Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Prosehat Mendukung Pendekatan Digital Aplikasi Kesehatan di Tengah Pandemi dalam Upaya Eliminasi Tuberkulosis

Pada 24 Maret 2021 yang bertepatan dengan Hari Tuberkulosis Sedunia telah dilakukan peluncuran aplikasi digital oleh Yayasan KNCV Indonesia (YKI) bersama Sub Direktorat Tuberkulosis Kementerian Kesehatan RI untuk mendukung pelayanan TBC secara online. Aplikasi tersebut bernama SOBAT TB dan EMPATI Client.

pendekatan digital aplikasi di tengah pandemi

Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19?

Selain sebagai pendukung layanan TBC, keduanya juga sebagai media edukasi, dan membangun jejaring dalam upaya eliminasi tuberkulosis di Indonesia.

Peluncuran ini tentunya berhubungan dengan penanganan TBC yang sebenarnya tidak kalah penting meskipun berada di masa pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak Maret 2020.

TBC masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Penerapan pembatasan mobilitas berdampak pada menurunnya aktivitas investigasi kontak dan penemuan kasus TBC, termasuk pelaksanaan investigasi kontak dan pemantauan  pengobatan pasien TB, terutama pasien TB resistan obat.

Kondisi ini kemudian menjadi tantangan dalam mendukung upaya  penanggulangan TBC di tengah masyarakat agar dapat tetap berjalan dalam situasi pandemi.

Kondisi ini mendorong perlunya pemanfaatan teknologi digital dan telemidisin dalam mendukung layanan kesehatan bagi masyarakat di situasi pandemi karena mampu meminimalkan kontak fisik dalam memberikan layanan dan menjangkau setiap wilayah.

Baca Juga: Manfaatkan Telemedisin bagi yang Memiliki Penyakit Kronis

Keduanya dikembangkan dalam rangka berkontribusi terhadap capaian program penanggulangan TB. SOBAT TB diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan penemuan kasus TB melalui peningkatan akses terhadap informasi TBC yang akurat dan penilaian mandiri untuk skrining TBC.

Sedangkan EMPATI Client diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kepatuhan pasien TB RO melalui pemantauan minum obat dan pemantauan terjadinya efek samping pasien TBC RO secara virtual.

“SOBAT TB menjadi solusi digital di tengah pandemi untuk dapat membantu komunitas TBC di tiap daerah tetap dapat memberikan edukasi bagi masyarakat. Serta membantu faskes dalam penemuan kasus TBC melalui fitur skrining mandiri. Harapannya semoga SOBAT TB dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh seluruh masyarakat Indonesia, sehingga target kita untuk eliminasi TBC pada 2030 dapat terwujud,” ujar dr. Imran Pambudi, MPHM, Koordinator Tuberkulosis Kemenkes RI.

Sementara EMPATI, e-TB Mobile untuk pendampingan Pasien TBC dikembangkan untuk membantu pendampingan dan memastikan pasien khususnya TBC Resistan Obat (TBC RO) menyelesaikan pengobatan. EMPATI Client dikembangkan dengan menambahkan fungsi pemantauan pengobatan mandiri, melalui fitur Video Observed Treatment (VOT).

Melalui EMPATI Client, pasien TBC RO dapat merekam video saat minum obat yang tersimpan secara otomatis dan dapat dilihat oleh pendamping.

“Pemanfaatan teknologi digital yang dilakukan oleh YKI merupakan salah satu cara organisasi non-Pemerintah dapat berkontribusi secara inovatif untuk program kesehatan di Indonesia terlebih di tengah situasi pandemi COVID-19. Pengembangan kedua aplikasi ini merupakan wujud konkret yang dapat dilakukan dalam mencapai target Eliminasi Tuberkulosis (TBC) di tahun 2030,” ujar dr. Jhon Sugiharto, Direktur Eksekutif Yayasan KNCV Indonesia.

Baca Juga: Peran dan Efektivitas Telemedisin bagi Kesehatan Anak

Dalam hal pemanfaatan telemedisin untuk penanganan TBC secara maksimal di masa pandemi ini, Prosehat sepenuhnya mendukung layanan tersebut melalui layanan chat dokter 24 jam untuk konsultasi online. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Chat Asisten ProSehat aja