Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 101–110 of 868 results

  • Meninggalnya Chadwick Boseman, sang pemeran Black Panther, pada 28 Agustus 2020 akibat kanker kolon atau kanker usus besar atau kolorektal di usia 43 tahun semakin mengindikasikan bahwa penyakit ini ternyata tidak hanya menyerang orang tua dengan rentang usia 50-60 tahun, tetapi juga menyerang usia muda, terutama di usia produktif dengan rentang usia 20-40 tahun. Hal […]

    Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Kolon pada Dewasa Muda

    Meninggalnya Chadwick Boseman, sang pemeran Black Panther, pada 28 Agustus 2020 akibat kanker kolon atau kanker usus besar atau kolorektal di usia 43 tahun semakin mengindikasikan bahwa penyakit ini ternyata tidak hanya menyerang orang tua dengan rentang usia 50-60 tahun, tetapi juga menyerang usia muda, terutama di usia produktif dengan rentang usia 20-40 tahun. Hal ini juga diperkuat oleh studi dari American Cancer Society yang menyatakan bahwa jumlah penderita kanker usus besar di bawah usia 50 tahun mulai mengalami peningkatan sejak tahun 90-an.1

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker

    Pada tahun 2012 hingga 2016, tercatat angka kejadian kanker kolon pada kelompok dewasa muda meningkat 2,2% setiap tahun. Sedangkan pada usia 50 hingga 64 tahun, kasus kanker kolon menurun sejak tahun 2000-an dan pada tahun 2011 hingga 2016 menurun sebesar 3,3%. Pada tahun 2008 hingga 2017, kasus kematian akibat kanker kolon pada dewasa muda di bawah 50 tahun melonjak 1,3% setiap tahunnya.1

    Mengapa kanker kolon saat ini semakin banyak menyerang kelompok usia muda? Hal ini dapat disebabkan oleh perubahan gaya hidup, seperti pola pakan yang lebih menyukai konsumsi makanan cepat saji, konsumsi alkohol, obesitas, dan kurang berolahraga.2 Tidak hanya itu, ternyata faktor genetik juga berpengaruh terhadap peningkatan risiko kanker kolon.3

    Nah, supaya Sobat dapat menghindari penyakit yang mematikan ini, ada baiknya Sobat memperhatikan gejala dan mengetahui upaya pencegahannya. Seperti apa itu? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak!

    Gejala Kanker Kolon

    Nyeri

    Gejala pertama yang dapat muncul adalah nyeri. Nyeri perut terjadi akibat adanya gas yang menetap dan berlangsung lama. Hal ini bisa dibandingkan dengan kram otot di perut.2 Selain itu, nyeri juga dapat disertai kembung karena adanya perubahan kebiasaan buang air besar.4

    Lelah Terus Menerus

    Gejala lain dari kanker kolon adalah kelelahan yang dirasakan terus-menerus. Kelelahan ini dapat terjadi karena kehilangan darah internal atau perdarahan polip. Anemia yang muncul tanpa sebab juga dapat menyebabkan kelelahan. Lelah dan letih juga merupakan efek samping dari sel kanker yang banyak menggunakan energi tubuh.2, 4

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Berat Badan Menurun

    Berat badan menurun mungkin saja merupakan hal umum yang menggembirakan bagi sebagian orang. Akan tetapi, jika berat badan menurun secara tidak normal atau mendadak hingga sebanyak 5 kilogram dalam beberapa bulan, maka harus diwaspadai sebagai salah satu gejala kanker, termasuk kanker usus besar.2

    Perdarahan

    Selain berat badan yang menurun tiba-tiba, gejala lain yang harus Sobat perhatikan adalah perdarahan yang muncul saat buang air besar dan warna tinja menjadi sangat gelap.4

    Perubahan Kebiasaan Buang Air Besar

    Perubahan kebiasaan buang air besar atau inkontinensia adalah salah satu gejala kanker kolorektal. Kotoran menjadi lebih tipis dan lebih cair akibat adanya tumor, sehingga dapat timbul diare dan sembelit kronik. Apabila salah satu gejala tersebut muncul, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter sebelum terlambat.4

    Terdapat beberapa upaya yang Sobat Sehat bisa lakukan untuk mencegah kanker kolon. Berikut ini adalah beberapa langkahnya.

    Pencegahan Kanker Kolon

    Skrining

    Pencegahan pertama yang bisa dilakukan adalah skrining atau tes untuk mendeteksi kanker sebelum tanda dan gejalanya berkembang. Pada pemeriksaan kolorektal, seringkali ditemukan pertumbuhan sel di usus besar atau rektum, membentuk massa yang disebut polip. Sebelum berubah menjadi kanker, polip dapat diangkat. Dengan skrining, kanker kolon juga bisa ditemukan lebih awal. Ketika berhasil dideteksi secara dini, keberhasilan perawatan kanker lebih mungkin tercapai. American Cancer Society merekomendasikan skrining dimulai saat usia 45 tahun untuk orang dengan risiko rata-rata. Supaya lebih jelas, hendaknya konsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan kesehatan mengenai waktu memulai skrining dan jenis pemeriksaan yang tepat.5

    Banyak Konsumsi Buah dan Sayur

    Selain skrining, banyak mengonsumsi buah dan sayur, serta biji-bijian juga merupakan salah satu upaya pencegahan kanker kolon. Sebaiknya, Sobat juga mulai mengurangi konsumsi daging merah, baik itu sapi maupun kambing, dan daging olahan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker usus besar.5

    Baca Juga: Pengaruh Diet dan Pola Makan Penderita Kanker

    Olahraga Secara Teratur

    Bagaimanapun olahraga merupakan hal penting untuk mencegah serangan berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular. Orang yang kurang aktif secara fisik ternyata berisiko lebih besar terkena kanker kolon. Aktivitas fisik merupakan salah satu cara paling efektif untuk menurunkan risiko kanker kolon.5

    Berat Badan Ideal

    Obesitas meningkatkan risiko kanker dan kematian akibat kanker kolon. Oleh karena itu, upayakan untuk selalu makan makanan yang sehat dan meningkatkan aktivitas fisik agar berat badan tetap ideal.5

    Tidak Merokok

    Kebiasaan merokok, terutama perokok jangka panjang, berkaitan risiko kanker kolon yang lebih tinggi. Apabila Sobat adalah perokok, cobalah mengurangi merokok secara perlahan hingga sama sekali tidak merokok. Mintalah bantuan para ahli supaya Sobat bisa berhenti merokok dengan sukses.5

    Tidak Mengonsumsi Alkohol

    Upaya terakhir untuk mencegah terjadinya kanker kolon adalah hindari alkohol. Apabila Sobat adalah seorang pecandu alkohol, mulailah untuk membatasi minum, tidak lebih dari dua porsi untuk pria dan satu porsi untuk wanita.5

    Itulah hal-hal mengenai gejala dan pencegahan kanker kolon pada dewasa muda yang bisa Sobat ketahui dan lakukan. Usia muda adalah usia produktif yang amat sayang bila dilewatkan karena menderita penyakit berbahaya, seperti kanker kolon ini. Intinya, mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Terlebih lagi, pengobatan kanker yang terdiri dari berbagai modalitas terapi, misalnya saja kemoterapi, membutuhkan biaya yang sangat besar. Meskipun terasa sulit, dengan mengubah gaya hidup, Sobat sebenarnya melakukan investasi kesehatan jangka panjang agar terhindar dari berbagai penyakit yang mematikan dan sulit diobati.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat Dimulai dari Sekarang

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kanker kolon, produk dan pemeriksaan kesehatan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Studi: Penderita Kanker Kolon Semakin Muda [Internet]. CNN Indonesia. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200831185106-255-541284/studi-penderita-kanker-kolon-semakin-muda
    2. Kanker Usus Besar Serang Usia Muda I. Kanker Usus Besar Serang Usia Muda, Ini Gejala dan Cara Mencegah [Internet]. Health.grid.id. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/351982797/kanker-usus-besar-serang-usia-muda-ini-gejala-dan-cara-mencegah?page=all
    3. Anak Muda Rentan Terserang Kanker Usus, Kok Bisa? [Internet]. IDN Times. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/indianamalia/kenapa-anak-muda-rentan-terserang-kanker-usus-besar/4
    4. 5 Gejala Kanker Usus Besar yang Sering Diabaikan [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/03/193207220/5-gejala-kanker-usus-besar-yang-sering-diabaikan?page=all#page2
    5. Media K. Cara Mencegah Risiko Kanker Kolon, Perenggut Nyawa Chadwick Boseman Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/29/152348520/cara-mencegah-risiko-kanker-kolon-perenggut-nyawa-chadwick-boseman?page=all
    Read More
  • Penyakit jantung pada remaja adalah penyakit jantung yang menyerang di usia remaja. Menurut WHO, usia remaja adalah usia 17 hingga 24 tahun. Usia ini merupakan usia produktif, dan sebenarnya, jarang terserang penyakit jantung. Penyakit mematikan ini biasanya dialami oleh orang tua atau yang berumur 40 tahun ke atas. Namun, sebuah studi dari American College of Cardiology menyatakan […]

    Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Penyakit jantung pada remaja adalah penyakit jantung yang menyerang di usia remaja. Menurut WHO, usia remaja adalah usia 17 hingga 24 tahun. Usia ini merupakan usia produktif, dan sebenarnya, jarang terserang penyakit jantung. Penyakit mematikan ini biasanya dialami oleh orang tua atau yang berumur 40 tahun ke atas. Namun, sebuah studi dari American College of Cardiology menyatakan bahwa serangan jantung rupanya cukup banyak juga dialami oleh orang-orang yang berumur 20 hingga 30 tahun ke atas.1

    penyakit jantung pada anak muda, penyakit jantung pada dewasa muda

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner!

    Para ilmuwan mengatakan bahwa ateroklerosis atau penyumbatan pembuluh darah membuat orang usia muda di rentang usia 20-an terkena penyakit ini. Di Indonesia sendiri, sudah banyak orang usia muda atau remaja yang terkena penyakit jantung, seperti Mike Mohede dan Cecep Reza.1 Lalu mengapa mereka bisa terkena penyakit jantung? Berikut ini adalah penyebabnya:

    Penyebab Penyakit Jantung Pada Remaja

    Obesitas di Usia Muda

    Penyebab pertama mengapa remaja bisa terkena dan rentan serangan jantung adalah obesitas. Contohnya di Amerika, pada dekade 70-an, banyak sekali anak muda yang mengalami obesitas berat. Obesitas itu sendiri sangat sulit dikurangi jumlahnya karena banyak remaja yang tidak bisa meninggalkan kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan lemak. Hal itu kemudian diperparah dengan minimnya aktivitas fisik pada remaja, sebab kebanyakan orang berusia muda menghabiskan waktu di depan layar.1

    Lemak yang menumpuk pada orang dengan obesitas dapat melepaskan bahan kima yang menyebabkan peradangan sehingga menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah dan mengganggu aliran darah ke jantung.1

    Merokok di Usia Muda

    Merokok merupakan hal yang jamak ditemukan pada anak-anak usia muda, bahkan saat mereka masih di bangku sekolah. Tentu saja kebiasaan ini sangat berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Satu batang rokok sehari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner hingga hampir 50%. Ternyata, bukan hanya rokok biasa yang dapat menyebabkan serangan jantung, melainkan juga rokok elektronik atau vape yang malah dapat menyebabkan risiko penyakit jantung 40%, serta risiko stroke 71% lebih tinggi daripada orang yang tidak menggunakan vape.1

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini!

    Mudah Terkena Stres

    Stres juga dapat memicu tekanan darah tinggi. Stres biasanya diikuti dengan kebiasaan buruk termasuk makan dan minum tinggi kalori secara berlebihan serta tidak berolahraga yang pada akhirnya dapat berujung pada obsesitas. Sebuah studi menyimpulkan bahwa orang yang mengalami stres permanen di tempat kerja atau di rumah memiliki risiko lebih daru dua kali lipat mengalami penyakit jantung.1

    Abai Terhadap Risiko dan Gejala

    Penyebab terakhir adalah banyak remaja yang abai dan meremehkan risiko dan gejala penyakit jantung. Sebab, kebanyakan orang usia muda yakin mereka tidak mungkin terkena penyakit jantung.1

    Di bawah ini adalah gejala penyakit jantung yang harus diketahui para remaja supaya mereka menjadi waspada dan tidak abai.

    Gejala Penyakit Jantung Pada Remaja

    Detak Jantung Tidak Teratur

    Sungguh suatu hal yang wajar jika Sobat Sehat yang masih dalam usia remaja mengalami rasa gugup atau semangat yang begitu kencang. Namun, apabila Sobat terlalu sering merasakan jantung berdetak tidak beraturan, Sobat sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Detak jantung yang tidak teratur kerap disebabkan oleh banyaknya kafein dalam tubuh atau kurang tidur. Namun, ada kalanya kondisi tersebut menandakan atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung.2

    Cepat Sekali Lelah

    Sering merasakan tubuh cepat sekali lelah? Jika ya, Sobat harus segera mewaspadai karena itu merupakan salah satu gejala penyakit jantung di usia muda. Kelelahan ini dapat dirasakan setelah melakukan aktivitas ringan sekalipun, seperti menaiki tangga atau membawa barang belanjaan.2

    Nyeri di Dada

    Selain cepat sekali lelah, gejala penyakit jantung yang paling umum dirasakan adalah nyeri dada. Saat pembuluh darah jantung tersumbat, Sobat kemungkinan akan merasakan sakit, sesak, atau tekanan di dada. Sebagian orang mengeluhkan rasa seperti terbakar atau seperti ada benda berat yang menekan dada. Perasaan nyeri ini biasanya berlangsung lebih dari beberapa menit. Selain itu, nyeri dada bisa terjadi ketika Sobat sedang beristirahat atau melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga. Pada remaja wanita, gejala lain yang bisa terdeteksi adalah sesak napas, tekanan punggung atas, atau sakit perut bagian atas yang sering disalahartikan sebagai maag atau gangguan pencernaan.2

    Baca Juga: 6 Makanan yang Dilarang untuk Penderita Jantung

    Nyeri yang Menjalar ke Lengan

    Nyeri yang dirasakan bukan hanya pada bagian dada, melainkan juga adanya nyeri yang menjalar ke sisi kiri tubuh. Awalnya, perasaan nyeri hanya akan terasa di tengah dada kemudian bergerak ke bagian kiri tubuh. Selain lengan, terkadang rasa sakit juga bisa menyebar ke dagu atau punggung.2

    Darah Tinggi

    Tekanan darah yang tinggi bisa menjadi gejala lain dari penyakit jantung pada dewasa muda dan memang cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, pada usia 20-an dan awal 30-an, setidaknya sekitar 7% pria dan 4% wanita udah memiliki tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai penyakit jantung. Mulai dari serangan jantung, gagal jantung, stroke, aneurisma, atau penyakit arteri perifer.2

    Batuk yang Tidak Berhenti

    Batuk bukanlah gejala khas dari penyakit jantung. Meski begitu, Sobat tetap perlu waspada bila sudah mengetahui bahwa tubuh Sobat memiliki risiko penyakit jantung. Batuk berdahak lendir putih atau merah muda disertai sesak bisa menjadi tanda gagal jantung. Sesak biasanya memberat dengan posisi tertirudr dan membaik dengan posisi duduk. Hal tersebut bisa terjadi ketika jantung tidak dapat memenuhi tuntutan kerja tubuh sehingga menyebabkan darah bocor kembali ke paru-paru.2

    Pusing Disertai Sesak

    Gejala terakhir penyakit jantung di usia muda adalah adanya pusing, kepala terasa ringan, hingga pingsan tiba-tiba. Bila Sobat sering merasa pusing seolah-olah hendak pingsan kemungkinan besar ini adalah salah satu gejala penyakit jantung. Umumnya pusing akan disertai nyeri dada atau sesak.2

    Setelah Sobat mengetahui penyebab dan gejala penyakit jantung pada remaja, ada baiknya Sobat juga mengetahui cara mencegahnya supaya Sobat tidak mengalaminya. Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan.

    Pencegahan Penyakit Jantung Pada Remaja

    Yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan jantung di usia muda adalah memperhatikan gaya hidup, mulai dari makan makanan bergizi, tidak merokok, pandai mengelola stress, olahraga secukupnya, dan menjaga tekanan darah, serta konsultasi ke dokter. Selain itu, Sobat disarankan konsisten menjaga pola hidup sehat dan mulai berhati-hati dalam memilih jenis makanan yang berpotensi meingkatkan risiko serangan jantung seperti makanan cepat saji. Apabila penyakit jantung yang dimiliki adalah penyakit jantung bawaan, disarankan untuk segera mengkonsultasikannya ke dokter dan melakukan pengecekan secara berkala.3

    Baca Juga: Penting Nggak Check-Up Rutin untuk Jantung?

    Itulah hal-hal mengenai penyebab, gejala, dan pencegahan penyakit jantung pada remaja yang kerap tidak disadari dan bahkan diremehkan meskipun sudah menunjukkan gejala yang serius. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penyakit jantung dan penanganannya serta produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Penyebab Makin Banyak Orang Muda Alami Serangan Jantung [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/03/095411720/penyebab-makin-banyak-orang-muda-alami-serangan-jantung?page=all
    2. Never Ignore These 11 Heart Symptoms [Internet]. WebMD. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.webmd.com/heart-disease/features/never-ignore-symptoms#1
    3. Cara Mencegah Serangan Jantung di Usia Muda [Internet]. CNN Indonesia. 2020 [cited 1 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200218101254-255-475628/cara-mencegah-serangan-jantung-di-usia-muda
    Read More
  • Di saat pandemi virus Corona belum mereda sama sekali, pemerintah berencana membuka kembali bioskop pada 10 September 2020. Pembukaan ini untuk menggiatkan kembali perekonomian negara yang terganggu akibat Covid-19 semenjak virus asal Wuhan tersebut merebak di Indonesia mulai awal Maret 2020. Meskipun begitu, rencana pembukaan kembali bioskop ini menimbulkan banyak pro dan kontra sehubungan dengan […]

    Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Di saat pandemi virus Corona belum mereda sama sekali, pemerintah berencana membuka kembali bioskop pada 10 September 2020. Pembukaan ini untuk menggiatkan kembali perekonomian negara yang terganggu akibat Covid-19 semenjak virus asal Wuhan tersebut merebak di Indonesia mulai awal Maret 2020. Meskipun begitu, rencana pembukaan kembali bioskop ini menimbulkan banyak pro dan kontra sehubungan dengan sifat virus Corona yang bisa airborne atau lintas udara. Mengingat bioskop berada dalam ruang tertutup dengan sirkulasi udara yang juga tertutup, dikhawatirkan hal tersebut malah akan membuat kluster baru penyebaran virus Corona, dan justru akan meningkatkan jumlah penderita infeksi virus Corona di Indonesia sehingga petugas medis pun bisa semakin kewalahan.

    imun tubuh alami, imunitas tubuh natural

    Baca Juga: Mengapa Terjadi Covid-19 di Perkantoran Saat PSBB Transisi?

    Pro dan kontra itu semakin bertambah ketika Satgas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito pada 26 Agustus 2020 mendukung rencana pembukaan kembali bioskop. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa menonton bioskop bisa menciptakan kekebalan tubuh secara alami melalui perasaan senang dan gembira yang diciptakan. Apabila masyarakat senang, imunitas dengan sendirinya juga akan meningkat. Imunitas kuat menurutnya juga sangat diperlukan dalam kondisi pandemi seperti ini. Rencana pembukaan ini juga sudah berdasarkan kajian dari Satgas Covid-19 dalam beberapa minggu terakhir yang meliputi aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi.

    Meski begitu, Profesor Wiku menyatakan bahwa pembukaan kembali ini harus melihat beberapa hal, seperti kesiapan daerah, waktu yang tepat, dan menerapkan protokol-protokol kesehatan seperti pembatasan usia, dilarang masuk bagi yang mempunyai gejala batuk dan pilek dan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, pemesanan secara online, serta physical distancing untuk antre dan tempat duduk. Ahli Epidemologi UI, Tri Yunis Miko Wahyono mengkritik rencana tersebut, dan mengatakan bahwa imunitas tubuh dapat tercipta jika melihat pada 3 hal, yaitu genetika, asupan gizi, dan kondisi psikologis.

    Terlepas dari pernyataan yang dilontarkan Profesor Wiku soal bioskop dapat meningkatkan imunitas tubuh secara alami, sebenarnya ada beberapa hal yang bisa dilakukan tanpa harus menonton ke bioskop. Apa saja itu? Yuk, Sobat Sehat silakan simak ya!

    Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami

    Keseimbangan dalam Tubuh

    Cara pertama untuk bisa meningkatkan kekebalan dalam tubuh secara alami adalah dengan membentuk keseimbangan dalam tubuh, yang bisa didapatkan dengan cara menjalankan gaya dan strategi hidup sehat yang meliputi:

    • Tidak merokok
    • Mengonsumsi banyak buah dan sayuran
    • Berolahraga secara teratur
    • Tidak mengonsumsi alkohol
    • Menimimalkan stres
    • Mencuci tangan
    • Tidur yang Cukup

    Tidur dan imunitas tubuh mempunyai keterkaitan yang begitu erat karena kualitas tidur yang tidak memadai atau buruk berhubungan dengan kerentanan yang lebih tinggi terhadap penyakit. Istirahat yang cukup dapat memperkuat kekebalan tubuh secara alami. Selain itu, tidur lebih banyak di kala sakit juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh bekerja lebih baik dalam melawan penyakit. Untuk orang dewasa, waktu tidur yang dibutuhkan adalah 7 jam atau lebih, sementara remaja 8-10 jam, dan anak-anak yang lebih muda serta bayi adalah 14 jam. Apabila Sobat mengalami kesulitan saat tidur, cobalah membatasi waktu menatap layar elektronik selama satu jam sebelum tidur. Sebab, cahaya biru yang dipancarkan dari ponsel, televisi, dan komputer dapat mengganggu ritme sirkadian atau siklus bangun-tidur alami. 

    Olahraga Teratur

    Imunitas tubuh secara alami bisa juga Sobat dapatkan dengan olahraga secara teratur. Selain dapat meningkatkan kekebalan tubuh, olahraga juga bisa menimimalkan stres, meningkatkan kesehatan jantung, membantu mengontrol berat badan, dan melindungi diri dari berbagai penyakit. Apabila stres pada diri Sobat dapat diminimalkan, hal tersebut akan membantu Sobat tercegah dari berbagai penyakit yang mudah menyerang tubuh, termasuk virus Corona. Karena itu, berolahragalah karena olahraga juga dapat menciptakan perasaan senang dan bahagia.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Mengonsumsi Makanan yang Baik

    Mengonsumsi makanan yang baik dan menyehatkan juga menjadi salah satu faktor kekebalan tubuh dapat tercipta secara alami. Makanan yang baik itu seperti buah-buahan, sayur-sayuran, atau kacang-kacangan yang kaya akan nutrisi dan antioksidan, yang dapat memberikan kekuatan bagi tubuh Sobat untuk menangkal berbagai patogen berbahaya. Antioksidan dalam makanan ini juga dapat membantu mengurangi peradangan dengan memerangi senyawa tidak stabil atau radikal bebas yang dapat menyebabkan peradangan dalam kadar yang tinggi ketika menumpuk di dalam tubuh.

    Selain itu, Sobat juga perlu mengonsumsi makanan dengan lemak yang sehat seperti salmon dan minyak zaitun yang dapat meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap patogen dengan mengurangi inflamasi dalam tubuh. Makanan-makanan fermentasi yang mengandung bakteri baik atau probiotik seperti yogurt, asinan kubis, dan kimchi, juga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Sobat. Karena penelitian menunjukkan bahwa jaringan bakteri usus yang berkembang dapat membantu sel-sel kekebalan tubuh menjadi dapat membedakan antara sel-sel normal yang sehat dan organisme penyerbu berbahaya.

    Tetap Terhidrasi

    Cara terakhir yang bisa Sobat lakukan untuk bisa mendapatkan kekebalan tubuh secara alami adalah Sobat tetap harus terhidrasi agar kebutuhan cairan dalam tubuh tetap terpenuhi. Karena dalam kondisi dehidrasi atau kekurangan cairan, Sobat dapat mengalami keluhan sakit kepala yang akan menghambat kinerja fisik, konsentrasi, suasana hati, pencernaan hingga fungsi jantung dan ginjal. Untuk mencegah dehidrasi, Sobat harus minum cukup cairan setiap hari, dan air yang dianjurkan adalah bebas kalori, zat adiktif, dan gula. Jadi, pilihan air yang tepat untuk hal ini adalah air putih.

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Itulah hal-hal yang bisa dilakukan untuk dapat meningkatkan imunitas tubuh secara alami tanpa harus ke bioskop hanya untuk mendapatkan rasa senang dan bahagia. Sebab, bukan hal yang tepat untuk menonton film di bioskop saat pandemi virus Corona ini masih ada di sekitar kita. Apabila Sobat ingin informasi lebih lanjut mengenai imunitas tubuh yang baik dan produk-produk kesehatan imunitas tubuh, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Novika S. Tunggu Izin, Bioskop Siap Buka 10 September [Internet]. detikfinance. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5148081/tunggu-izin-bioskop-siap-buka-10-september
    2. Benarkan Menonton di Bioskop Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh? [Internet]. VOA Indonesia. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.voaindonesia.com/a/benarkan-menonton-di-bioskop-bisa-meningkatkan-imunitas-tubuh-/5560233.html
    3. (www.dw.com) D. Pemerintah Akan Izinkan Bioskop Dibuka Kembali di Tengah Pandemi | DW | 26.08.2020 [Internet]. DW.COM. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.dw.com/id/pemerintah-izinkan-buka-kembali-bioskop-saat-pandemi/a-54698531
    4. Media K. Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh, Tak Hanya Nonton di Bioskop Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/08/27/190200165/cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-tak-hanya-nonton-di-bioskop?page=all
    5. Elmira P. 9 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Secara Alami [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4221534/9-cara-meningkatkan-imunitas-tubuh-secara-alami
    Read More
  • Jam berapakah sebenarnya yang tepat untuk makan malam sehat? Para ahli menganjurkan bahwa waktu makan malam terbaik adalah pada sebelum jam 6 sore atau maksimal tiga jam sebelum tidur. Hal ini untuk menyesuaikan irama sirkadian dalam tubuh manusia. Perlu diketahui irama sirkadian adalah jam alami dalam tubuh yang mengatur berbagai macam keseimbangan hormon, denyut jantung, […]

    Inilah Waktu, Kriteria, dan Menu Makan Malam Sehat Tepat

    Jam berapakah sebenarnya yang tepat untuk makan malam sehat? Para ahli menganjurkan bahwa waktu makan malam terbaik adalah pada sebelum jam 6 sore atau maksimal tiga jam sebelum tidur. Hal ini untuk menyesuaikan irama sirkadian dalam tubuh manusia. Perlu diketahui irama sirkadian adalah jam alami dalam tubuh yang mengatur berbagai macam keseimbangan hormon, denyut jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh agar berada dalam kondisi sesuai dengan aktivitas yang dikerjakan. Pada malam hari tubuh secara alami akan mengistirahatkan organ-organnya karena mempersiapkan diri untuk tidur. Karena itulah, makan malam yang dilakukan pada larut malam tanpa disadari akan membuat tubuh mengalami obesitas dan memicu datangnya banyak penyakit.

    dinner sehat, makan malam tepat, makan malam awal waktu

    Baca Juga: Tips Makanan Sehat dan Praktis Sesuai Jam Makanmu

    Ternyata hal tersebut baru-baru ini kembali ditegaskan melalui sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr Jonathan C. Jun dan Chenjuan Gu, PhD dari Universitas Jhon Hopkins seperti dilansir oleh Healthline. Pada penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Endrokrinologi dan Klinis dan Metabolisme Masyarakat Endokrin itu, dr. Jun mengatakan bahwa makan malam itu seperti makan yang waktunya terlambat sehingga dapat mempengaruhi metabolisme tubuh secara keseluruhan. Akibatnya, timbullah kenaikan berat badan dan peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini sendiri melibatkan 20 partisipan sehat yang terdiri dari 10 pria dan 10 wanita. Mereka diminta makan pada jam 10 malam, dan bukan pada jam 6 sore.

    Kemudian mereka diminta tidur pada jam 11 malam. Hasilnya didapatkan bahwa waktu makan malam yang sehat adalah pada awal waktu, yaitu sebelum jam 6 sore, seperti yang sudah dianjurkan. Karena makan malam pada jam 10 atau jam orang tidur justru membuat pembakaran lemak menjadi rendah atau berkurang 10 %, dan kadar gula darah pun meningkat menjadi 20 % sehingga terjadilah penumpukan lemak dan memicu terjadinya obesitas.

    Itu berarti makan malam sehat harus dilakukan pada sebelum jam 6 sore atau tepat jam 6 sore untuk membuat tubuh melakukan banyak pembakaran lemak. Selain jam yang harus tepat tentu saja menunya juga harus sehat. Seperti apakah kriteria makan malam yang menyehatkan itu? Yuk, tanpa berlama-lama, mari kita simak!

    Kriteria Makan Malam Sehat

    Mengandung Banyak Serat

    Menu makan malam yang disebut menyehatkan itu tentu saja harus mengandung banyak serat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Mengonsumsi makanan berserat di malam hari akan membuat membantu organ pencernaan dan membuat perut kenyang menjadi lebih lama. Selain itu, makanan berserat mengandung magnesium yang dapat menenangkan tubuh sehingga membuat tidur menjadi lebih nyenyak dan teratur. Karena itu, hindarilah mengonsumsi makanan yang tinggi kandungan lemak dan karbohidrat.

    Maksimal Konsumsi 1.900 Kalori

    Selain harus mengonsumsi makanan berserat, yang perlu diperhatikan juga supaya makan malam benar-benar bergizi dan menyehatkan adalah dengan membatasi asupan kalori maksimal sampai di angka 1.900.  Karena itu, makanan yang dikonsumsi perlu diperhatikan dengan menghitung jumlah kalori yang tepat. Apabila pada pagi dan siang hari, asupan kalori yang dikonsumsi sudah banyak, di malam hari jumlah kalori yang dikonsumsi harus ditekan atau dikurangi, seperti mengonsumsi gula dengan batas maksimal 4 sendok makan per hari.

    Baca Juga: Yuk, Hitung Kalori Makanan Sehat Sahabat dengan Tepat

    Mengonsumsi Karbohidrat Pengganti

    Jika selama ini Sobat makan malam dengan nasi sebagai karbohidrat utama sebagaimana kebiasaan orang Indonesia pada umumnya, maka supaya sehat sebaiknya mulai menggantikan nasi dengan asupan karbohidrat lainnya yang tinggi serat dan rendah gulanya seperti nasi merah, singkong, jagung, ubi, dan kentang. Konsumsi makanan seperti ini dijamin akan membuat perut kenyang lebih lama sehingga tidak lapar lagi.

    Nah, selain kriteria, yang perlu diperhatikan juga adalah menu harian yang disantap. Berikut ini adalah rekomendasi menu untuk makan malam rendah kalori.

    Rekomendasi Menu Makan Malam Sehat

    Sandwich Keju dan Telur

    Resep Sandwich Telur Keju oleh Citta Kalia - Cookpad

    Menu makan malam pertama yang bisa direkomendasikan untuk Sobat Sehat adalah sandwich keju dan telur. Menu yang merupakan kolaborasi gurihnya keju dan telur merupakan makanan lezat yang tidak perlu kamu khawatirkan untuk membuat berat badan naik asalkan Sobat memilih keju rendah lemak dan bukan keju biasa.

    Popcorn

    Menu kedua yang bisa Sobat jadikan sebagai menu makan malam rendah kalori adalah popcorn yang biasa dijajakan saat Sobat menonton film di bioskop. Jagung sebagai bahan dasar popcorn mampu menjadi pengganjal perut yang tepat di malam hari selain sebagai alternatif untuk menggantikan nasi.

    Puding Buah

    Resep Vanilla Fruit Pudding oleh Ine Setiawati - Cookpad

    Menu selanjutnya untuk makan malam sehat adalah mengonsumsi puding buah. Dengan memakan puding buah sebagai pengganti gula akan membuat melancarkan pencernaan sehingga membuat metabolisme tubuh menjadi lebih baik karena kandungan serat yang dimiliki. Buah-buahan yang bisa dijadikan sebagai puding adalah stroberi dan beri-berian.

    English Muffin

    7 Awesome New Ways to Eat English Muffins

    Menu makan malam yang bisa membuat perut kenyang namun menyehatkan dan tidak membuat berat badan naik adalah English muffin yang berbahan dasar telur dan muffin, serta bisa ditambahkan dengan potongan tomat serta irisan daging yang sesuai dengan selera.

    Steak Daging Rendah Lemak

    Steak Daging tanpa Lemak

    Mengonsumsi daging pada saat makan malam tidak ada salahnya sebab tidak semua daging membuat berat badan menjadi naik. Salah satunya adalah daging merah rendah lemak. Daging seperti ini justru bisa menjadi asupan protein yang baik untuk tubuh asalkan dimasak dengan tepat seperti mengganti minyak biasa dengan minyak zaitun, tidak menggunakan bumbu yang berlebihan, serta dihidangkan dalam porsi yang wajar.

    Baca Juga: 3 Makanan Penyebab Asam Urat yang Perlu Diwaspadai

    Burrito

    Healthy Burrito Recipes | Cooking Light

    Burrito merupakan makanan asal Meksiko yang terdiri atas tortilla gandum yang diisi dengan berbagai macam daging seperti sapi atau atau ayam serta bisa diisi dengan sayur-sayuran agar lebih menyehatkan. Makanan ini bisa menjadi menu makan malam yang tepat dan mengenyangkan.

    Oatmeal Saus Gula Merah

    24 Best and Worst Instant Oatmeals | Eat This Not That

    Oatmeal adalah menu yang sangat disarankan ketika Sobat ingin menjalani diet atau makan malam dengan makanan-makanan yang menyehatkan. Akan tetapi, karena rasa oatmeal yang kebanyakan datar membuat Sobat tentu ingin membuatnya lebih sedap dan manis. Untuk yang satu ini, Sobat bisa menambahkan saus gula merah sebagai alternatif pengganti gula putih, dan bisa juga tambahkan potongan pisang supaya semakin lezat namun menyehatkan.

    Ikan Salmon dan Brokoli

    Instant Pot Salmon & Broccoli With Soy-Ginger Dressing - Instant Pot Eats

    Konsumsi ikan sebagai menu makan malam sangat dianjurkan karena kandungan omega 3 yang sangat baik untuk menurunkan kolestrol apalagi ikan salmon. Akan semakin menyehatkan jika ditambah dengan brokoli yang kaya antioksidan dan mampu menangkal radikal bebas penyebab kanker.

    Sauteed Chicken Salad dengan Saus Yogurt

    Flavor God Sautéed Chicken Salad - Paleo Foundation

    Ini adalah menu ayam yang dipadukan dengan yogurt. Ayamnya sendiri merupakan digoreng menggunakan minyak zaitun sehingga Sobat tidak perlu khawatir akan bertambah berat badan kala menyantapnya.

    Tahu Kukus Gandum

    Mara's Tofu With Mixed Grains Recipe - NYT Cooking

    Menu rekomendasi terakhir untuk makan malam sehat adalah tahu kukus gandum, yaitu tahu yang dikukus sebagai pengganti gorengan agar tidak menambah berat badan saat santap malam. Tahu kukus ini memakai oatmeal dan potongan dada ayam sehingga dapat menggugah selera.

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Itulah mengenai makan malam sehat dari waktu, kriteria, dan rekomendasi menu yang bisa Sobat lakukan mulai dari sekarang juga supaya makan malam tidak jadi faktor penyebab berat badan dan gula darah naik yang pada akhirnya mendatangkan banyak penyakit. Intinya, makan malam boleh saja asal jangan terlalu larut dan mendekati jam tidur. Selain itu, harus tahu juga kriteria dan menu yang ingin disantap; menyehatkan atau tidak sama sekali. Meskipun menyehatkan, tetap harus disantap sesuai dengan porsi, dan jangan berlebihan. Sebab, berlebihan itu tidak baik sama sekali.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makan malam dan produk-produk kesehatan,  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Eating an Early Dinner Can Prime Your Body for Weight Loss [Internet]. Healthline. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health-news/eating-an-early-dinner-can-help-you-burn-fat-lower-your-blood-sugar#The-bottom-line
    2. Media K. Kapan Sebaiknya Batas Waktu Makan Malam? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/01/27/173600868/kapan-sebaiknya-batas-waktu-makan-malam-?page=all#:~:text=Ahli%20Gizi%20dari%20RS%20Indriati,irama%20sirkadian%20dala
    3. Wahyuni T. Konsumsi Serat Pengaruhi Kualitas Tidur [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160127190842-262-107170/konsumsi-serat-pengaruhi-kualitas-tidur
    4. [Internet]. 2020 [cited 28 August 2020]. Available from: https://www.tokopedia.com/blog/menu-makan-malam-sehat-hlt/
    Read More
  • Bagaimanakah cara melepas masker dengan benar? Hal ini tentu saja menjadi perhatian banyak orang ketika masker menjadi bagian dari gaya hidup di saat pandemi sekarang ini. Di tempat-tempat publik atau keramaian, masker wajib dipakai sebagai salah satu cara meminimalkan penyebaran virus, selain mencuci tangan dan menjaga physical distancing. Bahkan beberapa tempat tidak akan membiarkan orang […]

    Seperti Inilah Cara Melepas Masker dengan Benar

    Bagaimanakah cara melepas masker dengan benar? Hal ini tentu saja menjadi perhatian banyak orang ketika masker menjadi bagian dari gaya hidup di saat pandemi sekarang ini. Di tempat-tempat publik atau keramaian, masker wajib dipakai sebagai salah satu cara meminimalkan penyebaran virus, selain mencuci tangan dan menjaga physical distancing. Bahkan beberapa tempat tidak akan membiarkan orang masuk tanpa menggunakan penutup hidung dan mulut yang satu ini.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Selain memahami cara memakai masker dengan benar, ada baiknya Sobat Sehat juga mengetahui cara yang benar untuk melepasnya. Sebab, jika tidak melepas dengan benar, masker ini justru akan menjadi tempat berkembangnya virus. Berikut ini adalah cara melepas masker dengan baik dan benar supaya tetap steril.

    Cara Melepas Masker

    Jangan Asal Taruh

    Cara pertama yang perlu dilakukan adalah jangan asal taruh masker dimana saja, terutama sewaktu Sobat Sehat makan dan minum atau saat ke kamar mandi. Ketika berada di kamar mandi, Sobat bisa menggunakan dua cara untuk meletakkannya. Yang pertama adalah menaruhnya di atas tisu kering atau handuk bersih, dengan memastikan sisi luar masker yang kotor menghadap ke bawah dengan tali pengikat ditempatkan ke arah luar. Cara kedua, simpan masker di dalam kantong atau paper bag yang bersih. Tujuannya agar sisi dalam masker tetap bersih.

    Jangan Menarik ke Bawah Dagu

    Yang selanjutnya harus diperhatikan namun nyatanya sering dilakukan adalah jangan menarik masker ke bawah dagu misalnya saat sedang minum. Karena saat diturunkan ke dagu atau leher, area dalam masker yang awalnya melindungi mulut dan hidung justru jadi menyentuh area yang berpotensi ada bakteri atau virus yang menempel. Selain itu, jangan juga menggantung masker di satu telinga ya, karena bagian dalam masker berisiko untuk menyentuh area wajah lain yang sejak awal tidak terlindungi. Jadi, lebih baik dilepas seluruhnya dan diletakkan pada meja, serta tetap selalu memastikan kebersihan tangan sebelum memakai dan melepas masker.

    Buka Secara Perlahan

    Supaya masker tetap steril saat dilepas adalah buka secara perlahan supaya tidak ada risiko penularan. Pastikan juga tangan sudah steril, kemudian pegang tali dan jangan sentuh bagian depannya. Sebab, hal itu bisa membuat masker berpotensi terkena bakteri yang menempel selama pemakaian.

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Langsung Dicuci Setelah Dilepas

    Apabila Sobat menggunakan masker kain, hendaknya langsung dicuci setelah dilepas. Pencucian dianjurkan menggunakan air dan sabun agar virus atau bakteri yang menempel mati. Setelah dicuci, masker juga harus dijemur di bawah sinar matahari. Setelah dicuci dan dikeringkan, simpanlah pada tempat yang bersih dan steril dari kotoran namun juga mudah dijangkau supaya Sobat tidak kesulitan saat hendak memakai lagi. Sedangkan khusus untuk masker medis yang penggunaannya sekali pakai dan tidak boleh dicuci, dianjurkan dibungkus dengan plastik atau dibuang pada tempat sampah khusus saat selesai dipakai supaya tidak mengkontaminasi.

    Lepas Apabila Sudah Mencapai 4-5 Jam

    Cara melepas masker yang juga perlu diperhatikan adalah ketika sudah mencapai 4-5 jam harus dilepas sebab bila melewati jangka waktu tersebut akan memberi dampak yang tidak baik pada kulit wajah di sekitar mulut dan hidung. Jumlah virus, bakteri, debu, atau partikel lainnya sudah di atas normal sehingga wajah akan rentan terkena jerawat dan iritasi sehingga butuh perawatan khusus. Namun kalau hal ini sudah terjadi, bersihkanlah wajah dengan sabun anti jerawat, gunakan krim pelembap yang menjaga kelembapan kulit, dan hindari penggunaan bahan-bahan yang menggunakan alkohol.

    Cucilah tangan

    Cara terakhir dalam melepas masker adalah cucilah tangan dengan sabun pada air yang mengalir atau hand sanitizer apabila tidak ada keran untuk mencuci tangan. Hal ini supaya dapat mencegah terjangkit virus corona yang bisa bertahan di benda mati dalam waktu 72 jam.

    Produk Terkait: Masker Kain

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat perhatikan dalam cara melepas masker yang benar supaya tetap bersih dan steril sehingga tidak menjadi sarang penyakit. Apabila Sobat mempraktikkan dengan benar, Sobat sudah membantu menghentikan penyebaran virus Corona yang semakin hari semakin naik jumlah penderitanya. Dengan begitu, memakai masker merupakan cara paling ampuh untuk saat ini sampai menunggu vaksin antivirus selesai dikembangkan, dan bisa dipergunakan untuk umum. Karena itu, jangan sepelekan masker ya!

    Apabila Sobat mempunyai pertanyaan tentang masker dan rapid test, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kamaliah A. Cara Melepas Masker yang Benar, Selama Ini Banyak yang Salah! [Internet]. detikinet. 2020 [cited 26 August 2020]. Available from: https://inet.detik.com/science/d-5145516/cara-melepas-masker-yang-benar-selama-ini-banyak-yang-salah
    2. Supaya Tak Tertular Corona, Begini Cara Memakai dan Melepas Masker yang Benar | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 26 August 2020]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20200808/15/1276608/supaya-tak-tertular-corona-begini-cara-memakai-dan-melepas-masker-yang-benar-
    3. Riyandi R. Begini Cara Memakai dan Melepas Masker Secara Benar [Internet]. AYOBANDUNG.com. 2020 [cited 26 August 2020]. Available from: https://ayobandung.com/read/2020/08/15/118139/begini-cara-memakai-dan-melepas-masker-secara-benar
    4. Wajib Ganti Masker Setiap Lima Jam – Fajar Indonesia Network [Internet]. Fajar Indonesia Network. 2020 [cited 26 August 2020]. Available from: https://fin.co.id/2020/08/25/wajib-ganti-masker-setiap-lima-jam/
    Read More
  • Sobat Sehat tentu sudah tahu tentang air lemon. Ya, air lemon adalah salah satu minuman alami dari buah lemon yang ternyata mempunyai banyak khasiat untuk tubuh apalagi jika dikonsumsi secara rutin. Lalu seperti apa khasiat yang dikandung air lemon tersebut? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak penjelasan di bawah ini dilansir dari Herstory sampai habis ya! […]

    Inilah 4 Khasiat Air Lemon yang Perlu Sobat Ketahui

    Sobat Sehat tentu sudah tahu tentang air lemon. Ya, air lemon adalah salah satu minuman alami dari buah lemon yang ternyata mempunyai banyak khasiat untuk tubuh apalagi jika dikonsumsi secara rutin. Lalu seperti apa khasiat yang dikandung air lemon tersebut? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak penjelasan di bawah ini dilansir dari Herstory sampai habis ya!

    manfaat air lemon

    Khasiat Air Lemon

    1.      Mendukung Kekebalan Tubuh

    Khasiat pertama yang Sobat perlu ketahui dari air lemon dapat mendukung kekebalan atau imunitas tubuh secara alami sehingga daya tahan tubuh Sobat terjaga dari serangan bakteri atau virus yang dapat menyebabkan penyakit menular seperti Corona. Khasiat itu didapat dari vitamin C yang dikandung air lemon, yang menurut penelitian memiliki kandungan 30 mg vitamin untuk memenuhi 33 kebutuhan harian sebanyak 90 mg untuk pria dan 75 mg untuk wanita. Selain dapat mendukung kekebalan tubuh, vitamin C dalam air lemon juga mampu meningkatkan penyerapan zat besi yang sangat penting untuk keberadaan dan pertumbuhan sel.

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    2.      Menurunkan Berat Badan

    Buat Sobat Sehat yang sedang dalam program menurunkan berat badan air lemon adalah pilihan yang sangat cocok. Sebab, air lemon bisa membatasi asupan kalori, dan pada tahun 2012 sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa yang obesitas mengalami penurunan berat badan rata-rata 2% hingga 2,5% setelah enam bulan setelah meminum air lemon. Karena itu, mulai dari sekarang gantilah minuman-minuman yang dirasa tidak menyehatkan seoerti soda, es teh, dan lainnya.

    3.      Mencegah Timbul Batu Ginjal

    Air lemon ternyata juga mempunyai khasiat dapat mencegah timbulnya batu ginjal dalam tubuh karena kandungan asam sitrat di dalamnya. Selain itu, asam sitrat bisa mendukung perkembangan mekanisme pencegahan dengan meningkatkan kalsium dalam urine.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    4.      Menyegarkan Nafas

    Khasiat terakhir dari air lemon adalah dapat membunuh bakteri penyebab bau mulut dari asam sitrat yang terkandung di dalamnya sehingga dapat menyegarkan nafas Sobat sepanjang hari.

    Produk Terkait: Suntik Vitamin C

    Itulah 4 khasiat Air Lemon yang perlu Sobat ketahui. Meski mengandung banyak khasiat kesehatan, harus tetap diingat jangan mengonsumsi air lemon secara berlebihan karena dapat membahayakan lambung dan menyebabkan bau napas semakin parah karena adanya gangguan gastroesophageal reflux (GERD).

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut soal air lemon dan produk kesehatan vitamin C, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Selain Segar untuk Diminum, Air Lemon Memiliki Khasiat Lain untuk Tubuh, Mau Tahu? [Internet]. HerStory. 2020 [cited 21 August 2020]. Available from: https://herstory.co.id/read6338/selain-segar-untuk-diminum-air-lemon-memiliki-khasiat-lain-untuk-tubuh-mau-tahu
    Read More
  • Kegiatan berjalan kaki tanpa alas memang sudah jarang terlihat sekarang ini karena berjalan kaki tanpa alas bisa mempunyai dampak yang negatif seperti terkena kotoran atau malah paku yang mengakibatkan tetanus. Padahal, berjalan kaki tidak menggunakan sepatu atau sandal ternyata punya banyak manfaat untuk kesehatan, yaitu: Produk Terkait: Vaksinasi Tetanus Membuat keseimbangan tubuh menjadi lebih baik […]

    Ingin Aman Berjalan Kaki Tanpa Alas? Simak 4 Tips Berikut!

    Kegiatan berjalan kaki tanpa alas memang sudah jarang terlihat sekarang ini karena berjalan kaki tanpa alas bisa mempunyai dampak yang negatif seperti terkena kotoran atau malah paku yang mengakibatkan tetanus. Padahal, berjalan kaki tidak menggunakan sepatu atau sandal ternyata punya banyak manfaat untuk kesehatan, yaitu:

    Produk Terkait: Vaksinasi Tetanus

    berjalan kaki tanpa sepatu, berjalan kaki tanpa sandal

    • Membuat keseimbangan tubuh menjadi lebih baik
    • Memingkatkan kesadaran pada tubuh sehingga bisa meredakan beberapa rasa nyer
    • Mekanisme gerakan kaki, lutut, pinggang sampai otot perut menjadi lebih optimal
    • Gerakan pada kaki hingga pergelangan kaki menjadi lebih stabil
    • Membebaskan diri dari tekanan sepatu karena ukuran yang kurang pas
    • Membuat kaki menjadi lebih kuat dalam menopang punggung bagian bawah

    Meski mempunyai banyak manfaat, Sobat Sehat hendaknya harus tetap mewaspadai bahaya-bahaya yang mengintai ketika berjalan kaki tanpa alas selain kotoran dan benda-benda tajam di area berjalan. Sebab, berjalan tanpa pelindung kaki pun bisa menyebabkan bakteri dan virus mudah lebih masuk.

    Nah, supaya Sobat dapat aman berjalan kaki dalam keadaan polos, yuk simak beberapa tips amannya seperti dilansir dari Herstory.

    Tips Aman Berjalan Kaki Tanpa Alas

    1.      Mulai dengan Pelan-pelan

    Tips aman pertama yang perlu Sobat lakukan adalah cobalah dengan perlahan-lahan, dengan durasi dari 15 hingga 20 menit. Hal ini dilakukan supaya telapak dan pergelangan kaki Sobat bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Apabila sudah terbiasa, coba tingkatkan jarak dan waktunya.

    2.      Waspadai Cedera

    Selain kotoran dan terkena benda-benda tajam seperti paku, bahaya lain yang mengintai adalah cedera. Karena itu, kamu tetap harus mewaspadai cedera yang bisa saja menimpamu. Supaya tidak cedera lakukan saja pemanasan terlebih dahulu.

    Baca Juga: Cedera Pelari

    3.      Lakukan di Dalam Ruangan

    Tips aman lainnya supaya berjalan kaki tanpa alas bisa leluasa cobalah memulai terlebih dahulu di dalam ruangan supaya telapak kaki bisa beradaptasi pada permukaan yang aman di dalam rumah.

    4.      Berlatih Fisik

    Tips terakhir supaya berjalan kaki bisa aman dengan tidak memakai alas adalah Sobat bisa dengan berlatih fisik terlebih dahulu seperti berdiri dengan satu kaki atau mencoba naik turun badan sembari berjinjit. Selain itu, Sobat bisa melakukan aktivitas lain yang menunjang seperti yoga, pilates atau bela diri.

    Itulah 4 tips aman berjalan kaki tanpa alas yang bisa Sobat lakukan supaya Sobat yang ingin hidup sehat tidak menjadi khawatir terhadap bahaya-bahaya yang mengintai saat melakukannya. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut soal berjalan kaki yang sehat dan aman, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Deretan Manfaat Jika Berjalan Tanpa Menggunakan Alas Kaki dan Tips Aman Melakukannya! [Internet]. HerStory. 2020 [cited 21 August 2020]. Available from: https://herstory.co.id/read6420/deretan-manfaat-jika-berjalan-tanpa-menggunakan-alas-kaki-dan-tips-aman-melakukannya
    Read More
  • Sesuai dengan anjuran WHO dan UNICEF per 21 Agustus 2020, pemakaian masker pada anak baru-baru ini menjadi hal yang wajib dilakukan selama masa pandemi virus Corona untuk mengurangi penyebaran virus asal Wuhan ini. Meskipun begitu, kedua badan PBB tersebut menyatakan bahwa anak yang diwajibkan memakai masker adalah mereka yang berusia 12 tahun ke atas, karena […]

    Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Sesuai dengan anjuran WHO dan UNICEF per 21 Agustus 2020, pemakaian masker pada anak baru-baru ini menjadi hal yang wajib dilakukan selama masa pandemi virus Corona untuk mengurangi penyebaran virus asal Wuhan ini. Meskipun begitu, kedua badan PBB tersebut menyatakan bahwa anak yang diwajibkan memakai masker adalah mereka yang berusia 12 tahun ke atas, karena pada kelompok usia ini ternyata seringkali berinteraksi dengan orang dewasa, dan physical distancing sulit diterapkan oleh mereka. Apalagi berdasarkan riset terbaru, anak remaja ternyata lebih berpotensi terinfeksi virus Corona jika dibandingkan dengan dengan anak-anak yang usianya muda. Masker untuk anak ini setidaknya dapat mencegah penularan virus Corona pada mereka, walaupun bukti mengenai hal tersebut masih sedikit dan cara penularannya pun masih dipelajari. 

    masker untuk anak, masker bagi anak

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    Anjuran WHO Mengenai Pemakaian Masker Pada Anak Sesuai Umur

    Anak Usia 12 Tahun ke Atas

    Anak-anak usia ini diwajibkan memakai masker seperti orang dewasa terutama ketika mereka tidak bisa menjaga jarak dari orang lain, karena mereka lebih rentan dan berisiko lebih tinggi tertular virus Corona.

    Anak Usia 6-11 Tahun

    Untuk kelompok anak usia 6-11 tahun, keharusan memakai masker tergantung pada beberapa faktor risiko yang harus diperhitungkan, antara lain intensitas penularan di suatu daerah, kemampuan anak untuk menggunakan masker, serta apakah anak berinteraksi dengan orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus Corona atau tidak. WHO juga menekankan perlunya pengawasan orang dewasa untuk membantu anak memakai dan melepaskan masker dengan aman.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Anak Usia 5 Tahun ke Bawah

    Menurut WHO, balita atau anak-anak berusia dibawah 5 tahun dalam keadaan normal tidak diharuskan mengenakan masker.

    Itulah aturan penggunaan masker untuk anak. Lalu bagaimana caranya anak mau menggunakan masker supaya mereka tidak tertular virus Corona terutama anak usia 12 tahun ke atas yang harus memakai masker ketika di tempat-tempat umum? Yuk, tanpa berlama-lama, simak tipsnya berikut ini.

    Tips Memakai Masker Pada Anak

    Ajak Mereka Langsung Memilih Masker yang Ingin Dipakai

    Ketika Sobat membeli masker buat anak terutama masker kain sesuai anjuran American Academy of Pediaterics (APA), coba ajaklah anak untuk memilih sendiri motif masker untuk dirinya. Atau ketika Sobat membuat masker kain itu sendiri, libatkanlah mereka dalam proses pembuatannya. Namun bagaimana jika masker sudah telanjur dibeli? Siasatilah dengan mengajak mereka untuk membuat dekorasi tambahan seperti menuliskan inisial nama. Cara seperti ini akan menciptakan rasa kepemilikan anak terhadap masker sehingga mereka juga secara tidak langsung menyadari menjadi bagian dari pencegahan penularan virus Corona.

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Jadilah Contoh untuk Anak

    Anak-anak akan selalu meniru apa yang diperbuat dan diucapkan oleh orang tuanya. Jadi, biarkan anak melihat secara langsung jika Sobat sebagai orang tua juga bisa beraktivitas seperti biasa ketika menggunakan masker dan tetap terlihat nyaman.

    Jelaskan Pada Anak Memakai Masker Itu Menyehatkan

    Orang tua sebaiknya tidak lupa mengedukasi anak-anak mengenai fungsi masker di masa pandemi seperti sekarang ini. Jelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa penggunaan masker tidak hanya berguna sebagai pelindung diri tapi juga pelindung orang-orang di sekitar. Apabila anak tidak merasa nyaman dan takut, janganlah dimarahi, tetapi coba dengarkan hal-hal yang membuatnya takut kemudian tenangkan, dan yakinkan bahwa memakai masker itu adalah salah satu cara menjaga tubuh tetap sehat selama pandemi.

    Buatlah Jadwal Rutin di Rumah Latihan Memakai Masker

    Cara lain supaya supaya anak mau menggunakan masker adalah dengan latihan memakai masker di dalam rumah seperti membuat semacam ritual memakai masker bersama seluruh anggota keluarga di rumah selama 30 menit. Hal ini tentu akan membentuk persepsi anak bahwa menggunakan masker bukanlah hal yang aneh, sehingga nantinya mereka akan percaya diri memakai masker di tempat umum seperti di sekolah.

    Cari Masker yang Paling Nyaman Digunakan

    Apakah masker kain yang selama ini digunakan cukup nyaman untuk anak Sobat? Hal ini sungguh sesuatu yang relatif karena masker kain itu bisa nyaman, bisa tidak. Karena itu, coba tanyakan apakah masker yang sudah dipakai anak itu nyaman atau tidak sama sekali? Kalau nyaman, bersyukurlah. Tetapi kalau tidak nyaman, sebaiknya Sobat segera mempelajari bahan kain apa saja yang bisa membuat anak bisa lebih tenang ketika menggunakan masker kain. Cobalah lakukan pengujian bahan tersebut setelahnya apakah nyaman untuk bernapas atau berbicara.

    Baca Juga: Seperti Apa Plus-Minus Penggunaan Face Shield?

    Jangan Terlalu Memaksa

    Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu memaksa terutama pada anak usia 3 tahun ke bawah, dimana memang menurut WHO dalam keadaan normal tidak perlu memakai masker. Karena itu, lakukan secara bertahap, biarkan hingga mereka benar-benar merasa nyaman memakai masker.

    Bolehkah Anak Memakai Masker Medis?

    Jawabannya tentu saja tidak boleh, karena masker medis diperuntukkan bagi petugas medis. Itu artinya anak harus memakai masker kain seperti yang sudah dianjurkan. Akan tetapi, bagi anak-anak dengan penyakit tertentu, seperti fibrosis kistik atau kanker, justru sebaiknya menggunakan masker medis, yang tentu harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada penyedia layanan kesehatan. Hal ini dikarenakan anak dengan penyakit berat seperti ini akan memiliki risiko tertular virus Corona yang lebih tinggi, atau justru bisa menularkan penyakit mereka ke orang lain. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19. Mereka sebaiknya menggunakan masker medis selama berada dalam masa isolasi. Selama periode ini, anggota keluarga atau pengasuh yang datang dalam jarak 1 meter juga harus memakai masker supaya tidak tertular.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah mengenai penggunaan masker pada anak yang sudah menjadi keharusan di masa pandemi virus Corona seperti saat ini, terutama pada kelompok anak berusia 12 tahun ke atas. Hal ini mengindikasikan bahwa pemakaian masker itu tetap merupakan hal yang penting selama masa pandemi. Karena itu, hal ini jangan disepelekan supaya virus Corona tidak menyebar terlalu luas sehingga penananganannya pun tidak membuat repot pihak-pihak yang terkait, terutama petugas medis.

    Apabila Sobat mempunyai pertanyaan atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai virus Corona beserta rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Pedoman Baru WHO soal Covid-19, Anak Usia 12 Tahun Wajib Pakai Masker Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/24/080200423/pedoman-baru-who-soal-covid-19-anak-usia-12-tahun-wajib-pakai-masker?page=all
    2. Pramudiarja A. 3 Saran WHO Soal Penggunaan Masker pada Anak [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5143825/3-saran-who-soal-penggunaan-masker-pada-anak
    3. Prasasti G. Saran Pemakaian Masker pada Anak Dengan Kondisi Khusus dan Disabilitas Dari WHO [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4337874/saran-pemakaian-masker-pada-anak-dengan-kondisi-khusus-dan-disabilitas-dari-who
    4. 6 Cara Agar Anak Mau Memakai Masker | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/6-cara-agar-anak-mau-memakai-masker
    Read More
  • Sejak Corona merambah secara global mulai awal 2020, banyak kebiasaan baru yang diterapkan oleh seluruh masyarakat di dunia termasuk juga di Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan baru itu dilakukan untuk tujuan kesehatan, yaitu supaya penyebaran virus Corona menjadi terkendali dan tidak terlalu banyak menyebar ke segala tempat. Adapun kebiasaan-kebiasaan baru itu adalah: Cuci tangan pada air yang mengalir […]

    Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Sejak Corona merambah secara global mulai awal 2020, banyak kebiasaan baru yang diterapkan oleh seluruh masyarakat di dunia termasuk juga di Indonesia. Kebiasaan-kebiasaan baru itu dilakukan untuk tujuan kesehatan, yaitu supaya penyebaran virus Corona menjadi terkendali dan tidak terlalu banyak menyebar ke segala tempat. Adapun kebiasaan-kebiasaan baru itu adalah:

    jangan remehkan masker

    • Cuci tangan pada air yang mengalir selama 20 detik ketika akan dan setelah beraktivitas di tempat-tempat ramai
    • Menggunakan hand sanitizer apabila tidak ada tempat mencuci tangan
    • Memakai masker kain bagi orang-orang non-medis
    • Jaga jarak atau physical distancing dengan jarak 1-2 meter pada saat di keramaian
    • Memakai face shield sebagai perlindungan tambahan
    • Tetap di rumah apabila tidak ada kepentingan yang mendesak dan perlu supaya tidak terjangkit penyakit.

    Baca Juga: Plus-Minus Penggunaan Face Shield

    Selain kebiasaan-kebiasaan baru, beberapa kebiasaan lama juga kembali digaungkan seperti tidak stres secara berlebihan, olahraga dengan teratur supaya imunitas tubuh tetap terjaga dengan baik, serta banyak mengonsumsi buah dan sayuran sebagai cara alami menghindari diri dari virus Corona atau COVID-19.

    Salah satu yang cukup menarik perhatian dalam kebiasaan-kebiasaan baru adalah penggunaan masker. Kini di mana pun tempatnya, kebanyakan orang akan memakai masker terutama saat beraktivitas di luar rumah seperti kantor, sekolah, dan fasilitas publik lainnya. Penutup mulut dan hidung ini menjadi salah satu benda wajib selama masa pandemi ini apalagi beberapa jasa pelayanan publik seperti KRL mewajibkan pengguna setianya memakai masker saat di dalam stasiun atau kereta api. Apabila tidak memakai masker tentu saja tidak diperbolehkan.

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Selain itu, beberapa tempat publik lainnya, seperti pasar, juga meminta para pengunjungnya untuk mengenakan masker. Jika tidak mengenakan, akan dikenakan sanksi atau dilarang masuk oleh Satpol PP yang bertugas menertibkan para pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi. Hal inilah yang terjadi di Pasar Kramat Jati Jakarta Timur, dimana beberapa orang yang tidak mematuhi peraturan akan langsung ditindak.

    WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia juga telah menghimbau masyarakat dunia untuk mengenakan masker saat hendak beraktivitas dengan tujuan mencegah penularan virus Corona sejak virus asal Wuhan, Cina, itu merebak. Bahkan, pada 5 Juni 2020, WHO kembali menegaskan rekomendasinya yang berkaitan dengan pentingnya penggunaan masker. Adapun rekomendasi yang dimaksud adalah apabila ada orang yang memiliki gejala infeksi virus Corona harap segera menggunakan masker medis, konsultasi ke dokter, dan isolasi mandiri.

    Rekomendasi lainnya adalah meminta pemerintah setempat untuk menerapkan pemakaian masker pada masyarakatnya agar virus Corona terkendali dan tidak semakin banyak menyebar. Namun sayangnya, hingga saat ini masih banyak yang menyepelekan hal tersebut. Padahal, dengan memakai masker ada beberapa keuntungan yang didapat, yaitu:

    • Menurunkan risiko penularan virus bagi orang tanpa gejala
    • Menurunkan stigma masyarakat dalam penggunaan masker
    • Memberikan peran kepada semua orang dalammembantu menghentikan pandemi
    • Mengingatkan orang untuk melakukan langkah pencegahan lain

    Meskipun demikian, sebenarnya memakai masker juga ada kerugiannya, yaitu:

    • Terjadinyapeningkatan risiko self-contamination
    • Kesulitan bernapas jika tipe dan ukuran masker tidak sesuai
    • Timbul jerawat dan masalah kulit wajah lainapabila digunakan terlalu lama
    • Lebih sulituntuk berkomunikasi

    Karena menggunakan masker sudah menjadi suatu keharusan di masa pandemi ini, ada beberapa hal yang perlu Sobat perhatikan agar dapat memakai masker secara aman, nyaman, dan tepat, yaitu:

    1. Memakai Masker Tiga Lapis

    WHO menganjurkan masyarakat untuk menggunakan jenis masker tiga lapis berbahan kain yang susunannya adalah sebagai berikut:

    • Lapisan luar yang terdiri dari bahan kedap air seperti polyester
    • Lapisan tengah yang terdiri dari propylene sebagai filter atau penyaring
    • Lapisan dalam yang terdiri dari katun yang bisa menyerap

    2. Pas dan Tepat dengan Ukuran Wajah

    Memakai masker yang pas dan tepat dengan ukuran wajah tentunya akan membuat Sobat Sehat merasa aman, nyaman, serta tidak terganggu ketika beraktivitas. Karena itu, usahakan memilih masker yang tepat, dan jangan asal memilih masker.

    3. Pilih Masker yang Tetap Memudahkan Bernapas

    Memakai masker tentu saja dapat membuat nafas menjadi lebih sulit, sehingga Sobat mungkin akan melepaskan atau menurunkan masker ke dagu, yang sebenarnya justru akan meningkatkan risiko penularan virus. Karena itulah, sebaiknya Sobat pilih masker yang memang cukup nyaman untuk bernapas ketika digunakan. Kalaupun Sobat merasa tidak nyaman bernapas karena memakai masker, lepaskanlah dan jangan turunkan ke dagu ya!

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    4. Cuci Tangan

    Setelah Sobat memakai masker, hendaknya untuk segera mencuci tangan supaya virus atau penyakit lainnya tidak menyebar. Cucilah tangan dengan sabun di air yang mengalir selama 20 detik atau hand sanitizer jika tempat cuci tangan tidak ada atau tidak sempat untuk cuci tangan.

    5. Cucilah Masker dengan Air Panas

    Sehabis digunakan, sebaiknya Sobat mencuci masker dengan air panas karena cara ini cukup efektif untuk membunuh kuman. Kemudian tambahkan deterjen atau sabun supaya hasilnya optimal sehingga masker dapat digunakan lagi dalam keadaan bersih sehabis dipakai.

    Jadi Sobat, itulah pembahasan mengenai pentingnya memakai masker di masa pandemi agar bisa mencegah dan menurunkan risiko penularan virus. Karena itu, jangan disepelekan ya penggunaannya. Dengan memakai masker berarti kita juga sudah membantu untuk mengurangi jumlah penderita Infeksi Virus Corona di Indonesia yang semakin hari semakin bertambah. Apalagi memakai masker saat ini pun sudah menjadi gaya hidup sehari-hari dan bukan lagi hanya dipakai orang yang sedang sakit.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap tentang penggunaan masker silakan tonton video Youtube di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

     

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. COVID-19 G. Cara Memakai Masker yang Benar – Masyarakat Umum | Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/cara-memakai-masker-yang-benar2
    2. 26 Pelanggar Tidak Pakai Masker di Pasar Induk Kramat Jati [Internet]. Situs Resmi Kota Administrasi Jakarta Timur. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://timur.jakarta.go.id/v15/news/Pemerintahan/6333/26-pelanggar-tidak-pakai-masker-di-pasar-induk-kramat-jati
    3. Makdori Y. Pengguna KRL Wajib Pakai Masker Mulai Hari Ini 12 April 2020 [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4225397/pengguna-krl-wajib-pakai-masker-mulai-hari-ini-12-april-2020
    4. Media K. Pemerintah Sebut Naik Turunkan Masker ke Dagu Berisiko Besar Tularkan Virus [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/15/08284491/pemerintah-sebut-naik-turunkan-masker-ke-dagu-berisiko-besar-tularkan-virus
    Read More
  • Pandemi COVID-19 masih berlanjut dan tampaknya belum menemukan titik terangnya. Tak hanya dalam bidang kesehatan, COVID-19 juga berdampak pada berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, pangan, ekonomi, dan ketenagakerjaan. Negara – negara di berbagai belahan dunia kini berada dalam krisis. Dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, beberapa negara dikategorikan memberikan respons pertahanan yang efektif terhadap […]

    Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?*

    Pandemi COVID-19 masih berlanjut dan tampaknya belum menemukan titik terangnya. Tak hanya dalam bidang kesehatan, COVID-19 juga berdampak pada berbagai sektor kehidupan seperti pendidikan, pangan, ekonomi, dan ketenagakerjaan. Negara – negara di berbagai belahan dunia kini berada dalam krisis. Dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada, beberapa negara dikategorikan memberikan respons pertahanan yang efektif terhadap COVID-19. Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Singapura berhasil menekan pertambahan kasus dan angka kematian akibat COVID-19. Akan tetapi, seluruh usaha untuk mencegah penyebaran penyakit dianggap tidak bisa maksimal tanpa ditemukannya vaksin SARS-CoV-2. Lantas, sudah sampai di manakah proses pengembangan vaksin untuk mengeradikasi COVID-19?

    Baca Juga: Benarkah Berjemur Matahari Pagi Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh?

    Dalam beberapa dekade terakhir, peneliti di seluruh dunia dituntut untuk memberikan respons segera dalam mengatasi epidemi H1N1, Ebola, SARS, dan Zika. Pada tahun 2009, Vaksin H1N1 berhasil dikembangkan di tengah epidemi. Berdasarkan kilas balik sejarah, target pengembangan vaksin adalah patogen (agen penyebab penyakit) yang membebani dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi.

    Proses pengembangan vaksin secara umum melalui tahapan riset praklinis dan 4 fase uji klinis. Riset praklinis adalah tahapan untuk mempelajari patogen secara mendalam. Hal yang dipelajari di antaranya karakteristik, susunan genetik, sediaan vaksin, toksisitas, route of administration, perlukah pengulangan, masa perlindungan vaksin, dan sebagainya. Pada tahap riset praklinis, vaksin diuji efektivitas dan keamanannya pada hewan percobaan. Jika tidak ada penolakan, dilanjutkan pada uji klinis.  Uji klinis fase 1 melibatkan subyek sekelompok manusia sehat berjumlah puluhan hingga ratusan. Penilaian utama adalah keamanan vaksin dan respons imunitas.

    Fase 2 menguji efektivitas vaksin pada kelompok yang lebih besar, melibatkan ratusan hingga ribuan subyek. Dosis optimal ditentukan pada fase ini. Pada uji klinis fase 3, vaksin diuji pada populasi yang lebih beragam ( n > 10,000) dan melibatkan area yang lebih luas, kemudian dinilai apakah terdapat efek samping yang tidak muncul sebelumnya. Jika lolos fase 3, vaksin akan ditelaah oleh lembaga terkait seperti The Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum akhirnya didistribusikan secara luas. Fase 4 adalah pemantauan berkelanjutan terkait keamanan dan efektivitas setelah vaksin didistribusikan.

    Baca Juga: Lindungi Diri dan Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah

    Diperlukan waktu beberapa tahun hingga puluhan tahun untuk vaksin dapat didistribusikan secara luas. Mempelajari suatu patogen secara mendalam, melakukan trial and error pada uji klinis, menunggu legalisasi, dan memproduksi vaksin dalam jumlah besar memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang besar. Sebagai pembanding, vaksin Varicella untuk cacar air dapat didistribusikan setelah melewati proses selama 28 tahun.

    Contoh lainnya adalah vaksin Human Papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker mulut rahim memerlukan waktu 15 tahun untuk dapat dipasarkan secara umum. Sementara itu, waktu yang ditargetkan untuk pengembangan vaksin COVID-19 adalah 18 bulan. Target tersebut tidak ditentukan tanpa dasar. Faktor pendukung target yang singkat ini di antaranya adalah pengetahuan terhadap SARS-CoV-2 yang dianggap sudah memadai, teknologi pendukung yang sudah jauh berkembang, dan kesepakatan untuk mempersingkat fase uji klinis. Sampai saat ini, pada database WHO telah terdaftar lebih dari 170 kandidat vaksin dalam proses pengembangan. Tahapan terjauh adalah fase III. Bagaimana peran Indonesia dalam pengembangan vaksin ini?

    Baca Juga: Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Desinfektan Mencegah Corona?

    Sayangnya, belum ada pengembang asal Indonesia yang terdaftar dalam database WHO saat ini. Namun, bukan berarti vaksin COVID-19 buatan Indonesia itu mustahil. Dalam pengembangan vaksin, peneliti asal Indonesia sudah berhasil memproduksi beberapa vaksin di antaranya vaksin oral polio, vaksin hepatitis B, vaksin tetanus toksoid, vaksin difteri dan tetanus (DT), vaksin difteri-pertusis-tetanus (DPT), vaksin BCG, vaksin measles-rubella (MR), dan vaksin pentabio (DPT-HB-Hib).

    Vaksin–vaksin tersebut telah teruji secara klinis dan digunakan secara luas baik di dalam, maupun luar negeri. Turut mendukung program pemerintah terkait Imunisasi Wajib Dasar, penggunaan vaksin buatan Indonesia sudah merata hingga ke daerah terpencil. Saat kejadian luar biasa (KLB) difteri tahun 2018 lalu, perusahaan asal Indonesia berhasil memproduksi vaksinnya secara massal dalam merespons KLB. Pencapaian Indonesia terkait pembuatan vaksin secara mandiri patut diapresiasi. Bukan tidak mungkin dalam beberapa waktu yang akan datang, Indonesia dapat memproduksi vaksin COVID-19 secara mandiri. Dengan jumlah penduduk peringkat 4 dunia, pangsa pasar Indonesia yang sangat besar seharusnya menggerakan para produsen untuk berlomba mengembangkan vaksin.

    Baca Juga: Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala

    Peneliti, perusahaan farmasi, bioengineer, dan pemerintah harus bekerja sama untuk mewujudkannya. Lalu, untuk sobat sehat dan masyarakat lainnya. Apakah bijak jika kita hanya berharap dan menunggu vaksin COVID-19 tanpa mengindahkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus? Tentu tidak. Every small thing we do matters. Jika belum bisa berkontribusi dalam pengembangan vaksin, kita bisa menjaga kesehatan diri kita dan lingkungan sekitar kita, disertai pula harapan optimis bahwa kita dapat menghadapi pandemi ini bersama.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai corona dan rapid test, silakan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Helfert S. Historical Aspects of Immunization and Vaccine Safety Communication. Current Drug Safety. 2015;10(1):5-8.
    2. Heaton, P., 2020. The Covid-19 Vaccine-Development Multiverse. New England Journal of Medicine,.
    3. Thanh Le T, Andreadakis Z, Kumar A, Gómez Román R, Tollefsen S, Saville M et al. The COVID-19 vaccine development landscape. Nature Reviews Drug Discovery. 2020;19(5):305-306.
    4. Hendriks J, Blume S. Measles Vaccination Before the Measles-Mumps-Rubella Vaccine. American Journal of Public Health. 2013;103(8):1393-1401.
    5. Draft landscape of COVID-19 candidate vaccines [Internet]. Who.int. 2020 [cited 17 August 2020]. Available from: https://www.who.int/publications/m/item/draft-landscape-of-covid-19-candidate-vaccines.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja