Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Mengapa Covid-19 di DKI Jakarta Terus-Menerus Meningkat?

Kasus Covid-19 di DKI Jakarta kembali meningkat selama pelaksanaan PSBB Transisi yang dimulai pada 7 Desember hingga 21 Desember 2020.1 Hingga Selasa, 15 Desember 2020, tercatat Ibu Kota menyumbang jumlah penderita Covid-19 sebanyak 155.122 orang, dengan perincian 1.057 pasien baru, 140.225 pasien sembuh, dan 2.990 pasien meninggal. Jumlah ini tetap menempatkan DKI sebagai provinsi dan kota dengan tingkat penyebaran virus Corona yang cukup tinggi secara nasional.2

covid-19 di DKI Jakarta, Covid-19 di Jakarta, Corona di Jakarta, Corona di DKI Jakarta

Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

Tingginya tingkat penderita Covid-19 di Ibukota membuat hampir semua rumah sakit rujukan hampir penuh, yakni mencapai 79% okupansi. Total pasien yang dirawat sebanyak 4.979 orang. Jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta berjumlah 98 rumah sakit, dengan jumlah tempat tidur sebanyak 6.318. Jika melihat jumlah penderita Covid-19 yang terus menanjak, bukan tidak mungkin rumah sakit akan kewalahan menangani dan para tenaga medis akan mengalami kelelahan yang cukup tinggi alias burnout.3

Lonjakan jumlah penderita yang meningkat cukup pesat ini pada akhirnya membuat beberapa pihak mulai angkat bicara, yaitu IDI atau Ikatan Dokter Indonesia, yang mulai mengkhawatirkan kondisi yang sangat mencengangkan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua IDI DKI Jakarta, Slamet Budiarto. Ia pun meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera menerapkan PSBB ketat seperti di awal pandemi dan pada bulan Oktober agar penyebaran virus dapat dikendalikan.4

Selain IDI, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan juga meminta hal yang sama. Hal tersebut disampaikan pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali secara virtual di Kantor Maritim pada Senin, 14 Desember 2020. Dalam rapat itu, Luhut meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk mengetatkan kebijakan bekerja dari rumah atau WFH hingga 75%, dan meneruskan kebijakan membatasi jam operasional tempat dan fasilitas hingga pukul 19.00 serta membatasi jumlah pengunjung di tempat makan, mal, dan tempat hiburan.5 

Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah Provinsi DKI menyatakan mulai 18 Desember 2020 kebijakan WFH sebesar 75% akan diterapkan. Tak hanya itu, pemberlakuan pembatasan jam operasional juga akan diberlakukan, dan terakhir Pemprov DKI Jakarta meminta kepada semua orang yang datang ke dan keluar dari Jakarta harus negatif rapid swab antigen yang dibuktikan melalui surat keterangan juga mulai 18 Desember.

Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

Supaya kebijakan memperketat PSBB di Jakarta sebagai dampak melonjaknya penderita Covid-19 di Ibukota, Luhut juga meminta kepada pemilik pusat perbelanjaan melalui Gubernur agar memberikan keringanan penyewaan tempat dan biayanya kepada para penyewa. Kemudian ia meminta kegiatan-kegiatan yang berpotensi mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, seperti keagamaan dan hajatan, dibatasi atau dilarang, dan dilakukan secara daring atau online. Pihak aparat dari TNI dan POLRI akan dikerahkan untuk mengawal rencana kebijakan tersebut.5

Lalu, mengapa Covid-19 di DKI Jakarta terus meningkat, terutama di masa PSBB Transisi?

Mengenai hal ini, ada beberapa hal yang menyebabkan Covid-19 di Jakarta terus-menerus meningkat sehingga cukup mengkhawatirkan. Hal pertama disebabkan Jakarta merupakan pusat ekonomi dan bisnis yang tentu saja akan menghadirkan banyak mobilitas atau pergerakan dari para manusianya, baik dari dalam wilayah, wilayah penyangga (Bodetabek), dan luar wilayah Jakarta dan Bodetabek. Hal tersebut merupakan imbas Covid-19 pada provinsi-provinsi di sekitar Jakarta seperti Jawa Barat, Banten yang kemudian menyebar hingga ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Demikian yang disampaikan oleh Dicky Budiman, Epidemiolog dari Griffith University, seperti dilansir dari Detik.com.6

Untuk hal ini, ia menyarankan agar setiap provinsi di Pulau Jawa melakukan strategi yang komprehensif, merata, dan tidak hanya diterapkan di Jakarta saja. Penerapan PSBB dinilainya juga tidak akan efektif apabila tidak ada strategi atau kolaborasi pengendalian antardaerah di Pulau Jawa sehingga bisa menyebabkan PSBB bisa dijalankan selama bertahun-tahun, yang tentu saja membutuhkan ongkos yang sangat besar.6

Hal kedua adalah libur panjang akhir pekan serta kerumunan massa ketika menyambut Habib Rizieq Shihab. Demikian yang diungkapkan oleh Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, pada November 2020 lalu. Dua hal itu sangat berelasi karena menyangkut pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lainnya. Apalagi pada mobilitas itu tidak ada penerapan protokol kesehatan sama sekali sehingga potensi penyebaran virus cukup besar dan massif.7

Baca Juga: Rumah Sakit, Puskesmas, dan Klinik Tempat Rapid Test di Jakarta

Itulah mengapa Covid-19 di DKI Jakarta kembali dan terus-menerus meningkat terutama di masa PSBB Transisi. Jika melihat keadaan seperti ini, alangkah baiknya kita berupaya mencegah sebisa mungkin Covid-19 dengan tetap melakukan 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak, di rumah saja, serta tidak lupa untuk melakukan deteksi Covid-19, PCR swab, rapid test, dan rapid antigen yang bisa Sahabat lakukan di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi

  1. Media K. PSBB Transisi di Jakarta Diperpanjang Lagi, Ingat 16 Aturannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/07/09185851/psbb-transisi-di-jakarta-diperpanjang-lagi-ingat-16-aturannya?page=all
  2. Banjarnahor D. Pak Anies, Covid-19 di Jakarta Semakin Merajalela [Internet]. news. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201214161506-4-208981/pak-anies-covid-19-di-jakarta-semakin-merajalela
  3. Media K. Dinkes: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di Jakarta 79 Persen [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/08/17583651/dinkes-tingkat-keterisian-tempat-tidur-isolasi-covid-19-di-jakarta-79
  4. Media K. RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Mulai Penuh, IDI Minta PSBB Ketat Kembali Diterapkan [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/03/13002371/rs-rujukan-covid-19-di-jakarta-mulai-penuh-idi-minta-psbb-ketat-kembali
  5. Banjarnahor D. Siap-siap! Luhut Perintahkan Anies Perketat PSBB di Jakarta [Internet]. news. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/news/20201215000626-4-209068/siap-siap-luhut-perintahkan-anies-perketat-psbb-di-jakarta
  6. Alam S. Corona Ngegas Terus di DKI, Ini Berbagai Kemungkinan Penyebabnya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5266936/corona-ngegas-terus-di-dki-ini-berbagai-kemungkinan-penyebabnya
  7. Doni Monardo Ungkap 2 Penyebab Peningkatan Kasus Covid-19 di Jakarta : Okezone Nasional [Internet]. https://nasional.okezone.com/. 2020 [cited 15 December 2020]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2020/11/23/337/2314440/doni-monardo-ungkap-2-penyebab-peningkatan-kasus-covid-19-di-jakarta
  8. Media K. UPDATE 15 Desember: Bertambah 1.057 Kasus Covid-19 di Jakarta [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://megapolitan.kompas.com/read/2020/12/15/20194901/update-15-desember-bertambah-1057-kasus-covid-19-di-jakarta
  9. Arjanto D. Mulai 18 Desember DKI Terapkan WFH 75 Persen Ikuti Arahan Menko Luhut Panjaitan [Internet]. Tempo. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://metro.tempo.co/read/1414617/mulai-18-desember-dki-terapkan-wfh-75-persen-ikuti-arahan-menko-luhut-panjaitan/full&view=ok
  10. Hikam H. Perhatian! Anies akan Wajibkan Rapid Antigen untuk yang Masuk ke Jakarta [Internet]. detikfinance. 2020 [cited 16 December 2020]. Available from: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5296884/perhatian-anies-akan-wajibkan-rapid-antigen-untuk-yang-masuk-ke-jakarta

Chat Dokter 24 Jam