Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 151–160 of 1026 results

  • Dampak negatif merokok selama ini banyak dikaitkan dengan penyakit pada organ-organ vital dalam tubuh yang berhubungan dengan pernapasan seperti paru-paru dan jantung. Selain itu, merokok ternyata  dapat menyebabkan kanker seperti kanker paru-paru, kanker kandung kemih, dan kanker serviks. Namun, ternyata merokok juga dapat membahayakan organ penglihatan kita, yaitu mata. Baca Juga: Dampak Langsung Merokok Setelah […]

    Apa Saja Dampak Negatif Merokok Bagi Kesehatan Mata?

    Dampak negatif merokok selama ini banyak dikaitkan dengan penyakit pada organ-organ vital dalam tubuh yang berhubungan dengan pernapasan seperti paru-paru dan jantung. Selain itu, merokok ternyata  dapat menyebabkan kanker seperti kanker paru-paru, kanker kandung kemih, dan kanker serviks. Namun, ternyata merokok juga dapat membahayakan organ penglihatan kita, yaitu mata.

    dampak negatif merokok

    Baca Juga: Dampak Langsung Merokok Setelah Buka Puasa

    Dampak Negatif Merokok Bagi Kesehatan Mata

    Dilansir dari American Academy of Ophtalomology, berikut adalah dampak negatif merokok bagi kesehatan mata yang perlu Sahabat ketahui:

    Mata kering

    Dampak negatif pertama adalah Sahabat akan mengalami mata kering. Kondisi ini diakibatkan oleh kurangnya produksi air mata. Hal yang dirasakan adalah mata terasa lebih gatal, perih, terbakar, dan memerah.

    Katarak

    Selain mata kering, dampak berikutnya adalah katarak. Penyakit ini dapat mengaburkan lensa kuning alami mata Sahabat. Akibatnya, penglihatan menjadi kabur dan warna menjadi kusam, pudar, atau kekuningan. Untuk menghilangkannya, katarak harus diangkat melalui operasi.

    Degenerasi Makula

    Ini adalah penyakit yang terjadi ketika makula atau bagian retina menjadi rusak. Rusaknya  makula ini menyebabkan Sahabat kelihatan penglihatan utama dan akhirnya tidak dapat melihat detail dengan bagus. Meski begitu penglihatan perifer atau samping tetap normal. Penyakit ini tidak bisa diobati malah obat-obatan dan pembedahan yang disarankan malah membuat keadaan lebih buruk. Sebuah studi menyimpulkan bahwa perokok dan mantan perokok lebih rentan terkena degenerasi makula daripada yang tidak.

    Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A, Kenali Lebih Jauh Penyakit Ini

    Retinopati Diabetik

    Kondisi ini dialami oleh perokok yang mempunyai Diabetes. Penyakit terjadi karena adanya kerusakan pembuluh darah di mata. Hal ini akan menyebabkan penglihatan kabur atau terdistorsi, dan mungkin mengalami kebutahan. Mengatasi retinopati ini bisa dengan pengobatan dan pembedahan.

    Gangguan Saraf Optik

    Dampak negatif merokok yang juga dirasakan bagi kesehatan mata adalah gangguan saraf optik. Saraf ini menghubungkan mata ke otak. Kerusakannya dapat menyebabkan kebutaan dan glaukoma.

    Uveitis

    Penyakit ini menyerang bagian mata yang disebut dengan uvea, lapisan tengah dinding mata yang menjadi meradang dengan kondisi merah dan bengkak. Efek yang ditimbulkan adalah mata merah, nyeri, dan mengalami masalah pada penglihatan.

    Penyakit Grave

    Ini adalah penyakit pada kelenjar tiroid. Salah satu gejalanya adalah mata melotot. Perokok yang mengidap penyakit ini berisiko mengalami kondisi mata yang semakin parah serta bisa kehilangan penglihatan.

    Pengaruh Merokok bagi Kondisi Mata Bayi Saat Kehamilan

    Selain penyakit-penyakit mata di atas merokok juga sebenarnya secara tidak langsung akan berpengaruh pada kehamilan. Apabila Sahabat merokok saat hamil, bayi yang dilkandung akan berpotensi terkena meningitis 5 kali lebih saat lahir dan mengalami masa tumbuh-kembang. Meningits dapat menyebabkan infeksi mata dan masalah penglihatan lainnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Meningitis

    Selain itu, merokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko melahirkan terlalu dini atau prematur. Kelahiran ini dapat menyebabkan masalah mata yang serius, yang disebut dengan retinopati prematuritas. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi kehilangan penglihatan atau kebutaan permanen. Tak hanya itu, balita dan anak-anak yang berisiko menjadi perokok pasif, menurut sebuah penelitian, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan mata saat berusia 6 tahun.

    Cara Melindungi Mata dari Asap Rokok

    Bagi Sahabat yang tidak ingin terpapar asap rokok yang tentu saja berbahaya bagi kesehatan mata sehingga menjadi perokok pasif, berikut ini adalah cara-caranya:

    • Tidak membolehkan orang merokok di dalam rumah
    • Tidak membolehkan orang merokok di dalam mobil Sahabat
    • Buat ruang kerja di kantor menjadi no smoking area
    • Pilih area tanpa merokok jika berada di tempat umum
    • Jaga jarak dengan perokok jika terpaksa satu ruangan
    • Tawarkan dukungan berhenti merokok

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    Itulah dampak negatif merokok bagi kesehatan mata yang perlu Sahabat ketahui. Karena itu, bagi Sahabat yang masih aktif merokok, berhentilah, dan bagi Sahabat yang pasif agar menghindari. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut tentang bahaya merokok dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media K. Rokok Sebabkan 50 Persen Kematian Akibat 12 Jenis Kanker, Kok Bisa? [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://sains.kompas.com/read/2019/07/11/163500123/rokok-sebabkan-50-persen-kematian-akibat-12-jenis-kanker-kok-bisa-
    2. Smoking and Eye Disease [Internet]. American Academy of Ophthalmology. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://www.aao.org/eye-health/tips-prevention/smokers
    3. Tips Menghindari Asap Rokok Bagi Perokok Pasif [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-1694173/tips-menghindari-asap-rokok-bagi-perokok-pasif

     

    Read More
  • Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat […]

    Long-Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Kembali Covid-19 memberikan kondisi yang dinamakan dengan long-hauler. Kondisi ini adalah gejala yang membuat para pengidap virus mengalaminya selama berbulan-bulan setelah terinfeksi. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, berdasarkan sebuah penelitian gejala ini menimpa sekitar 10% penderita. Adanya gejala ini membuktikan bahwa sebenarnya orang yang terkena Covid-19 tidak selalu sembuh dalam 2 minggu, virus ini dapat bertahan hingga 6 minggu. Long-hauler dapat menyerang siapa saja, tidak peduli muda, tua, sehat, penderita penyakit kronis, yang dirawat di rumah sakit atau tidak.

    long hauler

    Baca Juga: Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks Pasien Covid-19

    Seperti Apa Gejalanya?

    Meskipun informasinya terbatas mengenai gejala panjang yang dialami oleh penyintas Covid-19, beberapa kasus melaporkan bahwa gejala persisten ditandai  sebagai berikut:

    • Batuk
    • Sesak di dada
    • Sesak napas
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Diare

    Gejala lain yang dilaporkan seperti:

    • Kelelahan
    • Brain fog
    • Sulit berkonsentrasi
    • Penciuman tidak setajam di awal

    Apakah Gejala pada kondisi Ini Menular?

    Tentu saja gejala pada kondisi ini menular, dan penularannya dapat hilang setelah seminggu atau lebih. Orang-orang yang terkena gejala ini diketahui akan memilikinya dalam waktu sebulan atau lebih meskipun sudah didiagnosis negatif saat tes swab. Selain itu, disebutkan bahwa gejala ini dapat memberi efek jangka panjang penuh yang dapat berpengaruh pada organ-organ tubuh seperti ginjal, paru-paru, dan jantung.

    Baca Juga: Tanda dan Gejala Covid-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia. Yuk, Kenali Perbedaannya!

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Gejala Ini dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Segera hubungi dokter setelah 28 hari terkena Covid-19 tetapi Sahabat masih merasakan gejala sisanya. Selain dengan pengobatan ke dokter, cara lain yang bisa dilakukan secara mandiri adalah selalu meminum banyak cairan agar tetap terhidrasi, istirahat yang cukup, kelola stres dengan baik, dan makan yang teratur.

    Baca Juga: Mengenal Covid Tongue, Gejala Covid-19 pada Lidah

    Itulah Sahabat mengenai long-hauler Covid yang dirasakan oleh penyintas Covid-19, kondisi gejala sisa yang bertahan cukup lama meskipun penderita dinyatakan sembuh. Yuk, Sahabat, tetap terapkan 5M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. What It Means to Be a Coronavirus “Long-Hauler” [Internet]. Health Essentials from Cleveland Clinic. 2021 [cited 1 February 2021]. Available from: https://health.clevelandclinic.org/what-it-means-to-be-a-coronavirus-long-hauler/
    2. Callard F, Perego E. How and why patients made long Covid. Social Science and Medicine.2021:268;113426.
    3. Center for Diseases Control. Late sequelae of Covid-19. 2020. [Internet]. Available at: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/clinical-care/late-sequelae.html(cited February 3,2021).
    Read More
  • Sejak awal 2021, Indonesia sering dilanda banyak bencana alam. Mulai dari gempa di Sulawesi Barat, gunung api meletus di Pulau Jawa hingga banjir di Kalimantan Selatan. Kondisi yang demikian sebenarnya berkaitan dengan langsung dengan letak geografis Indonesia yang dikelilingi oleh 3 lempeng tektonik aktif, deretan gunung api aktif yang merupakan bagian dari ring of fire […]

    Bencana Datang, Yuk, Sahabat, Persiapkan Tas Siaga Bencana!

    Sejak awal 2021, Indonesia sering dilanda banyak bencana alam. Mulai dari gempa di Sulawesi Barat, gunung api meletus di Pulau Jawa hingga banjir di Kalimantan Selatan. Kondisi yang demikian sebenarnya berkaitan dengan langsung dengan letak geografis Indonesia yang dikelilingi oleh 3 lempeng tektonik aktif, deretan gunung api aktif yang merupakan bagian dari ring of fire dan letak geografis yang dilewati garis khatulistiwa.

    tas siaga bencana

    Baca Juga: 5 Langkah Mengatasi Trauma Pasca Bencana Alam

    Selain itu, terdapat kondisi hidrologi yang sangat berpengaruh terhadap fenomena alam yang bisa mengakibatkan bencana seperti angina puting beliung, banjir, banjir bandang, dan longsor. Karena Indonesia adalah negara rawan bencana sudah seharusnya masyarakatnya juga sadar dan siaga akan bencana yang terjadi, Karena itu, perlu sikap, pemikiran, dan perilaku yang tangguh dalam menghadapi bencana.

    BNPB sendiri sebagai badan pemerintah untuk penanggulangan bencana alam di Indonesia telah memberikan panduan bagi Sahabat untuk menyiapkan tas siaga bencana atau TSB di saat bencana terjadi.

    Apa itu Tas Siaga Bencana?

    infografis tas siaga bencana

    Tas siaga bencana adalah tas tahan air atau waterproof yang dipersiapkan anggota keluarga untuk berjaga-jaga apabila ada bencana atau kondisi darurat lainnya. TSB bertujuan untuk Sahabat dalam bertahan hidup saat bantuan belum datang, dan juga untuk memudahkan Sahabat saat dievakuasi menuju ke tempat yang aman.

    Apa Saja yang Perlu Dimasukkan?

    Yang perlu dimasukkan adalah kebutuhan-kebutuhan dasar untuk keadaan darurat selama 3 hari. Isi tas adalah sebagai berikut:

    Surat atau Dokumen Penting

    Ketika akan terjadi bencana, hal yang harus Sahabat perhatikan adalah surat-surat dan dokumen penting. Mengapa? Karena surat dan dokumen tersebut adalah identitas Sahabat yang tentu saja akan sangat diperlukan dalam keadaan apa pun. Karena itu, agar semua dokumen ini dipersiapkan dengan matang. Surat dan dokumen meliputi:

    • Surat tanah
    • Surat kendaraan
    • Ijazah
    • Akte kelahiran, dan surat-surat penting lainnya

    Pakaian Salinan

    Hal selanjutnya yang perlu dimasukkan ke tas bencana adalah pakaian salinan. Bagaimana pun pakaian juga merupakan hal yang penting karena setidaknya pakaian akan melindungi Sahabat dari cuaca panas dan dingin. Siapkanlah pakaian salinan ini untuk 3 hari yang meliputi:

    • Pakaian dalam
    • Celana panjang
    • Jaket
    • Selimut
    • Handuk
    • Jas Hujan

    Makanan Ringan Tahan Lama

    Ketika terjadi bencana, kebutuhan pangan juga perlu untuk memenuhi kebutuhan biologis. Namun, saat bencana pangan yang sebaiknya perlu dipersiapkan adalah makanan ringan yang praktis untuk kondisi darurat. Makanan ini juga harus tahan lama alias tidak cepat kedaluwarsa. Makanan-makanan tersebut adalah:

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Air Minum

    Dalam keadaan darurat bencana pun Sahabat jangan sampai melupakan air minum. Tujuannya supaya Sahabat tetap terhidrasi sehingga Sahabat tidak kehausan dan susah menemukan sumber air yang tepat, yang mungkin rusak atau tercemar karena bencana. Persiapkanlah air minum yang bersih dan higienis untuk kebutuhan selama 3 hari.

    Kotak Obat-obatan

    Ketika Sahabat dalam keadaan siaga bencana, kotak obat-obatan juga harus dimasukkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti Sahabat terluka atau tiba-tiba mengalami sakit saat bencana tiba. Hal ini juga untuk mengantisipasi seandainya pasokan obat-obatan terbatas atau toko obat sangat jauh dari lokasi bencana.

    Produk Terkait: Jual Kotak P3K Kecil

    Radio dan Ponsel

    Di saat terjadi bencana penting untuk bisa mengetahui informasi terbaru mengenai kebencanaan terutama dari pemerintah. Karena itu, jangan lupakan radio beserta ponsel dan powerbank untuk mencegah low battery.

    Alat Bantu Penerangan

    Bencana alam kenyataannya juga dapat melumpuhkan pasokan listrik yang sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari. Kelumpuhan itu menyebabkan seisi kota menjadi gelap saat malam tiba. Tentu hal ini akan sangat menyulitkan bagi Sahabat yang ingin mencari suatu hal yang penting di malam hari. Karena itu, penting untuk menyiapkan alat bantu penerangan untuk kondisi darurat tersebut. Alat bantu itu berupa:

    • Senter
    • Lampu Kepala
    • Korek Api
    • Lilin

    Uang Tunai

    Hal lain yang penting dalam tas siaga bencana adalah perlunya uang tunai, yang tentunya untuk kebutuhan dadakan saat terjadi bencana. Persiapkanlah secukupnya untuk kebutuhan selama 3 hari ke depan.

    Baca Juga: Inilah Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi bagi Korban Selamat

    Peluit

    Jangan lupa persiapkan peluit untuk tanda meminta tolong terutama ketika Sahabat berada di lokasi bencana yang sulit diketahui. Dengan peluit para petugas tentunya akan terbantu ketika akan mengevakuasi ke tempat yang aman.

    Masker

    Masker tentunya sebagai alat bantu pernapasan untuk menyaring udara kotor atau tercemar akibat dari bencana. Namun, di masa pandemi Covid-19 masker juga penting sebagai upaya untuk meminimalkan penyebaran virus terutama di tempat pengungsian.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Perlengkapan Mandi

    Hal terakhir yang perlu dimasukkan ke tas bencana adalah perlengkapan mandi. Meski dalam kondisi bencana pun, Sahabat harus dalam keadaan segar. Karena itu, persiapkanlah perlengkapan-perlengkapan mandi seperti:

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Itulah mengenai tas siaga bencana yang perlu Sahabat persiapkan saat bencana datang. Dengan begini, Sahabat tidak perlu kaget dan bingung serta sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Jangan jadikan bencana sebagai musuh, tetapi jadikanlah kawan serta jadilah pribadi yang tanggap, tangkas, dan tangguh. Jika sudah dalam kondisi darurat segera hubungi 119. Jangan lupakan 5 M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi dan interaksi saat di pengungsian supaya tidak terpapar Covid-19. Untuk informasi terpercaya mengenai obat-obatan dan perlengkapan kesehatan lainnya yang dibutuhkan Sahabat bisa mengakses Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Yanuarto T, Pinuji S, Cipto Utomo A, Toto Satrio I. Buku Saku Tanggap Tanggas Tangguh Menghadapi Bencana. 4th ed. Jakarta: BNPB; 2019.
    Read More
  • Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker, yaitu penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping […]

    Pengaruh Diet & Pola Makan Penderita Kanker

    Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker, yaitu penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping obat-obatan yang sedang mereka minum maupun efek samping dari kemoterapi dan radiasi yang sedang mereka jalani juga menyebabkan nafsu makan menurun. Akibat gangguan makan yang mereka alami selama menderita kanker, hal ini justru akan memperparah kondisi tubuh penderita kanker dan akan jatuh ke dalam situasi kekurangan gizi (malnutrisi).

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai hubungan antara diet dan pola makan pada pasien penderita kanker, ada baiknya kita mengenal apakah penyakit kanker itu, apa penyebab dan apakah gejalanya.

    Kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel dalam tubuh tidak normal. Kanker disebut juga tumor ganas atau neoplasia yang menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya. Gejala dari kanker umumnya beragam sesuai dengan lokasi organ yang terserang kanker. Kanker dapat menyerang bagian tubuh manapun, seperti kanker otak, kanker hati, kanker paru-paru, kanker ovarium, kanker mulut rahim, kanker usus, kanker tulang, kanker kulit dan masih banyak lainnya. Berikut ini jenis kanker terbanyak di Indonesia:

    Jenis Kanker Terbanyak di Indonesia

    Menurut data Kemenkes RI pada tahun 2014, kanker menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Insiden penyakit kanker meningkat 12,7 juta kasus dengan angka kematian 7,6 juta orang pada tahun 2008 dan meningkat pada tahun 2012 dengan 14,1 juta kasus kanker dan angka kematian 8,2 juta orang.

    Gejala yang ditimbulkan kanker umumnya beragam, tergantung dari organ mana yang terserang kanker. Namun secara umum, berikut ini gejala dari kanker:

    • Nyeri
    • Mudah lelah
    • Sesak nafas atau sulit bernafas
    • Mual
    • Diare
    • Berat badan menurun secara drastis

    Sebuah penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa timbulnya jenis kanker dapat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi keadaan geografis dan rasial, berkaitan dengan gaya hidup, serta pola makan yang berbeda. Penelitian menunjukkan orang Jepang yang tinggal di Amerika lebih banyak mengalami kanker kolon. Asupan zat gizi diketahui merupakan faktor penting yang dapat menunjang terjadinya kanker. Masyarakat yang vegetarian mempunyai risiko kanker lebih rendah dibandingkan dengan non vegetarian. Sampai saat ini penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, diduga penyebab kanker berasal dari keturunan atau genetik, kebiasaan yang buruk seperti merokok, minum alkohol, seks bebas tanpa alat pelindung. Paparan radiasi dan infeksi virus maupun bakteri juga diduga dapat menyebabkan kanker.

    Lalu apa kaitannya asupan gizi dengan penyakit kanker? Asupan gizi yang tidak baik bagi tubuh dapat dianggap mencetuskan kanker. Sebaliknya, setelah terjadi kanker, maka akan memengaruhi asupan makanan yang dapat memengaruhi status gizi pasien kanker.

    Gangguan zat gizi yang dilami penderita kanker dapat disebabkan asupan makanan yang kurang maupun gangguan penyerapan nutrien gizi di usus akibat kanker yang dialami.

    Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyakit kanker yaitu asupan lemak, konsumsi lemak dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan kanker, sebab lemak mempunyai sifat Cancer Promoting. Misalnya konsumsi lemak berlebih, akan memicu peningkatan hormon esterogen yang merangsang tumbuhnya kanker payudara.

    Selain itu, konsumsi lemak berlebih akan merangsang keluarnya cairan empedu berlebih, selanjutnya mikroorganisme di usus akan diubah menjadi zat karsinogenik. Lemak yang biasa dikonsumsi biasanya adalah lemak jahat atau PUFA (Asam lemak poliunsaturated) yang mengalami proses hidrogenasi akan membentuk asam lemak trans, yang akan merangsang timbulnya kanker.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Seseorang yang divonis kanker akan mengalami ketakutan, kecemasan dan stres yang merangsang hormon katekolamin, yaitu hormon yang dapat menurunkan nafsu makan (anoreksia). Penurunan nafsu makan akan diikuti dengan penurunan berat badan yang drastis, yang akan berakibat kakesia (ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan zat gizi yang dibutuhkan tubuh), kakesia yang berlangsung lama akan menyebabkan kekurangan gizi (malnutrisi). Sebanyak 20-50% penderita kanker akan mengalami masalah gizi malnutrisi. Selain karena efek samping dari kondisi psikologis pasien kanker, malnutrisi juga dapat disebabkan karena efek samping pengobatan kanker, yang menyebabkan efek samping mual, muntah, gangguan menelan, diare atau gangguan penyerapan makanan pada usus.

    Dalam hal ini, dukungan keluarga sangat dibutuhkan, dengan cara memberikan motivasi pada penderita kanker agar mengonsumsi makanan untuk mendukung daya tahan tubuhnya. Keluarga sebaiknya mengawasi makanan agar pasien kanker tidak semakin parah. Asupan gizi sangat berperan penting sejak penderita kanker didiagnosis, pelaksanaan pengobatan sampai penyembuhan.

    Pada penderita kanker, kebutuhan gizi akan meningkat akibat proses keganasannya. Selain itu, pengobatan penyakit kanker, radioterapi dan kemoterapi akan lebih berguna apabila status gizi pasien dalam keadaan baik. Penatalaksanaan makanan dengan memaksimalkan asupan makanan sangat berguna untuk mengurangi gejala akan efek samping pengobatan sehingga pengobatan dapat dilakukan secara maksimal sampai tahap terakhir.

    Berikut ini anjuran asupan makanan yang baik bagi penderita kanker :

    1. Konsumsi makanan yang mengandung cukup karbohidrat seperti nasi, gandum, kentang dan umbi-umbian. Karbohidrat sangat baik bagi kanker sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan selama proses pengobatan, agar tidak terjadi efek samping pengobatan seperti lemas dan rentan terhadap infeksi bakteri, virus maupun jamur.
    2. Konsumsi sayur dan buah. Makanan yang mengandung sayur dan buah, kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, asam folat, serta mineral dan antioksidan yang bermanfaat mencegah sembelit atau konstipasi. Selain itu, antioksidan berfungsi untuk melarutkan sisa metabolisme obat kemoterapi dalam tubuh, sel kanker yang rusak atau sel kanker yang mati dalam tubuh akibat pengobatan.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging, telur, tahu, tempe dan susu. Protein berfungsi sebagai zat pembangun bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh yang rusak akibat kanker maupun akibat pengobatan kanker. Selain itu, protein berfungsi sebagai sumber energi tambahan apabila sumber energi dari lemak dan karbohidrat kurang di dalam tubuh.

    Baca Juga: Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Kolon pada Dewasa Muda

    Nah, Sahabat itulah ulasan seputar diet dan pola makan pada penderita kanker. Informasi kesehatan maupun produk kesehatan terkait, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Kusumawardani N. PENANGANAN NUTRISI PADA PENDERITA KANKER [Internet]. Ejournal.litbang.depkes.go.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/940
    2. [Internet]. Iccc.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: iccc.id/uploads/201801/TERAPI_NUTRISI_PADA_PASIEN_KANKER.pdf
    3. Danty Putri S, Adiningsih S. Peranan Dukungan Pendamping dan Kebiasanaan Makan Pasien Kanker Selama Menjalani Terapi. Universitas Airlangga [Internet]. 2018 [cited 25 September 2018];:1-9. Available from: webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Z1C2VXkeomoJ : e-journal.unair.ac.id/MGI/article/download/3376/2417+&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id
    4. Coa K, Epstein J, Ettinger D, Jatoi A, McManus K, Platek M et al. The Impact of Cancer Treatment on the Diets and Food Preferences of Patients Receiving Outpatient Treatment. Nutrition and Cancer. 2015;67(2):339-353.
    5. Nutrition and Physical Activity During and After Cancer Treatment: Answers to Common Questions [Internet]. Cancer.org. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/nutrition-and-physical-activity-during-and-after-cancer-treatment.html
    Read More
  • Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. […]

    Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. Namun yang perlu diingat, sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor jinak atau non kanker bersifat tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak menciptakan tumor baru. Sedangkan kanker ganas menyusuri sel sehat , mengganggu fungsi dari tubuh dan menarik nutrisi dari jaringan tubuh.

    Baca Juga: Ini 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Kanker akan terus tumbuh dan menyebar melalui perluasan langsung atau melalui proses yang disebut metastasis, dimana sel–sel ganas akan berjalan melalui jalur limfatik atau pembuluh darah dan akhirnya membentuk tumor baru di bagian tubuh lainnya.

    Ada 5 jenis utama kanker yaitu karsinoma, sarcoma, melanoma, limfoma, dan leukemia. Karsinoma, merupakan kanker yang paling sering didiagnosis, dapat berasal dari kulit, paru–paru, payudara, pankreas dan organ kelenjar lainnya. Limfoma adalah kanker limfosit. Leukimia adalah kanker darah, biasanya tidak membentuk tumor padat.  Sarkoma dapat muncul di tulang, otot, lemak, pembuluh darah, tulang rawan, jaringan lunak, atau jaringan ikat lainnya dari tubuh. Sedangkan melanoma adalah kanker yang muncul di sel–sel yang membuat pigmen kulit.

    Kanker telah ada dari dahulu kala, tapi pengetahuannya hingga sekarang masih berkembang. Dokter yang ahli di bidang kanker atau disebut sebagai dokter onkologi telah membuat kemajuan luar biasa dalam diagnosis, pencegahan, dan pengobatan kanker. Hingga hari ini, lebih banyak orang yang telah terdiagnosis kanker dapat hidup lebih lama, tapi beberapa bentuk kanker tetap sulit ditangani. Perawatan modern yang terdapat saat ini secara umum meningkatkan kualitas hidup dan dapat memperpanjang kelangsungan hidup.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Semakin cepat kanker terdiagnosis dan diobati, maka semakin baik juga peluangnya untuk sembuh. Beberapa jenis kanker seperti pada kulit, payudara, mulut, testis, prostat dan rektum dapat dideteksi dengan pemeriksaan dini rutin sebelum menjadi gejala serius lainnya muncul.

    Diagnosis kanker dimulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan riwayat medis lengkap. Pemeriksaan darah, urin dan tinja dapat pula dilakukan. Ketika tumor dicurigai, pemeriksaan seperti x ray, CT scan, MRI USG dan pemeriksaan endoskopi dapat membantu dokter untuk menentukan lokasi serta ukuran dari kanker. Biopsi perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnosis yaitu sampel jaringan yang diduga tumor dikeluarkan dari tubuh dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa apakah terdapat sel kanker.

    Jika sudah terdiagnosis positif kanker, tahap selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter ialah memastikan apakah terdapat penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Jika hasil biopsi telah positif untuk kanker, Sahabat dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter onkologi sebelum pengobatan dimulai.

    Sedangkan untuk pengobatan menghilangkan tumor atau memperlambat pertumbuhannya, tergantung dari jenis dan stadium dari kanker, seperti:  

    • Operasi, merupakan prosedur yang akan digunakan oleh dokter bedah untuk menghilangkan kanker dari tubuh Sobat.
    • Radioterapi, pilihan terapi ini akan menggunakan radiasi dosis tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor.
    • Kemoterapi, terapi dengan menggunakan Sobat untuk membunuh sel kanker.
    • Terapi hormon, digunakan untuk membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan dari kanker payudara dan prostat.
    • Imunoterapi, terapi ini membantu imunitas tubuh untuk melawan kanker.

    Pilihan dari teknik pengobatan yang akan dipilih oleh dokter onkologi tentunya merupakan kombinasi dari pilihan terapi. Kombinasi terapi ini tidak luput dari efek samping yang dapat diderita oleh pasien kanker. Efek samping dapat terjadi karena terapi tidak hanya membunuh sel kanker, namun juga membunuh dan memperlambat sel-sel sehat lainnya. Efek samping yang sering dikeluhkan seperti kelelahan, mual, muntah dan rambut rontok.

    Baca Juga:  10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Perawatan suportif dari perawat dan keluarga juga sangat penting pada pengobatan kanker. Tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya, menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan dukungan baik secara emosional, psikologi, dan logistik kepada pasien. 

    Olahraga ringan juga baik dilakukan untuk mengendalikan kelelahan, ketegangan otot, dan kecemasan pada mereka yang menderita kanker. Olahraga juga telah terbukti meningkatkan hasil terkait pengobatan kanker.

    Pengendalian dari nutrisi juga berperan penting dalam mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kanker lebih umum terjadi pada beberapa orang dengan pola diet tertentu, seperti kanker kolorektal (usus besar) lebih sering terjadi pada orang yang sering mengonsumsi daging. Dari penelitan juga ditemukan beberapa suplemen dapat meningkatkan risiko kanker, seperti risiko kanker paru pada perokok yang rutin mengonsumsi beta karoten dan risiko kanker prostat pada pria yang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi.

    Nah Sahabat, semoga pembahasan mengenai kanker dan pengobatannya ini dapat membantu, terutama jika teman atau kerabat Sobat terdiagnosis kanker. Ingat, segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter ahli. Lalu, bagi Sahabat yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Understanding Cancer- Diagnosis and Treatment – webmd.com/cancer/understanding-cancer-treatment#1, diakses pada tanggal 17-11-2018
    2. 5 of The Most Common Types of Cancer – ccsoncology.com/5-of-the-most-common-types-of-cancer/ , diakses pada tanggal 17-11-2018
    3. Know the Most Common Types of Cancer – everydayhealth.com/cancer/know-the-most-common-types-of-cancer.aspx, diakses pada tanggal 17-11-2018
    4. Common cancer types – cancer.gov/types/common-cancers, diakses pada tanggal 17-11-2018
    5. Types of cancer treatment – cancer.gov/about-cancer/treatment/types, diakses pada tanggal 17-11-2018
    Read More
  • Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker 

    Penyebab Kanker

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia, yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual, dan muntah.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita. Untuk kanker serviks ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi HPV ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
  • Kanker dan tumor merupakan penyakit yang sukar dibedakan. Terkadang kita masyarakat awam yang tidak mengenal secara detail di dunia kesehatan akan sulit membedakannya. Sebenarnya apa saja perbedaan tumor dan kanker? Simak ulasan 5 perbedaan tumor dan kanker di bawah ini. Perbedaan Tumor dan Kanker 1. Tumor Membengkak, Kanker Bermutasi Pada dasarnya tumor merupakan benjolan dan […]

    Inilah 5 Perbedaan Tumor dan Kanker yang Perlu Sahabat Ketahui

    Kanker dan tumor merupakan penyakit yang sukar dibedakan. Terkadang kita masyarakat awam yang tidak mengenal secara detail di dunia kesehatan akan sulit membedakannya. Sebenarnya apa saja perbedaan tumor dan kanker? Simak ulasan 5 perbedaan tumor dan kanker di bawah ini.

    beda tumor dan kanker

    Perbedaan Tumor dan Kanker

    1. Tumor Membengkak, Kanker Bermutasi

    Pada dasarnya tumor merupakan benjolan dan terdapat pada selaput yang menyelimutinya. Sedangkan kanker merupakan kerusakan DNA yang menyebabkan proses mutasi sel kanker. Dari sini dapat diketahu kanker lebih berbahaya.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Pacu Kanker Payudara

    2. Tumor Jinak dan Ganas, Kanker Bisa Saja Tumor Ganas

    Tumor dapat dibagi menjadi dua, yakni tumor jinak dan tumor ganas. Tumor jinak sangat mudah untuk diatasi, misalnya saja mengangkat sel tumor dalam tubuh. Sedangkan sel ganas sulit untuk diatasi. Kanker merupakan tumor yang sangat ganas. Jadi kanker bisa juga disebut dari perkembangan tumor yang amat ganas.

    3. Pertumbuhan Tumor Lambat, Pertumbuhan Kanker Sangat Cepat

    Pertumbuhan pada tumor cenderung lambat, memerlukan proses bertahun-tahun baru dapat diketahui petumbuhannya dan dapat dirasakan sakitnya. Sedangkan sel-sel kanker tumbuh dengan sangat cepat.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda Dari Kanker Serviks

    4. Tumor Mudah Diatasi, Kanker Membutuhkan Waktu Lama untuk Mengatasinya

    Tumor, terutama tumor jinak tidaklah berbahaya jika dekatahui sejak dini dan dapat segera dioperasi. Setelah operasi tumor dinyatakan sembuh. Beda halnya dengan kanker, kanker tidak bisa disembuhkan dengan operasi instan. Kanker hanya bisa disembuhkan dengan kemoterapi dan perawatan khusus secara berkala.

    5. Benjolan Kanker akan Terasa Keras, Benjolan Tumor Cenderung Lebih Kenyal

    Dalam penyakit kanker payudara benjolan dapat dirasakan secara jelas. Benjolan yang terjadi karena kanker biasanya akan terasa keras dan padat ketika diraba. Beda halnya dengan benjolan tumor yang cenderung lebih kenyal.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Kemoterapi

    Kelima hal mendasar itulah yang harus diketahui oleh masyarakat luas. Hal ini berguna agar masyarakat tidak menyalah artikan dan salah konsep mengenai tumor dan kanker. Kanker juga menjadi perhatian oleh pemerintah. Karena kanker sangat berbahaya dan mematikan.

    Demikian artikel mengenai “5 Perbedaan Tumor dan Kanker“. Kenali perbedaan tumor dan kanker, hindari kedua penyakit tersebut dan jagalah tubuh agar tetap sehat. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya.

    Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap tentang tumor dan kanker, serta memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Diulas oleh: dr. Anindi Putri Harjanti

     

    Read More
  • Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 karena merekalah yang menangani langsung pasien pengidap terus. Akan tetapi semakin bertambahnya jumlah kasus pengidap virus setiap harinya tentu saja membuat mereka sangat kelelahan, dan mengalami sindrom burnout. Sindrom ini secara psikologis sudah berisiko menganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan.   Baca Juga: Kasus […]

    Kisah Para Nakes Menghadapi Covid-19 yang Perlu Sahabat Ketahui

    Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam penanganan Covid-19 karena merekalah yang menangani langsung pasien pengidap terus. Akan tetapi semakin bertambahnya jumlah kasus pengidap virus setiap harinya tentu saja membuat mereka sangat kelelahan, dan mengalami sindrom burnout. Sindrom ini secara psikologis sudah berisiko menganggu kualitas hidup dan produktivitas kerja dalam pelayanan kesehatan.

    kisah para nakes menghadapi Covid-19

     

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

    Tingginya risiko menderita burnout syndrome akibat stres yang luar biasa ini dapat mengakibatkan efek jangka panjang. Salah satunya adalah sistem imun yang menurun sehingga menganggu kualitas pelayanan medis. Magister Kedokteran Kerja FKUI mencatat bahwa ada 83% tenaga kesehatan di Indonesia yang mengalami hal tersebut.

    Meski begitu, kenyataannya masih banyak masyarakat yang terlihat abai terhadap kondisi yang dialami para nakes. Mereka menganggap remeh kerja nakes yang sudah luar biasa dalam penanganan sampai harus mengorbankan waktu untuk diri sendiri dan keluarga demi melayani masyarakat. Tidak jarang para nakes juga menjadi korban cemooh masyarakat. Nah, Sahabat Sehat berikut ini kami sajikan beberapa kisah para nakes yang berjuang menangani Covid-19 supaya Sahabat benar-benar tahu seperti apa yang mereka lakukan.

    Rela Berkeringat Penuh Karena Memakai APD

    Di masa pandemi Covid-19 para nakes diwajibkan memakai APD atau alat perlindungan diri untuk melindungi dari paparan Covid-19 secara langsung. Namun jangan dibayangkan jika memakai APD ini enak. Seperti dilansir dari Detik, seorang perawat di Makassar bernama I mengungkapkan bahwa dirinya merasakan panas yang luar biasa sehingga berkeringat penuh ketika APD dibuka.

    Tidak hanya mandi keringat akibat panas luar biasa itu, I mengatakan juga mengalami sejumlah permasalahan pada kulitnya seperti tangan yang memutih dan mengerut. Selain itu, ia mengalami luka di bagian pipi dan hidung setelah memakai APD. Luka itu terbentuk oleh tali di masker . I sendiri mengatakan bahwa ia hanya sanggup memakai APD selama 3 jam. Meski mengalami masalah-masalah di atas, I tetap menunjukkan profesionalitas dan sisi kemanusiaannya sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

    Rela Berpisah dari Keluarga

    Cerita lain dari nakes yang berjuang melawan Covid-19 datang dari Chitra, seorang perawat di salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jakarta. Sejak virus melanda Indonesia ia mengerahkan kemampuan terbaik, tenaga, dan semangat untuk merawan pasien positif virus. Tentu saja hal ini tidaklah mudah karena banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun, ia sadar dengan apa yang dilakukannya bukanlah sekadar profesi tetapi juga untuk kemanusiaan.

    Baca Juga: Mengapa Covid-19 di DKI Jakarta Terus-Menerus Meningkat?

    Ia pun rela berpisah dari keluarga karena dirinya dikhawatirkan akan membawa virus, dan karena itu ia ditempatkan di sebuah hotel oleh pihak rumah sakit. Meski begitu, Chitra mengakui juga membutuhkan hiburan karena stres yang cukup parah dari aktivitas tiada henti yang dilakukan untuk menangani pasien Covid-19. Satu-satunya cara untuk menghibur diri adalah melepas kangen dengan keluarga melalui video-call.

    Rela Terpapar Virus

    Meskipun sudah dilengkapi APD bukan berarti para nakes tidak bisa terkena virus. Kenyataannya, potensi terkena virus cukup besar karena persinggungan langsung dengan para pasien positif Covid-19. Hal ini yang dialami oleh AH, salah seorang perawat di Puskesmas Kalisat, Jember. Ia terkena Covid-19 yang berasal dari pasien puskesmas. Tidak hanya dirinya, tetapi juga keluarganya. Dimulai sang bapak yang diketahui memiliki penyakit komorbid kencing manis lalu merambat pada semua anggota keluarga. Sang Bapak kemudian meninggal dunia. Ia bersama anggota keluarga yang lain kemudian diisolasi di sebuah RSD dr. Soebandi.

    Atas kejadian yang menimpanya ia meminta kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ada, dan jangan meremehkan Covid-19 karena ia yang patuh saja terkena apalagi yang tidak. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk jujur apabila sakit dengan gejala mengarah ke Covid-19. Sebab, apabila tidak jujur hal itu akan sangat berdampak pada orang lain terutama perawat.

    Itulah kisah-kisah para nakes sebagai garda terdepan yang berjuang melawan Covid-19. Mereka merelakan diri bermandi keringat memakai APD, mengalami masalah pada kulit saat memakai APD dan masker, rela berpisah dari keluarga sehingga harus melupakan hal-hal yang menyenangkan dan menghibur, serta rela terpapar virus dalam risiko pekerjaan sebagai nakes. Tentunya hal ini seharusnya menjadi hal bagi Sahabat untuk terus mengapresiasi mereka dan membantu mereka dengan tetap melakukan 3M dan PHBS, serta tetap di rumah saja jika tidak ada keperluan yang cukup mendesak. Jangan sampai pengorbanan mereka sia-sia untuk kemanusiaan ini, dan jangan menyepelekan.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Menggunakannya

    Apabila Sahabat merasa perlu deteksi dini tes Covid-19, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Cara mengakses cukup mudah, Sahabat bisa akses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alam S. Curhat Perawat Soal Gerahnya Pakai APD, Kulit Sampai Keriput dan Terluka [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4970644/curhat-perawat-soal-gerahnya-pakai-apd-kulit-sampai-keriput-dan-terluka
    2. Concerns H. Apresiasi Tenaga Medis yang Telah Berjuang Melawan COVID-19 – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.tribunnews.com/kesehatan/2021/01/18/apresiasi-tenaga-medis-yang-telah-berjuang-melawan-covid-19
    3. Media K. Cerita Satu Keluarga Tenaga Kesehatan Berjuang Sembuh dari Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/10/10/15114661/cerita-satu-keluarga-tenaga-kesehatan-berjuang-sembuh-dari-covid-19?page=all
    4. Cerita Inspiratif Tenaga Medis Covid-19, Pisah dengan Keluarga dan Butuh Hiburan [Internet]. iNews.ID. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.inews.id/travel/destinasi/cerita-inspiratif-tenaga-medis-covid-19-pisah-dengan-keluarga-dan-butuh-hiburan
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh varian virus corona baru, pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina pada akhir 2019 kemarin. Sampai saat ini para ilmuan dan ahli kesehatan masih terus melakukan penelitian untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini, seperti gejala dan cara penanganannya. Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari Umumnya gejala […]

    Tanda dan Gejala COVID-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia. Yuk Kenali Perbedaannya!

    Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh varian virus corona baru, pertama kali teridentifikasi di Wuhan, Cina pada akhir 2019 kemarin. Sampai saat ini para ilmuan dan ahli kesehatan masih terus melakukan penelitian untuk mendalami hal-hal yang berkaitan dengan penyakit ini, seperti gejala dan cara penanganannya.

    tanda dan gejala Covid-19

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Umumnya gejala bisa timbul pada saat seseorang yang terinfeksi terpapar setelah dua hari oleh virus corona, walaupun masa inkubasi pada virus ini sekitar 5-6 hari. Gejala umum yang muncul pada  pasien Covid-19 adalah demam, batuk, sakit kepala, sesak napas, hingga kelelahan. Namun, kini berbagai fakta baru mengenai virus tersebut mulai terungkap.

    Berdasarkan penelitian para ahli medis, menunjukan bahwa varian baru dari mutasi virus corona ini lebih mudah menyebar dari orang ke orang. Sejauh ini mereka berhasil mengidentifikasi beberapa gejala dari virus corona jenis baru, SARS-CoV-2. Diantaranya adalah delirium, happy hypoxia, dan anosmia.

    Yuk cari tahu gejala dan penanganan yang tepat!

    1. Delirium

    Penyakit ini merupakan gejala baru dari COVID-19 yang menyerang mental si penderita. Biasanya penyakit ini dialami oleh penderita lansia. Delirium sendiri merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami gangguan seperti kebingungan berat dan kurangnya kesadaran. Penderita akan merasa seperti sedang bermimpi. Kondisi seperti ini terjadi akibat adanya disfungsi otak pada penderita COVID-19.

    Gejalanya pun muncul secara fluktuatif dan bisa berkembang cepat dalam beberapa jam atau hari. Beberapa gejalanya sebagai berikut:

    1. Sulit fokus dan mudah teralihkan
    2. Sering melamun dan lambat dalam merespon
    3. Menurunnya daya ingat
    4. Sulit berbicara
    5. Suka behalusinas
    6. Mudah tersinggung dan pergantian mood yang ekstrem serta merasa gelisah
    7. Kebiasaan tidur berubah
    8. Kesadaran berkurang
    9. Depresi
    10. Kebingungan
    11. Komplikasi neurologis yang parah dan jaran terjadi, seperti stroke, radang otak, dan kerusakan syaraf

    Bagaimana penanganan pada penderita delirium?

    • Pada usia dewasa sampai lajut usia, diagnosis yang tepat sangat penting untuk menentukan pengobatan, karena gejala delirium sangat mirip dengan demensa. Oleh karena itu, pengobatannya tentu saja berbeda.
    • Delirium biasanya juga dapat diiatasi berdasarkan penyebabnya, seperti pemberian obat tertentu.
    • Delirium yang disebabkan oleh serangan asma yang parah, bisa diatasi dengan pemberian inhaler atau oksigen untuk membantu system pernapasannya.
    • Dokter juga dapat memberikan antibiotic, apabila delirium disebabkan oleh infeksi bakteri.
    • Dokter juga dapat menyarankan untuk berhenti konsumsi alcohol atau obat tertentu kepada penderita dalam beberapa kasus.
    • Delirium yang disebabkan oleh tekanan emosional, dapat ditasi dengan memberikan antidepresan, obat penenang, atau tiamin.
    • Pemberian konseling agar penderita merasa nyaman dan untuk mendiskusikan pikiran dan perasaannya.

    2. Happy Hypoxia

    Tanda yang muncul pada Covid-19 di antaranya adalah  happy hypoxia yang ditandai dengan saturasi oksigen dalam darahnya menurun, namun orang tersebut tidak merasakan sesak hingga berakibat fatal. Oleh karena itu, penyakit ini sangat diwaspadai oleh banyak orang karena dapat membahayakan nyawa.

    Baca Juga: Apakah Gangguan Delirium Merupakan Gejala Baru Covid-19?

    Dokter spesialis paru dari RS Persahabatan, dr Erlina Burhan MSc, SpP, mengatakan bahwa happy hypoxia terjadi karena adanya kerusakan pada sistem saraf yang mengantarkan sensor sesak ke otak. Kondisi tersebut mengakibatkan otak tidak dapat memberi respon, sehingga tidak mengenal adanya kekurangan oksigen dalam darah.

    Berikut beberapa gejala happy hypoxia pada pasien COVID-19

    1. Terus bertambahnya gejala COVID-19

    Kekurangan oksigen dalam darah yang memicu organ bereaksi sehingga menimbulkan berbagai gejala lainnya.

    2. Batuk bertambah dan terus menerus

    Batuk yang diperparah oleh kurangnya oksigen membuat batuk semakin keras dikarenakan paru-paru tidak memiliki cukup pertukaran CO2 dengan oksigen.

    3. Tubuh semakin lemas

    Oksigen yang kurang dapat mengakibatkan tubuh semakin lama semakin lemas, bahkan hingga hilang kesadaran

    4. Detak jantung menjadi cepat atau sebaliknya menjadi lemah

    5. Warna bibir dan ujung jari mulai kebiruan

    Apabila warna bibir dan ujung jari sudah mulai membiru, itu menjadi pertanda bahwa oksigen tidak tersebar keseluruh tubuh

    Penanganan yang tepat untuk mengatasi happy hypoxia antara lain:

    • Pemberian oksigen

    Bertujuan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Bisa diberikan melalui masker atau selang hidung, terapi hiperbarik, atau alat bantu napas (ventilator)

    • Obat-obatan

    Pemberian obat dimaksudkan untuk mengobati penyebab timbulnya happy hypoxia. Seperti inhaler atau obat asma, obat golongan kortikosteroid untuk peradangan paru, antibiotik untuk infeks bakterii, dan obat anti kejang untuk meredakan kejang.

    3. Anosmia

    Anosmia merupakan stilah yang digunakan pada suatu kondisi menghilangnya kemampuan indera penciuman secara total. Melansir laman Harvard Medical School (HMS), anosmia adalah gejala neurologis utama dan merupakan salah satu gejala Covid-19 paling awal dan yang paling sering dilaporkan.

    Orang yang menderita anosmia tidak dapat mencium aroma apapun, baik aroma bunga atau parfum maupun baru tdak sedap seperti bau busuk dan bau amis.

    Baca Juga: Parosmia dan Phantosmia, Gejala-gejala Baru Covid-19, Apa Saja Perbedaannya?

    Berikut beberapa penyebab anosmia:

    • Pembengkakan atau penyumbatan pada rongga hidung yang membuat bau atau aroma tertentu tidak dapat terdeteksi oleh saraf dalam hidung.
    • Adanya masalah pada system saraf yang berfungsi untuk mendeteksi aroma.

    Cara penangnan anosmia:

    • Istirahat yang cukup
    • Minum air putih lebih banyak
    • Konsumsi obat penurun panas dan multivitamin
    • Jika muncul gejala Covid-19 yang lebih berat, segera hubungi dokter untuk penanganan yang lebih tepat.

    Itulah Sahabat mengenai tanda dan gejala Covid-19, delirium, happy hypoxia, dan anosmia. Apabila Sahabat merasakan gejala-gejala di atas, yuk jangan ragu untuk tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Nabila F. Terpopuler Sepekan: Fakta-fakta Delirium, Gejala Terbaru COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5302554/terpopuler-sepekan-fakta-fakta-delirium-gejala-terbaru-covid-19
    2. Kenali Delirium, Gejala Baru Covid-19 yang Perlu Diwaspadai Halaman 2 | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jateng/kenali-delirium-gejala-baru-covid-19-yang-perlu-diwaspadai.html?page=2
    3. Media K. Penyakit Delirium: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/07/25/133400268/penyakit-delirium–gejala-penyebab-dan-cara-mengatasinya?page=all#:~:text=Cara%20mengatasi,atau%20oksigen%20untuk%20megenbalikan%20pernapasan.
    4. What’s Delirium and How Does It Happen? [Internet]. Healthline. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/delirium#treatment
    5. [Internet]. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200916145443-255-547227/tanpa-sesak-kenali-4-tanda-utama-happy-hypoxia-pada-covid-19
    6. Media K. Simak 3 Gejala Baru Covid-19, dari Anosmia hingga Parosmia Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 28 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/05/193500365/simak-3-gejala-baru-covid-19-dari-anosmia-hingga-parosmia?page=all
    Read More
  • Corona Virus atau serve acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-CoV2) merupakan jenis virus baru dari corona yang menularkan virus dari hewan ke manusia. Infeksi akibat virus ini disebut juga dengan Covid-19. Virus yang merupakan indikasi dari transmisi virus SARS dan MERS ini lebih banyak menyerang lansia, tetapi sebenarnya visus ini bisa menyerang siapa saja, […]

    Gejala COVID-19 vs Flu dan Pilek, Apa Perbedaannya?

    Corona Virus atau serve acute respiratory syndrome corona virus 2 (SARS-CoV2) merupakan jenis virus baru dari corona yang menularkan virus dari hewan ke manusia. Infeksi akibat virus ini disebut juga dengan Covid-19. Virus yang merupakan indikasi dari transmisi virus SARS dan MERS ini lebih banyak menyerang lansia, tetapi sebenarnya visus ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak–anak, hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

    Baca Juga: Panduan Covid-19 untuk Anak-anak

    Angka penyebaran dan penularan virus corona di dunia pun masih terus meningkat setiap harinya Virus ini akan membuat penderitanya terinfeksi beberapa penyakit sebagai gejalanya, seperti menyerang sistem pernapasan yang akan menyebab kan gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru–paru yang berat, hingga kematian.

    Virus tersebut dengan mudah menularkan kesebuah kelompok populasi dengan jumlah terinfeksi terus meningkat. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di John Hopkins Medicine menemukan adanya tanda dan gejala komplikasi pada paru-paru yang berkaitan dengan Covid-19 dalam jangka pendek ataupun jangka panjang dapat dilihat di awal infeksi.

    Berikut ini beberapa gejala Covid-19

    Seseorang yang terinfeksi Covid-19 biasanya diawali dengan munculnya gejala pada 2–14 hari setelah anda bersentuhan dengan virus.  Gejala Covid-19 muncul secara bertahap. Meskipun gejala awalnya dapat bervariasi, namun gejala COVID-19 yang paling umum ditemui adalah

    • Demam: suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius
    • Batuk kering: batuk baru dan terus menerus lebih dari 24 jam (jika anda terbiasa batuk, maka pada penderita Covid-19 akan lebih buruk dari pada biasanya dan sangat menggangu)
    • Kelelahan: sakit dan nyeri tubuh

    Beberapa gejala lain yang bisa muncul akibat terinfeksi virus corona, yaitu:

    • Kesulitan bernapas atau sesak napas
    • Sakit kepala: berlangsung selama lebih dari 72 jam, sakit berdenyut-denyut
    • Konjungtivitis: keluhan mata merah, berair, dan belekan.
    • Hilangnya kemampuan mengecap rasa
    • Hilangnya kemampuan untuk mencium bau (anosmia)
    • Muncul ruam di kulit: ruam kulita tidak merata, kulit bentol-bentol dan gatal, sebagian kulit melepuh seperti cacar air.
    • Sakit dan nyeri tubuh
    • Pilek atau hidung tersumbat
    • Sakit tenggorokan
    • Gejala pencernaan seperti mual, muntah, atau diare
    • berulang kali gemetar karena kedinginan
    • nyeri otot dan nyeri
    • perubahan warna pada jari tangan atau kaki
    • mata merah muda

    Penderita Covid-19 mungkin memiliki beberapa, semua, atau tidak satu pun dari gejala tersebut. Gejala ini mungkin akan menjadi lebih parah pada beberapa orang yang memiliki imunitas tubuh rendah dan komplikasi dari Covid-19, seperti:

    • orang tua
    • orang dengan kondisi kesehatan yang mendasarinya
    • orang dengan sistem kekebalan yang lemah

    Baca Juga: Adakah Metode Tes Covid-19 dengan Hasil 5 Menit?

    Akan tetapi perlu untuk diingat bahwa siapa pun dapat terkena risiko sakit parah akibat infeksi Covid-19. Di bawah ini merupakan indikator dari tanda adanya penyakit yang lebih serius. Segeralah cari pertolongan medis jika mengalami salah satu dari gejala berikut ini:

    • sulit bernafas
    • nyeri atau tekanan di dada Anda
    • bibir, wajah, atau kuku yang tampak berwarna biru
    • kebingungan
    • kesulitan tetap terjaga atau kesulitan bangun

    Dari sekian banyak gejala Covid-19, ada beberapa gejala mirip dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti flu atau pilek. Berikut beberapa petunjuk yang dapat digunakan untuk membedakan penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya:

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Covid-19 atau Gejala Flu dan Pilek?

    • Gejala Covid-19 datang secara bertahap, sedangkan gejala flu biasanya datang secara tiba–tiba.
    • Gejala umum dari flu adalah nyeri dan nyeri tubuh, menggigil, dan sakit kepala adalah gejala kurang umum dari Covid-19 dan flu biasa.
    • Demam merupakan gejala Covid-19 yang umum dan tidak semua orang yang terkena flu akan mengalami demam. Demam juga jarang terjadi pada flu biasa.
    • Pilek, hidung tersumbat dan sakit tenggorokan merupakan gejala awal yang umum dari flu biasa. Namun, hal ini lebih jarang terjadi pada Covid-19 dan flu.
    • Bersin termasuk dalam gejala flu biasa yang jarang terjadi pada Covid-19.

    Baca Juga: Vitamin C, Wajibkah Dikonsumsi Agar Tidak Terserang Virus Corona?

    Berikut beberapa hal penting yang perlu di perhatikan untuk meredakan gejala Covid-19, untuk di rumah maupun di rumah sakit, seperti:

    • Beritahu orang lain bahwa Sahat terinfeksi Covid-19 agar mereka dapat menjaga jarak.
    • Kenakan alat perlindungan diri seperti masker, dan upayakan untuk menutup area hidung dan mulut dengan tisu atau siku apabila anda bersin atau batuk.
    • Bersihkan dan desinfektan selalu area sekitar tempat tinggal anda.
    • Beristirahatlah dengan cukup, agar dapat mempercepat pemulihan anda.
    • Perbanyak minum cairan, seperti air mineral agar terhindar dari dehidrasi. Karena dehidrasi dapat memperburuk gejala dan menimbulkan masalah kesehatn lainnya.
    • Tetap tinggal di rumah. Hindari berpergian keluar rumah seperti ke sekolah maupun ke tempat kerja, dengan begitu anda turut membantu mencegah penyebaran virus ke orang lain disekitar lingkungan anda. Apabila mendesak, keluar rumah lah seperlunya saja, seperti ke tempat perawatan medis dan tetap dengan protokol kesehatan.
    • Isolasi atau pisahkan diri anda dari orang lain. Gunakan ruangan dan fasilitas apapun yang berbeda dengan orang lain.
    • Konsultasikan ke dokter atau penyedia layanan kesehatan tentang gejala yang anda alami.
    • Ikuti arahan dari dokter anda tentang bagaimana cara merawat diri sendiri saat sakit.
    • Tanyakan juga kepada dokter anda tentang obat bebas apa yang dapat membantu, seperti asetaminofen untuk mmenurunkan demam atau multivitamin untuk meningkatkan imun tubuh.
    • Lakukan tes Covid-19 jika anda belum pernah di uji.
    • Pantau selalu gejala Sahabat, jika semakin memburuk, segeralah meminta bantuan medis. Upayakan untuk menelpon dahulu sebelum anda tiba di kantor dokter anda, fasilitas perawatan mendesak, atau ruang gawat darurat.
    • Hal terpenting yang harus dilakukan adalah menghindari penularan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang berusia diatas 65 tahun dan kepada bayi atau anak–anak.

    Itulah mengenai gejala Covid-19, flu, dan pilek yang ternyata cukup berbeda. Apabila Sahabat merasakan gejala seperti di atas yuk segera periksakan diri dengan tes PCR swab di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. What to Do If You Start to Feel COVID-19 Symptoms [Internet]. Healthline. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health/what-to-do-if-you-start-to-feel-covid-symptoms#precautions
    2. yuli s. LAWAN COVID 19 DENGAN CARA MENGENALI GEJALA DAN PENCEGAHAN MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT20200719 4633 ymcpjj [Internet]. Academia.edu. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.academia.edu/43664076/LAWAN_COVID_19_DENGAN_CARA_MENGENALI_GEJALA_DAN_PENCEGAHAN_MELALUI_PERILAKU_HIDUP_BERSIH_DAN_SEHAT20200719_4633_ymcpjj
    3. Symptoms of coronavirus (COVID-19) [Internet]. nhs.uk. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/coronavirus-covid-19/symptoms/
    4. Dwianto A. Perlu Tahu, Ini Bedanya Sakit Kepala Biasa dengan Gejala COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5334383/perlu-tahu-ini-bedanya-sakit-kepala-biasa-dengan-gejala-covid-19
    5. [Internet]. 2021 [cited 27 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/lung/covid-treatment-home-hospital#1

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja