Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 71–80 of 625 results

  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari – di mana pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya di mana gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan – lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Untuk sobat prosehat yang mau vaksinasi namun tidak mau antri maka kamu bisa melakukan vaksinasi di prosehat. Prosehat memberikan layanan imunisasi pneumonia lengkap dan terjangkau. Yuk vaksinasi sekarang.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
  • Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah […]

    Pneumonia : Pembunuh Balita Utama di Dunia

    Seringkali orang tua tidak sadar kebiasaan kecil yang salah bisa menyebabkan masalah atau penyakit yang nantinya akan berdampak pada kondisi anak. Bukan tanpa sebab, ada beberapa penyakit atau kejadian yang berawal dari masalah serupa juga salah satunya adalah paru-paru basah. Siapa yang sangka bahwa hujan-hujanan atau tinggal di kondisi yang lembab atau gelap dan basah bisa mendatangkan penyakit.

    Penyakit yang biasanya menyerang paru ini disebut sebagai Pneumonia. Faktanya penyakit ini telah membunuh ratusan balita yang ada di dunia begitupun yang ada di Indonesia. Tentu hal ini tidak dapat dianggap sepele saja, untuk itu dalam artikel ini akan kita bahas secara gamblang mengenai pneumonia sebagai pembunuh balita utama di dunia.

    Apa itu pneumonia/paru-paru basah ?

    Pneumonia merupakan penyakit yang disebabkan infeksi pada satu atau kedua paru-paru anak. Jika kondisinya sehat oksigen akan masuk ketika bernafas dan bergerak melalui tabung pernafasan. Setelah itu oksigen masuk ke dalam darah melalui kantung udara di paru (alveoli).

    Jika anak terkena pneumonia, paru-paru tidak dapat melakukan pekerjaan seperti biasa, dimana ada cairan atau lendir yang menghalangi alveoli. Hal inilah yang menyebabkan oksigen sulit untuk masuk penuh ke dalam paru-paru. Tempat yang seharusnya dilewati darah akan sulit masuk akibat cairan atau lendir yang tidak mudah dibersihkan.

    Gejala pneumonia pada anak

    Setelah mengetahui apa itu penyakit pneumonia, selanjutnya adalah gejala yang dapat Sobat kenali khususnya pada anak. Semakin cepat maka akan semakin baik, karena gejala ini bisa menunjukan bahaya pada kondisi sistem pernafasan anak. Apa saja ?

    • Batuk berdahak dan cukup parah, tetapi jenis dahaknya berbeda yakni hijau dan terkadang bercampur dengan darah.
    • Demam yang cukup tinggi dan terjadi secara berkala
    • Sesak nafas, dimana ritme napas terjadi lebih cepat dan juga pendek
    • Nyeri pada dada yang ditambah dengan batuk sehingga semakin buruk pada anak. Tidak jarang karena kondisi ini menyebabkan berat badan anak turun dan anak merasa stress atau kelelahan. Pada balita seringkali disertai dengan menangis dan juga sakit pada
    • Detak jantung kencang dan parah.
    • Merasa lelah dan lemah disertai mual serta muntah
    • Mengi atau napas berbunyi.

    Tindakan medis terhadap pneumonia

    Lantas bagaimana jika anak menunjukan gejala bahwa anak mengalami pneumonia ? tentu ada beberapa tindakan yang bisa anda ambil. Jangan menyepelekan terutama jika gejala utama muncul seperti dahak hijau dan juga berdarah.

    • Konsultasikan ke dokter anak secara langsung, biasanya dokter akan memeriksa terlebih dahulu dan dianjurkan untuk melakukan rangkaian tes.
    • Dokter akan memastikan menggunakan X-Ray untuk melihat foto dada anak, gambaran pneumonia adalah spot berawan putih di paru-paru pada hasil foto.
    • Dokter akan menganalisa dari hasil tes karena pneumonia bisa terjadi karena berbagai faktor. Menentukan solusi yang tepat dan penanganan yang tepat harus sesuai dengan penyebabnya.
    • Pengobatan biasanya dilakukan dengan antibiotik, obat, serta menyemprotkan larutan air asin (saline) di bagian hidung anak juga dapat membantu mengencerkan lendirnya. Sehingga anak bisa bernafas dengan baik.

    Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

    Mencegah lebih baik dibandingkan mengobati, rasanya kata-kata ini sudah banyak didengar oleh orang tua sekarang ini karena pneumonia dan penyakit sistem pernafasan seringkali menyerang anak-anak termasuk di Indonesia. Penyakit ini dapat menular lewat percikan ludah ketika penderita bersin maupun batuk yang dahaknya bisa mengandung bakteri. Termasuk saat anda mencuci atau menyentuh sapu tangan penderita. Selain dapat menular lewat udara, makan dan minum milik penderita juga harus dipisah karena bisa menularkan.

    Agara terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

    • Gizi yang cukup

    Ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan, akan ada masanya dimana mereka sering tidak nafsu makan karena energi yang mereka gunakan lebih tinggi dan mobilitas mereka tinggi. Selain itu, anak juga rentan terkena penyakit karena sistem imun anak mudah sekali turun hanya karena makanan atau istirahat. Bayi dapat diberikan ASI yang maksimal di enam bulan pertama, yang artinya ibu juga yang memberikan ASI harus tahu seberapa banyak dan apa saja nutrisi yang mereka konsumsi. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

    Cara selanjutnya adalah dengan imunisasi yang biasa disebut HiB atau Haemophilus influenzae tipe B. Dimana vaksin ini banyak diberikan pada anak untuk menghindari masalah lain seperti meningitis ataupun masalah lainnya. Imunisasi menjadi cara yang ampuh untuk mencegah Pneumonia yang bisa menyerang anak. Selain itu anak biasanya diberikan imunisasi lain yaitu vaksinasi Pneumokokus (PCV). Nah, anda bisa menerima vaksin yang sama dengan rekomendasi dokter dan juga konsultasi sebelumnya kepada dokter anak.

    • Kesehatan lingkungan

    Cara terakhir adalah menjaga kesehatan lingkungan, dimana saat makan dan juga kebersihan lingkungan anda harus mencuci dan membersihkan lingkungan tempat tinggal atau tempat tidur Sobat. Selain itu jauhkan dari asap rokok dan polusi udara yang memungkinkan anak terpapar atau bahkan menghisapnya.

    Jangan biarkan pneumonia menyebabkan kondisi yang lebih serius, dimana anda harus bisa menajga kebersihan. Khususnya kondisi untuk tidur yang lembab dan basah bisa menimbulkan pneumonia berat pada anak.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut. Luka adalah suatu […]

    Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut.

    Luka adalah suatu kondisi kerusakan atau hilangnya sebagian jaringan tubuh yang bisa terjadi karena trauma apapun baik  tumpul, tajam, zat kimia, dll. Terkadang kita menganggap remeh luka yang dialami. Namun, tahukah kamu 1/4 dari penderita diabetes memiliki ulkus diabetikum (luka diabetes) dan 25% dari yg menderita luka diabetes itu berakhir dengan amputasi.

    Berdasarkan waktu penyembuhannya luka dibagi menjadi luka akut / fisiologis (yg waktu penyembuhannya sesuai perkiraan, sekitar 7-14 hari) dan luka yg kronis / patologis yang proses penyembuhannya sangat lama atau bahkan luka semakin memburuk. Luka yang tak kunjung sembuh masuk ke dalam luka patologis. Biasanya luka semakin melebar dari bentuk awal, bernanah, bau, terus-terusan merah dan nyeri.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa faktor berperan dalam penyembuhan luka, antara lain umur, nutrisi, kebersihan luka, infeksi, sirkulasi dan oksigenasi, penyakit yg mendasari, merokok, stres. Salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan luka sulit sembuh adalah diabetes melitus. Sering kali pasien datang dengan luka yg sudah besar dan berbau tapi tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita diabetes.

    Oleh karena itu peran skrining penyakit sangat penting untuk pencegahan terjadinya luka yang tak kunjung sembuh. Skrining sederhana dapat dimulai dengan mengecek kadar gula darah secara rutin. Akan lebih baik lagi bila melakukan pengecekan lainnya seperti darah rutin dan faktor pembekuan darah.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting

    Beberapa langkah dapat dilakukan untuk pencegahan agar luka cepat sembuh, seperti :

    – Melakukan perawatan luka awal dengan membersihkan menggunakan larutan salin atau pun cairan antiseptik (bila perlu)

    – Tidak memberikan bubuk kopi, dedaunan atau apapun pada luka

    – Tidak sembarangan mengkonsumsi antibiotik

    – Pada luka kotor, tertusuk paku, luka bakar, gigitan hewan, luka besar dan dalam sebaiknya segera meminta bantuan ke pusat kesehatan terdekat

    – Menjaga pola hidup sehat : mengjindsri rokok & alkohol, olahraga yg cukup, dan menjaga asupan nutrisi

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes […]

    Sakit Gula Bikin Jantungan

    Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes tipe 2.

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang memiliki banyak komplikasi. Salah satu komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah besar dan kecil. Setiap organ di tubuh kita memiliki pembuluh darah, sehingga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada seluruh organ tubuh. Terutama organ-organ vital, seperti jantung, otak, ginjal hingga sampai ke organ kecil seperti mata, jari kaki hingga organ vital pada pria.

    Bagaimana hubungan penyakit diabetes dengan jantung? Kita tahu bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Beberapa faktor risiko yang banyak diketahui orang adalah kolesterol yang tinggi, kegemukan, dan terakhir adalah diabetes melitus. 

    Baca Juga: 5 Tanda Diabetes dan Kencing Manis

    Pada diabetes yang melibatkan penyakit jantung, pembuluh darah koroner merupakan targetnya. Sehingga, diabetes dapat merusak pembuluh darah koroner. Maka tanpa adanya faktor resiko berupa kenaikan kolesterol, diabetes sendiri mampu membuat pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan serangan jantung. Perlu diingat bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia.

    Diabetes dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung koroner sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal, meningkatkan risiko gagal jantung 2 hingga 5 kali lipat dari normal, dan meningkatkan risiko stroke sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal.

    Gejala penyakit jantung harus kita waspadai adalah nyeri di bagian dada, lengan, pundak, leher, rahang dan juga bagian punggung dan sesak napas. Bila sahabat mengalami ini, maka segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan cepat sehingga tidak berdampak buruk ke depannya.

    Nah, penting bagi kita menyadari bahwa mengontrol gula dan diabetes merupakan salah satu faktor terpenting dalam pencegahan penyakit jantung koroner. Faktor risiko terpenting yang harus dikontrol pada pasien-pasien yang mengalami diabetes atau prediabetes adalah menurunkan berat badan. Selain itu, mengubah pola hidup menjadi sehat seperti cek kesehatan berkala, konsumsi makanan sehat yang kaya sayur dan buah, serta perbanyak aktivitas fisik dan olahraga. Melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari selama 5 kali seminggu atau 150 jam dalam satu minggu dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus sebanyak 58%.

    Baca Juga: 8 Fakta Lawan Diabetes

    Bagaimana tanda awal serangan jantung?

    Tanda awal serangan jantung adalah nyeri di dada sebelah kiri, nyeri dada terhebat yang pernah dirasakan dan kuncinya adalah nyeri tersebut biasanya menjalar ke lengan dan tidak bisa ditunjuk posisi nyerinya. Biasanya disertai dengan mual muntah dan keringat dingin.

    Apa yg harus dilakukan orang dengan diabetes agar terhindar dari penyakit jantung?

    Pada penderita diabetes, rutin melakukan pengecekan terhadap gula darah, konsumsi obat anti diabetes sesuai dengan saran dokter dan menjaga berat badan ideal merupakan beberapa cara agar dapat terhindar dari penyakit jantung.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil. […]

    Menua dengan Aktif

    Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil.

    Bertambahnya usia memang mempengaruhi hampir setiap bagian dalam tubuh, termasuk rambut, kulit, jantung, otot dan masih banyak lagi. Namun, memiliki gaya hidup yang baik mampu menghambat dan menangkal efek negatif dari penuaan tersebut.

    Pada saat lanjut usia terdapat banyak perubahan dalam tubuh, seperti perubahan komposisi tubuh (lemak tubuh, hormon, massa otot tubuh), sistem kardiovaskular dan respirasi, kognitif (pikiran), dan sistem muskuloskletal (saraf, otot, dan persendian). Sendi pada lansia sangat beresiko pengapuran sendi dan pengeroposan. Selain itu, lansia juga lebih berisiko mengalami syaraf kejepit (leher dan pinggang) yang dampaknya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Nah, fisioterapi merupakan salah satu cara untuk mengurangi keluhan seputar sendi, saraf, dan otot pada lansia. Berikut adalah gambaran beberapa latihan fisioterapi yang dapat dilakukan oleh lansia sendiri.

    Fisioterapi pada lansia memiliki beberapa manfaat antara lain memperlambat proses penuaan, mempertahankan kualitas hidup, mengembangkan kualitas hidup sesuai dengan keadaan dan kemampuan fungsional, serta mempertahankan produktivitas dalam kehidupan. 

    Selain fisioterapi, lansia juga sebaiknya melakukan olahraga ringan agar tubuh selalu bugar. Beberapa manfaat berolahraga bagi lansia antara lain menyehatkan jantung dan paru, menjaga kesehatan sendi, saraf, dan otot, memperbaiki komposisi tubuh, mengurangi depresi serta meningkatkan kepercayaan diri bagi lansia serta meningkatkan daya tahan dan keseimbangan tubuh.

    Jenis olahraga yang baik untuk dilakukan oleh lansia antara lain adalah latihan aerobik, kekuatan otot, serta fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Kemudian, ada beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari bagi lansia seperti gerakan aerobik yang high impact, gerakan fleksi tulang belakang yang tiba-tiba, olahraga pada tempat yang berbahaya seperti tempat yang licin, becek, atau tidak rata, latihan beban tangan dan latihan statis.

    Prinsip latihan pada lansia sama dengan olahraga pada usia lainnya. Pada awalnya, gerakan pemanasan harus dilakukan untuk menghindari cedera. Kemudian masuk ke latihan inti yang dapat meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, daya tahan, kelenturan atau ketangkasan. Terakhir, gerakan pendinginan yang berfungsi untuk menurunkan kerja jantung secara perlahan, mencegah pengumpulan darah pada vena, mencegah nyeri otot dan mengurangi defisit oksigen dan asam laktat.

    Latihan dapat dilakukan 3-5 kali seminggu dan dapat disertai beban ringan saat latihan. Olahraga yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan lansia. Olahraga pada lansia perlu diperhatikan dari segi keamanan dan masalah kesehatan oleh karena itu perlu pengecekan secara mendalam oleh Fisioterapis sebelum program latihan dimulai.

    Pada lansia dengan riwayat jatuh apa yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan?

    Banyak faktor yang harus kita lihat bila lansia jatuh seperti adanya bengkak dan luka terbuka, adanya perubahan struktur pada area tersebut atau kemampuan  pasien bisa berdiri apa tidak. Bila lansia jatuh dan menyebabkan beberapa sendi bengkak, pertolongan pertama dapat dengan mengompres dengan air es. Kemudian, segera cek ke dokter untuk memastikan tidak ada patah tulang atau cedera serius lainya akibat jatuh.

    Baca Juga: Tips Membawa Lansia Liburan

    Apakah knee exercise dapat dilakukan sendiri dirumah atau harus dengan pendampingan terapis di klinik fisioterapi?

    Pencegahan untuk latihan dasar bisa dilakukan di rumah. Namun, ada hal yang harus diperhatikan seperti kondisi penglihatan pasien (dapat menjadi faktor lansia jatuh), dan area yang tidak aman bagi lansia (lampu penerangan di rumah, alas kaki rumah (keset) yang licin. Latihan dapat dilakukan 10-15 pengulangan aja setiap hari atau toleransi semampu orang tersebut. Jika masih meragukan, dapat dilakukan dengan bantuan fisioterapis.

    Bagaimana latihan yang dapat dilakukan untuk nyeri lutut pada lansia?

    Olahraga yang disarankan untuk lansia yang memiliki masalah dengan sendi lutut adalah olahraga dengan minimal tumpuan beban seperti berenang atau sepeda. Bila tidak sembuh juga lebih baik cek ke dokter karena  dikhawatirkan cedera tulang rawan sendi.

    Apakah pemakaian knee braces berpengaruh agar tidak semakin nyeri?

    Pemakaian knee braces dapat membuat sendi lutut lebih stabil sehingga dapat mengurangi tekanan pada lutut dan nyeri pada sebagian orang. Namun, pemakaian alat ini juga dapat menyebabkan kekakuan pada sendi, bengkak, dan iritasi kulit. Konsultasikan pada dokter Sahabat mengenai pemakaian alat bantu ini.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Olahraga adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Tubuh kita akan bergerak secara aktif dan pikiran pun jadi lebih segar. Olahraga memang menuntut kita untuk menggerakkan tubuh dengan konsentrasi dan koordinasi yang baik agar hasilnya pun maksimal. Jika kita kehilangan fokus sedikit saja ketika berolahraga, akibatnya bisa bermacam-macam mulai dari cedera ringan hingga serius. Cedera olahraga […]

    Sport Massage pada Cedera Olahraga

    Olahraga adalah kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Tubuh kita akan bergerak secara aktif dan pikiran pun jadi lebih segar. Olahraga memang menuntut kita untuk menggerakkan tubuh dengan konsentrasi dan koordinasi yang baik agar hasilnya pun maksimal. Jika kita kehilangan fokus sedikit saja ketika berolahraga, akibatnya bisa bermacam-macam mulai dari cedera ringan hingga serius.

    Cedera olahraga sering dialami oleh pemain olahraga, yaitu trauma akut dan overuse syndrome vasodilatasi rubor tumor kalor dolor (Sindrom Pemakaian Berlebih). Cedera olahraga seringkali direspon oleh tubuh dengan tanda radang yang terdiri atas rubor (merah), tumor (bengkak), kalor (panas), dolor (nyeri) dan fungsiolesa (penurunan fungsi). 

    Selain itu, faktor penyebab cedera olahraga dapat disebabkan karena:

    • Kelemahan struktur tubuh ( otot, tendon, dan ligamen)
    • Kelainan struktur tubuh (Postur tubuh atau kaki)
    • Kesalahan Metode Latihan
    • Trauma langsung/benturan langsung pada waktu melakukan aktivitas olahraga menyebabkan cedera olahraga akut.
    • Latihan yang berlebih/overuse yang menyebabkan cedera kronis.
    • Overuse injury adalah akumulasi dari cedera berulang-ulang dan baru dirasakan atau diketahui setelah bertahun-tahun melakukan aktivitas olahraga.

    Apa yang kita lakukan bila tiba-tiba cedera saat berolahraga?Nah, sebaiknya bila kita cedera pertolongan pertama yang dilakukan adalah kompres es selama 15-20 menit untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangannya. Hindari penggunaan salep yang panas atau mengurut bagian yang cedera.

    Bila kita mengalami cedera olahraga, maka ingatlah “PRICE”:

    Protection : Tujuannya adalah melindungi bagian tubuh yang digunakan untuk melakukan gerakan olahraga atau bagian tubuh yang rentan terhadap benturan saat Anda melakukan olahraga yang memerlukan kontak fisik.

    Rest : Istirahat berguna untuk mengantisipasi agar cedera yang terjadi tak lebih parah dan membuat proses penyembuhan luka lebih cepat. Biasanya, jika Anda mengalami cedera, lakukan istirahat selama 48 jam.

    Ice : Mengompres dengan air es Mengurangi nyeri dan spasme otot, serta mencegah kematian sel dengan menurunkan metabolisme tubuh. Kompreslah bagian yang cedera selama 20 menit per dua jam selama 1 – 2 hari.

    Compression: Kompresi adalah aplikasi gaya tekan terhadap lokasi cedera. Kompresi dapat dilakukan dengan cara membebatkan perban elastis pada bagian cedera. Bebat seluruh area cedera dan kenakan selama 24 jam pertama sesudah kejadian.

    Elevation : Pembengkakan pada bagian yang cedera akan mengalami penyusutan dengan mengangkat bagian tubuh yang cedera. Posisikan area yang cedera lebih tinggi (sekitar 15 – 25 cm) daripada jantung sehingga membantu darah dan cairan keluar dari daerah pembengkakan. Lakukan cara ini hingga pembengkakan berkurang.

    Referral : Bantuan medis harus dicari sesegera mungkin untuk menentukan sejauh mana grade cedera.

    Kemudian, lebih baik dilakukan pemijatan khusus untuk cedera olahraga yang kita sebut dengan sport massage. Sport Massage merupakan teknik memijat dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis, terapeutik / pengobatan pada tubuh. Sport massage lebih bagus dikombinasikan dengan peregangan otot secara pasif dan latihan secara aktif agar lebih optimal.

    Tujuan dari sport massage adalah mencegah cedera olahraga (biasa dilakukan sebelum olahraga), memperlancar sirkulasi pembuluh darah dan efek relaksasi (mengurangi rasa stres dan cemas), mengurangi rasa nyeri dan menghilangkan ketegangan pada otot serta meningkatkan fleksibilitas pada persendian.

    Sport massage akan membantu proses pemecahan dan pembuangan asam laktat sehingga proses pemulihan tubuh akan lebih cepat. Saraf  yang menerima rangsang di bawah kulit peka terhadap rangsangan berupa raba tekan yang kemudian menghasilkan hormon endorfin pada tubuh dan menyebabkan efek rileks pada tubuh.

    Namun, tidak semua orang dapat diberikan sport massage karena cederanya. Beberapa orang justru menghindari pemijatan ini seperti mereka yang mempunyai kadar asam urat tinggi, luka bakar, luka terbuka pada area kulit, infeksi  pada kulit dan jaringan dalam kulit ( ligamen dan tendon), radang pada area persendian, dan luka memar pada tulang karena benturan.

    Teknik sport massage dilakukan oleh ahli fisioterapi, biasanya yang sudah berpengalaman dalam hal ini. Ahli Fisioterapi bidang olahraga bekerja dengan membuat program-program latihan untuk atlet yang cedera, membuat penilaian terhadap cedera-cedera yang terjadi, membuat program latihan spesifik yang sesuai dengan jenis olahraga, memberi nasehat mengenai makanan yang konsumsi serta terapi atau pemulihan cedera termasuk sport massage(semua nya berkesinambungan dengan karakter olahraga dan paramedik)

    Nah, berikut ini merupakan beberapa teknik sport massage  yang dapat dilakukan:

    Effleurage : Gosokan pada kulit tanpa terjadi gerakan otot bagian dalam. Tangan dibuat sedemikian rupa sehingga gerakannya tetap dan tekanan yang diberikan searah dengan aliran darah balik.

    Petrissage : Gerakan tangan yang dilakukan dengan teknik perasan, tekanan, dan pencomotan otot dari jaringan dalam. Teknik Petrissage dapat dilakukan dengan satu tangan atau kedua tangan dengan gerakan bergelombang, berirama, tidak terputus-putus dan terikat satu sama lain.

    Friction : Menggerus dengan menggunakan jari jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau dengan siku tangan.

    Tapotement : Teknik yang dilakukan dengan tangan yang melibatkan pergelangan dan jari-jari yang rileks dan digerakkan dengan cepat bergantian kanan-kiri.

    Shaking : Teknik dengan jari-jari membengkok, misalnya bagian bawah dan atas  pada bagian yang berotot, lengan atas dan lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping, ke atas dan ke bawah.

    Vibration : Teknik dengan jari-jari membengkok, misalnya bagian bawah dan atas  pada bagian yang berotot, lengan atas dan lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan ke samping, ke atas dan ke bawah. 

    Sport massage pada atlet bertujuan untuk mempersiapkan fisik maupun mental atlet sebelum mengikuti pertandingan, memaksimalkan potensi prestasi atlet, mempercepat proses pemulihan (recovery) serta mengurangi resiko terjadinya cedera maupun gangguan lain akibat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi. Masase pada atlet dilakukan sebelum pertandingan (pre-event), pada saat pertandingan (intra-event) dan sesudah pertandingan (post-event).

    Apabila terkena cedera, bolehkah diurut? 

    Kalau ada tanda tanda bengkak memar pada area cedera lebih baik jangan di urut

    Langsung ke fisioterapis atau dokter olahraga. Hal ini takutnya akan memperparah area cedera yang sedang bengkak dan meradang. Apalagi bila terjadi patah tulang, maka tindakan pengurutan akan sangat berbahaya bagi cedera.

    Jika waktu olahraga terkena kram, apa yg mesti dilakukan pertama kali utk mengurangi sakitnya?

    Bila sahabat terkena kram saat olahraga, maka konsumsilah air putih dan di ototnya diregangkan (stretching). Hindari mengompres es atau dipijat ya karena akan merusak jaringan otot atau pembuluh darah.

    Bagaimana durasi diantara “PRICE” sebagai salah satu pencegahan pertama saat cedera?

    Kalau tidak bengkak tidak usah dibalut dengan kain atau bandage dan tidak usah kaki di sanggah ( no compression and elevation), cukup rest dan ice. Rest hanya istirahatkan (kurangi gerakan menumpu berlebih seperi naik tangga turun tangga dan banyak jalan) dan ice ( kompres es selama 15-20 menit 3x sehari sampai maksimal 3 hari). Setelah 3 hari tidak ada perbaikan, mohon konsultasikan segera dengan dokter Sahabat. Kalau ada bengkak dan bengkak baru ya komplit lakukan RICE (rest, ice, compression dan elevation)

    Apakah bisa pake ankle support/ ankle brace saat olahraga?

    Penggunaan alat tersebut sebaiknya jangan terlalu sering karena khawatir otot pada daerah pergelangan  dan kaki jadi tidak dapat berkontraksi secara mandiri.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pengaruh Kemajuan Teknologi pada Praktik Medis

    Perkembangan revolusi industri menyebabkan teknologi juga semakin berkembang dan praktik medis juga terlibat di dalamnya. Revolusi Industri adalah keadaan dimana terjadi perubahan global yang menyebabkan banyak aspek kehidupan ikut terpengaruh juga. Sebelum Revolusi Industri 1.0 terjadi, kita memproduksi barang atau jasa dengan mengandalkan tenaga otot, air, ataupun angin. Hingga pada tahun 1776, James Watt menemukan mesin uap yang mengubah sejarah dan sering disebut dengan Revolusi Industri 1.0. 

    Revolusi 2.0 dimulai dengan perubahan total pada proses produksi dengan terciptanya “Lini Produksi” atau Assembly Line yang menggunakan “Ban Berjalan” atau conveyor belt di tahun 1913. Revolusi Industri 3.0 adalah penemuan mesin yang bergerak otomatis, contohnya adalah komputer dan robot. Di saat ini, dunia bergerak memasuki era digitalisasi. Lalu, apa yang dimaksud dengan Revolusi Industri 4.0?

    Revolusi Industri 4.0 menerapkan konsep otomatis yang dilakukan oleh mesin tanpa memerlukan tenaga manusia. Hal tersebut merupakan hal vital yang dibutuhkan oleh para pelaku industri demi efisiensi waktu, tenaga kerja, dan biaya. Manusia dapat memonitoring proses produksi melalui sistem digital. Jadi, peran internet sangat besar saat ini.

    Bagaimana sistem kesehatan dapat dipengaruhi oleh Revolusi Industri 4.0 ini?Nah, sahabat saat ini manusia sangat gampang dalam mencari informasi, termasuk informasi medis baik yang terpercaya maupun yang tidak. Terkadang, kepercayaan terhadap informasi medis yang didapatkan ini sangatlah tinggi, sehingga tanpa pikir panjang banyak orang menyebarkan berita yang tidak terpercaya alias hoaks. 

    Kemudian, kecerdasan buatan (Artificial Intellegence/AI) sudah mulai digunakan di bidang medis melalui beberapa aplikasi dan atau layanan pelanggan (customer service) yang menawarkan layanan kesehatan berbasis online. Kecerdasan buatan merupakan stimulasi proses kecerdasan manusia yang dilakukan oleh mesin, terutama sistem komputer. Proses yang terjadi di dalamnya termasuk proses belajar, alasan, serta koreksi otomatis oleh komputer tersebut.

    Beberapa contoh dari kecerdasan buatan yang diaplikasikan di bidang kesehatan antara lain berdasarkan beberapa jurnal referensi kesehatan antara lain penggunaan AI (watson for oncology) untuk rekomendasi pengobatan pada pasien china dengan kanker paru, pembelajaran oleh mesin di bidang radiologi;aplikasi dibandingkan dengan interpretasi gambar, serta analisis gambar digital pada patologi payudara; dari teknis pemrosesan gambar ke kecerdasan buatan. Pertanyaannya: apakah dokter dapat digantikan dengan kecerdasan buatan?

    Kemudian, sistem di fasilitas layanan kesehatan  berbasis digital juga mulai diperkenalkan dan sebagian sudah digunakan. Namun, pemakaian data kesehatan bersama antara beberapa fasilitas kesehatan masih dirasakan sulit terkait dengan keamanan data di dalamnya.

    Nah, ada yang disebut dengan Internet of things (IoT), dimana semua data kesehatan dapat diinput melalui aplikasi seperti kadar glukosa, aktifitas sehari-hari, jumlah kalori yang dibutuhkan setiap hari, nutrisi, obat-obatan dan dapat diakses secara online. Interkoneksi melalui perangkat yang terhubung dengan internet tertanam pada benda sehari-hari seperti ponsel atau komputer yang memungkinkannya mengirim dan menerima data.

    Tantangan dalam digitalisasi kesehatan sering terkait dengan keamanan data pasien. Hal ini karena semakin banyaknya peretas yang sering mengambil alih atau merusak jaringan dalam sistem kesehatan berbasis digital. Kasus lain adalah maraknya phising, ransomware, Ddos, cryptojacking yang merupakan bagian dari penyerangan dalam dunia digital (cyberattack). 

    Namun, tantangan inilah yang sama-sama harus kita hadapi. Kita tidak perlu takut untuk menghadapi digitalisasi dalam dunia kedokteran karena kita adalah negara hukum. Digitalisasi dunia kesehatan justru memberi manfaat yang besar bagi pasien ataupun dokternya karena membuat waktu yang ada lebih efektif dan efisien. Selain itu, kita juga mengajarkan pasien untuk peduli terhadap dirinya sendiri melalui informasi kesehatan yang terpercaya. Jadi, kita pasti siap menghadapinya.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Digital di Bidang Kesehatan

    Oleh: Anis Fuad

    Peradaban manusia telah mengalami tahapan evolusi mulai dari revolusi industri 1.0 hingga revolusi industri 4.0 yang terbaru. Hal ini ditandai dengan meluasnya jaringan siber yang secara fisik didukung oleh beranekaragam kemajuan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, kecepatan kinerja, efisiensi biaya, komunikasi sosial lintas batas dan waktu, reposisi dan reorientasi peran manusia dalam sistem produksi, inovasi layanan baru yang mendisrupsi cara bisnis lama, dsb. Kemudian, evolusi ini berdampak pula pada sektor kesehatan.

    Kesehatan digital mulai berkembang di negara kita.Lalu, sejauh mana transformasi digital akan memberi perubahan di kesehatan?Mulai dari revolusi digital, genomik, ilmu kesehatan, pelayanan kesehatan, semuanya berkaitan dengan sistem digitalisasi. Jurnal dari  dr Erik Topol, seorang kardiologis, di jurnal Nature, Januari yang lalu menekankan ada beberapa kemungkinan. Namun, dia menyampaikan bahwa kalau di sektor transportasi perubahan sudah mencapai bentuk bisnis “taksi tanpa sopir”, tetapi di kesehatan situasi tersebut tidak diharapkan saat munculnya fenomena “rumah sakit tanpa dokter”.

    Akan tetapi riset dan teknologi terus berkembang. Sehingga, pelayanan kedokteran juga suatu saat akan menerima berbagai kemajuan teknologi digital untuk mendukung dokter agar:

    • dapat memanfaatkan berbagai teknologi untuk mendukung proses diagnostik dan pengambilan keputusan klinis, termasuk dalam proses pencegahan, terapi sampai dengan rehabilitasi pasien
    • berinteraksi lebih efektif dengan pasien serta mendorong pasien terlibat dlm komunikasi terapetik
    • meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klinis berkelanjutan
    • lebih memfokuskan kepada aspek esensial terapi daripada pernik2 administratif dan klerikal dalam pengelolaan pasien

    Nah, kecerdasan buatan di bidang kedokteran juga mulai berkembang. Beberapa bagian seperti radiologi, neurologi, patologi, dermatologi, gastroenterologi, dan kardiologi mulai melakukan riset mengenai ini. Di bidang oftalmologi, kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mendeteksi beberapa penyakit seperti diabetik retinopati, penyakit retina, degenerasi makular, Retinopathy of Prematurity (ROP), dsb. 

    Berikut adalah salah satu contoh kecerdasan buatan dalam mendeteksi retinopati diabetes. Cara kerjanya adalah:

    • Beragam foto fundus retinopati diabetik diklasifikasikan oleh ahli diterjemahkan menjadi algoritma/program komputer.
    • Algoritma dilatih/ditingkatkan kinerjanya melalui pengenalan kasus sehingga lebih cerdas.
    • Algoritma kemudian diuji ke kasus yang lebih banyak untuk dipilih algoritma mana yang paling bagus performanya. Kemudian hasil dibandingkan dengan ahli.
    • Inilah mengapa disebut dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Komputer dapat dilatih dan memiliki kecerdasan setara dengan ahli.
    • Pendekatan machine learning yang baru, yaitu deep learning memberikan sepenuhnya kepada komputer untuk mengenali karakter yang harus diidentifikasi.

    Bagaimana dengan kondisi di indonesia, apakah sistem kesehatan digital dapat digunakan?tentunya kita menghadapi tantangan yang cukup banyak. Luasnya wilayah Indonesia disertai dengan semua problematika kesehatan yang ada, kesenjangan akses telekomunikasi di daerah yang terpencil/terpelosok, dsb adalah tantangan yang nyata bagi kita.

    Namun, dunia kesehatan digital atau yang sering kita sebut dengan telemedicine/telemedis mulai mendapat dukungan dari pemerintah. Sebagai contoh, Menteri Kesehatan mempercepat peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan melalui pelayanan kesehatan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, Menteri Komunikasi dan Informatika mempercepat penyediaan jaringan dan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung , antara lain pelayanan kesehatan jarak jauh (telemedicine), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, serta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mempercepat peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan melalui, antara lain pemberian dukungan pendampingan, pelatihan,dan penyediaan dosen dan tenaga ahli.

    Indonesia belum sepenuhnya menerapkan Revolusi Industri 4.0 karena masih ada industri yang menggunakan teknologi revolusi pertama, kedua, dan ketiga. Teknologi terus berkembang , bahkan semakin maju dengan tingkat kecepatan tinggi. Idealnya, teknologi maju terjangkau, tidak menyebabkan jurang kesenjangan, semakin murah, meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan, diterima oleh masyarakat dan profesi kesehatan. Kemajuan teknologi sebaiknya diimbangi dengan regulasi yang adaptif, kolaboratif, menjunjung tinggi etika, dan edukasi kepada masyarakat, profesi kesehatan serta regulator.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Polusi udara adalah gabungan partikel kompleks dan gas yang berasal dari sumber pencemaran yang tidak alami timbul karena ada pengaruh atau campur tangan manusia atau aktifitas manusia dan alam yang mengalami modifikasi secara kimia di atmosfer. Menurut WHO, sekitar 2 juta kematian di Asia Tenggara berhubungan dengan polusi udara di dalam ataupun di luar ruangan. […]

    Waspadai Kesehatan Menurun karena Polusi Udara yang Meningkat

    Polusi udara adalah gabungan partikel kompleks dan gas yang berasal dari sumber pencemaran yang tidak alami timbul karena ada pengaruh atau campur tangan manusia atau aktifitas manusia dan alam yang mengalami modifikasi secara kimia di atmosfer. Menurut WHO, sekitar 2 juta kematian di Asia Tenggara berhubungan dengan polusi udara di dalam ataupun di luar ruangan. Berdasarkan Air Quality Index (AQI) beberapa bulan terakhir tahun 2019 dilaporkan kondisi kualitas udara di kota Jakarta dikategorikan tidak sehat/unhealthy (AQI >150).

    Komponen polusi udara karbon hitam adalah “Polutan Iklim Berumur Pendek” (SLCP) yang merupakan komponen utama polusi udara PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan, terutama berasal dari kendaraan diesel, mesin diesel, batubara, kompor biomassa dan pembakaran limbah. Selain itu, ozon di permukaan tanah juga merupakan bentuk polutan yang berasal dari campuran polutan udara yang berasal dari kota atau daerah pedesaan terdekat, termasuk metana dari limbah perkotaan, sampah, pertanian, serta Nitrit Oksida (Nox) dari kendaraan.

    Polusi udara sangat berbahaya karena merupakan faktor risiko terjadinya penyakit paru dan pernapasan (seperti infeksi saluran pernapasan akut/ISPA, asma, bronkitis, penyakit paru obstruktif kronik/PPOK dan kanker paru). Selain itu, polusi udara juga berhubungan dengan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Pada anak, polusi udara juga berhubungan dengan risiko penyakit ISPA yang sering kambuh, penurunan fungsi paru yang sering menimbulkan gejala sesak napas, risiko kanker pada anak, gangguan perkembangan mental dan motorik, serta gangguan kognitif pada anak maupun remaja.

    Nah, bagaimana caranya agar kita dapat terhindar dari penyakit yang disebabkan karena polusi udara?Pastinya, kita harus selalu menjalankan gaya hidup sehat, seperi konsumsi makanan sehat dan banyak mengandung antioksidan seperti sayur dan buah, olahraga teratur, tidak merokok, mencuci tangan dan kelola stres. Selain itu, mulai menggunakan transportasi umum dan menghindari membakar sampah dapat dilakukan untuk mengurangi polusi udara. Gunakan masker atau respirator dengan kemampuan filtrasi partikel yang maksimal (kemampuan filtrasi ≥ 95%) dan perhatikan cara penggunaan masker atau respirator yang benar dan tepat.

    Kemudian, cek kesehatan berkala dan lakukan konsultasi dengan dokter bila Sahabat mengalami gejala-gejala yang menunjukkan adanya penyakit akibat polusi udara. Tetap waspada dengan polusi udara yang ada di sekitar Sahabat. Salam Sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Press release “perhimpunan dokter paru indonesia (pdpi) menyikapi polusi udara di kota Jakarta.”Jakarta: PDPI.
    2. World Health Organization. Air pollution, climate, and health. Geneva: WHO.
    Read More
  • Hepatitis A sempat menjadi perbincangan hangat setelah penyakit yang menular ini mewabah di Pacitan, Jawa Timur. Mewabahnya penyakit hepatitis A ini membuat banyak orang panik. Hepatitis A yang mewabah di Pacitan sudah dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data tanggal 26 Juni 2019 hingga 27 Juni 2019, mencatatkan ada 1525 orang yang terjangkit hepatitis […]

    Kenali dan Cegah Hepatitis

    Hepatitis A sempat menjadi perbincangan hangat setelah penyakit yang menular ini mewabah di Pacitan, Jawa Timur. Mewabahnya penyakit hepatitis A ini membuat banyak orang panik. Hepatitis A yang mewabah di Pacitan sudah dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data tanggal 26 Juni 2019 hingga 27 Juni 2019, mencatatkan ada 1525 orang yang terjangkit hepatitis A di Pacitan. Namun, tahukah Sahabat bahwa selain hepatitis A, ada beberapa jenis lagi penyakit hepatitis. Yuk, kita cari tahu.

    Hepatitis bukanlah penyakit yang jarang ditemukan di Indonesia, bahkan negara kita menjadi nomor 3 terbanyak angka hepatitisnya di dunia setelah India dan Cina. Angka kejadian penyakit ini terus meningkat setiap tahunnya. Penderita hepatitis B dan C di Indonesia diperkirakan mencapai 30 juta orang. Sebenarnya, penyakit ini apa sih?

    Gambar 1. Perjalanan Penyakit Hepatitis

    Hepatitis  adalah kondisi terjadinya radang pada hati, yang bisa disebabkan oleh berbagai macam penyebab dan yang paling banyak adalah karena infeksi (virus, bakteri dan parasit), obat-obatan, konsumsi alkohol, konsumsi makanan berlemak berlebihan, dan autoimun. Masyarakat awam lebih sering mengenal penyakit ini dengan sebutan sakit kuning. Namun, tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati, ya.

    Hepatitis karena infeksi virus ini ada 5 macam dan dinamakan sesuai abjad yaitu hepatitis virus A, B, C, D, dan E. Lalu apakah perbedaannya?Perbedaannya terutama dari cara penularan dan beratnya komplikasi dari infeksi virus ini terhadap si penderita.

    Hepatitis A, disebabkan oleh virus hepatitis A, yang cara penularannya melalui makanan yg tercemar oleh virus ini. Penyakit ini dari yang ringan yaitu dapat sembuh sendiri (hanya dengan istirahat), dapat perlu perawatan (misalnya tidak dapat makan karena mual muntah), atau bahkan dapat menyebabkan kematian.

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat menular secara vertikal (95% perinatal, 5% di dalam uterus) atau horizontal (transfusi darah, jarum suntik tercemar, pisau cukur, tattoo, transplantasi organ).

    Hepatitis C disebabkan oleh virus hepatitis C yang dapat ditularkan melalui darah dan cairan tubuh, penularan masa perinatal kecil, jarum suntik, transplantasi organ, kecelakaan kerja (petugas kesehatan), dan hubungan seks.

    Hepatitis D perlu virus Hepatitis B untuk berkembang biak sehingga hanya ditemukan pada orang yang telah terinfeksi virus Hepatitis B. Penyakit ini jarang terjadi tetapi merupakan hepatitis yang paling berbahaya. Terakhir, hepatitis E disebabkan oleh virus hepatitis E dan menular melalui fekal-oral (BAB penderita-makanan yang tercemar).

    Hepatitis imbas obat merupakan hepatitis yang terjadi karena konsumsi obat-obat tertentu dalam jangka waktu yang lama, seperti 0bat-obat yang memerlukan waktu lama untuk dikonsumsi  seperti obat TB (flek paru) seperti rifampicin, isoniazid, pirazinamid, ethambutol, antinyeri seperti parasetamol dan ibuprofen, serta obat-obat herbal terutama obat penurun berat badan karena didalamnya mengandung unsur hepatotoksik.

    Namun, Sahabat tidak perlu khawatir untuk menggunakan obat-obat bebas, apabila digunakan sesuai aturan yang tertulis, obat yang diresepkan harus sesuai petujuk dokter Anda dan pilihlah obat herbal yang telah mendapatkan izin edar.

    Gejala dari penyakit hepatitis ini adalah tubuh menjadi kuning. Gejala lain yang dirasakan penderita adalah badan terasa lemas, mual dan muntah, warna kencing menjadi gelap seperti teh atau warna feses menjadi pucat. Nah, bagaimana, ya agar kita dapat terhindar dari penyakit ini?

    Bagi Sahabat yang masih sehat dan belum pernah terinfeksi hepatitis hendaklah menghindari faktor risiko terjadinya hepatitis seperti hindari memiliki pasangan seks lebih dari satu, hindari pemakaian jarum suntik, menjaga kebersihan. Bila Sahabat sudah terinfeksi hepatitis B maka hindari donor darah, organ atau jaringan jika Anda menderita hepatitis B, beri tahu dokter bahwa Anda terinfeksi dan sangat hati-hati untuk memastikan agar orang lain tidak terkena darah dan cairan tubuh Anda.

    Perlukah booster vaksin hepatitis?  Jika perlu kapan diberikan dan berapa kali pemberiannya?

    Pemberian vaksin penguat atau booster atau vaksin ulang hepatitis (B) dianjurkan terutama pada tenaga medis dan paramedis yang profesi nya berhubungan atau berisiko tertular virus hepatitis. Frekuensi pemberian ulangnya tergantung riwayat vaksinasi sebelumnya dan titer antibodi terhadap hepatitis ini.

    Pada pekerja kesehatan,  pemeriksaan apa yg harus diperiksa saat MCU?

    Pemeriksaan MCU tergantung tempat anda bekerja, biasanya sudah ada paket pemeriksaan yg harus dilakukan oleh calon pekerja nya. Tetapi pada umumnya, pekerja kesehatan, khususnya yang berisiko tinggi (menularkan atau tertular) misalnya dokter, perawat, paramedis, maka biasanya dilakukan pemeriksaan : HBsAg, anti-HBs, anti-HCV, anti-HIV, foto rontgen dada.

    Bila seseorang positif terkena hepatitis B apakah vaksin masih diperlukan?bagaimana penanganan selanjutnya?

    Penatalaksanaan lanjut untuk kasus ini harus di RS, jadi puskesmas akan rujuk ke RS terutama RS yg ada praktek dokter spesialis penyakit dalam atau dengan kekhususan bagian hati. Penanganannya saat ini belum bisa ditentukan, karena diperlukan pemeriksaan darah lebih lanjut untuk menentukan apakah saat ini infeksi virus masih aktif atau tidak. Vaksin belum bisa diberikan, tapi nanti silakan didiskusikan dengan dokter yg di RS ya.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja