Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 151–160 of 1078 results

  • Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung. Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19 Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di […]

    Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi!

    Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung.

    alat pemantau kesehatan, alat pemantau kesehatan di masa pandemi Covid-19

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di rumah untuk memantau kondisi badan secara mandiri. Tentu saja hal ini dilakukan guna meminimalkan kepentingan orang untuk keluar rumah.

    Dengan adanya alat kesehatan ini di rumah, kita dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan yang tak terdeteksi. Sehingga dapat melakukan konsultasi dokter apabila ada gambaran tidak wajar dari hasil pemantauan alat kesehatan mandiri di rumah.

    Berikut beberapa alat kesehatan yang wajib kalian miliki di rumah, khususnya saat pandemi Covid-19:

    1. Tensimeter, Pengukur Tekanan Darah

    Tensimeter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah seseorang. Dengan mengukur tekanan darah, anda dapat mengetahui apakah kadar tensi anda normal atau tidak. Sehingga anda dapat segera mencegah kemungkinan buruk apabila nilai tensi anda tidak normal, terutama bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, stroke, atau penyakit jantung.

    Menurut Perhimpunan Hipertensi Indonesia (Indonesia Society of Hypertension/InaSH), hipertensi  atau tekanan darah tinggi merupakan suatu penyakit bawaan (komorbid) yang sangat berbahaya bagi pasien Covid-19. Hal inilah yang membuat penderita hipertensi harus memantau tekanan darah mereka lebih sering, karena mereka akan menghadapi resiko komplikasi yang lebih parah apabila mereka terinfeksi virus Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Tensimeter

    Meskipun efek khusus yang ditimbulkan Covid-19 terhadap sistem kardiovaskular belum ditemukan, namun tetap memiliki resiko dan dapat mempengaruhui penderita penyakit jantung. Infeksi virus ini berkaitan dengan adanya peradangan di dalam tubuh sehingga dapat memeperburuk kondisi acute coronary syndrome, yaitu kondisi dimana terjadi gangguan akibat dari terhambatnya aliran darah ke jantung.

    Oleh karena itu, di masa pandemi seperti ini penderita hipertensi, tekanan darah rendah, stroke, dan penyakit jantung sangat dianjurkan untuk sering mengukur tekanan darahnya agar terhindar dari stroke, serangan jantung, serta komplikasi yang lebih parah jika terinfeksi Covid-19. Pengukuran darah di rumah juga mampu memprediksi lebih baik jika adanya kerusakan pada organ dibandingkan dengan pengukuran tekanan darah diklinik.

    2. Pulse Oxymeter, Pengukur Kadar Oksigen

    Pulse oximeter merupakan alat untuk mendeteksi kadar oksigen di dalam darah. Alat ini dapat digunakan untuk memantau kadar oksigen setiap waktu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pulse oximeter wajib dimiliki saat pasien Covid-19 isolasi mandiri, karena dapat membantu mengarahkan kondisi klinis seseorang untuk isolasi mandiri atau perlu dirawat di rumah sakit.

    Baca Juga: WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

    Dengan menggunakan pulse oximeter, pasien Covid-19 dapat lebih waspada jika saturasi oksigen menunjukan angka yang sangat rendah padahal tidak memiliki gejala apapun. Hal ini sangat berbahaya karena pasien Covid-19 ada kemungkinan mengidap gejala happy hypoxia.

    Produk Terkait: Jual Beurer Pulse Oximeter

    Cara penggunaan pulse oximeter pun sangat mudah, kalian cukup meletakan ujung jari di dalam mulut oximeter. Kemudian alat ini akan membaca kadar oksigen didalam jaringan tubuh melalui ujung jari kita. Alat ini juga dapat digunakan sebagai alat pendeteksi dini dari gejala happy hypoxia.

    Setelah beberapap menit ditempelkan dijung jari, oximeter akan menunjukan hasil dari saturasi oksigen. Jika hasilnya menunjukan angka antara 95 hingga 100 persen, artinya saturasi didalam tubuh normal. Namun, bila angka yang ditunjukan di bawah 90 persen berarti kadar oksigen di dalam darah rendah.

    3. Glukometer, Alat Cek Gula darah

    Glukometer atau striptes adalah alat kesehatan yang saat ini banyak digunakan untuk swamonitoring (pemantauan sendiri) kadar gula dalam darah. Para peneliti mengatakan bahwa diabetes atau gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko kematian akibat terinfeksi oleh virus Covid-19.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Pemeriksaan gula darah mandiri juga dapat memberkan informasi tentang macam-macam gula darah harian, misalnya glukosa darah sebelum makan, satu atau dua jam setelah makan, atau di waktu-waktu khusus. 

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah

    Banyak manfaat yang kita rasakan dari pemeriksaan gula darah mandiri (PGDM) seperti,  menjaga keselamatan pengidap diabetes, membantu dalam upaya perubahan gaya hidup, membantu mempermudah dalam pengambilan keputusan, serta membantu anda dalam menyesuaikan dosis insulin yang diberikan Bersama dengan steroid.

    Secara umum, penggunaan glukometer memiliki tata cara PGDM yang dapat diikuti sebagai berikut:

    • Pilihlah tempat tusukan dengan tepat, kalian dapat menusukan di ujung jari tangan karena kurang menimbulkan rasa nyeri.
    • Mencuci tangan dengan sabun, lalu keringkan. Sterilkan tempat yang akan di tusuk menggunakan alcohol 76 persen, kemudian gunakan tetes darah pertama.
    • Lakukan pijatan ringan ringan diujung jari sebelum ditusuk. Dan setelah ditusuk, jari tidak boleh ditekan-tekan lagi.
    • Gunakan lanset tipis dan tajam agar tidak terasa terlalu nyeri
    • Atur kedalaman tusukan lanset sesuai dengan yang dibutuhkan
    • Lakukan penusukan menggunakan lanset
    • Teteskan darah pada ujung strip
    • Bersihkan darah yang tertinggal pada ujung jari
    • Catat hasil dan waktu PGDM

    Setelah melakukan langkah PGDM tersebut, buanglah strip dan lanset yang telah dpakai ke tempat pembuangan yang aman, seperti botol, kaleng, kotak karton, atau pun dengan wadah plastic tebal tertutup. Setelah terkumpul hingga penuh, anda dapat menyerahkan sampah medis tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.

    4. Termometer, Pengukur Suhu Tubuh

    Saat ini termometer merupakan alat kesehatan yang wajib dimiliki di setiap rumah. Funginya tentu saja untuk memantau suhu tubuh seseorang apakah sedang normal atau tidak. Di masa pandemi Covid-19, termometer banyak digunakan sebagai pendeteksi dini gejala utama infeksi Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Termometer

    Apabila hasil pengukuran suhu tubuh telah menunjukan angka yang tidak normal, kalian dapat mencatat hasilnya dan gunakan hasil tersebut untuk melakukan konsultasi ke dokter. Dengan begitu, kalian akan mendapatkan diagnosis lebih cepat dari tenaga kesehatan profesional.

    5. WISH Health Watch

    Alat pemantau kesehatan terakhir yang Sahabat Sehat wajib punya adalah WISH Health Watch, yaitu berupa smartawatch yang memiliki keakuratan tinggi untuk memantau Covid-19 di mana saja dan kapan saja. Tak hanya itu, smartwatch ini bisa diintegrasikan langsung dengan smartphone sehingga mudah dan praktis supaya Sahabat dapat terhindar dari Covid-19.

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    Itulah alat pemantau kesehatan yang perlu dimiliki Sahabat Sehat di rumah saat pandemi Covid-19. Selain dapat memantau kesehatan harian sahabat secara mandiri, alat kesehatan tersebut juga dapat membantu dalam pendeteksi dini sebuah penyakit. Jika sahabat sudah melakukan pencegahan awal dari dalam rumah, namun perintah 3M nya tetap dilaksanakan ya sabahat! Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

    Apabila Sahabat tertarik pada WISH Health Watch supaya membantu memantau kesehatan di masa pandemi, Sahabat bisa memesannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 4 Alat Kesehatan yang Perlu Dimiliki di Rumah saat Pandemi Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/02/19/180100268/4-alat-kesehatan-yang-perlu-dimiliki-di-rumah-saat-pandemi-covid-19?page=all> [Accessed 4 March 2021].
    2. Mediatama, G., 2021. Pandemi Covid-19 belum berakhir, sediakan 4 alat kesehatan ini di rumah. [online] PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Available at: <https://kesehatan.kontan.co.id/news/pandemi-covid-19-belum-berakhir-sediakan-4-alat-kesehatan-ini-di-rumah?page=all> [Accessed 4 March 2021].
    3. Maarif, N., 2021. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini> [Accessed 4 March 2021].
    4. K, N., 2021. Diwajibkan Punya oleh WHO, Kenali Fakta-fakta Pulse Oximeter. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5351601/diwajibkan-punya-oleh-who-kenali-fakta-fakta-pulse-oximeter> [Accessed 4 March 2021].

     

     

    Read More
  • Bermain game online di waktu luang atau saat merasa jenuh memang sangat menyenangkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, banyak waktu luang yang dimiliki banyak orang karena berdiam diri di rumah. Game online bisa berdampak positif apabila memang dimanfaatkan sebagai hiburan. Namun, game online juga mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan. Baca Juga: Cara Mencegah Kecanduan […]

    Yuk, Sahabat Sehat, Ketahui Dampak Kecanduan Game Online di Tengah Pandemi Bagi Kesehatan Mental

    Bermain game online di waktu luang atau saat merasa jenuh memang sangat menyenangkan. Apalagi di masa pandemi Covid-19, banyak waktu luang yang dimiliki banyak orang karena berdiam diri di rumah. Game online bisa berdampak positif apabila memang dimanfaatkan sebagai hiburan. Namun, game online juga mempunyai dampak yang buruk bagi kesehatan.

    dampak kecanduan game online di tengah pandemi

    Baca Juga: Cara Mencegah Kecanduan Game Online di Tengah Pandemi

    Saat ini, game online banyak dimainkan secara berlebihan dah digunakan untuk melarikan diri dari realita kehidupan yang sebenarnya. Akibatnya adalah kecanduan game online yang berdampak bagi kesehatan mental.

    Berdasarkan survei, remaja dianggap lebih sering dan rentan terhadap kecanduan game online dibandingkan orang dewasa. Pada masa remaja, individu dianggap berada di periode yang tidak stabil dan cenderung lebih mudah terjerumus terhadap percobaan hal-hal baru.

    World Health Organization (2018) telah mengklasifikasikan dampak kecanduan game online sebagai gangguan mental ke dalam International Classification of Diseases (IDC-11). Hal tersebut ditandai dengan adanya gangguan kontrol atas game dengan meningkatnya prioritas yang diberikan pada dibandingkan dengan kegiatan yang lain.

    Sebuah studi menunjukkan bahwa salah satu dampak kecanduan game online yang dialami remaja adalah mereka akan lebih banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain. Berdasarkan studi, remaja menghabiskan waktu bermain game online pada umumnya lebih dari dua jam per hari atau setara dengan lebih dari 14 jam per minggu.

    Penelitian yang dilakukan Jap, Tiatri, Jaya, & Suteja (2013) mengungkapkan bahwa 10,15% remaja di Indonesia terindikasi mengalami kecanduan game online. Artinya, satu dari 1 sepuluh  remaja di Indonesia terindikasi mengalami kecanduan game online. Fenomena kecanduan game online ini semakin meluas dan memprihatinkan.

    Bahaya utama yang ditimbulkan akibat kecanduan game online adalah investasi waktu ekstrem dalam bermain. Waktu yang digunakan berlebihan untuk bermain game online, membuat kehidupan sehari-hari terganggu. Dan jelas, gangguan tersebut secara nyata mengubah prioritas hidup, serta menghasilkan minat yang sangat rendah terhadap sesuatu yang tidak terkait dengan game online.

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Dampak kecanduan game online

    • Kurang peduli terhadap kegiatan sosial
    • Kehilangan kontrol atas waktu
    • Menurunnya prestasi akademik
    • Menurunnya relasi sosial
    • Menurunnya finansial
    • Menurunnya kesehatan, dan fungsi kehidupan lain yang penting
    • Tidak bisa mengendalikan keinginan bermain game
    • Lebih memprioritaskan bermain game daripada kegiatan lain
    • Merasa gelisah saat tidak dapat bermain game online

    Dampak negatif yang muncul akibat kecanduan game online

    Aspek kesehatan

    Kecanduan game online mengakibatkan gangguan kesehatan pada remaja bisa menurun, di antaranya daya tahan tubuh yang lemah. Hal tersebut diakibatkan karena kurangnya aktivitas fisik, kurangnya waktu tidur, dan sering terlambat makan.

    Aspek Psikologis

    Saat bermain game online, biasanya banyak adegan yang memperlihatkan tindakan kriminal atau kekerasan seperti perkelahian, perusakan, dan pembunuhan. Hal tersebut secara tidak langsung telah mempengaruhi alam bawah sadar pemain, bahwa sebenarnya kehidupan nyata disamakan dengan kehidupan di game online.

    Dari sinilah, dampak kecanduan game online terhadap kesehatan mental terjadi. Biasanya pemain akan lebih mudah marah dan sulit mengatur emosinya.

    Aspek akademik

    Bagi para remaja yang tentunya ada di usia sekolah, kecanduan game online bisa membuat perfoma akademik menurun. Waktu luang yang seharusnya bisa digunakan untuk mempelajari pelajaran sekolah, justru lebih dimanfaatkan untuk menyelesaikan misi dalam game online.

    Baca Juga: Dampak Buruk Bullying pada Kesehatan Mental Remaja

    Kemudian, biasnaya daya konsentrasi pemain atau remaja pada umumnya sangat terganggu, sehingga kemampuan dalam menyerap pelajaran yang disampaikan oleh guru tidak diterima dengan maksimal.

    Aspek sosial

    Biasanya para pemain menemukan jati dirinya saat bermain game online, karena dirasa ada keterikatan emosional. Hal tersebut menyebabkan para pemain game online tenggelam dalam dunia fantasi yang diciptakannya sendiri.

    Hal inilah yang dapat membuat para pecandu game online kehilangan kontak dengan dunia nyata, dan mengurangi interaksi dengan sekelilingnya. Dan saat sudah terbiasa hidup di dunia maya, biasanya para pecandu game online akan sulit bersosialisasi di dunia nyata. Sikap antisosialnya mucul dan tidak memiliki keinginan untuk berbaur dengan masyarakat, keluarga, dan teman.

    Aspek keuangan

    Biasanya bermain game online membutuhkan biaya, entah untuk membeli voucher agar tetap bisa memainkan jenis game online atau untuk membeli pulsa kuota. Yang jelas, biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit.

    Apabila ada remaja yang kecanduan game online dan belum memiliki penghasilan sendiri, biasanya mereka dapat melakukan kebohongan kepada orangtuanya. Bahkan tidak sedikit yang melakukan berbagai cara lainnya, seperti mencuri.

    Sesuai dengan hasil penelitian Chen et al. (2005) yang menemukan bahwa mayoritas kejahatan game online ialah pencurian (73,7%) dan penipuan (20,2%). Penelitian ini juga menemukan bahwa usia pelaku kejahatan akibat game online adalah remaja usia sekolah.

    Sahabat Sehat, sekarang sudah tahu kan betapa bahayanya dampak dari kecanduan game online? Kalau bisa, mulai sekarang coba hindari waktu bermain game online dengan terlalu sering ya! Bermain game online bisa dilakukan secukupnya dan seperlunya saja, karena segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, dan bisa menimbulkan dampak bagi kesehatan mental dan fisik manusia.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Kesehatan Mental di Indonesia

    Apalagi di masa pandemi Covid-19, masih banyak kegiatan lain yang bisa Sahabat Sehat lakukan di rumah. Antara lain, berkebun, membaca, olahraga, dan masih banyak lainnya. Jika Sahabat Sehat sudah merasa kecanduan game online dan dampak dari kecanduan game online sudah mulai terasa, Sahabat Sehat bisa langsung konsultasi kepada psikolog atau psikiater. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    The Conversation. 2021. WHO tetapkan kecanduan game sebagai gangguan mental, bagaimana “gamer” Indonesia bisa sembuh?. [online] Available at: <https://theconversation.com/who-tetapkan-kecanduan-game-sebagai-gangguan-mental-bagaimana-gamer-indonesia-bisa-sembuh-99029> [Accessed 5 March 2021].

    Jurnal.ugm.ac.id. 2021. [online] Available at: <https://jurnal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/download/47402/pdf> [Accessed 5 March 2021].

    Media, K., 2021. 4 Bahaya Game Online untuk Kesehatan, dari Kecanduan hingga Obesitas Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/01/25/073300368/4-bahaya-game-online-untuk-kesehatan-dari-kecanduan-hingga-obesitas?page=all> [Accessed 5 March 2021].

    Read More
  • Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan. Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Sebenarnya, konsekuensi […]

    Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi Bagi Kesehatan Mental Apa Saja?

    Pandemi Covid-19 mengharuskan banyak orang untuk melakukan aktivitas di rumah. Salah satunya bekerja, atau yang biasa disebut Work From Home (WFH). Dengan adanya WFH, banyak yang merasa jenuh dengan kegiatan yang hanya itu-itu saja. Dampak hal tersebut salah satunya bisa berakibat ke perselingkuhan.

    perselingkuhan di tengah pandemi

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Sebenarnya, konsekuensi logis dari tujuan pernikahan adalah diikatkan sebuah komitmen untuk mengarungi sebuah pernikahan dalam waktu yang tidak terbatas, atau bahkan berlangsung seumur hidup, dan selamanya. Namun, realita menunjukkan janji kesetiaan ketika akad nikah seringkali diabaikan.

    Perselingkuhan tentunya akan banyak memberikan dampak negatif karena biasanya mempengaruhi seluruh aspek dalam kehidupan dan berdampak dalam jangka panjang. Biasanya muncul perasaan negatif seperti marah, sedih, kecewa, tidak, berharga, dikhianati, dan benci, akan dirasakan oleh korban perselingkuhan,

    Menurut Satiuadarma (2001), perselingkuhan yang dialami oleh korban menghasilkan luka dan sakit hati yang muncul akibat adanya cedera yang dialami pada kesatuan hubungan interpersonal yang diyakini sebagai selubung rasa aman dalam kehidupannya.

    Berikut Dampak Perselingkuhan di Tengah Pandemi bagi Kesehatan Mental

    Marah

    Dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental, salah satunya kemarahan. Kemarahan muncul akibat perasaan kehilangan, sehingga menjadi tidak berdaya dan tidak jarang menyebabkan perubahan suasana hari yang berlangsung cepat. Bahkan marah biasanya dapat terjadi dalam kurun waktu yang tidak sebentar.

    Sedih

    Dampak dari perselingkuhan adalah sedih, karena sedih merupakan perasaan yang paling intens dan wajar terjadi. Kesedihan dan perasaan kehilangan mengakibatkan korban menjadi menutup diri dengan orang lain. Biasanya korban akan mengalami emosi yang mengguncang kestabilan jiwanya. Keguncangan jiwa seorang korban dialami secara bertahap.

    Tahap pertama adalah syok, karena masih sulit mempercayai kenyataan yang terjadi. Baru kemudian akan timbul rada marah dan kecewa. Dan tahap ketiga barulah ada penyesalan. Biasanya korban akan menyalahkan dirinya sendiri, dan akan menelaah dirinya agar menyadari kekurangan-kekurangannya.

    Depresi

    Dampak perselingkuhan terhadap kesehatan mental adalah depresi, salah satunya. Setelah melewati sedih dan menyalahkan diri sendiri, biasanya korban mulai timbul depresi yang berkepanjangan. Terlebih harus mengalami dua pilihan. Yaitu tetap bertahan atau tetap bersama namun rela diselingkuhi.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona Justru Turunkan Imun Tubuh

    Namun, bagi pasangan yang memutuskan untuk tetap bertahan dalam hubungannya, dampak negatif akan sangat dirasakan oleh korban. Rasa sakit yang amat dalam membuat korban menjadi mudah marah dan kehilangan kepercayaan diri. Serta juga memiliki trauma yang mendalam atau mempengaruhi pola relasi pasangannya dengan orang lain.

    Kesulitan memercayai orang lain

    Jika suatu hubungan berakhir karena perselingkuhan, pasti ada lapisan yang hancur dan mempengaruhi kepercayaan yang telah dimiliki. Karena perselingkuhan membawa emosi dan pikiran yang sangat kompleks, tentang amarah, sakit hati, ragu, penghinaan, kebingungan, dan ketakutan. Jadi tidak hanya rasa sakit hati yang membuat move on menjadi lebih sulit, namun juga sulitnya percaya lagi kepada orang lain.

    Lemahnya kepercayaan diri

    Bagian yang paling berbahaya dari dampak selingkuh terhadap kesehatan mental adalah hilang atau melemahnya kepercayaan diri korban. Seorang pakar kencan, Cherly Chong mengatakan, berusahalah agar tidak jatuh dalam perangkap membandingkan diri sendiri dengan selingkungan sang mantan.

    Karena biasanya bukan hanya rasa kehilangan yang hadir, namun juga rasa malu karena digantikan oleh orang lain. Sehingga korban terus membandingkan dirinya dengan selingkuhannya. Padahal perbandingan tersbeut bukanlah kenyataan dari situasi yang ada. Korban seharusnya bisa menyadari bahwa selingkuh merupakan keputusan masing-masing individu, dan bukanlah kesalahan korban.

    Apakah Hal ini Juga Berdampak pada Anak?

    Selain berdampak pada korban perselingkuhan, perselingkuhan di tengah pandemi juga mempunyai dampak kepada psikis anak dalam hubungannya. Karena situasi tersebut, anak cenderung mengalami beban mental. Anak yang belum bisa mengekspresikan emosinya, biasanya akan menunjukkan gejala kecemasan.

    Antara lain, mengompol, menyendiri, mengisap jempol, bermimpi buruk, dan memiliki emosi yang tidak stabil. Hal tersebut muncul kepada anak sebagai respons ketakutan, bahwa kebahagiaan keluar mereka akan sirna.

    Sementara, apabila anak sudah mulai beranjak dewasa, maka yang didapatkan adalah rasa marah, dikhianati, dan mungkin akan lebih berani mengekspresikan kekesalannya. Seperti yang dijelaskan oleh psikolog anak, Anna Surti, ketika ada anak yang memergoki secara langsung perselingkuhan orangtuanya, mereka akan kebingungan.

    Dampak perselingkuhan bagi anak lainnya adalah menurunnya prestasi belajar, berkurangnya rasa percaya diri, depresi, dan bisa jadi berlaku kasar. Secara jangka panjang, perselingkuhan bisa membuat anak menyimpan amarah dan luka sekaligus kepada orangtuanya yang berselingkuh.

    Baca Juga: 14 Kesehatan Mental pada Anak

    Bahkan, dampak perselingkuhan bagi anak juga bisa menyebabkan trauma dan memiliki kecemasan dalam membina hubungan intim di kala dewasa nanti. Dan akan sulit percaya pada orang lain, terutama pasangan. Karena merasa teringat perselingkuhan yang telah dilakukan oleh orangtuanya.

    Bahkan, penelitian psikolog klisis Ana Nogales, menunjukkan bahwa perselingkuhan orantua mengakibatkan 75 persen anak jadi merasa dikhianati. Kemudian sebanyak 80 persen, perselingkuhan orangtuanya membawa dampak mereka takut dalam membina hubungan. Serta 70 persen anak akan sulit mempercayai orang lain. Bahkan, penelitian juga menemukan pola berulang yang terjadi pada hubungan si anak saat dewasa.

    Sahabat Sehat, sudah tahu kan dampak dari perselingkuhan  di tengah pandemi terhadap kesehatan mental. Maka dari itu, sebelum melakukan sesuatu, Sahat Sehat harus memikirkannya terlebih dahulu. Jangan sampai melakukan sesuatu yang nantinya berujung merugikan diri sendiri dan orang lain, apalagi orang-orang tersayang.

    Namun sesungguhnya, para korban perselingkuhan, janganlah selalu menyalahkan diri sendiri. Karena pada dasarnya, bukan kalianlah yang salah dalam keretakan hubungan kalian. Namun, karena yang selingkuh memang salah.

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur Selama Pandemi?

    Kondisi di tengah pandemi Covid-19, banyak hal yang bisa membuat hubungan Sahabat Sehat dengan pasangan semakin harmonis, bahkan apabila bertemu di rumah seharian. Sahabat Sehat bisa menciptakan suasan yang nyaman dan damai di rumah selama WFH.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Putri, A., 2021. Perselingkuhan Orangtua Berisiko Merusak Mental Anak – Tirto.ID. [online] tirto.id. Available at: <https://tirto.id/perselingkuhan-orangtua-berisiko-merusak-mental-anak-cAqr> [Accessed 5 March 2021].
    2. liputan6.com. 2021. 2 Dampak Psikologis yang Terjadi Bila Pasangan Selingkuh. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/4106251/2-dampak-psikologis-yang-terjadi-bila-pasangan-selingkuh> [Accessed 5 March 2021].
    3. Adam, A., 2021. Dampak Perselingkuhan Suami Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Istri. [online] Journal.iain-ternate.ac.id. Available at: <http://journal.iain-ternate.ac.id/index.php/alwardah/article/view/291> [Accessed 5 March 2021].

     

     

     

    Read More
  • Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit […]

    5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Sahabat Ketahui

    Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Namun, di tahun 2016, kondisinya kembali memburuk dan pada akhirnya Julia Perez harus menyerah melawan kanker serviks.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kisah lainnya dari pejuang kanker serviks yaitu Ibu Elly Mawati yang merupakan salah satu anggota CISC (Cancer Information & Support Center) yang aktif menyebarkan kepedulian tentang Kanker serviks dan HPV. Ibu Elly harus merasakan mimpi-mimpinya terenggut di tahun 2015.  Ibu Elly mengeluh keputihan yang tidak wajar yang ia alami. Keputihan yang parah tersebut membuat Ibu Elly memilih menggunakan pembalut setiap harinya dan 2 jam sekali harus buang air kecil.

    Ibu Elly memutuskan untuk melakukan pap smear dengan hasil ia positif mengidap kanker serviks. Hatinya hancur berkeping-keping menerima kenyataan bahwa ia menderita kanker serviks. Saat mengetahui kanker serviks tersebut masih stadium awal, Ia melakukan operasi pengangkatan rahim. Dorongan orang-orang sekitar dan para rekan di komunitasmembuat Ibu Elly yakin dapat melewatinya.  

    Kemudian cerita lain juga dialami oleh Ibu Evie Trefina yang menderita kanker serviks stadium 3B dan telah menjalani delapan kali kemoterapi, 25 kali radioterapi eksternal serta tiga kali radioterapi internal enam tahun yang lalu. Biaya yang dikeluarkan Ibu Evie tidaklah sedikit, pasalnya untuk satu kali kemoterapi, Ibu Evie harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp 20 juta. Gejala yang dialami Ibu Evie hampir sama dengan Ibu Elly yaitu keputihan yang berlebihan, hanya saja Ibu Evie harus mengalami pendarahan. Tidak lama setelah itu Ibu Evie menemukan flek darah yang lama-lama semakin banyak.

    Kisah dari Julia Perez, Ibu Elly dan Ibu Evie menjadi pelajaran agar kita perlu waspada terhadap gejala-gejala kanker serviks stadium awal. Biasanya gejala pada stadium awal tidak menunjukkan apapun, gejala baru akan terlihat saat stadium lanjut. Oleh karena itu, mari kita kenali lebih lanjut gejala-gejala kanker serviks:

    1. Pendarahan yang Tidak Biasa

    Pendarahan yang tidak biasa menjadi salah satu gejala kanker serviks di stadium awal yang harus ditangani lebih cepat dan serius. Pendarahan biasa disertai dengan keluarnya cairan-cairan atau flek berwarna dan bau  yang tidak biasa. Pendarahan hebat juga bisa terjadi setelah berhubungan seksual.

    2. Rasa Nyeri Bagian Panggul

    Apabila anda merasakan nyeri dibagian panggul, segera periksakan ke dokter karena nyeri panggul dapat menjadi salah satu gejala dari kanker serviks yang efek nyerinya menyebar ke bagian panggul. Hal ini disebabkan karena reaksi peradangan  yang ditimbulkan dari kanker serviks menjalar ke saraf di daerah panggul.

    3. Tubuh Mudah Lemas

    Apabila badan terasa lemah, lesu dan letih dalam jangka waktu yang lama, berhati-hatilah. Apalagi bila disertai dengan penurunan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Meskipun banyak faktor yang dapat menurunkan kondisi badan, ada baiknya memeriksakan diri untuk menyingkirkan gejala dari kanker serviks.

    Baca Juga: Waspadai Kanker Serviks dengan Metode Pendeteksi Dini Berikut

    4. Perubahan Pola Buang Air Besar atau Kecil

    Apabila Kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, gejala yang dirasakan juga menjadi bervariasi tergantung pada penyebaran kankernya. Letak serviks di ruang panggul berdekatan dengan usus besar dan kandung kemih. Invasi sel kanker ke kandung kemih dan usus dapat menyebabkan perubahan pada pola buang air besar/kecil. Sembelit, kencing ada darah, hingga sering mengompol karena hilangnya kontrol terhadap kandung kemih dapat terjadi.

    5. Keluarnya Cairan Berbau

    Kanker serviks sering ditandai dengan keputihan tidak normal berupa cairan berwarna putih atau hijau kekuningan dalam jumlah yang banyak sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada organ intim Anda. Segera periksa diri Anda bila memiliki keluhan keputihan seperti ini.

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV di Masa Pandemi Corona?

    Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan yang dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi dini gejala-gejalanya. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat seperti berolahraga, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Selain itu, vaksinasi HPV merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan untuk terhindar dari kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Vaksinasi kanker serviks bisa Sahabat dapatkan di Prosehat layanan kesehatan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    1. BBC. “Julia Perez Tutup Usia Setelah Tiga  Tahun Melawan Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    2. CegahKankerServiks. Kicks. “Komunitas dan Keluarga adalah Payung Saya Dalam Melawan Badai”. Diakses pada 9 Maret 2018
    3. CnnIndonesia. Taylor, Gloria Safira. “Cerita Perjuangan Evie Trefina, PenyintasKankerServiks”. Diaksespada 9 Maret 2018
    4. TanyaDok. “Gejala Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    5. Tanyadok. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. Diakses pada 9 Maret 2018
    6. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    7. TanyaDok. “Haid Tidak Teratur”. Diakses pada 9 Maret 2018
    8. Tanyadok. Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim Dengan Vaksinasi”. Diakses pada 9 Maret 2018
    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh […]

    Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, dan lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Di Indonesia sendiri menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 40.000 kasus. Bahkan, Indonesia termasuk kedua tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7 %, dan hampir semuanya menimpa wanita. Melihat dari jumlah tersebut, pemberian vaksin sangat penting dan harus dilakukan.

    Penyebab Kanker

    Sebelum membahas mengenai vaksin serviks, sebaiknya Sobat mengetahui terlebih dahulu penyebab kanker serviks. Penyebabnya terdiri dari berbagai faktor yang dapat meningkatkan seseorang untuk menderita penyakit ini, yaitu salah satunya infeksi human papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    HPV merupakan penyebab utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel di permukaan kulit dan alat kelamin, anus, serta mulut, dan tenggorokan. HPV bisa muncul karena perilaku seks yang cukup berisiko seperti sering berganti pasangan seksual sejak usia muda, atau berhubungan seks tanpa kondom.

    Menderita Penyakit Menular Seksual

    Selain HPV, kanker serviks juga bisa disebabkan oleh wanita yang menderita penyakit menular seksual seperti kutil kelamin, klamidia, gonore, dan sifilis. Tidak hanya yang pernah, bahkan wanita yang sedang menderita penyakit menular seksual juga memiliki risiko tinggi terkena kanker ini. Jaid, infeksi HPV bisa muncul bersamaaan dengan penyakit menular seksual.

    Pola Hidup yang Tidak Sehat

    Pola hidup yang tidak mengutamakan kesehatan seperti jarang berolahraga, jarang mengonsumsi buah dan sayuran bisa menyebabkan timbulnya kanker serviks. Hal ini akan semakin meningkat jika wanita yang menderita kanker juga memiliki kebiasaan merokok.
    Mengapa bisa demikian? Karena tembakau dalam rokok dapat merusak sel DNA, serta membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga kurang efektif dalam melawan HPV.

    Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

    Melemahnya sistem kekebalan tubuh karena HIV/AIDS atau akibat pengobatan kanker dan penyakit autoimun ternyata juga lebih berisiko terinfeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks.

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penggunaan Pil KB

    Pil KB yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Karena itu, Sobat disarankan untuk memilih metode pencegahan kehamilan lain seperti IUD atau KB Spiral. Supaya aman, sebaiknya Sobat konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan untuk memilih jenis kontrasepsi yang tepat dan cocok.

    Hamil Usia Muda

    Hamil usia muda atau saat usia kurang dari 17 tahun dapat membuat seorang wanita lebih rentan terkena kanker serviks. Tak hanya itu, wanita yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali juga malah lebih berisiko. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan hormon selama masa kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terhadap HPV.

    Pernah Mengonsumsi DES

    DES atau diethylstilbestrol adalah obat hormonal yang diberikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Risiko yang ditimbulkan bahkan lebih besar. Selain itu, obat dapat meningkatkan risiko kanker pada janin perempuan yang dikandungnya.

    Faktor Keturunan

    Risiko terkena kanker serviks lebih tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan, yaitu keluarga perempuan pernah didiagnosis penyakit serupa.

    Langkah Pencegahan

    Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam menghadapi kanker serviks. Mulai dari menjalankan pola hidup sehat, menjalani pap smear atau tes IV A, dan vaksinasi HPV. Pemberian vaksin merupakan hal yang paling penting dalam pencegahan.

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan?

    Untuk pemberian vaksin sebaiknya disarankan mulai dari wanita usia 10 tahun ke atas atau lebih tepatnya sejak usia remaja atau belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali.
    Pemberian pada usia-usia yang masih “perawan” tersebut ternyata menurut penelitian lebih efektif dalam mencegah penularan kanker serviks daripada diberikan saat sudah berhubungan seksual karena kemungkinan infeksi HPV sudah ada. Pemberian vaksin biasanya diberikan dalam bentuk suntikan oleh dokter dengan cara menyuntik ke dalam otot di lengan atas atau paha.

    Berapa Dosis yang Diperlukan?

    Dosis yang diberikan pun cukup dua saja terutama pada usia 10-13 tahun sedangkan pada usia 16-18 tahun, dosisnya bertambah menjadi 3. Semua dilakukan dengan jarak 1-6 bulan dari masing-masing dosis penyuntikan.
    Pemberian dosis diperlukan untuk dapat memberikan perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika belum lengkap, bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk melengkapinya. Ternyata pemberian vaksin juga bermanfaat bagi pria, dan sangat direkomendasikan untuk pria berusia 26 tahun ke bawah, dan pernah berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang punya gangguan imunitas.

    Mengapa vaksin HPV juga penting untuk pria? Sebab ternyata virus ini juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan yang bisa saja terjadi pada pria.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Jenis-jenis Vaksin Kanker Serviks

    Vaksin kanker serviks sendiri mempunyai beberapa tiga jenis yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan jenis virusnya. Jenis-jenisnya antara lain:

    • Pertama adalah vaksin yang umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra kanker. Vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 sebagai penyebab umum terjadinya kanker. Pemberiannya ditujukan untuk wanita berusia 10-25 tahun.
    • Kedua adalah Gardasil yang digunakan untuk mencegah kanker dan pra-kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Vaksin ini juga bisa menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil pada kelamin, serta bisa diberikan pada pria usia 9-26 tahun.
    • Ketiga adalah Gardasil 9. Cakupannya lebih luas dari Gardasil sebelumnya karena mencakup HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV 52, dan HPV-58 yang juga dapat menyebabkan kanker serviks, dan bisa diberikan pada pria usia 9-15 tahun.

    Seberapa Efektifkah?

    Vaksinasi HPV cukup efektif dalam mencegah penyebaran kanker serviks lebih lanjut . Hal tersebut bisa terlihat contohnya pada Amerika dan Australia yang mampu menurunkan kejadian akibat serviks sebanyak 75% dalam 10 tahun terakhir setelah menjalankan program vaksinasi secara nasional.

    Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Tentu saja mengenai vaksin HPV ini banyak Sobat yang bertanya-tanya apakah vaksin pencegah penularan kanker tersebut mempunyai efek samping?
    Jawabannya, tentu saja ada.  Akan tetapi efek samping yang terjadi biasanya sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek samping yang dikeluhkan adalah sebagai berikut:

    • Bengkak
    • Nyeri
    • Kemerahan di area suntikan
    • Sakit kepala

    Sedangkan efek samping yang tidak terlalu sering dan jarang ditemukan adalah:

    • Demam
    • Mual
    • Rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki
    • Muncul ruam merah yang menyebabkan gatal
    • Terhambatnya saluran pernafasan dan kesulitan bernafas

    Selain efek-efek samping di atas, vaksin kanker serviks juga dapat memicu reaksi alergi yang parah atau lebih dikenal dengan nama alergi anafilaksis yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

    Karena itu, sebelum meminta diberikan vaksin, ada baiknya Sobat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang akan memberikan informasi lengkap  termasuk membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat yang dapat diperoleh serta risiko efek samping yang ditimbulkan.
    Setelah mendapatkan vaksin serviks, Sobat dianjurkan untuk melakukan pap smear sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Tes ini untuk menguji keberadaan sel pra kanker atau kanker pada serviks. Jadi, bisa dibilang pap smear adalah tes lanjutan.
    Nah, bagi Sobat yang memerlukan vaksin HPV, informasi kesehatan, maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Harsono F. Berapa Harga Vaksin HPV untuk Penangkal Kanker Serviks? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3914327/berapa-harga-vaksin-hpv-untuk-penangkal-kanker-serviks
    2. Media K. Mengapa Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks Diberikan Dua Kali? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/12/22/094000620/mengapa-vaksin-hpv-untuk-cegah-kanker-serviks-diberikan-dua-kali-?page=all
    3. Rakyat P. Berniat Vaksinasi Kanker Serviks? Ketahui Dulu 6 Hal Berikut – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01283087/berniat-vaksinasi-kanker-serviks-ketahui-dulu-6-hal-berikut-405268

     

    Read More
  • Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa […]

    Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis.

    obesitas rentan covid-19

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa penderita obesitas ternyata berpeluang cukup besar untuk terinfeksi Covid-19 dengan angka mencapai 30,2%. Selain obesitas, kondisi hipertensi (26,2%), diabetes (20,5%), dan gagal jantung juga berpeluang terinfeksi Covid 19.

    Studi yang sama juga dilampirkan oleh para peneliti dari John Hopkins University dan World Health Organization (WHO), yang menyatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 disebut dapat mencapai 10 kali lebih tinggi pada negara yang sekitar 50% populasinya mengalami obesitas.

    Lebih lanjut studi ini juga menyatakan bahwa sekitar 90% atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian Covid-19 di dunia, terjadi di negara dengan tingkat angka obesitas yang tinggi. Dalam laporan ini, Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang paling banyak melaporkan kematian akibat Covid-19 pada penderita obesitas.

    Di Inggris tercatat 184 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dan 63,7% populasinya mengalami obesitas sementara di Amerika Serikat tercatat 152,49 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dengan 67,9% populasinya mengalami obesitas. Hal ini cukup kontras dengan negara asia seperti Jepang dan Korea Selatan, yang tingkat persentase penderita Covid-19 tinggi namun angka persentase obesitasnya rendah.

    Bagaimana di Indonesia?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 21,8% penduduk di Indonesia mengalami obesitas. Kebanyakan terjadi pada masyarakat perkotaan dengan persentase sebesar 25,1% jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, hanya 17,8% yang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat pedesaan yang melakukan aktivitas fisik.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas pada Anak!

    Selain kurangnya aktivitas fisik, juga terdapat faktor budaya seperti kepercayaan masyarakat apabila seseorang berpostur gemuk maka menandakan makmur dan apabila balita terlihat gemuk maka dianggap lucu. Hal ini tentu saja menganggap bahwa obesitas merupakan hal yang biasa.

    Obesitas dan Pandemi Covid-19

    Obesitas atau kelebihan berat badan di masa pandemi Covid-19 rupanya cukup dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya akibat kebijakan pemerintah untuk meminta warga berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari dalam rumah yang berakibat masyarakat menjadi semakin konsumtif dalam mengkonsumsi makanan secara daring.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Akibatnya, tanpa disadari hal tersebut mengarah pada kondisi obesitas yang juga dapat menyebabkan timbulnya risiko penyakit diabetes. Kebijakan beraktivitas dari rumah juga menyebabkan berkurangnya pergerakan fisik.

    Mengapa Obesitas Bisa Rentan Terpapar Covid-19?

    Hal ini dikarenakan obesitas menyebabkan banyak perubahan pada fungsi kekebalan tubuh. Penyakit diabetes yang salah satu faktor resikonya akibat obesitas, dapat membuat kadar gula darah tinggi merusak fungsi sel darah putih dan kondisi tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan.

    Lalu Bagaimana Cara Menghindari Obesitas Selama Masa Pandemi?

    Berikut ini adalah beberapa langkah penderita obesitas dalam menghadapi pandemi dan cara menghindarinya selain melakukan protokol kesehatan:

    Tetap Penuhi Kebutuhan Gizi yang Seimbang

    Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. RR Dhian Proboyekti seperti dilansir dari Liputan6.com, meminta masyarakat untuk tetap dapat memenuhi gizi yang seimbang. Mulai dari membiasakan konsumsi makanan pokok, membatasi asupan makanan camilan yang manis, asin, dan berlemak. Biasakan diri untuk membaca label pada kemasan makanan untuk memastikan komposisi dan asupan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

    Berikut kadar gula, garam dan lemak yang dianjurkan dalam makanan sehari hari:

    • Gula: 50 gram per hari
    • Garam: 5 gram per hari
    • Lemak: 67 gram per hari

    Yang terpenting mengatur jumlah gula, garam, dan lemak tanpa menghindari asupan tersebut dalam makanan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik seperti olahraga bagaimanapun tetap harus dilakukan untuk menghindari obesitas dan menurunkan risiko obesitas selama masa pandemi. Lakukanlah olahraga minimal 30 menit sesuai anjuran World Health Organization (WHO). Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi setiap orang.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Itulah mengenai kondisi obesitas, yang cukup rentan terinfeksi Covid 19. Yuk, Sahabat Sehat tetap jaga kesehatan selama masa pandemi dan apabila Sahabat ingin informasi kesehatan lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. O’Hearn M, Liu J, Cudhea F, Micha R, Mozaffarian D. Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in the United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Journal of the American Heart Association [Internet]. 2021 [cited 5 March 2021];10(5). Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.120.019259
    2. Anwar F. Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5481734/obesitas-jadi-faktor-pendorong-terbesar-kematian-covid-19-di-dunia
    3. Hari Obesitas Dunia, Perbanyak Aktivitas Fisik dan Jaga Pola Makan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4498419/hari-obesitas-dunia-perbanyak-aktivitas-fisik-dan-jaga-pola-makan
    4. Hari Obesitas Sedunia, Kenali dan Cegah Bahayanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/fotohealth/d-5480387/hari-obesitas-sedunia-kenali-dan-cegah-bahayanya/10/#photos
    5. Media K. Kenapa Orang dengan Obesitas Rentan Saat Terinfeksi Covid-19? Berikut Alasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/17/122500665/kenapa-orang-dengan-obesitas-rentan-saat-terinfeksi-covid-19-berikut?page=all
    Read More
  • Varian baru virus Corona B.1.1.7 dari Inggris akhirnya masuk ke Indonesia, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, pada Selasa, 2 Maret 2021. Hal tersebut bertepatan dengan setahun masuknya Covid-19 di Indonesia. Ia meminta semua pihak bekerja lebih keras dalam menangani pandemi. Baca Juga: Setahun Covid-19 di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru […]

    Mengenal Varian Baru Virus Corona B.1.1.7 yang Sudah Masuk ke Indonesia

    Varian baru virus Corona B.1.1.7 dari Inggris akhirnya masuk ke Indonesia, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, pada Selasa, 2 Maret 2021. Hal tersebut bertepatan dengan setahun masuknya Covid-19 di Indonesia. Ia meminta semua pihak bekerja lebih keras dalam menangani pandemi.

    varian baru virus Corona B.1.1.7

    Baca Juga: Setahun Covid-19 di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru Virus dari Inggris

    Masuknya varian baru yang merupakan mutasi dari virus SARS-CoV-2 , diketahui berasal dari dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru saja pulang dari Arab Saudi dan saat ini berada di Karawang. Keduanya sudah dinyatakan sembuh setelah dilakukan pemeriksaan PCR.

    Seperti Apa Varian Virus ini?

    B.1.1.7 pertama kali dilaporkan di Inggris pada September 2020, dan diketahui sudah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.

    Nama B.1.1.7 berasal dari nama galur virus yang mengalami mutasi, yang diketahui memiliki 23 macam mutasi. Salah satunya adalah E484K yang disebut dapat lolos dari perlindungan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat menyebabkan kurang efektifnya vaksin Covid-19 di Afrika Selatan.

    Selain itu,varian B.1.1.7 juga bermutasi menjadi N501Y, yang dapat membuat virus menjadi lebih cepat menular. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh pakar biologi molekuler, Ahmad Rusdan Utomo yang dilansir dari Detikcom.

    Bagaimana Daya Penularannya?

    Terdapat perbedaan mengenai daya penularan antara virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Cina, dengan varian B.1.1.7 dari Inggris. Daya penularan B.1.1.7 dapat mencapai 70%, hal ini diketahui berdasarkan kondisi di Inggris yang menunjukan penularan mencapai 60% dalam kurun waktu dua bulan.

    Dilansir dari CNN Indonesia, Profesor Zubairi Djoerban menyatakan bahwa B.1.1.7 merupakan super shedder atau virus yang mampu bereplikasi pada saluran pernapasan pasien sehingga mudah menular ke orang lain.

    Mengapa Varian Virus Ini Lebih Cepat Menular?

    Hal ini disebabkan karena varian B.1.1.7 memiliki beberapa mutasi yang menyebabkan virus mudah menempel di sel manusia. Daya penularan yang lebih cepat juga berpotensi meningkatkan beban kapasitas rumah sakit.

    Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan N95 Saat di Rumah Sakit

    Apa Saja Gejalanya?

    Gejala yang ditimbulkan sedikit berbeda dari virus Covid 19 sebelumnya. Pasien dapat mengalami keluhan demam dalam kurun waktu 2-14 hari. Berdasarkan penuturan salah satu pasien di Indonesia yang telah terinfeksi varian B.1.1.7, hanya mengalami gejala ringan saja.

    Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami apabila terinfeksi varian B.1.1.7:

    Demam

    Diketahui sebanyak 22% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengalami demam.

    Batuk

    Sebanyak 35% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengalami keluhan batuk, sementara batuk hanya dialami 28% pasien yang terinfeksi virus Covid 19 dari Wuhan.

    Sesak Nafas

    Gejala yang satu ini merupakan gejala yang cukup umum, yang dapat ditemui pada pasien yang terinfeksi virus Covid 19 dari Wuhan dan varian baru B.1.1.7.

    Nyeri Otot

    Nyeri Otot dilaporkan dialami 24% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7.

    Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa

    Varian B.1.1.7 juga dapat menimbulkan keluhan hilangnya indera penciuman dan perasa pada 15% pasien.

    Sakit Kepala

    Pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 turut mengeluhkan adanya sakit kepala.

    Sakit Tenggorokan

    Sebanyak 22% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengaku mengalami sakit tenggorokan. Sementara keluhan sakit tenggorokan hanya dialami 19% pasien yang terinfeksi virus Covid 19 yang berasal dari Wuhan.

    Selain gejala di atas, beberapa gejala lain yang dapat dialami yaitu:

    • Diare
    • Mata merah
    • Ruam pada kulit
    • Perubahan warna pada jari tangan dan kaki
    • Kelelahan
    • Pilek
    • Muntah-muntah dan gangguan pencernaan

    Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Vaksinasi?

    Kemunculan varian baru virus Corona B.1.1.7 menimbulkan anggapan skeptis, apakah vaksinasi mampu memberikan perlindungan terhadap varian ini? Dilansir dari berbagai sumber, sejumlah peneliti percaya bahwa vaksin yang ada masih berpeluang memberikan perlindungan. Namun hal tersebut masih memerlukan data pendukung ilmiah.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Direktur Kantor Deteksi Molekuler Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), Greg Armstrong, menyatakan bahwa varian baru virus Corona B.1.1.7 tidak akan berdampak besar pada sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, beberapa produsen vaksin seperti Pfizer tengah memodifikasi produk nya agar dapat memberi perlindungan terhadap varian baru virus Corona B.1.1.7.

    Pencegahan Apa Saja yang Harus Dilakukan?

    Untuk mencegah terinfeksi varian baru virus Corona B.1.1.7, Sahabat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    Menggunakan Masker Dua Lapis

    Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa penggunaan masker dua lapis terutama bila berada di wilayah atau tempat penularan yang berisiko tinggi, dapat mengurangi risiko terinfeksi.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Hal ini juga dapat Sahabat lakukan bila berada di tempat ramai. Jika tidak memungkinkan menggunakan masker rangkap, kenakanlah masker yang memiliki 2-3 lapis di dalamnya.  Namun sebelum itu periksa terlebih dahulu jenis, kualitas, dan kesesuaian masker.

    Sering Mencuci Tangan

    Mencuci tangan tetap merupakan salah satu upaya perlindungan diri dari infeksi varian baru Corona B.1.1.7. Cucilah tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik. Apabila tidak memungkinkan, bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%.

    Cucilah tangan Sahabat setelah melepas masker, dan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut.

    Tetap Lakukan Jaga Jarak

    Situasi pandemi yang telah berlangsung selama setahun dapat memunculkan kondisi pandemic fatigue atau kondisi lelah dalam menghadapi pandemi, akhirnya banyak yang kembali tidak melakukan protokol kesehatan.

    Padahal hal ini berpotensi meningkatkan resiko tertular virus Covid 19. Sahabat sebaiknya tetap lakukan jaga jarak, dan usahakan untuk membatasi aktivitas atau interaksi dengan banyak orang.

    Vaksinasi

    Langkah terakhir adalah dengan melakukan vaksinasi, sebagai upaya untuk membantu mencegah lonjakan virus yang berulang, dapat mencapai kekebalan kelompok dan mengurangi keparahan infeksi pada tubuh.

    Beberapa negara termasuk Indonesia diketahui sudah melakukan vaksinasi secara bertahap, dengan kelompok rentan sebagai prioritas.

    Itulah mengenai varian baru virus corona B.1.1.7 dari Inggris yang sudah masuk ke Indonesia melalui 2 orang TKI yang baru pulang dari Arab Saudi dan sudah terdeteksi di Karawang, Jawa Barat.

    Baca Juga: Mutasi Virus Corona yang Perlu Sahabat Tahu

    Mengingat sifat virus yang mudah menyebar, Sahabat Sehat disarankan tetap melakukan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi), dan lakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Jangan lupa lakukan deteksi Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bestari N. Mengenal Mutasi Corona B117 Inggris yang Ditemui di Karawang [Internet]. tech. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210303125639-37-227530/mengenal-mutasi-corona-b117-inggris-yang-ditemui-di-karawang
    2. Media K. Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Ini Macam Varian Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/03/110200523/mutasi-virus-corona-b117-masuk-indonesia-ini-macam-varian-covid-19?page=all
    3. K N. Makna di Balik Kode ‘B117’, Varian Corona Inggris yang Baru Saja Masuk RI [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5479280/makna-di-balik-kode-b117-varian-corona-inggris-yang-baru-saja-masuk-ri
    4. Ahli Ungkap Fakta Mutasi Virus Corona B117 yang Masuk RI [Internet]. teknologi. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210304070539-199-613449/ahli-ungkap-fakta-mutasi-virus-corona-b117-yang-masuk-ri
    5. K N. Dari 2 Kasus Corona B117 Pertama RI, Salah Satunya Keluhkan Gejala Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5480119/dari-2-kasus-corona-b117-pertama-ri-salah-satunya-keluhkan-gejala-ini
    6. Hasibuan L. 8 Ciri Terinfeksi Varian Baru Virus Corona B117 Inggris [Internet]. tech. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210303161559-37-227598/8-ciri-terinfeksi-varian-baru-virus-corona-b117-inggris
    7. Azizah K. Penting! Ini 4 Cara Melindungi Diri dari Corona B117 yang Sudah Masuk RI [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5478973/penting-ini-4-cara-melindungi-diri-dari-corona-b117-yang-sudah-masuk-ri
    Read More
  • Pandemi virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini memang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya pada kesehatan fisik saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Banyak orang yang merasakan kesepian di tengah pandemi ini. Perasaan tersebut muncul saat harus membatasi diri melalui isolasi yang diterapkan pemerintah. Baca Juga: Penyebab Gangguan Mental yang Perlu Dideteksi […]

    Cara Mengatasi Rasa Kesepian di Tengah Pandemi

    Pandemi virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini memang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya pada kesehatan fisik saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Banyak orang yang merasakan kesepian di tengah pandemi ini. Perasaan tersebut muncul saat harus membatasi diri melalui isolasi yang diterapkan pemerintah.

    kesepian di tengah pandemi

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Isolasi yang diterapkan tersebut memang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus secara massif dan terkontrol. Rasa kesepian yang muncul karena isolasi bisa disebabkan karena yang diisolasi positif Covid-19, ditinggal anggota keluarga yang menderita virus tersebut serta tidak bebasnya untuk bepergian ke luar.

    Psikolog klinis Rosalina Vauli, seperti dilansir dari CNN Indonesia, menyatakan bahwa kesepian yang dialami seseorang di masa pandemi dapat menyebabkan kesehatan mental. Banyak yang mengatakan bahwa efeknya bisa berupa depresi walaupun sebenarnya cukup berbeda antara depresi dan kesepian.

    Depresi lebih pada masalah emosional seperti menyalahkan diri sendiri sedangkan kesepian lebih pada pada penghayatan kondisi sepi dan sendirian serta isolasi sosial. Orang yang merasa kesepian tidak harus dalam kondisi sendiri, tetapi di tengah keramaian juga akan merasakan kesepian. Rasa ini banyak yang tidak tahu sama sekali penyebabnya.

    Apa yang Terjadi Jika Seseorang Mengalami Kesepian Bahkan Berkepanjangan?

    Pandemi Covid-19 yang belum diketahui dengan pasti kapan berakhirnya tentunya akan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesepian yang cukup panjang. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak negatif pada tubuh seperti berpikiran buruk terus-menerus, dan mengalami masalah tidur serta interaksi dengan orang lain.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab Hingga Cara Mengatasi

    Hal-hal tersebut tentu saja tidak bisa dilihat secara langsung oleh orang lain seperti halnya orang yang tengah menderita kesehatan fisik. Pada akhirnya kebanyakan orang akan menilai bahwa yang bersangkutan baik-baik saja, dan tidak ada kepedulian lagi setelahnya untuk memberikan pertolongan. Sebab, jika dibiarkan hal ini dapat memberikan dampak yang cukup negatif bagi diri sendiri dan orang lain.

    Lalu Bagaimana Caranya?

    Berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu mengatasi kesepian di tengah pandemi yang dapat Sahabat coba ke diri sendiri dan orang lain.

    Buat Waktu Berkualitas untuk Diri Sendiri

    Membuat waktu berkualitas untuk diri sendiri me time quality adalah satu cara untuk dapat mengatasi kesepian di masa pandemi. Cara yang bisa dilakukan adalah melakukan meditasi atau perenungan terhadap diri selama setengah jam atau satu jam. Lakukanlah secara perlahan, mulai dari hitungan menit lalu meningkat jadi belasan menit.

    Selain itu, Sahabat s harus dapat mengenali diri sendiri secara perlahan dan utuh sehingga hal ini dapat membuat diri rileks dan nyaman. Caranya adalah luangkan waktu jeda dengan tidak melakukan apa-apa sama sekali. Hal ini akan dapat memunculkan memori-memori di masa silam dan imajinasi masa depan yang menakutkan. Sahabat bisa memberikan analisis cara untuk mencegah dan mengatasinya.

    Lakukan Hal-hal yang Membuat Bahagia

    Cara melawan kesepian sebenarnya cukup sederhana tapi banyak orang yang tidak menyadarinya, yaitu menciptakan rasa kebahagiaan. Hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan saat Sahabat melakukan hal-hal yang menurut Sahabat menyenangkan.

    Baca Juga: Manfaat Belanja Online untuk Menghilangkan Stres Karena Pandemi Covid-19

    Apabila Sahabat menyukai kegiatan yang bersifat visual seperti menggambar dan melukis, lakukan saja jika hal tersebut benar-benar dapat menciptakan rasa bahagia untuk mengusir rasa kesepian yang timbul. Sebab, ada aspek kegembiraan yang lama hilang di dalamnya. Hal ini setidaknya untuk menghindari juga perasaan ikut-ikutan terhadap hal-hal baru yang belum bisa dikuasai karena jika ikut-ikutan, Sahabat malah akan menjadi stres sehingga Sahabat malah tidak menjadi bahagia.

    Berkomunikasi Secara Online dengan Teman

    Apabila Sahabat butuh teman bicara karena merasakan kesepian di tengah pandemi, Sahabat juga bisa melakukan komunikasi secara online dengan teman dekat atau keluarga. Ketika Sahabat bisa berkomunikasi meski secara online, Sahabat akan merasakan energi positif bagi tubuh.

    Meningkatkan Aktivitas Fisik

    Melawan kesepian juga dilakukan dengan melakukan dan meningkatkan aktivitas-aktivitas fisik seperti berolahraga. Ketika Sahabat melakukannya ada efek menyenangkan yang didapat setelah selesai dengan hal tersebut.

    Efek menyenangkan itu sangat bagus tak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga untuk kesehatan mental. Untuk hal ini Sahabat bisa melakukannya secara perlahan setiap harinya, dan catat setiap kemajuan yang ada.

    Memelihara Hewan

    Memelihara hewan juga dapat menjadi terapi untuk melawan kesepian karena hewan yang dipelihara itu bisa menjadi teman interaksi. Meski begitu, Sahabat disarankan untuk selektif dalam memiliki hewan peliharaan.

    Untuk masa pandemi ini, hewan yang dianjurkan dipelihara adalah dari kelompok mamalia seperti kucing dan anjing karena hewan-hewan ini juga bisa memberikan feedback secara emosional kepada Sahabat. Sedangkan untuk kelompok reptil tidak disarankan karena reptil tidak mempunyai emosi yang berkembang.

    Hindari Media Sosial

    Banyak orang yang merasa kesepian, stres, dan depresi justru melarikan dirinya ke media sosial sebagai obat penenang. Alih-alih mendapatkan ketenangan, justru hal-hal negatif yang akan Sahabat dapatkan. Sebab, media sosial malah menjadi ajang pamer dan membanding-bandingkan kondisi. Tentu hal tersebut belum dapat diterima semua orang termasuk Sahabat.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Kesepian yang Sahabat Alami Menjadi Kronis?

    Apabila Sahabat benar-benar mengalami hal yang demikian, disarankan untuk segera menghubungi psikolog demi menjalani konsultasi dan terapi yang sesuai dengan kondisi yang dialami Sahabat. Setidaknya, mereka akan membantu Sahabat dalam permasalahan ini.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Kapan Terbeban Covid-19 Berakhir

    Itulah beberapa cara mengatasi kesepian di tengah pandemi yang bisa Sahabat lakukan ketika mengalami kesepian. Sahabat juga konsultasi mengenai perasaan kesepian ini di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cara Mengatasi Kesepian, Mulai dari Kenali Diri Sendiri [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210202151125-284-601368/cara-mengatasi-kesepian-mulai-dari-kenali-diri-sendiri
    2. Kesepian, Pemantik Masalah Kesehatan Mental [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210205195232-260-602939/kesepian-pemantik-masalah-kesehatan-mental
    3. Pandemi Bikin Orang Merasa Kesepian, Gangguan Mental? : Okezone Tren [Internet]. https://www.okezone.com/. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.okezone.com/tren/read/2020/11/02/620/2302789/pandemi-bikin-orang-merasa-kesepian-gangguan-mental
    Read More
  • Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan. Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan Bermain […]

    Cara Mencegah Kecanduan Game Online di Tengah Masa Pandemi

    Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan.

    Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan

    Bermain game melalui gadget di masa pandemi, memang cukup membantu mengisi waktu luang selama beraktivitas dari rumah. Namun tanpa disadari, banyak orang bermain game tanpa mengenal waktu hingga melupakan keadaan di sekitarnya.

    Hal ini tentu saja tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, tubuh dapat mengalami kelelahan, mata kering dan terasa lelah, ambeien, hingga dapat mengalami sindrom terowongan karpal. Secara mental, dampak yang dapat ditimbulkan yaitu mengalami gaming disorder atau perilaku bermain game yang tidak terkendali dan mengganggu aktivitas.

    Mengapa Banyak Anak dan Remaja yang Kecanduan?

    Kecanduan game online biasanya dialami anak dan remaja. Ada beberapa faktor penyebab mengapa anak dan remaja bisa kecanduan game online, terutama di masa pandemi Covid-19 yaitu :

    Jenis Game yang Selalu Berkembang

    Jenis dan tema game dari waktu ke waktu selalu berkembang. Para pengembang game selalu membuat dan memperbanyak fitur dalam game seperti karakter, senjata, dan yang lainnya. Hal ini tentu tidak akan membuat para gamer bosan dan selalu penasaran untuk bermain tanpa henti.

    Game Lebih Bersifat Interaktif

    Kebanyakan game yang dimainkan sekarang bersifat lebih interaktif, seperti halnya media sosial. Hal ini tentunya menjadi daya tarik terutama bagi gamers dalam komunitas yang sama.

    Berbagai Kompetisi dengan Hadiah yang Menjanjikan

    Bermain game online pada akhirnya bukan hanya sekedar bermain game seperti yang biasa dilakukan di jaman dulu, karena saat ini banyak komunitas game yang seringkali menggelar acara kompetisi bahkan dalam skala global. Kompetisi yang diselenggarakan menjadi daya tarik bagi para gamers karena banyak hadiah yang ditawarkan.

    Tantangan dan Kemampuan yang Selalu Bertambah

    Game yang dimainkan juga menuntut para gamers untuk menyelesaikan setiap tantangan yang ada, hal ini tentu menambah rasa penasaran. Setiap tantangan yang diselesaikan akan menambah kemampuan para pemain, dan hal ini dapat memberikan kepuasan tersendiri.

    Menimbulkan Emosi yang Beragam

    Banyaknya tantangan dalam game dapat menimbulkan berbagai emosi bagi para gamers, misalnya rasa tegang, cemas, marah, atau bahkan bahagia. Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan di dunia nyata, emosi menjadi tidak stabil bahkan dapat mengalami cemas dan gelisah jika tidak memainkan game hingga selesai.

    Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak

    Menciptakan Dunia Imajinasi

    Beberapa permainan dalam game memungkinkan para gamers membangun dunia sesuai imajinasi, seperti membentuk sebuah karakter. Hal tersebut terasa menyenangkan, namun juga dapat menjadi sebuah pelarian dari dunia nyata yang membuat para gamers tenggelam dalam imajinasi yang diciptakan.

    Seperti Apa Tanda Kecanduan Game?

    Berikut ini adalah beberapa tanda kecanduan bermain game online yang dapat dialami anak dan remaja:

    • Terlalu asyik bermain game
    • Jikadipaksa berhenti bermain, muncul rasa sedih, cemas, hingga marah
    • Bermain game lebih banyak untuk menghabiskan waktu
    • Tidak mampu mengurangi waktu bermain
    • Kehilangan minat pada kegiatan lain
    • Terus bermain meskitahu dapat menimbulkan permasalahan
    • Berbohong, mengenai jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain game
    • Bermain untuk menghilangkan suasana hati yang buruk

    Lalu Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Kecanduan game online di masa pandemi memang merupakan hal yang kurang baik bagi kesehatan sehingga dapat mengkhawatirkan. Namun hal ini dapat dicegah dengan beberapa langkah berikut:

    Menata Kembali Aktivitas Harian

    Bermain game online dengan durasi yang cukup lama hingga seharian, dapat mengganggu aktivitas lain yang lebih penting hingga terlupakan.

    Karena itu, Sahabat bisa mencegahnya dengan menata kembali aktivitas harian, membuat skala prioritas aktivitas, masukkan aktivitas harian yang menyenangkan dan bermanfaat, dan kurangi waktu bermain game.

    Lakukan Kegiatan Lain yang Bermanfaat

    Untuk mengatasi rasa bosan, dapat dialihkan dengan melakukan kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat misalnya melakukan olahraga ringan dan membaca buku serta menonton kanal-kanal yang memberikan informasi bermanfaat.

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua, bisa memberikan contoh yang baik pada anak dan remaja untuk melakukan aktivitas bermanfaat seperti membersihkan rumah bersama sama.

    Batasi Penggunaan Gadget dan Kurangi Budget Bermain Game

    Kemudahan mengakses game melalui gadget atau smartphone tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk mencegah sekaligus mengobati kecanduan game online. Sahabat bisa meminta anak dan remaja untuk mengurangi penggunaan gadget terutama pada jam istirahat siang dan malam.

    Selain itu mulailah untuk mengalokasikan dana yang biasa dipakai anak dan remaja untuk bermain game, untuk hal yang lebih penting dan berguna di masa depan.

    Lakukan Secara Bertahap

    Ketika Sahabat hendak mencegah dan mengurangi kecanduan game online pada anak dan remaja, tentunya harus dilakukan secara bertahap. Jika dilakukan mendadak, hal tersebut dapat menimbulkan pemberontakan yang luar biasa dari anak dan remaja.

    Perubahan bisa dimulai dengan mengurangi waktu bermain game dalam sehari. Jika biasanya bermain selama 1 jam, lalu kurangi menjadi 30 menit dan seterusnya. Hal ini tentu demi kebaikan anak.

    Hubungi Tenaga Profesional

    Apabila semua cara diatas tidak berhasil dilakukan, Sahabat bisa menghubungi tenaga profesional psikolog maupun dokter psikiater untuk berkonsultasi lebih lanjut.

    Baca Juga: Dampak Buruk Bullying pada Kesehatan Mental Remaja

    Seperti itulah cara mencegah kecanduan game online di tengah pandemi supaya tidak berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kecanduan game online dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

     

    1. Wuragil Z. Kecanduan Game Online di Masa Pandemi, Waspada Gaming Disorder [Internet]. Tempo. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1395728/kecanduan-game-online-di-masa-pandemi-waspada-gaming-disorder
    2. Alasan Kecanduan Main Game dan Cara Berhenti dari kecanduan – Cermati.com [Internet]. Cermati.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.cermati.com/artikel/alasan-kecanduan-main-game-dan-cara-berhenti-dari-kecanduan
    3. Anak Kecanduan Game, Bagaimana Mengatasinya? – Yayasan Pulih [Internet]. Yayasanpulih.org. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: http://yayasanpulih.org/2020/07/anak-kecanduan-game-bagaimana-mengatasinya/
    4. Tanhati S. Tanda-tanda Anak Kecanduan Game [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/sysilia-tanhati/bahaya-kecanduan-game-pada-anak
    5. Dampak Buruk Main Game Bagi Kesehatan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/453922/dampak-buruk-main-game-bagi-kesehatan

     

    Read More
  • Salah satu syarat penerima vaksin Corona adalah tidak menderita penyakit autoimun. Alasannya, untuk menghindari efek samping parah yang tidak diinginkan. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Meski diperbolehkan disuntik vaksin tentunya harus melalui beberapa pertimbangan. Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19? Apa itu Penyakit Autoimun? Penyakit autoimun […]

    9 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi Pada Tubuh

    Salah satu syarat penerima vaksin Corona adalah tidak menderita penyakit autoimun. Alasannya, untuk menghindari efek samping parah yang tidak diinginkan. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Meski diperbolehkan disuntik vaksin tentunya harus melalui beberapa pertimbangan.

    jenis penyakit autoimun

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Apa itu Penyakit Autoimun?

    Penyakit autoimun adalah suatu kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki manusia keliru sehingga menyerang tubuh, bukan virus atau bakteri. Dalam kasus ini sistem kekebalan tubuh salah menganggap bagian tubuh seperti persendian atau kulit sebagai benda asing.

    Akibatnya, sistem kekebalan melepaskan protein bernama autoantibodi untuk menyerang sel sehat. Beberapa jenis penyakit autoimun umumnya hanya menargetkan satu organ seperti diabetes tipe 1 yang merusak pankreas. Namun dalam beberapa kasus penyakit autoimun lainnya dapat memengaruhi seluruh tubuh seperti lupus atau disebut juga SLE (Systemic Lupus Erythematosus)

    Apa Saja Jenisnya?

    Jenis penyakit autoimun cukup banyak, tercatat ada lebih dari 80 jenis. Namun yang dibahas hanya beberapa macam penyakit autoimun yang sering terjadi pada tubuh. Apa saja itu? Yuk, Sahabat Sehat, mari kita simak bersama-sama!

    Rheumathoid Arthritis

    Penyakit autoimun pertama yang sering terjadi pada tubuh adalah rheumathoid arthritis. Penyakit ini menyerang sendi, dan bahkan hingga mata, kulit, atau jantung. Penyakit ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri sendi, bengkak, dan kekakuan sendi yang parah.

    Produk Terkait: Jual Borobudur untuk Nyeri Sendi

    Rheumathoid arthritis dapat mengakibatkan kerusakan sendi permanen dan deformitas (perubahan bentuk) pada tubuh. Untuk mengatasinya, Sahabat disarankan mengkonsumsi obat anti radang.

    Giant Cell Myocarditis

    Penyakit autoimun ini disebut yang paling fatal karena berhubungan dengan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini terjadi akibat adanya peradangan pada otot jantung. Gejala yang biasa dialami berupa pembengkakan di pergelangan kaki, nyeri dada, jantung berdebar, kelelahan, dan sesak napas.

    Lupus

    Lupus merupakan salah satu jenis autoimun yang awalnya oleh para ilmuwan disebut sebagai penyakit kulit karena menimbulkan ruam. Namun seiring berjalannya waktu, penyakit ini dimasukkan sebagai penyakit autoimun karena ternyata dapat mempengaruhi seluruh tubuh seperti persendian, ginjal, otak, dan jantung. Gejalanya berupa nyeri sendi, kelelahan, dan ruam.

    Produk Terkait: Cek Lab SLE Diagnos

    Multiple Sclerosis

    Jenis penyakit autoimun ini adalah penyakit jangka panjang yang dapat mempengaruhi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik di mata. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada penglihatan, keseimbangan, kontrol otot, dan fungsi dasar tubuh.

    Efek dari penyakit ini tidaklah sama pada setiap orang. Beberapa disebut mengalami gejala ringan, efek lainnya dapat mengalami kesulitan bergerak dan beraktivitas untuk kegiatan sehari-hari. Kondisi ini terjadi bila sistem kekebalan tubuh menyerang materi lemak, myelin (yang melindungi serat saraf dari kerusakan) dan pembentukan jaringan parut.

    Diabetes Tipe 1

    Kondisi autoimun pada tubuh seseorang juga dapat menyebabkan tidak mempunyai insulin sama sekali. Hal ini akibat diserang dan dihancurkannya pankreas yang merupakan organ tubuh penting untuk menghasilkan insulin. Kondisi autoimun yang demikian menyebabkan terjadinya Diabetes Melitus tipe 1.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes Atau Kencing Manis

    Insulin sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama dalam kaitannya dengan produksi energi dalam membantu aktivitas sehari-hari dan mengatur kadar gula darah. Jika energi yang dihasilkan kurang, tentu akan berdampak pada kinerja dan kondisi tubuh.

    Pada kondisi diabetes tipe 1 terjadi penumpukan kadar gula dalam tubuh akibat gangguan produksi insulin, yang dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Untuk mengatasinya, pasien disarankan untuk menyuntikkan insulin secara rutin.

    Penyakit Addison

    Penyakit Addison adalah salah satu jenis penyakit autoimun, yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar adrenal yang terdapat di ginjal. Akibatnya, kelenjar ini mengeluarkan banyak hormon yang menyebabkan kelemahan pada otot, kulit terlihat gelap, menurunnya denyut jantung atau tekanan darah, serta mudah lelah.

    Penyakit Graves

    Penyakit Graves adalah salah satu jenis penyakit autoimun yang berhubungan dengan kelenjar tiroid, sehingga menyebabkan produksi hormon tiroid berlebih.

    Salah satu fungsi hormon tiroid adalah untuk mengontrol penggunaan energi tubuh yang disebut metabolisme. Kelebihan hormon ini dapat meningkatkan aktivitas tubuh dan menyebabkan timbulnya keluhan berupa gugup, berdebar, mudah merasa panas, penurunan berat badan, dan mata terlihat melotot (disebut juga eksoftalmus).

    Myasthenia Gravis

    Penyakit autoimun ini mempengaruhi kerja saraf yang membantu otak dalam mengontrol otot. Jika komunikasi dari saraf ke otot terganggu, sinyal tidak dapat mengarahkan otot untuk berkontraksi. Hal ini dapat menyebabkan kelemahan otot, dan akan terasa saat  beraktivitas namun membaik saat beristirahat.

    Alopecia

    Alopecia adalah istilah medis untuk menyebut kerontokan rambut, hal ini disebabkan karena adanya stres. Penelitian menunjukan 70% dari 500 pasien yang menderita Alopecia, ternyata mengalami stres. Masalah ini timbul ketika tubuh menyerang folikel rambut. Kerusakan yang ditimbulkan tidak permanen, namun rambut dapat terlihat menipis, atau patah-patah.

    Baca Juga: 7 Makanan Pencegah Kebotakan Pada Pria

    Itulah Sahabat Sehat mengenai jenis penyakit autoimun yang sering terjadi pada tubuh, dan perlu diwaspadai. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai autoimun dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 14 Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/02/28/170800768/14-jenis-penyakit-autoimun-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    2. Nabila F. 7 Jenis Penyakit Autoimun yang Umum Ditemui Sehari-hari [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326451/7-jenis-penyakit-autoimun-yang-umum-ditemui-sehari-hari?single
    3. 10 Penyakit Autoimun yang Paling Umum Dialami Ditemui di Masyarakat Semua Halaman | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/10-penyakit-autoimun-yang-paling-umum-dialami-ditemui-di-masyarakat.html?page=all
    4. Penderita Autoimun Belum Bisa Divaksin Covid-19, Ini Alasannya | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210113/106/1342267/penderita-autoimun-belum-bisa-divaksin-covid-19-ini-alasannya
    5. Giant Cell Myocarditis – NORD (National Organization for Rare Disorders) [Internet]. NORD (National Organization for Rare Disorders). 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://rarediseases.org/rare-diseases/giant-cell-myocarditis/
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja