Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 191–200 of 1400 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Menggunakan masker menjadi cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang sangat efektif. Namun masker saja masih belum cukup. Diperlukan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama membangun protokol kesehatan sehingga potensi penularan dapat dicegah. Melansir laman Covid.go.id, perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 22 Oktober 2021 […]

    Cara Terbaik Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Penerapan Protokol Kesehatan di Kantor Sebagai Upaya Cara Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Menggunakan masker menjadi cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang sangat efektif. Namun masker saja masih belum cukup. Diperlukan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama membangun protokol kesehatan sehingga potensi penularan dapat dicegah.

    Melansir laman Covid.go.id, perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 22 Oktober 2021 secara nasional memiliki angka kesembuhan harian yang terus bertambah hingga mencapai 1.231 pasien sembuh per harinya. Meski demikian, pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen) juga mengalami peningkatan sebanyak 760 kasus dengan pasien meninggal yang juga meningkat sebanyak 33 kasus.

    Hal ini tentunya berkaitan dengan melonggarnya kebijakan PPKM yang ditetapkan pemerintah per 19 Oktober – 1 November 2021, terutama pada sektor perkantoran. Kembali beroperasinya perkantoran secara tidak langsung menimbulkan cluster baru penularan Covid-19. Untuk mengatasinya, seluruh pelaku perkantoran harus menerapkan higienitas dan sanitasi yang baik dalam menekan penyebaran virus agar tidak semakin meluas. 

    Sahabat Sehat, bagaimana cara meminimalisir penularan Covid-19 di sektor perkantoran? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Mencegah Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

    Meski sejumlah tindakan pencegahan ini dapat dimulai dari diri sendiri, tetapi kesadaran dari orang lain sesama karyawan juga diperlukan, terutama orang yang berada di sekitar kita. Beberapa tips  atau protocol kesehatan yang dapat Sahabat Sehat lakukan, yakni:

    Selalu Patuhi Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan adalah aturan sekaligus cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang wajib dilakukan oleh semua pihak. Terutama di masa pandemi demi untuk mencegah penularan Covid-19. Protokol kesehatan ini bukan hanya harus dilakukan di area perkantoran tempat bekerja, namun juga tempat-tempat lain seperti halte transjakarta, stasius dan terminal, pasar, serta area-area lain yang mungkin menimbulkan kerumunan.

    Protokol kesehatan ini meminta kita untuk:

    • Selalu gunakan masker saat beraktivitas, terutama di lokasi keramaian
    • Cuci tangan dengan baik dan benar, terutama sela-sela dan area di bawah kuku
    • Hindari menyentuh wajah, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan dengan sabun
    • Sebisa mungkin untuk menjauhi keramaian
    • Jangan makan bersama

    Hanya Gunakan Barang Pribadi

    Jika di masa sebelum pandemi kita mungkin terbiasa menggunakan barang secara bersama-sama, namun di masa pandemi ini ada baiknya untuk menggunakan barang pribadi masing-masing. Oleh sebab itu, sebaiknya Sahabat Sehat melakukan beberapa hal berikut ini:

    • Hindari menggunakan sendok, piring, dan gelas di pantri kantor
    • Bawa alat sholat sendiri
    • Hanya gunakan alat make up sendiri
    • Jangan sampai orang lain menggunakan alat make up kita, terutama lipstik

    Bawa Hand Sanitizer

    Mencuci tangan di air mengalir adalah cara terbaik untuk memastikan tangan terbebas dari risiko virus Covid-19. Namun jika tidak memungkinkan mencuci tangan, ada baiknya untuk membawa hand sanitizer. Tetapi jika hendak makan sebaiknya tetap mencuci tangan terlebih dahulu.

    Pastikan memilih hand sanitizer yang tidak menimbulkan iritasi di kulit, tidak lengket, dan tidak berbau menyengat yang dapat mengganggu konsentrasi. Hindari menggunakan hand sanitizer untuk mencuci tangan sebelum makan karena bisa saja bahan-bahan hand sanitizer menempel ke makanan dan masuk ke mulut.

    Ganti Masker Secara Berkala

    Setelah beraktivitas, kuman dan virus akan menempel pada permukaan masker. Oleh sebab itu pastikan untuk mengganti masker secara berkala. Jika memang dirasa masker sudah kotor segera ganti dengan yang baru. Umumnya sebuah masker medis digunakan hanya untuk sekitar 4-8 jam saja (tergantung kualitas masker medis yang digunakan).

    Saat mengganti masker ataupun saat memakai masker, hindari menyentuh area luar masker karena area tersebut mungkin saja sudah mengandung bakteri maupun virus. Jika memang tersentuh, ada baiknya untuk segera mencuci tangan.

    Bina Kesadaran Jika Sedang Sakit

    Cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja selanjutnya adalah untuk membina kesadaran diri sendiri dan orang-orang di sekitar untuk mematuhi protokol kesehatan serta untuk bertanggung jawab pada kesehatan orang lain. Misalnya dengan jujur dengan kondisi kesehatan saat ini sehingga tidak memaksakan diri masuk ke kantor.

    Selain itu, kesadaran diri untuk memakai masker juga sangat penting. Kesadaran menggunakan masker dengan baik dan benar sangatlah penting. Hindari menggunakan masker hanya di bawah hidung, apalagi jika dalam kondisi sakit seperti batuk, pilek, dan demam.

    Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala

    Pastikan diri tetap sehat dengan cara melakukan pemeriksaan secara berkala. Hal ini akan sangat efektif jika bukan hanya Sahabat Sehat yang rutin melakukan pemeriksaan berkala, namun juga teman-teman kantor. Dengan demikian, hanya mereka yang sehat yang berada di lingkungan kerja. Teman-teman yang sedang dalam kondisi kurang baik dapat bekerja dari rumah atau beristirahat agar cepat pulih.

    Kondisi terpapas virus Covid-19 bukanlah aib. Oleh sebab itu, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan dan jujur terhadap hasil pemeriksaan swab antigen ataupun swab PCR.

    Dukungan Penuh dari Perusahaan

    Perusahaan memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi para pekerja. Oleh sebab itu, demi mencegah penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran sebaiknya perusahaan melakukan beberapa cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja berikut ini:

    1. Buat sosialisasi dan aturan tegas mengenai pentingnya protokol kesehatan selama di tempat kerja
    2. Lakukan desinfeksi fasilitas kantor secara berkala
    3. Optimalkan sirkulasi udara di kantor
    4. Izinkan karyawan yang sakit untuk beristirahat dan bekerja dari rumah
    5. Laporkan setiap terjadi temuan kasus Covid-19 di kantor
    6. Gunakan aplikasi PeduliLindungi bagi para karyawan yang hendak masuk ke kantor
    7. Lakukan pengecekan berkala pada kondisi kesehatan karwayan

    Upaya dalam mencegah penyebaran covid-19 pada area perkantoran tidak dapat berhasil jika hanya dilakukan oleh satu pihak, penting untuk kerja sama kedua belah pihak yakni para pekerja dan perusahaan. Terapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan Covid-19. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal seputar cara mencegah penularan Covid-19 di tempat kerja yang pastinya akan memutus rantai penyebaran virus ini. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan Covid-19 maka segera manfaatkan layanan pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat dan Klinik Kasih yang turut menyediakan layanan pemeriksaan Covid-19 ke rumah. Informasi lebih lanjut hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Kesembuhan COVID-19 Bertambah Mencapai 4.080.351 Orang [Internet]. Indonesia : Satuan Tugas Penanganan Covid-19; [cited 2021 Oct 23].
    2. Siloam Hospital. Rumah Sakit dengan Pelayanan Berkualitas – Siloam Hospitals [Internet]. Indonesia : Siloam Hospital; [cited 2021 Oct 23].
    3. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. Bagaimana Cara Mencegah Penularan Virus Corona [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; [cited 2021 Oct 23].
    4. Pinandhita V. Klaster Kantor DKI Naik, Ini 4 Cara Cegah Penularan COVID-19 di Tempat Kerja [Internet]. Indonesia : DetikHealth; [cited 2021 Oct 23].
    5. Smart City Jakarta. Tips Mencegah Penularan Covid-19 Di Klaster Perkantoran [Internet]. Indonesia : Smart City Jakarta; [cited 2021 Oct 23].
    Read More
  • Mengkonsumsi makanan untuk penderita tipes dapat mempercepat proses penyembuhan. Terutama makanan dengan kandungan serat yang rendah. Selain itu ada beberapa jenis makanan yang ternyata tidak baik untuk dikonsumsi penderita tipes. Namun sayangnya jika sudah terserang tipes, salah satu kendala yang muncul adalah nafsu makan berkurang. Padahal tubuh butuh nutrisi untuk mempercepat proses penyembuhan. Bahkan ada […]

    5 Jenis Makanan untuk Penderita Tipes Agar Cepat Sembuh

    Mengkonsumsi makanan untuk penderita tipes dapat mempercepat proses penyembuhan. Terutama makanan dengan kandungan serat yang rendah. Selain itu ada beberapa jenis makanan yang ternyata tidak baik untuk dikonsumsi penderita tipes.

    Namun sayangnya jika sudah terserang tipes, salah satu kendala yang muncul adalah nafsu makan berkurang. Padahal tubuh butuh nutrisi untuk mempercepat proses penyembuhan. Bahkan ada beberapa jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi saat tipes agar bisa cepat sembuh dan dapat beraktivitas normal kembali. Sahabat Sehat, apa saja makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari oleh penderita tipes? Mari simak penjelasan berikut.

    Seorang Anak sedang Mengkonsumsi Makanan untuk Penderita Tipes Agar Cepat Sembuh

    Apa Saja Gejala Tipes?

    Tipes atau disebut juga sebagai demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi pada sistem pencernaan. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau kontak langsung dengan penderita tipes. Penyakit ini masih menjadi ancaman kesehatan di negara berkembang yang memiliki sanitasi buruk, dan mudah menyerang anak-anak.

    Apakah Sahabat Sehat yakin menderita tipes? Jika Sahabat Sehat terinfeksi tipes, umumnya gejala akan muncul dalam satu hingga tiga minggu setelah bakteri S. typhi masuk ke dalam tubuh. Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami saat mengalami tipes, yaitu: 

    • Kedinginan atau menggigil
    • Demam
    • Sembelit
    • Kelelahan
    • Sakit kepala
    • Pembesaran limpa dan hati
    • Diare atau konstipasi
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit perut

    Jika mengalami gejala-gejala di atas sebaiknya periksaka ke dokter sehingga bisa mendapatkan penanganan segera. Terutama untuk memastikan Sahabat Sehat benar-benar mengalami tipes.

    Bagaimana Penanganan Tipes?

    Secara umum tipes dapat ditangani dengan pemberian obat. Meski demikian, pada beberapa kasus memerlukan perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan. Karena pada dasarnya tipes dapat mengalami perburukan kondisi jika tidak segera mendapatkan penanganan, apalagi bila tidak ditangani dengan baik.

    Selama proses pemulihan dari tipes, penderita juga harus menjaga kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar selama proses penyembuhan guna mencegah penularan kepada orang lain.

    Agar dapat cepat sembuh, penderita sebaiknya mendapatkan makanan untuk penderita tipes berupa makanan dengan asupan gizi dan nutrisi yang mencukupi. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh dapat kembali bekerja normal dan tubuh bisa segera pulih.

    Jenis Makanan untuk Penderita Tipes

    Sebagian besar penderita tipes mengalami mual dan kehilangan nafsu makan, namun Sahabat Sehat tetap perlu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang untuk mempercepat proses pemulihan. Berikut adalah berbagai jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi penderita tipes, diantaranya:

    Makanan lunak

    Penderita tipes dianjurkan mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang lunak, lembut, dan berkuah, seperti bubur atau sup sebab sangat mudah untuk dicerna. Selain itu, pemberian makanan yang lunak dan lembut ini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi tipes, seperti pendarahan dan luka pada saluran cerna.

    Makanan berkalori dan bergizi seimbang

    Makanan dengan kalori tinggi dapat mencegah penurunan berat badan secara drastis akibat tipes. Selain berkalori tinggi, pilihlah menu makanan yang bergizi seimbang. Pilih makanan berprotein tinggi untuk mempercepat proses pemulihan. Beberapa sumber protein yang dianjurkan untuk penderita tipes, yakni dada ayam, hati ayam, ikan, telur, tahu, dan tempe.

    Sahabat Sehat dapat menyajikan makanan dengan cara merebusnya, mengukus, maupun membuat sup. Hindari mengolah makanan dengan dengan cara digoreng sebab lebih sulit dicerna oleh penderita tipes.

    Makanan hambar

    Iritasi pada saluran pencernaan rentan dialami penderita tipes. Oleh karena itu, Sahabat Sehat dianjurkan menghindari makanan yang menggunakan banyak bumbu dan rempah guna menghindari iritasi pada selaput pencernaan.

    Namun yang terpenting, hindari makanan pedas bagi penderita tipes. Makanan pedas dapat membuat iritasi yang dapat menyebabkan perburukan pada penderita tipes dan menyebabkan proses penyembuhan menjadi lebih lama.

    Makanan rendah serat

    Makanan dengan kandungan serat tinggi memang baik bagi kesehatan, namun bagi penderita tipes sebaiknya menghindari makanan yang tinggi serat untuk sementara waktu. Pasalnya, makanan jenis ini sangat sulit untuk dicerna dan dapat membuat usus mengalami iritasi dan semakin meradang.

    Beberapa jenis sayur dan buah rendah serat yang dapat dikonsumsi penderita tipes, yakni jus buah (tanpa ampas), alpukat, pisang, saus apel, buah yang telah matang (tanpa kulit dan biji), kentang tanpa kulit, serta tomat tanpa kulit dan biji

    Makanan rendah serat lainnya yang dapat dikonsumsi, yakni nasi putih, pasta, kentang, roti tawar, dan sejenisnya.

    Minum air yang cukup

    Bukan hanya makanan untuk penderita tipes yang perlu diperhatikan. Konsumsi minum penderita tipes juga perlu diperhatikan. Pastikan menjaga keseimbangan elektrolit dan air dalam tubuh karena hal tersebut sangatlah penting. Khususnya dalam mempercepat pemulihan dari penyakit tipes. Sahabat Sehat tetap dianjurkan mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas sehari. Apalagi salah satu keluhan penderita tipes yaitu diare dan gangguan pencernaan dapat mengakibatkan kekurangan cairan (dehidrasi).

    Mengalami tipes tentu sangat tidak menyenangkan. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mencegah tertular tipes. Caranya bisa dengan beristirahat yang cukup, jaga kesehatan dengan konsumsi makanan bergizi, serta tidak lupa untuk melakukan vaksinasi tifoid.

    Cegah Tipes Dengan Vaksinasi Tifoid

    Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), vaksinasi tifoid dianjurkan bagi anak berusia 2 tahun keatas dan pada orang dewasa. Vaksinasi tifoid dapat diulang pemberiannya setiap 3 tahun sekali untuk mencegah infeksi demam tifoid.

    Untuk mencegah tipes, salah satu cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan adalah dengan mengikuti vaksinasi tifoid. Jika Sahabat Sehat tertarik dan memerlukan vaksin tifoid, segera manfaatkan layanan imunisasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Nah Sahabat Sehat, demikian rekomendasi makanan untuk penderita tipes yang dapat dikonsumsi agar membantu mempercepat proses penyembuhan.

    Referensi:

    1. Mayo Clinic. Typhoid fever – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 2021 Oct 13].
    2. Pharmeasy. Foods for Typhoid What To Eat and What To Avoid [Internet]. USA : Pharmeasy.
    3. John Hopkins Medicine. 5 Foods to Improve Your Digestion [Internet]. USA : John Hopkins; [cited 2021 Oct 13].
    4. Doctor NDTV. Typhoid Diet: Here’s What You Should Eat And Avoid If You Have Typhoid [Internet]. USA : Doctor NDTV; [cited 2021 Oct 13].
    5. LIVESTRONG.COM. 5 Best Foods to Help Support Your Immune System [Internet]. USA : Livestrong; [cited 2021 Oct 13].

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica C Sebenarnya cara menghilangkan jerawat punggung lebih mudah daripada jerawat di wajah. Karena jerawat punggung bisa hilang secara alami. Asalkan Sahabat Sehat mau merubah gaya hidup yang menyebabkan munculnya jerawat ini. Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang terjadi ektika folikel rambut (tempat […]

    Cara Cepat dan Alami untuk Menghilangkan Jerawat Punggung

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Perawatan Punggung oleh Dermatologis Sebagai Cara Menghilangkan Jerawat Punggung Paling Efektif

    Sebenarnya cara menghilangkan jerawat punggung lebih mudah daripada jerawat di wajah. Karena jerawat punggung bisa hilang secara alami. Asalkan Sahabat Sehat mau merubah gaya hidup yang menyebabkan munculnya jerawat ini.

    Jerawat merupakan salah satu masalah kulit yang terjadi ektika folikel rambut (tempat tumbuhnya rambut) tersumbat oleh minyak dan juga sel kulit mati. Kemudian, sumbatan tersebut terjadi peradangan akibat kuman penyebab jerawat.

    Jerawat ditandai dengan munculnya bintik-bintik di beberapa area tubuh dan wajah seperti leher, punggung dan dada. Biasanya jerawat banyak dialami pada rentang usia 10-13 tahun dan pada remaja laki-laki yang memiliki kulit berminyak sehingga cenderung mengalami jerawat.

    Penyebab Munculnya Jerawat di Punggung

    Jerawat atau yang disebut acne tidak hanya timbul pada area wajah saja, akan tetapi pada seluruh area tubuh termasuk juga di area punggung. Selain di area tubuh seperti punggung, jerawat juga dapat terjadi pada area tubuh lain seperti dada dan ketiak.

    Mengapa muncul jerawat?

    Tubuh memproduksi minyak yang disebut dengan sebum. Sebum tersebut diproduksi oleh kelenjar minyak yang berhubungan dengan folikel rambut. Minyak berfungsi untuk melembabkan kulit pada seluruh tubuh. Sedangkan jerawat terjadi ketika produksi minyak berlebih dan terjadi penumpukan sel kulit mati terjadi maka akan menyumbat pori-pori dan terjadi infeksi bakteri sehingga terjadilah peradangan yang disebut dengan jerawat atau acne.

    Pada umumnya terlihat di wajah. Namun karena beberapa sebab, jerawat juga muncul di punggung. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya jerawat punggung:

    Faktor Genetik dari Orang Tua

    Beberapa kasus jerawat biasanya disebabkan karena adanya faktor keturunan dari keluarga terutama orang tua. Maka dari itu, orang tua yang memiliki riwayat jerawat maka anaknya pun akan berisiko ikut memiliki banyak jerawat di punggung.

    Konsumsi Obat-Obatan Tertentu

    Beberapa efek samping dari obat-obatan seperti anti depresan dapat menimbulkan jerawat. Oleh sebab itu, jika tiba-tiba muncul jerawat di punggung setelah mengkonsumsi suatu jenis obat, maka kemungkinan besar obat-obatan tersebut merangsang jerawat di punggung.

    Perubahan Hormon

    Perubahan hormon misalnya pada saat pubertas pada remaja, menstruasi, kehamilan, pre menopause berpotensi untuk menimbulkan jerawat. Tidak hanya di wajah, namun bisa juga di leher, punggung, atau area tubuh lainnya.

    Keringat

    Kondisi tubuh yang berkeringat seperti sering menggunakan pakaian yang tidak menyerap keringat dan pakaian terlalu ketat dapat menyebabkan jerawat pada tubuh. Jika dibiarkan, kondisi bisa semakin parah yang ditandai dengan semakin banyak dan besarnya jerawat di punggung..

    Stress dan Perasaan Tertentu

    Stress tidak secara langsung dapat menyebabkan jerawat. Namun, stress menyebabkan ketidakseimbangan hormonal yang berpengaruh terhadap timbulnya jerawat. Selain itu, perasaan rindu ataupun jatuh cinta dapat menyebabkan perubahan hormon yang dapat merangsang munculnya jerawat di berbagai area tubuh, termasuk di punggung.

    Cara Menghilangkan Jerawat Punggung Secara Alami

    Jerawat punggung mungkin bisa tertutupi dengan menggunakan baju atau pakaian yang menutup punggung. Namun jika dibiarkan, jerawat punggung dapat semakin banyak dan menyebar ke area tubuh lainnya. Bahkan jerawat dapat membesar dan membuat tidak nyaman.

    Sebagian besar kasus jerawat pada tubuh terutama punggung akan jauh berkurang bahkan hilang secara alami setelah melakukan beberapa perubahan gaya hidup, seperti:

    Segera mandi setelah berolahraga atau berkeringat

    Jangan biarkan keringat terlalu lama menempel pada kulit setelah berolahraga karena dapat menjadi salah satu penyebab jerawat pada punggung. Segera mandi setelah berolahraga dan langsung ganti pakaian yang basah.

    Exfoliate (mengelupaskan sel kulit mati)

    Gunakan sabun yang mengandung scrub halus untuk melepaskan sel kulit mati. Atau gunakan bahan salicylic acid untuk mengurangi sel kulit mati dan minyak berlebih pada kulit area punggung.

    Gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat

    Kebiasaan berolahraga dengan menggunakan pakaian olahraga yang ketat dapat menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya jerawat punggung. Gunakan pakaian yang sedikit longgar dan menyerap keringat dapat mengurangi resiko terjadinya jerawat punggung.

    Gunakan tea tree oil

    Cara menghilangkan jerawat punggung selanjutnya adalah dengan menggunakan lotion, pembersih atau krim tubuh yang mengandung tea tree oil. Tea tree oil dipercaya dapat mengurangi infeksi bakteri pada area punggung yang berjerawat.

    Hindari rambut menempel pada punggung

    Rambut yang terlalu panjang terlalu kotor dan berminyak apabila terkena pada area punggung sehingga dapat menyebabkan jerawat punggung. Oleh karena itu, keramas secara teratur dan ikat rambut agar tidak menyentuh punggung terutama saat melakukan aktivitas yang berkeringat.

    Hati-hati menggunakan tabir surya

    Menjaga tubuh dari sinar matahari sangat penting, terutama apabila area punggung terekspos sinar matahari. Namun, tabir surya yang terlalu lengket dapat menyumbat pori dan meningkatkan produksi minyak sehingga dapat menyebabkan jerawat punggung.

    Makan makanan yang sehat

    Penelitian mengatakan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi menyebabkan gula darah akan meningkat cepat sehingga dapat menyebabkan jerawat akan semakin parah. Hindari makanan dengan kandungan gula tinggi seperti roti, pasta, nasi dan kentang. Dan makan makanan sehat seperti sayur, buah, protein dan makanan yang mengandung biji-bijian dan gandum.

    Obat-obatan dan Bantuan Dermatologist

    Bagi sebagaian besar orang, cara menghilangkan jerawat punggung membutuhkan bantuan dokter. Terutama jika sudah melakukan beberapa tips di atas namun belum terlihat perubahannya maka lakukan konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit atau Dermatologist untuk diberikan beberapa krim dan juga obat-obatan minum untuk mengurangi peradangan pada area punggung.

    Itulah beberapa cara menghilangkan jerawat punggung yang bisa Sahabat Sehat coba. Jika membutuhkan bantuan untuk mengatasi jerawat, silahkan konsultasikan dengan Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa. Asisten Kesehatan Maya akan menghubungkan dengan team medis yang sesuai dengan kebutuhan dan keluhan kesehatan yang Sahabat Sehat alami.

    Referensi

    • Higuera V, Ross Radusky M. Back Acne (‘Bacne’) 101: Types, Prevention, and Treatment | Everyday Health [Internet]. EverydayHealth.com. 2020 [cited 2 October 2021].
    • Leiva C. 10 things you’re doing that are giving you body acne, according to dermatologists [Internet]. Insider. 2021 [cited 2 October 2021].
    • Taylor, M.D S, Goldman R. Back Acne: How to Treat It [Internet]. Healthline. 2019 [cited 2 October 2021].
    • Olsson R. Chest or Back: How to Get Rid of Body Acne | Banner Health [Internet]. Bannerhealth.com. 2021 [cited 2 October 2021].
    • Cobb, DNP C, Barrell A. Back acne: How to get rid of it and how to prevent it [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2017 [cited 2 October 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Sebenarnya ada cara cukur bulu kemaluan supaya tidak gatal sehabis mencukur. Karena rasa gatal ini terjadi karena kesalahan cara cukur. Terutama kesalahan dalam penggunaan alat cukur yang tidak bersih. Kesalahan tidak boleh terjadi saat mencukur bulu kemaluan. Area kemaluan adalah area yang cukup sensitif. […]

    5 Cara Paling Aman Cukur Bulu Kemaluan Supaya Tidak Gatal

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Panduan Cara Cukur Bulu Kemaluan Supaya Tidak Gatal Setelah Dicukur

    Sebenarnya ada cara cukur bulu kemaluan supaya tidak gatal sehabis mencukur. Karena rasa gatal ini terjadi karena kesalahan cara cukur. Terutama kesalahan dalam penggunaan alat cukur yang tidak bersih.

    Kesalahan tidak boleh terjadi saat mencukur bulu kemaluan. Area kemaluan adalah area yang cukup sensitif. Oleh sebab itu, kegiatan mencukur bulu kemaluan harus dilakukan dengan hati-hati, dan pastikan menggunakan peralatan yang steril.

    Cara Cukur Bulu Kemaluan Supaya Tidak Gatal

    Saat memasuki usia pubertas kadar hormon androgen dalam tubuh akan meningkat sehingga mengakibatkan pertumbuhan rambut di beberapa bagian tubuh, termasuk bulu kemaluan dan ketiak. Sebagian dari Sahabat Sehat mungkin pernah merasa terganggu dengan bulu kemaluan yang tumbuh dengan lebat. Mencukur bulu kemaluan kerap menjadi pilihan sejumlah orang.

    Keluhan paling umum saat maupun setelah mencukur bulu kemaluan adalah munculnya rasa gatal. Rasa gatal ini sebenarnya bisa dicegah maupun diatasi dengan cara:

    Pilih Alat Cukur yang Tepat dan Steril

    Ada dua alat cukur yang dapat Sahabat Sehat temukan di pasaran, yakni alat cukur elektrik dan alat cukur sekali pakai atau manual. Agar dapat menjangkau lipatan atau lekukan di area kelamin, sebaiknya pilihlah alat cukur manual yang memiliki desain lebih fleksibel. Selain itu, alat cukur manual ini juga lebih mudah untuk digerakkan sehingga meminimalisir cedera pada area intim.

    Pastikan untuk selalu menggunakan pisau cukur yang steril dan hindari penggunaan alat cukur bersama dengan orang lain. Hal ini untuk mencegah berbagai penyakit yang kerap menular melalui penggunaan peralatan eperti handuk dan alat cukur.

    Basuh Kemaluan Dengan Air Sebelum Mencukur

    Mandi atau berendam dengan air hangat sebelum mencukur bulu kemaluan dapat melembabkan dan melembutkan kulit, sehingga akan mempermudah bulu kemaluan untuk dicukur. Jika tak sempat, Sahabat Sehat dapat membasuh area kemaluan dengan air hangat sebelum mencukur bulu kemaluan.

    Jika dirasa diperlukan, ada baiknya juga sebelum dibasuh untuk mencuci dengan sabun terlebih dahulu. Hal ini untuk memastikan tidak ada bakteri di sekitar area kemaluan yang berpotensi menginfeksi ketika terjadi luka akibat kesalahan cukur.

    Oleskan Krim Cukur

    Selain membasuh dengan air hangat, Sahabat Sehat juga dapat mengoleskan krim khusus untuk mencukur (shaving cream) pada bulu kemaluan dan biarkan beberapa menit hingga meresap. Sebaiknya pilihlah krim cukur atau gel yang mengandung moisturizer agar terhindar dari rasa gatal, kulit kering, iritasi, atau jerawat setelah mencukur.

    Walaupun sudah menggunakan krim cukur, pastikan untuk tetap berhati-hati saat mencukur.

    Gunakan Teknik yang Tepat

    Agar lebih mudah sebaiknya gunting terlebih dahulu bulu kemaluan yang panjang sebelum mencukurnya. Setelah terlihat cukup pendek, tarik kulit area kemaluan dan cukur bulu searah dengan arah pertumbuhannya secara perlahan (dari atas ke bawah). Hindari mencukur bulu kemaluan dengan arah yang berlawanan.

    Hindari menggunakan pinset untuk menarik bulu kemaluan karena berpotensi dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

    Lakukan Perawatan Setelah Mencukur

    Untuk mencegah terjadinya iritasi setelah mencukur, Sahabat Sehat dianjurkan membersihkan area kemaluan dengan membasuh kemaluan menggunakan air hangat dan keringkan dengan cara menepuk perlahan menggunakan handuk bersih. Hindari menggosok maupun menggaruk kemaluan.

    Selanjutnya, Sahabat Sehat dapat mengoleskan baby oil atau lotion dengan kandungan aloe vera pada area kemaluan. Hindari menggunakan krim atau lotion yang mengandung pewangi dan alkohol karena dapat memicu iritasi dan menimbulkan rasa perih pada kulit.

    Jika Tetap Muncul Rasa Gatal Setelah Cukur Bulu Kemaluan

    Walaupun sudah melakukan semua cara cukur bulu kemaluan supaya tidak gatal di atas, namun kemungkinan terasa gatal masih mungkin terjadi. Oleh sebab itu, beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghilangkan rasa gatal tersebut antara lain:

    1. Berendam pada air hangat
    2. Kompres dengan air dingin
    3. Oleskan dengan losion yang tidak mengandung bahan membuat gatal
    4. Keringkan dengan handuk kering atau hair dryer
    5. Oleskan dengan cuka apel

    Perhatian: Jika rasa gatal tidak hilang meski sudah beberapa lama, ada baiknya untuk segera berkonsultasi pada dokter agar bisa segera mendapatkan penanganan.

    Meski menghilangkan bulu kemaluan dengan dicukur merupakan hal yang mudah dan aman. Berikut adalah beberapa cara lain yang dapat Sahabat Sehat coba untuk menghilangkan bulu kemaluan, yaitu dengan krim penghilang bulu (depilatori), waxing, laser dan IPL (Intense Pulse Light), maupun elektrolisis (dengan alat panas untuk menghancurkan akar rambut).

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips dan cara cukur bulu kemaluan supaya tidak gatal. Untuk menjaga kebersihan kemaluan, sebaiknya lakukan beberapa tips berikut :

    • Rutin membasuh kemaluan dengan air bersih, dari arah depan ke belakang
    • Ganti pakaian dalam jika terasa lembab
    • Hindari menggaruk kemaluan
    • Hindari berganti pasangan seksual
    • Hindari menahan buang air kecil
    • Pilih pakaian dalam yang menyerap keringat

    Jika Sahabat Sehat memerlukan produk pembersih kemaluan, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. American Academy of Dermatology. 7 ways to remove unwanted hair [Internet]. USA : American Academy of Dermatology. 2021 [updated 2021 Sep 13; cited 2021 Oct 04].
    2. Center for Young Women’s Health. How safe is it to shave pubic hair? [Internet]. USA : Center for Young Women’s Health. 2020 [updated 2020 June 02; cited 2021 Oct 04].
    3. Center for Young Women’s Health. Removing Pubic Hair [Internet]. USA : Center for Young Women’s Health. 2021 [updated 2021 May 23; cited 2021 Oct 04].
    4. Medical News Today. Best ways to remove pubic hair: Safely and at home [Internet]. USA : Medical News Today. 2020 [updated 2020 May 04; cited 2021 Oct 04].
    5. Healthline. Best Way to Remove Pubic Hair at Home with Minimal Pain [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2019 March 15; cited 2021 Oct 04].
    Read More
  • Penyebab Penyakit Parkinson serta Gejala dan Pengobatannya

    Mengenal Penyakit Parkinson 

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Penyakit Parkinson atau disebut juga Parkinson’s Disease merupakan salah satu penyakit degenerasi sistem saraf dan mempengaruhi bagian otak yang berfungsi mengkoordinasikan tubuh. Akibat dari penyakit parkinson, penderitanya akan kesulitan mengatur gerakan termasuk pada saat berbicara, berjalan dan menulis.1Sebanyak 1 dari 500 orang yang ada di dunia diketahui menderita penyakit parkinson. Sebagian besar penderita parkinson mulai mengalami gejala pada usia di atas 50 tahun. Hanya 1  dari 20 orang yang mengaku pertama kali mulai mengalami keluhan pada usia dibawah 40 tahun.2 Sahabat Sehat, apa itu penyakit parkinson dan bagaimana mengatasinya ? Mari simak penjelasan berikut.

     

    Apakah Penyakit Parkinson Diturunkan?

    Para peneliti mengungkapkan bahwa ada hubungan antara gen yang bermutasi dengan penyakit parkinson. Penyakit Parkinson yang terjadi dibawah 50 tahun biasanya disebabkan karena adanya faktor keturunan.2 Para peneliti mengungkapkan bahwa sekitar 10-15% orang yang menderita Parkinson kemungkinan disebabkan karena adanya faktor keturunan. Gen yang bermutasi menyebabkan gangguan dari fungsi normal sel saraf yang dapat mengganggu pengeluaran dopamin dan menyebabkan kematian dari sel saraf.

     

    Apa Gejala Penyakit Parkinson ?

    Gejala penyakit Parkinson pada setiap orang berbeda-beda. Pada tahap awal penyakit, dapat berlangsung sangat ringan dan tidak mengganggu aktivitas fisik sehari-hari. Berikut adalah berbagai gejala yang dapat dialami penderita Parkinson :

    1. Tremor

    Tremor atau getaran halus pada tangan sampai jari-jari tangan. Tremor dapat terjadi pada saat tubuh diam atau sedang bergerak.

    1. Gerakan tubuh melambat

    Seiring berjalannya waktu, penyakit Parkinson memperlambat gerakan sehingga aktivitas fisik yang mudah menjadi sulit dan membutuhkan waktu lama ketika dilakukan. Langkah akan mulai terlihat lambat, kesulitan bangun dari duduk dan mungkin menyeret kaki ketika berjalan.

    1. Kaku otot

    Kekakuan pada otot mungkin terjadi, otot terasa nyeri dan gerakan lambat.

    1. Gangguan keseimbangan tubuh

    Keseimbangan dan koordinasi gerakan akan terganggu, seperti postur tubuh akan menjadi bungkuk dan terkadang akan menyebabkan terjatuh.

    1. Gangguan gerakan halus

    Hilangnya gerakan otomatis tubuh seperti berkedip, tersenyum dan mengayunkan tangan saat berjalan.

    1. Gangguan berbicara

    Perubahan berbicara seperti berbicara akan semakin cepat, cadel atau lainnya.

    1. Gangguan menulis

    Penderita Parkinson akan mengalami kesulitan saat menulis, dan tulisan akan berubah menjadi kecil-kecil.

     

    Komplikasi Penyakit Parkinson

    Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan baik, berisiko terjadi komplikasi seperti berikut :

    • Kesulitan berpikir
    • Gangguan mood dan emosi hingga dapat menyebabkan depresi
    • Gangguan menelan sehingga mudah tersedak
    • Berat badan menurun.
    • Gangguan tidur
    • Gangguan berkemih sehingga menyebabkan penderita tidak dapat menahan rasa buang air kecil.
    • Konstipasi atau kesulitan buang air besar.
    • Gangguan tekanan darah.
    • Gangguan penciuman dan indera perasa sehingga sulit membedakan bau.
    • Kelelahan.
    • Sulit menentukan atau menunjuk bagian tubuh yang terasa nyeri.
    • Gangguan fungsi seksual.5,6

     

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai penyakit parkinson yang kerap dialami lansia. Untuk membantu mengatasi kekakuan otot pada penderita parkinson, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan fisioterapi. Jika Sahabat Sehat berminat, segera manfaatkan layanan fisioterapi lansia parkinson ke rumah.

    Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    [CTA WA Maya]

     

    Referensi

    1. Parkinson’s Foundation. What Is Parkinson’s? [Internet]. USA : Parkinson’s Foundation;  [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.parkinson.org/understanding-parkinsons/what-is-parkinsons
    2. Cleveland Clinic. Parkinson’s disease: Causes, Symptoms, Stages, Treatment, Support [Internet]. USA : Cleveland Clinic; [cited 26 September 2021]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8525-parkinsons-disease-an-overview
    3. Parkinson’s Foundation. Stages of Parkinson’s [Internet]. Parkinson’s Foundation; [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.parkinson.org/Understanding-Parkinsons/What-is-Parkinsons/Stages-of-Parkinsons
    4. Kurnianto D. Lebih Tahu Tentang Parkinson [Internet]. Rs Kariadi. 2021 [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.rskariadi.co.id/news/222/Lebih-Tahu-Tentang-Parkinson/Artikel
    5. Mayo Clinic. Parkinson’s disease – Symptoms and causes [Internet]. USA : Mayo Clinic; [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-20376055
    6. Han S, Brazier Y. Parkinson’s disease: Early signs, causes, and risk factors [Internet]. USA : Medical News Today; [cited 26 September 2021]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/323396#early-signs

     

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Sebelum beranjak ke kasur, cobalah beberapa gerakan yoga agar cepat tidur dan mengatasi insomnia. Kualitas tidur juga akan lebih baik. Dengan demikian, tubuh akan jauh lebih segar ketika bangun di pagi hari. Sulit tidur atau disebut juga insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang merasa […]

    5 Gerakan Yoga bagi Penderita Insomnia agar Cepat Tidur

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica

    Rekomendasi Gerakan Yoga Agar Cepat Tidur yang Terbukti Ampuh

    Sebelum beranjak ke kasur, cobalah beberapa gerakan yoga agar cepat tidur dan mengatasi insomnia. Kualitas tidur juga akan lebih baik. Dengan demikian, tubuh akan jauh lebih segar ketika bangun di pagi hari.

    Sulit tidur atau disebut juga insomnia merupakan gangguan tidur yang menyebabkan seseorang merasa kurang nyaman ketika menjalani aktivitas keesokan harinya. Kuantitas dan kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan gangguan fisik dan mental. 

    4 Gerakan Yoga yang Dapat Membuat Cepat Tidur

    Jika kondisi sulit tidur dibiarkan terus menerus dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh di masa depan. Banyak cara yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi gangguan tidur, salah satunya adalah dengan melakukan yoga. Yoga diketahui dapat melatih sistem pernapasan dan peregangan tubuh sehingga membuat tubuh lebih rileks.

    Berikut ini beberapa gerakan yoga yang direkomendasikan untuk mengatasi insomnia:

    Posisi Functional Squat

    Melakukan Gerakan Yoga Functional Squat

    Posisikan tubuh berdiri tegak, melebarkan kedua kaki dengan memberinya jarak sejajar dengan pinggul, regangkan lengan hingga sejajar dengan bahu. Kemudian jongkoklah secara perlahan sambil mempertahankan posisi sebelumnya dan tahan beban berat tubuh di tumit. 

    Jika terlalu sulit melakukan posisi jongkok tanpa mengangkat tumit karena merasa ingin terjatuh, dapat melakukannya dengan berpegangan kepada sesuatu yang aman dan kokoh. Misalnya berpegangan dengan pinggir tempat tidur. 

    Fokuskan pikiran dan tubuh untuk relaksasi punggung bagian bawah setiap kali menghembuskan nafas. Jika terasa tidak nyaman atau nyeri pada lutut, pergelangan kaki, atau tulang kering, cobalah untuk memperlebar jarak antara kedua kaki.

    Posisi Warrior One

    Gerakan Yoga Warrior One

    Posisikan tubuh berdiri tegak, geser kaki kanan ke arah belakang dan tumpukan berat badan pada tumit. Posisikan jari mengarah keluar,  lalu tekuk lutut kaki kiri hingga membentuk sudut 90 derajat. Lutut tegak lurus diatas tumit kiri dan tahan posisi kaki kanan agar tetap dalam keadaan lurus.

    Jika merasa sulit untuk menyeimbangkan tubuh, Sahabat Sehat dapat berpegangan pada tempat tidur atau dinding. Jangan menumpukan tangan pada pinggul, lalu meluruskan tangan ke atas kepala. Renggangkan tubuh sisi kanan sambil menarik napas. Pertahankan posisi tersebut hingga beberapa detik dan hembuskan napas, ulangi gerakan pada sisi lainnya.

    Posisi Supine Bent-Knee Twist

    Supine Twist Knee

    Gerakan yoga agar cepat tidur berikutnya adalah posisi supine bent-knee twist. Baringkan tubuh dengan posisi kaki terlentang dengan lengan berada di samping tubuh. Angkat dan arah kan lutut kiri ke dada sambil menarik nafas. Hembuskan nafas secara perlahan sambil memindahkan lutut kiri secara lembut ke sisi kanan tubuh. Ambil nafas yang panjang dan dalam sebanyak dua kali. Ulangi hal yang sama pada sisi lainnya.

    Melatih Pola Pernapasan

    Melatih Pernapasan dalam Yoga

    Baringkan tubuh dan letakan sebuah bantal di atas kepala dan satu bantal lagi dibawah lutut. Pejamkan mata dan ambil nafas panjang secara perlahan melalui hidung. Tarik napas sambil merasakan rongga dada mengembang hingga ke bagian tulang rusuk paling bawah. Buang napas perlahan sambil menghitung mundur dari 20 hingga 1 dan rasakan sensasi rongga dada kembali ke ukuran semula. 

    Cobalah untuk mengencangkan otot perut untuk memastikan apakah masih tersisa udara yang dapat dikeluarkan. Beri jeda sejenak sebelum mulai menarik napas kembali, dan ulangi sebanyak 30-40 kali nafas sambil mencoba memperdalam pernapasan secara bertahap.

    Sahabat Sehat, itulah  4 gerakan yoga agar cepat tidur yang dapat dicoba untuk membantu mengatasi masalah insomnia yang sedang diderita. Untuk memaksimalkan gerakan-gerakan yoga yang sudah dilakukan, konsumsi suplemen dapat memaksimalkan kualitas tidur Sahabat Sehat.

    Daftar suplemen yang direkomendasikan untuk mengatasi masalah gangguan tidur

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dana S. Sleep better with six minutes of bedtime yoga [Internet]. USA : CNN; [cited 2021 Sep 14].
    2. Wijaya H. 4 Gerakan Yoga Supaya Tidur Lebih Nyenyak [Internet]. Indonesia : Uzone. 2021 [updated 2021 Sep 17; cited 2021 Sep 14].
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Setiap orang memiliki OCD, namun gangguan obsessive compulsive disorder dapat menyebabkan rasa cemas, tertekan, dan bahkan ketakutan. Beberapa OCD yang tergolong normal misalnya selalu ingin buang air kecil ketika sudah berpakaian rapi, atau perasaan lupa apakah kompor di rumah sudah dimatikan. Gangguan OCD menyebabkan otak terjebak […]

    Fakta Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD) dan Penanganannya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Penderita Gangguan Obsesif Kompulsif yang Merasa Harus Merapikan Paper Clip Sesuai Warna

    Penderita Gangguan Obsesif Kompulsif yang Merasa Harus Merapikan Paper Clip Sesuai Warna

    Setiap orang memiliki OCD, namun gangguan obsessive compulsive disorder dapat menyebabkan rasa cemas, tertekan, dan bahkan ketakutan. Beberapa OCD yang tergolong normal misalnya selalu ingin buang air kecil ketika sudah berpakaian rapi, atau perasaan lupa apakah kompor di rumah sudah dimatikan.

    Gangguan OCD menyebabkan otak terjebak dalam pemikiran atau dorongan untuk melakukan hal tertentu. Misalnya, pikiran yang mendorong Sahabat Sehat berulang kali mencuci tangan dengan menggosoknya terlalu kuat sampai terluka karena takut masih menyisakan kuman.

    Meski penderita OCD tidak memperoleh kesenangan apapun setelah melakukan tindakan berulang tersebut, tapi setidaknya setelah melakukannya mereka dapat terbebas dari perasaan cemas dan tekanan yang muncul dari pikirannya sendiri. 

    Epidemiologi Gangguan Obsesif Kompulsif

    Penderita gangguan OCD rata-rata diagnosis saat berusia 19 tahun. Menurut statistik, 2-3% orang mengalami OCD.  Pria dan wanita dewasa memiliki perbandingan yang sama tetapi pada usia remaja, lelaki lebih mudah menderita gangguan obsesif kompulsif dibandingkan perempuan.

    Berdasarkan data kesehatan dari World Health Center menyebutkan, bahwa gangguan OCD lebih banyak terjadi di negara maju dibanding negara berkembang. 

    Contoh Perilaku Gangguan Obsesif Kompulsif (OCD)

    Bagi penderita gangguan OCD, pikiran obsesif dan kompulsif yang sering muncul biasanya akan mengganggu kehidupan sehari-hari. Obsessive compulsive disorder (OCD) adalah gangguan kecemasan mental yang menghasilkan pikiran atau gambaran berulang mengenai banyak hal yang berbeda. Mulai dari ketakutan terhadap kuman, kotoran, penyusup, atau kejadian yang bahkan belum terjadi, tindak kekerasan, tindakan seksual, hingga obsesi berlebih terhadap kebersihan atau kerapihan.

    Pikiran obsesif umum yang dimiliki gangguan ini ialah:

    • Takut terkontaminasi kotoran atau kuman
    • Takut kehilangan kendali atas diri sendiri dan takut merugikan atau menyakiti diri sendiri dan orang lain
    • Terbesit pikiran atau gambar yang mengganggu secara seksual eksplisit atau berisi kekerasan
    • Memiliki fokus berlebih terhadap ide-ide agama atau moral
    • Takut kehilangan kesempatan memiliki barang yang mungkin dibutuhkan
    • Sebuah keharusan bahwa segala sesuatu harus selaras, rapi, bersih atau teratur

    Sedangkan perilaku kompulsif umum yang dimiliki gangguan ini, yakni:

    • Tindakan ganda dengan melakukan pemeriksaan berulang pada hal-hal, seperti peralatan, kunci dan saklar
    • Memastikan keadaan orang tersayang, orang terdekat, atau lingkungan sekitar telah aman
    • Mengucapkan kata-kata tertentu berulang-ulang untuk mengurangi kecemasan
    • Menghitung, mengetuk atau melakukan hal tidak biasa secara berulang untuk mengurangi kecemasan
    • Menghabiskan banyak waktu dengan mencuci atau membersihkan sesuatu secara berulang
    • Berdoa secara berlebihan hingga melakukan ritual tertentu karena dipicu oleh ketakutan
    • Mengumpulkan dan menimbun barang bekas atau ‘sampah’ seperti wadah makanan kosong atau koran bekas

    Terdapat perbedaan gejala OCD yang dialami oleh orang dewasa dan anak-anak. Misalnya, kemungkinan anak-anak tidak menyadari adanya alasan tertentu terhadap perilaku atau pikiran yang muncul, sementara orang dewasa akan lebih waspada.

    Penanganan Gangguan Obsesif Kompulsif

    Penanganan bertujuan agar penderita gangguan obsesif kompulsif dapat mengurangi gejala OCD yang berlebihan terlebih dahulu. Perawatan yang dapat dilakukan berupa terapi perilaku kognitif dan pemberian obat-obatan dari dokter.

    Sahabat Sehat dianjurkan melakukan kontrol secara berkala ke dokter agar dapat dipantau kondisi kesehatannya. Terdapat beberapa gangguan kesehatan mental lainnya yang mungkin muncul bersamaan dengan gangguan obsesif kompulsif, meliputi:

    • Gangguan kecemasan
    • Gangguan bipolar
    • Gangguan depresi 
    • Gangguan makan
    • Attention-Deficit/Hyperactive Disorder (AD/HD)
    • Gangguan spektrum autism (ASD)
    • Gangguan Tic / Sindrom Tourette (TS)

    Salah satu metode yang bisa digunakan untuk membantu mengurangi gejala OCD adalah dengan membuat tubuh lebih rileks. Caranya bisa dengan menggunakan aroma therapi sehingga pikiran bisa menjadi lebih tenang dan nyaman.

    Aroma Diffuser adalah alat yang bisa Sahabat Sehat gunakan untuk mengubah minyak esensial menjadi uap wangi atau aromaterapi dan menyebarkannya di udara, sehingga lebih mudah dihirup. Dengan demikian, aroma dari minyak esensial dapat membuat pikiran lebih rileks dan mengurangi gejala gangguan obsesif kompulsif yang bisa bisa datang secara berlebihan.


    Dapatkan Beurer Aroma Diffuser Humidifier LA 30 Sekarang Juga

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa fakta penting mengenai gangguan obsesif kompulsif (OCD). Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Beyond OCD. Facts about Obsessive Compulsive Disorder [Internet]. USA : Beyond OCD; [cited 2021 Sep 15].
    2. DoSomething. 11 Facts About Obsessive Compulsive Disorders (OCD) [Internet]. USA : DoSomething; [cited 2021 Sep 15].
    3. Kch.ha.org.hk. 2021. [online]
    4. RS GRHASIA. Obsessive-Compulsive Disorder, OCD [Internet]. 2013 [updated 2013 Nov 23; cited 2021 Sep 15].
    5. Smith M, Robinson L, Segal J. Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) [Internet]. USA : Help Guide. 2021 [updated 2021 July; cited 2021 Sep 15].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Badan yang mudah lelah saat perjalanan jauh biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang fit. Namun bisa juga karena ada penyakit. Ya, gejala mudah lelah mungkin saja disebabkan adanya penyakit di tubuh sehingga tubuh akan terus merasa lelah. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab badan […]

    10 Tips Mencegah Badan Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Tertidur Akibat Badan Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Badan yang mudah lelah saat perjalanan jauh biasanya disebabkan oleh kondisi tubuh yang kurang fit. Namun bisa juga karena ada penyakit. Ya, gejala mudah lelah mungkin saja disebabkan adanya penyakit di tubuh sehingga tubuh akan terus merasa lelah.

    Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui apa penyebab badan selalu merasa kurang bertenaga dan mudah lelah. Selain itu juga penting untuk tahu bagaimana cara meningkatkan kembali stamina tubuh.

    Bahaya Lelah Saat Di Perjalanan

    Apakah Sahabat Sehat termasuk sering berkendara ? Mungkin salah satu kendala yang kerap dihadapi sehari-hari adalah kemacetan, terutama bagi Sahabat Sehat yang tinggal di kota besar. Mengemudi atau tidak, berada di jalan yang macet dalam waktu lama dapat mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh sehingga menyebabkan rasa kantuk hingga stress. 

    Kelelahan bahkan mengantuk saat di perjalanan cukup berbahaya sebab dapat mengurangi kewaspadaan saat berkendara, mengurangi waktu respons dan mempengaruhi kemampuan dalam menentukan pilihan. 

    Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi lelah saat berada di perjalanan ? Mari simak penjelasan berikut.

    Kenali Tanda Tubuh Merasa Lelah

    Banyak orang yang merasa “masih sanggup” sehingga terus memaksakan diri. Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa sinyal dari tubuh yang menandakan tubuh mulai lelah dan artinya Sahabat Sehat memang butuh istirahat untuk memulihkan stamina:

    Sering Menguap

    Jika Sahabat Sehat sering menguap, hal ini menunjukan bahwa tubuh membutuhkan oksigen. Selain itu, keluhan juga dapat diikuti dengan kedipan mata yang semakin intens. Kondisi ini dapat menyebabkan pandangan kurang awas dan kurang konsentrasi saat berkendara.

    Lupa Arah Jalan

    Jika Sahabat Sehat mulai lupa arah jalan, hal ini juga dapat menunjukan bahwa Sahabat Sehat sudah lelah di perjalanan. Ada baiknya bertukar posisi mengemudi bila ada rekan yang menemani di perjalanan.

    Mengabaikan Rambu Lalu Lintas

    Banyak sekali rambu di jalan raya dengan fungsi yang beragam. Seperti penunjuk arah, maupun lampu lalu lintas. Jika Sahabat Sehat sudah mulai tidak memperhatikan rambu lalu lintas, hal ini menunjukkan tubuh bahwa tubuh mulai lelah dan konsentrasi menurun sehingga dianjurkan untuk beristirahat sejenak.

    Mudah Emosi

    Salah satu tanda bahwa tubuh mulai lelah, biasanya Sahabat Sehat menjadi mulai emosi dan tidak sabar. Tidak jarang menjadi kesal dengan pengguna jalan lainnya. Jika Sahabat Sehat mengalami hal ini, ada baiknya menepi dan beristirahat sejenak.

    Tips Agar Tidak Mudah Lelah Selama Di Perjalanan

    Mengemudi atau tidak, sangat penting untuk menjaga kondisi fisik selama di perjalanan. Berikut adalah berbagai tips yang Sahabat Sehat dapat lakukan untuk mencegah kelelahan selama di perjalanan:

    1. Istirahat Sebelum Melakukan Perjalanan, setidaknya sudah tidur 7-8 jam
    2. Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan yang dapat menyebabkan gangguan tidr
    3. Jika terbiasa tidur siang, hindari berkendara di jam tidur siang
    4. Jika berkendara dalam waktu lama, berhenti secara berkala untuk istirahat dan meregangkan otot
    5. Minta ditemani seseorang yang bisa diajak ngobrol sehingga mengurangi ngantuk dan lelah
    6. Nyalakan radio dan buka jendela untuk mengurangi kantuk
    7. Bijak dalam konsumsi minuman berkafein, karena ketika efek kafein hilang maka kantuk akan muncul lagi
    8. Makan secukupnya dengan gizi seimbang sebelum melakukan perjalanan jauh
    9. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan stamina tubuh
    10. Lakukan pemeriksaan tubuh kepada dokter untuk mencari tahu apa penyebab badan mudah lelah

    Penyakit Penybab Mudah Lelah saat Perjalanan Jauh

    Lelah di perjalanan jauh adalah hal yang biasa. Namun jika tiap perjalanan badan langsung merasa lelah dan tidak bertenaga, ada kemungkinan beberapa risiko penyakit berikut ini:

    1. Anemia
    2. Gagal jantung
    3. Sindrom kelelahan kronis
    4. Sleep apnea
    5. Penyakit tiroid
    6. Diabetes
    7. Gangguan mental
    8. Demam kelenjar
    9. Sindrom kaki gelisah
    10. Penyakit celiac
    11. Malnutrisi
    12. Kanker
    13. HIV/Aids
    14. dan Lupus

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai tips mengatasi tubuh mudah lelah saat perjalanan jauh. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, selain dengan konsumsi buah dan sayur maka lengkapi asupan gizi dengan mengkonsumsi multivitamin. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin serta produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Suni E. Drowsy Driving [Internet]. USA : Sleep Foundation 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Sep 14].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Drowsy Driving [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2017 [updated 2017 March 21; cited 2021 Sep 14].
    3. Santoso S. Tanda-Tanda Tubuh Lelah Berkendara yang Perlu Kita Cermati [Internet]. Indonesia : Liputan 6. 2019 [updated 2019 June 03; cited 2021 Sep 16].
    Read More
  • Pentingnya Imunisasi Anak Secara Lengkap di Masa Pandemi

    Penulis Medis : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Sudah lebih dari 1 tahun pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia. Masyarakat dan tenaga kesehatan disibukkan dengan berbagai aktivitas untuk melawan Covid-19, seperti diantaranya program vaksinasi Covid-19. Startup ProSehat juga secara aktif mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk 200ribu akseptor sejak bulan Maret hingga awal September 2021 ini di belasan lokasi Sentra Vaksinasi.

    Prosehat mengupayakan proses vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Mulai dari:

    • Menciptakan sistem dan proses pendaftaran yang rapi per jadwal waktu,
    • Mengelola tenaga kesehatan, skrining dan vaksinator,
    • Memastikan keamanan dan kelancara distribusi ogistik medis cold-chain vaksin,
    • Sampai pendataan administrasi P-Care dengan dukungan CS ProSehat melalui WhatsApp dan Web-chat.

    Hal ini semua dilakukan untuk membantu memastikan sertifikat vaksinasi yang diharapkan akseptor segera didapat.

    Di lain sisi sebenarnya banyak imunisasi yang sebelum masa pandemi Covid-19 memang rutin dilakukan, namun kini mulai terlupakan sebab hampir semua orang mengutamakan vaksinasi Covid-19. Tentunya imunisasi yang tidak kalah penting adalah untuk anak mulai dari bayi hingga usia sekolah, terutama kini telah dimulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sebagian wilayah Indonesia dengan level PPKM 3 ke bawah. Imunisasi yang dapat menjaga kesehatan anak selama Pembelajaran Tatap Muka menjadi suatu hal yang sangat dibutuhkan.

    Pentingnya Imunisasi Anak Lengkap Selama Masa Pandemi

    Kementerian Kesehatan dan UNICEF telah melakukan penilaian cepat pada April 2020 yang menunjukan bahwa 84% dari semua fasilitas kesehatan melaporkan pelayanan imunisasi terganggu, yaitu pada level Puskesmas dan Posyandu. Kondisi ini diakibatkan hambatan akses ke pelayanan kesehatan disertai dengan menurunnya permintaan imunisasi yang disebabkan karena masyarakat takut tertular Covid-19. Kendala lainnya yaitu petugas pengelola program imunisasi dan sumber daya imunisasi dialihkan ke penanganan Covid-19, terbatasnya alat pelindung diri untuk imunisasi yang aman, dan kekurangan komoditas.

    Data dari Surveilans di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan pada bulan imunisasi anak sekolah tahun 2020, cakupan campak hanya mencapai 45%, Difteri Tetanus (DT) mencapai 40% , dan Tetanus Difteri (TD) juga mencapai 40%. 

    Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K) mengungkapkan agar para orang tua diimbau tetap melengkapi imunisasi anaknya terutama di masa pandemi Covid-19 sebab bayi atau anak sekolah itu beresiko tertular berbagai penyakit. 

    Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono turut mengungkapkan bahwa imunisasi adalah cara yang efektif dalam mencegah penyakit, sebab hampir sebanyak 26 penyakit dapat dicegah dengan pemberian imunisasi. 

    Ikatan Dokter Anak Indonesia mengungkapkan bahwa imunisasi dasar penting bagi bayi dan anak sampai umur 18 bulan untuk melindungi dari berbagai penyakit. Jika bayi dan balita tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap, kelak dapat terjadi wabah berbagai penyakit lain yang akan mengakibatkan banyak anak sakit berat, cacat, atau bahkan meninggal dunia.

    Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia berikut adalah jadwal imunisasi dasar yang diwajibkan untuk Si Kecil :

    • Segera setelah lahir : Hepatitis B0 +OPV 0
    • Usia 1 bulan : BCG
    • Usia 2 bulan : Pentavalent 1 + OPV 1
    • Usia 3 bulan : Pentavalent 2 + OPV 2
    • Usia 4 bulan : Pentavalent 3 + OPV 3 + IPV
    • Usia 9 bulan : MR1
    • Usia 18 bulan : Pentavalent 4 + OPV4 + MR2

    Imunisasi Pentavalent (kombinasi vaksin DPT, HB, dan Hib) dan OPV (Oral Polio Vaccine) bisa diganti dengan imunisasi Hexavalent bebas demam yang terdiri dari imunisasi Pentavalent dan IPV (Inactive Polio Vaccine). 

    Selain imunisasi diatas, setiap orangtua juga perlu dapat menambahkan imunisasi lain yang tidak kalah penting seperti berikut :

    • Usia 2 bulan : PCV1
    • Usia 4 bulan : PCV2  
    • Usia 6 bulan : PCV3 +Influenza 1
    • Usia 7 bulan : Influenza 2

    Imunisasi PCV  (pneumococcal conjugate vaccine) bermanfaat untuk mencegah infeksi bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan infeksi paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia). Sementara imunisasi influenza dapat mencegah penyakit flu akibat virus influenza. 

     

    Persiapan Menjelang Pembelajaran Tatap Muka

    Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa kini sekolah yang dapat menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) adalah bagi sekolah yang berada di daerah dengan status PPKM level 1, 2, dan 3. Selain itu, semua tenaga pendidik juga sudah menjalani vaksinasi dosis kedua. Menjelang pembelajaran tatap muka, para peserta didik berusia 12-17 tahun sudah dapat diberikan vaksin Covid-19.

    Tidak kalah pentingnya, imunisasi dasar serta berbagai imunisasi tambahan juga dianjurkan sebagai persiapan menjelang pembelajaran tatap muka. Adapun imunisasi tambahan yang dianjurkan untuk anak sekolah sejak PAUD hingga SMA yaitu DPT, influenza, MR/MMR, Tifoid, HPV, dan Dengue yang disesuaikan dengan usia anak antara 5 – 18 tahun.

    Berikut ini adalah imunisasi untuk anak usia sekolah pada rentang 5-18 tahun

    • Imunisasi DPT : mulai dapat diberikan pada usia 18 bulan, 5-7 tahun (booster ke 2), dan pada usia 10-18 tahun (jenis Td/Tdap)
    • Imunisasi Influenza : mulai dapat diberikan pada usia 18 bulan keatas
    • Imunisasi MR/ MMR (Mumps, Measles, Rubella) : mulai diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan 5-7 tahun
    • Imunisasi Tifoid : mulai dapat diberikan pada usia 2 tahun, pada usia 5 tahun keatas dapat diberikan setiap 3 tahun sekali
    • Imunisasi HPV : diberikan pada usia 12-14 tahun sebanyak 2 dosis
    • Imunisasi Dengue : diberikan pada usia 9-16 tahun sebanyak 3 dosis dengan interval 6 bulan.

    Pada wilayah dengan penularan luas Covid-19, jika tidak memungkinkan imunisasi dapat ditunda 1 bulan. Namun segera diberikan bila situasi memungkinkan.

     

    Jarak Imunisasi dan Vaksin Covid-19

    Sesuai informasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, pemberian imunisasi lainnya dapat diberikan dengan jarak minimal 1 bulan dengan vaksinasi Covid-19. Anak yang berusia dibawah 12 tahun kini masih belum menjadi sasaran vaksinasi Covid-19, sehingga pemberian imunisasi booster serta imunisasi tambahan misalnya vaksin influenza dan PCV perlu diberikan agar memberi kekebalan tubuh sebagai persiapan menjelang pembelajaran tatap muka.

     

    Senantiasa Jaga Kesehatan Si Kecil

    Sahabat Sehat sebaiknya membatasi diri ke tempat ramai kecuali ada keperluan yang sangat mendesak. Di rumah sebaiknya lakukan beberapa tips berikut :

    • Beri makanan bergizi seimbang, seperti susu, buah, sayur, serta lauk-pauk.
    • Hindari Si Kecil kontak dengan orang lain yang sedang batuk pilek atau tampak kurang sehat.
    • Cuci tangan sebelum menyentuh Si Kecil, serta sebelum dan sesudah menyajikan makanan Si Kecil
    • Jika Si Kecil tampak kurang sehat, segera konsultasikan ke dokter

     

    Solusi Imunisasi Anak Pada Masa Pandemi Covid-19

    Imunisasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan melakukan imunisasi anak di rumah maka Anda dapat meminimalisir resiko paparan terhadap virus Covid-19, selain itu proses imunisasi menjadi lebih nyaman. Untuk melakukan imunisasi anak dengan Prosehat caranya mudah cukup dengan mengakses situs web ProSehat.com dengan membuka link https://www.prosehat.com/imunisasianak

    Layanan Imunisasi ke Rumah bersama Prosehat mempunyai berbagai keunggulan, yakni : 

    • Produk Vaksin dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Bebas tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut dapat langsung bertanya ke ProSehat melalui WhatsApp 0811-1816-800 ketik MENU pilih 3 atau ketik Imunisasi.

    Referensi :

    1. Sehat Negeriku. Orang Tua Wajib Lengkapi Imunisasi Dasar Anak Meski Pandemi COVID-19 [Internet]. Indonesia : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2021 [updated 2021 April 29; cited 2021 Sep 14].
    2. UNICEF Indonesia. Imunisasi Rutin pada Anak Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia: Persepsi Orang tua dan Pengasuh [Internet]. Indonesia : UNICEF Indonesia. 2020 [updated 2020 Aug; cited 2021 Sep 14].
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rekomendasi Imunisasi Anak pada Situasi Pandemi COVID-19 [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2020 [updated 2020 Mar 26; cited 2021 Sep 14].
    Read More
Chat Dokter 24 Jam