Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 101–110 of 956 results

  • Mencari tempat rapid swab antigen di Jabodetabek sebenarnya tidak terlalu sulit bagi Sahabat Sehat yang memang menginginkan melakukan salah satu tes Corona selain rapid test dan PCR swab. Rapid swab test ini merupakan salah satu  metode tes Corona yang mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dalam waktu dari 30 menit hingga 60 menit seperti halnya rapid […]

    List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Mencari tempat rapid swab antigen di Jabodetabek sebenarnya tidak terlalu sulit bagi Sahabat Sehat yang memang menginginkan melakukan salah satu tes Corona selain rapid test dan PCR swab. Rapid swab test ini merupakan salah satu  metode tes Corona yang mampu mendeteksi keberadaan virus Covid-19 dalam waktu dari 30 menit hingga 60 menit seperti halnya rapid test. Metode rapid antigen ini sama halnya dengan PCR swab, yaitu dengan mengusapkan alat pada hidung dan tenggorokan. Tingkat akurasinya sendiri di bawah tes swab. Karena itulah, rapid antigen lebih akurat dari rapid test, dan dapat menjadi pilihan alternatif bagi Sahabat Sehat yang menginginkan tes yang lebih akurat namun terkendala biaya. Sebab, selama ini yang paling akurat dari semua tes Corona yang ada hanyalah PCR swab. Namun, biaya yang harus dikeluarkan cukup mahal bisa mencapai hingga Rp 5 juta meskipun pemerintah sendiri sudah memutuskan batas maksimal untuk tes Swab adalah Rp 900.000.

    tempat rapid swab antigen di Jabodetabek, list tempat rapid swab antigen di Jabodetabek, biaya tempat rapid swab antigen di Jabodetabek

    Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Corona dari Rapid Test hingga PCR Swab

    Diketahui bahwa untuk rapid swab test ini biaya yang dikeluarkan dimulai dari angka Rp 350.000 hingga Rp 750.000. Berikut ini adalah fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan klinik di Jabodetabek yang menyediakan layanan tersebut, serta dilengkapi juga dengan biayanya untuk Sahabat jadikan sebagai rujukan terutama bagi Sahabat yang berencana berlibur di akhir tahun.

    Untuk layanan rapid antigen lebih lanjut, Sahabat silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Rumah Sakit

    Jakarta

    Rumah Sakit Omni Pulomas

    Rumah sakit pertama di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen ini adalah Rumah Sakit Omni yang merupakan salah satu jaringan Omni Hospital. Di Jakarta rumah sakit ini berada di Pulomas, Jakarta Timur, tepatnya di Jalan Pulomas Barat VI Nomor 20 RT 1 RW 1 Kayu Putih, Pulogadung. Biaya untuk layanan di rumah sakit ini berkisar dari harga Rp 575.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Rumah Sakit Atmajaya

    Rumah sakit kedua di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen adalah Rumah Sakit Atmajaya. Rumah sakit ini terletak di Jalan Pluit Raya Nomor 2, Penjaringan, Jakarta Utara. Layanan rapid swab di rumah sakit ini berkisar dari angka Rp 600.000. Untuk info lebih lanjut silakan klik tautan berikut ini.

    Rumah Sakit Siloam

    Rumah sakit ketiga di Jabodetabek yang bisa Sahabat jadikan sebagai rujukan untuk tes antigen adalah Rumah Sakit Siloam Grup, yang jaringannya tersebar di hampir seluruh Indonesia. Untuk rapid antigent pada rumah sakit yang punya 3 alamat di Jakarta ini, yaitu di Kebon Jeruk, Semanggi, dan T.B. Simatupang ini harga yang dipatok mulai dari Rp 499.000 hingga Rp 699.000. Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Cendana

    Rumah sakit lainnya di Jabodetabek untuk rujukan swab antigen adalah Rumah Sakit Cendana. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Kedoya Raya Nomor 2 RT 7 RW 3 Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Biaya layanan rapid antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 277.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129863838.

    Bogor

    Rumah Sakit Siloam Bogor

    Untuk wilayah Bogor yang masuk Jabodetabek rumah sakit yang mempunyai layanan rapid antigen adalah Rumah Sakit Siloam Bogor. Rumah sakit ini terletak di Jalan Raya Pajajaran Nomor 27, Tegallega, Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat. Untuk informasi lebih lengkap silakan hubungi 02518303911.

    Bekasi

    Rumah Sakit Siloam Bekasi

    Rumah Sakit Siloam tidak hanya ada di Jakarta dan Bogor saja, tetapi juga ada di Bekasi, yaitu Rumah Sakit Siloam Bekasi yang juga mempunyai layanan rapid antigen. Di kota ini Rumah Sakit Siloam berada di Rawalumbu dan Bekasi Timur. Layanan swab antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 499.000 hingga Rp 690.000. Informasi lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Omni Bekasi

    Terletak di Jalan Pulo Ribung Nomor 1 RT 001/RW 021 Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Rumah Sakit Omni Bekasi menyediakan layanan rapid antigen yang dimulai dari harga Rp 575.000. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Tangerang

    Rumah Sakit Siloam Tangerang

    Tangerang sendiri juga mempunyai rumah sakit yang melayani rapid antigen. Tepatnya di rumah sakit Siloam Tangerang. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Siloam Nomor 6 Lippo Karawaci 1600 Tangerang. Harga layanan swab antigen di rumah sakit ini dimulai dari harga Rp 499.000 hingga Rp 699.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 1500181.

    Rumah Sakit Omni Alam Sutera

    Selain Rumah Sakit Siloam Tangerang, juga terdapat Rumah Sakit Omni Alam Sutera yang mempunyai layanan rapid antigen. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Alam Sutera Boulevard Kavling 25, Pakulonan, Serpong Utara, Tangerang Selatan. Harga layanan rapid antigen di rumah sakit ini dimulai dari Rp 575.000 hingga Rp 700.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 02129779999.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Laboratorium dan Klinik

    Selain rumah sakit, tempat rapid swab antigen di Jabodetabek lainnya adalah laboratorium dan klinik yang bisa Sahabat Sehat jadikan rujukan. Berikut adalah laboratorium dan klinik tersebut.

    Laboratorium Helix Lab

    Helix Lab merupakan salah satu laboratorium di Jabodetabek yang menyediakan layanan rapid antigen. Laboratorium ini beralamat di Jalan Profesor Lafran Pane Nomor 13, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 350.000. Untuk info lebih lengkap silakan klik di sini.

    Poliklinik Cellscience

    Cellscience adalah salah satu poliklinik di Jabodetabek yang beralamat di banyak di mal di Jakarta seperti Lippo Mal Kemang dan Puri, serta Mal Kota Kasablanka. Poliklinik ini menyediakan layanan swab antigen yang  dimulai dari harga Rp 420.000. Untuk info lebih lengkap silakan hubungi 081511112023.

    Klinik Tridatama

    Klinik Tridatama adalah salah satu klinik di Jabodetabek yang juga menyediakan layanan swab antigen adalah klinik Tridatama yang beralamat di CIBIS Park Nomor 2 Jalan T.B. Simatupang Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Layanan swab antigen di klinik ini dikenakan dari angka Rp 349.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 021331069999.

    Klinik Gloskin Aesthetic

    Beralamat di Ruko Grand Soepomo Jalan Profesor Dr. Soepomo Nomor 73A, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Gloskin Aesthetic adalah salah satu klinik yang menyediakan layanan rapid antigen. Tarifnya sendiri dimulai dari harga Rp 665.000, dan hasilnya dikirimkan lewat email. Info lebih lengkap silakan hubungi 02128543511.

    Klinik NK Health

    Terkenal sebagai salah satu klinik fisioterapi di Jabodetabek, NK Health ternyata juga mempunyai layanan rapid antigen. Beralamat di Jalan Tatalogam Tower Lantai 3 Jalan Arjuna Utara Nomor 89 RT 9/RW1, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini mempunyai tarif yang dimulai dari harga Rp 387.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 087877620119.

    Klinik Mayapada

    Berlokasi di Kavling 27, Jalan Jenderal Sudirman, Kuningan, Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan, Mayapada merupakan salah satu klinik yang juga menyediakan layanan swab antigen. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 550.000, dan hasilnya dapat dikirimkan via email. Info lebih lengkap silakan hubungi 087881906546.

    Klinik Miracle

    Klinik lainnya di Jabodetabek yang juga mempunyai layanan swab antigen adalah Klinik Miracle. Klinik ini beralamat di Sudirman Plaza-Indofood Tower Lantai 8 Jalan Jenderal Sudirman Kav 76-78 Setiabudi, Jakarta Selatan. Tarif untuk rapid antigen di klinik ini dimulai dari Rp 550.000, dan hasilnya bisa dikirimkan via email. Info lebih lengkap silakan hubungi 081283391220.

    Klinik Medizen

    Klinik Medizen adalah klinik yang beralamat di Menara Standard Chartered Lantai Lower Ground Podium Blok 004B Jalan Profesor Dr. Satrio Nomor 64, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan. Tarif yang dikenakan dimulai dari Rp 500.000. Info lebih lengkap silakan hubungi 082210383388.

    Klinik Merial Health

    Beralamat di Jalan Dewi Sartika Nomor 132, Cawang, Jakarta Timur, Merial Health adalah salah satu klinik di Jabodetabek yang menyediakan rapid antigen. Tarif layanan ini dimulai dari harga Rp 450.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik An Nafi

    Klinik An-Nafi adalah klinik yang beralamat di Jalan Puma Raya, Sertajaya, Cikarang Pusat, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Klinik ini mempunyai layanan swab antigen yang dimulai dari harga Rp 750.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik Mitra Pandawa

    Beralamat di Jalan A Karang Anyar Nomor 61 RT 15/RW 4, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Klinik Mitra Pandawa adalah salah satu klinik yang juga mempunyai layanan swab antigen yang dimulai dari harga Rp 200.000. Info lebih lengkap silakan klik tautan berikut.

    Klinik Kasih

    Klinik Kasih adalah salah satu klinik yang juga menyediakan layanan swab antigen. Terletak di Jalan Palmerah Barat Nomor 45, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini mematok harga dimulai dari Rp 150.000 untuk rapid antigen. Untuk info lebih lengkap dan pemesanan silakan klik tautan berikut.

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Prosehat

    Selain di rumah sakit, laboratorium, dan klinik, tempat rapid swab antigen di Jabodetabek yang bisa Sahabat jadikan rujukan adalah Prosehat yang menyediakan rapid antigen ke rumah. Layanan ini tentu saja mempermudah Sahabat yang bisa saja tidak mempunyai waktu sama sekali atau merasa kemahalan jika melakukan tes antigen di rumah sakit. Untuk layanan dari Prosehat ini Sahabat akan mendapat banyak keuntungan, yaitu bisa konsultasi secara online dengan dokter melalui WA, konfirmasi jadwal, dan dokter datang tepat waktu. Cara mengakses layanan ini cukup mudah, cukup buka website atau aplikasi, dan pilih ke Rapid Test Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan layanan rapid swab antigen lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Daftar Lokasi Swab Test di Jakarta, Tarif Mulai dari Rp875 Ribu! [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/daftar-lokasi-swab-test-di-jakarta/
    2. Indonesia C. Mengenal Swab Antigen Covid-19, Lebih Cepat dari Tes PCR [Internet]. teknologi. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200809142754-199-533785/mengenal-swab-antigen-covid-19-lebih-cepat-dari-tes-pcr
    3. detikHealth T. 5 Fakta Swab Antigen yang Dipakai Anies Baswedan Sebelum Positif COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5277794/5-fakta-swab-antigen-yang-dipakai-anies-baswedan-sebelum-positif-covid-19
    4. Cari dokter dan buat janji dengan dokter pilihan Anda – Siloam Hospitals [Internet]. Appointment.siloamhospitals.com. 2020 [cited 10 December 2020]. Available from: https://appointment.siloamhospitals.com/paket-tes-covid-19-siloam-hospitals
    Read More
  • Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1 Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin dari […]

    Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Vaksin Covid-19 sudah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020. Kedatangan vaksin yang berjumlah 1,2 juta ini diharapkan mampu meminimalkan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air dan membantu penanggulangan Covid-19.1 Meskipun begitu, vaksin yang sudah datang ini tidak begitu saja dapat langsung diedarkan di masyarakat karena sebelum beredar sebuah vaksin harus mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terlebih dahulu. Pemerintah tetap meminta masyarakat untuk melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku ini tetap harus dijalankan meskipun vaksin sudah bisa didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia (dengan beberapa kelompok diprioritaskan untuk menerima vaksin terlebih dahulu, misalnya tenaga kesehatan). Selain 3M, jangan lupa untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam melaksanakan 3T (testing, tracing, dan treatment).

    vaksin itu baik dan perlu

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Berkaitan dengan vaksin Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi ke depannya, pemerintah sudah memulai kampanye #VaksinItuBaik. Hal ini bertujuan agar masyarakat mengetahui manfaat vaksinasi dalam mencegah suatu penyakit, sehingga masyarakat tidak perlu takut dan ragu untuk divaksinasi. Sebelum adanya vaksin Covid-19 ini, sudah banyak vaksin yang dibuat untuk menangkal beberapa penyakit menular, seperti vaksin flu, hepatitis, rotavirus, HPV, pneumokokus, MR, campak, Polio, dan DPT. Vaksin-vaksin ini ada yang tersedia untuk anak dan/atau orang dewasa.

    Lalu, Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, vaksinasi merupakan tindakan pemberian vaksin ke dalam tubuh seseorang (biasanya melalui suntikan, bisa juga melalui oral atau dihirup) dengan tujuan agar orang tersebut terhindar dari penyakit menular dan mematikan.2 Vaksinasi sangat erat kaitannya dngan sistem kekebalan tubuh. Antigen berupa virus/bakteri yang dilemahkan atau komponen dari virus/penyebab penyakit yang dimasukkan ke dalam tubuh ini akan menghasilkan kekebalan dengan membentuk antibodi untuk melawan virus/bakteri yang menginfeksi tubuh. Saat virus/balteri yang sama masuk kembali ke dalam tubuh, sistem imun tubuh sudah mengenali dan mengetahui cara melawannya.3,4

    Vaksinasi bermanfaat sebagai pencegah dan proteksi dini terhadap penyakit, terutama pada anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan. Berikut ini adalah rangkuman beberapa manfaat vaksinasi:

    Mencegah Penyebaran Penyakit

    Pemberian vaksin dapat membantu mencegah penyebaran penyakit, terutama penyakit menular dan mematikan. Sebelum Covid-19, terdapat penyakit yang juga sangat menular, seperti campak dan pertusis yang menyebabkan banyak kasus kematian terutama pada bayi dan anak-anak. Vaksinasi terbukti mampu menekan penyebaran kedua penyakit tersebut.2

    Produk Terkait: Jual Layanan Vaksinasi TDaP ke Rumah

    Melindungi Diri dari Risiko Cacat dan Kematian

    Pada kenyataannya, vaksinasi juga terbukti dapat menurunkan risiko terkena berbagai penyakit yang dapat mengakibatkan kematian maupun kecacatan pada tubuh. Contohnya adalah vaksinasi polio pada anak-anak yang dapat membantu mereka terhindar dari polio, suatu penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan. Vaksinasi campak dan rubella dapat membantu menurunkan risiko penularan virus dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya atau kepada bayi yang baru lahir secara drastis.2

    Investasi Kesehatan Jangka Panjang

    Investasi kesehatan jangka panjang tidak hanya didapatkan dari olahraga atau pola hidup sehat, tetapi juga dengan vaksinasi. Pemberian vaksin akan menghindarkan seseorang dari penyakit berkepanjangan, sehingga tidak akan mudah sakit-sakitan dan tidak perlu ke rumah sakit untuk pengobatan. Dengan demikian, Sahabat akan lebih hemat secara finansial.2

    Menciptakan Kekebalan Kelompok

    Vaksinasi juga dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity, yaitu suatu kondisi dimana sebagian besar masyarakatnya sudah terlindungi atau kebal terhadap penyakit tertentu, sehingga menimbulkan dampak tidak langsung pada kelompok masyarakat yang bukan sasaran imunisasi dari penyakit yang bersangkutan.3

    Jenis-jenis Vaksin

    Untuk Anak-anak

    Untuk anak-anak terdapat beberapa jenis vaksin penting untuk tumbuh-kembang mereka, yaitu:5

    • BCG
    • DTP
    • Campak
    • Cacar air
    • Hepatitis B
    • Pneumokokus
    • Hib
    • Flu
    • MMR
    • Polio
    • Rotavirus

    Untuk Dewasa

    Sedangkan untuk dewasa, terutama kelompok umur 19-65 tahun adalah sebagai berikut:6

    • Flu
    • HPV
    • Tdap
    • Pneumonia
    • Hepatitis B
    • Varisela

    Pemberian vaksin kepada orang dewasa tetap harus dilakukan dan diperlukan sebab bagaimanapun juga orang dewasa juga tidak bebas dari serangan penyakit. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi risiko terkena penyakit, seperti usia, pekerjaan, gaya hidup, perjalanan, dan kondisi kesehatan.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya!

    Cara Vaksinasi ke Rumah

    Vaksinasi sangat penting untuk pencegahan penyakit. Terutama, pemberian vaksin menjadi sangat penting di masa pandemi Covid-19 ini. Vaksinasi anak-anak yang sudah dijadwalkan harus tetap dijalankan karena apabila melewati jadwal yang ditetapkan, hal tersebut akan berpengaruh kepada tumbuh-kembang anak. Tentu saja, di masa pandemi ini semua orang ragu untuk ke fasilitas kesehatan karena takut tertular Covid-19. Namun, hal ini bisa diatasi dengan menjalankan protokol kesehatan di fasilitas kesehatan, membatasi jumlah pengunjung, melakukan layanan secara privat kepada dokter vaksinasi dan imunisasi di kediaman sang dokter, atau vaksinasi ke rumah.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Vaksinasi ke rumah pada masa pandemi merupakan cara yang aman dan efektif. Dengan vaksinasi di rumah, harapannya proses vaksinasi akan lebih aman dan nyaman, baik untuk yang divaksinasi maupun yang memberikan vaksinasi. Sahabat Sehat bisa melakukan vaksinasi di rumah dengan Prosehat dan mitra-mitra Prosehat. Caranya adalah dengan mengakses website atau aplikasi Prosehat, lalu pilih kategori Imunisasi Anak dan Vaksinasi Dewasa. Layanan vaksinasi ke Rumah dari Prosehat ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi ke rumah ini, Sahabat dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Manfaat Vaksin Penting untuk Mencegah Penularan Penyakit [Internet]. Bengkulutoday.com. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.bengkulutoday.com/manfaat-vaksin-penting-untuk-mencegah-penularan-penyakit
    3. Pratomo HB. Mengungkap Manfaat Vaksin Bagi Kehidupan Manusia [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/mengungkap-manfaat-vaksin-bagi-kehidupan-manusia.html
    4. Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia? [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/07/03/170000023/mengapa-vaksinasi-berkaitan-dengan-sistem-kekebalan-tubuh-manusia-?page=all
    5. 11 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-12 Bulan dan Jadwal Pemberiannya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/11-jenis-imunisasi-yang-disarankan-untuk-bayi-0-12-bulan-dan-jadwal-pemberiannya/
    6. Jenis Vaksin yang Dibutuhkan Orang Dewasa Usia 19-65 tahun [Internet]. tirto.id. 2019 [cited 8 December 2020]. Available from: https://tirto.id/jenis-vaksin-yang-dibutuhkan-orang-dewasa-usia-19-65-tahun-ellZ
    Read More
  • Upaya untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menggunakan vaksinasi tampaknya akan menjadi kenyataan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada tanggal 6 Desember 2020.1 Meskipun vaksin sudah tersedia, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sementara pemerintah diharapkan untuk terus menggalakkan 3T (tracing, testing, […]

    Meski Vaksin Beredar, Tetap Konsumsi Asupan Bernutrisi untuk Kekebalan Tubuh

    Upaya untuk mencegah dan meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menggunakan vaksinasi tampaknya akan menjadi kenyataan. Vaksin Covid-19 buatan Sinovac sudah tiba di Tanah Air pada tanggal 6 Desember 2020.1 Meskipun vaksin sudah tersedia, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk melaksanakan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), sementara pemerintah diharapkan untuk terus menggalakkan 3T (tracing, testing, dan treatment) sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

    asupan bernutrisi untuk kekebalan tubuh

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Corona Berakhir?

    Sahabat Sehat harus menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan berolahraga, menghindari stres, dan mengonsumsi asupan nutrisi secara tepat untuk menjaga sistem imun tubuh tetap baik. Dengan demikian, Sahabat akan terhindar dari infeksi virus, baik secara langsung maupun tidak. Berikut ini adalah asupan nutrisi yang dapat membantu sistem imun tubuh untuk melawan penyakit menular dan berpotensi mematikan, termasuk Covid-19. Asupan nutrisi ini akan membantu Sahabat tetap sehat, sembari menunggu vaksin bisa diedarkan ke masyarakat.

    Vitamin C

    Vitamin C ini sering disebut-sebut sebagai vitamin yang mampu membantu membentuk kekebalan tubuh secara alami dengan mendorong produksi antibodi agar tubuh mampu melawan penyakit.2 Vitamin C dikatakan mampu mencegah infeksi dan mempercepat masa penyembuhan infeksi.3 Sebagai antioksidan, vitamin C mampu melindungi sel dari stres oksidatif yang menyebabkan produksi radikal bebas, memicu kerusakan sel, dan memperburuk peradangan. Vitamin C juga membantu membersihkan kekacauan seluler dengan sel-sel respons imun, termasuk neutrofil, limfosit, dan fagosit.4 Untuk mendapatkan vitamin C, Sahabat bisa mengonsumsi sayur dan buah, seperti bayam, kubis, paprika, stroberi, dan pepaya.3

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin D

    Selain vitamin C, vitamin D juga dikatakan bisa membantu menjaga kekebalan tubuh. Cara paling mudah untuk mendapatkan vitamin D adalah dengan bangun pagi, lalu merasakan hangat sinar matahari selama 30 menit. Secara alami, vitamin ini bisa dipoduksi dari kulit setelah terpapar sinar matahari. Manfaat lain dari sinar matahari adalah mencegah lemah otot, osteoporosis, nyeri tulang dan punggung, serta rambut rontok. Selain dari sinar matahari, vitamin D juga bisa didapatkan dari susu sapi, susu kedelai, yogurt, telur, minyak ikan, ikan sarden, dan tuna.2

    Vitamin E

    Vitamin mempunyai kandungan yang sangat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Vitamin ini mudah ditemukan di berbagai makanan dan sering ditambahkan ke produk makanan tertentu.2 Vitamin E berperan dalam pelebaran pembuluh darah dan mencegah terbentuknya gumpalan darah. Sel-sel dalam tubuh memerlukan vitamin E untuk berinteraksi satu sama lain dan melakukan berbagai fungsi penting. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan tubuh merasakan berbagai gejala, seperti mudah lelah, refleks yang lambat, banyak bergerak atau sulit mengambil suatu benda, gangguan penglihatan, kesemutan atau mati rasa di bagian tubuh.2 Vitamin E, seperti vitamin C, juga merupakan antioksidan yang dapat membantu tubuh melawan infeksi. Vitamin E berperan dalam hampir 200 reaksi biokimia dalam tubuh yang sangat penting untuk kerja sistem kekebalan. Vitamin E bisa didapatkan dari asupan makanan, seperti kacang almond, biji bunga matahari, safflower atau minyak bunga matahari, dan minyak kedelai kacang hazel.3

    Vitamin A

    Vitamin A merupakan garis pertahanan pertama tubuh yang ikut berperan dalam membentuk penghalang yang berfungsi menjaga struktur sel di kulit, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Vitamin ini juga dibutuhkan untuk membantu pembuatan antibodi yang dapat menetralkan patogen penyebab infeksi. Vitamin A bisa Sahabat temukan dalam ikan berminyak, kuning telur, keju, tahu, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, sayuran yang mengandung beta-karoten dapat dikonversi tubuh menjadi vitamin A, dapat ditemukan pada pada sayuran hijau, sayuran kuning dan jingga, seperti labu dan wortel.4

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Kapsul Ekstrak Sayur dan Buah

    Vitamin B

    Vitamin B, terutama B6, B9, dan B12, berperan penting pada respons pertama pertahanan tubuh setelah diketahui adanya patogen. Vitamin B memengaruhi produksi dan aktivitas sel “pembunuh” alami yang menyebabkan kematian sel atau apoptosis. Vitamin B bisa didapatkan dari sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah, ikan, ayam, dan daging untuk B6. Sedangkan vitamin B9 atau asam folat dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan bahkan tepung roti. Vitamin B12 terdapat dalam produk-produk hewani, termasuk telur, daging, susu, serta susu kedelai yang telah diperkaya dengan vitamin tersebut.4

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Zat Besi, Seng, dan Selenium

    Selain vitamin, terdapat zat lain berupa mineral yang dapat membantu menjaga kekebalan tubuh. Mineral yang dibutuhkan tubuh di antaranya adalah zat besi, seng, dan selenium. Zat besi sendiri diketahui dapat membantu mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan untuk mengenali dan menargetkan patogen. Seng membantu menjaga integritas kulit dan selaput lendir. Seng dan selenium bertindak sebagai antioksidan. Keduanya membantu memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif. Zat besi terkandung dalam daging, ayam, ikan, kacang-kacangan, serealia utuh, dan sereal. Seng dapat ditemukan dalam tiram dan makanan laut, daging ayam, kacang kering, dan kacang-kacangan. Sementara selenium dapat ditemukan pada kacang Brasil, daging, sereal, dan jamur.4

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Itulah beberapa asupan bernutrisi yang mampu membantu Sahabat untuk menjaga kekebalan tubuh selama pandemi, selagi vaksin Covid-19 belum beredar. Namun, Sahabat jangan sampai terlena walaupun kini sudah ada vaksin di Indonesia. Sebaiknya, Sahabat tidak meninggalkan PHBS dan mengonsumsi nutrisi-nutrisi ini supaya diri Sahabat tetap terjaga dari berbagai serangan penyakit, dan tidak hanya Covid-19. Apabila Sahabat menginginkan informasi lebih lanjut seputar asupan bernutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal Vaksin Sinovac yang Telah Tiba di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/08/110300765/mengenal-vaksin-sinovac-yang-telah-tiba-di-indonesia?page=all
    2. Vitamin dan Mineral untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200312120215-255-482798/vitamin-dan-mineral-untuk-meningkatkan-kekebalan-tubuh
    3. 8 Jenis Vitamin dan Mineral yang Bantu Perkuat Sistem imun [Internet]. Kompas.com. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/12/05/140000568/8-jenis-vitamin-dan-mineral-yang-bantu-perkuat-sistem-imun
    4. Ini nutrisi yang bisa meningkatkan imun tubuh [Internet]. kesehatan.contan.co.id. 2020 [cited 8 December 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/ini-nutrisi-yang-bisa-meningkatkan-imun-tubuh
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan berakhirnya kemudian membuat sebuah fenomena long Covid atau Covid berkepanjangan berdasarkan laporan WHO pada 9 September 2020. Long Covid adalah istilah untuk gejala-gejala yang dialami pasien pasca-infeksi Covid-19. Keluhan yang terjadi biasanya berupa mild symtomps atau gejala ringan, dan rata-rata mengalami gejala lebih dari 3 minggu […]

    Fenomena Long Covid, Gejala yang Menyerang Eks-Pasien Covid-19

    Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan berakhirnya kemudian membuat sebuah fenomena long Covid atau Covid berkepanjangan berdasarkan laporan WHO pada 9 September 2020. Long Covid adalah istilah untuk gejala-gejala yang dialami pasien pasca-infeksi Covid-19. Keluhan yang terjadi biasanya berupa mild symtomps atau gejala ringan, dan rata-rata mengalami gejala lebih dari 3 minggu bahkan berbulan-bulan setelah gejala awal dialami oleh pasien. Adapun Covid berkepanjangan ini bukanlah virus. Demikian yang ditegaskan oleh Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Agus Dwi Susanto, seperti dilansir Tirto.id.

    fenomena long covid, long covid, long covid-19

    Baca Juga: Isolasi Mandiri Covid-19 di Fasilitas Pemerintah dan Pengajuannya

    Fenomena yang dahulunya bernama post-covid syndrome ini merupakan gejala sisa yang muncul setelah pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Ini dapat terjadi akibat proses ketika sakit kemudian menimbulkan kelainan yang menetap secara anatomis yang akhirnya memengaruhi secara fungsional. Eks pasien Covid-19 yang berisiko terkena long Covid adalah mereka yang mempunyai penyakit penyerta atau komorbid. Begitu juga dengan lanjut usia. Meski begitu, eks pasien dalam kelompok umur 19 hingga 59 tahun tanpa komorbid ternyata juga dapat mengalaminya.

    Gejala-gejala Terkena Long Covid

    Seperti halnya Covid-19, fenomena long Covid ini juga dimulai dari sebuah gejala. Meski begitu gejala-gejala yang dialami berbeda berdasarkan sifat dan durasinya. Jika pada Covid-19, gejala yang dialami bersifat akut dan berlangsung harian dan bulanan, pada long Covid bisa berlangsung menetap seminggu hingga bulanan. Gejalanya sendiri cukup bervariasi dari gejala kelelahan kronis hingga depresi. Long Covid sendiri mempunyai dua gejala, yaitu, fisik dan psikis.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab

    Gejala Fisik

    Untuk gejala fisik yang dialami adalah sebagai berikut:

    • Rasa lelah berlebihan
    • Gangguan napas
    • Nyeri sendi
    • Nyeri dada
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Pegal-pegal

    Gejala Psikis

    Sedangkan untuk gejala psikis adalah adanya gangguan pada kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan pengalaman psikis yang dialami pasien Covid-19 selama sakit, dan akan masih dirasakan setelah sembuh. Jika dibiarkan hal ini dapat mengakibatkan depresi berkepanjangan. Karena itulah, mereka yang terkena gejala psikis ini membutuhkan pendampingan di rumah sakit oleh psikiater.

    Baca Juga: 8 Istilah Baru Penderita Covid-19, dari Suspek hingga Kematian

    Cara Mendeteksinya

    Pasien dengan gejala long Covid ini tentunya bisa dideteksi. Cara mendeteksinya adalah dengan 4 tahapan, yaitu:

    • Ananesis
    • Pemeriksaan fisik,
    • Riwayat penyakit sebelumnya
    • Pemeriksaan penunjang untuk menentukan ada tidaknya gejala long Covid

    Pada tahapan anamnesis dilakukan wawancara kepada pasien mengenai gejala-gejala yang dialaminya setelah dirawat dan diterapi  di rumah sakit sebagai pasien Covid-19. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik yang menggunakan pemeriksaan radiologi paru serta laboratorium. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan darah lengkap, penanda proses peradangan dan infeksi, penanda enzim jantung hingga pemeriksaan molekuler.

    Cara Dinyatakan Sembuh

    Untuk dapat dinyatakan sembuh dari long Covid, pasien harus mempunyai hasil tes PCR swab yang negatif. Meski demikian, pasien yang telah melakukan perawatan Covid-19 cukup lama dapat masih dinyatakan positif pada hasil tes swabnya dengan menilai CT value. Hasil positif tersebut kemungkinan terjadi karena masih ada serpihan virus yang terdeteksi PCR, namun kemungkinan menularkan virus ke orang lain semakin kecil. Jika tanpa pemeriksaan PCR, biasanya pasien positif Covid-19 dapat mengakhiri masa isolasi selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah dengan 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala. Setelah masa tersebut potensi penularan virus dapat semakin kecil.

    Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test Corona

    Fenomena Long Covid tidak dapat diremehkan sebab dapat menyebabkan depresi dan kecemasan yang berlebihan jika tidak ditangani. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Sahabat Sehat. Supaya Sahabat dapat terlindungi dari Covid-19 sehingga tidak mengalami Covid berkepanjangan, yuk tetap disipilin dalam melaksanakan 3M, dan jangan lupa untuk rapid test dan PCR swab di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Mengenal Long Covid dari Gejala, Deteksi hingga Dinyatakan Sembuh Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/31/170200923/mengenal-long-covid-dari-gejala-deteksi-hingga-dinyatakan-sembuh?page=all
    2. Fenomena Long Covid-19 Bisa Muncul pada Semua Pasien yang Sembuh | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/fenomena-long-covid-19-bisa-muncul-pada-semua-pasien-yang-sembuh.html
    3. Taher A. Perhimpunan Dokter Paru: Long COVID Mengintai Eks Pasien Corona – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://tirto.id/perhimpunan-dokter-paru-long-covid-mengintai-eks-pasien-corona-f7HK
    4. Media K. Fenomena Long Covid, Ancaman Bagi Penyintas Covid-19 yang Perlu Diwaspadai [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 4 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/04/06145931/fenomena-long-covid-ancaman-bagi-penyintas-covid-19-yang-perlu-diwaspadai
    Read More
  • Pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini rupanya membuat banyak orang di seluruh dunia lupa mengenai HIV/AIDS. Ini adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang secara global jumlah penderitanya mencapai angka 38 juta orang berdasarkan data UNAIDS pada tahun 2019, dan 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Sebanyak […]

    Bagaimana Cara Penderita HIV/AIDS Menghadapi Covid-19?

    Pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini rupanya membuat banyak orang di seluruh dunia lupa mengenai HIV/AIDS. Ini adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang secara global jumlah penderitanya mencapai angka 38 juta orang berdasarkan data UNAIDS pada tahun 2019, dan 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Sebanyak 81% mengetahui statusnya dan 67% telah menerima pengobatan. Setiap tahunnya juga sekitar 1,7 juta orang terinfeksi virus ini, dan 690.000 orang dilaporkan meninggal dunia. Di Indonesia sendiri jumlah penderita menurut data Kementerian Kesehatan pada triwulan II 2020 seperti yang dilansir dari Tempo.co diperkirakan mencapai 543.100 orang. Dari jumlah itu baru 398.784 orang yang sudah ditemukan, dan baru 205.945 orang yang mengonsumsi obat antiretroviral atau ARV sebagai obat untuk menurunkan komplikasi HIV/AIDS.

    penderita hiv/aids menghadapi covid-19

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Data di atas menunjukkan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang sama berbahayanya dengan Covid-19. Namun, wabah ini justru  membuat HIV/AIDS tidak terlihat sama sekali, dan terkesan diabaikan. Jika dikaitkan dengan Covid-19, para penderita HIV/AIDS atau ODHA disebut 3 kali lebih besar berpeluang untuk meninggal jika terkena virus asal Wuhan tersebut apabila dikaitkan dengan imun tubuh yang dimiliki dan saluran pernapasan. Hal itu berdasarkan temuan penderita HIV/AIDS di Afrika Selatan oleh departemen kesehatan negara tersebut yang juga menderita Covid-19. Karena itulah, WHO meminta ODHA yang belum pernah menjalani terapi ARV agar segera melakukannya supaya terhindar dari virus.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Seperti dilansir dari Avert.org, penderita HIV/AIDS yang berpotensi terinfeksi Covid-19 adalah mereka yang mempunyai tingkat CD4 atau sel darah putih limfosit yang rendah (dengan jumlah kurang dari 200 per sel), memiliki viral load yang tinggi, dan memiliki infeksi oportunistik akibat virus, jamur, dan bakteri yang menyerang pada tubuh dengan imun yang lemah.

    Cara Penderita HIV/AIDS Menghadapi Covid-19

    Lalu bagaimana cara penderita HIV/AIDS menghadapi Covid-19? Masih dikutip dari situs yang sama, berikut ini adalah cara-caranya, dan tidak jauh berbeda dari cara-cara yang sudah ada, yaitu:

    • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 40 detik.
    • Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol seperti hand sanitizer dalam situasi tidak ada akses mencuci dengan sabun pada air yang mengalir
    • Hindari menyentuh wajah karena ini salah satu cara virus masuk ke tubuh
    • Hindari orang yang merasa tidak enak badan
    • Tutupi hidung dan mulut dengan tisu bersih saat Sahabat bersin atau batuk kemudian cucilah tangan. Jika tidak ada tisu, gunakan bagian dalam siku untuk menutupi mulut dan hidung
    • Batasi kontak fisik jika merasa berisiko terkena Covid-19 dengan di rumah saja
    • Apabila sudah merasakan gejala-gejala seperti batuk kering yang terus-menerus serta tidak bisa mencium sesuatu, segera hubungi petugas kesehatan terdekat
    • Pastikan memiliki stok obat ARV untuk maksimal 30 hari
    • Pastikan Sahabat juga sudah divaksinasi terakhir sebelum di rumah saja, baik itu flu maupun pneumokokus
    • Menjalankan pola makan yang baik
    • Istirahat teratur
    • Berolahraga terutama olahraga ringan
    • Tetap terhubung dengan orang-orang sekitar melalui pemanfaatan teknologi online agar tidak mengalami gangguan kesehatan mental dan stres

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Sekian mengenai tips yang perlu dilakukan penderita HIV/AIDS atau ODHA dalam menghadapi Covid-19. Intinya, Sahabat Sehat harus bersikap waspada namun juga tenang serta mau dan disiplin menjalankan protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan. Ini dilakukan agar Sahabat jangan sampai terpapar Covid-19 yang tentunya akan menambah penderitaan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai HIV/AIDS dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Jember P. Sejarah Hari AIDS Sedunia yang Diperingati 1 Desember dan Tema dari Tahun ke Tahun – Portal Jember [Internet]. Portal Jember. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://portaljember.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-161039326/sejarah-hari-aids-sedunia-yang-diperingati-1-desember-dan-tema-dari-tahun-ke-tahun
    2. Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19 [Internet]. Tempo. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1410430/kemenkes-bilang-hivaids-tak-boleh-luput-dari-perhatian-semasa-pandemi-covid-19/full&view=ok
    3. Kena Covid-19, Pengidap HIV/AIDS Berpeluang 3 Kali Lebih Besar untuk Mati | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200611/106/1251218/kena-covid-19-pengidap-hivaids-berpeluang-3-kali-lebih-besar-untuk-mati
    4. Orang yang Hidup dengan HIV-AIDS (ODHA) Rentan Terinfeksi COVID-19? – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://tirto.id/orang-yang-hidup-dengan-hiv-aids-odha-rentan-terinfeksi-covid-19-f7eD
    5. Coronavirus (COVID-19) and HIV [Internet]. Avert. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.avert.org/coronavirus/covid19-HIV
    Read More
  • Menghadapi musim hujan di tengah pandemi Covid-19 tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan menghadapi musim hujan di masa sebelum pandemi. Perbedaan itu tentu saja membutuhkan usaha ekstra supaya tubuh tetap dapat terlindungi dari penyakit-penyakit yang kerap muncul di musim hujan seperti flu, diare, dan kolera, serta terlindungi dari Covid-19 yang masih mewabah dan mempunyai sifat […]

    Tips Menghadapi Musim Hujan di Tengah Pandemi Covid-19

    Menghadapi musim hujan di tengah pandemi Covid-19 tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan menghadapi musim hujan di masa sebelum pandemi. Perbedaan itu tentu saja membutuhkan usaha ekstra supaya tubuh tetap dapat terlindungi dari penyakit-penyakit yang kerap muncul di musim hujan seperti flu, diare, dan kolera, serta terlindungi dari Covid-19 yang masih mewabah dan mempunyai sifat penularan yang sangat cepat. Musim hujan sendiri memang kerap identik dengan munculnya banyak penyakit yang mudah menyerang seseorang. Hal itu karena adanya perubahan suhu pada lingkungan. Saat musim hujan, kuman lebih mudah berkembang biak dan menginfeksi tubuh manusia. Para ahli juga sudah membuktikan, semakin rendah suhu, semakin kuat pula virus sehingga sulit mati. Jika tubuh lemah, akan mudah menjadi sasaran empuk bakteri dan virus. Karena itu, supaya tubuh tidak mudah terserang penyakit saat musim hujan, Sahabat selalu disarankan untuk menguatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bernutrisi, berolahraga, dan juga vaksinasi.

    musim hujan di tengah pandemi covid-19, musim hujan saat covid-19

    Baca Juga: Khawatir Beraktivitas di Musim Hujan? Nggak Lagi Tuh!

    Lalu bagaimana jika yang dihadapi adalah Covid-19? Apakah caranya sama atau berbeda sama sekali dengan penyakit-penyakit yang sudah ada? Yuk, Sahabat, tanpa berlama-lama, mari kita simak penjelasan di bawah ini!

    Bagaimana Menghadapi Musim Hujan di Tengah Covid-19?

    Covid-19 sekarang ini merupakan penyakit yang teramat istimewa sehingga untuk menghadapinya di kala musim hujan juga berbeda, yaitu sebagai berikut.

    Memiliki Masker Cadangan

    Mengenakan masker merupakan hal wajib bagi semua orang di masa pandemi ini. Penggunaan masker dipercaya dapat secara efektif mengurangi penyebaran virus. Pemakaian masker sendiri juga termasuk dalam 3M yang dianjurkan pemerintah berdasarkan saran dari WHO. Untuk musim hujan ini ternyata masker yang digunakan harus lebih dari satu. Hal itu karena masker berpotensi besar basah terkena air hujan, dan masker yang basah serta lembap dinilai tidak akan efektif karena air membatasi aliran udara dan mengurangi jumlah pengurangan virus. Karena itu, jika masker Sahabat basah karena air hujan segera ganti, dan jangan lupa pakailah masker medis atau kain tiga lapis.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Tetap Menjaga Kebersihan Lingkungan

    Musim hujan berpotensi mendatangkan banjir terutama bagi Sahabat yang tinggal di daratan rendah atau dekat sungai. Banjir sendiri juga disebut mendatangkan banyak penyakit seperti kolera, leptosipirosis, dan tifus. Apalagi, Covid-19 juga berpotensi muncul terutama saat berada di pengungsian yang dapat menciptakan kluster penyebaran virus. Karena itu, sangat penting bagi Sahabat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, dan selalu membuat sumur resapan untuk menampung air hujan yang turunnya cukup banyak.

    Hati-hati Terhadap Penyakit Musiman

    Musim hujan di tengah pandemi Covid-19 memang benar-benar membutuhkan tenaga ekstra saat menghadapinya. Hal ini karena adanya penyakit-penyakit musiman yang sudah pasti datang dan menyerang. Sebut saja diare dan demam berdarah. Datangnya penyakit-penyakit musiman tentu akan sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Apabila lemah, tubuh yang sudah terserang penyakit itu juga mudah terserang Covid-19.

    Baca Juga: 10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

    Tetap Disiplin dalam Menjalankan Protokol Kesehatan

    Musim hujan saat pandemi bukan berarti Sahabat abai dalam menjalankan protokol kesehatan, yang di dalamnya terdapat 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) untuk memutus mata rantai penularan penyakit Covid-19. Jangan sampai musim hujan dijadikan alasan karena hingga saat ini pandemi belum akan berakhir meskipun nanti vaksin sudah ditemukan dan tersedia.

    Baca Juga: Infografik Pentingnya Vaksin Influenza untuk Pencegahan Flu di Musim Hujan

    Selain tips-tips di atas, jangan lupa untuk melakukan vaksinasi sebagai salah satu cara mencegah penyakit musim hujan di tengah pandemi Covid-19. Vaksinasi yang tentu saja utama dan penting dilakukan adalah vaksinasi flu. Penyakit flu sendiri bersifat musiman dan mempunyai kemiripan dengan Covid-19 sehingga dengan vaksinasi ini akan mencegah Sahabat terkena Covid-19. Untuk vaksinasi ini, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Indonesia C. Penyakit-penyakit yang Meradang saat Musim Hujan [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20181029082340-255-342178/penyakit-penyakit-yang-meradang-saat-musim-hujan
    2. VIVA P. Virus Kuat di Musim Hujan, Satgas COVID-19 Khawatirkan Libur Panjang [Internet]. Viva.co.id. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/1316133-virus-kuat-di-musim-hujan-satgas-covid-19-khawatirkan-libur-panjang
    3. Musim Hujan saat Pandemi Covid-19 P. Musim Hujan saat Pandemi Covid-19, Para Ahli Sarankan untuk Selalu Bawa Barang Cadangan Ini – Semua Halaman – Grid Health [Internet]. Grid Health. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352387335/musim-hujan-saat-pandemi-covid-19-para-ahli-sarankan-untuk-selalu-bawa-barang-cadangan-ini?page=all
    4. 4 Tips Hindari Paparan Covid-19 Saat Musim Hujan Tiba | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/4-tips-hindari-paparan-covid-19-saat-musim-hujan-tiba.html
    Read More
  • Depresi, stres, frustrasi, kecemasan, dan ketakutan berlebihan menjadi penyebab munculnya gangguan mental pada semua orang di seluruh dunia akibat Covid-19. Gangguan tersebut muncul karena banyak yang bertanya mengenai kapan pandemi yang muncul sejak November 2019 di Cina lalu menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia sejak Maret 2020 di Indonesia akan kelar. Belum ada waktu yang […]

    Rangkuman Webinar Prosehat “Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi”, dengan Salah Satu Pembicara dr. Nova Riyanti Yusuf, 2 Desember 2020

    Depresi, stres, frustrasi, kecemasan, dan ketakutan berlebihan menjadi penyebab munculnya gangguan mental pada semua orang di seluruh dunia akibat Covid-19. Gangguan tersebut muncul karena banyak yang bertanya mengenai kapan pandemi yang muncul sejak November 2019 di Cina lalu menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia sejak Maret 2020 di Indonesia akan kelar. Belum ada waktu yang pasti mengenai kelarnya pandemi pada akhirnya memberikan banyak pembatasan untuk bergerak dengan tetap di rumah saja.

    rangkuman webinar Prosehat Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    Baca Juga: 7 Kiat Mengelola Strs Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Berangkat dari situlah, webinar Prosehat kali ini mengangkat tema mengenai gangguan kesehatan mental dengan judul “Tips Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi”. Webinar ini sendiri diselenggarakan pada Rabu, 2 Desember 2020 pukul 19.00 WIB. Pembicara pada webinar ini ada dua, yaitu dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp. PD, CHt atau akrab disapa dengan nama dr. Jeff, dan tentunya Sahabat Sehat sudah cukup familiar dengan sosok yang satu ini karena sudah sering muncul di webinar-webinar Prosehat.

    Pembicara kedua adalah Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ atau biasa akrab disapa dengan nama Noriyu. Sahabat Sehat tentu sudah tidak asing lagi juga dengan sosok yang satu ini. Sebab, Noriyu adalah seorang psikiater dan dokter kesehatan jiwa yang cukup terkenal juga sebagai seorang penulis psikologi dan novelis. Di samping itu, ia juga pernah menjadi anggota DPR pada periode 2014-2019. Webinar ini tentunya dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat.

    Dalam pemaparannya, dr. Jeff menjelaskan mengenai perkembangan Covid-19 itu sendiri terutama di Indonesia yang hingga saat ini masih terus menunjukkan peningkatan jumlah kasus. Selanjutnya, ia juga membahas mengenai kebijakan pemerintah berupa PSBB, dan sebagai ahli penyakit dalam ia membahas dampak Covid-19 terhadap berbagai organ tubuh seperti jantung yang menyebabkan serangan penyakit jantung dan gangguan irama jantung. Tak hanya pada gangguan organ tubuh, Covid-19 kenyataannya menyebabkan depresi yang cukup parah terutama di Amerika Serikat yang mencapai 53% daripada sebelum pandemi.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

    Menurut dr. Jeff, gangguan psikis dan gangguan mental di masa pandemi saling berkaitan satu sama lain. Hal itu terjadi karena Covid-19 yang benar-benar sangat berdampak terutama pada pikiran yang bisa memengaruhi kondisi tubuh. Tandanya berupa sulit berpikir dan mudah lelah, mengalami masalah pada pencernaan, dan detak jantung yang cukup meningkat. Hal ini juga disertai dengan gejala seperti rasa takut berlebihan akan tertular, stres traumatik, dan kecemasan terhadap masalah keuangan. Cara mengatasinya bisa dilakukan dengan mengajak berkomunikasi dengan teman yang bisa memahami kondisi serta berolahraga.

    Lalu bagaimana cara mengatasi gangguan mental dari dr. Nova Riyanti Yusuf atau Noriyu? Dalam pemaparannya dokter yang juga Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa DKI Jakarta itu memberikan mengenai definisi sehat menurut WHO yang berbunyi:…keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap, dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan”. Selain itu, ia memberikan definisi kesehatan jiwa berdasarkan Undang-undang Kesehatan Jiwa Nomor 18 Tahun 2014, yaitu kondisi di mana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

    Di masa pandemi, ujar dr. Nova yang juga praktek sebagai psikiater di Ciputra Medical Centre ini, banyak orang yang merasa bahwa dirinya adalah orang dengan masalah kejiwaan atau ODMK. Dr. Nova menyatakan bahwa 2020 ini adalah tahun yang sulit bagi kesehatan jiwa. Hal itu karena adanya pandemi yang mengakibatkan lockdown atau karantina wilayah secara berulang, ancaman infeksi, isolasi sosial, dan ketidakpastian ekonomi yang berujung pada ketakutan dan kecemasan yang semakin luas. Hal ini juga dirasakan sendiri oleh sang dokter yang biasanya bepergian ke beberapa negara untuk menghadiri konferensi dan seminar internasional namun merasa takut tertular terkena infeksi walaupun dia tidak terkena.

    Karantina sosial yang diberlakukan demi menghindari penyebaran, menurut dr. Nova dalam pemaparannya juga dapat meningkatkan gangguan psikologis seperti menghindar diri dari orang lain dan frustrasi, dan lockdown merupakan laboratorium eksperimen terbesar yang dihadapi umat manusia pada saat ini. dr. Nova juga memaparkan bahwa selama 5 bulan pandemi banyak 64,8% perempuan yang mengalami masalah psikologis. Bahkan 15% memikirkan usaha untuk bunuh diri karena pandemi ini, yaitu pada umur 18-29 tahun.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Akibat pandemi Covid-19 banyak orang yang menjadi lelah karena keadaan akibat protokol-protokol kesehatan supaya tidak terinfeksi.  Dampaknya banyak yang berperilaku demotivasi terutama pada mereka yang tidak terkena Covid-19 karena akan tertular juga. Efek selanjutnya menciptakan sindrom burnout berupa kelelahan emosi, depersonalisasi, dan penurunan prestasi. Hal inilah yang banyak dialami para tenaga kesehatan yang sebenarnya sudah lelah namun Covid-19 belum selesai sama sekali.

    Lalu bagaimana tips menjaga kesehatan mental menurut dr.Nova? Dalam pemaparannya ia menyebutkan seperti membutuhkan berita dan mengatur pemakaian gadget supaya dapat beristirahat secara teratur, dan selalu berpikir positif. Webinar yang penuh keakraban di antara dua narasumber ini dilanjutkan pada sesi pertanyaan. Salah satu peserta, Ratna Mardiati, menanyakan kepada dr.Jeff apakah kekebalan tubuh bisa ditingkatkan dengan olahraga jalan kaki 30 menit dan olahraga kekuatan otot 2 kali seminggu? Dijawab oleh dr. Jeff bahwa hal tersebut dapat meningkatkan kekebalan tubuh, dan sebaiknya 5 hari dalam seminggu supaya tidak berefek buruk pada tubuh.

    Untuk dr. Nova sendiri mendapat pertanyaan dari Gery cara mengatasi kesalahpahaman dalam berkomunikasi melalui telepon seluler yang bisa mengakitbatkan stres. Cara mengatasinya adalah memperhatikan koridor atau berkomunikasi secara visual. dr. Nova menyarankan agar mengirim voice note apabila ada kendala dalam pertemuan virtual.

    Baca Juga: Stres dan Panik Hadapi Corona, Justru Turunkan Imun Tubuh

    Untuk pemaparan lebih lanjut, Sahabat Sehat bisa menonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan jiwa dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan […]

    Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga sering kali infeksi yang terjadi pada penderita HIV berada dalam kondisi yang sangat berat dan mengancam jiwa karena sulit disembuhkan.

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Berbicara mengenai kerentanan kaum gay terkena HIV, pada tahun 2008 CDC (centers for disease control and prevention) mengumumkan hasil sebuah penelitian bahwa pada tahun 2006 terdapat 53.000 kasus HIV baru di Amerika Serikat pada kelompok usia diatas 13 tahun, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 40.000 kasus baru. Perlu Sahabat Sehat ketahui bahwa dari kasus-kasus baru ini didapati bahwa 53% di antaranya disebabkan kontak seksual antara pria dengan pria, sedangkan 4% disebabkan kontak seksual pria dengan pria, juga pemakaian obat-obatan. Selain itu, dari seluruh kasus-kasus baru itu 73% di antaranya adalah pria dan dari seluruh pria ini yang mengaku melakukan kontak seksual antara pria dengan pria adalah 72%. Berdasarkan data statistik di atas sebenarnya kita dapat menyimpulkan bahwa kaum gay memang lebih rentan terkena HIV.

    Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kaum gay lebih rentan terkena HIV? Menurut National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention,ada beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi.

    Penyebab Gay Rentan Terkena HIV

    1. Masih tingginya persentase kaum gay yang terinfeksi HIV sehingga angka penularan antara mereka juga tinggi.
    2. Banyak kaum gay yang tidak peduli bahwa mereka terkena HIV atau tidak, hal ini dibuktikan dengan hanya 56% dari kaum gay dan biseksual pada tahun 2008 meningkat menjadi 66% pada tahun 2011 yang mengetahui bahwa mereka terkena HIV, tentunya dari data diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang belum mengetahuinya.
    3. Kebiasaan berhubungan seksual secara anal seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV.
    4. Kaum gay cenderung memiliki pasangan seksual yang banyak dan bergonta-ganti.
    5. Stigma jelek yang berkembang pada masyarakat dan homofobia yang menyebabkan mereka malu atau cenderung menutup diri sehingga keinginan dan kesempatan mereka untuk datang ke pusat layanan kesehatan rendah.

    Karena itu, kita harus sadar bahwa kaum gay maupun HIV ada di sekitar kita. Nah, hal yang kita lakukan bukanlah menjauhi orangnya tetapi penyakitnya. Berhubungan seksual dengan lawan jenis setelah menikah dan tidak bergonta-ganti pasangan adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi penularan HIV.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Jangan lupa Sahabat, jika masih membutuhkan ulasan HIV AIDS maupun produk kesehatan,bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention. HIV Among Gay and Bisexual Men. CDC ( Centers of Disease Control and Prevention); 2015 p. 1-2.
    2. Darnell B, Guzman A, Krivo-kaufman A. Gay Men and HIV : An Urgent Priority. New York: GMHC (Gay Men’s Health Crisis); 2010.
    3. Dewi G, Indrawati E. Pengalaman Menjadi Gay (Studi Fenomenologi pada Pria Homoseksualitas Menuju Coming Out). Jurnal Empati. 2017;7(3):116-126.
    4. Boellstroff T. Gay dan Lesbian Indonesia Serta Gagasan Nasionalisme. Antropologi Indonesia. 2006;30(1):1-6.
    5. UCD LGBT Society [Internet]. Ucd.ie. 2018 [cited 18 November 2018]. Available from: ucd.ie/lgbt/lgbt-gay.html

     

    Read More
  • Gay, biseksual maupun pria yang berhubungan seksual dengan sesama pria (LSL: lelaki seks dengan lelaki) memiliki risiko tertular virus HIV lebih besar dari pasangan heteroseksual. AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndromes adalah penyakit yang sangat popular saat ini, terutama di kalangan pasangan homoseksual. Banyak yang mengaitkan penyakit ini dengan pasangan sejenis, dan ternyata di Indonesia […]

    Ancaman HIV/AIDS Pada Pasangan Gay

    prosehat gay couple

    Gay, biseksual maupun pria yang berhubungan seksual dengan sesama pria (LSL: lelaki seks dengan lelaki) memiliki risiko tertular virus HIV lebih besar dari pasangan heteroseksual. AIDS atau Acquired Immuno Deficiency Syndromes adalah penyakit yang sangat popular saat ini, terutama di kalangan pasangan homoseksual. Banyak yang mengaitkan penyakit ini dengan pasangan sejenis, dan ternyata di Indonesia sendiri, tingkat presentasenya cukup besar:

    • Berdasarkan CDC, pada tahun 2010, ditemukan 72% orang yang terjangkit virus HIV adalah gay dan biseksual dengan rentang usia 13-24 tahun.

    Ancaman HIV AIDS pada pasangan gay atau homoseksual memang patut dikhawatirkan karena tingkat penularannya yang sangat tinggi, karena hubungan seks melalui anal, mukosa anus yang tipis tidak dipersiapkan untuk koitus sehingga mudah pecah, rusak dan virus dapat langsung masuk. Badan organisasi kesehatan dunia (WHO) merekomendasikan pria gay untuk mengkonsumsi obat antiretroviral yang sempat dibahas di sini, sebagai usaha melindungi diri sendiri dari infeksi HIV, selain tentunya menggunakan kondom setiap bercinta dengan sejenisnya.

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta, dan Mitos

    Mengkonsumsi obat antiretroviral merupakan salah satu upaya pencegahan dan perlindungan dari penyakit sebelum terpapar virus HIV. Pencegahannya adalah dengan mengonsumsi 1 pil ARV bagi mereka yang masuk ke dalam kelompok berisiko tinggi seperti pasangan sejenis yang telah hidup bersama dan 1 pil ARV bagi mereka yang sudah positif terinfeksi virus HIV.

    Produk Terkait: Cek HIV/AIDS di Klinik

    Menurut Gotfried Hirnschall, sebagai direktur departemen WHO, “Secara global WHO mengalami kesulitan menangani penyebaran HIV pada negara dengan populasi berisiko tinggi namun rendahnya layanan kesehatan.”

    Populasi berisiko tinggi yang dimaksud adalah pasangan gay (sejenis), biseksual, pria yang berhubungan seks dengan pria, transgender wanita (berganti kelamin), pekerja seks, pemadat (orang yang menggunakan narkoba/jarum suntik) dan para tahanan.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV/AIDS

    Bentuk pencegahan dengan konsumsi obat ARV dapat menekan penularan HIV pada pria gay hingga sebesar 20-25 persen dan dalam jangka waktu 10 tahun. Sebaiknya pasangan gay menyadari ancaman yang mengintai dan konsisten untuk konsumsi obat ARV sehingga risiko penularan dapat ditekan hingga 92 persen (pada orang yang berisiko tinggi).

    Perlindungan tambahan pada pria gay lebih digalakkan karena dikhawatirkan terjadi peningkatan insiden HIV  yang berujung kematian. Hal ini atas dasar penelitian WHO yang menemukan bahwa:

    • pekerja seks wanita berisiko 14 kali tertular HIV dibanding wanita pada umumnya
    • pria gay berisiko 19 kali tertular HIV dibanding populasi umum
    • wanita transgender memiliki risiko hingga 50 kali lebih besar dibanding orang dewasa lainnya
    • orang yang memakai narkoba jarum suntik berisiko 50 kali lebih tinggi dibanding populasi umum

    Akibat ledakan epidemi pada populasi kelompok pasangan sejenis ini maka upaya pencegahan harus digalakkan. Di seluruh dunia sendiri terdapat 35,3 juta orang dengan HIV, namun peningkatan jumlah pasien ini terjadi karena kemajuan tes deteksi dini virus HIV. Dan kombinasi obat ARV yang semakin baik memperpanjang hidup orang dengan infeksi HIV hingga bertahun-tahun lamanya. Konsumsi obat antiretroviral dapat membuat virus HIV tidak terdeteksi, namun nasib naas terkadang berkata lain. Seperti yang baru-baru ini dialami aktor kondang Hollywood, Charlie Sheen. Gaya hidupnya yang kerap meniduri 4 bintang porno setiap harinya dan rajin minum obat kombinasi ARV berujung pada HIV yang sudah dibahas di sini.

    Baca Juga: Apakah Virus HIV/AIDS Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai HIV AIDS dan pencegahannya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Better be prepared than sorry.

    Referensi:

    Read More
  • Belakangan ini terdengar kabar mengenai penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV)dari perawatan wajah, yaitu facial. Mungkin hal tersebut membuat Sahabat Sehat mempertanyakan apakah HIV dapat ditularkan saat melakukan facial. Sebelum menduga apakah HIV dapat ditularkan lewat facial, alangkah baiknya kita mengetahui dahulu mengenai fakta dari HIV. Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV? HIV merupakan […]

    Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Belakangan ini terdengar kabar mengenai penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV)dari perawatan wajah, yaitu facial. Mungkin hal tersebut membuat Sahabat Sehat mempertanyakan apakah HIV dapat ditularkan saat melakukan facial. Sebelum menduga apakah HIV dapat ditularkan lewat facial, alangkah baiknya kita mengetahui dahulu mengenai fakta dari HIV.

    HIV AIDS lewat facial

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    HIV merupakan virus yang dapat menginfeksi sel imunitas tubuh dengan menghancurkan atau menurunkan fungsi sel tersebut. Lain dengan virus-virus lain, HIV sekali terinfeksi  tidak dapat dimusnahkan oleh pertahanan tubuh maupun dengan obat-obatan. Awalnya infeksi tersebut tidak bergejala atau sakit ringan, seperti saat sedang sakit flu, hingga menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome(AIDS), yaitu tahap akhir dari infeksi HIV. AIDS yang mengakibatkan penderita mengalami berbagai penyakit infeksi akibat HIV.

    Ada beberapa cara penularan HIV, seperti berhubungan intim yang berisiko, baik melalui vagina maupun dubur,ataupun oral sex dengan orang yang terinfeksi, transfusi darah yang terkontaminasi HIV, penggunaan jarum suntik, peralatan medis, atau peralatan tajam lainnya yang terkontaminasi dengan cairan tubuh penderita. Selain itu, infeksi HIV dapat ditularkan dari ibu ke anak ketika mengandung, persalinan, atau menyusui .Kemungkinan terjadinya penularan HIV dapat dilihat pada tabel di bawah:

    Tabel Kemungkinan Terjadinya Penularan HIV Berdasarkan Tempat Terinfeksinya

    Menurut data diatas 1 dari 150 orang terinfeksi HIV saat menggunakan peralatan tajam yang terkontaminasi seperti berbagi jarum suntik dengan penderita atau menjalankan tindakan medis termasuk facial dengan peralatan yang tidak steril. Namun, kekhawatiran Sahabat dapat berkurang karena kejadian tersebut dapat dicegah dengan penggunaan peralatan yang tajam sekali pakai atau peralatan medis yang sudah disterilisasi.

    Baca Juga: 6 Tips Menghindari Perilaku Seks Berisiko 

    Facial biasanya dilakukan dengan menggunakan peralatan logam, ekstraktor komedo, atau dengan benda tajam lainnya, yang dapat bersifat hanya sekali pakai ataupun dapat dipakai berulang. Tidak jarang peralatan ini terkontaminasi dengan cairan tubuh, seperti darah atau cairan serum pada saat facial dilakukan. Sehingga setelah facial, peralatan yang dapat dipakai berulang perlu dilakukan sterilisasi untuk mencegah penularan penyakit. Bila sterilisasi dilakukan tentunya dapat mencegah penularan virus HIV saat facial.

    Tips untuk mencegah agar Sahabat tidak tertular HIV saat facial, yaitu dengan berhati-hati untuk memilih tempat perawatan wajah yang tepat, dengan memastikan bahwa klinik tersebut memiliki izin resmi dari pemerintah dan dilakukan oleh dokter. Lalu pada saat akan facialperlu memastikan bahwa peralatan facialyang dipakai benar-benar baru atau telah disterilkan dengan menanyakan kepada klinik tersebut.

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Nah, sekarang Sahabat sudah tak penasaran bukan dengan berita maraknya kaitan facial dengan HIV? Jika Sahabat Sehat masih membutuhkan informasi kesehatan mengenai HIV AIDS dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka
    1. HIV/AIDS [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: who.int/features/qa/71/en/
    2. About HIV/AIDS | HIV Basics | HIV/AIDS | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html
    3. Shaw G, Hunter E. HIV Transmission. Cold Spring Harb Perspect Med. 2012 Nov; 2(11): a006965.

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja