Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Persiapan untuk Menghadapi Gelombang 3 Covid di Indonesia

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Persiapan Pencegahan dalam Menghadapi Gelombang ke 3 Covid Varian Omicron di Indonesia

Peningkatan kasus Omicron menjadi perhatian serius. Pemerintahpun membuat persiapan untuk menghadapi gelombang 3 covid di Indonesia. Hal ini senada dengan epidemiolog dari Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono yang mengungkapkan bahwa peningkatan kasus penularan virus Covid-19 varian Omicron di Indonesia berpotensi memicu gelombang ketiga Covid-19.

Kekhawatiran ini muncul mengingat sifat varian Omicron yang diketahui lebih cepat menyebar dibanding varian Covid-19 yang ada sebelumnya. Miko juga menyebutkan bahwa berdasarkan lonjakan kasus yang terjadi saat ini, kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi pada awal tahun 2022. Tanpa Omicron pun potensi gelombang ketiga Covid-19 akan tetap ada, apalagi dengan munculnya varian Omicron. 

Prediksi Gelombang 3 Covid-19 di Jakarta

Menurut Miko, kemungkinan akan ada sekitar 5.000 kasus harian yang ditemukan di Indonesia saat gelombang ketiga Covid-19 terjadi. Dari angka tersebut, DKI Jakarta diprediksi bisa menyumbang sepertiga atau sekitar 1.500 – 2.000 kasus per harinya. 

Prediksi ini sewaktu-waktu dapat terjadi apabila pemerintah pusat, terutama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak segera mengambil tindakan tegas dalam menekan penularan virus corona ini. Apalagi Pemprov DKI diketahui malah melonggarkan aktivitas masyarakat, seperti mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) hingga 100 % di sekolah-sekolah.

Dengan adanya potensi gelombang ketiga Covid-19, Miko menyarankan agar pengetatan kegiatan masyarakat kembali diberlakukan. Untuk saat ini, wilayah Depok dan Bogor telah diminta untuk menunda PTM karena status wilayahnya yang turun menjadi PPKM Level 2. Sedangkan wilayah DKI Jakarta sedang dalam tahap pengajuan. 

Omicron Meluas, Kasus Aktif Bertambah

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa kasus penularan Omicron di Jakarta mengalami lonjakan, dari sebelumnya berjumlah 407 sekarang naik menjadi 414 kasus. Peningkatan kasus aktif Covid-19 di Jakarta ini dipengaruhi oleh penularan varian Omicron yang semakin masif. 

Kasus aktif Covid-19 sendiri di Jakarta hingga 10 Januari 2022 telah menyentuh angka 2.129, mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari angka 1.874 di hari sebelumnya. Jika diakumulasikan, kasus Covid-19 di Jakarta kini berjumlah 867.662 kasus, dengan rincian 851.944 pasien sembuh, 13.589 meninggal dunia, serta 2.129 pasien masih dalam perawatan. 

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktaviani, mengaku kesulitan dalam mendeteksi orang yang terpapar Omicron karena gejala yang ditimbulkan relatif ringan. Oleh karena itu, orang yang terpapar varian omicron sering kali tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi dan berpotensi menularkan ke orang lain.

Persiapan Menghadapi Gelombang ke 3 Covid

Berkaca pada banyak negara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebutkan bahwa kasus Omicron akan lebih cepat berkembang dibanding varian Covid-19 lainnya. Meski demikian, kenaikan transmisi Omicron yang lebih pesat ini tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit. Sehingga strategi kemenkes RI akan mengalami perubahan fokus, jika sebelumnya ke rumah sakit kini berfokus ke rumah, sehingga rumah sakit tidak lagi dipenuhi banyak orang. 

Budi juga menegaskan, bahwa dalam menghadapi gelombang varian Omicron ini masyarakat tak perlu panik karena pemerintah telah menyiapkan diri dengan baik. Selain itu, meski dapat mengalami peningkatan yang cepat, gelombang Omicron ini juga mengalami penurunan yang cepat. Pertahanan diri yang paling penting adalah:

  • Menjaga protokol kesehatan,
  • Disiplin surveilans, serta
  • Mempercepat vaksinasi bagi yang belum mendapatkan vaksin

Selain itu, sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam mencegah dan mengendalikan penularan varian Omicron, Kemenkes RI menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B. 1. 1.529) yang telah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan pada 30 Desember 2021. 

Berikut beberapa poin yang diambil dari SE No. HK.02.01-MENKES-1391-2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus COVID-19 Varian Omicron (B.1.1.529), diantaranya:

Perkuat Sinergisme

Memperkuat sinergisme antara pemerintahan pusat dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, SDM Kesehatan dan para pemangku kepentingan lainnya sekaligus menyamakan persepsi dalam penatalaksanaan pasien konfirmasi Covid-19.

Meningkatkan Kegiatan 3T

Mendorong pemerintahan daerah dalam memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment), aktif memantau apabila ditemukan cluster-cluster baru Covid-19 dan segera melaporkannya serta berkoordinasi dengan pemerintah pusat jika menemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

Pastikan untuk melakukan swab secara berkala untuk menekan penyebaran covid-19. Jika Sahabat Sehat tidak sempat ke klinik, manfaatkan layanan swab ke rumah ataupun ke kantor dari Prosehat.

Cek: Layanan Pemeriksaan Covid-19 Prosehat

Kesiapan Prasarana Kesehatan

Meningkatkan kesiapan dalam segi sarana dan prasarana kesehatan, seperti menyiapkan dosis penguat atau vaksin booster untuk masyarakat. 

Disiplin Protokol Kesehatan

Selain itu, kewaspadaan individu juga perlu ditingkatkan dalam menghindari potensi penularan Omicron. Disiplin protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi juga sangat penting dalam melindungi diri dan orang sekitar dari penularan Omicron.

Lihat Juga: Jangan Sepelekan Manfaat Masker selama Pandemi

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai persiapan gelombang 3 covid yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi gelombang 3 Covid-19 varian Omicron. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah atau membutuhkan produk kesehatan seperti pemeriksaan Covid-19, imunisasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam. 

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

Referensi:

  1. Septiani A. Waduh, RI Bakal Hadapi Gelombang Omicron! Catat Ini Pesan Menkes
  2. Sehat Negeriku. Kasus Konfirmasi Terus Meningkat, Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Pencegahan
  3. Media Kompas. Penularan Omicron Makin Meluas
  4. Satuan Tugas Covid-19. Surat Edaran Nomor HK.02.01/Menkes/1391/2021 – Regulasi

Chat Dokter 24 Jam