaskular di kaki.

    Baca Juga: Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Digital di Bidang Kesehatan

     

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penyakit vaskular dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan. Makanan yang diemut Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang […]

    Solusi Cerdas Atasi Anak Sulit Makan

    Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan.

    Makanan yang diemut

    Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang diperlukan anak untuk menghabiskan makanan cenderung lama. Kemudian, lingkungan sekitar dapat menjadi pengalihan yang dapat mengganggu proses makan anak seperti siaran televisi, mainan, atau hal menarik lainnya yang dapat menarik perhatian anak.

    Faktor lain yang menyebabkan anak mengemut makanan adalah makanan yang kurang enak dan rasa bosan terhadap makanan dengan jenis sama yang diberikan berulang-ulang. Selain itu, adanya penyakit seperti gangguan sensori pengecap, sakit gigi, sariawan, dan radang tenggorokan membuat anak menjadi enggan mengunyah dengan cepat.

    Baca Juga: Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

    Nah, apa yang harus kita lakukan bila anak mengemut makanannya?Kita sebagai orang tua dapat menetapkan “aturan makan” yaitu membuat jadwal makan tetap dan menetapkan 30 menit untuk menghabiskan makanan, membuat kondisi nyaman di sekitar lingkungan anak dan menjauhkannya dari hal yang dapat membuatnya teralihkan dari makanannya, serta berikan porsi makan yang sedikit-sedikit tapi sering. Jangan lupa untuk tetap memberikan makanan sesuai dengan tahap perkembangannya.

    Orang tua juga harus sabar dalam menghadapi anak yang sering mengemut makanan.

    Selalu mengajak anak untuk ‘mengunyah dan menelan’ makanan, mengatakan bahwa ‘kalau diemut nanti giginya bisa rusak loh atau vitamin pada makanannya bisa ilang’. Anda tidak perlu marah dalam mengingatkan anak, katakanlah dengan lemah lembut. Buatlah variasi makanan setiap harinya agar anak tidak bosan serta jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter bila ada gangguan pada saluran cerna anak.

    Menolak makanan baru (Neophobia)

    Neophobia adalah anak menolak makanan baru atau makanan yang tidak dikenalnya. Sebenarnya, hal ini bagus untuk menghindari anak keracunan saat anak sudah mampu memilih makanannya sendiri tanpa pengawasan orang tua. Namun, bila kondisi ini berkelanjutan akan menimbulkan perilaku anak memilih-milih makanan (picky eater).

    Biasanya anak akan menolak makanan baru yang rasanya pahit seperti buah dan sayuran serta makanan yang tidak menarik secara visual. Lalu, bagaimana cara kita sebagai orang tua menghadapinya?

    Baca Juga: 7 Anjuran Makanan Untuk Anak Demam

    Children see, children do’ anak akan mencontoh apa yang diperbuat oleh orang tuanya, sehingga bila Sahabat ingin anak senang mengonsumsi sayur dan buah cobalah untuk memperlihatkan kesenangan Anda sebagai orang tua terhadap sayur dan buah. Kemudian, berikan anak makanan baru dalam porsi kecil dan diletakkan agar ia dapat menjangkaunya sendiri. Bila anak tetap menolak makanan baru, jangan menyerah, kenalkan kembali terhadap makanan tersebut 10-15 kali. Terakhir, orang tua sebaiknya tetap tenang dan tidak panik saat anak menolak makanan baru.

    Pilih-pilih makanan (picky/selective eater)

    Picky eater adalah anak menolak mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup tapi masih mau mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya. Anak masih mau mengonsumsi satu jenis makanan dari tiap kelompok (karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah). Sedangkan pada selective eater, anak menolak segala jenis makanan pada kelompok makanan jenis tertentu. Misalnya, anak tidak mau makan dari jenis karbohidrat baik itu nasi, roti, bubur, dsb. Picky eater masih merupakan fase perkembangan norma, sedangkan selective eater dapat menyebabkan anak kekurangan zat nutrisi makro atau mikro yang berdampak pada tumbuh kembangnya.

    Picky eater disebabkan karena trauma terhadap tekstur makanan yang terlalu besar kasar, kenyal, lengket, dsb. Penyebab lain adalah anak sensitif terhadap rasa dan aroma makanan sehingga bila mencium aroma makanan yang tidak ia suka, maka tidak mau makan.

    Nah, orang tua jangan langsung panik ya, ketika anak memilih-milih makanan seperti itu. Anda dapat membuat menu yang bervariasi dan menghias makanan semenarik mungkin agar anak berminat untuk mencicipinya. Selain itu, Sahabat dapat mendampingi anak selama makan dan ikut mencontohkan makan dengan ekspresi menarik sehingga anak juga ikut memakannya dan tidak menolaknya. Hindari memberikan makanan/minuman manis terlalu banyak karena akan membuatnya cepat kenyang. Ciptakan suasana makan tanpa distraksi seperti TV, mainan, radio, dsb.

    Gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan dapat menyebabkan anak sulit untuk makan. Kondisi perut kembung, nyeri, diare, dan sulit buang air besar dapat mempengaruhi anak. Selain itu, beberapa penyakit yang berhubungan dengan saluran cerna anak seperti penyakit celiac juga mempengaruhinya dalam memilih makanan.

    Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan genetik dimana anak sensitif terhadap gluten atau gandum (biasanya banyak terdapat pada tepung). Gejala yang ditimbulkan berupa nyeri perut, diare, muntah, dan berat badan yang turun.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ketika Sakit Perut Pada Anak

    Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gangguan pencernaan apa yang dapat membuat anak sulit makan dan bagaimana menanganinya. Anak dengan gangguan pencernaan biasanya seringkali merasa mual, sehingga memuntahkan apapun makanan yang dimakannya.

    Alergi makanan

    Anak dengan alergi makanan biasanya akan sulit untuk mengonsumsi kembali makanan yang pernah ia makan. Kondisi tidak nyaman yang terjadi bila anak alergi makanan seperti diare, sakit perut, timbul ruam di kulit dan rasa gatal dapat menyertai mereka dan membuatnya menjadi malas mengonsumsi makanan itu.

    Periksakan anak anda ke dokter dan konsultasikan apa yang membuat alergi pada anak, apakah bahan makannya, seperti makanan laut, kacang, cokelat, susu. Lalu, mintalah agar dilakukan tes alergi pada anak sehingga jenis makanan yang dapat menyebabkannya alergi dapat dideteksi secara dini.

    Bagaimana solusi anak yang tidak mau makan nasi?

    Anak yang tidak mau makan nasi termasuk ke dalam anak yang ‘picky eater’, sehingga ada beberapa tips dalam menghadapinya, antara lain:

    1. Sediakan menu yang bervariasi setiap harinya agar anak tidak bosan
    2. Berikan pada anak 10-15 kali, bila masih menolak, coba lagi
    3. Sajikan dalam porsi kecil dan letakkan di daerah yang dapat dijangkau anak
    4. Orang tua ikut memberikan contoh dengan mengonsumsi makanan bersama anak dan buatlah ekspresi senang dan enak saat makan
    5. Orang tua harus sabar dan bersikap netral dalam menghadapi anak

    Bagaimana porsi makan yang benar dalam satu kali makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari?

    Kebutuhan nutrisi makanan tiap anak berbeda sesuai dengan  usia dan perkembangannya. Makanan yang sehat harus mengandung zat makro seperti karbohidrat, protein, lemak dan zat mikro seperti vitamin, serat, dan mineral. Bila ingin mengetahui apakah nutrisinya cukup dapat Bunda lihat pada Kartu Menuju Sehat yang dapat diperoleh di Puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. Pemberian cemilan ringan dapat diberikan sebagai selingan pada jam antara makan pagi dan siang serta makan siang dan malam. Bila Bunda ingin memberikan vitamin, boleh diberikan sebagai tambahan pendamping saja.

    Bagaimana solusi bagi anak yang tiba-tiba mogok makan dan menjadi tidak suka sayur dan buah karena Bundanya hamil lagi?

    Bunda dapat menyediakan menu yang bervariasi setiap harinya dan tetap berikan buah atau sayuran dalam porsi kecil. Bila anak tidak mau menyentuh buah dan sayur, hindari memarahi anak. Tetap coba berikan kembali saat mau makan. Kemudian, komunikasikan dengan anak mengenai adik bayi yang dikandung Bunda. Pancing anak bercerita mengenai kesehariannya pada  adik bayi di dalam perut, elus-elus perut Bunda hingga ceritakan bagaimana proses kelahiran si kakak yang nantinya akan terjadi sama dengan adiknya.

    Bila anak diberi makan sambil main, misalnya main mobil mobilan, seringkali makannya sedikit, bagaimana solusinya?

    Pemberian makan anak sambil main seringkali menjadi pengalihan bagi anak di waktu makan. Sebaiknya, pada waktu makan biasakan untuk makan bersama dengan anggota keluarga. Hindari menghidupkan TV atau bermain hp saat makan, apalagi bermain mobil-mobilan. Hal ini bertujuan agar anak fokus menghabiskan makanannya.

    Suplemen vitamin seperti apa yang dapat meningkatkan nafsu makan?

    Beberapa suplemen yang mengandung tiamin (vitamin B1) dan vitamin B12 dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu, suplemen yang mengandung zinc, kurkuma, dan minyak ikan juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan.

    Baca Juga: 7 Makanan Sehat Untuk Redakan Sakit Perut pada Anak

    Bagaimana cara mengoptimalkan waktu makan 30 menit pada anak dan apakah dampaknya bila waktu makan lebih dari 30 menit?

    Orang tua dapat mengoptimalkan waktu makan 30 menit dengan memperhatikan porsi makan anak yang pas, tidak terlalu banyak/sedikit. Bila sebelum 30 menit porsi makan sudah habis, maka orang tua tidak perlu khawatir karena dapat memberikannya makan lagi 2 jam setelahnya dengan porsi kecil agar kebutuhan nutrisinya tercukupi. Bila waktu makan lebih dari 30 menit biasanya akan menyebabkan anak bosan dan tidak suka makan. Komunikasikan dengan anak, beritahu bahwa makanan sebaiknya habis sebelum 30 menit dan bila perlu, Bunda dapat menaruh jam/penghitung waktu (stopwatch) sebagai pegangan.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Prawitasari T. Makanan kok diemut sih. IDAI. 2017. Available at: idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/makan-kok-diemut-sih
    2. Hanindita MH, Widjaja NA, Hidayati SN, Irawan R. Pilih-pilih makanan. IDAI. 2015. Available at: idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
    3. M Dovey T, Staples PA, Gibson L, Halford JCG. Food neophobia and ‘picky/fussy’ eating in children: A review. Appetite. 2008;50:181-193.
    Read More
  • Beberapa waktu lalu sempat terdengar kabar bahwa banyak petugas KPPS yang meninggal pasca pemungutan suara pemilu. Jumlah petugas yang meninggal dunia bertambah menjadi hampir 300 orang di seluruh Indonesia. Mereka meninggal karena kecelakaan dan kelelahan saat melaksanakan tugas. Selain itu, sebanyak lebih dari 2.000 anggota KPPS dilaporkan sakit. Lalu, mengapa kelelahan dapat memicu terjadinya kematian […]

    Tips Atasi Kelelahan akibat Overworking

    Beberapa waktu lalu sempat terdengar kabar bahwa banyak petugas KPPS yang meninggal pasca pemungutan suara pemilu. Jumlah petugas yang meninggal dunia bertambah menjadi hampir 300 orang di seluruh Indonesia. Mereka meninggal karena kecelakaan dan kelelahan saat melaksanakan tugas. Selain itu, sebanyak lebih dari 2.000 anggota KPPS dilaporkan sakit. Lalu, mengapa kelelahan dapat memicu terjadinya kematian mendadak?

    Baca Juga: Pusing Kepala Berkurang Jika Anda Sering Mengonsumsi Sayur Buah Berikut

    Kelelahan dalam bekerja merupakan hal wajar yang sering terjadi setiap hari. Biasanya dengan istirahat atau tidur sebentar, rasa lelah itu biasanya akan hilang sendiri. Namun, pada beberapa orang rasa lelah yang berlebihan dan tidak adanya waktu untuk istirahat justru berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian, loh.

    Kematian yang disebabkan karena lelah berlebihan sering dikaitkan dengan penyakit/serangan jantung. Hal ini dapat disebabkan karena kelainan struktur pada jantung, gangguan irama jantung, serta ketidakseimbangan elektrolit dan metabolik di dalam tubuh. Kondisi tubuh lelah disertai dengan stres, kurangnya istirahat, dan kurangnya asupan nutrisi seperti bom yang akan meledak di dalam tubuh. Jadi, kita harus waspada Sahabat sehat.

    Agar kelelahan tidak berdampak serius bagi tubuh Sahabat, yuk simak beberapa tips berikut ini:

    Tidur 7-8 jam sehari

    Istirahat tidur sehat yang dianjurkan adalah 7-8 jam sehari. Bila kurang bagaimana?Sahabat dapat menambahkannya saat siang atau saat sedang santai kapan pun juga. Kualitas tidur yang baik juga harus dijaga, agar tubuh dapat mengembalikan fungsinya secara optimal. Hindari begadang semalaman agar otak dan pikiran dapat bekerja optimal pada pagi harinya.

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur atau Kebiasaan Begadang

    Atur pola makan sehat

    Pola makan sehat mengandung zat makro seperti karbohidrat, lemak, dan protein serta zat mikro seperti vitamin, serat, dan mineral. Selain itu, jumlah dan durasi makan sebaiknya makan besar 3 kali sehari ditambah dengan 2 kali snack diantaranya. Hindari konsumsi gula dan garam  serta kafein seperti kopi dan teh yang berlebihan.

    Cek kesehatan berkala

    Biasakan untuk mengecek kesehatan berkala minimal setahun sekali agar dapat mendeteksi secara dini kelainan kesehatan Sahabat. Pemeriksaan dapat dimulai dari pemeriksaan fisik dan tanda vital seperti tekanan darah, suhu, dan nadi, lalu berlanjut ke pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah, rontgen, USG, dsb yang diperlukan hingga pemeriksaan khusus untuk melihatnya kelainan pada tiap organ tubuh. Jangan khawatir, Sahabat, mudahan sehat selalu setiap saat.

    Produk Terkait: Cek Lab di Prosehat

    Olahraga teratur

    Pastikan untuk tetap berolahraga secara rutin, minimal 3 kali seminggu. Olahraga yang Sahabat dapat lakukan antara lain olahraga ringan seperti jogging, berenang, jalan kaki, yoga dan pilates atau olahraga yang cukup berat seperti bulutangkis, sepak bola, basket, dsb. Bila dilakukan secara rutin, olahraga dapat menjaga kesehatan jantung kita, hilangkan stres dan tentunya membuat tubuh menjadi lebih sehat.

    Kelola stres

    Stres yang berkepanjangan dapat berakibat buruk bagi kesehatan. Pengelolaan stress pada diri sendiri dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti meditasi dan yoga, liburan ke tempat wisata, karaoke dengan teman atau keluarga, giat menulis buku harian, serta konsultasi dengan psikolog dapat menjadi alternatif untuk mengelola stress. Jadi, stress hilang, badan pun tetap sehat!

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai cara mengatasi overworking dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh:

    dr. Reny Fahdiyani, MKM

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja