Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Penggunaan mRNA dalam Vaksin Corona untuk Mencegah Kanker

Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari Healthline.

mRNA dalam vaksin Corona

Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

Hal ini berdasarkan pada pengamatannya bahwa sel kanker sendiri memproduksi protein yang merupakan target dari vaksin Corona yang menggunakan mRNA. Hal tersebut juta berdasarkan laporan bahwa mRNA dapat mengobati melanoma, jenis kanker kulit yang berasal dari sel melanosit. Namun, menurut dr. Jeffrey, cara mengatasi kanker selama ini masih sebatas pada pencegahan.

Ia melihat contohnya pada kanker serviks yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mampu memberikan angka penurunan yang drastis melalui peningkatan kesadaran mengenai bahaya kanker tersebut, skrining atau penapisan, dan pemberian vaksin HPV. Namun semua masih sebatas pencegahan, dan bukan pengobatan.

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

Antara vaksin Corona dan vaksin kanker mempunyai cara kerja yang sama, yaitu mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali sel kanker, baik untuk mencegah kanker kembali atau secara aktif mencari dan menghancurkan tumor dalam tubuh sebagai imunoterapi. Menurutnya, mRNA adalah teknologi yang fleksibel.

Hal yang sama diungkapkan oleh Jacob Becraft, PhD dari Strand Therapeutics, sebuah perusahaan yang mengembangkan terapi mRNA dan biologi sintetis. Menurutnya, mRNA bisa dikodekan dengan protein apa pun, dan dapat dikirimkan ke dalam sel kanker sehingga kanker akan mengekspresikan protein yang memberi sinyal pada sistem kekebalan untuk menyerang sel tumor sebagai patogen asing yang perlu dihilangkan.

Selain itu, mRNA bisa dimasukkan pada sel kekebalan dengan sensor sebagai senjata untuk dapat mendeteksi kanker, dan secara efektif mengajarkan sistem kekebalan untuk dapat membunuh sel kanker. Tak hanya itu, mRNA juga dapat menyebabkan sel kanker membuat terapi sendiri secara langsung di dalam kanker.

Penelitian mengenai penggunaan teknologi mRNA ini secara langsung memang pernah dipraktikkan oleh para peneliti Cina. Hasil penelitian ini kemudian dimuat dalam jurnal Nano Letters dari American Chemical Society. Seperti dilansir dari Eurekalert! para peneliti tersebut menggunakan tikus sebagai media percobaan yang disuntikkan dengan tumor melanoma yang direkayasa dengan untuk mengekspresikan ovalbumin, protein yang biasanya ada putih telur ayam.

Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

Penggunaan ovalbumin dalam penelitian tersebut untuk dijadikan sebagai model antigen. Para peneliti kemudian akan mencampurkan ovalbumin yang sudah ada mRNA-nya itu dan bahan pembantu bersenyawa lain untuk membentuk hydrogel. Ketika sudah disuntikkan ke tikus, hidrogel perlahan-lahan melepaskan nanopartikel mRNA, bersama dengan adjuvan -molekul yang membantu mengaktifkan sistem kekebalan selama 30 hari.

Vaksin mRNA mengaktifkan sel T dan merangsang produksi antibodi, menyebabkan tumor menyusut pada tikus yang dirawat. Selain itu, berbeda dari tikus yang tidak diobati, tikus yang divaksinasi tidak menunjukkan metastasis ke paru-paru. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrogel memiliki potensi besar untuk mencapai imunoterapi kanker yang tahan lama dan efisien hanya dengan satu pengobatan,kata para peneliti.

Meski begitu mRNA adalah molekul tidak stabil karena dengan cepat terdegradasi oleh enzim di dalam tubuh. Untuk imunoterapi kanker, peneliti telah mencoba menggunakan nanopartikel untuk melindungi dan mengirimkan mRNA. Penggunaan ini menyebabkan  mRNA dibersihkan dari tubuh dalam 1-2 hari setelah injeksi.

Itulah mengenai penggunaan teknologi mRNA untuk mengatasi berbagai macam kanker termasuk kanker serviks. Namun sebelum teknologi tersebut benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata, yuk Sahabat Sehat tetap proteksi diri dari kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV.

Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker

Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

  • Produk dijamin asli
  • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
  • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
  • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. COVID-19 Vaccine Technology May Help Fight Cancer [Internet]. Healthline. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health-news/how-covid-19-technology-may-help-fight-cancer-in-the-near-future#The-latest-research
  2. An mRNA vaccine for cancer immunotherapy [Internet]. EurekAlert!. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.eurekalert.org/pub_releases/2021-02/acs-amv021221.php

 

Chat Asisten ProSehat aja