Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 121–130 of 1078 results

  • Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman. Baca Juga: Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19? Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Oleh karena itu, Sahabat dapat mempersiapkan diri […]

    7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan saat Pandemi Covid-19

    Bulan Ramadan tahun ini cukup berbeda karena dijalani bersamaan dengan pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat Indonesia tidak dapat bersilahturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

    barang penting selama bulan ramadan

    Baca Juga: Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Ibadah selama bulan Ramadan juga harus dilaksanakan di rumah masing-masing demi menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    Oleh karena itu, Sahabat dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi pandemi Covid agar tidak menggangu jalannya ibadah puasa selama bulan suci ini. Berikut merupakan 7 barang yang perlu dipersiapkan selama Bulan Ramadan saat pandemi Covid-19.

    1. Hand sanitizer

    Penerapan PSBB membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah. Namun, tetap ada saatnya Sobat harus keluar rumah karena urusan mendesak. Terkadang, tidak semua tempat menyediakan wastafel untuk mencuci tangan.

    Produk Terkait: Jual Hand Sanitizer

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu membawa hand sanitizer setiap keluar rumah. Hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 70% dapat membunuh virus yang menempel di permukaan tangan.

    2. Masker

    Apabila Sobat hendak bepergian keluar rumah menggunakan angkutan umum, sepeda motor, maupun mobil pribadi, masker wajib dikenakan untuk melindungi diri sendiri dan orang lain.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Penelitian membuktikan bahwa pengunaan masker, baik itu masker N95, masker medis, dan masker kain dapat menghambat penyebaran virus dan mencegah virus langsung masuk ke hidung ataupun mulut.

    3. Desinfektan

    Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menekan penyebaran virus corona adalah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan rumah.

    Baca Juga: Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Desinfektan?

    Desinfektan dapat digunakan untuk membunuh berbagai jenis virus dan bakteri, termasuk virus corona. Desinfektan berbahan dasar hydrogen peroksida atau alkohol ampuh untuk mensterilkan permukaan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, saklar lampu, kunci rumah, dan sebagainya.

    4. Sabun cuci tangan

    Penelitian membuktikan bahwa sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat membunuh virus corona yang ada di permukaan tangan.

    Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyediakan sabun cuci tangan di rumah dan mencuci tangan sebelum sahur, sebelum berbuka, sebelum menyentuh wajah, dll, untuk menjaga kebersihan diri dan menekan penyebaran virus corona.

    5. Vitamin C

    Kekurangan vitamin C membuat seseorang rentan terhadap infeksi dan menurunnya kekebalan tubuh. Sebaliknya, asupan vitamin C yang cukup dapat meningkatkan fungsi imun tubuh, yang sangat penting untuk mencegah corona.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin C mudah didapat melalui buah-buahan dan tersedia pula dalam bentuk suplemen makanan. Oleh karena itu, konsumsi vitamin C saat sahur dapat membantu menjaga daya tahan tubuh selama beraktivitas sepanjang hari.

    6. Vitamin E

    Selain vitamin C, vitamin E juga dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin E merupakan senyawa yang larut dalam lemak dan berfungsi sebagai antioksidan yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Vitamin E yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, dan biji-bijian dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Benarkah Vitamin C dan E Tingkatkan Antibodi untuk Cegah Corona?

    7. Makanan Bergizi

    Selama menunaikan ibadah puasa, tubuh menahan haus dan lapar selama kurang lebih 12 jam. Oleh karena itu, Sobat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan saat sahur dan buka puasa.

    Dengan mengonsumsi makanan bergizi, nutrisi tubuh akan tetap terpenuhi sehingga tidak mudah sakit.1 Makanan bergizi juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk mencegah virus corona.1

    Menyiapkan barang-barang di atas dapat membantu Sobat untuk tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Menjalankan ibadah puasa dengan kondisi pandemi Covid-19 memang tidak mudah, namun bulan Ramadan tetap harus dimaknai sebagai bulan yang suci dan membawa berkah.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Childs, Calder, & Miles. (2019). Diet and Immune Function. Nutrients11(8), 1933. doi: 10.3390/nu11081933
    2. Gold NA, Avva U. Alcohol Sanitizer. [Updated 2020 Feb 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513254/
    3. Ma, Q., Shan, H., Zhang, H., Li, G., Yang, R., & Chen, J. (2020). Potential utilities of mask-wearing and instant hand hygiene for fighting SARS-CoV-2. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25805
    4. Carr, A., & Maggini, S. (2017). Vitamin C and Immune Function. Nutrients9(11), 1211. doi: 10.3390/nu9111211
    5. Lewis, E., Meydani, S., & Wu, D. (2018). Regulatory role of vitamin E in the immune system and inflammation. IUBMB Life71(4), 487-494. doi: 10.1002/iub.1976
    6. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    7. org [Internet]. Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. How can you prevent a coronavirus infection? 2020 Mar 26 [Updated 2020 Mar 26].Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK555498/
    Read More
  • Dengan gaya hidup yang dijalani banyak orang saat ini, kesibukan harian mengakibatkan mereka tidak memperdulikan asupan nutrisi, termasuk kalsium pada makanannya. Mineral yang satu ini sangat penting karena nasib tulang dan gigi anda berada di tangannya. Tidak hanya tulang dan gigi, jantung, paru-paru dan otot-otot anda juga sangat bergantung terhadap asupan kalsium setiap harinya. Dengan […]

    Jangan Terlambat Minum Suplemen Kalsium!

    Dengan gaya hidup yang dijalani banyak orang saat ini, kesibukan harian mengakibatkan mereka tidak memperdulikan asupan nutrisi, termasuk kalsium pada makanannya.

    tanyadok kalsium suplemen

    Mineral yang satu ini sangat penting karena nasib tulang dan gigi anda berada di tangannya. Tidak hanya tulang dan gigi, jantung, paru-paru dan otot-otot anda juga sangat bergantung terhadap asupan kalsium setiap harinya.

    Dengan gaya hidup yang tidak sehat ini, tubuh rentan kekurangan kalsium, dan parahnya, tubuh Anda akan mencurinya dari tulang!

    Sudah jatuh, tertimpa tangga pula! Jika anda biarkan tubuh ‘lapar’ akan kalsium, tulang dan gigi akan menjadi kering dan rapuh, yang akhirnya meningkatkan risiko patah tulang yang cukup serius lho. Terima kasih kepada suplemen kalsium yang banyak beredar saat ini, sehingga asupan harian kalsium dapat terpenuhi.

    Baca Juga: 7 Alasan si Kecil Perlu Suplement Anak

    Tentukan Suplemen yang Tepat

    Tenaga medis tahu benar bahwa sangat sulit untuk mencukupi asupan kalsium hanya dari makanan saja. Maka dari itu tersedia berbagai macam suplemen yang dapat mencukupi kebutuhan tersebut, mulai dari effervescent sampai pil. Tapi, tahukah anda yang mana yang harus dipilih?

    Kalsium hanya bisa ‘eksis’ dalam bentuk kombinasi dengan zat lain. Campuran ini, biasa disebut senyawa, yang tersedia dalam bentuk pil yang berbeda, seperti kalsium karbonat, kalsium fosfat dan kalsium sitrat. Semua bentuk yang berbeda dari kalsium ini sebenarnya akan berfungsi sama dalam tubuh.

    Tapi, penyerapan kalsium akan tergantung pada jumlah vitamin D dalam tubuh anda lho. Artinya, suplemen Anda harus diperkaya dengan vitamin D, tidak peduli jenis yang Anda pilih.

    Selain itu, kalsium dalam bentuk cair menyerap lebih mudah daripada kalsium dalam bentuk pil padat. Banyak merek vitamin sekarang menawarkan suplemen dalam bentuk pil cair untuk efektivitas maksimum.

    Baca Juga: Cara Mengobati Osteoporosis

    Waktu yang Tepat

    Suplemen kalsium dapat diminum setiap saat sepanjang hari. Tapi ternyata kalsium paling baik diserap oleh tubuh per-500 mg, bahkan kurang. Jadi perdosisnya dapat diminum dalam 2 waktu (pagi dan malam hari).

    Tapi untuk ibu hamil dan menyusui yang memerlukan lebih banyak kalsium dapat mengkonsumsinya sekali sehari, baik pada pagi hari atau malam hari.

    Baca Juga: 7 Langkah Ringkas Untuk Tulang Kuat

    Pengecualian untuk kalsium karbonat dan kalsium fosfat yang membutuhkan asam lambung dalam proses penyerapannya, jadi suplemen dengan kandungan kalsium ini hanya boleh diminum setelah makan. Jika tidak, bikin sakit perut, lho.

    Hati-hati, karena beberapa suplemen dapat menyebabkan sakit perut hingga sembelit akibat gas yang berlebihan. Jika ini terjadi pada Anda, tingkatkan konsumsi cairan dan lihat apakah trik ini berhasil. Jika tidak, coba beralih ke suplemen kalsium lain, sampai menemukan satu yang bekerja baik untuk Anda.

    Produk Terkait: Jual Suplemen Kalsium

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut silakan mengenai suplemen kalsium, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (Covid-19), penting bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1 Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19 1. Apakah COVID-19 itu? COVID-19 adalah penyakit yang menyerang […]

    Panduan dan Gejala Covid-19 pada Anak-anak

    Maraknya pandemi yang terjadi akibat Coronavirus disease 2019 (Covid-19), penting bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua untuk mengenali apa saja yang menandakan anak terinfeksi virus SARS-CoV-2 ini. Berikut adalah beberapa panduan untuk para orang tua:1

    gejala Covid-19 pada anak-anak

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    1. Apakah COVID-19 itu?

    COVID-19 adalah penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yaitu SARS-CoV-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019.1,2

    2. Apakah COVID-19 berbahaya pada anak?

    Angka kejadian COVID-19 adalah 1% pada kelompok usia 10-19 tahun dan 0.9% pada kelompok usia <10 tahun. Sehingga pada saat ini anak merupakan kelompok dengan angka kejadian COVID-19 paling rendah.

    Dari penelitian lain yang dilakukan pertengahan bulan Januari 2020, kasus jarang sekali ditemukan kasus pada anak usia di bawah 15 tahun, serta bila terjadi infeksi pada anak-anak gejala yang ditimbulkan bersifat lebih ringan.1,

    3. Di mana saja area terjangkit di Indonesia?

    Area terjangkit di Indonesia: seluruh provinsi di Indonesia

    4. Apa itu Suspek?

    Seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, Mulai dari Suspek hingga Kematian

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gejala klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat.

    DAN

    Tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

    DAN

    Pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.

    • Seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam atau gejala gangguan sistem pernapasan DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
    • Seseorang dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.4

    5. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi suspek, apakah anak menjadi suspek juga?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    6. Bila salah satu orang tua/pengasuh terdekat menjadi PDP, bagaimana mengetahui apakah anak sudah terjangkit?

    Belum tentu. Lakukan pengawasan mandiri, apabila pada anak timbul gejala, lakukan isolasi mandiri dan lapor petugas kesehatan.1

    7. Apa saja tanda dan gejala Covid-19 pada anak?

    Tanda dan gejala Covid-19 sebenarnya menyerupai common cold biasa yang umumnya bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri, seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan.

    Baca Juga: Tanda dan Gejala Covid-19: Delirium, Happy Hypoxia, dan Anosmia

    Namun bila sudah menyerang paru-paru akan timbul radang paru yang dikenal juga sebagai pneumonia. Gejala pneumonia adalah demam, batuk, kesulitan bernafas yang ditandai dengan nafas cepat dan sesak nafas.1,5

    8. Bagaimana cara mengetahui kesulitan bernapas pada anak?

    Hitunglah jumlah pernapasan anak dalam waktu satu menit. Napas dikatakan cepat bila pada usia 0-<2 bulan lebih dari 60 kali /menit, pada usia 2 bulan – <12 bulan lebih dari 50 kali/menit, dan usia 1-<5 tahun lebih dari 40 kali/menit.

    Saat menghitung napas anak, jangan lupa perhatikan sesak napas dengan melihat usaha tambahan untuk bernafas seperti cuping hidung yang kembang kempis dan tarikan dinding dada.1

    9. Kapan anak perlu dibawa ke dokter?

    Bila gejala anak cenderung ringan dan masih dapat ditangani sendiri di rumah, sebaiknya tidak segera berkunjung ke fasilitas kesehatan. Berikan obat demam paracetamol 10 mg/kg berat badan, dapat diulang setiap 4-6 jam selama masih demam, maksimal 5 kali dalam 24 jam.

    Produk Terkait: Jual Paracetamol 

    Apabila demam terus-menerus dan memasuki hari ketiga, atau ada tanda bahaya seperti anak lemas cenderung tertidur, sesak nafas, demam lebih dari 39oC atau lebih, kejang, tampak biru, muntah-muntah, buang air kecil berkurang, segera bawa ke fasilitas kesehatan.1,5

    10. Bagaimana cara mencegah tertular COVID-19?

    • Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, serta bila tangan terlihat kotor. Bila tidak ada sabun, dapat menggunakan hand-rub berbahan dasar alkohol.
    • Mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, bila batuk atau bersin tutuplah bagian hidung dan mulut dengan tisu atau lipat siku bagian dalam. Segera buang tisu dan cuci tangan dengan air dan sabun.
    • Menjaga jarak lebih dari 1-2 meter dari orang lain, hal ini dilakukan karena adanya percik renik yang mungkin mengandung virus yang dapat menyebar saat seseorang batuk maupun bersin. Hindari membawa anak ke tempat yang ramai dan hindari pula perjalanan keluar kota terutama dalam rangka mengunjungi kakek nenek yang merupakan kelompok risiko tinggi tertular dan sakit berat akibat COVID-19.1,6

    Baca Juga: Long Hauler, Paparan Virus Covid-19 Berkepanjangan

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan  seperti tes Covid-19, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. IDAI. Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia: FAQ COVID-19.20 Maret 2020
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Early Transmission Dynamics in Wuhan, China, of Novel Coronavirus–Infected Pneumonia | NEJM [Internet]. Available from: https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2001316?query=featured_home
    4. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    5. Huang C, Wang Y, Li X, Ren L, Zhao J, Hu Y, et al. Clinical features of patients infected with 2019 novel coronavirus in Wuhan, China. The Lancet [Internet]. 2020 Jan 24.0(0). Available from: https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(20)30183-5/abstract
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html

     

    Read More
  • Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, […]

    Amankah Berpuasa Bagi Penderita Covid-19?

    Seminggu lagi bulan Ramadan tiba, dan umat Islam mulai menjalankan salah satu amalan suci yaitu dengan berpuasa. World Health Organization (WHO) selaku organisasi kesehatan dunia telah mengeluarkan pedoman untuk melaksanakan puasa di tengah masa pandemi Covid-19.

    berpuasa bagi penderita Covid-19

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    WHO menyarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik, menjaga asupan nutrisi, hindari merokok serta menjaga kesehatan mental, selama menjalankan puasa. Berpuasa disebut dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dalam menghadapi virus.

    WHO dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa penderita Covid-19 dapat menjalani puasa selama memperhatikan ketentuan agama dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

    Apabila penderita Covid-19 merasa kesulitan untuk menjalankan puasa akibat penyakit yang sedang diderita maka yang bersangkutan diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan namun puasa tetap harus diganti pada hari lain saat tubuh telah kembali pulih.

    Lalu bagaimana caranya supaya penderita Covid-19 bisa tetap menjalankan puasa selama bulan Ramadan? Yuk, Sahabat Sehat mari simak penjelasan di bawah ini!

    Hati-Hati Jika Memiliki Riwayat Komorbid

    Diketahui bahwa seseorang yang memiliki riwayat penyakit komorbid (riwayat penyakit penyerta sebelumnya) misalnya penyakit diabetes, karena menjadi lebih rentan terinfeksi Covid-19.

    Penderita diabetes tentu tidak boleh sembarangan ketika menjalankan puasa karena tidak makan dalam kurun waktu tertentu dapat menurunkan jumlah kadar gula darah.

    Kadar gula darah yang turun dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Karena itu, penderita diabetes harus memperhatikan kondisi tubuh terlebih dahulu jika ingin melaksanakan puasa dan konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

    Konsumsi Buah & Sayur

    Agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga baik, penderita Covid 19 sebaiknya rajin mengkonsumsi buah dan sayuran serta makanan bernutrisi lainnya. Hindari konsumsi makanan bergas saat sahur dan buka puasa.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Minum Air Putih Saat Buka & Sahur

    Selama berpuasa seseorang dapat kekurangan asupan cairan sehingga tubuh terasa lemas, pusing, dan bibir kering. Agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik, sebaiknya minum air putih yang cukup saat sahur maupun buka puasa dengan takaran 6-8 gelas per hari.

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Beristirahat yang Cukup

    Kunci penting supaya Sahabat Sehat tetap dapat menjalankan puasa meski sedang menderita Covid-19, adalah dengan beristirahat yang cukup selama kurang lebih 8 jam sehari agar sistem kekebalan tubuh tetap baik untuk melawan virus Covid 19.

    Berhenti Merokok

    Penderita Covid-19 disarankan untuk berhenti merokok sebab merokok berpotensi menimbulkan rasa sesak, dan kandungan dalam rokok kurang baik bagi kesehatan tubuh.

    Bagaimana Jika Mengalami Demam Saat Berpuasa?

    Salah satu gejala yang dialami saat terinfeksi Covid-19 adalah demam. Apabila Sahabat tiba-tiba mengalami demam saat berpuasa, sebaiknya segera membatalkan puasa dengan minum air putih yang cukup serta minum obat penurun demam.

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Bagi Sahabat Sehat yang menginginkan informasi lebih lanjut mengenai puasa bagi penderita Covid-19, segera konsultasikan dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Wajibkah Pasien Covid-19 Puasa saat Bulan Ramadhan? Ini Kata WHO dan MUI [Internet]. KOMPAS.tv. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/161115/wajibkah-pasien-covid-19-puasa-saat-bulan-ramadhan-ini-kata-who-dan-mui?page=all
    2. K N. 3 Tips Aman Jalani Puasa Jika Alami Gejala Ringan Corona [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4988783/3-tips-aman-jalani-puasa-jika-alami-gejala-ringan-corona
    3. 4 Tips Puasa Ramadan jika Alami Gejala Ringan Virus Corona COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233700/4-tips-puasa-ramadan-jika-alami-gejala-ringan-virus-corona-covid-19
    4. Panduan WHO agar Aman Jalani Puasa Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4237033/panduan-who-agar-aman-jalani-puasa-ramadan-di-tengah-pandemi-covid-19
    5. Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya ——— Artikel ini sudah Terbit di AyoJakarta.com, dengan Judul Pasien Covid-19 Tanpa Gejala Boleh Berpuasa? Begini Penjelasannya, pada URL https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya [Internet]. Ayo Jakarta. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.ayojakarta.com/read/2020/05/04/16877/pasien-covid-19-tanpa-gejala-boleh-berpuasa-begini-penjelasannya
    Read More
  • Sahabat Sehat, kondisi pandemi Covid-19 ini memberi kita pelajaran berharga akan pentingnya jaminan akan kondisi kesehatan kita. Risiko tingkat keparahan dan kefatalan paparan virus Covid-19 termasuk tinggi, apalagi jika penderita sudah mempunyai penyakit komorbid yang berpotensi terjadi komplikasi. Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi? Fakta menunjukkan tingkat kematian akibat Covid-19 di […]

    Lebih Tenang dan Terlindungi Berkat Asuransi Simedis dari Equity Life

    Sahabat Sehat, kondisi pandemi Covid-19 ini memberi kita pelajaran berharga akan pentingnya jaminan akan kondisi kesehatan kita. Risiko tingkat keparahan dan kefatalan paparan virus Covid-19 termasuk tinggi, apalagi jika penderita sudah mempunyai penyakit komorbid yang berpotensi terjadi komplikasi.

    asuransi simedis, asuransi kesehatan Prosehat

    Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Fakta menunjukkan tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia tinggi. Berdasarkan laporan di laman covid-19.go.id (15/3), persentase kematian di Indonesia mencapai 2,7% per 14 Maret 2021. Ini artinya, sudah 38.000 lebih penduduk Indonesia meninggal dunia dari total kasus yang mencapai 1,4 juta lebih.

    Jika dibandingkan presentasenya dengan tingkat rata-rata kasus kematian secara global, tingkat kematian akibat di Indonesia lebih tinggi. Menuru laporan dari World Health Organization (WHO) di hari yang sama, tingkat kematian di dunia mencapai 2,6 juta dari 119,2 juta total kasus. Sehingga, persentasenya lebih rendah dari Indonesia yaitu 2,2%.

    Kombinasi Pencegahan dan Perlindungan

    Ancaman tingkat kematian yang tinggi tersebut tentunya meresahkan kita. Dari fakta yang menguatirkan tersebut, langkah ideal yang bisa kita pilih adalah dengan mengombinasikan antara pencegahan terhadap infeksi virus Corona dan tak kalah penting, perlindungan serta jaminan yang pasti terhadap potensi tertular penyakit yang sangat mengancam tersebut.

    Kombinasi antara upaya pencegahan dengan menerapkan 5M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Membatasi mobilitas, dan Menjauhi kerumunan) dengan dengan membekali diri dengan jaminan dari asuransi terpercaya menjadi kombinasi ideal yang akan memberi keamanan dan kenyamanan.

    Untuk memberi manfaat tersebut bagi para Sahabat Sehat, Prosehat bekerja sama dengan Asuransi Medis (Simedis) dari Equity Life. Layanan perlindungan asuransi ini berlaku untuk setiap pembelian paket PCR Swab COVID-19 di semua kanal Prosehat.

    Tidak sebatas itu, Sahabat Sehat juga akan mendapatkan jaminan perlindungan finansial terhadap risiko meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan serta memberikan tambahan manfaat meninggal dunia dan santunan biaya perawatan harian Rumah Sakit akibat terinfeksi Virus COVID-19.

    Baca Juga: Gratis! Mahalnya Biaya Perawatan Covid-19 Ditanggung Pemerintah, Begini Cara Klaimnya!

    Manfaat Maksimal dengan Biaya Minimal

    Siapapun tentu ingin mendapatkan manfaat maksimal dengan pengeluaran minimal, bukan? Anda tidak salah. Begitu pula dengan memanfaat perlindungan dari Simedis ini.

    Ada beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh. Secara garis besar, terdapat manfaat utama dan manfaat tambahan yang tersedia. Untuk manfaat utama, peserta Simedis mendapatkan jaminan jika meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan.

    Jika tertanggung meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan yang terjadi dalam masa asuransi (90 hari), penanggung akan membayarkan 100% klaim perlindungan.

    Sebagai catatan, jika tertanggung memiliki beberapa kepesertaan asuransi, maka maksimum manfaat meninggal dunia karena penyakit atau kecelakaan yang dibayarkan adalah sebesar Rp20.000.000 (dua puluh juta Rupiah).

    Manfaat utama yang kedua adalah jaminan jika tertanggung meninggal dunia akibat Covid-19. Jika tertanggung meninggal dunia karena secara pasti terinfeksi Virus COVID-19, Penanggung akan membayarkan tambahan Manfaat Meninggal Dunia sebesar 50% klaim perlindungan.

    Sebagai catatan, jika tertanggung memiliki beberapa tanda kepesertaan asuransi, maksimum tambahan manfaat meninggal dunia karena COVID-19 yang dibayarkan sebesar Rp10.000.000 (sepuluh juta Rupiah)

    Bagaimana dengan manfaat tambahannya? Tak kalah menarik, yaitu jika tertanggung menjalani perawatan di Rumah Sakit akibat terinfeksi Virus COVID-19 yang terjadi dalam masa asuransi, akan diberikan santunan biaya perawatan Rumah Sakit sebesar 1% per hari dari Manfaat Meninggal Dunia karena Penyakit atau Kecelakaan dengan maksimum 14 (empat belas) hari per Masa Kontrak Asuransi.

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Sebagai catatan, manfaat ini hanya diberikan 1 (satu) kali selama masa asuransi. Dan, jika Tertanggung memiliki beberapa tanda kepesertaan asuransi, maka maksimum santunan harian rawat inap yang dibayarkan sebesar Rp200.000 (dua ratus ribu Rupiah) per hari

    Segera manfaatkan layanan plus jaminan kesehatan yang bisa Anda peroleh dengan membeli paket pemeriksaan Covid-19 dari Prosehat. Promo kerjasama ini dapat dapat Anda nikmati selama satu tahun,  mulai dari 8 Maret 2021 hingga 7 Maret 2022.

    Anda pun dapat mendapatkan layanan ini secara mudah. Sahabat Sehat tinggal menanyakan paket ini kepada petugas kami baik secara langsung di klinik Prohsehat atau melalui layanan chat Asisten Kesehatan Maya 08111816800. Petugas Prosehat akan melayani dan mendata Anda sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

    Baca Juga: 8 Tips Memilih Asuransi yang Tepat di Tengah Pandemi

    Tidak ribet, kan? Yuk, makin lindungi diri dan keluarga Anda dengan layanan kesehatan komprehensif dari Prosehat, yang di dalamnya meliputi jaminan asuransi. Dalam kondisi yang seperti sekarang ini, apalagi yang Anda cari selain kesehatan serta rasa aman?

    Read More
  • Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur. Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat […]

    Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Setiap orang tentunya ingin tidur nyenyak supaya dapat kembali berenergi setelah beraktivitas seharian penuh. Namun beberapa orang diketahui mengalami gangguan tidur, seperti gangguan tidur berjalan yang menyebabkan seseorang berdiri dan berjalan saat tidur.

    gangguan tidur berjalan

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Bergadang

    Penderita gangguan tidur berjalan, umumnya tidak dapat merespons dan biasanya tidak mengingat hal yang dilakukan saat tidur.

    Gangguan semacam ini dapat disebabkan oleh banyak faktor misalnya faktor genetik (keturunan), gaya hidup (kurang tidur, jadwal tidur yang tidak teratur, demam, stres, kekurangan magnesium, keracunan alkohol), dan kondisi fisik (menstruasi, kehamilan, gangguan psikiatri, sleep apnea, sindrom tourette, dan Tirotoksikosis).

    Jika hal ini dibiarkan, gangguan tidur dapat berpengaruh pada kondisi fisik dan mental. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Yuk, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Cara Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan

    Gangguan tidur berjalan dapat diatasi dengan pemberian obat seperti benzodiazepin atau antidepresan, yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur. Penggunaan obat obatan lain mungkin diperlukan, namun sebaiknya diperiksakan ke dokter terlebih dahulu.

    Produk Terkait: Jual Obat Tidur Nyenyak

    Hipnosis

    Terapi hipnosis dinilai turut membantu seseorang menjadi lebih rileks dan fokus. Terapis akan memberikan saran yang disesuaikan dengan kondisi tiap individu.

    Baca Juga: Ternyata Tidur Selama 6 Jam Saja Tidak Cukup

    Penanganan Lanjutan

    Apabila gangguan gangguan tidur berjalan disertai keluhan lain, misalnya sindrom kaki gelisah, perlu mendapatkan penanganan lanjutan sesuai keluhan yang dialami.

    Apabila gangguan tidur berjalan ini dirasa cukup mengganggu, Sahabat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

    Selain dengan berbagai cara di atas, Sahabat Sehat juga dapat melakukan beberapa tips berikut di rumah :

    • Cobalah tidur pada waktu yang sama setiap malam
    • Memastikan kamar tidur gelap dan tenang
    • Batasi minuman sebelum tidur, terutama minuman berkafein
    • Buang air kecil sebelum tidur
    • Mandi air hangat, membaca, atau menarik napas secara dalam agar rileks.
    • Kelola stres dengan baik

    Apabila yang mengalami gangguan tidur berjalan ini adalah orang lain, yang bisa Sahabat lakukan adalah:

    • Bimbing penderita tidur berjalan agar dapat kembali tidur. Usahakan jangan berteriak atau mengejutkan penderita.
    • Bangunkan penderita 15-30 menit sebelum gejala penyakit tidur berjalan muncul, terutama bila hal tersebut selalu dialami di waktu yang sama tiap malam.
    • Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak, buatlah tambahan pengaman di tiap sisi ranjang untuk mencegah mereka turun dari kasur.

    Seperti itulah cara mengatasi gangguan tidur berjalan yang perlu Sahabat lakukan, agar kualitas tidur tetap baik.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai gangguan tidur dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Gangguan Tidur Berjalan: Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4179627/gangguan-tidur-berjalan-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    2. Mengenal Sleepwalking, Gangguan Tidur Sambil Berjalan dan Cara Mengatasinya | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/mengenal-sleepwalking-gangguan-tidur-sambil-berjalan-dan-cara-mengatasinya-kln.html
    3. Gangguan Tidur Sambil Berjalan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya [Internet]. suara.com. 2021 [cited 31 March 2021]. Available from: https://www.suara.com/lifestyle/2020/12/29/134942/gangguan-tidur-sambil-berjalan-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya
    Read More
  • Apakah Sahabat Sehat termasuk orang yang menikmati alunan musik? Kalau iya, berarti Sahabat termasuk orang yang beruntung karena ternyata musik memiliki segudang manfaat kesehatan bagi tubuh. Baca Juga: Terapi Pengobatan Air Putih untuk Mengatasi Penyakit-penyakit Kronis Lalu apa saja manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan? Sahabat Sehat, mari simak penjelasannya di bawah ini! 1. Meredakan Stres Musik […]

    Tahukah Sahabat, 9 Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Kesehatan?

    Apakah Sahabat Sehat termasuk orang yang menikmati alunan musik? Kalau iya, berarti Sahabat termasuk orang yang beruntung karena ternyata musik memiliki segudang manfaat kesehatan bagi tubuh.

    manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan

    Baca Juga: Terapi Pengobatan Air Putih untuk Mengatasi Penyakit-penyakit Kronis

    Lalu apa saja manfaat mendengarkan musik bagi kesehatan? Sahabat Sehat, mari simak penjelasannya di bawah ini!

    1. Meredakan Stres

    Musik ternyata mampu membantu meredakan stres, sehingga berangsur-angsur stress menghilang dan pikiran kembali tenang. Mendengarkan musik disebut dapat menurunkan kadar kortisol atau hormon yang bertanggung jawab terhadap stres. Musik dengan tempo yang lambat dinilai dapat menurunkan detak jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah.

    2. Meringankan Gangguan Cemas

    Apabila Sahabat memiliki gangguan cemas, Sahabat dapat mendengarkan musik sebagai  salah satu cara terapi cemas. Musik dinilai dapat mengalihkan dari rasa cemas, membuat lebih tenang dan nyaman.

    3. Menjaga Kemampuan Pendengaran

    Dari sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang sering mendengarkan musik ternyata memiliki kemampuan mendengar yang lebih baik. Meski begitu, disarankan untuk tidak mendengarkan musik dengan volume keras terutama saat menggunakan headphone.

    Baca Juga: Terapi Donor Plasma Konvalesen, dari Pengertian hingga Manfaat

    4. Memperkuat Daya Ingat

    Musik ternyata turut memperkuat daya ingat, hal ini diketahui dari sebuah studi yang menunjukan peserta yang mengingat suatu kata sambil mendengarkan musik ternyata jauh lebih unggul daripada peserta yang mengingat kata dalam keheningan.

    5. Meredakan Gejala Depresi

    Musik disebut dapat meredakan gejala depresi terutama musik klasik yang dikombinasikan dengan musik jazz, hal ini berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2017. Selain musik jazz dan klasik, musik yang disarankan adalah musik perkusi yang ternyata turut bermanfaat dalam meredakan gejala depresi.

    6. Mengatasi Lelah

    Berdasarkan sebuah penelitian, irama musik yang menenangkan ternyata dapat membantu mengurangi kelelahan dan membuat rileks.

    7. Meningkatkan Semangat Berolahraga

    Sebuah penelitian pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa berolahraga sambil mendengarkan musik dapat meningkatkan suasana hati, dan meningkatkan gerakan tubuh saat berolahraga.

    Berolahraga dengan mendengarkan musik juga turut mempengaruhi intensitas dan waktu latihan yang lebih lama. Atlet yang mendengarkan musik dengan tempo cepat selama pemanasan, diketahui menjadi lebih termotivasi dalam persaingan.

    8.Membantu Proses Diet

    Sahabat sedang menjalani diet? Agar diet berhasil, tidak ada salahnya Sahabat mendengarkan musik ketika makan. Musik ternyata dapat membuat rileks sehingga Sahabat akan makan secara perlahan dan cepat merasa kenyang.

    9. Mengatasi Gangguan Tidur

    Banyak orang yang sering mengalami gangguan tidur atau insomnia. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mendengarkan musik terutama musik klasik dengan alunan yang rileks sehingga tidur menjadi lebih nyenyak.

    Baca Juga: Duh, Sering Susah Tidur Malam Hari Nih!

    Musik ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan, Sahabat Sehat mulai sekarang mari mendengarkan musik dan pilihlah jenis musik sesuai aktivitas yang Sahabat lakukan.

    Apabila Sahabat membutuhkan informasi lebih lanjut soal terapi dan konsultasi kesehatan, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Kenali Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/02/112016820/kenali-manfaat-mendengarkan-musik-untuk-kesehatan?page=all
    2. Abdi H. Jarang Diketahui, Ini 7 Manfaat Mendengarkan Musik Bagi Kesehatan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4003992/jarang-diketahui-ini-7-manfaat-mendengarkan-musik-bagi-kesehatan
    3. 8 Manfaat Mendengarkan Musik bagi Kesehatan, Bantu Perbaiki Ingatan dan Atasi Lelah | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 30 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/jatim/8-manfaat-mendengarkan-musik-bagi-kesehatan-bantu-perbaiki-ingatan-dan-atasi-lelah-kln.html
    Read More
  • Minggu, 28 Maret 2021 terjadi dua peristiwa yang cukup mengejutkan yaitu meledaknya bom di area Gereja Katedral Makassar dan terbakarnya kilang minyak Balongan milik Pertamina di Indramayu. Kedua peristiwa itu tentu dapat menimbulkan kepanikan maupun kecemasan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, ledakan bom dan kebakaran dapat berpotensi menimbulkan luka bakar pada beberapa bagian atau seluruh […]

    Terkena Luka Bakar Seperti Ledakan Bom di Makasar dan Kebakaran Kilang Minyak di Indramayu? Berikut Cara Penanganannya!

    Minggu, 28 Maret 2021 terjadi dua peristiwa yang cukup mengejutkan yaitu meledaknya bom di area Gereja Katedral Makassar dan terbakarnya kilang minyak Balongan milik Pertamina di Indramayu.

    terkena luka bakar

    Kedua peristiwa itu tentu dapat menimbulkan kepanikan maupun kecemasan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, ledakan bom dan kebakaran dapat berpotensi menimbulkan luka bakar pada beberapa bagian atau seluruh tubuh.

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Luka bakar merupakan hal yang harus segera ditangani dengan tepat, karena jika penanganan kurang tepat dapat memperburuk kondisi luka dan menimbulkan infeksi pada luka.

    Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat Indonesia hingga kini masih melakukan penanganan awal luka bakar dengan cara yang salah misalnya mengoleskan kecap maupun pasta gigi pada luka bakar.

    Lalu bagaimana sebenarnya penanganan pertama yang tepat bagi penderita luka bakar? Yuk, Sahabat Sehat mari simak beberapa langkah berikut!

    Penanganan Pertama Bagi Luka Bakar

    1. Gunakan air dingin untuk mengompres dan membilas lukayang terasa panas selama sekitar 10-20 menit.
    2. Bila timbul gelembung luka, sebaiknya dibiarkan saja. Hindari menutupluka dengan plester, dan sebaiknya tidak memecahkan gelembung luka.
    3. Oleskan salep khusus untuk luka bakar atau salep antibiotik yang berfungsi sebagai antiradang dan antimikroba untuk membantu pembentukan jaringan kulit baru. Oleskan setiap 4-6 jam sekali, dengan ketebalan sekitar 1 milimeter. Karena itu, penting bagi Sahabat untuk selalu menyediakan salep kulit pada kotak P3K di rumah sebagai antisipasi.

    Produk Terkait: Jual Salep Luka Bakar

    Sahabat juga dapat menggunakan beberapa cara alami seperti berikut, untuk luka bakar ringan:

    Menggunakan Susu

    Susu yang biasa Sahabat minum setiap hari juga dapat Sahabat jadikan sebagai penanganan awal luka bakar. Susu dianggap dapat membantu menenangkan kulit yang meradang karena luka bakar. Siapkan semangkuk susu skim dingin dalam mangkuk lalu siramkan susu cair ke bagian kulit yang mengalami luka bakar.

    Mengiris Kentang

    Cara kedua adalah dengan menggunakan kentang mentah. Sahabat dapat membelah kentang dan letakan pada area luka selama beberapa menit. Irisan kentang dipercaya mampu membantu menghilangkan iritasi di sekitar luka.

    Mengoleskan Lidah Buaya

    Lidah buaya merupakan tanaman yang bisa dijadikan sebagai obat luka bakar ringan karena mengandung berbagai zat yang dapat memberi efek menenangkan peradangan di kulit, dan dapat mengurangi pembengkakan pada luka bakar.

    Baca Juga: Kenali Impetigo, Infeksi Kulit pada Anak 

    Mengoleskan Minyak kelapa

    Kandungan vitamin E dan asam lemak seperti asam laurat pada minyak kelapa berguna untuk mencegah timbulnya jamur dan bakteri pada luka bakar.

    Menggunakan Teh kantong hitam

    Teh kantong hitam yang dingin dipercaya dapat meredakan luka bakar. Kandungan tanin dalam teh hitam dapat membantu menurunkan panas dari luka bakar dan meredakan rasa nyeri. Letakkan kantong teh yang sudah dicelupkan kedalam air dingin, pada area luka lalu balut dengan menggunakan perban.

    Apabila luka bakar yang Sahabat alami bukan termasuk luka bakar ringan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Sahabat juga bisa memanfaatkan layanan perawatan luka bakar ini di Prosehat melalui layanan panggil ke rumah. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sandi F. Fakta-fakta Terbaru Bom Meledak di Depan Katedral Makassar [Internet]. news. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210329070922-4-233483/fakta-fakta-terbaru-bom-meledak-di-depan-katedral-makassar
    2. Media K. Kilang Minyak Pertamina di Balongan Indramayu Terbakar Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2021/03/29/054533678/kilang-minyak-pertamina-di-balongan-indramayu-terbakar?page=all
    3. Cara Mengatasi Luka Bakar untuk Pertolongan Pertama [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200722161849-255-527723/cara-mengatasi-luka-bakar-untuk-pertolongan-pertama
    4. 5 Cara Alami Sembuhkan Luka Bakar [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181114134752-255-346495/5-cara-alami-sembuhkan-luka-bakar
    Read More
  • Manusia menghabiskan waktunya lebih dari sembilan jam per hari untuk melihat layar digital. Namun, terlalu lama melihat layar digital berdampak terhadap kesehatan mata, terutama karena efek cahaya biru yang dihasilkan oleh layar. Sahabat Sehat hendaknya rutin memantau kesehatan mata setiap tahunnya. Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A Saat ini, dunia sedang berada dalam […]

    11 Cara Memantau Kesehatan Mata Saat WFH

    Manusia menghabiskan waktunya lebih dari sembilan jam per hari untuk melihat layar digital. Namun, terlalu lama melihat layar digital berdampak terhadap kesehatan mata, terutama karena efek cahaya biru yang dihasilkan oleh layar. Sahabat Sehat hendaknya rutin memantau kesehatan mata setiap tahunnya.

    cara memantau kesehatan mata

    Baca Juga: Mata Kuning Sebagai Gejala Hepatitis A

    Saat ini, dunia sedang berada dalam kondisi pandemi, sehingga semua kegiatan dilakukan secara online dan menyebabkan waktu yang dihabiskan untuk melihat layar digital lebih banyak.

    Berikut adalah cara memantau kesehatan mata

    1. Melakukan pemeriksaan mata setiap 12 bulan

    Sahabat Sehat harus rutin memeriksakan mata guna menjaga kesehatan mata karena apabila terjadi masalah penglihatan dan tidak ditangani dengan segera, dikhawatirkan akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

    Sahabat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata setahun sekali, terutama mereka yang bekerja dengan laptop dalam jangka waktu yang lama.

    2. Kacamata hitam anti UV

    Seperti yang sudah diketahui bersama, sinar UV dapat membuat kerusakan yang serius pada mata. Sahabat Sehat jangan menyepelekan sinar matahari, karena sinar matahari bisa mengganggu kesehatan pada mata.

    Sahabat dapat menggunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan sinar UV. Jangan lupa, saat membeli kacamata pastikan untuk memilih kacamata yang dapat memantulkan paling sedikit 98% radiasi UV.

    3. Konsumsi makanan yang sehat

    Cara yang satu ini adalah cara yang sangat mudah untuk menjaga kesehatan mata. Sahabat Sehat dapat memperbanyak konsumsi buah dan sayur. Terutama buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin A dan beta karoten seperti apel, melon, papaya, jeruk, dan wortel.

    Produk Terkait: Jual Vitamin dan Multivitamin

    Wortel dikenal sangat ampuh untuk menjaga kesehatan mata. Hal tersebut dikarenakan wortel memiliki beta karoten yang tinggi. Selain itu, beta karoten di dalam wortel juga merupakan antioksidan yang bisa mengurangi risiko degenerasi makula atau penurunan penglihatan pusat saat memandang lurus.

    Selain wortel, kuning telur dan juga susu ternyata banyak mengandung vitamin A yang bagus dan berguna untuk menjaga kesehatan mata. Baru-baru ini, terdapat studi yang menunjukan bahwa vitamin dan kelompok antioksidan selain mencegah atau memperlambat degenerasi makula, juga dapat memperlambat pertumbuhan katarak.

    4. Hindari pemakaian lensa kontak terlalu lama

    Jika Sahabat Sehat biasa menggunakan lensa kontak terlalu lama, hal tersebut dapat merusak kesehatan mata. Jadi, pakailah lensa kontak dengan batas yang wajar, yaitu paling lama delapan jam.

    Pemakaian lensa kontak yang lama bisa menimbulkan kerusakan mata secara permanen. Meskipun kualitas lensanya tidak akan berkurang, tetapi lama kelamaan akan mengaburkan penglihatan mata.

    Jadi, hal yang harus dipertimbangkan adalah, semakin lama Sahabat Sehat memakai lensa kontak, maka semakin tinggi juga resiko mata terkena infeksi.

    5. Gunakan lensa kontak yang memiliki kualitas baik

    Lensa kontak memiliki kualitas yang bermacam-macam. Bahkan tidak semua lensa kontak sama, ada yang aman untuk mata dan ada juga yang berisiko untuk merusak mata.

    Produk Terkait: Obat Mata

    Apabila Sahabat Sehat ingin memakai lensa kontak, diharapkan memiliki kualitas yang baik, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

    6. Rawat lensa kontak

    Jika Sahabat Sehat memakai lensa kontak, haruslah merawatnya dengan baik. Merawat lensa kontak nyatanya tidak terlalu merepotkan, jadi jangan sekali-sekali mengabaikan kebersihan dari lensa kontak. Sahabat Sehat juga diharuskan mengganti cairannya ketika melepaskan lensa kontak.

    7. Hindari penggunaan cahaya yang berlebihan

    Sahabat Sehat dapat menggunakan cahaya yang cukup dan tidak berlebihan karena apabila cahayanya kurang, dapat menyebabkan kelelahan pada mata. Sedangkan apabila menggunakan cahaya yang berlebih juga tidak baik.

    Sahabat Sehat bisa mendapatkan cahaya terbaik dengan mengurangi tingkat terang yang ada pada layar monitor atau ponsel. Pastikan cahaya yang cukup akan membuat bekerja jauh lebih nyaman.

    8. Biarkan mata untuk beristirahat

    Cara yang mudah untuk tetap memantau kesehatan mata, yaitu dengan memberikan mata untuk beristirahat. Biasanya setelah selesai bekerja terlalu dalam di depan perangkat digital, membuat mata menjadi tidak nyaman.

    Hal tersebut biasanya disebabkan karena mata berkedip 25 persen lebih sedikit dari biasanya dan menyebabkan mata menjadi kering.

    Apabila sudah seperti itu, Sahabat Sehat dapat menutup mata dan menghitung sampai lima detik sebelum membukanya kembali. Sahabat Sehat bisa melakukannya selama beberapa menit atau setiap 30 menit.

    Selain itu, setiap 20 menit setelah melihat monitor Sahabat Sehat dapat mengistirahatkan mata dengan cara melihat ke depan sejauh 2 meter.

    9. Hindari merokok

    Merokok diketahui berbahaya bagi tubuh atau kesehatan. Tidak hanya itu, merokok juga ternyata bisa mempengaruhi kesehatan mata, Sahabat Sehat bisa mulai mengurangi rokok jika ingin mata tetap sehat.

    Baca Juga: Dampak Negatif Merokok bagi Kesehatan Mata

    10. Gunakan filter monitor

    Guna mengurangi sinar yang menyilaukan dan mengurangi radiasi yang dipancarkan oleh layar monitor, Sahabat Sehat dapat menggunakan filter glass monitor. Sahabat Sehat bisa membelinya yang berguna untuk meredupkan cahaya monitor dan juga mampu mengurangi pengaruh radiasi.

    11. Mengompres mata dengan mentimun

    Cara mudah yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan mata, yaitu mengompros mata dengan mentimun. Caranya adalah, iris mentimun yang sudah bersih, kemudian hanya tinggal dikompres di kelopak mata.

    Sensasi dingin dan juga segar yang dimiliki oleh mentimun bisa membantu Sahabat Sehat untuk mencegah kebengkakan mata dan timbulnya kantong mata.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Sahabat Sehat bisa gunakan irisan mentimun di mata sebelum tidur, kurang lebih selama 10 menit. Sahabat Sehat juga bisa melakukan kegiatan ini secara rutin, agar kesehatan mata bisa tetap terjaga.

    Nah, kini Sahabat Sehat sudah mengetahui caranya menjaga kesehatan mata. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mudah dan bisa dilakukan secara rutin.

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan Wish Health Watch, yaitu sebuah smartwatch yang mampu memantau kesehatan data dari penggunanya.

    Data yang didapat memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan bisa langsung terintegrasi ke ponsel penggunanya, sehingga pengguna bisa dengan mudah memantau kesehatan tubuhnya di mana saja dan kapan saja.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dinkes.deliserdangkab.go.id. 2021. Cara Menjaga Kesehatan Mata. [online] Available at: <https://dinkes.deliserdangkab.go.id/cara-menjaga-kesehatan-mata.html> [Accessed 25 March 2021].
    2. Direktorat P2PTM. 2021. Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata? – Direktorat P2PTM. [online] Available at: <http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/gangguan-indera-fungsional/bagaimana-cara-menjaga-kesehatan-mata> [Accessed 25 March 2021].
    3. suara.com. 2021. Tips Merawat Kesehatan Mata Saat Menggunakan Komputer. [online] Available at: <https://www.suara.com/health/2021/03/01/214715/tips-merawat-kesehatan-mata-saat-menggunakan-komputer> [Accessed 25 March 2021].
    Read More
  • World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap […]

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Beserta Alasannya

    World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes.

    cara tepat memantau berat badan

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap orang disarankan untuk selalu memantau berat badannya.

    Bahkan, memantau berat badan secara rutin telah menjadi kampanye yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau (Germas). Dan pada akhirnya, setiap orang disarankan agar selalu menjaga bobot tubuhnya, agar jangan sampai obesitas.

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Sehat atau Tidak

    Berikut beberapa cara tepat memantau berat badan Sahabat Sehat masih masuk ke dalam kategori sehat atau tidak:

    Lingkar pinggang

    Jika ada orang yang berat badannya mungkin tidak terlalu tinggi, namun memiliki perut yang buncit, bisa dikatakan tidak sehat dan berisiko terkena diabetes serta penyakit jantung. Riset yang dilakukan di Newcastle University juga membuktikan bahwa pinggang dan perut yang besar bisa berkaitan dengan risiko penyakit kanker usus.

    Sahabat Sehat bisa memantau berat badan dengan cara mengukur lingkar pinggang dengan cara memasang tali meteran tepat di atas tulang pinggul, sekitaran pusar. Bagi pria, lingkar pinggang yang wajar adalah berada di bawah sekitar 100 cm. sedangkan bagi wanita lingkar pinggang yang wajar adalah di bawah 90 cm.

    Denyut jantung istirahat

    Sahabat Sehat bisa mengukur denyut jantung istirahat apabila sedang istirahat dan tidak habis melakukan aktivitas melelahkan. Caranya dengan meletakkan dua buah jari di nadi yang terletak di sekitar tangan atau leher, kemudian hitung berapa banyak jumlah denyut yang ada dalam waktu satu menit.

    Ukuran yang normal, seharusnya pada setiap menit ada sebanyak 60 sampai 100 denyutan. Apabila seseorang menganut gaya hidup yang minim olahraga, denyut jantungnya akan lebih cepat dari jumlah denyut normal.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hal tersebut terjadi karena harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal tersebut bisa berisiko bagi penyakit jantung jadi meningkat.

    Menghitung rata-rata tingkat metabolime basal

    Rata-rata tingkat metabolisme basal atau yang biasa disebut basal metabolic rate (BMR) adalah menghitung faktor tinggi, berat, usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas untuk menghitung jumlah kalori yang dibakar seseorang ketika dirinya sedang beristirahat.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Dan biasanya dari ukuran tersebut, Sahabat Sehat bisa mengetahui berapa banyak jumlah kalori yang harus dipangkas setiap harinya, guna mencapai target berat badan yang normal. Namun, cara mengukurnya bisa dilakukan sendiri ataupun dengan menggunakan bantuan aplikasi pengukur yang telah tersedia.

    Persentase lemak tubuh

    Angka persentase lemak tubuh bisa menunjukkan prediksi jumlah lemak berlebih yang dimiliki oleh tubuh. Biasanya untuk mengetahuinya diperlukan bantuan alat yang bisa bekerja dengan cara mengirimkan sinyal elektrik ke seluruh tubuh.

    Serta kemudian bisa juga menghitung berapa banyak jumlah lemak yang ada di dalam tubuh dan berapa jumlah jaringan padat lainnya.

    Bagi pria, lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah sekitar tujuh sampai 18%. Sedangkan bagi wanita, ukuran lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah 20-32%.

    Alasan Harus Memantau Berat Badan Secara Rutin

    Ahli kesehatan menyarankan, setiap orang agar memantau berat badannya secara rutin. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara agar menghindari terkenanya obesitas.

    Saat Sahabat Sehat memantau berat badan, Sahabat Sehat bisa tahu apakah berat badan mulai naik atau turun. Sehingga Sahabat Sehat bisa memulai memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat dan menambah aktivitas fisil lainnya, seperti olahraga.

    Baca Juga: Sudah Olahraga, Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah, disebutkan bahwa angka obesitas di Indonesia meningkat sejak tahun 2013. Dari yang semula 14% menjadi 21%, atau bisa dibilang naik sebanyak 7%. Yang artinya, semakin banyak masyarakat Indonesia mengalami kenaikan berat badan.

    Dan berdasarkan data pemantauan status gizi usia di atas 18 tahun, yang memiliki obesitas ada sebanyak 40,4%. Jadi, memantau berat badan sangatlah penting, guna menyebabkan beberapa penyakit yang membahayakan jiwa.

    Berikut beberapa penyakit yang disebabkan karena obesitas atau apabila tidak memantau berat berat badan secara rutin:

    Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi

    Perlu diketahui, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi adalah konsisi yang bisa membuat penyakit jantung atau stroke lebih mungkin terjadi.

    Produk Terkait: Sedia Obat Kolesterol

    Diabetes

    Apabila Sahabat Sehat tidak menjaga berat badan, bahkan memakan apa saja tanpa batas bisa menyebabkan penyakit diabetes.

    Kanker

    Kanker yang bisa terjadi karena obesitas diantaranya adalah kanker usus besar, kanker payudara (terjadi setelah menopause), kanker rahim (endometrium), kanker ginjal, dan kanker esophagus yang terkait dengan obesitas.

    Penyakit kandung empedu dan batu empedu

    Penyakit osteoarthritis

    Penyakit ini adalah kondisi sendi umum yang paling sering terjadi dan mempengaruhi lutut, pinggul, dan juga punggung.

    Encok

    Penyakit yang mempengaruhi sendi. Dan bisa terjadi ketika memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat dapat membentuk kristal yang tersimpan di dalam sendi.

    Sleep Apnea

    Kondisi ini adalah kondisi pernapasan yang terkait dengan kelebihan berat badan. Sleep apnea ini adalah yang menyebabkan seseorang mendengkur berat saat tidur atau sebentar berhenti bernapas di saat tidur. Bahkan sleep apnea bisa menyebabkan kantuk di siang hari.

    Cara Menurunkan Berat Badan

    Supaya berat badan tidak bertambah naik, Sahabat bisa mencegahnya dengan cara-cara berikut:

    • Kurangi asupan energi 500 kkal per hari
    • Tidak mengurangi jumlah konsumsi makanan secara drastis
    • Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga
    • Tidak menggunakan obat-obatan untuk menurunkan berat badan secara sembarangan tanpa pengawasan tenaga kesehatan

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah paham kan pentingnya menjaga atau memantau berat badan. Cara untuk menurunkan risiko dari penyakit tersebut adalah dengan menjaga berat badan agar tetap seimbang, dengan cara memantau berat badan secara rutin.

    Baca Juga: Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan Wish Health Watch, yaitu sebuah smartwatch yang mampu memantau kesehatan data dari penggunanya. Data yang didapat memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan bisa langsung terintegrasi ke ponsel penggunanya, sehingga pengguna bisa dengan mudah memantau kesehatan tubuhnya di mana dan kapan saja.

    Info lebih lengkap silakan hubungi  Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anwar, F., 2021. 4 Cara Untuk Melihat Berat Badan Sehat atau Tidak. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-3204420/4-cara-untuk-melihat-berat-badan-sehat-atau-tidak/5/#news> [Accessed 25 March 2021].
    2. tirto.id. 2021. Pentingnya Memantau Berat Badan Secara Rutin – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/pentingnya-memantau-berat-badan-secara-rutin-dbcs> [Accessed 25 March 2021].
    3. Tarigan, M., 2021. Pentingnya Anda Memantau Berat Badan Secara Berkala. [online] Tempo. Available at: <https://gaya.tempo.co/read/1152870/pentingnya-anda-memantau-berat-badan-secara-berkala/full&view=ok> [Accessed 25 March 2021].
    4. Bagaimana cara menurunkan berat badan yang baik? – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/8/bagaimana-cara-menurunkan-berat-badan-yang-baik
    5. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    6. Jaga fisik dan berat badan tubuh agar tetap ideal dengan rajin melakukan aktivitas fisik – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    7. 30 Easy Ways to Lose Weight Naturally (Backed by Science) [Internet]. Healthline. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/30-ways-to-lose-weight-naturally
    8. Maintaining a Healthy Weight [Internet]. Nhlbi.nih.gov. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/control.htm
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja