Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 151–160 of 836 results

  • BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri COVID-19, Chat Mudah Tanpa Instal Aplikasi Lagi

    Wabah Corona (COVID–19) yang semakin mengkhawatirkan membuat pemerintah menujuk BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sebagai koordinator utama dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu memanfaatkan platform kesehatan di Indonesia. Pemerintah sudah menggandeng 20 penyedia aplikasi dan platform layanan online untuk membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menghadapi wabah corona. Yang berbeda adalah Asisten Kesehatan Prosehat : mudah hanya chat, tanpa perlu instal aplikasi lagi.

    Dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Jumat (27/03/20), Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN menyatakan bahwa pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi secara mandiri bisa menggunakan platform layanan medis online untuk mendapatkan layanan seperti konsultasi kesehatan.

    Baca Juga: Peran dan Efektivitas Telemedicine bagi Kesehatan Anak

    Apabila pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri kondisi kesehatannya menurun, penyedia platform layanan medis online akan memberi tahu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan rumah sakit untuk menjemput pasien tersebut dan membawanya ke rumah sakit rujukan.

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Corona?

    Jika kondisinya sedang atau menunjukkan gejala tidak berat, pasien bisa dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Jakarta dan jika kondisinya parah maka pasien akan dibawa ke rumah sakit rujukan seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso.

    Jadi, bila Sahabat atau anggota keluarga ingin mencari tahu lebih lanjut tentang COVID – 19, atau Anda ragu sekiranya ingin mendeteksi (screening) apakah sudah tertular virus corona, Asisten Kesehatan ProSehat akan membantu isolasi mandiri di rumah lewat chat dengan mudah. Bahkan lewat Aplikasi dan Web ProSehat.com atau dibantu Asisten Maya dari chat dapat memanggil dokter serta kirim produk kesehatan ke rumah.

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Sahabat ProSehat dapat mengakses informasi dan edukasi COVID-19 ini melalui Chatbot ProSehat di Whatsapp nomor 0811-1816-800 dengan menyapa asisten kesehatan Maya. Sapa Maya dengan “Hi” dan Sahabat akan dipandu untuk melakukan skrining COVID-19 dan akses informasi lengkap lain terkait COVID-19.

    Yuk, kita dukung self assessment dan self isolation #dirumahaja, langsung tanya dokter di Chat ProSehat lewat WhatsApp 0811-1816-800.

    Read More
  • Sobat, saat ini dunia masih dibuat  resah dengan pandemi Corona virus atau COVID-19 karena jumlah kasus baru yang semakin lama semakin membludak dan angka kematian semakin lama semakin meningkat diseluruh belahan dunia. Saat ini per tanggal 26 maret, menurut WHO (World Health Organization) tercatat 416.686 kasus positif COVID-19 di dunia dengan angka kematian sebanyak 18.589 […]

    Apa itu Hantavirus? Benarkah Lebih Berbahaya dari Corona?

    Sobat, saat ini dunia masih dibuat  resah dengan pandemi Corona virus atau COVID-19 karena jumlah kasus baru yang semakin lama semakin membludak dan angka kematian semakin lama semakin meningkat diseluruh belahan dunia. Saat ini per tanggal 26 maret, menurut WHO (World Health Organization) tercatat 416.686 kasus positif COVID-19 di dunia dengan angka kematian sebanyak 18.589 yang tersebar di 196 negara. Sedangkan di Indonesia sendiri, sudah tercatat 893 kasus positif COVID-19 dengan angka kematian sebanyak 78 orang.1

    hantavirus

    Baca Juga: Infografik Virus Corona Terkini

    Belum selesai tugas kita memerangi dan mengendalikan virus Corona, sekarang dunia kembali dikejutkan dengan adanya virus baru yaitu Hantavirus yang diduga sama mematikannya dengan virus Corona. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan Hantavirus dan benarkah lebih berbahaya bila dibandingkan dengan virus Corona?

    Apa Itu Hantavirus?

    Kasus Hantavirus pertama kali dilaporkan terjadi di China dan dikabarkan penderitanya meninggal, sehingga kembali membuat panik dunia. Belum selesai kasus virus Corona, sekarang dunia semakin dibuat panik dengan hantavirus. Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui perantara hewan pengerat (rodent atau tikus) yang dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan, sebelumnya hantavirus dikenal sebagai “old world” hantaviruses yang menyerang terutama di Asia dan Eropa dapat menyebabkan Hemorrhagic fever with renal syndrome yang menyerang  ginjal dengan gejala demam berdarah disertai dengan gangguan ginjal.2

    Hantavirus dapat ditularkan oleh tikus ke manusia melalui urine, tinja, air liur dan gigitan dari tikus yang terinfeksi dengan hantavirus. Apabila di rumah Sobat terdapat tikus yang sedang menggerogoti makanan, maka secara tidak langsung tikus akan meninggalkan air liur disekitarnya, apabila makanan terkontaminasi, maka Sobat akan tertular hantavirus. Oleh karenanya, sangatlah penting bagi Sobat untuk menjaga kebersihan rumah.3-5

    Seperti Apa Gejalanya?

    Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) menunjukkan gejala yang cukup berat bahkan fatal hingga berujung kematian. HPS ditularkan melalui urine tikus yang terinfeksi hantavirus. Pada manusia yang terinfeksi hantavirus akan menunjukkan gejala pernapasan yang cukup berat. 3-5

    Baca Juga: Cara Membersihkan Tempat Kerja dari Virus Corona

    Hantavirus dapat menular dari tikus ke manusia melalui urine, liur dan kotorannya, kemudian partikel virus menguap di udara kemudian terhirup manusia maka akan menginfeksi manusia, proses ini disebut airborne transmission atau transmisi udara. Namun para peneliti berpendapat, ada bebrapa cara lain virus dapat menginfeksi manusia, yaitu:

    1. Jika tikus yang terinfeksi hantavirus menggigit manusia, kemungkinan hantavirus juga akan menginfeksi manusia. Namun penularan jenis ini sangat jarang terjadi.3,5
    2. Peneliti percaya bahwa hantavirus menular dari tikus ke manusia apabila manusia memegang benda yang terkontaminasi dengan kotoran, urin dan liur tikus kemudian memegang hidung atau mulut maka hantavirus dapat menular ke manusia. 3,5
    3. Selain itu, peneliti juga berpendapat bahwa kontaminasi makanan yang terkontaminasi kotoran, urin dan liur pendertita hantavirus juga dapat berpotensi menginfeksi manusia. 3,5

    Hantavirus tidak dapat menular dari orang yang sakit ke orang yang sehat, artinya hantavirus tidak menular melalui kontak seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan orang yang terinfeksi HPS atau pasien dengan HPS tidak dapat menularkan kepada tenaga medis yang merawatnya. 3,5

    Setiap orang akan berpotensi terjangkit HPS apabila mempunyai kontak dengan tikus atau yang berpotensi untuk kontak dengan kotoran atau urine tikus. Karena virus dapat menyebar ke udara, maka cara pencegahannya adalah bersihkan rumah agar terbebas dari hewan pengerat, menggunakan masker saat membersihkan kotoran tikus dan hindari membersihkan tikus dengan cara mem-vakum atau menyapu, mengingat bahwa partikel virus yang terdapat pada urine, liur, dan kotoran tikus dapat menguap ke udara. 3,5

    Lalu, gejala apa yang terjadi apabila seseorang terinfeksi hantavirus? Gejala awal, lelah, nyeri pada sendi, nyeri otot terutama pada otor besar seperti punggung, pinggang dan bahu. Mungkin disertai dengan nyeri kepala, lemas, sampai gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare dan nyeri perut.4,5

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Gejala lanjutan biasanya terjadi antara 4-10 hari gejala awal, gejala HPS mulai timbul seperti napas pendek-pendek, batuk, dada terasa berat saat napas seperti terikat atau ditekan benda berat (hal ini terjadi karena paru-paru mulai terisi cairan). Hartavirus dapat menjadi sangat fatal, dengan angka kematian sebanyak 38%.4,5

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. World Health Organization. Experience.arcgis.com. 2020. Experience. [online] Available at: <https://experience.arcgis.com/experience/685d0ace521648f8a5beeeee1b9125cd> [Accessed 26 March 2020].
    2. Miller, R., 2020. A Case Of Hantavirus Has Been Reported In China. Here’s Why You Shouldn’t Worry.. [online] Usatoday.com. Available at: <https://www.usatoday.com/story/news/health/2020/03/24/hantavirus-case-china-why-not-worry-amid-coronavirus/2907736001/> [Accessed 26 March 2020].
    3. gov. 2020. How People Get Hantavirus Infection. [online] Available at: <https://www.cdc.gov/hantavirus/hps/transmission.html> [Accessed 26 March 2020].
    4. gov. 2020. Signs & Symptoms | Hantavirus | DHCPP | CDC. [online] Available at: <https://www.cdc.gov/hantavirus/hps/symptoms.html> [Accessed 26 March 2020].
    5. Mayo Clinic. 2020. Hantavirus Pulmonary Syndrome – Symptoms And Causes. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hantavirus-pulmonary-syndrome/symptoms-causes/syc-20351838> [Accessed 26 March 2020].

     

    Read More
  • Tentu Sobat sering melihat #stayathome atau social distancing tersebar di media sosial bukan? Gerakan ini diadakan karena virus corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik. Berada di rumah dalam jangka waktu yang lama mungkin membuat Sobat sedikit jenuh, atau menurunkan tingkat aktivitas fisik Sobat. Namun tanpa perlu keluar dari rumah untuk berlari maupun ke tempat fitness […]

    6 Ide Olahraga di Rumah agar Tetap Fit Melawan Corona

    Tentu Sobat sering melihat #stayathome atau social distancing tersebar di media sosial bukan? Gerakan ini diadakan karena virus corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik. Berada di rumah dalam jangka waktu yang lama mungkin membuat Sobat sedikit jenuh, atau menurunkan tingkat aktivitas fisik Sobat. Namun tanpa perlu keluar dari rumah untuk berlari maupun ke tempat fitness atau gym, Sobat dapat melakukan aktivitas fisik yang cukup di dalam rumah.

    Aktivitas fisik dinilai baik untuk tubuh karena dapat menekan peradangan dan meningkatkan imunitas tubuh.4 Beraktivitas fisik yang menggunakan beban termasuk berat tubuh sendiri dapat mengurangi risiko mengalami sindroma metabolik.5 Berikut adalah beberapa ide olah raga ringan di rumah yang dapat dilakukan Sobat agar tetap fit:

    1. Latihan Aerobik

    Latihan aerobik atau disebut dengan cardio merupakan latihan yang memerlukan oksigen yang adekuat untuk menjalani proses metabolisme aerobik. Latihan ini akan membuat Sobat bernapas dan jantung berdetak lebih cepat. Pada umumnya jenis latihan aerobik adalah berlari, berenang, atau bersepeda. Namun berikut adalah alternatifnya yang dapat dilakukan di rumah:

    • Jumping Jacks
    • Mountain Climbers
    • Burpees
    • High knees
    1. Push Up

    Gerakan push up menggunakan otot dada dan trisep dengan gaya mendorong. Gerakan ini memiliki banyak variasi, namun variasi yang paling standarnya adalah:

    • Posisikan kedua tangan Sobat selebar bahu.
    • Saat menekuk siku dan merendahkan tubuh Sobat, posisi siku adalah sekitar 45 derajat dari tubuh.
    • Pastikan tangan Sobat terbuka dengan jari tengah menunjuk ke arah jam 12.
    • Selama gerakan ini, perut atau core Sobat harus dikontraksikan dan punggung Sobat datar, sehingga tubuh Sobat lurus dari kepala hingga tumit.
    • Posisikan kaki Sobat seperti saat berjinjit, namun jika terasa terlalu berat, Sobat dapat melakukan gerakan ini dengan dengkul Sobat.
    1. Squat

    Untuk pemula yang melakukan squat sering melakukan kesalahan dengan posisi berjongkok dan berjinjit. Squat juga memiliki beberapa variasi, yang paling standar adalah dengan beban tubuh:

    • Posisikan kedua kaki selebar bahu dengan arah keluar sekitar 15 derajat.
    • Kontraksikan perut Sobat dan pastikan punggung tetap lurus.
    • Lakukan seperti Sobat ingin duduk, kedua telapak kaki tetap menempel ke lantai.

    Saat gerakan ini dilakukan dengan benar, otot paha (quadriceps dan hamstring) dan otot bokong (glutes) akan terlatih.

    1. Lunges

    Sobat pasti pernah mengikat tali sepatu yang terlepas saat berjalan bukan? Gerakan lunges mirip dengan posisi itu. Gerakan ini digunakan untuk melatih otot paha, otot bokong, dan otot pinggul.

    • Posisikan kedua kaki selebar pinggul.
    • Melangkah dengan kaki kiri atau kanan, tumit menyentuh lantai terlebih dahulu.
    • Posisikan paha pada kaki yang melangkah sejajar dengan lantai dan dengkul tidak melewati jari kaki.
    • Untuk kaki yang lain posisikan paha lurus dengan tubuh dan jari kaki seperti menjinjit.
    • Pastikan tubuh tetap tegak dan perut dikontraksikan.
    • Gunakan tumit kaki yang melangkah untuk kembali ke posisi semula.
    • Ulangi gerakan pada kaki sebelah.
    1. Sit Up

    Pasti saat sekolah, Sobat sudah melakukan sit up tentunya. Gerakan ini melatih otot perut (Abs) dan otot pinggul (Hip flexor).

    • Posisikan tubuh Sobat tidur pada lantai, tekuk dengkul dan jika ada, gunakan benda seperti kursi atau minta tolong orang lain untuk menahan kedua kaki Sobat.
    • Letakkan kedua tangan Sobat di belakang kepala atau disilang di depan dada, tekuk pinggul untuk menarik tubuh Sobat dan kontraksikan perut.
    • Saat menurunkan tubuh, pastikan tubuh Sobat menyentuh lantai hingga punggung atas.
    1. Plank

    Sama seperti gerakan sebelum-sebelumnya, plank memiliki banyak variasi bahkan dapat dijadikan gerakan cardio. Plank yang standar dilakukan dengan:

    • Posisi tangan lurus dan selebar bahu, posisi tubuh lurus, dan jari kaki seperti menjinjit (seperti push up).
    • Kontraksikan otot perut dan bokong, lalu tahan posisi selama mungkin.

    Gerakan ini akan melatih terutama otot perut, otot bokong, otot bahu, dan otot lengan.

    Itulah beberapa contoh ide gerakan olahraga tanpa alat yang dapat Sobat lakukan di rumah. Pastikan Sobat melakukan aktivitas fisik selama 150 hingga 300 menit setiap minggunya dengan intensitas sedang.6 Jangan lupa untuk sementara waktu ini, hindari untuk keluar dari rumah demi kepentingan bersama.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1
    2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html
    3. Adnan Shereen M, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. Journal of Advanced Research. 2020;.
    4. Mikkelsen K, Stojanovska L, Polenakovic M, Bosevski M, Apostolopoulos V. Exercise and mental health. Maturitas. 2017;106:48-56.
    5. Bakker E, Lee D, Sui X, Artero E, Ruiz J, Eijsvogels T et al. Association of Resistance Exercise, Independent of and Combined With Aerobic Exercise, With the Incidence of Metabolic Syndrome. Mayo Clinic Proceedings. 2017;92(8):1214-1222.
    6. Physical Activity Guidelines for Americans [Internet]. HHS.gov. 2020. Available from: https://www.hhs.gov/fitness/be-active/physical-activity-guidelines-for-americans/index.html
    Read More
  • Seperti yang Sobat ketahui, saat ini dunia sedang dihebohkan dengan virus corona yang disebut COVID-19. Penyebaran virus ini disebut sebagai sebuah pandemik oleh WHO (World Health Organization). Penularan virus corona berasal dari droplet yang diproduksi oleh orang terinfeksi. Droplet berisi virus corona tersebut dapat tersebar ke benda-benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless […]

    Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Disinfektan untuk Cegah Corona?

    Seperti yang Sobat ketahui, saat ini dunia sedang dihebohkan dengan virus corona yang disebut COVID-19. Penyebaran virus ini disebut sebagai sebuah pandemik oleh WHO (World Health Organization). Penularan virus corona berasal dari droplet yang diproduksi oleh orang terinfeksi. Droplet berisi virus corona tersebut dapat tersebar ke benda-benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless steel, virus corona dapat bertahan hingga 72 jam. Pada kardus, virus corona dapat bertahan hingga 24 jam sedangkan pada tembaga hanya bertahan hingga 4 jam. Jika droplet ini ditransmisikan ke orang lain dan masuk melalui mata, hidung, atau mulut maka orang tersebut dapat terinfeksi. Namun Sobat dapat mencegahnya dengan mencuci tangan dan membersihkan permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, remote televisi, meja, toilet, dan lainnya. Cara ini dapat dilakukan di rumah Sobat masing-masing untuk mencegah terjadinya penyebaran di lingkungan rumah.

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Cara membersihkan:

    Permukaan-permukaan benda:

    • Gunakanlah sarung tangan sekali pakai. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat dipakai kembali, gunakan hanya bertujuan untuk membersihkan COVID-19. Cuci tangan setelah melepaskan sarung tangan.
    • Permukaan yang kotor dibersihkan dahulu menggunakan detergen atau sabun, lalu diberikan disinfektan.
    • Disinfektan yang dapat digunakan adalah alkohol 70% atau campuran larutan pemutih rumah tangga. Jangan menggunakan pemutih yang sudah kadaluwarsa. Sebelum membersihkan dengan campuran pemutih, baca instruksi pabrik untuk produk. Jangan mencampur pemutih dengan ammonia atau produk pembersih lainnya.

    Campuran larutan pemutih:

    • 5 sendok makan larutan pemutih + 3.8 liter air (1 US gallon) atau
    • 4 sendok teh larutan pemutih + 950 ml air (1 US quart)
    • Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alkohol 70% & dan larutan pemutih (Natrium Hipoklorit) 0,1% selama 1 menit dapat dengan efektif menjadi disinfektan terhadap virus corona.
    • Untuk benda dengan permukaan halus (karpet, gorden) bersihkan kotoran yang terlihat dengan pembersih yang sesuai. Cuci sesuai dengan instruksi pabrik menggunakan air dengan suhu paling hangat yang diperbolehkan untuk benda tersebut. Setelah dicuci, keringkan hingga tuntas.

    Baju, handuk, linen, dan benda yang di-laundry:

    • Gunakanlah sarung tangan sekali pakai. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat dipakai kembali, gunakan hanya bertujuan untuk membersihkan COVID-19. Cuci tangan setelah melepaskan sarung tangan.
    • Hindari mengocok cucian kotor untuk menghindari percikan virus tersebar melalui udara.
    • Cuci sesuai dengan instruksi pabrik menggunakan air dengan suhu paling hangat yang diperbolehkan untuk benda tersebut. Setelah dicuci, keringkan hingga tuntas. Pakaian orang yang sedang sakit dapat dicampur dengan pakaian orang sehat.
    • Bersihkan dan lakukan disinfektasi pada tempat atau kotak penampung baju kotor sesuai dengan cara di atas.

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Sekarang Sobat sudah mengerti bagaimana caranya untuk membersihkan dan melakukan disinfektasi untuk rumah Sobat. Pastikanlah untuk berhati-hati saat  membersihkan dan melakukan disinfektasi pada permukaan-permukaan, khususnya jika dicurigai bila terkena droplet orang sakit. Jangan lupa untuk Sobat selalu mencuci tangan sesuai dengan waktu dan cara yang tepat. Jika Sobat mengalami gejala COVID-19 seperti demam, batuk, sesak napas, dan berkunjung atau terpapar seseorang yang berkunjung pada negara risiko tinggi, segeralah periksakan diri Sobat ke dokter. atau hubungi call center krisis virus corona 119 ext 9 serta Chatbot ProSehat 0811-1512-800.

    Baca Juga: Kapan dan Di Mana Bisa Rapid Test Mandiri?

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: who.int/health-topics/coronavirus
    2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html
    3. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 60 [Internet]. WHO; 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    4. van Doremalen N, Bushmaker T, Morris D, Holbrook M, Gamble A, Williamson B et al. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. New England Journal of Medicine. 2020;.
    5. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Environmental Cleaning and Disinfection Recommendations [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/cleaning-disinfection.html
    6. Henwood A. Coronavirus disinfection in histopathology. Journal of Histotechnology. 2020;:1-3.
    7. Kampf G. Potential role of inanimate surfaces for the spread of coronaviruses and their inactivation with disinfectant agents. Infection Prevention in Practice. 2020;2(2):100044.
    Read More
  • Covid-19 yang telah mewabah selama beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk isolasi secara mandiri di rumah. Meskipun tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh masa karantina ini, periode karantina diri di rumah sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Masa inkubasi COVID-19 adalah 2-14 hari, artinya orang yang terpapar virus corona akan menujukkan gejala […]

    7 Tips Hindari Stres Saat Karantina Diri di Rumah

    Covid-19 yang telah mewabah selama beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk isolasi secara mandiri di rumah. Meskipun tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh masa karantina ini, periode karantina diri di rumah sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Masa inkubasi COVID-19 adalah 2-14 hari, artinya orang yang terpapar virus corona akan menujukkan gejala dalam periode ini1. Karantina diri di rumah selama 14 hari dapat membantu Sobat melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar. Tentunya bagi Sobat yang tidak terbiasa berdiam diri di rumah, hal ini dapat memicu stres dan mengundang depresi. Berikut 7 tips ampuh untuk menghindari stres bagi Sobat yang #DiRumahAja:

    1. Bersih-bersih rumah

    Membersihkan rumah dengan pembersih antiseptik harus dilakukan untuk menjaga rumah agar tetap higenis2. Jangan lupa membersihkan tempat dan barang-barang yang sering kita sentuh, seperti gagang pintu, handphone, keyboard laptop, saklar lampu, kunci rumah, dan masih banyak lagi. Karena Sobat akan menghabiskan banyak waktu di rumah,  rumah harus tetap bersih dan rapi. Clear space equals clear mind!

    1. Olahraga

    Merasa stres dan depresi karena terkurung di rumah? Mungkin ini saatnya untuk Sobat berolahraga! Olahraga dapat membuat tubuh sehat, meningkatkan imunitas, dan mencegah stres3. Tidak semua olahraga memerlukan tempat yang luas atau peralatan khusus. Sobat dapat melakukan olahraga sederhana di dalam rumah seperti yoga, pilates, dan HIIT (High-Intensity Interval Training).

    1. Relaksasi diri

    Stres yang diakibatkan social distancing dapat diredam dengan melakukan banyak aktivitas yang merilekskan badan seperti mandi air hangat, menulis jurnal, dan meditasi4. Jangan lupa untuk tetap memiliki waktu tidur yang cukup, yakni delapan jam sehari5. #DiRumahAja bukan berarti kamu bisa begadang nonton drama korea ya, Sobat!

    1. Mempelajari lebih dalam tentang virus corona

    Memperkaya diri dengan informasi mengenai virus corona dapat membantu Sobat mengerti lebih dalam mengenai virus ini. Hal tersebut penting untuk mencegah penyebaran hoaks mengenai virus corona lewat media sosial. Kalau sudah mengerti tentang virus corona, Sobat tidak akan tertipu dengan hoaks yang beredar di media sosial.

    1. Melakukan hobi

    Kapan terakhir kali kamu menekuni hobimu, Sobat? Selama di rumah, Sobat bisa kembali melakukan hobi yang sudah lama ditinggalkan, entah itu memasak, mencoba gaya make up baru, melukis, dll.

    1. Menghabiskan waktu dengan keluarga

    Sudah lama tidak memiliki quality time dengan keluarga? Ini adalah saat yang tepat untuk kembali mendekatkan diri bersama keluarga dengan cara makan malam sederhana di rumah, bermain board game dan card game seperti monopoly, ular tangga, hingga capsa dapat dilakukan untuk menghabiskan waktu di rumah dengan keluarga.

    1. Beramal

    #DiRumahAja bukan berarti kita tidak bisa ikut membantu memerangi COVID-19. Jika Sobat tergerak, Sobat bisa mengirimkan donasi lewat berbagai situs donasi online yang menggalang dana untuk membantu penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi para petugas medis hingga membantu ekonomi masyarakat yang terdampak corona. Selain itu, Sobat juga dapat menebarkan semangat untuk pasien dan petugas medis lewat media sosial. Dengan begitu, Sobat telah membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi ini.

    Banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk mencegah stres di rumah selama masa karantina diri berlangsung. Mari kita mendukung pencegahan penyebaran virus corona dengan menerapkan social distancing dengan patuh. Yuk, #DiRumahAja !

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lauer, S., Grantz, K., Bi, Q., Jones, F., Zheng, Q., & Meredith, H. et al. (2020). The Incubation Period of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) From Publicly Reported Confirmed Cases: Estimation and Application. Annals Of Internal Medicine. doi: 10.7326/m20-0504
    2. Cascella M, Rajnik M, Cuomo A, et al. Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19) [Updated 2020 Mar 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554776/
    3. Gradari, S., Pallé, A., McGreevy, K., Fontán-Lozano, Á., & Trejo, J. (2016). Can Exercise Make You Smarter, Happier, and Have More Neurons? A Hormetic Perspective. Frontiers In Neuroscience10. doi: 10.3389/fnins.2016.00093
    4. Wang, X., Smith, C., Ashley, L., & Hyland, M. (2019). Tailoring Self-Help Mindfulness and Relaxation Techniques for Stroke Survivors: Examining Preferences, Feasibility and Acceptability. Frontiers In Psychology10. doi: 10.3389/fpsyg.2019.00391
    5. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    Read More
  • Tahukah Sobat bahwa tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), sedang mengembangkan penelitian terkait kandidat senyawa yang dapat mencegah virus corona, salah satunya bisa didapatkan dari jambu biji. Metode penelitian bioinformatikan ini memanfaatkan basis data Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, dengan total basis […]

    Jambu Biji Diteliti untuk Mencegah Virus Corona

    Tahukah Sobat bahwa tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), sedang mengembangkan penelitian terkait kandidat senyawa yang dapat mencegah virus corona, salah satunya bisa didapatkan dari jambu biji. Metode penelitian bioinformatikan ini memanfaatkan basis data Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, dengan total basis data sebanyak 1.377 senyawa herbal. Senyawa-senyawa ini akan dipetakan sesuai struktur dan ligand kemudian hasilnya dikonfirmasi dengan penelitian molekuler untuk mengevaluasi aktivitas antivirusnya.

    Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah ikatan protein virus SARS-CoV-2 ke reseptor tubuh manusia. Golongan senyawa yang didapatkan dan diprediksi dapat menjadi antivirus adalah hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin. Senyawa ini dapat ditemukan dalam jambu biji, daun kelor, madu, dan kulit jeruk. Pada buah jambu, senyawa yang disebutkan tersebut dapat ditemukan pada bagian daun dan kulit batangnya. Penelitian ini memang sedang dipersiapkan untuk publikasi internasional. Namun, prosesnya masih panjang karena membutuhkan percobaan lanjutan dan akses untuk melakukan uji preklinik, uji klinik, uji pada binatang, kemudian pada manusia.

    Psidium guajava atau yang dikenal sebagai jambu biji adalah buah yang mudah ditemukan sehari-hari terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Jambu adalah buah yang bisa dikonsumsi dengan mudah, baik dimakan langsung atau dibuat jus. Kulit buah jambu mengandung banyak vitamin A, C, besi, fosfor, kalsium, dan mineral lainnya, buah ini juga mengandung banyak konten metabolit organik maupun inorganik yang bersifat sebagai antioksidan, antibakterial, antijamur, antivirus, dan anti peradangan. Jambu dapat mengendalikan infeksi virus, salah satunya adalah virus influenza, hal ini terjadi karena ekstrak buah jambu dapat menahan replikasi virus dengan mendegradasi protein. Buah ini memang banyak khasiatnya sehingga sering digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk diare, disentri, hipertensi, diabetes, pereda nyeri, batuk, dan pilek.

    Kandungan vitamin C dalam buah jambu ternyata hampir empat kali lebih banyak dibandingkan buah jeruk. Dalam setiap 100 gram buah jambu mengandung 228 mg vitamin C, sedangkan dalam 100 gram buah jeruk hanya mengandung 53 mg vitamin C. Vitamin C adalah salah satu mikronutrien yang dibutuhkan oleh manusia. Vitamin ini tergolong sebagai antioksidan yang sudah terbukti bisa membantu meningkatkan kerja sistem imun tubuh. Kebutuhan vitamin C harian orang dewasa adalah 100-200 mg/hari.

    Sejauh ini tidak ditemukan efek samping yang berbahaya dari mengonsumsi buah jambu atau suplemen daun buah jambu yang beredar di pasaran. Namun, disarankan bagi ibu hamil atau ibu yang sedang menyusui, serta orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan rutin untuk tetap konsultasi ke dokter sebelum menggunakan suplemen untuk memastikan tidak ada interaksi antar obat ataupun efek samping lain yang tidak diinginkan.

    Buah jambu sudah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional berbagai macam penyakit di berbagai negara. Terdapat beragam penelitian terdahulu yang membuktikan efektivitas buah jambu untuk meningkatkan kesehatan. Saat ini sedang dikembangkan penelitian di dalam negeri untuk menilai kandungan buah jambu biji sebagai antivirus corona. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan temuan-temuan ini. Pastikan untuk tetap mengikuti himbauan untuk mencegah penularan virus ini, seperti rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta segera memeriksakan diri ke dokter bila terdapat gejala.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA 

    1. Ayu W. Tim FK UI dan IPB Temukan Kandidat Pencegah Virus Corona [Internet]. Universitas Indonesia. 2020. Available from: ui.ac.id/tim-fk-ui-dan-ipb-temukan-kandidat-pencegah-virus-corona/
    2. Riset UI-IPB: Jambu Biji Diprediksi Bisa Mencegah Corona [Internet]. Available from: cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200324091059-255-486316/riset-ui-ipb-jambu-biji-diprediksi-bisa-mencegah-corona
    3. Naseer S, Hussain S, Naeem N, Pervaiz M, Rahman M. The phytochemistry and medicinal value of Psidium guajava (guava). Clinical Phytoscience. 2018 Dec 12;4(1):32.
    4. Health benefits of guava: How to use it, nutrition, and risks [Internet].. Available from: medicalnewstoday.com/articles/324758
    5. Advice for public [Internet]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    Read More
  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemik belakangan ini adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, sebuah virus RNA rantai positif yang memiliki bentuk menyerupai mahkota bila dilihat di bawah mikroskop. Virus yang dapat menyerang sistem pernafasan manusia ini dapat menimbulakn gejala yang serupa dengan infeksi saluran pernafasan akut biasanya, seperti demam, batuk, pilek, nyeri […]

    Benarkah Vitamin C dan E Tingkatkan Antibodi untuk Mencegah Corona?

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemik belakangan ini adalah penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, sebuah virus RNA rantai positif yang memiliki bentuk menyerupai mahkota bila dilihat di bawah mikroskop. Virus yang dapat menyerang sistem pernafasan manusia ini dapat menimbulakn gejala yang serupa dengan infeksi saluran pernafasan akut biasanya, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan. Namun, pada penderita yang memiliki gangguan sistem imun dan penyakit lain yang mendasari, infeksi virus ini dapat menyebabkan gangguan pernafasan yang lebih berat.

    Belakangan ini informasi seputar konsumsi vitamin C dan E untuk meningkatkan antibodi sudah sering Sobat dengar bukan? Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem imun tubuh yang dapat membantu melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, dikenal juga sebagai antigen, seperti virus ataupun bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Bila ada antigen yang masuk ke dalam tubuh, sel imun akan mengenali dan melakukan serangkaian proses biokimia untuk memproduksi antibodi. Antibodi yang diproduksi ini akan spesifik untuk melawan antigen jenis tersebut, sehingga antigen dapat dihancurkan dan dikeluarkan dari tubuh. Saat pertama kali seseorang terpapar dengan antigen, sistem imun tubuh membutuhkan waktu 1-2 minggu untuk membentuk antibodi yang spesifik guna melawan penyakit. Setelah infeksi teratasi, maka tubuh dapat mengingat jenis antigen yang sudah pernah menyerang tubuh ini. Sehingga bila berikutnya tubuh terpapar terhadap antigen yang sama, proteksi antibodi akan menjadi lebih cepat.

    Vitamin C adalah salah satu mikronutrien yang dibutuhkan oleh manusia. Vitamin ini tergolong sebagai antioksidan yang bisa membantu meningkatkan kerja sistem imun tubuh. Kebutuhan vitamin C harian adalah 100-200 mg/hari. Konsumsi vitamin C menjadi populer sejak tahun 1970, saat Linus Pauling seorang penerima Hadiah Nobel merekomendasikannya untuk mencegah batuk pilek biasa yang dikenal juga sebagai common cold. Namun, hasil dari berbagai penelitian sampai saat ini masih tidak konsisten dan sering menimbulkan kontroversi. Memang terdapat beberapa penelitian yang mengatakan dengan mengonsumsi vitamin C saat dilanda common cold dapat mengurangi durasi dan keparahan gejala yang dialami, hal ini diduga karena adanya efek antihistamin pada vitamin C dosis tinggi. Konsumsi vitamin C tidak dapat mencegah common cold pada populasi umum. Namun, konsumsi vitamin C sebanyak 250 mg/hari dapat menurunkan 50% kejadian common cold pada orang yang melakukan aktivitas fisik ekstrim seperti pelari marathon atau tentara. Vitamin C cenderung aman untuk dikonsumsi asalkan sesuai dengan dosis yang dianjurkan, bila lebih dari 1000 mg, vitamin C meningkatkan risiko terjadinya batu ginjal dan diare berat.

    Selain dapat membantu untuk menjaga kesehatan kulit dan mata, vitamin E juga merupakan senyawa yang larut dalam lemak dan bersifat sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan penyakit. Kebutuhan harian vitamin E adalah 15 mg/hari (22.4 IU). Terdapat penelitian yang mengatakan pemberian vitamin E 200 mg/hari dapat menurunkan angka kejadian dan memperpendek durasi common cold. Konsumsi vitamin E diatas 400 IU setiap harinya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko gagal jantung. Selain itu, penggunaan suplemen vitamin E juga tidak disarankan untuk ibu yang sedang hamil karena meningkatkan risiko terjadinya kelainan jantung bawaan.

    Vitamin C dan E dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sumber vitamin bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan. Vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayuran seperti jeruk, lemon, strawberi, kiwi, brokoli, dan tomat. Vitamin E bisa didapatkan dari kacang-kacangan, sayuran, dan minyak sayur seperti minyak jagung dan olive oil. Pada kelompok yang berisiko terhadap kekurangan vitamin, ataupun lansia, pemberian suplemen dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hariannya agar dapat mengoptimalkan kerja sistem imun.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Cascella M, Rajnik M, Cuomo A, Dulebohn SC, Di Napoli R. Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554776/
    2. Murin CD, Wilson IA, Ward AB. Antibody responses to viral infections: a structural perspective across three different enveloped viruses. Nat Microbiol. 2019;4(5):734–47.
    3. Wuhan novel coronavirus: epidemiology, virology and clinical features [Internet]. GOV.UK. Available from: gov.uk/government/publications/wuhan-novel-coronavirus-background-information/wuhan-novel-coronavirus-epidemiology-virology-and-clinical-features
    4. Writers S. How Vaccines Work [Internet]. PublicHealth.org. 2019. Available from: publichealth.org/public-awareness/understanding-vaccines/vaccines-work/
    5. Carr AC, Maggini S. Vitamin C and Immune Function. Nutrients. 2017 Nov 3;9(11). Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5707683/
    6. Lee GY, Han SN. The Role of Vitamin E in Immunity. Nutrients [Internet]. 2018 Nov 1];10(11). Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6266234/
    7. Lewis ED, Meydani SN, Wu D. Regulatory role of vitamin E in the immune system and inflammation. IUBMB Life. 2019;71(4):487–94.
    Read More
  • ProSehat, startup kesehatan Indonesia telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bidang komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mewujudkan penyebaran informasi dan mengedukasi masyarakat dalam menghadapi Corona Virus Disease atau COVID-19. ProSehat, tergabung sebagai salah satu anggota ATENSI (Aliansi Telemedika Indonesia) terus berperan aktif dalam melakukan penyebaran informasi dan edukasi melalui platform asisten kesehatan maya […]

    Hadapi COVID-19, ProSehat dan ATENSI Jalin Kerja Sama dengan Kemenkes RI

    ProSehat, startup kesehatan Indonesia telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bidang komunikasi, informasi, dan edukasi untuk mewujudkan penyebaran informasi dan mengedukasi masyarakat dalam menghadapi Corona Virus Disease atau COVID-19. ProSehat, tergabung sebagai salah satu anggota ATENSI (Aliansi Telemedika Indonesia) terus berperan aktif dalam melakukan penyebaran informasi dan edukasi melalui platform asisten kesehatan maya (virtual health assistant) yang dikembang oleh ProSehat pada kanal Whatsapp dan kanal media lainnya yang dikelola oleh ProSehat.

    ATENSI merupakan organisasi dalam menaungi berbagai individu, institusi dan perusahaan swasta untuk mengembangkan pelayanan telemedik di Indonesia. Bersama-sama dengan ATENSI dan 11 startup lainnya, ProSehat memberikan dukungan pemerintah RI menghadapi situasi COVID-19, utamanya melalui pemanfaatan teknologi telemedisin.

    ATENSI menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Kamis (19/02/20). Kerja sama yang dijalin merupakan salah satu program kebijakan sosial sebagai bentuk kepedulian ATENSI terhadap masyarakat. Tujuan kerja sama dalam bidang komunikasi, informasi, dan edukasi tersebut untuk mewujudkan penyebaran informasi dan mengedukasi masyarakat dalam menghadapi COVID19.

    “Perjanjian kerja sama ini mengukuhkan kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha khususnya yang bergerak di bidang telemedik di Indonesia dalam menanggulangi pandemi COVID-19,” ujar ketua ATENSI Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph.D.

    Ada dua belas perusahaan kesehatan digital yang sudah memberikan surat kuasa kepada ATENSI untuk turut membantu menanggulangi COVID-19. Perusahaan tersebut terdiri dari ProSehat, DokterSehat, Alodokter, Halodoc, SehatQ, Klikdokter, Good Doctor Technology Indonesia, Link MedisSehat, Klinikgo, Perawatku.id, Aveeno, dan Docquity.

    Ruang lingkup kerja sama yang diatur dalam perjanjian ini yaitu penyediaan informasi dan edukasi terkait COVID-19, pemanfaatan informasi, serta pemanfaatan infrastruktur komunikasi yang mendukung penyediaan informasi dan edukasi.

    Langkah ATENSI dalam penanggulangan wabah COVID-19 yaitu dengan memberi edukasi tentang COVID-19 yang selaras dengan strategi Pemerintah Indonesia, khususnya dalam bidang promotif dan preventif. Beberapa di antaranya seperti cara cuci tangan yang benar, etika batuk, hingga penerapan social distancing. ATENSI juga membantu pemerintah dalam memberikan informasi COVID-19 yang benar, sehingga tidak ada informasi kesehatan yang palsu/hoax untuk mengurangi kepanikan masyarakat Indonesia.

    Pemberian informasi alternatif mengenai cara menjaga kesehatan, karantina mandiri (selfquarantine), hingga nasihat kesehatan pun akan diberikan sesuai kewenangan yang dimiliki oleh tim dokter ATENSI. Cara ini diharapkan akan membantu fasilitas kesehatan untuk lebih fokus terhadap penanganan pasien positif COVID-19.

    Langkah lain yang dilakukan ATENSI bersama dengan ProSehat dan startup kesehatan lainnya untuk membantu masyarakat Indonesia menghadapi COVID-19 yaitu dengan cara menghubungkan seseorang yang merasa kurang sehat ke fasilitas kesehatan terdekat maupun rumah sakit rujukan sesuai dengan protokol resmi pemerintah. “Mudah-mudahan dengan saling bekerja sama, kita bisa mengatasi wabah COVID-19, sehingga Indonesia bisa pulih seperti sediakala,” tandas Prof. dr. Purnawan Junadi, MPH, Ph.D.

    ProSehat bersama-sama dengan ATENSI dan 11 startup kesehatan lainnya memberikan bantuan kepada masyarakat Indonesia dalam menghadapi COVID-19 ini dengan mengkomunikasikan, menyampaikan informasi yang benar dan mengedukasi masyarakat di tengah-tengah situasi COVID-19. Sahabat ProSehat dapat mengakses informasi dan edukasi COVID-19 ini melalui chatbot ProSehat di Whatsapp nomor 0811 15 12 800 dengan menyapa asisten kesehatan Maya. Sapa Maya dengan “Hi” dan Sahabat akan dipandu untuk melakukan skrining COVID-19 dan akses informasi lengkap terkait COVID-19.

    Sahabat ProSehat dapat mengakses informasi dan edukasi COVID-19 ini melalui Chatbot ProSehat di Whatsapp nomor 0811-1816-800 dengan menyapa asisten kesehatan Maya. Sapa Maya dengan “Hi” dan Sahabat akan dipandu untuk melakukan skrining COVID-19 dan akses informasi lengkap lain terkait COVID-19.

    Read More
  • Saat ini COVID-19 sedang menyebar di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Selain virus ini, terdapat juga virus dan bakteri lain, serta mikroorganisme lain yang menyebar lewat udara. Salah satunya adalah Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Tuberculosis ini memiliki daya infeksius dan tingkat fatality rate lebih tinggi dibandingkan dengan COVID-19. Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan […]

    Cara Membersihkan Tempat Kerja* dari Virus Corona, Semua Virus, Bakteri, dan Mikro Organisme Mematikan/Patogen

    Saat ini COVID-19 sedang menyebar di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Selain virus ini, terdapat juga virus dan bakteri lain, serta mikroorganisme lain yang menyebar lewat udara. Salah satunya adalah Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri Tuberculosis ini memiliki daya infeksius dan tingkat fatality rate lebih tinggi dibandingkan dengan COVID-19.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Pada artikel ini akan dijelaskan 10 langkah melakukan pembersihan terhadap COVID-19, bakteri, dan mikroorganisme di area kerja. 10 Langkah tersebut adalah sebagai berikut :

    1. Memberitahukan kepada semua karyawan tentang kegiatan pembersihan terhadap virus/bakteri yang akan dilaksanakan (meliputi : lokasi tempat yang akan dibersihkan, waktu pelaksanaan, siapa tenaga pelaksana yang akan membersihkan, dan bagaimana proses membersihkannya dari awal sampai akhir).
    2. Pilih tenaga kerja pembersih yang benar-benar sehat dan memakai Alat Pelindung Diri masker bedah N-95 pada saat akan melakukan pembersihan.
    3. Analisa bangunan/ruangan tempat kerja yang akan dibersihkan, apakah secara structural konstruksi aman atau tidak. Jika keadaan dinilai tidak aman, lakukan koordinasi dengan pihak yang mengetahui (misalkan Bagian kemananan, pemeliharaan, atau bagian umum).
    4. Buat aliran ventilasi udara dari outdoor (dari luar area kerja Gedung/ ruangan) ke indoor (dalam area yang akan dibersihkan). Kemudian buat aliran ventilasi udara dari indoor ke outdoor. Posisi buangan outdoor adalah ke tempat tinggi, terbuka, dan terkena matahari. Intinya dalam hal ini adalah membuat sirkulasi udara. Jika memungkinkan sirkulasi udara tersebut mengalir selama 24 jam. Hal bertujuan untuk menurunkan kadar COVID-19/virus/bakteri/mikro organisme pathogen yang ada di dalam tempat kerja tersebut.
    5. Melindungi dokumen penting dan alat-alat penting perusahaan yang ada di area kerja tersebut agar jangan sampai rusak (jika misalkan terjadi kelembaban/cipratan air hujan dari ventilasi udara outdoor).
    6. Melakukan pembersihan tempat kerja menyeluruh dengan menggunakan vaccum cleaner untuk menyedot debu, dan kemudian dilanjukan dengan menggunakan air, sabun detergent, dan lap.
    7. Melakukan proses desinfektan di area kerja tersebut.
    8. Melakukan proses pemanasan di tempat kerja tersebut secara menyeluruh dengan udara kering dan panas (misal dengan blower).
    9. Tunggu 2 jam, setelah itu cek kembali tempat kerja tersebut, apakah udaranya masih bau atau sudah segar. Apabila udaranya sudah segar, tempat kerja ini siap digunakan.
    10. Lakukan aktivitas 5 R (Rapi, Ringkas, Resik, Rawat, dan Rajin) di tempat kerja secara rutin. Selain itu buat tempat kerja mendapatkan ventilasi udara yang baik, terkena sinar matahari, dan tidak lembab.

    Selain 10 langkah diatas, juga dapat dilakukan program promosi kesehatan di tempat kerja (seperti : menjaga kebersihan diri, mencuci tangan dengan sabun jika tangan dirasakan kotor, menjaga pola hidup sehat, istirahat yang cukup dan teratur, serta mengedukasi etika batuk pilek yang benar – yaitu dengan menutup pakai tisu dan langsung buang tisu tersebut ke tempat sampah tertutup serta memakai masker bila sedang sakit).

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Sedangkan untuk karyawan yang diperkirakan orang dalam pemantauan (ODP), maka karyawan ini  harus dirumahkan terlebih dahulu untuk bekerja di rumah. Karyawan yang bersangkutan diberitahukan tentang penyakitnya dan diminta untuk mengecek/merawat dirinya ke fasilitas kesehatan serta melakukan karantina diri sendiri agar jangan sampai menulari keluarga atau orang lain. Sampai karyawan ini benar-benar sembuh baru dapat masuk kantor kembali.

    Apabila karyawan yang ODP ini tetap ngotot untuk masuk kerja, hendaknya ia bekerja di ruangan yang terisolasi. Pada saat karyawan ingin diskusi/berbicara dengan rekan kerja yang lain, ia wajib untuk memakai masker bedah N-95. Begitu juga dengan rekan bicaranya untuk memakai masker bedah N-95. Jika dimungkinkan, ruangan isolasi tersebut mempunyai ventilasi terbuka dan dapat dimasuki sinar matahari.

    Bagi karyawan yang diketahui baru saja kontak dengan penderita Covid-19, tetapi saat ini dirinya masih fit (tidak menderita gejala penyakit/Orang Sehat Dalam Pemantauan), hendaknya (jika bisa) dilakukan karantina selama 14 hari. Tetapi apabila ia tidak mau dikarantina dan memaksa untuk bekerja, hendaknya ia bekerja di ruangan terisolasi yang berbeda dengan karyawan yang masuk dalam kriteria ODP seperti yang disebutkan sebelumnya.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Corona, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    Secara umum gejala Covid-19 dapat muncul sebagai gejala ringan (misal : hidung berair, bsakit tenggorokan, batuk kering) sampai dengan gejala yang berat (misal : batuk berdahak, demam, pneumonia, dan kesulitan bernafas).

    Pada beberapa orang yang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, orang ini mungkin dapat tertular Covid-19, tapi tidak muncul gejala sama sekali. Orang ini disebut pembawa (carrier). Orang ini dapat menularkan Virus Covid-19 yang ia bawa ke orang lain.

    Penyakit Covid-19 ini sebenarnya dapat sembuh sendiri (self limiting disease). Penyakit ini dapat menjadi fatal (menyebabkan kematian) pada orang-orang tertentu, seperti orang lanjut usia, orang yang mempunyai daya tahan tubuh rendah (misalnya pada orang dengan HIV, kanker, orang yang sedang mengonsumsi obat penekan sistem imun, dll), orang yang mempunyai riwayat penyakit diabetes, sakit jantung, pneumonia, dll yang saat ini sedang dalam kondisi tidak terkontrol.

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    *Definisi tempat kerja dalam artikel ini adalah : tempat kerja diluar tempat kerja yang mempunyai potensi bahaya tertinggi adalah hazard biologi (misalkan : Fasilitas Kesehatan, Laboratorium, Peternakan, dll).

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Jumlah penderita virus corona makin hari makin bertambah, di Indonesia sendiri jumlah penderita mencapai 514 orang (23/3/2020) dan memakan korban jiwa mencapai 48 jiwa1. Angka ini diprediksi akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan segera. Deteksi secara dini dianggap sebagai metode paling ampuh dalam upaya menurunkan angka kematian corona. Deteksi dini diawali dengan mengetahui tanda […]

    Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Jumlah penderita virus corona makin hari makin bertambah, di Indonesia sendiri jumlah penderita mencapai 514 orang (23/3/2020) dan memakan korban jiwa mencapai 48 jiwa1. Angka ini diprediksi akan terus meningkat jika tidak ditangani dengan segera. Deteksi secara dini dianggap sebagai metode paling ampuh dalam upaya menurunkan angka kematian corona.

    Deteksi dini diawali dengan mengetahui tanda dan gejala dari virus tersebut. Secara umum, virus corona memiliki gejala demam, batuk dan kesulitan bernafas yang dapat berlangsung hingga 14 hari. Jika diteliti lebih lanjut, gejala corona akan berbeda dari hari ke hari, simak penjelasan berikut:

    Hari ke-1

    Pada hari pertama, penderita corona akan muncul gejala berupa nyeri sendi, lemah badan, dan demam yang tidak terlalu tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jepang, gejala virus corona berbeda tergantung usia dan jenis kelamin individu. Pada wanita usia 40 tahun gejala umumnya demam yang tidak terlalu tinggi. Sedangkan pada wanita usia usia 70 tahun, gejala demam lebih tinggi mencapai 38 derajat. Pada laki-laki usia 40 tahun, gejala yang timbul antara lain kelelahan, berkeringat, panas dingin dan nyeri otot. Sedangkan pada laki-laki usia 70 tahun demam dan nyeri tenggorokan2. Pada kasus yang lebih jarang akan muncul gejala pencernaan seperti mual, muntah dan diare

    Hari ke 4-5

    Pada saat ini gejala demam, batuk yang bersifat kering lebih dominan. Batuk yang timbul umumnya batuk kering sebanyak 68% kasus. Pada 33% kasus batuk yang timbul batuk berdahak. Demam semakin tinggi mencapai 39 derajat. Pada pasien usia tua dapat muncul gejala sesak nafas

    Hari ke 6-7

    Gejala pneumonia akan semakin jelas. Biasanya pasien akan mulai mencari pertolongan ke rumah sakit pada masa–masa ini. Sedangkan pada pasien yang sudah mendapat pertolongan dari awal, pada hari ke-7 akan mengalami perbaikan

    Hari ke 8

    Bila gejala belum mengalami perbaikan pada hari sebelumnya, di hari ke-8 pada 15% pasien akan mengalami gangguan pernafasan. Pada pemeriksaan radiologi tampak adanya penumpukan cairan pada paru-paru. Pada tahap ini, alat bantu pernafasan sangat diperlukan

    Hari ke 10

    Pada pasien yang dapat melewati hari sebelumnya, di hari ke-10 umumnya sudah menimbulkan perbaikan gejala yang ditandai dengan berkurangnya rasa sesak dan demam yang sudah turun. Sebaliknya pada pasien yang memiliki risiko tinggi seperti lansia, pasien dengan penyakit penyerta seperti jantung, asma, diabetes, gagal ginjal serta pasien dengan obesitas5 pada hari-hari ini dapat terjadi perburukan. Hal ini disebabkan penyebaran virus secara menyeluruh dalam tubuh yang menyebabkan terjadi infeksi sekunder dan menimbulkan kondisi sepsis.

    Bila berlanjut akan menimbulkan kematian.

    Hari ke 14

    Jika pasien sudah dapat memasuki saat ini, umumnya pasien sudah dapat dinyatakan sembuh. Meskipun demikian, penderita korona ini tetap harus isolasi secara mandiri selama dua minggu lagi di rumah karena meskipun sudah tidak ada gejala namun tetap dapat menjadi sumber transmisi bagi orang lain.

    Meskipun penyakit ini pada awalnya mirip seperti flu biasa namun virus corona memiliki kekhasan tersendiri, yaitu berkaitan dengan perkembangan gejala dari waktu ke waktu. Pada flu atau pneumonia biasa, gejala akan membaik dalam minggu awal. Sebaliknya pada virus corona, gejala akan mengalami perburukan dari waktu ke waktu. Namun Sobat tidak perlu khawatir. Lakukan tindakan pencegahan dengan selalu cuci tangan, makan makanan bergizi, olahraga, istirahat yang cukup dan yang paling utama segera periksakan diri ke dokter bila menemukan gejala di atas.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19) 22 Maret 2020 » Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI [Internet]. Info Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-22-maret-2020/
    2. [Internet]. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://www.worldometers.info/coronavirus/coronavirus-symptoms/
    3. [Internet]. Ecdc.europa.eu. 2020 [cited 23 March 2020]. Available from: https://www.ecdc.europa.eu/sites/default/files/documents/RRA-sixth-update-Outbreak-of-novel-coronavirus-disease-2019-COVID-19.pdf
    4. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 24 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/clinical-management-of-novel-cov.pdf
    5. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 24 March 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/specific-groups/people-at-higher-risk.html
    6. Epidemiological and clinical characteristics of 99 cases of 2019 novel coronavirus pneumonia in Wuhan, China: a descriptive study – Chen et al, The Lancet, January 30, 2020
    7. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (COVID-19). Indonesia: Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    8. Clinical Characteristics of 138 Hospitalized Patients With 2019 Novel Coronavirus–Infected Pneumonia in Wuhan, China – JAMA, Wang et al., February 7, 2020
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja