Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 171–180 of 1141 results

  • Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan. Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. […]

    5 Tips Hemat Agar Keuangan Tidak Jebol Saat Ramadan

    Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan.

    hemat uang koin

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. Belum lagi adanya kegiatan berbuka puasa bersama keluarga, sahabat dan teman kerja. Mengakali hal tersebut, berikut 5 tips hemat agar keuangan tidak jebol saat ramadan.

    1. Membuat Daftar Menu Selama Ramadan

    Ramadhan kali ini Sahabat harus lebih menata hidup lebih baik, misalnya dengan membuat daftar menu makanan dari sahur hingga berbuka puasa.

    Lengkapi daftar menu tersebut seperti bahan-bahan yang akan digunakan dan berapa porsi yang harus dibuat. Hal ini akan memudahkan Sahabat dalam menghitung estimasi pengeluaran selama sebulan.

    Baca Juga: 5 Menu Praktis Untuk Anda yang Telat Sahur

    Biasakan juga untuk mencatat ulang biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan-bahan tersebut sebagai pengukur keuangan kita.

    2. Membatasi Berbuka Puasa di Luar

    Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk temu kangen dengan sahabat dari sekolah dasar hingga kuliah. Belum lagi acara berbuka puasa bersama keluarga dan teman kerja.

    Tetapi kalau Sahabat ingin berhemat, sepertinya harus mengurangi berbuka puasa di luar. Selain harga makanan yang meningkat, penyajiannya akan sedikit lama dibandingkan sebelum puasa, karena banyaknya yang berbuka puasa di luar.

    Baca Juga: 4 Jenis Makanan Agar Kenyang Lebih Lama

    Aturlah jadwal berbuka puasa sahabat dan pilihlah makanan yang sesuai dengan kantong. Agar lebih hemat, bawalah minuman air putih dari rumah.

    3. Stok Kebutuhan Sebelum Ramadan

    Tips selanjutnya adalah stok kebutuhan Sahabat selama bulan Ramadhan. Seperti biasa, saat Ramandhan tiba, harga kebutuhan baik makanan hingga kebutuhan rumah tangga akan terus meningkat.

    Belanjalah bahan pokok makanan yang tahan lama hingga saru bulan kedepan. Selain itu pilihlah barang-barang yang menawarkan bonus, seperti buy 1 get 1 atau potongan harga.

    Baca Juga: Persiapan Kesehatan Untuk yang Ingin Liburan

    Sebelum berbelanja, pastikan untuk membuat catatan belanja selama sebulan dan tahan diri Sahabat untuk tidak membeli barang diluar catatan belanja kita.

    4. Hindari Godaan Sale

    Bagi sebagian masyarakat Indonesia, bulan Ramadhan identik juga dengan baju baru yang dikenakan saat lebaran. Tidak jarang momen ini dimanfaatkan departement store dengan promo-promo.

    Jika ingin berhemat, hindarilah godaan-godaan sale yang membuat kantong Sahabat menipis. Lebih baik gunakan pakaian sebelumnya yang masih terlihat bagus karena lebaran bukanlah ajang untuk memamerkan pakaian baru namun untuk ibadah.

    Baca Juga: Tips Liburan Dengan yang Alergi Makanan

    5. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

    Mungkin kata itu yang tepat untuk menjaga kantong keuangan kita terlebih dibulan Ramadan. Menjaga kesehatan sangatlah penting bagi kita. Saat ramadan, lakukanlah olahraga ringan, minimal selama 5 hingga 10 menit setiap harinya. Pilihlah menu makanan sehat dan proteksi diri Sahabat dan keluarga dengan vaksinasi di ProSehat.  

    Selain itu, Sahabat bisa berkonsultasi online dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam untuk masalah kesehatan selama puasa. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Kompas.com. Ika, Aprillia. “4 Cara Cerdas Mencegah Pemborosan di bulan Ramadhan”.
    2. Kompas.com. Ika, Aprillia. “Tips Hemat Saat Bulan Puasa Bagi Anak Kost”.
    3. Tempo.co. Sarosa, Astari P. “Sebulan Menjelang Puasa Ramadan, Lakukan Persiapan Berikut”.
    Read More
  • Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya. Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit […]

    Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya.

    Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit ini.1

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Penyakit flu ditularkan melalui kontak tangan dengan penderita dan percikan cairan yang dikeluarkan dari batuk atau bersin penderita. Gejalanya dapat berupa pilek yang disertai batuk, demam menggigil, nafsu makan menurun, dan nyeri seluruh badan. Gejala biasanya akan memuncak pada hari 1-3 dan bertahan hingga 7-10 hari lalu mereda.

    Terapi antibiotik sebenarnya tidak diperlukan pada penyakit ini karena penyebabnya adalah virus. Namun, bila terjadi infeksi campuran dengan bakteri, pemberian antibiotik disesuaikan dengan saran dari dokter.

    Pada penyakit ini, pencegahan adalah yang paling penting. Menjaga kebersihan diri misalnya dengan mengajarkan mencuci tangan pada anak,  menghindari kontak dengan orang yang sedang pilek serta meningkatkan daya kekebalan tubuh anak dengan memberikan makanan yang bergizi serta tidur yang cukup dapat mencegah anak tertular penyakit ini.

    Selain itu, pemberian vaksin influenza perlu diperhitungkan bila anak terlalu sering terkena flu.2

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Vaksin influenza dapat diberikan pada anak usia di atas 6 bulan dan diulang setiap tahunnya. Vaksin ini disuntikkan pada bahu dan dianjurkan diberikan dengan dosis yang tepat menurut umur.

    Umur kurang dari 9 tahun yang mendapat vaksin influenza untuk pertama kali harus mendapat 2 dosis dengan jarak waktu keduanya minimal 4 minggu.

    Vaksin ini tidak diberikan pada anak usia< 6 bulan dan anak dengan alergi komponen vaksin (misalkan alergi telur). Reaksi ringan yang dapat ditimbulkan berupa rasa nyeri, kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang akan hilang dalam 2-3 hari.3

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

     

    Vaksin flu sangat aman diberikan pada anak karena penyakit yang sering menyerang anak ini bila tidak dicegah akan mengganggu kehidupan sehari-hari anak.

    Jadi, jangan tunggu flu menyerang anak Ibu. Segera berikan vaksin flu pada anak Anda sehingga anak terlindungi dari penyakit influenza ini.

    Nah, bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses Prosehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh yang mempunyai beberapa kelebihan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    REFERENSI:

    1. Allan GM, Prevention and treatment common cold: making sense of the evidence. Canadian Medical Association Journal.2014; 186(3).
    2. Hadinegoro SR, Soedjatmiko. Rekomendasi satgas imunisasi. Sari Pediatri. 2006; 8(1):84-92.

     

    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.  Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.

     Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan.

    Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus.

    Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4

    Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis.

    Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda.

    Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen.

    Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. 

    Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV).

    Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas.

    Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang.

    Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
  • Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Ramadan Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat […]

    8 Tips Meningkatkan Semangat Work from Home Selama Bulan Ramadan

    Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa.

    semangat work from home, semangat work from home saat ramadan

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Ramadan

    Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat apalagi tengah berpuasa.

    Namun, jangan jadikan bulan puasa alasan untuk malas-malasan. Berikut 8 tips ampuh supaya Sobat tetap semangat kerja di bulan Ramadan.

    1. Tidur malam yang cukup

    Terkadang, work from home membuat Sobat lupa akan waktu hingga bekerja sampai larut malam. Namun, perlu disadari betapa pentingnya tidur yang cukup selama Bulan Ramadan.

    Untuk orang dewasa usia 18-60 tahun, dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam1. Selain meningkatkan imun tubuh, tidur yang cukup juga bisa membantu bangun untuk sahur dan meningkatkan semangat kerja selama puasa.

    2. Buat to-do list

    Pekerjaan menumpuk yang membuat patah semangat dapat diselesaikan dengan membuat daftar pekerjaan. Penelitian menunjukkan bahwa membuat to-do list dapat meningkatkan produktivitas3. Sobat dapat membuat daftar pekerjaan ini sessaat setelah sahur dan menuliskan apa saja yang hendak diselesaikan pada hari itu.

    3. Buat ruang sendiri untuk work from home

    Salah satu tantangan dari work from home adalah tidak adanya ruang sendiri, yang membuat konsentrasi buyar saat bekerja. Terlebih saat bulan puasa, emosi jadi mudah meningkat apabila banyak hambatan dalam pekerjaan.

    Salah satu cara untuk mengatasinya adalah membuat ruang sendiri untuk kerja, ruang dimana Sobat dapat fokus dan tidak diganggu oleh siapapun sehingga dapat lebih fokus.

    4. Kontrol porsi makan saat sahur dan berbuka

    Akibat menahan lapar dan haus seharian selama bulan Ramadan, terkadang banyak orang “balas dendam” saat berbuka dan sahur. Padahal, makan berlebihan dapat memberi dampat buruk pada kesehatan, yang dapat menurunkan produktivitas saat kerja5. Makanlah dalam porsi cukup.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    5. Olahraga ringan

    Tentunya work from home dan berpuasa membuat menjadi malas bergerak. Namun, tahukah Sahabat betapa pentingnya olahraga ringan? Yoga dan stretching dapat membuat lebih fokus, sehat, dan tentunya meningkatkan produktivitas.

    6. Tidur siang

    Tidur siang selama 15-20 menit dapat mengembalikan stamina dan membuat Sahabat lebih fokus dalam bekerja.

    7. Jangan melihat jam terus-menerus

    Menyibukkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan akan membuat Sobat terhindar dari godaan untuk melirik jam berkali-kali dan menghitung waktu menuju magrib. Beri target untuk diri sendiri, sehingga pada magrib tiba, Sobat dapat berbuka dengan tenang tanpa dihantui deadline.

    8. Berbuka puasa bersama di rumah

    Berbuka bersama di rumah bersama keluarga dapat menjadi bentuk syukur karena sudah berhasil melewati satu hari ibadah puasa.

    Berbukalah di rumah mengingat social distanding masih sangat diperlukan saat ini. Bagi Sobat yang hidup merantau, jangan khawatir, cobalah berbuka bersama melalui jaringan online melalui fitur video call dengan berbagai aplikasi seperti Skype, Line Call, Google Hangout, dan social media lainnya.

    Hal ini dapat membuat Sahabat semakin semangat bekerja dan menjalankan ibadah puasa pada hari berikutnya.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Nah, Sahabat, sekian tips untuk tetap semangat work from home selama bulan Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan jangan lupa, tetap semangat!

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Watson, N., Badr, M., Belenky, G., Bliwise, D., Buxton, O., & Buysse, D. et al. (2015). Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: A Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. SLEEP. doi: 10.5665/sleep.4716
    2. Besedovsky, L., Lange, T., & Haack, M. (2019). The Sleep-Immune Crosstalk in Health and Disease. Physiological Reviews99(3), 1325-1380. doi: 10.1152/physrev.00010.2018
    3. Schrager, S., & Sadowski, E. (2016). Getting More Done: Strategies to Increase Scholarly Productivity. Journal Of Graduate Medical Education8(1), 10-13. doi: 10.4300/jgme-d-15-00165.1
    4. The Jakarta Post. (2020). How to stay productive while working from home. Retrieved 24 April 2020, from https://www.thejakartapost.com/life/2020/03/24/how-to-stay-productive-while-working-from-home.html
    5. Prentice, A. (2001). Overeating: The Health Risks. Obesity Research9(S11), 234S-238S. doi: 10.1038/oby.2001.124
    6. Woodyard, C. (2011). Exploring the therapeutic effects of yoga and its ability to increase quality of life. International Journal Of Yoga4(2), 49. doi: 10.4103/0973-6131.85485
    7. Lovato, N., & Lack, L. (2010). The effects of napping on cognitive functioning. Progress In Brain Research, 155-166. doi: 10.1016/b978-0-444-53702-7.00009-9
    Read More
  • Sering melewatkan makan sahur karena telat bangun tidur? Jangan dibiasakan, ya Sahabat. Tubuh kita memang mampu menoleransi, walaupun tanpa makan dan minum seharian. Namun, tubuh kita sangat membutuhkan air untuk bertahan selama seharian penuh. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa Bila kita melewatkan sahur, tidak ada cadangan cairan selama […]

    5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Sering melewatkan makan sahur karena telat bangun tidur? Jangan dibiasakan, ya Sahabat. Tubuh kita memang mampu menoleransi, walaupun tanpa makan dan minum seharian. Namun, tubuh kita sangat membutuhkan air untuk bertahan selama seharian penuh.

    telat bangun

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa

    Bila kita melewatkan sahur, tidak ada cadangan cairan selama seharian penuh. Hal ini membuat tubuh kita akan mengalami kekurangan cairan dan memberi dampak pada aktifitas sehari-hari. Akibatnya, tubuh mudah lemas dan sulit fokus akibat tidak ada asupan nutrisi apapun.

    Pilihlah menu makanan yang mudah untuk mencegah tubuh lemas, meskipun terlambat bangun sahur. Berikut 5 menu sehat dan praktis yang pas saat telat sahur:

    1. Roti dan telur

    telur dan roti

    Roti dan telur menjadi salah satu menu yang sangat mudah dibuat. Serta kandungan gizinya bagus untuk aktifitas kita. Apa saja bahan-bahannya?

    • Lama Memasak : 5 Menit
    • Jumlah Porsi : 2 Orang

    Bahan-bahan :

    • 1 Buah Telur
    • 2 Buah Roti Tawar tau Roti Gandum
    • 1 Sdm Minyak Kanola
    • Garam Secukupnya

    Cara Membuat:

    1)  Panaskan minyak kanola sebagai pengganti minyak goreng biasa

    2)  Masukkan telur ke dalam wajan dan sedikit garam

    3)  Tunggu telur hingga matang, angkat dan tiriskan.

    4)  Saatnya memanggang roti menggunakan oven atau wajan. Tunggu hingga berubah warna.

    5)  Sajikan Telur ceplok dan roti selagi hangat

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

     

    2. Oatmeal Buah

    Menu sehat dan praktis lainnya yaitu oatmeal buah. Oatmeal merupakan makanan yang mengandung serat yang tinggi. Serat yang dimiliki oatmeal bersifat lama dicerna dalam tubuh. Jadi makanan ini cocok sekali dikonsumsi saat puasa. Bagaimana cara membuatnya?

    • Lama Memasak : 5-7 Menit
    • Jumlah Porsi : 1-2 orang

    Bahan-bahan:

    • ½ Cangkir (40 gr) Oatmeal Instan
    • ½ Cangkir  (120 mililiter) Air
    • Garam Secukupnya
    • Toping (Buah Kering atau kacang-kacangan) secukupnya

    Cara membuat :

    1)  Siapkan ½ cangkir atau setara 40 gram oatmeal instan ke dalam mangkuk

    2)  Tambahkan sedikit garam untuk menambah cita rasa pada oatmeal yang cenderung tawar

    3)  Didihkan air, tuang kedalam mangkuk yang telah terisi oatmeal sebanyak ½ Cangkir (120 militer)

    4)   Tunggu dua hingga tiga menit hingga oarmeal matang.

    5)   Jika terlalu kental, tambahkan air atau susu untuk mengencerkannya

    6)   Sajikan oatmeal dengan toping buah kering atau kacang-kacangan

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Kantuk Saat Ramadhan

    3. Salad Buah dengan yogurt

    Menu ini terbilang sangat mudah dibuat saat sahur. Selain itu menu ini cocok buat Sobat yang ingin berdiet. Berikut resep yang bisa Sobat ikuti:

    Lama Memasak : 3-4 Menit

    Jumlah Porsi : 1-2 orang

    Bahan-bahan:

    • 1 Buah Kiwi
    • 6 Buah Stroberi
    • 6 Butir Anggur
    • 1 Potong Semangka
    • 5 Buah tomat cherry
    • 1 Kotak yoghurt plain

    Cara Membuat

    1)  Cuci terlebih dahulu buah-buah yang akan di gunakan

    2)  Potong kecil dan taruh di dalam mangkuk

    3)  Masukan yoghurt dan tambahkan perasan jeruk lemon. Sajikan.

    Baca Juga: 10 Test Kesehatan Pranikah Untuk Anda dan Pasangan

     

    4. Pancake

    Pancake menjadi menu yang sering dipilih untuk sarapan. Bisa menjadi menu alternatif saat sahur bersama keluarga. Apa saja yang perlu disiapkan?

    • Lama Memasak : 15 Menit
    • Jumlah Porsi : 3-4 orang

    Bahan-bahan:

    • 250 gram Tepung terigu
    • 2 butir telur
    • 4 sdt margarin
    • 4 sdm gula putih
    • 1 gelas susu cair
    • 1 gelas air
    • ½ sdt baking powder

    Topping :

    • Madu
    • Buah-buahan (Strawberry atau pisang)

    Cara Membuat :

    1. Campurkan bahan-bahan dalam satu wadah (terigu, gula putih, telur, susu cair, baking powder dan margarin yang sudah dicairkan.
    2. Aduk semua bahan hingga tercampur dengan rata. Perhatikan adonan tidak terlalu cair ataupun menggumpal
    3. Tuangkan adonan menggunakan sendok sayur kedalam wajan yang sudah dipanaskan. Buatlah adonan berbentuk bulat dan sedikit tipis.
    4. Angkat adonan, jika kedua sisi telah matang. Lakukan tahap ketiga secara berulang hingga adonan habis.
    5. Sajikan pancake dengan madu  dan buah-buahan segar.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

         

    5. Mie Goreng Ayam

    Mie goreng ayam menjadi menu terakhir yang pas disantap saat sahur. Membuat mie goreng ayam tidak membutuhkan waktu yang lama. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Agar saat memasak di waktu sahur lebih cepat. Berikut tahap-tahapnya:

    • Lama Memasak : 25 Menit
    • Jumlah Porsi : 4-5 orang

    Bahan-bahan:

    • 3 sdm minyak jagung
    • ½ bawang bombay, cincang halus
    • 5 siung bawang putih, cincang halus
    • 4 butir bawang merah, cincang halus
    • 200 gr fillet dada ayam, iris
    • 100 gr kol, iris tipis
    • 100 gr sawi hijau
    • 2 sdm saus tiram
    • 1 sdm kecap manis
    • ¼ sdt garam
    • ½ sdt merica bubuk
    • 2 batang bawang daun, iris tipis
    • 200 gr Mie

    Cara Membuat:

    1)  Rebus air panas, masukkan mie hingga setengah empuk dan tiriskan

    2)  Panaskan minyak di wajan, tumis semua bawang hingga harum.

    3)  Masukkan daging ayam, aduk merata dan tunggu hingga setengah matang

    4)  Masukkan kol, sawi hijau dan cabai sesuai selera, tunggu hingga layu.

    5) Masukkan mie yang setengah empuk, bawang daun, saus tiram, kecap manis, garam dan merica bubuk. Aduk hingga merata, angkat dan sajikan selagi hangat.

    Agar tidak telat sahur, dapatkan produk makanan sehat berkualitas hanya di ProSehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Detik Health. “Jangan Malas, Ini Akibatnya Jika Sering Tidak Sahur”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Uli, Catherine M. “Manfaat Puasa Bagi Kesehatan”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Corry, Vina. “Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadhan”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Limbong, Valentina. “Resep Mi Goreng Ayam Sayuran”. Diakses pada 7 Mei 2018

    Read More
  • Baru-baru ini ramai diberitakan peristiwa unik, tertidurnya seorang gadis di Kalimantan Selatan bernama Siti Raisa Miranda atau Echa selama berhari-hari. Kondisi ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali dialami Echa. Pada 2017, saat berusia 13 tahun Ia pernah mengalami kondisi yang sama dan tertidur selama 13 hari. Baca Juga: Hari Syndrom Down Sedunia, Mari Kenali Apa […]

    Kenali Sleeping Beauty Syndrome yang Dialami Echa

    Baru-baru ini ramai diberitakan peristiwa unik, tertidurnya seorang gadis di Kalimantan Selatan bernama Siti Raisa Miranda atau Echa selama berhari-hari. Kondisi ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali dialami Echa. Pada 2017, saat berusia 13 tahun Ia pernah mengalami kondisi yang sama dan tertidur selama 13 hari.

    sleeping beauty syndrome

    Baca Juga: Hari Syndrom Down Sedunia, Mari Kenali Apa Itu Down Syndrome?

    Di dunia medis kondisi yang dialami Echa disebut dengan sindrom putri tidur (sleeping beauty syndrome) atau Kleine-Levin Syndrome. Dilansir dari CNN Indonesia, kasus yang dialami Echa ini termasuk jarang. Penderita mengalami rasa kantuk yang berlebihan dan dapat dialami berulang kali.

    Apa Penyebab Sleeping Beauty Syndrome?

    Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab sleeping beauty syndrome. Namun ada beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan kondisi ini, misalnya cedera kepala (pada hipotalamus yang mengontrol tidur), penyakit autoimun dan faktor genetik.

    Menurut Indian Journal Psychology of Medicine yang dikutip dari CNN Indonesia, Sleeping Beauty Syndrome kebanyakan dialami remaja pria. Namun tidak menutup kemungkinan dialami pula perempuan paruh baya.

    Gejala Sleeping Beauty Syndrome

    Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala berikut:

    • Rasa kantuk berlebihan saat siang hari meskipun sudah cukup tidur
    • Rasa lapar berlebihan
    • Gangguan kognitif
    • Halusinasi
    • Disorientasi
    • Mudah marah
    • Perilaku kekanak-kanakan
    • Nafsu makan meningkat
    • Dorongan seksual berlebihan

    Kondisi ini dapat terjadi secara episodik, artinya penderita Sleeping Beauty Syndrome dapat mengalami keluhan tersebut selama beberapa waktu lalu kembali normal lagi.

    Baca Juga: Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Apa Risiko Sleeping Beauty Syndrome Bagi Tubuh?

    Pakar hidrasi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH , seperti dilansir dari Detikcom mengungkap bahwa kondisi Sleeping Beauty Syndrome dapat menyebabkan resiko berkurangnya asupan cairan tubuh. Padahal, cairan tubuh akan tetap keluar melalui urin maupun proses penguapan dari permukaan kulit.

    Selain itu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko timbulnya gangguan tidur (sleep apnea); gangguan fungsi ginjal, jantung, saraf; depresi hingga gangguan hormon tiroid (hipotiroid).

    Bagaimana Penanganan Sleeping Beauty Syndrome?

    Pasien umumnya akan diberikan obat untuk mengurangi durasi tidur dan mencegah episode tidur berikutnya.

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Begadang

    Sahabat Sehat, demikianlah mengenai sleeping beauty syndrome yang merupakan kejadian langka di dunia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sindrom ini atau kondisi medis lainnya, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi secara online dengan dokter di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sleeping Beauty Syndrom Buat ‘Putri Tidur Kalsel’ Lelap Lagi [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 16 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210408134159-255-627476/sleeping-beauty-syndrom-buat-putri-tidur-kalsel-lelap-lagi
    2. Pramudiarja A. Fakta-fakta Hipersomnia yang Bikin Echa ‘Putri Tidur’ Terlelap 13 Hari [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 16 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5525672/fakta-fakta-hipersomnia-yang-bikin-echa-putri-tidur-terlelap-13-hari?_ga=2.225861786.182852879.1618207703-1782212719.1616591476
    3. Kisah Sleeping Beauty di Dunia Nyata, Echa Kembali Tidur Selama Seminggu, Sudah 13 Kali Kejadian – Tribun Kaltim [Internet]. Tribun Kaltim. 2021 [cited 16 April 2021]. Available from: https://kaltim.tribunnews.com/2021/04/10/kisah-sleeping-beauty-di-dunia-nyata-echa-kembali-tidur-selama-seminggu-sudah-13-kali-kejadian

     

    Read More
  • Bau mulut menjadi salah satu masalah yang sering dialami saat orang berpuasa. Munculnya bau mulut, dapat dipicu dari berbagai hal seperti kebersihan mulut yang kurang, merokok, pola makan yang tidak teratur hingga adanya kuman, dan bakteri pada gigi yang berlubang. Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Berpuasa Ayo tetap semangat dan jangan sampai […]

    7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa

    Bau mulut menjadi salah satu masalah yang sering dialami saat orang berpuasa. Munculnya bau mulut, dapat dipicu dari berbagai hal seperti kebersihan mulut yang kurang, merokok, pola makan yang tidak teratur hingga adanya kuman, dan bakteri pada gigi yang berlubang.

    Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Berpuasa

    Ayo tetap semangat dan jangan sampai malas menunaikan ibadah puasa hanya karena bau mulut. Agar mulut Anda tetap segar saat berpuasa, berikut 7 cara ampuh yang bisa Sahabat coba.

    1. Konsumsi Cengkeh

    Cengkeh tidak hanya sekadar rempah-rempah penambah cita rasa masakan, tetapi memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Cengkeh mengandung vitamin C, B6, A, D, E dan K, tiamin, asam folat dan niasin.

    Produk Terkait: Jual Fajarva Cloves Whole

    Cengkeh dapat mengatasi masalah pencernaan hingga menghilangkan bau mulut. Caranya adalah dengan menyiapkan 4 biji cengkeh dan merebusnya dengan air. Gunakan air rebusan cengkeh sebagai obat kumur. Lakukan selama dua kali sehari, air rebusan cengkeh bisa membantu menghilangkan bakteri di mulut.

    2. Hindari Meminum Kopi

    Sungguh nikmat rasanya menyeruput kopi saat sahur. Namun ternyata minum kopi saat sahur dapat memicu bau mulut, loh. Tahukah sahabat, bahwa kopi mengandung 200 mg kafein di setiap cangkirnya.  Selain itu, kopi memiliki kandungan senyawa sulfur yang tinggi sebagai salah satu penyebab bau mulut.

    Apabila Sahabat telanjur minum kopi, minumlah air mineral sebagai penetralisir aroma dalam mulut kita. Selain air mineral, yogurt juga dapat mengatasi masalah bau mulut karena memiliki kandungan bakteri yang baik.

    3. Rutin Sikat Gigi

    Menghilangkan bau dapat dilakukan dengan rutin menyikat gigi. Sikat gigi secara benar dan menyeluruh, termasuk lidah Sahabat.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Hal ini akan membantu mengurangi dan mencegah terkena penyakit gigi dan gusi yang berasal dari kuman. Kuman dapat tumbuh pada sisa makanan yang tersisa bila Sahabat tidak menyikat gigi.  Lakukanlah secara rutin pada malam dan setelah sahur, agar bau mulut dapat dikurangi.

    4. Gunakan Baking Soda

    Bau mulut dapat dihilangkan dengan menggunakan baking soda. Baking soda dapat mengurangi kadar asam dan bakteri pada mulut. Penggunaan baking soda ada 2 cara, yaitu baking soda dengan air dan baking soda dengan madu.

    Cara menggunakan baking soda dan air yaitu dengan mencampurkan 1 sendok teh baking soda dan 1 gelas air hangat, aduk hingga larut. Gunakan campuran baking soda dan air untuk berkumur selama 30 detik. Lakukan cara ini setiap dua hari sekali.

    Campuran baking soda dan madu memiliki kandungan anti-inflamasi. Campurkan 1 sendok teh baking soda dan madu ke dalam segelas air hangat untuk diminum. Lakukan cara ini dua hari sekali.

    5. Minum Air Setelah Berbuka

    Kekurangan air minum dapat memicu bau mulut, loh karena salah satu manfaat air putih adalah mampu mengurangi kemungkinan bau mulut.

    Pada saat puasa, kita harus menahan haus dan lapar selama seharian penuh. Bayangkan bagaimana jadinya kondisi mulut kita. Bau mulut saat puasa dapat diatasi dengan menerapkan pola konsumsi air putih 242 saat puasa. Dua  gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas perhari akan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu, fungsi air putih mampu meningkatkan produksi air liur dalam mulut sehingga kebersihan mulut tetap terjaga.

    6. Mengonsumsi Buah dan Sayuran

    Buah dan sayuran segar sangat efektif dalam mengatasi bau mulut. Kandungan serat yang dimiliki keduanya dapat membantu enzim pencernaan yang aktif mencegah dan menghilangkan sedikit plak penyebab bau mulut. Selain itu, buah dan sayur bersifat basa sehingga mampu menetralisir asam di dalam mulut.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Contoh buah dan sayuran yang dapat mengatasi bau mulut yaitu wortel, seledri, apel, dan stroberi. Hilang, deh, bau mulutnya

    7. Berkumur dengan Mouthwash

    Cara terakhir mengatasi bau mulut dengan menggunakan mouthwash atau obat kumur. Menurut Kepala Departemen Luar Negeri dan Kerjasama Internasional PDGI, Prof. Dr. drg. Tri Errie Astoeti, Mkes yang dilansir dari Okezone menjelaskan berkumur menggunakan mouthwash dapat membuat gigi kita lebih bersih, terhindar dari gigi berlubang dan bebas dari plak.

    Produk Terkait: Jual Mouthwash

    Namun, penggunaan mouthwash tidak boleh digunakan setiap hari. Karena dapat merusak perkembangan bakteri baik yang ada di sekitar rongga mulut.

    Penggunaan mouthwash dilakukan sebanyak dua hari sekali. Gunakan mouthwash yang mengandung essential oil dan bebas alkohol. Jadi, obat kumur akan aman saat digunakan dan tidak menimbulkan efek samping.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa

    Menjaga kesehatan mulut itu sangatlah penting dan untuk mendapatkan produk kesehatan bisa Sahabat dapatkan di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya  08111816800 atau klik prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mecadinisa, Nabila. “Cegah Bau Mulut Saat Puasa dengan Cara Ini”.
    2. Putri, Wulan Kurnia. “5 Cara Ampuh Mengatasi Bau Mulut Berpuasa,Bisa Kamu Coba Guys!”.
    3. Maharani, Dian. “Cengkeh, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh”.
    4. Popbela. “Bau Mulut Sehabis Minum Kopi? Atasi dengan 5 Tips Mudah Ini”.
    5. Oktania, Marcella. “Simple! 5 Cara Mengatasi Bau Mulut dengan Baking Soda”
    6. Putri, Winda D. “Banyak Minum Air Putih Bantu Hindari Bau Mulut”.
    7. Kompas.com. “Selama Puasa, Cobalah Terapkan pola 242 Agar Tetap Sehat dan Bugar”.
    8. Kania, Dewi. “Tak Hanya Menghilangkan Bau Mulut, Berkumur dengan Mouthwash Usai Gosok Gigi Bisa Mencegah Gigi Berlubang”
    9. Haurissa, Andreas Erick. “Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa”
    Read More
  • Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali. Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan. […]

    Seperti Apa Protokol Kesehatan Di Tempat Wisata di Masa Pandemi?

    Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali.

    protokol kesehatan di tempat wisata

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan.

    Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi telah mengesahkan prokes di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Prokes tersebut disusun oleh Kemenparekraf bersama dengan pemangku kepentingan serta kementerian terkait.

    Prokes juga telah disahkan melalui KMK Nomor HK HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Nah, Sahabat Sehat selama kalian bepergian ke tempat wisata ataupun tempat hiburan, jangan lupa tetap menerapkan prokes agar terhindar dari virus Covid-19.

    Bagi Pengelola Tempat Wisata atau Hiburan

    Membatasi Jumlah Pengunjung Tempat Wisata

    Dalam penerapan Prokes di tempat wisata atau hiburan, pengelola wisata wajib membatasi jumlah pengunjung yang datang.

    Bahkan, pengelola tempat wisata atau hiburan disankan menggunakan sistem daring, yang artinya para pengunjung mendaftar melalui online sebelum datang langsung ke tempat wisata atau hiburan.

    Prokes di tempat wisata atau hiburan seperti ini, bisa mengendalikan atau menghindari pengunjung yang akan berkerumun di pintu masuk saat membeli tiket ataupun saat berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Mengatur Jam Operasional

    Selain membatasi jumlah pengunjung, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus mengatur jam operasionalnya, hal tersebut biasanya mengikuti aturan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah masing-masing.

    Melakukan Pengawasan Ekstra

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus melakukan pengawasan yang lebih ekstra dibanding biasanya, terutama di titik-titik favorit pengunjung.

    Seperti contohnya di lokasi atau spot foto, jangan sampai berkerumun. Dan pastikan juga para pengunjung tetap mematuhu prokes yang ada selama berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Membatasi Jumlah Fasilitas

    Apabila di tempat wisata memiliki fasilitas yang biasanya membuat pengunjung berdesakan, seperti naik kendaraan wisata atau lainnya, pengelola tempat wisata atau hiburan harus membatasinya. Jangan sampai membuat pengunjung berdesakan dan abai akan prokes di tempat wisata atau hiburan

    Mengatur Jarak Antrean

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus mengatur jarak antar sesama pengunjung. Bisa dilakukan dengan memberi penanda di masing-masing lantai minimal dengan jarak satu meter.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan di Tempat Kerja

    Mengoptimalkan Ruang Terbuka

    Pengelola tempat wisata atau hiburan bisa menggunakan ruang terbuka untuk tempat berjualan atau transaksi, untuk mencegah terjadinya kerumunan pengunjung.

    Menggunakan Pembatas

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus memberikan pembatas atau partisi di meja ataupun counter. Hal tersebut digunakan sebagai perlindungan tambahan bagi para pekerja atau sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang sedang bertugas di loket pembelian tiket.

    Sediakan Fasilitas Cuci Tangan

    Menyediakan fasilitas cuci tangan beserta sabun harus wajib dilakukan oleh pengelola tempat wisata dan hiburan. Karena mencuci tangan saat ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Sediakan Cek Suhu

    Pengelola tempat wisata atau hiburan wajib mengecek suhu para pengunjung yang datang saat di pintu masuk. Hal tersebut guna mendeteksi apakah ada pengunjung yang sakit atau tidak.

    Selain itu, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus memberikan edukasi terkait penerapan prokes kepada para pengunjung. Bisa melalui media banner yang terpasang di tempat wisata atau hiburan, terkait penerapan prokes.

    Bagi Pengunjung Tempat Wisata

    Pastikan Kondisi Sehat

    Sebelum Sahabat Sehat pergi ke tempat wisata atau hiburan, hal pertama yang paling penting adalah memastikan diri dalam kondisi yang sehat. Jangan sampai saat kondisi tidak sehat malah memaksakan untuk pergi ke tempat wisata atau hiburan. Hal tersebut bisa merugikan diri sendiri dan pengunjung lainnya.

    Apabila memang dalam kondisi tidak sehat atau sakit, sebaiknya istirahat di rumah saja serta istirahat yang cukup. Pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum Sahabat Sehat memutuskan untuk keluar rumah.

    Pastikan Tidak Melepas Masker

    Walaupun Sahabat Sehat sudah merasa aman keluar rumah, namun pastikan tidak melepas masker saat berada di tempat wisata.

    Karena di tempat wisata banyak orang yang tidak dikenal dan pengunjung berasal darimana saja, sehingga akan sangat sulit dilakukan tracing saat ada salah satu pengunjung yang terpapar Covid-19.

    Maka dari itu, pastikan Sahabat Sehat terus menggunakan masker selama berada di tempat wisata atau hiburan.

    Hindari Mengajak Anak dan Lansia

    Jika Sahabat Sehat ingin pergi ke tempat wisata atau hiburan, sebaiknya hindari untuk membawa anak-anak ataupun lansia. Karena anak-anak dan lansia merupakan orang yang rentan terpapar Covid-19.

    Produk Terkait: Perawatan Lansia

    Jika terpaksa mengajak anak, Sahabat Sehat bisa memberitahu sang anak agar tetap menggunakan masker saat berada di tempat wisata atau hiburan.

    Bersihkan Diri Setelah Pulang Dari Tempat Wisata

    Setelah Sahabat Sehat tiba di rumah, pastikan langsung mandi dan mengganti pakaian. Serta jangan lupa juga untuk membersihkan peralatan yang telah dibawa ke tempat wisata atau hiburan.

    Sahabat Sehat bisa membersihkan ponsel, kacamata, tas, ataupun barang-barang lainnya dengan menggunakan disinfektan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui barang-barang yang dibawa.

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan prokes apa saja yang harus dilakukan saat berada di tempat wisata atau hiburan. Yang terpenting adalah tetap terapkan prokes 5M dimana pun Sahabat Sehat berada!

    Untuk membantu Sahabat terhindar dari  Covid-19, Sahabat bisa menggunakan jam tangan WISH yang dilengkapi dengan fitur geofencing dan terintegrasi dengan ponsel.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi

    Tertarik? Segera hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPZWJEk-protokol-kesehatan-yang-harus-dipatuhi-di-tempat-wisata
    2. Cegah Covid-19 di Tempat Wisata saat Libur Panjang, Lakukan Prokes Ini : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/11/481/2376001/cegah-covid-19-di-tempat-wisata-saat-libur-panjang-lakukan-prokes-ini?page=2
    3. Menparekraf ingatkan tetap jaga protokol kesehatan di objek wisata [Internet]. Antara News. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2079474/menparekraf-ingatkan-tetap-jaga-protokol-kesehatan-di-objek-wisata

     

    Read More
  • Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama satu tahun lebih. Salah satu dampaknya adalah  peningkatan awareness terhadap kesehatan dari masing–masing individu. Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja! Mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan dapat dilakukan dengan medical check up yang artinya memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan tubuh dan mendeteksi ada atau tidaknya […]

    Pentingnya Medical Check Up di Masa Pandemi

    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama satu tahun lebih. Salah satu dampaknya adalah  peningkatan awareness terhadap kesehatan dari masing–masing individu.

    medical check up di masa pandemi

    Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan dapat dilakukan dengan medical check up yang artinya memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan tubuh dan mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada tubuh kita.

    Medical check up sebaiknya dilakukan secara berkala karena dinilai untuk memastikan kondisi kesehatan diri. Masih banyak di antara kita yang menganggap bahwa medical check up dilakukan demi keperluan tertentu saja, seperti melamar pekerjaan atau syarat saat bekerja ke luar negeri.

    Padahal prosedur pengecekkan kondisi tubuh secara menyeluruh juga dibutuhkan oleh perempuan ataupun laki-laki, baik yang berusia muda ataupun usia lanjut.

    Manfaat Medical Check Up di Masa Pandemi

    Selain melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan tanda vital tubuh, pasien akan ditanya mengenai kondisi kesehatan yang sedang dirasakan serta riwayat kesehatan, baik diri sendiri ataupun keluarga. Tujuannya adalah untuk mendeteksi risiko penyakit yang kemungkinan diderita.

    Jika terdapat kelainan, biasanya dokter akan merekomendasikan metode penanganan dan pengobatan yang paling tepat, sebelum penyakit tersebut berprogress lebih jauh.

    Dengan rutin melakukan medical check up, maka Sahabat Sehat bisa mendeteksi sedini mungkin penyakit dengan gejala yang sering tidak tampak.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Seperti contohnya, penyakit hipertensi, diabetes melitus, kelainan lemak, penyakit darah, penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit paru, dan lain sebagainya.

    Bahkan, dengan dilakukannya medical check up bisa mencegah penyakit dan komplikasinya. Pengobatan bisa dilakukan tanpa menunggu keadaan lanjut sehingga terkait pengeluaran biaya pun menjadi lebih hemat.

    Siapa yang Perlu Medical Check Up?

    Sahabat Sehat harus ingat, medical check up bukan dibutuhkan bagi orang dewasa saja. Seluruh anggota keluarga yang berasal dari tahapan usia membutuhkan medical check up untuk memantau risiko penyakitnya masing-masing.

    Terlebih lagi bagi anggota keluarga yang sudah berusia lebih dari 40 tahun atau anggota keluarga yang mengidap suatu penyakit tertentu, medical check up sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai kebutuhannya.

    Baca Juga: Sahabat Ingin Menikah? Yuk, Tes Check-Up Kesehatan Pranikah

    Beberapa orang mungkin memiliki rasa takut untuk melakukan medical check up, alasannya pun beragam. Mulai dari takut saat diambil sampel darahnya, hingga takut jika mendapatkan hasil yang tidak normal atau tidak sesuai ekspektasi. Namun, perlu diingat mencegah tetap lebih baik dibandingkan mengobati.

    Kapan Waktu Medical Check Up?

    Bagi orang yang berusia di bawah 50 tahun, sebaiknya melakukan medical check up minimal tiga tahun sekali. Namun, bagi lansia yang berusia di atas 50 tahun, setidaknya harus melakukan pengecekkan kondisi kesehatan satu kali dalam setahun.

    Namun, apabila Sahabat Sehat ingin memberikan self-reward, Sahabat Sehat bisa melakukan medical check up setidaknya satu kali dalam setahun. Hal tersebut dilakukan juga agar lebih mudah diingat, apabila melakukan medical check up satu tahun sekali.

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah tahu kan manfaat dari medical check up. Jadi, sebenarnya medical check up bisa dilakukan tanpa harus menunggu gangguan kesehatan, akrena tidak sedikit penyakit yang gejala awalnya tidak terlihat.

    Baca Juga: 8 Alasan Pentingnya Melakukan Medical Check Up

    Karena meski fisik terlihat sehat dan bugar, bukan berarti Sahabat Sehat bisa terbebas dari ancaman penyakit. Untuk itu, Sahabat Sehat penting untuk memantau kondisi kesehatan tubuh dengan melakukan medical check up secara rutin.

    Ingin medical check up yang praktis dan mudah? Yuk, ke Prosehat aja. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Resolusi Kesehatan 2021: Yuk Pahami Pentingnya Medical Check Up! [Internet]. kumparan. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/resolusi-kesehatan-2021-yuk-pahami-pentingnya-medical-check-up-1usK5Jjnhwd
    2. <em>General Medical Check up </em>Kian Penting Saat Pandemi |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/qedk5s368/emgeneral-medical-check-up-emkian-penting-saat-pandemi
    3. Sambut Tahun Baru 2021, Ini Waktu yang Tepat untuk Medical Check-Up [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/18/12/2020/sambut-tahun-baru-2021-ini-waktu-yang-tepat-untuk-medical-check-up/

     

    Read More
  • Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh. Baca Juga: Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma FYI, […]

    8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Sahabat Ketahui

    Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh.

    makanan sehat puasa

    Baca Juga: Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    FYI, tidak hanya kurma saja loh yang dianjurkan saat puasa. Ternyata ada 8 makanan sunah lainnya yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Apa saja? Yuk, kita intip lebih lanjut

    1. Kacang-kacangan

    aneka kacang - kacangan

    Kacang-kacangan merupakan makanan yang memiliki manfaat untuk tubuh kita. Kacang-kacangan memiliki kandungan protein dan asam amino esensial yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat, vitamin dan mineral. Kacang juga kaya akan lemak tak jenuh seperti omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Selama Puasa

    Menurut Jiwon Rhee yang dilansir dari Kompas.com, sebagai Associate Professional Officer di Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB di Indonesia “Mempromosikan jenis masakan berbahan kacang-kacangan merupakan salah satu bentuk kekayaan dan keberagaman Indonesia.

    Kacang-kacangan terbukti sebagai sumber nutrisi yang menyehatkan dan murah”. Sehingga pada tahun 2016, kacang-kacangan ditetapkan sebagai Tahun Aneka Kacang Internasional pada Perserikatan Bangsa-bangsa

    2. Madu

    madu segar

    Madu memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan hingga kecantikan, sehingga madu menjadi makanan yang dianjurkan saat puasa. Madu memiliki campuran senyawa fruktosa sebanyak 38,5 persen dan glukosa 31,0 persen. Terdapat pula karbohidrat seperti maltosa, sukrosa dan karbohidrat kompleks lainnya.

    Baca Juga: Siasati 8 Penyakit Ini Selama Puasa

    Madu memberikan manfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan stamina, mengurangi batuk hingga meningkatkan daya ingat. Agar mendapatkan khasiatnya campurkan madu dengan segelas air, lalu minum setiap pagi.

    3. Semangka

    semangka potong

    Buah segar satu ini merupakan makanan yang dianjurkan saat berpuasa. Buah semangka, mengandung karbohidrat, serat, folat, asam pantotenat, vitamin A, C, E, kalium, kalsium, lycophene, beta-karoten, dan berbagai kandungan lainnya.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Ketika Telat Sahur

    Selain menyegarkan dan memenuhi kebutuhan cairan, biji semangka juga dapat dimanfaakan untuk mengatur tekanan darah dan jantung koroner, menjaga gula darah, menjaga sistem saraf, pencernaan dan kulit serta menjaga kolesterol.

    4. Melon

    melon di mangkuk

    Selain semangka, melon juga menjadi salah satu makanan yang dianjurkan saat puasa. Melon memiliki sumber serat dan air yang sangat baik yang mencapai 90 persen dari total beratnya. Bagi yang memiliki masalah dengan perut, rasanya melon pas dikonsumsi untuk mengurangi masalah pada perut.

    5. Pisang

    pisang

    Pisang merupakan buah yang populer, mudah didapatkan dan harga yang terjangkau. Pisang memiliki kandungan vitamin A, B6, C, kalium, folat, protein dan kandungan lainnya. Sebuah studi menunjukkan makan pisang tiga buah perhari dapat menambah kalium sekitar 500 mg pada tubuh.

    Produk Terkait: Berbagai Pilihan Makanan Sehat

    Pisang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, memperbaiki pencernaan, sebagai sumber energi, meningkatkan kesehatan jantung hingga membantu menciptakan sel-sel tubuh menjadi sehat kembali.

    6. Mentimun

    timun potong

    Zaman dahulu para nabi mengkonsumsi mentimun bersama kurma untuk menghilangkan dahaga dan mengurangi rasa panas dalam tubuh. Mentimun sendiri memiliki kandungan kalium, magnesium, serat alami, vitamin A, vitamin C dan lainnya.

    Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Angela Lemond, seorang ahli gizi di Texas mengatakan bahwa timun mengandung serat dan beta karoten.

    Pada bagian biji dan kulit merupakan bagian yang memiliki kandungan gizi tersebut. Timun juga dapat dapat mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung, melindungi otak, menyehatkan tulang hingga menjaga berat badan.

    7. Labu

    labu potong

    Labu biasa kita jumpai pada saat ramadhan. Labu biasa digunakan sebagai isian dari kolak. Tahukah Sahabat bahwa labu memiliki kandungan air yang dapat menjaga tubuh agar selalu terhidrasi sebanyak 97 persen. Keuntungan labu lainnya adalah sangat mudah diolah menjadi aneka makanan serta rasanya enak dan mengenyangkan.

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Puasa Ramadhan

    8. Beras Merah

    nasi merah

    Apakah Sahabat tidak terbiasa mengkonsumsi nasi merah? Sebaiknya harus pikir ulang dan mencobanya karena nasi merah lebih baik di bandingkan dengan nasi putih.Nasi merah tidak melewati banyak pengolahan sehingga lebih banyak mengandung nutrisi, serat dan GI (Glycemic index) yang rendah.

    Satu cangkir nasi merah mengadung fosfor dan magnesium sebesar 88 persen lebih banyak dibandingkan nasi putih.

    Begitu pula memiliki kandungan zat besinya mengandung 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Satu porsi nasi merah dapat mencukupi kebutuhan magnesium harian. Berbeda saat memasak nasi putih, kandungan zat besi dan vitamin-vitamin lainnya menghilang sebanyak 60%.

    Bingung mencari beras merah dan makanan sehat lainnya? Tenang saja, Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat yang menyediakan makanan sehat untuk kebutuhan puasa Sahabat.

    Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://prosehat.com/wa/

    Referensi:
    – Carmelita, Winda. “Bukan Hanya Kurma, Ini 5 Makanan Sunnah Lain di Bulan Ramadhan”
    – Aini, Fera Nur. “8 Makanan Favorit Nabi Muhammad ini Ada di Indonesia”.
    – Anna, Lusia Kus. “Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh”.
    – Taya, Bethari. “30 Manfaat Madu untuk Kesehatan, Wajah, Kecantikan, Bibir dan Rambut”.
    – Juniman, Puput Tripeni. “4 Manfaat Biji Semangka untuk Kesehatan”.
    – Yusepi, Tera Tri. “10 Manfaat Ajaib dari Konsumsi 3 Pisang Setiap hari”.
    – Syukur, Nell. “10 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Ratnasari, Elise Dwi. “ 5 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Marie, Sophia. “Nasi Putih vs Nasi Merah, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?”

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja