Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 141–150 of 836 results

  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat: Apakah wanita hamil memiliki […]

    Panduan untuk Wanita Hamil Saat Pandemi Corona

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang sudah dinyatakan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Mungkin bagi ibu yang sedang hamil ditengah pandemik ini memiliki kecemasan mengenai kesehatan diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Berikut adalah panduan tanya-jawab yang sering ditanyakan oleh masyarakat:

    1. Apakah wanita hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena COVID-19?

    Sejauh ini para ilmuwan masih meneliti lebih lanjut mengenai dampak COVID-19 pada wanita hamil. Saat ini, data yang dimiliki masih terbatas, namun sampai sekarang belum ada bukti ilmiah adanya risiko gejala penyakit yang lebih berat pada wanita hamil dibandingkan populasi umum lainnya. Gejala penyakit yang lebih berat seperti pneumonia lebih sering ditemukan pada orang lanjut usia, orang dengan penyakit yang mendasari sebelumnya, dan orang yang memiliki penurunan kerja sistem kekebalan tubuh.1,2

    Namun, seorang wanita yang sedang hamil memang mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya termasuk kinerja sistem imun tubuh, sehingga lebih mudah terpapar dengan infeksi saluran pernafasan. Sehingga ibu hamil disarankan untuk mengetahui cara melindungi diri dari COVID-19.1,3

    1. Bagaimana cara melindungi diri dari COVID-19?
    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Menghindari untuk memegang bagian mata, hidung, dan mulut.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin serta menghindari berpergian ke tempat yang ramai.
    • Pergi memeriksakan diri ke dokter bila mengalami gejala demam, batuk dan sesak nafas.1,4
    1. Dapatkah bayi yang baru lahir tertular COVID-19 dari ibunya?

    Sampai saat ini risiko penularan pada janin atau bayi selama masa kehamilan dan persalinan masih belum diketahui. Sehingga masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.5

    1. Pemeriksaan apa saja yang dapat dilakukan saat hamil dan persalinan bagi ibu yang mengalami infeksi COVID-19?

    Semua wanita hamil yang merupakan pasien suspek atau terkonfirmasi infeksi COVID-19 memiliki hak untuk tetap mendapatkan pelayanan antenatal dan persalinan berkualitas tinggi yaitu:

    • Mendapatkan pelayanan dengan hormat dan bermartabat.
    • Mendapatkan informasi yang jelas dari tenaga kesehatan.
    • Mendapatkan strategi penghilang rasa nyeri yang sesuai.
    • Dapat memilih pendamping yang diinginkan untuk menemani saat persalinan.
    • Dapat bergerak bebas dan memilih posisi persalinan pilihan.1,5
    1. Apakah persalinan harus melalui operasi caesar?

    Tidak selalu. Metode persalinan spontan maupun operasi caesar ditentukan oleh indikasi kebidanan sesuai dengan kondisi ibu hamil.1

    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 menyusui?

    Boleh. Ibu dengan COVID-19 diperbolehkan untuk menyusui bayinya namun harus lebih memperhatikan hal berikut:

    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar menggunakan masker bila tersedia.
    • Mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang bayi.
    • Rutin membersihkan dan disinfeksi permukaan-permukaan yang sering disentuh.1
    1. Bolehkah ibu dengan COVID-19 memegang bayinya?

    Boleh. Menyusui, memegang bayi, dan berada dalam satu ruangan dengan bayinya diperbolehkan. Namun, tetap ditekankan untuk rutin mencuci tangan, membersihkan permukaan yang sering disentuh, dan mengetahui etika batuk dan bersin yang benar.1

    Untuk informasi terkait corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Q&A on COVID-19, pregnancy, childbirth and breastfeeding [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-on-covid-19-pregnancy-childbirth-and-breastfeeding
    2. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24;0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    3. Kourtis AP, Read JS, Jamieson DJ. Pregnancy and Infection. N Engl J Med. 2014 Jun 5;370(23):2211–8.
    4. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    5. MD HF. Pregnant and worried about the new coronavirus? [Internet]. Harvard Health Blog. 2020. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/pregnant-and-worried-about-the-new-coronavirus-2020031619212
    Read More
  • Virus corona yang menyerang hampir 634.835 kasus di seluruh dunia ( per tanggal 30 Maret 2020) telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar […]

    Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Virus corona yang menyerang hampir 634.835 kasus di seluruh dunia ( per tanggal 30 Maret 2020) telah membuat WHO menyatakan bahwa virus corona merupakan sebuah pandemi. Oleh karena situasi ini maka pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan antara lain membatasi segala bentuk kegiatan dengan anjuran isolasi mandiri di rumah. Semua kegiatan dilakukan di rumah baik bekerja, proses belajar-mengajar dan lainnya.

    hindari kesalahan berolahraga

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya

    Otomatis ini membuat Sobat memiliki lebih banyak waktu luang. Beberapa orang menggunakan momen tersebut untuk berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh. Faktanya olahraga yang salah justru akan memperburuk keadaan dengan menurunkan daya tahan tubuh loh!

    Secara umum, olahraga yang baik dan benar merupakan olahraga yang rutin, yaitu dilakukan 2-3 kali per minggu, durasi yang tetap 30-45 menit dengan intensitas sedang Olahraga dengan intensitas sedang akan merangsang pembentukan sel pertahanan tubuh yaitu sel darah putih. Hal ini sangat baik karena dapat menghalangi terjadinya infeksi. Olahraga intensitas sedang antara lain aerobik, jogging, latihan angkat beban ringan, menari, bersepeda. Sebagai parameter, mudah untuk membedakan olahraga intensitas sedang dan tinggi, umumnya pada olahraga intensitas sedang, seseorang masih dapat berbicara meskipun terengah-engah. Sebaliknya pada olahraga intensitas tinggi, seseorang sudah tidak dapat berbicara.

    Kesalahan berolahraga selama ini dapat diringkas menjadi 3T, yaitu

    1. Terlalu Sering

    Kesalahan yang sering dilakukan dalam berolahraga adalah melakukan olahraga setiap hari  Hal ini sangat tidak dianjurkan mengingat otot membutuhkan waktu pemulihan setidaknya 48 jam untuk kembali ke metabolisme awal.

    1. Terlalu Lama

    Durasi terbaik untuk berolahraga adalah 30-45 menit. Disarankan tidak melebihi 1 jam karena otot akan kelelahan. Bila terlalu lama, akan terjadi perubahan metabolisme dan menghasilkan produk asam laktat yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman setelah berolahraga.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    1. Terlalu Berat

    Olahraga intensitas tinggi sangat tidak dianjurkan karena justru dapat meningkatkan risiko terpapar infeksi. Hal ini disebabkan adanya periode open window sekitar 3-84 jam setelah melakukan olahraga intensitas tinggi. Pada periode ini, tubuh sedang dalam imunitas rendah dan sangat rentan terkena penyakit. Imunitas yang rendah disebabkan adanya peningkatan konsentrasi sitokin anti inflamasi yang difungsikan mengurangi kerusakan jaringan otot namun berakibat pada peningkatan kerentanan terhadap infeksi4. Beberapa contoh olahraga intensitas tinggi seperti lari, HIIT (High-intensity interval training), dan crossfit (latihan penguatan otot yang sebagian besar dari campuran aerobik dan latihan beban tubuh intensitas tinggi)

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Untuk menghindari hal di atas, maka Sobat dapat melakukan beberapa tips berikut, yaitu melakukan olahraga pada waktu dan hari yang sama. Olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari karena akan meningkatkan aliran darah dan baik untuk sistem kardiovaskular. Selain itu sebelum olahraga, lakukan peregangan selama 10-15 menit. Mengapa penting? Peregangan sebelum olahraga dapat membantu tubuh meningkatkan aliran darah secara perlahan sehingga metabolisme tubuh tidak terlalu berubah dan mengurangi kemungkinan terjadinya cedera. Konsumsi air putih cukup sebelum, selama dan setelah berolahraga sangat dianjurkan. Sebaiknya konsumsi 2 gelas air putih 15 menit sebelum berolahraga, setengah hingga 1 gelas setiap 15 menit saat berolahraga dan dua hingga dua setengah gelas setelah berolahraga. Stop konsumsi rokok 1-2 jam sebelum aktivitas. Merokok dapat menurunkan jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam melawan virus.

    Pada dasarnya olahraga baik untuk tubuh jika dilakukan dengan tepat. Jangan salah dalam melakukan olahraga selama #dirumahaja ya Sobat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. [Internet]. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://covid19.kemkes.go.id
    2. [Internet]. Who.int. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/who-rights-roles-respon-hw-covid-19.pdf?sfvrsn=bcabd401_0
    3. (2018) ACSM’s Guidelines for Exercise Testing and Prescription. 10th ed. Edited by D. Riebe. Lippincott Williams & Wilkins. Available at: http://thepoint.lww.com/.
    4. [Internet]. Scielo.br. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: http://www.scielo.br/pdf/rbme/v18n3/en_15.pdf
    5. American Heart Association Recommendations for Physical Activity in Adults and Kids [Internet]. www.heart.org. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/aha-recs-for-physical-activity-in-adults
    6. Judge L, Burke J. The Effect of Recovery Time on Strength Performance Following a High-Intensity Bench Press Workout in Males and Females. International Journal of Sports Physiology and Performance. 2010;5(2):184-196.
    7. [Internet]. Who.int. Global Recommendation on Physical Activity for Health. 2010 [cited 30 March 2020]. Available fromhttps://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/44399/9789241599979_eng.pdf;jsessionid=2D23201ECDCEC947603B0EF79AD0150F?sequence=1
    8. Peake J, Neubauer O, Walsh N, Simpson R. Recovery of the immune system after exercise. Journal of Applied Physiology. 2017;122(5):1077-1087.
    9. Seo DY, Lee S, Kim N, et al. Morning and evening exercise.Integr Med Res. 2013;2(4):139–144. doi:10.1016/j.imr.2013.10.003
    10. Page P. Current concepts in muscle stretching for exercise and rehabilitation.Int J Sports Phys Ther. 2012;7(1):109–119.
    11. Fluid Replacement [Internet]. Brookfield Central Athletics. 2020 [cited 30 March 2020]. Available from: https://lancers.elmbrookschools.org/page/show/629573-fluid-replacement-and-dehydration
    12. Chevalier, MD – Cardiologist, Blanchard, MD & Dusfour, MD – 2020

     

    Read More
  • Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), penting bagi Sobat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1 Apakah COVID-19 itu? COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 […]

    Panduan COVID-19 untuk Anak-anak

    Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19), penting bagi Sobat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1

    1. Apakah COVID-19 itu?

    COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019.1,2

    1. Apakah COVID-19 berbahaya pada anak?

    Angka kejadian COVID-19 adalah 1% pada kelompok usia 10-19 tahun dan 0.9% pada kelompok usia <10 tahun. Sehingga pada saat ini anak merupakan kelompok dengan angka kejadian COVID-19 paling rendah. Dari penelitian lain yang dilakukan pertengahan bulan Januari 2020, kasus jarang sekali ditemukan kasus pada anak usia dibawah 15 tahun, serta bila terjadi infeksi pada anak-anak gejala yang ditimbulkan bersifat lebih ringan.1,3

    1. Di mana saja area terjangkit di Indonesia?

    Area terjangkit di Indonesia: DKI Jakarta, Jawa Barat (Kabupaten Bekasi, Depok, Cirebon, Purwakarta, Bandung), Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Tangerang Selatan), Jawa Tengah (Solo, Semarang, Magelang), Kalimantan Barat (Pontianak), Sulawesi Utara (Manado), Bali, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.1

    1. Apa itu Orang dalam Pemantauan (ODP)?

    Seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.4

    1. Pasien dalam Perawatan (PDP)?
    • Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat.

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    • Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
    • Seseorang dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.4
    1. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi ODP, apakah anak menjadi ODP juga?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    1. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi PDP, bagaimana mengetahui apakah anak sudah terjangkit?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    1. Apa saja tanda dan gejala COVID-19 pada anak?

    Tanda dan gejala COVID-19 sebenarnya menyerupai common cold biasa yang umumnya bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan. Namun bila sudah menyerang paru-paru akan timbul radang paru yang dikenal juga sebagai pneumonia. Gejala pneumonia adalah demam, batuk, kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas.1,5

    1. Bagaimana cara mengetahui kesulitan bernafas pada anak?

    Hitunglah jumlah pernafasan anak dalam waktu satu menit. Nafas dikatakan cepat bila pada usia 0-<2 bulan lebih dari 60 kali /menit, pada usia 2 bulan – <12 bulan lebih dari 50 kali/menit, dan usia 1-<5 tahun lebih dari 40 kali/menit. Saat menghitung nafas anak, jangan lupa perhatikan sesak nafas dengan melihat usaha tambahan untuk bernafas seperti cuping hidung yang kembang kempis dan tarikan dinding dada.1

    1. Kapan anak perlu dibawa ke dokter?

    Bila gejala anak cenderung ringan dan masih dapat ditangani sendiri di rumah, sebaiknya tidak segera berkunjung ke fasilitas kesehatan. Berikan obat demam paracetamol 10 mg/kg berat badan, dapat diulang setiap 4-6 jam selama masih demam, maksimal 5 kali dalam 24 jam. Apabila demam terus-menerus dan memasuki hari ketiga, atau ada tanda bahaya seperti anak lemas cenderung tertidur, sesak nafas, demam lebih dari 39oC atau lebih, kejang, tampak biru, muntah-muntah, buang air kecil berkurang, segera bawa ke fasilitas kesehatan.1,5

    1. Bagaimana cara mencegah tertular COVID-19 ?
    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor. Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1-2 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin. Hindari membawa anak ke tempat yang ramai dan hindari pula perjalanan keluar kota terutama dalam rangka mengunjungi kakek nenek yang merupakan kelompok risiko tinggi tertular dan sakit berat akibat COVID-19.1,6

     

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. IDAI. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia: FAQ COVID-19.20 Maret 2020
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia | NEJM [Internet]. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2001316?query=featured_home
    4. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    5. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24.0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html

     

    Read More
  • Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 tengah menyita perhatian dunia. Pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, yaitu rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta memeriksakan diri bila terdapat gejala. Selain melakukan himbauan yang […]

    Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona Seperti Apa?

    Penyakit Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 tengah menyita perhatian dunia. Pencegahan penularan penyakit ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat, yaitu rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta memeriksakan diri bila terdapat gejala. Selain melakukan himbauan yang disebutkan di atas, menjaga kesehatan dengan meningkatkan daya tahan tubuh juga sama pentingnya. Salah satu cara untuk meningkatkan daya tahan tubuh ialah menjaga asupan nutrisi setiap harinya.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Pada dasarnya, tubuh kita sudah memiliki sistem imun yang dapat melawan sakit penyakit. Bila ada virus atau bakteri yang disebut juga sebagai antigen masuk ke dalam tubuh, maka akan segera dikenali oleh sistem imun dan terjadi serangkaian proses biokimia yang dapat menghasilkan antibodi spesifik untuk melawan antigen tersebut. Proses pembentukan antibodi ini membutuhkan waktu 1-2 minggu. Bila sistem imun orang tersebut kuat, maka infeksi akan teratasi. Tubuh sendiri dapat mengingat jenis antigen yang sudah pernah menyerang tersebut, sehingga bila tubuh terpapar dengan antigen yang sama, proteksi antibodi akan terbentuk dengan lebih cepat.

    Status gizi yang kurang maupun berlebih juga dapat berdampak buruk pada sistem imun tubuh, sehingga penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Status gizi kurang seringkali dikaitkan dengan kondisi imunosupresi yaitu daya tahan tubuh yang kurang sehingga mudah terkena penyakit. Sedangkan, status gizi yang berlebih meningkatkan risiko terjadi inflamasi kronis yang akan mengganggu daya tahan tubuh juga. Kebutuhan nutrisi manusia dibagi menjadi dua yaitu kebutuhan nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral.

    Berikut nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk mendukung kerja sistem imun kita:

    1. Karbohidrat

    Karbohidrat adalah sumber energi yang penting untuk kerja sistem imun. Terdapat karbohidrat simpleks yang mudah diserap untuk menghasilkan energi, bisa didapatkan dari nasi, roti, gula, dan buah-buahan, serta karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses penyerapan yang lebih lama, didapatkan dari gandum, sereal, biji-bijian, dan sayuran. Kebutuhan karbohidrat adalah 45-60% dari kalori harian yang dikonsumsi.

    1. Protein

    Protein berguna untuk bahan dasar pembentukan sel, mendukung kerja sistem imun, serta mengatur kerja enzim dan hormon. Protein akan dipecah menjadi asam amino di dalam tubuh. Kurangnya asam amino sendiri akan mengganggu kerja dari sistem imun dan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit. Kebutuhan protein adalah 15-20% dari asupan kalori harian. Protein bisa didapatkan dari daging, telur, susu, dan kacang-kacangan.

    1. Lemak

    Lemak berperan penting dalam penyerapan vitamin A, D, E, dan K, lemak juga merupakan sumber energi bagi tubuh, 1 gram lemak dapat menghasilkan 2 kali lipat energi dibandingkan protein dan karbohidrat. Lemak akan dipecah menjadi asam lemak yang juga dapat meningkatkan respon sistem imun. Asam lemak sendiri dibagi menjadi lemak jenuh dan tidak jenuh. Lemak tidak jenuh mengandung omega-3 dan omega-6. Kebutuhan lemak adalah 25-30% dari asupan kalori harian. Sumber makanan yang mengandung lemak adalah minyak, kacang, daging, ikan, dan alpukat.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

      4. Vitamin

    Vitamin berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, fungsi sistem saraf, pencernaan, dan imun tubuh. Kurangnya vitamin dapat menurunkan produksi sel imun. Sebagian besar vitamin tidak dapat dibentuk dari dalam tubuh, sehingga perlu didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Vitamin C dan E dapat membantu untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sumber vitamin bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan. Vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayuran seperti jeruk, lemon, strawberi, kiwi, brokoli, dan tomat. Vitamin E bisa didapatkan dari kacang-kacangan, sayuran, dan minyak sayur seperti minyak jagung dan olive oil.9,10

    1. Mineral

    Mineral adalah zat tidak berwarna yang dapat ditemukan dari nutrisi dan penting untuk mempertahankan fungsi sel. Mineral sendiri tidak dapat dibentuk di dalam tubuh sehingga didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Mineral yang dibutuhkan untuk meningkatkan sistem imun tubuh adalah selenium, zinc, dan besi. Mineral bisa didapatkan dari daging merah, ikan, hati ayam, dan bayam.

    Produk Terkait: Biovision Kapsul

    Nah, Sobat itulah sederet nutrisi yang perlu diperhatikan agar kita tetap fit selama masa pandemi ini. Bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/managing-stress-anxiety.html
    3. Murin CD, Wilson IA, Ward AB. Antibody responses to viral infections: a structural perspective across three different enveloped viruses. Nat Microbiol. 2019;4(5):734–47.
    4. Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol [Internet];9. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5968375/
    5. Karacabey K. The Effect of Nutritional Elements on the Immune System. J Obes Wt Loss Ther [Internet]. 2012.02(09). Available from: https://www.omicsonline.org/open-access/the-effect-of-nutritional-elements-on-the-immune-system-2165-7904.1000152.php?aid=10186
    6. Slavin J, Carlson J. Carbohydrates. Adv Nutr. 2014 Nov 1;5(6):760–1.
    7. Watford M, Wu G. Protein. Adv Nutr. 2018 Sep 1;9(5):651–3.
    8. Boston 677 Huntington Avenue, Ma 02115 +1495‑1000. Types of Fat [Internet]. The Nutrition Source. 2014. Available from: https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/fats-and-cholesterol/types-of-fat/
    9. Carr AC, Maggini S. Vitamin C and Immune Function. Nutrients [Internet]. 2017 Nov 3;9(11). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5707683/
    10. Moriguchi S, Muraga M. Vitamin E and immunity. Vitam Horm. 2000;59:305–36.
    Read More
  • Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari. Baca Juga: Berobat Online […]

    6 Tips Belanja Aman di Supermarket agar Terhindar dari Corona

    Pemerintah telah menghimbau agar seluruh warga tetap berada di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang sudah menjadi pandemi dan kian masif. Keluar rumah memang masih dibolehkan untuk beberapa hal tertentu, misalnya untuk berobat dan belanja kebutuhan sehari-hari.

    belanja aman di supermarket

    Baca Juga: Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    Penyebaran virus ini bisa dari orang ke orang terutama melalui droplets, yaitu percikan yang keluar saat batuk dan bersin yang dapat menyebar hingga 1 meter. Percikan yang mengandung virus ini dapat hidup di permukaan tertentu selama beberapa jam bahkan hari. Dengan mengetahui metode penularannya, maka metode efektif untuk mencegah penularan adalah dengan rajin mencuci tangan, tidak memegang area wajah, mengetahui etika batuk dan pilek yang benar, menggunakan masker bila sakit, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, memeriksakan diri ke dokter bila terdapat gejala, dan mengurangi berpergian ke tempat umum yang ramai orangnya, salah satunya pusat perbelanjaan seperti supermarket.

    Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk belanja yang aman:

    1. Menjaga jarak dari karyawan dan pembeli lainnya

    Tetaplah menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang lain selama berada di dalam supermarket. Ambilah waktu untuk mengantre atau membeli ke area yang lain terlebih dahulu bila area barang yang perlu Sobat beli masih ada orang lain.

    1. Rencanakan keperluan makanan selama seminggu

    Dengan merencanakan makanan selama seminggu, Sobat akan tahu apa saja yang harus dibeli. Ini akan mecegah Sobat bingung apa yang harus dibeli saat belanja dan lebih menghemat waktu. Jangan hanya mengandalkan makanan kaleng yang tahan lama, pastikan tetap membeli makanan yang bernutrisi sehat seperti buah dan sayur yang dapat mendukung kesehatan tubuh dan meningkatkan sistem imun yang kuat.

    1. Buatlah daftar belanja

    Catatlah barang-barang yang diperlukan sesuai dengan kategorinya, sebaiknya jangan terpaku pada satu produk tertentu, siapkan alternatif lainnya bila produk yang dicari tidak ada. Dengan begitu kegiatan belanja akan menjadi lebih cepat dan tepat karena tidak perlu berlama-lama untuk mencari barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

    Baca Juga: Trik Anti Rugi Belanja Online

    1. Tidak perlu belanja beramai-ramai

    Cukup satu orang saja yang belanja untuk keperluan keluarga agar kondisi di supermarket tidak ramai, proses belanja menjadi lebih cepat dan memungkinkan untuk setiap pembeli menjaga jarak dengan orang lain.

    1. Belanja secukupnya saja

    Walaupun kegiatan berbelanja sebaiknya dibatasi tidak lebih dari satu kali seminggu. Namun, Sobat tidak perlu menimbun banyak barang akibat sedang panik. Hal ini dapat merugikan masyarakat luas karena barang tersebut akan menjadi sulit untuk didapatkan oleh orang yang benar-benar membutuhkannya. Belilah barang-barang sesuai dengan kebutuhan secukupnya saja.

    1. Perilaku bersih dan sehat

    Bila Sobat dalam kondisi yang sehat tidak perlu menggunakan masker, karena penggunaan masker diprioritaskan hanya untuk orang yang sakit dan tenaga medis saja. Cukup mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal selama 20 detik, sebaiknya dilakukan sebelum dan sesudah belanja. Hindari untuk memegang bagian wajah selama belanja. Setelah sampai di rumah, segera membersihkan diri dan barang-barang yang dibawa dari supermarket sebelum melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya.

    Baca Juga: Sudah Tahukah Sobat, Apa Itu ‘The New Normal’?

    Itulah beberapa tips belanja aman di supermarket agar terhindar dari virus corona. Sobat tidak perlu panik dan melakukan pelindungan diri yang berlebihan. Dengan mengetahui cara penularan penyakit COVID-19 ini diharapkan Sobat dapat menangkap hal-hal penting yang harus dilakukan dan hal-hal yang perlu dihindari.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    2. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. How Can You Safely Grocery Shop in the Time of Coronavirus? Here’s What Experts Suggest [Internet]. Time. Available from: https://time.com/5810782/grocery-store-safety-coronavirus/
    4. Zelman KM, MPH, RD, LD. 10 Tips for Healthy Grocery Shopping [Internet]. WebMD. Available from: https://www.webmd.com/food-recipes/features/10-tips-for-healthy-grocery-shopping
    5. Parker-Pope T. Who Knew Grocery Shopping Could Be So Stressful? The New York Times [Internet]. 2020 Mar 26 Available from: https://www.nytimes.com/2020/03/26/well/eat/coronavirus-shopping-food-groceries-infection.html
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    Read More
  • Sobat, karena angka kejadian kasus COVID-19 semakin lama semakin meningkat, banyak sekali usahayang dilakukan masyarakat untuk membantu mematikan virus corona ini, mulai dari menggunakan masker, penggunaan hand sanitizer, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan sarung tangan, menggunakan Alat pelindung Diri (APD) saat keluar rumah, berjemur dibawah sinar matahari yang dipercaya mampu membunuh virus corona, menyemprotkan desinfektan […]

    Berbahayakah Disinfektan Disemprotkan ke Tubuh

    Sobat, karena angka kejadian kasus COVID-19 semakin lama semakin meningkat, banyak sekali usahayang dilakukan masyarakat untuk membantu mematikan virus corona ini, mulai dari menggunakan masker, penggunaan hand sanitizer, mencuci tangan dengan sabun, menggunakan sarung tangan, menggunakan Alat pelindung Diri (APD) saat keluar rumah, berjemur dibawah sinar matahari yang dipercaya mampu membunuh virus corona, menyemprotkan desinfektan ke rumah-rumah warga dan jalanan, dan yang terakhir adalah menyemprotkan disinfektan ke tubuh dan pakaian menggunakan bilik disinfektan maupun menyemprotkan secara langsung menggunakan alat semprot atau spray.

    Terlalu banyak mitos-mitos yang beredar sebagai upaya dalam menghadapi virus corona, tanpa didukung dari sumber yang jelas. Lalu, apakah benar menyemprotkan disinfektan langsung ke tubuh dan pakaian seseorang (termasuk melalui bilik disinfektan) merupakan cara yang ampuh untuk membunuh virus corona? Serta, apakah sebenarnya cukup aman apabila kulit tubuh terpapar bahan disinfektan secara langsung ?

    Dilansir dari Badan Kesehatan Dunia atau dikenal dengan WHO (World Health Organization), mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan secara langsung ke pakaian maupun tubuh manusia secara langsung sangat tidak dianjurkan. Karena, bahan-bahan disinfektan merupakan bahan kimia dengan konsentrasi yang cukup tinggi, sehingga apabila terkena bagian tubuh (terutama selaput lendir seperti mata, dan mulut), apalagi sampai terhirup sangatlah membahayakan kesehatan seseorang. Penyemprotan disinfektan yang saat ini digunakan pada bilik disinfektan di perkantoran maupun di pemukiman warga biasanya menggunakan alkohol dan juga klorin.

    Alkohol dan klorin biasanya digunakan sebagain disinfektan permukaan untuk meja, gagang pintu maupun benda lainnya yang sering dipegang. Namun, apabila terkena bagian tubuh dan juga pakaian tentunya sangat berbahaya dan berpotensi menganggu sistem kesehatan tubuh seseorang. Apalagi, bila digunakan dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang lama atau berkali-kali. Bayangkan, apabila seseorang masuk ke kantor setiap hari, setiap ia akan memasuki kantor harus disemprot disinfektan, misalnya saat masuk kerja dan kembali setelah jam makan siang. Berarti, minimal ia disemprot sebanyak 2 kali dalam sehari dan diulang terus setiap harinya. Bisakah Sobat bayangkan, kira-kira apa yang akan terjadi kemudian?

    Penggunaan gas klorin dan klorin dioksida akan mengakibatkan iritasi yang cukup parah terutama pada saluran napas, yang akan menimbulkan gejala pernapasan kemudian hari seperti batuk, pedih pada hidung, rasa terbakar pada hidung dan tenggorokan, rasa kering pada tenggorokan sampai timbul sesak napas. Apabila alkohol serta klorin terkena kulit maka akan menimbulkan gejala alergi dan iritasi pada kulit seperti timbul iritasi, kemerahan, gatal, rasa panas dan terbakar pada kulit.

    Lalu, apakah bilik disinfektan yang digunakan untuk menyemprotkan disinfektan ke tubuh seseorang terbukti efektif untuk membunuh virus corona? jawabannya, Tidak. Salah satu negara yang menjadi pelopor membuat bilik disinfektan adalah China, namun para ahli justru berpendapat bahwa menyemprotkan klorin dan alkohol melalui kubik disinfektan dinilai tidak efektif karena lebih banyak efek samping yang ditimbulkan dibandingkan dengan manfaat yang dihasilkan.

    Menurut beberapa ahli, penyemprotan disinfektan lebih berguna apabila kita menyemprotkan ke permukaan benda yang sering kita pegang dan gunakan seperti gagang pintu, telepon genggam, meja, komputer, jendela, lantai dan berbagai benda lainnya. Cara lainnya yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker apabila timbul gejala batuk, hindari interaksi sosial, jaga jarak dengan orang lain, menerapkan etika batuk dan bersin apabila sedang berada di tempat umum, hindari sering menyentuh wajah dengan tangan, apabila setelah berpergian dari luar rumah segera mandi dan menaruh baju kotor langsung pada tempatnya untuk segera dicuci dan yang paling penting adalah menjaga imunitas tubuh (dengan cara tidur cukup minimal 6-8 jam serta olahraga yang teratur minimal 30 menit setiap harinya). Usaha-usaha ini dinilai lebih efektif dibandingkan menyemprotkan disinfektan secara langsung ke tubuh.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Sedangkan terkait informasi corona, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Myth busters [Internet]. Who.int. 2020 [cited 31 March 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/myth-busters
    2. spraying alcohol – COVID-19 | Ministry of Health [Internet]. Health.go.ug. 2020 [cited 31 March 2020]. Available from: https://www.health.go.ug/covid/spraying-alcohol/
    3. Pramudiarja A. WHO Tak Sarankan Semprot Disinfektan, Bahaya Jika Kena Selaput Lendir [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 31 March 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4957730/who-tak-sarankan-semprot-disinfektan-bahaya-jika-kena-selaput-lendir
    4. Use of disinfectants: alcohol and bleach [Internet]. Ncbi.nlm.nih.gov. 2014 [cited 31 March 2020]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK214356/
    5. Insider B. Chinese cities are rolling out disinfectant tunnels and spray trucks to ward off the coronavirus — but experts don’t think it will work [Internet]. Business Insider Singapore. 2020 [cited 31 March 2020]. Available from: https://www.businessinsider.sg/coronavirus-china-wuhan-spray-disinfectant-tunnel-bleach-2020-2?r=US&IR=T
    Read More
  • Masker merupakan sebuah alat pelindung diri (APD) yang digunakan pada wajah atau kepala dan menutupi setidaknya hidung dan mulut. Pada umumnya, masker hanya digunakan oleh orang yang sedang sakit. Tetapi saat ini masyarakat sedang berbondong-bondong membeli masker terutama jenis masker bedah (surgical mask). Semua ini bertujuan  menghindari infeksi virus Corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik.1,2 […]

    Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Masker merupakan sebuah alat pelindung diri (APD) yang digunakan pada wajah atau kepala dan menutupi setidaknya hidung dan mulut. Pada umumnya, masker hanya digunakan oleh orang yang sedang sakit. Tetapi saat ini masyarakat sedang berbondong-bondong membeli masker terutama jenis masker bedah (surgical mask). Semua ini bertujuan  menghindari infeksi virus Corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik.1,2 Jika semua masker habis, ada tips untuk membuatnya sendiri. Namun sebelum itu, kita pelajari lebih dahulu apa itu masker bedah.

    Baca Juga: Jenis dan Efektivitas Masker Menurut WHO, Tak Ada Scuba dan Buff

    Masker bedah secara umum terdiri dari 3 lapisan. Lapisan terluar merupakan lapisan yang menangkal cairan (hidrofobik) sehingga tidak masuk ke lapisan dalam. Lapisan tengah merupakan lapisan penyaring. Lapisan terdalam merupakan lapisan yang menyerap air (hidrofilik). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa masker bedah memiliki nilai efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan bandana untuk menutupi mulut dan hidung.3 Ini membuktikan bahwa 3 lapisan unik dari masker bedah memiliki fungsi untuk memfiltrasi kuman-kuman.

    Dengan menipisnya persediaan masker pada berbagai tempat, Sobat dapat membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang dapat Sobat temukan di rumah. Sebuah penelitian di Cambridge membandingkan beberapa bahan rumah tangga yang dapat digunakan sebagai substitusi masker bedah. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa bahan yang direkomendasikan untuk dijadikan pengganti masker adalah:

    • Baju 100% katun
    • Sarung bantal

    Kedua bahan rumah tangga tersebut diuji dengan ketebalan 2 lapis. Dibandingkan dengan bahan rumah tangga yang lain, kedua bahan tersebut memiliki efektivitas untuk menyaring dan aliran udara untuk bernapas yang dapat ditoleransi. Meskipun demikian, efektivitas dari kedua bahan tersebut tidak lebih tinggi dibandingkan dengan masker bedah.4 Jika Sobat ingin membuat masker sendiri, diperlukan 3 lapisan kain nonwoven meltblown yang tahan air, menjadi penyaring, dan menyerap air. Jika Sobat tidak memiliki bahan tersebut, Anda dapat menggunakan bahan lain sebagai pengganti.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker pada Anak dan Tips Memakainya

    Untuk pembuatan masker substitusi:

    • Jahitlah 2 lembar bahan (baju 100% katun atau sarung bantal) untuk bagian depan dan belakang masker.
    • Buat bukaan pada tengah dari bagian belakang untuk dimasukkan lapisan penyaring sebagai lapisan tengah. Lapisan penyaring dapat disubstitusi dengan bahan kain nonwoven berupa tisu basah yang dikeringkan, popok bayi atau dewasa baru, atau pembalut baru.
    • Sisipkan bahan penguat pada bagian atas agar masker dapat dikencangkan pada bagian hidung Sobat.
    • Jahitlah ujung kiri dan kanan masker dengan kain untuk dikaitkan pada telinga kiri dan kanan Sobat.

    Masker ini dapat Sobat gunakan hanya untuk keadaan darurat dimana tidak dapat dijumpai lagi masker bedah. Untuk penggunaan ulang, buang bahan penyaring pada bagian dalam masker lalu cuci masker dengan detergen atau sabun, lalu keringkan hingga tuntas. Gunakan lapisan penyaring yang baru.

    Penggunaan masker direkomendasikan oleh WHO untuk orang sakit, atau orang yang sedang merawat orang yang dicurigai atau sudah terinfeksi COVID-19.5 Ini dikarenakan  penularan virus yang terjadi secara kontak dekat (dalam 1.8 meter).6 Metode penularan virus corona berupa droplet yang diproduksi orang sakit.7 Droplet tersebut dapat dihentikan oleh masker saat orang yang sakit batuk atau bersin, sehingga tidak tersebar ke benda atau orang lain. Untuk Sobat yang sehat, cukup hanya menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.6

    Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Penggunaan masker buatan sendiri tentu tidak akan sama efektivitasnya dengan masker bedah, namun dapat digunakan dalam keadaan darurat. Jika saat ini Sobat dalam keadaan sehat, maka Sobat tidak perlu menggunakan masker. Apabila Sobat memiliki masker bedah, pastikan Sobat menggunakan masker hanya jika diperlukan karena saat ini persediaan masker sangat terbatas. Dengan melakukan hal demikian, Sobat dapat membantu menghentikan penyebaran COVID-19 dengan memberikan kesempatan orang yang membutuhkan untuk memiliki masker seperti yang sedang sakit dan para tenaga kesehatan.

    Produk Terkait: Masker Medis

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Bowen L. Does That Face Mask Really Protect You?. Applied Biosafety. 2010;15(2):67-71.
    4. Davies A, Thompson K, Giri K, Kafatos G, Walker J, Bennett A. Testing the Efficacy of Homemade Masks: Would They Protect in an Influenza Pandemic?. Disaster Medicine and Public Health Preparedness. 2013;7(4):413-418.
    5. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    6. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/respirator-use-faq.html
    7. Adnan Shereen M, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. Journal of Advanced Research. 2020;.
    Read More
  • Belakangan ini beredar kabar lewat broadcast atau grup WA bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona. Seorang ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen, mengatakan bahwa jam 10 merupakan waktu terbaik untuk berjemur karena sinar UVB paling tinggi dimulai dari pukul 10 pagi. Lalu, benarkah bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona? Lantas, benarkah matahari […]

    Benarkah Berjemur Matahari Pagi Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh?

    Belakangan ini beredar kabar lewat broadcast atau grup WA bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona. Seorang ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen, mengatakan bahwa jam 10 merupakan waktu terbaik untuk berjemur karena sinar UVB paling tinggi dimulai dari pukul 10 pagi. Lalu, benarkah bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona? Lantas, benarkah matahari jam 10 pagi adalah waktu terbaik untuk berjemur? Mari kita bahas satu persatu ya, Sobat.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Alami Tanpa ke Bioskop

    Sinar matahari mempunyai banyak sekali manfaat bagi tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa sinar matahari adalah pembentuk vitamin D di tubuh manusia. Vitamin D terbentuk dari kolesterol di kulit yang terpapar sinar matahari. Sinar UVB yang dihasilkan matahari (panjang gelombang 290-315 nm) menyebabkan photolysis yang mengubah kolesterol menjadi vitamin D.  Oleh karena itu, sangatlah penting bagi tubuh kita untuk tetap terpapar sinar matahari setiap harinya untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh. 1-4

    Vitamin D mempunyai peran yang sangat penting bagi tubuh dalam menjaga kesehatan. Apabila tubuh kekurangan vitamin D, akan menyebabkan gangguan kesehatan yang cukup serius, antara lain osteoporosis, kanker, depresi, lemah otot, bahkan kematian. Selain itu, dengan dosis yang tepat, sinar matahari juga memiliki sejumlah manfaat, seperti kualitas tidur yang baik, meningkatkan mood serta meningkatkan sistem imun tubuh. 1-4

    Produk Terkait: Nature Plus Vitamin D3

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa salah satu fungsi sinar matahari yang terpenting selain pembentuk vitamin D adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai penyakit seperti menurunkan resiko penyakit jantung, sklerosis atau kelemahan otot, penyakit autoimun, flu dan juga mengurangi risiko terkena kanker. 1-4

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Karena semakin parahnya penyebaran virus corona dalam beberapa waktu belakangan ini, banyak sumber yang tidak dapat dipercaya mengatakan bahwa paparan sinar matahari dapat membantu membunuh virus corona. Namun, menurut para ahli, hal ini belum dapat dibenarkan. Alasannya, temperatur dari sinar matahari tidak mencapai lebih dari 560 C sehingga tidak dapat membunuh virus corona.5 Karena virus corona masih merupakan virus baru, maka belum banyak penelitian yang menyatakan bahwa virus corona dapat mati dengan paparan panas matahari dan juga sinar UV.6-7

    Tidak Membunuh Virus Corona

    Dapat kita ambil simpulkan bahwa sinar matahari tidak dapat membunuh virus corona, namun sinar matahari dapat membantu Sobat meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar Sobat tidak mudah terinfeksi dengan virus corona.

    Lalu, kapan waktu yang tepat serta berapa lama waktu yang dibuutuhkan untuk berjemur dibawah sinar matahari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ?

    Para ahli mengatakan bahwa waktu terbaik paparan sinar matahari yang baik bagi kesehatan adalah berjemur pagi hari dibawah jam 11 pagi. Namun, kadar tertinggi UVB adalah pada pukul 11-15.30, seperti yang disebutkan di atas bahwa UVB berperan dalam pembentukan vitamin D tubuh8 namun, karena tingginya sinar ultraviolet A (UV) pada tengah hari dapat menyebabkan berbagai kelainan kulit seperti kulit terbakar sehingga timbul kemerahan, penuaan pada kulit (kerutan serta flek hitam pada wajah).
    Hal yang paling ditakutkan apabila terpapar sinar matahari melebihi jam 11 pagi ialah meningkatnya risiko terkena kanker kulit. Sehingga waktu terbaik untuk berjemur antara jam 10-11 pagi.1-3

    Perhatikan Jam & Durasi Berjemur!

    Waktu berjemur yang aman mungkin tidak sama untuk semua orang, hal ini memerlukan penyesuaian seberapa lama seseorang berjemur dan dengan beberapa faktor lain seperti jenis kulit, kondisi cuaca atau lokasi geografis untuk menghindari efek samping potensial seperti terbakar matahari atau kanker kulit. Seperti halnya negara dingin atau pada musim dingin misalnya di Spanyol, paparan matahari paling baik untuk kesehatan adalah pukul 10 pagi sampai 4 sore selama 2 jam paparan sinar matahari. 1-3

    Bagaimana bila dibandingkan di Indonesia? Selama Sobat tidak memiliki komplikasi dengan paparan sinar matahari seperti kulit mudah terbakar maupun flek hitam, Sobat dapat berjemur tanpa menggunakan tabir surya selama 20 menit setiap hari, hindari paparan matahari lebih dari 30 menit karena dapat menimbulkan kemerahan pada kulit dan risiko kanker kulit. 1-3

    Baca Juga: Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan ke Bali

    Selain berjemur di bawah sinar matahari pagi, diperlukan beberapa faktor lain dalam menangkal infeksi COVID-19 yaitu dengan menjaga kebersihan tubuh, selalu mencuci tangan selama minimal 20 detik, melakukan desinfeki dengan cairan desinfektan pada barang-barang yang sering disentuh, hindari memegang wajah (terutama mata, hidung dan mulut), manjaga jarak sosial (hindari bersentuhan dengan orang lain), menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi serta berolahraga yang teratur setiap harinya.7

    Produk Terkait: Obat Osteoporosis

    Untuk informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. How much sun is good for our health? [Internet]. ScienceDaily. 2017 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.sciencedaily.com/releases/2017/03/170308083938.htm
    2. Rayman R. How to Safely Get Vitamin D From The Sun [Internet]. Healthline. 2018 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-from-sun#overview
    3. Publishing H. Benefits of moderate sun exposure – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2015 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/benefits-of-moderate-sun-exposure
    4. Repinski K. The Health Benefits of Some Sun Exposure [Internet]. Consumer Reports. 2018 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.consumerreports.org/health-wellness/sun-exposure-health-benefits/
    5. Can sun exposure kill the novel coronavirus? – Chinadaily.com.cn [Internet]. Chinadaily.com.cn. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.chinadaily.com.cn/a/202002/08/WS5e3eb7aea31012821727601d.html
    6. Roach J. UV radiation from the sun increases ‘by a factor of 10’ by summer and could be key in slowing COVID-19 [Internet]. ACCU Weather. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.accuweather.com/en/health-wellness/uv-radiation-from-the-sun-increases-by-a-factor-of-10-by-summer-and-could-be-key-in-slowing-covid-19/703393
    7. Fallon S. Spring equinox: Will season’s longer days, stronger sunlight, warmer air help kill coronavirus? [Internet]. Northjersey.com. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.northjersey.com/story/news/coronavirus/2020/03/20/springs-longer-days-more-sunlight-warmer-temperatures-help-kill-coronavirus-covid-19/2871156001/
    8. When is the Best Time to Get Vitamin D from Sunlight ?. [Internet]. Theralight. 2020. [cited 28 March 2020]. Available from: https://theralightinc.com/best-time-to-get-vitamin-d-from-sunlight/
    Read More
  • Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengumumkan 132 rumah sakit rujukan di seluruh provinsi untuk penanganan kasus virus corona. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/169/2020. Berikut daftar 8 rumah sakit rujukan di Provinsi DKI Jakarta: RSPI Sulianti Saroso Alamat: Jl Baru Sunter Permai Raya Jakarta Utara Telepon: (021-6506559) Fax: (021-6401411) […]

    Catat Sobat, Daftar 8 RS Rujukan Penanganan Virus Corona & Hotline DKI Jakarta + ProSehat

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengumumkan 132 rumah sakit rujukan di seluruh provinsi untuk penanganan kasus virus corona. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/169/2020.

    daftar 8 RS rujukan penanganan virus corona

    Berikut daftar 8 rumah sakit rujukan di Provinsi DKI Jakarta:

    1. RSPI Sulianti Saroso
      Alamat: Jl Baru Sunter Permai Raya Jakarta Utara
      Telepon: (021-6506559)
      Fax: (021-6401411)
      Email: [email protected]
    2. RSUP Persahabatan
      Alamat: Jl Persahabatan Raya No. 01 Jakarta Timur
      Telepon: (021) 4891708
      Fax: (021) 4711222
      Email: [email protected]
    3. RSUP Fatmawati
      Alamat: Jl RS Fatmawati Cilandak, Jakarta Selatan
      Telepon: (021-7501524) E
      mail: [email protected]
    4. RSPAD Gatot Soebroto
      Alamat: Jl Dr. Abdul Rahman Saleh No. 24 Kel. Senen, Kec. Senen, Jakarta Pusat
      Telepon: (021-3440693)
      Fax: (021-3440693)
      Email: [email protected]
    5. RSUD Cengkareng
      Alamat: Jl Kamal Raya Bumi Cengkareng Indah, Cengkareng Timur
      Telepon: (021) 54372874
      Fax: (021) 5442693
      Email: [email protected]
    6. RSUD Pasar Minggu
      Alamat: JL. TB. Simatupang No. 1 Kel. Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
      Telepon: (021-29059999)
      Fax: (021-29407035)
      Email: [email protected]
    7. RS Umum Bhayangkara Tk. 1 R. Said Sukanto
      Alamat: Jl. Raya Bogor Kramat Jati, Jakarta Timur
      Telepon: (021-8093288)
      Fax: (021-8094005)
      Email: [email protected]
    8. RSAL Mintoharjo
      Alamat: Jl. Bendungan Hilir 17 Jakarta Pusat
      Telepon: (215703081)
      Fax: (021-5711997)
      Email: [email protected]

    Layanan Hotline Dinkes DKI & ProSehat
    Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka sambungan (hotline) di nomor 08138837-6955 bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan kasus virus corona. Nomor tersebut siap melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, hotline tersebut juga bisa digunakan untuk mengetahui informasi lebih lanjut soal virus corona. Untuk kondisi gawat darurat, masyarakat dan tenaga kesehatan juga dapat langsung menghubungi 112 atau 119.
    Atau Sobat pun dapat menghubungi hotline Prosehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800.

    Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik, Tempat Rapid Test di Jakarta

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan,  bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan work from home. Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang harus tetap bekerja dan beraktivitas di luar rumah. Tanpa disadari, selama beraktivitas di luar mungkin kita telah melakukan kontak dengan orang maupun benda yang telah terpapar virus corona. Baca Juga: Cara Dapatkan […]

    Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah

    Untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan work from home. Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang harus tetap bekerja dan beraktivitas di luar rumah. Tanpa disadari, selama beraktivitas di luar mungkin kita telah melakukan kontak dengan orang maupun benda yang telah terpapar virus corona.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Oleh karena itu, berikut adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan Sobat setibanya di rumah setelah bepergian:

    1. Buka sepatu di pintu sebelum memasuki rumah

    Saat Sobat tiba di depan pintu rumah, lepaskan sepatu dan letakkan di luar rumah. Virus corona dapat bertahan selama tujuh jam hingga beberapa hari di permukaan benda, termasuk permukaan sepatu.

    1. Semprotkan desinfektan pada barang yang dibawa

    Virus corona dapat diinaktivasi dengan menggunakan desinfektan yang mengandung 80% ethanol4. Oleh karena itu, Sobat perlu menyemprotkan desinfektan pada barang bawaan seperti tas hingga barang-barang yang sering disentuh seperti kunci kendaraan, dompet, dan handphone.

    1. Buang semua benda yang tak dibutuhkan

    Sebelum masuk ke dalam rumah, Sobat dianjurkan untuk membuang barang-barang yang tak dibutuhkan, termasuk barang-barang habis pakai seperti masker dan tisu.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    1. Masuk rumah langsung cuci tangan dan kaki dengan sabun

    Setelah melakukan tiga tahap di atas, Sobat dapat masuk ke dalam rumah dan langsung mencuci tangan dan kaki dengan sabun. WHO menganjurkan untuk mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol untuk membunuh virus yang mungkin Sobat dapatkan selama beraktivitas di luar.

     

    1. Buka pakaian dan langsung tempatkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci

    Virus corona dapat menyebar dan menempel pada permukaan apapun, termasuk pakaian. Alangkah baiknya untuk segera berganti pakaian dan memasukkannya ke dalam mesin cuci sehingga pakaian kotor dari luar rumah tidak bercampur dengan pakaian bersih.

    1. Jangan menyentuh apapun

       

    Saat Sobat masuk ke dalam rumah, Sobat harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh barang-barang di dalam rumah untuk mencegah penyebaran virus yang mungkin Sobat bawa dari luar.

    1. Jangan langsung beristirahat

    Sampai di rumah bukan berarti Sobat dapat langsung bersantai ria di sofa, rebahan di tempat tidur, dan makan snack di meja makan. Prioritaskan kebersihan diri sebelum beristirahat selepas beraktivitas dirumah. Usahakan menjaga tempat istirahat dan makan seperti sofa, kamar tidur, dan meja makan tetap higienis.

     

    1. Langsung mandi pakai sabun

    Selepas beraktivitas di luar, Sobat dianjurkan untuk mandi dan membersihkan diri menggunakan sabun. Sobat juga dapat menambahkan desinfektan ke dalam bak mandi untuk membunuh virus yang mungkin menempel di tangan, kaki, dan wajah.

     

    1. Baru menyapa keluarga

    Setelah melakukan semua tahap di atas, Sobat dapat menyapa keluarga. Perlu diingat, bahwa orangtua dan anak-anak lebih rentan terkena virus corona6. Oleh karena itu, Sobat perlu memastikan kebersihan diri sebelum berkumpul dengan keluarga.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

    Demikian langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah beraktivitas di luar rumah. Jika memungkinkan, utamakan social distancing dan work from home untuk menghindari keramaian. Sering mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol akan membantu Sobat melindungi diri dan orang sekitar dari penyebaran virus corona. Terlebih lagi, utamakan kesehatan keluarga dengan membersihkan diri terlebih dahulu sehabis beraktivitas di luar rumah.

     

    Apabila Sobat memerlukan informasi lanjut mengenai corona dan tes-tesnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Cascella, M., Rajnik, M., Cuomo, A., Dulebohn, S., & Di Napoli, R. (2020). Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). Florida: StatPearls Publishing.
    2. (2020). Study suggests new coronavirus may remain on surfaces for days. National Institute Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/study-suggests-new-coronavirus-may-remain-surfaces-days
    3. (2020). New Coronavirus Stable for Hours on Surfaces. National Institutes Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/news-releases/new-coronavirus-stable-hours-surfaces
    4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    5. Advice for public. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Zhang, S., Tuo, J., Huang, X., Zhu, X., Zhang, D., & Zhou, K. et al. (2018). Epidemiology characteristics of human coronaviruses in patients with respiratory infection symptoms and phylogenetic analysis of HCoV-OC43 during 2010-2015 in Guangzhou. PLOS ONE13(1), e0191789. doi: 10.1371/journal.pone.0191789
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja