Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung yang Perlu Sahabat Ketahui

Dunia sepak bola kembali berduka. Salah satu legenda sepak bola asal Argentina, Diego Armando Maradona, meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya pada tanggal 25 November 2020. Mantan pesepak bola yang terkenal dengan ‘Gol Tangan Tuhan’-nya ke gawang Inggris pada Piala Dunia tahun 1986 yang turut membawa Argentina menjadi juara dunia itu dikatakan meninggal karena henti jantung.1 Seminggu sebelumnya, pada hari Sabtu, 21 November 2020, peristiwa serupa menimpa mantan pesepak bola nasional, Ricky Yakobi, saat bermain sepak bola di Senayan.2

perbedaan henti jantung dan serangan jantung

 

Baca Juga: Yuk, Ketahui Sebab Jantung Berhenti Saat Berolahraga

Sebenarnya, apa itu henti jantung? Tentu masih banyak yang menyamakan henti jantung dengan serangan jantung. Padahal, kedua kondisi ini berbeda, meskipun sama-sama mengenai jantung yang merupakan organ vital dalam tubuh manusia. Lalu, apa sajakah perbedaan antara henti jantung dan serangan jantung? Yuk, Sahabat Sehat, simaklah penjelasan berikut ini.

Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

Berikut ini adalah perbedaan henti jantung dan serangan jantung:

Henti Jantung

Henti jantung merupakan kondisi jantung benar-benar berhenti berdetak, sehingga mengakibatkan gangguan distribusi darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini kerap terjadi tanpa adanya peringatan sama sekali. Biasanya dipicu oleh kelainan pada jantung yang menyebabkan detak jantung yang tidak teratur atau aritimia. Saat jantung berhenti, jantung tidak mampu memompa darah ke otak, paru, dan organ tubuh lainnya. Beberapa detik setelahnya, orang yang mengalami henti jantung bisa kehilangan kesadarannya, hingga tidak memiliki denyut nadi sama sekali. Pertanda orang terkena henti jantung adalah secara tiba-tiba kehilangan kesadaran, tidak bernapas sama sekali, tiba-tiba lemas, warna kulit menjadi kebiruan dan pucat, serta denyut nadi atau detak jantung tidak bisa ditemukan sama sekali.3

Serangan Jantung

Serangan jantung berbeda dari henti jantung. Seperti kita ketahui, struktur jantung itu sendiri terdiri dari otot yang memerlukan suplai darah kaya akan oksigen. Arteri koroner adalah pembuluh darah yang bertugas untuk mengalirkan darah yang mengandung oksigen ke jantung. Serangan jantung umumnya terjadi karena adanya penyumbatan pada arteri koroner. Penyumbatan biasanya diakibatkan oleh penumpukan lemak, kolestrol, yang disebut plak dan kemudian dapat membentuk gumpalan. Akibat adanya sumbatan tersebut, aliran darah terganggu dan jantung tidak menerima oksigen yang cukup. Keadaan ini menyebabkan disfungsi organ yang dapat berujung pada kematian. Saat terjadi serangan jantung, gejala yang dapat dirasakan adalah nyeri dada, nyeri di tubuh bagian atas, berkeringat, pingsan, tidak sadarkan diri, pusing, pucat, dan denyut nadi tidak teratur.3

Produk Terkait: Jual Herbal Jantung

Cara Mencegah Keduanya

Setelah mengetahui perbedaan henti jantung dan serangan jantung, sekarang kita beralih ke cara mencegah kedua kondisi ini. Pada prinsipnya pencegahan yang dilakukan serupa, yaitu dengan melakukan pemeriksaan atau medical check-up rutin dan menjalani pola hidup sehat, seperti:4

  • Tidak merokok
  • Kurangi makan makanan berlemak
  • Tidur yang cukup
  • Kelola stres
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Berolahraga secara teratur

Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Serangan Penyakit Jantung

Penanganan

Bila terjadi henti jantung, Sahabat bisa melakukan penanganan dengan menghubungi pihak medis. Namun, sebelum tenaga medis datang, Sahabat bisa memberikan pertolongan awal dengan melakukan tindakan resusitasi jantung paru atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) yang terdiri dari kompresi dada dan pemberian napas buatan.5

Henti Jantung

Untuk henti jantung, pertolongan awal yang bisa Sahabat lakukan adalah sebagai berikut:5,6

  • Amankan lokasi kejadian
  • Apabila penderita tidak memberikan respon/reaksi, teriaklah untuk mendapatkan pertolongan terdekat. Aktifkan sistem tanggap darurat melalui telpon seluler. Apabila tersedia, ambil atau minta seseorang untuk mengambil defibrilator eksternal otomatis atau automated external defibrillator(AED)
  • Perhatikan penderita apakah benar-benar tidak bernapas, atau napas tersengal/tidak normal, dan periksa denyut nadi secara bersamaan. Pastikan apakah denyut nadi terasa atau tidak terasa dalam 10 detik
  • Apabila penderita tidak bernapas dan tidak terasa denyut nadi, lakukan CPR
  • Posisikan penderita hingga berbaring telentang di atas landasan yang datar dan cukup keras, seperti lantai. Posisi kepala sedikit menengadah karena dalam posisi ini saluran napas terbuka lebar dan lurus
  • Penolong berlutut di samping penderita. Lutut dekat dengan tubuh penderita
  • Pompa atau kompresi pada dinding dada dilakukan dengan kedua telapak tangan yang saling bertumpu. Tidak semua telapak tangan menyentuh dinding dada, hanya bagian tumit telapak tangan yang menumpu pada dinding dada
  • Selanjutnya, posisi telapak tangan, siku, hingga bahu lurus (posisi lengan lurus dengan siku terkunci). Hal ini agar tenaga yang dihasilkan besar dan penolong tidak kelelahan
  • Sumber tenaga untuk memompa adalah sendi bahu. Jadi, gerakan memompa bukan berasal dari tenaga lengan bawah ataupun lengan atas, tetapi dari gerakan naik turunnya bahu
  • Tumit tangan diletakkan di tulang tengah dada, di pertengahan setengah bawah tulang dada. Pada laki-laki, posisinya kira-kira sejajar puting susu, sedangkan pada perempuan sejajar lipatan kulit bawah payudara
  • Kompresi diberikan berirama dengan kecepatan 100-120 kali permenit tanpa interupsi.
  • Kompresi diberikan dengan kekuatan yang menyebabkan dinding dada terdorong ke dalam sejauh 5 sentimeter
  • Berikan kesempatan untuk dada mengembang kembali sempurna setelah setiap kompresi
  • Pastikan interupsi pada kompresi seminimal mungkin
  • Setiap 2 menit, periksa kembali nadi penderita apakah sudah teraba atau belum
  • Napas buatan boleh diberikan. Namun, napas buatan tidak perlu dilakukan bila penolong adalah orang awam yang tidak terlatih
  • Kompresi dada terus diberikan hingga bantuan medis datang. Bila penolong lelah, tindakan ini dapat digantikan oleh penolong lain
  • Kompresi dada dapat dihentikan bila petugas medis datang, penolong kelelahan dan tidak ada penolong lainnya, atau tindakan ini telah diberikan dalam waktu 20 menit tanpa perbaikan (penderita masih tidak sadar, tidak bernapas, dan nadi tidak ada).

Serangan Jantung

Penanganan awal serangan jantung dilakukan sebagai berikut:

Jika korban yang mengalami serangan jantung masih terbangun dan masih bisa memberikan respons, lakukan hal-hal berikut:6,7

  • Stop aktivitas dan duduk/berbaring
  • Jangan berikan air atau makanan
  • Berikan tablet aspilet 160-320 mg
  • Tunggu 5 menit dan evaluasi
  • Jika penderita diberikan resep nitrogliserin oleh dokter, berikan pada penderita ketika merasa nyeri dada. Nitrogliserin diberikan tiap 3-5 menit (maksimal 3 kali)
  • Jaga kenyamanan korban dan buat daftar obat-obatan jika mereka memilikinya
  • Apabila nyeri menetap, segera cari pertolongan tanggap darurat

Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

Jika korban tidak sadarkan diri, namun masih bernapas secara normal, pindahkan korban ke permukaan yang rendah dan biarkan kepala korban rileks dalam posisi tegak. Posisi ini untuk menghindari korban mengalami tersedak dengan membiarkan saliva mengering dari dalam mulut. Segera cari pertolongan tanggap darurat.7

Jika korban tidak sadarkan diri dan tidak bernapas, lakukan CPR sambil menunggu bantuan tenaga medis. Studi menyatakan bahwa melakukan CPR pada korban sebelum dilarikan ke rumah sakit bisa meningkatkan rasio keselamatan hingga 12%.7 Langkah CPR sama seperti yang dibahas pada penanganan henti jantung sebelumnya.

Baca Juga: Penyakit Jantung Pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

Demikianlah perbedaan henti jantung dan serangan jantung yang selama ini kerap dianggap sama. Semoga artikel ini dapat membantu Sahabat Sehat untuk mencegah, mengenali gejala-gejalanya, dan memberikan pertolongan pertama bila menghadapi kedua kondisi gawat darurat ini. Apabila Sahabat masih memerlukan informasi lebih lanjut mengenai jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan,  silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Prasatya R. Kronologi Meninggalnya Diego Maradona [Internet]. sport.detik.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://sport.detik.com/sepakbola/bola-dunia/d-5270224/kronologi-meninggalnya-diego-maradona
  2. Kronologi Ricky Yacobi Meninggal Dunia di Senayan [Internet]. bola.okezone.com. 2020 [cited 23 November 2020]. Available from: https://bola.okezone.com/read/2020/11/21/49/2313555/kronologi-ricky-yacobi-meninggal-dunia-di-senayan
  3. Kenali Beda Serangan Jantung dan Henti Jantung [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200219093532-255-476002/kenali-beda-serangan-jantung-dan-henti-jantung
  4. 7 Cara Mencegah Serangan Jantung [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/23/193400268/7-cara-mencegah-serangan-jantung?page=all
  5. Henti Jantung: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/05/05/175000068/henti-jantung-gejala-penyebab-hingga-cara-mengatasinya?page=all
  6. Buku Ajar Kursus Bantuan Hidup Jantung Dasar BCLS Indonesia Edisi 2019. Jakarta: PERKI; 2019.
  7. Tips Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 26 November 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/11/29/073048820/tips-pertolongan-pertama-pada-penderita-serangan-jantung?page=all

Chat Asisten ProSehat aja