Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 111–120 of 1086 results

  • Sahabat Sehat, perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat Sahabat Sehat perlu mewaspadai penyakit demam berdarah. Demam berdarah biasanya muncul menjelang pergantian musim dan seringkali menyebabkan kejadian luar biasa di beberapa daerah. Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes […]

    Wajib Tahu! Kenali Fase Demam Berdarah dan Penanganannya

    Sahabat Sehat, perubahan cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini membuat Sahabat Sehat perlu mewaspadai penyakit demam berdarah. Demam berdarah biasanya muncul menjelang pergantian musim dan seringkali menyebabkan kejadian luar biasa di beberapa daerah.

    fase demam berdarah

    Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya

    Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, ditandai dengan demam tinggi hingga 400 Celcius yang dapat berlangsung selama 2-7 hari. Nah, Sahabat Sehat mari kenali fase demam berdarah agar lebih waspada di rumah.

    Fase Demam Berdarah

    Fase Demam

    Fase pertama pada penyakit demam berdarah diawali dengan demam tinggi hingga mencapai 39-400 Celcius dan dapat disertai dengan keluhan lain seperti mual, muntah, nyeri sendi, sakit kepala serta muncul ruam kemerahan di kulit. Fase demam dapat berlangsung di hari pertama hingga hari ketiga setelah terinfeksi virus dengue.

    Fase Kritis

    Fase kritis berlangsung pada hari ketiga hingga hari kelima setelah terinfeksi virus dengue. Sahabat Sehat perlu waspada sebab kondisi cenderung terlihat membaik namun pada fase ini juga dapat terjadi kebocoran plasma yang ditandai dengan muntah secara terus-menerus, mimisan, pembesaran organ hati atau nyeri perut yang tidak tertahankan.

    Fase Penyembuhan

    Fase penyembuhan umumnya terjadi pada 5-7 hari setelah terinfeksi virus dengue. Pada fase ini demam sudah turun namun terkadang dapat kembali mengalami demam meski tidak setinggi sebelumnya, sehingga fase penyembuhan diibaratkan menyerupai pelana kuda.

    Selain itu pada fase penyembuhan, terlihat ruam merah yang hampir merata di seluruh tubuh (disebut convalescence rash) dan dapat hilang dengan sendirinya.

    Penanganan Demam Berdarah

    Sahabat Sehat, ketiga fase demam berdarah tersebut dapat ditangani sebagai berikut :

    Fase Demam

    Pada fase demam, penanganannya cukup sederhana yaitu dengan minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi yang dapat membuat tubuh menjadi lemah. Sahabat Sehat sebaiknya mengkonsumsi air putih sebanyak 2,5 liter dan minum obat penurun demam sesuai anjuran dokter.

    Fase Kritis

    Pada fase kritis, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan darah di laboratorium untuk mengetahui kondisi tubuh lebih lanjut.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Penanganan pada fase kritis dapat dilakukan di rumah sakit untuk menstabilkan tubuh dan mencegah komplikasi akibat demam berdarah seperti kekurangan cairan tubuh, kebocoran pembuluh darah yang berujung pada pendarahan hebat, kerusakan organ hingga kematian.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Demam Setelah Divaksin Covid-19

    Fase Penyembuhan

    Penanganan pada fase penyembuhan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi air putih yang cukup, makanan tinggi protein, buah dan sayur, serta beristirahat yang cukup.

    Nah, itulah fase demam berdarah dan penanganannya yang perlu Sahabat Sehat ketahui sehingga membantu Sahabat Sehat dalam menangani demam berdarah.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Saat Anak Demam

    Apabila Sahabat Sehat mengalami keluhan selama di rumah, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi secara online dengan dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Kenali Fase Demam Berdarah (DBD) dan Cara Penanganannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/01/29/180100268/kenali-fase-demam-berdarah-dbd-dan-cara-penanganannya?page=all
    2. Media K. Pentingnya Gerakan 3M untuk Cegah Demam Berdarah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 22 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/02/05/133100368/pentingnya-gerakan-3m-untuk-cegah-demam-berdarah?page=all
    3. Penanganan Demam Berdarah sesuai dengan Fase DBD [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 22 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191024150235-255-442553/penanganan-demam-berdarah-sesuai-dengan-fase-dbd

     

    Read More
  • Si kecil sudah mulai puasa setengah hari? Wah, pasti puasa pertamanya akan menjadi tantangan bukan hanya untuk dirinya, namun juga Anda. Sebagai orangtua, tentu kita merasa bahagia dan bangga apabila anak sudah menunjukkan niat untuk mulai puasa. Entah itu diiming-imingi hadiah saat Lebaran atau karena keinginan sendiri. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk si […]

    Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Si kecil sudah mulai puasa setengah hari? Wah, pasti puasa pertamanya akan menjadi tantangan bukan hanya untuk dirinya, namun juga Anda. Sebagai orangtua, tentu kita merasa bahagia dan bangga apabila anak sudah menunjukkan niat untuk mulai puasa.

    Entah itu diiming-imingi hadiah saat Lebaran atau karena keinginan sendiri. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk si kecil mulai puasa ya?

    Baca Juga: 7 Barang Penting Selama Bulan Ramadan Saat Pandemi Covid-19

    puasa setengah hari

    Kapan waktu yang tepat untuk si kecil mulai puasa setengah hari?

    Persepsi setiap orangtua mungkin berbeda-beda mengenai usia berapa puasa untuk anak dimulai. Anda bisa mengajarkan mereka untuk berpuasa sejak TK dan bisa dimulai dengan puasa setengah hari.

    Di Islam sendiri, sebenarnya diperbolehkan untuk anak-anak berpuasa hingga pukul 12 siang atau setelah azan zuhur berkumandang karena masih dalam masa latihan.

    Puasa atau shaum (bahasa Arab) itu sendiri artinya adalah menahan atau mencegah, yakni menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang buruk, untuk meningkatkan ketakwaan.

    Walaupun puasa untuk anak sendiri belum menjadi kewajiban, namun tentunya Anda ingin mendidik anak untuk mempelajari esensi berpuasa secara dini, sekaligus melatih mereka agar bila tiba saatnya nanti mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Pastinya akan ada banyak kelucuan dan kenangan yang terjadi menyaksikan si kecil mulai berpuasa pertama kali.

    Apakah kondisi tubuh anak sudah mumpuni untuk puasa?

    Kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa. Ajaran di Islam sendiri memberikan kewajiban berpuasa pada mereka yang sudah melewati masa balig.

    Dan kondisi balig pada anak adalah ketika mereka sudah disunat dan mengalami mimpi basah. Mengingat banyak anak belum mengalami mimpi seperti itu, maka kewajiban berpuasa belum menjadi miliknya. Untuk itu diperbolehkan puasa setengah hari yang juga dilatarbelakangi oleh kondisi tubuhnya.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Pada orang dewasa, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh digunakan untuk menjalankan proses metabolisme sehari-hari sesuai aktivitas.

    Saat berpuasa terjadi penurunan kadar gula darah dan membuat tubuh harus menggunakan cadangan lemak yang tersimpan dalam tubuh. Pada anak, nutrisi dan kadar gula darah tetap diperlukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak.

    Karena itu memang beralasan bahwa puasa penuh baru dianjurkan pada anak yang sudah mencapai usia akil baliq (pubertas).

    Kalau begitu bagaimana dengan anak yang lebih kecil? Hingga saat ini belum banyak penelitian mengenai pengaruh berpuasa pada anak, terutama dalam hal kesehatan dan tumbuh kembang, sehingga kita harus sangat cermat mempertimbangkan kondisi dan keterbatasan kemampuan anak.

    Mengapa si kecil harus melalui puasa setengah hari sebelum puasa sehari penuh?

    Karena tubuhnya memerlukan adaptasi, mengingat keadaan stabil di dalam tubuh kita  memungkinkan kita melakukan berbagai kegiatan sehari-hari, terjaga karena adanya glukosa. Glukosa sendiri menjadi sumber energi terbaik bagi otak, hati, otot, sel darah merah, dan sel lemak.

    Mengingat otak dan sel darah merah tidak dapat memproduksi glukosa sendiri, untuk itu semua bergantung pada kadar gula darah dalam tubuh yang dipertahankan dengan mengonsumsi makanan.

    Makanan yang kita konsumsi dapat mempertahankan kadar gula darah dalam tubuh sampai empat jam. Jadi, jika seorang anak, misalnya, makan pagi pada pukul 06.00,  kadar gula darah dalam tubuhnya bisa bertahan sampai pukul 10.00.

    Setelah rentang waktu empat jam, untuk mempertahankan kadar gula darah, tubuh akan mulai memecah cadangan glukosa yang terutama disimpan di hati dan otot, yang disebut glikogen.

    Enam belas jam setelah mengonsumsi makanan, atau yang disebut fase kelaparan dini, glukosa tidak lagi diambil tubuh dari cadangan yang disimpan di hati dan otot. Pada fase ini, sumber energi dapat berasal dari pemecahan lemak (keton) dan protein. Jika fase kelaparan berlangsung lama atau kronis,  dapat terjadi gangguan tumbuh-kembang pada anak.

    Puasa biasanya dilakukan mulai sesaat sebelum matahari terbit (Imsak) sampai matahari terbenam (Magrib). Di negara tropis seperti Indonesia, di mana rentang waktu siang dan malam hampir sama, lama waktu berpuasa kurang-lebih 12 jam setiap harinya.

    Artinya, anak sudah selesai berpuasa sebelum mencapai fase kelaparan dini. Jika anak dalam kondisi sehat, seharusnya ia tidak akan mengalami gangguan tumbuh-kembang walaupun berpuasa 12 jam.

    Walaupun begitu, anak-anak yang puasa setengah hari harus segera mengganti cadangan makanan  yang habis saat puasa selama 7 jam.

    Dan sebagai orang tua yang baik, Anda harus memperhatikan dengan baik kebutuhan nutrisinya. Untuk itu di saat sahur, Anda harus memberinya suplemen daya tahan tubuh, selain tentunya makanan yang bergizi seimbang. 

    Ketika berbuka, hadiahi mereka dengan Vitamin C yang selain segar, dapat membantu kebugaran tubuhnya. Dengan hal ini, walaupun anak berpuasa setengah hari, ia tidak akan gampang sakit.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Jangan lupa bahwa pada anak, bukan puasanya yang menjadi tujuan Anda sebagai orang tua, melainkan makna puasa tersebut untuk memperkenalkannya pada ajaran agama.

    Produk Terkait:

    1. Scott’s Emulsion Vita

    Produk ini dapat menjadi bekal si kecil puasa setengah hari. Asupan harian ekstra lezat ini merupakan campuran dari minyak hati ikan kod dan rasa jeruk yang disukai anak-anak serta tidak lupa pastinya kandungan penting yang akan membantu tumbuh kembang si kecil lebih sempurna lagi, mulai dari Vitamin A, Vitamin D dan Kalsium, belum lagi khasiat sari jeruk.

    Vitamin A sudah terbukti mendukung fungsi kekebalan tubuh serta penglihatan yang cemerlang. Sedangkan Vitamin D menjaga kesehatan tulang dan gigi, serta membantu fungsi kekebalan tubuh.

    Kalsium juga membantu pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Beri si kecil Scott’s Emulsion Vita ini setiap hari untuk melindungi tubuhnya dari gejala penyakit yang bisa saja menyerang saat ia berpuasa.

    2. Stimuno

    Suplemen daya tahan tubuh ini dapat membantu tubuh untuk merangsang produksi pertahanan tubuh, atau sistem imunitas dan mengaktifkannya agar dapat bekerja lebih optimal.

    Produk ini juga tersedia untuk anak Anda yang sedang belajar puasa setengah hari. Dengan begitu si kecil terhindar dari serangan virus, kuman atau bakteri ketika tubuhnya sedang berpuasa.

    Ekstrak tanaman Phyllanthus niruri yang terkandung dalam Stimuno sudah terbukti dapat bekerja dengan optimal dalam merangsang tubuh dalam produksi antibodi.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan puasa untuk si Kecil, dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang. Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya. Penularan influenza terjadi melalui […]

    Pentingnya Vaksin Flu Bagi Masyarakat

    Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang.

    vaksin flu bagi masyarakat

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya.

    Penularan influenza terjadi melalui udara ataupun kontak fisik dengan penderita sebelumnya. Jika kamu telah terserang influenza, kamu akan mengalami beberapa gejala seperti batuk, lemas, nyeri pada tenggorokan, demam, mual, jantung berdebar, suara serak, dan sakit kepala.

    Dalam upaya pencegahan terserang influenza, dokter menyarankan Sahabat melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi tersebut memiliki 2 jenis umum yang perlu kamu ketahui.

    Jenis tersebut, yaitu trivalen dan quadrivalen. Vaksin trivalen, yaitu vaksin yang memiliki kandungan dua galur virus influenza jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta galur jenis B. Sedangkan untuk vaksinasi quadrivalen memiliki kandungan masing-masing dua galur pada jenis A dan jenis B.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen Atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Vaksinasi trivalen merupakan vaksinasi yang diberikan melalui suntikan dan dikhususkan untuk orang yang berumur lebih dari 65 tahun.

    Selain itu pembuatan virus ini dilakukan dengan menanamkan virus pada telur dan diberikan kepada seseorang yang berumur 18 sampai 64 tahun dengan dosisi normal. Sedangkan vaksinasi quadrivalen hanya diberikan kepada seseorang pada rentan usia tertentu.

    Umumnya vaksinasi influenza untuk anak berusia 4 tahun ke atas menggunakan vaksin tersebut dengan disuntikkan ke kulit, bukan pada otot seperti umumnya suntik vaksin. Suntik vaksin jenis ini juga bisa diberikan kepada seseorang yang berumur 18 tahun sampai 64 tahun seperti halnya vaksinasi trivalent.

    Vaksin influenza bekerja dengan membentuk antibodi setelah dua minggu penyuntikkan. Dengan memberikan vaksin tersebut, maka kamu telah melakukan upaya pencegahan dengan membentuk proteksi pada tubuh. Vaksinasi influenza ini dapat diberikan kepada siapa pun.

    Namun sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang berusia 6 bulan sampai berusia 5 tahun, ibu hamil, orang berumur 64 tahun ke atas, pekerja medis yang rentan terkena penyakit akibat profesinya, dan orang yang memiliki penyakit kronis sehingga memiliki resiko lebih tinggi untuk terjangkit penularan influenza.

    Dosis masing orang tertentu berbeda tergantung pada kebutuhan tubuh. Agar lebih aman, sebaiknya kamu melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum suntik vaksin influenza.

    Seperti halnya pemberian obat, tentu vaksinasi juga memberikan reaksi pasca vaksinasi tertentu. Reaksi yang dirasakan setelah suntik vaksin tersebut antara lain: adanya bengkak pada area yang disuntik, merasa demam, nyeri dan merah serta terkadang bengkak di area yang disuntik.

    Reaksi ini bersifat ringan dan tidak akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan sebab beberapa hari kemudian kamu akan kembali sehat. Namun, jika demikian parah, segera hubungi dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Setelah mengetahui betapa penting vaksinasi influenza terutama pada musim pancaroba, maka sangat dianjurkan kepada masyarakat untuk melakukan hal tersebut. Bagaimanapun, mencegah adalah investasi kesehatan terbesar dibandingkan mengobati.

    Seperti yang telah dijelaskan pula, jangan lupa untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan vaksinasi influenza.

    Sebab setiap orang memiliki dosis yang berbeda-beda. Selain itu, jika reaksi pasca vaksinasi yang kamu rasakan berkepanjangan atau tak kunjung sembuh, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera ditangani dengan baik.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Yuk, Sahabat segera vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Demam biasa dan demam berdarah tentu sudah sering Sobat Sehat mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak masyarakat yang salah kaprah untuk membedakan kedua demam tersebut. Supaya tidak terjadi hal seperti itu lagi, yuk mari kita sama-sama simak penjelasan di bawah ini. Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Perbedaan pada keduanya terlihat pada beberapa hal, yaitu sifat […]

    Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah serta Pencegahannya

    Demam biasa dan demam berdarah tentu sudah sering Sobat Sehat mendengarnya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, masih banyak masyarakat yang salah kaprah untuk membedakan kedua demam tersebut. Supaya tidak terjadi hal seperti itu lagi, yuk mari kita sama-sama simak penjelasan di bawah ini.

    demam biasa dan demam berdarah

    Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

    Perbedaan pada keduanya terlihat pada beberapa hal, yaitu sifat panas, reaksi terhadap obat, dan gejala-gejala tambahan yang dirasakan. Untuk sifat panas, diketahui bahwa pada demam biasa panasnya masih bersifat normal, yaitu di atas 38 derajat Celcius, dan bersifat konsisten atau tiba berubah-ubah sama sekali.

    Hal ini tentu sangat berbeda pada demam berdarah yang ternyata mempunyai sifat panas yang mendadak dapat berubah menjadi tinggi sekali meskipun baru terjadi pada 1-2 hari pertama.

    Mengenai reaksi terhadap obat, untuk demam biasa dapat dikatakan normal. Demam akan mereda apabila diberikan obat penurun demam. Namun, jika ternyata belum sembuh betul, demam akan datang kembali.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Anak Saat Demam

    Sementara itu, pada demam berdarah yang terjadi adalah kebalikannya. Suhu tubuh hanya akan turun sedikit atau malahan tidak turun sama sekali. Untuk gejala, pada demam biasa gejala-gejala yang dialami biasanya berupa sakit kepala, kedinginan, keringat dingin, menggigil, dan nafsu makan turun.

    Namun pada demam berdarah terdapat beberapa gejala tambahan yang dirasakan, yaitu badan pegal-pegal, linu di persendian, mimisan, bintik-bintik di bawah kulit atau gusi berdarah, tidak flu dan batuk sama sekali. Selain ketiga faktor tersebut yang perlu diketahui adalah bahwa penyebab pada demam biasa adalah

    Sedangkan pada demam berdarah penyebabnya adalah gigitan nyamuk Aedes aegepti yang membawa virus dengue yang kemudian masuk ke dalam aliran darah. Nyamuk ini tinggal di sekitar tempat tinggal manusia.

    Cara Mencegah Demam

    Kita dapat mencegah kedua demam tersebut, baik demam biasa maupun demam berdarah. Pencegahan lebih baik karena jika sudah mengalami demam akan tidak enak sekali. Demam bukan merupakan suatu diagnosis namun suatu gejala atau pertanda yang bisa disebabkan oleh berbagai penyakit. Berikut ini adalah cara mencegahnya:

    Demam Biasa

    Pertahankan suhu tubuh pada batas yang normal

    Usahakan tubuh tetap dalam suhu tubuh yang normal dengan memakai pakaian yang benar. Gunakanlah pakaian berwarna terang, ringan, dan berukuran pas daripada pakaian berwarna hiutam yang bersifat menyerap cahaya lebih banyak dibandingkan dengan warna terang.

    Selain itu, tetaplah beraktivitas di dalam ruangan. Jika terpaksa keluar, gunakanlah tabir surya untuk menghindari paparan sinar matahari yang terlaly panas. Hindari juga makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin.

    Jaga hidrasi tubuh dengan Cairan

    Cairan sangat penting bagi tubuh manusia, dan berperan aktif dalam mencegah datangnya penyakit. Namun, harus diingat cairan yang disarankan adalah air putih. Karena itu, tetaplah penuhi asupan cairan untuk tubuh dengan baik. Minumlah kurang lebih 7-8 gelas air putih dalam sehari. Ingat, jangan tunggu sampai  kehausan.

    Baca Juga: Minuman Selain Kopi yang Mampu Meningkatkan Konsentrasi

    Selalu memperbarui Informasi

    Selalu perbarui informasi dengan memeriksa berita lokal untuk mengetahui peringatan panas ekstrem dan kiat-kiat keselamatan.

    Saat bekerja dalam cuaca panas, pantaulah kondisi rekan kerja dan mintalah seseorang melakukan hal yang sama untuk Sahabat Sehat. Penyakit yang disebabkan oleh panas dapat menyebabkan seseorang menjadi bingung atau kehilangan kesadaran.

    Demam Berdarah

    Menguras Tempat Penampungan Air

    Menguras tempat penampungan air merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah demam berdarah. Tindakan ini berguna memutus siklus hidup nyamuk yang hanya berumur 2-3 bulan dari telur hingga dewasa dan mati. Usahakan uras secara berkala.

    Setelah menguras pastikan Sobat juga membersihkan dindingnya karena bisa jadi telur nyamuk menempek di situ. Setelah itu, taburi air dengan bubuk larvasida yang berfungsi membunuh telur dan jentik nyamuk di genangan air sebelum menjadi dewasa.

    Menutup Rapat Tempat Penampungan Air

    Setelah menguras, tutuplah rapat tempat penampungan air sebab kebanyakan terjadinya demam berdarah adalah karena banyak bak mandi yang ditutup sama sekali.

    Mengubur Barang Bekas

    Ternyata nyamuk Aedes aegepti juga bisa bersarang di barang-barang bekas yang menumpuk dan tidak lama digunakan. Karena itu, jangan biarkan barang-barang bekas menumpuk begitu saja. Kuburlah atau daur ulang untuk keperluan lain.

    Menggunakan Obat Anti-Nyamuk

    Obat anti-nyamuk bisa juga Sobat gunakan untuk mencegah demam berdarah. Pilihannya bisa obat nyamuk bakar atau elektrik, atau obat semprot. Selain obat, gunakan juga losion yang mampu mengusir nyamuk.

    Produk Terkait: Jual Bite Fighter Mosquito Repellent Spray 120 ml

    Mengenakan Pakaian Tertutup Saat Keluar Rumah

    Supaya tidak diserang nyamuk terus-menerus saat ke luar rumah, segeralah memakai pakaian tertutup yang menutupi lengan dan kaki. Pakaian tertutup ini juga bisa Sobat gunakan saat hendak tidur.

    Gunakan Kelambu

    Kelambu bisa Sobat gunakan untuk mencegah serangan nyamuk di sekitar dan di dalam rumah. Gunakanlah di area tempat tidur sehingga Sobat merasa aman dan nyaman dan terbebas dari gigitan nyamuk.

    Menaruh Tanaman Hias Pengusir Nyamuk di Dalam Rumah

    Kenyataannya tanaman hias bukan sekadar penghias rumah saja namun juga bisa digunakan untuk mengusir nyamuk penyebab demam berdarah.

    Beberapa tanaman hias yang mampu mengusir nyamuk adalah serai wangi, lemon balm, lavender, catnip, dan geranium.

    Cukup letakkan tanaman di dalam pot kecil dan taruhlah di lokasi strategis seperti di sudut ruangan, dekat jendela atau dekat pintu masuk. Untuk serai dan lemon balm, dapat ditanam di pekarangan rumah karena tidak bisa ditaruh dalam pot.

    Hentikan Kebiasaan Menggantung Pakaian

    Nyamuk gemar hinggap di gantungan pakaian. Karena itu, sebaiknya Sobat menghindari menggantung terlalu banyak pakaian di gantungan terutama yang terletak di belakang pintu yang gelap dan lempab sebab nyamuk senang tinggal di situ. Jangan gantung pakaian selama berhari-hari sebab nyamuk akan nyaman bersarang.

    Baca Juga: Kenali Gejala Demam Berdarah Sebelum Jelajah Nusantara

    Itulah Sahabat mengenai perbedaan demam biasa dan demam berdarah beserta pencegahannya. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai demam dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Ketahuilah, Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/10/18/140000920/ketahuilah-perbedaan-demam-biasa-dan-demam-berdarah?page=all
    2. Mediatama G. Demam tanpa flu atau batuk, waspadai demam berdarah [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/demam-tanpa-flu-atau-batuk-waspadai-demam-berdarah?page=all
    3. Cara Mengatasi dan Mencegah Suhu Tubuh yang Tinggi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://tirto.id/cara-mengatasi-dan-mencegah-suhu-tubuh-yang-tinggi-eyhM
    4. 8 Langkah untuk Melakukan Pencegahan DBD Dengan Mudah [Internet]. Pfimegalife.co.id. 2020 [cited 19 October 2020]. Available from: https://www.pfimegalife.co.id/literasi-keuangan/kesehatan/read/langkah-mencegah-dbd-pada-anak
    Read More
  • Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami cegukan saat berpuasa? Tentunya hal ini sangat mengganggu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan Cara mengatasi cegukan sebenarnya cukup mudah, salah satunya dengan meneguk segelas air putih. Namun bila Sahabat Sehat sedang berpuasa, tentu saja tidak diperbolehkan minum air. Lalu bagaimana […]

    Cegukan Saat Berpuasa? Berikut Cara Mengatasinya!

    Apakah Sahabat Sehat pernah mengalami cegukan saat berpuasa? Tentunya hal ini sangat mengganggu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa.

    cegukan saat berpuasa

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Cara mengatasi cegukan sebenarnya cukup mudah, salah satunya dengan meneguk segelas air putih. Namun bila Sahabat Sehat sedang berpuasa, tentu saja tidak diperbolehkan minum air.

    Lalu bagaimana caranya untuk mengatasi cegukan ketika berpuasa? Nah, Sahabat Sehat mari simak penjelasan berikut ini.

    Menahan Napas

    Cara pertama yang dapat Sahabat Sehat lakukan adalah dengan menahan napas, hal ini cukup mudah dilakukan tanpa harus membatalkan puasa. Ketika Sahabat Sehat menahan napas, kadar karbondioksida dalam darah akan meningkat sehingga cegukan dapat berhenti dengan sendirinya.

    Sahabat Sehat dapat menarik nafas sedalam-dalamnya dan tahan selama kurang lebih 8-10 detik, lakukan beberapa kali hingga cegukan mulai berhenti.

    Memijat Ulu Hati

    Cegukan saat berpuasa juga dapat diatasi dengan memijat ulu hati secara perlahan supaya dapat memberi tekanan pada otot diafragma. Sahabat Sehat dapat memijat area ulu hati dengan lembut selama kurang lebih 15-20 detik hingga cegukan mulai mereda.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Membalikkan Posisi Tubuh

    Sahabat Sehat dapat membalikkan posisi tubuh ke posisi berbaring lalu memposisikan kepala dibawah dan kaki diatas, yang dipercaya dapat membantu mengatasi cegukan.

    Memeluk Lutut

    Posisi memeluk lutut turut dipercaya dapat membantu mengatasi cegukan. Sahabat Sehat dapat memeluk lutut sambil berbaring maupun duduk, dan pilih posisi yang nyaman.

    Jika Sahabat Sehat memeluk lutut sambil duduk, tekuk kaki kemudian peluk lutut sambil mencondongkan badan ke depan.

    Jika Sahabat Sehat memeluk lutut sambil berbaring, angkat kaki ke atas kemudian tekuk lutut dan letakkan di atas perut. Posisi ini dapat menekan diafragma sehingga diafragma berkontraksi dan menutup ruang antara pita suara.

    Memencet Hidung

    Cara mengatasi cegukan selanjutnya adalah dengan memencet hidung. Sahabat Sehat dapat memencet hidung selama beberapa detik sambil menahan nafas dan ulangi beberapa kali hingga cegukan mereda.

    Baca Juga: Tips Menghilangkan Jerawat dan Cara Mencegahnya

    Pijat Leher

    Cara terakhir yang dapat Sahabat Sehat lakukan untuk mengatasi cegukan adalah dengan memijat leher dengan lembut. Letakkan kedua tangan pada leher lalu putar kepala berlawanan arah jarum jam, lakukan selama kurang lebih 5 hingga 10 detik hingga cegukan mereda.

    Cara Menghindari Cegukan

    Pada umumnya cegukan terjadi secara tiba-tiba akibat kontraksi diafragma. Sahabat Sehat dapat melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah cegukan:

    • Makan secara perlahan dan kunyah makanan hingga lembut
    • Hindari minuman bersoda
    • Hindari makanan yang terlalu pedas
    • Minum air putih minimal 2 L per hari
    • Kelola stres dengan baik

    Nah, Sahabat Sehat itulah beberapa cara untuk mengatasi cegukan saat berpuasa agar Sahabat Sehat tetap dapat menjalankan ibadah berpuasa. Namun apabila cegukan masih berlanjut, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke dokter terdekat untuk diberikan penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Apabila Sahabat Sehat memiliki kendala selama berpuasa, silakan berkonsultasi secara online dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap, hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. 7 Cara Atasi Cegukan saat Puasa [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4241361/cek-7-cara-atasi-cegukan-saat-puasa
    2. Media K. 8 Cara Menghilangkan Cegukan saat Puasa [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/04/20/160400068/8-cara-menghilangkan-cegukan-saat-puasa
    Read More
  • Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan. Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. […]

    5 Tips Hemat Agar Keuangan Tidak Jebol Saat Ramadan

    Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan.

    hemat uang koin

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. Belum lagi adanya kegiatan berbuka puasa bersama keluarga, sahabat dan teman kerja. Mengakali hal tersebut, berikut 5 tips hemat agar keuangan tidak jebol saat ramadan.

    1. Membuat Daftar Menu Selama Ramadan

    Ramadhan kali ini Sahabat harus lebih menata hidup lebih baik, misalnya dengan membuat daftar menu makanan dari sahur hingga berbuka puasa.

    Lengkapi daftar menu tersebut seperti bahan-bahan yang akan digunakan dan berapa porsi yang harus dibuat. Hal ini akan memudahkan Sahabat dalam menghitung estimasi pengeluaran selama sebulan.

    Baca Juga: 5 Menu Praktis Untuk Anda yang Telat Sahur

    Biasakan juga untuk mencatat ulang biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan-bahan tersebut sebagai pengukur keuangan kita.

    2. Membatasi Berbuka Puasa di Luar

    Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk temu kangen dengan sahabat dari sekolah dasar hingga kuliah. Belum lagi acara berbuka puasa bersama keluarga dan teman kerja.

    Tetapi kalau Sahabat ingin berhemat, sepertinya harus mengurangi berbuka puasa di luar. Selain harga makanan yang meningkat, penyajiannya akan sedikit lama dibandingkan sebelum puasa, karena banyaknya yang berbuka puasa di luar.

    Baca Juga: 4 Jenis Makanan Agar Kenyang Lebih Lama

    Aturlah jadwal berbuka puasa sahabat dan pilihlah makanan yang sesuai dengan kantong. Agar lebih hemat, bawalah minuman air putih dari rumah.

    3. Stok Kebutuhan Sebelum Ramadan

    Tips selanjutnya adalah stok kebutuhan Sahabat selama bulan Ramadhan. Seperti biasa, saat Ramandhan tiba, harga kebutuhan baik makanan hingga kebutuhan rumah tangga akan terus meningkat.

    Belanjalah bahan pokok makanan yang tahan lama hingga saru bulan kedepan. Selain itu pilihlah barang-barang yang menawarkan bonus, seperti buy 1 get 1 atau potongan harga.

    Baca Juga: Persiapan Kesehatan Untuk yang Ingin Liburan

    Sebelum berbelanja, pastikan untuk membuat catatan belanja selama sebulan dan tahan diri Sahabat untuk tidak membeli barang diluar catatan belanja kita.

    4. Hindari Godaan Sale

    Bagi sebagian masyarakat Indonesia, bulan Ramadhan identik juga dengan baju baru yang dikenakan saat lebaran. Tidak jarang momen ini dimanfaatkan departement store dengan promo-promo.

    Jika ingin berhemat, hindarilah godaan-godaan sale yang membuat kantong Sahabat menipis. Lebih baik gunakan pakaian sebelumnya yang masih terlihat bagus karena lebaran bukanlah ajang untuk memamerkan pakaian baru namun untuk ibadah.

    Baca Juga: Tips Liburan Dengan yang Alergi Makanan

    5. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

    Mungkin kata itu yang tepat untuk menjaga kantong keuangan kita terlebih dibulan Ramadan. Menjaga kesehatan sangatlah penting bagi kita. Saat ramadan, lakukanlah olahraga ringan, minimal selama 5 hingga 10 menit setiap harinya. Pilihlah menu makanan sehat dan proteksi diri Sahabat dan keluarga dengan vaksinasi di ProSehat.  

    Selain itu, Sahabat bisa berkonsultasi online dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam untuk masalah kesehatan selama puasa. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Kompas.com. Ika, Aprillia. “4 Cara Cerdas Mencegah Pemborosan di bulan Ramadhan”.
    2. Kompas.com. Ika, Aprillia. “Tips Hemat Saat Bulan Puasa Bagi Anak Kost”.
    3. Tempo.co. Sarosa, Astari P. “Sebulan Menjelang Puasa Ramadan, Lakukan Persiapan Berikut”.
    Read More
  • Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya. Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit […]

    Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya.

    Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit ini.1

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Penyakit flu ditularkan melalui kontak tangan dengan penderita dan percikan cairan yang dikeluarkan dari batuk atau bersin penderita. Gejalanya dapat berupa pilek yang disertai batuk, demam menggigil, nafsu makan menurun, dan nyeri seluruh badan. Gejala biasanya akan memuncak pada hari 1-3 dan bertahan hingga 7-10 hari lalu mereda.

    Terapi antibiotik sebenarnya tidak diperlukan pada penyakit ini karena penyebabnya adalah virus. Namun, bila terjadi infeksi campuran dengan bakteri, pemberian antibiotik disesuaikan dengan saran dari dokter.

    Pada penyakit ini, pencegahan adalah yang paling penting. Menjaga kebersihan diri misalnya dengan mengajarkan mencuci tangan pada anak,  menghindari kontak dengan orang yang sedang pilek serta meningkatkan daya kekebalan tubuh anak dengan memberikan makanan yang bergizi serta tidur yang cukup dapat mencegah anak tertular penyakit ini.

    Selain itu, pemberian vaksin influenza perlu diperhitungkan bila anak terlalu sering terkena flu.2

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Vaksin influenza dapat diberikan pada anak usia di atas 6 bulan dan diulang setiap tahunnya. Vaksin ini disuntikkan pada bahu dan dianjurkan diberikan dengan dosis yang tepat menurut umur.

    Umur kurang dari 9 tahun yang mendapat vaksin influenza untuk pertama kali harus mendapat 2 dosis dengan jarak waktu keduanya minimal 4 minggu.

    Vaksin ini tidak diberikan pada anak usia< 6 bulan dan anak dengan alergi komponen vaksin (misalkan alergi telur). Reaksi ringan yang dapat ditimbulkan berupa rasa nyeri, kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang akan hilang dalam 2-3 hari.3

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

     

    Vaksin flu sangat aman diberikan pada anak karena penyakit yang sering menyerang anak ini bila tidak dicegah akan mengganggu kehidupan sehari-hari anak.

    Jadi, jangan tunggu flu menyerang anak Ibu. Segera berikan vaksin flu pada anak Anda sehingga anak terlindungi dari penyakit influenza ini.

    Nah, bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses Prosehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh yang mempunyai beberapa kelebihan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    REFERENSI:

    1. Allan GM, Prevention and treatment common cold: making sense of the evidence. Canadian Medical Association Journal.2014; 186(3).
    2. Hadinegoro SR, Soedjatmiko. Rekomendasi satgas imunisasi. Sari Pediatri. 2006; 8(1):84-92.

     

    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.  Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.

     Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan.

    Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus.

    Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4

    Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis.

    Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda.

    Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen.

    Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. 

    Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV).

    Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas.

    Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang.

    Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
  • Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Ramadan Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat […]

    8 Tips Meningkatkan Semangat Work from Home Selama Bulan Ramadan

    Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa.

    semangat work from home, semangat work from home saat ramadan

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Ramadan

    Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat apalagi tengah berpuasa.

    Namun, jangan jadikan bulan puasa alasan untuk malas-malasan. Berikut 8 tips ampuh supaya Sobat tetap semangat kerja di bulan Ramadan.

    1. Tidur malam yang cukup

    Terkadang, work from home membuat Sobat lupa akan waktu hingga bekerja sampai larut malam. Namun, perlu disadari betapa pentingnya tidur yang cukup selama Bulan Ramadan.

    Untuk orang dewasa usia 18-60 tahun, dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam1. Selain meningkatkan imun tubuh, tidur yang cukup juga bisa membantu bangun untuk sahur dan meningkatkan semangat kerja selama puasa.

    2. Buat to-do list

    Pekerjaan menumpuk yang membuat patah semangat dapat diselesaikan dengan membuat daftar pekerjaan. Penelitian menunjukkan bahwa membuat to-do list dapat meningkatkan produktivitas3. Sobat dapat membuat daftar pekerjaan ini sessaat setelah sahur dan menuliskan apa saja yang hendak diselesaikan pada hari itu.

    3. Buat ruang sendiri untuk work from home

    Salah satu tantangan dari work from home adalah tidak adanya ruang sendiri, yang membuat konsentrasi buyar saat bekerja. Terlebih saat bulan puasa, emosi jadi mudah meningkat apabila banyak hambatan dalam pekerjaan.

    Salah satu cara untuk mengatasinya adalah membuat ruang sendiri untuk kerja, ruang dimana Sobat dapat fokus dan tidak diganggu oleh siapapun sehingga dapat lebih fokus.

    4. Kontrol porsi makan saat sahur dan berbuka

    Akibat menahan lapar dan haus seharian selama bulan Ramadan, terkadang banyak orang “balas dendam” saat berbuka dan sahur. Padahal, makan berlebihan dapat memberi dampat buruk pada kesehatan, yang dapat menurunkan produktivitas saat kerja5. Makanlah dalam porsi cukup.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    5. Olahraga ringan

    Tentunya work from home dan berpuasa membuat menjadi malas bergerak. Namun, tahukah Sahabat betapa pentingnya olahraga ringan? Yoga dan stretching dapat membuat lebih fokus, sehat, dan tentunya meningkatkan produktivitas.

    6. Tidur siang

    Tidur siang selama 15-20 menit dapat mengembalikan stamina dan membuat Sahabat lebih fokus dalam bekerja.

    7. Jangan melihat jam terus-menerus

    Menyibukkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan akan membuat Sobat terhindar dari godaan untuk melirik jam berkali-kali dan menghitung waktu menuju magrib. Beri target untuk diri sendiri, sehingga pada magrib tiba, Sobat dapat berbuka dengan tenang tanpa dihantui deadline.

    8. Berbuka puasa bersama di rumah

    Berbuka bersama di rumah bersama keluarga dapat menjadi bentuk syukur karena sudah berhasil melewati satu hari ibadah puasa.

    Berbukalah di rumah mengingat social distanding masih sangat diperlukan saat ini. Bagi Sobat yang hidup merantau, jangan khawatir, cobalah berbuka bersama melalui jaringan online melalui fitur video call dengan berbagai aplikasi seperti Skype, Line Call, Google Hangout, dan social media lainnya.

    Hal ini dapat membuat Sahabat semakin semangat bekerja dan menjalankan ibadah puasa pada hari berikutnya.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Nah, Sahabat, sekian tips untuk tetap semangat work from home selama bulan Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan jangan lupa, tetap semangat!

    Selain itu, bagi Sahabat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Daftar Pustaka

    1. Watson, N., Badr, M., Belenky, G., Bliwise, D., Buxton, O., & Buysse, D. et al. (2015). Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: A Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. SLEEP. doi: 10.5665/sleep.4716
    2. Besedovsky, L., Lange, T., & Haack, M. (2019). The Sleep-Immune Crosstalk in Health and Disease. Physiological Reviews99(3), 1325-1380. doi: 10.1152/physrev.00010.2018
    3. Schrager, S., & Sadowski, E. (2016). Getting More Done: Strategies to Increase Scholarly Productivity. Journal Of Graduate Medical Education8(1), 10-13. doi: 10.4300/jgme-d-15-00165.1
    4. The Jakarta Post. (2020). How to stay productive while working from home. Retrieved 24 April 2020, from https://www.thejakartapost.com/life/2020/03/24/how-to-stay-productive-while-working-from-home.html
    5. Prentice, A. (2001). Overeating: The Health Risks. Obesity Research9(S11), 234S-238S. doi: 10.1038/oby.2001.124
    6. Woodyard, C. (2011). Exploring the therapeutic effects of yoga and its ability to increase quality of life. International Journal Of Yoga4(2), 49. doi: 10.4103/0973-6131.85485
    7. Lovato, N., & Lack, L. (2010). The effects of napping on cognitive functioning. Progress In Brain Research, 155-166. doi: 10.1016/b978-0-444-53702-7.00009-9
    Read More
  • Sering melewatkan makan sahur karena telat bangun tidur? Jangan dibiasakan, ya Sahabat. Tubuh kita memang mampu menoleransi, walaupun tanpa makan dan minum seharian. Namun, tubuh kita sangat membutuhkan air untuk bertahan selama seharian penuh. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa Bila kita melewatkan sahur, tidak ada cadangan cairan selama […]

    5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Sering melewatkan makan sahur karena telat bangun tidur? Jangan dibiasakan, ya Sahabat. Tubuh kita memang mampu menoleransi, walaupun tanpa makan dan minum seharian. Namun, tubuh kita sangat membutuhkan air untuk bertahan selama seharian penuh.

    telat bangun

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa

    Bila kita melewatkan sahur, tidak ada cadangan cairan selama seharian penuh. Hal ini membuat tubuh kita akan mengalami kekurangan cairan dan memberi dampak pada aktifitas sehari-hari. Akibatnya, tubuh mudah lemas dan sulit fokus akibat tidak ada asupan nutrisi apapun.

    Pilihlah menu makanan yang mudah untuk mencegah tubuh lemas, meskipun terlambat bangun sahur. Berikut 5 menu sehat dan praktis yang pas saat telat sahur:

    1. Roti dan telur

    telur dan roti

    Roti dan telur menjadi salah satu menu yang sangat mudah dibuat. Serta kandungan gizinya bagus untuk aktifitas kita. Apa saja bahan-bahannya?

    • Lama Memasak : 5 Menit
    • Jumlah Porsi : 2 Orang

    Bahan-bahan :

    • 1 Buah Telur
    • 2 Buah Roti Tawar tau Roti Gandum
    • 1 Sdm Minyak Kanola
    • Garam Secukupnya

    Cara Membuat:

    1)  Panaskan minyak kanola sebagai pengganti minyak goreng biasa

    2)  Masukkan telur ke dalam wajan dan sedikit garam

    3)  Tunggu telur hingga matang, angkat dan tiriskan.

    4)  Saatnya memanggang roti menggunakan oven atau wajan. Tunggu hingga berubah warna.

    5)  Sajikan Telur ceplok dan roti selagi hangat

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

     

    2. Oatmeal Buah

    Menu sehat dan praktis lainnya yaitu oatmeal buah. Oatmeal merupakan makanan yang mengandung serat yang tinggi. Serat yang dimiliki oatmeal bersifat lama dicerna dalam tubuh. Jadi makanan ini cocok sekali dikonsumsi saat puasa. Bagaimana cara membuatnya?

    • Lama Memasak : 5-7 Menit
    • Jumlah Porsi : 1-2 orang

    Bahan-bahan:

    • ½ Cangkir (40 gr) Oatmeal Instan
    • ½ Cangkir  (120 mililiter) Air
    • Garam Secukupnya
    • Toping (Buah Kering atau kacang-kacangan) secukupnya

    Cara membuat :

    1)  Siapkan ½ cangkir atau setara 40 gram oatmeal instan ke dalam mangkuk

    2)  Tambahkan sedikit garam untuk menambah cita rasa pada oatmeal yang cenderung tawar

    3)  Didihkan air, tuang kedalam mangkuk yang telah terisi oatmeal sebanyak ½ Cangkir (120 militer)

    4)   Tunggu dua hingga tiga menit hingga oarmeal matang.

    5)   Jika terlalu kental, tambahkan air atau susu untuk mengencerkannya

    6)   Sajikan oatmeal dengan toping buah kering atau kacang-kacangan

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Kantuk Saat Ramadhan

    3. Salad Buah dengan yogurt

    Menu ini terbilang sangat mudah dibuat saat sahur. Selain itu menu ini cocok buat Sobat yang ingin berdiet. Berikut resep yang bisa Sobat ikuti:

    Lama Memasak : 3-4 Menit

    Jumlah Porsi : 1-2 orang

    Bahan-bahan:

    • 1 Buah Kiwi
    • 6 Buah Stroberi
    • 6 Butir Anggur
    • 1 Potong Semangka
    • 5 Buah tomat cherry
    • 1 Kotak yoghurt plain

    Cara Membuat

    1)  Cuci terlebih dahulu buah-buah yang akan di gunakan

    2)  Potong kecil dan taruh di dalam mangkuk

    3)  Masukan yoghurt dan tambahkan perasan jeruk lemon. Sajikan.

    Baca Juga: 10 Test Kesehatan Pranikah Untuk Anda dan Pasangan

     

    4. Pancake

    Pancake menjadi menu yang sering dipilih untuk sarapan. Bisa menjadi menu alternatif saat sahur bersama keluarga. Apa saja yang perlu disiapkan?

    • Lama Memasak : 15 Menit
    • Jumlah Porsi : 3-4 orang

    Bahan-bahan:

    • 250 gram Tepung terigu
    • 2 butir telur
    • 4 sdt margarin
    • 4 sdm gula putih
    • 1 gelas susu cair
    • 1 gelas air
    • ½ sdt baking powder

    Topping :

    • Madu
    • Buah-buahan (Strawberry atau pisang)

    Cara Membuat :

    1. Campurkan bahan-bahan dalam satu wadah (terigu, gula putih, telur, susu cair, baking powder dan margarin yang sudah dicairkan.
    2. Aduk semua bahan hingga tercampur dengan rata. Perhatikan adonan tidak terlalu cair ataupun menggumpal
    3. Tuangkan adonan menggunakan sendok sayur kedalam wajan yang sudah dipanaskan. Buatlah adonan berbentuk bulat dan sedikit tipis.
    4. Angkat adonan, jika kedua sisi telah matang. Lakukan tahap ketiga secara berulang hingga adonan habis.
    5. Sajikan pancake dengan madu  dan buah-buahan segar.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

         

    5. Mie Goreng Ayam

    Mie goreng ayam menjadi menu terakhir yang pas disantap saat sahur. Membuat mie goreng ayam tidak membutuhkan waktu yang lama. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Agar saat memasak di waktu sahur lebih cepat. Berikut tahap-tahapnya:

    • Lama Memasak : 25 Menit
    • Jumlah Porsi : 4-5 orang

    Bahan-bahan:

    • 3 sdm minyak jagung
    • ½ bawang bombay, cincang halus
    • 5 siung bawang putih, cincang halus
    • 4 butir bawang merah, cincang halus
    • 200 gr fillet dada ayam, iris
    • 100 gr kol, iris tipis
    • 100 gr sawi hijau
    • 2 sdm saus tiram
    • 1 sdm kecap manis
    • ¼ sdt garam
    • ½ sdt merica bubuk
    • 2 batang bawang daun, iris tipis
    • 200 gr Mie

    Cara Membuat:

    1)  Rebus air panas, masukkan mie hingga setengah empuk dan tiriskan

    2)  Panaskan minyak di wajan, tumis semua bawang hingga harum.

    3)  Masukkan daging ayam, aduk merata dan tunggu hingga setengah matang

    4)  Masukkan kol, sawi hijau dan cabai sesuai selera, tunggu hingga layu.

    5) Masukkan mie yang setengah empuk, bawang daun, saus tiram, kecap manis, garam dan merica bubuk. Aduk hingga merata, angkat dan sajikan selagi hangat.

    Agar tidak telat sahur, dapatkan produk makanan sehat berkualitas hanya di ProSehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Detik Health. “Jangan Malas, Ini Akibatnya Jika Sering Tidak Sahur”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Uli, Catherine M. “Manfaat Puasa Bagi Kesehatan”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Corry, Vina. “Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadhan”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Limbong, Valentina. “Resep Mi Goreng Ayam Sayuran”. Diakses pada 7 Mei 2018

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja