Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 81–90 of 638 results

  • Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasite, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Sekitar 450 juta kasus pneumonia menyerang manusia setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian dan kesakitan terbayak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7% penyebab kematian didunia). Angka kematian […]

    Wuhan Pneumonia, Wabah baru yang menyerang China

    Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasite, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Sekitar 450 juta kasus pneumonia menyerang manusia setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian dan kesakitan terbayak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7% penyebab kematian didunia). Angka kematian terbanyak pada usia anak-anak dan orang tua (> 75 tahun).

    Pneumonia menular melalui udara melalui cairan dahak/batuk orang yang sakit. Beberapa orang lebih rentan terkena pneumonia karena daya tahan tubuhnya yang sedang menurun seperti pada pasien kanker, penyakit imun dan HIV. Nah, bagi Sahabat sehat yang sering travelling keluar negri, terutama derah Asia Timur harus mempersiapkan diri terhadap pencegahan penyakit ini. Hal ini karena beberapa waktu lalu muncul satu jenis pneumonia di daerah Wuhan China dan sering disebut dengan Wuhan Pneumonia.

    Wuhan pneumonia diduga menular karena kontak yang terjadi di salah satu pasar ikan di China. Penderitanya rata-rata pedagang dan pembeli tetap di pasar ikan tersebut. Mereka mengalami demam yang tinggi, disertai dengan sesak dan kesulitan bernafas. Pada pemeriksaan rontgen ditemukan gambaran pneumonia pada paru-parunya. Awalnya sekitar 27 kasus ditemukan dan berkembang menjadi 59 dengan satu orang meninggal dunia.

    Baca Juga: Kenali dan Cegah Hepatitis

    WHO mengeluarkan pernyataan bahwa penyebab Wuhan Pneumonia adalah jenis baru dari coronavirus dan sedang diteliti lebih lanjut. Pasar ikan yang diduga menjadi tempat penularan penyakit ini telah ditutup untuk dilakukan pemeriksaan dan pembersihan sanitasi lingkungan. Beberapa Negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa dengan di Wuhan yaitu di Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong. Di Singapura dan Bangkok terdapat penerbangan langsung dari Wuhan. WHO mengonfirmasi ada satu kasus di Thailand, terdeteksi virus baru yang berasal dari outbreak pneumonia di Tiongkok. Kasus tersebut merupakan traveler dari Wuhan, Tiongkok.

    Nah, supaya terhindar dari pneumonia kita bisa melakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi terhadap pneumonia ada 3 jenis, yaitu:

    • Vaksin Pneumokokus (atau PCV : Pneumococcal Conjugate Vaccine)

    Vaksin PCV13 (merek dagang Prevnar®) memberikan kekebalan terhadap 13 strain bakteri Streptococcus pneumoniae, yang paling sering menyebabkan penyakit pneumokokus pada manusia. Masa perlindungan sekitar 3 tahun. Vaksin PCV13 utamanya ditujukan kepada bayi dan anak di bawah usia 2 tahun.

    • Vaksin Pneumokokus PPSV23

    Vaksin PPSV23 (nama dagang Pneumovax 23®) memberikan proteksi terhadap 23 strain bakteri pneumokokus. Vaksin PPSV23 ditujukan kepada kelompok umur yang lebih dewasa. Mereka adalah orang dewasa usia 65 tahun ke atas, atau usia 2 hingga 64 tahun dengan kondisi khusus.

    • Vaksin Hib Di negara berkembang, bakteri Haemophilus influenzae type B (Hib) merupakan penyebab pneumonia dan radang otak (meningitis) yang utama. Di Indonesia vaksinasi Hib telah masuk dalam program nasional imunisasi untuk bayi.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pers Release Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam rangka WORLD PNEUMONIA DAY 2018. [Internet]. Available at: klikpdpi.com/index.php?mod=article&sel=8704
    2. Novel-Coronavirus China. 2020.[Internet]. Available at: who.int/csr/don/12-january-2020-novel-coronavirus-china/en/
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumoccal vaccination: what everyone should know. 2019. [Interen]. Available at: cdc.gov/vaccines/vpd/pneumo/public/index.html
    4. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Press Releas “Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Outbreak Pneumonia Di Tiongkok.
    Read More
  • Baru-baru ini kita dikagetkan dengan unggahan Kim Kardashian tentang curhatan yang sedih lantaran, Saint sang buah hati mengidap pneumonia atau dikenal dengan infeksi paru-paru. Hal ini membuat sedih lantaran sang buah hati baru berumur 2 tahun harus dirawat selama 3 hari. Pada unggahannya (@kimkardashian) kim menuliskan “Bayiku sangat kuat! Setelah menghabiskan tiga malam di rumah […]

    Vaksinasi Hib Bantu Cegah Pneumonia Pada Anak

    Baru-baru ini kita dikagetkan dengan unggahan Kim Kardashian tentang curhatan yang sedih lantaran, Saint sang buah hati mengidap pneumonia atau dikenal dengan infeksi paru-paru. Hal ini membuat sedih lantaran sang buah hati baru berumur 2 tahun harus dirawat selama 3 hari.

    Pada unggahannya (@kimkardashian) kim menuliskan “Bayiku sangat kuat! Setelah menghabiskan tiga malam di rumah sakit dan melihat bayiku diinfus serta terhubung dengan tabung oksigen”. Hal ini tentu membuat kita bingung apa sebenarnya pneumonia itu? Pneumonia sendiri merupakan radang infeksi akut yang berada pada saluran pernafasan bawah yang disebabkan dari virus, bakteri atau jamur.

    Pneumonia paling banyak menyerang bayi usia dibawah 2 tahun, penyakit ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bunda perlu mewaspadai jika buah hati mengalami demam, batuk, susah bernafas atau nafas lebih cepat dan sesak. Karena penyebarang penyakit satu ini ditularkan oleh bakteri melalui percikan ludah yang berasal dari batuk, bersin ataupun saat berbicara.

    Pada negara berkembang seperti Afrika bagian sub-Sahara dan Asia Selatan, hampir 99% balita pneumonia meninggal dunia. Melihat dari tingginya kematian pada balita akibat Pneumonia, maka langkah pencegahannya yaitu dengan vaksinasi. Vaksinasi yang dilakukan sejak dini dapat mengurangi angka kematian balita, dua jenis vaksin yang diberikan yaitu vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza type B (Hib) yang lebih sering digunakan.

    Apa sih vaksin pneumokokus dan vaksin HiB itu? Vaksin Pneumokokus sendiri merupakan vaksin yang berisi protein konjugasi bertujuan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau lebih sering disebut dengan kuman pneumokokus. Vaksin ini ditunjukkan untuk mereka yang memiliki risiko tinggi terserang kuman pneumokokus, yaitu anak-anak.

    Sedangkan vaksin HiB adalah vaksin untuk memberikan perlindungan terhadap kuman Haemophillus influenza tipe b, salah satu penyebab tersering pneumonia pada anak. Vaksin Hib ini diberikan di usia 2, 4 dan 6 bulan yang lakukan ulang pada usia 18 bulan. Vaksin HiB dapat diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Vaksin Hib sering dikombinasikan dengan DPT  yang menjadi vaksin DPT-Hib. Vaksin ini bukan hanya mencegah infeksi pneumonia Haemophilus influenza type B melainkan juga penyakit meningitis, pneumonia serta epiglotitis (infeksi yang berada pada katup pita suara dan tabung suara) yang juga disebabkan oleh kuman Haemophilus influenza type B. Pemberian vaksin kombinasi juga sekaligus mencegah infeksi yang disebabkan oleh difteri, pertusis dan tetanus. Namun vaksin Hib juga dapat diberikan secara terpisah.

    Pemberian vaksin DPT-Hib dapat diberikan pada usia 2, 4 dan 6 bulan.  Untuk anak yang baru memulai vaksin di usia 1-5 tahun maka cukup diberikan sebanyak 1 kali. Apakah ada efek samping yang timbul setelah vaksinasi? Terdapat tanda radang (nyeri, kemerahan dan bengkak) pada tempat suntikan, demam mencapai 380 C hingga lebih, si kecil akan mudah rewel dan kehilangan nafsu makan, muntah ataupun diare.

    Jika ingin melindungi keluarga tercinta dari pneumonia, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh! Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    Sumber:

    Putri, Ucha Merendar. “Cegah Pneumonia Pada Anak dengan Vaksinasi”. tanyadok.com
    Mother & Baby. “Anak Kim Kardashian Terkena Pneumonia. motherandbaby.co.id
    IDAI. “Sekilas Vaksin Pneumokokus”. idai.or.id
    IDAI. “Melengkapi atau Mengejar Imunisasi (Bagian III)”. idai.or.id

    Read More
  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari – di mana pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya di mana gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan – lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Untuk sobat prosehat yang mau vaksinasi namun tidak mau antri maka kamu bisa melakukan vaksinasi di prosehat. Prosehat memberikan layanan imunisasi pneumonia lengkap dan terjangkau. Yuk vaksinasi sekarang.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
  • Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah […]

    Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah bisa mendatangkan penyakit.

    Penyakit yang biasanya menyerang paru ini disebut sebagai Pneumonia. Faktanya penyakit ini telah membunuh ratusan balita yang ada di dunia begitupun yang ada di Indonesia. Tentu hal ini tidak dapat dianggap sepele saja, untuk itu dalam artikel ini akan kita bahas secara gamblang mengenai pneumonia sebagai pembunuh balita utama di dunia.

    Apa itu pneumonia/paru-paru basah ?

    Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan infeksi pada satu atau kedua paru-paru anak. Jika kondisinya sehat oksigen akan masuk ketika bernafas dan bergerak melalui tabung pernafasan. Setelah itu oksigen masuk ke dalam darah melalui kantung udara di paru (alveoli).

    Jika anak terkena pneumonia, paru-paru tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa, dimana ada cairan atau lendir yang menghalangi alveoli. Hal inilah yang menyebabkan oksigen sulit untuk masuk penuh ke dalam paru-paru. Tempat yang seharusnya dilewati darah akan sulit masuk akibat cairan atau lendir yang tidak mudah dibersihkan.

    Gejala pneumonia pada anak

    Setelah mengetahui apa itu penyakit pneumonia, selanjutnya adalah gejala yang dapat Sobat kenali khususnya pada anak. Semakin cepat maka akan semakin baik, karena gejala ini bisa menunjukan bahaya pada kondisi sistem pernafasan anak. Apa saja ?

    • Batuk berdahak dan cukup parah, tetapi jenis dahaknya berbeda yakni hijau dan terkadang bercampur dengan darah.
    • Demam yang cukup tinggi dan terjadi secara berkala
    • Sesak nafas, dimana ritme napas terjadi lebih cepat dan juga pendek
    • Nyeri pada dada yang ditambah dengan batuk sehingga semakin buruk pada anak. Tidak jarang karena kondisi ini menyebabkan berat badan anak turun dan anak merasa stress atau kelelahan. Pada balita seringkali disertai dengan menangis dan juga sakit pada
    • Detak jantung kencang dan parah.
    • Merasa lelah dan lemah disertai mual serta muntah
    • Mengi atau napas berbunyi.

    Tindakan medis terhadap pneumonia

    Lantas bagaimana jika anak menunjukan gejala bahwa anak mengalami pneumonia ? tentu ada beberapa tindakan yang bisa anda ambil. Jangan menyepelekan terutama jika gejala utama muncul seperti dahak hijau dan juga berdarah.

    • Konsultasikan ke dokter anak secara langsung, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes.
    • Dokter akan memastikan menggunakan X-Ray untuk melihat foto dada anak, gambaran pneumonia adalah spot berawan putih di paru-paru pada hasil foto.
    • Dokter akan menganalisa dari hasil tes karena pneumonia bisa terjadi karena berbagai faktor. Menentukan solusi yang tepat dan penanganan yang tepat harus sesuai dengan penyebabnya.
    • Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, obat, serta menyemprotkan larutan air asin (saline) di bagian hidung anak juga dapat membantu mengencerkan lendirnya. Sehingga anak bisa bernafas dengan baik.

    Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

    Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati, rasanya kata-kata ini sudah banyak didengar oleh orang tua sekarang ini karena pneumonia dan penyakit sistem pernafasan seringkali menyerang anak-anak termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat menular lewat percikan ludah ketika penderita bersin maupun batuk yang dahaknya bisa mengandung bakteri. Termasuk saat anda mencuci atau menyentuh sapu tangan penderita. Selain dapat menular lewat udara, makan dan minum milik penderita juga harus dipisah karena bisa menularkan.

    Agara terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    • Gizi yang cukup

    Ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan ada masanya dimana mereka sering tidak nafsu makan karena energi yang mereka gunakan lebih tinggi dan mobilitas mereka tinggi. Selain itu, anak juga rentan terkena penyakit karena sistem imun anak mudah sekali turun hanya karena makanan atau istirahat. Bayi dapat diberikan ASI yang maksimal di enam bulan pertama, yang artinya ibu juga yang memberikan ASI harus tahu seberapa banyak dan apa saja nutrisi yang mereka konsumsi. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

    Cara selanjutnya adalah dengan imunisasi yang biasa disebut HiB atau Haemophilus influenzae tipe B. Dimana vaksin ini banyak diberikan pada anak untuk menghindari masalah lain seperti meningitis ataupun masalah lainnya. Imunisasi menjadi cara yang ampuh untuk mencegah Pneumonia yang bisa menyerang anak. Selain itu anak biasanya diberikan imunisasi lain yaitu vaksinasi Pneumokokus (PCV). Nah, anda bisa menerima vaksin yang sama dengan rekomendasi dokter dan juga konsultasi sebelumnya kepada dokter anak.

    • Kesehatan lingkungan

    Cara terakhir adalah menjaga kesehatan lingkungan, dimana saat makan dan juga kebersihan lingkungan anda harus mencuci dan membersihkan lingkungan tempat tinggal atau tempat tidur Sobat. Selain itu jauhkan dari asap rokok dan polusi udara yang memungkinkan anak terpapar atau bahkan menghisapnya.

    Jangan biarkan pneumonia menyebabkan kondisi yang lebih serius, dimana anda harus bisa menajga kebersihan. Khususnya kondisi untuk tidur yang lembab dan basah bisa menimbulkan pneumonia berat pada anak.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut. Luka adalah suatu […]

    Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut.

    Luka adalah suatu kondisi kerusakan atau hilangnya sebagian jaringan tubuh yang bisa terjadi karena trauma apapun baik  tumpul, tajam, zat kimia, dll. Terkadang kita menganggap remeh luka yang dialami. Namun, tahukah kamu 1/4 dari penderita diabetes memiliki ulkus diabetikum (luka diabetes) dan 25% dari yg menderita luka diabetes itu berakhir dengan amputasi.

    Berdasarkan waktu penyembuhannya luka dibagi menjadi luka akut / fisiologis (yg waktu penyembuhannya sesuai perkiraan, sekitar 7-14 hari) dan luka yg kronis / patologis yang proses penyembuhannya sangat lama atau bahkan luka semakin memburuk. Luka yang tak kunjung sembuh masuk ke dalam luka patologis. Biasanya luka semakin melebar dari bentuk awal, bernanah, bau, terus-terusan merah dan nyeri.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa faktor berperan dalam penyembuhan luka, antara lain umur, nutrisi, kebersihan luka, infeksi, sirkulasi dan oksigenasi, penyakit yg mendasari, merokok, stres. Salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan luka sulit sembuh adalah diabetes melitus. Sering kali pasien datang dengan luka yg sudah besar dan berbau tapi tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita diabetes.

    Oleh karena itu peran skrining penyakit sangat penting untuk pencegahan terjadinya luka yang tak kunjung sembuh. Skrining sederhana dapat dimulai dengan mengecek kadar gula darah secara rutin. Akan lebih baik lagi bila melakukan pengecekan lainnya seperti darah rutin dan faktor pembekuan darah.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting

    Beberapa langkah dapat dilakukan untuk pencegahan agar luka cepat sembuh, seperti :

    – Melakukan perawatan luka awal dengan membersihkan menggunakan larutan salin atau pun cairan antiseptik (bila perlu)

    – Tidak memberikan bubuk kopi, dedaunan atau apapun pada luka

    – Tidak sembarangan mengkonsumsi antibiotik

    – Pada luka kotor, tertusuk paku, luka bakar, gigitan hewan, luka besar dan dalam sebaiknya segera meminta bantuan ke pusat kesehatan terdekat

    – Menjaga pola hidup sehat : mengjindsri rokok & alkohol, olahraga yg cukup, dan menjaga asupan nutrisi

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes […]

    Sakit Gula Bikin Jantungan

    Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes tipe 2.

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang memiliki banyak komplikasi. Salah satu komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah besar dan kecil. Setiap organ di tubuh kita memiliki pembuluh darah, sehingga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada seluruh organ tubuh. Terutama organ-organ vital, seperti jantung, otak, ginjal hingga sampai ke organ kecil seperti mata, jari kaki hingga organ vital pada pria.

    Bagaimana hubungan penyakit diabetes dengan jantung? Kita tahu bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Beberapa faktor risiko yang banyak diketahui orang adalah kolesterol yang tinggi, kegemukan, dan terakhir adalah diabetes melitus. 

    Baca Juga: 5 Tanda Diabetes dan Kencing Manis

    Pada diabetes yang melibatkan penyakit jantung, pembuluh darah koroner merupakan targetnya. Sehingga, diabetes dapat merusak pembuluh darah koroner. Maka tanpa adanya faktor resiko berupa kenaikan kolesterol, diabetes sendiri mampu membuat pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan serangan jantung. Perlu diingat bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia.

    Diabetes dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung koroner sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal, meningkatkan risiko gagal jantung 2 hingga 5 kali lipat dari normal, dan meningkatkan risiko stroke sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal.

    Gejala penyakit jantung harus kita waspadai adalah nyeri di bagian dada, lengan, pundak, leher, rahang dan juga bagian punggung dan sesak napas. Bila sahabat mengalami ini, maka segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan cepat sehingga tidak berdampak buruk ke depannya.

    Nah, penting bagi kita menyadari bahwa mengontrol gula dan diabetes merupakan salah satu faktor terpenting dalam pencegahan penyakit jantung koroner. Faktor risiko terpenting yang harus dikontrol pada pasien-pasien yang mengalami diabetes atau prediabetes adalah menurunkan berat badan. Selain itu, mengubah pola hidup menjadi sehat seperti cek kesehatan berkala, konsumsi makanan sehat yang kaya sayur dan buah, serta perbanyak aktivitas fisik dan olahraga. Melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari selama 5 kali seminggu atau 150 jam dalam satu minggu dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus sebanyak 58%.

    Baca Juga: 8 Fakta Lawan Diabetes

    Bagaimana tanda awal serangan jantung?

    Tanda awal serangan jantung adalah nyeri di dada sebelah kiri, nyeri dada terhebat yang pernah dirasakan dan kuncinya adalah nyeri tersebut biasanya menjalar ke lengan dan tidak bisa ditunjuk posisi nyerinya. Biasanya disertai dengan mual muntah dan keringat dingin.

    Apa yg harus dilakukan orang dengan diabetes agar terhindar dari penyakit jantung?

    Pada penderita diabetes, rutin melakukan pengecekan terhadap gula darah, konsumsi obat anti diabetes sesuai dengan saran dokter dan menjaga berat badan ideal merupakan beberapa cara agar dapat terhindar dari penyakit jantung.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil. […]

    Menua dengan Aktif

    Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil.

    Bertambahnya usia memang mempengaruhi hampir setiap bagian dalam tubuh, termasuk rambut, kulit, jantung, otot dan masih banyak lagi. Namun, memiliki gaya hidup yang baik mampu menghambat dan menangkal efek negatif dari penuaan tersebut.

    Pada saat lanjut usia terdapat banyak perubahan dalam tubuh, seperti perubahan komposisi tubuh (lemak tubuh, hormon, massa otot tubuh), sistem kardiovaskular dan respirasi, kognitif (pikiran), dan sistem muskuloskletal (saraf, otot, dan persendian). Sendi pada lansia sangat beresiko pengapuran sendi dan pengeroposan. Selain itu, lansia juga lebih berisiko mengalami syaraf kejepit (leher dan pinggang) yang dampaknya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Nah, fisioterapi merupakan salah satu cara untuk mengurangi keluhan seputar sendi, saraf, dan otot pada lansia. Berikut adalah gambaran beberapa latihan fisioterapi yang dapat dilakukan oleh lansia sendiri.

    Fisioterapi pada lansia memiliki beberapa manfaat antara lain memperlambat proses penuaan, mempertahankan kualitas hidup, mengembangkan kualitas hidup sesuai dengan keadaan dan kemampuan fungsional, serta mempertahankan produktivitas dalam kehidupan. 

    Selain fisioterapi, lansia juga sebaiknya melakukan olahraga ringan agar tubuh selalu bugar. Beberapa manfaat berolahraga bagi lansia antara lain menyehatkan jantung dan paru, menjaga kesehatan sendi, saraf, dan otot, memperbaiki komposisi tubuh, mengurangi depresi serta meningkatkan kepercayaan diri bagi lansia serta meningkatkan daya tahan dan keseimbangan tubuh.

    Jenis olahraga yang baik untuk dilakukan oleh lansia antara lain adalah latihan aerobik, kekuatan otot, serta fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Kemudian, ada beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari bagi lansia seperti gerakan aerobik yang high impact, gerakan fleksi tulang belakang yang tiba-tiba, olahraga pada tempat yang berbahaya seperti tempat yang licin, becek, atau tidak rata, latihan beban tangan dan latihan statis.

    Prinsip latihan pada lansia sama dengan olahraga pada usia lainnya. Pada awalnya, gerakan pemanasan harus dilakukan untuk menghindari cedera. Kemudian masuk ke latihan inti yang dapat meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, daya tahan, kelenturan atau ketangkasan. Terakhir, gerakan pendinginan yang berfungsi untuk menurunkan kerja jantung secara perlahan, mencegah pengumpulan darah pada vena, mencegah nyeri otot dan mengurangi defisit oksigen dan asam laktat.

    Latihan dapat dilakukan 3-5 kali seminggu dan dapat disertai beban ringan saat latihan. Olahraga yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan lansia. Olahraga pada lansia perlu diperhatikan dari segi keamanan dan masalah kesehatan oleh karena itu perlu pengecekan secara mendalam oleh Fisioterapis sebelum program latihan dimulai.

    Pada lansia dengan riwayat jatuh apa yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan?

    Banyak faktor yang harus kita lihat bila lansia jatuh seperti adanya bengkak dan luka terbuka, adanya perubahan struktur pada area tersebut atau kemampuan  pasien bisa berdiri apa tidak. Bila lansia jatuh dan menyebabkan beberapa sendi bengkak, pertolongan pertama dapat dengan mengompres dengan air es. Kemudian, segera cek ke dokter untuk memastikan tidak ada patah tulang atau cedera serius lainya akibat jatuh.

    Baca Juga: Tips Membawa Lansia Liburan

    Apakah knee exercise dapat dilakukan sendiri dirumah atau harus dengan pendampingan terapis di klinik fisioterapi?

    Pencegahan untuk latihan dasar bisa dilakukan di rumah. Namun, ada hal yang harus diperhatikan seperti kondisi penglihatan pasien (dapat menjadi faktor lansia jatuh), dan area yang tidak aman bagi lansia (lampu penerangan di rumah, alas kaki rumah (keset) yang licin. Latihan dapat dilakukan 10-15 pengulangan aja setiap hari atau toleransi semampu orang tersebut. Jika masih meragukan, dapat dilakukan dengan bantuan fisioterapis.

    Bagaimana latihan yang dapat dilakukan untuk nyeri lutut pada lansia?

    Olahraga yang disarankan untuk lansia yang memiliki masalah dengan sendi lutut adalah olahraga dengan minimal tumpuan beban seperti berenang atau sepeda. Bila tidak sembuh juga lebih baik cek ke dokter karena  dikhawatirkan cedera tulang rawan sendi.

    Apakah pemakaian knee braces berpengaruh agar tidak semakin nyeri?

    Pemakaian knee braces dapat membuat sendi lutut lebih stabil sehingga dapat mengurangi tekanan pada lutut dan nyeri pada sebagian orang. Namun, pemakaian alat ini juga dapat menyebabkan kekakuan pada sendi, bengkak, dan iritasi kulit. Konsultasikan pada dokter Sahabat mengenai pemakaian alat bantu ini.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Olahraga adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Tubuh kita akan bergerak secara aktif dan pikiran pun jadi lebih segar. Olahraga memang menuntut kita untuk menggerakkan tubuh dengan konsentrasi dan koordinasi yang baik agar hasilnya pun maksimal. Jika kita kehilangan fokus sedikit saja ketika berolahraga, akibatnya bisa bermacam-macam mulai dari cedera ringan hingga serius. Cedera olahraga […]

    Sport Massage pada Cedera Olahraga

    Olahraga adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Tubuh kita akan bergerak secara aktif dan pikiran pun jadi lebih segar. Olahraga memang menuntut kita untuk menggerakkan tubuh dengan konsentrasi dan koordinasi yang baik agar hasilnya pun maksimal. Jika kita kehilangan fokus sedikit saja ketika berolahraga, akibatnya bisa bermacam-macam mulai dari cedera ringan hingga serius.

    Cedera olahraga sering dialami oleh pemain olahraga, yaitu trauma akut dan overuse syndrome vasodilatasi rubor tumor kalor dolor (Sindrom Pemakaian Berlebih). Cedera olahraga seringkali direspon oleh tubuh dengan tanda radang yang terdiri atas rubor (merah), tumor (bengkak), kalor (panas), dolor (nyeri) dan fungsiolesa (penurunan fungsi). 

    Selain itu, faktor penyebab cedera olahraga dapat disebabkan karena:

    • Kelemahan struktur tubuh ( otot, tendon, dan ligamen)
    • Kelainan struktur tubuh (Postur tubuh atau kaki)
    • Kesalahan Metode Latihan
    • Trauma langsung/benturan langsung pada waktu melakukan aktivitas olahraga menyebabkan cedera olahraga akut.
    • Latihan yang berlebih/overuse yang menyebabkan cedera kronis.
    • Overuse injury adalah akumulasi dari cedera berulang-ulang dan baru dirasakan atau diketahui setelah bertahun-tahun melakukan aktivitas olahraga.

    Apa yang kita lakukan bila tiba-tiba cedera saat berolahraga?Nah, sebaiknya bila kita cedera pertolongan pertama yang dilakukan adalah kompres es selama 15-20 menit untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangannya. Hindari penggunaan salep yang panas atau mengurut bagian yang cedera.

    Bila kita mengalami cedera olahraga, maka ingatlah “PRICE”:

    Protection : Tujuannya adalah melindungi bagian tubuh yang digunakan untuk melakukan gerakan olahraga atau bagian tubuh yang rentan terhadap benturan saat Anda melakukan olahraga yang memerlukan kontak fisik.

    Rest : Istirahat berguna untuk mengantisipasi agar cedera yang terjadi tak lebih parah dan membuat proses penyembuhan luka lebih cepat. Biasanya, jika Anda mengalami cedera, lakukan istirahat selama 48 jam.

    Ice : Mengompres dengan air es Mengurangi nyeri dan spasme otot, serta mencegah kematian sel dengan menurunkan metabolisme tubuh. Kompreslah bagian yang cedera selama 20 menit per dua jam selama 1 – 2 hari.

    Compression: Kompresi adalah aplikasi gaya tekan terhadap lokasi cedera. Kompresi dapat dilakukan dengan cara membebatkan perban elastis pada bagian cedera. Bebat seluruh area cedera dan kenakan selama 24 jam pertama sesudah kejadian.

    Elevation : Pembengkakan pada bagian yang cedera akan mengalami penyusutan dengan mengangkat bagian tubuh yang cedera. Posisikan area yang cedera lebih tinggi (sekitar 15 – 25 cm) daripada jantung sehingga membantu darah dan cairan keluar dari daerah pembengkakan. Lakukan cara ini hingga pembengkakan berkurang.

    Referral : Bantuan medis harus dicari sesegera mungkin untuk menentukan sejauh mana grade cedera.

    Kemudian, lebih baik dilakukan pemijatan khusus untuk cedera olahraga yang kita sebut dengan sport massage. Sport Massage merupakan teknik memijat dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis, terapeutik / pengobatan pada tubuh. Sport massage lebih bagus dikombinasikan dengan peregangan otot secara pasif dan latihan secara aktif agar lebih optimal.

    Tujuan dari sport massage adalah mencegah cedera olahraga (biasa dilakukan sebelum olahraga), memperlancar sirkulasi pembuluh darah dan efek relaksasi (mengurangi rasa stres dan cemas), mengurangi rasa nyeri dan menghilangkan ketegangan pada otot serta meningkatkan fleksibilitas pada persendian.

    Sport massage akan membantu proses pemecahan dan pembuangan asam laktat sehingga proses pemulihan tubuh akan lebih cepat. Saraf  yang menerima rangsang di bawah kulit peka terhadap rangsangan berupa raba tekan yang kemudian menghasilkan hormon endorfin pada tubuh dan menyebabkan efek rileks pada tubuh.

    Namun, tidak semua orang dapat diberikan sport massage karena cederanya. Beberapa orang justru menghindari pemijatan ini seperti mereka yang mempunyai kadar asam urat tinggi, luka bakar, luka terbuka pada area kulit, infeksi  pada kulit dan jaringan dalam kulit ( ligamen dan tendon), radang pada area persendian, dan luka memar pada tulang karena benturan.

    Teknik sport massage dilakukan oleh ahli fisioterapi, biasanya yang sudah berpengalaman dalam hal ini. Ahli Fisioterapi bidang olahraga bekerja dengan membuat program-program latihan untuk atlet yang cedera, membuat penilaian terhadap cedera-cedera yang terjadi, membuat program latihan spesifik yang sesuai dengan jenis olahraga, memberi nasehat mengenai makanan yang konsumsi serta terapi atau pemulihan cedera termasuk sport massage(semua nya berkesinambungan dengan karakter olahraga dan paramedik)

    Nah, berikut ini merupakan beberapa teknik sport massage  yang dapat dilakukan:

    Effleurage : Gosokan pada kulit tanpa terjadi gerakan otot bagian dalam. Tangan dibuat sedemikian rupa sehingga gerakannya tetap dan tekanan yang diberikan searah dengan aliran darah balik.

    Petrissage : Gerakan tangan yang dilakukan dengan teknik perasan, tekanan, dan pencomotan otot dari jaringan dalam. Teknik Petrissage dapat dilakukan dengan satu tangan atau kedua tangan dengan gerakan bergelombang, berirama, tidak terputus-putus dan terikat satu sama lain.

    Friction : Menggerus dengan menggunakan jari jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau dengan siku tangan.

    Tapotement : Teknik yang dilakukan dengan tangan yang melibatkan pergelangan dan jari-jari yang rileks dan digerakkan dengan cepat bergantian kanan-kiri.

    Shaking : Teknik dengan jari-jari membengkok, misalnya bagian bawah dan atas  pada bagian yang berotot, lengan atas dan lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping, ke atas dan ke bawah.

    Vibration : Teknik dengan jari-jari membengkok, misalnya bagian bawah dan atas  pada bagian yang berotot, lengan atas dan lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping, ke atas dan ke bawah. 

    Sport massage pada atlet bertujuan untuk mempersiapkan fisik maupun mental atlet sebelum mengikuti pertandingan, memaksimalkan potensi prestasi atlet, mempercepat proses pemulihan (recovery) serta mengurangi resiko terjadinya cedera maupun gangguan lain akibat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Masase pada atlet dilakukan sebelum pertandingan (pre-event), pada saat pertandingan (intra-event) dan sesudah pertandingan (post-event).

    Apabila terkena cedera, bolehkah diurut? 

    Kalau ada tanda tanda bengkak memar pada area cedera lebih baik jangan di urut

    Langsung ke fisioterapis atau dokter olahraga. Hal ini takutnya akan memperparah area cedera yang sedang bengkak dan meradang. Apalagi bila terjadi patah tulang, maka tindakan pengurutan akan sangat berbahaya bagi cedera.

    Jika waktu olahraga terkena kram, apa yg mesti dilakukan pertama kali utk mengurangi sakitnya?

    Bila sahabat terkena kram saat olahraga, maka konsumsilah air putih dan di ototnya diregangkan (stretching). Hindari mengompres es atau dipijat ya karena akan merusak jaringan otot atau pembuluh darah.

    Bagaimana durasi diantara “PRICE” sebagai salah satu pencegahan pertama saat cedera?

    Kalau tidak bengkak tidak usah dibalut dengan kain atau bandage dan tidak usah kaki di sanggah ( no compression and elevation), cukup rest dan ice. Rest hanya istirahatkan (kurangi gerakan menumpu berlebih seperi naik tangga turun tangga dan banyak jalan) dan ice ( kompres es selama 15-20 menit 3x sehari sampai maksimal 3 hari). Setelah 3 hari tidak ada perbaikan, mohon konsultasikan segera dengan dokter Sahabat. Kalau ada bengkak dan bengkak baru ya komplit lakukan RICE (rest, ice, compression dan elevation)

    Apakah bisa pake ankle support/ ankle brace saat olahraga?

    Penggunaan alat tersebut sebaiknya jangan terlalu sering karena khawatir otot pada daerah pergelangan  dan kaki jadi tidak dapat berkontraksi secara mandiri.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pengaruh Kemajuan Teknologi pada Praktik Medis

    Perkembangan revolusi industri menyebabkan teknologi juga semakin berkembang dan praktik medis juga terlibat di dalamnya. Revolusi Industri adalah keadaan dimana terjadi perubahan global yang menyebabkan banyak aspek kehidupan ikut terpengaruh juga. Sebelum Revolusi Industri 1.0 terjadi, kita memproduksi barang atau jasa dengan mengandalkan tenaga otot, air, ataupun angin. Hingga pada tahun 1776, James Watt menemukan mesin uap yang mengubah sejarah dan sering disebut dengan Revolusi Industri 1.0. 

    Revolusi 2.0 dimulai dengan perubahan total pada proses produksi dengan terciptanya “Lini Produksi” atau Assembly Line yang menggunakan “Ban Berjalan” atau conveyor belt di tahun 1913. Revolusi Industri 3.0 adalah penemuan mesin yang bergerak otomatis, contohnya adalah komputer dan robot. Di saat ini, dunia bergerak memasuki era digitalisasi. Lalu, apa yang dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0?

    Revolusi Industri 4.0 menerapkan konsep otomatis yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia. Hal tersebut merupakan hal vital yang dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaga kerja, dan biaya. Manusia dapat memonitoring proses produksi melalui sistem digital. Jadi, peran internet sangat besar saat ini.

    Bagaimana sistem kesehatan dapat dipengaruhi oleh Revolusi Industri 4.0 ini?Nah, sahabat saat ini manusia sangat gampang dalam mencari informasi, termasuk informasi medis baik yang terpercaya maupun yang tidak. Terkadang, kepercayaan terhadap informasi medis yang didapatkan ini sangatlah tinggi, sehingga tanpa pikir panjang banyak orang menyebarkan berita yang tidak terpercaya alias hoaks. 

    Kemudian, kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) sudah mulai digunakan di bidang medis melalui beberapa aplikasi dan atau layanan pelanggan (customer service) yang menawarkan layanan kesehatan berbasis online. Kecerdasan buatan merupakan stimulasi proses kecerdasan manusia yang dilakukan oleh mesin, terutama sistem komputer. Proses yang terjadi di dalamnya termasuk proses belajar, alasan, serta koreksi otomatis oleh komputer tersebut.

    Beberapa contoh dari kecerdasan buatan yang diaplikasikan di bidang kesehatan antara lain berdasarkan beberapa jurnal referensi kesehatan antara lain penggunaan AI (watson for oncology) untuk rekomendasi pengobatan pada pasien china dengan kanker paru, pembelajaran oleh mesin di bidang radiologi;aplikasi dibandingkan dengan interpretasi gambar, serta analisis gambar digital pada patologi payudara; dari teknis pemrosesan gambar ke kecerdasan buatan. Pertanyaannya: apakah dokter dapat digantikan dengan kecerdasan buatan?

    Kemudian, sistem di fasilitas layanan kesehatan  berbasis digital juga mulai diperkenalkan dan sebagian sudah digunakan. Namun, pemakaian data kesehatan bersama antara beberapa fasilitas kesehatan masih dirasakan sulit terkait dengan keamanan data di dalamnya.

    Nah, ada yang disebut dengan Internet of things (IoT), dimana semua data kesehatan dapat diinput melalui aplikasi seperti kadar glukosa, aktifitas sehari-hari, jumlah kalori yang dibutuhkan setiap hari, nutrisi, obat-obatan dan dapat diakses secara online. Interkoneksi melalui perangkat yang terhubung dengan internet tertanam pada benda sehari-hari seperti ponsel atau komputer yang memungkinkannya mengirim dan menerima data.

    Tantangan dalam digitalisasi kesehatan sering terkait dengan keamanan data pasien. Hal ini karena semakin banyaknya peretas yang sering mengambil alih atau merusak jaringan dalam sistem kesehatan berbasis digital. Kasus lain adalah maraknya phising, ransomware, Ddos, cryptojacking yang merupakan bagian dari penyerangan dalam dunia digital (cyberattack). 

    Namun, tantangan inilah yang sama-sama harus kita hadapi. Kita tidak perlu takut untuk menghadapi digitalisasi dalam dunia kedokteran karena kita adalah negara hukum. Digitalisasi dunia kesehatan justru memberi manfaat yang besar bagi pasien ataupun dokternya karena membuat waktu yang ada lebih efektif dan efisien. Selain itu, kita juga mengajarkan pasien untuk peduli terhadap dirinya sendiri melalui informasi kesehatan yang terpercaya. Jadi, kita pasti siap menghadapinya.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja