Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 121–130 of 1124 results

  • Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Namun, seringkali kita justru kehilangan fokus spiritual akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang sering dijumpai selama buan Ramadan adalah sembelit. Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Diketahui Sembelit saat bulan puasa biasanya […]

    Sembelit Saat Puasa, Simak Gejala, Penyebab, dan Cara pengobatannya!

    Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperbanyak ibadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya.

    sembelit saat puasa

    Namun, seringkali kita justru kehilangan fokus spiritual akibat adanya gangguan pada sistem pencernaan. Salah satu gangguan pencernaan yang sering dijumpai selama buan Ramadan adalah sembelit.

    Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Diketahui

    Sembelit saat bulan puasa biasanya disebabkan oleh perubahan pola makan dan minimnya asupan serat serta cairan yang masuk kedalam tubuh.

    Selain itu, mengonsumsi berbagai jenis takjil seperti gorengan, es buah, makanan manis, dan hidangan bersantan juga dapat memicu sembelit saat puasa. Lalu apa saja gejala sembelit yang perlu diketahui?

    Gejala Sembelit Selama Bulan Ramadan

    Beberapa gejala dan tanda seseorang mengalami sembelit, diantaranya:

    • Kesulitan buang air besar (kurang dari 3 kali dalam seminggu)
    • Memiliki tinja yang padat dan keras
    • Seperti ada penyumbatan di rektum
    • Merasa tidak dapat sepenuhnya mengosongkan feses dari dalam dubur.

    Tinja memerlukan pergerakan pada otot-otot dinding usus yang berkontraksi agar dapat terdorong keluar pada saat buang air besar.

    Namun, apabila jumlah tinja dalam dalam usus belum sampai pada batas tertentu untuk diproses, maka kontraksi pada usus pun menjadi berkurang sehingg dapat menyebabkan sembelit.

    Penyebab Sembelit Saat Berpuasa

    Berhubungan dengan proses kontraksi pada pergerakan usus, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan sembelit selama bulan puasa:

    1. Kurang asupan makanan

    Selama Ramadhan, jumlah asupan makanan yang dikonsumsi akan berkurang karena puasa sehingga tubuh akan kekurangan bahan untuk pembentukan feses.

    Karena makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka belum cukup untuk membentuk feses yang yang lunak namun tetap padat.

    2. Kurang serat

    Komponen utama dalam pembentukan tinja yang sempurna adalah serat pada makanan. Sebaliknya, jika asupan serat yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan harian akan menyebabkan kita mengalami sembelit.

    Hal ini karena serat memegang kendali penuh akan sistem pencernaan, jika serat didalam tubuh tercukupi, maka feses dalam usus akan menyerap air dengan baik sehingga feses akan menjadi lunak dan mudah dikeluarkan ketika buang air besar.

    3. Dehidrasi

    Disaat berpuasa, tentunya seseorang akan mengalami dehidrasi. Terhentinya asupan cairan dan elektrolit yang terus dikeluarkan oleh tubuh menyadi salah satu penyebab terjadinya dehidrasi.

    Baca Juga: Wajib Dicoba! 10 Macam Buah Pencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

    Apalagi jika berkegiatan juga di lingkungan yang panas atau melakukan kegiatan fisik yang berat. Asupan air yang kurang dapat membuat tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan ketika buang air besar.

    4. Kadar gula darah rendah

    Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia merupakan efek umum dari puasa. Kondisi ini biasanya akan ditandai dengan kondisi tubuh yang kurang berenergi, cepat dan sering merasa lelah dan lemah ketika berpuasa.

    Sehingga akan berakibat pada pergerakan pada otot-otot usus menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan sembelit. Oleh sebab itu, sangat disarankan bagi yang berpuasa untuk mengonsumsi buah kurma yang manis ketika berbuka.

    Cara Pengobatan Rumahan untuk Sembelit

    • Biasakan untuk sering minum air, karena air dapat mengembalikan cairan tubuh dan akan membuat organ tubuh kembali bekerja dengan baik.
    • Mengonsumsi makanan kaya serat, terutama serat yang dapat larut dan tidak difermentasi. Misalnya seperti pada sayuran buncis, gandum, biji-bijian, maupun kacang-kacangan.
    • Rutin olahraga dipercaya dapat meningkatkan kontraksi dalam usus sehingga feses akan bergerak dan terdorong. Saat puasa, anda dapat mencoba olahraga ringan seperti jalan santai, berenang, bersepeda, atau jogging.
    • Meminum Senna atau obat pencahar herbal merupakan solusi yang aman dan efektif dalam mengobati sembelit. Senna mengandung senyawa tanaman yang biasa disebut glikosida yang berfungsi merangsang saraf diusus dan dapat membantu meningkatkan pergerakan usus. Senna dapat diperoleh tanpa resep dari dokter.
    • Konsumsi makanan atau suplemen yang mengandung probiotik. Probiotik dipercaya dapat membantu mencegah timbulnya sembelit kronis, karena didalamnya mengandung bakteri hidup yang menguntungkan secara alami di dalam usus.
    • Mengonsumsi makanan yang mengandung prebiotik, seperti bawang-bawangan, daun bawang, pisang, dan buncis. Karena prebiotik yang terkandung dalam makanan dapat meningkatkan kesehatan pencernaan sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air besar dan membuat tinja menjajdi lebih lunak.
    • Coba dengan menghindari produk susu, karena ada beberapa orang yang memiliki intoleransi terhadap produk susu. Seseorang yang mengidap intoleransi terhadap produk susu atau laktosa dapat mengalami sembelit.

    Sembelit merupakan gangguan pencernaan yang sangat mengganggu. Namun sahabat sehat tidak perlu cemas, karena sembelit dapat dicegah dan mudah diobati dengan pengobatan rumahan dan metode alami lainnya.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Namun apabila sembelit masih berlajut, sahabat dapat konsultasikan dengan  Dokter 24 Jam dari Prosehat untuk mengidentifikasi penyebab dan menemukan pengobatan yang tepat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sembelit saat puasa, ini penyebab dan cara mengatasinya!. [online] Available at: <https://id.theasianparent.com/sembelit-saat-puasa> [Accessed 29 April 2021].
    2. com. 2021. 13 home remedies to relieve constipation naturally. [online] Available at: <https://www.medicalnewstoday.com/articles/318694> [Accessed 29 April 2021].
    3. Media, K., 2021. 8 Tips Mencegah Sembelit Saat Puasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/05/05/034500468/8-tips-mencegah-sembelit-saat-puasa?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

    Read More
  • Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya. Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk. Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis […]

    Sering Dianggap Sepele! Simak 7 Masalah Kesehatan Akibat Kebiasaan Tidur Setelah Makan Sahur

    Saat Ramadan, sebagian besar orang akan mangalami perubahan pada pola tidurnya. Hal ini dikarenakan mereka harus bangun lebih awal untuk makan sahur sebagai persiapan menjalani ibadah puasa setiap harinya.

    Meskipun demikian, banyak di antara mereka yang memilih untuk kembali melanjutkan tidur setelah menyantap makan sahur karena rasa kantuk.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Padahal kebiasaan tidur setelah makan dapat memicu gangguan pencernaan karena tubuh akan bekerja lebih keras dalam mencerna makanan.

    Lalu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat kembali tidur setelah sahur?

    Apabila makanan yang dikonsumsi ketika sahur berupa karbohidrat, protein, dan sayuran, maka setidaknya membutuhkan waktu jeda sekitar tiga jam agar makanan dapat tercerna secara sempurna oleh lambung dan baru bisa kembali melanjutkan tidur.

    Untuk mengisi waktu jeda tersebut, lakukanlah ibadah subuh seperti mengaji dan salat, serta mencicil beberes rumah. Sebagai kompensasi karena kurang tidur di pagi hari, bisa juga ‘mencuri’ waktu tidur siang walau hanya sebentar.

    Nah, berikut ini 7 masalah kesehatan yang ditimbulkan akibat kebiasaan langsung tidur setelah makan yang dapat membahayakan tubuh, di antaranya:

    1. Refluks asam lambung atau GERD

    Refluks asam lambung atau biasa dikenal dengan GERD (Gastro-Esophageal Refluks Disease) merupakan suatu kondisi yang terjadi akibat tidak menutupnya katup antara lambung dan kerongkongan secara sempurna.

    Kondisi ini biasa disebabkan oleh efek gravitasi ketika posisi tubuh berbaring telentang atau miring setelah makan, sehingga menyebabkan makanan yang belum tercerna sepenuhya oleh lambung dapat mudah naik kembali ke kerongkongan.

    Hal ini akan semakin tidak nyaman apabila tidur usai makan berat, dapat dipastikan setelahnya akan terbangun dengan kondisi perut kembung. Jika kebiasaan ini terus dibiarkan dalam waktu lama akan memicu penyakit asam lambung.

    Produk Terkait: Jual Obat Lambung

    Gejala yang ditimbulkan GERD dapat beragam, misalnya seperti tenggorokan panas, bersendawa, mulut pahit, hingga dada terasa panas.

    Hal tersebut akan membuat rasa tidak nyaman saat berpuasa. Oleh karena itu, kondisi ini dapat dicegah dengan memberi jeda waktu kurang lebih tiga jam hingga makanan telah tercerna sempurna, kemudian baru bisa melanjutkan tidur.

    2. Kualitas tidur menurun

    Langsung tidur setelah santap sahur adalah kebiasaan yang tidak baik jika dilakukan secara terus menerus selama Ramadan, terutama jika saat sahur mengonsumsi makanan yang berlemak akan sangat berdampak pada kualitas tidur.

    Makanan yang tinggi lemak seperti olahan daging dan goreng-gorengan berminyak membutuhkan banyak waktu dalam proses mencernanya. Oleh karenanya, berilah jeda waktu yang lebih lama agar makanan tercerna dengan baik agar tidur tetap berkualitas.

    3. Kenaikan berat badan

    Sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh bahwa kebiasaaan langsung tidur setelah makan dapat memicu penimbunan lemak pada tubuh.

    Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa seseorang yang mempunyai riwayat keturunan keluarga gemuk atau obesitas, dan memiliki kebiasaan tidur setelah makan dapat meningatkan risiko kelebihan berat badan hingga 2x lipat.

    Baca Juga: 6 Cara Sehat Menurunkan Berat Badan dalam Waktu Sebulan

    Selain itu, seorang professor dari Missouri State University Jeremy Barnes mengungkapkan bahwa ketika tidur, seseorang akan mengalami peningkatan kadar hormon ghrelin.

    Efek dari peningkatan hormon ghrelin tersebutlah yang memicu perasaan lapar ketika bangun. Tidak heran, ketika Ramadan banyak orang yang justru mengalami kenaikan berat badan ketimbang menjadi kurus.

    4. Produksi asam lambung meningkat

    Peningkatan produksi asam lambung atau heartburn merupakan suatu kondisi dimana asam lambung yang diproduksi berlebihan menyebar dan naik ke kerongkongan dan dada.

    Pada prinsipnya, setiap kali makan, makanan akan melewati tenggorokan dan kemudian masuk ke dalam esofagus yang berfungsi untuk melumat serta menghantaran makanan ke dalam lambung. Setelah itu makanan akan diproses oleh lambung menjadi halus dan berbentuk pasta.

    Namun apabila proses cerna tidak sempuna, makanan yang masih kasar di dalam lambung dapat membuat dinding lambung menjadi iritasi dan nantinya bisa memicu penyakit asam lambung.

    Kondisi ini dapat menyebabkan sendawa dan munculnya rasa asam disekitar mulut. Tentu saja hal ini tidak baik bagi kesehatan jika dibiarkan dalam jangka waktu lama.

    Gejala lainnya yang dapat terjadi yakni rasa nyeri disekitar lambung atau perut kiri atas. Dapat juga berupa sensasi panas disasa. Bagi yang mudah merasa mulas atau sakit perut, sangat dianjurkan untuk menghindari kebiasaan tidur setelah makan.

    5. Sakit tenggorokan

    Selain Refluks, produksi asam lambung yang berlebih juga berpengaruh pada tenggorokan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang berlebih dapat naik kekerongkongan sehingga mengiritasi lapisan sekitar, dan iritasi inilah yang memicu sakit tenggorokan, batuk kering, atau bahkan mengi.

    Saat tubuh dalam posisi tidur atau berbaring dengan kondisi perut penuh, katup diantara lambung dan kerongkongan tidak dapat menutup dengan sempurna.

    Produk Terkait: Jual Obat Sakit Tenggorokan

    Hal ini yang menyebabkan asam lambung dapat mudah naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas terbakar pada tenggorokan.

    Selain itu sensasi panas ini tidak hanya dirasakan oleh tenggorokan tetapi juga dapat dirasakan hingga ke dada. Apabila kondisi ini terus dibiarkan akan semakin memperburuk peradangan yang ada.

    6. Sembelit

    Pada umumnya, lambung manusia akan mengalami proses pengosongan dalam kurun waktu dua hingga tiga jam setelah makan.

    Namun, dengan posisi tubuh yang berbaring atau tiduran akan menghambat proses pengosongan lambung tersebut. Apabila kondisi ini terus berulang dapat memicu sembelit atau sulit buang air besar.

    Produk Terkait: Jual Obat Sembelit

    Sebagai pencegahan, hindarilah konsumsi makanan yang tinggi lemak, kafein dan gula dalam menu sahur. Selain itu, mengonsumsi sayur dan aneka buah juga dapat memperlancar proses pencernaan.

    7. Stroke

    Bahaya tidur setelah makan sahur lainnya adalah dapat memicu gejala penyakit stroke. Stroke sendiri adalah penyakit berbahaya yang cukup ditakuti oleh banyak orang.

    Stroke terbagi menjadi dua jenis, yaitu stroke penyumbatan dan stroke pendarahan. Jenis stroke yang disebabkan oleh kebiasaan tidur setelah makan adalah stroke penyumbatan.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Pasalnya, saat tidur aliran darah yang mengalir ke otak harus tetap berjalan sesuai kebutuhan. Sehingga apabila lambung dan otak bekerja secara bersamaan dalam proses pencernaan makanan, maka suplai aliran darah akan terbagi-bagi.

    Tentunya apabila kondisi ini terulang dalam jangka panjang, akan sangat mempengaruhi otak akibat kekurangan oksigen sehingga dapat menyebabkan stroke. Oleh sebab itu, hindari kebiasaan tidur setelah makan mulai dari sekarang.

    Tips Tetap Sehat Selama Ramadan

    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar tetap sehat selama Ramadan:

    1. Konsumsi makanan secukupnya

    Tidak hanya kebiasaan tidur setelah makan yang dapat memicu masalah kesehatan, namun mengkonsumsi terlalu banyak makanan nyatanya juga tidak baik bagi kesehatan tubuh selama Ramadan.

    Karena makan yang berlebihan saat berbuka hanya akan membuat tubuh anda lelah dan perut pun terasa begah sehingga dapat menggangu aktivitas.

    Jadi, konsumsilah makanan bergizi seimbang dengan karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah dengan porsi secukupnya. Serta pastikan mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, dan gandum karena akan membuat lebih cepat kenyang dan memperlambat timbulnya rasa lapar.

    2. Tetap olahraga

    Walaupun sedang puasa, melakukan olahraga tetap harus dijalankan dengan rutin. Cukup melakukan olahraga ringan seperti yoga, stretching, ataupun jalan kaki mengelilingi kompek.

    Waktu yang dianjurkan untuk melakukan olahraga selama berpuasa yakni pada pagi hari setelah sahur atau 1-2 jam sebelum waktu berbuka.

    3. Pola tidur sehat

    Selama Ramadan, pola tidur pun tentu akan mengalami sedikit perubahan, yaitu bangun lebih pagi untuk mempersiapkan sebagai persiapan sahur dan tidur lebih lebih malam untuk memperbanyak ibadah.

    Oleh sebab itu, pastikan tetap memiliki istirahat yang cukup di siang hari. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, menjalan puasa di bulan Ramadan juga memiliki manfaat baik bagi tubuh. Jadi, jangan lupa tetap konsumsi makanan sehat serta hindari kebiasaan tidur setelah sahur ya.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Jika ada yang perlu sahabat sehat tanyakan, langsung saja konsultasikan dengan  Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.


    Referensi

    1. Gaya hidup. 2021. 7 Bahaya Tidur setelah Sahur bagi Kesehatan. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200424140306-255-496956/7-bahaya-tidur-setelah-sahur-bagi-kesehatan> [Accessed 28 April 2021].
    2. theAsianparent: Situs Parenting Terbaik di Indonesia. 2021. Sering tidur setelah sahur? Waspada 5 masalah kesehatan ini!. [online] Available at: <https://id.theasianparent.com/tidur-setelah-sahur> [Accessed 28 April 2021].
    3. University Hospitals Birmingham. 2021. University Hospitals Birmingham NHS Foundation Trust | How to stay healthy during Ramadan. [online] Available at: <https://hgs.uhb.nhs.uk/how-to-stay-healthy-during-ramadan/> [Accessed 28 April 2021].

     

     

    Read More
  • Pemerintah telah resmi melarang mudik Lebaran bagi semua masyarakat. Akan ada ketentuan dan sanksi yang disiapkan bila larangan ini dilanggar. Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang Larangan mudik dicetuskan untuk mencegah penularan dengan memutus mata rantai penularan virus Corona yang sudah menjadi pandemi. Larangan terkait mudik tentunya membuat beberapa warga merasa rindu akan kampung […]

    Tips Mengelola Stres Karena Dilarang Mudik Lebaran, dan Cara Silaturahmi Langsung yang Aman Saat Lebaran

    Pemerintah telah resmi melarang mudik Lebaran bagi semua masyarakat. Akan ada ketentuan dan sanksi yang disiapkan bila larangan ini dilanggar.

    Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang

    Larangan mudik dicetuskan untuk mencegah penularan dengan memutus mata rantai penularan virus Corona yang sudah menjadi pandemi.

    Larangan terkait mudik tentunya membuat beberapa warga merasa rindu akan kampung halamannya, ditambah lagi kebosanan akibat imbauan untuk di rumah saja, akan mudah memicu kecemasan, stress, bahkan depresi.

    Munculnya rasa sedih, bingung, takut, ataupun stres kala pandemi adalah hal yang mungkin dirasakan oleh beberapa orang.

    Stres yang dirasakan dapat memengaruhi pola tidur maupun makan seseorang, menimbulkan kondisi sulit tidur maupun sulit berkonsentrasi, bila dibiarkan terus-menerus maka stres sendiri akan memperburuk kondisi kesehatan maupun mental seseorang dan akan meningkatkan konsumsi alkohol maupun rokok, bahkan menimbulkan perilaku yang impulsif dan agresif.

    Baca Juga: Mudik Lokal Dilarang

    Sehingga penting untuk Sahabat, orang sekitar, maupun komunitas untuk mengetahui cara untuk mengelola rasa stres dengan tepat. Berikut adalah tips untuk mengelola stres:

    • Pastikan Sobat tetap melakukan pola hidup yang sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi, pastikan untuk memenuhi kebutuhan makronutrien Sobat, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Jangan lupa juga untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien seperti vitamin dan mineral juga yang banyak didapatkan dari buah dan sayuran. Selain dari pola makan, ingatlah untuk tidur yang cukup setiap harinya setidaknya 8 jam sehari. Biasakan juga untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin. Lakukanlah olahraga minimal 150 menit selama satu minggu. Aktif bergerak dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana seperti membatasi duduk yang terlalu lama, memilih untuk naik tangga dibandingkan dengan eskalator, jalan kaki bila tujuan dekat, dan lain-lain. Aktivitas fisik sudah terbukti dapat menurunkan stres, perasaan terisolasi, dan membantu meringankan perasaan cemas maupun depresi, karena dapat meningkatkan hormon-hormon yang dapat memperbaiki mood Sobat, seperti dopamine, adrenaline, dan serotonin.
    • Hindari konsumsi alkohol, rokok, atau obat-obatan terlarang untuk mengendalikan perasaan Sobat. Bila Anda sedang terbeban, lebih baik mencari bantuan dari kerabat terdekat atau tenaga profesional untuk membantu menjaga kesehatan mental Sobat.
    • Pintar menyaring informasi yang didengar maupun dibaca, pastikan informasi yang didapatkan tepat dan akurat. Hal ini akan membantu Sobat untuk mengetahui mengenai penyakit dan cara pencegahan penularan dengan tepat. Sehingga Sobat memiliki pengetahuan yang tepat dan dapat berperan aktif untuk mencegah penularan penyakit Corona.
    • Batasi waktu untuk membaca berita-berita dari media yang mungkin dapat membuat Sobat dan kerabat merasa semakin terbeban.
    • Lakukan aktivitas yang membuat Sobat senang dan rileks, seperti hobi atau keterampilan yang mungkin sudah jarang dilakukan akibat aktivitas yang padat selama ini.
    • Meluangkan waktu untuk bersosialisasi dengan keluarga atau kerabat yang tinggal serumah dan kerabat lainnya dengan telepon genggam.
    • Pastikan untuk tetap rajin beribadah dengan berdoa, saling berbagi, dan mempedulikan orang sekitar. Buah pikir kita adalah hal yang sangat penting untuk dijaga karena pikiran kita memiliki begitu banyak kapasitas untuk melakukan kebaikan, belajar, mengerjakan sesuatu, dan berkembang, sehingga akan menjadi suatu hal yang sangat disayangkan bila pikiran kita tidak digunakan dengan tepat dan maksimal. Ingatlah bahwa pikiran diri sendiri adalah hal yang dapat kita kendalikan, sehingga bila muncul pikiran yang negatif, setiap orang memegang kendali untuk selalu memilih pikiran yang positif dan membangun. Sebagai kontribusi untuk sesama, Sobat bisa juga menawarkan untuk membantu mendoakan orang lain yang sedang sakit, menyampaikan pesan yang akan meningkatkan semangat, harapan, dan kenyamanan untuk orang lain.
    • Manfaatkan teknologi dengan menelepon atau video call bersama keluarga, kerabat, teman, sahabat saat menjelang atau hari raya Idul Fitri. Setidaknya ini bisa mengobati kerinduan walaupun tidak bertemu secara langsung.

    Cara Silaturahmi yang Aman Saat Lebaran

    Meski mudik dilarang, dan membuat Sahabat harus bersilaturahmi secara virtual dengan saudara di kampung halaman, Sahabat masih bisa bersilaturahmi dengan tetangga atau kerabat yang masih berada di satu wilayah atau provinsi secara langsung.

    Namun untuk bisa bersilaturahmi secara langsung ini Sahabat tetap harus menjalankan protokol-protokol kesehatan supaya tetap dapat terhindar dari Covid-19. Berikut protokol kesehatan yang perlu Sahabat lakukan.

    • Mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak saat hendak ke luar rumah
    • Hindari menyentuh benda-benda atau permukaan yang kemungkinan terinfeksi virus
    • Tidak bersalaman dan ganti dengan senyuman
    • Tidak berlama-lama saat melakukan kunjungan langsung
    • Menggunakan kendaraan pribadi
    • Bersihkan diri setibanya di rumah

    Baca Juga: Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah Saat Silaturahmi Lebaran

    Itulah tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres karena mudik dilarang, dan cara tetap silaturahmi langsung dengan tetangga atau kerabat di satu wilayah menggunakan protokol kesehatan. Meski begitu, supaya aman dan terhindar dari Covid-19, Sahabat sebaiknya silaturahmi Lebaran di rumah saja secara virtual.

    Selain itu, bagi Sahabat yang ingin konsultasi online dengan dokter mengenai protokol kesehatan ini, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Detikcom T. Larangan Mudik demi Corona Tak Makin Pandemik [Internet]. detiknews. Available from: https://news.detik.com/berita/d-4985978/larangan-mudik-demi-corona-tak-makin-pandemik
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. The best exercises to combat stress during lockdown [Internet]. The Independent. 2020. Available from: https://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/lockdown-exercise-stress-anxiety-depression-relief-running-a9492706.html
    4. Coping with stress during the 2019-nCoV outbreak [Internet]. World Health Organization; 2020. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/coping-with-stress.pdf?sfvrsn=9845bc3a_2
    5. Physical Activity Guidelines for American. 2nd ed. U.S. Department of Health and Human Services; 2018.
    6. World Health Organizaton. Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19.
    Read More
  • Amankah sebenarnya memakai transportasi umum selama pandemi terutama saat Lebaran yang sebentar lagi datang? Pertanyaan ini akan selalu ada dari Sahabat Sehat yang mungkin sampai hari ini masih belum mau lagi atau ragu menggunakan transportasi umum sejak Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini disebabkan sifat virus tersebut yang mampu menular dengan mudah terutama di kerumunan, dan […]

    Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum Selama Pandemi Saat Lebaran

    Amankah sebenarnya memakai transportasi umum selama pandemi terutama saat Lebaran yang sebentar lagi datang? Pertanyaan ini akan selalu ada dari Sahabat Sehat yang mungkin sampai hari ini masih belum mau lagi atau ragu menggunakan transportasi umum sejak Covid-19 melanda Indonesia.

    Hal ini disebabkan sifat virus tersebut yang mampu menular dengan mudah terutama di kerumunan, dan transportasi umum termasuk di antaranya.

    Di transportasi inilah terkadang kita tidak mengetahui orang yang menaikinya terkena virus atau tidak sama sekali. Pada akhirnya, ada Sahabat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi.1

    transportasi umum selama pandemi

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Namun, bagaimana untuk mereka yang tidak mempunyai kendaraan pribadi? Tentu saja harus menggunakan transportasi umum sebagai satu-satunya jalan.

    Dalam hal ini pun pemerintah sudah mengupayakan beberapa hal, seperti menerapkan protokol kesehatan untuk ketersediaan layanan, mulai dari tempat pemberangkatan, baik selama perjalanan maupun di tempat kedatangan, dan melakukan integrasi antarmoda yang cepat sehingga membuat penumpang tidak perlu berlama-lama menunggu dan berpindah dari satu moda ke moda lainnya.1

    Untuk Sahabat Sehat yang harus menggunakan transportasi umum, Sahabat bisa melakukan beberapa tips di bawah ini supaya aman dan nyaman menggunakan transportasi umum yang ada.

    Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum

    Pastikan Tubuh dalam Keadaan Sehat

    Tips pertama adalah tubuh harus selalu dalam keadaan sehat. Tubuh sehat yang didukung imun tubuh yang kuat merupakan kunci untuk bisa menangkal penyakit, termasuk Covid-19.

    Apabila Sobat mengalami gejala seperti demam, batuk, pusing, dan mual sebaiknya jangan menggunakan transportasi umum dan tetap di rumah.2

    Menggunakan Masker

    Penggunaan masker menjadi hal paling penting dalam menggunakan transportasi umum di masa pandemi. Hingga saat ini, masker bisa dibilang merupakan cara paling efektif untuk menangkal virus yang berasal dari droplet.

    Namun, gunakanlah masker medis atau kain, bukan masker buff atau scuba yang terbukti tidak efektif. Selain dengan masker, Sahabat juga bisa menggunakan face shield, namun penggunaannya harus dengan masker karena face shield saja kenyataannya juga tidak terbukti efektif.2

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Mencuci Tangan atau Menggunakan Hand Sanitizer

    Mencuci tangan juga merupakan hal yang perlu dalam berkendara umum. Sobat bisa melakukannya sejak berangkat dari rumah atau di tempat-tempat transportasi umum, seperti di stasiun, bandara, dan terminal.

    Cucilah tangan dengan air yang mengalir selama 20 detik dengan sabun. Apabila di tempat-tempat tersebut tidak ada tempat cuci tangan, Sobat bisa menggunakan hand sanitizer yang praktis dibawa ke mana-mana.2

    Jangan Menyentuh Area Wajah

    Menyentuh area wajah yang terdapat mata, mulut, dan hidung akan mempermudah penyebaran virus, terutama setelah Sobat menyentuh permukaan benda-benda yang ada di transportasi umum tersebut.2

    Jangan Berbicara

    Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan transportasi umum selama pandemi adalah jangan berbicara secara langsung atau tidak lansung melalui telepon genggam.

    Hal ini karena dapat menyebabkan droplet-droplet kecil keluar dan bertahan di udara selama 15 menit atau virus dapat menempel pada permukaan telepon genggam selama 5 hari.

    Hal ini perlu, mengingat tentu Sobat tidak akan mengetahui kondisi orang yang sedang mengajak atau diajak bicara; apakah OTG atau bukan.3

     Jaga Jarak

    Hal ini penting dan perlu dilakukan sebab Covid-19 berpotensi menular pada jarak yang berdekatan. Karena itu, jaga jarak selama 1-2 meter itu perlu. Apabila tidak ada jaga jarak sama sekali, Sobat hendaknya tidak perlu khawatir. Usahakan tetap memakai masker dan face shield, menjaga kebersihan, serta kekebalan tubuh yang kuat.2

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

     Gunakan Transportasi dengan Penumpang Terbatas

    Menggunakan transportasi dengan penumpang terbatas juga perlu dilakukan bagi Sobat yang ingin aman dalam menggunakan transportasi umum. Karena itu, pilihlah transportasi yang sepi dan tidak ramai. Jangan lupa catat jadwal kedatangan transportasi yang diinginkan tersebut.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab

    Itulah tips menggunakan transportasi umum selama pandemi saat Lebaran untuk silaturahmi atau bepergian ke tempat-tempat wisata lokal supaya Sahabat aman dan nyaman jika harus menggunakan transportasi umum karena tidak mempunyai kendaraan pribadi dan Sahabat ingin Lebaran tidak di rumah saja. Namun ada baiknya Sahabat Lebaran di rumah saja supaya dapat terhindar dari Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai cara aman menggunakan transportasi umum saat Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Anwar M. Corona Bikin Orang Takut Naik Angkutan Umum, Apa Solusinya? [Internet]. news. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200805124230-4-177559/corona-bikin-orang-takut-naik-angkutan-umum-apa-solusinya
    2. Mediatama G. Kenapa kita dilarang ngobrol saat naik transportasi umum selama pandemi corona? [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/kenapa-kita-dilarang-ngobrol-saat-naik-transportasi-umum-selama-pandemi-corona
    3. 7 Tips Naik Transportasi Umum di Tengah Pandemi Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/citizen6/read/4295922/7-tips-naik-transportasi-umum-di-tengah-pandemi-corona
    Read More
  • Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita […]

    8 Alasan Anak Perlu Disuntik Vaksin PCV

    Dalam beberapa tahun ini, pemerintah memang menerapkan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.

    Nah, berbicara soal vaksin, maka Sobat mungkin jarang mendengar vaksin PCV. Seberapa penting dan gunanya apa? karena yang umum dibicarakan hanya vaksin rubella, campak atau vaksin dasar layaknya BCG, polio dan juga DPT. Yuk, mari kita bahas mengenai vaksin PCV.

    Baca Juga: Apa Saja Fungsi Vaksin PCV?

    Pengertian Vaksin PCV

    Penyakit pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri bernama Pneumokokus atau biasa disebut juga Streptococcus pneumoniae.

    Bakteri ini masuk kategori yang berbahaya karena cepat masuk kedalam sirkulasi darah dan tentunya merusak selaput otak, sehingga menyebabkan meningitis atau radang selaput otak. Pneumokokus adalah bakteri, sama menakutkan seperti halnya virus.

    Vaksin PCV dibuat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri tersebut dengan cara memasukkan vaksin ke dalam imun tubuh, mengingat bakteri ini mudah sekali menyerang dan sangat cepat maka diatasi dengan membekali imun dengan antivirusnya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PC-13 ke Rumah untuk Dewasa

    Penelitian menjelaskan bahwa beberapa anak dan bayi yang usianya masih dibawah 2 tahun bisa menjad pembawa bakteri aktif dan masuk ke dalam saluran pernafasan mereka, setelah itu bisa menularkan ke manusia lainnya baik ke anak-anak kembali atau ke orang dewasa. Sehingga disimpulkan bahwa bayi atau anak yang berusia 0 bulan hingga 2 tahun berisiko tinggi terkena Pneumonia.

    Pemberian imunisasi PCV

    Setelah membahas mengenai pengertian dan fungsi, selanjutnya adalah aturan pemberian vaksin yang bisa Sobat pelajari, meskipun nantinya akan diarahkan oleh dokter anak ataupun dokter yang ada di puskesmas. Aturannya yaitu :

    • <6 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak 2 bulan, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 6-12 bulan: vaksin dapat diberikan sebanyak 2 kali, dan penguat (booster) pada usia 12-15 bulan.
    • 12-24 bulan: diberikan dasar 2 kali, tidak perlu penguat (booster).
    • >24 bulan: diberikan hanya 1 kali.

    Jika Sobat sudah tahu mengenai aturannya, berikut ini penjelasan dua jenis vaksin pneumokokus yang digunakan di Indonesia. Vaksin ini diberikan berdasarkan keamanan untuk anak serta kemungkinan bakteri tersebut menyebar di Indonesia.

    • Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV 13) berisi 13 serotype Vaksin PCV ini aman dan dapat diberikan kepada bayi sejak usia 2 bulan bersamaan dengan vaksin BCG namun hanya harinya saja yang berbeda.
    • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine (PCV 23) berisi 23 serotype Vaksin ini aman diberikan pada anak usia lebih dari 2 tahun.

    Lalu, bagaimana jika anak Sobat memiliki jadwal lain dalam imunisasi? tenang saja, adanya vaksin PCV tidak mengganti atau menghapus jadwal imunisasi lainya.

    Sahabat tetap bisa konsultasi dan mengatakan pada dokter bahwa ingin melakukan imunisasi tambahan PCV sehingga dokter bisa membuat rentang kartunya.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi PCV ke rumah untuk Anak

    8 Alasan Mengapa Anak Perlu Vaksin PCV

    Meskipun bukan vaksin yang dipromosikan pemerintah dan wajib, tetapi banyak orang tua bertanya apakah PCV ini wajib dan dibutuhkan. Berikut ini 8 alasan mengapa anak perlu di vaksin PCV. Apa saja ?

    1. Menghindari Wabah

    Pertama tentu saja mengurangi wabah yang bisa terjadi di Indonesia. Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Pneumokokus merupakan bakteri yang bisa menyebar hanya melalui bersin, cairan dan juga udara. Jelas jika ada yang terjangkit maka kemungkinan akan bertambah pasien lainnya menjadi lebih tinggi.

    2. Mencegah Kematian

    Kita tidak akan pernah tahu bagaimana dan kapan Pneumokokus ini menyerang. Sebagai orang awam bahkan kita tidak pernah tahu bentuk penyakit dan bakterinya seperti apa. Hal seperti ini menjelaskan bahwa vaksin berperan sebagai pencegah kematian karena pneumokokus ini bisa menyebabkan radang selaput otak sampai permasalahan pernafasan yang bisa menyebabkan gagal nafas bahkan pada anak sekalipun.

    3. Mencegah Kecacatan

    Selanjutnya, vaksin PCV dapat mencegah kecacatan yang terjadi pada anak atau bayi. Meskipun beberapa kasus pneumokokus menyebabkan pasien langsung meninggal bahkan tidak memiliki kesempatan hidup lama.

    Namun, beberapa kasus lagi meninggalkan masalah bagi bayi atau anak yaitu gangguan pada perkembangannya. Mereka harus tumbuh dalam bayang-bayang kecacatan.

    Jelas bagi sebagian orang tua hal ini sulit diatasi dan tentu saja membebani mereka baik fisik maupun mental. Tidak ada yang ingin anaknya berubah menjadi cacat khususnya karena bakteri yang tidak diketahui kapan dan dimana menyerangnya.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi di Masa Pandemi Covid-19?

    4. Infeksi Mendadak

    Sobat tidak pernah tahu bahwa pneumokokus ternyata berada di lingkungan sekitar Sobat, bakteri ini menyerang secara mendadak dan menakutkan. Hal tersebut juga berlaku bagi petugas medis, mereka harus melewati serangkaian tes untuk memastikan apakah anak terkena penyakit PCV atau tidak.

    5. Mudah Menular

    Sama seperti menghindari wabah, PCV ini mudah menular bahkan yang bukan anak-anak sekalipun bisa langsung tertular. Mereka yang melakukan kontak fisik jelas akan mendapatkan efek sampingnya, meskipun masing-masing imun tubuh orang berbeda-beda.

    6. Komplikasi yang menakutkan

    Bakteri pneumokokus dapat menyebabkan komplikasi yang bisa memberikan masalah lain yang nantinya. Seperti halnya komplikasi pada organ lainnya yang justru memperparah kondisi anak-anak yang terserang PCV.

    Mereka harus berjuang melawan penyakit yang sulit untuk dilawan hanya karena tidak melakukan vaksinasi. Komplikasi pneumokokus yang paling sering adalah radang selaput otak (meningitis) dan menyebarnya bakteri ke dalam darah (bakteremia).

    7. Anak Bebas dan terlindungi

    Anak yang sudah diberikan vaksin PCV jelas lebih bebas melakukan berbagai hal dan bisa bermain kemana dan dimana saja.

    Termasuk ke luar negeri sebagai tempat yang kurang tahu kebersihan dan juga kondisi lingkungannya. Jika sudah vaksin tidak perlu khawatir lagi bukan?

    8. Merugikan fisik dan Mental

    Fisik dan mental merupakan hal yang paling terkuras baik dari sisi anak maupun orang tua. Sobat harus mengurus mereka yang terkena penyakit PCV dan mengeluarkan banyak biaya serta tenaga. Tentu kita tahu kesehatan mahal harganya bukan?

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Sudah jelas, kan kenapa kita harus memberikan anak vaksin PCV. Pencegahan akan lebih baik dibandingkan dengan pengobatan. Segera lakukan vaksinasi PCV di layanan kesehatan setampat atau juga bisa dengan memesan layanan di Prosehat yang bisa datang ke rumah. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa […]

    Tips Berpuasa di Tengah Pandemi yang Perlu Sahabat Ketahui

    Berpuasa merupakan kewajiban dari seorang muslim. Bahkan, di tengan pandemi Covid-19 sekalipun, umat muslim tetap diwajibkan berpuasa. Apalagi bagi yang masih dalam keadaan sehat.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Di Indonesia, ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19 sudah memasuki kali kedua. Namun, Sahabat Sehat tetap harus mengikuti beberapa tips berpuasa di tengah pandemi. Berikut tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19:

    Menjaga Asupan Makan

    Agar kondisi tubuh tetap prima, maka Sahabat Sehat dianjurkan untuk menjaga asupan makanan selama bulan puasa. Karena hal pertama yang paling penting dalam berpuasa adalah menjaga asupan makan yang bergizi.

    Agar Sahabat Sehat tetap prima, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang, dengan komposisi karbohidrat, protein, lemak dan mineral yang cukup.

    Makan yang kaya karbohidrat sebagai sumber kalori, contohnya seperti nasi, roti, umbi-umbian, dan sebagainya. Kemudian juga Sahabat Sehat bisa mengonsumsi telur, ikan, dan daging bagi sumber protein hewani, serta kacang-kacangan sebagai protein nabati yang berguna untuk membentuk imunitas dan pembentukan jaringan tubuh lainnya.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Sahabat Sehat juga wajib mengonsumsi mineral, seperti sayur dan buah-buahan yang kaya nutrisi dan antioksidan. Mengonsumsi lemak baik juga diperlukan, seperti yang terkandung dalam zaitun dan ikan salmon.

    Lemak baik diketahui bisa mengurangi peradangan di dalam tubuh. Peradangan tersebut dapat menghambat kinerja sistem imun.

    Oleh karena itu, konsumsi lemak baik seperti zaitun dan ikan salmon bisa menjaga daya tahan tubuh Sahabat Sehat selama menjalankan ibadah puasa.

    Asupan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa harus seimbang dan diperhatikan. Kebutuhan zat gizi harian rata-rata adalah 50% dari karbohidrat, 30% dari lemak, dan 15 % dari protein.

    Tetap Berolahraga

    Biasanya puasa di bulan Ramadan dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal sebenarnya, olahraga berguna untuk menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

    Bahkan, sejumlah pakar juga mengatakan, bulan puasa adalah momen yang paling tepat untuk meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari.

    Waktu terbaik untuk berolahraga sendiri adalah 30 sampai 60 menit sebelum berbuka puasa, dan 60 menit setelah berbuka puasa, yang berguna untuk mempermudah rehidrasi.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Jika ingin berolahraga, sebaiknya Sahabat Sehat memilih olahraga yang ringan. Contoh olahraga ringan seperti berjalan kaki atau senam kecil di rumah.

    Minum Air Putih yang Cukup

    Biasanya saat berbuka puasa, banyak orang cenderung mengonsumsi minuman yang manis sehingga lupa minum air putih. Padahal, air putih sangat dibutuhkan bagi tubuh agar terhindar dari dehidrasi saat menjalani puasa di siang hari.

    Idealnya, minum air putih adalah sebanyak 8 sampai 10 gelas dalam sehari. Sahabat Sehat bisa melakukannya saat berbuka puasa, setelah berbuka puasa, menjelang tarawih, setelah tarawih, sebelum tidur, setelah bangun untuk sahur, saat makan sahur, dan setelah makan sahur.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Untuk menyiasati kebutuhan air perharinya juga bisa dengan pola 2 gelas air saat sahur, 2 gelas air saat berbuka puasa, dan 4 gelas air di malam hari.

    Hindari Makan dan Minum yang Manis

    Sahabat Sehat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang manis secara berlebihan di saat bulan puasa.

    Karena mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan bisa menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko terserang penyakit lainnya, seperti diabetes dan jantung.

    Sahabat Sehat disarankan mengurangi makanan dan minuman manis, bukan tidak sama sekali menyentuh makanan dan minuman manis. Dan satu hal lagi yang perlu diketahui, makanan dan minuman manis dapat juga melemahkan imun tubuh.

    Tidur Cukup

    Kurang tidur bisa menyebabkan gangguan imunitas tubuh dan juga meningkatkan risiko penyakit. Maka dari itu, Sahabat Sehat diharapkan bisa memenuhi waktu tidur, minimal 7 jam dalam semalam demi kesehatan tubuh.

    Konsumsi Suplemen

    Mengonsumsi suplemen sangatlah penting, apalagi di tengah bulan puasa seperti ini. Dengan mengonsumsi suplemen, kinerja sistem imun akan terjaga.  Suplemen multivitamin yang bisa dikonsumsi saat bulan Ramadhan bisa berupa Vitamin C, Vitamin B kompleks, Vitamin E, kalsium, dan zat besi.

    Suplemen seperti Vitamin C, Vitamin D, dan zat besi telah terbukti menjaga sistem imun dan daya tahan tubuh manusia. Sahabat Sehat bisa mengonsultasikan ke dokter, terkait suplemen yang bisa dikonsumsi.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Dan yang paling penting dari semua itu adalah Sahabat Sehat harus tetap menjaga pola hidup yang sehat dan teratur, sehingga imun tetap terjaga dan Covid-19 tidak berani menyerang tubuh Sahabat Sehat.

    Tetap Beraktivitas

    Puasa bukan berarti dijadikan alasan untuk bermalas-malasan dan tidak melakukan aktivitas. Sahabat Sehat tetap harus melakukan aktivitas seperti biasa.

    Hal tersebut bisa dilakukan dengan olahraga, bekerja, mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, atau aktivitas lainnya. Dengan mengerjakan dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, membuat Sahabat Sehat semakin bersemangat dalam menjalani hari-hari di tengah puasa dan pandemi Covid-19.

    Menjaga Protokol Kesehatan

    Di masa pandemi Covid-19, Sahabat Sehat tentunya memiliki tugas tambahan, yaitu menjaga kesehatan diri selama berpuasa. Meskipun saat berpuasa tubuh lemas, namun Sahabat Sehat tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

    Bahkan, saat Sahabat Sehat datang atau menghadiri acara buka bersama, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan pastikan menerapkan prokes yang ketat.

    Seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan lainnya. Hal tersebut berguna untuk menjaga diri sendiri agar tidak mudah terpapar atau tertular Covid-19.

    Menjaga Kondisi Mental

    Dalam kondisi pandemi Covid-19, diharapkan Sahabat Sehat tetap bisa menjaga kesehatan mental. Dan mulai menerima keadaan di masa sekarang. Sahabat Sehat bisa serahkan semua yang terjadi kepada Tuhan, karena sebenarnya apa yang telah terjadi memang yang telah dikehendaki oleh Tuhan.

    Nah, Sahabat Sehat bisa menerapkan tips berpuasa di tengah pandemi Covid-19. Semoga Sahabat Sehat bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar, walaupun di tengah pandemi Covid-19, ya!

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Persiapan dan Tips Berpuasa Saat Pandemi [Internet] com. 2021 [cited 29 April 2021] Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/22/200500365/persiapan-dan-tips-berpuasa-saat-pandemi?page=all
    2. 4 Tips Sehat Berpuasa di Tengah Pandemi Covid-19 [Internet]com [cited 29 April 2021] Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413101541-255-629133/4-tips-sehat-berpuasa-di-tengah-pandemi-covid-19
    3. Puasa Ramadan Saat Pandemi COVID-19, Ini Tips dari Satgas untuk Perkuat Imunitas. [Internet] com [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4527506/puasa-ramadan-saat-pandemi-covid-19-ini-tips-dari-satgas-untuk-perkuat-imunitas
    4. 7 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Saat Puasa Selama Pandemi. [Internet]tv [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.tv/article/164825/7-cara-menjaga-imunitas-tubuh-saat-puasa-selama-pandemi
    Read More
  • Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil. Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak […]

    Tips Berpuasa Bagi Ibu Hamil Seperti Apa?

    Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap umat muslim. Namun, terdapat beberapa kriteria orang yang boleh atau diizinkan untuk tidak berpuasa, salah satunya adalah ibu hamil.

    tips berpuasa bagi ibu hamil

    Baca Juga: 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Ibu hamil boleh atau diizinkan tidak berpuasa karena dinilai ketika dalam kondisi tersebut, janin di dalam kandungannya membutuhkan banyak nutrisi.

    Namun, apabila ibu hamil ingin tetap berpuasa, terdapat tips berpuasa bagi ibu hamil, sebagai berikut:

    Konsultasi ke Dokter

    Jika Sahabat Sehat yang sedang hamil ingin tetap berpuasa, sebaiknya harus mendiskusikan dulu dengan bidan atau dokter, terkait kondisi yang memungkinkan atau tidak untuk berpuasa.

    Selain itu, ibu hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, yang berguna untuk mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin terjadi saat berpuasa. Dengan menemui bidan atau dokter, ibu hamil bisa mendapatkan masukan atau nasehat agar kesehatan bayi tetap terjaga selama ibu hamil berpuasa.

    Menjaga Cairan Tubuh

    Sampai saat ini, belum terdapat penelitian mengenai perbedaan kondisi bayi yang lahir dari ibu berpuasa dan ibu yang tidak berpuasa selama bulan Ramadan.

    Meskipun begitu, puasa sendiri tetap dapat meningkatkan risiko dehidrasi, apalagi bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas. Hal tersebut bisa mempengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi.

    Maka dari itu, tips berpuasa bagi ibu hamil salah satunya adalah dengan tetap menjaga cairan tubuh. WHO tidak merekomendasikan minuman yang bisa memicu urine berlebih. Contohnya seperti kopi, teh, maupun minuman bersoda. Ibu hamil harus ingat bahwa selama kehamilan jumlah cairan yang dibutuhkan tubuhnya bisa bertambah.

    Selain minum banyak cairan, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan air yang tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, sup, dan lain-lain.

    Makanan tersebut bisa dijadikan menu sahur dan berbuka puasa. Saat ibu hamil berpuasa juga jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan asin, terutama di waktu sahur atau pagi hari, hal tersebut bisa membuat ibu hamil menjadi mudah haus.

    Penuhi Kebutuhan Nutrisi

    Tips berpuasa bagi ibu hamil selanjutnya adalah dengan tetap menjaga kebutuhan nutrisi. Menjaga kebutuhan nutrisi bukan berarti harus makan dalam jumlah yang banyak, namun diutamakan memiliki gizi dan nutrisi yang cukup.

    Nutrisi yang harus terpenuhi bagi ibu hamil saat berpuasa, seperti zat besi yang bisa dikonsumsi melalui daging merah dan sayuran hijau.

    Kemudian kalsium, pada trimester tiga, biasanya pertumbuhan tulang bayi sangatlah cepat, sehingga kebutuhan kalsium ibu hamil juga ikut meningkat.

    Ibu hamil harus mencukupi kebutuhan kalsiumnya sebesar 1.200 mg per hari. Kalsium sendiri bisa didapat dengan mengonsumsi susu, yogurt, keju, ikan beserta dengan tulangnya (ikan teri dan sarden), dan sayuran hijau.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Saat ibu hamil berpuasa juga harus mendapat nutrisi asam lemak dan kolin, yang diperlukan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin. Makanan yang memiliki sumber asam lemak dan kolin antara lain, salmon, tuna, sarden, dan telur yang kaya akan omega-3.

    Selain itu, nutrisi yang dibutuhkan selanjutnya adalah seng, kebutuhan seng yang terpenuhi bisa mencegah ibu hamil melahirkan bayi yang prematur. Sumber mineral seng bisa Sahabat Sehat dapat dari daging merah, seafood, sayuran hijau, dan kacang-kacangan.

    Ibu hamil juga bisa memilih menu sahur yang ideal dengan mengonsumsi tiga butir kurma, agar kadar gula tetap normal atau pisang yang membuat perut kenyang lebih lama.

    Selain itu, susu juga direkomendasikan dikonsumsi, karena mengandung vitamin dan mineral. Hindari makanan yang tinggi lemak, karena makanan yang tinggi lemak tidak mengandung nutrisi yang cukup untuk kebutuhan yang ibu hamil dan bayinya. Terlalu banyak makan makanan yang berlemak juga bisa menyebabkan kita terkena sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

    Konsumsi Air Putih Lebih Banyak

    Konsumsi air putih lebih banyak juga merupakan salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil. Bahkan, minum air putih tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil saja, namun semua orang.

    Karena dehidrasi bukanlah kondisi yang baik bagi metabolisme tubuh manusia. Selain itu, jika ibu hamil kekurangan air putih, perkembangan janin pun akan terhambat nantinya.

    Ibu hamil harus tetap memenuhi asupan cairan minimal 2 liter per hari atau yang setara dengan delapan gelas air putih per hari. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari dehidrasi selama ibu hamil berpuasa. Hal tersebut dapat disiasati dengan konsumsi air putih yang banyak saat sahur. 

    Jangan Lupa Sahur

    Biasanya banyak orang malas untuk makan sahur, karena masih mengantuk. Namun, salah satu tips berpuasa bagi ibu hamil adalah tidak melewatkan sahur. Karena sahur sangat penting dilakukan yang bisa menjadi sumber energi di siang hari atau saat berpuasa.

    Dengan ibu hamil makan yang cukup saat sahur, bisa menyempurnakan kebutuhan energi hariannya selama berpuasa.

    Serta juga bisa membantu mencegah perasaan lapar dan haus di siang hari saat berpuasa. Selain itu, apabila tidak melewatkan sahur bisa mencegah Sahabat Sehat dari sakit kepala, pusing, sembelit, lemas, dan mudah mengantuk.

    Jangan Lakukan Aktivitas Fisik Berat

    Selama berpuasa, ibu hamil sebaiknya menghindari melakukan kegiatan yang menguras tenaga. Melakukan aktivitas fisik yang berat bisa membuat tubuh ibu hamil menjadi lemas dan memicu stres.

    Tips berpuasa bagi ibu hamil yang satu ini sangatlah penting, apalagi jika Sahabat Sehat merupakan seorang wanita karir. Coba bicarakan dengan atasan mengenai pengelolaan waktu pekerjaan selama Bulan Ramadan.

    Jika Sahabat Sehat sudah mulai atau merasa lelah, segeralah minum yang banyak cairan sudah berbuka puasa. Hal tersebut bisa mengembalikan kondisi tubuh ibu hamil menjadi seperti semula.

    Hindari Kafein

    Meskipun tidak berpuasa sekalipun, ibu hamil sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung tinggi kafein, seperti teh, kopi, dan cokelat.

    Karena konsumsi teh dan kopi bisa menyebabkan gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh. Apabila ingin meminumnya, batasi konsumsi kafein dengan tidak lebih dari 200mg per hari atau setara dengan dua cangkir kopi instan.

    Baca Juga: 10 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu ‘kan tips berpuasa bagi ibu hamil. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya, bagi Sahabat Sehat, terlebih lagi di saat bulan Ramadan seperti ini. Semoga Sahabat Sehat diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa, ya!

    Produk Terkait: Jual Kebutuhan Ibu Hamil

    Ingin konsultasi kehamilan saat berpuasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Tips Puasa bagi Ibu atau Wanita Hamil [Internet].kompas.com. 2021 [cited 29 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/17/170000165/tips-puasa-bagi-ibu-atau-wanita-hamil?page=all
    2. 8 Tips Puasa untuk Ibu Hamil agar Kandungan Tetap Aman [Internet]. Cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 April 2021].Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200423183643-255-496720/8-tips-puasa-untuk-ibu-hamil-agar-kandungan-tetap-aman
    3. 5 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil Tua, Aman Bagi Ibu dan Bayi [Internet]. Liputan6.com. 2021 [cited 29 April 2021].Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4242549/5-tips-puasa-bagi-ibu-hamil-tua-aman-bagi-ibu-dan-bayi

     

    Read More
  • Lebaran sebentar lagi datang. Ini untuk kedua kalinya Lebaran di masa pandemi Covid-19 sehingga untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan lebaran di rumah saja secara virtual. Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang tetap ingin silaturahmi secara langsung dengan bepergian ke rumah saudara. Tanpa disadari, hal tersebut membuat kita […]

    Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah Setelah Silaturahmi Lebaran

    Lebaran sebentar lagi datang. Ini untuk kedua kalinya Lebaran di masa pandemi Covid-19 sehingga untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan lebaran di rumah saja secara virtual.

    Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang tetap ingin silaturahmi secara langsung dengan bepergian ke rumah saudara. Tanpa disadari, hal tersebut membuat kita telah melakukan kontak dengan orang maupun benda yang telah terpapar virus corona.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Oleh karena itu, berikut adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan Sahabat setibanya di rumah setelah bepergian:

    1. Buka sepatu di pintu sebelum memasuki rumah

    Saat Sahabat tiba di depan pintu rumah, lepaskan sepatu dan letakkan di luar rumah. Virus corona dapat bertahan selama tujuh jam hingga beberapa hari di permukaan benda, termasuk permukaan sepatu.

    2. Semprotkan desinfektan pada barang yang dibawa

    Virus corona dapat diinaktivasi dengan menggunakan desinfektan yang mengandung 80% ethanol4. Oleh karena itu, Sobat perlu menyemprotkan desinfektan pada barang bawaan seperti tas hingga barang-barang yang sering disentuh seperti kunci kendaraan, dompet, dan handphone.

    3. Buang semua benda yang tak dibutuhkan

    Sebelum masuk ke dalam rumah, Sobat dianjurkan untuk membuang barang-barang yang tak dibutuhkan, termasuk barang-barang habis pakai seperti masker dan tisu.

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    4. Masuk rumah langsung cuci tangan dan kaki dengan sabun

    Setelah melakukan tiga tahap di atas, Sobat dapat masuk ke dalam rumah dan langsung mencuci tangan dan kaki dengan sabun. WHO menganjurkan untuk mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol untuk membunuh virus yang mungkin Sobat dapatkan selama beraktivitas di luar.

    5. Buka pakaian dan langsung tempatkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci

    Virus corona dapat menyebar dan menempel pada permukaan apapun, termasuk pakaian. Alangkah baiknya untuk segera berganti pakaian dan memasukkannya ke dalam mesin cuci sehingga pakaian kotor dari luar rumah tidak bercampur dengan pakaian bersih.

    6. Jangan menyentuh apapun

    Saat Sahabat masuk ke dalam rumah, Sobat harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh barang-barang di dalam rumah untuk mencegah penyebaran virus yang mungkin Sobat bawa dari luar.

    7. Jangan langsung beristirahat

    Sampai di rumah bukan berarti Sobat dapat langsung bersantai ria di sofa, rebahan di tempat tidur, dan makan snack di meja makan. Prioritaskan kebersihan diri sebelum beristirahat selepas beraktivitas dirumah. Usahakan menjaga tempat istirahat dan makan seperti sofa, kamar tidur, dan meja makan tetap higienis.

    8. Langsung mandi pakai sabun

    Selepas beraktivitas di luar, Sobat dianjurkan untuk mandi dan membersihkan diri menggunakan sabun. Sobat juga dapat menambahkan desinfektan ke dalam bak mandi untuk membunuh virus yang mungkin menempel di tangan, kaki, dan wajah.

    9. Baru menyapa keluarga

    Setelah melakukan semua tahap di atas, Sobat dapat menyapa keluarga. Perlu diingat, bahwa orangtua dan anak-anak lebih rentan terkena virus corona6. Oleh karena itu, Sobat perlu memastikan kebersihan diri sebelum berkumpul dengan keluarga.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

    Demikian langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah beraktivitas di luar rumah. Jika memungkinkan, utamakan social distancing dan lebaran di rumah saja untuk menghindari keramaian.

    Sering mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol akan membantu Sahabat melindungi diri dan orang sekitar dari penyebaran virus corona. Terlebih lagi, utamakan kesehatan keluarga dengan membersihkan diri terlebih dahulu sehabis beraktivitas di luar rumah.

    Nah, itulah protokol kesehatan sehabis bepergian saat Lebaran untuk  silaturahmi supaya Sahabat tetap terlindungi dari Covid-19. Apabila Sahat memerlukan informasi lanjut mengenai corona dan tes-tesnya, serta juga ingin konsultasi dokter 24 jam silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Cascella, M., Rajnik, M., Cuomo, A., Dulebohn, S., & Di Napoli, R. (2020). Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). Florida: StatPearls Publishing.
    2. (2020). Study suggests new coronavirus may remain on surfaces for days. National Institute Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/study-suggests-new-coronavirus-may-remain-surfaces-days
    3. (2020). New Coronavirus Stable for Hours on Surfaces. National Institutes Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/news-releases/new-coronavirus-stable-hours-surfaces
    4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    5. Advice for public. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Zhang, S., Tuo, J., Huang, X., Zhu, X., Zhang, D., & Zhou, K. et al. (2018). Epidemiology characteristics of human coronaviruses in patients with respiratory infection symptoms and phylogenetic analysis of HCoV-OC43 during 2010-2015 in Guangzhou. PLOS ONE13(1), e0191789. doi: 10.1371/journal.pone.0191789
    Read More
  • Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama […]

    Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis – Jenis Vaksin

    Kita tentunya tidak asing lagi dengan kata vaksin. Vaksin adalah produk biologi yang berasal dari bakteri atau virus yang telah dilemahkan atau telah mati lalu dimasukkan ke dalam tubuh manusia.

    Vaksin berfungsi sebagai pelindung tubuh dari serangan bakteri dan virus. Di Indonesia, vaksin telah lama dikenalkan oleh pemerintah untuk memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat, terutama anak-anak. Terdapat beberapa jenis vaksin yang dikenal di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Vaksin BCG

    Vaksin BCG biasanya diberikan ketika bayi baru lahir hingga berusia 2 bulan dan hanya diberikan satu kali saja. Vaksin BCG ini mempunyai manfaat melindungi tubuh dari serangan tuberkulosis.

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris. Biasanya pemberian vaksin BCG ini akan menimbulkan bekas luka parut pada bagian yang disuntik.

    Produk Terkait:  Imunisasi BCG ke Rumah

    2. Vaksin oral polio

    Polio adalah penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada penderitanya. Vaksin oral polio diberikan pada anak usia 0, 2, 3, dan 4 bulan secara oral atau diteteskan langsung ke dalam mulut masing-masing sebanyak 2 tetes. Vaksin polio merupakan cairan berwarna kuning kemerahan dalam botol kaca kecil.

    Produk Terkait: Imunisasi Polio ke Rumah

    3. Vaksin campak

    Anak-anak yang rentan terkena campak wajib mendapatkan perlindungan dari vaksin campak. Campak dapat menyebabkan demam yang tinggi hingga kerusakan pada otak. Dengan memberikan vaksin campak pada usia 9 bulan maka Sobat akan melindungi anak dari serangan penyakit campak.

    Baca Juga: Gejala Campak yang Dapat Ibu Kenali dan Cara Mencegahnya

    Vaksin campak berisi virus campak strain CAM 70 yang tidak kurang dari CCID 50 (Cell Culture Infective doses 50) yang telah dilemahkan dan dikemas dalam botol kaca steril dan hanya bisa digunakan dengan campuran larutan campak yang terpisah. Vaksin campak diberikan dengan melarutkan 0.05 ml vaksin dengan pelarutnya dan disuntikkan langsung pada anak.

    4. Vaksin hepatitis B rekombinan

    Hepatitis B merupakan penyakit yang berbahaya yang menyerang hati. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa sehingga bagi orang dewasa yang terkena hepatitis B harus diberikan vaksin hepatitis B.

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBs Ag yang telah melewati beberapa  rekayasa DNA. Pemberian vaksin hepatitis B yang dilakukan pada anak-anak di bawah 10 tahun diberikan dengan dosis 0.5 ml, sedangkan yang berusia lebih dari 10 tahun diberikan sebanyak 1 ml. Pemberian vaksin dilakukan pada saat lahir, usia 2,3,4 bulan.

    5. Vaksin DTP

    Vaksin DTP biasanya diberikan sebanyak 3 kali pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis 0.5 ml. Vaksin DTP terdiri dari Toksoid difteri murni, Toksoid tetanus murni, dan B. pertusis yang dilemahkan. Vaksin DTP berfungsi untuk melindungi anak dari pertusis atau batuk rejan, tetanus, dan difteri.

    6. Vaksin jerap DT

    Vaksin jerap DT berfungsi untuk melindungi anak-anak dari serangan difteri dan tetanus secara simultan. Vaksin jerap DT memiliki kandungan Toksoid difteri murni 20 Lf pada tiap 0.5 ml. Vaksin ini diberikan pada anak Sekolah Dasar usia 5 hingga kurang 7 tahun, terutama pada anak yang mengalami alergi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP.

    7. Vaksin DTP-HB

    Vaksin ini berfungsi untuk perlindungan dan pencegahan terhadap penyakit difteri, tetanus, pertusis, dan hepatitis B. Vaksin DTP-HB diberikan sebanyak 3 kali pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. Namun, pemberian ini dilakukan setelah anak mendapatkan vaksin hepatitis B ketika lahir.

    8. Vaksin TT

    Vaksin TT adalah vaksin yang berisikan kandungan toksoid tetanus murni 10 Lf dalam 0.5 ml. Vaksin TT berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit tetanus dan neonatal tetanus yang menyerang bayi baru lahir, maka dari itu vaksin ini diberikan pada wanita dalam usia subur atau sedang hamil.

    Vaksin TT diberikan  pada ibu hamil sebanyak 5 kali, dimana tiap dosis terdiri dari 0.5 ml vaksin dengan jeda 4-6 minggu pada pemberian pertama dan kedua, sedangkan pemberian ketiga diberikan pada 6 bulan berikutnya, TT 4 diberikan setahun setelah TT 3 dan begitu juga TT 5 diberikan setahun setelah TT4.

     9. Vaksin MMR

    Vaksin MMR adalah vaksin yang berisikan virus gondong, campak, dan rubella yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 kali pada saat anak berusia 15-18 bulan dan 6 tahun. Rubella adalah penyakit yang membuat anak mengalami demam tinggi, ruam pada wajah dan leher, hingga munculnya pembengkakan pada kelenjar.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Vaksin MMR Dilakukan?

    10. Vaksin HPV

    Vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali dan dapat dimulai pada usia 11 atau 12 tahun setelah anak mengalami menstruasi pertama.

    Vaksin HPV kedua diberikan dengan rentang waktu 1 hingga 2 bulan setelah pemberian vaksin pertama dan pemberian ketiga diberikan 6 bulan setelah vaksin pertama. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan virus HPV atau Human Papiloma Virus yang menyebabkan kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV ke Rumah

    11. Vaksin HiB

    Vaksin HiB berisi Haemophilus Influenza Tipe B yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit radang selaput otak atau meningitis. Vaksin ini diberikan pada anak mulai usia 2,3, dan 4 bulan dan penguatan diberikan pada usia 15-18 bulan.

    Baca Juga: Vaksinasi Hib Haemophilus Influenza Tipe B

    12. Vaksin PCV

    Vaksin PCV adalah vaksin yang berfungsi untuk melindungi anak dari serangan pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada anak di bawah 1 tahun pada usia 2,4,6 bulan dan penguatan pada usia 12-15 bulan. Tapi jika anak belum mendapatkan vaksin ini diatas usia 2 tahun, maka dapat diberikan 1 kali.

    13. Vaksin rotavirus

    Vaksin rotavirus diberikan pada anak berusia 6-14 pada penyuntikan pertama dan suntikan kedua 4 minggu setelahnya. Pemberian vaksin rotavirus berguna untuk mencegah anak terkena diare parah akibat rotavirus yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

     14. Vaksin varicella

    Vaksin varicella adalah vaksin yang berisikan virus varicella zooster yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan pada anak berusia 1 tahun ke atas dan berfungsi untuk melindungi anak dari cacar air.

    Produk Terkait: Vaksinasi Varicella ke Rumah

    Itulah beberapa jenis vaksin yang perlu Anda ketahui. Pemerintah telah mewajibkan pemberian beberapa vaksin penting di atas pada masyarakat secara gratis sehingga anak-anak bisa mendapatkan perlindungan penuh dari penyakit yang berbahaya.

    Demikianlah artikel tentang vaksin yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan semoga pemerintah semakin mendukung untuk pemberian vaksin lainnya secara gratis agar seluruh masyarakat Indonesia terlindungi. Selain itu semua jenis vaksin di atas juga tersedia di Prosehat loh.

    Jadi buat kamu yang ingin imunisasi ke rumah, Prosehat bisa jadi pilihan tepatmu. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh […]

    7 Tips Orang tua Dampingi Anak yang Bosan & Stres Belajar di Rumah

    Pandemi COVID-19 selama beberapa bulan terakhir membuat masyarakat banyak berdiam diri di rumah. Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona, salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

    Namun, kegiatan belajar-mengajar di rumah juga membuat anak menjadi jenuh dan stres. Oleh karena itu, peran Sobat sebagai orang tua sangatlah penting dalam proses belajar dan mengajar anak di rumah.

    Berikut adalah 7 panduan bagi orang tua dalam mendampingi anak yang bosan dan stres belajar di rumah:

    1. Mengatur jadwal belajar anak

    Selama pandemi, perubahan runitinas juga membuat anak stres. Jadwal anak untuk tidur, makan, bermain dan belajar juga harus tetap dipertahankan selama proses belajar di rumah.

    Rutinitas harian yang baik akan membuat anak mendapatkan waktu tidur ideal selama 8-9 jam sehari, sehingga anak berada dalam kondisi prima untuk belajar. Pengaturan jadwal yang baik dapat membuat anak tetap produktif selama menjalani physical distancing.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    2. Memilih lokasi belajar yang nyaman

    Lokasi belajar yang nyaman memungkinkan anak untuk belajar dengan penuh konsentrasi. Hindari belajar di atas tempat tidur, karena akan berakibat buruk pada tulang belakang, penglihatan dan membuat anak mengantuk.2

    Oleh karena itu, saat belajar, pilihlah tempat dimana anak bisa duduk dengan postur tubuh yang baik dan belajar dengan nyaman dan fokus, contohnya meja belajar. Selain itu, jauhkan gangguan seperti suara TV, mainan, dan handphone dari anak selama jam belajar.

    3. Membangun suasana belajar yang positif dan menyenangkan

    Selama belajar di rumah, orang tua harus siap berperan sebagai guru di rumah. Jika tidak didampingi, anak akan mudah merasa bosan dan tidak semangat belajar.

    Oleh karena itu, orang tua didorong untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui lagu, peragaan, diskusi dan soal-soal latihan yang mendorong anak antusias belajar.

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah Anak

    4. Bersabar

    Bukan hanya anak yang belajar di rumah, orang tua pun harus belajar menahan emosi dan bersabar selama mendampingi anak belajar. Mungkin anak akan bertanya berkali-kali mengenai pelajaran yang tidak dipahami.

    Namun, perlu diingat bahwa kemampuan anak berbeda-beda dan mereka tetap membutuhkan tuntunan orang tua dalam belajar. Orang tua sebaiknya tetap tenang dan sabar karena antusias mengajar akan membuat anak juga semangat untuk belajar.

    5. Berkomunikasi dengan guru

    Bagaimanapun juga, guru di sekolah tetap menjadi sosok yang telah mendampingi anak dalam belajar. Bahkan guru juga tahu kebiasaan anak saat belajar dan hal-hal yang membuat mereka semangat belajar. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan guru mengenai hal ini.3

    Ceritakan kesulitan Sobat dalam mendampingi anak belajar dan tanyakan apakah sang guru memiliki tips untuk mengatasinya. Komunikasi guru dan orang tua adalah yang penting demi kelangsungan proses belajar-mengajar di rumah selama pandemi COVID-19.

    6. Beri motivasi kepada anak

    Memberi motivasi kepada anak untuk belajar merupakan hal yang harus dilakukan orang tua, terutama saat belajar di rumah. Penelitian telah membuktikan bahwa dorongan dan motivasi dari orang tua berpegaruh besar dalam menstimulasi anak untuk belajar.4 Motivasi dapat diberikan dalam bentuk pujian, kalimat pembangun semangat, snack, hadiah, dan aktivitas seru lainnya.

    7. Sediakan waktu untuk bersenang-senang

    Sama seperti di sekolah, anak mendapatkan waktu istirahat disela-sela pelajaran. Oleh karena itu, berikan waktu bagi anak untuk beristirahat. Menyusun puzzle merupakan salah satu kegiatan seru dan mengasah otak untuk dilakukan bersama anak selama waktu istirahat.

    Selama istrirahat, orang tua dapat mengajak anak untuk stretching badan dan juga mengadakan permainan yang mendorong anak untuk melakukan aktivitas fisik seperti bermain petak umpet, lompat tali, dan lain-lain.5

    Baca Juga: Mencegah Bahaya Hepatitis A pada Anak

    Nah, itulah  7 tips untuk mendampingi anak yang bosan dan stres belajar dirumah. Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    2. Is Studying in Bed Bad For Your Grades? Pros and Cons of Studying in Bed – studyplaces.com. (2020). Retrieved 8 May 2020, from https://studyplaces.com/is-studying-in-bed-bad-for-your-grades-pros-and-cons-of-studying-in-bed/
    3. Building Parent-Teacher Relationships. (2020). Retrieved 9 May 2020, from https://www.readingrockets.org/article/building-parent-teacher-relationships
    4. Xia, T., Gu, H., & Li, W. (2019). Effect of Parents’ Encouragement on Reading Motivation: The Mediating Effect of Reading Self-Concept and the Moderating Effect of Gender. Frontiers in psychology10, 609. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.00609
    5. Egger, F., Benzing, V., Conzelmann, A., & Schmidt, M. (2019). Boost your brain, while having a break! The effects of long-term cognitively engaging physical activity breaks on children’s executive functions and academic achievement. PloS one14(3), e0212482. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0212482
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja