Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: sonyachristina@tanyadok.com

sonyachristina@tanyadok.com

About sonyachristina@tanyadok.com

Showing 1–10 of 109 results

  • Perubahan fungsi tiroid cukup umum terjadi pada wanita hamil. Selama masa kehamilan terjadi peningkatan hormon estrogen dan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) Hormon kehamilan mempengaruhi kinerja dari kelenjar tiroid sehingga terjadi peningkatan distribusi hormon tiroid hingga 20-40% dimulai sejak usia kandungan 4 minggu.  Kadar hormon tiroid yang tidak terkontrol dengan baik selama hamil dapat meningkatkan […]

    Tindakan Pencegahan Prenatal: Fungsi Tiroid pada Kehamilan

    sistem imun dan gangguan tiroid

    Perubahan fungsi tiroid cukup umum terjadi pada wanita hamil. Selama masa kehamilan terjadi peningkatan hormon estrogen dan hormon HCG (human chorionic gonadotropin) Hormon kehamilan mempengaruhi kinerja dari kelenjar tiroid sehingga terjadi peningkatan distribusi hormon tiroid hingga 20-40% dimulai sejak usia kandungan 4 minggu. 

    Kadar hormon tiroid yang tidak terkontrol dengan baik selama hamil dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran, pertumbuhan janin terhambat, maupun diabetes melitus dan hipertensi saat masa kehamilan. Penting bagi Bunda melakukan deteksi dini sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat untuk menjaga kesehatan Bunda dan Si Kecil.

    Apa Itu Kelenjar Tiroid ?

    Kelenjar tiroid merupakan salah satu kelenjar dalam tubuh yang berbentuk seperti kupu-kupu dan berada di area leher. Kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh dan menunjang kinerja organ lainnya. 

    Saat masa kehamilan, hormon tiroid berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf janin. Pada trimester pertama, Si Kecil bergantung seluruhnya pada produksi hormon tiroid Bunda yang disalurkan melalui plasenta. Pada usia kandungan sekitar 12 minggu, kelenjar tiroid Si Kecil sudah mulai bekerja dengan sendirinya namun baru akan mulai menghasilkan hormon tiroid yang cukup pada saat usia kandungan mencapai 18-20 minggu.

    Gangguan Tiroid Pada Masa Kehamilan

    Terkadang kelenjar tiroid dapat mengalami gangguan, misal kelebihan produksi hormon tiroid (disebut Hipertiroid) maupun rendahnya hormon tiroid (disebut Hipotiroid). Apa dampak gangguan tiroid pada masa kehamilan ? Mari simak penjelasan berikut.

    Hipertiroid Selama Masa Kehamilan

    Hipertiroid adalah kondisi ketika produksi hormon tiroid berlebih sehingga meningkatkan fungsi dan metabolisme tubuh. Kondisi ini ditandai dengan denyut jantung yang cepat, mudah merasa panas, gemetaran, dan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas. 

    Penyebab tersering hipertiroid selama masa kehamilan adalah Penyakit Graves. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada Bunda dan Si Kecil, seperti keguguran, preeklamsia, badai tiroid, kelahiran prematur, gagal jantung kongestif, dan lainnya. 

    Pada kondisi hipertiroid ringan biasanya dokter tidak memberikan obat khusus melainkan hanya obat untuk mengurangi keluhannya saja, sedangkan pada kondisi hipertiroid yang berat dokter akan memberikan obat seperti propiltiourasil (PTU) dan methimazole.

    Hipotiroid Selama Masa Kehamilan

    Produksi hormon tiroid yang rendah, dikenal sebagai Hipotiroid. Kondisi ini dapat menurunkan fungsi tubuh secara keseluruhan. Gejala yang dialami akibat hipotiroid yaitu rasa lelah berlebihan, mudah kedinginan, konstipasi, gangguan mengingat, serta konsentrasi menurun. 

    Penyebab tersering hipotiroid selama masa kehamilan adalah Penyakit Hashimoto, yang merupakan suatu penyakit autoimun. Kondisi hipotiroid yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi, seperti preeklampsia, anemia, keguguran, dan gagal jantung kongestif. Dampak hipotiroid yang terjadi pada trimester pertama dapat menyebabkan penurunan kemampuan intelektual (IQ) dan perkembangan janin terhambat. Pada kondisi hipotiroid, dokter akan memberikan obat untuk menggantikan kinerja hormon tiroid.

    Pentingnya Skrining Tiroid Saat Hamil

    Pemeriksaan skrining tiroid di masa kehamilan masih menjadi suatu kontroversi karena dapat meningkatkan resiko diagnosa berlebihan, serta menambah pengeluaran biaya.  Pemeriksaan skrining tiroid direkomendasikan bagi seorang wanita yang berisiko tinggi mengalami gangguan tiroid, seperti:

    • Memiliki riwayat penyakit tiroid sebelumnya
    • Menderita diabetes melitus dan penyakit autoimun
    • Riwayat dalam keluarga ada yang menderita penyakit tiroid.
    • Riwayat menjalani terapi radiasi atau operasi di leher
    • Usia diatas 30 tahun
    • Riwayat keguguran, lahir prematur, maupun infertilitas.

    Pemeriksaan skrining dapat dilakukan sejak trimester pertama kehamilan yaitu pada usia kandungan 10-14 minggu. Namun karena kadar hormon tiroid dapat berubah, maka pemeriksaan skrining juga dianjurkan pada usia kandungan 15-26 minggu. Pemeriksaan selanjutnya dapat dilakukan pada rentang usia kandungan 27-31 minggu, dan antara 33-39 minggu.

    Dokter akan menyarankan pemeriksaan laboratorium Thyroid Stimulating Hormone (TSH), T4, T3, dan antibodi tiroid. Selain itu pemeriksaan lainnya, seperti pencitraan dengan ultrasound pada area leher, scan tiroid, dan pemeriksaan radioaktif iodin turut dapat dilakukan. Bila dokter mencurigai adanya benjolan pada kelenjar tiroid dari hasil pemeriksaan fisik maupun pencitraan, maka pemeriksaan penunjang lanjutan yang disarankan adalah pemeriksaan biopsi. Pemeriksaan biopsi dilakukan dengan cara mengambil jaringan benjolan dan diperiksa di laboratorium, sehingga dapat menyingkirkan kemungkinan terjadinya keganasan pada kelenjar tiroid.

    Lihat Juga: Tindakan yang Harus Dilakukan Jika Anda Menderita Tiroid

    Nah itulah mengenai pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin serta peranan hormon tiroid selama masa kehamilan. Penting bagi Bunda untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala seperti yang disebutkan diatas, sehingga dapat diperiksa lebih lanjut dan mendapatkan penanganan segera.

    Untuk para dokter yang ingin mendalamkan ilmu mengenai kelainan Thyroid, ikuti webinar Zoom dengan tema “Thyroiditis: Leads to Hypo or Hyperthyroidism?” pada tanggal 29 Juli 2021. Daftar sekarang dengan klik gambar di bawah ini.

    Webinar Tiroid Kamis 29 Juli 2021

    Referensi :

    1. Alexander EK, Pearce EN, Brent GA, Brown RS, Chen H, Dosiou C, et al. 2017 Guidelines of the American Thyroid Association for the Diagnosis and Management of Thyroid Disease During Pregnancy and the Postpartum. Thyroid. 2017 Jan 6;27(3):315–89. 
    2. Carney LA, Quinlan JD, West JM. Thyroid Disease in Pregnancy. Am Fam Physician. 2014 Feb 15;89(4):273–8. 
    3. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Thyroid Disease & Pregnancy [Internet]. USA : National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2017 [updated 2017 Dec; cited 2021 July 14].
    4. Horvath K. Prenatal Precautions: Thyroid Function in Pregnancy [Internet]. USA : Endocrine News. 2019 [updated 2019 Jan; cited 2021 July 14]
    5. Healthline. Thyroid Screening During Pregnancy [Internet]. USA : Healthline. 2018 [updated 2018 Nov 07; cited 2021 July 14]
    6. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Thyroid Tests [Internet]. USA : National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2017 [updated 2017 Nov; cited 2021 July 14]
    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Apakah Sahabat Sehat sering kesulitan tidur di malam hari? Sulit tidur atau disebut juga Insomnia yang dialami berkepanjangan, berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi organ dan psikologis seseorang. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sulit tidur ? Mari simak penjelasan berikut. Berapa Lama Waktu […]

    Sering Susah Tidur ? Coba Lakukan Tips Berikut

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    tidur sehabis makan sahur

    Apakah Sahabat Sehat sering kesulitan tidur di malam hari? Sulit tidur atau disebut juga Insomnia yang dialami berkepanjangan, berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi organ dan psikologis seseorang. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi sulit tidur ? Mari simak penjelasan berikut.

    Berapa Lama Waktu Tidur yang Ideal ?

    Sahabat Sehat, secara umum bagi orang dewasa berusia 18-60 tahun membutuhkan waktu tidur selama 7-8 jam per hari. Sementara pada lansia berusia diatas 61 tahun keatas membutuhkan waktu tidur 7-9 jam per hari. Selanjutnya pada kelompok anak, durasi tidur yang dibutuhkan tergantung dari usia anak. Rata-rata anak membutuhkan waktu tidur 8-10 jam atau lebih.

    Baca Juga : Duh Sering Susah Tidur Malam Hari Nih

    Penyebab Sulit Tidur

    Sulit tidur dapat disebabkan oleh berbagai hal baik pengaruh kondisi fisik maupun kondisi psikis, seperti :

    • Menderita suatu kondisi medis

    Kondisi medis seperti gangguan jantung dan paru, gangguan sendi, maupun infeksi kronis, seperti hepatitis dan infeksi HIV/AIDS dapat berdampak pada kualitas tidur seseorang

    • Gangguan psikologis. 

    Contohnya depresi, gangguan cemas, gangguan bipolar, maupun gangguan kepribadian, diketahui berdampak pada kualitas tidur.

    • Efek samping obat. 

    Beberapa jenis obat, seperti obat antidepresan, obat golongan adrenergik (salbutamol, terbutaline, metilfenidat, dexamfetamin), kortikosteroid, dan golongan opioid (morfin, tramadol, kodein, oxycodone, dll) dapat mempengaruhi kualitas tidur.

    • Faktor genetik atau keturunan keluarga.
    • Pola hidup yang tidak teratur. 

    Sebagai contoh, waktu kerja yang tidak menentu, olahraga tidak teratur, serta kebiasaan merokok dan minum alkohol, diperkirakan dapat berdampak pada kualitas tidur

    Baca Juga : 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur atau Kebiasaan Begadang

    Tips Atasi Sulit Tidur

    Nah Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat coba lakukan di rumah untuk memperbaiki kualitas tidur:

    • Usahakan tidur di jam yang sama setiap hari
    • Ciptakan suasana tidur yang baik, seperti mengatur lampu, suasana lingkungan yang hening, dan suhu ruangan yang sejuk.
    • Baringkan diri di tempat tidur ketika sudah merasa mengantuk.
    • Hindari berbaring di tempat tidur sambil melakukan aktivitas lain, seperti bermain gadget, atau membaca. 
    • Batasi bermain ponsel atau komputer di malam hari
    • Hindari konsumsi minuman berkafein seperti teh, soda, kopi serta minuman beralkohol di malam hari
    • Hindari makan dan minum mendekati jam tidur. Makan terlalu banyak sebelum tidur dapat menyebabkan naiknya asam lambung, sementara minum terlalu banyak dapat menyebabkan timbulnya keinginan buang air kecil.
    • Berolahraga teratur, minimal 30 menit per hari atau minimal 150 menit per minggu. Olahraga dapat mendukung proses metabolisme tubuh lancar dan menjaga kualitas tidur.
    • Batasi tidur siang. Tidur siang terlalu lama dapat mempengaruhi durasi tidur dimalam hari. Idealnya waktu tidur siang hanya 20-30 menit.
    • Kelola stress dengan baik

    Baca Juga : Tidur Anda Tetap Berkualitas

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai cara mengatasi sulit tidur yang cukup mudah dipraktekkan di rumah. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi:

    1. Valente S. Evaluating and Managing Insomnia: Non-pharmacological Treatments. Journal of Sleep Disorders & Therapy.2015;4(2):1-4.
    2. Cunnington D, Junge M. Clinical Updates Chronic insomnia: diagnosis and non-pharmacological management. British Medical Journal. 2016:1-6.
    3. Winkelman JW. Insomnia Disorder. The New England Journal of Medicine. 2015;375(15):1437-44.
    4. St-Onge MP, Mikic A, Pietrolungo. Effects of Diet on Sleep Quality. American Society for Nutrition. 2016;7:938-49.
    5. Centers for Disease Control and Prevention. How Much Sleep Do I Need? [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2017 March 02; cited 2021 July 23]. Available from : https://www.cdc.gov/sleep/about_sleep/how_much_sleep.html
    6. Khatri M. 10 Tips to Beat Insomnia [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 30; cited 2021 July 23]. Available from : https://www.webmd.com/women/guide/insomnia-tips

     

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat DItinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi                                                                                     Angka kasus Covid-19 pada anak kini belum juga mereda. Bahkan kelompok usia anak rentan mengalami Long-Covid, yaitu kondisi ketika penderita Covid-19 telah dinyatakan sembuh namun masih merasakan gejala Covid-19. Nah Sahabat Sehat, bagaimana gejala Long Covid-19 pada anak serta cara mengatasinya ? Mari […]

    Hari Anak Nasional – Sahabat Sehat, Waspadai Long-Covid-19 Pada Anak !

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    DItinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi                                                                                    

    vaksin flu bagi masyarakat

    Angka kasus Covid-19 pada anak kini belum juga mereda. Bahkan kelompok usia anak rentan mengalami Long-Covid, yaitu kondisi ketika penderita Covid-19 telah dinyatakan sembuh namun masih merasakan gejala Covid-19. Nah Sahabat Sehat, bagaimana gejala Long Covid-19 pada anak serta cara mengatasinya ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Long-Covid Pada Anak?

    Long-covid atau long haul merupakan suatu kondisi ketika penderita Covid-19 yang telah dinyatakan sembuh, namun masih merasakan gejala Covid-19 hingga berbulan-bulan lamanya. Gejala yang dirasakan pun dapat berlangsung cukup lama, mulai dari hitungan minggu hingga bulan. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak hingga remaja yang merupakan penyintas Covid-19 beresiko mengalami hal serupa, termasuk pada kasus Covid-19 dengan gejala ringan.

    Anak yang mengalami Long-Covid sebenarnya sudah tidak dapat menularkan virus Covid-19, namun mereka hanya mengalami efek dari penyakit Covid-19. Berdasarkan penelitian yang dimuat di UC David Health mengungkapkan bahwa sebanyak 1 dari 4 orang penyintas Covid-19 memiliki resiko mengalami Long-Covid. 

    Penyebab Long-Covid 

    Para peneliti masih terus berupaya mengungkap penyebab dan penanganan Long-Covid. Beberapa hal berikut diperkirakan menyebabkan terjadinya Long-Covid, yaitu adanya kerusakan pada jaringan tubuh akibat virus Covid-19, respon imun yang terganggu, gangguan saraf, dan kondisi psikologis.

    Baca Juga : Gejala Covid-19 pada Anak-Anak

    Apa Gejala Long-Covid-19 Pada Anak?

    Lebih dari separuh kelompok anak penyintas Covid-19 yang berusia antara 6 – 16 tahun, setidaknya memiliki satu peluang mengalami Long-Covid hingga lebih dari 120 hari. Berikut ini beberapa gejala Long-Covid pada anak, diantaranya:

     

    • Nyeri sendi

     

    • Sakit kepala
    • Sakit tenggorokan
    • Nyeri pada dada
    • Mual

     

     

    • Perubahan suasana hati 
    • Masalah pencernaan
    • Ruam
    • Pusing
    • Depresi
    • Kelelahan
    • Demam
    • Sulit bernafas
    • Batuk

    Penanganan Long-Covid Pada Anak

    Gejala Long-Covid pada anak tidak boleh dianggap remeh, Sahabat Sehat dianjurkan memeriksakan kesehatan anak ke dokter jika menunjukan keluhan yang berkepanjangan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Jika terus dibiarkan, gejala Long-Covid pada anak dapat bertambah berat dan merusak organ tubuh. Selain itu, kondisi psikologis turut berdampak pada tumbuh kembang anak.

    Baca Juga : Bagaimana Gejala dan Penanganan Covid-19 Pada Anak

    Cara Mencegah Long-Covid Pada Anak

    Bagi Sahabat Sehat yang telah memiliki anak, berikan asupan makanan bergizi seimbang serta multivitamin dan mineral yang cukup terutama vitamin C, D dan Zink. Paparan sinar matahari dan aktivitas yang cukup turut berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak. Bagi anak yang sudah lebih besar, mulai ajarkan anak mengenakan masker dan menaati protokol kesehatan untuk meminimalisir penularan Covid-19.

    Produk Terkait : Vitamin Anak

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai Long-Covid pada anak. Meskipun saat ini telah tersedia vaksinasi, sebaiknya tetap mematuhi protokol kesehatan 5M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan membatasi mobilisasi. 

    Baca Juga : Sah Anak 12-17 tahun Dapat Menerima Vaksin Covid-19

    Jika Sahabat Sehat ada keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Referensi:

    1. Grey H. Long-Haul COVID-19 for Children and Teenagers [Internet]. USA : Healthline. 2021 [updated 2021 June 12; cited 2021 July 23]. Available from : https://www.healthline.com/health-news/what-long-haul-covid-19-is-like-for-children-and-teenagers 
    2. Cohut M. Long COVID in children: Personal and expert perspectives [Internet]. USA : Medical News Today. 2021 [updated 2021 April 29; cited 2021 July 22]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/long-covid-and-children-the-unseen-casualties-of-covid-19 
    3. Kompas. Waspada Gejala Long Covid-19 pada Anak [Internet].  Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 June 26; cited 2021 July 22]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/06/29/150000868/waspada-gejala-long-covid-19-pada-anak 

    Rachmatia W. Long COVID Juga Bisa Dialami Anak, Waspadai Gejalanya [Internet]]. Indonesia : Mother and Baby. 2021 [updated 2021 July 05; cited 2021 July 22]. Available from: https://www.motherandbaby.co.id/article/2021/7/39/22277/Long-COVID-Juga-Bisa-Dialami-Anak-Waspadai-Gejalanya

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, salah satu hal yang perlu diwaspadai selama menjalani isolasi mandiri adalah munculnya sesak nafas akibat proses peradangan di paru-paru. Latihan pernapasan diketahui dapat membantu meningkatkan kadar oksigen pada paru dan membersihkan lendir pada saluran nafas. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara melakukan latihan pernapasan ? Mari simak […]

    Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri ? Jangan Panik, Lakukan Latihan Pernapasan Berikut

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    gagal jantung kongestif

    Sahabat Sehat, salah satu hal yang perlu diwaspadai selama menjalani isolasi mandiri adalah munculnya sesak nafas akibat proses peradangan di paru-paru. Latihan pernapasan diketahui dapat membantu meningkatkan kadar oksigen pada paru dan membersihkan lendir pada saluran nafas. Nah Sahabat Sehat, bagaimana cara melakukan latihan pernapasan ? Mari simak penjelasan berikut ini.

    Langkah Latihan Pernapasan

    Berikut beberapa langkah dalam melatih pola pernapasan bagi Sahabat Sehat yang tengah menjalani isolasi mandiri dirumah :

    • Tarik Nafas Dalam

    Sahabat Sehat dianjurkan menarik nafas dalam melalui hidung, lalu tahan selama 2 detik dan hembuskan melalui mulut. Gerakan ini dapat diulang sebanyak 4 hingga 5 kali.

    • Mobilisasi Otot Dada

    Gerakan ini bertujuan untuk melatih otot yang menempel pada dada, termasuk otot sisi samping, otot depan dan belakang dinding dada. Letakkan kedua tangan pada dada bagian samping, lalu tarik nafas panjang. Tekan perlahan dada mengikuti gerakan pernapasan pada saat membuang nafas.

    • Batuk Efektif

    Tarik nafas dalam lalu hembuskan seperti akan batuk, dengan posisi mulut terbuka. Sahabat Sehat dapat mengulangi gerakan ini hingga tiga kali. Selain itu, Sahabat Sehat juga dapat membuka mulut menganga dan tarik nafas dalam lalu hembuskan melalui mulut.

    Produk Terkait : Sesak Nafas

     

    • Gerakan Pursed Lip Breathing

     

    Siapkan tisu dan pegang dengan posisi di depan mulut, lalu tarik nafas dalam dan hembuskan udara ke arah tisu. Sahabat Sehat dapat mengulangi gerakan ini hingga 4-5 kali.

    • Gerakan AROM Exercise Ringan

    Gerakan seluruh anggota tubuh, seperti tangan, kaki, dan kepala yang diikuti dengan gerakan nafas ringan. Ulangi gerakan ini hingga 8-10 kali. Latihan ini bertujuan untuk melemaskan otot bahu, pundak, hingga kaki.

    • Jalan Sekitar Tempat Tidur

    Sahabat Sehat dianjurkan berjalan di sekitar tempat tidur, yang dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh. Ulangi gerakan ini sebanyak 5-10 kali.

    • Miring Kanan dan Kiri

    Ketika Sahabat Sehat berbaring, posisikan tubuh miring ke arah kanan, terlentang, dan ke arah kiri setiap 2 jam sekali.

    Baca Juga : Perlukah Tabung Oksigen Saat Isoman di Rumah

    Tanda Bahaya Selama Isolasi Mandiri

    Selama Sahabat Sehat menjalani isolasi mandiri, sebaiknya persiapkan alat seperti termometer dan oksimeter untuk memantau suhu tubuh serta kadar saturasi oksigen dalam tubuh yang dapat dilakukan dua kali sehari yaitu pada pagi dan malam hari. Waspadai bila mengalami keluhan berikut selama isolasi mandiri :

    • Sulit menarik nafas
    • Frekuensi nafas dalam satu menit melebihi 20 x per menit
    • Dada terasa nyeri, atau batuk disertai nyeri dada
    • Demam (suhu tubuh mencapai 38 derajat Celcius atau lebih) yang tak kunjung mereda meski sudah konsumsi obat
    • Bibir dan ujung jari tampak kebiruan atau ungu
    • Sulit makan dan minum
    • Kadar saturasi oksigen dalam tubuh mencapai 95% atau lebih rendah.

    Jika mengalami keluhan diatas, sebaiknya segera periksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

    Baca Juga : Posisi Proning untuk Mengatasi Sesak Nafas Saat Isolasi Mandiri

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai latihan pernapasan untuk membantu mengatasi sesak nafas selama menjalani isolasi mandiri. Jika Sahabat Sehat mengalami keluhan selama di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Azizah K. 5 Latihan Pernapasan Bagi Pasien COVID-19 untuk Redakan Sesak Napas [Internet]. Indonesia : Detik Health. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 22]. Available from : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5634281/5-latihan-pernapasan-bagi-pasien-covid-19-untuk-redakan-sesak-napas/2
    2. Kawal Covid-19. Cara Isolasi Mandiri yang Benar [Internet]. Indonesia : Kawal Covid-19. 2021 [updated 2021 May 31; cited 2021 July 22]. Available from : https://kawalcovid19.id/content/1931/cara-isolasi-mandiri-yang-benar
    3. National Hospital Surabaya. Breathing Exercise Untuk Pasien Covid-19 Sesak Nafas? Jangan Panik [Internet]. Indonesia : Youtube National Hospital Surabaya. 2020 [updated 2020 May 20; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.youtube.com/watch?v=kF4e6ju0WLk

     

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pandemi Covid-19 hingga kini belum dapat dipastikan kapan mulai mereda, mengingat angka kasus harian Covid-19 yang kian meningkat. Di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat. Infeksi virus Covid-19 dapat memicu peradangan dalam tubuh penderita nya. Hal ini dapat […]

    Ini Tips Meningkatkan Nafsu Makan Bagi Penderita Covid-19

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    makanan sehat puasa

    Pandemi Covid-19 hingga kini belum dapat dipastikan kapan mulai mereda, mengingat angka kasus harian Covid-19 yang kian meningkat. Di tengah situasi pandemi Covid-19, masyarakat dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat.

    Infeksi virus Covid-19 dapat memicu peradangan dalam tubuh penderita nya. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya ketidakseimbangan gizi (malnutrisi) pada penderita Covid-19.

    Kebutuhan Nutrisi Penderita Covid-19

    Infeksi Covid-19 dapat menimbulkan dampak menurunnya nafsu makan, gangguan kesadaran, hingga sesak nafas. Virus Covid-19 dapat berdampak pula pada saluran cerna, serta ditambah dengan kurangnya asupan nutrisi dapat mengakibatkan diare, mual, muntah hingga gangguan penyerapan makanan. Penting untuk diingat, bahwa dalam proses pemulihan dibutuhkan asupan nutrisi yang baik agar dapat memicu respon imunitas tubuh. 

    Baca Juga : Benarkah Makanan ini Menyembuhkan Covid-19 Cek Faktanya disini

    Nutrisi Ideal Bagi Penderita Covid-19

    Berikut adalah berbagai menu makanan yang dapat dikonsumsi bagi Sahabat Sehat yang tengah menderita Covid-19 :

    • Menu Makan Pagi

    Di pagi hari, Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi suplemen multivitamin dan antioksidan. Pilih menu sarapan seperti sereal gandum dan susu almond, kacang almond, kenari, dan buah ara, atau bisa diganti dengan kurma dan plum, alpukat, dan telur. Pilih minuman seperti air kelapa, madu, dan air jeruk untuk mendapatkan berbagai multivitamin dan mineral yang baik bagi tubuh.

    • Menu Makan Siang 

    Pada siang hari, Sahabat Sehat sebaiknya memenuhi asupan nutrisi dari karbohidrat, protein, dan lemak. Pilih gandum, ubi jalar, nasi merah sebagai sumber karbohidrat. Kacang-kacangan, ikan, dan daging tanpa lemak, sebagai sumber protein. Konsumsi buah dan sayur sebagai sumber serat, vitamin, antioksidan, dan mineral seperti jeruk peras, jeruk bali, dan kiwi.

    Jika Sahabat Sehat menyukai minuman herbal, maka kunyit dan wedang jahe juga dapat dikonsumsi.

    • Menu Makan Malam

    Di Malam hari, Sahabat Sehat dapat mengkonsumsi aneka sup seperti sup kaldu tulang, sup sayur, telur, ikan bakar, umbi-umbian, olahan daging, dan sayur brokoli. Konsumsi makan malam dianjurkan minimal 3-4 jam sebelum waktu tidur. 

    Bagi penderita Covid-19 yang berusia dewasa cenderung lebih mengerti pentingnya menjaga asupan gizi, meski sedang tidak nafsu makan. Namun, pada pasien anak membutuhkan usaha ekstra untuk memenuhi asupan gizi sehari-hari. 

    Baca Juga : Imun untuk Lawan Corona

    Cara Meningkatkan Nafsu Makan Bagi Penderita Covid-19

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah menderita Covid-19 dan kini merasa kurang nafsu makan, sebaiknya coba beberapa tips berikut dirumah :

    • Konsumsi sup hangat. 

    Buat aneka sup yang kaya akan rempah-rempah. Selain itu, untuk memudahkan Sahabat Sehat menelan makanan dapat dipilih sup labu hangat, bubur kacang hijau, maupun bubur ketan merah.

    • Konsumsi aneka buah 

    Pada umumnya asupan makanan yang Sahabat Sehat konsumsi harus memiliki kalori yang berasal dari sumber makanan sehat dan alami, seperti buah dan sayur. 

    • Makan dalam porsi kecil namun sering.
    • Pilih makanan bertekstur lembut sehingga Sahabat Sehat lebih mudah dalam mengunyah dan menelan makanan.
    • Konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari. 
    • Berkumur dengan air bersih jika Sahabat Sehat menggunakan inhaler, agar menjaga higienitas rongga mulut.
    • Menghisap permen bebas gula atau rendah gula, untuk membantu memproduksi air liur.
    • Hindari makanan tinggi gula sebab dapat menimbulkan rasa kenyang palsu dan kurang bernutrisi. Sebaliknya, konsumsi makanan yang kaya karbohidrat, protein, dan serat untuk menjaga kesehatan tubuh dan saluran cerna.

    Baca Juga : Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa tips meningkatkan nafsu makan bagi penderita Covid-19. Jika sahabat memiliki keluhan atau pertanyaan lainnya selama menjalani isolasi mandiri, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Panduan Praktis Penatalaksanaan Nutrisi COVID-19 [Internet]. Indonesia : Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 2021 [updated 2020 April 20; cited 2021 July 13]. Available from : https://covid19.go.id/edukasi/masyarakat-umum/panduan-praktis-penatalaksanaan-nutrisi-covid-19 
    2. Masyrafina I. Nafsu Makan Hilang Saat Positif Covid-19, Harus Bagaimana? [Internet]. Indonesia : Republika Online. 2021 [updated 2021 July 01; cited 2021 July 13]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qvin7f414/nafsu-makan-hilang-saat-positif-covid19-harus-bagaimana 

    Dewi B. Tak Nafsu Makan Saat Positif Covid-19, Ini Saran Ahli untuk Memenuhi Nutrisi [Internet]. Indonesia : Kompas. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/12/200706123/tak-nafsu-makan-saat-positif-covid-19-ini-saran-ahli-untuk-memenuhi?page=all

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Mungkin ada diantara Sahabat Sehat yang sudah menanti keturunan selama lebih dari 1 tahun namun tak kunjung mendapatkan buah hati, meskipun sudah rutin berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kebanyakan pasangan suami istri hanya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Namun, pernahkah Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan kesuburan yang ditujukan […]

    Perlukah Pemeriksaan Kesuburan Bagi Pria ?

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Mungkin ada diantara Sahabat Sehat yang sudah menanti keturunan selama lebih dari 1 tahun namun tak kunjung mendapatkan buah hati, meskipun sudah rutin berhubungan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Kebanyakan pasangan suami istri hanya melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan. Namun, pernahkah Sahabat Sehat melakukan pemeriksaan kesuburan yang ditujukan bagi pria ? Nah Sahabat Sehat, mari simak penjelasan berikut mengenai pentingnya pemeriksaan kesuburan bagi pria.

    Penyebab Ketidaksuburan Pria

    Sahabat Sehat, ternyata tidak hanya kondisi tubuh wanita saja yang penting untuk terjadinya proses kehamilan. Namun, kondisi tubuh pria turut berperan dalam proses kehamilan. Beberapa hal berikut dapat menyebabkan ketidaksuburan pada tubuh pria :

    • Kualitas sel sperma yang kurang baik

    Jumlah sel sperma yang kurang (oligozoospermia), tidak adanya sel sperma dalam cairan ejakulasi (azoospermia), maupun kelainan bentuk sperma dapat mengakibatkan  sulitnya terjadi proses pembuahan.

    • Ejakulasi retrograde.

    Kondisi ini menyebabkan sperma di ejakulasi ke dalam kandung kemih, sehingga sulit membuahi sel telur.

    • Kelainan bawaan, misalnya kelainan pada bentuk saluran sperma (vas deferens). Beberapa pria terlahir tanpa memiliki saluran sperma, sehingga hal ini berdampak pada sulitnya memiliki keturunan. 
    • Sumbatan pada organ reproduksi

    Adanya sumbatan pada testis maupun penis dapat mengakibatkan terhambatnya pengeluaran sel sperma saat ejakulasi

    • Antibodi anti-sperma

    Adanya antibodi dalam tubuh yang melawan sperma, sehingga sel sperma tidak dapat membuahi sel telur

    • Kelainan pada testis

    Sebagai contoh, infeksi pada testis, kanker testis, riwayat operasi pada testis, kelainan bawaan pada testis, trauma testis, maupun kelainan undescended testis (testis tidak turun ke skrotum) dapat mengakibatkan sulitnya proses pembuahan.

    • Kelainan hormon

    Kondisi rendahnya hormon testosteron, disebut sebagai Hipogonadisme yang berdampak pada penurunan produksi sel sperma. Kondisi ini dapat disebabkan akibat tumor, penggunaan obat terlarang, maupun kelainan bawaan Sindrom Klinefelter.

    • Obat-obatan

    Beberapa jenis obat, misalnya Sulfasalazine, antibiotik, kemoterapi, obat terlarang seperti mariyuana dan kokain, serta beberapa jenis obat herbal diketahui berdampak pada kesuburan pria.

    Baca Juga : 10 Makanan Peningkat Stamina Pria

    Bagaimana Cara Mengetahui Kesuburan Pria ?

    Jika Sahabat Sehat ingin memastikan penyebab belum memiliki keturunan, sebaiknya lakukan pemeriksaan baik pada tubuh istri dan tubuh suami. Berikut beberapa pemeriksaan yang penting dilakukan untuk memastikan kesuburan seorang pria :

    • Pemeriksaan Fisik

    Pada pemeriksaan fisik dapat diketahui kelainan pada testis, misalnya varikokel (pelebaran pembuluh darah balik di testis), infeksi testis, maupun kelainan lainnya yang dapat terlihat saat diperiksa secara langsung.

    • Analisa Semen

    Pada pemeriksaan ini, cairan semen ditampung dan diperiksa kondisi sel spermanya. Akan dinilai jumlah, bentuk, serta kecepatan gerak sel sperma.

    • Pemeriksaan Hormon Testosteron

    Hormon testosteron berperan dalam produksi sel sperma. Adanya gangguan hormonal turut berperan pada kesuburan pria.

    Layanan Terkait : Paket Pemeriksaan Kesuburan Laki-laki Prodia Clinic

    • Pemeriksaan Antibodi Anti-Sperma

    Beberapa pria memproduksi antibodi yang abnormal sehingga melawan sel sperma saat proses membuahi sel telur. Pemeriksaan antibodi anti-sperma dapat mendeteksi kelainan ini sehingga dapat ditangani lebih lanjut.

    • Pemeriksaan Genetik

    Pemeriksaan ini dapat mendeteksi berbagai kelainan bawaan yang dapat berdampak pada sulitnya memiliki keturunan

    • Pemeriksaan Lainnya

    Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan, sebagai contoh adalah tes darah. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit diabetes, penyakit tiroid, infeksi menular seksual,maupun obat-obatan yang turut berdampak pada kesuburan pria.

     Layanan Terkait : Kimia Farma Lab Panel Kesuburan untuk Pria

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab ketidaksuburan pada pria dan beragam pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahuinya. Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat seperti beristirahat yang cukup, konsumsi buah dan sayur, hindari merokok, serta mengelola stress dengan baik.

    Jika Sahabat Sehat berminat melakukan pemeriksaan kesuburan, segera manfaatkan layanan Prosehat yang bekerjasama dengan Prodia. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. Hoffman M. Fertility Tests for Men [Internet]. USA : WebMD. 2019 [updated 2019 Aug 16; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/male-fertility-tests
    2. Anna L. Tes Kesuburan yang Perlu Dilakukan Pria dan Wanita [Internet]. Indonesia : Kompas. 2018 [updated 2018 Sep 25; cited 2021 July 22]. Available from : https://lifestyle.kompas.com/read/2018/09/25/083200020/tes-kesuburan-yang-perlu-dilakukan-pria-dan-wanita?page=all
    3. National Health Services. Infertility [Internet]. USA : National Health Services. 2020 [updated 2020 Feb 18; cited 2021 July 22]. Available from : https://www.nhs.uk/conditions/infertility/causes/
    Read More
  • Bopeng, Kulit Tidak Mulus, Atau Hipertropi Kulit Karena Jerawat? Bagaimana Mengatasinya?

    Bekas jerawat sering kali meresahkan masyarakat terutama kaum hawa. Menurut teori, jaringan parut bekas jerawat terjadi akibat gangguan saat proses penyembuhan jerawat. Terbentuknya jaringan parut dapat disebabkan oleh 2 hal yaitu peningkatan atau hilangnya/rusaknya jaringan kolagen. Hilangnya/rusaknya jaringan merupakan penyebab yang paling sering ditemukan, hal inilah yang menyebabkan adanya bopeng pada area bekas jerawat. Hal lain yang perlu diketahui adalah adanya 4 macam tipe jaringan parut bekas jerawat yaitu:

    a. Ice pick

    Merupakan parut yang sering ditemukan dengan tipe jaringan parut bekas jerawat yang sempit dan dalam. Kedalaman parut tipe ini biasanya kurang dari 2 mm. Dari permukaan tampak seperti kulit yang telah ditusuk oleh alat penusuk es, sehingga dinamakan tipe ice pick.

          

     

    b. Boxcar

    Merupakan tipe parut yang juga sering ditemukan dengan bentuk yang lebar, dapat dangkal (<0,5 mm) atau dalam (>0,5 mm), tepi vertikal yang tajam dan batas yang jelas berbentuk bulat atau oval (diameter 1,5-4 mm).  Tipe ini lebih lebar dibandingkan ice pick.

       

    c. Rolling

    Merupakan tipe parut yang dangkal, lebar yang tampak bergelombang dengan diameter > 4 mm.

      

    d. Hipertropi (penebalan jaringan parut).

    Merupakan tipe parut yang tampak meninggi, dan terdiri dari jaringan yang padat. Parut bekas jerawat tipe ini tumbuh lebih besar daripada aslinya. Namun, tipe parut ini termsuk jarang ditemukan, dan umumnya terjadi pada daerah punggung dan dada.

      

    Read More
  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sahabat Sehat, Pemerintah mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Hal ini dilakukan guna menekan lonjakan kasus virus Covid-19 yang belum juga reda hingga kini. Oleh sebab itu, Pemerintah akan menerbitkan dua aturan baru sebagai landasan hukum […]

    PPKM Darurat Diperpanjang? Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    PPKM Mikro

    Sahabat Sehat, Pemerintah mengumumkan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021. Hal ini dilakukan guna menekan lonjakan kasus virus Covid-19 yang belum juga reda hingga kini. Oleh sebab itu, Pemerintah akan menerbitkan dua aturan baru sebagai landasan hukum penerapan kebijakan tersebut. 

    Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.22 Tahun 2021 yang berisi aturan perpanjangan PPKM Darurat bagi Wilayah Jawa dan Bali,  wilayah Jawa-Bali kini telah ditetapkan sebagai PPKM Level 4. Sementara Inmendagri No.23 tahun 2021 mengatur perihal perpanjangan PPKM Mikro untuk wilayah di 27 Provinsi lainnya. Nah Sahabat Sehat, bagaimana aturan PPKM terbaru ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Kata Epidemiolog?

    Menurut ahli Epidemiolog Universitas Griffith, Dicky Budiman, PPKM darurat di Indonesia harus diperpanjang sebab situasi di Indonesia kini dinilai tidak terkendali dengan angka kasus harian yang melebihi 10% dan tingkat pertumbuhan kasus Covid-19 yang masih sangat tinggi. 

    Selain itu, kini Indonesia tengah mengalami krisis di fasilitas kesehatan dengan angka kematian Covid-19 yang cukup tinggi. Maka PPKM darurat dianjurkan untuk dievaluasi setiap dua minggu sekali dan setidaknya harus diterapkan selama enam minggu kedepan.

    PPKM Darurat Kembali Berlaku Mulai 21-25 Juli 2021

    Belum terdapat perubahan yang signifikan pada ketentuan PPKM Darurat dan PPKM Mikro. Pemerintah masih menggunakan pembatasan kegiatan seperti tertera pada aturan sebelumnya, yaitu :

    • Bagi perkantoran di sektor non esensial memberlakukan kerja dari rumah sebesar 100%, sedangkan untuk sektor esensial hanya diperbolehkan karyawan bekerja dari kantor sebesar 50%. Sementara itu, bagi sektor kritikal diizinkan beroperasi 100%.
    • Kegiatan belajar-mengajar hanya diizinkan dilakukan secara daring. 
    • Tempat ibadah dilarang melakukan ibadah berjamaah selama masa PPKM Darurat.
    • Kegiatan-kegiatan yang dapat memicu kerumunan, termasuk pesta pernikahan tidak diperkenankan untuk sementara ini.
    • Penutupan pusat perbelanjaan, kecuali supermarket, restaurant dan pasar swalayan. Pemerintah hanya mengizinkan pasar swalayan, supermarket, pasar tradisional, dan toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari untuk tetap beroperasi hingga pukul 8 malam dengan penerapan 50% pengunjung.
    • Pemberlakuan kartu vaksinasi Covid-19 sebagai syarat perjalanan jarak jauh di dalam negeri, yang turut dilengkapi dengan hasil tes PCR bagi penumpang pesawat terbang.

    Pada PPKM Mikro pembatasan kegiatan sedikit lebih longgar dibanding dengan PPKM Darurat, seperti contohnya pada sektor non esensial hanya mewajibkan pekerja untuk bekerja dari rumah sebanyak 75%.

    Target Pemeriksaan Covid-19 Per Hari

    Pemerintah mewajibkan untuk melakukan pemeriksaan Covid-19 setiap hari di seluruh daerah di Indonesia. Target yang ditetapkan Pemerintah adalah 324.283 tes per hari untuk 122 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Darurat dalam wilayah Jawa-Bali. Jika kasus Covid-19 mengalami penurunan selama masa PPKM Darurat, maka Pemerintah akan melakukan pelonggaran pembatasan kegiatan secara bertahap pada tanggal 26 Juli 2021.

    Pemerintah Siapkan Skenario Terburuk

    Meski PPKM darurat diperpanjang, Pemerintah telah menyiapkan ‘skenario terburuk’ untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, yaitu dengan menambah fasilitas pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan oksigen, dan penyediaan obat-obatan. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai perpanjangan PPKM darurat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Untuk menurunkan penularan Covid-19, mari ikuti anjuran Pemerintah untuk dirumah saja serta terapkan protokol kesehatan 5M yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi. 

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter Prosehat 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa 

    Refensi:

    1. Putri G. Epidemiolog: Bukan Mungkin Lagi, PPKM Darurat Harus Diperpanjang [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 July 1; cited 2021 July 21]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/07/14/110200923/epidemiolog-bukan-mungkin-lagi-ppkm-darurat-harus-diperpanjang?page=all 
    2. BBC News Indonesia. PPKM Darurat ‘dibuka bertahap’ pada 26 Juli, namun ada syaratnya [Internet]. Indonesia : BBC News Indonesia. 2021 [updated 2021 July 14; cited 2021 July 21].  Available from: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-57815981 

    CNN Indonesia. PPKM Darurat Diperpanjang, Pemerintah Terbitkan Dua Aturan [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 July 21; cited 2021 July 21]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210721071205-20-670080/ppkm-darurat-diperpanjang-pemerintah-terbitkan-dua-aturan

    Read More
  • Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi Bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung, asupan nutrisi merupakan salah satu hal yang penting sebab berpengaruh pada kondisi janin. Asupan nutrisi dapat diperoleh dari makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur, susu, lauk pauk, serta suplemen atau multivitamin. Nah Sahabat Sehat, apa saja jenis vitamin dan mineral yang penting dikonsumsi […]

    Intip Berbagai Jenis Vitamin dan Mineral Penting Bagi Ibu Hamil

    Ditulis oleh: dr. Monica Cynthia Dewi

    Bagi Sahabat Sehat yang tengah mengandung, asupan nutrisi merupakan salah satu hal yang penting sebab berpengaruh pada kondisi janin. Asupan nutrisi dapat diperoleh dari makanan bergizi seimbang seperti buah, sayur, susu, lauk pauk, serta suplemen atau multivitamin. Nah Sahabat Sehat, apa saja jenis vitamin dan mineral yang penting dikonsumsi oleh ibu hamil? Mari simak penjelasan berikut.

    Mengapa Asupan Nutrisi Penting Dijaga Selama Hamil ?

    Mencukupi asupan nutrisi agar tetap sembang selama masa kehamilan dapat membantu dalam menjaga perkembangan dan pertumbuhan janin, serta menjaga agar berat badan Sahabat Sehat tetap stabil.

    Berapa Banyak Makanan yang Harus Dikonsumsi Selama Hamil ?

    Mungkin banyak diantara Sahabat Sehat yang mendengar bahwa ibu hamil harus banyak makan karena perlu mencukupi asupan gizi untuk dua orang. Namun secara medis, jumlah asupan ibu hamil dapat disesuaikan dengan kondisi janin. 

    Jika Sahabat Sehat mengandung satu janin, maka membutuhkan tambahan 340 kalori per hari yang dimulai pada trimester kedua (atau bahkan lebih banyak kalori yang dibutuhkan jika sudah memasuki trimester ketiga). Jika Sahabat Sehat mengandung janin kembar dua, maka membutuhkan tambahan 600 kalori per hari. Jika Sahabat Sehat mengandung janin kembar tiga, maka membutuhkan tambahan 900 kalori per hari.

    Baca Juga : 8 Asupan Bergizi dan Sehat untuk Wanita Hamil Muda

    Apa Saja Vitamin & Mineral yang Dibutuhkan Ibu Hamil ?

    Berikut adalah berbagai jenis vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil selama masa kehamilan :

    • Kalsium

    Ibu hamil yang berusia 19-50 tahun membutuhkan kalsium sebanyak 1.000 mg per hari untuk membentuk tulang dan gigi janin yang kuat. Kalsium bersumber dari susu dan produk olahannya, ikan sarden, serta sayuran hijau.

    • Zat besi

    Jumlah kebutuhan zat besi per hari ibu hamil mencapai 27 mg, yang bermanfaat dalam menghantarkan sel darah merah dari ibu ke janin. Sahabat Sehat dapat memenuhi asupan zat besi dari daging, unggas, ikan, kacang-kacangan, sereal yang terfortifikasi, serta buah plum.

    • Yodium

    Ibu hamil membutuhkan yodium sebesar 220 mcg per hari, yang berperan dalam perkembangan otak janin. Yodium dapat diperoleh dari garam dapur, produk olahan susu, makanan laut, daging, roti, serta telur.

    • Kolin

    Kolin berperan penting dalam perkembangan saraf otak serta tulang belakang janin. Ibu hamil membutuhkan sekitar 450 mg kolin per hari, yang bersumber dari susu, hati sapi, telur, kacang-kacangan, serta produk kedelai.

    • Vitamin A

    Bagi ibu hamil yang berusia 19-50 tahun membutuhkan vitamin A sebesar 770 mcg, yang berperan dalam pertumbuhan tulang serta menjaga kesehatan kulit dan penglihatan ibu. Vitamin A dapat Sahabat Sehat peroleh dari wortel, sayuran hijau, dan kentang.

    • Vitamin C

    Peranan vitamin C pada janin yaitu turut menjaga kesehatan gusi, gigi, serta tulang. Ibu hamil berusia 19-50 tahun membutuhkan vitamin C sebesar 85 mg per hari, yang dapat diperoleh dari buah jeruk, brokoli, tomat, serta stroberi.

    Produk Terkait : Vitamin Ibu Hamil

    • Vitamin D

    Ibu hamil membutuhkan sekitar 600 IU vitamin D per hari, yang dapat diperoleh dari paparan sinar matahari, susu yang terfortifikasi, ikan salmon dan ikan sarden. Vitamin D berperan dalam menjaga perkembangan tulang dan gigi janin, serta kesehatan kulit dan penglihatan ibu.

    • Vitamin B6

    Selama hamil, ibu membutuhkan 1,9 mg vitamin B6 yang berperan dalam membentuk sel darah merah. Vitamin B6 dapat Sahabat Sehat peroleh dari daging dan hati sapi, daging babi, daging asap, sereal gandum utuh, dan pisang.

    • Vitamin B12

    Peranan vitamin B12 bagi tubuh yaitu dalam proses pembentukan sel darah merah, serta menjaga kesehatan sistem saraf. Ibu hamil membutuhkan vitamin B12 sebanyak 2,6 mcg per hari, yang dapat diperoleh dari daging sapi, ikan, unggas, dan susu.

    • Asam Folat

    Untuk mencegah kelainan bawaan otak dan tulang belakang janin serta mendukung perkembangan janin, Ibu hamil memerlukan asam folat sebesar 600 mcg per hari. Sahabat Sehat dapat memperoleh asam folat dari sereal yang terfortifikasi, roti, pasta, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan jus jeruk. Jika Sahabat Sehat baru merencanakan kehamilan, dianjurkan mengkonsumsi 400 mcg asam folat per hari sebagai persiapan sebelum hamil.

    Baca Juga : 10 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai jenis vitamin dan mineral yang penting bagi ibu hamil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan multivitamin selama dirumah, segera manfaatkan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi :

    1. The American College of Obstetricians and Gynaecologists. Nutrition During Pregnancy [Internet]. USA : The American College of Obstetricians and Gynaecologists. 2021 [updated 2021 March; cited 2021 July 21]. Available from : https://www.acog.org/womens-health/faqs/nutrition-during-pregnancy

    National Health Service. Vitamins, supplements and nutrition in pregnancy [Internet]. USA : National Health Service. 2020 [updated 2020 Feb 14; cited 2021 July 21]. Available from : https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/vitamins-supplements-and-nutrition/

    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, tercatat per 6 Juli 2021 sejumlah 1.066 orang tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19 yang terdiri dari 405 orang dokter, 339 orang perawat, serta 166 orang bidan.1 Seiring meningkatnya angka tenaga kesehatan yang meninggal akibat […]

    Vaksin Moderna, Vaksin Dosis Ke-3 Tenaga Kesehatan ? Cek Faktanya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    harga vaksin covid-19, harga vaksin corona

    Sahabat Sehat, tercatat per 6 Juli 2021 sejumlah 1.066 orang tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19 yang terdiri dari 405 orang dokter, 339 orang perawat, serta 166 orang bidan.1 Seiring meningkatnya angka tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19, maka Pemerintah merencanakan pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga bagi tenaga kesehatan. Nah Sahabat Sehat, mari simak fakta berikut mengenai vaksin Covid-19 produksi Moderna yang rencananya akan diberikan bagi tenaga kesehatan.

    Vaksin Moderna Tiba Di Indonesia

    Pemerintah telah mencanangkan pemberian vaksin Covid-19 dosis ke 3 bagi tenaga kesehatan dengan menggunakan Vaksin Moderna yang telah didatangkan dari Amerika Serikat sebanyak 3 juta dosis. Diharapkan pemberian vaksin Covid-19 dosis ke 3 dapat meningkatkan angka kesembuhan tenaga medis yang terpapar Covid-19, meskipun seluruh tenaga medis di Indonesia sebelumnya telah mendapatkan 2 dosis vaksin Covid-19.2

    Vaksin Covid-19 produks Moderna merupakan salah satu vaksin yang direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization) dan telah disetujui penggunaannya pada 25 Januari 2021 bersama dengan vaksin lainnya yaitu Pfizer/BioNTech pada 31 Desember 2020, AstraZeneca/Oxford pada 15 Februari 2021, Johnson & Johnson pada 12 Maret 2021, serta Sinovac yang akhir-akhir ini baru disetujui untuk penggunaan darurat.3

    Baca Juga : Efek Samping Vaksin Covid-19

    Peran Vaksin Covid-19

    Menurut WHO, vaksinasi merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah mewabahnya suatu penyakit sebab membantu sistem daya tahan tubuh mengenali dan melawan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

    Vaksin Covid-19 tersusun dari bagian tubuh virus yang telah dilemahkan atau dimatikan, untuk merangsang terbentuknya antibodi atau daya tahan tubuh alami. Apabila virus SARS-COV-2 masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan alami tubuh telah mengenali dan melawan virus yang masuk kedalam tubuh.4

    Bagaimana Cara Kerja Vaksin Moderna ?

    Vaksin Moderna terbuat dari materi genetik virus SARS-COV-2, yaitu mRNA. Vaksin ini memiliki nama resmi mRNA-1273 Vaccine yang dibuat oleh perusahaan bioteknologi Moderna asal Cambridge, Massachusetts.5

    Sama seperti Vaksin Pfizer, Vaksin Moderna menggunakan materi genetik MRNA yang masih terbilang baru untuk dikembangkan. Vaksin mRNA dapat mengkopi protein spike pada virus Covid-19. Setelah disuntikkan, sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi terhadap protein spike virus Covid-19.5,6

    Keunggulan Vaksin Moderna

    Sahabat Sehat, Vaksin Moderna dianggap lebih unggul dibandingkan vaksin jenis mRNA lainnya karena prosedur penyimpanannya yang dianggap lebih mudah. Jika Vaksin Pfizer membutuhkan penyimpanan rantai dingin (Cold Chain) yang menggunakan lemari ultra dingin, maka Vaksin Moderna hanya membutuhkan lemari pendingin rumahan dengan suhu minus 20 derajat Celcius saja. Selain itu, Vaksin Moderna dapat disimpan selama 30 hari sebelum masa kadaluarsa vaksin.6

    Layanan terkait : Rapidtest Covid19

    Bagaimana Efektivitas Vaksin Moderna ?

    Berdasarkan uji klinis yang dilakukan pada subjek berusia 18 tahun keatas, Vaksin Moderna memiliki efektivitas mencapai 94,1% bila diberikan sebanyak 2 dosis penyuntikan. Sekitar 22% subjek yang mengikuti uji klinis vaksin paling tidak memiliki satu riwayat penyakit komorbid seperti penyakit paru, penyakit jantung, obesitas, diabetes, penyakit hati dan HIV. 

    Sebanyak 82% subjek penelitian tersebut bekerja dengan paparan tinggi terhadap virus Covid-19, dan 25% diantaranya adalah tenaga medis. Oleh karena itu, penggunaan vaksin Moderna dikatakan cukup aman dan efektif untuk digunakan.6

    Bagaimana Keamanan Vaksin Moderna ?

    Sahabat Sehat, vaksin Moderna dilakukan dengan cara disuntikan melalui otot (Intramuscular). Efek samping yang dilaporkan setelah penyuntikan terjadi dalam beberapa hari, seperti nyeri di tempat suntikan, kelelahan, nyeri kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, bengkak pada kelenjar getah bening, mual dan muntah serta demam.7 

    Layanan terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen in Clinic

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa fakta menarik mengenai vaksin Moderna yang rencananya akan digunakan sebagai vaksin Covid-19 dosis ketiga bagi tenaga kesehatan. Meski sudah divaksin, Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta membatasi mobilisasi.

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Annur C. Lebih dari Seribu Tenaga Kesehatan RI Meninggal akibat Covid-19 [Internet]. Indonesia : Data Boks. 2021 [updated 2021 July 06; cited 2021 July 15]. Available from: https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/07/06/lebih-dari-seribu-tenaga-kesehatan-ri-meninggal-akibat-covid-19
    2. Antara. Kedatangan 3 Juta Lebih Vaksin Moderna Diharapkan Semangati Tenaga Kesehatan [Internet]. Indonesia : Tempo. 2021 [updated 2021 July 12; cited 2021 July 15]. Available from: https://bisnis.tempo.co/read/1482290/kedatangan-3-juta-lebih-vaksin-moderna-diharapkan-semangati-tenaga-kesehatan
    3. World Health Organization. WHO lists additional COVID-19 vaccine for emergency use and issues interim policy recommendations [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 May 07; cited 2021 July 15]. Available from: https://www.who.int/news/item/07-05-2021-who-lists-additional-covid-19-vaccine-for-emergency-use-and-issues-interim-policy-recommendations
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Understanding How COVID-19 Vaccines Work [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 May 27; cited 2021 July 15]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/how-they-work.html
    5. Katella K. Comparing the COVID-19 Vaccines: How Are They Different? [Internet]. USA : Yale Medicine. 2021 [updated 2021 July 14; cited 2021 July 16]. Available from: https://www.yalemedicine.org/news/covid-19-vaccine-comparison
    6. Centers for Disease Control and Prevention. Information about the Moderna COVID-19 Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 11; cited 2021 July 16]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/Moderna.html
    7. US Food and Drug Administration. Moderna COVID-19 Vaccine [Internet]. USA : US Food and Drug Administration. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 16]. Available from: https://www.fda.gov/emergency-preparedness-and-response/coronavirus-disease-2019-covid-19/moderna-covid-19-vaccine 
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja