Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 201–210 of 1024 results

  • Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping […]

    Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping vaksin ini memang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi biasanya tidak berlangsung lama.

    efek samping vaksin covid-19, efek samping vaksin virus covid-19, efek samping vaksin virus Corona

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Mengenal Efek Samping Vaksin Virus

    Efek samping vaksin Covid-19 yang dapat dilihat dari pengunaan beberapa vaksin yang sudah memasuki uji klinis tahap ketiga (Pfizer, Moderna, Sinovac, dan Sputnik dari Rusia) di antaranya adalah kebas dan bengkak di lokasi suntikan, demam, panas, dingin, dan sakit kepala.1 Hal lain yang perlu diperhatikan adalah terdapat laporan bahwa vaksin ini berpotensi menyebabkan reaksi alergi berat, sehingga orang dengan riwayat alergi berat tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi.2

    Meskipun efek vaksinasi Covid-19 sendiri disebut-sebut menyerupai gejala Covid-19 (seperti, demam, sakit kepala). Namun, perlu ditekankan bahwa hal ini bukan berarti orang yang diberikan vaksinasi akan terkena Covid-19. Saat seseorang diberikan vaksin, akan muncul rangsangan untuk membangun kekebalan tubuh untuk melawan virus. Lagi pula, mRNA dari vaksin tidak secara permanen memengaruhi sel. Sebaliknya, mRNA itu hanyalah cetak biru dari lonjakan protein yang terletak di permukaan virus dan bersifat sangat rapuh, sehingga vaksin harus disimpan pada suhu yang sangat dingin sebelum digunakan. Setelah Sahabat divaksinasi tubuh akan menghilangkan cetak biru tersebut, namun antibodi yang dikembangkan sebagai respons akan tetap ada.1

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Lalu bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Virus Covid-19?

    Meskipun bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya, Sahabat bisa mengatasi efek samping vaksin ini dengan mengikuti beberapa anjuran dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat. Langkah-langkah yang direkomendasikan CDC adalah sebagai berikut:3

    Berkonsultasi dengan Dokter

    CDC menyarankan agar Sobat berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping yang dirasakan setelah vaksinasi. Dokter mungkin akan menyarankan Sahabat menggunakan obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk mengatasi rasa sakit atau ketidaknyamanan.3

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg (biru)

    Menempatkan Kain Lap Basah yang Dingin

    Anjuran kedua adalah menempatkan kain lap basah yang dingin di atas lengan atau di bagian tubuh yang disuntik. Hal ini dilakukan untuk meredam rasa tidak nyaman setelah disuntik. Jangan lupa juga untuk melatih tangan supaya tidak kaku dan tegang karena vaksinasi.3

    Tetap Terhidrasi dan Gunakan Pakaian Tipis

    Sahabat disarankan untuk memperbanyak cairan dalam tubuh dengan minum air putih teratur setiap hari. Kondisi dehidrasi akan memperparah efek samping berupa pusing, sakit kepala, dan lemas. Pakaian tipis dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat demam.3

    Itulah beberapa hal mengenai efek samping vaksin virus Covid-19 dan cara mengatasinya. Sekali lagi, efek samping adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti. Lebih baik mengalami efek samping yang sifatnya sementara daripada terkena Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian. Vaksinasi itu penting dan vaksin itu baik. Kenyatannya, vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar, termasuk keluarga dan teman terdekat.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Meskipun sudah divaksin, Sahabat jangan lupa untuk tetap menerapkan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk meningkatkan efektivitas vaksin dan memberantas Covid-19. Dengan demikian, vaksinasi menjadi tidak sia-sia. Jangan lupa untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sembari menunggu vaksin Covid-19 beredar secara resmi, yuk jangan lupa untuk deteksi dini dengan PCR swab, rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Caranya adalah akses melalui website atau aplikasi dan pilih Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Yang harus Anda tahu soal efek samping vaksin COVID-19 [Internet]. Antara News. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1899648/yang-harus-anda-tahu-soal-efek-samping-vaksin-covid-19
    2. Azizah K. CDC Beberkan Efek Samping Pasca Vaksinasi COVID-19 dan Cara Menanganinya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5296845/cdc-beberkan-efek-samping-pasca-vaksinasi-covid-19-dan-cara-menanganinya
    3. Oktarianisa S. Maaf Bukan Menakuti, Vaksin Disebut Bisa Sebabkan Sakit Ini [Internet]. tech. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201216062701-37-209377/maaf-bukan-menakuti-vaksin-disebut-bisa-sebabkan-sakit-ini
    4. CDC Buat Panduan Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19 [Internet]. suara.com. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/12/16/140349/cdc-buat-panduan-cara-mengatasi-efek-samping-vaksin-covid-19?page=all
    Read More
  • Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, […]

    Ingin Liburan ke Bali dengan Sehat dan Aman? Yuk, PCR Swab dan Rapid Swab Antigen Dulu di Prosehat!

    Sejak 15 Desember 2020 Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Surat Keputusan Gubernur yang mewajibkan para wisatawan yang datang ke Pulau Dewata untuk menunjukkan surat keterangan yang menyatakan negatif pada PCR swab dan rapid swab antigen. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat para pemimpin provinsi di Indonesia yang wilayahnya mempunyai banyak penderita Covid-19, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali dengan Menko Marves Luhut Panjaitan sehari sebelumnya.1

    liburan ke Bali dengan sehat dan aman

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Tindakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali ini bertujuan mencegah penularan Covid-19 agar tidak meluas di provinsi andalan wisata Indonesia tersebut. Dalam surat keputusan tersebut, Pemprov Bali juga melarang secara luas perayaan Tahun Baru 2021 serta mengetatkan protokol-protokol kesehatan di kafe, hotel, ruang publik, dan tempat makan. Apabila melanggar, akan segera ditindak oleh aparat dari TNI-Polri serta Satpol PP. Dampak dari pemberlakuan harus menunjukkan hasil PCR Swab dan rapid antigen yang negatif membuat beberapa antrean yang cukup membludak. Hal itulah yang terlihat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada 17 Desember 2020. Antrean itu adalah karena petugas bandara harus memvalidasi surat keterangan bebas dari Corona yang dibawa penumpang sebagai syarat untuk terbang.2

    Produk Terkait: Rapid-PCR Swab

    Selain antrean panjang yang membuat pelayanan dan mobilitas penumpang menjadi terhambat, serta menyebabkan kerumunan, dampak lain yang dirasakan adalah adanya banyak pembatalan secara sepihak yang dilakukan oleh para calon wisatawan. Hal inilah yang dikeluhkan oleh para pengusaha wisata di Bali melalui Sekretaris Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) wilayah Bali, Putu Asita. Ia menilai kebijakan pemerintah ini sangat mendadak sekali dan membuat calon wisatawan mengurungkan niat ke Bali untuk liburan akhir tahun 2020 bersama keluarga.3

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Biaya rapid antigen disebutnya menjadi penghalang karena dibanderol pada kisaran mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 700.000 per orang. Kebanyakan yang membatalkan adalah wisatawan dari Pulau Jawa.3 Dampak pembatalan tidak hanya dirasakan oleh pihak pengusaha Bali melalui Asita, tetapi juga melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum PHRI, Haryadi Sukamdani. Dilansir dari CNN Indonesia, Haryadi mengungkapkan pembatalan melalui pengembalian tiket atau refund mencapai Rp 317 miliar, berasal dari refund 133 ribu tiket pesawat. Pembatalan ini sendiri, menurutnya, sangat berdampak pada perekonomian Bali yang mencapai Rp 967 miliar.1

    Sahabat Sehat sebetulnya tidak perlu membatalkan liburan ke Bali hanya karena aturan PCR swab dan rapid antigen. Agar Sahabat tidak terbebani dengan aturan pemerintah mengenai perlunya PCR swab dan rapid antigen yang dinilai memberatkan dari harga, Sahabat sebenarnya bisa melakukannya di Prosehat. Mengapa Prosehat?

    Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Tempat Rapid Test di Jakarta

    Karena Prosehat menyediakan layanan PCR swab dan rapid antigen yang berkualitas dengan harga yang terjangkau sehingga tidak menguras kantong sama sekali. Selain itu, Sahabat mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19 yang juga diperlukan sebagai tanda bahwa Sahabat tidak terinfeksi Covid-19, dan juga sebagai pegangan ketika sedang berada di Bali. Untuk mendapatkan layanan tes Covid-19 dari Prosehat caranya Sahabat bisa mengakses Prosehat melalui website atau aplikasi untuk memesan langsung atau konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Prosehat. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Refund Tiket Tembus Rp317 M usai Wajib Swab Antigen ke Bali [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216181823-92-583089/refund-tiket-tembus-rp317-m-usai-wajib-swab-antigen-ke-bali
    2. Antrean Cek Surat Swab Test di Bandara Soetta Membeludak, Hotman Paris Beraksi [Internet]. kumparan. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/antrean-cek-surat-swab-test-di-bandara-soetta-membeludak-hotman-paris-beraksi-1unOgcWy3lI
    3. Indonesia C. Pengusaha soal Wajib Rapid Antigen: Banyak Pesanan Dibatalkan [Internet]. ekonomi. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201216113208-92-582812/pengusaha-soal-wajib-rapid-antigen-banyak-pesanan-dibatalkan
    Read More
  • Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Sosial atau Susenas 2019 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS, orang Indonesia menggemari kangkung sebagai komoditas sayuran terfavorit. Jumlah konsumsi untuk sayuran tersebut pada level nasional adalah 10,46 gram per kapita sehari. Di tempat kedua ketiga, sayur-sayuran yang paling banyak dikonsumsi adalah bayam dan terong. Masing-masing sebesar 9,26 gram […]

    Manfaat dan Bahaya Mengonsumsi Kangkung, Sayuran Favorit Orang Indonesia

    Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Sosial atau Susenas 2019 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS, orang Indonesia menggemari kangkung sebagai komoditas sayuran terfavorit. Jumlah konsumsi untuk sayuran tersebut pada level nasional adalah 10,46 gram per kapita sehari. Di tempat kedua ketiga, sayur-sayuran yang paling banyak dikonsumsi adalah bayam dan terong. Masing-masing sebesar 9,26 gram dan 7,76 gram per kapita sehari. Secara keseluruhan dalam hasil survei jumlah konsumsi orang Indonesia untuk sayur dan buah adalah sebesar 209,89 gram per kapita sehari.

    manfaat dan bahaya mengonsumsi kangkung

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Sayur dan Buah?

    Jumlah ini sebenarnya masih cukup jauh dari ambang batas yang ditetapkan WHO dan Kemenkes. WHO secara umum menganjurkan konsumsi sayuran dan buah-buahan untuk hidup sehat sejumlah 400 gram per orang per hari, terdiri dari 250 gram sayur (setara dengan 2 porsi atau 2 gelas sayur setelah dimasak dan ditiriskan) dan 150 gram buah (setara dengan 3 buah pisang ambon ukuran sedang. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi sayur dan buah pada orang Indonesia cukup orang, dan hal tersebut tentunya akan berpengaruh pada gizi dan nutrisi yang dibutuhkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, konsumsi sayur dan buah sangat diperlukan untuk imunitas tubuh yang alami.

    Mengenai kangkung yang menjadi favorit karena sayuran tersebut enak dikonsumsi, mudah ditanam, dan dapat memberikan banyak manfaat pada tubuh. Sayuran ini diketahui mengandung zat besi, protein, vitamin C dan A, lemak serta karbohidrat yang sangat dibutuhkan tubuh. Orang Indonesia sendiri gemar mengolah kangkung menjadi makanan dengan menumis atau dijadikan rujak dan plecing. Meskipun memberikan banyak manfaat ternyata kangkung juga bisa berbahaya bagi kesehatan sehingga inilah yang membuat Amerika Serikat menganggap sebagai tanaman sayuran yang berbahaya. Lalu apa saja manfaat dan bahaya mengonsumsi kangkung? Yuk, Sahabat Sehat, mari kita simak bersama-sama!

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Ekstrak Kapsul Sayur dan Buah

    Manfaat Mengonsumsi Kangkung

    Seperti sudah disebutkan kangkung merupakan salah satu sayuran yang bermanfaat banyak bagi tubuh. Manfaat kankung adalah sebagai berikut:

    Obat Insomnia

    Kangkung rupanya bisa menjadi obat bagi Sahabat yang sedang mengalami susah tidur atau insomnia. Hal itu dikarenakan kandungan karbohidrat dan lemak yang bisa memicu otak untuk merasakan kantuk. Kankung juga dapat digunakan untuk memperbaiki waktu tidur yang tidak teratur. Supaya mendapatkan kantuk Sahabat tinggal mengonsumsi kangkung yang sudah ditumis kemudian dimakan bersama dengan nasi.

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Begadang

    Mencegah Sariawan

    Vitamin C yang terdapat pada kangkung rupanya juga dapat mencegah penyakit sariawan hingga gusi berdarah. Sahabat hanya perlu mengunyah daun kangkung yang sudah dibersihkan. Daun sayuran ini ternyata juga mengandung antiseptik alami yang bisa membunuh kuman pada gigi dan mulut.

    Mengurangi Kolesterol

    Bagi Sahabat yang sedang bermasalah dengan berat badan dan mengalami obesitas hingga memutuskan menjalankan diet, jangan lupa untuk memasukkan kangkung dalam menu diet sehari-hari. Sebab, tanaman air ini ternyata dapat mengurangi kolestrol yang ada dalam tubuh Sahabat sehingga berat badan bisa turun jika dikonsumsi dengan benar.

    Mengobati Penyakit Kuning

    Kangkung juga dapat menjadi sayuran yang bisa digunakan untuk mengatasi penyakit kuning dan hati melalui pengobatan ayurvedic. Ekstrak kangkung ternyata dapat memberikan perlindungan terhadap kerusakan hati yang disebabkan oleh bahan kimia karena modulasi enzim detoksifikasi, antioksidan, dan sifat pemicu radikal bebas.

    Mencegah Anemia

    Kandungan zat besi dan fosfor pada kangkung bisa menjadi zat utama untuk melawan anemia. Kedua zat ini berperan penting dalam mendukung asupan oksigen dan zat gizi yang optimal bagi sel dan organ tubuh. Supaya Sahabat dapat merasakan kedua zat tersebut secara efektif pilihlah kangkung muda yang kandungan zat besi dan fosfornya masih sangat tinggi.

    Produk Terkait: Jual Sangobion

    Mengatasi Sembelit dan Gangguan Pencernaan

    Kangkung dapat membantu mengatasi sembelit karena kandungan serat yang cukup tinggi di dalamnya. Hal ini tentu saja dapat membantu pencernaan dengan cara yang alami. Selain itu, kangkung sering digunakan sebagai pengobatan infestasi cacing usus karena mengandung lateks yang digunakan sebagai agen pencahar.

    Mencegah Diabetes

    Mengonsumsi kangkung secara teratur dan rutin juga membantu Sahabat mencegah terkena Diabetes yang merupakan salah satu penyakit mematikan. Hal itu karena kangkung akan bekerja sebagai antioksidan yang bisa menangkal oksidasi penyebab Diabetes pada sel-sel tubuh. Ibu hamil disarankan mengonsumsi kangkung supaya terhindar dari penyakit ini.

    Bahaya Mengonsumsi Kangkung

    Selain mempunyai manfaat yang sangat baik untuk tubuh dan dapat memenuhi gizi dan nutrisi, kangkung ternyata juga mempunyai bahaya bagi tubuh. Berikut ini adalah bahaya-bahayanya:

    Menimbulkan Asam Urat

    Bahaya pertama mengonsumsi kangkung adalah dapat menimbulkan asam urat. Karena itu, penderita asam yang sudah sembuh atau masih dalam masa pemulihan sebaiknya menghindari makanan yang berhubungan dengan kangkung. Sebab, zat purin yang ada pada kangkung dapat menyebabkan asam urat kambuh dan membuat nyeri pada persendian serta menimbulkan pembengkakan.

    Menyebabkan Kantuk

    Terlalu banyak mengonsumsi kankung rupanya berakibat seseorang mudah jadi terkena kantuk. Hal ini karena adanya zat kalium yang cukup tinggi yang mampu memengaruhi saraf-saraf di bagian kepala. Karena itu, disarankan mengonsumsi kangkung tidak berlebihan, dan jangan mengonsumsi di jam-jam beraktivitas.

    Menyebabkan Alergi

    Kangkung juga dapat menyebabkan alergi berupa gatal-gatal, ruam merah atau pusing sementara. Penyebabnya dari zat magnesium yang ada pada sayuran tersebut. Karena itu, sangat disarankan bagi orang-orang yang mengalami alergi supaya jangan mengonsumsi kangkung.

    Produk Terkait: Jual Obat Herbal Pencegah Alergi

    Sakit Perut

    Bahaya terakhir dari mengonsumsi kangkung adalah dapat menyebabkan sakit perut dan mual-mual. Hal ini karena kankung yang dikonsumsi tidak dicuci benar-benar bersih sehingga bakteri yang masih tertinggal mengiritas dinding lambung dan jaringan perut lainnya.

    Baca Juga: Dampak Konsumsi Serat Berlebihan dan Cara Mengatasinya

    Selain dapat menyebabkan bahaya di atas, ada beberapa hal yang menyebabkan kangkung dapat berbahaya bagi kesehatan, yaitu:

    • Kangkung tidak dicuci dengan bersih sehingga masih menyisakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan pencernaan
    • Kangkung diolah dengan menggunakan minyak bekas pakai yang menyebabkan kangkung terkontaminasi dengan lemak jenuh yang bisa mengakibatkan masalah pencernaan
    • Kangkung yang terlalu banyak menggunakan bumbu MSG atau garam berlebihan mampu menyebabkan munculnya keluhan kesehatan

    Itulah mengenai kankung, sayuran favorit orang Indonesia yang ternyata mempunyai manfaat dan bahaya jika mengonsumsinya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai sayuran dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Survei BPS: Orang RI Kurang Makan Sayur, Kangkung Paling Digemari Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://money.kompas.com/read/2020/12/15/114340126/survei-bps-orang-ri-kurang-makan-sayur-kangkung-paling-digemari?page=all#:~:text=Mengutip%20data%20BPS%2C%20Selasa%20(15,yang%20ditetapk
    2. Pratama F. Nggak Cuma Ditumis, 7 Olahan Kangkung Ini Bikin yang Ngantuk Jadi Bugar Lagi | YuKepo.com [Internet]. Yukepo.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://www.yukepo.com/hiburan/tips/nggak-cuma-ditumis-7-olahan-kangkung-ini-bikin-yang-ngantuk-jadi-bugar-lagi/
    3. Concerns H. Jadi Makanan Favorit di Indonesia, Kangkung Dilarang di Negara Ini Karena Dianggap Berbahaya – Serambi Indonesia [Internet]. Serambi Indonesia. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://aceh.tribunnews.com/2020/06/14/jadi-makanan-favorit-di-indonesia-kangkung-dilarang-di-negara-ini-karena-dianggap-berbahaya
    4. Nugroho R. 7 Manfaat Kangkung untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui, Bantu Turunkan Kolesterol [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/3941957/7-manfaat-kangkung-untuk-kesehatan-yang-jarang-diketahui-bantu-turunkan-kolesterol
    5. [Internet]. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://www.pertanianku.com/hati-hati-ini-bahaya-makan-kangkung/
    Read More
  • Hasil tes PCR swab negatif tentu saja merupakan dambaan setiap orang yang hendak atau sudah menjalani pemeriksaan swab. Hasil negatif dapat diartikan bahwa virus penyebab Covid-19 tidak ditemukan dan hal ini tentu saja membuat lega. Namun, jika hasil swab yang didapatkan positif, rasa sedih dan kecewa dapat muncul. Setelah dinyatakan positif, orang yang terinfeksi Covid-19 […]

    Bagaimana Cara Supaya Hasil Tes PCR Swab Negatif?

    Hasil tes PCR swab negatif tentu saja merupakan dambaan setiap orang yang hendak atau sudah menjalani pemeriksaan swab. Hasil negatif dapat diartikan bahwa virus penyebab Covid-19 tidak ditemukan dan hal ini tentu saja membuat lega. Namun, jika hasil swab yang didapatkan positif, rasa sedih dan kecewa dapat muncul. Setelah dinyatakan positif, orang yang terinfeksi Covid-19 ini diharuskan untuk melakukan isolasi di rumah, rumah sakit, atau fasilitas yang disediakan pemerintah.

    hasil tes PCR swab negatif

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Bagaimana cara supaya hasil tes swab negatif? Belum lama ini, beredar sebuah video di Youtube yang berjudul “Cara Agar Tes Swab Negatif.” Video ini diunggah oleh akun bernama “dr. Edy Gunawan.” Dalam video berdurasi 7 menit 39 detik tersebut, dikatakan bahwa tips supaya tes swab bisa negatif adalah berkumur dengan betadine seminggu sebelum tes. Selain itu, dikatakan obat kumur tidak berbahaya untuk diminum. Betadine yang dicampur dengan air juga dikatakan bisa digunakan untuk membersihkan hidung. Selain betadine, campuran air garam bisa digunakan untuk berkumur atau dimasukkan ke dalam hidung. Video ini menarik perhatian masyarakat, terlihat dari banyaknya reaksi dan likes.1

    Produk Terkait: Jual Betadine Solution 60 ml

    Akan tetapi, setelah ditelusuri, video tersebut ternyata memberikan informasi yang tidak benar. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, dr. R.A. Adaninggar, Sp.PD menyatakan bahwa tips yang diberikan dalam video tersebut tidak dapat mempengaruhi hasil PCR swab negatif. Terlebih lagi, obat kumur betadine dapat berbahaya jika diminum. Kandungan senyawa dalam betadine, yaitu Povidone iodine, memang bisa membunuh Covid-19 berdasarkan hasil sebuah penelitian. Namun, penelitian yang digunakan masih sebatas penelitian in vitro atau penelitian di laboratorium dan tidak melibatkan relawan manusia.1

    Betadine yang termasuk obat luar, sesuai dengan petunjuknya, hanya untuk di luar tubuh, dan bukan untuk diminum. Bila diminum, betadine bisa menyebabkan gagal ginjal, mengganggu hormon tiroid, dan menyebabkan iritasi mukosa, sehingga virus mudah masuk. Hal serupa juga berlaku untuk air garam. Selain belum ada bukti ilmiahnya untuk mencegah Covid-19, minum air garam dapat berbahaya, terutama untuk orang dengan hipertensi.1

    Lalu, bagaimana supaya hasil tes swab negatif?

    Ada beberapa hal yang bisa dilakukan supaya hasil tes PCR swab negatif, seperti menjaga pola makan, makan dengan teratur, dan rutin berolahraga. Selain itu, Sobat harus bijak dalam memilih informasi mengenai Covid-19 dan hanya menerima informasi dari sumber yang terpercaya. Sobat juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin. Jangan lupa untuk terus berdoa dan beribadah. Selain hal-hal tadi, salah satu hal yang paling penting adalah Sobat harus menerapkan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.2

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Cara Supaya Tenang Menunggu Hasil Tes Swab

    Menunggu hasil tes Swab adalah saat-saat yang mendebarkan. Apalagi, bila hasil swab baru dapat diketahui setelah berhari-hari, walaupun sekarang sudah ada hasil pemeriksaan yang keluar dalam satu hari atau bahkan hitungan jam. Bila didapatkan hasil positif, tentu muncul rasa gelisah dan takut yang bercampur aduk. Lalu, bagaimana caranya supaya Sobat dapat tenang saat menunggu hasil swab? Yang harus Sobat lakukan adalah membangun emosi positif untuk kesehatan mental dan fisik, sehingga timbul keyakinan bahwa hasil yang didapatkan akan negatif. Kemudian, lakukan persiapan mental apapun hasilnya. Ketika rasa cemas datang, tarik napas perlahan dan keluarkan. Sebutlah nama Tuhan di dalam hati, sehingga perasaan cemas dan takut yang dirasakan berkurang.3

    Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapat Surat Keterangan Bebas Corona?

    Itulah beberapa hal mengenai cara supaya hasil tes PCR swab negatif. Kuncinya adalah pola makan yang teratur, rajin berolahraga, tidak stres, selalu berpikir positif, dan siapkan mental dengan baik. Jangan melakukan cara-cara yang tidak terbukti secara ilmiah karena malah bisa menimbulkan dampak negatif pada kesehatan. Setelah hasil swab negatif, jangan lupa untuk tetap melakukan 3M dan melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat menguatkan imun tubuh supaya tidak terserang Covid-19.

    Produk Terkait: Rapid Test-Antigen-PCR Swab

    Untuk memastikan diri Sahabat positif atau negatif Covid-19 dengan PCR swab, Sahabat bisa melakukan pemeriksaan di Prosehat. Sahabat juga bisa mendapatkan surat keterangan hasil tes yang umumnya dibutuhkan untuk berbagai macam keperluan, seperti berlibur dan berbisnis. Sahabat bisa mengakses Prosehat via website dan aplikasi. Apabila ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cek Fakta: Benarkah Tips dalam Video Ini Bisa Bikin Swab PCR Covid-19 Jadi Negatif? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4432826/cek-fakta-benarkah-tips-dalam-video-ini-bisa-bikin-swab-pcr-covid-19-jadi-negatif
    2. Rutin Lakukan Swab Test, dr Tirta Bagikan Rahasia Agar Hasil Selalu Negatif [Internet]. suara.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://jogja.suara.com/read/2020/10/28/134500/rutin-lakukan-swab-test-dr-tirta-bagikan-rahasia-agar-hasil-selalu-negatif?page=all
    3. Tips Supaya Tenang Menunggu Hasil Rapid Test Corona | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200324/219/1217503/tips-supaya-tenang-menunggu-hasil-rapid-test-corona
    Read More
  • Sembilan bulan sudah Covid-19 melanda Indonesia, dan semenjak itu pula belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun, ada kondisi yang disebut dengan pandemic fatigue, yaitu kelelahan akibat pandemi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap situasi yang belum kunjung usai hingga hari ini. WHO menyatakan bahwa fase ini dipahami sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan dan mengikuti […]

    Fase Pandemic Fatigue, Kelelahan Penyebab Abai Perilaku 3M

    Sembilan bulan sudah Covid-19 melanda Indonesia, dan semenjak itu pula belum ada kepastian kapan pandemi ini berakhir. Namun, ada kondisi yang disebut dengan pandemic fatigue, yaitu kelelahan akibat pandemi yang dirasakan oleh masyarakat terhadap situasi yang belum kunjung usai hingga hari ini. WHO menyatakan bahwa fase ini dipahami sebagai kurangnya motivasi untuk melakukan dan mengikuti perlindungan kesehatan saat pandemi. Hal ini muncul secara bertahap dari waktu ke waktu, dan mempengaruhi  emosi, pengalaman, dan persepsi seseorang.

    fase pandemic fatigue

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Kondisi inilah yang menyebabkan masyarakat menjadi abai terhadap protokol-protokol kesehatan yang sudah dianjurkan sehingga tingkat kepatuhan menjadi rendah. Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terus menurun pada November 2020. Adapun protokol-protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau yang disebut juga dengan 3M. Angka kepatuhan masyarakat menggunakan masker sebesar 59,32% dan menjaga jarak 43,46%. Padahal yang dibutuhkan untuk menurunkan angka kasus Covid-19 angka kepatuhannya sebesar 75% dari populasi penduduk.

    Ciri-ciri Terkena Pandemic Fatigue

    Adapun orang yang terkena situasi ini biasanya mengalami  kelelahan secara fisik dan mental dengan gejala yang berbeda pada tiap orang. Beberapa gejala yang sering kali muncul adalah perasaan gelisah, sedih, mudah tersinggung, mood berubah secara cepat, kurang motivasi, dan sulit berkonsentrasi. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mengabaikan protokol kesehatan, dan Sahabat malah akhirnya juga mengikutinya.

    Sementara dari segi fisik, Sahabat biasanya akan merasakan tubuh yang sangat lelah meskipun kegiatan sangat sedikit. Selain itu, Sahabat selalu merasa lesu dan tidak bersemangat melakukan apa pun, dan hanya ingin rebahan saja. Fase pandemic fatigue ini juga membuat Sahabat mengalami perubahan dalam konsumsi makanan atau pola tidur yang biasanya menjadi lebih sedikit atau justru menjadi lebih banyak dari biasanya.

    Tips-tips Mengatasinya

    Terdapat beberapa tips yang bisa Sahabat lakukan untuk mengatasi pandemic fatigue yang akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:

    Membuat Komitmen

    Pandemi Covid-19 memang membuat segalanya berubah sehingga protokol kesehatan seperti memakai masker dijadikan sebagai gaya hidup. Hal tersebut tentu saja mengejutkan dan menjadi sesuatu yang tidak biasa. Supaya tidak terkejut dengan perilaku baru yang ada, cara terbaiknya adalah Sahabat dapat membuat komitmen terhadap diri sendiri seperti saat sebelum pandemi tiba. Apabila di masa sebelum pandemi Sahabat sering mematuhi peraturan-peraturan yang ada seperti dalam berlalu lintas, disiplin memakai peralatan berupa helm saat berkendara motor atau sepeda, tentunya hal tersebut bisa Sahabat terapkan saat menjalankan protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan. Hal ini pun akan bisa menjaga diri Sahabat dan orang lain tetap aman dan nyaman.

    Cepat Tanggap Terhadap Perubahan

    Perubahan gaya hidup pada akhirnya memang mengubah cara pandang orang terhadap virus Covid-19. Orang yang terkonfirmasi positif terkadang tidak bergejala sama sekali. Hal ini sering menyebabkan orang bingung dan tidak percaya bila mereka terkonfirmasi positif COVID. Sahabat kemudian akan bertanya-tanya apa yang harus dilakukan. Sahabat harus menerimanya, dan terus mengikuti perkembangan dari sumber informasi yang terpercaya agar kesehatan, baik fisik maupun mental tetap terjaga.

    Mulailah Kebiasaan dari Pencegahan

    Pencegahan merupakan hal yang tepat dilakukan saat pandemik Covid-19, dan hal ini bisa menjadi sebuah kebiasaan. Saat melakukannya jangan biarkan diri Sahabat berpikir sedang mengerjakan tugas yang harus harus dilakukan tetapi kerjakanlah seperti rutinitas. Jika dilakukan dengan komitmen, Sahabat akan menemukan momentum saat mengenakan masker atau mencuci tangan menjadi sebuah kebiasaan baru yang baik tanpa perlu dipikirkan terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Siapkan Persediaan

    Masker, hand sanitizer, atau barang-barang lainnya yang dapat menunjang merupakan barang-barang yang penting saat pandemi dan tidak boleh dilupakan sama sekali. Sehingga, Sahabat sebaiknya mempersiapkan barang-barang tersebut dengan baik seperti menyiapkan cadangannya. Hal ini juga untuk mengurangi hambatan dalam memakai masker atau hand sanitizer. Selain itu, simpanlah pada tempat-tempat yang biasa dan mudah dijangkau.

    Mengambil Pelajaran dari Orang Lain

    Covid-19 penyebarannya cukup massif di seluruh dunia hingga menyebabkan ratusan ribu orang menderita, tetapi Sebagian orang masih menganggap virus ini tidak ada atau perkara yang dibuat-buat. Kenyataannya, virus ini nyata dan dapat menyerang siapa saja. Beberapa penyintas sering membagikan ceritanya saat berjuang melawan virus ini. Sahabat dapat mengambil pelajaran dari kisah tersebut dan menjadi lebih waspada.

    Beradaptasilah

    Pandemi Covid-19 mungkin tidak akan hilang dalam waktu dekat biarpun telah ditemukan vaksin sebagai pencegahannya. Nah,  cara terbaik untuk mengatasi pandemi ini adalah mencoba untuk beradaptasi bdan melakukan kegiatan dengan cara-cara baru yang lebih aman sesuai dengan prosedur kesehatan yang dianjurkan. Menerima kenyataan baru dan tetap berkomitmen pada kebiasaan yang baik dapat dilakukan sebagai bentuk pencegahan.

    Baca Juga: 5 Persiapan untuk Kondisi New Normal

    Itulah mengenai fase pandemic fatigue yang mulai menghinggapi sebagian besar orang di dunia termasuk di Indonesia karena pandemi Covid-19 yang tidak kunjung selesai sehingga semua pada lelah dan mulai abai terhadap protokol-protokol kesehatan. Sahabat memang harus bersabar dan tetap yakin bahwa kondisi yang dihadapi akan segera berlalu. Untuk itu, tetap jalankan perilaku 3M dan berpikir positif. Apabila Sahabat memerlukan informasi lanjutan soal pandemic fatigue dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mengenal Apa Itu Pandemic Fatigue, Alasan Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/070500665/mengenal-apa-itu-pandemic-fatigue-alasan-masyarakat-abaikan-protokol?page=all
    2. Shidqiyyah S. Ciri-Ciri Pandemic Fatigue dan Cara Mengatasinya, Agar Tak Terlena Virus Corona Covid-19 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4411097/ciri-ciri-pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-agar-tak-terlena-virus-corona-covid-19
    3. Pandemic Fatigue dan Cara Mengatasinya [Internet]. kumparan. 2020 [cited 11 December 2020]. Available from: https://kumparan.com/lifeatkumparan/pandemic-fatigue-dan-cara-mengatasinya-1ufFbtDobao/full
    Read More
  • Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3 Baca Juga: Vitamin C, […]

    Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Setelah happy hypoxia,1 anosmia, dan keluhan pada mata sebagai gejala-gejala baru penderita Covid-19, kini muncul lagi gejala baru untuk penyakit tersebut, yaitu delirium.2 Sebelumnya, gejala-gejala yang biasa dialami oleh pengidap Covid-19 ini dapat berupa kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil serta mengalami masalah pencernaan.3

    gangguan delirium

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Delirium, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah gangguan mental yang ditandai oleh ilusi, halusinasi, ketegangan otak, dan kegelisahan fisik.4 Definisi ini sejalan dengan definisi yang diberikan oleh dr. Gina Anindyajati SpKJ dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, seperti dilansir Kompas.com. Disebutnya bahwa orang yang mengalami delirium biasanya menunjukkan gangguan tingkat kesadaran, perhatian, kognitif, dan persepsi yang terjadi secara fluktuatif.3 Berdasarkan sebuah studi umumnya, delirium kerap dialami oleh pasien Covid-19 yang berusia lanjut.5

    Seperti Apa Gejala dan Pemicunya?

    Delirium biasanya mempunyai gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari, sering berfluktuasi sepanjang hari, dan memburuk pada malam hari. Meski begitu, ada periode dimana delirium tidak menunjukka gejala apa pun. Sejumlah penelitian juga telah mempelajari manifestasi Covid-19 pada sistem saraf. Delirium dan keadaan kebingungan adalah gejala yang cukup umum dialami oleh pasien Covid-19 yang dapat terjadi sejak hari pertama. Berdasarkan studi yang diterbitkan oleh JAMA Network seperti dilansir dari Detik.com, terdapat 817 pasien lansia positif Covid-19. Sebanyak 28% mengalami delirium saat presentasi, yang merupakan gejala keenam yang paling umum dari semua gejala dan tanda yang muncul. Di antara pasien yang mengigau, sebanyak 16% menunjukkan delirium sebagai gejala utama dan 37% tidak memiliki gejala Covid-19 yang khas seperti batuk atau demam.6

    Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa delirium harus dimasukkan pada daftar periksa pasien yang menunjukkan tanda dan gejala Covid-19. Beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu delirium, yaitu:6

    • Hipoksia, ketika jaringan otak kekurangan kadar oksigen yang dapat menyebabkan pembengkakan saraf dan edema otak serta menyebabkan kerusakan eksternal dan internal di otak
    • Peradangan, ketika sistem kekebalan menjadi terlalu aktif sehingga menyerang organ-organ juga serta mengubah atau merusak fungsi otak
    • Toksisitas neuronal, ketika virus SARS-CoV-2 secara langsung menganggu fungsi saraf pada tingkat sel bahkan sebelum mencapai paru (komplikasi ini jarang terjadi)
    • Hiperkoagulasi, pengentalan darah yang hebat sehingga menganggu aliran darah ke otak

    Bagaimana Cara Mengobatinya?

    Pengobatan untuk orang-orang yang terkena delirium harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan infeksi, pengobatan ditujukan untuk menghilangkan sumber infeksinya. Namun, jika disebabkan pengentalan darah yang berlebihan, perlu diberikan terapi agar kekentalan darahnya berkurang. Selain itu, terapi juga diperlukan untuk pasien yang mengalami delirium bergejala reorientasi. Orang-orang yang mengalami hal ini juga perlu dirawat pada ruangan yang cukup nyaman, cukup pencahayaan dan tenang, serta suhu ruangan yang hangat.3

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Apakah Delirium Merupakan Gejala Baru?

    Delirium disebut merupakan gejala baru, namun, menurut Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, delirium bukanlah gejala baru. Dilansir dari Kompas TV, Ketua Satgas Covid-19 dari IDI, Zuhairi Djoerban, menyatakan bahwa gejala ini sebenarnya sudah pernah dipublikasikan sebelumnya di beberapa media di Amerika Serikat dan Inggris.5

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbebani Kapan Covid-19 Berakhir

    Demikianlah mengenai delirium yang belakangan ini menyita perhatian semua orang karena berkaitan dengan Covid-19. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi mengenai delirium dan gejala-gejala Covid-19 lainnya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk deteksi dini seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mediatama G. Mengenal happy hypoxia dan bahayanya jika menyerang pasien Covid-19 [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/mengenal-happy-hypoxia-dan-bahayanya-jika-menyerang-pasien-covid-19?page=all
    2. Anindita K. Deretan Gejala COVID-19 yang Tak Terbayangkan, Anosmia hingga Delirium [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5293529/deretan-gejala-covid-19-yang-tak-terbayangkan-anosmia-hingga-delirium
    3. Media K. Kenali Tanda-tanda Mengalami Delirium, Gejala Baru Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/12/091000465/kenali-tanda-tanda-mengalami-delirium-gejala-baru-covid-19?page=all
    4. Setiawan E. Arti kata delirium – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online [Internet]. Kbbi.web.id. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://kbbi.web.id/delirium
    5. IDI: Delirium Bukan Gejala Baru Covid-19 [Internet]. KOMPAS.tv. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.tv/article/129881/idi-delirium-bukan-gejala-baru-covid-19
    6. Nabila F. Kenali Pemicu Delirium, Gejala Baru yang Diidap Pasien COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5292222/kenali-pemicu-delirium-gejala-baru-yang-diidap-pasien-covid-19
    Read More
  • Tes air liur Covid-19 kemungkinan akan dipakai sebagai salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Selama ini, pemeriksaan Covid-19 yang sudah tersedia meliputi rapid test, baik antibodi maupun antigen, serta PCR swab. Dari pemeriksaan yang ada, PCR swab dinyatakan sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi virus. Sayangnya, harga pemeriksaan PCR […]

    Tes Air Liur Covid-19 Dinilai Lebih Akurat dan Murah?

    Tes air liur Covid-19 kemungkinan akan dipakai sebagai salah satu metode pemeriksaan untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 dalam tubuh manusia. Selama ini, pemeriksaan Covid-19 yang sudah tersedia meliputi rapid test, baik antibodi maupun antigen, serta PCR swab. Dari pemeriksaan yang ada, PCR swab dinyatakan sebagai pemeriksaan yang paling akurat untuk mendeteksi virus. Sayangnya, harga pemeriksaan PCR ini cukup mahal, sehingga membuat orang-orang harus berpikir terlebih lebih dahulu sebelum mengeluarkan uang. Akibatnya, banyak orang lebih memilih metode rapid test yang lebih murah dan cepat, meskipun hasil yang didapat belum tentu akurat.1

    tes air liur covid-19, tes air ludah covid-19, saliva based testing

    Baca Juga: Rapid Swab Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    Tes menggunakan air liur atau saliva-based testing ini disebut tidak kalah akurat dibandingkan PCR swab. Seperti kita ketahui, prosedur tes swab belakang hidung atau tenggorokan sering menyebabkan ketidaknyamanan. Pemeriksaan swab seringkali membuat orang yang diperiksa merasakan geli, mengeluarkan air mata, batuk-batuk, bahkan muntah. Berbeda dari metode swab, tes air air liur dapat dilakukan secara mandiri, sehingga tidak perlu ke tempat pemeriksaan. Cara ini diharapkan dapat mengurangi beban tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan Covid-19 dan meminimalkan paparan virus dari pasien yang terinfeksi.1

    Yale University menguji akurasi tes air liur dibandingkan tes swab. Tim peneliti mengidentifikasi 70 pasien rumah sakit yang telah terkonfirmasi Covid-19 melalui swab. Setiap kali pasien melalukan tes swab, peneliti juga meminta pasien untuk menjalani tes air liur. Hasilnya, tes air liur bekerja lebih baik dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2. Dalam lima hari pertama setelah diagnosis, sebanyak 81% tes air liur kembali positif apabila dibandingkan dengan tes swab sebesar 71%. Kesenjangan serupa tetap ada hingga 10 hari setelah diagnosis. Selain itu, para peneliti mendeteksi lebih banyak salinan materi genetik virus dalam air liur pasien dibandingkan dengan sampel yang diambil dari bagian belakang rongga hidung.2

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab

    Hokkaido University di Jepang juga melakukan penelitian serupa. Tim peneliti dari universitas tersebut menguji 1.924 orang yang tidak menunjukkan gejala Covid-19 dengan menggunakan sampel air liur dan tes swab di Bandara Haneda, Tokyo, dan Bandara Internasional Kansai di Osaka. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa air liur memiliki keakuratan sekitar 90% dalam mengidentifikasi kasus positif, dengan hampir tidak ada positif palsu. Para peneliti dalam pengujian tersebut juga memaparkan mengenai kemudahan tes, yakni dengan hanya meludah di sebuah cangkir kecil.3

    Sejauh ini, tes air liur Covid-19 sudah digunakan oleh beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura. Amerika Serikat sudah mendapatkan rekomendasi dari FDA untuk memulai tes ini dengan status open source, yang artinya tes dilakukan melalui laboratorium rekomendasi dari Yale University sebagai penguji. Tes air liur juga sudah diuji coba pada pemain basket profesional NBA.4 Inggris juga sudah mulai menguji tes ini pada para mahasiswa dan pelajar di negara tersebut,5 sedangkan Singapura sudah mendapat persetujuan langsung dari Advance MedTech untuk menggunakan tes ini secara massal.6

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Harga Diklaim Lebih Murah

    Dari sisi biaya, seperti yang dilansir dari Kompas.com, harga tes liur ini dimulai dari US$ 10 per sampel atau Rp 140.547,96 jika dirupiahkan dengan mengacu pada konversi mata uang dolar ke rupiah pada saat ini. Dengan harga yang terjangkau tersebut, tes ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi orang yang ingin melakukan tes secara akurat, namun dengan harga yang cukup murah, serta hasil yang didapat kurang dari tiga jam.2

    Penggunaan tes air liur sendiri dalam mendeteksi penyakit sebenarnya bukanlah hal yang baru karena sebelum ada Covid-19 air liur sudah digunakan untuk mendeteksi kanker mulut, mendeteksi DNA seseorang, dapat digunakan untuk menelusuri kondisi kesehatan seseorang.7-9

    Baca Juga: Perlunya Nilai Cycle Treshold dalam Tes Corona

    Demikianlah mengenai tes air liur Covid-19 yang dapat menjadi alternatif di masa-masa semakin meningkatnya kasus Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tes Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ada Kemungkinan Tes COVID-19 Bisa Dilakukan dari Sampel Air Liur [Internet]. detikinet. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://inet.detik.com/science/d-5156094/ada-kemungkinan-tes-covid-19-bisa-dilakukan-dari-sampel-air-liur
    2. Deteksi Covid-19 dari Air Liur Diklaim Lebih Cepat dan Murah, Ini Kata Peneliti [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/17/100000323/deteksi-covid-19-dari-air-liur-diklaim-lebih-cepat-dan-murah-ini-kata?page=all
    3. Peneliti Jepang: Tes Swab Tidak Diperlukan Lagi dengan Adanya Tes Air Liur [Internet]. suara.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/10/01/121933/peneliti-jepang-tes-swab-tidak-diperlukan-lagi-dengan-adanya-tes-air-liur
    4. FDA Izinkan Tes Covid-19 dengan Air Liur |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qf9mpb463/fda-izinkan-tes-covid19-dengan-air-liur
    5. Inggris Membuat Tes Air Liur untuk Deteksi Virus Corona Hanya 15 Menit! [Internet]. suara.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/10/24/083144/inggris-membuat-tes-air-liur-untuk-deteksi-virus-corona-hanya-15-menit
    6. Lebih Nyaman dan Mudah, Singapura Mulai Uji Covid-19 Lewat Air Liur [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/internasional/12/12/2020/lebih-nyaman-dan-mudah-singapura-mulai-uji-covid-19-lewat-air-liur/
    7. Tes Air Liur untuk Deteksi Kanker Mulut [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1895619/tes-air-liur-untuk-deteksi-kanker-mulut
    8. Berapa harga tes DNA di Indonesia? [Internet]. Antara News. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1327530/berapa-harga-tes-dna-di-indonesia
    9. Ketahui kondisi kesehatanmu lewat pemeriksaan air liur selama 1 menit [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 14 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/ketahui-kondisi-kesehatanmu-lewat-pemeriksaan-air-liur-selama-1-menit.html
    Read More
  • Berkendara di musim hujan tentu saja berbeda dari musim kemarau. Hal ini karena berkendara sewaktu hujan membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi karena hujan mampu mengaburkan jarak pandang apabila turun dengan sangat deras. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah kecelakaan, baik dalam bentuk kecelakaan tunggal atau melibatkan banyak kendaraan. Nah, konsentrasi sangat penting untuk menghindarkan diri dari […]

    Cara Meningkatkan Konsentrasi Berkendara di Musim Hujan

    Berkendara di musim hujan tentu saja berbeda dari musim kemarau. Hal ini karena berkendara sewaktu hujan membutuhkan konsentrasi yang cukup tinggi karena hujan mampu mengaburkan jarak pandang apabila turun dengan sangat deras. Hal ini dapat mengakibatkan sejumlah kecelakaan, baik dalam bentuk kecelakaan tunggal atau melibatkan banyak kendaraan. Nah, konsentrasi sangat penting untuk menghindarkan diri dari kecelakaan, Ketika melewati jalan yang rusak ataupun banjir. Namun, konsentrasi seringkali berkurang saat berkendara. Beberapa penyebabnya adalah sebagai berikut:

    berkendara di musim hujan, berkendara sewaktu hujan, berkendara saat musim hujan

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Membantu Meningkatkan Konsentrasi

    • Microsleep atau kondisi berkendara dalam keadaan mengantuk
    • Melewati rute baru
    • Memiliki masalah mental
    • Terganggu oleh banyak pandangan visual seperti iklan di jalan raya
    • Gangguan dari dalam kendaraan
    • Tidak terbiasa menggerakkan kendaraan yang belum dikuasai misal dari manual ke automatic
    • Terkena highway hypnosis saat berkendara di jalan yang cukup lurus

    Cara Meningkatkan Konsentrasi

    Agar berkendara tetap aman dan nyaman, pengemudi hendaknya menjaga stamina sehingga tidak mengantuk yang dapat membahayakan orang lain. Nah, inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya Sahabat dapat selamat berkendara.

    Perlunya Istirahat yang Cukup

    Cara pertama untuk meningkatkan konsentrasi saat berkendara saat hujan adalah istirahat yang cukup sebelum berkendara. Apabila Sahabat berencana bepergian saat musim hujan, hindarilah bergadang supaya keesokan harinya menjadi lancar. Istirahatlah dalam rentang waktu 6-8 menit setiap hari. Istirahat ini juga bermanfaat bagi Sahabat selain untuk menghilangkan microsleep, juga dapat meningkatkan kesehatan jantung, menjaga kesehatan kulit, menjaga sistem kekebalan tubuh, mengendalikan nafsu makan, dan bisa aktif berkegiatan sepanjang hari.

    Utamakan Sarapan

    Supaya konsentrasi benar-benar fokus dan terjaga saat berkendara di musim hujan, jangan juga lupakan sarapan. Sarapan merupakan sumber energi dan daya fokus untuk beraktivitas sepanjang hari atau setidaknya hingga waktu makan siang. Sarapan tidak harus selalu makanan yang berat, Sahabat juga bisa mengonsumsi makanan yang merupakan sumber protein tinggi seperti telur atau susu.

    Baca Juga: Menu Makanan Sehat untuk Sehari-hari

    Konsumsi Minuman Berkafein

    Minuman berkafein dapat dijadikan sebagai pilihan agar konsentrasi tidak buyar saat mengendarai mobil atau motor di musim hujan. Minuman ini yang dapat ditemukan pada kopi dan teh dinilai bisa menghilangkan rasa kantuk yang biasa melanda selama mengemudi. Namun perlu diperhatkkan untuk tidak mengonsumsi secara berlebihan karena dapat menimbulkan dehidrasi.

    Konsumsi Vitamin dan Suplemen Tambahan

    Ada kalanya Sahabat lupa memberikan asupan yang baik untuk tubuh karena kesibukan sehari-hari. Hal itu tentu saja akan berpengaruh pada kondisi tubuh terutama saat mengemudi mobil dan motor di musim hujan yang membutuhkan konsentrasi cukup tinggi. Agar kebutuhan akan asupan yang baik terpenuhi Sahabat dapat menggantinya dengan konsumsi vitamin dan suplemen. Pilihlah vitamin A yang berguna untuk menajamkan mata dan C untuk mencegah terkena penyakit-penyakit di musim hujan seperti flu dan suplemen yang mengandung ekstrak ginseng alami untuk daya tahan tubuh yang kuat selama berkendara.

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Itulah beberapa cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan konsentrasi selama berkendara di musim hujan. Semoga artikel ini bermanfaat dan cukup membantu, serta bisa membantu Sahabat menghindarkan diri dari kecelakaan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai konsentrasi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. VIVA P. 5 Hal Bikin Konsentrasi Nyetir Buyar, Dengar Musik Juga? [Internet]. Viva.co.id. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.viva.co.id/otomotif/tips/1012832-5-hal-bikin-konsentrasi-nyetir-buyar-dengar-musik-juga
    2. Media K. Apa Itu Microsleep dan Bahayanya Saat Berkendara Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2019/10/14/200500823/apa-itu-microsleep-dan-bahayanya-saat-berkendara?page=all
    3. Highway Hypnosis, Kondisi Hilang Fokus Saat Menyetir di Jalan Lurus – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://tirto.id/highway-hypnosis-kondisi-hilang-fokus-saat-menyetir-di-jalan-lurus-eqLr
    4. Tbk P. Memasuki Musim Hujan, Ini Dia Cara Meningkatkan Fokus Saat Berkendara Jarak Jauh [Internet]. hemaviton.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.hemaviton.com/read/active/memasuki-musim-hujan-ini-dia-cara-meningkatkan-fokus-saat-berkendara-jarak-jauh
    5. 6 Makanan untuk Konsentrasi Mengemudi – GOODYEAR [Internet]. GOODYEAR. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.goodyear-indonesia.com/learn/6-makanan-untuk-konsentrasi-mengemudi
    Read More
  • Selain rapid test dan PCR swab sebagai metode untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang terhadap Covid-19, kini terdapat metode lain yang juga tidak kalah pentingnya, yaitu rapid swab antigen. Tes ini adalah penerapan uji Covid-19 dengan pengambilan sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Metode yang demikian mirip dengan PCR swab. Sebelum digunakan sebagai salah satu tes […]

    Rapid Swab Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    Selain rapid test dan PCR swab sebagai metode untuk mengetahui positif atau tidaknya seseorang terhadap Covid-19, kini terdapat metode lain yang juga tidak kalah pentingnya, yaitu rapid swab antigen. Tes ini adalah penerapan uji Covid-19 dengan pengambilan sampel di pangkal hidung dan tenggorokan. Metode yang demikian mirip dengan PCR swab. Sebelum digunakan sebagai salah satu tes Covid-19, rapid swab ini biasanya digunakan untuk mendiagnosis penyakit pernapasan akibat virus influenza atau Respiratory Synctical Virus (RSV). Setelah Covid-19 benar-benar dinyatakan darurat, FDA Amerika Serikat memberikan izin pengunaan secara darurat untuk mengidentifikasi penyebab Covid-19. Tes ini termasuk tes diagnostik cepat yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Corona. Antigen merupakan protein asing yang memicu suatu proses pembuatan antibodi, dan antigen akan terdeteksi ketika virus sedang aktif menggandakan diri.

    rapid swab antigen

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Apa Perbedaannya dengan Rapid Test Antibodi?

    Perbedaan dengan rapid test antibodi atau rapid test yaitu terletak pada cara pengambilannya. Rapid test sendiri diketahui mengambil darah dari jari atau tangan pasien untuk mendeteksi keberadaan Covid-19 di dalam tubuh sedangkan rapid test antigen lebih mirip dengan PCR swab. Perbedaan mendasar lainnya adalah rapid test antibodi mendeteksi antibodi berupa IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Covid-19. Antibodi ini akan terbentuk bila ada paparan virus Corona atau SARS-CoV2. Rapid test antibodi sering dianggap tidak efektif karena saat terpapar virus, tubuh tidak langsung memproduksi antibodi, yang biasanya baru akan terbentuk setelah 10 hingga 14 hari. Kedua-duanya hanya mempunyai persamaan sebagai penapisan awal dengan hasil yang bisa didapatkan selama 30 menit.

    Produk Terkait: Rapid Test-PCR Swab Antigen

    Lalu Apakah Ada Perbedaan dengan PCR Swab?

    Meski mempunyai metode yang sama dengan PCR Swab, rapid antigen ini ternyata mempunyai perbedaan dengan tes swab. Perbedaannya adalah pada metode pencarian. Swab antigen diketahui mencari protein yang terdapat di permukaan virus sedangkan PCR swab mencari material genetik pada virus Corona penyebab Covid-19. Perbedaan lainnya adalah hasil yang didapatkan dari swab antigen tidak terlalu sensitif sehingga berisiko memberikan hasil false negative dan false positive. Hal ini karena swab antigen tidak mempunyai banyak bahan kimia jika dibandingkan dengan PCR, dan reagen dapat salah mengenal protein Covid-19 atau sama sekali melewatkannya. Pemeriksaannya hanya mampu mendeteksi 11,1% hingga 45,7% positif Covid-19 daripada yang yang menggunakan PCR swab. Sehingga, pasien diharapkan tetap melakukan PCR swab setelah melakukan rapid antigen ini terutama pada pasien yang hasilnya negatif tapi menunjukkan gejala atau berisiko terpapar Covid-19.

    Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Corona dari Rapid Test hingga Swab Test (PCR)

    Siapa yang Perlu Diperiksa dengan Metode ini?

    Pemeriksaan rapid test antigen digunakan pada orang dengan konfirmasi tanpa gejala, dan orang yang telah melakukan kontak dengan pasien konfirmasi Covid-19. Selain dengan orang konfirmasi tanpa gejala, metode ini juga diperlukan bagi pasien dalam dengan status suspek dan kontak erat pada wilayah yang tidak mempunyai fasilitas pemeriksaan reverse transcriptase-polymerase chain reaction atau RT-PCR atau tidak mempunyai media pengambilan specimen (swab dan VTM).

    Fasilitas Kesehatan Mana Saja yang Melayani?

    Rapid swab antigen dapat dilakukan di fasilitas layanan kesehatan yang memiliki biosafety cabinet atau area kerja laboratorium dengan ventilasi udara yang telah direkayasa untuk mengamankan pekerja yang bekerja dengan sampel material, lingkungan dan sampel material dari kemungkinan bahaya terkontaminasi atau menimbulkan penyebaran bakteri atau virus yang bersifat patogen.

    Bagaimana Alur Pemeriksaannya?

    Untuk alur pemeriksaan setelah melakukan tes swab antigen adalah sebagai berikut:

    Positif

    Apabila Sahabat terkonfirmasi positif Covid-19 melalui metode ini akan diarahkan langsung untuk real time PCR/TCM SARS-CoV-2 swab/sputum 2 kali selama dua hari berturut-turut. Melakukan isolasi mandiri di rumah jika terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan terkena gejala ringan. Dirujuk ke rumah sakit darurat jika mempunyai gejala sedang dan ke rumah sakit rujukan jika berat.

    Negatif

    Sedangkan jika negatif akan diarahkan untuk isolasi mandiri. Apabila selama isolasi gejala memberat segera ke fasyankes, dan apabila gejala infeksi ISPA tidak muncul selama 10 hari lakukan rapid test antibodi 10 hari kemudian. Kemudian apabila positif, harus melakukan real time PCR/TCM SARS CoV-2 Swab/Sputum sebanyak 2 kali dan selama 2 hari berturut-turut. Selebihnya sama dengan yang positif, Sahabat bisa melakukan isolasi mandiri di rumah jika tanpa gejala dan punya gejala ringan. Apabila gejalanya sedang berat harap segera ke rumah sakit darurat dan rujukan.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Demikianlah Sahabat mengenai rapid swab antigen yang ternyata tidak kalah pentingnya sebagai salah satu pendeteksi Covid-19. Untuk rapid antigen ini Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat dan mitra-mitra berupa rumah sakit, laboratorium yang telah bekerja sama dengan Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa datang langsung ke mitra-mitra Prosehat atau melakukan pemesanan, baik di website atau aplikasi Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Mengenal Swab Antigen Covid-19, Lebih Cepat dari Tes PCR [Internet]. teknologi. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200809142754-199-533785/mengenal-swab-antigen-covid-19-lebih-cepat-dari-tes-pcr
    2. Astutik Y. Perkuat Testing, Pemerintah Diminta Terapkan Swab Antigen [Internet]. news. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201204133340-4-206880/perkuat-testing-pemerintah-diminta-terapkan-swab-antigen
    3. Widiyani R. Swab Antigen, Rapid Test, Test PCR: Perbedaan dan Tingkat Akurasinya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5268477/swab-antigen-rapid-test-test-pcr-perbedaan-dan-tingkat-akurasinya
    4. Rapid Test Antigen & Antibodi, Mana yang Efektif Deteksi COVID-19? – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://tirto.id/rapid-test-antigen-antibodi-mana-yang-efektif-deteksi-covid-19-f5tz
    5. Media K. Beda Alur Pemeriksaan Rapid Test Antibodi dan Rapid Test Antigen Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/09/100100868/beda-alur-pemeriksaan-rapid-test-antibodi-dan-rapid-test-antigen?page=all
    Read More
  • Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain […]

    Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain Sinovac, Indonesia ternyata juga sudah menetapkan vaksin-vaksin Covid-19 lain.

    vaksin lain selain Sinovac

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Vaksin Lain Selain Sinovac

    Berikut ini adalah vaksin-vaksin lain selain Sinovac yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Vaksin-vaksin itu adalah:

    Bio Farma

    Di urutan pertama adalah vaksin buatan Bio Farma, BUMN yang bergerak di bidang farmasi dan obat-obatan. Vaksin yang sedang diproduksi dan dikembangkan ini adalah Vaksin Merah Putih yang pembuatannya bekerja sama dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Selain akan memproduksi Vaksin Merah Putih, Bio Farma juga menjalin kerja sama dengan Sinovac dalam pembuatan dan distibusi vaksin Sinovac curah.

    AstraZeneca

    Vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca dari Inggris ini bekerja sama dengan salah satu universitas ternama di dunia, Universitas Oxford. Berdasarkan sebuah laporan vaksin AstraZeneca ini 90% efektif mencegah Covid-19. Harga vaksin ini diklaim jauh lebih murah dan lebih sedikit menimbulkan masalah dalam hal distribusi dan administrasi.

    Moderna

    Di tempat selanjutnya adalah vaksin buatan Moderna yang merupakan vaksin lain selain Sinovac. Vaksin ini diklaim oleh Moderna sendiri memiliki efektivitas hampir 95%. Moderna mengklaim bahwa vaksin Covid-19 miliknya dapat disimpan dalam keadaan beku di suhu minus 20 derajat Celcius, dan dalam lemari es, vaksin ini mampu bertahan selama sebulan. Pemberiannya membutuhkan dua dosis. Dosis pertama dan kedua diberikan dengan jarak 4 minggu. Apabila disetujui, ia akan menjadi vaksin pertama yang menggunakan teknologi RNA.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sinopharm

    Selain Sinovac, Indonesia juga sudah menetapkan vaksin lainnya dari Cina, yaitu Sinopharm, dan dilaporkan sudah masuk tahap uji klinis pada manusia. Vaksin buatan Sinopharm bekerja dengan melemahkan virus Corona atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Kandidat vaksin ini diklaim yang pertama menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus di dunia.

    Pfizer

    Terakhir adalah vaksin buatan Pfizer asal Amerika Serikat yang bekerja sama dengan BioNTech. Vaksin ini merupakan vaksin yang sangat dinantikan, dan efektivitasnya lebih dari 90%. Vaskin Pfizer inilah yang direkomendasikan mampu mengakhiri pandemi. Seperti halnya Moderna, vaksin ini menggunakan teknologi RNA. Dalam pemberiannya Pfizer membutuhkan dua dosis. Satu dosis untuk menjaga tubuh dan dosis lainnya untuk meningkatkan respons. Jarak pemberian dosis yakni tiga minggu.

    Itulah vaksin-vaksin lain selain Sinovac, yang bagi pemerintah Indonesia terbuka kemungkinan untuk dijajaki kerja sama. Adapun syarat-syarat vaksin yang dijajaki untuk bekerja sama sebagai berikut:

    • Kandidat vaksin dikaji mendalam berdasarkan kaidah keilmuan
    • Lolos uji klinis tahap ketiga
    • Memperoleh emergency use authorization(EUA) dari BPOM
    • Sesuai karakter masyarakat Indonesia
    • Sesuai dengan sarana pendukung lainnya

    Lalu bagaimanakah dengan efek samping?

    Mengenai efek samping sudah pasti dalam semua vaksin yang diproduksi manusia. Efek samping yang dihasilkan ini merupakan hal yang wajar, dan karena tubuh sedang belajar cara merespons imun yang sedang diberikan. Efek samping yang dilaporkan dari sejumlah vaksinasi yang telah diuji coba seperti Pfizer, Moderna, dan Sinovac adalah nyeri karena suntikan, kelelahan, nyeri sendi, sakit kepala, dan nyeri otot yang berlangsung 1-2 hari. Namun hal ini lebih baik daripada terkena Covid-19 yang belum tentu diketahui waktu penyembuhannya.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Nah, Sahabat jangan ragu untuk melakukan vaksinasi saat vaksinasi Covid-19 sudah dimulai oleh pemerintah sebab vaksinasi itu baik untuk pencegahan. Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih banyak soal vaksinasi Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi di Prosehat, dan apabila Sahabat ingin melindungi diri selain melakukan 3M dengan rapid test dan PCR swab, sahabat juga bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Karnesyia A. 1 dari 6 Jenis Vaksin COVID-19 Tiba di Indonesia, Simak Cara Dapatnya [Internet]. trending. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/trending/20201207094609-93-178213/1-dari-6-jenis-vaksin-covid-19-tiba-di-indonesia-simak-cara-dapatnya
    2. MEDIA P. Perbedaan 3 Vaksin [Internet]. akurat.co. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://akurat.co/news/id-1238057-read-perbedaan-3-vaksin
    3. Efek Samping Vaksin Jauh Lebih Ringan daripada Kena Covid-19 |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qkquj9414/efek-samping-vaksin-jauh-lebih-ringan-daripada-kena-covid19
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja