Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 241–250 of 1120 results

  • Vaksinasi Covid-19 telah dimulai di beberapa negara, termasuk Indonesia, seiring dengan mulainya distribusi vaksin untuk mencegah virus asal Wuhan tersebut. Tentu saja ketika Sahabat akan divaksinasi, Sahabat perlu memperhatikan beberapa hal saat sebelum, selama, dan sesudah vaksinasi. Seperti apa sajakah itu? Yuk, mari simak! Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan […]

    Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Vaksinasi Covid-19 telah dimulai di beberapa negara, termasuk Indonesia, seiring dengan mulainya distribusi vaksin untuk mencegah virus asal Wuhan tersebut. Tentu saja ketika Sahabat akan divaksinasi, Sahabat perlu memperhatikan beberapa hal saat sebelum, selama, dan sesudah vaksinasi. Seperti apa sajakah itu? Yuk, mari simak!

    sebelum, selama, dan sesudah vaksinasi covid-19

    Baca Juga: Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Sebelum Vaksinasi

    Dilansir dari Health, sebelum Sahabat melakukan vaksinasi sebaiknya memperhatikan dahulu apakah vaksinasi yang akan diberikan cukup direkomendasikan. Kemudian pelajari cara kerjanya dan manfaatnya. Untuk manfaat vaksinasi tentu saja membantu mencegah tertular Covid-19, membantu membangun perlindungan terhadap virus, dan membantu mencegah menghentikan pandemi.

    Selain, itu persiapkan diri Sahabat dengan istirahat yang cukup di malam sebelumnya supaya diri bisa tenang dan rileks sehingga tidak gelisah. Pelajari juga tiap efek samping yang mungkin didapatkan sehingga Sahabat tidak terkejut setelah divaksinasi.

    Selama Vaksinasi

    Ketika Sahabat melakukan vaksinasi yang diadakan di fasilitas layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, atau klinik, Sahabat direkomendasikan untuk menjalankan protoko-protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. Proses vaksinasi Covid-19 ini sebenarnya sama dengan proses vaksinasi pada umumnya, seperti vaksinasi flu atau vaksinasi HPV, yang menggunakan jarum suntik. Itu artinya, Sahabat akan disuntik, dan sebelumnya lengan atas lokasi suntikan akan disterilkan dengan alkohol atau sejenisnya.

    Setelah penyuntikan Sahabat akan diminta menunggu sekitar 15-30 menit untuk memastikan kemungkinan reaksi pasca imunisasi yang akan terjadi seperti sakit kepala, demam, dan nyeri. Sahabat kemudian akan diberikan kartu vaksinasi sebagai bukti bahwa Sahabat telah melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Perlukah Paspor Vaksin Covid-19 untuk Bukti Vaksinasi?

    Setelah Vaksinasi

    Setelah vaksinasi, Sahabat tentu akan merasakan efek samping. Apabila Sahabat mengalami nyeri lengan atau bengkak, CDC merekomendasikan menggunakan lap bersih yang sudah dibasahi air dingin untuk meredakan nyeri dan melatih otot.

    Apabila demam, Sahabat disarankan untuk meminum banyak cairan dan berpakaian ringan, dan jika ada sakit atau tidak nyaman setelah divaksin, konsultasilah dengan dokter untuk menggunakan obat bebas seperti parasetamol. Efek samping yang dirasakan biasanya akan hilang dalam waktu 1-2 hari. Namun, jika berlanjut segera hubungi penyedia layanan kesehatan setempat.

    Karena vaksin Covid-19 diberikan dalam dua dosis, CDC tetap menyarankan Sahabat untuk disuntik vaksin kedua meskipun terkena efek samping. Penyuntikan 2 kali dimaksudkan untuk membangun kekebalan tubuh secara optimal melawan virus. Namun akan ada pertanyaan apakah boleh sesuka hati meski sudah divaksin?

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mencegahnya

    Jawabannya, tidak! Hal ini dikarenakan vaksin hanya bersifat mencegah dan menghalangi munculnya gejala. Jadi, tidak menjamin sepenuhnya Sahabat bakal tidak tertular lagi Covid-19. Karena itu, setelah Sahabat divaksin yang perlu Sahabat lakukan adalah tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun, terutama saat di keramaian. CDC juga menyarankan untuk menghindari tempat-tempat yang ventilasinya udaranya buruk karena hal itu menyebabkan penyebaran virus. Yang terpenting lagi saat Sahabat ingin melakukan perjalanan bisnis atau liburan harus tetap tes Covid-19.

    Hal yang sama berlaku ketika Sahabat yang sudah divaksin ingin berkumpul dengan teman dan keluarga. Sebaiknya, urungkan saja dahulu hal itu. Kalaupun harus sebaiknya dilakukan di ruang terbuka, dan mintalah keluarga atau teman yang belum divaksin untuk karantina mandiri selama 10 hari sebelum pertemuan. Mengapa? Karena tanpa disadari, orang yang sudah divaksin dapat membawa dan meyebarkan patogen. Bahkan, mereka bisa menyebarkan epidemi.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Karena itu, hal terbaik setelah divaksin adalah tetap melakukan protokol kesehatan 5M supaya juga minimum kekebalan kelompok sebanyak 70% tercapai. Dengan begini, vaksin benar-benar efekti mencegah dan menghentikan pandemi seperti yang diharapkan. Selain 5M, Sahabat juga jangan lupa melakukan PHBS, dan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. What to Expect Before, During, and After You Get the COVID-19 Vaccine [Internet]. Health.com. 2021 [cited 5 February 2021]. Available from: https://www.health.com/condition/infectious-diseases/coronavirus/covid-19-vaccine-before-during-after-appointment
    2. Media K. Suntik Vaksin Bukan Berarti Bebas Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/02/04/140000568/suntik-vaksin-bukan-berarti-bebas-covid-19-apa-yang-harus-dilakukan-?page=all#page2
    Read More
  • Kesehatan mental adalah kondisi seseorang mampu menyadari potensi yang ada pada dirinya, mampu untuk mengatasi rintangan hidup normal dalam berbagai situasi hidup, mampu bekerja produktif dan berkontribusi kepada lingkungan sekitarnya. Mengutip slogan yang digunakan oleh WHO, “there is no health without mental health” artinya kesehatan mental perlu diperhatikan dan sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Hal ini […]

    14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak

    Kesehatan mental adalah kondisi seseorang mampu menyadari potensi yang ada pada dirinya, mampu untuk mengatasi rintangan hidup normal dalam berbagai situasi hidup, mampu bekerja produktif dan berkontribusi kepada lingkungan sekitarnya. Mengutip slogan yang digunakan oleh WHO, “there is no health without mental health” artinya kesehatan mental perlu diperhatikan dan sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Hal ini bertujuan agar terjaganya keseimbangan antara diri sendiri, orang lain, dan lingkungan masyarakat.

    kesehatan mental pada anak

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    WHO mengatakan ada sekitar 450 juta orang di seluruh dunia menderita gangguan mental dengan jumlah kasus pada anak-anak adalah 20% (O’Reilly, 2015). Seiring dengan bertambahnya jumlah kasus dari tahun ke tahun, sangat penting untuk terus mengembangakan pengetahuan terkait kesehatan mental anak-anak dan remaja. Hal tersebut dikarenakan dapat memengaruhi masa depan mereka sebagai individu dan berdampak sosial terhadap keluarga serta lingkungan masyarakat.

    Kesehatan mental yang buruk pada anak dapat berdampak lebih buruk pada prognosis (prediksi perbaikan dan kesembuhan) mereka, rentan akan gangguan perilaku dan psikologis, memberikan stigma negatif, juga terhambat dalam mendapat akses layanan kesehatan dan Pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk lebih mengamati proses perkembangan anak.

    Masalah kesehatan mental pada anak dapat dikategorkan sebagai berikut:

    1. Emosi

    Anak kurang mampu dalam menilai, membedakan, mengelola, serta mengekspresikan emosi yang ia rasakan. Selalu merasa sedih, pemurung, menarik diri, stress, bersikap khawatir dan cemas berlebihan, serta merasa tidak bahagia. Ketika ia ingin mengungkapkan emosinya, justru akan menangis dan berteriak berlebihan.

    1. Perilaku

    • Sulit untuk bangun tidur, pola tidur yang berantakan, gangguan pada pola makan, bersikap tidak jujur, memberontak, hingga melanggar aturan.
    • ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) atau gangguan perilaku hiperaktif akibat kurangnya perhatian yang mereka dapatkan.
    • Conduct Disorder,gangguan pada perilaku dan emosi serius, sehingga anak melakukan kekerasan dan sulit diatur.
    1. Perkembangan

    Pemasalahan ini sangat berkaitan dengan proses tumbuh kembang anak. Beberapa diantaranya dapat diamati dari faktor kognisi dan atensi nya.

    • Faktor kognisi berkaitan dengan masalah kecerdasan.
    • faktor atensi merupakan pusat dari sumber daya mental yang meningkatkan proses kognitif dari tugas-tugas, seperti meraih mainan, menendang bola, hingga menyanyi.

    Umumnya anak-anak memiliki ruang lingkup atensi yang terbatas. Oleh karena itu, hanya beberapa saja dari informasi yang sanggup mereka perhatikan. Biasanya atensi akan berkembang mengikuti usia dan kegiatan anak.

    1. Autisme

    anak-anak yang mengalami kesulitan bersosialisasi, tingkah laku dan cara berbicara yang kurang normal. Anak autisme biasanya sibuk dengan dunianya sendiri, sulit fokus dan berinteraksi dengan orang lain, karena mereka hanya fokus pada apa yang mereka sukai.

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    1. Retardasi Mental

    Penyakit keterbelakangan mental atau biasa disebut denga oligofrenia ini terjadi akibat gangguan pada perkembangan kecerdasan dan mental anak yang tidak sesuai dengan usia sebenarnya. Reterdasi mental terjadi  karena adanya proses abnormal di otak sehingga terjadi infeksi, racun, trauma, dan gen. hal tersebut bisa dilihat dari sikap anak dan juga IQ nya.

    1. Diseleksia

    Diseleksia dapat ditandai dengan sulitnya seorang anak dalam membaca ataupun menulis huruf dengan teratur dan berurutan. Kurangnya kemampuan dalam membedakan atau membaca susunan huruf dengan benar di usia yang matang. Gangguan ini disebabkan informasi yang diteria oleh otak sedikit berbeda.

    1. Bipolar

    Gangguan bipolar terjadi karena adanya perubahan mood secara ekstrem tanpa adanya sebab yang jelas. Gangguan ini sangat membahayakan, karena akan menyebabkan serang anak akan merasa terlalu senang kemudian menjadi terlalu sedih hingga terpuruk, depresi, dan muncul keinginan untuk bunuh diri tanpa ada sebab yang jelas.

    Bipolar dapat ditangani dengan terapis dan metode psikologi lainnya.

    1. Skizofrenia

    Skizofrenia adalah penyakit mental akut yang menyebabkan seorang anak kehilangan kemapuan untuk memahami sesautu yang sedang terjadi merupakan hal nyata, realistis, atau tidak. Penyakit ini banyak menyerang anak usia tanggung hingga usia 20 tahun.

    1. Somatoform

    Somatoform terjadi akibat adanya ilusi yang mereka ciptakan sendiri. Penyakit mental ini membuat si penderita berhalusinasi marasa amat kesakitan dibagian tubuhnya, walaupun sebenarnya ia sehat dan tidak menderita apapun.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Medsos!

    1. Sindrom gender dan seksual

    Gangguan mental ini bisa muncul sejak kecil atau sejak anak mulai bersosialisasi. Jika semakin dibiarkan, gangguan mental ini akan semakin menjadi ketika dewasa dan akan menyebabkan si penderita salah pergaulan hingga berperilaku menyimpang diluar batasan norma dan agama.

    1. Sindrom respon stres

    Seseorang yang memiliki sindrom ini biasanya akan merasakan gejala seperti depresi, mudah menangis, merasa putus asa, dan kehilangan minat dalam kegiatan apapun. Mereka yang mengalami sindrom ini umumnya dampak dari hal yang tidak diinginkan, seperti perceraian, bencana alam, maupun kematian seseorang

    1. Disosiatif

    Gangguan disosiatif merupakan gangguan pada kejiwaan yang disebabkan adanya trauma hebat pada masa kanak-kanak, penyiksaan fisik, pelecehan seksual, cemas berlebih akibat munculnya ingatan yang menyakitkan . Kondisi ini ditandai oleh hilangnya sebagian atau seluruh komponen normal dari ingatan masa lalu, dan lemah pengendalian gerakan tubuh. Gangguan disosiatf dapat ditangani dengan mengikuti terapi kesenian, terapi kognitif, dan terapi psikonalis.

    1. Psikopat

    Psikopat merupakan gangguan mental yang paling berbahaya. Si penderita biasanya berprilaku antisosial dan tida memiliki rasa empati. Kemungkinan penyebab dari seseorang yang menderita psikopat berasal dari adanya banyak faktor, seperti genetika, lingkungan sekitar, dan kepribadian.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    1. Antisosial personality

    Antisosial personality merupakan gangguan kepribadian disosial, dan disebabkan oleh adanya perbedaan yang ekstrem antara perilaku dan norma sosial yang berlaku. Penderita gangguan seperti ini biasanya memiliki sikap pandai bebicara, kepercayaan diri tinggi, tidak jujur, berprilaku kasar, kurang empati impulsive, dan tidak ertanggung jawab atas perbuatannya.

    Itulah mengenai 14 masalah kesehatan mental pada anak yang perlu Sahabat Sehat ketahui. Apabila Sahabat butuh informasi lebih dalam mengenai kesehatan mental pada anak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. Repository.ubaya.ac.id. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: http://repository.ubaya.ac.id/35835/1/Kesehatan%20Mental%20Anak%20dan%20Remaja%20-%20Buku%20Ajar-part.pdf
    2. Media K. Tak Hanya Orang Dewasa, Anak Remaja Pun Bisa Mengalami Gangguan Mental Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/23/191950120/tak-hanya-orang-dewasa-anak-remaja-pun-bisa-mengalami-gangguan-mental?page=all
    3. Media K. Kenali 15 Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/12/17325821/kenali-15-tanda-gangguan-kesehatan-mental-pada-anak?page=all
    4. Iqbal M. Direktori Psikologi: Gangguan Disosiatif [Internet]. Pijar Psikologi. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://pijarpsikologi.org/direktori-psikologi-gangguan-disosiatif/
    5. [Internet]. Repository.uma.ac.id. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/1605/5/098600193_file5.pdf
    6. Penyebab Psikopat: Definisi, Gejala, Tanda | Ciputra Hospital [Internet]. Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital. 2021 [cited 2 February 2021]. Available from: https://www.ciputrahospital.com/penyebab-psikopat-definisi-gejala-tanda/
    Read More
  • Dampak Buruk Bullying pada Kesehatan Mental Remaja

    Bullying merupakan suatu perilaku dengan keinginan untuk melakukan kekerasan dan menyakiti orang lain sehingga menyebabkan seseorang dalam situasi tidak meyenangkan, tidak nyaman dan tersakiti, biasanya perbuatan ini dilakukan secara berulang.

    kesehatan mental remaja

     

    Baca Juga: Mengenai Kesehatan Mental di Indonesia

    Mereka yang mendapatkan perlakuan bullying akan memiliki kenangan buruk yang tidak terlupakan. Beberapa para ahli menyimpulkan, bahwa perilaku bullying merupakan perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan secara terus menerus dengan maksud menyakiti orang lain. Bullying biasa ditemukan di lingkungan sekolah dan dilakukan secara perorangan maupun perkelompok.

    Perilaku bullying sudah seharusnya memperoleh perhatian istimewa oleh para praktisi Pendidikan. Jika terus dibiarkan, dampak dari perilaku bullying ini akan semakin fatal. Bahkan seorang anak dapat melakukan aksi nekat seperti bunuh diri akibat mendapatkan perlakuan bullying.

    Macam-macam bentuk bullying

    1. Fisik

    Bentuk bullying ini pada umumnya menggunakan kekerasan fisik pada korbannya, sehingga perbuatan bullying ini paling mudah untuk dikenali. Bullying seperti ini biasanya berupa pukulan, dorongan, tendangan, tinjuan, maupun tamparan yang dilakukan oleh pelaku kepada tubuh ataupun barang milik korban.

    Dalam beberapa kasus, pelaku bullying seperti ini biasanya memiliki postur tubuh yang lebih besar dari korban dan mereka melakukannya secara kelompok. Tujuannya adalah agar pelaku dapat mengontrol dan mengintimidasi kehidupan korbannya. Jika perbuatan pelaku terus dibiarkan, makan ia akan melakukan perbuatan kriminal yang lebih parah.

    2. Verbal

    Bullying verbal merupakan bentuk kekerasan melalui lisan maupun tulisan. Umumnya pelaku bullying verbal memiliki maksud untuk mengintimidasi dengan mengejek, menghina, memfitnah dan mengancam korban. Bentuk Bullying seperti ini merupakan perilaku penindasan yang sangat mudah dilakukan dan paling sering ditemui, juga sebagai awal dari bentuk bullying yang lebih parah.

    Bentuk bullying ini berfokus pada kepribadian, bentuk tubuh, penampilan, pola hidup, kecerdasan, warna kulit, ras, suku, maupun tingkat social ekonomi seseorang. Pelaku bullying ini pada umumnya memiliki rasa rendah percaya diri, sehingga mereka perlu mengintimdasi orang untuk meningkatkan kelas sosial mereka.

    3. Emosional

    Dalam perilaku bullying ini, umumnya pelaku langsung menyerang korban tingkat emosional. Pelaku bertujuan untuk melemahkan harga diri korban. Seperti melakukan cibiran, tawa, desahan, mata beringas dan bahasa tubuh mengejek. Perbuatan pelaku bullying ini seringkali yang paling sulit dikenali dari luar, seringkali diabaikan.

    4. Cyberbullying

    Cyberbullying merupakan bentuk penindasan yang paling umum ditemukan di era teknologi sekarang. Pelaku penindasan ini menggunakan teknologi untuk menyerang korbannya. Dalam hal ini sosial media berperan penting dalam meningkatnya kasus cyberbullying, terutama di kalangan remaja hingga dewasa.

    Beberapa bentuk dari cyberbullying ini berupa rekaman video ancaman, pencemaran nama baik, ataupun komentar-komentar kasar di sosial media. Tujuannya adalah untuk membuat orang lain merasa tidak nyaman dan melemahkan mental korbannya.

    5. Bullying Mental

    Bentuk bullying ini adalah bentuk penindasan yang paling berbahaya karena sulit dilihat oleh mata dan telinga jika kita tidak hati-hati mendeteksinya. Penindasan secara diam-diam dan diluar jangkauan pengelihatan kita, seperti pandangan sinis, pandangan penuh ancaman, mengolok di depan umum, menudh, membentak, menggosipkan, mencibir, hingga memlototi.

    Faktor-faktor penyebab bullying

    1. Faktor Internal

    Pada faktor ini, aspek pemicu berasal dari dalam diri pelaku, seperti masalah psikologis. Masalah psikologis semacam gangguan kepribadian maupun emosi dapat diakibatkan oleh berbagai macam masalah yang dialami oleh si pelaku. Umumnya perilaku mereka dipengaruhi oleh toleransi sekolah atas tindakan bullying, sikap guru, serta aspek area lain seperti lingkungan keluarga.

    Minimnya  kehangatan dan tingkat kepedulian keluarga terutama orang tua yang rendah terhadap anaknya, pola asuh orang tua yang keras menjadikan anak akrab dengan Susana mengecam, serta minimnya pengawasan dari orang tua menjadi resiko dari dalam keluarga.

    2. Faktor eksternal

    Aspek eksternal yang menyebabkan perilaku bullying menjadi beragam, seperti pengaruh dari lingkungan (teman sebaya), keluarga yang tidak harmonis, aspek ekonomi keluarga, dan tayangan televisi yang kurang mendidik, serta pengaruh kecanggihan teknologi juga berperan penting dalam perilaku negatif ini.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Pelaku bullying ini beralasan bahwa mereka merasakan kepuasan apabila ia “berkuasa” diantara teman sebayanya. Bukan hanya itu, tawa teman sekelompok yang mendukungnya saat melakukan bullying terhadap korban memberikan kekuatan kepada si pelaku. Status sosial yang tinggi maupun yang rendah juga bisa menjadi pemicu mereka melakukan perbuatan bullying demi mendapatkan perhatian dan pengahagaan dari teman sebayanya.

    Dampak bullying

    Dampak bullying terhadap kesehatan mental berupa trauma terhadap pelaku. Rasa khawatir dan malu akibat perilaku bullying kerapkali membuat korban menutupi apa yang terjadi kepadanya. Mereka akan depresi dan memiliki gangguan kecemasan, serta meningkatnya perasaan sedih dan kesepian.

    Efek dari bullying sering membekas jangka Panjang hingga usia dewasa. Akibatnya, memori ketika di bullying akan sangat menyiksa korban walaupun tidak nampak jelas wujudnya. 

    Dampak jangka Panjang yang dirasakan korban, antara lain:

    1. Kondisi kesehatan mental dan fisik dari korban bullying usia 50 tahun, cenderung lebih buruk dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami
    2. Keadaan psikologis mereka dibawah normal orang seusianya yang tidak pernah mengalami
    3. Korban bullying memeiliki kualitas hidup yang rendah dan tidak puas dengan hidupnya.

    Dampak bullying jangka pendek, antara lain:

    1. Masalah psikologis
    • Gangguan kecemasan hingga depresi
    • Selalu takut untuk melakukan bermacam hal
    • Hilangnya tingkat kepercayaan diri
    • Timbul gejala psikosomatris, seperti: sakit perut dan sakit kepala ketika hendak masuk sekolah.
    1. Gangguan tidur
    • Sulit untuk tidur
    • Sering mimpi buruk akibat dari bullying yang dialaminya
    • Takut untuk menjalai hari esok
    1. Pikiran untuk mengakhiri hidup
    • Depresi
    • Merasa hidupnya tidak berguna
    • Keinginan dan mencoba untuk melakukan bunuh diri
    1. Menjadi introvert
    • Menutup diri dari lingkungan sekitar
    • Merasa kesepian
    • Merasa sendirian
    • Merasa tidak dipedulikan
    • Merasa terabaikan

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Itulah mengenai dampak bullying pada kesehatan mental remaja yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih mengenai kesehatan mental remaja dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. Lib.unnes.ac.id. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: http://lib.unnes.ac.id/33405/1/1401414449__Optimized.pdf
    2. [Internet]. Etheses.iainponorogo.ac.id. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: http://etheses.iainponorogo.ac.id/8256/1/BAB%20I-BAB%20VI.pdf
    3. Prasetyo J. Dampak Psikologis Remaja Korban Bullying [Internet]. Academia.edu. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.academia.edu/7313182/Dampak_Psikologis_Remaja_Korban_Bullying
    4. Manurung H. PENGARUH BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL REMAJA [Internet]. Academia.edu. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.academia.edu/44945253/PENGARUH_BULLYING_TERHADAP_KESEHATAN_MENTAL_REMAJA
    5. Types of Bullying: What Parents Need to Know [Internet]. Healthline. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/parenting/types-of-bullying
    Read More
  • Pandemi Covid-19 akrab dengan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus. Selain dengan 3M, hal lain yang harus dilakukan adalah PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat serta jangan lupa melakukan tes deteksi dini sebagai bagian dari 3T. Seiring dengan perkembangan virus, 3M sudah dianggap […]

    Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pandemi Covid-19 akrab dengan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus. Selain dengan 3M, hal lain yang harus dilakukan adalah PHBS atau perilaku hidup bersih dan sehat serta jangan lupa melakukan tes deteksi dini sebagai bagian dari 3T. Seiring dengan perkembangan virus, 3M sudah dianggap tidak lagi relevan.

    perilaku 5M

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Hal itu diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman yang menilai 3M tidak cukup untuk meminimalkan penyebaran virus berkaitan dengan jumlah penderita Covid-19 di Indonesia yang semakin hari semakin naik. Apalagi jumlah penderita virus ini di Tanah Air sudah mencapai angka 1 juta. Karena kondisi yang demikian, Dicky menyarankan untuk semua orang melakukan 5M.

    Apa Itu 5M?

    5M merupakan protokol kesehatan sebagai pelengkap 3M. Itu artinya, ada dua hal baru yang ditambahkan dalam 5M ini. Berikut yang termasuk 5M tersebut:

    • Memakai masker
    • Mencuci tangan memakai sabun di air yang mengalir
    • Menjaga jarak
    • Menjauhi kerumunan
    • Membatasi mobilisasi dan interaksi

    Mengapa 5M Perlu?

    Seperti diungkapkan oleh Dicky Budiman, 5M adalah untuk menjawab permasalahan perkembangan pandemi. Ia menilai bahwa perkembangan pandemi bersifat dinamis, dan tidak bisa berpatokan pada satu metode saja secara statis. Apabila pemerintah tidak melaksanakan 5M, penanganan Covid-19 yang ada akan tidak optimal sama sekali, dan akan terus menambah jumlah kasus. 5M ini perlu untuk membantu strategi isolasi, karantina, dan 3T. Untuk pelaksanaannya pun harus merata di seluruh Indonesia. Ia juga berpendapat bahwa 5M hendaknya tetap dilaksanakan hingga dua tahun mendatang untuk mengoptimalkan kekebalan dari vaksinasi yang mulai dijalankan pemerintah.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Perlu Konsistensi

    Pakar kesehatan sekaligus guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Cissy Kartasasmita mengungkapkan bahwa 5M yang dijalankan haruslah konsisten dijalankan terutama oleh para selebritis yang kerap dijadikan contoh oleh masyarakat. Melibatkan para selebritis adalah upaya tepat untuk menjalankan 5M secara utuh dan menyeluruh. Karena itu, mereka diharapkan dapat menjalankannya saat tak hanya berada di depan kamera. Selain selebritis, pelibatan para tokoh agama juga hal yang penting supaya 5M benar-benar dijalankan sehingga upaya mengurangi penyebaran virus akan semakin optimal.

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Menjaga Jarak 5 Langkah

    Itulah mengenai 5M sebagai pengganti 3M yang tidak lagi relevan untuk dapat meminimalkan penyebaran virus secara efektif serta mengakhiri pandemi. Dengan catatan, semua dijalankan secara benar dan konsisten. Yuk, Sahabat Sehat, mulailah terapkan 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ekonomi W. 3M Tak Lagi Relevan, Epidemiolog Usul Terapkan 5M untuk Cegah Covid-19 [Internet]. Warta Ekonomi. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.wartaekonomi.co.id/read321713/3m-tak-lagi-relevan-epidemiolog-usul-terapkan-5m-untuk-cegah-covid-19?page=all
    2. Mediatama G. ​Inilah 5M untuk pencegahan Covid-19 dan bedanya dengan 3M serta 3T [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-5m-untuk-pencegahan-covid-19-dan-bedanya-dengan-3m-serta-3t
    3. Ekonomi W. Pakar Epidemiologi: Protokol Kesehatan 5M Akan Bertahan Hingga 2 Tahun ke Depan [Internet]. Warta Ekonomi. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.wartaekonomi.co.id/read324451/pakar-epidemiologi-protokol-kesehatan-5m-akan-bertahan-hingga-2-tahun-ke-depan
    4. Pakar Ingatkan Figur Publik Harus Konsisten Terapkan 5M [Internet]. Antara News. 2021 [cited 4 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1955288/pakar-ingatkan-figur-publik-harus-konsisten-terapkan-5m
    Read More
  • Dampak negatif merokok selama ini banyak dikaitkan dengan penyakit pada organ-organ vital dalam tubuh yang berhubungan dengan pernapasan seperti paru-paru dan jantung. Selain itu, merokok ternyata  dapat menyebabkan kanker seperti kanker paru-paru, kanker kandung kemih, dan kanker serviks. Namun, ternyata merokok juga dapat membahayakan organ penglihatan kita, yaitu mata. Baca Juga: Dampak Langsung Merokok Setelah […]

    Apa Saja Dampak Negatif Merokok Bagi Kesehatan Mata?

    Dampak negatif merokok selama ini banyak dikaitkan dengan penyakit pada organ-organ vital dalam tubuh yang berhubungan dengan pernapasan seperti paru-paru dan jantung. Selain itu, merokok ternyata  dapat menyebabkan kanker seperti kanker paru-paru, kanker kandung kemih, dan kanker serviks. Namun, ternyata merokok juga dapat membahayakan organ penglihatan kita, yaitu mata.

    dampak negatif merokok

    Baca Juga: Dampak Langsung Merokok Setelah Buka Puasa

    Dampak Negatif Merokok Bagi Kesehatan Mata

    Dilansir dari American Academy of Ophtalomology, berikut adalah dampak negatif merokok bagi kesehatan mata yang perlu Sahabat ketahui:

    Mata kering

    Dampak negatif pertama adalah Sahabat akan mengalami mata kering. Kondisi ini diakibatkan oleh kurangnya produksi air mata. Hal yang dirasakan adalah mata terasa lebih gatal, perih, terbakar, dan memerah.

    Katarak

    Selain mata kering, dampak berikutnya adalah katarak. Penyakit ini dapat mengaburkan lensa kuning alami mata Sahabat. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur dan warna menjadi kusam, pudar, atau kekuningan. Untuk menghilangkannya, katarak harus diangkat melalui operasi.

    Degenerasi Makula

    Ini adalah penyakit yang terjadi ketika makula atau bagian retina menjadi rusak. Rusaknya  makula ini menyebabkan Sahabat kelihatan penglihatan utama dan akhirnya tidak dapat melihat detail dengan bagus. Meski begitu penglihatan perifer atau samping tetap normal. Penyakit ini tidak bisa diobati malah obat-obatan dan pembedahan yang disarankan malah membuat keadaan lebih buruk. Sebuah studi menyimpulkan bahwa perokok dan mantan perokok lebih rentan terkena degenerasi makula daripada yang tidak.

    Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A, Kenali Lebih Jauh Penyakit Ini

    Retinopati Diabetik

    Kondisi ini dialami oleh perokok yang mempunyai Diabetes. Penyakit terjadi karena adanya kerusakan pembuluh darah di mata. Hal ini akan menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi, dan mungkin mengalami kebutahan. Mengatasi retinopati ini bisa dengan pengobatan dan pembedahan.

    Gangguan Saraf Optik

    Dampak negatif merokok yang juga dirasakan bagi kesehatan mata adalah gangguan saraf optik. Saraf ini menghubungkan mata ke otak. Kerusakannya dapat menyebabkan kebutaan dan glaukoma.

    Uveitis

    Penyakit ini menyerang bagian mata yang disebut dengan uvea, lapisan tengah dinding mata yang menjadi meradang dengan kondisi merah dan bengkak. Efek yang ditimbulkan adalah mata merah, nyeri, dan mengalami masalah pada penglihatan.

    Penyakit Grave

    Ini adalah penyakit pada kelenjar tiroid. Salah satu gejalanya adalah mata melotot. Perokok yang mengidap penyakit ini berisiko mengalami kondisi mata yang semakin parah serta bisa kehilangan penglihatan.

    Pengaruh Merokok bagi Kondisi Mata Bayi Saat Kehamilan

    Selain penyakit-penyakit mata di atas merokok juga sebenarnya secara tidak langsung akan berpengaruh pada kehamilan. Apabila Sahabat merokok saat hamil, bayi yang dilkandung akan berpotensi terkena meningitis 5 kali lebih saat lahir dan mengalami masa tumbuh-kembang. Meningits dapat menyebabkan infeksi mata dan masalah penglihatan lainnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Meningitis

    Selain itu, merokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko melahirkan terlalu dini atau prematur. Kelahiran ini dapat menyebabkan masalah mata yang serius, yang disebut dengan retinopati prematuritas. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi kehilangan penglihatan atau kebutaan permanen. Tak hanya itu, balita dan anak-anak yang berisiko menjadi perokok pasif, menurut sebuah penelitian, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan mata saat berusia 6 tahun.

    Cara Melindungi Mata dari Asap Rokok

    Bagi Sahabat yang tidak ingin terpapar asap rokok yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan mata sehingga menjadi perokok pasif, berikut ini adalah cara-caranya:

    • Tidak membolehkan orang merokok di dalam rumah
    • Tidak membolehkan orang merokok di dalam mobil Sahabat
    • Buat ruang kerja di kantor menjadi no smoking area
    • Pilih area tanpa merokok jika berada di tempat umum
    • Jaga jarak dengan perokok jika terpaksa satu ruangan
    • Tawarkan dukungan berhenti merokok

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    Itulah dampak negatif merokok bagi kesehatan mata yang perlu Sahabat ketahui. Karena itu, bagi Sahabat yang masih aktif merokok, berhentilah, dan bagi Sahabat yang pasif agar menghindari. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut tentang bahaya merokok dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media K. Rokok Sebabkan 50 Persen Kematian Akibat 12 Jenis Kanker, Kok Bisa? [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2019/07/11/163500123/rokok-sebabkan-50-persen-kematian-akibat-12-jenis-kanker-kok-bisa-
    2. Smoking and Eye Disease [Internet]. American Academy of Ophthalmology. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/smokers
    3. Tips Menghindari Asap Rokok Bagi Perokok Pasif [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1694173/tips-menghindari-asap-rokok-bagi-perokok-pasif

     

    Read More
  • Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat […]

    Long-Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat bertahan hingga 6 minggu. Long-hauler dapat menyerang siapa saja, tidak peduli muda, tua, sehat, penderita penyakit kronis, yang dirawat di rumah sakit atau tidak.

    long hauler

    Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Seperti Apa Gejalanya?

    Meskipun informasinya terbatas mengenai gejala panjang yang dialami oleh penyintas Covid-19, beberapa kasus melaporkan bahwa gejala persisten ditandai  sebagai berikut:

    • Batuk
    • Sesak di dada
    • Sesak napas
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Diare

    Gejala lain yang dilaporkan seperti:

    • Kelelahan
    • Brain fog
    • Sulit berkonsentrasi
    • Penciuman tidak setajam di awal

    Apakah Gejala pada kondisi Ini Menular?

    Tentu saja gejala pada kondisi ini menular, dan penularannya dapat hilang setelah seminggu atau lebih. Orang-orang yang terkena gejala ini diketahui akan memilikinya dalam waktu sebulan atau lebih meskipun sudah didiagnosis negatif saat tes swab. Selain itu, disebutkan bahwa gejala ini dapat memberi efek jangka panjang penuh yang dapat berpengaruh pada organ-organ tubuh seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

    Baca Juga: Tanda dan Gejala Covid-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia. Yuk, Kenali Perbedaannya!

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gejala Ini dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Segera hubungi dokter setelah 28 hari terkena Covid-19 tetapi Sahabat masih merasakan gejala sisanya. Selain dengan pengobatan ke dokter, cara lain yang bisa dilakukan secara mandiri adalah selalu meminum banyak cairan agar tetap terhidrasi, istirahat yang cukup, kelola stres dengan baik, dan makan yang teratur.

    Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Gejala Covid-19 pada Lidah

    Itulah Sahabat mengenai long-hauler Covid yang dirasakan oleh penyintas Covid-19, kondisi gejala sisa yang bertahan cukup lama meskipun penderita dinyatakan sembuh. Yuk, Sahabat, tetap terapkan 5M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. What It Means to Be a Coronavirus “Long-Hauler” [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 1 February 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/what-it-means-to-be-a-coronavirus-long-hauler/
    2. Callard F, Perego E. How and why patients made long Covid. Social Science and Medicine.2021:268;113426.
    3. Center for Diseases Control. Late sequelae of Covid-19. 2020. [Internet]. Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/clinical-care/late-sequelae.html(cited February 3,2021).
    Read More
  • Sejak awal 2021, Indonesia sering dilanda banyak bencana alam. Mulai dari gempa di Sulawesi Barat, gunung api meletus di Pulau Jawa hingga banjir di Kalimantan Selatan. Kondisi yang demikian sebenarnya berkaitan dengan langsung dengan letak geografis Indonesia yang dikelilingi oleh 3 lempeng tektonik aktif, deretan gunung api aktif yang merupakan bagian dari ring of fire […]

    Bencana Datang, Yuk, Sahabat, Persiapkan Tas Siaga Bencana!

    Sejak awal 2021, Indonesia sering dilanda banyak bencana alam. Mulai dari gempa di Sulawesi Barat, gunung api meletus di Pulau Jawa hingga banjir di Kalimantan Selatan. Kondisi yang demikian sebenarnya berkaitan dengan langsung dengan letak geografis Indonesia yang dikelilingi oleh 3 lempeng tektonik aktif, deretan gunung api aktif yang merupakan bagian dari ring of fire dan letak geografis yang dilewati garis khatulistiwa.

    tas siaga bencana

    Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Trauma Pasca Bencana Alam

    Selain itu, terdapat kondisi hidrologi yang sangat berpengaruh terhadap fenomena alam yang bisa mengakibatkan bencana seperti angina puting beliung, banjir, banjir bandang, dan longsor. Karena Indonesia adalah negara rawan bencana sudah seharusnya masyarakatnya juga sadar dan siaga akan bencana yang terjadi, Karena itu, perlu sikap, pemikiran, dan perilaku yang tangguh dalam menghadapi bencana.

    BNPB sendiri sebagai badan pemerintah untuk penanggulangan bencana alam di Indonesia telah memberikan panduan bagi Sahabat untuk menyiapkan tas siaga bencana atau TSB di saat bencana terjadi.

    Apa itu Tas Siaga Bencana?

    infografis tas siaga bencana

    Tas siaga bencana adalah tas tahan air atau waterproof yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila ada bencana atau kondisi darurat lainnya. TSB bertujuan untuk Sahabat dalam bertahan hidup saat bantuan belum datang, dan juga untuk memudahkan Sahabat saat dievakuasi menuju ke tempat yang aman.

    Apa Saja yang Perlu Dimasukkan?

    Yang perlu dimasukkan adalah kebutuhan-kebutuhan dasar untuk keadaan darurat selama 3 hari. Isi tas adalah sebagai berikut:

    Surat atau Dokumen Penting

    Ketika akan terjadi bencana, hal yang harus Sahabat perhatikan adalah surat-surat dan dokumen penting. Mengapa? Karena surat dan dokumen tersebut adalah identitas Sahabat yang tentu saja akan sangat diperlukan dalam keadaan apa pun. Karena itu, agar semua dokumen ini dipersiapkan dengan matang. Surat dan dokumen meliputi:

    • Surat tanah
    • Surat kendaraan
    • Ijazah
    • Akte kelahiran, dan surat-surat penting lainnya

    Pakaian Salinan

    Hal selanjutnya yang perlu dimasukkan ke tas bencana adalah pakaian salinan. Bagaimana pun pakaian juga merupakan hal yang penting karena setidaknya pakaian akan melindungi Sahabat dari cuaca panas dan dingin. Siapkanlah pakaian salinan ini untuk 3 hari yang meliputi:

    • Pakaian dalam
    • Celana panjang
    • Jaket
    • Selimut
    • Handuk
    • Jas Hujan

    Makanan Ringan Tahan Lama

    Ketika terjadi bencana, kebutuhan pangan juga perlu untuk memenuhi kebutuhan biologis. Namun, saat bencana pangan yang sebaiknya perlu dipersiapkan adalah makanan ringan yang praktis untuk kondisi darurat. Makanan ini juga harus tahan lama alias tidak cepat kedaluwarsa. Makanan-makanan tersebut adalah:

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Air Minum

    Dalam keadaan darurat bencana pun Sahabat jangan sampai melupakan air minum. Tujuannya supaya Sahabat tetap terhidrasi sehingga Sahabat tidak kehausan dan susah menemukan sumber air yang tepat, yang mungkin rusak atau tercemar karena bencana. Persiapkanlah air minum yang bersih dan higienis untuk kebutuhan selama 3 hari.

    Kotak Obat-obatan

    Ketika Sahabat dalam keadaan siaga bencana, kotak obat-obatan juga harus dimasukkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti Sahabat terluka atau tiba-tiba mengalami sakit saat bencana tiba. Hal ini juga untuk mengantisipasi seandainya pasokan obat-obatan terbatas atau toko obat sangat jauh dari lokasi bencana.

    Produk Terkait: Jual Kotak P3K Kecil

    Radio dan Ponsel

    Di saat terjadi bencana penting untuk bisa mengetahui informasi terbaru mengenai kebencanaan terutama dari pemerintah. Karena itu, jangan lupakan radio beserta ponsel dan powerbank untuk mencegah low battery.

    Alat Bantu Penerangan

    Bencana alam kenyataannya juga dapat melumpuhkan pasokan listrik yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari. Kelumpuhan itu menyebabkan seisi kota menjadi gelap saat malam tiba. Tentu hal ini akan sangat menyulitkan bagi Sahabat yang ingin mencari suatu hal yang penting di malam hari. Karena itu, penting untuk menyiapkan alat bantu penerangan untuk kondisi darurat tersebut. Alat bantu itu berupa:

    • Senter
    • Lampu Kepala
    • Korek Api
    • Lilin

    Uang Tunai

    Hal lain yang penting dalam tas siaga bencana adalah perlunya uang tunai, yang tentunya untuk kebutuhan dadakan saat terjadi bencana. Persiapkanlah secukupnya untuk kebutuhan selama 3 hari ke depan.

    Baca Juga: Inilah Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi bagi Korban Selamat

    Peluit

    Jangan lupa persiapkan peluit untuk tanda meminta tolong terutama ketika Sahabat berada di lokasi bencana yang sulit diketahui. Dengan peluit para petugas tentunya akan terbantu ketika akan mengevakuasi ke tempat yang aman.

    Masker

    Masker tentunya sebagai alat bantu pernapasan untuk menyaring udara kotor atau tercemar akibat dari bencana. Namun, di masa pandemi Covid-19 masker juga penting sebagai upaya untuk meminimalkan penyebaran virus terutama di tempat pengungsian.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Perlengkapan Mandi

    Hal terakhir yang perlu dimasukkan ke tas bencana adalah perlengkapan mandi. Meski dalam kondisi bencana pun, Sahabat harus dalam keadaan segar. Karena itu, persiapkanlah perlengkapan-perlengkapan mandi seperti:

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Itulah mengenai tas siaga bencana yang perlu Sahabat persiapkan saat bencana datang. Dengan begini, Sahabat tidak perlu kaget dan bingung serta sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Jangan jadikan bencana sebagai musuh, tetapi jadikanlah kawan serta jadilah pribadi yang tanggap, tangkas, dan tangguh. Jika sudah dalam kondisi darurat segera hubungi 119. Jangan lupakan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi saat di pengungsian supaya tidak terpapar Covid-19. Untuk informasi terpercaya mengenai obat-obatan dan perlengkapan kesehatan lainnya yang dibutuhkan Sahabat bisa mengakses Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Yanuarto T, Pinuji S, Cipto Utomo A, Toto Satrio I. Buku Saku Tanggap Tanggas Tangguh Menghadapi Bencana. 4th ed. Jakarta: BNPB; 2019.
    Read More
  • Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker, yaitu penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping […]

    Pengaruh Diet & Pola Makan Penderita Kanker

    Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker, yaitu penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping obat-obatan yang sedang mereka minum maupun efek samping dari kemoterapi dan radiasi yang sedang mereka jalani juga menyebabkan nafsu makan menurun. Akibat gangguan makan yang mereka alami selama menderita kanker, hal ini justru akan memperparah kondisi tubuh penderita kanker dan akan jatuh ke dalam situasi kekurangan gizi (malnutrisi).

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai hubungan antara diet dan pola makan pada pasien penderita kanker, ada baiknya kita mengenal apakah penyakit kanker itu, apa penyebab dan apakah gejalanya.

    Kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel dalam tubuh tidak normal. Kanker disebut juga tumor ganas atau neoplasia yang menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya. Gejala dari kanker umumnya beragam sesuai dengan lokasi organ yang terserang kanker. Kanker dapat menyerang bagian tubuh manapun, seperti kanker otak, kanker hati, kanker paru-paru, kanker ovarium, kanker mulut rahim, kanker usus, kanker tulang, kanker kulit dan masih banyak lainnya. Berikut ini jenis kanker terbanyak di Indonesia:

    Jenis Kanker Terbanyak di Indonesia

    Menurut data Kemenkes RI pada tahun 2014, kanker menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Insiden penyakit kanker meningkat 12,7 juta kasus dengan angka kematian 7,6 juta orang pada tahun 2008 dan meningkat pada tahun 2012 dengan 14,1 juta kasus kanker dan angka kematian 8,2 juta orang.

    Gejala yang ditimbulkan kanker umumnya beragam, tergantung dari organ mana yang terserang kanker. Namun secara umum, berikut ini gejala dari kanker:

    • Nyeri
    • Mudah lelah
    • Sesak nafas atau sulit bernafas
    • Mual
    • Diare
    • Berat badan menurun secara drastis

    Sebuah penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa timbulnya jenis kanker dapat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi keadaan geografis dan rasial, berkaitan dengan gaya hidup, serta pola makan yang berbeda. Penelitian menunjukkan orang Jepang yang tinggal di Amerika lebih banyak mengalami kanker kolon. Asupan zat gizi diketahui merupakan faktor penting yang dapat menunjang terjadinya kanker. Masyarakat yang vegetarian mempunyai risiko kanker lebih rendah dibandingkan dengan non vegetarian. Sampai saat ini penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, diduga penyebab kanker berasal dari keturunan atau genetik, kebiasaan yang buruk seperti merokok, minum alkohol, seks bebas tanpa alat pelindung. Paparan radiasi dan infeksi virus maupun bakteri juga diduga dapat menyebabkan kanker.

    Lalu apa kaitannya asupan gizi dengan penyakit kanker? Asupan gizi yang tidak baik bagi tubuh dapat dianggap mencetuskan kanker. Sebaliknya, setelah terjadi kanker, maka akan memengaruhi asupan makanan yang dapat memengaruhi status gizi pasien kanker.

    Gangguan zat gizi yang dilami penderita kanker dapat disebabkan asupan makanan yang kurang maupun gangguan penyerapan nutrien gizi di usus akibat kanker yang dialami.

    Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyakit kanker yaitu asupan lemak, konsumsi lemak dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan kanker, sebab lemak mempunyai sifat Cancer Promoting. Misalnya konsumsi lemak berlebih, akan memicu peningkatan hormon esterogen yang merangsang tumbuhnya kanker payudara.

    Selain itu, konsumsi lemak berlebih akan merangsang keluarnya cairan empedu berlebih, selanjutnya mikroorganisme di usus akan diubah menjadi zat karsinogenik. Lemak yang biasa dikonsumsi biasanya adalah lemak jahat atau PUFA (Asam lemak poliunsaturated) yang mengalami proses hidrogenasi akan membentuk asam lemak trans, yang akan merangsang timbulnya kanker.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Seseorang yang divonis kanker akan mengalami ketakutan, kecemasan dan stres yang merangsang hormon katekolamin, yaitu hormon yang dapat menurunkan nafsu makan (anoreksia). Penurunan nafsu makan akan diikuti dengan penurunan berat badan yang drastis, yang akan berakibat kakesia (ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan zat gizi yang dibutuhkan tubuh), kakesia yang berlangsung lama akan menyebabkan kekurangan gizi (malnutrisi). Sebanyak 20-50% penderita kanker akan mengalami masalah gizi malnutrisi. Selain karena efek samping dari kondisi psikologis pasien kanker, malnutrisi juga dapat disebabkan karena efek samping pengobatan kanker, yang menyebabkan efek samping mual, muntah, gangguan menelan, diare atau gangguan penyerapan makanan pada usus.

    Dalam hal ini, dukungan keluarga sangat dibutuhkan, dengan cara memberikan motivasi pada penderita kanker agar mengonsumsi makanan untuk mendukung daya tahan tubuhnya. Keluarga sebaiknya mengawasi makanan agar pasien kanker tidak semakin parah. Asupan gizi sangat berperan penting sejak penderita kanker didiagnosis, pelaksanaan pengobatan sampai penyembuhan.

    Pada penderita kanker, kebutuhan gizi akan meningkat akibat proses keganasannya. Selain itu, pengobatan penyakit kanker, radioterapi dan kemoterapi akan lebih berguna apabila status gizi pasien dalam keadaan baik. Penatalaksanaan makanan dengan memaksimalkan asupan makanan sangat berguna untuk mengurangi gejala akan efek samping pengobatan sehingga pengobatan dapat dilakukan secara maksimal sampai tahap terakhir.

    Berikut ini anjuran asupan makanan yang baik bagi penderita kanker :

    1. Konsumsi makanan yang mengandung cukup karbohidrat seperti nasi, gandum, kentang dan umbi-umbian. Karbohidrat sangat baik bagi kanker sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan selama proses pengobatan, agar tidak terjadi efek samping pengobatan seperti lemas dan rentan terhadap infeksi bakteri, virus maupun jamur.
    2. Konsumsi sayur dan buah. Makanan yang mengandung sayur dan buah, kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, asam folat, serta mineral dan antioksidan yang bermanfaat mencegah sembelit atau konstipasi. Selain itu, antioksidan berfungsi untuk melarutkan sisa metabolisme obat kemoterapi dalam tubuh, sel kanker yang rusak atau sel kanker yang mati dalam tubuh akibat pengobatan.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging, telur, tahu, tempe dan susu. Protein berfungsi sebagai zat pembangun bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh yang rusak akibat kanker maupun akibat pengobatan kanker. Selain itu, protein berfungsi sebagai sumber energi tambahan apabila sumber energi dari lemak dan karbohidrat kurang di dalam tubuh.

    Baca Juga: Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Kolon pada Dewasa Muda

    Nah, Sahabat itulah ulasan seputar diet dan pola makan pada penderita kanker. Informasi kesehatan maupun produk kesehatan terkait, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Kusumawardani N. PENANGANAN NUTRISI PADA PENDERITA KANKER [Internet]. Ejournal.litbang.depkes.go.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/940
    2. [Internet]. Iccc.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: iccc.id/uploads/201801/TERAPI_NUTRISI_PADA_PASIEN_KANKER.pdf
    3. Danty Putri S, Adiningsih S. Peranan Dukungan Pendamping dan Kebiasanaan Makan Pasien Kanker Selama Menjalani Terapi. Universitas Airlangga [Internet]. 2018 [cited 25 September 2018];:1-9. Available from: webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Z1C2VXkeomoJ : e-journal.unair.ac.id/MGI/article/download/3376/2417+&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id
    4. Coa K, Epstein J, Ettinger D, Jatoi A, McManus K, Platek M et al. The Impact of Cancer Treatment on the Diets and Food Preferences of Patients Receiving Outpatient Treatment. Nutrition and Cancer. 2015;67(2):339-353.
    5. Nutrition and Physical Activity During and After Cancer Treatment: Answers to Common Questions [Internet]. Cancer.org. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/nutrition-and-physical-activity-during-and-after-cancer-treatment.html
    Read More
  • Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. […]

    Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. Namun yang perlu diingat, sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor jinak atau non kanker bersifat tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak menciptakan tumor baru. Sedangkan kanker ganas menyusuri sel sehat , mengganggu fungsi dari tubuh dan menarik nutrisi dari jaringan tubuh.

    Baca Juga: Ini 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Kanker akan terus tumbuh dan menyebar melalui perluasan langsung atau melalui proses yang disebut metastasis, dimana sel–sel ganas akan berjalan melalui jalur limfatik atau pembuluh darah dan akhirnya membentuk tumor baru di bagian tubuh lainnya.

    Ada 5 jenis utama kanker yaitu karsinoma, sarcoma, melanoma, limfoma, dan leukemia. Karsinoma, merupakan kanker yang paling sering didiagnosis, dapat berasal dari kulit, paru–paru, payudara, pankreas dan organ kelenjar lainnya. Limfoma adalah kanker limfosit. Leukimia adalah kanker darah, biasanya tidak membentuk tumor padat.  Sarkoma dapat muncul di tulang, otot, lemak, pembuluh darah, tulang rawan, jaringan lunak, atau jaringan ikat lainnya dari tubuh. Sedangkan melanoma adalah kanker yang muncul di sel–sel yang membuat pigmen kulit.

    Kanker telah ada dari dahulu kala, tapi pengetahuannya hingga sekarang masih berkembang. Dokter yang ahli di bidang kanker atau disebut sebagai dokter onkologi telah membuat kemajuan luar biasa dalam diagnosis, pencegahan, dan pengobatan kanker. Hingga hari ini, lebih banyak orang yang telah terdiagnosis kanker dapat hidup lebih lama, tapi beberapa bentuk kanker tetap sulit ditangani. Perawatan modern yang terdapat saat ini secara umum meningkatkan kualitas hidup dan dapat memperpanjang kelangsungan hidup.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Semakin cepat kanker terdiagnosis dan diobati, maka semakin baik juga peluangnya untuk sembuh. Beberapa jenis kanker seperti pada kulit, payudara, mulut, testis, prostat dan rektum dapat dideteksi dengan pemeriksaan dini rutin sebelum menjadi gejala serius lainnya muncul.

    Diagnosis kanker dimulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan riwayat medis lengkap. Pemeriksaan darah, urin dan tinja dapat pula dilakukan. Ketika tumor dicurigai, pemeriksaan seperti x ray, CT scan, MRI USG dan pemeriksaan endoskopi dapat membantu dokter untuk menentukan lokasi serta ukuran dari kanker. Biopsi perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnosis yaitu sampel jaringan yang diduga tumor dikeluarkan dari tubuh dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa apakah terdapat sel kanker.

    Jika sudah terdiagnosis positif kanker, tahap selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter ialah memastikan apakah terdapat penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Jika hasil biopsi telah positif untuk kanker, Sahabat dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter onkologi sebelum pengobatan dimulai.

    Sedangkan untuk pengobatan menghilangkan tumor atau memperlambat pertumbuhannya, tergantung dari jenis dan stadium dari kanker, seperti:  

    • Operasi, merupakan prosedur yang akan digunakan oleh dokter bedah untuk menghilangkan kanker dari tubuh Sobat.
    • Radioterapi, pilihan terapi ini akan menggunakan radiasi dosis tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor.
    • Kemoterapi, terapi dengan menggunakan Sobat untuk membunuh sel kanker.
    • Terapi hormon, digunakan untuk membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan dari kanker payudara dan prostat.
    • Imunoterapi, terapi ini membantu imunitas tubuh untuk melawan kanker.

    Pilihan dari teknik pengobatan yang akan dipilih oleh dokter onkologi tentunya merupakan kombinasi dari pilihan terapi. Kombinasi terapi ini tidak luput dari efek samping yang dapat diderita oleh pasien kanker. Efek samping dapat terjadi karena terapi tidak hanya membunuh sel kanker, namun juga membunuh dan memperlambat sel-sel sehat lainnya. Efek samping yang sering dikeluhkan seperti kelelahan, mual, muntah dan rambut rontok.

    Baca Juga:  10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Perawatan suportif dari perawat dan keluarga juga sangat penting pada pengobatan kanker. Tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya, menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan dukungan baik secara emosional, psikologi, dan logistik kepada pasien. 

    Olahraga ringan juga baik dilakukan untuk mengendalikan kelelahan, ketegangan otot, dan kecemasan pada mereka yang menderita kanker. Olahraga juga telah terbukti meningkatkan hasil terkait pengobatan kanker.

    Pengendalian dari nutrisi juga berperan penting dalam mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kanker lebih umum terjadi pada beberapa orang dengan pola diet tertentu, seperti kanker kolorektal (usus besar) lebih sering terjadi pada orang yang sering mengonsumsi daging. Dari penelitan juga ditemukan beberapa suplemen dapat meningkatkan risiko kanker, seperti risiko kanker paru pada perokok yang rutin mengonsumsi beta karoten dan risiko kanker prostat pada pria yang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi.

    Nah Sahabat, semoga pembahasan mengenai kanker dan pengobatannya ini dapat membantu, terutama jika teman atau kerabat Sobat terdiagnosis kanker. Ingat, segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter ahli. Lalu, bagi Sahabat yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Understanding Cancer- Diagnosis and Treatment – webmd.com/cancer/understanding-cancer-treatment#1, diakses pada tanggal 17-11-2018
    2. 5 of The Most Common Types of Cancer – ccsoncology.com/5-of-the-most-common-types-of-cancer/ , diakses pada tanggal 17-11-2018
    3. Know the Most Common Types of Cancer – everydayhealth.com/cancer/know-the-most-common-types-of-cancer.aspx, diakses pada tanggal 17-11-2018
    4. Common cancer types – cancer.gov/types/common-cancers, diakses pada tanggal 17-11-2018
    5. Types of cancer treatment – cancer.gov/about-cancer/treatment/types, diakses pada tanggal 17-11-2018
    Read More
  • Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker 

    Penyebab Kanker

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia, yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual, dan muntah.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita. Untuk kanker serviks ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi HPV ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja