Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 111–120 of 1035 results

  • Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit […]

    5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Sahabat Ketahui

    Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Namun, di tahun 2016, kondisinya kembali memburuk dan pada akhirnya Julia Perez harus menyerah melawan kanker serviks.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kisah lainnya dari pejuang kanker serviks yaitu Ibu Elly Mawati yang merupakan salah satu anggota CISC (Cancer Information & Support Center) yang aktif menyebarkan kepedulian tentang Kanker serviks dan HPV. Ibu Elly harus merasakan mimpi-mimpinya terenggut di tahun 2015.  Ibu Elly mengeluh keputihan yang tidak wajar yang ia alami. Keputihan yang parah tersebut membuat Ibu Elly memilih menggunakan pembalut setiap harinya dan 2 jam sekali harus buang air kecil.

    Ibu Elly memutuskan untuk melakukan pap smear dengan hasil ia positif mengidap kanker serviks. Hatinya hancur berkeping-keping menerima kenyataan bahwa ia menderita kanker serviks. Saat mengetahui kanker serviks tersebut masih stadium awal, Ia melakukan operasi pengangkatan rahim. Dorongan orang-orang sekitar dan para rekan di komunitasmembuat Ibu Elly yakin dapat melewatinya.  

    Kemudian cerita lain juga dialami oleh Ibu Evie Trefina yang menderita kanker serviks stadium 3B dan telah menjalani delapan kali kemoterapi, 25 kali radioterapi eksternal serta tiga kali radioterapi internal enam tahun yang lalu. Biaya yang dikeluarkan Ibu Evie tidaklah sedikit, pasalnya untuk satu kali kemoterapi, Ibu Evie harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp 20 juta. Gejala yang dialami Ibu Evie hampir sama dengan Ibu Elly yaitu keputihan yang berlebihan, hanya saja Ibu Evie harus mengalami pendarahan. Tidak lama setelah itu Ibu Evie menemukan flek darah yang lama-lama semakin banyak.

    Kisah dari Julia Perez, Ibu Elly dan Ibu Evie menjadi pelajaran agar kita perlu waspada terhadap gejala-gejala kanker serviks stadium awal. Biasanya gejala pada stadium awal tidak menunjukkan apapun, gejala baru akan terlihat saat stadium lanjut. Oleh karena itu, mari kita kenali lebih lanjut gejala-gejala kanker serviks:

    1. Pendarahan yang Tidak Biasa

    Pendarahan yang tidak biasa menjadi salah satu gejala kanker serviks di stadium awal yang harus ditangani lebih cepat dan serius. Pendarahan biasa disertai dengan keluarnya cairan-cairan atau flek berwarna dan bau  yang tidak biasa. Pendarahan hebat juga bisa terjadi setelah berhubungan seksual.

    2. Rasa Nyeri Bagian Panggul

    Apabila anda merasakan nyeri dibagian panggul, segera periksakan ke dokter karena nyeri panggul dapat menjadi salah satu gejala dari kanker serviks yang efek nyerinya menyebar ke bagian panggul. Hal ini disebabkan karena reaksi peradangan  yang ditimbulkan dari kanker serviks menjalar ke saraf di daerah panggul.

    3. Tubuh Mudah Lemas

    Apabila badan terasa lemah, lesu dan letih dalam jangka waktu yang lama, berhati-hatilah. Apalagi bila disertai dengan penurunan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Meskipun banyak faktor yang dapat menurunkan kondisi badan, ada baiknya memeriksakan diri untuk menyingkirkan gejala dari kanker serviks.

    Baca Juga: Waspadai Kanker Serviks dengan Metode Pendeteksi Dini Berikut

    4. Perubahan Pola Buang Air Besar atau Kecil

    Apabila Kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, gejala yang dirasakan juga menjadi bervariasi tergantung pada penyebaran kankernya. Letak serviks di ruang panggul berdekatan dengan usus besar dan kandung kemih. Invasi sel kanker ke kandung kemih dan usus dapat menyebabkan perubahan pada pola buang air besar/kecil. Sembelit, kencing ada darah, hingga sering mengompol karena hilangnya kontrol terhadap kandung kemih dapat terjadi.

    5. Keluarnya Cairan Berbau

    Kanker serviks sering ditandai dengan keputihan tidak normal berupa cairan berwarna putih atau hijau kekuningan dalam jumlah yang banyak sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada organ intim Anda. Segera periksa diri Anda bila memiliki keluhan keputihan seperti ini.

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV di Masa Pandemi Corona?

    Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan yang dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi dini gejala-gejalanya. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat seperti berolahraga, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Selain itu, vaksinasi HPV merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan untuk terhindar dari kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Vaksinasi kanker serviks bisa Sahabat dapatkan di Prosehat layanan kesehatan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    1. BBC. “Julia Perez Tutup Usia Setelah Tiga  Tahun Melawan Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    2. CegahKankerServiks. Kicks. “Komunitas dan Keluarga adalah Payung Saya Dalam Melawan Badai”. Diakses pada 9 Maret 2018
    3. CnnIndonesia. Taylor, Gloria Safira. “Cerita Perjuangan Evie Trefina, PenyintasKankerServiks”. Diaksespada 9 Maret 2018
    4. TanyaDok. “Gejala Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    5. Tanyadok. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. Diakses pada 9 Maret 2018
    6. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    7. TanyaDok. “Haid Tidak Teratur”. Diakses pada 9 Maret 2018
    8. Tanyadok. Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim Dengan Vaksinasi”. Diakses pada 9 Maret 2018
    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh […]

    Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, dan lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Di Indonesia sendiri menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 40.000 kasus. Bahkan, Indonesia termasuk kedua tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7 %, dan hampir semuanya menimpa wanita. Melihat dari jumlah tersebut, pemberian vaksin sangat penting dan harus dilakukan.

    Penyebab Kanker

    Sebelum membahas mengenai vaksin serviks, sebaiknya Sobat mengetahui terlebih dahulu penyebab kanker serviks. Penyebabnya terdiri dari berbagai faktor yang dapat meningkatkan seseorang untuk menderita penyakit ini, yaitu salah satunya infeksi human papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    HPV merupakan penyebab utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel di permukaan kulit dan alat kelamin, anus, serta mulut, dan tenggorokan. HPV bisa muncul karena perilaku seks yang cukup berisiko seperti sering berganti pasangan seksual sejak usia muda, atau berhubungan seks tanpa kondom.

    Menderita Penyakit Menular Seksual

    Selain HPV, kanker serviks juga bisa disebabkan oleh wanita yang menderita penyakit menular seksual seperti kutil kelamin, klamidia, gonore, dan sifilis. Tidak hanya yang pernah, bahkan wanita yang sedang menderita penyakit menular seksual juga memiliki risiko tinggi terkena kanker ini. Jaid, infeksi HPV bisa muncul bersamaaan dengan penyakit menular seksual.

    Pola Hidup yang Tidak Sehat

    Pola hidup yang tidak mengutamakan kesehatan seperti jarang berolahraga, jarang mengonsumsi buah dan sayuran bisa menyebabkan timbulnya kanker serviks. Hal ini akan semakin meningkat jika wanita yang menderita kanker juga memiliki kebiasaan merokok.
    Mengapa bisa demikian? Karena tembakau dalam rokok dapat merusak sel DNA, serta membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga kurang efektif dalam melawan HPV.

    Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

    Melemahnya sistem kekebalan tubuh karena HIV/AIDS atau akibat pengobatan kanker dan penyakit autoimun ternyata juga lebih berisiko terinfeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks.

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penggunaan Pil KB

    Pil KB yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Karena itu, Sobat disarankan untuk memilih metode pencegahan kehamilan lain seperti IUD atau KB Spiral. Supaya aman, sebaiknya Sobat konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan untuk memilih jenis kontrasepsi yang tepat dan cocok.

    Hamil Usia Muda

    Hamil usia muda atau saat usia kurang dari 17 tahun dapat membuat seorang wanita lebih rentan terkena kanker serviks. Tak hanya itu, wanita yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali juga malah lebih berisiko. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan hormon selama masa kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terhadap HPV.

    Pernah Mengonsumsi DES

    DES atau diethylstilbestrol adalah obat hormonal yang diberikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Risiko yang ditimbulkan bahkan lebih besar. Selain itu, obat dapat meningkatkan risiko kanker pada janin perempuan yang dikandungnya.

    Faktor Keturunan

    Risiko terkena kanker serviks lebih tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan, yaitu keluarga perempuan pernah didiagnosis penyakit serupa.

    Langkah Pencegahan

    Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam menghadapi kanker serviks. Mulai dari menjalankan pola hidup sehat, menjalani pap smear atau tes IV A, dan vaksinasi HPV. Pemberian vaksin merupakan hal yang paling penting dalam pencegahan.

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan?

    Untuk pemberian vaksin sebaiknya disarankan mulai dari wanita usia 10 tahun ke atas atau lebih tepatnya sejak usia remaja atau belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali.
    Pemberian pada usia-usia yang masih “perawan” tersebut ternyata menurut penelitian lebih efektif dalam mencegah penularan kanker serviks daripada diberikan saat sudah berhubungan seksual karena kemungkinan infeksi HPV sudah ada. Pemberian vaksin biasanya diberikan dalam bentuk suntikan oleh dokter dengan cara menyuntik ke dalam otot di lengan atas atau paha.

    Berapa Dosis yang Diperlukan?

    Dosis yang diberikan pun cukup dua saja terutama pada usia 10-13 tahun sedangkan pada usia 16-18 tahun, dosisnya bertambah menjadi 3. Semua dilakukan dengan jarak 1-6 bulan dari masing-masing dosis penyuntikan.
    Pemberian dosis diperlukan untuk dapat memberikan perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika belum lengkap, bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk melengkapinya. Ternyata pemberian vaksin juga bermanfaat bagi pria, dan sangat direkomendasikan untuk pria berusia 26 tahun ke bawah, dan pernah berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang punya gangguan imunitas.

    Mengapa vaksin HPV juga penting untuk pria? Sebab ternyata virus ini juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan yang bisa saja terjadi pada pria.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Jenis-jenis Vaksin Kanker Serviks

    Vaksin kanker serviks sendiri mempunyai beberapa tiga jenis yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan jenis virusnya. Jenis-jenisnya antara lain:

    • Pertama adalah vaksin yang umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra kanker. Vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 sebagai penyebab umum terjadinya kanker. Pemberiannya ditujukan untuk wanita berusia 10-25 tahun.
    • Kedua adalah Gardasil yang digunakan untuk mencegah kanker dan pra-kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Vaksin ini juga bisa menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil pada kelamin, serta bisa diberikan pada pria usia 9-26 tahun.
    • Ketiga adalah Gardasil 9. Cakupannya lebih luas dari Gardasil sebelumnya karena mencakup HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV 52, dan HPV-58 yang juga dapat menyebabkan kanker serviks, dan bisa diberikan pada pria usia 9-15 tahun.

    Seberapa Efektifkah?

    Vaksinasi HPV cukup efektif dalam mencegah penyebaran kanker serviks lebih lanjut . Hal tersebut bisa terlihat contohnya pada Amerika dan Australia yang mampu menurunkan kejadian akibat serviks sebanyak 75% dalam 10 tahun terakhir setelah menjalankan program vaksinasi secara nasional.

    Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Tentu saja mengenai vaksin HPV ini banyak Sobat yang bertanya-tanya apakah vaksin pencegah penularan kanker tersebut mempunyai efek samping?
    Jawabannya, tentu saja ada.  Akan tetapi efek samping yang terjadi biasanya sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek samping yang dikeluhkan adalah sebagai berikut:

    • Bengkak
    • Nyeri
    • Kemerahan di area suntikan
    • Sakit kepala

    Sedangkan efek samping yang tidak terlalu sering dan jarang ditemukan adalah:

    • Demam
    • Mual
    • Rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki
    • Muncul ruam merah yang menyebabkan gatal
    • Terhambatnya saluran pernafasan dan kesulitan bernafas

    Selain efek-efek samping di atas, vaksin kanker serviks juga dapat memicu reaksi alergi yang parah atau lebih dikenal dengan nama alergi anafilaksis yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

    Karena itu, sebelum meminta diberikan vaksin, ada baiknya Sobat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang akan memberikan informasi lengkap  termasuk membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat yang dapat diperoleh serta risiko efek samping yang ditimbulkan.
    Setelah mendapatkan vaksin serviks, Sobat dianjurkan untuk melakukan pap smear sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Tes ini untuk menguji keberadaan sel pra kanker atau kanker pada serviks. Jadi, bisa dibilang pap smear adalah tes lanjutan.
    Nah, bagi Sobat yang memerlukan vaksin HPV, informasi kesehatan, maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Harsono F. Berapa Harga Vaksin HPV untuk Penangkal Kanker Serviks? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3914327/berapa-harga-vaksin-hpv-untuk-penangkal-kanker-serviks
    2. Media K. Mengapa Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks Diberikan Dua Kali? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/12/22/094000620/mengapa-vaksin-hpv-untuk-cegah-kanker-serviks-diberikan-dua-kali-?page=all
    3. Rakyat P. Berniat Vaksinasi Kanker Serviks? Ketahui Dulu 6 Hal Berikut – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01283087/berniat-vaksinasi-kanker-serviks-ketahui-dulu-6-hal-berikut-405268

     

    Read More
  • Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa […]

    Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis.

    obesitas rentan covid-19

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa penderita obesitas ternyata berpeluang cukup besar untuk terinfeksi Covid-19 dengan angka mencapai 30,2%. Selain obesitas, kondisi hipertensi (26,2%), diabetes (20,5%), dan gagal jantung juga berpeluang terinfeksi Covid 19.

    Studi yang sama juga dilampirkan oleh para peneliti dari John Hopkins University dan World Health Organization (WHO), yang menyatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 disebut dapat mencapai 10 kali lebih tinggi pada negara yang sekitar 50% populasinya mengalami obesitas.

    Lebih lanjut studi ini juga menyatakan bahwa sekitar 90% atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian Covid-19 di dunia, terjadi di negara dengan tingkat angka obesitas yang tinggi. Dalam laporan ini, Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang paling banyak melaporkan kematian akibat Covid-19 pada penderita obesitas.

    Di Inggris tercatat 184 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dan 63,7% populasinya mengalami obesitas sementara di Amerika Serikat tercatat 152,49 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dengan 67,9% populasinya mengalami obesitas. Hal ini cukup kontras dengan negara asia seperti Jepang dan Korea Selatan, yang tingkat persentase penderita Covid-19 tinggi namun angka persentase obesitasnya rendah.

    Bagaimana di Indonesia?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 21,8% penduduk di Indonesia mengalami obesitas. Kebanyakan terjadi pada masyarakat perkotaan dengan persentase sebesar 25,1% jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, hanya 17,8% yang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat pedesaan yang melakukan aktivitas fisik.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas pada Anak!

    Selain kurangnya aktivitas fisik, juga terdapat faktor budaya seperti kepercayaan masyarakat apabila seseorang berpostur gemuk maka menandakan makmur dan apabila balita terlihat gemuk maka dianggap lucu. Hal ini tentu saja menganggap bahwa obesitas merupakan hal yang biasa.

    Obesitas dan Pandemi Covid-19

    Obesitas atau kelebihan berat badan di masa pandemi Covid-19 rupanya cukup dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya akibat kebijakan pemerintah untuk meminta warga berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari dalam rumah yang berakibat masyarakat menjadi semakin konsumtif dalam mengkonsumsi makanan secara daring.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Akibatnya, tanpa disadari hal tersebut mengarah pada kondisi obesitas yang juga dapat menyebabkan timbulnya risiko penyakit diabetes. Kebijakan beraktivitas dari rumah juga menyebabkan berkurangnya pergerakan fisik.

    Mengapa Obesitas Bisa Rentan Terpapar Covid-19?

    Hal ini dikarenakan obesitas menyebabkan banyak perubahan pada fungsi kekebalan tubuh. Penyakit diabetes yang salah satu faktor resikonya akibat obesitas, dapat membuat kadar gula darah tinggi merusak fungsi sel darah putih dan kondisi tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan.

    Lalu Bagaimana Cara Menghindari Obesitas Selama Masa Pandemi?

    Berikut ini adalah beberapa langkah penderita obesitas dalam menghadapi pandemi dan cara menghindarinya selain melakukan protokol kesehatan:

    Tetap Penuhi Kebutuhan Gizi yang Seimbang

    Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. RR Dhian Proboyekti seperti dilansir dari Liputan6.com, meminta masyarakat untuk tetap dapat memenuhi gizi yang seimbang. Mulai dari membiasakan konsumsi makanan pokok, membatasi asupan makanan camilan yang manis, asin, dan berlemak. Biasakan diri untuk membaca label pada kemasan makanan untuk memastikan komposisi dan asupan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

    Berikut kadar gula, garam dan lemak yang dianjurkan dalam makanan sehari hari:

    • Gula: 50 gram per hari
    • Garam: 5 gram per hari
    • Lemak: 67 gram per hari

    Yang terpenting mengatur jumlah gula, garam, dan lemak tanpa menghindari asupan tersebut dalam makanan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik seperti olahraga bagaimanapun tetap harus dilakukan untuk menghindari obesitas dan menurunkan risiko obesitas selama masa pandemi. Lakukanlah olahraga minimal 30 menit sesuai anjuran World Health Organization (WHO). Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi setiap orang.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Itulah mengenai kondisi obesitas, yang cukup rentan terinfeksi Covid 19. Yuk, Sahabat Sehat tetap jaga kesehatan selama masa pandemi dan apabila Sahabat ingin informasi kesehatan lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. O’Hearn M, Liu J, Cudhea F, Micha R, Mozaffarian D. Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in the United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Journal of the American Heart Association [Internet]. 2021 [cited 5 March 2021];10(5). Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.120.019259
    2. Anwar F. Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5481734/obesitas-jadi-faktor-pendorong-terbesar-kematian-covid-19-di-dunia
    3. Hari Obesitas Dunia, Perbanyak Aktivitas Fisik dan Jaga Pola Makan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4498419/hari-obesitas-dunia-perbanyak-aktivitas-fisik-dan-jaga-pola-makan
    4. Hari Obesitas Sedunia, Kenali dan Cegah Bahayanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/fotohealth/d-5480387/hari-obesitas-sedunia-kenali-dan-cegah-bahayanya/10/#photos
    5. Media K. Kenapa Orang dengan Obesitas Rentan Saat Terinfeksi Covid-19? Berikut Alasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/17/122500665/kenapa-orang-dengan-obesitas-rentan-saat-terinfeksi-covid-19-berikut?page=all
    Read More
  • Varian baru virus Corona B.1.1.7 dari Inggris akhirnya masuk ke Indonesia, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, pada Selasa, 2 Maret 2021. Hal tersebut bertepatan dengan setahun masuknya Covid-19 di Indonesia. Ia meminta semua pihak bekerja lebih keras dalam menangani pandemi. Baca Juga: Setahun Covid-19 di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru […]

    Mengenal Varian Baru Virus Corona B.1.1.7 yang Sudah Masuk ke Indonesia

    Varian baru virus Corona B.1.1.7 dari Inggris akhirnya masuk ke Indonesia, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, pada Selasa, 2 Maret 2021. Hal tersebut bertepatan dengan setahun masuknya Covid-19 di Indonesia. Ia meminta semua pihak bekerja lebih keras dalam menangani pandemi.

    varian baru virus Corona B.1.1.7

    Baca Juga: Setahun Covid-19 di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru Virus dari Inggris

    Masuknya varian baru yang merupakan mutasi dari virus SARS-CoV-2 , diketahui berasal dari dua orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang baru saja pulang dari Arab Saudi dan saat ini berada di Karawang. Keduanya sudah dinyatakan sembuh setelah dilakukan pemeriksaan PCR.

    Seperti Apa Varian Virus ini?

    B.1.1.7 pertama kali dilaporkan di Inggris pada September 2020, dan diketahui sudah menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.

    Nama B.1.1.7 berasal dari nama galur virus yang mengalami mutasi, yang diketahui memiliki 23 macam mutasi. Salah satunya adalah E484K yang disebut dapat lolos dari perlindungan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat menyebabkan kurang efektifnya vaksin Covid-19 di Afrika Selatan.

    Selain itu,varian B.1.1.7 juga bermutasi menjadi N501Y, yang dapat membuat virus menjadi lebih cepat menular. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh pakar biologi molekuler, Ahmad Rusdan Utomo yang dilansir dari Detikcom.

    Bagaimana Daya Penularannya?

    Terdapat perbedaan mengenai daya penularan antara virus Covid-19 yang berasal dari Wuhan, Cina, dengan varian B.1.1.7 dari Inggris. Daya penularan B.1.1.7 dapat mencapai 70%, hal ini diketahui berdasarkan kondisi di Inggris yang menunjukan penularan mencapai 60% dalam kurun waktu dua bulan.

    Dilansir dari CNN Indonesia, Profesor Zubairi Djoerban menyatakan bahwa B.1.1.7 merupakan super shedder atau virus yang mampu bereplikasi pada saluran pernapasan pasien sehingga mudah menular ke orang lain.

    Mengapa Varian Virus Ini Lebih Cepat Menular?

    Hal ini disebabkan karena varian B.1.1.7 memiliki beberapa mutasi yang menyebabkan virus mudah menempel di sel manusia. Daya penularan yang lebih cepat juga berpotensi meningkatkan beban kapasitas rumah sakit.

    Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan N95 Saat di Rumah Sakit

    Apa Saja Gejalanya?

    Gejala yang ditimbulkan sedikit berbeda dari virus Covid 19 sebelumnya. Pasien dapat mengalami keluhan demam dalam kurun waktu 2-14 hari. Berdasarkan penuturan salah satu pasien di Indonesia yang telah terinfeksi varian B.1.1.7, hanya mengalami gejala ringan saja.

    Berikut ini adalah gejala yang dapat dialami apabila terinfeksi varian B.1.1.7:

    Demam

    Diketahui sebanyak 22% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengalami demam.

    Batuk

    Sebanyak 35% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengalami keluhan batuk, sementara batuk hanya dialami 28% pasien yang terinfeksi virus Covid 19 dari Wuhan.

    Sesak Nafas

    Gejala yang satu ini merupakan gejala yang cukup umum, yang dapat ditemui pada pasien yang terinfeksi virus Covid 19 dari Wuhan dan varian baru B.1.1.7.

    Nyeri Otot

    Nyeri Otot dilaporkan dialami 24% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7.

    Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa

    Varian B.1.1.7 juga dapat menimbulkan keluhan hilangnya indera penciuman dan perasa pada 15% pasien.

    Sakit Kepala

    Pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 turut mengeluhkan adanya sakit kepala.

    Sakit Tenggorokan

    Sebanyak 22% pasien yang terinfeksi varian B.1.1.7 mengaku mengalami sakit tenggorokan. Sementara keluhan sakit tenggorokan hanya dialami 19% pasien yang terinfeksi virus Covid 19 yang berasal dari Wuhan.

    Selain gejala di atas, beberapa gejala lain yang dapat dialami yaitu:

    • Diare
    • Mata merah
    • Ruam pada kulit
    • Perubahan warna pada jari tangan dan kaki
    • Kelelahan
    • Pilek
    • Muntah-muntah dan gangguan pencernaan

    Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Vaksinasi?

    Kemunculan varian baru virus Corona B.1.1.7 menimbulkan anggapan skeptis, apakah vaksinasi mampu memberikan perlindungan terhadap varian ini? Dilansir dari berbagai sumber, sejumlah peneliti percaya bahwa vaksin yang ada masih berpeluang memberikan perlindungan. Namun hal tersebut masih memerlukan data pendukung ilmiah.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Direktur Kantor Deteksi Molekuler Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), Greg Armstrong, menyatakan bahwa varian baru virus Corona B.1.1.7 tidak akan berdampak besar pada sistem kekebalan tubuh. Meski demikian, beberapa produsen vaksin seperti Pfizer tengah memodifikasi produk nya agar dapat memberi perlindungan terhadap varian baru virus Corona B.1.1.7.

    Pencegahan Apa Saja yang Harus Dilakukan?

    Untuk mencegah terinfeksi varian baru virus Corona B.1.1.7, Sahabat dianjurkan melakukan beberapa hal berikut :

    Menggunakan Masker Dua Lapis

    Pusat Pengendali dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa penggunaan masker dua lapis terutama bila berada di wilayah atau tempat penularan yang berisiko tinggi, dapat mengurangi risiko terinfeksi.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Hal ini juga dapat Sahabat lakukan bila berada di tempat ramai. Jika tidak memungkinkan menggunakan masker rangkap, kenakanlah masker yang memiliki 2-3 lapis di dalamnya.  Namun sebelum itu periksa terlebih dahulu jenis, kualitas, dan kesesuaian masker.

    Sering Mencuci Tangan

    Mencuci tangan tetap merupakan salah satu upaya perlindungan diri dari infeksi varian baru Corona B.1.1.7. Cucilah tangan sesering mungkin dengan menggunakan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik. Apabila tidak memungkinkan, bisa menggunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%.

    Cucilah tangan Sahabat setelah melepas masker, dan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut.

    Tetap Lakukan Jaga Jarak

    Situasi pandemi yang telah berlangsung selama setahun dapat memunculkan kondisi pandemic fatigue atau kondisi lelah dalam menghadapi pandemi, akhirnya banyak yang kembali tidak melakukan protokol kesehatan.

    Padahal hal ini berpotensi meningkatkan resiko tertular virus Covid 19. Sahabat sebaiknya tetap lakukan jaga jarak, dan usahakan untuk membatasi aktivitas atau interaksi dengan banyak orang.

    Vaksinasi

    Langkah terakhir adalah dengan melakukan vaksinasi, sebagai upaya untuk membantu mencegah lonjakan virus yang berulang, dapat mencapai kekebalan kelompok dan mengurangi keparahan infeksi pada tubuh.

    Beberapa negara termasuk Indonesia diketahui sudah melakukan vaksinasi secara bertahap, dengan kelompok rentan sebagai prioritas.

    Itulah mengenai varian baru virus corona B.1.1.7 dari Inggris yang sudah masuk ke Indonesia melalui 2 orang TKI yang baru pulang dari Arab Saudi dan sudah terdeteksi di Karawang, Jawa Barat.

    Baca Juga: Mutasi Virus Corona yang Perlu Sahabat Tahu

    Mengingat sifat virus yang mudah menyebar, Sahabat Sehat disarankan tetap melakukan protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi), dan lakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Jangan lupa lakukan deteksi Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bestari N. Mengenal Mutasi Corona B117 Inggris yang Ditemui di Karawang [Internet]. tech. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210303125639-37-227530/mengenal-mutasi-corona-b117-inggris-yang-ditemui-di-karawang
    2. Media K. Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Ini Macam Varian Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/03/110200523/mutasi-virus-corona-b117-masuk-indonesia-ini-macam-varian-covid-19?page=all
    3. K N. Makna di Balik Kode ‘B117’, Varian Corona Inggris yang Baru Saja Masuk RI [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5479280/makna-di-balik-kode-b117-varian-corona-inggris-yang-baru-saja-masuk-ri
    4. Ahli Ungkap Fakta Mutasi Virus Corona B117 yang Masuk RI [Internet]. teknologi. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210304070539-199-613449/ahli-ungkap-fakta-mutasi-virus-corona-b117-yang-masuk-ri
    5. K N. Dari 2 Kasus Corona B117 Pertama RI, Salah Satunya Keluhkan Gejala Ini [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5480119/dari-2-kasus-corona-b117-pertama-ri-salah-satunya-keluhkan-gejala-ini
    6. Hasibuan L. 8 Ciri Terinfeksi Varian Baru Virus Corona B117 Inggris [Internet]. tech. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210303161559-37-227598/8-ciri-terinfeksi-varian-baru-virus-corona-b117-inggris
    7. Azizah K. Penting! Ini 4 Cara Melindungi Diri dari Corona B117 yang Sudah Masuk RI [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 4 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5478973/penting-ini-4-cara-melindungi-diri-dari-corona-b117-yang-sudah-masuk-ri
    Read More
  • Pandemi virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini memang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya pada kesehatan fisik saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Banyak orang yang merasakan kesepian di tengah pandemi ini. Perasaan tersebut muncul saat harus membatasi diri melalui isolasi yang diterapkan pemerintah. Baca Juga: Penyebab Gangguan Mental yang Perlu Dideteksi […]

    Cara Mengatasi Rasa Kesepian di Tengah Pandemi

    Pandemi virus Corona yang masih mewabah hingga saat ini memang membawa dampak yang cukup besar. Tidak hanya pada kesehatan fisik saja, tetapi juga pada kesehatan mental. Banyak orang yang merasakan kesepian di tengah pandemi ini. Perasaan tersebut muncul saat harus membatasi diri melalui isolasi yang diterapkan pemerintah.

    kesepian di tengah pandemi

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Isolasi yang diterapkan tersebut memang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus secara massif dan terkontrol. Rasa kesepian yang muncul karena isolasi bisa disebabkan karena yang diisolasi positif Covid-19, ditinggal anggota keluarga yang menderita virus tersebut serta tidak bebasnya untuk bepergian ke luar.

    Psikolog klinis Rosalina Vauli, seperti dilansir dari CNN Indonesia, menyatakan bahwa kesepian yang dialami seseorang di masa pandemi dapat menyebabkan kesehatan mental. Banyak yang mengatakan bahwa efeknya bisa berupa depresi walaupun sebenarnya cukup berbeda antara depresi dan kesepian.

    Depresi lebih pada masalah emosional seperti menyalahkan diri sendiri sedangkan kesepian lebih pada pada penghayatan kondisi sepi dan sendirian serta isolasi sosial. Orang yang merasa kesepian tidak harus dalam kondisi sendiri, tetapi di tengah keramaian juga akan merasakan kesepian. Rasa ini banyak yang tidak tahu sama sekali penyebabnya.

    Apa yang Terjadi Jika Seseorang Mengalami Kesepian Bahkan Berkepanjangan?

    Pandemi Covid-19 yang belum diketahui dengan pasti kapan berakhirnya tentunya akan dapat menyebabkan seseorang mengalami kesepian yang cukup panjang. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak negatif pada tubuh seperti berpikiran buruk terus-menerus, dan mengalami masalah tidur serta interaksi dengan orang lain.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab Hingga Cara Mengatasi

    Hal-hal tersebut tentu saja tidak bisa dilihat secara langsung oleh orang lain seperti halnya orang yang tengah menderita kesehatan fisik. Pada akhirnya kebanyakan orang akan menilai bahwa yang bersangkutan baik-baik saja, dan tidak ada kepedulian lagi setelahnya untuk memberikan pertolongan. Sebab, jika dibiarkan hal ini dapat memberikan dampak yang cukup negatif bagi diri sendiri dan orang lain.

    Lalu Bagaimana Caranya?

    Berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu mengatasi kesepian di tengah pandemi yang dapat Sahabat coba ke diri sendiri dan orang lain.

    Buat Waktu Berkualitas untuk Diri Sendiri

    Membuat waktu berkualitas untuk diri sendiri me time quality adalah satu cara untuk dapat mengatasi kesepian di masa pandemi. Cara yang bisa dilakukan adalah melakukan meditasi atau perenungan terhadap diri selama setengah jam atau satu jam. Lakukanlah secara perlahan, mulai dari hitungan menit lalu meningkat jadi belasan menit.

    Selain itu, Sahabat s harus dapat mengenali diri sendiri secara perlahan dan utuh sehingga hal ini dapat membuat diri rileks dan nyaman. Caranya adalah luangkan waktu jeda dengan tidak melakukan apa-apa sama sekali. Hal ini akan dapat memunculkan memori-memori di masa silam dan imajinasi masa depan yang menakutkan. Sahabat bisa memberikan analisis cara untuk mencegah dan mengatasinya.

    Lakukan Hal-hal yang Membuat Bahagia

    Cara melawan kesepian sebenarnya cukup sederhana tapi banyak orang yang tidak menyadarinya, yaitu menciptakan rasa kebahagiaan. Hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan saat Sahabat melakukan hal-hal yang menurut Sahabat menyenangkan.

    Baca Juga: Manfaat Belanja Online untuk Menghilangkan Stres Karena Pandemi Covid-19

    Apabila Sahabat menyukai kegiatan yang bersifat visual seperti menggambar dan melukis, lakukan saja jika hal tersebut benar-benar dapat menciptakan rasa bahagia untuk mengusir rasa kesepian yang timbul. Sebab, ada aspek kegembiraan yang lama hilang di dalamnya. Hal ini setidaknya untuk menghindari juga perasaan ikut-ikutan terhadap hal-hal baru yang belum bisa dikuasai karena jika ikut-ikutan, Sahabat malah akan menjadi stres sehingga Sahabat malah tidak menjadi bahagia.

    Berkomunikasi Secara Online dengan Teman

    Apabila Sahabat butuh teman bicara karena merasakan kesepian di tengah pandemi, Sahabat juga bisa melakukan komunikasi secara online dengan teman dekat atau keluarga. Ketika Sahabat bisa berkomunikasi meski secara online, Sahabat akan merasakan energi positif bagi tubuh.

    Meningkatkan Aktivitas Fisik

    Melawan kesepian juga dilakukan dengan melakukan dan meningkatkan aktivitas-aktivitas fisik seperti berolahraga. Ketika Sahabat melakukannya ada efek menyenangkan yang didapat setelah selesai dengan hal tersebut.

    Efek menyenangkan itu sangat bagus tak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga untuk kesehatan mental. Untuk hal ini Sahabat bisa melakukannya secara perlahan setiap harinya, dan catat setiap kemajuan yang ada.

    Memelihara Hewan

    Memelihara hewan juga dapat menjadi terapi untuk melawan kesepian karena hewan yang dipelihara itu bisa menjadi teman interaksi. Meski begitu, Sahabat disarankan untuk selektif dalam memiliki hewan peliharaan.

    Untuk masa pandemi ini, hewan yang dianjurkan dipelihara adalah dari kelompok mamalia seperti kucing dan anjing karena hewan-hewan ini juga bisa memberikan feedback secara emosional kepada Sahabat. Sedangkan untuk kelompok reptil tidak disarankan karena reptil tidak mempunyai emosi yang berkembang.

    Hindari Media Sosial

    Banyak orang yang merasa kesepian, stres, dan depresi justru melarikan dirinya ke media sosial sebagai obat penenang. Alih-alih mendapatkan ketenangan, justru hal-hal negatif yang akan Sahabat dapatkan. Sebab, media sosial malah menjadi ajang pamer dan membanding-bandingkan kondisi. Tentu hal tersebut belum dapat diterima semua orang termasuk Sahabat.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Kesepian yang Sahabat Alami Menjadi Kronis?

    Apabila Sahabat benar-benar mengalami hal yang demikian, disarankan untuk segera menghubungi psikolog demi menjalani konsultasi dan terapi yang sesuai dengan kondisi yang dialami Sahabat. Setidaknya, mereka akan membantu Sahabat dalam permasalahan ini.

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Stres Kapan Terbeban Covid-19 Berakhir

    Itulah beberapa cara mengatasi kesepian di tengah pandemi yang bisa Sahabat lakukan ketika mengalami kesepian. Sahabat juga konsultasi mengenai perasaan kesepian ini di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Cara Mengatasi Kesepian, Mulai dari Kenali Diri Sendiri [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210202151125-284-601368/cara-mengatasi-kesepian-mulai-dari-kenali-diri-sendiri
    2. Kesepian, Pemantik Masalah Kesehatan Mental [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210205195232-260-602939/kesepian-pemantik-masalah-kesehatan-mental
    3. Pandemi Bikin Orang Merasa Kesepian, Gangguan Mental? : Okezone Tren [Internet]. https://www.okezone.com/. 2021 [cited 1 March 2021]. Available from: https://www.okezone.com/tren/read/2020/11/02/620/2302789/pandemi-bikin-orang-merasa-kesepian-gangguan-mental
    Read More
  • Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan. Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan Bermain […]

    Cara Mencegah Kecanduan Game Online di Tengah Masa Pandemi

    Pandemi Covid 19 secara drastis mengubah kehidupan banyak orang, mulai dari penerapan protokol kesehatan hingga aturan sekolah dan bekerja dari rumah. Tidak jarang hal ini menyebabkan munculnya rasa bosan, banyak anak dan remaja akhirnya bermain game online sebagai cara untuk mengusir rasa bosan.

    Baca Juga: Belajar Bahasa Asing Saat WFH, Inilah Dampaknya bagi Kesehatan

    Bermain game melalui gadget di masa pandemi, memang cukup membantu mengisi waktu luang selama beraktivitas dari rumah. Namun tanpa disadari, banyak orang bermain game tanpa mengenal waktu hingga melupakan keadaan di sekitarnya.

    Hal ini tentu saja tidak baik bagi kesehatan fisik dan mental. Secara fisik, tubuh dapat mengalami kelelahan, mata kering dan terasa lelah, ambeien, hingga dapat mengalami sindrom terowongan karpal. Secara mental, dampak yang dapat ditimbulkan yaitu mengalami gaming disorder atau perilaku bermain game yang tidak terkendali dan mengganggu aktivitas.

    Mengapa Banyak Anak dan Remaja yang Kecanduan?

    Kecanduan game online biasanya dialami anak dan remaja. Ada beberapa faktor penyebab mengapa anak dan remaja bisa kecanduan game online, terutama di masa pandemi Covid-19 yaitu :

    Jenis Game yang Selalu Berkembang

    Jenis dan tema game dari waktu ke waktu selalu berkembang. Para pengembang game selalu membuat dan memperbanyak fitur dalam game seperti karakter, senjata, dan yang lainnya. Hal ini tentu tidak akan membuat para gamer bosan dan selalu penasaran untuk bermain tanpa henti.

    Game Lebih Bersifat Interaktif

    Kebanyakan game yang dimainkan sekarang bersifat lebih interaktif, seperti halnya media sosial. Hal ini tentunya menjadi daya tarik terutama bagi gamers dalam komunitas yang sama.

    Berbagai Kompetisi dengan Hadiah yang Menjanjikan

    Bermain game online pada akhirnya bukan hanya sekedar bermain game seperti yang biasa dilakukan di jaman dulu, karena saat ini banyak komunitas game yang seringkali menggelar acara kompetisi bahkan dalam skala global. Kompetisi yang diselenggarakan menjadi daya tarik bagi para gamers karena banyak hadiah yang ditawarkan.

    Tantangan dan Kemampuan yang Selalu Bertambah

    Game yang dimainkan juga menuntut para gamers untuk menyelesaikan setiap tantangan yang ada, hal ini tentu menambah rasa penasaran. Setiap tantangan yang diselesaikan akan menambah kemampuan para pemain, dan hal ini dapat memberikan kepuasan tersendiri.

    Menimbulkan Emosi yang Beragam

    Banyaknya tantangan dalam game dapat menimbulkan berbagai emosi bagi para gamers, misalnya rasa tegang, cemas, marah, atau bahkan bahagia. Hal ini dapat mempengaruhi kehidupan di dunia nyata, emosi menjadi tidak stabil bahkan dapat mengalami cemas dan gelisah jika tidak memainkan game hingga selesai.

    Baca Juga: 14 Masalah Kesehatan Mental pada Anak

    Menciptakan Dunia Imajinasi

    Beberapa permainan dalam game memungkinkan para gamers membangun dunia sesuai imajinasi, seperti membentuk sebuah karakter. Hal tersebut terasa menyenangkan, namun juga dapat menjadi sebuah pelarian dari dunia nyata yang membuat para gamers tenggelam dalam imajinasi yang diciptakan.

    Seperti Apa Tanda Kecanduan Game?

    Berikut ini adalah beberapa tanda kecanduan bermain game online yang dapat dialami anak dan remaja:

    • Terlalu asyik bermain game
    • Jikadipaksa berhenti bermain, muncul rasa sedih, cemas, hingga marah
    • Bermain game lebih banyak untuk menghabiskan waktu
    • Tidak mampu mengurangi waktu bermain
    • Kehilangan minat pada kegiatan lain
    • Terus bermain meskitahu dapat menimbulkan permasalahan
    • Berbohong, mengenai jumlah waktu yang dihabiskan untuk bermain game
    • Bermain untuk menghilangkan suasana hati yang buruk

    Lalu Bagaimana Cara Mencegahnya?

    Kecanduan game online di masa pandemi memang merupakan hal yang kurang baik bagi kesehatan sehingga dapat mengkhawatirkan. Namun hal ini dapat dicegah dengan beberapa langkah berikut:

    Menata Kembali Aktivitas Harian

    Bermain game online dengan durasi yang cukup lama hingga seharian, dapat mengganggu aktivitas lain yang lebih penting hingga terlupakan.

    Karena itu, Sahabat bisa mencegahnya dengan menata kembali aktivitas harian, membuat skala prioritas aktivitas, masukkan aktivitas harian yang menyenangkan dan bermanfaat, dan kurangi waktu bermain game.

    Lakukan Kegiatan Lain yang Bermanfaat

    Untuk mengatasi rasa bosan, dapat dialihkan dengan melakukan kegiatan lain yang jauh lebih bermanfaat misalnya melakukan olahraga ringan dan membaca buku serta menonton kanal-kanal yang memberikan informasi bermanfaat.

    Baca Juga: Sering Tonton Video Kekerasan, Tingkatkan Risiko Trauma dan Depresi

    Bagi Sahabat yang sudah menjadi orang tua, bisa memberikan contoh yang baik pada anak dan remaja untuk melakukan aktivitas bermanfaat seperti membersihkan rumah bersama sama.

    Batasi Penggunaan Gadget dan Kurangi Budget Bermain Game

    Kemudahan mengakses game melalui gadget atau smartphone tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk mencegah sekaligus mengobati kecanduan game online. Sahabat bisa meminta anak dan remaja untuk mengurangi penggunaan gadget terutama pada jam istirahat siang dan malam.

    Selain itu mulailah untuk mengalokasikan dana yang biasa dipakai anak dan remaja untuk bermain game, untuk hal yang lebih penting dan berguna di masa depan.

    Lakukan Secara Bertahap

    Ketika Sahabat hendak mencegah dan mengurangi kecanduan game online pada anak dan remaja, tentunya harus dilakukan secara bertahap. Jika dilakukan mendadak, hal tersebut dapat menimbulkan pemberontakan yang luar biasa dari anak dan remaja.

    Perubahan bisa dimulai dengan mengurangi waktu bermain game dalam sehari. Jika biasanya bermain selama 1 jam, lalu kurangi menjadi 30 menit dan seterusnya. Hal ini tentu demi kebaikan anak.

    Hubungi Tenaga Profesional

    Apabila semua cara diatas tidak berhasil dilakukan, Sahabat bisa menghubungi tenaga profesional psikolog maupun dokter psikiater untuk berkonsultasi lebih lanjut.

    Baca Juga: Dampak Buruk Bullying pada Kesehatan Mental Remaja

    Seperti itulah cara mencegah kecanduan game online di tengah pandemi supaya tidak berdampak pada kesehatan fisik maupun mental. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kecanduan game online dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

     

    1. Wuragil Z. Kecanduan Game Online di Masa Pandemi, Waspada Gaming Disorder [Internet]. Tempo. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://tekno.tempo.co/read/1395728/kecanduan-game-online-di-masa-pandemi-waspada-gaming-disorder
    2. Alasan Kecanduan Main Game dan Cara Berhenti dari kecanduan – Cermati.com [Internet]. Cermati.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.cermati.com/artikel/alasan-kecanduan-main-game-dan-cara-berhenti-dari-kecanduan
    3. Anak Kecanduan Game, Bagaimana Mengatasinya? – Yayasan Pulih [Internet]. Yayasanpulih.org. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: http://yayasanpulih.org/2020/07/anak-kecanduan-game-bagaimana-mengatasinya/
    4. Tanhati S. Tanda-tanda Anak Kecanduan Game [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/sysilia-tanhati/bahaya-kecanduan-game-pada-anak
    5. Dampak Buruk Main Game Bagi Kesehatan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/tekno/read/453922/dampak-buruk-main-game-bagi-kesehatan

     

    Read More
  • Salah satu syarat penerima vaksin Corona adalah tidak menderita penyakit autoimun. Alasannya, untuk menghindari efek samping parah yang tidak diinginkan. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Meski diperbolehkan disuntik vaksin tentunya harus melalui beberapa pertimbangan. Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19? Apa itu Penyakit Autoimun? Penyakit autoimun […]

    9 Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Terjadi Pada Tubuh

    Salah satu syarat penerima vaksin Corona adalah tidak menderita penyakit autoimun. Alasannya, untuk menghindari efek samping parah yang tidak diinginkan. Hal ini berdasarkan rekomendasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI). Meski diperbolehkan disuntik vaksin tentunya harus melalui beberapa pertimbangan.

    jenis penyakit autoimun

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Apa itu Penyakit Autoimun?

    Penyakit autoimun adalah suatu kondisi yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang dimiliki manusia keliru sehingga menyerang tubuh, bukan virus atau bakteri. Dalam kasus ini sistem kekebalan tubuh salah menganggap bagian tubuh seperti persendian atau kulit sebagai benda asing.

    Akibatnya, sistem kekebalan melepaskan protein bernama autoantibodi untuk menyerang sel sehat. Beberapa jenis penyakit autoimun umumnya hanya menargetkan satu organ seperti diabetes tipe 1 yang merusak pankreas. Namun dalam beberapa kasus penyakit autoimun lainnya dapat memengaruhi seluruh tubuh seperti lupus atau disebut juga SLE (Systemic Lupus Erythematosus)

    Apa Saja Jenisnya?

    Jenis penyakit autoimun cukup banyak, tercatat ada lebih dari 80 jenis. Namun yang dibahas hanya beberapa macam penyakit autoimun yang sering terjadi pada tubuh. Apa saja itu? Yuk, Sahabat Sehat, mari kita simak bersama-sama!

    Rheumathoid Arthritis

    Penyakit autoimun pertama yang sering terjadi pada tubuh adalah rheumathoid arthritis. Penyakit ini menyerang sendi, dan bahkan hingga mata, kulit, atau jantung. Penyakit ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri sehingga dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri sendi, bengkak, dan kekakuan sendi yang parah.

    Produk Terkait: Jual Borobudur untuk Nyeri Sendi

    Rheumathoid arthritis dapat mengakibatkan kerusakan sendi permanen dan deformitas (perubahan bentuk) pada tubuh. Untuk mengatasinya, Sahabat disarankan mengkonsumsi obat anti radang.

    Giant Cell Myocarditis

    Penyakit autoimun ini disebut yang paling fatal karena berhubungan dengan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini terjadi akibat adanya peradangan pada otot jantung. Gejala yang biasa dialami berupa pembengkakan di pergelangan kaki, nyeri dada, jantung berdebar, kelelahan, dan sesak napas.

    Lupus

    Lupus merupakan salah satu jenis autoimun yang awalnya oleh para ilmuwan disebut sebagai penyakit kulit karena menimbulkan ruam. Namun seiring berjalannya waktu, penyakit ini dimasukkan sebagai penyakit autoimun karena ternyata dapat mempengaruhi seluruh tubuh seperti persendian, ginjal, otak, dan jantung. Gejalanya berupa nyeri sendi, kelelahan, dan ruam.

    Produk Terkait: Cek Lab SLE Diagnos

    Multiple Sclerosis

    Jenis penyakit autoimun ini adalah penyakit jangka panjang yang dapat mempengaruhi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf optik di mata. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah pada penglihatan, keseimbangan, kontrol otot, dan fungsi dasar tubuh.

    Efek dari penyakit ini tidaklah sama pada setiap orang. Beberapa disebut mengalami gejala ringan, efek lainnya dapat mengalami kesulitan bergerak dan beraktivitas untuk kegiatan sehari-hari. Kondisi ini terjadi bila sistem kekebalan tubuh menyerang materi lemak, myelin (yang melindungi serat saraf dari kerusakan) dan pembentukan jaringan parut.

    Diabetes Tipe 1

    Kondisi autoimun pada tubuh seseorang juga dapat menyebabkan tidak mempunyai insulin sama sekali. Hal ini akibat diserang dan dihancurkannya pankreas yang merupakan organ tubuh penting untuk menghasilkan insulin. Kondisi autoimun yang demikian menyebabkan terjadinya Diabetes Melitus tipe 1.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes Atau Kencing Manis

    Insulin sangat dibutuhkan oleh tubuh terutama dalam kaitannya dengan produksi energi dalam membantu aktivitas sehari-hari dan mengatur kadar gula darah. Jika energi yang dihasilkan kurang, tentu akan berdampak pada kinerja dan kondisi tubuh.

    Pada kondisi diabetes tipe 1 terjadi penumpukan kadar gula dalam tubuh akibat gangguan produksi insulin, yang dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Untuk mengatasinya, pasien disarankan untuk menyuntikkan insulin secara rutin.

    Penyakit Addison

    Penyakit Addison adalah salah satu jenis penyakit autoimun, yang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar adrenal yang terdapat di ginjal. Akibatnya, kelenjar ini mengeluarkan banyak hormon yang menyebabkan kelemahan pada otot, kulit terlihat gelap, menurunnya denyut jantung atau tekanan darah, serta mudah lelah.

    Penyakit Graves

    Penyakit Graves adalah salah satu jenis penyakit autoimun yang berhubungan dengan kelenjar tiroid, sehingga menyebabkan produksi hormon tiroid berlebih.

    Salah satu fungsi hormon tiroid adalah untuk mengontrol penggunaan energi tubuh yang disebut metabolisme. Kelebihan hormon ini dapat meningkatkan aktivitas tubuh dan menyebabkan timbulnya keluhan berupa gugup, berdebar, mudah merasa panas, penurunan berat badan, dan mata terlihat melotot (disebut juga eksoftalmus).

    Myasthenia Gravis

    Penyakit autoimun ini mempengaruhi kerja saraf yang membantu otak dalam mengontrol otot. Jika komunikasi dari saraf ke otot terganggu, sinyal tidak dapat mengarahkan otot untuk berkontraksi. Hal ini dapat menyebabkan kelemahan otot, dan akan terasa saat  beraktivitas namun membaik saat beristirahat.

    Alopecia

    Alopecia adalah istilah medis untuk menyebut kerontokan rambut, hal ini disebabkan karena adanya stres. Penelitian menunjukan 70% dari 500 pasien yang menderita Alopecia, ternyata mengalami stres. Masalah ini timbul ketika tubuh menyerang folikel rambut. Kerusakan yang ditimbulkan tidak permanen, namun rambut dapat terlihat menipis, atau patah-patah.

    Baca Juga: 7 Makanan Pencegah Kebotakan Pada Pria

    Itulah Sahabat Sehat mengenai jenis penyakit autoimun yang sering terjadi pada tubuh, dan perlu diwaspadai. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai autoimun dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. 14 Jenis Penyakit Autoimun yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/02/28/170800768/14-jenis-penyakit-autoimun-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    2. Nabila F. 7 Jenis Penyakit Autoimun yang Umum Ditemui Sehari-hari [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326451/7-jenis-penyakit-autoimun-yang-umum-ditemui-sehari-hari?single
    3. 10 Penyakit Autoimun yang Paling Umum Dialami Ditemui di Masyarakat Semua Halaman | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/10-penyakit-autoimun-yang-paling-umum-dialami-ditemui-di-masyarakat.html?page=all
    4. Penderita Autoimun Belum Bisa Divaksin Covid-19, Ini Alasannya | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210113/106/1342267/penderita-autoimun-belum-bisa-divaksin-covid-19-ini-alasannya
    5. Giant Cell Myocarditis – NORD (National Organization for Rare Disorders) [Internet]. NORD (National Organization for Rare Disorders). 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://rarediseases.org/rare-diseases/giant-cell-myocarditis/
    Read More
  • Virus Corona memang salah satu virus yang dapat mematikan. Keberadaannya hingga saat ini telah menginfeksi dan mematikan jutaan nyawa di dunia, termasuk di Indonesia. Belum ada obat pasti untuk mematikan virus SARS CoV-2 ini. Tindakan terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan upaya pencegahan, seperti pemberlakuan protokol kesehatan dan vaksinasi. Baca Juga: Mengenal Trypanophobia, Fobia Jarum […]

    Mengenal Coronaphobia, Ketakutan Berlebihan Terhadap Virus Corona

    Virus Corona memang salah satu virus yang dapat mematikan. Keberadaannya hingga saat ini telah menginfeksi dan mematikan jutaan nyawa di dunia, termasuk di Indonesia. Belum ada obat pasti untuk mematikan virus SARS CoV-2 ini. Tindakan terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan upaya pencegahan, seperti pemberlakuan protokol kesehatan dan vaksinasi.

    coronaphobia, fobia corona

    Baca Juga: Mengenal Trypanophobia, Fobia Jarum Suntik saat Vaksinasi Corona

    Banyak orang yang cukup waspada dengan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan supaya tidak tertular virus Corona. Namun, rupanya kewaspadaan ini oleh sebagian orang ditanggapi dengan perilaku kecemasan berlebihan yang dikenal dengan coronaphobia atau fobia terhadap Corona.

    Coronaphobia berbeda dengan covidiot atau orang-orang yang keras kepala, tidak mau menjalankan protokol kesehatan, dan menganggap Corona tidak ada. Fobia ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental apabila dibiarkan terus-menerus. Lalu, bagaimana dan seperti apa fobia terhadap Corona itu? Yuk, mari simak bersama-sama di bawah ini!

    Seperti Apa Gejalanya?

    Dilansir dari Health.com, coronaphobia didefinisikan sebagai respons berlebihan terhadap rasa takut akan tertular virus penyebab COVID-19 yang dapat menimbulkan gejala fisiologis, stres yang signifikan akibat masalah pribadi dan pekerjaan, perilaku mencari reassurance (ketentraman hati, penghiburan) dan rasa aman yang berlebihan, serta menghindari tempat umum/keramaian, sehingga menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari.

    Gejala fisiologis yang dimaksud adalah kekhawatiran terus-menerus, jantung berdebar-debar, tremor, sulit bernapas, pusing, hingga perubahan nafsu makan dan pola tidur.

    Apa Penyebabnya?

    Coronaphobia disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakpastian akan situasi dalam pandemi, seperti ketakutan terpapar virus atau menghadapi kenyataan bahwa gaji bulanan yang biasa diterima akan dipotong sebagai dampak pandemi yang luar biasa terhadap kinerja perusahaan.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Karena Corona

    Hal lainnya adalah tidak siap dalam mengadopsi kebiasaan baru yang berlaku, seperti harus mematuhi protokol kesehatan atau transisi dari pekerjaan offline ke online yang menuntut banyak penggunaan teknologi, serta ketakutan yang muncul akibat banyaknya pemimpin dunia dan selebriti yang tertular virus.

    Siapa yang Berisiko Mengalami Coronaphobia?

    Berdasarkan sebuah penelitian, ternyata wanita lebih banyak mengalami kecemasan dibandingkan pria. Hal ini berdasarkan fakta bahwa wanita memiliki kecemasan yang lebih besar, misalnya ketika menghadapi anggota keluarga yang sakit. Wanita juga cenderung memiliki anggapan sepihak bahwa dirinya bertanggung jawab menyebarkan virus terhadap anggota keluarganya.

    Selain wanita, kelompok usia muda juga berpotensi terkena fobia akibat efek pandemi yang tidak pasti terhadap masa depan. Kebanyakan dari mereka menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial yang tentu saja dapat meningkatkan kecemasan tentang pandemi.

    Apa Bedanya dengan Kecemasan Biasa?

    Perbedaan antara coronaphobia dan kecemasan biasa dapat dilihat dari perilaku seseorang pada masa pandemi, demikian yang diungkap oleh Lily Brown PhD, Direktur Centre for Treatment and Study of Anxiety di Universitas Pennsylvania.

    Perilaku yang dinilai mencakup kepuasan menjalani kehidupan di masa pandemi, interaksi dengan orang-orang sekitar, kecukupan untuk memenuhi kebutuhan pangan selama pandemi, dan kemampuan menyelesaikan semua tugas yang diberikan apabila masih bekerja.

    Jika terdapat ketidakpuasan dan kesulitan dalam beraktivitas atau menyelesaikan pekerjaan karena panik berlebihan atau takut dirinya dan anggota keluarganya tertular virus, maka ini merupakan tanda kecemasan yang dapat mengarah pada fobia.

    Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Salah satu cara untuk mengatasi fobia adalah dengan terapi perilaku kognitif yang terbukti efektif dan efisien membantu mengatasi kecemasan. CDC menganjurkan untuk menjaga kesehatan fisik, menyisihkan waktu untuk istirahat, relaksasi pikiran dan tubuh dengan bersantai dalam menghadapi setiap permasalahan, serta banyak berinteraksi dengan orang-orang atau komunitas sekitar.

    Selain itu, apabila Sahabat mengalami gejala coronaphobia, sebaiknya Sahabat berkonsultasi dengan profesional kesehatan. Sahabat bisa memanfaatkan teknologi telemedicine agar dapat berkonsultasi secara virtual.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Itulah beberapa hal mengenai coronaphobia yang merupakan reaksi kecemasan tidak wajar akibat rasa ketakutan berlebihan akan virus Corona. Jangan sampai Sahabat mengalami masalah ini karena akan berdampak pada kehidupan sosial. Apabila Sahabat mengalami gejala coronaphobia, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut.

    Sahabat bisa memanfaatkan layanan telemedicine dari Prosehat untuk konsultasi mengenai fobia Corona ini. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Coronaphobia Is a New Disorder Emerging From the COVID-19 Pandemic—Here’s What You Need to Know [Internet]. Health.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.health.com/condition/infectious-diseases/coronavirus/coronaphobia-covid-anxiety-disorder
    2. Prasasti G. Coronaphobia: Masalah Kecemasan Berlebihan yang Mengintai Akibat Pandemi COVID-19 [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4491460/coronaphobia-masalah-kecemasan-berlebihan-yang-mengintai-akibat-pandemi-covid-19
    3. Yuk Kenali Coronaphobia, Gejala dan Cara Mengatasinya [Internet]. lifestyle.okezone.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/02/24/481/2367555/yuk-kenali-coronaphobia-gejala-dan-cara-mengatasinya
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan […]

    Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh penerima vaksin.

    syarat penerima vaksin covid-19, syarat penerima vaksin corona

    Baca Juga: Bolehkah Menerima Vaksinasi Lain Setelah Vaksinasi Virus Corona?

    Berikut adalah beberapa syarat penerima vaksin:

    Tidak memiliki penyakit

    Sebelum melakukan vaksin, biasanya penerima vaksin melakukan screening atau penapisan. Dalam screening tersebut, penerima yang memiliki penyakit gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA) seperti batuk, pilek, dan sesak napas dalam tujuh hari terakhir, tidak bisa melakukan vaksinasi. Atau dalam hal lain, disebut juga sebagai penyakit yang pernah diderita orang yang terpapar Covid-19.

    Kemudian, apabila penerima vaksin sedang mendapatkan terapa aktif jangka panjang terhadap kelainan jantung atau gagal jantung atau penyakit jantung koroner. Penyakit autoimun sistemi seperti SLE atau lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.

    Penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid Reumatik autoimun atau rhematoid arthritis Penyakit saluran pencernaan kronis Penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun. Tidak bisa memenuhi syarat penerima vaksin.

    Memiliki penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atapun transfusi. Apabila Sahabat Sehat memiliki salah satu penyakit yang telah disebutkan di atas, Sahabat Sehat tidak memenuhi syarat sebagai penerima vaksin.

    Tidak sedang hamil

    Bagi para ibu hamil, vaksinasi masih harus ditunda dulu sampai dengan setelah melahirkan. Atau apabila ingin berniat hamil, Sahabat Sehat bisa melakukan perencanaan kehamilannya setelah mendapatkan vaksinasi kedua Covid-19. Agar Sahabat Sehat bisa memenuhi syarat penerima vaksin.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Beberapa sumber ada yang bilang ibu menyusui bisa melakukan vaksinasi Covid-19. Namun, beberapa sumber juga ada yang bilang bahwa ibu menyusui tidak bisa melakukan vaksinasi. Persyaratan tersebut rupanya terus dilakukan pembaruan. Dan syarat terbarunya adalah, ibu menyusi boleh melakukan vaksinasi Covid-19.

    Tidak kontak erat dengan pasien Covid-19

    Syarat penerima vaksin selanjutnya adalah calon penerima vaksin, tidak bisa memenuhi syarat penerima vaksin apabila melakukan kontak erat dengan pasien, suspek, konfirmasi Covid-19. Dan calon penerima vaksin harus memiliki kategori, dalam satu rumah tidak ada yang sedang dalam kondisi Covid-19.

    Memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius

    Apabila calon penerima vaksin saat pengukuran suhu tubuh memiliki suhu di atas 37,5 derajat celcius, maka vaksinasi Covid-19 harus ditunda sampai calon penerima vaksin dinyatakan sembuh. Karena hal tersebut merupakan hal yang dasar syarat penerima vaksin.

    Selain itu, penundaan vaksinasi Covid-19 akan ditunggu sampai terbukti calon penerima vaksin tidaklah menderita Covid-19. Serta akan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya untuk memenuhi syarat penerima vaksin.

    Penderita Diaberes Mellitus (DM)

    Apabila penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, bisa diberikan vaksinasi.

    Produk Terkait: Lawan Diabetes

    Penderita HIV

    Para penderita HIV bisa saja menerima vaksin Covid-19. Namun apabila penderita HIV memiliki angka CD4 di bawah 200 atau tidak diketahui, maka vaksinasi Covid-19 tidak bisa diberikan.

    Penyakit Paru

    Jika calon penerima vaksinasi memiliki penyakit paru seperti, asma, PPOK atau TBC maka vaksinasi harus ditunda sampai kondisi pasien terkontrol dengan baik. Sedangkan khusus pasien TBC dalam pengobatan, vaksinasi baru bisa diberikan setelah minimal dua minggu pasien mendapat obat anti tuberculosis.

    Penyakit lain non-screening

    Syarat penerima vaksin khusus penyakit lain yang belum atau tidak disebutkan di atas, bisa langsung melakukan konsultasi kepada dokter ahli yang merawatnya. Bahkan lebih baik para calon penerima vaksin membawa surat keterangan atau catatan medis dari dokter yang menanganinya selama ini.

    Para penderita komorbid

    Ternyata para penderita komorbid bisa divaksin, hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan surat rekomendasi dari dokter yang biasa menangani pasien tersebut, serta kondisi pasien harus terkontrol.

    Syarat Penerima Vaksin Lansia

    Lansia saat ini sudah diizinkan untuk menerima vaksin Covid-19. Namun, sebelum dilakukan vaksinasi, para lansia akan diberikan beberapa pertanyaan, seperti apakah mereka masih bisa menaiki 10 anak tangga tanpa bantuan orang lain. Kemudian apakah masih bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain, apakah dalam kurun waktu satu tahu terjadi penurunan berat badan.

    Apabila dua dari tiga pertanyaan di atas jawabannya adalah tidak, vaksinasi belum bisa diberikan kepada para lansia. Karena pertanyaan tersebut merupakan syarat penerima vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Jadi, Sahabat Sehat perlu mengetahui fungsi dari vaksin Covid-19 sendiri adalah untuk membentuk antibodi sekaligus merupakan suatu zat atau senyawa yang berguna untuk membentuk kekebalan tubuh pada suatu penyakit. Zat atau senyawa ini merupakan suatu penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Dengan harapan virus yang sudah dimatikan itu akan membentuk kekebalan dalam tubuh.

    Fungsi dari vaksin bukanlah membuat orang menjadi kuat dan anti virus. Walaupun sudah divaksin, Sahabat Sehat harus tetap menerapkan 5M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

    Apabila Sahabat ingin konsultasi mengenai vaksin dengan doktern 24 jam, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Simak Lagi, Ini 9 Syarat Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/25/144500365/simak-lagi-ini-9-syarat-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia?page=all> [Accessed 25 February 2021].
    2. Septiani, A., 2021. 14 Syarat Penerima Vaksin Corona, Perlu Banget Dicatat Nih!. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5376673/14-syarat-penerima-vaksin-corona-perlu-banget-dicatat-nih> [Accessed 25 February 2021].
    3. Dinkes.acehprov.go.id. 2021. Dinas Kesehatan Aceh | Ini 9 Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Penerima Vaksin Covid-19. [online] Available at: <https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2021/01/19/556/ini-9-syarat-yang-harus-dipenuhi-calon-penerima-vaksin-covid-19.html> [Accessed 25 February 2021].
    4. beritasatu.com. 2021. Ini Syarat Lansia Bisa Divaksin Covid-19. [online] Available at: <https://www.beritasatu.com/kesehatan/737121/ini-syarat-lansia-bisa-divaksin-covid19> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Menikah di tengah pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi para calon pengantin. Mulai dari pro-kontra nikah secara online atau virtual wedding sampai dengan susunan acara dan teknis pelaksaannya yang harus dirombak mengikuti protokol kesehatan. Namun, semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas. Terlepas dari tantangan pernikahan online yang akan dihadapi, mari simak bagaimana hukum […]

    Virtual Wedding di Tengah Pandemi, Bagaimana Hukum dan Keuntungannya?

    Menikah di tengah pandemi memberikan tantangan tersendiri bagi para calon pengantin. Mulai dari pro-kontra nikah secara online atau virtual wedding sampai dengan susunan acara dan teknis pelaksaannya yang harus dirombak mengikuti protokol kesehatan. Namun, semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang lebih luas. Terlepas dari tantangan pernikahan online yang akan dihadapi, mari simak bagaimana hukum nikah online dan apa saja keuntungannya?

    virtual wedding di tengah pandemi

    Baca Juga: Serba-serbi Protokol Kesehatan Pernikahan di Tengah Pandemi

    Bagaimana Hukum Nikah Secara Online Saat Pandemi Covid-19?

    Pernikahan adalah momen pengikatan janji suci nikah yang dilaksanakan oleh dua orang untuk meresmikan ikatan perkawinan secara agama, hukum dan sosial. Pernikahan memiliki beberapa rukun dan syarat yang akan mempengaruhi sah atau tidaknya pernikahan tersebut. Nah, apakah menikah secara online dapat memenuhi rukun dan syarat pernikahan? Ini penjelasannya.

    Ada 5 rukun nikah yang telah disepakati oleh para ulama, yaitu adanya mempelai pria, ada mempelai wanita, ada wali nikah, ada ijab kabul dan adanya dua orang saksi. Saat ini dengan kemajuan teknologi, beberapa rukun nikah dapat dilakukan secara jarak jauh dengan dibantu teknologi. Misalnya, seperti mempelai pria yang mengucap ijab Kabul dengan tempat yang berjauhan dengan mempelai wanita, wali dan dua saksi.

    Namun, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat memaparkan penjelasan perihal hukumnya menikah secara online, yaitu terdapat dua pendapat yang berbeda dari ulama mengenai sah atau tidaknya pernikahan yang dilaksanakan secara online. Meski terdapat perbedaan pandangan, para ulama menyaratkan penggunaan lafal nikah dalam ijab kabul. Lanjutnya, bahwa ada beberapa ulama yang tegas melarang pernikahan secara online, karena pernikahan merupakan akad sakral dan bukan hanya sekedar muamalah biasa sehingga perlu dihadiri secara langsung oleh kedua belah pihak dalam ruangan yang sama.

    Akan tetapi, ulama yang lain mengizinkan dengan syarat pernikahan online hanya dapat dilakukan apabila dalam kondisi darurat. Seperti salah satu calon mempelai sedang masa isolasi tetapi sudah melakukan persiapan pernikahan atau salah satu mempelai terjebak di negara lain yang sedang melakukan lockdown sehingga tidak dapat pulang ke tanah air, maka pernikahan secara online dapat dilaksanakan.

    Pernikahan online

    Saat ini menggelar acara pernikahan akan terasa berbeda dari acara pernikahan pada umumnya. Meski begitu, masih ada acara lain yang dapat kalian tempuh seperti melaksanakan acara pernikahan secara online atau virtual wedding. Pelaksaan virtual wedding pun hanya dengan memanfaatkan teknologi yang ada seperti video call, sehingga tamu undangan tetap dapat melihat prosesi acara dan pasangan mempelai yang sedang berbahagia.

    Baca Juga: Persiapan Menikah di Tengah Corona Seperti Apa?

    Walaupun begitu, tentu saja tetap akan terasa seperti ada yang kurang karena melakukan pernikahan tidak seperti biasanya. Akan tetapi, hal tersebut dapat diminimalisir dengan memaksimalkan acaranya, yaitu dengan tetap menggunakan busana pernikahan impian kalian, mengundang orang-orang terdekat, mengucapkan janji pernikahan dengan lantang dan melakukan dansa pernikahan. Intinya semakin kalian menormalkan suasana pernikahan, maka sesuatu yang kurang itu akan semakin tidak terasa dan tertutupi oleh kebahagiaan yang kalian lakukan.

    Keuntungan Melaksanakan Pernikahan Online

    Pernikahan online banyak dilakukan oleh pasangan pada saat pandemi. Hal ini boleh dilakukan meskipun harus tetap melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian, ada beberapa keuntungan bila melaksanakan pernikahan secara online, antara lain:

    • Katering Lebih Murah

    Umumnya katering merupakan salah satu yang paling besar anggarannya, karena sangat bergantung pada tamu yang diundang. Namun, karena saat ini sedang pandemi maka kalian wajib mengikuti protokol kesehatan dengan membatasi jumlah tamu undangan yang hadir dalam acara pernikahan. Artinya, tentu saja jumlah makanan yang harus disediakan tidak perlu sebanyak sebelumnya. Tetapi, apabila kalian memang memiliki anggaran yang cukup maka kalian dapat mengubah menu makanan sebelumnya dengan yang lebih “mewah” dengan porsi sesuai dengan jumlah tamu undangan berdasarkan prosedur protokol kesehatan.

    • Souvenir Anti Mainstream

    Kipas, gantungan kunci, gelas, dan pajangan lainnya sudah sangat umum ditemukan di acara pernikahan sebelum pandemi. Namun, suasana pandemi ini sebetulnya dapat kalian gunakan untuk memberikan souvenir anti mainstream seperti masker, hand sanitizer, sabun kertas dan alat perlindungan diri lainnya. Selain sangat berguna untuk para tamu, souvenir seperti ini juga dapat menolong perekonomian UMKM.

    • Undangan Virtual

    Kalian tidak perlu lagi repot mencetak dan menyebar undangan kepada calon tamu undangan. Selain untuk menghemat anggaran, hal ini juga dilakukan untuk meminimalisir potensi penularan dan menghemaat waktu juga tenaga. Kalian cukup dengan membuat desain undangan digital dan membagikannya dengan cara virtual, bisa melalui whatsapp, line, telegram, hingga upload di sosial media seperti Instagram maupun facebook.

    • Amplop Virtual

    Gunakan cashless demi mengurangi risiko penyebaran virus, sangat dianjurkan bagi kalian yang ingin menyelenggarakan pernikahan untuk tidak menerima “uang kondangan” dalam bentuk cash. Namun, kalian tidak perlu khawatir karena teknologi sekarang sudah mendukung untuk membantu kamu menerima amplop dalam bentuk virtual hanya dengan scan barcode.

    • Suasana Intimatedengan Tamu

    Momen ini dapat anda manfaatkan untuk mengenal lebih dekat dengan anggota keluarga dari kedua belah pihak. Anda dapat menggunakan konsep garden party dan kedua pengantin dapat berkeliling menyapa tamu undangan dengan santai.

    • Live Streaming

    Dengan jumlah tamu yang terbatas, tidak akan jadi halangan bagi kerabat yang ingin menyaksikan hari bahagiamu. Kamu dapat melakukan siaran online melalui zoom, skype, youtube, live Instagram, atau video streaming lainnya. Namun kalian juga perlu memilih aplikasi terbaik yang dapat menjangkau banyak orang serta memiliki suara dan gambar yang lebih bagus.

    Kalian juga perlu memperhatikan koneksi internet yang akan dipakai nantinya. Maka, sebelum memutuskan ada baiknya kamu mencari-cari informasi terlebih dahulu mengenai aplikasi dan provider mana yang lebih baik digunakan saat virtual wedding.

    • Anggaran Dapat Dialokasikan ke Hal Lain

    Setelah hal-hal diatas telah membuat kalian cukup menghamat anggaran, maka anggaran sisa dari target anggaran awal dapat kalian alokasikan ke hal lain. Misalnya seperti dokumentasi, kalian dapat menggunakan jasa dokumentasi yang lebih professional agar moment pernikahan kamu dapat terdokumentasikan dengan baik. Sebagai tambahan DP Rumah, investasi, atau pun untuk ber-bulan madu.

    Meskipun telah diperbolehkan dimata hukum dan didukung dengan banyaknya keuntungan yang didapat bila melaksanakan virtual wedding, tidak ada salahnya jika kita mengantisipasi disi dan keluarga lebih awal dengan melakukan vaksinasi pranikah plus rapid antigen sebelum melaksanakan pesta pernikahan. Karena dengan melakukan vaksinasi, tentunya Sahabat akan lebih aman dan lebih nyaman dalam bergaul dengan para tamu undangan sehingga siap nikah.

    Baca Juga: Siap Nikah? Lakukan 5 Persiapan Kesehatan Ini

    Kini sahabat tidak perlu khawatir untuk melakukan vaksinasi di luar, karena Prosehat telah memiliki layanan vaksinasi pranikah di rumah. Layanan vaksinasi pranikah di rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. id. 2021. Hukum Nikah Online di Tengah Pandemi Covid-19 | Republika ID. [online] Available at: <https://www.republika.id/posts/12962/hukum-nikah-online-di-tengah-pandemi-covid-19> [Accessed 25 February 2021].
    2. Wedding Market Artikel. 2021. Menggelar Virtual Wedding Di Tengah Pandemi • Wedding Market Artikel. [online] Available at: <https://weddingmarket.com/artikel/menggelar-virtual-wedding> [Accessed 25 February 2021].
    3. MONEY, S., 2021. [online] http://smart-money.co. Available at: <https://smart-money.co/perencanaan-keuangan/keuntungan-menikah-di-tengah-pandem> [Accessed 25 February 2021].
    4. 2021. Panduan Susunan Acara Pernikahan di Masa Pandemi. [online] Available at: <https://www.loket.com/blog/susunan-acara-pernikahan> [Accessed 25 February 2021].

     

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja