Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Anyo Charity Run 2016: Ketika Berlari Bukan Lagi Ajang Pamer Sport Shoes

Anyo Charity Run 2016

Bertepatan dengan hari Kasih Sayang atau Valentine, Yayasan Anyo Indonesia telah berhasil menggelar acara lari sambil beramal untuk yang kedua kalinya pada Minggu, 14 Februari 2016 di area The Flavor Bliss, Alam Sutera, Tangerang Selatan. Ketika lari 10 kilometer bukan lagi menjadi ajang pamer sport shoes bernilai jutaan, Anyo Run benar-benar mendobrak pintu tersebut dan menghadirkan kegiatan ‘berlari sambil beramal’ untuk menyambut Hari Kanker Anak Sedunia yang jatuh keesokan harinya (15 Februari).

20160214_055159

20160214_055438

20160214_055820

20160214_064831

20160214_065030

Yup! Tim ProSehat yang juga mendukung acara lari sambil beramal ini sudah menyaksikan keseruan acara ini dari subuh hingga selesai. 3.000 peserta lari yang sudah mendaftarkan diri juga sudah berkumpul sejak langit masih gelap (04.00 pagi), hingga saat lari tiba, yaitu pukul 06.00 pagi. Tentunya hal ini menjadi pemandangan yang sangat worth capturing, ketika banyak orang rela bangun di pagi buta untuk berlari, plus beramal bagi anak-anak penyandang kanker di Rumah Anyo milik Yayasan Anyo Indonesia.

Yayasan Anyo Indonesia (YAI) sendiri merupakan yayasan sosial nirlaba, lintas suku dan agama yang didirikan di Jakarta pada tanggal 27 Juni 2012 lalu. Yayasan ini telah berhasil menggelar Anyo Charity Run & Festival pada 14 Februari 2016 kemarin di Tangerang, Flavor Bliss Alam Sutera. Pada kesempatan berharga ini pula, Founder ProSehat, dr. Gregorius Bimantoro sempat berbincang dengan ketua YAI, Ibu Pinta Manullang-Panggabean yang memaparkan alasan Anyo Run diselenggarakan.

Menurut Ibu Pinta Manullang-Panggabean, “Kita harus peduli pada anak-anak penyandang kanker, dan jangan hanya di kulit saja. Maksudnya adalah bentuk kepedulian yang tidak hanya menyumbang materi, namun kita juga harus tahu kenapa dokter kanker anak masih sedikit, obat-obatan juga masih sedikit dan masalah-masalah seperti itulah yang kita coba bedah. Masyarakat atau siapapun yang benar-benar peduli wajib mengurai masalah tersebut.

Selain lomba lari yang diadakan dalam 3 jarak (5k, 10k, dan 16,8 k), YAI juga membuka kesempatan bagi banyak pihak yang berkecimpung di peningkatan pelayanan kesehatan untuk membuka booth dan berpartisipasi dalam acara tersebut. Tentunya hal ini akan menjadi peluang bagi mereka untuk memperkenalkan produk dan pelayanannya. Dan bahkan beberapa di antaranya menyumbangkan 2% dari hasil penjualan yang terjadi selama acara kepada anak-anak penyandang kanker di Rumah Anyo yang terletak di Jl. Anggrek Nely Murni, Blok A No. 110, Slipi, tepat di depan Rumah Sakit Kanker Dharmais. ProSehat tentunya tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut. Tim ProSehat juga membagikan voucher belanja pada setiap peserta lari Anyo Charity Run hari itu, di mana 2% dari hasil belanja dengan voucher yang didapat akan didonasikan kepada anak-anak penyandang kanker di Rumah Anyo. Selain booth, terdapat juga 1 panggung dengan penampilan artis papan atas yang mengisi acara pagi itu.

Dengan acara lari sambil beramal yang akan rutin dirayakan pada saat hari kasih sayang tersebut, diharapkan masyarakat akan lebih aware dengan keberadaan anak-anak penyandang kanker di Indonesia.

Bayangkan saja, dari jumlah keseluruhan anak-anak di Indonesia yang berjumlah hingga 60 juta jiwa, 2-3% dari mereka menyandang kanker. Angka tersebut cukup besar. Untuk itu Yayasan Anyo Indonesia juga mendirikan Rumah Anyo yang bersedia menampung anak-anak dengan gratis agar tetap bersemangat dalam menjalani hari, seperti yang pernah dilakukan Anyo saat ia masih ada,” tutup ibu Pinta Manullang-Panggabean.

Semoga acara lari Anyo Run tahun depan akan lebih meriah dan akan ada banyak masyarakat yang berpartisipasi. ProSehat pun tidak akan kelewatan untuk berpartisipasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia.

Together, we can!

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com