Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Umum

Showing 91–100 of 1027 results

  • Asuransi kesehatan sebenarnya sangat diperlukan oleh kita. Dengan mendaftarkan diri pada suatu produk asuransi kesehatan, kita akan mendapatkan perlindungan dini dari risiko yang berhubungan dengan kesehatan apabila terjadi suatu musibah di kemudian hari. Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi Asuransi kesehatan dapat membantu kita bila mengalami sakit dan harus dirawat inap, […]

    Bikin Salah Paham! Berikut 10 Jenis Penyakit yang Tidak Ditanggung Asuransi Kesehatan

    Asuransi kesehatan sebenarnya sangat diperlukan oleh kita. Dengan mendaftarkan diri pada suatu produk asuransi kesehatan, kita akan mendapatkan perlindungan dini dari risiko yang berhubungan dengan kesehatan apabila terjadi suatu musibah di kemudian hari.

    penyakit yang tidak ditanggung asuransi kesehatan

    Baca Juga: Pentingnya Asuransi Kesehatan Keluarga Terbaik di Masa Pandemi

    Asuransi kesehatan dapat membantu kita bila mengalami sakit dan harus dirawat inap, dengan memberikan dana darurat untuk menjamin biaya rawat inap tersebut.

    Karena mahalnya biaya kesehatan dari waktu ke waktu maka dengan memiliki asuransi kesehatan setidaknya kita mempunyai dana darurat sebagai pegangan. Asuransi kesehatan juga memberikan jaminan yang bermacam-macam, misalnya seperti biaya rawat inap, rawat jalan, obat-obatan, tes laboratorium, hingga tindakan medis lainnya.

    Meskipun asuansi kesehatan menawarkan jaminan seperti yang tertera diatas,  sebenarnya tidak semua penyakit dapat dilindungi oleh asuransi kesehatan. Biasanya penyakit yang dikecualikan atau di luar tanggung jawab asuransi adalah penyakit yang bersifat kritis, bawaan, atau penyakit yang sudah diderita sebelum bergabung dengan asuransi kesehatan.

    Penyakit yang Tidak Ditanggung Asuransi Kesehatan

    Manfaat dari asuransi kesehatan pada dasarnya memang memberi perlindungan dan pelayanan kesehatan bagi anggotanya. Namun bukan berarti semua penyakit dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi tersebut.

    Untuk itu, sebaiknya Sahabat memilih produk asuransi kesehatan yang sesuai dan dianjurkan untuk mengambil manfaat tambahan meskipun harus membayar premi lebih. Untuk lebih jelasnya, simak daftar penyakit berikut ini yang tidak ditanggung oleh asuransi kesehatan.

    1. Penyakit Bawaan

    Penyakit pertama yang tidak dapat ditanggung oleh asuransi kesehatan adalah penyakit bawaan, yaitu penyakit yang telah diderita tertanggung akibat penyakit keturunan, cacat tubuh atau kelainan yang dialami tubuh sejak lama. Misalnya seperti asma, hernia, sakit mental, berkebutuhan khusus, dan sebagainya.

    Meskipun jika ada asuransi kesehatan yang dapat menanggung biaya perawatan penyakit bawaan, biasanya asuransi ini mempunyai masa tunggu. Sehingga, tertanggung setidaknya harus menunggu selama dua tahun sebelum bisa mengajukan klaim untuk penyakit bawaan.

    2. Penyakit Langka

    Perusahaan asuransi pada dasarnya tidak menjamin penyakit langka untuk diberi jaminan, seperti yang kasusnya sangat jarang ditemukan di dunia.

    Misalnya seperti kelainan otot, ataupun penyakit genetik yang diderita sejak lahir, penyakit neurologis yang menyebabkan terganggunya perkembangan otak bayi, penyakit radang yang mengkabitkan komplikasi pada jantung, dan sebagainya.

    3. Penyakit Kritis

    Penyakit selanjutnya yang tidak dijamin asuransi ialah penyakit kritis yang mematikan. Hal ini dikarenakan biaya perawatan untuk penyakit kritis sangat mahal dan harus melakukan tindakan secara intensif. Adapun jenis-jenis penyakit kritis yang tidak ditanggung perusahaan asuransi kesehatan misalnya gagal ginjal, paru-paru, kanker, penyakit jantung, diabetes, dan sebagainya.

    Baca Juga: Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

    Meskipun begitu, ada pula beberapa perusahaan asuransi kesehatan yang dapat menanggung penyakit-penyakit tersebut. Untuk itu, Sahabat sangat dianjurkan untuk memilih perusahaan asuransi kesehatan yang khusus menanggung penyakit kritis.

    Sehingga Sahabat akan mendapatkan manfaat dari pengobatan penyakit-penyakit mematikan tersebut hingga disediakan santunan yang lebih besar dibandingkan dengan santunan penyakit kritis yang ada di asuransi kesehatan pada umumnya.

    4. Penyakit Kritis Stadium Awal

    Meskipun beberapa perusahaan asuransi kesehatan ada yang memasukan penyakit kritis, namun hanya penyakit kritis stadium akhir yang dapat ditanggung biaya pengobatannya.

    Sedangkan penyakit kritis pada tahap stadium awal tidak dapat di-cover oleh asuransi kesehatan. Untuk menghindari kesalahpahaman maupun kerugian, Sahabat harus memahami setiap detail manfaat dan ketentuan yang tertulis dalam polis asuransi. Jadi, jangan sampai terkecoh di kemudian hari.

    5. Penyakit Psikologis

    Sama halnya dengan penyakit yang disebutkan diatas, penyakit terkait gangguan psikologis juga termasuk dalam daftar penyakit yang tidak ditanggung asuransi kesehatan. Sehingga calon nasabah yang menginginkan adanya perlindungan untuk penyakit psikologis disarankan untuk cermat dalam memilih produk asuransi kesehatan yang memang menjamin biaya pengobatan penyakit psikologis.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi

    6. Penyakit yang Disebabkan Wabah atau Bencana

    Penyakit akibat wabah atau bencana tidak dapat ditanggung oleh asuransi kesehatan karena penyakit seperti ini dapat menyebar dengan cepat dibeberapa daerah, terutama di daerah dengan lingkungan yang padat penduduk. Sehingga jumlah penderitanya sangat banyak dan akan menyulitkan atau merugikan perusahaan asuransi kesehatan yang menanggung.

    Beberapa contoh penyakit wabah atau bencana yang sering ditemui misalnya seperti ebola, kolera, polio, flu burung, malaria, dan sebagainya. Seperti yang terjadi pada saat ini, dunia sedang digemparkan oleh pandemi virus corona. Hanya beberapa perusahaan asuransi yang kini sudah mulai menawarkan perlindungan kepada penderita Covid-19, meskipun penyakit ini merupakan penyakit wabah.

    7. Penyakit yang Diderita Sebelum Memiliki Asuransi (Pre-exiting Condition)

    Pada kasus seperti ini, ada baiknya Sahabat melakukan medical check-up terlebih dahulu sebelum membeli asuransi kesehatan. Sehingga apabila Sahabar telah menderita penyakit tertentu sebelum mendaftar asuransi, penyakit itu akan dimasukkan ke daftar penyakit yang tidak ditanggung oleh asuransi.

    Meskipun demikian, masih ada pula beberapa produk asuransi yang tidak mengharuskan calon nasabahnya untuk pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan sebelum bergabung. Semua ketentuan tergantung pada ketelitian Anda saat mengajukan polis asuransi.

    8. Pengecekan dan Perawatan Kehamilan

    Segala jenis perawatan sebelum hingga setelah kehamilan yang berkaitan dengan keluhan kandungan, termasuk biaya melahirkan, biasanya tidak dapat dijamin oleh asuransi kesehatan.

    Sama halnya dengan perawatan anak pasca-kelahiran, misalnya seperti imunisasi bayi atau pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi pasca kelahiran, yang tidak termasuk dalam tanggungan asuransi.

    Produk Terkait: Ibu Hamil dan Menyusui

    Hal ini dikarekan melahirkan bukanlah sebuah penyakit, melainkan suatu kondisi yang lazim dan lumrah dialami oleh seorang wanita, yang dapat dicegah dan direncanakan.

    9. HIV/AIDS

    Penderita HIV/AIDS memiliki imunitas tubuh yang sangat lemah, sehingga sangat mudah sekali terserang penyakit. Oleh sebab itu, perusahaan asuransi pada umumnya tidak memasukkan HIV/AIDS dalam daftar penyakit yang dapat ditanggung oleh asuransi.

    Selain itu, HIV/AIDS juga dianggap sebagai penyakit yang diakibatkan oleh faktor kesengajaan dari penyalahgunaan narkoba maupun akibat prilaku seks bebas.

    10. Penyakit yang Dikecualikan

    Terakhir, penyakit  yang tidak ditanggung asuransi kesehatan adalah penyakit yang sejak awal memang telah dikecualikan oleh pihak asuransi kesehatan. Misalnya seperti transplantasi organ, cuci darah, biaya perawatan diet, pemeriksaan gigi berkala, biaya pengobatan alternatif, dan sebagainya.

    Setiap asuransi kesehatan memang memiliki ketentuan tersendiri pada polis asuransinya yang tentu saja berbeda-beda satu dengan yang lainnya, demikian pula dengan daftar penyakit yang dapat ditanggung oleh asuransi kesehatan.

    Baca Juga: Kenali dengan Baik Asuransi Kesehatan Syariah

    Oleh sebab itu, sahabat perlu pelajari lagi dengan teliti manfaat dari polis yang ditawarkan sebelum memutuskan untuk membeli asuransi.

    Jadi, yuk, jangan ada lagi keraguan dan segera daftarkan diri Sahabat dan keluarga pada asuransi kesehatan yang disediakan oleh Prosehat, karena dengan bergabung, Sahabar akan mendapatkan manfaat dan fasilitas lebih berupa pemeriksaan Covid-19 dan vaksinasi Covid-19. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. co.id. 2021. Agar Tak Salah Paham, Kenali Jenis-jenis Penyakit yang Umumnya Tidak Dilindungi Asuransi Kesehatan | Asuransi Kesehatan dan Jiwa Cigna Indonesia. [online] Available at: <https://www.cigna.co.id/health-wellness/penyakit-yang-umumnya-tidak-dilindungi-asuransi-kesehatan> [Accessed 11 March 2021].
    2. Utama, H. and Kesehatan, D., 2021. Daftar Penyakit yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan. [online] @CekAja. Available at: <https://www.cekaja.com/info/penyakit-yang-tidak-dicover-asuransi> [Accessed 11 March 2021].
    3. Generali Indonesia. 2021. Penyakit Yang Tidak Dicover Asuransi yang Perlu Diketahui untuk Memaksimalkan Manfaat Asuransi Kesehatan Kamu. [online] Available at: <https://www.generali.co.id/id/healthyliving/detail/410/penyakit-yang-tidak-dicover-asuransi-yang-perlu-diketahui-untuk-memaksimalkan-manfaat-asuransi-kesehatan-kamu> [Accessed 11 March 2021].
    4. Perdana, F., 2021. 5 Penyakit yang Biasanya Tidak Dibiayai Asuransi, Cobalah dengan BPJS. [online] POPMAMA.com. Available at: <https://www.popmama.com/life/health/fajar-perdana/penyakit-yang-tidak-dibiayai-asuransi-cobalah-dengan-bpjs/5> [Accessed 11 March 2021].

     

     

    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan […]

    Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan ginjal.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    Gangguan ginjal ada yang bersifat sementara (akut) dan tetap (kronis). Penyebab gangguan ginjal bermacam-macam mulai dari infeksi, adanya batu ginjal, kista dan dapat dipicu karena diabetes dan hipertensi. Ketika fungsi ginjal terganggu, zat-zat sisa hasil metabolisme akan tertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.

    Bila ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sisa-sisa metabolism tubuh harus dikeluarkan melalui cuci darah. Cuci darah atau yang kita kenal dengan dialysis menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah.

    Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino. Selain itu, cuci darah dapat dilakukan melalui selaput pada dinding perut. Kita menyebutnya sebagai peritoneal dialysis.

    Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Diwaspadai Diabetes

    Nah, beberapa saat lalu ada kabar bahwa ada tips cuci ginjal alamiah dengan harga kurang dari Rp 100.000 dengan menggunakan seledri dan buah alpukat. Padahal, seledri dan alpukat banyak dikonsumsi karena manfaatnya sebagai anti peradangan, dan penurun tekanan darah. Kedua buah ini sama sekali tidak dapat digunakan untuk cuci darah. Jadi, jangan termakan hoaks ya, Sahabat!

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Jewell T. Kidney overview. 2018. Available at: healthline.com/human-body-maps/kidney
    2. Butler N. Health benefits and risk of celery. 2017. Available at: medicalnewstoday.com/articles/270678.php
    3. Gunnars K. 12 Proven health benefits of avocado. 2018. Available at: healthline.com/nutrition/12-proven-benefits-of-avocado
    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak di dalam rongga retroperitoneal di antara iga 10- 12. Lokasi Ginjal Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19 […]

    Tanda-Tanda Gangguan Ginjal #Kamisehat

    Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak di dalam rongga retroperitoneal di antara iga 10- 12.

    Lokasi Ginjal

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Secara lebih spesifik, ginjal memiliki beberapa fungsi penting, antara lain menyaring limbah tubuh (termasuk zat kimia, obat-obatan, dan makanan) dalam darah, menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan, dan asam darah dalam tubuh, menghasilkan eritropoetin, yaitu hormon yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah, menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah, dan menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

    Ketika fungsi ginjal terganggu maka zat-zat sisa hasil metabolisme akan bertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.Penyakit ginjal dapat dipicu oleh kondisi lainnya, misalnya karena diabetes dan tekanan darah tinggi. Artinya, seseorang berisiko mengalami gangguan ginjal jika mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Tanda adanya gangguan pada ginjal juga bisa berbeda dikarenakan hal yang menjadi latar belakang permasalahan dari gangguan tersebut.

    Jenis Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

    • Infeksi ginjal. Infeksi ginjal terjadi bila bakteri dari kandung kemih menyebar naik menuju ke salah satu atau kedua ginjal. Kondisi ini muncul akibat dari komplikasi infeksi saluran kemih.
    • Batu ginjal. Garam dan mineral yang seharusnya disaring oleh ginjal tetapi malah mengeras dan tertimbun dalam ginjal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini biasanya terjadi karena urine yang terlalu pekat, sehingga garam dan mineral mengkristal.
    • Penyakit ginjal polikistik. Merupakan penyakit keturunan berupa munculnya kista (kantong berisi cairan) yang berkelompok di dalam ginjal. Penyakit ginjal polikistik tidak ganas, tapi dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Selain terjadi di ginjal, kista pada ginjal polikistik juga bisa muncul di organ hati atau bagian lain dalam tubuh.
    • Gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut adalah kondisi dimana ginjal tidak dapat berfungsi normal secara tiba-tiba. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan menumpuknya garam dan zat kimia lainnya di dalam tubuh dan memengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.
    • Penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis yaitu penurunan fungsi ginjal yang menetap selama tiga bulan. Kondisi ini ditandai beberapa gejala, seperti sesak napas, mual, dan kelelahan. Namun kondisi ini tidak dirasakan oleh pasien bila masih stadium 1-3. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyadari sedang mengalami kondisi ini hingga mencapai stadium lanjutan.

    Gejala Penyakit Ginjal

    Gejala penyakit ginjal tergantung dari jenis penyakitnya dan apakah penyakit tersebut mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Beberapa gejala penurunan fungsi ginjal dan gejala penyakit ginjal secara spesifik, antara lain terjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang, urine berbusa, merasa lelah dan sesak napas, kulit kering dan terasa gatal, terjadi kram otot, terutama di tungkai, susah tidur, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, penurunan kesadaran. Pada gagal ginjal akut dapat terlihat tanda dehidrasi. Kemudian, gejala lainnya adalah nyeri punggung bawah dan urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal, serta pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan menggigil. Anak-anak yang mengalami penyakit ginjal akan mudah mengantuk, tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, dan pertumbuhannya terhambat.

    Diagnosis Penyakit Ginjal

    Deteksi adanya gangguan pada ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan penunjang, yaitu:

    • Tes urine. Dilakukan untuk mengetahui kadar albumin dalam urine. Albumin merupakan salah satu jenis protein yang seharusnya terkandung di dalam darah. Jika ada albumin di dalam urine, artinya ginjal tidak berfungsi dengan baik dan secara tidak langsung kadar albumin dalam darah akan menurun. Analisis dan kultur kuman dari urin juga dapat dilakukan, untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih dan kuman penyebab infeksi tersebut.
    • Tes darah. Dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin, yaitu sebuah zat yang berasal dari jaringan otot. Jika mengalami kerusakan, ginjal tidak bisa membuang kreatinin dari dalam darah. Melalui tes darah, dokter juga akan mengetahui laju filtrasi glomerulus (GFR) pasien. Hasil pemeriksaan GFR akan menunjukkan fungsi dan kondisi ginjal pasien. Selain fungsi ginjal, tes darah dapat melihat Hb yang menurun karena produksi sel darah merah yang menurun.
    • Pemindaian. USG ginjal dan CT scan ginjal serta saluran kemih (urografi) dapat melihat kemungkinan batu ginjal dan penyakit ginjal polikistik.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pengobatan Penyakit Ginjal

    Sebelum menentukan jenis pengobatan untuk penyakit ginjal, dokter akan memastikan penyebabnya terlebih dulu. Penyakit ginjal dapat diterapi dengan beberapa adalah obat-obatan sesuai dengan rekomendasi dokter, prosedur terapi batu ginjal berupa tindakan menghilangkan batu bila batu cukup besar. Namun, bila kondisi ginjal sudah tidak dapat diselamatkan lagi, maka ada terapi pengganti ginjal seperti cuci darah, dialisis perut, dan transplantasi ginjal. Kemudian, penderita gangguan ginjal harus melakukan diet khusus, yaitu diet rendah protein dan beberapa mineral seperti natrium, kalium, serta fosfat. Selain itu, penting untuk membatasi asupan cairan, sehingga cairan tidak menumpuk dalam tubuh.

    Pencegahan Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, lama-kelamaan ginjal akan rusak. Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin.

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok, mengurangi makanan yang mengandung kadar kreatin/kreatinin tinggi, hindari penggunaan suplemen atau obat-obatan yang berlebihan terutama tanpa konsultasi dokter, olahraga yang teratur serta istirahat yang cukup serta minum air putih kurang lebih 8 gelas/2 liter per hari.

    Apakah pemberian vitamin C dan kolagen secara intravena dapat berbahaya untuk ginjal?

    Vitamin C yg dibutuhkan badan kita kurang lebih hanya 50-60 mg per hari. Sisanya kemana? Sisanya tentu akan dibuang melalui ginjal sebagai ekskresi utama. Vitamin C merupakan senyawa asam sehingga dapat mengubah ph dalam urin.  Akibatnya, zat terlarut dalam urin akan menggumpal dan mengendap. Inilah yg akan menjadi cikal bakal batu saluran kemih. Selain itu, kadar vitamin C yang tinggi dan kolagen dapat memperberat fungsi dari ginjal itu sendiri.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Apakah bila kurang meminum air putih 8 gelas per hari dapat menyebabkan penyakit ginjal?

    Sebenarnya, minum air putih 8 gelas per hari merupakan langkah pencegahan yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari penyakit ginjal. Bila cairan kita kurang maka aliran darah ke dalam ginjal akan berkurang dan urin menjadi lebih pekat. Kemudian, zat yang terlarut dalam urin menjadi mengendap dan berpotensi menjadi batu. Bila tidak ditangani dengan baik, akan terjadi infeksi yang lama-kelamaan dapat menyebabkan gagal ginjal.

    Apakah jus seledri dapat meningkatkan kesehatan ginjal?

    Daun seledri memang memiliki efek untuk menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah yang akan membuat aliran darah lebih lancar.

    Apakah konsumsi obat setiap hari (suplemen atau obat kurus) dapat mempengaruhi ginjal?

    Hal ini tergantung jenis suplemen yang dikonsumsi, mekanisme kerjanya, serta ekskresi atau pengeluaran dari tubuh lewat mana. Sehingga, sebelum mengonsumsi obat atau suplemen, kita harus konsultasikan  langsung dengan dokter.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Apa akibatnya bila kita lebih banyak mengonsumsi air putih dari anjurannya 2 Liter per hari?

    Lebih baik bila kita mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup. Air putih itu sendiri di dalamnya terdapat senyawa mineral yang jika kita minum berlebih juga akan berdampak tidak baik bagi badan.

    Apakah kopi dan teh tidak baik untuk ginjal?Berapa takaran per harinya, adakah batasannya?

    Kopi dan teh sebenarnya tidak berbahaya bagi ginjal selama kita juga konsumsi air putih yg cukup. Batasi konsumsi kopi atau teh Sobat 1-3 gelas per hari, bila berlebih ada kemungkinan akan meningkatkan tekanan darah.

    Apakah perlu minum 2 Liter sehari bila pekerjaan kita di kantor dan ruangan dingin?

    Sebenarnya, kebutuhan air itu tergantung pada berat badan, suhu dan lingkungan. Jadi, memang panduannya sebaiknya 2 Liter, tetapi bila Sobat merasa terlalu banyak karena sering buang air bila ada di ruangan ber AC, konsumsi air putih dapat dikurangi sewaktu di kantor.

    Bila ginjal hanya satu apakah perlu konsumsi 2 liter air?

    Bila ginjal seseorang hanya satu maka harus dilihat laju filtrasi ginjalnya (LFG). Laju filtrasi ginjal adalah suatu ukuran untuk mengetahui  fungsi ginjal, ukuran kemampuan ginjal untuk melakukan penyaringan darah. Makin tinggi kadar laju filtrasi mengindikasikan bahwa fungsi ginjalnya makin baik.

    Pada kondisi ini tentu saja harus benar-benar ekstra untuk menjaganya. Selain pengecekan LFG yg rutin, menjaga makanan, membatasi penggunaan obat-obatan dan olahraga yang untuk menjaga berat badan yg ideal harus dilakukan.

    Apakah ada makanan yang dapat meningkatkan fungsi ginjal?

    Kita harus mengetahui terlebih dulu penyebab penurunan fungsi ginjalnya, karena berbeda jika penurunan fungsi ginjal karena batu atau murni sudah gagal ginjal. Jika penurunan fungsi ginjal karena ada batu saluran kemih, infeksi jika batu atau infeksinya ditanggulangi maka fungsi ginjalnya akan normal kembali. Sedangkan jika sudah terjadi penurunan fungsi ginjal karena gagal ginjal ini tidak bisa di kembalikan ke keadaan semula/normal hanya bisa dijaga agar kondisi ginjal yg sudah menurun ini tidak tambah turun atau tambah parah. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yg mengandung protein hewani tinggi dan minum cukup air putih yang hanya dapat meningkatkan sedikit fungsi ginjal saja.

    Apakah diet tinggi protein dan tinggi lemak dapat membahayakan ginjal?

    Hal ini tentu saja dapat membahayakan ginjal karena makanan yang tinggi protein (hewani) akan meningkatkan kadar kreatinin dalam darah. Kadar kreatinin yang tinggi ini juga akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk memfiltrasi darah. Jika terjadi terus menerus dan dalam jangka lama dapat mengakibatkan ginjal mengalami penurunan fungsi apalagi bila konsumsi air putihnya sedikit.

    Bagaimana dengan susu protein tinggi yang sering dikonsumsi sewaktu berolahraga/gym, apakah berbahaya terhadap ginjal?

    Selama jumlahnya tidak berlebihan, cukup minum air putih sebenarnya tidak berbahaya karena protein yang digunakan diambil tubuh untuk produksi massa otot.

    Bagaimana tanda-tanda tubuh kita kekurangan cairan?

    Tanda tubuh kekurangan cairan/dehidrasi biasanya  sakit kepala, susah konsentrasi, mual, nadi menjadi lebih cepat dan peningkatan suhu tubuh. Gejala ini sering terjadi pada orang dewasa.

    Baca Juga: Mitos atau Fakta: Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Itulah mengenai tanda-tanda gangguan ginjal yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    #Kamisehat 14 Maret 2019

     

    Read More
  • Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan […]

    Mitos atau Fakta : Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan ginjal kita.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    Bila fungsi ginjal menurun, akan timbul gejala-gejala antara lain pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, berkurangnya volume urine dan frekuensi buang air kecil, merasa lelah dan sesak napas, susah tidur, hingga gejala yang lebih parah seperti penurunan kesadaran.

    Kita dapat mengetahui seberapa bagus fungsi ginjal melalui beberapa test, antara lain melalui tes darah dengan pemeriksaan serum kreatinin, laju filtrasi ginjal (GFR), dan nitrogen urea darah (BUN). Selain itu, pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk melihat adanya protein dan darah dalam urine. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah melihat kelainan dan bentuk ginjal dari USG dan CT scan. Biopsi ginjal digunakan untuk melihat keberhasilan terapi, seberapa banyak ginjal yang rusak, dan berperan dalam pencangkokan ginjal.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Purin

    Beberapa waktu lalu, tersebar kabar bahwa cara mendeteksi kesehatan ginjal dengan jengkol. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa dengan jengkol kita dapat mengetahui ginjal kita bermasalah atau tidak, caranya adalah dengan memakan satu atau dua biji jengkol kemudian kita bisa mendeteksinya melalui bau dari air seninya. Jika air seninya berbau khas jengkol tersebut ginjal masih dalam keadaan yang sehat, akan tetapi jika tidak berbau khas jengkol tersebut berarti ginjalnya bermasalah.

    Hal ini tidak benar, ya Sobat. Aroma urine bukan satu-satunya cara menentukan ginjalnya bermasalah atau tidak. Aroma urin sangat bervariasi, tergantung jumlah cairan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Bila kita jarang minum, urine akan terlihat lebih pekat dengan bau ammonia yang lebih jelas tercium. Beberapa makanan, obat, infeksi pada saluran kencing dapat mempengaruhi aromanya.

    Baca Juga: 7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Jadi, makan jengkol enggak dapat mendeteksi kelainan di ginjal, ya, Sahabat. Cek ulang kebenaran berita kesehatan di sekitar, sehingga Sahabat tidak begitu saja untuk mempercayainya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. National Kidney Foundation. Test to measure kidney function, damage, and detect abnormalities. Available at: kidney.org/atoz/content/kidneytests
    2. Stopper MC. Urine odor: symptoms and sign. 2018. Available at: medicinenet.com/urine_odor/symptoms.htm
    Read More
  • Di masa pandemi pemakaian masker menjadi sebuah keharusan karena berfungsi untuk mencegah penularan Covid-19 secara optimal. Dalam perkembangannya, seringkali masyarakat menggunakan masker dua lapis (double). Baca Juga: Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya? Pemakaian masker berlapis (double) itu untuk melindungi diri dari paparan virus secara efektif. Demikian berdasarkan penelitian terbaru. Seperti dilansir dari CNBC […]

    Tepat dan Efektifkah Masker Berlapis (Double) untuk Menangkal Covid-19?

    Di masa pandemi pemakaian masker menjadi sebuah keharusan karena berfungsi untuk mencegah penularan Covid-19 secara optimal. Dalam perkembangannya, seringkali masyarakat menggunakan masker dua lapis (double).

    masker double

    Baca Juga: Kalung Tali Masker di Masa Pandemi Corona, Adakah Manfaatnya?

    Pemakaian masker berlapis (double) itu untuk melindungi diri dari paparan virus secara efektif. Demikian berdasarkan penelitian terbaru. Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, penelitian menyebutkan bahwa penggunaan dua masker, yakni masker medis dengan masker kain rupanya menawarkan perlindungan yang jauh lebih baik.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan masker satu lapis ternyata tidak terlalu efektif dalam memblokir aerosol. Sedangkan masker kain dengan 2-3 lapis hanya melindungi sebagian, dengan kisaran efektivitas 50% hingga 60%. Sementara masker bedah hanya memberi perlindungan efektif sekitar 50% dari percikan aerosol, serta 60-70% efektif melindungi dari percikan air liur orang lain.

    Apakah Benar Memakai Masker Berlapis (Double) Efektif Melindungi Diri Dari Covid-19?

    Satuan gugus tugas Covid-19 melalui juru bicara Profesor Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa pemakaian masker berlapis (double) sebenarnya sangat tidak disarankan karena hal tersebut mengganggu fungsi masker.

    Ia menerangkan jika pemakaian dua masker sekaligus tidak akan meningkatkan kemampuan filtrasi masker apalagi jika mulut dan hidung tidak tertutup dengan baik.

    Baca Juga: Aturan Baru Penggunaan Masker di DKI Jakarta, Harus Bedah dan Kain

    Hal serupa diungkapkan oleh Linsey Marr dari Virginia Tech. Profesor Teknik Sipil dan Lingkungan menyebut sebaiknya bukan jumlah maskernya yang ditambah tetapi lapisannya. Penggunaan masker berlapis (double) dapat mengganggu jalannya pernapasan dalam tubuh. Sementara penambahan lapisan pada masker, disebut akan meningkatkan penyaringan partikel virus menjadi 75%.

    Ahli Sebut Pemakaian Masker yang Tepat Lebih Melindungi Dari Virus

    Matt Binnicker, Presiden Pan American Society for Clinical Virology seperti dilansir CNN Indonesia menyebut bahwa pemakaian masker yang tepat lebih efektif dalam melindungi diri dari virus.

    Pemakaian masker yang efektif adalah dengan menggunakan masker secara konsisten menutupi hidung dan mulut setiap kali berada di luar rumah terutama di lingkungan yang berisiko tinggi. Hal senada juga diungkapkan oleh Josh Schiffer, profesor dari Fred Hutchinson Cancer Research Center.

    Baca Juga: Pemerintah Meminta Masyarakat Menggunakan Masker N95 Saat di Rumah Sakit

    Saat berada di luar rumah dan di lingkungan berisiko tinggi, ia merekomendasikan penggunaan masker N95 yang dinilai lebih efektif dalam menangkal virus. Tentunya lebih baik masker tersebut diperbanyak lapisannya bukan jumlahnya seperti yang dianjurkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

    Tips Pemakaian

    Meskipun dalam beberapa hal terdapat pertentangan dari para ahli, pemakaian masker berlapis (double) untuk meningkatkan fungsi dapat dilakukan asalkan pemakaiannya adalah dengan masker medis atau masker bedah pada lapisan pertama barulah pada lapisan kedua dengan masker kain.

    Pemakaian masker yang benar dan konsisten, dipercaya dapat melindungi diri dari virus dengan lebih baik daripada menambah jumlah lapisan masker yang dapat berdampak buruk pada pernapasan.

    Baca Juga: Jangan Sepelekan Masker dan Tips Nyaman Memakainya

    Itulah Sahabat Sehat, mengenai penggunaan masker berlapis (double) yang sebenarnya tidak begitu efektif atau dianjurkan dalam melindungi diri dari virus. Sahabat disarankan tetap memakai masker yang benar dan sesuai anjuran medis.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai masker dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Pinandhita V. Masker Medis Tidak Boleh Didobel! Ini Penjelasan Satgas COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5392351/masker-medis-tidak-boleh-didobel-ini-penjelasan-satgas-covid-19
    2. Arbar T. Apa Benar Masker Double Ampuh Tangkal Covid-19? [Internet]. lifestyle. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210210145723-33-222472/apa-benar-masker-double-ampuh-tangkal-covid-19
    3. Ahli Sebut Bermasker Tepat Lebih Efektif dari Double Masker [Internet]. CNNIndonesia.com. 2021 [cited 10 March 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210210135059-255-604714/ahli-sebut-bermasker-tepat-lebih-efektif-dari-double-masker
    Read More
  • Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko. Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain […]

    Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Pertolongan pertama kesehatan mental sebenarnya sudah ada dan sudah diterapkan sebelum Perang Dunia Kedua. Hal ini diakui sebagai cara terbaik untuk menolong banyak orang dalam kondisi yang berisiko.

    Gejala penyakit gangguan mental ini sulit sekali untuk dideteksi, banyak orang lain atau keluarga yang menemukan perilaku atau sikap dengan perubahan yang seperti biasanya. Meskipun orang lain atau keluarga sendiri menemukannya, tetap saja cara menghadapi dan bagaimana melakukan intervensi atau mencari pengobatan yang tepat itu tidak mudah.

    pertolongan pertama gangguan kesehatan jiwa

    Baca Juga: Penyebab Gangguan Kesehatan Mental yang Perlu Dideteksi Sejak Dini

    Pertolongan pertama kesehatan jiwa adalah kursus selama 8 jam. Pasien diberi pemahaman dan dikenalkan tentang risiko-risiko dan tanda-tanda awal gangguan jiwa. Pasien dikenalkan dampak dari gangguan jiwa serta cara pengobatannya secara umum.

    Selain itu, pasien juga ikut simulasi dalam menilai seberapa krisis gangguan jiwa, melakukan intervensi, memberikan bantuan awal dan bagaimana cara menguhubungi dokter, teman terdekat, keluarga, serta bantuan dukungan sosial.

    Dekati, kaji dan dengar masalah yang sedang dialami

    Hal yang pertama yang harus Sahabat lakukan adalah melakukan pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap positif, dengarkan masalahnya, dan coba memberi bantuan atau solusi sesuai dengan masalah yang sedang dihadapinya. Step by step melakukan pendekatan juga harus memperhatikan

    • Cara pendekatan dengan penuh perhatian dan sikap yang nyaman
    • Cari tempat yang nyaman untuk kita maupun orang tersebut, tempat yang nyaman dan tenang untuk bercerita
    • Apabila orang tersebut tidak berinisiatif memulai cerita, maka kita boleh memulai pembicaraan dengan syarat tidak langsung to the point
    • Jika orang tersebut sudah memulai cerita, hormati privasi dan kerahasiaan orang tersebut.

    Dengarkan ceritanya tanpa menghakimi

    Ketika orang tersebut mulai bercerita, salah satu yang harus anda lakukan yang penting sekali adalah dengarkan dan tahan penilaian anda dahulu,  jangan memotong cerita orang tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan yang ada di pikiran Sahabat, dengarkan dulu sampai selesai, dengarkan dengan rasa empati yang tinggi dan dengarkan secara verbal maupun non verbal.

    Perhatikan juga untuk mendengarkan dengan sungguh-sungguh, mengerti apa yang diceritakan kemudian berikan kebebasan untuk berbicara tanpa menghakimi. Ada hal yang harus dilakukan dan jangan sesekali Sahabat lakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan adalah:

    Lakukan

    • Beretika dan lakukan hal yang sewajarnya sesuai dengan budaya, usia dan orang yang kita hadapi
    • Jujur dan dapat dipercaya
    • Hormati keputusan dan hak orang lain
    • Jangan mengungkapkan tentang penilaian pertama terhadap orang tersebut dan berhati-hati dalam menilai
    • Jelaskan ketersediaanmu dalam membantunya kapan saja

    Jangan Lakukan

    • Jangan berlebihan dalam memberikan informasi
    • Jangan berlebihan dalam berbicara
    • Jangan menonjolkan status kita sebagai penolong
    • Jangan memaksa mereka untuk bercerita kepada kita
    • Jangan ambisius, membosankan atau memaksa untuk menolong
    • Jangan menghakiminya karena perilaku dan perasaannya
    • Jangan menceritakan masalahnya ke semua orang maupun sedikit orang

    Berikan informasi dan dukungan

    Setelah seseorang tersebut merasa lebih didengarkan dan merasa ada dukungan lebih, maka ini adalah peluang anda untuk terus melanjutkan bantuan.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Berikan dukungan berupa dukungan emosional seperti memberikan harapan bahwa masalah ini akan selesai dengan kondisi yang membaik dan berikan dukungan seperti berempati apa yang orang tersebut rasakan. Jangan lupa untuk menanyakan atau memberikan informasi tentang bantuan kesehatan jiwa.

    Beri dorongan untuk mendapatkan bantuan profesional

    Ketika mereka sudah mulai terbuka terkait cerita dan masalahnya, sebaiknya langkah selanjutnya Sahabat memberikan pilihan bantuan profesional yang tepat, seseorang dengan gangguan kesehatan jiwa harus ditangani langsung dengan yang lebih profesional.

    Kita dalam membantu memiliki batasan dan pilihan bantuan terapi ada berbagai macam misalnya dengan obat-obatan, terapi psikis atau konseling, dukungan dari anggota keluarga/terdekat, bantuan/bimbingan aktifitas.

    Beberapa gejala yang harus diperhatikan dan butuh bantuan lebih, yaitu:

    • Orang dengan kondisi serius, yang dapat membahayakan nyawa diri sendiri maupun orang lain dan membutuhkan perawatan gawat darurat
    • Orang dengan kondisi yang sangat sedih dan berlarut-larut, sehingga tidak mampu merawat diri sendiri dan anak-anaknya
    • Orang yang hanya membahayakan orang lain

    Setelah itu, beri dorongan untuk mendapatkan bantuan lainnya

    Orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa sangat penting juga untuk mendapatkan bantuan dorongan lainnya, selain bantuan profesional atau bantuan yang tepat, orang-orang di sekitar yang pernah mengalami gangguan kesehatan jiwa bisa untuk membantu mereka yang saat ini sedang mengalami, bantuan dorongannya orang-orang di sekitar saja dan orang-orang terdekat.

    Menurut data World Federation of Mental Health (WFMH) seseorang di suatu tempat di dunia meninggal akibat bunuh diri. Data menunjukkan bahwa satu dari empat orang dewasa akan mengalami masalah hidupnya dan mengganggu kesehatan jiwa.

    Baca Juga: Keinginan Bunuh Diri, Cara Mencegah dan Tanda-tandanya

    Hal itu karena orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan jiwa ini tidak mendapatkan perhatian dan tidak mendapatkan dukungan psikologis dari orang-orang di sekitar. Apalagi jika masalah psikis mereka dalam keadaan darurat, mengakibatkan banyak sekali orang-orang yang akan mengalami gangguan kesehatan jiwa

    Karena itu, pertolongan pertama pada gangguan kesehatan jiwa berasal dari orang-orang terdekat dan keluarga, rasa peduli dan perhatian terhadap orang-orang yang dekat dengan kita adalah obat pertama untuk pertolongan awal menghadapi orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.

    Baca Juga: 5 Gangguan Jiwa Paling Sering Dialami Kawula Muda

    Demikianlah mengenai pertolongan pertama pada kesehatan jiwa bagi teman atau saudara yang sedang mengalaminya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai pertolongan pertama ini dan produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi :

    1. RSJ Dr. Radjiman W. Lawang [Internet]. Rsjlawang.com. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: http://rsjlawang.com/news/detail/154/pertolongan-pertama-pada-gangguan-kesehatan-jiwa
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Kemkes.go.id. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://www.kemkes.go.id/article/view/16101100004/hkjs-2016-pertolongan-pertama-psikologis-dan-kesehatan-jiwa-bagi-semua-.html
    3. Penerapan Metode Algee Dalam Pertolongan Pertama Pada Gangguan Jiwa [Internet]. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. 2021 [cited 2 March 2021]. Available from: https://dinkes.bulelengkab.go.id/artikel/penerapan-metode-algee-dalam-pertolongan-pertama-pada-gangguan-jiwa-44

     

    Read More
  • Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan […]

    Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19

    Bagaimanakah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19? Hal ini tentu menjadi pertanyaan yang cukup menyita perhatian karena ternyata orang yang menderita penyakit tersebut rentan terhadap Covid-19. Penderita Covid-19 banyak yang mempunyai penyakit komorbid atau penyerta. Penderita penyakit ginjal menduduki posisi pertama dengan risiko kematian sebesar 13,7 kali lipat. Di tempat kedua ada penyakit jantung dan diabetes dengan risiko kematian sebesar 9 dan 8,3 kali lipat. Kemudian ada hipertensi dan autoimun dengan risiko kematian sebesar 6 kali lipat.

    cara penderita penyakit ginjal menghadapi covid-19

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Mengapa Penderita Penyakit Ginjal Rentan Terkena Covid-19?

    Perlu diketahui bahwa seseorang yang menderita penyakit ginjal umumnya mempunyai imun yang rendah karena kerusakan pada ginjal menyebabkan tubuh tidak bisa membuang racun sehingga menumpuk di dalam tubuhnya. Pasien penderita ginjal yang tertular Covid-19 selain harus mengurangi gejala Covid-19 dengan rutin mengonsumsi obat tertentu, mereka juga harus tetap cuci carah untuk menghilangkan racun di tubuhnya.

    Produk Terkait: Jual Pengobatan Ginjal

    Bagaimana Cara Penderita Penyakit Ginjal Menghadapi Covid-19?

    Ada beberapa tips yang dianjurkan bagi penderita ginjal saat menghadapi Covid-19, yaitu:

    Tetap Berada di Rumah

    Cara terbaik bagi penderita ginjal selama masa pandemi dan supaya tidak rentan tertular adalah tetap berada di dalam rumah dan menghindari kerumunan dengan orang-orang sekitar yang berpotensi terkena Covid-19 dan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, apabila harus keluar rumah karena urusan yang sangat penting tetaplah untuk menjaga jarak sejauh 1,5-2 meter dari orang lain, memakai masker, mencuci tangan serta tutupilah hidung dan mulut ketika batuk dan bersin.

    Cucilah Tangan Sesering Mungkin

    Mencuci tangan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan selama masa pandemi, dan merupakan bagian dari perilaku 3M. Gunakanlah sabun dan air dan cucilah pada air yang mengalir selama 20 detik atau lebih. Apabila sabun tidak tersedia, gunakanlah hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

    Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Sebaik Mungkin

    Meningkatkan daya tahan tubuh juga merupakan salah satu cara supaya penderita ginjal terhindar dari Covid-19. Caranya adalah mengonsumsi makanan yang bergizi, hindari gula, garam dan lemak berlebihan. Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi suplemen yang diperlukan.

    Baca Juga: Cara Dapatkan Imunitas Tubuh Secara Alami Tanpa ke Bioskop

    Hubungi Layanan Kesehatan Setempat untuk Ketersediaan Obat-obatan

    Penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 pasti membutuhkan obat-obatan untuk tetap sehat. Silakan hubungi penyedia layanan kesehatan untuk ketersediaan obat-obatan. Minumlah obat yang telah diresepkan, dan jangan mengganti obat tanpa konsultasi terlebih dahulu dari penyedia layanan tersebut.

    Mintalah Bantuan Pada Fasilitas Layanan Terdekat

    Apabila Sahabat menunjukkan gejala-gejala Covid-19 segera lakukan tes Covid-19 pada fasililtas kesehtatan terdekat. Lakukan isolasi diri di rumah atau milik pemerintah selama 10 hari, jika memang terkonfirmasi positif. Selama itu pula jangan bepergian langsung ke unit penanganan ginjal, dokter umum, dan apotek. Sahabat harus terlebih dahulu menghubungi via telepon. Pada pasien ginjal yang harus menjalani dialisis, segera hubungi unit dialisisis untuk mengetahui kapan bisa melakukannya. Apabila selama isolasi 10 hari gejala yang dirasakan memburuk segera hubungi Satgas Covid-19 setempat.

    Ikuti Protokol Kesehatan Saat Cek dan Cuci Darah

    Apabila Sahabat memang diharuskan untuk cek darah rutin yang dianggap riskan pada masa pandemik Covid-19, Sahabat dapat menghubungi penyedia layanan kesehatan setempat untuk menentukan tes bisa ditunda atau tidak. Apabila dokter merasa tes harus dilakukan rutin dan sesuai jadwal, usahakan untuk meminta laboratorium tempat tes agar tes bisa dilakukan di rumah. Perhatikan apakah lab dapat menerima sampel urine yang dikirim melalui kurir. Apabila cek darah tidak bisa dilakukan di rumah, dan Sahabat harus mendatangi laboratorium, jangan khawatir. Biasanya laboratorium tempat Sahabat mengecek darah sudah menerapkan protokol 3M, dan memeriksa suhu setiap orang yang datang. Apabila ada yang positif, akan dilakukan isolasi di lab tersebut.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Begitulah cara penderita penyakit ginjal menghadapi Covid-19 karena mereka termasuk yang rentan terkena. Para penderita diharapkan untuk tidak abai terhadap protokol 3M dan rutin memeriksakan darah di laboratorium. Supaya Sahabat Sehat tidak mengalami masalah pada ginjal berikut beberapa hal yang bisa Sahabat lakukan dengan perilaku CERDIK yaitu:

    • C: Cek kesehatan rutin/berkala
    • E: Enyahkan asap rokok
    • R: Rajin aktivitas fisik
    • D: Diet sehat dengan kalori seimbang
    • I: Istirahat yang cukup
    • K: Kelola stres

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Satgas: Pasien Covid Komorbid Ginjal Paling Berisiko Kematian [Internet]. nasional. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201216144409-20-582945/satgas-pasien-covid-komorbid-ginjal-paling-berisiko-kematian
    2. Media K. Penyakit Ginjal Komorbid Paling Berisiko Sebabkan Kematian Pasien Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/15/21030961/penyakit-ginjal-komorbid-paling-berisiko-sebabkan-kematian-pasien-covid-19?page=all
    3. Azizah K. Risiko Kematian Virus Corona Pada Pasien Gagal Ginjal Tinggi [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4937422/risiko-kematian-virus-corona-pada-pasien-gagal-ginjal-tinggi
    4. Panduan Bagi Orang dengan Faktor Risiko dan Penyandang PTM di Era Pandemi Covid-19 (1) – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/panduan-bagi-orang-dengan-faktor-risiko-dan-penyandang-ptm-di-era-pandemi-covid-19-1
    5. COVID-19: Kidney disease [Internet]. National Kidney Foundation. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidney.org/coronavirus/kidney-disease-covid-19#:~:text=Various%20COVID%2D19%2Drelated%20effects,direct%20infection%20of
    6. Coronavirus (Covid-19) guidance for patients with kidney disease [Internet]. Kidney Care UK. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: https://www.kidneycareuk.org/news-and-campaigns/coronavirus-advice/#symptomscovid
    7. Direktur P2PTM : CERDIK! Cara Terhindar dari Risiko Penyakit Ginjal – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2020 [cited 22 December 2020]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/direktur-p2ptm-cerdik-cara-terhindar-dari-risiko-penyakit-ginjal
    Read More
  • Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu. Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu? Hal serupa diungkapkan pula oleh para […]

    Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Covid-19 yang sekarang menjadi pandemi akan menjadi endemik. Itulah yang diungkapkan oleh epidemiolog Dicky Budiman dari Griffith University, Australia. Hal itu berdasarkan pengamatannya jika melihat pada perkembangan dan mutasi virus selama ini. Prediksi ini ia sudah ungkapkan pada Mei 2020 lalu.

    covid-19 akan menjadi endemik

    Baca Juga: Covid-19 Disebut Sebagai Sindemi, Apa Itu?

    Hal serupa diungkapkan pula oleh para peneliti dalam jurnal Nature pada Januari 2021. Jurnal tersebut menyatakan bahwa lebih dari 100 ahli imunologi, peneliti penyakit menular, dan ahli virologi berpendapat bahwa virus Corona akan menjadi endemik. Artinya, virus akan terus beredar dan akan ada terus di tengah masyarakat selama bertahun-tahun mendatang.

    World Health Organization (WHO) juga sudah mengungkapkan hal ini pada akhir 2020 lalu. Profesor David Heymann, Ketua Kelompok Penasihat Strategi dan Teknis WHO untuk Bahaya Infeksi menyatakan bahwa dunia sudah harus siap hidup berdampingan dengan Covid-19 saat menjadi endemik.

    Lalu Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Merujuk pada istilah dalam epidemiologi, pandemi merupakan sebutan untuk penyakit yang mewabah di sebagian besar dunia dalam waktu yang bersamaan. Pada awal kemunculannya, Covid-19 merupakan endemik karena hanya terjadi di suatu wilayah saja.

    Baca Juga: Infodemik, Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang sempat menjadi pandemi, yaitu:

    • Flu Spanyol 1918
    • Flu Asia 1956
    • HIV-AIDS
    • Flu Babi

    Sedangkan endemik adalah penyakit yang terjadi dalam satu wilayah saja dalam rentang waktu tertentu, contohnya:

    Apakah Covid-19 di Indonesia Dapat Menjadi endemik?

    Seperti dilansir dari CNBC Indonesia, epidemiolog Dicky Budiman menyatakan sangat mungkin Covid-19 di Indonesia menjadi endemi. Hal itu berdasarkan angka reproduksi suatu wilayah atau negara, dan bila sulit mencapai angka di bawah satu, Covid-19 bisa menjadi endemik. Hal lainnya adalah sistem kesehatan yang masih buruk dan strategi 3T (tracing, testing,treatment) yang belum maksimal.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Demikianlah Sahabat Sehat mengapa Covid-19 bisa menjadi kondisi endemik dari sebelumnya pandemi. Sahabat disarankan tetap harus berperilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak,menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi) serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Baca Juga: Virus Nipah, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19?

    Selain itu, jangan lupa vaksinasi Covid-19 jika vaksinasi massal sudah berjalan sebagai salah satu pencegahan, dan tetap lakukan deteksi dini Covid-19 melalui Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Alam S. COVID-19 Disebut Sangat Mungkin Jadi endemikdi RI, Apa Bedanya dengan Pandemi? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5485048/covid-19-disebut-sangat-mungkin-jadi-endemik-di-ri-apa-bedanya-dengan-pandemi
    2. Media K. WHO Peringatkan, Pandemi Covid-19 Kemungkinan Besar Bakal Jadi endemik[Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/02/28/170200423/who-peringatkan-pandemi-covid-19-kemungkinan-besar-bakal-jadi-endemik
    3. Media K. Covid-19 Diprediksi Bakal Jadi endemik, Apa Artinya untuk Kita? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/03/01/124314423/covid-19-diprediksi-bakal-jadi-endemik-apa-artinya-untuk-kita?page=all
    4. Waspadai 10 Penyakit Endemis Ini Saat Jalan-jalan ke Luar Negeri [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1899299/waspadai-10-penyakit-endemis-ini-saat-jalan-jalan-ke-luar-negeri
    5. Hasibuan L. Akankah Virus Covid-19 Jadi endemik di RI? Ini Prediksinya! [Internet]. tech. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210308115922-37-228539/akankah-virus-covid-19-jadi-endemik-di-ri-ini-prediksinya
    Read More
  • Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan. Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH Meskipun terdengar […]

    Waspadai! 4 Gangguan Kesehatan Saat WFH dan Tips Pencegahannya

    Demi menekan penularan Covid-19, saat ini banyak perusahaan yang memberi kebijakan karyawannya agar bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Kebijakan ini dirasa mampu mengatasi berbagai macam kekhawatiran dari banyak pihak, terutama bagi karyawan.

    gangguan kesehatan saat WFH

    Baca Juga: Inilah Akibat Bekerja Sembari Rebahan Saat WFH bagi Kesehatan

    Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Saat WFH

    Meskipun terdengar menyenangkan, bekerja dari rumah dapat menyebabkan masalah baru apabila kita tidak menerapkan pola hidup yang sehat. Bahkan dapat menyebabkan masalah pada kesehatan fisik maupun mental, seperti di bawah ini.

    1. Burnout Syndrome

    Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), burnout syndrome merupakan kondisi seseorang yang mengalami stress kronis akibat pekerjaan. Kondisi ini dapat dirasakan secara fisik dan emosional. Kondisi seperti ini memiliki gejala seperti rasa lelah, rasa ketidakpuasan, dan rasa kesal dengan pekerjaan.

    Biasanya burnout saat WFH dapat terjadi dikarenakan tidak adanya batasan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan, jadwal kerja yang berantakan, dan minimnya interaksi sosial.

    Berikut ini adalah tanda-tanda burnout yang dapat dialami oleh pekerja, yaitu:

    • Sulit berpikir jernih
    • Sering menunda-nunda sesuatu
    • Merasa cemas berlebihan
    • Selalu merasa kurang berusaha
    • Terus memikirkan pekerjaan sampai waktu mau tidur

    Jika terus dibiarkan, burnout dapat berakibat fatal dan mengurangi produktifitas serta menurunkan imun tubuh. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah burnout syndrome saat WFH, di antaranya:

    Lakukan rutintas seperti biasa

    Bangun pagi dan melakukan perenggangan dipercaya dapat meningkatkan aliran darah serta memberi energi yang lebih besar untuk menjalankan aktivitas seharian. Mandi pagi dan pakailah baju kerja yang biasa anda pakai pergi ke kantor.

    fokus pada pekerjaan dan hindari multitasking

    Buatlah to-do list harian setiap hari agar kamu tidak terdistraksi untuk mengerjakan pekerjaan lain.

    Komunikasi dengan team lead atau Human Resource

    Jika Sahabat keberatan dengan suatu pekerjaan yang seharusnya bukan job desk Sahabat, maka sampaikan keberatan anda dan mintalah kebijakan dari perusahaan.

    Gunakan alarm sebagai tanda batasan waktu

    Dengan alarm ini Sahabat dapat mengatur waktu dengan disiplin, kapan harus memulai kerja, istrirahat dan waktu untuk selesai kerja.

    Meskipun lebih santai, bukan berarti anda tidak akan mengalami stres kerja saat WFH, justru akan lebih buruk jika pola WFH yang Sahabat terapkan berantakan.

    2. Computer Vision Syndrome

    Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan keluhan pada mata dan penglihatan akibat dari terlalu lama bekerja di depan layar komputer atau laptop. Jika keluhan ini dibiarkan terus menerus akan mengakibatkan pengelihatan menjadi kabur.

    Selain itu, telalu lama menatap layar monitor juga dapat membuat mata jadi cepat Lelah, gatal, kering, hingga terasa nyeri bagian kepala.

    Baca Juga: Panduan Ergonomi Saat WFH Seperti Apa?

    Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, berikut panduan menjaga kesehatan mata untuk pekerja selama WFH:

    • Atur kecerahan dan kontras layar sesuai dengan kenyamanan mata anda
    • Sesuaikan posisi layar komputer 10-20 lebih rendah dari mata anda, untuk meminimalisir penguapan air mata yang menyebabkan mata kering.
    • Atur jarak pandang 40-60cm dengan posisi anda duduk tegak, dan sesuaikan dengan kenyamanan
    • Beri istirahat pada mata secara berkala
    • Berkediplah dengan sering
    • Mengonsumsi sayur hijau dan buah yang mengandung vitamin A baik untuk kesehatan mata

    3. Nyeri pada leher dan punggung

    Risiko mengalami nyeri leher dan punggung dapat meningkat pada saat anda WFH, terutama jika anda banyak duduk. Ditambah dengan alat penunjang yang tidak memadai, seperti meja dan kursi yang seadanya, atau mungkin kerja dengan posisi tiduran di kasur. Oleh sebab itu, sakit leher dan punggung jadi tak terhindarkan.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan saat duduk:

    • Hindari duduk dengan psotuh tubuh membungkuk
    • Gunakan bantalan pada alas duduk kursi
    • Beristirahatlah dengan sesekali berdiri atau berjalan setiap 30-60 menit sekali
    • Posisikan layar komputer 10-20 derajat dibawah pandangan mata

    4. Carpal Tunnel Syndrome

    Carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan gangguan cumulative trauma disorders (CTD) yang mengakibatkan adanya sensasi kesemutan, mati rasa, atau nyeri pada jari tangan. Bagian yang paling sering mengalami gangguan ini adalah ibu jari, jari tengah, dan telunjuk.

    CTS dapat ditangani dengan cara mudah dan sederhana, antara lain:

    • Rendam atau kompres bagian pergelangan tangan anda menggunakan air es sekitar 10-15 menit, dan dapat dilakukan sekali dalam satu atau dua jam.
    • Rendam tangan anda ke dalam air hangat, kemudian tekuk perlahan tangan anda secara lembut.
    • Kibaskan tangan dan pergelangan tangan anda secara perlahan.
    • Isitrahat sejenak dari aktivitas yang menggunakan pergelangan tangan secara terus menerus, seperti, menulis, mengetik, ataupun menggunakan mouse.
    • Jika dengan cara diatas pergelangan tanan anda tidak membaik, segera konsultasikan ke dokter.

    Tips Menjaga Kesehatan Selama WFH

    Demi terhindar dari gangguan kesehatan diatas, ada baiknya kita lebih menjaga kesehatan selama WFH. Berikut hal yang dapat anda praktekan seperti dikutip dari Healtline.

    1. Menjaga rutinitas dengan teratur

    jika sebelum pandemi Sahabat biasa bangun pagi untuk pergi ke kantor, pada WFH ini tetap pertahankan rutinitas sehat tersebut. Karena dengan bangun pagi, menghirup udara pagi dan menikmati sinar matahari pagi sangat baik bagi tubuh. Dengan bangun pagi, anda juga dapat memanfaat waktu luang di pagi hari untuk olahaga dan rutin sarapan pagi.

    2. Jangan tidur siang berlebihan

    Tidur sianglah secukupnya saja, karena jika berlebihan akan merusak rutinitas anda. Anda dapat menggunakan waktu istirahat siang anda yang berlebh untuk melakukan aktivitas produktif lainnya.

    3. Rutin berolahraga

    Lakukan olahraga ringan secara rutin di rumah, seperti stretching, yoga, lompat tali, angkat barbel, dan sebagainya. Dengan berolahaga, membuat metabolisme tubuh anda dapat bekerja dengan optimal, selain itu juga dapat meredakan tingkat stress dan depresi serta membakar kalori.

    4. Konsumsi makanan sehat

    Mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat kaya akan nutrisi bagus untuk tetap menjaga kebugaran tubuh selama dirumah saja. Gantilah cemilan dengan buah-buahan dan sayuran yang kaya air. Memasak sendiri lebih baik, selain bisa menjaga kebersihan makanan, memasak sendiri dapat membuat tubuh anda bergerak.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    5. Batasi paparan cahaya biru dan gadget

    Selama WFH, waktu dan tenaga kita sudah banyak terkuras didepan layar monitor. Hal ini dapat memicu mata Lelah, kering hingga sakit pada bagian kepala anda. Oleh sebab itu, anda harus membatasi dan memberi waktu istirahat mata anda dari paparan cahaya biru dan penggunaan gadget.

    Bekerja dari rumah atau WFH memang memberi kenyamanan tersendiri bagi sahabat sehat. Namun, siapa sangka kalau WFH ternyata juga dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti di atas jika sahabat sehat tidak mengatur pola hidup dengan baik. Jangan malah menjadi terlena akan waktu senggang dan bersantai-santai seharian ya sahabat.

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH

    Oleh sebab itu, jadikanlah waktu senggang sahabat selama WFH menjadi lebih produktif lagi dan menjalankan pola hidup yang sehat. Demi mencegah munculnya gejala gangguan kesehatan yang tidak diinginkan, saat ini kalian sudah bisa loh memantau sendiri kesehatan Sahabat. Cukup menggunakan WISH Health Watch sahabat sudah dapat memantau kesehatan secara akurat dan sangat simpel penggunaannya. WISH Smartwatch ini juga dapat diintegrasikan ke ponsel pintar sahabat, sangat mudah dan praktis kan?

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    WISH  Smartwatch akan dapat membantu Sahabat supaya terhindar dari Covid-19. Apabila Sahabat tertarik, Sahabat bisa membelinya di Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, S., 2021. Kembali WFH? Ini 4 Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai – Safety Sign Indonesia. [online] Safety Sign Indonesia. Available at: <https://safetysignindonesia.id/kembali-wfh-ini-4-gangguan-kesehatan-yang-harus-diwaspadai/> [Accessed 4 March 2021].
    2. gaya hidup. 2021. Cara Menjaga Postur Tubuh Selama ‘Work from Home’. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200409125005-255-492152/cara-menjaga-postur-tubuh-selama-work-from-home> [Accessed 4 March 2021].
    3. com. 2021. 5 Cara Tetap Sehat dan Antigendut Saat Work From Home. [online] Available at: <https://www.jawapos.com/lifestyle/19/03/2020/5-cara-tetap-sehat-dan-anti-gendut-saat-work-from-home/> [Accessed 4 March 2021].
    4. com. 2021. 6 Tips Menjaga Kesehatan Jiwa dan Raga Saat WFH Diperpanjang. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/otomotif/read/4229836/6-tips-menjaga-kesehatan-jiwa-dan-raga-saat-wfh-diperpanjang> [Accessed 4 March 2021].

     

     

     

    Read More
  • Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung. Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19 Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di […]

    Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi!

    Pada masa pandemi seperti ini, kesehatan menjadi prioritas utama dalam mencegah tertularnya virus penyebab Covid-19. Memantau kesehatan pun kini menjadi wajib hukumnya, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah pernapasan, dan penyakit jantung.

    alat pemantau kesehatan, alat pemantau kesehatan di masa pandemi Covid-19

    Baca Juga: Cara Penderita Hipertensi Menghadapi Covid-19

    Untuk itu pemerintah mengimbau masyarakat agar memiliki beberapa alat kesehatan di rumah untuk memantau kondisi badan secara mandiri. Tentu saja hal ini dilakukan guna meminimalkan kepentingan orang untuk keluar rumah.

    Dengan adanya alat kesehatan ini di rumah, kita dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan yang tak terdeteksi. Sehingga dapat melakukan konsultasi dokter apabila ada gambaran tidak wajar dari hasil pemantauan alat kesehatan mandiri di rumah.

    Berikut beberapa alat kesehatan yang wajib kalian miliki di rumah, khususnya saat pandemi Covid-19:

    1. Tensimeter, Pengukur Tekanan Darah

    Tensimeter adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah seseorang. Dengan mengukur tekanan darah, anda dapat mengetahui apakah kadar tensi anda normal atau tidak. Sehingga anda dapat segera mencegah kemungkinan buruk apabila nilai tensi anda tidak normal, terutama bagi penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, stroke, atau penyakit jantung.

    Menurut Perhimpunan Hipertensi Indonesia (Indonesia Society of Hypertension/InaSH), hipertensi  atau tekanan darah tinggi merupakan suatu penyakit bawaan (komorbid) yang sangat berbahaya bagi pasien Covid-19. Hal inilah yang membuat penderita hipertensi harus memantau tekanan darah mereka lebih sering, karena mereka akan menghadapi resiko komplikasi yang lebih parah apabila mereka terinfeksi virus Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Tensimeter

    Meskipun efek khusus yang ditimbulkan Covid-19 terhadap sistem kardiovaskular belum ditemukan, namun tetap memiliki resiko dan dapat mempengaruhui penderita penyakit jantung. Infeksi virus ini berkaitan dengan adanya peradangan di dalam tubuh sehingga dapat memeperburuk kondisi acute coronary syndrome, yaitu kondisi dimana terjadi gangguan akibat dari terhambatnya aliran darah ke jantung.

    Oleh karena itu, di masa pandemi seperti ini penderita hipertensi, tekanan darah rendah, stroke, dan penyakit jantung sangat dianjurkan untuk sering mengukur tekanan darahnya agar terhindar dari stroke, serangan jantung, serta komplikasi yang lebih parah jika terinfeksi Covid-19. Pengukuran darah di rumah juga mampu memprediksi lebih baik jika adanya kerusakan pada organ dibandingkan dengan pengukuran tekanan darah diklinik.

    2. Pulse Oxymeter, Pengukur Kadar Oksigen

    Pulse oximeter merupakan alat untuk mendeteksi kadar oksigen di dalam darah. Alat ini dapat digunakan untuk memantau kadar oksigen setiap waktu. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pulse oximeter wajib dimiliki saat pasien Covid-19 isolasi mandiri, karena dapat membantu mengarahkan kondisi klinis seseorang untuk isolasi mandiri atau perlu dirawat di rumah sakit.

    Baca Juga: WHO Mewajibkan Penggunaan Pulse Oximeter untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

    Dengan menggunakan pulse oximeter, pasien Covid-19 dapat lebih waspada jika saturasi oksigen menunjukan angka yang sangat rendah padahal tidak memiliki gejala apapun. Hal ini sangat berbahaya karena pasien Covid-19 ada kemungkinan mengidap gejala happy hypoxia.

    Produk Terkait: Jual Beurer Pulse Oximeter

    Cara penggunaan pulse oximeter pun sangat mudah, kalian cukup meletakan ujung jari di dalam mulut oximeter. Kemudian alat ini akan membaca kadar oksigen didalam jaringan tubuh melalui ujung jari kita. Alat ini juga dapat digunakan sebagai alat pendeteksi dini dari gejala happy hypoxia.

    Setelah beberapap menit ditempelkan dijung jari, oximeter akan menunjukan hasil dari saturasi oksigen. Jika hasilnya menunjukan angka antara 95 hingga 100 persen, artinya saturasi didalam tubuh normal. Namun, bila angka yang ditunjukan di bawah 90 persen berarti kadar oksigen di dalam darah rendah.

    3. Glukometer, Alat Cek Gula darah

    Glukometer atau striptes adalah alat kesehatan yang saat ini banyak digunakan untuk swamonitoring (pemantauan sendiri) kadar gula dalam darah. Para peneliti mengatakan bahwa diabetes atau gula darah tinggi dapat meningkatkan risiko kematian akibat terinfeksi oleh virus Covid-19.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Pemeriksaan gula darah mandiri juga dapat memberkan informasi tentang macam-macam gula darah harian, misalnya glukosa darah sebelum makan, satu atau dua jam setelah makan, atau di waktu-waktu khusus. 

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah

    Banyak manfaat yang kita rasakan dari pemeriksaan gula darah mandiri (PGDM) seperti,  menjaga keselamatan pengidap diabetes, membantu dalam upaya perubahan gaya hidup, membantu mempermudah dalam pengambilan keputusan, serta membantu anda dalam menyesuaikan dosis insulin yang diberikan Bersama dengan steroid.

    Secara umum, penggunaan glukometer memiliki tata cara PGDM yang dapat diikuti sebagai berikut:

    • Pilihlah tempat tusukan dengan tepat, kalian dapat menusukan di ujung jari tangan karena kurang menimbulkan rasa nyeri.
    • Mencuci tangan dengan sabun, lalu keringkan. Sterilkan tempat yang akan di tusuk menggunakan alcohol 76 persen, kemudian gunakan tetes darah pertama.
    • Lakukan pijatan ringan ringan diujung jari sebelum ditusuk. Dan setelah ditusuk, jari tidak boleh ditekan-tekan lagi.
    • Gunakan lanset tipis dan tajam agar tidak terasa terlalu nyeri
    • Atur kedalaman tusukan lanset sesuai dengan yang dibutuhkan
    • Lakukan penusukan menggunakan lanset
    • Teteskan darah pada ujung strip
    • Bersihkan darah yang tertinggal pada ujung jari
    • Catat hasil dan waktu PGDM

    Setelah melakukan langkah PGDM tersebut, buanglah strip dan lanset yang telah dpakai ke tempat pembuangan yang aman, seperti botol, kaleng, kotak karton, atau pun dengan wadah plastic tebal tertutup. Setelah terkumpul hingga penuh, anda dapat menyerahkan sampah medis tersebut ke fasilitas kesehatan terdekat.

    4. Termometer, Pengukur Suhu Tubuh

    Saat ini termometer merupakan alat kesehatan yang wajib dimiliki di setiap rumah. Funginya tentu saja untuk memantau suhu tubuh seseorang apakah sedang normal atau tidak. Di masa pandemi Covid-19, termometer banyak digunakan sebagai pendeteksi dini gejala utama infeksi Covid-19.

    Produk Terkait: Jual Termometer

    Apabila hasil pengukuran suhu tubuh telah menunjukan angka yang tidak normal, kalian dapat mencatat hasilnya dan gunakan hasil tersebut untuk melakukan konsultasi ke dokter. Dengan begitu, kalian akan mendapatkan diagnosis lebih cepat dari tenaga kesehatan profesional.

    5. WISH Health Watch

    Alat pemantau kesehatan terakhir yang Sahabat Sehat wajib punya adalah WISH Health Watch, yaitu berupa smartawatch yang memiliki keakuratan tinggi untuk memantau Covid-19 di mana saja dan kapan saja. Tak hanya itu, smartwatch ini bisa diintegrasikan langsung dengan smartphone sehingga mudah dan praktis supaya Sahabat dapat terhindar dari Covid-19.

    Produk Terkait: WISH Health Watch

    Itulah alat pemantau kesehatan yang perlu dimiliki Sahabat Sehat di rumah saat pandemi Covid-19. Selain dapat memantau kesehatan harian sahabat secara mandiri, alat kesehatan tersebut juga dapat membantu dalam pendeteksi dini sebuah penyakit. Jika sahabat sudah melakukan pencegahan awal dari dalam rumah, namun perintah 3M nya tetap dilaksanakan ya sabahat! Mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

    Apabila Sahabat tertarik pada WISH Health Watch supaya membantu memantau kesehatan di masa pandemi, Sahabat bisa memesannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 4 Alat Kesehatan yang Perlu Dimiliki di Rumah saat Pandemi Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/02/19/180100268/4-alat-kesehatan-yang-perlu-dimiliki-di-rumah-saat-pandemi-covid-19?page=all> [Accessed 4 March 2021].
    2. Mediatama, G., 2021. Pandemi Covid-19 belum berakhir, sediakan 4 alat kesehatan ini di rumah. [online] PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Available at: <https://kesehatan.kontan.co.id/news/pandemi-covid-19-belum-berakhir-sediakan-4-alat-kesehatan-ini-di-rumah?page=all> [Accessed 4 March 2021].
    3. Maarif, N., 2021. Pengidap Hipertensi Berisiko Tinggi Komplikasi COVID-19, Cegah dengan Ini. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4984893/pengidap-hipertensi-berisiko-tinggi-komplikasi-covid-19-cegah-dengan-ini> [Accessed 4 March 2021].
    4. K, N., 2021. Diwajibkan Punya oleh WHO, Kenali Fakta-fakta Pulse Oximeter. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5351601/diwajibkan-punya-oleh-who-kenali-fakta-fakta-pulse-oximeter> [Accessed 4 March 2021].

     

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja