Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Inilah Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi Bagi Korban Selamat

Gempa bumi terjadi lagi di Indonesia. Kali ini menimpa Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat. Selain di Mamuju, gempa juga terjadi di Majene. Gempa bumi terjadi pada tanggal 14 Januari 2021, namun mencapai puncaknya pada tanggal 15 Januari. Gempa bumi dengan skala richter 6,2 tersebut meluluhlantakan tempat dan fasilitas di sana seperti kantor Gubernur Sulawesi Barat. Hingga hari ini tercatat sudah ada 81 orang tewas, dengan perincian 70 di Mamuju dan 11 di Majene. Selain itu, terdapat 554 korban luka di Kabupaten Majene, dengan perincian 64 orang luka berat, 215 luka sedang, dan 275 luka ringan.

masalah kesehatan yang timbul akibat gempa bumi

Baca Juga: 10 Penyakit Karena Banjir yang Perlu Diwaspadai

Sebanyak 27.850 orang mengungsi di 25 titik pengungsian yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, serta Desa Limbua. Untuk Mamuju sendiri terdapat 189 orang mengalami luka berat dan dirawat inap. Adapun rumah sakit yang melayani di Sulawesi Barat adalah RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi, dan RSUD Mamuju.

Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Barat tidak hanya menimbulkan kerusakan, tetapi juga menyebabkan timbulnya masalah-masalah kesehatan. Lalu masalah-masalah kesehatan yang terjadi dari gempa bumi ini? Yuk, Sahabat Sehat, mari simak di bawah ini!

Baca Juga: List dan Biaya Tempat PCR Swab di Riau dan Sulawesi Barat

Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi

Berikut ini adalah masalah-masalah kesehatan yang timbul akibat gempa bumi yang menimpa para pengungsi atau orang-orang yang selamat.

Penyakit Fisik

Penyakit fisik yang bisa menghampiri para korban yang selamat dari gempa adalah:

  • Penyakit kulit
  • Diare akibat kurang dan rusaknya sanitasi sehingga saluran air bersih menjadi jarang atau tidak ada sama sekali
  • Patah tulang akibat terkena bangunan yang roboh atau ambruk
  • Penyakit pernapasan akibat terpapar udara kotor dari bangunan yang roboh

Selain penyakit-penyakit tersebut, penyakit lain yang juga bisa menimpa para korban selamat adalah Covid-19 jika dikaitkan dengan keadaan di pengungsian yang ramai dan tidak menerapkan protokol-protokol kesehatan.

Pada penyakit-penyakit ini agar segera dilakukan pertolongan pertama terutama pada yang mengalami patah tulang, dan segera menyediakan air bersih untuk mengatasi diare dan penyakit pernapasan. Kemudian para pengungsi ini juga harus diberikan cairan agar tidak dehidrasi, bantuan makanan, dan obat-obatan.

Produk Terkait: Jual Obat Diare

Penyakit Mental

Bukan hanya penyakit fisik yang menimpa para korban, tetapi juga ada penyakit mental yaitu berupa kondisi psikologis yang traumatis karena kehilangan anggota keluarga atau luka dari bangunan runtuh. Untuk mengobati penyakit ini tentunya bukan dengan obat seperti pada penyakit fisik, tetapi pada melalui trauma healing yang tentu saja tidak mudah.

Selain menimbulkan efek seketika pada kesehatan, gempa bumi juga dapat menimbulkan efek-efek kelanjutan pada kesehatan, yaitu:

  • Infeksi lanjutan pada luka yang tidak tertangani
  • Meningkatnya risiko dan peluang dari komplikasi yang berhubungan dengan kehamilan, melahirkan, dan bayi yang baru lahir karena terganggunya layanan kandungan dan kebidanan
  • Risiko menularnya penyakit terutama di area yang sangat padat
  • Meningkatnya risiko dan peluang komplikasi penyakit kronis karena terganggunya pengobatan
  • Meningkatnya kebutuhan psikososial
  • Adanya potensi kontaminasi bahan kimia terutama pada daerah industri

Cara Mencegah Munculnya Masalah Kesehatan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal tersebut tentu saja berlaku dalam mencegah munculnya masalah-masalah kesehatan. WHO sendiri menyatakan bahwa salah satu cara yang mudah dan dapat dilakukan masyarakat adalah mempersiapkan masyarakat yang lebih siap dan tanggap dengan bencana alam termasuk gempa bumi.

Cara lain adalah dengan meningkatkan kualitas serta kerap mengecek kondisi bangunan rumah. Selain faktor kekuatan bangunan, penting juga mengetahui kondisi tanah serta lingkungan di sekitar rumah apakah sudah cukup tahan gempa.

Baca Juga: BNPB Bekerja Sama dengan Prosehat untuk Dukung Isolasi Mandiri

Itulah mengenai masalah-masalah kesehatan yang timbul akibat gempa bumi beserta efek kelanjutan dan cara mencegahnya. Apabila Sahabat ingin mendapatkan perawatan pasca gempa seperti perawatan luka, baik besar maupun kecil, Sahabat bisa mengaksesnya di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Perawatan Luka. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. 81 Orang Tewas Akibat Gempa 6,2 M di Sulbar: 70 di Mamuju dan 11 di Majene [Internet]. kumparan. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparannews/81-orang-tewas-akibat-gempa-6-2-m-di-sulbar-70-di-mamuju-dan-11-di-majene-1v03dCDl3Mp
  2. Jumlah Korban Meninggal Gempa Sulbar Jadi 73 Jiwa, Ratusan Luka-Luka | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20210117/15/1344035/jumlah-korban-meninggal-gempa-sulbar-jadi-73-jiwa-ratusan-luka-luka
  3. Waspada Penyakit Setelah Gempa [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-1195497/waspada-penyakit-setelah-gempa
  4. Ini Masalah Kesehatan yang Mungkin Timbul Setelah Gempa Bumi Semua Halaman | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 18 January 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/ini-masalah-kesehatan-yang-mungkin-timbul-ketika-gempa-bumi.html?page=all

Chat Asisten ProSehat aja