Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 1–10 of 634 results

  • Maraknya pandemi COVID-19 yang masih belum mereda di Indonesia membuat masyarakat ingin mengecek status kesehatan mereka. Bahkan banyak yang membeli rapid test yang dijual online untuk melakukan tes secara mandiri. Apakah Sobat perlu melakukan rapid test secara mandiri? Bolehkah dilakukan sendiri? Rapid test merupakan sebuah pemeriksaan skrining awal untuk mendeteksi antigen maupun antibodi yaitu IgM […]

    Kapan & Di Mana Bisa Rapid Test Mandiri?

    Maraknya pandemi COVID-19 yang masih belum mereda di Indonesia membuat masyarakat ingin mengecek status kesehatan mereka. Bahkan banyak yang membeli rapid test yang dijual online untuk melakukan tes secara mandiri. Apakah Sobat perlu melakukan rapid test secara mandiri? Bolehkah dilakukan sendiri?

    Rapid test merupakan sebuah pemeriksaan skrining awal untuk mendeteksi antigen maupun antibodi yaitu IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Tipe rapid test yang lebih sering dijumpai adalah yang mendeteksi antibodi melalui sampel darah. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh sebagai respon bila terdapat paparan virus corona. Pembentukan antibodi membutuhkan waktu sekitar beberapa hari hingga minggu, dipengaruhi oleh faktor usia, status gizi, tingkat keparahan penyakit, konsumsi obat-obatan sebelumnya, dan penyakit sebelumnya yang dapat memengaruhi sistem imun.

    Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Namun, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona. Peristiwa ini dikenal juga sebagai false negative, oleh karena itu jika hasilnya negatif maka pemeriksaan rapid test perlu diulang 7-10 hari setelahnya. Bila hasil test Sobat positif, tidak perlu panik terlebih dahulu, terdapat juga peristiwa false positive karena rapid test mendeteksi antibodi terhadap coronavirus jenis lain, bukan yang menyebabkan COVID-19.  Jadi pemeriksaan rapid test ini hanyalah digunakan sebagai pemeriksaan skrining atau penyaring awal saja bukan pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi COVID-19. Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus, adalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) karena pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona.1,2

    Perlu diketahui, rapid test hanya dilakukan kepada orang yang berisiko tertular COVID-19. Sehingga tidak semua orang perlu melakukan pemeriksaan ini. Rapid test corona direkomendasikan untuk:

    • Orang Tanpa Gejala (OTG), terutama yang pernah melakukan kontak minimal 7 hari dari pasien positif COVID-19.
    • Orang Dalam Pemantauan (ODP), yaitu seseorang yang mengalami demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.
    • Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yaitu seseorang dengan demam (³38oC) atau riwayat demam, serta gejala gangguan sistem pernapasan seperti batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan, pilek, gejala pneumonia ringan hingga berat dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal baik di luar maupun dalam negeri.
    • Profesi yang mengharuskan kontak dengan banyak orang seperti petugas kesehatan, polisi, tentara petugas kurir, dan lainnya.2

    Meski prosedurnya terlihat mudah dan kit pemeriksaan sudah bisa didapatkan online, pemeriksaan rapid test sebaiknya tetap dilakukan dibawah pengawasan petugas kesehatan karena setelah pengambilan sampel, perlu dilakukan pencatatan dan pelaporan kasus sesuai dengan pedoman penatalaksanaan COVID-19 yang berlaku di Indonesia. Selain itu, petugas kesehatan juga dapat mengarahkan apa yang harus dilakukan setelah mendapatkan hasil pemeriksaan. Kit rapid test yang beredar bebas dikalangan masyarakat pun tidak semuanya memenuhi standar yang diakui oleh pemerintah Indonesia, ketika pemeriksaan ini dilakukan menggunakan alat yang tidak valid, maka bisa timbul hasil false negative yang tinggi, hal ini bisa jadi sangat berbahaya. Orang yang menerima hasil false negative mungkin akan merasa tidak terinfeksi sehingga tidak melakukan pencegahan penyebaran virus Corona. 2,3

    Pemeriksaan rapid test yang disarankan tetap dilakukan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit pemerintah maupun swasta. Selain di rumah sakit, untuk mengurangi paparan terhadap kuman penyakit, pemeriksaan rapid test sekarang juga sudah bisa dilakukan melalui bantuan aplikasi kesehatan dan juga pemeriksaan drive thru seperti layanan yang dimiliki ProSehat. Dengan bantuan aplikasi kesehatan, maka Sobat dapat membuat penjadwalan rapid test terlebih dahulu sehingga tidak perlu repot-repot mengantri. Pengambilan sampel juga seringkali dengan menggunakan metode drive thru jadi Sobat tidak perlu turun dari mobil. Pemeriksaan ini tentunya juga tetap dilakukan dibawah pantauan dan arahan petugas kesehatan.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Advice on the use of point-of-care immunodiagnostic tests for COVID-19 [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/advice-on-the-use-of-point-of-care-immunodiagnostic-tests-for-covid-19
    2. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    3. Azizah KN. Marak Rapid test Corona Mandiri, Bolehkah Dilakukan Sendiri? [Internet]. detikHealth. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4977547/marak-rapid-test-corona-mandiri-bolehkah-dilakukan-sendiri

     

     

     

    Read More
  • Demi menekan penyebaran COVID-19, pemerintah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak bulan April 2020 dan masih terus diperpanjang hingga bulan Juni 2020. Namun, PSBB juga berdampak pada ekonomi masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang harus tetap keluar rumah untuk mencari nafkah. Ditambah lagi, pemberlakuan PSBB membuat izin keluar-masuk Jakarta diperketat sehingga akses […]

    Bagaimana Cara Mendapat Surat Keterangan Bebas Corona?

    Demi menekan penyebaran COVID-19, pemerintah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak bulan April 2020 dan masih terus diperpanjang hingga bulan Juni 2020. Namun, PSBB juga berdampak pada ekonomi masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang harus tetap keluar rumah untuk mencari nafkah. Ditambah lagi, pemberlakuan PSBB membuat izin keluar-masuk Jakarta diperketat sehingga akses transportasi menjadi lebih sulit. Namun sebentar lagi PSBB akan berakhir dan berganti menjadi New Normal. The New Normal adalah adaptasi gaya hidup, yaitu dengan tetap menjalankan aktivitas normal, namun disertai penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran COVID-19.

    Dengan diberlakukannya gaya hidup The New Normal, pemerintah telah mengizinkan transportasi umum darat, laut, dan udara untuk beroperasi. Tentunya, perizinan tersebut hanya boleh dilakukan untuk masyarakat yang memiliki urusan penting seperti perjalanan dinas lembaga pemerintah/swasta, perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, perjalanan masyarakat yang anggota keluarga intinya meninggal dunia, dan repatriasi pekerja migran, WNI, dan pelajar yang berada di luar negeri, (repratiasi: pemulangan kembali orang ke tanah airnya/ke negeri asalnya), serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah.1 Perlu diingat bahwa transportasi umum yang beroperasi tidak diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mudik karena larangan mudik selama PSBB masih tetap berlangsung. Namun, masyarakat perlu mengetahui bahwa diikuti dengan berbagai syarat ketat, salah satunya adalah surat yang menunjukkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan tes PCR/rapid test atau surat keterangan sehat dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, atau Klinik.

    Sayangnya, kebijakan ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum tersebut menjual surat bebas COVID-19 melalu platform online shop dengan harga beberapa puluh ribu.4 Bahkan surat ini telah dibubuhi dengan kop Rumah Sakit ternama, yang kemudian membantah pengeluaran surat palsu yang telah beredar.

    Oleh karena itu, untuk menghindari penggunaan surat bebas COVID-19 palsu, Sobat perlu mengetahui cara mendapat surat keterangan bebas corona yang sah. Caranya adalah dengan melakukan rapid test yang telah tersedia di rumah sakit pemerintah, rumah sakit rujukan COVID-19, puskesmas, dan beberapa perusahaan swasta yang dapat dilakukan secara gratis.9 Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa rapid test baru akan menunjukan hasil positif jika tubuh kita telah membentuk antibodi.6 Jika rapid test dilakukan sebelum antibodi terbentuk, maka hasil tes dapat menunjukan negatif palsu yang berarti orang tersebut telah terinfeksi virus corona namun belum menghasilkan antibodi sehingga memperlihatkan hasil tes yang negatif. Metode deteksi swab test merupakan metode yang lebih akurat dalam mendeteksi virus corona5 dan Sobat juga dianjurkan untuk melakukan swab test jika hendak bepergian keluar kota.

    Banyak masyarakat yang mengira bahwa surat yang didapat setelah melakukan rapid test adalah ‘Surat Bebas Corona’. Hal ini merupakan anggapan yang keliru di masyarakat karena yang akan didapatkan oleh pasien adalah adalah surat keterangan sehat disertai hasil rapid test yang negatif, bukan ‘Surat Bebas Corona’. Terlebih lagi, surat keterangan sehat itu harus bersifat baru dan dikeluarkan maksimal 7 hari sebelum tanggal keberangkatan.3

    Meskipun telah mendapat hasil negatif pada rapid test, Sobat dhimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, yakni mengenakan masker saat keluar rumah, serta sering mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer.7 Upaya pencegahan penyebaran COVID-19 seperti larangan menyentuh area wajah terutama mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang kotor, penerapan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam serta menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi juga harus diterapkan.

    Terakhir, perlu diingat bahwa surat keterangan sehat dan hasil rapid test negatif yang dijadikan syarat oleh pemerintah untuk keluar kota adalah salah satu cara untuk melindungi Sobat dan masyarakat sekitar dari penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, pastikan Sobat mendapatkan surat keterangan sehat sesuai prosedur resmi dan aturan yang berlaku. Sobat juga dapat menghubungi ProSehat untuk mengurus surat keterangan sehat tersebut.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Fenyta Christyani

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Putra, P. (2020). Ingin Berpergian ke Luar Kota saat PSBB Corona Covid-19, Ini Syaratnya. Retrieved 28 May 2020, from https://www.liputan6.com/news/read/4250951/ingin-berpergian-ke-luar-kota-saat-psbb-corona-covid-19-ini-syaratnya
    2. Media, K. (2020). Sering Disebut-sebut, Apa Itu New Normal?. Retrieved 19 May 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/16/164600865/sering-disebut-sebut-apa-itu-new-normal-
    3. Ingat, Surat Keterangan Sehat Bebas Covid-19 itu Ada Masa Berlakunya Lho – Wartakota Travel. (2020). Retrieved 28 May 2020, from https://wartakotatravel.tribunnews.com/2020/05/07/ingat-surat-keterangan-sehat-bebas-covid-19-itu-ada-masa-berlakunya-lho
    4. Media, K. (2020). Sejumlah Fakta Terkait Jual Beli Surat Bebas Covid-19 via Online. Retrieved 28 May 2020, from https://megapolitan.kompas.com/read/2020/05/15/08014951/sejumlah-fakta-terkait-jual-beli-surat-bebas-covid-19-via-online
    5. Cassaniti, I., Novazzi, F., Giardina, F., Salinaro, F., Sachs, M., & Perlini, S. et al. (2020). Performance of VivaDiag COVID‐19 IgM/IgG Rapid Test is inadequate for diagnosis of COVID‐19 in acute patients referring to emergency room department. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25800
    6. Memahami cara kerja rapid test COVID-19 yang hasilnya bisa tidak akurat. (2020). Retrieved 28 May 2020, from https://theconversation.com/memahami-cara-kerja-rapid-test-covid-19-yang-hasilnya-bisa-tidak-akurat-135211
    7. Media, K. (2020). Pemerintah: New Normal adalah Perubahan Budaya, Bukan Pelonggaran PSBB. Retrieved 19 May 2020, from https://nasional.kompas.com/read/2020/05/19/07422531/pemerintah-new-normal-adalah-perubahan-budaya-bukan-pelonggaran-psbb
    8. Media, K. (2020). Hal-hal yang Harus Kita Pahami soal New Normal… Halaman all – Kompas.com. Retrieved 19 May 2020, from https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/19/082622465/hal-hal-yang-harus-kita-pahami-soal-new-normal?page=all#page3
    9. Yunita, N. (2020). Daftar Lokasi Tes Rapid Test dan PCR COVID-19. Retrieved 29 May 2020, from https://news.detik.com/berita/d-5016162/daftar-lokasi-tes-rapid-test-dan-pcr-covid-19

     

    Read More
  • Selama masa pandemi akibat penyebaran virus corona menyebabkan kita tidak bisa keluar rumah karena pemerintah membuat aturan untuk tetap tinggal di dalam rumah serta menghindari pusat-pusat keramaian, baik itu pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan juga tempat pelayanan kesehatan. Banyak sekali Sobat yang menunda rencana atau kegiatan yang harusnya dilakuan, termasuk beberapa Sobat yang memiliki buah […]

    Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Selama masa pandemi akibat penyebaran virus corona menyebabkan kita tidak bisa keluar rumah karena pemerintah membuat aturan untuk tetap tinggal di dalam rumah serta menghindari pusat-pusat keramaian, baik itu pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan juga tempat pelayanan kesehatan. Banyak sekali Sobat yang menunda rencana atau kegiatan yang harusnya dilakuan, termasuk beberapa Sobat yang memiliki buah hati untuk mambawanya ke fasilitas kesehatan guna mendapatkan imunisasi yang telah dijadwalkan. Lalu, apakah dalam masa pandemi seperti ini imunisasi masih wajib untuk dilakukan Si Kecil atau lebih baik ditunda saja?

    Sesuai dengan anjuran KEMENKES RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia) dan juga Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa pada masa pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, pelayanan imunisasi merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang tetap menjadi prioritas wajib untuk dilaksanakan sesuai jadwal, terutama bagi anak yang rentan tehadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (misalnya vaksin Hepatitis, Polio dan Difteri).

    Berikut ini jadwal imunisasi pada Si Kecil:

    Usia 0 bulan    : Vaksin Hepatitis B ke-0 + Vaksin Polio Oral (tetes) ke-0
    Usia 1 bulan    : Vaksin BCG
    Usia 2 bulan    : Vaksin Pentavalen ke-1 (DPT + Hepatitis B + Haemophilus influenzae b atau Hib) + Vaksin Polio Oral (tetes) ke-1
    Usia 3 bulan    : Vaksin Pentavalen ke-2 + Vaksin Polio Oral (tetes) ke-2
    Usia 4 bulan    : Vaksin Pentavalen ke-3 + Vaksin Polio Oral (tetes) ke-3 + Vaksin Polio Suntik
    Usia 9 bulan    : Vaksin Campak (MR) ke-1
    Usia 18 bulan  : Vasin Pentavalen ke-4 + Vaksin Polio Oral (tetes) ke-4 + Vaksin Campak (MR) ke-2.1

    Rumah Sakit, Puskesmas, serta Klinik merupakan fasilitas umum yang biasa dikunjungi oleh orang sakit untuk datang berobat, sehingga ini menimbulkan kecemasan saat ingin membawa Si Kecil untuk melakukan imunisasi.1 Pelayanan imunisasi di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Klinik dan Rumah Sakit masih dapat dilakukan dengan menerapkan:

    1. Pilih fasilitas kesehatan yang paling dekat dengan rumah tinggal.
    2. Menjaga jarak antrian 1-2 meter dengan pasien lainnya.
    3. Menggunakan masker, baik untuk pengantar dan Si Kecil.
    4. Memastikan Si Kecil dalam kondisi sehat saat diimunisasi. Jika Si Kecil mengalami demam, batuk, pilek, diare dan riwayat kontak dengan pasien OTG (Orang tanpa Gejala), ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), maka segera untuk melapor ke petugas kesehatan untuk menunda jadwal imunisasi dan membuat jadwal kembali saat Si Kecil sudah dalam kondisi sehat.
    5. Memastikan Si pengantar juga dalam kondisi sehat dan tanpa riwayat kontak dengan pasien COVID-19.
    6. Datang sesuai jadwal imunisasi yang telah ditentukan oleh petugas kesehatan (petugas kesehatan akan mengatur jadwal kunjungan dengan tujuan agar pasien tidak terlalu ramai).
    7. Pada saat tiba di fasilitas kesehatan, segera cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer sebelum masuk ke dalam ruang imunisasi.
    8. Segera pulang ke rumah setelah vaksin selesai.
    9. Sesudah pelayanan imunisasi selesai, segera cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer dan segera pulang ke rumah.
    10. Segera membersikan diri atau mandi dan cuci rambut serta mengganti semua kain/linen anak dan pengantar (pakaian, bedong, gendongan) dan lain–lain yang dibawa ke fasilitas kesehatan.1-5

    Walaupun ditengah pandemi COVID-19, Sobat harus tetap membawa Si Kecil untuk diimunisasi katena vaksin BCG, Polio, DPT, Hepatitis B, Hib, Campak (MR) harus tetap dilakukan sesuai jadwal. Namun, apabila terpaksa ditunda maka maksimal mundur 2 minggu dari jadwal yang relah ditetapkan. Namun, apabila Si Kecil sedang tidak sehat atau adanya riwayat kontak dengan pasien COVID-19 (OTG, ODP atau PDP) maka imunisasi dapat ditunda sampai masa karantina selesai.1,2,4,5

    Melakukan imunisasi Si Kecil baik di Puskesmas, Klinik maupun Rumah Sakit masih dapat dikatakan aman apabila Sobat memperhatikan anjuran-anjuran dari KEMENKES RI diatas.

    Apabila Anda khawatir membawa Si Kecil utuk melakukan imunisasi di fasilitas kesehatan namun tidak mau menunda jadwal imunisasinya, disarankan untuk melaksanakan imunisasi di rumah dengan menghubungi petugas kesehatan untuk datang ke rumah. Seperti saat ini sudah kita kenal dengan nama telemedicine atau layanan kesehatan digital, salah satunya termasuk layanan imunisasi, baik bagi anak maupun dewasa. Apabila imunisasi dilakukan di rumah, tentu saja lebih aman dibandingkan imunisasi di tempat layanan kesehatan umum karena meminimalkan kontak dengan orang banyak sehingga Sobat tidak perlu khawatir Si Kecil akan terpapar dengan virus. 4,5

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Achmad, dr Y. Petunjuk Tehnis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemi COVID 19. Jakarta: KEMENKES RI – GERMAS; 2020.
    2. Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. Who.int. 2020 [cited 29 May 2020]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/covid19/tanya-jawab-imunisasi-dalam-konteks-pandemi-covid-19-16-april-2020.pdf?sfvrsn=66813218_2
    3. PAHO urges countries to maintain vaccination during COVID-19 pandemic – PAHO/WHO | Pan American Health Organization [Internet]. Paho.org. 2020 [cited 29 May 2020]. Available from: https://www.paho.org/en/news/24-4-2020-paho-urges-countries-maintain-vaccination-during-covid-19-pandemic
    4. Vaccinations and COVID-19: What parents need to know [Internet]. Unicef.org. 2020 [cited 29 May 2020]. Available from: https://www.unicef.org/coronavirus/vaccinations-and-covid-19-what-parents-need-know
    5. Fadhel M. COVID-19 putting routine childhood immunization in danger: UN health agency [Internet]. UN News. 2020 [cited 29 May 2020]. Available from: https://news.un.org/en/story/2020/04/1062712

     

    Read More
  • Pandemi COVID-19 telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, sehingga pemerintah memutuskan untuk mengadakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada sejumlah daerah. Namun dengan berjalannya PSBB, semua kegiatan menjadi terhambat, termasuk perekonomian negara. Dengan situasi seperti ini, perekonomian negara harus tetap berjalan dengan dilakukan langkah-langkah pencegahan. Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor […]

    Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB

    Pandemi COVID-19 telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, sehingga pemerintah memutuskan untuk mengadakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada sejumlah daerah. Namun dengan berjalannya PSBB, semua kegiatan menjadi terhambat, termasuk perekonomian negara. Dengan situasi seperti ini, perekonomian negara harus tetap berjalan dengan dilakukan langkah-langkah pencegahan. Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

    Dengan pengakhiran dari PSBB dan masih berlangsungnya COVID-19, maka Sobat akan menjalankan fase New Normal. Dalam fase ini, Sobat akan menjalani kehidupan normal dengan beberapa perubahan kebiasaan baru. Bagi Sobat yang akan keluar dari rumah dan bekerja ke kantor, beberapa kebiasaan ini penting untuk menjaga kesehatan serta mencegah terinfeksi COVID-19. Berikut adalah beberapa kebiasaan yang perlu Sobat lakukan:

    • Menjaga kesehatan dengan tidur dan nutrisi yang cukup

    Kesehatan merupakan salah satu hal utama yang harus dijaga agar imun tubuh tetap siap dan prima untuk melawan infeksi. Perilaku yang perlu dijaga dan biasanya dianggap remeh adalah pola tidur. Penelitian telah menemukan bahwa dengan tidur yang cukup, regulasi imun tubuh Sobat dapat berjalan dengan baik.2 Para pakar  menyarankan untuk tidur selama minimal 7 jam setiap harinya. Selain itu, nutrisi yang cukup juga penting untuk tubuh dapat menjalankan fungsinya secara baik. Jangan lupa untuk mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.

    • Konsumsi vitamin jika tersedia

    Vitamin memiliki peran penting dalam sistem imun tubuh Sobat. Beberapa vitamin diperlukan untuk proses replikasi sistem imun tubuh dan ada juga yang berfungsi sebagai antioksidan dan membantu enzim tubuh bekerja dengan normal.4 Salah satunya yang mungkin Sobat sering jumpai adalah vitamin C.
    Vitamin C berperan dalam berbagai proses pada sistem imun dan juga berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian juga membuktikan bahwa mengonsumsi vitamin C dapat mencegah infeksi saluran pernapasan.5 Untuk saat seperti ini, dimana pandemi COVID-19 sedang terjadi, jika memungkinkan konsumsilah suplemen yang mengandung vitamin C. Pemberian suplemen vitamin C juga disebutkan dalam peraturan dari Kementerian Kesehatan RI agar para pekerja diberikan suplemen tersebut jika memungkinkan.

    • Menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan kerja

    Kebersihan memang harus selalu dijaga untuk kepentingan bersama, namun saat ini harus dijadikan salah satu prioritas. Dengan ditemukannya proses penularan COVID-19 melalui droplet7 perlu diperhatikan bahwa droplet tersebut dapat tersebar ke benda-benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless steel COVID-19 dapat bertahan hingga 72 jam. Pada kardus dapat bertahan hingga 24 jam sedangkan pada tembaga hanya bertahan hingga 4 jam. WHO merekomendasikan Sobat untuk membersihkan lingkungan kerja seperti meja, telepon, keyboard dengan disinfektan. Selain itu, pastikan juga Sobat menjaga kebersihan pribadi seperti mencuci tangan dengan benar. Sobat dapat menggunakan sabun dengan air mengalir atau hand sainitizer berbasis alkohol.

    • Membiasakan menggunakan masker

    Mungkin ini adalah salah satu kebiasaan yang baru dan sulit Sobat lakukan, yaitu menggunakan masker setiap pergi keluar rumah. Masker mungkin membuat Sobat merasa sesak napas atau tidak nyaman, namun ingat bahwa masker memiliki peran besar dalam mencegah penularan melalui droplet, khususnya jika digunakan oleh orang yang sedang sakit. Saat ini masker sudah tidak sulit untuk dicari, Sobat juga dapat menggunakan masker kain, tapi pastikan untuk mencucinya setiap setelah memakainya agar tidak tumbuh kuman-kuman pada masker tersebut. Saat menggunakan masker, pastikan bagian hidung dan mulut Sobat tertutup dengan rapat.

    Dengan berakhirnya PSBB nanti, Sobat harus bersiap untuk memasuki fase New Normal. Beberapa hal yang dibahas di atas merupakan sebagian kebiasaan yang dapat Sobat lakukan untuk menghadapi fase baru tersebut. Apabila Sobat mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, dan atau sesak napas, konsultasikan segera dengan tenaga kesehatan terdekat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Pencegahan Covid-19 di Tempat Kerja Era New Normal [Internet]. Sehat Negeriku. 2020. Available from: http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200523/5133951/pencegahan-covid-19-tempat-kerja-era-new-normal/
    2. Besedovsky L, Lange T, Born J. Sleep and immune function. Pflüg Arch – Eur J Physiol. 2012 Jan 1;463(1):121–37.
    3. Healthy Sleep Habits and Good Sleep Hygiene [Internet]. Available from: http://sleepeducation.org/essentials-in-sleep/healthy-sleep-habits
    4. Childs CE, Calder PC, Miles EA. Diet and Immune Function. Nutrients [Internet]. 2019 Aug 16;11(8). Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6723551/
    5. Carr AC, Maggini S. Vitamin C and Immune Function. Nutrients. 2017 Nov;9(11):1211.
    6. COVID-19 GTPP. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 – Protokol | Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. Available from: https://covid19.go.id/p/protokol/panduan-pencegahan-dan-pengendalian-corona-virus-disease-2019-covid-19-di-tempat-kerja-perkantoran-dan-industri-dalam-mendukung-keberlangsungan-usaha-pada-situasi-pandemi
    7. Shereen MA, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: Origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. J Adv Res. 2020 Jul 1;24:91–8.
    8. van Doremalen N, Bushmaker T, Morris DH, Holbrook MG, Gamble A, Williamson BN, et al. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. N Engl J Med. 2020 Apr 16;382(16):1564–7.
    9. advice-for-workplace-clean-19-03-2020.pdf [Internet]. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/advice-for-workplace-clean-19-03-2020.pdf
    Read More
  • Pemerintah telah menetapkan kebijakan kerja dari rumah semasa pandemi COVID-19 untuk mengurangi rantai penularan penyakit ini. Namun, terdapat sejumlah profesi yang masih mengharuskan karyawan untuk tetap bekerja di kantor. Untuk mengetahui cara pencegahan yang benar, Sobat sebaiknya juga mengenal cara penularan virus tersebut, yaitu melalui percik renik yang keluar saat seseorang sedang batuk atau bersin, […]

    Cara Mengendalikan Laju COVID-19 di Lingkungan Kantor

    Pemerintah telah menetapkan kebijakan kerja dari rumah semasa pandemi COVID-19 untuk mengurangi rantai penularan penyakit ini. Namun, terdapat sejumlah profesi yang masih mengharuskan karyawan untuk tetap bekerja di kantor. Untuk mengetahui cara pencegahan yang benar, Sobat sebaiknya juga mengenal cara penularan virus tersebut, yaitu melalui percik renik yang keluar saat seseorang sedang batuk atau bersin, percik renik ini bisa menyebar lalu terjatuh ke permukaan benda seperti meja, kursi, atau benda lainnya dalam radius sekitar 1 meter. Seseorang bisa tertular bila percik renik tersebut terhirup oleh orang lain, atau bila seseorang memegang permukaan benda yang sudah terkena percik renik lalu orang tersebut memegang bagian wajah seperti mata, hidung, dan mulut. Berikut adalah cara untuk mencegah penularan COVID-19 di lingkungan kantor:

    1. Membiasakan cuci tangan bagi pekerja, sebaiknya disediakan tempat khusus untuk mencuci tangan serta hand rub berbahan dasar alkohol di lingkungan kantor. Biasakan untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yang bersih selama minimal 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan sudah tercuci dengan bersih, termasuk telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, dan kuku. Mencuci tangan sebaiknya dilakukan setelah batuk dan bersin, sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, dan bila tangan terlihat kotor. Hindari menyentuh wajah, baik sebelum maupun sesudah cuci tangan.
    2. Membiasakan etika batuk dan bersin yang benar, gunakan tisu atau bagian lipat dalam siku untuk menutup hidung dan mulut saat batuk maupun bersin, jangan gunakan tangan. Tisu yang digunakan sebaiknya segera dibuang ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya. Untuk orang yang tidak bergejala disarankan untuk menggunakan masker kain setiap harinya.
    3. Tetap menjaga jarak dengan orang lain, jagalah jarak minimal 1 meter dari orang lain. Hindari kontak fisik dengan orang lain, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala, atau membungkuk.
    4. Jaga kebersihan benda atau peralatan kantor yang sering digunakan, bersihkan barang-barang yang digunakan setiap hari dengan air dan sabun bila terlihat kotor secara kasat mata, lalu bersihkan dengan disinfektan secara rutin benda-benda yang sering disentuh seperti meja, gagang pintu, handphone, keyboard, dan keran air.
    5. Membatasi pertemuan orang dalam jumlah banyak, sebelum melakukan pertemuan sebaiknya memastikan terlebih dahulu apakah pertemuan perlu dilakukan secara langsung atau dapat digantikan melalui bantuan media online (teleconference), serta membatasi jumlah orang yang berada dalam satu ruangan kantor, bila memang diperlukan pertemuan langsung sebaiknya dilakukan di ruangan berventilasi baik, dengan tetap menjaga jarak minimal 1 meter dan menggunakan masker.
    6. Secara aktif mengingatkan karyawan yang sakit untuk tetap di rumah, karyawan yang memiliki gejala atau kontak erat dengan penderita sebaiknya memberitahu atasannya dan dianjurkan untuk tetap di rumah. Serta dilakukan skrining kesehatan setiap harinya sebelum karyawan atau pelanggan masuk ke dalam gedung kantor, seperti mengukur suhu tubuh dan menanyakan gejala, bila ada yang tidak memenuhi syarat maka segera berikan masker bedah dan diarahkan untuk tetap di rumah.
    7. Mengetahui tata cara pencegahan dan pengendalian virus sepulang dari kantor, setelah pulang dari kantor, lepas masker kain dari bagian belakang, setelah itu masker kain segera dicuci dan dikeringkan di tempat yang telah disediakan. Letakan kunci, dompet, dan tas di tempat di luar kamar Sobat. Lepaskan baju dan rendam dengan deterjen. Hindari memegang benda lainnya di dalam rumah Sobat, segera mandi dan bersihkan badan.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    2. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    3. World Health Organizaton. Getting your workplace ready for COVID-19 [Internet]. 2020. Available from: https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/getting-workplace-ready-for-covid-19.pdf
    4. Hand Hygiene to Prevent Infections – Journal of PeriAnesthesia Nursing [Internet].]. Available from: https://www.jopan.org/article/S1089-9472(17)30247-2/fulltext
    5. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Interim Guidance for Businesses and Employers [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/guidance-business-response.html

     

    Read More
  • Tidak hanya anak, orang dewasa juga seringkali enggan untuk berhubungan dengan jarum suntik. Walaupun Sobat sudah pernah mendapatkan vaksinasi lengkap saat masih kecil, perlu diketahui bahwa orang dewasa juga butuh vaksinasi karena ada beberapa jenis vaksin tertentu yang masih harus diberikan sebagai booster (penguat) dalam jangka waktu beberapa tahun setelah pemberian terakhir. Setidaknya ada 15 […]

    Apa Keuntungan Perusahaan Memberikan Benefit Vaksinasi Bagi Karyawan Kantor?

    Tidak hanya anak, orang dewasa juga seringkali enggan untuk berhubungan dengan jarum suntik. Walaupun Sobat sudah pernah mendapatkan vaksinasi lengkap saat masih kecil, perlu diketahui bahwa orang dewasa juga butuh vaksinasi karena ada beberapa jenis vaksin tertentu yang masih harus diberikan sebagai booster (penguat) dalam jangka waktu beberapa tahun setelah pemberian terakhir.

    Setidaknya ada 15 kasus penyakit menular yang dapat terjadi pada pekerja (karyawan) yang bisa dicegah oleh vaksinasi. Penyakit menular pada pekerja dapat menyebar melalui individu dan komunitas melalui kontak fisik, makanan, cairan tubuh, darah, serangga/binatang, dan udara. Vaksinasi adalah suatu upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit sampai batas optimal, sehingga bila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut, tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Selain itu, salah satu keuntungan vaksin adalah adanya herd immunity yaitu, suatu kekebalan kelompok yang didapatkan karena sebagian besar orang telah mendapatkan kekebalan melalui imunisasi sehingga tidak terjadi penularan penyakit.

    Suatu profesi mengharuskan seseorang untuk bekerja setiap harinya selama sekian tahun lamanya, hal ini akan memengaruhi jumlah paparan terhadap kuman penyakit yang didapatkan dari tempat kerja. Lambat laun paparan terus-menerus ini akan menimbulkan efek terhadap kesehatan. Sehingga perlu dipertimbangkan pemberian vaksinasi pada pekerja dengan memerhatikan jenis paparan di lingkungan kerja atau proses kerja, risiko penularan, dan status kekebalan tubuh pekerja. Selain itu, terdapat beberapa dasar regulasi yang mengatur pemberian vaksinasi di tempat kerja seperti UU No.1 Tahun 1970 pasal 2 yang berbunyi, “Pemberi kerja mempunyai kewajiban menyediakan layanan kesehatan kerja untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan pekerja” dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 12 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi.

    Tanpa mendapatkan informasi yang lengkap, mungkin vaksinasi untuk melindungi pekerja masih dianggap pemborosan biaya, namun sebenarnya banyak keuntungan yang didapatkan dari sisi upaya pencegahan penularan penyakit yang sebetulnya dapat dicegah dengan vaksinasi dan produktivitas. Berikut adalah keuntungan vaksinasi di lingkungan kantor:

    • Meringankan biaya yang dikeluarkan dengan menurunkan waktu izin karyawan untuk vaksinasi di luar kantor.
    • Meringankan biaya yang dikeluarkan dengan mengurangi jumlah absensi karyawan akibat penyakit dan akan meningkatkan produktivitas kerja.
    • Pencegahan penyakit tertentu akan mencegah keluarga dan lingkungan sekitar untuk ikut terjangkit penyakit (herd immunity), sehingga biaya perawatan pencegahan penyakit akan lebih murah.1,3

    Semua keuntungan yang disebutkan di atas dapat dinilai dengan indikator peningkatan produktivitas dan efisiensi pemberian vaksin berikut ini:

    • Turunnya absensi karena sakit.
    • Meningkatkan moral dan motivasi pekerja dengan memberikan rasa tenang dan nyaman dalam bekerja.
    • Meningkatnya citra perusahaan.
    • Menurunnya biaya berobat.

    Untuk petugas layanan publik, seperti karyawan perkantoran, jenis vaksinasi yang disarankan diberikan oleh perusahaan adalah vaksin terhadap penyakit Influenza, Varicella, Tetanus, Difteri, dan Pertusis (Td/Tdap). Pemberian vaksin influenza sebaiknya diulang setiap setahun sekali, karena virus influenza mudah untuk bermutasi, sehingga isi dari vaksin pun akan berbeda setiap tahunnya, hal ini ditentukan oleh pertimbangan para ahli yang dapat memprediksi jenis virus influenza apa saja yang akan menyebabkan penyakit paling banyak pada tahun itu. Vaksin Varicella melindungi dari penyakit cacar air, penyakit ini sangat mudah menular, sehingga bila Sobat belum pernah terkena cacar air sebelumnya sebaiknya melakukan vaksinasi booster untuk melindungi diri. Penyakit tetanus, difteri, dan pertusis merupakan jenis penyakit yang bisa mematikan. Namun sejak ditemukannya vaksin Tdap ini, kasus kematian akibat tetanus dan difteri telah menurun hingga 99% dan pertusis turun hingga 80%. Oleh karena itu, orang dewasa juga perlu melakukan booster vaksin Td/Tdap ini setiap 10 tahun.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia. Imunisasi untuk Perlindungan dan Upaya Peningkatan Produktivitas Pekerja. I. Jakarta;
    2. Hamborsky J, Kroger A, Wolfe C. Epidemiology and Prevention of Vaccine-preventable Diseases. Centers for Disease Control and Prevention; 2015. 376 p.
    3. Promoting Vaccination in the Workplace | CDC [Internet]. 2019 [cited 2020 May 30]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/business/promoting-vaccines-workplace.htm
    4. Shahrabani S, Benzion U. Workplace Vaccination and Other Factors Impacting Influenza Vaccination Decision among Employees in Israel. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2010 Mar;7(3):853.
    Read More
  • Melalui kanal YouTube Pemrov DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari Kamis, 4 Juni 2020 menyampaikan keputusan bahwa masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) DKI Jakarta kembali diperpanjang. Seperti Sobat ketahui, sebelumnya PSBB pertama kali dijalankan pada 10 April sampai 24 April 2020, lalu diperpanjang dari 24 April sampai 7 Mei dan diperpanjang […]

    PSBB DKI Jakarta Diperpanjang, Hadapi Masa Transisi

    Melalui kanal YouTube Pemrov DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada hari Kamis, 4 Juni 2020 menyampaikan keputusan bahwa masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) DKI Jakarta kembali diperpanjang.

    Seperti Sobat ketahui, sebelumnya PSBB pertama kali dijalankan pada 10 April sampai 24 April 2020, lalu diperpanjang dari 24 April sampai 7 Mei dan diperpanjang lagi hingga 22 Mei. Terakhir, Anies memperpanjang PSBB hingga 4 Juni. Mungkin Sobat bertanya-tanya sampai kapan PSBB akan berakhir?

    Dalam konferensi pers yang dilakukan pada hari ini (4 Juni 2020), Anies tidak menyebut secara pasti perihal tanggal, namun menetapkan bulan Juni sebagai masa transisi. “Saat ini statusnya tidak berubah, tetap PSBB, tapi kita mulai melakukan transisi di bulan Juni, menuju apa? Menuju aman, sehat, produktif,” lanjutnya.

    Anies mengatakan perpanjangan ini dilakukan karena masih ada wilayah memiliki angka kasus positif yang masih tinggi. Secara umum grafik penularan Covid-19 di Jakarta memang menurun. Namun, dari 2.741 RW, masih  ada 66 RW yang masih harus jadi perhatian karena angka penyebarannya cukup tinggi. Adapun persebaran RW yang masih dalam zona merah tersebut ialah wilayah Jakarta Barat ada 15 RW, Jakarta Pusat ada 15 RW, Jakarta Selatan ada 3 RW, Jakarta Utara 15 RW, Jakarta Timur 15 RW di Kepulauan Seribu ada di dua pulau.

    Dalam masa transisi ini, kegiatan sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap dan ada batasan yang harus ditaati. Tahapan jadwal pembukaan masa transisi dibagi menjadi 4 pekan. Pekan pertama adalah tanggal 5-7 Juni, pekan kedua dari 8-14 Juni, pekan ketiga berlangsung sejak 15-21 Juni dan pekan terakhir 22-28 Juni. Fase pertama dilakukan dengan melakukan pelonggaran HANYA atas kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat, serta efek risiko yang terkendali.

    Prinsip Umum Masa Transisi
    – Warga sehat diperbolehkan berkegiatan di luar rumah.
    – Dilarang bepergian bagi warga tidak sehat/bugar.
    – Fasilitas/kegiatan hanya digunakan dengan maksimal 50% kapasitas.
    – Selalu gunakan masker jika berada di luar rumah (denda Rp. 250.000 bagi yang tidak mengenakan masker).
    – Jaga jarak aman 1 meter antar orang.
    – Cuci tangan dengan sabun secara rutin.
    – Menerapkan etika batuk, bersin dengan benar.
    – Untuk kegiatan-kegiatan tertentu, warga lanjut usia, ibu hamil dan anak-anak belum diperbolehkan.

    Inilah Protokol masa transisi PSBB Jakarta:

     

     

     

     

    Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Pemda DKI telah membuat roadmap untuk pembukaan fasilitas-fasilitas publik selama masa transisi tersebut. Ditegaskan oleh Anies, pada akhir Juni setelah fase ini berjalan, Pemprov DKI akan melakukan evaluasi jalannya masa transisi.
    Semoga pandemi ini segera berlalu ya Sobat, agar kita semua bisa beraktivitas kembali tanpa hambatan apapun. Tetap jaga kesehatan Sobat, dan bagi Anda yang membutuhkan produk-produk maupun layanan kesehatan, dapat menghubungi mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Read More
  • Manfaatkan Layanan Chatbot ProSehat di Aplikasi PeduliLindungi

    Dalam keseharian kita yang tidak bisa lepas dari gadget, tentulah beragam aplikasi cukup memudahkan kebutuhan saat masa pandemi corona. Salah satu aplikasi kesehatan yang bisa Sobat manfaatkan adalah PeduliLindungi. Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi dari Kementerian Kominfo, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB), serta operator telekomunikasi, yang berguna untuk menanggulangi dan mencegah pandemi virus corona.

    Aplikasi PeduliLindungi dapat memandu jarak dan mengidentifikasi individu suspect Covid-19. Selain itu, membantu setiap orang melakukan tracing (penelusuran), tracking (pelacakan), dan fencing (pengurungan) terhadap warga yang diduga mengidap Covid-19. Aplikasi tersebut mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita COVID-19 dapat dilakukan.

    Pengguna PeduliLindungi juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi COVID-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan.

    Cara kerja PeduliLindungi menggunakan data yang diproduksi oleh gadget Sobat dengan bluetooth aktif untuk merekam informasi yang dibutuhkan. Aplikasi ini memudahkan Sobat yang beraktivitas di luar rumah untuk lebih waspada. Namun dengan catatan, seluruh masyarakat baik yang positif, sembuh, dalam pemantauan, maupun sehat, secara jujur memberikan informasi diri masing-masing. Pertukaran data akan terjadi ketika ada gawai lain dalam radius bluetooth atau sekitar 2-5 meter yang terdaftar di PeduliLindungi. Apabila terdeteksi ancaman virus dalam radius dekat, sistem akan menginformasikan ke si pengguna.

    Sobat juga dapat memaksimalkan aplikasi PeduliLindungi dengan layanan chatbot dari ProSehat. Pada bagian teledokter, akan muncul logo ProSehat yang jika Sobat tekan/klik, maka otomatis muncul tampilan chat dengan pilihan menu sebagai berikut:
    1. Skrining & Rapid Test Covid-19
    2. Info Penyakit, Cek Lab dan Imunisasi
    3. Direktori RS
    4. Konsultasi Chat (Dokter)
    5. Tebus Resep (CS)
    6. Pesan Obat Lain/Alat Kesehatan (CS)
    7. Layanan Ke Rumah & Drive Thru (CS)
    8. Tanya CS Tentang Pesanan (CS)

    Selanjutnya Sobat dapat memilih sesuai kebutuhan Anda masing-masing. Misalnya jika Sobat memerlukan informasi skrining atau rapid test, silakan mengetik angka 1. Atau bila Anda membutuhkan informasi penyakit, maka pilihannya ada pada nomor 2, dan seterusnya. Selanjutnya, chatbot asisten Maya akan otomatis menjawab pertanyaan atau layanan yang Sobat inginkan. Tentu lebih praktis dan sangat membantu bukan? Kemudahan seperti ini sungguh amat disayangkan jika tidak digunakan semaksimal mungkin. Sebab dengan peran aktif masyarakat untuk tetap #Dirumahaja, menggunakan aplikasi PeduliLindungi, sudah membantu pemerintah untuk menangani kondisi pandemi penyebaran virus corona saat ini. Salam sehat.

    Read More
  • Prosehat Bekerja Sama dengan Dinkes DKI Didukung Botika untuk “Jakarta Tanggap Covid-19”

    Pandemi corona yang belum berlalu dari Indonesia masih menjadi pusat perhatian. Jakarta, sebagai ibu kota tentu berperan penting melawan virus Covid-19 tersebut. Salah satu gerakan yang dilakukan adalah JAKARTA TANGGAP COVID-19.

    Seksi Data & Informasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI turut berperan serta bersama ProSehat untuk melayani masyarakat dengan layanan chat wa (whatsapp), yang didukung oleh Botika. Seperti diketahui, ProSehat merupakan salah satu platform digital kesehatan di Indonesia, sedangkan Botika adalah perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan anak negeri dan menghadirkan chatbot kesehatan.

    Masyarakat yang ingin mengakses chatbot dapat menghubungi nomor layanan wa 0813-883-76-955. Lewat layanan ini, ada beberapa manfaat yang dapat digunakan. Ketika pertama kali Anda mengakses wa tersebut, maka ada sejumlah pilihan yang ditawarkan yaitu:
    1. Skrining dan Rapid Test COVID-19
    2. Informasi Pemeriksaan Swab
    3. Info RS Rujukan
    4. Manajemen Pasien (Khusus Faskes dan Tenaga Kesehatan)
    5. Konsultasi Chat Dokter (ProSehat)
    6. Pertanyaan lainnya (Posko Dinkes DKI)

    Bagi Anda yang membutuhkan informasi seputar corona akan dilayani langsung oleh Tim Posko Dinas Kesehatan DKI, hingga saat ini sudah ribuan telepon yang masuk. Posko COVID-19 di command center beroperasi selama 24 jam, dengan pembagian tiga shift yang masing-masing diisi oleh enam petugas. Selain nomor kontak 112 dan 119, layanan nomor posko 0813-883-76-955 dapat dihubungi lewat telepon dan whatsapp. Jadi, tak perlu khawatir, meski tengah malam Anda punya pertanyaan atau kebutuhan informasi mengenai COVID-19, tetap mendapat pelayanan.

    Lalu, Anda pun bisa melakukan screening Covid-19, termasuk berkonsultasi pula dengan dokter secara langsung. Layanan chatbot pastinya lebih memudahkan pada era serba teknologi seperti saat ini. Masyarakat hanya tinggal mengetik wa (whatsapp), yang tentunya aplikasi ini sudah menjadi bagian keseharian kita.

    Untuk layanan chatbot dengan fitur screening corona, cara kerjanya dimulai dengan bot memberi pertanyaan umum terkait gejala corona. Kemudian setelah menjawab, Anda akan mendapatkan hasil screening tersebut dan diberi saran untuk hidup sehat serta isolasi mandiri. Selain itu, masyarakat dapat terhubung langsung dengan dokter melalui live chat atau one-on-one video call. Fitur ini memungkinkan para pengguna berkonsultasi langsung dengan dokter tanpa harus keluar rumah. Melalui chatbot, Anda juga dapat mengetahui lokasi rumah sakit rujukan terdekat melalui sharing location via whatsapp messenger.

    Nah, jangan lupa menyimpan nomor ini 0813-883-76-955 ya. Ayo kita lawan penyebaran virus corona dengan tetap waspada dan menjaga kesehatan.

    Read More
  • Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir telah membuat masyarakat menjadi takut, cemas, dan gelisah. Terlebih lagi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran COVID-19 membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Hal ini membuat banyak orang menjadi jenuh dan stres karena tidak bisa pergi jalan-jalan, liburan, dan pulang ke kampung […]

    7 Kiat Mengelola Stres Karena Terbeban Kapan Covid-19 Berakhir

    Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama beberapa bulan terakhir telah membuat masyarakat menjadi takut, cemas, dan gelisah. Terlebih lagi, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna menekan penyebaran COVID-19 membuat masyarakat belajar, bekerja, dan beribadah di rumah. Hal ini membuat banyak orang menjadi jenuh dan stres karena tidak bisa pergi jalan-jalan, liburan, dan pulang ke kampung halaman. Tidak sedikit orang yang telah bertanya-tanya kapankah COVID-19 berakhir dan berharap dapat kembali ke rutinitas semula. Jika Sobat adalah salah satu orang yang mengalami stres dalam menghadapi wabah COVID-19, jangan khawatir, karena berikut adalah 7 tips untuk mengatasi stres akibat pandemi corona.

    1. Batasi dan filter berita

    Mengikuti informasi dan berita terkini mengenai pandemi COVID-19 merupakan hal yang penting. Namun, terkadang berita yang tersebar juga dapat menimbulkan stres dan kegelisahan di kalangan masyarakat. Untuk itu, penting untuk membatasi berita yang dibaca. Terlebih lagi, pastikan berita yang dibaca memilki sumber yang terpercaya agar Sobat terhindar dari penyebaran hoax.

    1. Meditasi

    Penelitian telah membuktikan bahwa meditasi dapat membantu menenangkan pikiran, melatih fokus, dan menghilangkan stres1. Saat seseorang mengalami stres, tubuh melepasakan hormon kortisol yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Meditasi adalah salah satu kegiatan yang dapat dilakukan dimana saja dan dipercaya dapat mengembalikan detak jantung dan tekanan darah kembali normal. Meditasi dapat dilakukan dengan mengatur hembusan napas secara perlahan, sembari membuang pikiran negatif dan stres yang dialami.

    1. Yoga

    Yoga adalah salah satu olahraga simpel yang tidak membutuhkan banyak peralatan. Bahkan, jika tidak memiliki matras yoga, yoga juga dapat dilakukan di tempat tidur. Yoga merupakan bentuk meditasi yang juga terbukti ampuh untuk menghilangkan stres, kegelisahan, dan depresi3. Selain mengatur pernapasan, yoga juga dapat meregangkan otot sehingga menimbulkan efek relaksasi.

    1. Memasak

    Bagi Sobat yang senang berada di dapur, memasak bisa menjadi salah satu aktivitas penghilang stres. Selama masa pandemi COVID-19, banyak content creator yang membagikan resep mudah di media sosial. Mencoba berbagai resep dan berkreasi di dapur dapat mengurangi jenuh selama di rumah.

    1. Membersihkan rumah

    Kebersihan rumah adalah hal penting yang harus tetap dijaga, terutama selama masa pandemi ini. Pembersih desinfektan yang berbahan dasar alkohol dapat membunuh virus yang ada di sekitar dan di dalam rumah. Jangan lupa untuk membersihkan tempat dan barang yang sering dipegang seperti keyboard, saklar lampu, handphone, dan sebagainya.

    1. Membaca buku dan menonton film

    Selain menambah pengetahuan dan mengusir kebosanan selama masa karantina di rumah, membaca buku dan menonton film dapat menjadi aktivitas bermanfaat untuk mengisi waktu luang. Orang yang sering membaca memiliki kemampuan belajar, komunikasi, dan komprehensi yang lebih tinggi dari orang yang jarang membaca5.

    1. Mengasah keterampilan

    Tetap menghasilkan karya selama masa karantina di rumah bisa menjadi salah satu cara mengusir stres. Manfaatkan waktu luang untuk mengasah keterampilan atau hobi yang sudah lama ditinggalkan. Entah itu menjahit, menggambar, menulis, melukis dan sebagainya. Melakukan hal yang disukai dapat mengurangi stres selama di rumah.

    Nah, Sobat itulah sederet tips untuk mengatasi stres selama masa pandemi COVID-19. Daripada stres dan pusing memikirkan kapan COVID-19 akan berakhir, Sobat dapat mencoba berbagai tips di atas untuk mengurangi stres selama masa karantina di rumah.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Fenyta Christyani

    DAFTAR PUSTAKA 

    1. Sharma, H. (2015). Meditation: Process and effects. AYU (An International Quarterly Journal Of Research In Ayurveda)36(3), 233. doi: 10.4103/0974-8520.182756
    2. Ranabir, S., & Reetu, K. (2011). Stres and hormones. Indian journal of endocrinology and metabolism15(1), 18–22. https://doi.org/10.4103/2230-8210.77573
    3. Shohani, M., Badfar, G., Nasirkandy, M. P., Kaikhavani, S., Rahmati, S., Modmeli, Y., Soleymani, A., & Azami, M. (2018). The Effect of Yoga on Stres, Anxiety, and Depression in Women. International journal of preventive medicine9, 21. https://doi.org/10.4103/ijpvm.IJPVM_242_16
    4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    5. Duff, D., Tomblin, J. B., & Catts, H. (2015). The Influence of Reading on Vocabulary Growth: A Case for a Matthew Effect. Journal of speech, language, and hearing research : JSLHR58(3), 853–864. https://doi.org/10.1044/2015_JSLHR-L-13-0310
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja