Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 131–140 of 1400 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Mengetahui penyebab dan cara menghilangkan pikiran negatif dapat memberikan banyak manfaat. Terutama agar terhindari dari stres. Dalam kehidupan sehari-hari, proses berpikir seseorang tentu memegang kendali penuh terhadap dirinya sendiri. Depresi, kecemasan, atau pikiran negatif lainnya adalah reaksi normal dan dapat dialami oleh siapa saja. Namun […]

    Cara Menghilangkan Pikiran Negatif dan Kenali Penyebabnya

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica

    Memahami Cara Menghilangkan Pikiran Negatif yang Berlebihan Akan Menghindarkan Diri Dari Rasa Depresi

    Memahami Cara Menghilangkan Pikiran Negatif yang Berlebihan Akan Menghindarkan Diri Dari Rasa Depresi

    Mengetahui penyebab dan cara menghilangkan pikiran negatif dapat memberikan banyak manfaat. Terutama agar terhindari dari stres. Dalam kehidupan sehari-hari, proses berpikir seseorang tentu memegang kendali penuh terhadap dirinya sendiri. Depresi, kecemasan, atau pikiran negatif lainnya adalah reaksi normal dan dapat dialami oleh siapa saja. Namun semuanya harus bisa terkontrol dan dalam kondisi yang wajar sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang kurang baik bagi kesehatan tubuh dan jiwa.

    Kondisi depresi, cemas, dan berpikiran negatif biasanya muncul ketika kita merasa kecewa dalam hidup. Seringkali seseorang merasa hidupnya sedang bermasalah, padahal pikiran negatif inilah yang membuat kita percaya bahwa masalah itu ada. Kemudian, pikiran negatif yang terus muncul dapat menghentikan langkah kita untuk maju. 

    Penyebab Munculnya Pikiran Negatif

    Sebelum membahas bagaimana cara menghilangkan pikiran negatif, sebaiknya Sahabat Sehat memahami terlebih dahulu bagaimana proses terbentuknya pikiran negatif di otak. Sama halnya dengan magnet, pikiran pada otak manusia juga dapat mengarah pada hal positif maupun negatif. 

    Sebagian besar dari pikiran tersebut adalah refleksi dari berbagai jenis emosi yang dirasakan. Contohnya ketika sedang bahagia, Sahabat Sehat cenderung akan berpikiran positif. Namun sebaliknya, saat Sahabat Sehat sedang marah atau cemas, pikiran negatif yang akan mendominasi pikiran Anda. Mengapa demikian?

    Hal ini dikarenakan manusia merupakan makhluk sosial yang berkeinginan kuat untuk melindungi diri sendiri dari berbagai hal yang mengancam atau membahayakan. Untuk menghindarinya, emosi dalam diri manusia akan meresponnya dengan pikiran negatif agar ia menjadi lebih waspada. Kendati demikian, berpikiran negatif secara berlebih juga akan berdampak buruk bagi kesehatan mental dan fisik. 

    Pasalnya, saat otak di dominasi oleh pikiran negatif maka akan memicu munculnya berbagai masalah kesehatan seperti darah tinggi (hipertensi), gangguan pencernaan, infeksi, hingga penyakit jantung. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat perlu tahu cara menghilangkan pikiran negatif agar fisik dan jiwa tetap sehat. 

    Cara Menghilangkan Pikiran Negatif

    Pikiran negatif yang muncul sesekali dan dalam intensitas yang wajar tidaklah menjadi masalah. Namun jika terlalu sering jatuh dalam pikiran negatif terhadap banyak hal, maka hal tersebut harus segera diatasi. Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengurangi kebiasaan berpikir negatif, antara lain:

    Lakukan Teknik Mindfulness

    Menurut seorang psikolog, salah satu cara mengatasi munculnya pikiran negatif adalah dengan mempraktikan mindfulness yang merupakan kemampuan seseorang untuk sepenuhnya menyadari apa yang sedang dilakukan dan apa yang sedang dihadapi saat ini. Dengan demikian, Sahabat Sehat dapat sepenuhnya sadar dalam berperilaku, bertindak, serta siap saat menghadapi sesuatu. 

    Beberapa langkah untuk menerapkan mindfulness ini, yaitu:

    • Cobalah untuk menenangkan diri
    • Atur dan perhatikan napas atau langkah kaki Anda selama 5 – 10 detik
    • Perhatikan atau amati apapun yang ada di sekitar Sahabat Sehat
    • Perhatikan hal-hal seperti bau, suara, sentuhan atau pemandangan yang dilihat di sekitar
    • Kemudian, kembali perhatikan nafas atau langkah kaki Sahabat Sehat

    Mindfulness bertujuan untuk membangun ketenangan pada pikiran sehingga sangat mungkin untuk mengusir berbagai hal atau pikiran negatif yang sebelumnya dicemaskan. 

    Kenali Apa Penyebabnya

    Mencari tahu dari mana pikiran negatif berasal dan apa yang menyebabkannya menjadi cara yang cukup efektif dalam menghilangkan pikiran negatif. Menurut sebuah penelitian, pikiran negatif ini bisa jadi berasal dari sifat yang diwariskan oleh orang tua, sebagai bagian dari proses evolusi manusia yang selalu waspada terhadap bahaya.

    Adanya depresi, kecemasan, dan pengalaman traumatis juga berperan penting dalam menciptakan pikiran negatif. Oleh sebab itu, jika memang rasa berpikiran positif ini muncul setelah adanya pengalaman traumatis di masa lalu, jangan ragu untuk mendapatkan bantuan medis dari psikiater maupun psikolog.

    Kenali Tanda dan Bangun Pikiran Positif

    Tips paling efektif dalam cara menghilangkan pikiran negatif adalah dengan membangun pikiran positif. Akan tetapi, sebelumnya Sahabat Sehat perlu mengenali seperti apa tanda dari pikiran negatif. Contohnya muncul pikiran seperti berikut :

    • “Aku tidak bisa mengerjakannya, aku takut nilaiku jelek”. Padahal jika Sahabat Sehat melihat situasi ini dari sudut pandang yang berbeda, maka hal ini bisa Sahabat Sehat jadikan motivasi untuk belajar lebih giat.
    • “Kayaknya aku tidak akan berhasil”. Padahal Sahabat Sehat dapat mencobanya dengan teknik lain dan mengembangkannya, kemudian mencoba lagi.

    Sahabat Sehat dapat mulai mengubah pikiran tersebut menjadi lebih positif dengan mencoba langkah-langkah berikut ini:

    • Tentukan pikiran bagian mana yang ingin diubah, mungkin pada hal pekerjaan, prestasi di sekolah/kampus, atau bahkan pada hubungan dengan pasangan atau keluarga. 
    • Jika sudah ditentukan, cobalah untuk mengurangi atau berhenti memikirkan hal buruk tersebut dengan mengubah sudut pandang Anda atau alihkan pikiran dengan memikirkan hal yang lucu-lucu, sehingga tidak terlalu stres.
    • Terapkan pola hidup sehat, seperti mulai rutin olahraga sekitar 30 menit setiap harinya. Olahraga  mampu memperbaiki suasana hati dengan menghasilkan hormon endorphin sehingga mengurangi stres.
    • Berbaurlah dengan orang-orang yang berpikir positif, khususnya mereka yang mendukung Sahabat Sehat untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
    • Tingkatkan semangat dan rasa syukur atas apa yang telah Sahabat Sehat miliki dan rasakan. 

    Mengubah pikiran negatif menjadi lebih positif memang bukanlah hal yang mudah. Ini membutuhkan proses yang lama dan latihan terus menerus dan untuk membangun kebiasaan baru tentunya juga membutuhkan waktu yang tidak sebentar. 

    Konsultasi Dengan Tenaga Profesional

    Apabila cara diatas tidak cukup efektif dalam menghilangkan pikiran negatif, sebaiknya segera minta bantuan tenaga profesional misalnya dokter psikiater maupun psikolog. Terlebih jika pikiran negatif yang dirasakan telah mengganggu kehidupan sehari-hari dan disertai dengan gejala yang mengarah pada masalah mental.

    Lihat Juga: Layanan Kesehatan Agar Karyawan di Kantor Anda Bisa Bebas dari Stress

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai berbagai tips dan cara menghilangkan pikiran negatif yang perlu untuk kita semua praktekkan. Jika Sahabat Sehat membutuhkan bantuan kesehatan dan konsultasi kesehatan segera manfaatkan layanan konsultasi dari Prosehat. Silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Michigan Medicine. Health Anxiety: Stop Negative Thoughts [Internet]. 
    2. Cleveland Clinic. How to Turn Around Your Negative Thinking [Internet].
    3. Psychology Today. 7 Ways to Deal With Negative Thoughts [Internet].
    4. Healthline. Automatic Negative Thinking: 5 Ways to Stop These Invading Thoughts [Internet].
    5. WebMD. Sleep Disorders [Internet]. USA : WebMD;
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Penyebab sering buang air besar setelah makan biasanya karena pola makan yang salah. Namun bisa jadi ini tanda adanya gangguan usus. Oleh sebab itu, sangat perlu mengetahui apa yang menjadi penyebab hal ini. Dengan demikian, bisa mendapatkan solusi terbaik sesuai dengan faktor yang menjadi […]

    5 Penyebab Seseorang Sering Buang Air Besar Setelah Makan

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Gejala Sering Buang Air Besar Setelah Makan Bisa Jadi Tanda Adanya Masalah Usus

    Gejala Sering Buang Air Besar Setelah Makan Bisa Jadi Tanda Adanya Masalah Usus

    Penyebab sering buang air besar setelah makan biasanya karena pola makan yang salah. Namun bisa jadi ini tanda adanya gangguan usus. Oleh sebab itu, sangat perlu mengetahui apa yang menjadi penyebab hal ini. Dengan demikian, bisa mendapatkan solusi terbaik sesuai dengan faktor yang menjadi penyebab masalah.

    Membicarakan kebiasaan BAB mungkin akan terasa memalukan, padahal frekuensi BAB dan konsistensi feses dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi tubuh kita. Pasalnya, kebiasaan buang air besar (BAB) menunjukan banyak hal terkait kesehatan dan seberapa baik fungsi tubuh.

    Setiap orang memiliki intensitas BAB yang berbeda-beda. Meski demikian, sudah seharusnya BAB menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Namun jika buang air besar ini terjadi terlalu sering bahkan dialami setiap setelah makan, maka kondisi ini perlu Sahabat Sehat waspadai. Intensitas BAB yang terlalu sering juga bisa menjadi tanda adanya ketidakberesan pada sistem pencernaan.

    Apakah Sering BAB Setelah Makan itu Wajar?

    Ketika Sahabat Sehat makan, lambung dan usus akan merenggang. Setelah merasa cukup kenyang, saraf pada lambung akan mengirim sinyal ke usus halus untuk mempersiapkan disi mencerna makanan dari lambung. Sinyal inilah yang kemudian memandu kontraksi pada otot-otos usus untuk bergerak dan mencerna makanan. Pergerakan pada usus halus dan usus besar ini yang akhirnya akan memicu rasa ingin buang air besar. Ini artinya, BAB setelah makan seperti ini merupakan bagian dari siklus pencernaan yang cukup normal terjadi.

    Lihat Juga: Mitos Seputar Buang Air Besar

    Biasanya, mereka yang mengalami kondisi ini akan lebih sering menahannya daripada ke kamar mandi. Kebiasaan menahan buang air besar inilah yang sebenarnya tidak baik bagi kesehatan, karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi lain pada pencernaan. Namun, apabila keinginan untuk BAB ini selalu muncul setelah makan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi apa yang sedang Anda alami. 

    Penyebab Sering Buang Air Besar Setelah Makan

    Apabila rasa ingin buang air besar setelah makan tidak selalu muncul, atau hanya sesekali saja, maka kondisi tersebut masih tergolong normal. Akan tetapi, apabila keinginan BAB sering terjadi maka dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya:

    Iritasi Usus

    Usus umumnya bekerja sangat aktif saat terjadi peradangan atau iritasi di lapisan dalam usus. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan usus halus dan usus besar mencerna makanan dalam waktu singkat. Makanan yang telah dicerna oleh lambung akan bergerak dengan cepat di dalam rongga usus halus maupun besar. Gangguan pada usus seperti inilah yang kemudian memicu seseorang untuk buang air besar setelah makan.

    Radang Usus / Inflammatory Bowel Disease (IBD)

    Penyakit radang usus atau disebut juga IBD terbagi menjadi dua jenis, yakni Penyakit Crohn dan Kolitis Ulserativa. Kedua penyakit ini mengacu pada peradangan usus. IBD akan menyebabkan seseorang sering buang air besar, sakit lambung, sakit perut setelah makan, hingga adanya darah pada feses.

    Kondisi Kolitis ulserativa biasanya hanya mempengaruhi usus besar, sementara pada kondisi Penyakit Crohn mempengaruhi saluran pencernaan secara keseluruhan. Penyakit radang usus umumnya akan membuat penderita kesulitan untuk menahan rasa ingin buang air besar, sehingga harus segera ke kamar mandi bahkan setelah makan sekalipun.

    Intoleransi Laktosa

    Seseorang yang menderita intoleransi laktosa, tidak mampu mencerna gula jenis laktosa yang biasanya terkandung dalam produk susu dan produk olahan susu. Apabila penderita intoleransi laktosa mengkonsumsi susu maupun produk olahan susu, maka saluran cerna tidak dapat menyerap zat laktosa dengan baik sehingga mengakibatkan diare.

    Jika Sahabat Sehat mengalami intoleransi laktosa, sangat disarankan hanya mengkonsumsi susu yang bebas laktosa. Cek: Susu Bebas Laktosa

    Penyakit Celiac

    Penyakit Celiac adalah suatu kondisi ketika sistem imun seseorang bereaksi ketika mengkonsumsi gluten, yang banyak ditemukan dalam makanan seperti biji-bijian, seperti gandum, gandum hitam, dan jelai. Penderita Celiac umumnya mengalami diare setelah mengkonsumsi gluten.

    Kanker Usus Besar

    Kanker usus besar adalah salah satu penyebab seseorang jadi sering buang air besar setelah makan. Kondisi ini umumnya terjadi ketika sel-sel di usus besar mulai tumbuh secara tidak normal sehingga mempengaruhi fungsi usus besar. Kanker jenis ini bisa disembuhkan dengan peluang hingga 90% apabila sudah diketahui sejak awal pertumbuhannya.

    Umumnya, penderita kanker usus besar akan merasa kesakitan saat buang air besar. Selain itu, intensitas buang air besar yang sering disertai dengan adanya darah pada tinja juga dapat menjadi tanda kanker usus besar yang perlu diwaspadai.

    Kolitis Mikroskopis

    Beda halnya dengan kolitis ulserativa, peradangan lapisan dalam usus akibat Kolitis Mikroskopis hanya dapat dilihat dengan jelas melalui mikroskop. Namun sayangnya, penyebab penyakit ini belum dapat dipastikan hingga saat ini. Meski demikian, kondisi ini biasanya akan membuat penderita kesulitan menahan rasa ingin buang air besar.

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Sahabat Sehat tak perlu khawatir apabila rasa ingin buang air besar setelah makan hanya muncul sesekali. Namun, jika kondisi ini terjadi secara berulang dan sering maka sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Selain itu, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diwaspadai yakni :

    • Mengalami diare yang tidak kunjung membaik dalam tiga minggu.
    • Menderita diare dan demam tinggi lebih dari 380Celcius.
    • Saat diare terjadi disertai rasa sakit pada rektum atau perut bagian bawah.
    • Feses yang keluar berwarna kehitaman, abu-abu, atau berdarah. 
    • Diare yang disertai tanda dehidrasi, seperti kelelahan, haus, dan pusing.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab sering buang air besar setelah makan. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab masalah ini, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Carolina Digestive. Women vs Men When It Comes To Digestion [Internet]. USA : Carolina Digestive
    2. ASGE. Quick Anatomy Lesson: Human Digestive System [Internet]. USA : ASGE
    3. Mayo Clinic. Digestion: How long does it take? [Internet]. USA : Mayo Clinic
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh : dr. Monica C Penderita vertigo biasanya mendapatkan penanganan berupa pemberian obat. Namun ternyata, fisioterapi untuk vertigo juga sangat penting. Terutama dalam membantu proses penyembuhan. Kondisi vertiga yang ditandai dengan pusing berputar-putar dapat dialami siapa saja. Baik pada pria maupun wanita. Tua ataupun muda. Penyakit ini dapat […]

    Pentingnya Fisioterapi untuk Membantu Penyembuhan Vertigo

    Ditulis oleh : dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Wanita yang Pusing dan Membutuhkan Perawatan Fisioterapi untuk Vertigo

    Penderita vertigo biasanya mendapatkan penanganan berupa pemberian obat. Namun ternyata, fisioterapi untuk vertigo juga sangat penting. Terutama dalam membantu proses penyembuhan.

    Kondisi vertiga yang ditandai dengan pusing berputar-putar dapat dialami siapa saja. Baik pada pria maupun wanita. Tua ataupun muda. Penyakit ini dapat mereda dengan sendirinya, namun tentu saja dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh sebab itu, penyakit ini harus mendapatkan penanganan sehingga kualitas hidup seseorang bisa segera kembali normal.

    Memahami Faktor yang Menjadi Penyebab Vertigo

    Terdapat berbagai hal yang dapat menyebabkan vertigo. Beberapa contohnya adalah adanya infeksi, rasa cemas berlebih, atau bahkan tumor yang mengganggu bagian pengatur keseimbangan tubuh.

    Berdasarkan penyebab-penyebabnya, tentu tidak semua vertigo langsung disarankan untuk menjalani fisioterapi. Penyebab vertigo yang dapat disarankan untuk melakukan fisioterapi adalah endapan pada saluran keseimbangan tubuh atau disebut juga Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)

    Sebagian besar BPPV yaitu 50-70% terjadi tanpa ada faktor pencetusnya. Sisanya dapat terjadi akibat riwayat kepala pernah terbentur, riwayat infeksi telinga, dan kurangnya oksigen. BPPV paling banyak dijumpai pada usia 50-70 tahun, usia muda jarang dijumpai namun dapat terjadi apabila terdapat riwayat trauma kepala.

    Untuk mengetahui apakah Sahabat Sehat mengalami BPPV, Sahabat Sehat harus memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter. Dokter akan menanyakan keluhan saat ini dan riwayat Sahabat Sehat, lalu akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan laboratorium atau pencitraan seperti CT-scan atau MRI mungkin diperlukan agar dokter dapat menyingkirkan penyebab vertigo lainnya sehingga diagnosis BPPV dapat tegak atau lebih akurat.

    Manfaat Fisioterapi untuk Vertigo

    Penanganan pada penderita vertigo (BPPV) berupa pemberian obat dan fisioterapi. Obat-obatan yang diberikan secara umum dapat meredakan gejala. Pada sebuah penelitian diketahui bahwa dua per tiga dari penderita BPPV yang melakukan fisioterapi, mengalami perbaikan dari  keluhan vertigonya meski tidak diberikan tatalaksana lain.

    Fisioterapi yang dilakukan kepada penderita vertigo disebut Vestibular Rehabilitation. Tujuan dilakukannya fisioterapi ini adalah untuk melatih input yang diterima oleh organ yang mengatur keseimbangan tubuh dan yang penglihatan mata agar dapat diproses dengan baik dalam otak, sehingga persepsi keseimbangan tubuh dapat diperbaiki.

    Dengan membaiknya persepsi keseimbangan tubuh, diharapkan keluhan vertigo akan semakin berkurang dan Sahabat Sehat dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa gangguan keseimbangan. Dalam fisioterapi ini, Sahabat Sehat dilatih untuk melatih rangsangan keseimbangan dengan cara:

    • Melakukan gerakan-gerakan stretching
    • Memutarkan kepala

    Fisioterapi dapat dilakukan selama 40-60 menit setiap sesinya, diharapkan Sahabat Sehat dapat melanjutkannya di rumah. Kontrol untuk fisioterapi secara umum dilakukan 1 kali setiap 1-2 minggu. Dengan melakukan fisioterapi tersebut, diharapkan keluhan vertigo secara perlahan akan berkurang hingga nantinya menghilang.

    Namun demikian, tidak semua pasien vertigo dapat diberikan fisioterapi yang disebut dengan Vestibular Rehabilitation. Harus dicari tahu terlebih dahulu penyebab dari vertigo yang mungkin Sahabat Sehat alami. Sebelum ingin memulai fisioterapi tersebut, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter atau tenaga medis terlebih dahulu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai fisioterapi untuk vertigo sebagai salah satu penanganan yang dapat membantu proses penyembuhan. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan maupun layanan fisioterapi, segera manfaatkan layanan dari Prosehat.

    Dapatkan: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. National Health Service. Vertigo[cited 7 February 2022]
    2. National Health Service. Vertigo causes and treatment
    3. Stanton M, Freeman A. Vertigo [cited 7 February 2022]
    4. Palmeri R, Kumar A. Benign Paroxysmal Positional Vertigo[cited 7 February 2022]
    5. Han B, Song H, Kim J. Vestibular Rehabilitation Therapy
    6. Northwell Health. Vestibular rehabilitation – Rehabilitation Network
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D Ditinjau oleh: dr. Monica C Seseorang berisiko tertular penyakit akibat oral seks. Risiko semakin besar jika melakukannya pada lebih dari satu pasangan seksual. Ya, semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki maka semakin besar resiko untuk terinfeksi penyakit menular seksual. Oral seks adalah rangsangan pada alat kelamin dengan menggunakan mulut dan […]

    9 Risiko Penyakit yang Muncul Akibat Melakukan Oral Seks

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Penyakit Akibat Oral Seks Mulai dari HIV hingga Rasa Kecanduan

    Seseorang berisiko tertular penyakit akibat oral seks. Risiko semakin besar jika melakukannya pada lebih dari satu pasangan seksual. Ya, semakin banyak pasangan seksual yang dimiliki maka semakin besar resiko untuk terinfeksi penyakit menular seksual.

    Oral seks adalah rangsangan pada alat kelamin dengan menggunakan mulut dan ludah. Oral seks merupakan salah satu cara infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering ditularkan. Seks oral meliputi seks oral pada penis (fellatio), seks oral pada vulva (cunnilingus) dan seks oral pada anal (rimming).

    Penyakit Akibat Oral Seks

    Sebenarnya seks oral memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah jika dibandingkan seks antar kelamin. Namun risiko dari seks oral tetap ada dan perlu diwaspadai. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan resiko yang lebih besar untuk kanker orofaringeal pada orang yang melakukan seks oral dengan setidaknya enam pasangan yang berbeda. Selain risiko kanker, infeksi menular seksual juga dapat disebabkan akibat oral seks.

    Menurut CDC (Center of Disease Control and Prevention), beberapa penyakit yang bisa muncul akibat melakukan seks oral antara lain:

    HIV

    Seks oral merupakan aktivitas yang relatif beresiko rendah untuk penularan HIV, terutama jika dibandingkan dengan aktivitas seksual melalui alat kelamin. Meskipun penularan HIV jarang terjadi melalui seks oral, namun resiko penularan masih tetap ada. Resiko HIV meningkat apabila:

    • Memiliki luka di area mulut
    • Ejakulasi di dalam mulut
    • Penerima seks oral memiliki infeksi menular seksual lainnya

    Oleh sebab itu, pasangan sebaiknya melakukan tes HIV/Aids. Khususnya sebelum melakukan pernikahan.

    Lihat juga: Pentingnya Tes HIV Sebelum Menikah

    Herpes Simpleks

    Meskipun herpes genital dan herpes oral disebabkan oleh jenis virus herpes simpleks yang berbeda (HSV-2 dan HSV-1), namun kedua virus ini mampu menginfeksi lokasi tersebut. Oleh karena itu, herpes dapat menular akibat seks oral.

    Resiko tertular infeksi herpes selama seks oral sangat signifikan dan dapat terjadi walaupun pasangan tidak mengalami gejala apapun.

    Lihat juga: Cara Menghindari Penyakit Menular Seksual

    Human Papillomavirus (HPV)

    Seks oral sangat memungkinkan terjadinya transmisi virus HPV. Faktanya, diyakini bahwa HPV yang didapat saat melakukan seks oral merupakan faktor resiko utama terjadinya kanker mulut dan tenggorokan. Infeksi HPV mudah menyebar karena bisa menular hanya karena kontak kulit, bukan melalui cairan tubuh.

    Oleh sebab itu, vaksinasi sangat penting dilakukan sebelum melakukan pernikahan untuk menghindari munculnya penyakit akibat oral seks. Pastikan untuk menerima vaksin HPV sebelum menikah.

    Lihat juga: Pentingnya Vaksin HPV Sebelum Menikah

    Gonore (Kencing Nanah)

    Tingkat penularan Gonore sangat tinggi pada pria yang berhubungan dengan sesama jenis dan biseksual. Beberapa penelitian melaporkan bahwa sekitar 6,5% pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis mengalami infeksi gonore pada tenggorokan.

    Gonorrhea merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. CDC memperkirakan ada sekitar 1,14 juta kasus baru setiap tahunnya. Gonorrhea dapat ditularkan melalui seks oral. Gonorrhea dapat mempengaruhi tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih dan rektum.

    Lihat juga: Mengenal Penyakit Kencing Nanah

    Chlamydia

    Penyakit Chlamydia disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini tak hanya ditularkan melalui hubungan seks oral, namun juga dapat ditularkan melalui hubungan seks anal dan melalui vagina. Penyakit ini dapat menyerang tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih dan rectum.

    Lihat juga: Tips Menghindari Perilaku Seks Berisiko

    Sifilis

    Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Penyakit sifilis dapat menyerang mulut, bibir, alat kelamin, anus, dan rektum.

    Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyerang area tubuh lainnya termasuk pembuluh darah dan saraf.

    Lihat juga: Perilaku Seksual yang Sehat bagi Wanita

    Luka Lecet

    Kegiatan oral seks tanpa tahu cara melakukannya dengan benar dapat berisiko menimbulkan luka pada area kelamin. Bahayanya lagi jika saat luka terjadi, ada bakteri dari mulut yang pindah ke area luka tersebut. Hal tersebut bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

    Oleh sebab itu, demi kesehatan sebaiknya menghindari kegiatan seks berisiko. Konsultasikan pada dokter untuk mendapatkan perawatan jika terjadi luka akibat melakukan seks oral.

    Perubahan Perilaku Seks

    Beberapa orang dilaporkan mengalami perubahan perilaku seks setelah mencoba melakukan oral seks. Misalnya menjadi ketagihan, ataupun merasa lebih terpuaskan melakukan hubungan oral seks ketimbang perilaku seks seperti pada normalnya. Ada juga yang menjadi hanya terangsang jika diberikan oral seks terlebih dahulu. Bahkan ada kasus dimana seseorang yang kemudian kecanduan akhirnya melakukan oral seks pada diri sendiri.

    Jika terjadi perubahan perilaku ini, ada baiknya melakukan konsultasi pada dokter sehingga kehidupan seks bisa kembali normal.

    Penyakit Lainnya

    Masih banyak risiko-risiko penyakit lainnya yang bisa terjadi akibat melakukan oral seks. Terutama jika melakukannya dengan bergonta-ganti pasangan. Beberapa penyakit lainnya yang bisa muncul antara lain:

    • Hepatitis A
    • Hepatitis B
    • Hepatitis C
    • Kutu kelamin
    • dan penyakit lainnya

    Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan perilaku seks yang sehat dan bertanggung jawab. Hal ini demi mencegah risiko penyakit akibat oral seks yang mungkin bisa terjadi.

    Mencegah Penyakit Seksual Akibat Oral Seks

    Penyakit menular seksual dapat dicegah dengan menggunakan alat pelindung seperti kondom setiap kali melakukan hubungan seks oral. Selain itu, penyakit menular seksual dapat dicegah dengan menghindari berganti pasangan seksual.

    Sebelum melakukan oral seks, penis dapat dilindungi dengan kondom lateks dan jika alergi terhadap latex maka dapat menggunakan kondom plastik (poliuretan). Sementara bagi wanita, dapat menggunakan dental dam pada area kemaluannya.

    Selain itu, melakukan pemeriksaan pranikah juga sangat penting untuk memastikan kedua-belah pihak dalam kondisi sehat. Jika memang ditemukan masalah kesehatan, pasangan bisa saling mendukung proses penyembuhan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium terkait penyakit akibat oral seks maupun produk imunisasi, pemeriksaan Covid-19, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan vaksinasi Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. National Health Service. What infections can I catch through oral sex?
    2. Goodwin M, Zambon V. Oral sex STD risk charts: Safety and prevention
    3. Downs M, Katz M. Oral Sex: Safety, Risks, Relationships, STD Transmission
    4. Boskey E, Brahmbhatt J. Did You Know That Oral Sex Isn’t Safer Sex?
    5. White C, Scaccia A. The Facts on Oral STDs
    6. Centers for Disease Control and Prevention. STD Risk and Oral Sex
    Read More
  • Penelitian menunjukkan ada pengaruh gangguan tiroid terhadap psikologi penderitanya. Karenanya, psikologi dari penderita perlu dijaga. Selain itu, perlu adanya kerjasama antara penderita dan orang-orang di sekitar penderita tiroid sehingga kondisi psikologi penderita bisa tetap normal. Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa ternyata masalah psikologi penderita hipertiroid bisa berbeda dengan masalah psikologi yang dialami penderita […]

    Pengaruh Gangguan Tiroid Terhadap Psikologi Penderitanya

    Pengaruh Tiroid pada Psikologi Salah Satunya Menyebabkan Tekanan Mental

    Penelitian menunjukkan ada pengaruh gangguan tiroid terhadap psikologi penderitanya. Karenanya, psikologi dari penderita perlu dijaga. Selain itu, perlu adanya kerjasama antara penderita dan orang-orang di sekitar penderita tiroid sehingga kondisi psikologi penderita bisa tetap normal.

    Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa ternyata masalah psikologi penderita hipertiroid bisa berbeda dengan masalah psikologi yang dialami penderita hipotiroid. Selain itu, kita juga perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi kondisi ketika masalah psikologi ini muncul.

    Mengenal Apa Itu Gangguan Tiroid

    Kelenjar tiroid terletak di leher bagian depan, terdiri atas dua bagian yaitu lobus kanan dan lobus kiri yang menyatu di garis tengah dan berbentuk seperti kupu-kupu.1 Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yaitu Tiroksin (T4) dan Triiodotironin (T3). Pembentukan hormon tiroid dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik yang melibatkan hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

    Gangguan tiroid yang dapat terjadi misalnya hipotiroidisme yakni kondisi ketika produksi hormon tiroid rendah, maupun hipertiroidisme yakni kondisi ketika produksi hormon tiroid meningkat. Hormon tiroid berperan dalam berbagai proses metabolisme (misalnya metabolisme protein, karbohidrat dan lemak) dan mengatur keseimbangan organ tubuh manusia. Kekurangan maupun kelebihan hormon tiroid dapat mengganggu berbagai proses metabolisme dan aktivitas fisiologi organ tubuh, termasuk sistem saraf, jantung, dan otak.

    Kondisi kekurangan hormon tiroid disebut hipotiroid. Sementara itu, kondisi kelebihan hormon tiroid disebut hipertiroid. Keduanya bisa menjadi masalah serius bagi kesehatan penderita jika tidak ditangani dengan baik.

    Gangguan yang Terjadi pada Penderita Hipertiroid

    Hipertiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid hiperaktif sehingga produksi hormon tiroksin menjadi terlalu banyak. Terdapat berbagai gejala yang dirasakan penderitanya, diantaranya mudah berkeringat, suasana hati menjadi cepat berubah, gelisah, jantung berdebar kencang, kedutan otot, tremor dan gemetaran. Penurunan gairah seksual juga dapat terjadi pada penderita hipertiroidisme.

    Gangguan yang Terjadi pada Penderita Hipotiroid

    Hipotiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid kurang aktif dalam memproduksi hormon tiroid sehingga kadar hormon tiroid dalam tubuh menjadi rendah. Gejala psikologi pada gangguan hipotiroidisme yaitu mudah lupa, kelelahan, lambat berpikir, kurang konsentrasi, perubahan suasana hati, dan depresi.

    Pastikan untuk memeriksakan kondisi tiroid jika menemukan kondisi-kondisi tubuh seperti di atas. Selain itu, pastikan juga untuk segera memberikan pengobatan yang dibutuhkan jika memang tubuh terdiagnosa mengalami masalah gangguan tiroid.

    Penyebab dan Pengaruh Tiroid pada Psikologi

    Gangguan psikologi terkadang terjadi pada penderita ganggua hormon tiroid seperti pada penderita hipertiroid, hipotiroid, maupun kanker tiroid. Beberapa hal yang perlu kita ketahu mengenai pengaruh tiroid pada psikologi adalah:

    Gejala Masalah Psikologi Pada Hipertiroid

    Pada gangguan hipertiroid dapat disertai dengan keluhan cemas, dada berdebar serta gemetaran. Perubahan kadar hormon tiroid dapat berdampak pada timbulnya keluhan psikologis. Dengan penanganan yang cepat dan efektif, dapat membantu menstabilkan suasana hati dan menjaga agar kadar hormon tiroid dalam tubuh tetap stabil.

    Berdasarkan penelitian diketahui bahwa sekitar 60% penderita hipertiroidisme mengalami gangguan kecemasan yang diyakini sebagai akibat pengaruh tiroid pada psikologi penderitanya. Sekitar 10,7 % penderita hipertiroid mengalami gangguan depresi, dan sekitar 4% penderita hipertiroid mengalami gangguan obsesif kompulsif.

    Gejala Psikologi Pada Hipotiroid

    Pada gangguan hipotiroid, dapat disertai dengan gangguan depresi yang ditandai dengan menurunnya nafsu makan, hilang nya minat dalam beraktivitas, menutup diri, pandangan buruk akan diri sendiri, serta gangguan tidur. Selain itu juga dapat disertai dengan gangguan cemas.

    Diketahui sekitar 40% penderita hipotiroid mengalami gangguan depresi. Sekitar 1-4% penderita gangguan suasana hati juga menderita gangguan hipotiroid, dan sekitar 4-40% penderita gangguan suasana hati juga menderita gangguan hipotiroid subklinis.3 Oleh karena itu, Asosiasi Ahli Endokrinologi Klinis Amerika dan Asosiasi Tiroid Amerika merekomendasikan bahwa perlu dipertimbangkan adanya gangguan tiroid pada penderita gangguan psikologi, seperti depresi.

    Gejala Psikologis Akibat Efek Samping Obat

    Selain akibat gangguan hormon tiroid, gejala psikologis juga dapat diakibatkan efek samping pengobatan tiroid yang tengah dijalani. Sebagai contoh, obat steroid dapat memperburuk gejala depresi. Selain itu, obat beta bloker yang berguna untuk memperlambat detak jantung dapat menimbulkan keluhan lelah dan kurang waspada.

    Bagi penderita gangguan tiroid yang lupa minum obat juga dapat mengakibatkan hormon tiroid tidak stabil dan meningkatkan risiko timbulnya gejala psikologis.

    Penanganan Gejala Psikologis Akibat Gangguan Tiroid

    Gejala psikologis akan berkurang seiring hormon tiroid yang mulai stabil dengan pengobatan yang tepat. Meski demikian, proses pemulihan dapat membutuhkan waktu yang berbeda beda. Penderita gangguan tiroid yang mengalami gejala psikologis dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut:

    • Konsultasi dengan dokter agar memantau kondisi kesehatannya
    • Berkonsultasi dengan keluarga atau sahabat dekat untuk menyampaikan keluh kesah
    • Mengikuti kegiatan kelompok sesama penderita tiroid untuk berbagi pengalaman hal yang serupa.
    • Mengonsumsi obat secara teratur.

    Apabila Sahabat Sehat memiliki gejala gangguan tiroid seperti diatas, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Untuk informasi lebih lanjut dan konsultasi dengan dokter perihal tiroid, terutama pengaruh tiroid pada psikologi, Sahabat Sehat dapat mengakses https://tiropedia.pitatosca.org.

    Referensi:

    1. British Thyroid Foundation. Your thyroid gland
    2. Direktorat P2PTM. Apa itu “Hipertiroid”?
    3. Thyroid Aware. Gangguan Suasana Hati
    4. British Thyroid Foundation. Psychological symptoms and thyroid disorders
    5. Shoib, S., Ahmad, J., Wani, M., Ullah, I., Tarfarosh, S., Masoodi, S. and Ramalho, R., 2021. Depression and anxiety among hyperthyroid female patients and impact of treatment. Middle East Current Psychiatry, 28(1).

    ID-NONT-00089

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D Ditinjau oleh : dr. Monica C Pemberian vaksin tetanus setelah luka terkena benda tajam sebenarnya sangat penting. Terutama untuk mencegah kematian akibat tetanus. Sayangnya, tingkat kepedulian masyarakat terhadap bahaya tetanus masih cukup rendah. Bahkan banyak yang sekedar menyiram luka dengan air saja. Tetanus merupakan kondisi tubuh menjadi kaku […]

    Pentingnya Vaksin Tetanus Setelah Luka Akibat Benda Tajam

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Pemberian Vaksin Tetanus Setelah Luka Terkena Paku Merupakan Hal yang Wajib Dilakukan

    Pemberian vaksin tetanus setelah luka terkena benda tajam sebenarnya sangat penting. Terutama untuk mencegah kematian akibat tetanus. Sayangnya, tingkat kepedulian masyarakat terhadap bahaya tetanus masih cukup rendah. Bahkan banyak yang sekedar menyiram luka dengan air saja.

    Tetanus merupakan kondisi tubuh menjadi kaku dan tegang akibat infeksi kuman. Kaku dan tegang diseluruh tubuh ini terasa menyakitkan dan dapat menyebabkan kematian. Gejala tetanus akan muncul dalam 4-21 hari setelah terinfeksi. Kuman penyebab tetanus yaitu Clostridium tetani, dapat ditemukan di tanah dan debu. Kuman ini juga kerap ada di kotoran hewan yang apabila masuk ke dalam kulit maka akan mengeluarkan racun dan menyerang saraf.

    Penyebab Infeksi Tetanus di Dalam Tubuh

    Kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui permukaan kulit yang rusak, misalnya melalui luka akibat benda tajam yang terkontaminasi bakteri Clostridium tetaniBakteri tetanus berpeluang masuk kedalam tubuh melalui beberapa cara berikut, yaitu:

    • Luka yang terkontaminasi kotoran atau air liur
    • Luka oleh benda yang menusuk seperti paku dan jarum.
    • Luka bakar
    • Luka remuk (Crush Injuries)
    • Prosedur operasi
    • Gigitan serangga
    • Infeksi gigi
    • Patah tulang
    • Luka dan infeksi kronis

    Penyakit tetanus juga dapat menyerang bayi saat proses persalinan. Pemotongan tali pusar bayi yang menggunakan alat tidak steril berpotensi tinggi menyebabkan infeksi tetanus pada bayi. Faktor risiko lain yang dapat menjadi penyebab tetanus pada bayi baru lahir dari ibu yang tidak mendapat vaksin TT (Tetanus Toxoid).

    Gejala Seseorang Terkena Tetanus

    Tetanus merupakan penyakit yang berbahaya dan gejalanya dapat muncul dalam 4-21 hari setelah terkena kuman tetanus. Berikut adalah berbagai gejala yang dapat muncul akibat infeksi tetanus, antara lain:

    • Demam
    • Sakit kepala berat
    • Berkeringat berlebihan
    • Otot kaku, terutama rahang (trismus), leher, lengan, kaki dan perut
    • Kesulitan menelan
    • Berdebar
    • Tekanan darah tinggi
    • Kaku pada otot wajah

    Jika Sahabat Sehat pernah terkena luka dan mengalami gejala di atas, pastikan untuk melakukan pemeriksaan. Tujuannya agar Sahabat Sehat segera mendapatkan pertolongan jika benar-benar terkena tetanus.

    Pentingnya Vaksin Tetanus Setelah Luka

    Vaksin tetanus itu penting. Terutama apabila Sahabat Sehat tertusuk benda yang telah terkontaminasi bakteri. Benda yang paling sering menyebabkan tetanus adalah paku (terutama yang sudah berkarat). Itulah sebabnya apabila Sahabat Sehat menginjak benda tajam (seperti paku), maka dianjurkan segera untuk melakukan vaksinasi tetanus. Siapapun yang mengalami luka akibat benda tajam yang kotor dan belum pernah melakukan vaksinasi tetanus selama 5 tahun terakhir, perlu diberikan suntik vaksinasi tetanus.

    Terkena tetanus itu sangat tidak enak. Selain dapat menyebabkan demam, sakit kepala, tubuh kaku, dan selalu berkeringat dingin, risiko tetanus adalah kematian. Oleh sebab itu, pastikan untuk menerima vaksin tetanus sesegera mungkin, terutama apabila terkena benda tajam.

    Suntik tetanus dapat berupa Tetanus Toxoid (TT) yang sering dikenal dengan vaksin tetanus atau Tetanus Immunoglobulin (TIG) yang dikenal sebagai antibodi tetanus. Apabila seseorang terkena luka tusuk yang tidak terlalu parah, serta sudah pernah menerima vaksin tetanus lebih dari 3 dosis, maka hanya perlu diberikan vaksin TT saja.

    Namun, jika luka bekas tusukan merupakan luka kotor, cukup besar, dengan riwayat vaksin TT kurang dari 3 dosis, maka perlu diberikan TT dengan tambahan antibodi tetanus (TIG) untuk melawan bakteri tetanus.

    Namun jika memang terluka akibat benda tajam dan kotor, pastikan untuk membersihkan luka terlebih dahulu. Selain itu, gunakan salep anti luka untuk meredakan rasa sakit, membantu proses penyembuhan luka, dan upaya membersihkan bekas luka dari risiko bakteri dan kuman. Jika membutuhkan salep luka, silahkan: Pesan Salep Luka

    Dapatkan juga: Produk Perawatan Luka dari Prosehat

    Efek Samping Vaksin Tetanus

    Vaksin tetanus sangat bermanfaat untuk mencegah risiko tetanus. Namun ada efek samping setelah menerima vaksin tetanus. Secara umum vaksinasi tetanus memberikan efek samping yang cukup ringan dibandingkan manfaatnya. Beberapa efek samping dari vaksin tetanus antara lain:

    • Nyeri di area penyuntikan
    • Kemerahan di area penyuntikan
    • Bengkak di area penyuntikan
    • Demam setelah vaksinasi
    • Merasa kelelahan
    • Mual, muntah, dan diare
    • Kehilangan nafsu makan

    Meski jarang terjadi namun Sahabat Sehat perlu mewaspadai reaksi alergi (anaphylaxis) yang mungkin terjadi saat menerima vaksin tetanus setelah luka. Gejala dan reaksi alergi ini biasanya ditandai dengan gejala berikut:

    • Kulit kemerahan, gatal dan bengkak
    • Kesulitan bernapas atau gangguan pernapasan lainnya
    • Bengkak pada mulut dan tenggorokan
    • Mual, muntah, diare dan kram perut
    • Nyeri kepala, tekanan darah rendah dan jantung berdebar-debar

    Apabila timbul reaksi alergi seperti yang disebutkan diatas, maka segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk diberikan pertolongan sesegera mungkin.

    Jika membutuhkan layanan vaksinasi tetanus bisa mendapatkannya di klinik yang menyediakan vaksin tetanus ataupun menggunakan layanan vaksin tetanus ke rumah. Pesan Sekarang: Layanan Vaksinasi Tetanus dari Prosehat

    Nah Sahabat Sehat, itulah pentingnya pemberian vaksin tetanus setelah luka akibat terkena atau tertusuk benda tajam. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium, produk imunisasi, pemeriksaan Covid-19, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan vaksinasi Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Centers for Disease Control and Prevention. Tetanus Causes and Transmission
    2. World Health Organization. Tetanus
    3. Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya. Kegunaan Vaksin Tetanus Dan Kapan Harus Mendapatkannya
    4. BPOM. VAKSIN TETANUS (Tetanus Toksoid)
    5. Bhargava H. Tetanus Questions and Answers

    Link produk/artikel :

    1. Produk : https://www.prosehat.com/jenis-produk/vaksinasi-tetanus
    2. Layanan : https://www.prosehat.com/kategori-produk/perawatan-luka
    3. Produk : https://www.prosehat.com/jenis-produk/salep-luka?ia=1596881787

     

    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher Ditinjau oleh: dr. Monica C Seperti yang Sahabat Sehat ketahui, kasus Covid-19 hingga saat ini masih terus meningkat. Dengan munculnya varian Omicron yang lebih mudah untuk menular1, kasus Covid-19 termasuk di Indonesia semakin banyak. Beberapa pakar bahkan sudah menyebutkan bahwa Indonesia akan masuk gelombang ketiga Covid-19. Per tanggal 2 Februari […]

    Infografik: Pencegahan Gelombang Ketiga Covid Omicron

    Infografik Pencegahan Gelombang Ketiga Covid Omicron di Indonesia

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Seperti yang Sahabat Sehat ketahui, kasus Covid-19 hingga saat ini masih terus meningkat. Dengan munculnya varian Omicron yang lebih mudah untuk menular1, kasus Covid-19 termasuk di Indonesia semakin banyak. Beberapa pakar bahkan sudah menyebutkan bahwa Indonesia akan masuk gelombang ketiga Covid-19.

    Per tanggal 2 Februari 2022, terdapat 17.895 kasus terkonfirmasi Covid-19 dan 94.109 kasus aktif Covid-19. Puncak dari peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia diprediksi akan dijumpai pada akhir Februari 2022. Lalu bagaimanakah cara menghadapi gelombang ketiga ini? Apa saja tips yang dapat dilakukan Sahabat Sehat di rumah?

    Hindari Kerumunan

    Covid-19 merupakan jenis virus RNA yang menular melalui cipratan air liur dan udara yang berisi virus Covid-19. Droplet ini dapat keluar saat seseorang yang terinfeksi berbicara, batuk, ataupun bersin. Semakin ramai suatu tempat, maka semakin besar resikonya untuk Sahabat Sehat terinfeksi Covid-19. Sahabat Sehat perlu waspada karena apabila droplet tersebut kontak dengan membran mukosa seperti mata, hidung, dan mulut, maka Sahabat Sehat dapat terinfeksi. Seseorang dapat mulai menularkan Covid-19 bahkan sebelum ia bergejala.

    Lihat Juga: Menjaga Imun untuk Lawan Corona

    Menurut World Health Organisation (WHO), seseorang dapat menularkan Covid-19 dalam tahap awal terjadi infeksi, yaitu 2 hari sebelum timbul gejala. Sahabat Sehat disarankan untuk menjaga jarak sekitar 1 – 2 meter dengan orang lain untuk mengurangi resiko tertular Covid-19.

    Menggunakan Masker dengan Baik dan Benar

    Masker merupakan salah satu benda wajib yang dapat melindungi Sahabat Sehat dari Covid-19. Dari berbagai penelitian diketahui bahwa masker dapat menurunkan resiko seseorang terpapar Covid-19. Perlu diingat bahwa masker yang digunakan harus masker yang tepat, dan cara pemakaiannya harus dengan benar. Masker yang direkomendasikan memiliki minimal 3 lapisan yaitu lapisan hidrofobik, lapisan penyaring, dan lapisan absorbent. Untuk pemakaian masker yang benar harus menutupi hidung dan mulut tanpa terdapat celah. Pastikan untuk masker tidak terlalu renggang atau terlalu kencang hingga menimbulkan rasa nyeri.

    Rutin Mencuci Tangan

    Sudah diketahui bahwa cara penularan Covid-19 adalah melalui cipratan air liur dari penderita Covid-19. Air liur tersebut dapat menempel pada permukaan benda-benda yang Sahabat Sehat sentuh sehari-hari. Dengan demikian, kebersihan harus lebih ketat untuk dijaga. Disarankan untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 40-60 detik untuk dapat dengan efektif membersihkan tangan dari Covid-19 dan kuman lainnya.

    Apabila akses air mengalir dan sabun tidak ada, Sahabat Sehat dapat menggunakan hand sanitizer yang mengandung minimal 60% alkohol untuk membersihkan tangan. Penggunaan hand sanitizer direkomendasikan selama minimal 20-30 detik untuk membersihkan tangan Sahabat Sehat. Tetapi Sahabat Sehat harus ingat bahwa tidak dalam semua skenario hand sanitizer dapat digunakan. Contohnya apabila terdapat kotoran yang banyak sehingga diperlukan untuk membilas tangan dengan air mengalir.

    Lengkapi Vaksinasi dengan Booster

    Vaksin Covid-19 dapat mencegah terjadinya infeksi Covid-19 yang parah. Pada infeksi yang lebih ringan, penderita Covid-19 dapat lebih cepat sembuh sehingga masa penularan orang tersebut dapat menurun.
    Saat ini vaksin yang terdapat di Indonesia berupa Sinovac, Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Semua jenis vaksin tersebut memerlukan 2 dosis. Selain itu vaksin booster juga diperlukan untuk menjaga jumlah antibodi terhadap Covid-19 tetap tinggi.

    Lengkapi Kebutuhan Vitamin Sahabat Sehat: Pesan Multivitamin Lebih Mudah di Prosehat

    Dengan gelombang ketiga Covid-19 yang sudah mendekat, pastikan Sahabat Sehat tetap menjaga protokol kesehatan. Hindarilah kerumunan, pakai masker yang benar dengan baik, rajinlah mencuci tangan dan lengkapi vaksinasi Sahabat Sehat. Mari bersama kita mencegah Covid-19 untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai gelombang ke 3 Covid-19 yang tengah melanda Indonesia. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama di rumah, atau membutuhkan produk imunisasi, pemeriksaan Covid-19, maupun produk multivitamin, segera manfaatkan layanan Prosehat.

    Referensi:

    • World Health Organization. Update on Omicron
    • Worldometers. Indonesia COVID – Coronavirus Statistics – Worldometer
    • Lotfi M, Hamblin M, Rezaei N. COVID-19
    • World Health Organization. Coronavirus disease (COVID-19): How is it transmitted?
    • Howard J, Huang A, Li Z, Tufekci Z, Zdimal V, van der Westhuizen H et al.
    • World Health Organization. Vaccine efficacy, effectiveness and protection
    • Jakarta Tanggap COVID-19. Jakarta Tanggap COVID-19
    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Ditinjau oleh: dr. Monica C Pemeriksaan genomik melihat interaksi dari semua gen seseorang. Tujuannya untuk mengetahui risiko penyakit berdasarkan genetik. Cara kerjanya dengan melihat susunan genetik secara lebih luas, termasuk bagaimana gen tersusun dan saling mempengaruhi. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi bagaimana tubuh bekerja pada tingkat molekuler dan keterkaitannya dengan resiko […]

    Melihat Potensi Adanya Penyakit Lewat Pemeriksaan Genomik

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Pemeriksaan Genomik untuk Memeriksa Risiko Penyakit Berdasarkan Informasi dari Gen pada Tubuh

    Pemeriksaan genomik melihat interaksi dari semua gen seseorang. Tujuannya untuk mengetahui risiko penyakit berdasarkan genetik. Cara kerjanya dengan melihat susunan genetik secara lebih luas, termasuk bagaimana gen tersusun dan saling mempengaruhi. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi bagaimana tubuh bekerja pada tingkat molekuler dan keterkaitannya dengan resiko maupun kekambuhan suatu penyakit pada tubuh seseorang.

    Saat ini, pemeriksaan genomik sudah banyak digunakan dan dimanfaatkan dalam pengobatan kanker untuk melihat prognosis kanker dan seberapa agresif sel kanker didalam tubuh serta kemungkinan penyebaran ke bagian anggota tubuh lainnya (metastasis).

    Memahami Gen pada Manusia

    Gen terdiri dari materi genetik yaitu DNA yang tersusun secara berurutan. Terdapat banyak gen yang dikodekan untuk menghasilkan protein tertentu dalam mengatur fungsi sel tubuh, gen non kode lainnya mengatur kapan dan bagaimana protein diproduksi.

    Kelainan pada gen dapat menimbulkan penyakit tertentu, tergantung pada protein gen mana yang terpengaruh. Misalnya, dalam kasus mutasi gen tunggal dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti pengerasan hati (cystic fibrosis), distrofi otot dan penyakit anemia sel sabit.

    Tujuan Pemeriksaan Genomik

    Pemeriksaan ini dapat mengetahui struktur, fungsi, pemetaan dan evolusi set lengkap dari DNA termasuk semua gen. Tujuan dari pemeriksaan ini untuk menganalisis fungsi dan struktur genetik manusia, untuk:

    Memahami Sistem Biologis Tubuh
    Dengan pemeriksaan genomik, seseorang dapat memahami bagaimana sistem biologis tubuh seperti jantung dan pembuluh darah, serta sistem endokrin (hormon).

    Memprediksi Kelainan Genetik
    Pemeriksaan genomik juga dapat memprediksi masalah yang mungkin terjadi jika adanya kelainan genetik yang dapat mengganggu fungsi biologis normal.

    Pada intinya, pemeriksaan Genomik penting karena dapat membantu Sahabat Sehat dalam mendeteksi berbagai penyakit yang disebabkan oleh kelainan genetik.

    Manfaat Pemeriksaan Genomik

    Melalui pemeriksaan genomik, ada banyak manfaat yang bisa Sahabat Sehat dapatkan. Beberapa manfaat pemeriksaan genomik antara lain:

    • Mendeteksi penyakit yang bisa diturunkan secara genetik
    • Memprediksi seberapa cepat penyakit berkembang
    • Memprediksi seberapa besar kemungkinan penyakit kambuh
    • Memprediksi kemungkinan komplikasi yang ditimbulkan suatu penyakit
    • Mengetahui respon keberhasilan dari pengobatan yang telah dijalani

    Lihat Juga: Teknologi Digital di Bidang Kesehatan

    Melalui pemeriksaan genomik, seseorang dapat mengambil tindakan segera jika ditemukan potensi adanya penyakit yang berbahaya ataupun dapat diturunkan kepada anak nantinya. Dengan demikian, perawatan yang tepat dan dibutuhkan bisa segera dilakukan.

    Cara Kerja Pemeriksaan Genomik

    Sebagian besar pemeriksaan membutuhkan sampel berupa darah, air liur, maupun usapan pada bagian pipi dalam (buccal smear). Sementara itu, pemeriksaan dengan menggunakan sampel jaringan (biopsi) tumor atau sumsum tulang belakang mungkin diperlukan pada penderita kanker. Setelah sampel didapatkan, hasil pemeriksaan biasanya diperoleh dalam 1-4 minggu.

    Setelah hasil keluar, Sahabat Sehat akan dijelaskan mengenai kondisi tubuh saat ini dan potensi penyakit yang mungkin ada berdasarkan data genetik yang diperoleh. Gunakan kesempatan dan hasil pemeriksaan ini untuk melakukan konsultasi dengan dokter sehingga bisa memperoleh gambaran medis yang lebih luas.

    Penggunaan Genomik Pada Kanker

    Pemeriksaan genomik dapat dilakukan untuk mengevaluasi berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru dan kanker payudara. Pemeriksaan genomic ini tidak hanya dapat membantu mengidentifikasi resiko seseorang untuk terkena kanker, namun juga dapat memprediksi kemungkinan tumor atau kanker berkembang serta menyebar (metastasis). Dengan demikian, pemeriksaan genomic dapat bermanfaat sebagai salah satu cara yang tepat untuk pengobatan kanker.

    Jika membutuhkan pemeriksaan genomik, bisa menggunakan layanan Genomik dari Prodia. Dapatkan layanan Genomik Sekarang Juga

    Referensi:

    1. Prodia. Ketahui Resiko Penyakit Dengan Test Genomic 
    2. J Martin. What Is Genomic Testing in Cancer?
    3. Melbourne Genomic. What is a Genomic Test ?
    4. Myhre J, Sifris. What Genomic Testing Can Tell You About Health Risks
    5. Genomics Education. Four types of genomic testing explained – Genomics Education Programme
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Pemeriksaan dan tes fungsi hati disebut juga Liver Function Test (LFT). Tes ini membantu melihat ada tidaknya kelainan pada organ hati. Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar enzim, protein, bilirubin, dan zat lainnya yang terdapat di dalam darah. Kadar enzim, protein, atau bilirubin yang […]

    5 Kondisi yang Disarankan untuk Melakukan Tes Fungsi Hati

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Tes Fungsi Hati sangat Penting untuk Mendeteksi Dini Adanya Masalah Hati

    Tes Fungsi Hati sangat Penting untuk Mendeteksi Dini Adanya Masalah Hati

    Pemeriksaan dan tes fungsi hati disebut juga Liver Function Test (LFT). Tes ini membantu melihat ada tidaknya kelainan pada organ hati. Tes ini dilakukan dengan mengukur kadar enzim, protein, bilirubin, dan zat lainnya yang terdapat di dalam darah.

    Kadar enzim, protein, atau bilirubin yang lebih tinggi tinggi atau lebih rendah biasanya dapat menunjukkan adanya masalah pada hati. Namun seringkali seseorang merasa kondisinya baik-baik saja sehingga merasa tidak perlu melakukan tes pada fungsi hatinya. Sebenarnya tes ini perlu dilakukan jika Sahabat Sehat ada pada suatu kondisi yang sebenarnya perlu untuk segera dilakukan tes fungsi hati.

    Waktu dan Kondisi Terbaik Melakukan Tes Fungsi Hati

    Pemeriksaan fungsi hati akan membantu melihat apakah hati dalam kondisi baik, atau justru perlu mendapatkan perawatan khusus karena adanya masalah pada organ hati. Sahabat Sehat, tes fungsi hati umumnya direkomendasikan pada situasi berikut:

    Memeriksa Kerusakan Hati Akibat Infeksi Hati

    Penyakit hati seperti Hepatitis B dan Hepatitis C, perlu melakukan tes fungsi hati sebab virus hepatitis menyerang organ hati dan dapat mempengaruhi kinerja hati.

    Jadi jika Sahabat Sehat sedang terinfeksi hepatitis B maupun hepatitis C (dan penyakit yang menyerang organ hati lainnya), sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan fungsi hati.

    Memantau Efek Samping Obat 

    Bagi Sahabat Sehat yang rutin mengkonsumsi obat, dianjurkan melakukan tes fungsi hati. Hal ini dikarenakan beberapa obat telah diketahui dapat mempengaruhi kinerja organ hati misalnya obat NSAID, Statin, obat antibiotik, obat anti kejang, dan obat TBC (Tuberkulosis).

    Selain itu, orang yang mengkonsumsi obat dalam jangka panjang dan dalam jumlah yang relatif banyak juga perlu mengecek kondisi fungsi hatinya secara berkala.

    Memiliki Riwayat Penyakit Hati

    Bagi penderita gangguan hati, misalnya infeksi hati (hepatitis), kanker hati, perlemakan hati, pengerasan hati (sirosis hati), dapat melakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala untuk memantau perkembangan penyakit dan seberapa baik pengobatan bekerja.

    Kerap kali penderita kanker hati merasa sudah bebas dari kanker, namun karena abai pada pengecekan hati secara berkala, tanpa disadari sel-sel kanker sudah kembali menjalar. Oleh sebab itu, untuk mencegah hal ini maka pemeriksaan berkala harus terus dilakukan.

    Memiliki Kondisi Medis Tertentu

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki kondisi medis seperti kadar trigliserida tinggi, diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, penyakit kandung empedu, dan anemia, turut dianjurkan melakukan tes fungsi hati untuk memastikan ada atau tidaknya komplikasi pada organ hati akibat riwayat penyakit tersebut.

    Dokter biasanya akan menyarankan melakukan tes fungsi hati jika memiliki kondisi medis tertentu. Pastikan untuk mengkonsultasikan kepada dokter hasil dari tes fungsi yang telah keluar sehingga Sahabat Sehat bisa mendapatkan saran medis yang tepat.

    Sering Konsumsi Alkohol

    Bagi Sahabat Sehat yang rutin konsumsi alkohol, dianjurkan melakukan tes fungsi hati sebab peminum alkohol lebih beresiko mengalami perlemakan hati dibandingkan orang yang tidak mengkonsumsi alkohol.

    Sayangnya, pengkonsumsi dan pecandu alkohol sangat jarang yang peduli pada kondisi fungsi hatinya. Ketika fungsi hatinya nampak bermasalah, barulah mau untuk melakukan pengecekan kondisi hati.

    Berbagai Jenis Tes Fungsi Hati

    Apabila Sahabat Sehat memiliki salah satu kondisi diatas, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai macam jenis tes fungsi hati yang biasa tersedia di lab yang menyediakan layakan pemeriksaan fungsi hati:

    Alanine transaminase (ALT)

    Alanine transaminase (ALT) atau dikenal juga sebagai serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT), adalah enzim yang digunakan tubuh untuk metabolisme protein. Apabila fungsi hati terganggu, enzim ALT dapat dilepaskan ke dalam darah dan kadar ALT mengalami peningkatan. Saat hasil tes menunjukan kadar ALT yang sangat tinggi, maka kemungkinan besar telah terjadi kerusakan hati. 

    Aspartate aminotransferase (AST)

    Aspartate aminotransferase (AST) adalah salah satu enzim yang dapat ditemukan di beberapa bagian tubuh, seperti jantung, otak, pankreas, hati, otot. Ketika hati mengalami kerusakan, enzim AST dilepaskan ke dalam aliran darah. Kadar AST yang tinggi dapat menunjukan adanya masalah pada hati atau otot. Kadar AST secara spesifik memang tidak bisa dijadikan penanda kerusakan hati seperti ALT. Oleh sebab itu, tes AST biasanya diukur bersama dengan ALT untuk mengetahui kondisi hati.

    Alkaline phosphatase (ALP)

    Alkaline phosphatase (ALP) adalah enzim yang ditemukan dalam tulang, saluran empedu, dan hati. Pemeriksaan ALP biasanya dilakukan dalam kombinasi dengan beberapa tes lainnya. Tes ALP dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi hati dan saluran empedu-hati. 

    Tes albumin

    Albumin merupakan protein utama yang diproduksi oleh hati dan memiliki banyak fungsi penting terhadap tubuh. Tes albumin dapat memperkirakan kinerja hati dalam menghasilkan protein albumin. Apabila kadar albumin dalam darah rendah, kemungkinan menunjukan adanya masalah pada fungsi hati. 

    Tes bilirubin

    Bilirubin adalah produk sisa dari pemecahan sel darah merah yang biasanya diproses oleh hati, sebelum ikut keluar bersama feses. Apabila fungsi hati terganggu, maka bilirubin tidak dapat terproses dengan benar. Oleh sebab itu, jika hasil pemeriksaan darah menunjukan kadar bilirubin yang tinggi, kemungkinan menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi hati. 

    Gamma-glutamyl transpeptidase (GGT)

    Pemeriksaan ini biasanya dilakukan untuk melengkapi tes fungsi hati. Pasalnya, tingginya kadar GGT dalam tubuh dapat menjadi tanda adanya kerusakan hati yang umumnya disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, alkohol, maupun racun. 

    Persiapan Sebelum Tes Fungsi Hati

    Dokter biasanya akan memberikan Sahabat Sehat arahan persiapan sebelum mengambil sampel darah untuk tes fungsi hati, sebagai berikut:

    Puasa
    Lakukan puasa sekitar 10 – 12 jam sebelum melakukan tes fungsi hati.

    Boleh Minum Air Putih
    Sahabat Sehat tetap dapat mengkonsumsi air putih sebelum tes.

    Pakai Baju Lengan Pendek
    Kenakan baju berlengan pendek atau baju yang bagian lengannya mudah digulung agar tidak menyulitkan petugas medis dalam proses pengambilan sampel darah.

    Nilai Normal dalam Pemeriksaan Fungsi Hati

    Perlu diketahui bahwa nilai normal dari tes fungsi hati dapat berbeda-beda karena tergantung dari alat laboratorium yang digunakan. Secara umum, berikut adalah patokan nilai normal hasil tes fungsi hati yaitu :

    • A L T: 7 – 55 unit per liter (U/L)
    • A S T: 8 hingga 48 U/L
    • A L P: 40 hingga 129 U/L
    • Albumin: 3,5 hingga 5,0 gram per desiliter (g/dL)
    • Total protein: 6,3 hingga 7,9 g/dL
    • Bilirubin: 0,1 hingga 1,2 miligram per desiliter (mg/dL)
    • GGT: 8 hingga 61 U/L

    Selain itu, batas nilai normal ini juga dapat bervariasi antara pria, wanita, dan anak-anak. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai kondisi yang memerlukan pemeriksaan fungsi hati. Bagi Sahabat Sehat yang membutuhkan konsultasi keluhan pada organ hati, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

    Temukan juga produk-produk terbaik untuk menjaga kesehatan hati, cek di: Produk Kesehatan Hati dari Prosehat

    Referensi:

    1. Healthline. Liver Function Tests: Purpose, Procedure, and Results
    2. Better Health. Liver – Better Health Channel [Internet]
    3. Mayo Clinic. Liver problems – Symptoms and causes [Internet]
    4. Tests M. Liver Function Tests: MedlinePlus Medical Test [Internet]
    5. WebMD. Liver Function Test [Internet]. USA : WebMD; [cited 2022 Jan 14]
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica C Banyak orang yang lemas dan mengantuk padahal sudah makan banyak dan tidur cukup. Bisa jadi itu gejala kurang darah atau anemia. Jangan biarkan masalah ini berlarut karena dapat mengganggu produktivitas dalam kegiatan sehari-hari. Apa Itu Kurang Darah? Anemia atau disebut juga kurang darah adalah […]

    Sering Merasa Lemas dan Mengantuk? Waspada Kurang Darah

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

    Mudah Mengantuk di Jam Kerja Kerap Terjadi pada Penderita Kurang Darah

    Mudah Mengantuk di Jam Kerja Kerap Terjadi pada Penderita Kurang Darah

    Banyak orang yang lemas dan mengantuk padahal sudah makan banyak dan tidur cukup. Bisa jadi itu gejala kurang darah atau anemia. Jangan biarkan masalah ini berlarut karena dapat mengganggu produktivitas dalam kegiatan sehari-hari.

    Apa Itu Kurang Darah?

    Anemia atau disebut juga kurang darah adalah kondisi ketika tubuh kekurangan kadar sel darah merah (hemoglobin). Hemoglobin yang mengandung zat besi berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru menuju otak dan organ lainnya. Saat oksigen mengalir dengan lancar, maka tubuh juga akan bekerja dengan optimal dalam menghasilkan energi. Oleh sebab itu ketika tubuh kekurangan hemoglobin, tubuh akan mudah lelah.

    Apa Saja Gejala Kurang Darah?

    Selain menyebabkan lelah dan lesu, rendahnya sel darah merah dapat mempengaruhi  transportasi sirkulasi karbondioksida dan oksigen dalam tubuh, sehingga dapat menimbulkan tanda dan gejala sebagai berikut:

    • Nafas terengah-engah, terutama saat berolahraga
    • Kelelahan yang tidak berkesudahan
    • Pengelihatan kabur
    • Sulit berkonsentrasi
    • Jantung berdebar tanpa sebab yang jelas
    • Pusing
    • Sakit kepala
    • Pucat
    • Kedinginan atau kesemutan pada kaki dan tangan
    • Kulit kering 
    • Rambut rontok
    • Sulit tidur

    Selain itu, gejala kurang darah juga dapat disertai keluhan lain sesuai dengan penyebab kurang darah yakni:

    Anemia aplastik
    Dapat disertai keluhan demam, mudah terinfeksi penyakit lain, dan ruam kulit.

    Anemia defisiensi asam folat
    Dapat disertai keluhan diare, gelisah, dan lidah tampak licin.

    Anemia hemolitik
    Dapat disertai keluhan kulit tampak kuning, urin berwarna gelap, demam, dan sakit perut. 

    Anemia sel sabit
    Dapat disertai keluhan pembengkakan pada kaki, tangan, serta kelelahan dan kulit tampak kuning. 

    Apa Penyebab Anemia?

    Apabila tanda atau gejala di atas sudah dialami dalam waktu yang lama, maka Sahabat Sehat perlu melakukan pemeriksaan darah di fasilitas kesehatan untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam tubuh. Berikut adalah beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya anemia, antara lain:

    • Kekurangan zat besi
    • Kekurangan vitamin B-12
    • Penyakit kronis, seperti hipertiroidisme dan hipotiroidisme
    • Penyakit ginjal akut, lupus, AIDS, diabetes, serta penyakit langka lainnya
    • Kehamilan
    • Lahir prematur
    • Kehilangan terlalu banyak darah, misalnya saat menstruasi
    • Mengalami wasir ataupun gastritis
    • Habis operasi
    • Efek samping obat-obatan, seperti ibuprofen
    • Memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti anemia sel sabit atau thalassemia

    Lihat Juga: Masalah Gizi pada Remaja

    Seseorang walapun sudah banyak makan bisa mengalami anemia jika cakupan gizi dari makanan kurang mengandung zat besi, vitamin, dan mineral-mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh sebab itu, pastikan mengkonsumsi makanan bergizi.

    Cara Mengatasi Kurang Darah

    Kurang darah atau disebut juga Anemia termasuk masalah kesehatan yang umum terjadi, namun bukan berarti Sahabat Sehat dapat menyepelekannya. Pasalnya, gejala kurang darah terus dibiarkan dalam waktu lama justru dapat memicu munculnya gejala lain yang lebih berat misalnya:

    • Kehilangan konsentrasi
    • Depresi
    • Kuku tampak kebiruan
    • Menurunnya gairah seksual 

    Penanganan nya bertujuan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah sekaligus meningkatkan jumlah oksigen dalam darah. Berikut beberapa cara untuk mengatasi kurang darah, berdasarkan jenisnya:

    Anemia Defisiensi Besi
    Dapat diatasi dengan mengkonsumsi suplemen zat besi dan memperbaiki pola makan. Selain itu, dokter mungkin akan mengidentifikasi dan memberikan perawatan yang tepat apabila terjadi perdarahan yang berlebihan. 

    Anemia Defisiensi Vitamin B 12
    Dapat diatasi dengan pemberian suplemen makanan dan asupan gizi yang kaya vitamin B 12.

    Thalassemia
    Dapat diatasi dengan mengkonsumsi suplemen asam folat, pemberian terapi kelasi besi, transfusi darah, hingga transplantasi sumsum tulang belakang mungkin dibutuhkan. 

    Anemia karena Penyakit Kronis
    Penanganan akan disesuaikan dengan penyakit kronis yang diderita.

    Anemia Aplastik
    Penanganan dapat berupa transfusi darah atau hingga transplantasi sumsum tulang. 

    Anemia Sel Sabit
    Penanganan berupa pemberian obat, transfusi darah, dan lainnya sesuai kondisi pasien.

    Anemia Hemolitik
    Penanganannya berupa pemberian obat untuk menekan sistem imun, dan penanganan lainnya sesuai kondisi pasien. 

    Cara Mencegah Penyakit Kurang Darah

    Meski ada beberapa jenis anemia yang tidak dapat dicegah, namun Sahabat Sehat dapat menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi beberapa jenis makanan seperti :

    Makanan Sumber Zat Besi

    Misalnya daging sapi dan daging lainnya, kacang-kacangan, lentil, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau tua dan buah-buahan kering termasuk makanan yang mengandung tinggi zat besi. 

    Asam Folat

    Asam folat merupakan asupan yang juga bagus untuk ibu hamil. Asam folat dapat ditemukan pada buah-buahan dan jus buah, sayuran berdaun hijau tua, kacang polong, kacang merah, kacang tanah, dan produk biji-bijian yang diperkaya asam folat, seperti roti, sereal, pasta dan nasi. 

    Vitamin B-12

    Makanan yang memiliki kadar vitamin B-12 tinggi yaitu daging, produk susu, dan sereal serta produk kedelai yang diperkaya vitamin B-12.

    Vitamin C

    Beberapa makanan yang mengandung vitamin C, misalnya buah dan jus jeruk, paprika, brokoli, tomat, melon, dan stroberi. Selain itu, makanan tersebut juga mampu membantu meningkatkan proses penyerapan zat besi.

    Sahabat Sehat bisa juga mengkonsumsi suplemen penambah darah. Butuh suplemen untuk mengatasi anemia? Cek: Suplemen Penambah Darah dari Prosehat

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai gejala kurang darah serta cara mencegahnya. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan seperti imunisasi anak dan dewasa, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Mayo Clinic. Anemia – Diagnosis and treatment [Internet].
    2. WebMD. Anemia [Internet]. USA : WebMD; [cited 2022 Jan 22]
    3. Cleveland Clinic. Anemia: Symptoms, Types, Causes, Risks, Treatment & Management
    4. National Health Service. Iron deficiency anemia
    5. Medical News Today. Anemia: Symptoms, treatments, types, and causes
    Read More
Chat Dokter 24 Jam