Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 51–60 of 575 results

  • Penyakit influenza adalah penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Beda dari batuk pilek biasa yang dapat di sembuhkan dengan obat biasa, tapi Influenza dapat menyebabkan sebuah komplikasi yang dapat mengakibatkan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Vaksinasi influenza adalah sebuah solusi yang sangat baik untuk memberikan kekebalan tubuh […]

    Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Penyakit influenza adalah penyakit yang terjadi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Beda dari batuk pilek biasa yang dapat di sembuhkan dengan obat biasa, tapi Influenza dapat menyebabkan sebuah komplikasi yang dapat mengakibatkan sebuah penyakit yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Vaksinasi influenza adalah sebuah solusi yang sangat baik untuk memberikan kekebalan tubuh dan dapat menghidarkan resiko komplikasi penyakitnya. Namun beberapa orang yang telah melakukan vaksinasi mengeluhkan bahwa mereka masih mengalami pilek setelah selesai melakukan vaksinasi.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Seseorang yang baru saja selesai melakukan vaksinasi memang masih sangat bisa tertular virus influenza, karena vaksinnya baru akan efektif setelah 2 minggu pemakaian hingga satu bulan setelah vaksinasi. Jadi apabila seseorang melakukan vaksinasi dan besoknya terkena pilek bukan berarti vaksinnya tidak bermanfaat tapi antibodinya yang belum berjalan dengan baik. Bukan hanya virus influenza saja yang dapat menyebabkan batuk dan pilek tapi ada beberapa virus lainnya diantaranya adalah virus Parainfluenza, Adenovirus, Rhinovirus dan hMPV

    Pilek cenderung dikategorikan penyakit ringan dan berbeda dari flu yang dapat menyebabkan sebuah komplikasi penyakit yang berbahaya seperti radang paru (pneumonia), infeksi telinga otitis media akut, infeksi sinus, bronkitis hingga bronkiolitis.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Berbeda dari selesma yang cenderung ringan, flu dapat menyebabkan beragam komplikasi seperti penyakit jantung koroner, penyakit paru obstruktif kronik(PPOK), asma, dan diabetes mellitus. Flu juga ternyata sudah berkembang dan dikategorikan sebagai salah satu penyakit mematikan. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa ada sekitar 500 ribu kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit influenza dan sekitar 70 persen yang meninggal akibat penyakit influenza adalah lansia.

    Vaksinasi Influenza sangatlah penting dilakukan dan baiknya satu kali setiap tahun vaksin ini dilakukan, karena virus ini sangatlah cepat menular. Efektivitas yang didapat dari vaksin influenza sangatlah baik bagi tubuh. Vaksinasi sangat berguna untuk diberikan pada anak-anak dan lansia karena di usia anak yang menginjak enam bulan ke atas maka vaksinasi sudah boleh dilakukan. Reaksi paska vakasinasi biasanya hanya akan menimbulkan sakit dan bengkak pada bagian bekas suntikan.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Badan Kesehatan Dunia yaitu WHO menyarankan vaksin influenza untuk kategori seperti, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, orang lanjut usia(lebih dari 65 tahun), wanita hamil, penderita penyakit kronis dan pekerja medis.
    Seusai melakukan vaksin influenza pasti menimbulkan suatu reaksi yang berbeda-beda. Jika reaksi yang terjadi sangat berbahaya maka segeralah datang dan menghubungi dokter untuk mendapatkan penangganan yang baik dengan tenaga medis. Selain dengan vaksinasi, pencegahan flu dapat juga dilakukan dengan beberapa hal seperti mengurangi kedekatan dan kontak dengan orang yang yang sedang sakit, istirahat yang cukup, makan dan minum yang sesuai pola hidup sehat, gunakan masker saat melakukan sosialisasi dan selalu mencuci tangan dengan sabun sampai bersih.

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Pola hidup sehat memang menjadi penentu untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik dan janganlah mencoba untuk melakukan pola hidup yang kurang baik seperti kurang tidur, telat makan dan sering memakan gorengan. Semua hal itu dapat menyebabnya timbulnya berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh.
    Itulah ulasan mengenai pilek yang dapat dicegah dengan vaksinasi influenza. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi setiap pembacanya dan dapat dijadikan referensi terbaik untuk mencari tau tentang hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.

    Untuk vaksinasi flu ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi artikel:
    sains.kompas.com/read/2018/05/05/120500223/sudah-vaksin-influenza-kok-masih-batuk-dan-pilek-
    republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/17/11/21/ozqiu3359-sudah-vaksinasi-influenza-masih-batukpilek-ini-alasannya

    Read More
  • Jerawat seringkali merupakan masalah pada kulit wajah yang sangat sensitif. Jerawat juga dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri pada semua wanita. Banyak cara yang sering dilakukan kaum hawa untuk menyingkirkan jerawat. Mulai dari memakai pencuci muka yang mahal, perawatan dokter, atau memakai krim tertentu yang justru bisa membahayakan wajah. Baca Juga: Tips Menghilangkan Jerawat dan […]

    Takut Wajah Berjerawat? Ikuti 6 Langkah Mencegah Jerawat

    Jerawat seringkali merupakan masalah pada kulit wajah yang sangat sensitif. Jerawat juga dapat menimbulkan rasa kurang percaya diri pada semua wanita. Banyak cara yang sering dilakukan kaum hawa untuk menyingkirkan jerawat. Mulai dari memakai pencuci muka yang mahal, perawatan dokter, atau memakai krim tertentu yang justru bisa membahayakan wajah.

    Baca Juga: Tips Menghilangkan Jerawat dan Cara Mencegahnya

    Ada juga beberapa dari kaum hawa pergi ke salon dan klinik kecantikan hanya untuk perawatan wajah, sehingga tidak akan ada jerawat yang muncul di wajah mereka. Namun, beberapa dari kaum hawa ada yang tidak ingin tersentuh dari bahan kimia. Tahukah Sobat bahwa makanan dan ketidakseimbangan hormon merupakan salah satu pemicu munculnya jerawat di wajah.

    Beberapa hal yang bisa Sobat lakukan agar terbebas dari jerawat yang sering muncul di wajah Sobat, simak ulasannya berikut ini

    1. Membiasakan membersihkan make up pada wajah

    Wajah yang kurang bersih, biasanya dapat menimbulkan jerawat. Terkadang kalian lupa bahwa make up yang terlalu lama dipakai dan tidak cocok di kulit kalian dapat menimbulkan masalah pada wajah Sobat berupa jerawat. Sobat bisa membersihkannya dengan make up remover, milk cleanser dan sejenisnya.

    Produk Terkait: Emina Creamy Milk Cleansing Lotion

    2. Memegang wajah dan menekan jerawat

    Hindari memegang wajah dengan tangan kotor, hal ini akan mengakibatkan jerawat karena wajah Sobat rentan oleh bakteri dan kuman penyebab jerawat. Terkadang jika kita mengetahui jerawat akan muncul di wajah, sebagian kaum hawa akan menekan jerawat dan di pencet-pencet, hal itu juga memicu penyumbatan pada pori-pori dan membuat jerawat semakin meradang.

    3. Olahraga

    Olahraga dilakukan bukan hanya untuk tubuh yang sehat atau menurunkan berat badan, olahraga juga bermanfaat untuk kulit wajah Sobat menjadi lebih sehat. Olahraga akan memperlancar peredaran darah dan berpengaruh pada kulit wajah Sobat serta membuat kulit wajah semakin cantik dan bebas dari jerawat

    4. Hindari makanan Junk Food

    Banyak sekali kaum hawa yang tidak pernah memperhatikan pola makan dengan mengonsumsi makanan junk food atau makanan yang tidak menyehatkan tubuh. Hal tersebut merupakan salah satu pemicu jerawat yang muncul di wajah.

    Baca Juga: 10 Bahan Makanan yang Sehat untuk Perawatan Kulit Wajah

    Sobat harus mengurangi berbagai makanan yang menjadi pemicu jerawat di antaranya berupa:

    • susu yang berlebihan,
    • makanan cepat saji seperti mie instan
    • pizza
    • minuman yang bersoda dan beralkohol

    5. Konsumsi Makanan Sehat

    Jerawat bisa muncul dikarenakan makanan yang tidak menyehatkan atau mengandung zat tertentu. Mengonsumsi makanan sehat juga penting bagi tubuh dan wajah. Beberapa buah juga dapat membantumu mencegah jerawat.

    Beberapa contoh sayur atau buah yang dapat menghilangkan jerawat:

    • Makanan sehat yang mengandung vitamin A
    • Mengandung Vitamin C dan E
    • Mengandung Omega 3
    • Mengandung selenium dan zinc

    Jangan lupa untuk mengonsumsi air putih minimal 5-8 gelas pada wanita perhari.

    6. Masker Alami

    Jika kalian tidak ingin merogoh kantong yang mahal, Sobat bisa membat masker secara alami sendiri di rumah. Masker yang bisa mencegah jerawat serta membuat kulit tampak lebih cerah, lembut dan bersih dari jerawat yang mengganggu.

    Baca Juga: Kulit Wajah Kusam? Yuk, Cegah dengan Masker Alami dari Buah

    Beberapa bahan yang akan kita bahas dibawah ini bisa Sobat pergunakan untuk membuat masker alami.

    • Masker madu dan alpukat
    • Masker lemon
    • Masker dari soda kue dan air
    • Masker madu dan yoghurt
    • Masker jeruk nipis
    • Masker kunyit dan pisang

    Ingin wajah bebeas dari jerawat membandel? Yuukk lakukan langkah diatas untuk mencegah wajah berjerawat. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, dan jangan lupa hidup sehat dengan pola makan yang sehat serta olahraga agar badan dan kulitmu sehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan wajah berjerawat dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Jangan lupa untuk menyaksikan Webinar Prosehat tanggal 4 November 2020 bertemakan kecantikan, dengan salah satu narasumber dr. Sonia Wibisono. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di: https://s.id/CantikWanitaIndonesia.

     

     

    Read More
  • Memiliki kulit wajah yang putih dan juga sehat merupakan sebuah impian dari para wanita, wajah yang putih cerah juga mencerminkan seorang wanita yang mampu untuk merawat diri dengan baik. Terkadang para wanita menghabiskan banyak uang untuk membeli sebuah produk-produk kosmetik, walau terkadang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Keinginan untuk mempercantik tapi kenyataan malah memperjelek […]

    8 Buah-buahan untuk Bahan Masker Wajah Memudarkan Flek Hitam

    Memiliki kulit wajah yang putih dan juga sehat merupakan sebuah impian dari para wanita, wajah yang putih cerah juga mencerminkan seorang wanita yang mampu untuk merawat diri dengan baik. Terkadang para wanita menghabiskan banyak uang untuk membeli sebuah produk-produk kosmetik, walau terkadang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Keinginan untuk mempercantik tapi kenyataan malah memperjelek wajah.

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam

    Melakukan perawatan wajah secara alami memang bisa dilakukan. Namun, masih banyak wanita yang belum mengetahui cara yang harus dilakukan untuk merawat wajah dengan cara alami. Salah satu cara alami adalah menggunakan buah-buahan untuk dijadikan masker wajah dan berikut ini adalah 8 Buah-buahan untuk Bahan Masker Wajah yang bisa memudarkan flek hitam pada wajah:

    1. Pisang

    Kandungan vitamin A, B, dan E pada pisang dapat berguna untuk anti aging. Masker yang dibuat dari pisang dapat membuat kulit wajah jadi cerah dan halus bila dilakukan secara rutin. Cukup dengan satu buah pisang saja kita dapat membuat sebuah masker untuk perawatan wajah.

    2. Mangga

    Buah Mangga juga memiliki kandungan vitamin A, C, dan E yang sangat tinggi dan adanya antioksidan yang terkandung dalam mangga sangat efektif untuk mengatasi permasalahan pada kulit wajah. Dalam pembuatan masker ini sangatlah mudah cukup dengan 1 sendok madu dan 2 sendok buah mangga yang sudah dihaluskan, kemudian aduk rata kedua bahannya dan setelah siap gunakanlah pada muka secara merata. pijat-pijat beberapa menit lalu diamkan sampai kering selama 10 sampai 15 menit. Setelah selesai bilaslah sampai bersih dan lihat hasilnya.

    3. Lemon

    Lemon menjadi buah yang sangat efektif bila digunakan sebagai masker wajah untuk menghilangkan flek hitam. Untuk membuat masker dari lemon sangatlah mudah cukup siapkan 2 sendok teh kunyi yang sudah dihaluskan dan 1 sendok jus lemon aduk rata kedua bahannya sehingga menjadi sebuah krim kental, lalu bilaskan ke seluruh bagian muka dan diamkan selama kurang lebih 10 menit lalu bilaslah sampai bersih bila sudah selesai.

    4. Stroberi

    Antioksidan tinggi yang terkandung dalam buah stroberi dapat digunakan sebagai cara untuk menjaga kulit wajah agar tetap terlihat sehat dan cerah. Cara pembuatan masker dengan buah stroberi sanganlah mudah cukup siapkan beberapa buah stroberi kemudian blender hingga halus dan setelah halus lulurkan ke semua bagian muka secara perlahan dan diamkan selama 15 menit sampai mengering dan setelah selesai bilaslah dengan menggunakan air hangat.

    Baca Juga: 10 Bahan Makanan yang Sehat untuk Perawatan Kulit Wajah

    5. Alpukat

    Buah alpukat memiliki kandungan vitamin E yang tinggi yang sangat baik digunakan untuk perawatan kulit wajah. Untuk membuat masker dari alpukat sangatlah mudah karena cukup campurkan 1 buah alpuket yang sudah dihaluskan dengan 1 buah putih telur, aduklah sampai merata dan bilaskan secara merta ke seluruh bagian wajah dan diamkan sampai 20 menit setelah selesai bersihkan dengan air hangat secara perlahan-lahan.

    6. Pepaya

    Pepaya adalah salah satu buah yang memiliki banyak kandungan vitamin C dan E dan sangat berguna bagi perawatan kulit wajah. Bahan dasar untuk membuat masker dengan buah pepaya adalah 1 buah pepaya, oatmeal, putih telur, serta madu dan voila dan satukan semua bahanya kemudian aduk secara merata sampai halus. Setelah selesai bilaskan pada muka dan seluruh bagian muka. Diamkanlah selama beberapa menit sampai kering dan setelah sudah kering baluslah hingga bersih pakai air hangat.

    7. Tomat

    Tomat adalah salah satu buah yang dapat digunakan untuk melakukan perawatan untuk kulit wajah. Untuk membuat masker dengan dengan menggunakan tomat sangatlah mudah karena cukup dengan menghaluskan 2-3 buah tomat dan balurkan ke seluruh bagian muka lalu diamkan selama beberapa menit dan bila sudah selesai bilaslah sampai bersih menggunakan air hangat.

    Baca Juga: Takut Wajah Berjerawat? Ikuti 6 Langkah Mencegah Jerawat

    8. Semangka

    Semangka adalah buah yang sangat populer dan sangat baik digunakan untuk perawatan kulit wajah. Cara membuat masker dengan semangka sangatlah mudah cukup dengan menghaluskan 5 sampai 6 gram semangka dan stelah halus balurkanlah semangka ke seluruh bagian muka kemudian pijat-pijat secara perlahan setelah itu diamkan kurang lebih 20 menit dan setelah selesai basuhlah menggunakan kain yang telah dibasahi dengan air hangat.
    Itulah 8 buah yang dapat dijadikan masker guna melakukan perawatan kulit wajah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi terbaik dalam melakukan perawatan pada kulit wajah.

    Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut soal perawatan wajah dan produk kecantikan wajah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Jangan lupa untuk menyaksikan Webinar Prosehat tanggal 4 November 2020 bertemakan kecantikan, dengan salah satu narasumber dr. Sonia Wibisono. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di: https://s.id/CantikWanitaIndonesia.

     

    Referensi Artikel:
    merdeka.com/gaya/5-buah-alami-ini-ampuh-buat-bikin-kulit-cerah-dalam-waktu-singkat.html
    liputan6.com/fashion-beauty/read/3496161/4-jenis-masker-alami-dari-buah-buahan-ini-mampu-mencerahkan-wajah

    Read More
  • Memiliki kulit putih dan lembut adalah dambaan setiap wanita. Tak sedikit dari mereka yang mencoba berbagai produk pemutih yang beredar di pasaran. Produk pemutih mulai dari scrub, pelembap, masker, dan metode perawatan kulit lainnya di samping penggunaan produk pemutih berbahan kimia. Kita sering disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang merupakan salah satu solusi untuk […]

    6 Makanan Sehat Ini untuk Mencerahkan Wajah Sobat

    Memiliki kulit putih dan lembut adalah dambaan setiap wanita. Tak sedikit dari mereka yang mencoba berbagai produk pemutih yang beredar di pasaran. Produk pemutih mulai dari scrub, pelembap, masker, dan metode perawatan kulit lainnya di samping penggunaan produk pemutih berbahan kimia. Kita sering disarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan kulit putih alami. Berikut adalah tujuh makanan bernutrisi yang bisa mencerahkan kulit.

    pemutih wajah

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam

    1. Buah-buahan Berry

    keluarga berry

    Strawberry, blueberries, raspberry, dan buah lainnya yang termasuk ke dalam buah-buahan berry dapat Sobat masukkan ke dalam menu makanan sehari hari yang dapat membantu mencerahkan wajah. Menurut penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, buah-buahan berry memiliki kandungan antioksidan dan vitamin C yang cukup tinggi yang dibutuhkan bagi kesehatana kulit. Kandungan ini lah yang dapat membantu mengangkat tumpukan sel-sel kulit yang mati dan merangsang pembentukan kolagen yang dapat mengencangkan kulit wajah. tak hanya dapat membantu mencerahkan dari dalam, namun buah-buahan ini juga dapat dijadikan masker untuk memutihkan wajah dari luar.

    2. Bit Merah

    Buah berwarna merah ini memiliki kandungan yang kaya akan vitamin dan zat besi yang membantu membersihkan wajah hingga ke pori-pori terdalam, mencerahkan kulit, sekaligus memperlancar aliran darah. Sobat bisa mengonsumsi 1 gelas jus bit merah setiap harinya untuk membantu mencerahkan wajah dari dalam. Untuk hasil yang maksimal, gunakan pula bit merah sebagai masker wajah secara rutin.

    3. Pepaya

    Tak hanya kaya mengandung vitamin C, namun pepaya juga memiliki kandungan vitamin A, vitamin E, serta antioksidan yang dapat membantu membantu mencerahkan wajah serta mengatasi bekas jerawat dan noda hitam. Pepaya juga dapat membersihkan sistem pencernaan dan memperlancar siklus menstruasi. Sobat bisa mengonsumsi buah pepaya secara langsung maupun diolah dalam bentuk jus buah.

    Produk Terkait: Multivitamin

    4. Tomat

    Tomat merupakan sumber likopen, yang mana sangat baik untuk kesehatan kulit. Kandungan ini membantu untuk mencerahkan wajah sekaligus mengatasi noda hitam. Bagi Sobat yang sedang diet, mengonsumsi tomat akan sangat baik karena dapat menurunkan berat badan sekaligus mencegah kanker.

    5. Jus Lemon

    Buah lemon memiliki kandungan yang kaya akan vitamin C yang cukup tinggi yang sangat bermanfaat mencerahkan wajah yang kusam secara alami dan cepat. Lemon juga membantu mengurangi tanda-tanda penuaan, seperti garis-garis halus, keriput, flek hitam, serta jerawat dan komedo. Tak heran jika lemon sering diekstrak untuk dijadikan bahan dasar dalam skincare-skincare yang berfungsi untuk mencerahkan wajah. Sobat bisa mengonsumsi air lemon yang diseduh dengan air hangat dan ditambahkan sedikit madu. Konsumsi air lemon ini selagi hangat secara rutin. Namun, jika Sobat memiliki permasalahan pada lambung, sebaiknya hindari mengonsumsi lemon.

    Baca Juga: Inilah 4 Khasiat Air Lemon yang Perlu Sobat Ketahui

    6. Yoghurt

    Tak hanya baik bagi usus, tetapi yoghurt ini juga sangat baik untuk mencerahkan kulit karena kandungan asam laktatnya yang berperan sebagai pemutih kulit alami. Tak heran jika banyak orang menggunakan yoghurt sebagai masker alami yang dapat membantu mencerahkan wajah dengan cepat. Namun sebenarnya, Sobat juga harus mengonsumsi yoghurt secara rutin sebagai perawatan dari dalam.

    Nah, itu tadi 6 makanan sehat yang dapat Sobat jadikan sebagai cara mencerahkan wajah. Selain itu, imbangi dengan pola makan makanan sehat sehingga Sobat bisa mendapatkan wajah yang cerah dengan cepat. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi Sobat. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut soal makanan sehat pencerah wajah dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Jangan lupa untuk menyaksikan Webinar Prosehat tanggal 4 November 2020 bertemakan kecantikan, dengan salah satu narasumber dr. Sonia Wibisono. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di: https://s.id/CantikWanitaIndonesia.

     

    Sumber:
    merdeka.com/sehat/7-makanan-sehat-pencerah-kulit.html
    vemale.com/cantik/56372-10-makanan-terbaik-untuk-memutihkan-kulit-dari-dalam.html

    Read More
  • Awal tahun 2018, menjadi tahun yang memprihatinkan bagi masyarakat Amerika. Pasalnya, tahun ini musim flu mewabah dengan ganas dan menjadi tahun yang paling buruk selama empat tahun terakhir. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, dalam akhir 2017 yang lalu terdapat 36 negara bagian yang dilanda flu yang semakin meluas penyebaranya dan hampir 2.500 […]

    Musim Flu Telah Datang, Cegah Sekarang Dengan Vaksinasi Flu

    Awal tahun 2018, menjadi tahun yang memprihatinkan bagi masyarakat Amerika. Pasalnya, tahun ini musim flu mewabah dengan ganas dan menjadi tahun yang paling buruk selama empat tahun terakhir. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, dalam akhir 2017 yang lalu terdapat 36 negara bagian yang dilanda flu yang semakin meluas penyebaranya dan hampir 2.500 orang dirawat di rumah sakit karena gejala flu. Sebanyak 13 anak meninggal dunia akibat virus di musim flu pada laporan tersebut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Selanjutnya, CDC mengatakan bahwa di seluruh Amerika, sekitar 5% pasien berobat dengan gejala mirip flu. Rumah sakit di California cukup kewalahan akibat musim flu  hingga beberapa apotek kehabisan obat flu. Pada harian Los Angeles Times yang dilansir dari VOA, pejabat-pejabat kesehatan di California mengatakan sebanyak 27 orang dengan usia kurang dari 65 tahun meninggal dunia akibat flu yang sama pada tahun sebelumnya.

    Sebuah konsultan, Challenger, Gray & Christmas, INC mengestimasikan bahwa flu bisa membuat para pekerjanya kehilangan produktivitas dan merugi hingga US$ 9,4 Juta atau Rp 119 miliar. Faktor tersebut dilihat dari jumlah orang dewasa yang sakit di musim flu sebelumnya dan juga rasio jumlah pekerja dengan jumlah penduduk sebanyak 60,1%, rata-rata gaji perjam serta 4 hari cuti untuk tiap pekerja hingga pulih.

    CDC merekomendasikan untuk mengurangi penyebaran flu serta menurunkan potensi kerugian, maka para pekerja yang menderita flu dilarang untuk pergi ke kantor walaupun hanya baru merasakan gejala flu seperti demam, batuk, radang tenggorokan, tubuh sakit, hidung tersumbat atau meler, sakit kepala, dan lemas,. Banyak orang yang mengeluh hidung mampet, tetapi tetap pergi kerja. Sebaiknya, orang-orang yang sakit tetap berada di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain. Lalu, tidak lupa untuk istirahat setidaknya 24 jam setelah demam turun.

    CDC dan pejabat kesehatan menyarankan masyarakat untuk melakukan vaksinasi flu. Antibodi yang dibuat digunakan untuk merespons vaksin dari virus flu. Vaksin ini juga bisa memberikan perlindungan untuk diri Anda dari berberapa virus penyebab flu.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Agar tidak terjadi wabah flu di Indonesia,  lakukan 6 langkah mudah yang ampuh mencegah virus flu. Berikut 8 langkahnya:

    1. Cuci Tangan Anda menggunakan sabun atau pembersih tangan.

    Mencuci tangan dengan sabun penting dilakukan di setiap aktivitas Anda karena penularan bakteri dan virus dapat terjadi dimanapun. Pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan ataupun sesudah makan.

    2. Beristirahat Dengan Cukup

    Istirahat cukup selama 7-8 jam sehari dapat menghindarkan Anda dari penyakit Flu dan berbagai penyakit lainnya. Tidur juga dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki sel dan perubahan hormon di  tubuh, sehingga dapat memperbaiki sistem imun di tubuh kita.

    Baca Juga:

    10 Jenis Vaksinasi Ibu Hamil

    5 Persiapan Sebelum Menikah

    5 Gejala Kanker Serviks

    3. Melakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik dapat dilakukan bagi anda yang sering terkena flu. Cobalah memilih aktivitas fisik yang ringan seperti berlari ataupun berjalan kaki kurang lebih 30 menit setiap hari yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda sehingga terhindar dari penyakit.

    4. Jangan Terlalu Stress

    Stres yang tinggi dapat membuat sistem kekebaan tubuh menurun dan orang mudah terserang berbagai penyakit seperti flu. Mulai dari sekarang, lakukanlah hal yang dapat membuat tubuh menjadi rileks seperti olahraga yoga atau kegiatan lain yang dapat meningkatkan pikiran positif kita sehingga stres pun hilang.

    Baca Juga: Berikut Ini 4 Tips untuk Mengatasi Stres

    5. Memperbanyak Minum Air Putih

    Sesibuk apapun Anda, pastikan untuk memperbanyak minum air putih yang cukup. Air putih dapat memberikan banyak manfaat seperti menghindari kita dari dehidrasi, menjaga kelembaban organ dan kulit, mengurangi tingkat stress serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh Minumlah air putih minimal 8 gelas per harinya.

    6. Melakukan Vaksinasi Flu

    Vaksinasi flu menjadi hal yang terbaik dalam menjaga diri sendiri serta orang-orang disekitar tetap sehat dan terlindungi dari flu. Vaksinasi flu dapat diberikan untuk orang dewasa serta anak-anak diatas usia 6 bulan dan dapat diulang setiap tahunnya.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Mari cegah bersama-sama musim flu dengan melalukan vaksinasi flu untuk melindungi Anda dan keluarga. Dapatkan layanan vaksinasi di rumah bersama Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    1. Kompas.com. “Amerika, Musim Flu Terburuk”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    2. VOA. “Musim Flu Parah Landa Amerika”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    3. CnnIndonesia. Ratnasari, Elise Dwi. “Wabah Flu, AS Larang Pekerja yang Sakit Pergi ke Kantor”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    4. Tanyadok. Suci, Hygiena Kumala. “Aduh… Flu Nih!!!”. Diakses pada 8 Maret 2018
    5. TanyaDok. “8 Jurun Ampuh Cegah Flu”. Diakses pada 8 Maret 2018
    6. Tanyadok. Visnu, Jodi. “Perlunya Suasana Bebas Stress dalam Keluarga”. Diakses pada 8 Maret 2018
    7. Tanyadok. Kumala, Vinka. “Air VS Minuman Lain”. Diakses pada 8 Maret 2018
    Read More
  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan)-Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan sebuah survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pascavaksinasi.

    Selain itu, perlu ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis, dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    Bagi Sobat yang ingin vaksinasi HPV bisa di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks […]

    Pria, Seks, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Human Papilloma Virus (HPV) menjadi salah satu penyebab terbesar terjadinya kanker mulut rahim pada wanita. Di Indonesia, kanker serviks menduduki urutan kedua dari 10 kanker berdasarkan data dari Patologi Anatomi 2010 dengan insiden sebesar 12,7%. Ini berarti jumlah penderita baru kanker serviks berkisar 90-100 kasus per 10.000 penduduk dan terjadi 40 ribu kasus kanker serviks setiap tahunnya. HPV sendiri tidak hanya menyerang wanita saja, akan tetapi pria juga berisiko terinfeksi virus ini.

    Baca Juga: Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV

    HPV sudah menjadi masalah yang sangat serius, tidak hanya untuk wanita tetapi bagi pria juga. Pada wanita, infeksi HPV akan menjadi kanker serviks. Pada Pria, infeksi virus ini menjadi kutil kelamin/Kondiloma akuminata (genital warts). Penularan utamanya 85% melalui hubungan seksual, termasuk melalui oral seks dan anal seks. Penularannya tidak bisa dicegah 100% dengan penggunaan kondom. Hal ini karena penularannya melalui skin to skin contact (melalui gesekan saat hubungan seks).

    Siapa saja yang dapat tertular HPV?

    Pada dasarnya, pria heteroseksual  yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu atau pria yang wanitanya memiliki pasangan seksual lebih dari satu dapat tertular HPV.  Selain itu, ada beberapa golongan resiko tinggi tertular HPV, mereka adalah pria gay dan biseksual yang memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan pria yang mengalami kondisi penurunan sistem imunitas tubuh, seperti ditemukan pada infeksi HIV- AIDS.

    Baca Juga: Sebelum Menikah Pria Juga Butuh Ini

    HPV memiliki beberapa jenis tipe dan sebagian di antaranya merupakan penyebab masalah di area genital. HPV tipe 16 dan 18 biasanya akan menimbulkan keluhan dan gejala yang berat berujung kanker penis atau kanker anus, sedangkan tipe 6 dan 11 merupakan tipe yang jinak dan penyebab kutil kelamin. Meskipun jinak, tidak boleh dianggap remeh, loh. Hal ini karena angka kekambuhan yang tinggi. Ada juga dokter yang melaporkan kasus kanker di rongga mulut yang disebabkan oleh HPV. Jadi, virus HPV ini tidak hanya berbahaya terhadap wanita saja tetapi pria pun perlu mewaspadainya.

    Oleh karena itu, kita harus mengubah pandangan dengan pencegahan terhadap HPV karena mencegah lebih baik dari mengobati. Pencegahannya adalah dengan menghindari perilaku risiko seperti berhubungan seksual dengan pasangan lebih dari satu, berhubungan seksual dengan LGBT,  dan yang paling penting adalah vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Menurut rekomendasi dari pusat pengendalian penyakit di Amerika (CDC) vaksinasi HPV  diberikan pada :

    • Semua anak laki-laki usia 11 atau 12 tahun
    • Semua pria hingga usia 21 tahun yang belum menerima vaksinasi ini.
    • Semua pria gay, biseksual dan pasien dengan penurunan imunitas tubuh (infeksi HIV) hingga usia 26 tahun.
    • Vaksin ini aman digunakan sampai dengan usia 26 tahun, akan tetapi paling efektif jika diberikan pada usia yang lebih muda

    Menurut rekomendasi IDAI, vaksin HPV sudah dapat diberikan pada anak berusia 10 tahun. Cara penyuntikannya:

    • Pada anak usia 10-13 tahun dilakukan 2 kali suntikan: 0 dan 6 bulan
    • Pada usia diatas 13 tahun dilakukan 3 kali suntikan: 0, 2, 6 bulan

    Cara pemberian vaksin HPV quadrivalen adalah dengan menyuntikkannya secara intramuskular (IM) lewat otot di bagian lengan kiri atas. Vaksin ini aman, reaksi ringan yang biasa dialami adalah rasa pegal dan sakit yang sifatnya sementara di lokasi penyuntikan.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    FAQ Pria, seks, dan HPV:

    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada wanita atau pria diatas 26 tahun?
      Menurut rekomendasi satgas imunisasi dewasa, diutamakan dibawah 26 tahun. Namun, bukan berarti usia di atasnya tidak boleh vaksinasi, ya.
    1. Apakah vaksin HPV dapat diberikan pada pria yang telah terinfeksi HPV?
      Vaksinasi HPV memang lebih baik diberikan sebelum terjadinya infeksi, tapi tetap bermanfaat juga diberikan karena apabila infeksinya yg masuk misalnya adalah tipe HPV 6 atau HPV 11, yang menimbulkan kutil kelamin. Pemberian vaksin HPV quadrivalen dapat mencegah kanker penis dan kanker anus yg disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18.
    1. Apakah bahaya HPV pada laki-laki? padahal risiko kanker rahim ada pada perempuan?
      Memang benar risiko kanker serviks ada pada perempuan, tetapi pada laki-laki HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker penis dan kanker anus. Sehingga, alangkah baiknya bila keduanya di vaksinasi untuk pencegahan HPV.
    1. Pada laki-laki mana yang lebih mudah, mengobati atau mencegah HPV?
      Lebih mudah pencegahan dengan vaksinasi karena bila kutil diobati, kutilnya hilang tapi virusnya seringkali masih ada di dalam darah. Kemudian, sebagai pria kita harus peduli dengan pasangan dengan cara memberikan mereka vaksinasi HPV.
    1. Bila pasangan saya wanita berusia 35 tahun dan sudah pernah kena kutil kelamin,   apakah masih bisa mendapatkan vaksinasi HPV?
      Tentunya, masih dapat diberikan vaksinasi HPV untuk mencegah infeksi HPV penyebab kanker serviks. Namun, jangan lupa untuk tetap melakukan pap smear dulu ya sebelum vaksinasi.
    1. Apabila sedang terkena kutil kelamin dan ingin di vaksinasi HPV apakah harus sembuh dulu kutilnya atau boleh divaksin ketika sedang ada kutilnya?
      Boleh langsung diberikan vaksinasi pada penderita yang sedang terkena kutil kelamin.

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    1. Bagaimana Efektivitas vaksin HPV bila baru dilakukan 2x suntik untuk usia diatas 20 thn dan aktif secara seksual? Apakah lebih baik dilanjutkan suntik ke 3?
      Sebaiknya tetap dilakukan 3 x suntik di bulan 0,2 dan 6 dan jadwal lebih baik tidak terlewatkan lebih dari setahun.
    1. Bila sudah melakukan vaksinasi pertama lalu terlewat setahun dan kemudian hamil, apakah tetap divaksinasi?
      Bila hamil, vaksinasi HPV ditunda terlebih dulu kemudian setelah melahirkan baru diberikan vaksinasi HPV lanjutannya.
    1. Apakah kutil kelamin berbahaya hingga menyebabkan kematian, soalnya tadi dikatakan virusnya tetap ada dalam darah?  Kutil kelamin tidak menyebabkan kematian. Namun, kutil kelamin dapat kambuh kembali. Bila berkembang menjadi kanker yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga, vaksinasi sangat dianjurkan untuk mencegah ini.

    Untuk vaksinasi HPV ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan  ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari […]

    HIV & HPV, Apakah Keduanya Saling Berkaitan?

    Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari 40 diantaranya menginfeksi kelamin.HPV dapat menyebabkan berbagai macam penyakit,dari yang tidak berbahaya hingga yang mematikan tergantung dari kode genetik virus tersebut.

     

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini adalah kutil (Veruka vulgaris), kutil kelamin (Condylomata acuminata), bahkan kanker serviks. Berdasarkan data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012,  jumlah kasus kanker serviks di Indonesia sudah mencapai 98.692 kasus, dan kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian terbanyak keempat, setelah kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal.

    Penyakit kanker leher rahim dan condylomata acuminata yang merupakan varian penyakit yang disebabkan virus HPV sering menjadi topik yang hangat pada kalangan masyarakatdansering dikaitkan dengan orang yang mengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), jadi apakah kedua penyakit tersebut memang berkaitan?

    HPV dan HIV merupakan virus yang berbeda dan menyebabkan penyakit yang berbeda pula, tapi keduanya memiliki korelasi atau berkaitan.HIV adalah virus yang ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan virus ini menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan akhirnya menyebabkan AIDS. Kekebalan tubuh yang memburuk menyebabkan infeksi lain mudah terjadi, salah satunya adalah infeksi dari Human Papiloma Virus.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Berkaitan dengan penularan virus HIV, terdapat beberapa perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan terhadap virus ini, seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian (banyak dilakukan pada pengguna narkotika), hubungan seksual berisiko seperti hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya dan tindakan seperti transfusi darah juga memiliki risiko terhadap penularan virus tersebut.

    Pada penelitian di Zimbabwe yang dipublikasikan pada April 2010, ditemukan bahwa wanita dengan HIV 2 kali lebih mudah terinfeksi HPV daripada wanita yang tidak terinfeksi HIV.Sama halnya dengan Zimbabwe, sebuah penelitian di Zaria, Nigeria Utara, menemukan bahwa insiden infeksi HPV yang tinggi pada penderita HIV khususnya yang sudah mengalami kondisi AIDS, dalam penelitian tersebut disebutkan penderita HIV, 18 kali lebih rentan terhadap infeksi virus HPV.

    Setelah memasuki tubuh manusia, virus ini akan melekat pada salah satu jenis sel dari sistem pertahanan tubuh kita dan mengganggu koordinasi dari sistem pertahanan tubuh. Tiga tahun setelah proses infeksi, sebagian pasien HIV mengalami AIDS. Setelah 10 tahun, 50% pasien HIV mengalami AIDS dan setelah 13 tahun, hampir semua orang dengan HIV menunjukkan gejala AIDS, yaitu kondisi dimana sistem pertahanan tubuh sudah menurunakibat virus HIV sehingga banyak penyakit dapat dengan mudah menginfeksi.

    Sehubungan dengan kondisi AIDS yang sudah disampaikan di atas, perilaku seksual yang berisiko juga meningkatkan risiko terhadap infeksi HPV karena virus HPV tersebut dapat menular melalui hubungan seksual. Gambaran klinis umum yang ditunjukkan akan sangat bervariasi tergantung dari jenis penyakit yang ditimbulkan, misal pada kutil kelamin, dapat terlihat kutil yang tersebar atau membentuk bunga kol di area kelamin, dan juga sering bervariasi, tidak nyeri tapi dapat terasa gatal dan mudah berdarah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa infeksi HIV erat kaitannya dengan infeksi HPV.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Nah, itulah ulasan seputar keterkaitan HIV dan HPV yang bisa Sobat pahami.  Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Jika Sobat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Gearhart P. Human Papillomavirus (HPV) [Internet]. Medscape. 2018 [cited 19 November 2018]. Available from: emedicine.medscape.com/article/219110-overview
    2. Bennett, N. (2018).HIV Infections and AIDS. [online] Medscape. Available at: emedicine.medscape.com/article/211316-overview [Accessed 19 Nov. 2018].
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Averbach S, Gravitt P, Nowak R, Celentano D, Dunbar M, Morrison C et al. The association between cervical human papillomavirus infection and HIV acquisition among women in Zimbabwe. AIDS. 2010;24(7):1035-1042.
    5. Ogoina D, Musa B, Onyemelukwe G. Human papilloma virus (HPV) infection is associated with HIV-1 infection and AIDS in HIV-infected adult patients from Zaria, Northern Nigeria. Pan African Medical Journal. 2013;15.

     

    Read More
  • Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang […]

    Infeksi HPV, Penyebab Utama Kutil Hingga Kanker

    Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang intens. Wanita usia 50 tahun ke atas dinyatakan memiliki risiko terbanyak terhadap terjadinya kanker serviks. Human pappilomavirus, atau lebih dikenal dengan HPV, menjadi penyebab utama dari terjadinya kanker pada leher rahim.

    infeksi hpv

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Diketahui sebelumnya bahwa HPV memiliki banyak sekali jenisnya yang berperan terhadap infeksi pada jaringan kulit dan mukosa manusia, seperti pada leher rahim, vagina, anus, penis, orofaring, dan kulit, yang dikenal pada awalnya sebagai infeksi HPV. HPV tipe 16 dan 18 yang sangat terkait erat terhadap terjadinya kanker leher rahim dan vagina.Sekitar 50% kanker serviks disebabkan oleh HPV tipe 16. Sedangkan, infeksi HPV tipe 1 & 2 biasanya gejalanya akan terdapat pada kulit yang ditandai seperti kutil dengan permukaan yang kasar, biasanya dinamakan sebagai veruka.Infeksi HPV tersering lainnya, selain yang telah disebutkan diatas adalah mengenai rongga mulut dan kulit, yang ditandai dengan munculnya tonjolan-tonjolan yang tidak rata dan lunak, biasanya disebut sebagai kondiloma akuminata. Jadi, jangan sampai salah pengertian, Sobat! Infeksi HPV ini bisa menimbulkan gejala yang bermacam-macam tergantung tipe HPV yang menginfeksi.

    Sebelum menjadi sebuah kanker, biasanya HPV didahului dengan menginfeksi jaringan-jaringan kulit dan mukosa. Di sini jaringan mukosa yang paling banyak terkena adalah bagian organ reproduksi wanita, terutama serviks dan vagina.  Tidak dipungkiri bahwa infeksi HPV juga dapat terjadi pada pria walaupun angka kejadiannya sangat rendah, dan apabila terjadi pada pria biasanya infeksi HPV dapat berkembang menjadi sel kanker pada daerah penis. Penularan dari infeksi HPV ini sendiri terutama terjadi melalui hubungan seksual dan dapat dimulai sejak usia 20 tahun.

    Pada orang-orang yang seringkali bergonta-ganti pasangan, maupun yang melakukan hubungan seksual sejak usia muda, serta melakukan seks oral membuat risiko terjadinya infeksi HPV ini meningkat. Bahaya dari infeksi HPV ini adalah pada umumnya infeksi HPV tidak memberikan gejala apapun, sehingga biasanya tidak terdeteksi dan tidak tertangani, dan akibat dari infeksi yang menetap ini adalah dapat menyebabkan perubahan sel pada jaringan yang terkena hingga menjadi suatu sel yang bersifat ganas, biasanya kita kenal dengan kanker. Lamanya waktu yang diperkirakan pada perubahan sel ini adalah selama 7 tahun. Infeksi HPVdiperkirakan terjadi sebanyak 25% pada wanita usia 20-26 tahun dan sekitar 60-80% berkembang menjadi kanker serviks dan vagina.

    Sejak tahun 2006, sudah tersedia 2 jenis vaksin HPV yang berisikan partikel dari virus HPV tipe 16 dan 18, dan telah dinyatakan terbukti dalam mencegah terjadinya keganasan dari leher rahim dan vagina. Perlindungan yang diberikan melalui vaksin ini dapat efektif selama 8-10 tahun. Vaksin HPV  dapat diberikan sejak usia 9 tahun, tapi lebih direkomendasikan untuk usia 12 tahun ke atas. Vaksin HPV ini lebih efektif bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya, tapiapabila sudah melakukan hubungan seksual, vaksin tetap boleh diberikan hanya efektivitas vaksin menjadi lebih berkurang. Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis, dimana dosis pertama dapat diberikan sejak usia 9 tahun, dosis kedua diikuti 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis terakhir dapat diberikan 6 bulan setelah dosis pertama. Sampai saat ini, tidak ditemukan adanya efek samping yang bermakna dari pemberian vaksin HPV tersebut.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Selain dari vaksin HPV, pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeriksaan secara berkala, dan apabila didapati adanya suatu lesi pada daerah sekitar vagina dan serviks, segera dilakukan pemeriksaan spesifik terhadap lesi tersebut. Deteksi dini terhadap kanker serviks dan vagina juga dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan primer, yaitu puskesmas. Perlu diperhatikan juga Sobat, bahwa vaksin HPV hanya digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV, terutama HPV tipe 16 & 18, tapi tidak dapat digunakan untuk mengobati apabila sudah terinfeksi. Maka, apabila muncul lesi baru maupun tonjolan seperti kutil pada rongga mulut, serta organ reproduksi seperti penis, vagina, leher rahim, maupun organ reproduksi sekitarnya, segera periksa ke dokter agar tidak terlambat ditangani.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Nah, itulah ulasan seputar infeksi HPV. Sobat Sehat pun bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lippiatt J, Powell N, Tristram A. Non-cervical human papillomavirus-related disease. The Obstetrician & Gynaecologist. 2013;15:221-6.
    2. Valentino K, Poronsky CB. Human papillomavirus infection and vaccination. Journal of Pediatric Nursing. 2016;31(2):155-66.
    3. Petry KU. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(244):59-62.
    4. Department of Health and Human Services: Vaccine Information Statement. Human Papillomavirus Vaccine. Centers for Disease Control and Prevention. 2011.
    5. Johnson HC, Lafferty E, Eggo RM, Louie K, Soldan K, Waller J, Edmunds WJ. Effect of HPV vaccination and cervical cancer screening in England by ethnicity : a modelling study. Lancet Public Health.2018;3:44-51.
    6. Tsu V, Jeronimo J. Saving the World’s Women from Cervical Cancer. The New England Journal of Medicine. 2016;374(26):2509-11.

     

     

    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan […]

    Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV? Yuk Dipahami Dulu

    Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara yang menerapkan pemberian vaksin kanker serviks/vaksin HPV.1 Infeksi dari HPV dapat menyebabkan 91% kanker serviks, 69% kanker vulva, 75% kanker vagina, 93% kanker anus, dan 63% kanker tenggorokan pada perempuan. Selain itu, HPV juga menyebabkan 89% kanker anus dan 72% kanker tenggorokan pada laki-laki.2 Vaksin HPV juga diperlukan untuk  kaum lelaki.

    Lalu, bagaimanakah gejala kanker serviks?

    Tahukah Sobat  bila kanker serviks pada stadium awal tidak menimbulkan gejala alias penderita merasa sehat-sehat saja. Namun, ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala dapat mulai dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti, perdarahan setelah menopause, pendarahan setelah berhubungan seksual di antara siklus haid, serta pendarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya.

    Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks. Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.

    Siapakah yang berisiko terkena kanker ini?

    Beberapa orang memiliki faktor risiko yang dapat memicu kanker antara lain mereka yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, riwayat melahirkan lebih dari 6 kali, riwayat menderita penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), dan  kutil kelamin. Kemudian, mereka yang merokok, diet rendah serat (buah dan sayuran), menurunnya daya tahan tubuh karena HIV, kegemukan dan obesitas, dan riwayat keluarga penderita kanker serviks.

    Apakah Sobat adalah salah satu orang yang memiliki faktor risiko di atas?

    Yuk, segera dapatkan vaksin kanker serviks. Nah, vaksin kanker serviks disarankan pemberiannya pada anak usia 11-12 tahun yang akan melindungi dari infeksi virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui merupakan penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 berkontribusi dalam 70% keganasan di mulut/leher rahim.3,4 Selain itu, mereka yang sudah aktif berhubungan seksual dan belum terkena HPV juga disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Bagaimana dengan mereka yang sudah terinfeksi HPV? Bila vaksin diberikan, maka perlindungannya tidak akan maksimal.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Bagaimana cara vaksin ini diberikan?

    Vaksin kanker serviks disuntikkkan di otot bahu yang besar ke dalam ototnya (intramuskular). Pemberiannya dilakukan 3 kali pada bulan 0, 2, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Bila jadwal vaksin terlewat, tidak perlu diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis berikutnya. Vaksin HPV ini memiliki perlindungan terhadap virus sebesar 94% dan akan bertahan lama dalam tubuh.Vaksin penguat (booster) diberikan bila kadar antibodi menurun sampai dibawah kadar protektif/perlindungan.

    Apa saja jenis vaksin kanker serviks?

    Jenis vaksin kanker serviks yang beredar di Indonesia ada 2, yaitu bivalen dan tetravalen. Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan tetravalen mengandung 4 jenis virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks sekaligus dengan kutil kelamin.4

    Lalu, apakah ada reaksi yang dapat ditimbulkan setelah penyuntikan?

    Beberapa reaksi mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin kanker serviks adalah reaksi lokal yang sering dirasakan antara lain nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, dan bengkak yang akan hilang dengan sendirinya. Reaksi sistemik yang terjadi setelah penyuntikan sangat jarang. Demam dapat terjadi pada sekitar 1% kasus. Kemudian, beberapa gejala yang dirasakan antara lain sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah. Reaksi berat juga sangat jarang terjadi setelah diberikan vaksin. Reaksi anafilaksis dapat terjadi karena alergi terhadap komponen vaksin.5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Jadi, vaksin kanker serviks itu aman diberikan pada wanita dan pria. Vaksin ini mengandung virus yang tidak aktif, sehingga aman dan tidak akan menginfeksi kita. Vaksin yang disuntikkan akan merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh berperan sebagai tameng dalam melawan HPV. Mitos yang menyebutkan bahwa vaksin kanker serviks dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini adalah salah karena vaksin ini sudah digunakan sebanyak 200 juta di seluruh dunia dan aman digunakan.1

    Apakah pemberian vaksin kanker serviks ini diperbolehkan pada wanita hamil?

    Pada wanita hamil pemberian vaksin kanker serviks sebaiknya ditunda. Bila  sebelum hamil wanita sudah mendapatkan vaksin tetapi tidak lengkap, maka pemberian berikutnya harus ditunda setelah melahirkan. Bagaimana dengan wanita menyusui? Pemberian vaksin pada wanita menyusui diperbolehkan.6 Vaksin kanker serviks juga tidak boleh diberikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi pada komponen vaksin. Misalkan, pada suntikan pertama mengalami reaksi alergi, maka pemberian vaksin berikutnya tidak dianjurkan.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Bagaimana, Sobat? Sudah tidak takut lagi bukan untuk mendapatkan vaksin kanker serviks. Pencegahan akan lebih baik daripada nanti sudah sakit. Segera Sobat datangi layanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan vaksinasi. Jangan ragu untuk mendapatkan 3 dosis vaksinasi kanker serviks sehingga Sobat dapat langsung terlindungi.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi kanker serviks di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id (07.07.2018)

    Saslow D, Andrews KS, Manassaram-baptise D, Loomer L, E.Lam K, Fisher-Borne M,et. Al. Human papilloma vaccination guideline update: American cancer society guideline endorsement. Cancer Journal of Clinician. 2016; 6(6): 375-385.

    Dwipoyono B. Kanker serviks dan vaksin HPV. Indonesian Journal of Cancer. 2007; 3: 87-91.

    Fadhila SR. Sekilas tentang vaksin HPV. 2017. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id (07.07.2018)

    World Health Organization. Information sheet: Observed rate of vaccine reactions Human Papilloma Virus Vaccine. 2017. Geneva: WHO

    Winardo DS. Kanker serviks dan imunisasi HPV. [Internet]. Retrieved from: tanyadok.com (07.07.2018)

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja