Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 1–10 of 575 results

  • Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks […]

    Pria, Seks, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks setiap tahunnya. HPV sendiri tidak hanya menyerang wanita saja, akan tetapi pria juga berisiko terinfeksi virus ini.

    Baca Juga: Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV

    HPV sudah menjadi masalah yang sangat serius, tidak hanya untuk wanita tetapi bagi pria juga. Pada wanita, infeksi HPV akan menjadi kanker serviks. Pada Pria, infeksi virus ini menjadi kutil kelamin/Kondiloma akuminata (genital warts). Penularan utamanya 85% melalui hubungan seksual, termasuk melalui oral seks dan anal seks. Penularannya tidak bisa dicegah 100% dengan penggunaan kondom. Hal ini karena penularannya melalui skin to skin contact (melalui gesekan saat hubungan seks).

    Siapa saja yang dapat tertular HPV?

    Pada dasarnya, pria heteroseksual  yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu atau pria yang wanitanya memiliki pasangan seksual lebih dari satu dapat tertular HPV.  Selain itu, ada beberapa golongan resiko tinggi tertular HPV, mereka adalah pria gay dan biseksual yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan pria yang mengalami kondisi penurunan sistem imunitas tubuh, seperti ditemukan pada infeksi HIV- AIDS.

    Baca Juga: Sebelum Menikah Pria Juga Butuh Ini

    HPV memiliki beberapa jenis tipe dan sebagian di antaranya merupakan penyebab masalah di area genital. HPV tipe 16 dan 18 biasanya akan menimbulkan keluhan dan gejala yang berat berujung kanker penis atau kanker anus, sedangkan tipe 6 dan 11 merupakan tipe yang jinak dan penyebab kutil kelamin. Meskipun jinak, tidak boleh dianggap remeh, loh. Hal ini karena angka kekambuhan yang tinggi. Ada juga dokter yang melaporkan kasus kanker di rongga mulut yang disebabkan oleh HPV. Jadi, virus HPV ini tidak hanya berbahaya terhadap wanita saja tetapi pria pun perlu mewaspadainya.

    Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan dengan pencegahan terhadap HPV karena mencegah lebih baik dari mengobati. Pencegahannya adalah dengan menghindari perilaku risiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan lebih dari satu, berhubungan seksual dengan LGBT,  dan yang paling penting adalah vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Menurut rekomendasi dari pusat pengendalian penyakit di Amerika (CDC) vaksinasi HPV  diberikan pada :

    • Semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun
    • Semua pria hingga usia 21 tahun yang belum menerima vaksinasi ini.
    • Semua pria gay, biseksual dan pasien dengan penurunan imunitas tubuh (infeksi HIV) hingga usia 26 tahun.
    • Vaksin ini aman digunakan sampai dengan usia 26 tahun, akan tetapi paling efektif jika diberikan pada usia yang lebih muda

    Menurut rekomendasi IDAI, vaksin HPV sudah dapat diberikan pada anak berusia 10 tahun. Cara penyuntikannya:

    • Pada anak usia 10-13 tahun dilakukan 2 kali suntikan: 0 dan 6 bulan
    • Pada usia diatas 13 tahun dilakukan 3 kali suntikan: 0, 2, 6 bulan

    Cara pemberian vaksin HPV quadrivalen adalah dengan menyuntikkannya secara intramuskular (IM) lewat otot di bagian lengan kiri atas. Vaksin ini aman, reaksi ringan yang biasa dialami adalah rasa pegal dan sakit yang sifatnya sementara di lokasi penyuntikan.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    FAQ Pria, seks, dan HPV:

    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada wanita atau pria diatas 26 tahun?
      Menurut rekomendasi satgas imunisasi dewasa, diutamakan dibawah 26 tahun. Namun, bukan berarti usia di atasnya tidak boleh vaksinasi, ya.
    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada pria yang telah terinfeksi HPV?
      Vaksinasi HPV memang lebih baik diberikan sebelum terjadinya infeksi, tapi tetap bermanfaat juga diberikan karena apabila infeksinya yg masuk misalnya adalah tipe HPV 6 atau HPV 11, yang menimbulkan kutil kelamin. Pemberian vaksin HPV quadrivalen dapat mencegah kanker penis dan kanker anus yg disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
    1. Apakah bahaya HPV pada laki-laki? padahal risiko kanker rahim ada pada perempuan?
      Memang benar risiko kanker serviks ada pada perempuan, tetapi pada laki-laki HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker penis dan kanker anus. Sehingga, alangkah baiknya bila keduanya di vaksinasi untuk pencegahan HPV.
    1. Pada laki-laki mana yang lebih mudah, mengobati atau mencegah HPV?
      Lebih mudah pencegahan dengan vaksinasi karena bila kutil diobati, kutilnya hilang tapi virusnya seringkali masih ada di dalam darah. Kemudian, sebagai pria kita harus peduli dengan pasangan dengan cara memberikan mereka vaksinasi HPV.
    1. Bila pasangan saya wanita berusia 35 tahun dan sudah pernah kena kutil kelamin,   apakah masih bisa mendapatkan vaksinasi HPV?
      Tentunya, masih dapat diberikan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks. Namun, jangan lupa untuk tetap melakukan pap smear dulu ya sebelum vaksinasi.
    1. Apabila sedang terkena kutil kelamin dan ingin di vaksinasi HPV apakah harus sembuh dulu kutilnya atau boleh divaksin ketika sedang ada kutilnya?
      Boleh langsung diberikan vaksinasi pada penderita yang sedang terkena kutil kelamin.

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    1. Bagaimana Efektivitas vaksin HPV bila baru dilakukan 2x suntik untuk usia diatas 20 thn dan aktif secara seksual? Apakah lebih baik dilanjutkan suntik ke 3?
      Sebaiknya tetap dilakukan 3 x suntik di bulan 0,2 dan 6 dan jadwal lebih baik tidak terlewatkan lebih dari setahun.
    1. Bila sudah melakukan vaksinasi pertama lalu terlewat setahun dan kemudian hamil, apakah tetap divaksinasi?
      Bila hamil, vaksinasi HPV ditunda terlebih dulu kemudian setelah melahirkan baru diberikan vaksinasi HPV lanjutannya.
    1. Apakah kutil kelamin berbahaya hingga menyebabkan kematian, soalnya tadi dikatakan virusnya tetap ada dalam darah?  Kutil kelamin tidak menyebabkan kematian. Namun, kutil kelamin dapat kambuh kembali. Bila berkembang menjadi kanker yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga, vaksinasi sangat dianjurkan untuk mencegah ini.

    Untuk vaksinasi HPV ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan  ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari […]

    HIV & HPV, Apakah Keduanya Saling Berkaitan?

    Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari 40 diantaranya menginfeksi kelamin.HPV dapat menyebabkan berbagai macam penyakit,dari yang tidak berbahaya hingga yang mematikan tergantung dari kode genetik virus tersebut.

     

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini adalah kutil (Veruka vulgaris), kutil kelamin (Condylomata acuminata), bahkan kanker serviks. Berdasarkan data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012,  jumlah kasus kanker serviks di Indonesia sudah mencapai 98.692 kasus, dan kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian terbanyak keempat, setelah kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal.

    Penyakit kanker leher rahim dan condylomata acuminata yang merupakan varian penyakit yang disebabkan virus HPV sering menjadi topik yang hangat pada kalangan masyarakatdansering dikaitkan dengan orang yang mengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), jadi apakah kedua penyakit tersebut memang berkaitan?

    HPV dan HIV merupakan virus yang berbeda dan menyebabkan penyakit yang berbeda pula, tapi keduanya memiliki korelasi atau berkaitan.HIV adalah virus yang ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan virus ini menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan akhirnya menyebabkan AIDS. Kekebalan tubuh yang memburuk menyebabkan infeksi lain mudah terjadi, salah satunya adalah infeksi dari Human Papiloma Virus.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Berkaitan dengan penularan virus HIV, terdapat beberapa perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan terhadap virus ini, seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian (banyak dilakukan pada pengguna narkotika), hubungan seksual berisiko seperti hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya dan tindakan seperti transfusi darah juga memiliki risiko terhadap penularan virus tersebut.

    Pada penelitian di Zimbabwe yang dipublikasikan pada April 2010, ditemukan bahwa wanita dengan HIV 2 kali lebih mudah terinfeksi HPV daripada wanita yang tidak terinfeksi HIV.Sama halnya dengan Zimbabwe, sebuah penelitian di Zaria, Nigeria Utara, menemukan bahwa insiden infeksi HPV yang tinggi pada penderita HIV khususnya yang sudah mengalami kondisi AIDS, dalam penelitian tersebut disebutkan penderita HIV, 18 kali lebih rentan terhadap infeksi virus HPV.

    Setelah memasuki tubuh manusia, virus ini akan melekat pada salah satu jenis sel dari sistem pertahanan tubuh kita dan mengganggu koordinasi dari sistem pertahanan tubuh. Tiga tahun setelah proses infeksi, sebagian pasien HIV mengalami AIDS. Setelah 10 tahun, 50% pasien HIV mengalami AIDS dan setelah 13 tahun, hampir semua orang dengan HIV menunjukkan gejala AIDS, yaitu kondisi dimana sistem pertahanan tubuh sudah menurunakibat virus HIV sehingga banyak penyakit dapat dengan mudah menginfeksi.

    Sehubungan dengan kondisi AIDS yang sudah disampaikan di atas, perilaku seksual yang berisiko juga meningkatkan risiko terhadap infeksi HPV karena virus HPV tersebut dapat menular melalui hubungan seksual. Gambaran klinis umum yang ditunjukkan akan sangat bervariasi tergantung dari jenis penyakit yang ditimbulkan, misal pada kutil kelamin, dapat terlihat kutil yang tersebar atau membentuk bunga kol di area kelamin, dan juga sering bervariasi, tidak nyeri tapi dapat terasa gatal dan mudah berdarah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa infeksi HIV erat kaitannya dengan infeksi HPV.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Nah, itulah ulasan seputar keterkaitan HIV dan HPV yang bisa Sobat pahami.  Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Jika Sobat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Gearhart P. Human Papillomavirus (HPV) [Internet]. Medscape. 2018 [cited 19 November 2018]. Available from: emedicine.medscape.com/article/219110-overview
    2. Bennett, N. (2018).HIV Infections and AIDS. [online] Medscape. Available at: emedicine.medscape.com/article/211316-overview [Accessed 19 Nov. 2018].
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Averbach S, Gravitt P, Nowak R, Celentano D, Dunbar M, Morrison C et al. The association between cervical human papillomavirus infection and HIV acquisition among women in Zimbabwe. AIDS. 2010;24(7):1035-1042.
    5. Ogoina D, Musa B, Onyemelukwe G. Human papilloma virus (HPV) infection is associated with HIV-1 infection and AIDS in HIV-infected adult patients from Zaria, Northern Nigeria. Pan African Medical Journal. 2013;15.

     

    Read More
  • Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang […]

    Infeksi HPV, Penyebab Utama Kutil Hingga Kanker

    Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang intens. Wanita usia 50 tahun ke atas dinyatakan memiliki risiko terbanyak terhadap terjadinya kanker serviks. Human pappilomavirus, atau lebih dikenal dengan HPV, menjadi penyebab utama dari terjadinya kanker pada leher rahim.

    infeksi hpv

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Diketahui sebelumnya bahwa HPV memiliki banyak sekali jenisnya yang berperan terhadap infeksi pada jaringan kulit dan mukosa manusia, seperti pada leher rahim, vagina, anus, penis, orofaring, dan kulit, yang dikenal pada awalnya sebagai infeksi HPV. HPV tipe 16 dan 18 yang sangat terkait erat terhadap terjadinya kanker leher rahim dan vagina.Sekitar 50% kanker serviks disebabkan oleh HPV tipe 16. Sedangkan, infeksi HPV tipe 1 & 2 biasanya gejalanya akan terdapat pada kulit yang ditandai seperti kutil dengan permukaan yang kasar, biasanya dinamakan sebagai veruka.Infeksi HPV tersering lainnya, selain yang telah disebutkan diatas adalah mengenai rongga mulut dan kulit, yang ditandai dengan munculnya tonjolan-tonjolan yang tidak rata dan lunak, biasanya disebut sebagai kondiloma akuminata. Jadi, jangan sampai salah pengertian, Sobat! Infeksi HPV ini bisa menimbulkan gejala yang bermacam-macam tergantung tipe HPV yang menginfeksi.

    Sebelum menjadi sebuah kanker, biasanya HPV didahului dengan menginfeksi jaringan-jaringan kulit dan mukosa. Di sini jaringan mukosa yang paling banyak terkena adalah bagian organ reproduksi wanita, terutama serviks dan vagina.  Tidak dipungkiri bahwa infeksi HPV juga dapat terjadi pada pria walaupun angka kejadiannya sangat rendah, dan apabila terjadi pada pria biasanya infeksi HPV dapat berkembang menjadi sel kanker pada daerah penis. Penularan dari infeksi HPV ini sendiri terutama terjadi melalui hubungan seksual dan dapat dimulai sejak usia 20 tahun.

    Pada orang-orang yang seringkali bergonta-ganti pasangan, maupun yang melakukan hubungan seksual sejak usia muda, serta melakukan seks oral membuat risiko terjadinya infeksi HPV ini meningkat. Bahaya dari infeksi HPV ini adalah pada umumnya infeksi HPV tidak memberikan gejala apapun, sehingga biasanya tidak terdeteksi dan tidak tertangani, dan akibat dari infeksi yang menetap ini adalah dapat menyebabkan perubahan sel pada jaringan yang terkena hingga menjadi suatu sel yang bersifat ganas, biasanya kita kenal dengan kanker. Lamanya waktu yang diperkirakan pada perubahan sel ini adalah selama 7 tahun. Infeksi HPVdiperkirakan terjadi sebanyak 25% pada wanita usia 20-26 tahun dan sekitar 60-80% berkembang menjadi kanker serviks dan vagina.

    Sejak tahun 2006, sudah tersedia 2 jenis vaksin HPV yang berisikan partikel dari virus HPV tipe 16 dan 18, dan telah dinyatakan terbukti dalam mencegah terjadinya keganasan dari leher rahim dan vagina. Perlindungan yang diberikan melalui vaksin ini dapat efektif selama 8-10 tahun. Vaksin HPV  dapat diberikan sejak usia 9 tahun, tapi lebih direkomendasikan untuk usia 12 tahun ke atas. Vaksin HPV ini lebih efektif bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya, tapiapabila sudah melakukan hubungan seksual, vaksin tetap boleh diberikan hanya efektivitas vaksin menjadi lebih berkurang. Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis, dimana dosis pertama dapat diberikan sejak usia 9 tahun, dosis kedua diikuti 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis terakhir dapat diberikan 6 bulan setelah dosis pertama. Sampai saat ini, tidak ditemukan adanya efek samping yang bermakna dari pemberian vaksin HPV tersebut.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Selain dari vaksin HPV, pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeriksaan secara berkala, dan apabila didapati adanya suatu lesi pada daerah sekitar vagina dan serviks, segera dilakukan pemeriksaan spesifik terhadap lesi tersebut. Deteksi dini terhadap kanker serviks dan vagina juga dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan primer, yaitu puskesmas. Perlu diperhatikan juga Sobat, bahwa vaksin HPV hanya digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV, terutama HPV tipe 16 & 18, tapi tidak dapat digunakan untuk mengobati apabila sudah terinfeksi. Maka, apabila muncul lesi baru maupun tonjolan seperti kutil pada rongga mulut, serta organ reproduksi seperti penis, vagina, leher rahim, maupun organ reproduksi sekitarnya, segera periksa ke dokter agar tidak terlambat ditangani.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Nah, itulah ulasan seputar infeksi HPV. Sobat Sehat pun bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lippiatt J, Powell N, Tristram A. Non-cervical human papillomavirus-related disease. The Obstetrician & Gynaecologist. 2013;15:221-6.
    2. Valentino K, Poronsky CB. Human papillomavirus infection and vaccination. Journal of Pediatric Nursing. 2016;31(2):155-66.
    3. Petry KU. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(244):59-62.
    4. Department of Health and Human Services: Vaccine Information Statement. Human Papillomavirus Vaccine. Centers for Disease Control and Prevention. 2011.
    5. Johnson HC, Lafferty E, Eggo RM, Louie K, Soldan K, Waller J, Edmunds WJ. Effect of HPV vaccination and cervical cancer screening in England by ethnicity : a modelling study. Lancet Public Health.2018;3:44-51.
    6. Tsu V, Jeronimo J. Saving the World’s Women from Cervical Cancer. The New England Journal of Medicine. 2016;374(26):2509-11.

     

     

    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan […]

    Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV? Yuk Dipahami Dulu

    Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara yang menerapkan pemberian vaksin kanker serviks/vaksin HPV.1 Infeksi dari HPV dapat menyebabkan 91% kanker serviks, 69% kanker vulva, 75% kanker vagina, 93% kanker anus, dan 63% kanker tenggorokan pada perempuan. Selain itu, HPV juga menyebabkan 89% kanker anus dan 72% kanker tenggorokan pada laki-laki.2 Vaksin HPV juga diperlukan untuk  kaum lelaki.

    Lalu, bagaimanakah gejala kanker serviks?

    Tahukah Sobat  bila kanker serviks pada stadium awal tidak menimbulkan gejala alias penderita merasa sehat-sehat saja. Namun, ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala dapat mulai dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti, perdarahan setelah menopause, pendarahan setelah berhubungan seksual di antara siklus haid, serta pendarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya.

    Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks. Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.

    Siapakah yang berisiko terkena kanker ini?

    Beberapa orang memiliki faktor risiko yang dapat memicu kanker antara lain mereka yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, riwayat melahirkan lebih dari 6 kali, riwayat menderita penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), dan  kutil kelamin. Kemudian, mereka yang merokok, diet rendah serat (buah dan sayuran), menurunnya daya tahan tubuh karena HIV, kegemukan dan obesitas, dan riwayat keluarga penderita kanker serviks.

    Apakah Sobat adalah salah satu orang yang memiliki faktor risiko di atas?

    Yuk, segera dapatkan vaksin kanker serviks. Nah, vaksin kanker serviks disarankan pemberiannya pada anak usia 11-12 tahun yang akan melindungi dari infeksi virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui merupakan penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 berkontribusi dalam 70% keganasan di mulut/leher rahim.3,4 Selain itu, mereka yang sudah aktif berhubungan seksual dan belum terkena HPV juga disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Bagaimana dengan mereka yang sudah terinfeksi HPV? Bila vaksin diberikan, maka perlindungannya tidak akan maksimal.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Bagaimana cara vaksin ini diberikan?

    Vaksin kanker serviks disuntikkkan di otot bahu yang besar ke dalam ototnya (intramuskular). Pemberiannya dilakukan 3 kali pada bulan 0, 2, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Bila jadwal vaksin terlewat, tidak perlu diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis berikutnya. Vaksin HPV ini memiliki perlindungan terhadap virus sebesar 94% dan akan bertahan lama dalam tubuh.Vaksin penguat (booster) diberikan bila kadar antibodi menurun sampai dibawah kadar protektif/perlindungan.

    Apa saja jenis vaksin kanker serviks?

    Jenis vaksin kanker serviks yang beredar di Indonesia ada 2, yaitu bivalen dan tetravalen. Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan tetravalen mengandung 4 jenis virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks sekaligus dengan kutil kelamin.4

    Lalu, apakah ada reaksi yang dapat ditimbulkan setelah penyuntikan?

    Beberapa reaksi mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin kanker serviks adalah reaksi lokal yang sering dirasakan antara lain nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, dan bengkak yang akan hilang dengan sendirinya. Reaksi sistemik yang terjadi setelah penyuntikan sangat jarang. Demam dapat terjadi pada sekitar 1% kasus. Kemudian, beberapa gejala yang dirasakan antara lain sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah. Reaksi berat juga sangat jarang terjadi setelah diberikan vaksin. Reaksi anafilaksis dapat terjadi karena alergi terhadap komponen vaksin.5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Jadi, vaksin kanker serviks itu aman diberikan pada wanita dan pria. Vaksin ini mengandung virus yang tidak aktif, sehingga aman dan tidak akan menginfeksi kita. Vaksin yang disuntikkan akan merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh berperan sebagai tameng dalam melawan HPV. Mitos yang menyebutkan bahwa vaksin kanker serviks dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini adalah salah karena vaksin ini sudah digunakan sebanyak 200 juta di seluruh dunia dan aman digunakan.1

    Apakah pemberian vaksin kanker serviks ini diperbolehkan pada wanita hamil?

    Pada wanita hamil pemberian vaksin kanker serviks sebaiknya ditunda. Bila  sebelum hamil wanita sudah mendapatkan vaksin tetapi tidak lengkap, maka pemberian berikutnya harus ditunda setelah melahirkan. Bagaimana dengan wanita menyusui? Pemberian vaksin pada wanita menyusui diperbolehkan.6 Vaksin kanker serviks juga tidak boleh diberikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi pada komponen vaksin. Misalkan, pada suntikan pertama mengalami reaksi alergi, maka pemberian vaksin berikutnya tidak dianjurkan.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Bagaimana, Sobat? Sudah tidak takut lagi bukan untuk mendapatkan vaksin kanker serviks. Pencegahan akan lebih baik daripada nanti sudah sakit. Segera Sobat datangi layanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan vaksinasi. Jangan ragu untuk mendapatkan 3 dosis vaksinasi kanker serviks sehingga Sobat dapat langsung terlindungi.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi kanker serviks di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id (07.07.2018)

    Saslow D, Andrews KS, Manassaram-baptise D, Loomer L, E.Lam K, Fisher-Borne M,et. Al. Human papilloma vaccination guideline update: American cancer society guideline endorsement. Cancer Journal of Clinician. 2016; 6(6): 375-385.

    Dwipoyono B. Kanker serviks dan vaksin HPV. Indonesian Journal of Cancer. 2007; 3: 87-91.

    Fadhila SR. Sekilas tentang vaksin HPV. 2017. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id (07.07.2018)

    World Health Organization. Information sheet: Observed rate of vaccine reactions Human Papilloma Virus Vaccine. 2017. Geneva: WHO

    Winardo DS. Kanker serviks dan imunisasi HPV. [Internet]. Retrieved from: tanyadok.com (07.07.2018)

    Read More
  • Selama ini HPV selalu dikaitkan dengan wanita. Namun, tahukah Anda bahwa laki-laki juga bisa terserang HPV? Ya, virus HPV pada pria banyak ditemukan pada mulut, yang jumlahnya tiga kali lipat lebih banyak dari infeksi pada perempuan. Virus HPV menjadi salah satu penyakit yang menular secara seksual yang umum terjadi dan jarang menimbulkan gejala di awal […]

    Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV

    Selama ini HPV selalu dikaitkan dengan wanita. Namun, tahukah Anda bahwa laki-laki juga bisa terserang HPV? Ya, virus HPV pada pria banyak ditemukan pada mulut, yang jumlahnya tiga kali lipat lebih banyak dari infeksi pada perempuan. Virus HPV menjadi salah satu penyakit yang menular secara seksual yang umum terjadi dan jarang menimbulkan gejala di awal serangan.

    Baca Juga: Pria, Sex, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Namun bagi sebagian orang, virus HPV menyerang kulit ditandai dengan timbulnya kutil kelamin. Virus ini mempunyai 100 hingga 150 tipe. Tipe yang paling sering ditemukan dan menjadi salah satu penyebab dari kanker serviks, yaitu tipe 6, 11, 16, dan 18. Untuk tipe 6 dan 11 merupakan pembentuk kutil kelamin, sedangkan tipe 16 dan 18  penyebab dari kanker serviks.

    Pada orang dewasa Amerika dengan rentan usia 18-69 tahun, diperkirakan sekitar 11 juta pria dan 3,2 juta wanita di seluruh negara memilik infeksi terhadap HPV secara oral. Menurut Ashish Deshmukh, peneliti kesehatan masyarakat di University of Florida di Gainesville mengatakan, “Vaksin HPV untuk Pria dan wanita berpotensi dapat menurunkan tingkat kanker akibat HPV di masa depan”

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Sehingga di Amerika, Vaksinasi HPV menjadi hal yang direkomendasikan untuk anak-anak di usia 11-12 tahun. Hal ini bertujuan untuk melindungi mereka dari bahaya kanker serviks yang disebabkan karena virus HPV. Usia pemberian yang muda adalah untuk tingkat perlindungan yang optimal selain dari, sebelum mereka aktif secara seksual. Vaksinasi HPV juga dapat diberikan kepada remaja serta orang dewasa yang belum pernah melakukan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Pada penelitian tersebut yang di dapatkan pada data survei perwakilan nasional maka didapatkan sebanyak 4.493 pria dan 4.641 perempuan atau sebesar 11,5 persen pria dan 3,2 persen wanita memiliki infeksi HPV oral. Penelitian lainnya dilakukan dengan melibatkan 4.000 pria yang aktif secara seksual pada usia 16 hingga 26 tahun. Sebanyak 0,5% sample yang diberikan vaksin HPV dapat terlindungi dari kutil kelamin hingga 2-3 tahun kemudian.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Penggunaannya

    Maka sebenarnya vaksinasi HPV dapat memberikan pengaruh baik guna membantu menurunkan rantai penularan HPV. Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Manfaatkan saja layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Reuters. “Pria Lebih Banyak Terinfeksi VirusHPV Dibanding Perempuan”. voaindonesia.com
    2. Winata, Albert. “Perlukah Vaksinasi HPV pada Pria?”. tanyadok.com
    3. Haurissa, Andreas Erick.” Vaksin HPV Efektif Pada Pria”. tanyadok.com
    4. Suci, Hygiena Kumala. “Jangan Remehkan Kutil Kelamin”. tanyadok.com
    Read More
  • Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker 

    Penyebab Kanker

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia, yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual, dan muntah.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita. Untuk kanker serviks ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi HPV ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
  • Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh. Baca Juga: Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk […]

    Sudahkah Anak Anda Terlindung dari Bahaya HPV?

    Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona

    Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk remaja adalah imunisasi HPV. Imunisasi HPV berguna untuk mencegah infeksi virus human papiloma (HPV). Infeksi HPV merupakan infeksi yang menular. Penularan terutama melalui kontak atau hubungan seksual. Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Virus ini memiliki banyak tipe, HPV tipe 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin. Selain itu, tipe HPV 16 dan 18 diketahui sebagai penyebab 70% kasus keganasan  kanker serviks / kanker leher rahim pada wanita. Di dunia, kanker leher rahim menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak pada wanita setelah kanker payudara.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Virus HPV selain menjadi penyebab kanker leher rahim, juga dapat menyebabkan infeksi pada vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, kanker yang disebabkan oleh virus HPV ini juga dapat terjadi pada bagian mulut dan saluran napas atas.

    Sebagai perlindungan utama ajaklah anak remaja anda untuk vaksinasi HPV. Dengan pemberian vaksin ini tubuh akan membentuk daya tahan terhadap virus sehingga anak Anda akan terlindungi dari bahaya infeksi virus HPV dan mencegah terjadinya kanker serviks di masa mendatang.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Ada dua jenis vaksin yang beredar di pasaran, yaitu vaksin bivalen (mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker serviks) dan quadrivalen (mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18 dan juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin).

    Pemberian vaksin HPV di Indonesia disarankan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun. Mengapa anak usia 10 tahun sudah diberikan vaksin HPV? Vaksin HPV sebaiknya diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual selain itu, semakin dini diberikan maka semakin dini anak Anda terlindungi dari bahaya kanker serviks.

    Pemberian vaksin HPV saat anak-anak hanya membutuhkan 2 dosis untuk usia 10-13 tahun. Sedangkan untuk usia 16-18 tahun atau remaja akhir pemberian vaksin membutuhkan 3 dosis.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Juga Diperlukan untuk Si Gadis

    Kini Sobat bisa mendapatkan layanan vaksinasi ke rumah loh! Layanan  dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Rayhani Fadhila S. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. IDAI. 2017 [cited 12 February 2018]. Available from: idai.or.id
    2. HPV | Who Should Get Vaccine | Human Papillomavirus | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 12 February 2018]. Available from: cdc.gov
    Read More
  • Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. HPV sendiri memiliki berbagai […]

    Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    HPV sendiri memiliki berbagai tipe yang diindentifikasi yang hampir mencapai 40 jenis mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, namun HPV tipe 16 dan 18 lah memiliki sifat onkogenik (penyebab kanker).  Vaksin HPV sendiri dibagi menjadi tua jenis yaitu Vaksin Bivalen (untuk tipe 16 dan 18) dan juga Vaksin Quadrivalen (Tipe 6, 11, 16 dan juga 18).

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Infeksi HPV ini pada awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun atau keluhan lho, Bunda. Apabila tubuh kita tidak dapat melawannya, hal inilah yang memicu terjadinya kanker serviks. Pada penelitian di Amerika Serikat, rata-rata usia pertama hubungan seksual di usia 16 tahun dan pencegahan terbaik dilakukan sebelum aktif melakukan hubungan seksual.

    Lalu mengapa vaksinasi HPV ini perlu untuk putri saya? WHO merekomendasikan bahwa vaksinasi HPV menjadi program untuk mencegah terjadinya kanker serviks. FDA juga menyetujui pemberian vaksin hpv dapat dimulai pada usia 9 tahun. Sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention rekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 11-12 tahun.

    Produk Terkait: Layanan Vakasinasi HPV ke Rumah

    Sedangkan HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksinasi ini dapat diperikan pada perempuan pada usia 10-55 tahun lalu dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

    1)      Usia 10-12 tahun (Usia Sekolah Dasar)

    2)      Usia 13-15 tahun (Usia Sekolah Menengah Pertama)

    3)      Usia 16-25 tahun (Usia Sekolah Menengah Atas Hingga Perguruan Tinggi)

    4)      Usia 26-55 tahun (Vaksinasi yang dilakukan setelah mendapatkan hasil Pap Smear negatif)

    Antibodi HPV 16 dan 18 pada Putri Bunda di usia remajanya lebih tinggi 2-3 kali dibandingkan kelompok usia 26-55 tahun. Jadi demi masa depannya lakukan yang terbaik dengan melindungi kesehatannya dari kanker serviks. Vaksinasi HPV bisa Bunda dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan). Kenapa harus di ProSehat? Bunda dapat berkonsultasi seputar vaksinasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat dan layanan vaksinasi ke rumah dan bebas memilih lokasi agar Putri Bunda lebih tenang.

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Winardo, Donny Sutrisno. ”Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 30 Januari 2018
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HPV untuk Kaum Muda”. Diakses pada 30 Januari 2018

    Read More
  • Hai Bunda, akhir-akhir ini semakin banyak wanita mengidap kanker serviks seperti Julia Perez artis Indonesia yang meninggal dunia karena kanker satu itu. Banyak yang kehilangan sosoknya tak terkecuali keluarganya yang harus merelakan tulang punggung keluarga menghadap Tuhan. Hal ini tentu tidak diinginkan siapa pun, terlebih lagi jika putri Bunda yang mengalami hal ini. Baca Juga: […]

    7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Hai Bunda, akhir-akhir ini semakin banyak wanita mengidap kanker serviks seperti Julia Perez artis Indonesia yang meninggal dunia karena kanker satu itu. Banyak yang kehilangan sosoknya tak terkecuali keluarganya yang harus merelakan tulang punggung keluarga menghadap Tuhan. Hal ini tentu tidak diinginkan siapa pun, terlebih lagi jika putri Bunda yang mengalami hal ini.

    Baca Juga: Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Namun beberapa orang belum mengetahui secara pasti bagaimana kanker serviks tersebut dapat terjadi. Hal inilah yang mendorong kementerian Kesehatan melakukan penyuluhan serta program pemberian imunisasi HPV pada anak-anak SD mulai Oktober 2016. Dengan memperimbangkan tingginya angka kejadian dari kanker serviks.

    Kanker serviks dapat dicegah dengan papsmear ataupun Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) sebagai bentuk deteksi dini. Namun hal tersebut akan lebih efektif dengan melakukan vaksinasi HPV. Bunda harus lebih tahu nih tentang vaksinasi HPV bukan hanya untuk Bunda namun juga untuk buah hati. Berikut 7 Hal yang harus Bunda ketahui tentang vaksinasi HPV anak:

    1.  Apa Itu HPV?

    Hal ini tentu pertanyaan dasar yang menjadi pertanyaan banyak orang. Human Papilloma Virus (HPV) ini merupakan virus yang menyerang area reproduksi. Penularan ini terbanyak melalui hubungan seksual dan virus HPV menjadi penyebab utama seseorang menderita Kanker Serviks (leher rahim).

    HPV sendiri memiliki banyak tipe, namun terdapat 4 tipe yang umumnya terjadi. Tipe 6 dan 11 menyebabkan kasus kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 lah penyebab terjadinya kanker serviks.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    1.   Risiko Kanker Serviks

    Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 kanker serviks di Indonesia mencapai hingga 330 ribu orang. Sedangkan WHO menyatakan 2 dari 10.000 wanita menderita kanker serviks dan diperkirakan 26 orang wanita meninggal setiap harinya karena kanker serviks yang menyerangnya.

    1.  Kenapa Vaksinasi Ini Harus Diberikan Pada Anak-anak?

    Pertanyaan inilah yang selalu terniang dipikiran Bunda. Kenapa vaksinasi HPV ini diberikan untuk anak saya? World Health Organization (WHO) rekomendasikan vaksin HPV ini diberikan pada anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan yang belum aktif secara seksual. Agar perlindungan ini maksimal maka disarankan pada usia 9 – 12 tahun.

    Usia ini lah merupakan masa pra-remaja dengan munculnya beberapa perubahan pada organ seksual. Untuk anak perempuan terjadinya perubahan mukosa atau selaput lendir di area mulut rahim sehingga terjadi kerentanan terhadap infeksi virus.

    1.   Jenis vaksin yang digunakan?

    Terdapat dua jenis vaksin HPV, yaitu bivalent dan quadrivalent. Untuk bivalent terdapat dua jenis tipe yaitu HPV 16 dan 18 yang membantu mencegah kanker serviks. Sedangkan quadrivalent memiliki empat jenis tipe HPV 6, 11, 16 dan 18, bukan hanya mencegah kanker serviks namun juga kutil kelamin.

    1.   Berapa Dosis vaksin yang diberikan?

    Untuk dosis vaksin hpv yang diberikan menurut Departemen Kesehatan diberikan sebanyak 2 kali pada usia 9 – 12 tahun yang dilakukan dengan jangka waktu 0, 1 atau 2 bulan dan 6 bulan. Namun bila dirasa anak Bunda telah melewati usia anjuran tersebut, maka dosis tersebut akan ditambahkan menjadi tiga kali. Hal ini berlaku juga untuk wanita dewasa yang ingin melakukan vaksinasi HPV.

    1.   Apa Efek Samping Yang ditimbulkan?

    Tidak ditemukan efek samping yang bersifat serius. Namun beberapa orang akan merasa nyeri, mual atau demam ringan. Timbul warna kemerahan di area suntikan yang merupakan reaksi normal dari vaknisasi apapun.

    Baca Juga: Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    1.   Jika Saya Punya Anak Laki-laki, apakah perlu mendapat vaksin HPV?

    Infeksi HPV bukan hanya menyerang perempuan saja namun juga laki-laki. Walaupun bukan kanker serviks, kutil kelamin, kanker penis, kanker vulva ataupun kanker anal yang dapat menyerang mereka. Direkomendasikan anak laki-laki usia 9 – 12 tahun mendapatkan vaksinasi HPV.

    Itulah mengenai pentingnya vaksinasi HPV  untuk anak. Untuk vaksinasi ini bisa melalui Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim dengan Vaksinasi!”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Depkes. “Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas Lima Di DKI Jakarta Diimunisasi HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018

    Read More
  • Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Sekitar 450 juta kasus pneumonia menyerang manusia setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian dan kesakitan terbayak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7% penyebab kematian didunia). Angka kematian […]

    Wuhan Pneumonia, Wabah baru yang menyerang Cina

    Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Sekitar 450 juta kasus pneumonia menyerang manusia setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian dan kesakitan terbayak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7% penyebab kematian didunia). Angka kematian terbanyak pada usia anak-anak dan orang tua (> 75 tahun).

    Baca Juga: Pneumonia: Pembunuh Utama Balita di Dunia

    Pneumonia menular melalui udara melalui cairan dahak/batuk, saat berbicara/teriak orang yang sakit. Selain itu, bersentuhan langsung pada permukaan yang terdapat percikan cairan juga dapat menularkan penyebab penyakit ini. Beberapa orang lebih rentan terkena pneumonia karena daya tahan tubuhnya yang sedang menurun seperti pada pasien kanker, penyakit imun dan HIV. Nah, bagi Sahabat sehat yang sering travelling keluar negri, terutama derah Asia Timur harus mempersiapkan diri terhadap pencegahan penyakit ini. Hal ini karena beberapa waktu lalu muncul satu jenis pneumonia di daerah Wuhan, Cina dan sering disebut dengan Wuhan Pneumonia.

    Wuhan Pneumonia diduga menular karena kontak yang terjadi di salah satu pasar ikan di Cina. Penderitanya rata-rata pedagang dan pembeli tetap di pasar ikan tersebut. Mereka mengalami demam yang tinggi, disertai dengan sesak dan kesulitan bernafas. Pada pemeriksaan rontgen ditemukan gambaran pneumonia pada paru-parunya. Awalnya sekitar 27 kasus ditemukan dan berkembang menjadi 59 dengan satu orang meninggal dunia. Saat ini, kasus Wuhan Pneumonia yang sudah terkonfirmasi sebanyak 24.631 kasus dengan 494 kematian.

    Baca Juga: Kenali dan Cegah Hepatitis

    WHO mengeluarkan pernyataan bahwa penyebab Wuhan Pneumonia adalah jenis baru dari coronavirus yang disebut dengan 2019-nCoV. Pasar ikan yang diduga menjadi tempat penularan penyakit ini telah ditutup untuk diperiksa dan dibersihkan. Beberapa negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa dengan di Wuhan yaitu di Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong. Di Singapura dan Bangkok terdapat penerbangan langsung dari Wuhan. WHO mengonfirmasi ada satu kasus di Thailand, terdeteksi virus baru yang berasal dari outbreak Pneumonia di Tiongkok. Kasus tersebut merupakan traveler dari Wuhan, Tiongkok. Selain itu beberapa negara mendapatkan kasus wuhan pneumonia yaitu Jepang, Vietnam, AS, Nepal, Perancis, Sri Lanka, Kanada, Swedia, Belgia, Inggris, Filipina, Malaysia, Italia, Rusia, India, Arab Saudi, Jerman, dan Australia.

    Coronavirus  adalah virus golongan Coronaviridae yang biasa menginfeksi hewan. Virus ini dapat menular ke manusia dan sebelumnya telah ditemukan virus serupa yang menjadi wabah antara lain Middle East respiratory syndrome-associated coronavirus (MERS-CoV), and Severe Acute Respiratory Syndrome-associated coronavirus (SARS-CoV).

    Virus Corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan seperti musang, kelelawar, tikus bambu, dan musang. Wuhan Novel Coronavirus ditemukan di kelelawar dan pertama kali terdeteksi di pasar ikan daerah Wuhan, China.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pneumonia untuk Dewasa ke Rumah

    Coronavirus menyerang saluran pernapasan bagian bawah dan menyebabkan pneumonia. Gejala biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Gejala yang dirasakan antara lain demam tinggi, batuk, sesak napas, kelelahan, dan gambaran pneumonia pada rontgen dada. Pada kasus berat yang terjadi cepat dapat menyebabkan syok septik, sindrom gangguan pernapasan akut, gagal ginjak, perdarahan, yang menyebabkan kematian. Pada kasus Wuhan pneumonia, riwayat bepergian ke daerah endemis 14 hari sebelumnya, kontak dengan penderita, kontak dengan hewan penyebab menjadi salah satu kriteria penyakit ini

    Baca Juga: Vaksinasi HiB Bantu Cegah Pneumonia pada Anak

    Nah, supaya terhindar dari pneumonia kita bisa melakukan pencegahan dengan beberapa langkah antara lain:

    • Tutup mulut dan hidung bila bersin/batuk, lalu cuci tangan setelahnya dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer untuk membersihkannya.
    • Gunakan masker saat berada di tempat umum
    • Sering mencuci tangan/ gunakan hand sanitizer bila sedang berada di tempat umum/keramaian.
    • Hindari konsumsi makanan mentah, dan jaga kebersihan saat menyiapkan makanan
    • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan seimbang, aktivitas fisik, kelola stres dan berhenti merokok

    Apabila Sobat menginginkan layanan vaksinasi Pneumonia bisa melalui Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi pneumonia ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular Covid-19, dan tentunya Sobat mendukung program pemerintah untuk mencegah pneumonia.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pers Release Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam rangka WORLD PNEUMONIA DAY 2018. [Internet]. Available at: klikpdpi.com/index.php?mod=article&sel=8704
    2. Novel-Coronavirus China. 2020.[Internet]. Available at: who.int/csr/don/12-january-2020-novel-coronavirus-china/en/
    1. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumoccal vaccination: what everyone should know. 2019. [Interen]. Available at: cdc.gov/vaccines/vpd/pneumo/public/index.html
    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Press Releas “Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Outbreak Pneumonia Di Tiongkok.
    2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Kesiapan Menghadapi Novel Coronavirus (2019- nCoV). 2019. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan Penyakit.
    3. Wang Z, QIang W, Ke Hu. Handbook of 2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention. Hubei Science Tehcnology Press. 2019.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja