Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 111–120 of 956 results

  • Penyakit HIV AIDS sudah tidak asing lagi kita dengar. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem daya tahan tubuh dengan cara menginfeksi sel CD4, setelah sel CD4 terinfeksi, maka CD4 akan dihancurkan oleh virus HIV. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, maka jumlah CD4 di dalam tubuh berkurang, sehingga sistem pertahanan tubuh dan […]

    HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Penyakit HIV AIDS sudah tidak asing lagi kita dengar. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem daya tahan tubuh dengan cara menginfeksi sel CD4, setelah sel CD4 terinfeksi, maka CD4 akan dihancurkan oleh virus HIV. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, maka jumlah CD4 di dalam tubuh berkurang, sehingga sistem pertahanan tubuh dan daya tahan tubuh melemah sehingga mudah terserang berbagai penyakit.

    HIV AIDS

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Infeksi dari virus HIV akan berlanjut ke arah yang lebih serius yaitu AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS merupakan stadium terakhir dari infeksi HIV. Pada stadium ini, tubuh dalam kondisi lemah, sel daya tahan tubuh tidak mampu lagi melawan virus HIV.

    Menurut data statistik WHO (World Health Organization) pada tahun 2018 di seluruh dunia mencatat total penderita HIV sebanyak 37,9 juta jiwa (terdiri dari 18,2 juta wanita dan 16,8 juta pria), yang terdiri dari usia dewasa sebanyak 35,1 juta penderita dan 1,7 juta penderita anak-anak usia dibawah 15 tahun. Pada awal tahun 2017, tercatat 1,8 juta pasien baru yang baru didiagnosis HIV dan sebanyak 940.000 penderita HIV meninggal. Pada 2020, WHO memprediksi jumlah global pengidap virus ini sebanyak 600.000 orang.

    Sedangkan di Indonesia, menurut data statistik UNAIDS Indonesia, jumlah penderita HIV AIDS Indonesia sebanyak 621.344 jiwa pada segala usia, dan dengan kasus baru pasien terdiagnosis HIV AIDS sampai tahun 2019 sebanyak 49.000 jiwa, sedangkan angka kematian yang disebabkan HIV AIDS di Indonesia sebanyak 39.000 jiwa.

    Oleh karena HIV AIDS belum ada pengobatannya, maka pemerintah mengupayakan berbagai edukasi dan promosi melalui Departemen Kesehatan Republik Indonesia maupun lembaga-lembaga lainnya seperti penyuluhan, pembagian leaflet/brosur, media massa dan kampanye penggunaan kondom namun belum dapat mengurangi angka HIV AIDS di Indonesia.

    Gejala

    Gejala HIV AIDS dibagi dalam beberapa fase. Fase awal disebut juga fase infeksi akut yang terjadi pada bulan awal infeksi HIV. Pada tahap ini tubuh membentuk sistem daya tahan tubuh (antibodi) untuk melawan virus HIV, pada fase awal ini gejala muncul 1-2 bulan setelah terjadi infeksi. Gejala yang muncul seperti gejala flu, yaitu demam ringan, tidak enak badan, lemas, batuk, pilek, menggigil. Gejala yang muncul dapat ringan atau berat sesuai dengan daya tahan tubuh pasien. Gejala yang mungkin timbul antara lain:

    • demam ringan sampai berat
    • nyeri sendi
    • lemas
    • mudah lelah dan nyeri-nyeri otot
    • mual dan muntah
    • nyeri kepala
    • nyeri perut
    • diare
    • ruam merah pada kulit seluruh badan
    • nyeri tenggorokan dan nyeri menelan
    • sariawan
    • bengkak pada kelenjar getah bening pada area leher dan ketiak.

    Setelah berlangsung beberapa bulan, fase awal akan berlanjut ke fase laten. Pada fase ini, gejala dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan dapat berlangsung bertahun-tahun. Pada fase laten, virus HIV merusak lebih banyak lagi antibodi CD4. Gejala yang mungkin timbul bervariasi, ada yang tidak bergejala, gejala ringan sampai berat. Berikut ini gejala yang timbul pada fase laten :

    • berat badan semakin menurun drastis
    • nafsu makan menurun
    • diare berkepanjangan
    • keringat saat malam hari
    • mual dan muntah
    • pembengkakan kelenjar getah bening
    • lemah dan lemas
    • tumbuh jamur pada lidah
    • timbul Herpes zooster (tidak semua pasien mengalami)

    Setelah fase laten, fase selanjutnya adalah AIDS. Pada tahap ini, penderita AIDS mengalami penurunan antibodi yang drastis, karena sel antibodi CD4 mengalami kerusakan parah. Pada fase ini, pasien seringkali mudah terinfeksi oleh penyakit lain. Gejala yang timbul pada fase AIDS antara lain:

    Contoh Infeksi Jamur pada Mulut Penderita AIDS

    • berat badan menurun drastis
    • nafsu makan turun
    • badan lemah
    • mudah terinfeksi penyakit lain (TBC paru, diare terus-menerus, penyakit kulit)
    • bintik putih pada mulut, lidah dan kelamin
    • timbul jamur pada lidah, mulut, vagina dan kulit tubuh (Candidiasis)
    • demam terus-menerus sepanjang hari dan berlangsung lama
    • mudah berdarah (gusi dan hidung) tanpa sebab
    • gangguan saraf (meningitis kriptokokus atau infeksi selaput otak akibat infeksi jamur)
    • terserang Herpes zooster yang menyerng kerusakan saraf, mata dan pencernaan (infeksi virus cryptomegalovirus)
    • gangguan psikis dan emosional (mudah marah, depresi, perubahan mood)
    • kelenjar getah bening membesar (dapat berlanjut menjadi kanker kelenjar getah bening atau limfoma)

    Fakta dan Mitos

    AIDS ditularkan saat cairan tubuh penderita masuk ke dalam tubuh orang lain seperti darah, sperma dan cairan vagina. Banyak mitos yang beranggapan bahwa ludah dapat menularkan virus HIV. Nyatanya, ludah tidak dapat menularkan virus HIV kecuali terdapat luka terbuka pada area mulut misalnya gusi berdarah atau sariawan. Selain itu, mitos lain beranggapan bahwa berjabat tangan, berpelukan dapat menularkan infeksi virus HIV, nyatanya virus HIV hanya dapat ditularkan melalui cairan tubuh penderita saja sehingga berjabat tangan atau sentuhan fisik lainnya tidak dapat menularkan infeksi HIV. Virus HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual, pengunaan jarum suntik bergantian, transfusi darah dari penderita HIV, penularan dari ibu hamil ke janin, proses melahirkan, serta dari air susu ibu.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Pengobatan

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa HIV AIDS tidak dapat diobati. Obat-obatan antivirus dapat digunakan untuk pencegahan tertular dengan pasien HIV setelah berhubungan seksual secara tidak sengaja dengan penderita HIV dan bagi penderita HIV, antivirus hanya berfungsi untuk memperlambat perkembangan virus HIV saja. Obat-obatan simptomatik atau obat-obatan sesuai gejala dapat digunakan untuk meringankan gejala yang timbul, misalnya seperti anti demam, anti jamur serta obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang timbul.

    Produk Terkait: Mono Rapid Test HIV

    Pencegahan

    Sebagai langkah pencegahan agar tidak tertular HIV, berikut ini langkah yang dapat dilakukan :

    1. Jangan melakukan seks bebas.
    2. Hindari berganti-ganti pasangan seks, usahakan setia dengan satu pasangan saja.
    3. Hindari penggunaan jarum suntik bergantian.
    4. Gunakan kondom bila melakukan hubungan seksual berisiko.
    5. Bila pasangan menderita HIV, segera konsultasikan ke dokter atau layanan kesehatan untuk dilakukan tes HIV dan dilakukan profilaksis atau pencegahan penularan virus HIV terhadap pasangannya.
    6. Hindari oral seks dengan pendreita HIV terutama bila terdapat luka terbuka pada area mulut (sariawan atau gusi berdarah) hal ini memungkinkan virus HIV akan masuk melalui luka tersebut.

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Nah, itulah ulasan seputar HIV AIDS yang bisa Sahabat Sehat pahami. Jika Sahabat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. AIDSinfo. (2018). HIV/AIDS: The Basics Understanding HIV/AIDS. [online] Available at: aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/19/45/hiv-aids–the-basics [Accessed 18 Nov. 2018].
    2. Aidsinfo.unaids.org. (2018). AIDSinfo | UNAIDS. [online] Available at: aidsinfo.unaids.org/ [Accessed 18 Nov. 2018].
    3. Apps.who.int. (2018). GHO | By category | Number of people (all ages) living with HIV – Estimates by country. [online] Available at: apps.who.int/gho/data/view.main.22100?lang=en [Accessed 18 Nov. 2018].
    4. HIV.gov. (2018). HIV Basics. [online] Available at: hiv.gov/hiv-basics [Accessed 18 Nov. 2018].
    5. World Health Organization. (2018). Data and statistics. [online] Available at: who.int/hiv/data/en/ [Accessed 18 Nov. 2018].

     

    Read More
  • Gorengan merupakan salah satu bentuk makanan yang populer di Indonesia. Makanan yang dijadikan sebagai kudapan ini tidak hanya berupa tempe, tahu, bakwan, pastel, ayam, dan ikan, tetapi juga pada makanan-makanan lain seperti sayur-sayuran, singkong, sukun, dan ubi. Gorengan sering ditemukan pada penjual-penjual makanan sehari-hari seperti pada tukang nasi uduk, lontong sayur, restoran-restoran, baik kaki lima […]

    Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Gorengan merupakan salah satu bentuk makanan yang populer di Indonesia. Makanan yang dijadikan sebagai kudapan ini tidak hanya berupa tempe, tahu, bakwan, pastel, ayam, dan ikan, tetapi juga pada makanan-makanan lain seperti sayur-sayuran, singkong, sukun, dan ubi. Gorengan sering ditemukan pada penjual-penjual makanan sehari-hari seperti pada tukang nasi uduk, lontong sayur, restoran-restoran, baik kaki lima maupun restoran ternama, dan tukang gorengan keliling. Konsumsi gorengan menjadi hal yang wajib bagi orang Indonesia karena rasanya seperti ada yang hilang bila makan tanpa gorengan dan camilan ini juga dapat dijadikan sebagai lauk.

    gemar konsumsi gorengan

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Pada bulan Ramadan tepatnya saat menjelang buka Puasa, hampir semua penjual gorengan ada di mana-mana. Aroma makanan yang digoreng tersebut tentu saja cukup menggoda selera terutama di saat perut sedang kosong sehingga akhirnya kita sering lupa dan makan gorengan secara berlebihan. Padahal, mengonsumsi gorengan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Selain itu, gorengan mengandung kalori dan lemak trans yang tinggi dan dapat menyebabkan obesitas.

    Orang Indonesia sering mengonsumsi gorengan dan yang lebih mengkhawatirkan lagi karena hampir semua makanan yang ada di negeri ini selalu diolah dengan cara menggoreng. Jarang sekali ada yang menyajikan bentuk makanan yang direbus atau dikukus. Padahal, dua jenis bentuk makanan itu sangat aman dan mempunyai banyak manfaat positif bagi kesehatan daripada gorengan. Meski begitu, orang tetap saja akan mengonsumsi gorengan dan tidak peduli walaupun gorengan bermanfaat buruk bagi kesehatan meskipun sudah tahu hal tersebut. Hal ini sebenarnya tidak terlepas dari penyebab orang Indonesia suka makan gorengan. Lalu, mengapa gorengan sangat dinikmati? Yuk, Sahabat Sehat, mari kita simak bersama-sama!

    Mudah Ditemui dan Didapat

    Hal pertama yang membuat orang Indonesia gemar mengonsumsi gorengan meski tidak menyehatkan adalah bentuk makanan ini mudah didapat. Gorengan dapat terlihat di warteg, warung nasi uduk, dan bahkan restoran-restoran Jepang dan Korea yang berada di mal. Gorengan menjadi makanan yang praktis dan menjadi camilan untuk menghilangkan rasa lapar di saat makanan-makanan yang lain tidak ada.

    Mudah Dibuat Sendiri

    Apabila gorengan yang diinginkan tidak dijual atau habis terjual, tidak masalah karena gorengan dapat dibuat dengan mudah sendiri. Cukup menyiapkan adonan tepung kemudian campurkan dengan bahan-bahan makanan yang akan digoreng seperti tahu dan tempe. Bahan-bahan makanan yang digunakan saja cukup familiar yang tentu saja sudah membentuk gambaran di otak kita bahwa makanan tersebut mempunyai cita rasa yang lezat.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolestrol

    Aroma dan Cita Rasa yang Menggoda

    Gorengan mempunyai aroma dan cita rasa yang menggoda. Hal inilah juga yang menjadi salah satu alasan orang Indonesia menyukai gorengan. Aroma makanan yang digoreng akan memberikan persepsi bahwa gorengan merupakan makanan yang lezat, dan sehingga mudah diterima di otak kita. Selain aroma yang menggoda, cita rasa makanan yang digoreng, dengan tekstur yang membuat renyah di mulut, membuat lidah merasakan kenikmatan saat menyantapnya daripada mengonsumsi makanan kukusan atau rebusan yang dianggap tidak menarik dan hambar.

    Dapat Disantap Setiap Saat

    Gorengan merupakan makanan yang fleksibel, dan tidak tergantung pada waktu yang tepat untuk mengonsumsinya. Makanan ini dapat dikonsumsi pada pagi, siang, sore, atau bahkan malam hari. Gorengan dapat dikonsumsi bersamaan dengan makanan berat lain seperti nasi uduk, lontong dan ketupat sayur, bahkan mi instan. Di saat musim hujan pun, gorengan akan menjadi kudapan lezat yang tepat untuk menikmati waktu santai apalagi jika dihidangkan dalam keadaan masih panas dan hangat. Hal tersebut akan semakin terasa jika gorengan dilengkapi dengan cabai, sambal, atau saos.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Harganya yang Cukup Murah

    Penyebab terakhir orang Indonesia gemar mengonsumsi gorengan adalah karena harga makanan ini yang cukup murah, sehingga orang dapat membeli gorengan dalam jumlah yang banyak. Tak salah jika gorengan disebut sebagai makanan yang cukup merakyat meskipun hal tersebut harus dibayar dengan jumlah kalori yang cukup banyak dan memengaruhi kesehatan.

    Itulah tadi alasan orang Indonesia gemar mengonsumsi gorengan meskipun kenyataannya gorengan tidak menyehatkan. Bila ingin mengonsumsinya, janganlah berlebihan. Makanlah makanan yang bergizi sehat dan seimbang agar Sahabat tetap sehat.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Apabila Sahabat memerlukan informasi kesehatan mengenai makanan yang digoreng, dan cara terbaik menguranginya, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kebiasaan Makan Gorengan Orang Indonesia Sudah Mengkhawatirkan [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1602645/kebiasaan-makan-gorengan-orang-indonesia-sudah-mengkhawatirkan
    2. Terungkap I. Terungkap, Ini Alasannya Kenapa Orang Indonesia Suka Gorengan – Semua Halaman – Nakita [Internet]. Nakita. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://nakita.grid.id/read/0221555/terungkap-ini-alasannya-kenapa-orang-indonesia-suka-gorengan?page=all
    3. Media K. 4 Bahaya Makan Gorengan Berlebih untuk Kesehatan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/11/24/140600368/4-bahaya-makan-gorengan-berlebih-untuk-kesehatan?page=all
    4. Times I, Andini T. 5 Alasan Logis Kenapa Semua Orang Menggemari Gorengan, Setuju? [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/tresna-nur-andini/alasan-logis-orang-suka-gorengan-c1c2/5
    Read More
  • Setelah 8 bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 di seluruh zona. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Paduan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pelaksanaan sekolah ini akan diberikan […]

    Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi?

    Setelah 8 bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 di seluruh zona. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Paduan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pelaksanaan sekolah ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah, dan orang tua melalui komite sekolah. Kebijakan ini bahkan sudah didukung oleh Komisi X DPR yang beralasan mencegah anak putus sekolah.

    sekolah tatap muka

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah

    Namun, dalam pelaksanaannya nanti karena masih dalam situasi pandemi, Menteri Kementerian dan Kebudayaan, Nadiem Makariem, memberikan kebebasan kepada orang tua siswa untuk menentukan diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan kembali belajar tatap muka. Selain itu, Nadiem meminta sekolah harus memenuhi enam syarat supaya bisa benar-benar dibuka, yaitu memperhatikan sanitasi dan kebersihan seperti toilet, sarana cuci tangan, penyemprotan desinfektan, akses kepada pelayanan kesehatan, dan kesiapan menerapkan wajib masker.  Tentunya, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan kelelahan seperti ekstrakurikuler, olahraga, dan kantin ditiadakan.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Kebijakan membuka sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini tentu saja banyak menimbulkan pertanyaan jika dikaitkan dengan kondisi Covid-19 di Indonesia yang sampai sejauh ini jumlah penderitanya terus meningkat dari hari ke hari. Kekhawatiran datang dari para orang tua yang tidak mau anak-anaknya terpapar Covid-19 ketika belajar tatap muka yang akan dilaksanakan kembali meskipun dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan.

    Kekhawatiran itu sangat wajar karena tercatat banyak anak-anak di Indonesia terpapar Covid-19, dengan jumlah 50.790 kasus, terlebih virus ini banyak menyerang anak usia 0-17 tahun. Jumlah ini lebih besar daripada kelompok usia 60 tahun ke atas, yaitu 47.666 kasus. Anak usia 6-17 tahun (39.874 kasus) lebih mudah terpapar daripada anak usia 0-5 tahun (11.916 kasus). Dari jumlah kasus itu tercatat sebanyak 238 anak Indonesia meninggal dunia, dan tingkat kematian mereka sama dengan tingkat kematian kelompok usia 18-30 tahun, yaitu 0,46%.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    Kebijakan membuka kembali sekolah tatap muka di masa pandemi diduga tidak realistis karena positivity rate Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu 10% alias masih melebihi standar 5% yang sudah ditetapkan WHO. Apabila sekolah kembali dibuka dikhawatirkan akan terjadi penularan dan pembentukan kluster baru. Pembukaan sekolah ini berdekatan dengan acara-acara lain seperti Pilkada 2020 dan Libur Akhir Tahun 2020 yang berpotensi besar menjadi medium penyebaran virus.

    Tidak hanya dari sudut pandang epidemiolog mengenai sekolah tatap muka ini. KPAI atau Komite Perlindungan Anak Indonesia memberikan pandangan yang serupa. Komisioner KPAI, menyatakan bahwa banyak sekolah yang belum siap menerapkan protokol kesehatan jika belajar tatap muka kembali digelar serentak berdasarkan survei terhadap 48 sekolah di 8 provinsi dan 20 kabupaten dan kota sejak 15 Juni hingga 19 November. Oleh karena itu, disarankan supaya sekolah tatap muka sebaiknya ditunda, dan jika dibuka harus diiringi dengan tes swab massif kepada para peserta dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Jika melihat gambaran di atas, tentunya kebijakan membuka kembali sekolah di masa pandemi dirasa kurang tepat karena kasus Covid-19 di Indonesia cenderung masih menaik. Cara terbaik adalah tetap belajar di rumah sembari menunggu wabah benar-benar mereda. Hal ini supaya  anak-anak Indonesia sebagai masa depan bangsa tidak terpapar virus. Selain dengan belajar di rumah anak-anak juga harus berperilaku hidup bersih dan sehat, menjalankan 3M, dan melakukan tes rapid-PCR di rumah dari Prosehat. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Kekhawatiran Sekolah Tatap Muka Januari 2021 [Internet]. nasional. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201122073814-20-572867/kekhawatiran-sekolah-tatap-muka-januari-2021
    2. Media K. Sekolah Tatap Muka Dibolehkan Mulai Januari 2021, Ini Teknis Pelaksanaan dan Imbauan Pemerintah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/21/07101241/sekolah-tatap-muka-dibolehkan-mulai-januari-2021-ini-teknis-pelaksanaan-dan?page=all
    3. [Internet]. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CH5HaThgGHd/
    4. Sekolah tatap muka dibuka Januari 2021 ‘tidak realistis’ karena tingkat penularan Covid-19 di atas 10% – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from:https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-55034667
    5. Komisi X DPR RI dukung kebijakan kembali sekolah [Internet]. Antara News. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1857800/komisi-x-dpr-ri-dukung-kebijakan-kembali-sekolah
    Read More
  • Pada tanggal 27 November 2020, Prosehat kembali mengadakan  webinar dengan judul “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise”. Webinar ini dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, dan bekerja sama dengan Medifit. Pembicara pada webinar kerja sama kali ini adalah dokter Nahum, SpKO, yaitu seorang dokter olahraga yang bekerja pada Klinik Medifit di Cideng Barat, Jakarta. Webinar ini tentu […]

    Rangkuman Webinar Prosehat X Medifit “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise” 27 November 2020

    Pada tanggal 27 November 2020, Prosehat kembali mengadakan  webinar dengan judul “Tips Mengatasi Ostheoarthritis dengan Exercise”. Webinar ini dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB, dan bekerja sama dengan Medifit. Pembicara pada webinar kerja sama kali ini adalah dokter Nahum, SpKO, yaitu seorang dokter olahraga yang bekerja pada Klinik Medifit di Cideng Barat, Jakarta. Webinar ini tentu saja dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    rangkuman webinar Prosehat X Medifit

     

    Baca Juga: Rangkuman Webinar Vaksinasi Flu Orang Dewasa

    Pada pemaparannya, dokter Nahum menjelaskan secara rinci mengenai Osteoartritis atau nyeri lutut dengan dimulai memberikan gambaran mengenai kedokteran olahraga yang bertugas menangani masalah-masalah yang dihadapi ketika berolahraga seperti cedera dan lainnya. Ia juga mengatakan bahwa dokter olahraga tidak sepenuhnya dokter untuk atlet seperti yang banyak orang ketahui tetapi juga bagi masyarakat yang gemar berolahraga dan mempunyai permasalahan ketika berolahraga.

    Mengenai osteoarthritis atau disingkat OA, dokter Nahum menjelaskan bahwa nyeri sendi lutut tidak terbatas pada OA, dan mempunyai banyak jenis yang bisa dilihat dari berbagai macam sisi seperti sisi depan, samping, dan belakang. Lutut, dokter Nahum, menyatakan merupakan bagian tubuh yang paling sering terkena gangguan karena berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Mengenai penyebab seseorang terkena OA, ia menyebut ada ada dua penyebab, yaitu penyebab primer dan penyebab sekunder. Penyebab primer disebut tidak diketahui asal muasalnya sedangkan penyebab skunder adalah karena riwayat pernah menderita trauma, infeksi, dan penyakit metabolis.

    Selain penyebab, dokter Nahum juga menjabarkan secara lengkap tanda dan gejala seseorang terkena OA, di antaranya adalah krepitasi sendi atau adanya suara gemeretak pada sendi yang disebabkan oleh gesekan dan kaku sendi pada pagi hari. Sedangkan untuk pencegahan, dokter Nahum membagi dalam tiga aspek, yaitu primer, sekunder, tersier. Untuk primer yang terpenting adalah turunkan berat badan, sedangkan sekunder dengan melakukan penguatan otot dan tetap kurangi obesitas, dan terakhir, tersier, dengan operasi  karena sudah dalam tahap yang parah.

    Baca Juga: Seperti Apa Fisioterapi pada Osteoartritis

    Untuk penanganan OA sendiri bisa dengan latihan fisik atau jasmani berupa latihan aerobik, peregangan atau fleksibilitas, latihan daya otot, latihan akuatik seperti berenang, dan penguatan otot. Tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat nyeri sendi, menurunkan berat badan, dan abnormalitas metabolis. Manfaat lainnya secara fisiologis adalah meningkatkan kesehatan fisik dan mental individu, menurunkan tingkat kekeroposan tulang, dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner, diabetes, dan osteoporosis.

    Produk Terkait: Jual Produk Osteoporosis

    Setelah pemaparan, webinar dilanjutkan dengan sesi pertanyaan dari peserta. Salah satu penanya, Dellia Ananta, yang menanyakan mengenai waktu sembuh fisioterapi untuk suaminya yang berumur 60 tahun, dan diketahui menderita osteoarthritis. Untuk hal ini, dokter Nahum menjawab semua tergantung pada tingkatan atau grading penderita OA, dan tentu saja hal ini akan memengaruhi penyembuhan OA melalui fisioterapi. Apabila OA yang diderita cukup berat, pemulihannya akan semakin lama. Namun untuk yang bersifat ringan, rata-rata 2-3 bulan akan membaik jika disertai dengan latihan.

    Baca Juga: Nyeri Sendi

    Untuk pemaparan lebih lengkap mengenai webinar ini, Sahabat bisa menonton langsung pada video YouTube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai Osteoartritis, dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan […]

    Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Pemerintah sepertinya akan memutuskan mengurangi liburan akhir tahun 2020 yang masuk dalam cuti bersama akhir tahun ini. Hal ini dilakukan karena adanya kasus penambahan penderita Covid-19 ketika liburan panjang diadakan berdasarkan momen-momen mulai dari Idul Fitri, Idul Adha, Hari Kemerdekaan, hingga terakhir Maulid Nabi SAW. Adanya penambahan kasus ini dikarenakan banyak tempat wisata yang abai dan tidak melaksanakan protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan sehingga tercipta banyak kerumunan yang menjadi tempat penyebaran virus.

    liburan akhir tahun 2020

     

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Pengurangan liburan akhir tahun 2020 itu sendiri diumumkan oleh Presiden Joko Widodo setelah menerima laporan pertambahan kasus dari Satgas Covid-19. Hal itu ia ungkapkan dalam rapat terbatas yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 23 November 2020. Libur yang kemungkinan dikurangi adalah yang berkaitan dengan libur Idul Fitri yang digeser pada akhir Desember karena Covid-19. Berdasarkan SKB 3 Menteri yang ditanda tangani dan dikeluarkan pada 4 September 2020, libur Idul Fitri digeser ke tanggal 28-31 Desember 2020 dari sebelumnya 26-29 Mei 2020. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator dan Pembangunan Manusia, Muhadjir Effendy, juga dalam rapat terbatas tersebut. Belum diketahui secara pasti hingga sekarang berapa jumlah hari yang akan dikurangi dalam liburan akhir tahun 2020 ini.

    Berkaitan dengan jumlah kasus yang meningkat karena penerapan 4 kali long weekend dari Juli hingga Oktober, seperti dilansir dari Tirto.id, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, pada 3 November 2020 mengatakan bahwa selama libur panjang akhir pekan terdapat 602.372 orang yang ditegur di tempat wisata karena tidak mematuhi protokol kesehatan, terutama dalam mengenakan masker yang mengalami penurunan.

    Baca Juga: Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Meskipun demikian Satgas Covid-19 masih melihat pada perkembangan yang terjadi di lapangan. Apabila tidak ada penambahan kasus, liburan akhir tahun bisa tetap sesuai dengan jadwal yang semula. Namun jika terdapat penambahan, liburan disarankan dikurangi atau ditiadakan sama sekali. Dalam hal ini, Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito menyerahkan keputusan seluruhnya pada pemerintah.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Nah, Sahabat Sehat, jika liburan akhir tahun 2020 dikurangi hari atau ditiadakan sama sekali, sebaiknya Soahabat diimbau jangan berlibur keluar rumah atau mudik, dan sebaiknya di rumah saja supaya meminimalkan penyebaran virus. Sahabat bisa menggantinya dengan kegiatan staycation. Namun apabila liburan tetap ada, supaya Sahabat Sehat selalu sehat dan terhindar dari penyakit terutama penyakit flu yang mempunyai kemiripan dengan Covid-19, Sahabat bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dharmastuti H. Arahan Terbaru Jokowi Agar Libur Akhir Tahun Dikurangi [Internet]. detiknews. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5267254/arahan-terbaru-jokowi-agar-libur-akhir-tahun-dikurangi?single=1
    2. Taher A. Jokowi Minta Libur Panjang Akhir Tahun Dikurangi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://tirto.id/jokowi-minta-libur-panjang-akhir-tahun-dikurangi-f7iC
    3. Jokowi Putuskan Libur Akhir Tahun Dikurangi : Okezone Economy [Internet]. https://economy.okezone.com/. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://economy.okezone.com/read/2020/11/23/320/2314389/jokowi-putuskan-libur-akhir-tahun-dikurangi
    Read More
  • Amankah sebenarnya memakai transportasi umum selama pandemi? Pertanyaan ini akan selalu ada dari Sobat Sehat yang mungkin sampai hari ini masih belum mau lagi atau ragu menggunakan transportasi umum sejak Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini disebabkan sifat virus tersebut yang mampu menular dengan mudah terutama di kerumunan, dan transportasi umum termasuk di antaranya. Di transportasi […]

    Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum Selama Pandemi

    Amankah sebenarnya memakai transportasi umum selama pandemi? Pertanyaan ini akan selalu ada dari Sobat Sehat yang mungkin sampai hari ini masih belum mau lagi atau ragu menggunakan transportasi umum sejak Covid-19 melanda Indonesia. Hal ini disebabkan sifat virus tersebut yang mampu menular dengan mudah terutama di kerumunan, dan transportasi umum termasuk di antaranya. Di transportasi inilah terkadang kita tidak mengetahui orang yang menaikinya terkena virus atau tidak sama sekali. Pada akhirnya, ada Sobat yang memilih menggunakan kendaraan pribadi atau memilih bekerja dari rumah supaya aman.1

    transportasi umum selama pandemi

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Namun, bagaimana untuk mereka yang tetap harus bekerja dari kantor dan tidak mempunyai kendaraan pribadi? Tentu saja harus menggunakan transportasi umum sebagai satu-satunya jalan. Dalam hal ini pun pemerintah sudah mengupayakan beberapa hal, seperti menerapkan protokol kesehatan untuk ketersediaan layanan, mulai dari tempat pemberangkatan, baik selama perjalanan maupun di tempat kedatangan, dan melakukan integrasi antarmoda yang cepat sehingga membuat penumpang tidak perlu berlama-lama menunggu dan berpindah dari satu moda ke moda lainnya.1

    Untuk Sobat Sehat yang harus menggunakan transportasi umum, Sobat bisa melakukan beberapa tips di bawah ini supaya aman dan nyaman menggunakan transportasi umum yang ada.

    Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum

    Pastikan Tubuh dalam Keadaan Sehat

    Tips pertama adalah tubuh harus selalu dalam keadaan sehat. Tubuh sehat yang didukung imun tubuh yang kuat merupakan kunci untuk bisa menangkal penyakit, termasuk Covid-19. Apabila Sobat mengalami gejala seperti demam, batuk, pusing, dan mual sebaiknya jangan menggunakan transportasi umum dan tetap di rumah.2

    Menggunakan Masker

    Penggunaan masker menjadi hal paling penting dalam menggunakan transportasi umum di masa pandemi. Hingga saat ini, masker bisa dibilang merupakan cara paling efektif untuk menangkal virus yang berasal dari droplet. Namun, gunakanlah masker medis atau kain, bukan masker buff atau scuba yang terbukti tidak efektif. Selain dengan masker, Sobat juga bisa menggunakan face shield, namun penggunaannya harus dengan masker karena face shield saja kenyataannya juga tidak terbukti efektif.2

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Mencuci Tangan atau Menggunakan Hand Sanitizer

    Mencuci tangan juga merupakan hal yang perlu dalam berkendara umum. Sobat bisa melakukannya sejak berangkat dari rumah atau di tempat-tempat transportasi umum, seperti di stasiun, bandara, dan terminal. Cucilah tangan dengan air yang mengalir selama 20 detik dengan sabun. Apabila di tempat-tempat tersebut tidak ada tempat cuci tangan, Sobat bisa menggunakan hand sanitizer yang praktis dibawa ke mana-mana.2

    Jangan Menyentuh Area Wajah

    Menyentuh area wajah yang terdapat mata, mulut, dan hidung akan mempermudah penyebaran virus, terutama setelah Sobat menyentuh permukaan benda-benda yang ada di transportasi umum tersebut.2

    Jangan Berbicara

    Hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan transportasi umum selama pandemi adalah jangan berbicara secara langsung atau tidak lansung melalui telepon genggam. Hal ini karena dapat menyebabkan droplet-droplet kecil keluar dan bertahan di udara selama 15 menit atau virus dapat menempel pada permukaan telepon genggam selama 5 hari. Hal ini perlu, mengingat tentu Sobat tidak akan mengetahui kondisi orang yang sedang mengajak atau diajak bicara; apakah OTG atau bukan.3

     Jaga Jarak

    Hal ini penting dan perlu dilakukan sebab Covid-19 berpotensi menular pada jarak yang berdekatan. Karena itu, jaga jarak selama 1-2 meter itu perlu. Apabila tidak ada jaga jarak sama sekali, Sobat hendaknya tidak perlu khawatir. Usahakan tetap memakai masker dan face shield, menjaga kebersihan, serta kekebalan tubuh yang kuat.2

    Baca Juga: Social Distancing, Pentingnya Jaga Jarak 5 Langkah

     Gunakan Transportasi dengan Penumpang Terbatas

    Menggunakan transportasi dengan penumpang terbatas juga perlu dilakukan bagi Sobat yang ingin aman dalam menggunakan transportasi umum. Karena itu, pilihlah transportasi yang sepi dan tidak ramai. Jangan lupa catat jadwal kedatangan transportasi yang diinginkan tersebut.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab

    Itulah tips menggunakan transportasi umum selama pandemi supaya Sobat aman dan nyaman jika harus menggunakan transportasi umum karena harus bekerja dari kantor. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai cara aman menggunakan transportasi umum saat Covid-19 dan produk-produk kesehatan yang berkaitan seperti PCR swab dan rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Anwar M. Corona Bikin Orang Takut Naik Angkutan Umum, Apa Solusinya? [Internet]. news. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200805124230-4-177559/corona-bikin-orang-takut-naik-angkutan-umum-apa-solusinya
    2. Mediatama G. Kenapa kita dilarang ngobrol saat naik transportasi umum selama pandemi corona? [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/kenapa-kita-dilarang-ngobrol-saat-naik-transportasi-umum-selama-pandemi-corona
    3. 7 Tips Naik Transportasi Umum di Tengah Pandemi Corona [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/citizen6/read/4295922/7-tips-naik-transportasi-umum-di-tengah-pandemi-corona
    Read More
  • Peristiwa jantung berhenti saat berolahraga kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, pada hari Sabtu, 21 November 2020. Atlet yang pernah mengantar Indonesia meraih emas pada ajang sepak bola SEA Games 1987 itu terkena serangan jantung seusai mencetak gol dan berselebrasi yang mengakibatkan […]

    Yuk, Sobat Ketahui Sebab Jantung Berhenti Saat Berolahraga

    Peristiwa jantung berhenti saat berolahraga kembali terjadi. Kali ini menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Lapangan ABC, Senayan, pada hari Sabtu, 21 November 2020. Atlet yang pernah mengantar Indonesia meraih emas pada ajang sepak bola SEA Games 1987 itu terkena serangan jantung seusai mencetak gol dan berselebrasi yang mengakibatkan dirinya tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri. Setelah dibawa ke rumah sakit, nyawa mantan atlet nasional ini tidak tertolong.1

    jantung berhenti saat berolahraga

     

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Sebelum Ricky Yakobi, nasib yang sama juga menimpa Ki Seno Nugroho, dalang terkenal asal Yogyakarta, saat bersepeda pada 3 November 2020.2 Kejadian-kejadian ini tentu akan menimbulkan pertanyaan mengapa jantung bisa mendadak berhenti saat berolahraga. Padahal seperti kita ketahui, olahraga adalah aktivitas menyehatkan dan bermanfaat baik untuk jantung, salah satu organ vital pada tubuh manusia. Yuk, Sobat simak penyebab jantung berhenti mendadak saat berolahraga.

    Penyebab Jantung Berhenti

    Ada dua penyebab utama jantung berhenti mendadak saat melakukan aktivitas fisik. Penyebab pertama dikenal dengan sudden cardiac arrest atau SCA. Kondisi ini dapat terjadi pada individu berusia di bawah 35 tahun. SCA menyebabkan henti jantung mendadak karena adanya gangguan aliran listrik di jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dan sirkulasi darah dalam tubuh terhenti. Hal ini bisa terjadi karena adanya hipertrofi kardiomiopati, suatu penyakit genetik yang menyebabkan terjadinya penebalan tidak normal pada otot-otot jantung. Biasanya, kondisi ini jarang disadari karena tidak pernah ada keluhan sebelumnya.3

    Penyebab kedua adalah penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Biasaya penyakit jantung koroner ini terjadi pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Serangan jantung dapat menyebabkan kematian otot jantung dan gangguan aliran listrik jantung. Ketika seseorang kerap berolahraga dengan intensitas tinggi, otot jantungnya akan menebal, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko kardiomiopati. Dengan adanya kelainan ini, saat melakukan olahraga yang bersifat kompetitif, seperti sepak bola, tenis, bulu tangkis atau lari maraton, jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah agar dapat memenuhi kebutuhan oksigen dan aliran listrik dapat terganggu.3

    Gejala Gangguan Jantung saat Berolahraga

    Nyeri dada

    Nyeri dada menjadi salah satu gejala utama gangguan jantung saat olahraga. Apabila Sobat merasakan keluhan ini, sebaiknya Sobat hentikan dulu aktivitas fisik dan jangan memaksakan diri untuk melanjutkannya. Segera carilah pertolongan medis apabila nyeri dada tak kunjung reda selama beberapa menit.4

    Baca Juga: Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab Hingga Pencegahan

    Sesak Napas

    Sobat sering mengalami sesak napas saat berolahraga? Hal seperti ini juga tidak boleh dianggap remeh karena ternyata sesak napas termasuk gejala awal serangan jantung, bahkan bisa muncul sebelum adanya nyeri di dada.4

    Kepala Pusing

    Kepala pusing saat berolahraga sering terjadi saat kegiatan olahraga yang bersifat kompetitif dan memacu seseorang untuk berpikir agar bisa memenangkan olahraga tersebut. Akan tetapi, rupanya pusing ini juga bisa menjadi salah satu gejala penyakit yang lebih serius. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, sebaiknya Sobat segera menghentikan olahraga yang sedang dilakukan.4

    Gangguan Irama Jantung

    Olahraga tertentu sering membuat jantung berdebar cukup kencang karena sensasi menegangkan yang ditimbulkan dari olahraga itu sendiri. Pada umumnya, hal ini merupakan kondisi yang normal, namun jika Sobat merasakan jantung berdebar dengan sensasi yang tidak seperti biasanya, kemungkinan gejala ini merupakan pertanda adanya masalah serius pada jantung. Jika Sobat mengalami sensasi berdebar-debar yang tidak biasa, segera cari pertolongan medis.4

    Ketidaknyamanan di Area Tubuh Lainnya

    Selain rasa tidak nyaman dan nyeri dada yang merupakan indikasi adanya masalah pada jantung, rasa tidak nyaman atau nyeri juga bisa menyebar ke area tubuh lainnya, seperti rasa sakit pada lengan, punggung, leher, rahang atau perut.4

    Berkeringat Dingin

    Berkeringat selama berolahraga adalah hal yang normal, namun jika Sobat mengalami keringat dingin disertai mual, maka gejala ini bisa menjadi salah satu gejala serangan jantung yang dapat menyebabkan jantung berhenti saat berolahraga.4

    Apa yang Harus Dilakukan?

    Sebelum berolahraga, pastikan apakah fasilitasi olahraga memiliki peralatan untuk kondisi gawat darurat saat terjadi henti jantung, seperti alat defibrilator otomatis atau automated external defibrillator (AED). Jangan lupa, pastikan ada petugas di tempat olahraga yang siaga dan menguasai peralatan tersebut. Selain petugas, Sobat sendiri diharapkan dapat mengetahui dan memahami tata cara melakukan bantuan hidup dasar yang merupakan tindakan pertolongan pertama saat seseorang mengalami henti jantung dan/atau henti napas. Bantuan ini terdiri dari tindakan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) berupa kompresi dada. Sebaiknya, sobat juga menguasai cara penggunaan alat-alat bantuan hidup dasar, yang tentunya berguna untuk membantu orang yang tidak sadarkan diri akibat serangan jantung. Jangan ragu untuk menanyakannya hal-hal ini kepada petugas di tempat olahraga.5

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    Selain itu, yang perlu dilakukan setiap orang adalah mengenali tubuhnya sendiri. Pertama, apakah memiliki riwayat penyakit jantung. Selain itu, perhatikan gaya hidup apakah sudah menjalankan gaya hidup yang sehat, seperti mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi, istirahat yang cukup, tidak meminum alkohol, serta mengonsumsi obat-obatan.5

    Produk Terkait: Panggil Dokter Jantung ke Rumah

    Itulah beberapa hal mengenai jantung berhenti saat berolahraga. Dengan mengetahui hal di atas, tentunya Sobat harus berolahraga secara bijak dan tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh sudah letih, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, perlu ditekankan, peristiwa henti jantung ini seharusnya tidak membuat Sobat ingin berhenti atau tidak sama sekali berolahraga. Perlu diingat, bagaimanapun juga olahraga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan dan dibutuhkan untuk membentuk imunitas tubuh yang kuat, terutama di masa pandemi ini. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai serangan jantung saat berolahraga dan penanganannya, serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kronologi Ricky Yacobi Meninggal Dunia di Senayan [Internet]. bola.okezone.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://bola.okezone.com/read/2020/11/21/49/2313555/kronologi-ricky-yacobi-meninggal-dunia-di-senayan
    2. Sebelum Meninggal, Dalang Ki Seno Nugroho Merasakan Sakit Saat Bersepeda [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2020/11/04/09444391/sebelum-meninggal-dalang-ki-seno-nugroho-merasakan-sakit-saat-bersepeda?page=all
    3. Apa Benar Olahraga Bisa Memicu Henti Jantung? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2018/04/04/095033220/apa-benar-olahraga-bisa-memicu-henti-jantung?page=all
    4. Kenali Tanda-tanda Awal Serangan Jantung saat Olahraga [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/kenali-tanda-tanda-awal-serangan-jantung-saat-olahraga-1srf0WbqQ1e
    5. Mengapa serangan jantung terjadi saat olahraga [Internet]. Beritagar.id. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/mengapa-serangan-jantung-terjadi-saat-olahraga
    Read More
  • Penyakit tumor otak adalah adanya massa atau pertumbuhan sel secara tidak normal di otak. Jenis tumor otak banyak dan beberapa dapat bersifat jinak, lainnya bersifat ganas sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak yang berakibat pada kematian. Tumor otak dibagi dua, yaitu tumor otak primer yang dimulai dari otak, dan tumor otak sekunder yang dimulai dari bagian tubuh yang lain lalu menyebar ke […]

    Penyakit Tumor Otak, dari Penyebab, Jenis, hingga Pencegahan

    Penyakit tumor otak adalah adanya massa atau pertumbuhan sel secara tidak normal di otak. Jenis tumor otak banyak dan beberapa dapat bersifat jinak, lainnya bersifat ganas sehingga dapat menyebabkan kerusakan otak yang berakibat pada kematian. Tumor otak dibagi dua, yaitu tumor otak primer yang dimulai dari otak, dan tumor otak sekunder yang dimulai dari bagian tubuh yang lain lalu menyebar ke otak. Pertumbuhan penyakit ini sangat bervariasi. Tingkat pertumbuhan serta lokasinya juga sangat mempengaruhi fungsi sistem saraf. Demikian juga pada pengobatannya.

    penyakit tumor otak

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penyebab Terjadinya Penyakit

    Tumor otak primer dimulai ketika sel normal mengalami mutasi pada DNA. Mutasi ini memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah dengan kecepatan tinggi dan terus hidup ketika sel sehat akan mati. Dari sinilah kemudian tercipta massa sel abnormal yang membentuk tumor. Sedangkan pada tumor otak sekunder biasanya menyerang pada orang-orang yang memiliki riwayat kanker. Tumor otak jenis ini jauh lebih umum terjadi daripada tumor otak primer. Beberapa kanker yang dapat menyebar ke otak dan menyebabkan tumor otak sekunder adalah kanker payudara, kanker usus besar, kanker ginjal, kanker paru-paru, dan melanoma.

    Jenis-jenis Tumor Otak

    Jenis-jenis tumor otak biasanya ada pada tumor otak primer, dan terdapat lebih dari 100 jenis. Namun, tumor otak yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut:

    Glioma

    Tumor ini berawal dari sel glial, yaitu sel yang membantu menjaga kesehatan saraf. Sel-sel ini yang paling sering menjadi ganas. Terdapat beberapa jenis glioma berdasarkan sel yang secara spesifik dijadikan sasaran. Astrositoma merupakan yang paling sering terjadi pada orang dewasa sedangkan glioblastoma adalah jenis tumor glial yang paling agresif.

    Meningioma

    Tumor otak jenis ini terbentuk di meninges, yaitu lapisan tipis jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Tumor ini tidak ganas tetapi dapat menimbulkan permasalahan karena sifatnya yang menekan otak.

    Schwannoma

    Tumor ini merusak lapisan pelindung sel saraf dan tidak ganas tapi sering menyebabkan gangguan pendengaran atau masalah keseimbangan.

    Adenoma Hipofisis

    Tumor yang satu ini terbentuk di kelenjar pituari yang terdapat di dasar otak. Kelenjar ini mempunyai fungsi penting dalam memproduksi hormon. Adenoma hipofisis tidak ganas dan tumbuh dengan lambat.

    Gejala-gejala Penyakit

    Gejala penyakit tumor otak berbeda-beda sesuai dengan jenis tumor dan keberadaannya dalam tubuh. Hal ini karena area otak yang berbeda mengontrol berbagai fungsi tubuh sehingga letak tumor memengaruhi gejala yang didapat. Beberapa tumor tidak memiliki gejala hingga membesar tetapi dapat memengaruhi kondisi kesehatan. Namun, ada beberapa tumor yang kemungkinan memiliki gejala yang berkembang perlahan.

    Baca Juga: 5 Perbedaan Tumor dan Kanker yang Perlu Sobat Ketahui

    Beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:

    • Sakit kepala yang tidak kunjung membaik jika diobati dengan obat sakit kepala biasa, dan biasanya lebih sering terjadi dari biasanya
    • Kejang terutama pada orang yang tidak memiliki riwayat kejang
    • Perubahan dalam bicara atau pendengaran
    • Perubahan dalam penglihatan seperti penglihatan yang kabur
    • Masalah keseimbangan
    • Masalah saat berjalan
    • Mati rasa atau kesemutan di lengan atau kaki
    • Masalah dengan memori
    • Kepribadian yang berubah
    • Ketidakmampuan untuk berkonsentrasi
    • Kelemahan di salah satu bagian tubuh
    • Muntah tanpa mengalami mual di pagi hari

    Meskipun begitu, gejala yang terjadi tergantung pada situasi dan kondisi. Oleh karena itu, segra konsultasikan ke dokter mengenai gejala-gejala diatas.

    Selain gejala-gejala umum di atas juga terdapat gejala-gejala lain sebagai berikut:

    • keluarnya cairan dari puting susu atau galaktorea
    • kurangnya menstruasi pada wanita
    • perkembangan jaringan payudara pada pria, atau ginekomastia
    • pembesaran tangan dan kaki
    • kepekaan terhadap panas atau dingin
    • peningkatan jumlah rambut tubuh, atau hirsutisme
    • tekanan darah rendah
    • kegemukan

    Faktor Risiko Tumor

    Faktor-faktor risiko yang dapat memengaruhi meningkatnya penyakit ini adalah sebagai berikut:

    Sejarah Penyakit dalam Keluarga

    Hanya sekitar 5-10% tumor diturunkan secara genetik atau turun-temurun. Tumor otak merupakan penyakit yang tidak membawa sifat genetik. Setelah mengetahui siapa saja di keluarga yang pernah punya riwayat tumor otak hendaknya konsultasikan kepada dokter, dan dokter akan merekomendasikan seorang konselor genetik untuk membantu memahami informasi mengenai penyakit yang diderita secara genetik.

    Usia

    Usia merupakan faktor risiko seseorang dapat menderita tumor otak karena beberapa jenis tumor ini malah dapat meningkat seiring bertambahnya usia.

    Ras

    Faktor ras juga mempengaruhi, dan biasanya secara umum lebih sering terjadi pada orang Kaukasia daripada ras-ras lain seperti Mongoloid di Asia.

    Terpapar bahan kimia

    Risiko tumor otak juga terjadi karena terpapar bahan kimia yang memang mengandung zat-zat kimia yang dapat memengaruhi otak.

    Terpapar radiasi

    Radiasi yang diakibatkan oleh ledakan nuklir dapat meningkatkan faktor risiko tumor otak. Selain radiasi dari ledakan nuklir terapi kanker radiasi tinggi juga mempengaruhi karena dapat menghasilkan radiasi pengion, dan risikonya cukup tinggi.

    Tidak Pernah Terkena Cacar Air

    Menurut American Brain Tumor Association, orang dengan riwayat cacar air pada masa kanak-kanak memiliki risiko yang lebih rendah terkena tumor otak daripada yang tidak.

    Penanganan

    Penanganan pada penyakit tumor otak bergantung pada sejumlah faktor seperti jenis, lokasi, dan ukuran tumor, serta usia pasien dan kesehatan umum. Metode untuk orang dewasa dan anak-anak juga berbeda. Penanganan dapat melalui pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi.

    Operasi

    Tindakan ini adalah yang paling umum dilakukan untuk menangani sebagian besar tumor otak. Ahli bedah saraf akan membuat lubang di tengkorak supaya tumor dapat diangkat, dan dinamakan dengan kraniotomi. Dalam hal ini dokter akan berupaya semampunya mengangkat tumor yang ada. Namun, jika hanya sebagian yang mampu diangkat, pengobatan dilanjutkan  dengan terapi radiasi atau kemoterapi. Apabila tumor tidak dapat diangkat, dokter akan melakukan biopsi menggunakan jarum melalui CT scan dan MRI untuk menentukan lokasi tumor.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Terapi radiasi

    Penanganan kedua adalah melalui terapi radiasi atau radioterapi yang menggunakan sinar berkekuatan tinggi untuk merusak sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Biasanya terapi radiasi digunakan untuk menghancurkan tumor yang tidak dapat diangkat atau tidak memungkinkan dengan pembedahan. Terapi ini terdiri dari dua cara, yaitu eksternal dan implan. Selain dengan radiasi, penanganan juga menggunakan gamma knife atau pisau gamma, yaitu dengan teknik radiasi dosis tinggi tunggal yang focus dan tepat ke sasaran.

    Kemoterapi

    Kemoterapi adalah cara terakhir dalam penanganan tumor otak. Cara ini dilakukan dengan penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker atau tumor. Obat yang digunakan dapat satu atau kombinasi, dan diberikan dengan dikonsumsi langsung ke dalam mulut atau melalui suntikan ke pembuluh darah atau otot.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Pencegahan

    Pencegahan untuk menurunkan risiko terjadinya tumor otak tidak ada yang terlalu spesifik. Berikut  adalah tindakan yang secara umum dapat membantu mencegah terkena tumor:

    • Menjalani dan mempertahankan gaya hidup sehat
    • Istirahat yang cukup
    • Menjalankan diet seimbang
    • Masukkan makanan kaya antioksidan dalam setiap menu
    • Pertahankan berat badan optimal
    • Hindari makanan olahan
    • Tidak merokok sama sekali atau jika merokok usahakan berhenti
    • Jalani pemeriksaan medis sesuai rekomendasi

    Itulah Sobat mengenai penyakit tumor otak yang cukup berbahaya jika tidak segera ditangani karena akan menimbulkan berbagai komplikasi seperti timbulnya cairan di otak (hidrosefalus), pembengkakan otak, dan gangguan pada saraf. Penanganan dan pencegahan yang tepat akan mampu meminimalkan risiko yang ada. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tumor otak dan produk-produk kesehatan yang berkaitan untuk penanganan dan pencegahan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Brain tumor – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/brain-tumor/symptoms-causes/syc-20350084
    2. Brain Tumor: Types, Risk Factors, and Symptoms [Internet]. Healthline. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/brain-tumor#risk-factors
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Brain Tumor [Internet]. WebMD. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-tumors-in-adults#1
    4. Brain Tumor Treatment [Internet]. ucsfhealth.org. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.ucsfhealth.org/conditions/brain-tumor/treatment
    5. Brain Tumor: Causes, Symptoms,Treatments and Prevention – Medlife Blog: Health and Wellness Tips [Internet]. Medlife.com. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.medlife.com/blog/brain-tumor-causes-symptoms-treatments-prevention/#what-causes-brain-tumor
    Read More
  • Gangguan tiroid adalah penyakit yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid yang mengalir ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan berbagai cara termasuk pembakaran kalori dan kecepatan denyut nadi. Bila terjadi gangguan pada kelenjar ini, jumlah hormon yang dihasilkan menjadi […]

    Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Gangguan tiroid adalah penyakit yang menyerang tiroid, yaitu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu yang berada di pangkal leher tepatnya di bawah jakun. Kelenjar ini membuat hormon tiroid yang mengalir ke seluruh tubuh melalui darah. Hormon ini berfungsi mengatur metabolisme tubuh dengan berbagai cara termasuk pembakaran kalori dan kecepatan denyut nadi. Bila terjadi gangguan pada kelenjar ini, jumlah hormon yang dihasilkan menjadi tidak normal, dan energi yang dihasilkan menjadi terlalu cepat. Keadaan ini disebut dengan hipertiroidisme, dan akan membuat Sobat menjadi cepat lelah saat beraktivitas yang ditandai dengan jantung berdetak lebih cepat dari biasanya, dan tubuh dapat mengalami penurunan berat badan yang cepat tanpa olahraga atau diet. Lalu, kebalikan dari hipertiroidisme adalah hipotirodisme, yaitu tubuh memiliki sedikit hormon tiroid yang menyebabkan Sobat merasa lelah, berat badan bertambah, dan tidak kuat pada suhu tertentu terutama suhu dingin.

    gangguan tiroid

    Baca Juga: Sudah Olahraga Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Apa Penyebab Penyakit ini?

    Mengenai penyebab penyakit ini digolongkan menjadi dua, yaitu pada hipertiroidisme dan hipotirodisme. Seperti yang sudah diketahui penyebab utama hipertirodisme adalah produksi hormon tiroid yang berlebihan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hipotiroidisme adalah sebagai berikut:

    • Grave diseases atau penyakit grave, yaitu kondisi yang menyebabkan produksi hormon tiroid terlalu banyak
    • Adenoma toksik, yaitu nodul atau benjolan yang berkembang di kelenjar tiroid, dan mengeluarkan hormon. Nodul ini menganggu keseimbangan kimiawi tubuh, dan salah satu contohnya adalah penyakit gondok.
    • Tiroditis sub-akut, yaitu peradangan tiroid yang menyebabkan kelenjar kelebihan hormon sehingga mengakibatkan hipertiroidisme. Penyakit ini dapat terjadi selama berbulan-bulan.
    • Malfungsi kelenjar hipofisis atau pertumbuhan kanker di kelenjar tiroid, penyebab yang satu ini agak jarak, tetapi tidak menutup kemungkinan hipertiroidisme berasal dari sini.

    Sedangkan untuk hipotiroidisme dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

    • Tiroditis Hashimoto, yaitu kelainan autoimun yang menyebabkan tubuh menyerang jaringan tiroid. Jaringan itu akhirnya mati, dan berhenti memproduksi hormon.
    • Pengangkatan kelenjar tiroid yang terjadi melalui operasi atau yang dihancurkan secara kimiawi
    • Terpapar iodida dalam jumlah yang berlebihan akibat dari penggunaan beberapa obat dan konsumsi pewarna makanan tertentu yang tinggi yodium
    • Penggunaan litium yang digunakan sebagai obat untuk gangguan mental

    Seperti Apa Saja Gejalanya?

    Gejala-gejala terkena gangguan tiroid ini adalah sebagai berikut:

    Hipertiroidisme

    • Mengalami kecemasan, lekas marah, dan gugup
    • Kesulitan tidur
    • Penurunan berat badan
    • Memiliki kelenjar tiroid yang membesar atau gondok
    • Mengalami kelemahan otot dan tremor
    • Mengalami menstruasi tidak teratur atau siklus menstruasi terhenti.
    • Merasa sensitif terhadap panas
    • Mengalami masalah penglihatan atau iritasi mata

    Hipotirodisme

    • Merasa lelah
    • Penambahan erat badan
    • Pikun
    • Memiliki periode menstruasi yang sering dan berat
    • Memiliki rambut kering dan kasar.
    • Memiliki suara yang parau.
    • Mengalami intoleransi terhadap suhu dingin

    Siapa Saja yang Dapat Terkena?

    Penyakit atau gangguan ini dapat menyerang siapa saja, baik itu orang dewasa (lelaki dan perempuan) maupun anak-anak. Namun setelah diteliti perempuan lebih banyak mengidap penyakit ini. Sebanyak 1 dari 8 perempuan mengalaminya sepanjang hidup mereka. Gangguan yang dialami perempuan akibat penyakit ini adalah sebagai berikut:

    • Permasalahan pada periode menstruasi
    • Sulit hamil
    • Permasalahan saat kehamilan

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Penyakit tiroid, terutama hipertiroidisme dapat terjadi saat lahir atau bertambahnya usia. Sobat kemungkinan besar dapat mengalami kelainan tiroid jika memiliki faktor risiko  berikut:

    • Memiliiki riwayat penyakit tiroid dalam keluarga
    • Memiliki kondisi kesehatan sepertianemia pernisiosa, diabetes tipe 1, insufiensi adrenal primer, lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjörgen, dan sindrom Turner
    • Meminum obat dengan kandungan tinggi yodium seperti amiodarone
    • Berusia 60 tahun ke atas terutama pada wanita
    • Pernah menjalani pengobatan untuk gangguan pada tiroid atau kanker

    Bagaimana dengan Penanganannya?

    Segera konsultasikan keluhan Sobat ke dokter. Dokter kemudian akan melakukan beberapa metode melalui beberapa pemeriksaan fisik untuk mendeteksi benjolan pada tiroid. Selain menggunakan pemeriksaan fisik, metode yang juga digunakan adalah USG, CT scan  atau MRI. Setelah nodul atau benjolan terdeteksi, terdapat prosedur lain yang spesifik digunakan seperti tes hormon tiroid (TSH) dan pemindaian tiroid untuk memeriksa adanya hipertiroidisme atau hipotirodisme. Biopsi aspirasi jarum halus juga dapat digunakan untuk mengambil sampel sel dari nodul untuk menentukan apakah nodul mengandung kanker atau tidak.

    Produk Terkait: Cek Hormon Tiroid

    Nodul tiroid yang jinak biasanya tidak mengancam jiwa, sehingga tidak memerlukan pengobatan. Bila nodul tidak hilang, dokter akan merekomendasikan penggunaan yodium radioaktif untuk mengecilkan nodul jika tumbuh besar. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mengangkat tiroid melalui operasi. Selain itu, terapi radiasi dan kemotrapi digunakan bila kanker yang dapat terjadi akibat kelainan pada tiroid sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain.

    Apakah Gangguan ini Dapat Dicegah?

    Tentu saja dapat. Ada beberapa cara yang dapat digunakan supaya terhindar dari penyakit ini, yaitu:

    Hindari makanan olahan

    Makanan olahan mengandung bahan kimia yang dapat mengubah produksi hormon tiroid, dan  berpotensi terkena gangguan

    Konsumsi Makanan Bernutrisi

    Konsumsi makanan-makanan yang bernutrisi seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan beberapa kacang-kacangan tertentu. Utamakan juga konsumsi yang mengandung protein tanpa lemak seperti ikan dan kacang-kacangan.

    Kurangi Lemak Jenuh dan Tetap Konsumsi Karbohidrat Kompleks

    Kurangi lemak jenuh yang berpotensi menimbulkan penyakit jantung atau kanker. Lemak ini biasanya berasal dari produk hewani seperti daging dan keju dan lemak trans yang terdapat pada minyak terhidrogenasi pada makanan olahan dan margarin. Gunakan lemak membantu menurunkan kolestrol seperti minyak nabati dan lemak omega-3.

    Tingkatkan Konsumsi Serat

    Serat dapat membantu meningkatkan pencernaan. Usahakan untuk mengonsumsi makanan alami yang kaya akan serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Kaplet Suplemen Sayur dan Buah

    Batasi atau Berhenti merokok

    Merokok dapat mengeluarkan racun yang membuat kelenjar tiroid menjadi terlalu sensitif

    Kurangi stres

    Stres merupakan salah satu penyebab utama berbagai gangguan kesehatan termasuk penyakit tiroid. Sobat dapat melakukan relaksasi atau rutin berolahraga untuk mengurangi stres.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan 10 Tes Kesehatan Pranikah untuk Anda dan Pasangan

    Nah, sekian mengenai gangguan tiroid mulai dari penyebab hingga penanganan. Gangguan ini kenyataannya tidak dapat dianggap remeh karena dapat menyebabkan komplikasi kedepannya. Penting bagi Sobat untuk tetap menjalankan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam mengenai gangguan tiroid dan produk-produk kesehatan yang berkaitan terutama pada penanganan penyakit ini  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Thyroid disease | Womenshealth.gov [Internet]. womenshealth.gov. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/thyroid-disease
    2. Thyroid Disease: Causes, Symptoms, Risk Factors, Testing & Treatment [Internet]. Cleveland Clinic. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease#:~:text=Thyroid%20disease%20is%20a%20general,This%20is%20called%20h
    3. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Thyroid Problems — Symptoms, Causes, and Diagnosis [Internet]. WebMD. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/understanding-thyroid-problems-basics#1
    4. Common Thyroid Gland Diseases and Problems to Watch For [Internet]. Healthline. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/common-thyroid-disorders#thyroid-conditions-in-children
    5. Thyroid Disorder | Types, Symptoms, Causes & Prevention [Internet]. Indus Health Plus. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.indushealthplus.com/thyroid-symptoms-causes-types-prevention.html
    6. Publishing H. Healthy eating for a healthy thyroid – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 18 November 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/healthy-eating-for-a-healty-thyroid
    Read More
  • Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah salah satu penyakit paru-paru kronis yang menyerang 65 juta orang di seluruh dunia dalam tingkat keparahan yang cukup berat. Lebih dari 3 juta orang meninggal setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian kelima terbesar di dunia. Pada 2030, WHO memprediksi penyakit ini akan menjadi penyakit ketiga terbesar penyebab kematian […]

    Tips Penderita PPOK Menghadapi Covid-19

    Penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK adalah salah satu penyakit paru-paru kronis yang menyerang 65 juta orang di seluruh dunia dalam tingkat keparahan yang cukup berat. Lebih dari 3 juta orang meninggal setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian kelima terbesar di dunia. Pada 2030, WHO memprediksi penyakit ini akan menjadi penyakit ketiga terbesar penyebab kematian di dunia. Di Indonesia, PPOK mempunyai jumlah kematian sebesar 60%, dan merupakan 4 penyakit tidak menular utama. Prevalensinya sebesar 3,7%. Penyebab utama dari penyakit ini adalah merokok, dan Indonesia termasuk negara dengan perokok tertinggi di dunia.

    penderita ppok

    Baca Juga: Segala Hal Tentang PPOK

    Ketika Covid-19 melanda seluruh dunia sejak awal 2020, tentu mereka yang menderita PPOK menjadi perhatian besar mengingat penderita penyakit ini sangat rawan terkena Covid-19 oleh karena sama-sama menyangkut pernapasan, cadangan udara dalam paru-paru yang buruk dan peningkatan reseptor ACE2 sebagai pintu masuk yang mudah untuk Covid-19 di saluran udara yang kecil. Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam European Respiratory Journal, pada awal pandemi Covid-19 merebak di Cina, penderita virus adalah mereka yang punya riwayat menderita PPOK sebesar 13,6%, dan kebanyakan pada orang dewasa berusia di atas 40 tahun.

    Mereka yang menderita PPOK tentu saja khawatir karena tidak mau terkena penyakit lain selain yang diderita saat ini. Lalu bagaimana caranya supaya penderita PPOK tidak terpapar virus? Berikut ini adalah tips-tipsnya.

    Tips Penderita PPOK Terhindar dari COVID-19

    Menjalankan Protokol Kesehatan

    Protokol kesehatan amatlah penting sebagai cara pertama bagi pengidap PPOK terhindar dari Covid-19. Protokol-protokol itu adalah tindakan 3 M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain 3 M adalah jangan lupa menyemprot permukaan benda yang disentuh dengan desinfektan dan usahakan tetap berada di dalam rumah agar tidak terkena virus.

    Tetap Lakukan Pengobatan

    Apabila Sobat adalah salah satu penderita PPOK hendaknya tetap berobat secara teratur dan. tidak boleh berhenti. Beli dan pesan obat secara online untuk menghindari terpapar Covid-19, dan juga manfaatkan layanan kesehatan ke rumah jika situasi untuk berobat langsung tidak memungkinkan. Hal ini perlu supaya penanganan terhadap penyakit benar-benar efektif dan tidak menjadi hal yang sangat parah sehingga tidak bisa ditangani. Jangan lupa juga untuk selalu menyediakan obat-obatan sampai 90 hari ke depan.

    Baca Juga: Tips Aman dari Corona Saat Belanja Online

    Terapi Nebulisasi di Rumah

    Selain meminum obat dengan benar untuk mengendalikan PPOK, terapi nebulisasi tetap bisa dilakukan di rumah karena cara ini adalah yang aman dan efektif selama pandemi. Hal ini karena banyak penderita merasa khawatir dengan obat yang diresepkan atau pengiriman yang belum tentu aman.

    Lakukan Pola Makan yang Benar

    Melakukan pola makan yang benar adalah hal yang sangat dianjurkan karena hal tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebagai modal untuk melawan Covid-19 yang masih terus dikembangkan vaksin pencegahannya. Konsumsilah makanan dan minuman dengan gizi yang sehat dan seimbang, konsumsi vitamin dan suplemen, serta jangan lupa untuk memperbanyak istirahat.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Jaga Kesehatan Emosional

    Dalam hal ini Sobat jangan sampai stres sebab stres hanya akan memperparah kondisi kesehatan dan meningkatkan kecemasan. Cobalah untuk berpikir tenang dan rileks, jauhkan diri dari media sosial yang memuat berita-berita yang semakin menambah kecemasan, lakukan aktivitas yang menyenangkan, dan jangan lupa konsultasi kepada psikolog jika memerlukan bantuan dalam mengelola stres dan memerangi depresi.

    Lakukan Latihan Fisik Secara Teratur

    Latihan fisik yang teratur tetap harus dilakukan meskipun harus melihat beberapa hal supaya tidak terjadi sesak napas, dan harus dengan persetujuan dokter. Adapun olahraga yang dianjurkan adalah olahraga ringan seperti latihan pernapasan, yoga, dan naik turun tangga selama minimal 30 menit tiga kali seminggu.

    Apa yang Dapat Sobat Lakukan Sebagai Pengidap PPOK Jika Terkonfirmasi Positif Covid-19?

    Apabila Sobat merasa terkena atau terkonfirmasi positif Covid-19, segera lakukan isolasi diri di rumah supaya anggota keluarga yang lain tidak tertular. Ketika hendak menggunakan nebulizer usahakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah, dan gunakan di area yang meminimalkan potensi paparan tetesan aerosol ke anggota lain di dalam rumah seperti teras luar ruangan atau ruangan yang udaranya tidak bersikulasi ulang, dan pastikan tidak ada orang yang masuk selama 1-2 jam supaya tidak terpapar tetesan yang dibawa udara. Kemudian bersihkan dan semprot dengan desinfektan nebulizer yang sudah dipakai tersebut. Apabila PPOK menjadi parah karena terinfeksi Covid-19 yang ditandai dengan gejala-gejala seperti kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan di dada, adanya semburat kebiruan pada bibir dan wajah, segera cari perawatan darurat dengan menghubungi layanan kesehatan terdekat.

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Supaya tips-tips pencegahan ini berjalan maksimal, jangan lupa juga untuk melakukan pencegahan yang sangat efektif, yaitu vaksinasi pneumokokus. Vaksinasi ini bisa Sobat dapatkan di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah supaya Sobat terhindar dari paparan Covid-19. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Layly Firdausi N. Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) di Indonesia. Airlangga University; 2020
    2. Leung J, Niikura M, Yang C, Sin D. COVID-19 and COPD. European Respiratory Journal. 2020;56(2):2002108
    3. Maintaining Control of COPD During the COVID-19 Pandemic | American Lung Association [Internet]. Lung.org. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://www.lung.org/blog/control-copd-during-covid-19-pandemic
    4. Living with COPD Throughout the COVID-19 Pandemic [Internet]. Relevar Home Care. 2020 [cited 19 November 2020]. Available from: https://relevar.com/living-with-copd-throughout-covid-19-pandemic/
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja