Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 41–50 of 575 results

  • Sobat, apakah kalian sudah yakin bahwa makanan yang kalian konsumsi selama ini sudah memenuhi standar kesehatan? Yakin sudah sehat? Siapa tahu 6 zat gizi ini terlewatkan. Ayo intip 6 zat gizi yang sering dilupakan berikut: 1. Selenium Mungkin Sobat jarang sekali mendengar tentang selenium dan bahkan tidak mengetahui bahwa selenium berfungsi penting bagi tubuh. Tahukah […]

    Yakin Sudah Sehat? 6 Zat Gizi Ini Mungkin Terlewatkan!

    Sobat, apakah kalian sudah yakin bahwa makanan yang kalian konsumsi selama ini sudah memenuhi standar kesehatan? Yakin sudah sehat? Siapa tahu 6 zat gizi ini terlewatkan.

    Ayo intip 6 zat gizi yang sering dilupakan berikut:

    1. Selenium

    Mungkin Sobat jarang sekali mendengar tentang selenium dan bahkan tidak mengetahui bahwa selenium berfungsi penting bagi tubuh. Tahukah kalian kalau selenium merupakan elemen gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk mengurungi risiko berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung dan juga imun. Banyaknya radikal bebas dalam tubuh dapat berakibat pada kerusakan sel lemak, protein dan DNA. Selenium dapat mencegah terjadinya oksidasi dari lemak jahat sehingga dapat mencegah terjadinya aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah). Selain itu, selenium juga berfungsi untuk menghancurkan patogen, baik virus maupun bakteri. Makanan yang banyak mengandung selenium, yaitu makanan laut, sereal, daging olahan.

    Baca Juga: Panduan Nutrisi untuk Mencegah Virus Corona Seperti Apa?

    2. Kalsium

    Seperti kita ketahui, kalsium bermanfaat untuk pertumbuhan tulang. Tahukah Sobat bahwa pada wanita yang sudah menopause, risiko terjadinya osteoporosis dan patah tulang meningkat? Gejolak penurunan hormon yang terjadi pada wanita yang menopause mengakibatkan peningkatan risiko terkena osteoporosis dan patah tulang. Oleh karena itu, sumber kalsium dari makanan sangat diperlukan untuk membantu proses pembentukan tulang. Kandungan kalsium tertinggi dapat diperoleh dari susu, keju, yoghurt, sumber lainnya ialah gandum, sereal, telur dan ikan.

    Produk Terkait: Jual Produk Osteoporosis

    3. Magnesium

    Magnesium berfungsi untuk pembentukan energi, tulang, jantung, dan kontraksi otot. Kekurangan magnesium dapat berdampak pada kecemasan, lemas, agitasi, kaku otot, kram otot, konstipasi, migrain, gangguan irama jantung dan osteoporosis. Bila Sahabat ingin menghindari kelainan-kelainan tersebut, ayo mulai sekarang perbanyak konsumsi gandum, alpukat, kacang, dark chocolate, tahu dan biji-bijian.

    4. Kalium

    Tahukah Sahabat kalau tidak hanya kalsium tetapi juga ada kalium yang sering terlewatkan padahal memiliki peranan yang penting bagi tubuh khususnya pada pertumbuhan tulang sehingga dapat mencegah terjadinya osteoporosis? Tak hanya untuk pertumbuhan tulang, kalium juga bermanfaat dalam mencegah terjadinya risiko kanker dan penyakit jantung koroner. Banyaknya konsumsi kalium dikaitkan dengan penurunan tekanan darah. Kentang, saos tomat, ubi, jagung, pisang dan tuna merupakan sumber makanan yang kaya kalium.

    Baca Juga: Pusing Kepala Berkurang Jika Sahabat Sering Mengonsumsi Sayur Buah Berikut

    5. Vitamin E

    Sumber vitamin E yakni tepung maizena, kelapa, blackberry, kacang almond, hazelnut, mangga, cranberries, blackcurrant, kiwi dan alpukat. Vitamin E berfungsi untuk mencegah pembentukan radikal bebas yang bisa berdampak pada kerusakan sel, organ ataupun DNA. Vitamin E juga turut dalam mencegah terjadinya penyakit jantung dengan cara mencegah biosintesis kolesterol, selain itu sebagai zat anti kanker sebab dapat mencegah pertumbuhan sel kanker serta meningkatkan imunitas tubuh. Vitamin E juga turut berperan dalam mencegah terjadinya penyakit alzheimer dan bermanfaat dalam menjaga kesehatan kulit.

    Produk Terkait: Jual Vitamin E

    6. Vitamin D

    The Sunshine Vitamin, itulah julukan vitamin D, 50% dari penduduk di seluruh dunia kekurangan vitamin D karena perubahan gaya hidup dimana aktivitas di luar ruangan berkurang dan juga polusi udara. Kekurangan vitamin D berperan dalam berkurangnya penyerapan kalsium. Rendahnya  kadar vitamin D dalam tubuh juga kerap dikaitkan dengan obesitas, depresi, patah tulang dan penyakit autoimun. Yuk, Sobat biasakan konsumsi makanan yang mengandung tinggi vitamin D seperti sayur-sayuran hijau, susu, ikan, jamur dan buah-buahan dari sekarang dan jangan takut memaparkan tubuh Anda dengan sinar matahari pagi.

    Baca Juga: Ini Dia Cara Mengobati Osteoporosis yang Tepat

    Nah, sekarang Sobat sudah mengetahui 6 zat gizi yang sering terlewatkan. Jika Sahabat membutuhkan suplemen kesehatan maupun artikel kesehatan lain, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Tinggi U. Selenium: Its Role as Antioxidant in Human Health. Environ Health Prev Med. 2008 Mar; 13(2): 102–108.
    2. Shenkin A. Micronutrients in Health and Disease. Postgrad Med J. 2006 Sep; 82(971): 559–567.
    3. Grober U, Schmidt J, Kisters K. Magnesium in Prevention and Therapy. Nutrients. 2015 Sep; 7(9): 8199–8226.
    4. Beto JA. The Role of Calcium in Human Aging. Clin Nutr Res. 2015; 4(1): 1–8.
    5. Weaver CM. Potassium and Health. Advances in Nutrition. 2013; 4(3): 368S–377S.
    6. Nair R, Maseeh A. Vitamin D: The “Sunshine” Vitamin. J Pharmacol Pharmacother. 2012 Apr-Jun; 3(2): 118–126.
    Read More
  • Masakan rumahan dimasak oleh Sahabat pastinya terasa sangat nikmat, dan menyenangkan. Namun, apakah masakan Sahabat sudah tercukupi komposisi gizinya?Hal ini dapat kita ketahui dengan membaca informasi nilai gizi dari setiap makanan. Jangan sampai makanan yang kita konsumsi terlalu banyak karbohidratnya atau proteinnya. Makanan yang sehat adalah makanan yang komposisi gizinya seimbang diantara bahan makanan yang […]

    Sudahkah Masakan Rumahan Sahabat Tercukup Komposisi Gizinya?

    Masakan rumahan dimasak oleh Sahabat pastinya terasa sangat nikmat, dan menyenangkan. Namun, apakah masakan Sahabat sudah tercukupi komposisi gizinya?Hal ini dapat kita ketahui dengan membaca informasi nilai gizi dari setiap makanan. Jangan sampai makanan yang kita konsumsi terlalu banyak karbohidratnya atau proteinnya. Makanan yang sehat adalah makanan yang komposisi gizinya seimbang diantara bahan makanan yang ada.

    masakan rumahan

    Berikut ini adalah bahan masakan yang akan membantu Sahabat mencukupi komposisi gizi yang diperlukan oleh keluarga.

    Biji bunga matahari

    biji bunga matahari

    Biji bunga matahari mungkin berukuran kecil, tapi sangat bermanfaat. Biji bunga matahari mengandung asam lemak tidak jenuh (monounsaturated dan polyunsaturated) yang akan menurunkan risiko kardiovaskular dan menurunkan tekanan darah, memiliki protein dan serat, yang akan membantu mengenyangkan perut.

    Baca Juga: 5 Tips Kreatif Bikin Hiasan Makanan yang Bikin Ngiler

    Biji bunga matahari merupakan sumber nutrisi penting seperti vitamin E, folat, tiamin, niasin, dan zat besi yang disatukan dalam fitokimia, zat kimia tanaman yang akan membantu melawan berbagai penyakit jantung dan beberapa kanker. Cobalah biji bunga matahari yang mentah atau yang telah dipanggang bebas garam pada salad, kentang goreng atau hidangan lainnya. Anda juga dapat meningkatkan profil nutrien dari roti dan muffin dengan menambahkan segenggam biji bunga matahari.

    Buah Nanas

    Nanas merupakan sumber vitamin C dan juga merupakan buah yang super manis serta kaya akan berbagai mineral, serat, vitamin B, dan enzim. Nutrisi ini ditemukan pada nanas, dan berbagai buah dan sayuran, yang akan menurunkan tekanan darah, serta melawan kanker, bahkan dapat membantu menjaga kebiasaan lambung secara rutin. Nikmati nanas yang segar atau dikalengkan dan dipadukan dengan berbagai buah-buahan pada salad atau smoothie. Seringkali bagian atas hidangan ayam atau ikan juga dipadukan dengan nanas, atau biasa digunakan pada kue, pie, atau tart.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Jamur

    Jamur tidak hanya menambah rasa ke dalam makanan yang digoreng, tapi juga rendah kalori dan merupakan sumber yang baik untuk mineral selenium, mineral yang berfungsi melawan kanker. Tanaman ini merupakan sumber vegetarian terbesar dari vitamin D dan kaya akan mineral tembaga dan kalium, nutrisi yang dibutuhkan untuk ritme jantung normal, fungsi saraf, dan produksi sel darah merah. Jamur seringkali dimasak dan dipadukan bersamaan dengan makanan vegetarian lain, ataupun makanan berdaging. Potongan jamur ke dalam sandwhich atau salad, atau dalam berbagai resep yagn menggunakan tekstur yang menggoda.

    Baca Juga: 8 Tips Mengolah Makanan Agar Sehat Alami

    Selain itu, berikut ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi dari makanan yang Anda sajikan:

    1. Makan makanan yang telah ditanam secara lokal setelah dipanen

    Makanan yang ditanam secara lokal dan langsung berasal dari alam akan memaksimalkan vitamin dan mineral yang akan didapatkan. Mencabut makanan tersebut langsung dari tanah berarti memisahkannya dari sumber nutrien mereka. Semakin lama jarak waktu panen dengan konsumsi, maka semakin banyak nutrisi yang akan hilang.

    1. Merendam, memotong, menghancurkan, dan mencampur

    Terdapat beberapa preparasi makanan yang akan membuat vitamin, mineral, dan senyawa lain yang bermanfaat akan tetap tersedia, yaitu:

    • Potong buah dan sayuran akan menyebabkan pelepasan nutrien dengan pemecahan dinding sel tanaman yang kaku
    • Menghancurkan dan memotong bawang putih dan bawang merah akan melepaskan zat alliinase, enzim di dalam makanan yang membantu membentuk nutrien yang dikenal dengan allicin. Allicin, saat dimakan, akan membantu membentuk senyawa lain yang melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
    • Merendam biji-bijian akan mengurangi asam fitik, yang akan memblok absorpsi zat besi, zink, kalsium, dan magnesium.
    1. Menyimpan buah dan sayur dengan cara yang tepat

    Saat berpikir tentang penyimpanan, seimbangkan dua hal berikut

    • Mudahkan mengonsumsi tanaman: jaga buah dan sayur yang Anda sering konsumsi
    • Perlambat penghilangan nutrien: panas, cahaya, dan oksigen dapat mendegradasi nutrien.

    Oleh karena itu, Anda harus menyimpan dengan cara berikut.

    • Seluruh sayuran – kecuali dengan variasi akar – pada kulkas hingga Anda membutuhkannya
    • Seluruh buah kecuali beri – termasuk tomat dan alpukat – pada temperatur kamar dan jauhi dari cahaya
    • Seluruh buah dan sayur yang dipotong dengan perasan jus lemon dan pada wadah kedap udara (potongan buah dan sayur akan menyebabkan teroksidasi dan vitamin C, sebagai antioksidan akan membusuk secara perlahan)
    • Seluruh herba – dengan fitonutriennya – dipotong dan dibekukan pada es dengan air.
    1. Mengonsumsi sumber yang larut air dan yang sensitif terhadap panas

    Panas akan memecah vitamin B1, vitamin B5, folat, dan vitamin C, sehingga Anda akan mendapatkan lebih banyak nutrisi saat Anda mengonsumsi makanan mentah. Oleh karena itu, makanan seperti biji bunga matahari, kacang polong, bit, kecambah (sumber vitamin B1), serta brokoli, kale, dan alpukat (sumber vitamin B5) merupakan makanan yang paling baik apabila dikonsumsi secara mentah untuk memaksimalkan absorpsi dari nutrisi larut air ini.

    Sebagai contoh, bayam mentah akan mengandung vitamin C sebanyak 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayam yang telah dimasak. Sedangkan, Anda akan kehilangan vitamin B yang larut air dan vitamin C apabila Anda memasaknya. Jadi, apabila Anda memasak berbagai makanan, masaklah dengan panas yang rendah tanpa memaparkannya dengan begitu banyak air.

    Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Membakar Kalori Setelah Makan Siang

    1. Mengetahui jenis makanan yang paling baik saat dimasak

    Umumnya, ada berbagai nutrisi yang akan hilang selama dimasak – dari 15 hingga 55 persen. Pada banyak kasus, Anda akan kehilangan banyak nutrisi dari pendidihan air. Namun, beberapa makanan akan memberikan nutrisi yang banyak saat dimasak. Sebagai contoh, memasak akan meningkatkan bioavailabilitas likopen secara signifikan (zat yang ditemukan pada tomat).

    Penelitian menunjukkan bahwa likopen akan meningkat sebanyak 25 persen ketika tomat dididihkan selama 30 menit. Selain itu, bioavailabilitas beta karoten yang ditemukan pada tanaman berwarna merah/jingga/kuning seperti tomat, wortel, kentang manis, dan bayam akan meningkat secara signifikan. Memasak akan membantu pemecahan dinding sel tanaman. Denaturasi protein pada telur dan daging akan membuatnya lebih mudah dicerna.

    Itulah mengenai komposisi gizi pada masakan rumahan. Apabila Sahabat ada pertanyaan dan ingin informasi lebih mengenai gizi serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka:

    • Hellan L. 10 ways to get the most nutriens from your food. [Internet]. Available at: precisionnutrition.com/10-ways-to-get-the-most-nutrients (11.12.18)
    • Fries WC. 10 food nutritionists love. [Internet]. Available at: webmd.com/vitamins-and-supplements/features/healthy-foods#1 (11.12.18)
    Read More
  • Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang pada makanan tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak anak, serta untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Jika makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sejenis junk food yang bergizi sedikit dan berlemak tinggi, tentunya hal tersebut akan berdampak pada masalah kesehatan pada keluarga, seperti penyakit diabetes, ginjal, kolesterol tinggi, asam […]

    Panduan Menu Masakan Sehari-hari Buat Keluarga dengan Gizi Seimbang

    Kandungan nutrisi dan gizi yang seimbang pada makanan tentunya sangat berpengaruh pada perkembangan fisik dan otak anak, serta untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Jika makanan yang dikonsumsi merupakan makanan sejenis junk food yang bergizi sedikit dan berlemak tinggi, tentunya hal tersebut akan berdampak pada masalah kesehatan pada keluarga, seperti penyakit diabetes, ginjal, kolesterol tinggi, asam urat, hingga jantung.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Oleh karena itu, penting sekali bagi kita para ibu untuk memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi anggota keluarga di rumah. Memasak serta mengolah sendiri masakan yang akan dikonsumsi, akan lebih menjamin kualitas serta kandungan gizi yang ada di dalamnya. Selain itu ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyajikan menu masakan keluarga, yaitu diantaranya:

    Buat daftar menu masakan sehat harian

    Kita menjadi lebih mudah dalam berbelanja dan juga sangat membantu dalam memasak sehari-hari dengan membuat daftar menu makanan sehat. Kita juga jadi mengetahui apa-apa saja yang nantinya harus dibelanjakan. Selain itu, juga setiap harinya, kita tidak perlu membuang-buang waktu lagi untuk memikirkan masak apa hari ini? Hal ini karena sudah ada jadwal menu masakan sehat harian yang akan kita buat.   

    Melihat pada resep-resep masakan sehat

    Resep dan tutorial cara membuat menu masakan sehat sudah banyak tersebar di internet, baik itu lewat instagram ataupun youtube. Anda perlu untuk rajin-rajin melihat pada resep dan juga tutorial masakan sehat ini. Selain mengetahui cara membuatnya, Anda juga mendapatkan ide masakan-masakan sehat terbaru yang beraneka ragam dan tidak monoton.

    Baca Juga: 11 Makanan yang Bisa Mengurangi Resiko Stress

    Perbanyak sayuran

    Pada menu masakan sehat sehari- hari, jangan lupa untuk memperbanyak sayuran di dalamnya. Sayuran ini merupakan hal yang sangat penting dalam pemenuhan gizi seimbang dan sebagian dari isi piring kita, menurut kementrian kesehatan, sebagian besarnya adalah berisi sayuran. Pasalnya sayuran ini memang sangat baik untuk kesehatan, melancarkan pencernaan, mengeluarkan toksin – toksin yang ada dalam tubuh, dan juga menghindari diri dari resiko terkena berbagai macam penyakit tidak menular. Berikut, contoh resep sayuran yang dapat Anda buat di rumah, simple dan menyehatkan.

    • Sup ayam sayuran

    Bahan yang dibutuhkan :

    • 500 ml air kaldu ayam
    • Daging ayam fillet, potong-potong dadu, rebus.
    • Brokoli, potong kecil
    • 2 buah wortel, iris
    • 4 buah buncis, iris
    • 1 buah tomat, potong empat
    • 1 batang daun seledri, iris tipis
    • 2 siung bawang putih, haluskan
    • Secukupnya garam, pala dan lada

    Cara membuat :

    • Tumis bawang putih yang sudah dihaluskan.
    • Didihkan 500 ml air kaldu ayam. Setelah mendidih, masukkan bumbu yang sudah ditumis, dan wortel yang sudah dikupas, cuci bersih dan diiris. Tunggu hingga wortel empuk.
    • Kemudian jika ortel sudah empuk, masukkan buncis.
    • Selanjutnya, masukkan brokoli. Jika brokoli sudah matang, masukkan tomat, daun seledri, dan daging ayam. Dan terakhir tambahkan garam, lada dan pala. Koreksi rasa.
    • Sup ayam sayuran, siap untuk dinikmati.

    Sediakan buah sebagai cemilan

    Sebagai cemilan sehat atau selingan antara jeda waktu makan, Anda dapat menjadikan buah sebagai cemilan atau selingan tersebut. Anggota  keluarga menjadi terhindar dari mengonsumsi cemilan-cemilan yang tidak sehat seperti keripik kentang, cake, cookies dan yang lainnya. Sehingga dengan itu pula, akan lebih terjaga kesehatan anggota keluarga dan terhindar dari penyakit-penyakit yang disebabkan oleh obesitas dan juga cemilan berpengawet dan mengandung pewarna, seperti, diabetes, kolesterol tinggi, kanker, stroke hingga jantung.

    Jauhi minuman manis dan biasakan minum air putih

    Pada minuman manis tentunya memiliki kandungan glukosa yang tinggi. Jika tubuh terlalu banyak mengonsumsi glukosa, akan berdampak pada timbulnya penyakit tertentu, seperti diabetes dan jantung. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika kita mulai membiasakan pada anggota keluarga kita untuk mengonsumsi air putih sebagai minuman harian. Selain mengurangi resiko dari penyakit-penyakit tersebut, air putih juga mampu mengeluarkan racun-racun dalam tubuh.

    Baca Juga: 10 Makanan Sehat Untuk Jantungmu

    Biasakan sarapan

    Membiasakan sarapan setiap hari bagi anggota keluarga, agar terhindar dari jajan sembarangan nanti saat di luar rumah, dan juga menghindari dari porsi makan siang yang terlalu banyak akibat kelaparan. Anda dapat menyajikan sereal, salad buah atau sayur, nasi merah dan  lauk dan yang lainnya sebagai sarapan sehat untuk angota keluarga Anda.

    Berikut contoh ide resep sarapan sehat yang dapat Anda buat untuk anggota keluarga Anda :

    • Sandwich

    Bahan yang dibutuhkan :

    • Roti gandum
    • 1 lembar selada
    • 1 buah tomat
    • 1 telur ceplok
    • Yogurt

    Cara membuat :

    • Panggan roti yang sudah diolesi margarin.
    • Kemudian, tambahkan 1 lembar selada pada tiap 1 tangkap roti, ½ buah tomat, dan 1 lembar telur ceplok. Dan tambahkan yogurt di atasnya. Sandwich siap untuk dihidangkan sebagai sarapan sehat keluarga.

    Baca Juga: Tips Makanan Sehat Sesuai jam Makan

    • Salad buah

    Bahan yang dibutuhkan :

    • 3 buah stroberi
    • 1 buah alpukat
    • 1 buah pisang
    • 1 buah apel
    • 3 sdm yogurt

    Cara membuat :

    • Cuci dan potong semua buah, kemudian taruh di mangkok buah yang sudah dipotong-potong.
    • Kemudian siram dengan yogurt di atasnya.
    • Salad buah sehat untuk sarapan keluarga, siap untuk dihidangkan.

    Itulah tadi beberapa panduan menu masakan sehari-hari, buat keluarga dengan gizi yang seimbang. Jangan lupa untuk mengurangi takaran garam dan juga gula pada masakan sehat harian Anda, dan sebisa mungkin untuk menghindari vetsin atau MSG.  Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai produk gizi seimbang silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan […]

    Menjadi Ibu VS Karier, Bagaimana Menyeimbangkannya?

    Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan paling diinginkan dalam kehidupan manusia. Ada banyak bentuk-bentuk cinta dalam kehidupan manusia, antara lain perasaan cinta antara manusia dengan Tuhan, rasa cinta pada pada keluarga, dan yang tidak kalah penting adalah hubungan cinta dengan lawan jenis yang disukainya.

    Baca Juga: 5 Tips Bagi Waktu untuk Wanita Karier yang Berkeluarga

     

    Hubungan cinta dengan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan biasanya diharapkan berujung pada pernikahan. Pearson & Lee dalam Sarwono (1996), mengatakan bahwa pernikahan adalah puncak dari hubungan intim antar jenis kelamin dimana kedua belah pihak saling membagi pengalaman dan perasaan serta pikiran. Saat memasuki pernikahan, tentu saja seorang laki-laki dan perempuan akan memainkan peran baru sebagai suami dan istri. Terlebih jika sudah memiliki anak, mereka akan mendapatkan peran baru sebagai orang tua, ayah dan ibu.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Seorang ibu bekerja yang memiliki anak tentunya memiliki tantangan-tantangan sendiri dalam membesarkan anak-anaknya. Kadang seorang perempuan pekerja yang melahirkan seorang anak akan dihadapkan pada 2 pilihan, melanjutkan bekerja atau berhenti bekerja untuk mengurus segala kebutuhan anak. Ibu yang memilih untuk tetap bekerja atau berhenti bekerja setelah memiliki anak tentu saja sudah memikirkan berbagai hal, sehingga keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan yang mereka anggap paling tepat.

    Saat ini menjadi seorang wanita karier merupakan pilihan yang memang dapat diambil oleh siapapun. Kita bisa lihat saat ini perempuan dapat bekerja pada berbagai bidang, bahkan untuk bidang strategis seperti kepala daerah, menteri, manager, direktur, dan masih banyak lagi. Handayani, dkk (2012) mengemukakan bahwa seorang perempuan yang bekerja, memiliki peran ganda yang harus dijalankan pada saat bersamaan. Ia harus bertanggung jawab atas pekerjaannya, juga bertanggung jawab atas perkembangan anak. Hal ini yang sering dikhawatirkan oleh ibu bekerja, mereka khawatir jika tidak dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Achmad (dalam Wibowo, 2011) mengemukakan bahwa jumlah wanita yang mencari kerja akan semakin bertambah dari waktu ke waktu pada sebagian wilayah di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh kesetaraan kesempatan yang diperoleh perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan juga pekerjaan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Work life Balanced tentu saja dapat dimiliki oleh ibu bekerja, jika mereka dapat membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Juga dengan keteguhan hati bahwa keluarga merupakan fokus yang paling utama. Namun, tentu saja ada beberapa hal terkait pekerjaan ibu yang dapat memengaruhi pengasuhan buah hati mereka, antara lain:

    • Kesepakatan dalam keluarga mengenai pembagian peran dalam rumah tangga.
    • Jenis pekerjaan yang dimiliki oleh ibu, pekerjaan yang stressfull atau pekerjaan yang lebih santai
    • Jarak antara kantor dan rumah.
    • Lokasi kerja, apakah harus dikerjakan di kantor atau bisa dikerjakan di rumah.
    • Adakah orang yang dapat dipercaya untuk mengurus segala kebutuhan anak saat ibu bekerja, dll.

    Nah, agar pengasuhan anak pada ibu bekerja bisa tetap berjalan secara optimal, dan ibu tetap bisa menjalankan berbagai perannya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

    • Carilah pengasuh yang berkualitas untuk menemani anak. Hal ini bertujuan agar ibu benar-benar yakin dan merasa percaya diri saat harus bekerja dan meninggalkan anak bersama pengasuhnya.
    • Jika anak ‘dititipkan’ kepada keluarga dekat (orang tua atau mertua), sebaiknya mereka memang bersedia dan mampu untuk membantu mengurus anak.  Walaupun dititipkan pada keluarga, tetap sediakan pengasuh yang berkualitas, jadi keluarga hanya perlu mengawasi.
    • Buatlah daftar kegiatan harian yang bisa dilakukan oleh anak-anak, sehingga pengasuh lebih mudah untuk mendampingi anak-anak
    • Berikan juga fasilitas untuk bermain bagi anak, misalnya puzzle, buku gambar, pensil warna, dan mainan edukatif lainnya.
    • Buat list aturan yang harus diterapkan kepada anak, seperti jam tidur siang, penggunaan gadget, dll.
    • Meminimalisasi kerepotan yang terjadi pagi hari. Contohnya dengan menyiapkan pakaian dan segala keperluan yang akan dipakai atau dibawa dari malam hari, menyiapkan sarapan sederhana dan sehat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerjakannya, dan bangun lebih pagi. Bila melakukan hal ini, diharapkan ibu tidak terburu-buru saat pagi hari, dan bisa tetap melakukan segala rutinitas dengan santai dan tenang.
    • Buat jadwal pengaturan transportasi anak, misalnya siapa yang mengantar dan menjemput ke sekolah atau tempat les.
    • Usahakan setiap hari ibu bisa berkomunikasi dengan anak-anak, melalui telepon pengasuh atau keluarga atau melakukan video call.
    • Setelah kembali dari bekerja, istirahat sejenak atau rileksasi sejenak, supaya dapat fokus dan tenang saat berhadap dan bermain dengan anak.
    • Ibu juga berhak untuk mendapatkan ‘me time’, dengan melakukan hobi atau kegiatan positif yang disukai, maupun memanjakan diri ke salon.
    • Rencanakan kegiatan positif bersama keluarga, misalnya liburan, berenang, main sepeda, menonton film di bioskop, dll.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Picu Kanker Payudara

    Nah, selain saran-saran di atas, hal yang tidak kalah penting adalah buat jadwal untuk bisa tetap menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Karena hubungan yang harmonis antara suami dan istri tentu saja akan memberikan dampak positif bagi pengasuhan anak.

     Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ibu rumah tangga dan wanita karier serta membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    – Handayani, A., Maulia, D., & Yulianti, P. D. (2012). Pengaruh konflik peran ganda terhadap kinerja guru. Penilaian kinerja untuk peningkatan profesionalisme guru berkelanjutan. prosiding.upgrismg.ac.id/
    – Wibowo, (2011). Peran Ganda Perempuan Dan Kesetaraan Gender. Muwazah, 2.

    Read More
  • Contoh ilustrasi: Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau […]

    Ibu Introvert VS Ekstrovert, Apa Bedanya?

    Contoh ilustrasi:
    Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau di rumah dengan hanya mengundang maksimal 3 orang sahabat dekatnya.

    Dessy (29 tahun), justru sebaliknya, ia paling sulit berada sendirian, ia merasa harus selalu bersama dengan orang lain. Kalau waktu libur, seperti akhir pekan, ia pasti sudah akan sibuk menghubungi teman-teman atau saudaranya untuk menghabiskan waktu bersama. Maka, Dessy suka kurang dapat memahami Karin yang tidak senang pesta. Bagi Dessy, pesta adalah tempat bertemu banyak orang baru yang bisa menambah kenalan sehingga Dessy sangat senang datang jika ada undangan pesta.

    Sahabat, konon manusia itu dalam bersikap bisa dikategorikan dalam dua tipe besar loh, yaitu introvert dan ekstrovert. Manusia seperti Karin, adalah contoh tipe manusia introvert. Pada tipe ini, karakteristiknya adalah orang-orang yang lebih senang mengekplorasi pemikiran dan perasaannya ke dalam diri. Sedangkan pada tipe ekstrovert, contohnya Dessy, dicirikan dengan orang-orang yang lebih senang mengekplorasi dunia di luar dirinya. Nah, konsep introvert dan ekstrovert ini pada awalnya dikenalkan oleh Carl Jung pada tahun 1921 (Feist, Feist & Roberts, 2013).

    Baca Juga: Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV

    Konsep introvert dan esktrovert digambarkan oleh Jung seperti dalam permainan jungkat jungkit. Manusia tidak ada yang sepenuhnya introvert dan tidak ada yang sepenuhnya ektrovert. Jadi, Karin yang lebih senang menyendiri, tidak terlalu suka keramaian dikatakan lebih dominan dalam mengarahkan pikiran dan perilaku ke dalam dirinya sendiri sehingga cenderung introvert. Sebaliknya pada Dessy, yang lebih dominan mengarahkan energi, pikiran dan perilaku ke luar dirinya, bersama teman-temannya dikatakan cenderung ektrovert.

    Kepribadian yang sehat, menurut Jung sendiri adalah manusia yang cukup fleksibel, yang bisa menyeimbangkan keduanya (Schultz & Schultz, 2013). Pengaruh dari cara manusia mengeksplorasi diri dan pikirannya ini ke dalam diri atau keluar diri biasanya juga berpengaruh kepada perilaku sehari-hari, tentu saja termasuk jika seseorang tersebut sudah menjadi ibu. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas satu persatu.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Karin, yang dominan introvert, tentu saja lebih nyaman untuk tidak berada di keramaian. Ia butuh “me time” untuk bisa mengisi ulang energinya sehingga ketika ia menjadi ibu, ia pun akan cenderung mengharapkan suami dan anak-anaknya untuk memahami apa yang menjadi perasaan dan pikirannya. Bagi Karin yang introvert, mungkin akan sulit untuk menyatakan apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Jika suami dan anak Karin termasuk tipe yang introvert juga, mungkin kebiasaan di rumah Karin akan berkisar pada kegiatan yang sifatnya lebih banyak kegiatan individual, seperti membaca buku atau mengerjakan hobi masing-masing yang tidak terlalu melibatkan orang lain dalam kegiatannya.

    Kunjungan tamu ke rumah maupun berkunjung ke rumah orang lain mungkin akan menjadi suatu hal yang kurang nyaman dilakukan oleh orang-orang introvert. Nah, buat keluarga yang anggotanya dominan introvert, sebaiknya perlu diperhatikan bahwa tetap dibutuhkan komunikasi antar satu dengan yang lainnya, misalnya membuat jadwal untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang akan menimbulkan interaksi bersama seperti berkegiatan setiap hari Minggu pagi di taman tanpa membawa buku bacaan atau gawai, sehingga mengharuskan berinteraksi dengan sesama anggota keluarga.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear?

    Pada Dessy, jika berkeluarga, tentu saja akan berbeda dalam menghadapi suami dan anaknya. Dessy mungkin akan lebih senang bercerita mengenai kejadian yang dialaminya seharian dan mungkin Dessy juga mengharapkan hal yang sama dari suami dan anaknya. Kalau suami dan anak Dessy termasuk tipe dominan ekstovert juga, bisa dibayangkan rumah tangga Dessy pastilah ramai. Oleh karena itu, mungkin tetap diperlukan waktu-waktu untuk berefleksi ke dalam diri, tidak selalu mengeksplorasi dunia di luar dirinya atau bersama dengan orang lain terus-menerus.

    Penyesuaian diri mungkin yang agak sulit adalah jika berhadapan dengan orang yang memiliki tipe berlawanan. Misalnya jika Dessy memiliki anak yang tipenya dominan introvert, maka mungkin Dessy harus memahami kesulitan sang anak untuk langsung dapat beradaptasi di lingkungan yang ramai. Begitu juga sebaliknya, jika sang ibu introvert memiliki anak yang dominan ektrovert, mungkin akan pusing meminta anaknya untuk tidak selalu keluar rumah, berdiam diri di rumah saja. Bagi ibu yang introvert, perlu untuk paham, bahwa anaknya yang esktrovert juga butuh berada bersama teman-temannya untuk menyalurkan energinya keluar diri.

    Sahabat, seperti yang sudah dijelaskan oleh Jung sendiri, bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya introvert maupun yang sepenuhnya ektrovert, melainkan manusia memiliki keduanya di dalam diri. Nah, adanya pengetahuan tentang introvert dan ekstovert ini lebih diharapkan agar Sahabat nantinya bisa lebih memahami diri sendiri dan orang-orang yang berinteraksi dengan Sahabat. Seperti Dessy yang paham bahwa Karin kurang nyaman berada di keramaian pesta, maka ia akan lebih baik mengundang Karin untuk merayakan ulang tahun berdua saja.

    Demikian juga dengan Karin, yang mungkin bisa memahami kesenangan Dessy berada bersama dengan orang banyak, maka ia mungkin sesekali dapat hadir jika diundang Dessy. Hal yang sama juga dapat dilakukan jika Anda memiliki suami atau anak. Berkenalanlah dengan kecenderungan mereka, apakah lebih dominan ekstrovert atau introvert, sehingga nantinya Sahabat dapat lebih mudah berinteraksi dengan mereka.

    Baca Juga: 5 Tips Bagi Waktu untuk Wanita Karier yang Berkeluarga

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ekstrvert dan introvert dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik https://prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    Introvert and Extravert: Psychology (internet) Encyclopedia Britannica (cited 8 Desember 2018) available from: britannica.com/science/introvert.
    – Feist, Jess; Feist, Gregory.J, & Roberts, Tomi-Ann (2013) Theories of Personality, 8th ed, New York: McGraw Hill education (Asia).
    – Schultz, Duane P, Schultz, Sydney Ellen (2013) Theories of Personality, 10th ed, Australia: Wadsworth Cengage Learning

    Read More
  • Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, […]

    Bedakah Kondisi Psikis Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja?

    Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, Sobat. Tapi sebenarnya pilihan mana sih yang lebih baik? Lantas, apa dampak dari pilihan tersebut terhadap keluarga?

    Menurut John Bowlby, Psikolog pembuat teori mengenai Attachment, bayi perlu memiliki hubungan yang hangat dan berkesinambungan dengan ibu atau figur pengasuh permanen lainnya, untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Lebih lanjut, Susan H. Landry, PhD dari Children’s Learning Institute, University of Texas Health Science Center, juga mengatakan bahwa ikatan batin yang baik dengan figur pengasuh dan pola pengasuhan yang responsif sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi, pembuatan keputusan, serta perkembangan kognitif anak.


    Bila mengacu kepada penjelasan ini, maka dapat kita lihat bahwa menjadi ibu rumah tangga mungkin keputusan yang paling tepat untuk perkembangan anak.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Namun, menurut suatu polling, ibu rumah tangga ternyata juga memiliki tingkat kesedihan dan stres yang tinggi dalam menjalani harinya. Sekitar 50% ibu rumah tangga dilaporkan merasa stres dengan kehidupan sehari-hari mereka. Stres yang dirasakan karena tekanan hidup dan tuntutan peran sebagai ibu, juga turut membuat ibu rumah tangga tidak bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak-anak mereka di rumah. Studi dari Highland Spring terhadap 10.000 keluarga mengungkapkan bahwa orangtua hanya menghabiskan waktu tidak terinterupsi sekitar 34 menit dalam sehari dengan anak mereka karena adanya masalah dan stres dalam hidup. Wah Sobat, ternyata ibu rumah tangga pun memiliki keterbatasan dalam pola interaksi dengan anak ya, ternyata.

    Bagaimana dengan ibu bekerja? Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Child Health and Development menunjukkan bahwa anak dari ibu yang bekerja memiliki pencapaian akademis yang lebih tinggi, karier yang lebih sukses, serta menghasilkan skor kognitif yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan ibu bekerja memiliki kestabilan finansial yang lebih baik, sehingga dapat memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk anak mereka. Waktu yang terbatas dan tuntutan pekerjaan juga membuat ibu bekerja berusaha untuk lebih efisien dalam mendampingi anak, sehingga mereka menjadi lebih sensitif dengan kebutuhan anaknya. Jadi, ibu bekerja pun memiliki keunggulan yang serupa ya, Sobat.

    Baca Juga: 6 Makanan Agar Asi Tetap Lancar

    Namun perlu diketahui, ibu bekerja lebih rentan untuk merasa lelah dan tertekan karena tuntutan untuk menyeimbangkan peran sebagai karyawan, ibu, serta istri. Polling lainnya menunjukkan bahwa 48% ibu bekerja merasa stres karena tuntutan peran yang harus dijalankan. Angka ini tidak berbeda jauh dengan persentase stres pada ibu rumah tangga. Lebih lanjut, perasaan stres ini dapat memengaruhi hubungan orangtua-anak di rumah serta berdampak pada tingkah laku anak ke depannya.  

    Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik sih, Sobat? Dari berbagai studi yang dilakukan, sebenarnya tidak pernah ada kesimpulan yang pasti mengenai peran mana yang lebih baik. Poin penting yang ditekankan adalah kemampuan ibu untuk untuk merasa puas dan terpenuhi dengan peran yang mereka jalankan. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres ibu, sehingga mereka dapat menjalin hubungan yang baik dengan keluarga. Rasa bahagia dengan peran yang mereka emban ini akan membantu ibu untuk bersikap positif dengan anak dan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan mereka, tanpa terganggu dengan stres keseharian. Hal ini didukung oleh studi Milkie, et al. (2015), dimana ditemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan oleh orangtua dengan anaknya, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosi dan kognitif mereka. Waktu yang berkualitas lebih dibutuhkan, dibandingkan kuantitasnya.

    Baca Juga: Intip 7 Cara Menjadi Wanita Sukses

    Jadi Sobat, apapun peran yang seorang ibu pilih, hal yang lebih penting adalah dukungan yang lingkungan berikan, agar ibu merasa bahagia dan berdaya dengan posisi yang mereka pilih.  Jika membutuhkan produk kesehatan berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    – Attachment Theory – Simply Psychology [Internet]. Simply Psychology 2017. [cited 26 November 2018]. Available from: simplypsychology.org/attachment.html
    – The Role of Parents in Early Childhood Learning – Encyclopedia of Early Childhood Development [Internet]. Encyclopedia of Early Childhood Development 2014. [cited 26 November 2018]. Available from: child-encyclopedia.com/parenting-skills/according-experts/role-parents-early-childhood-learning
    – Stay-at-Home Moms Report More Depression, Sadness, Anger – Gallup [Internet]. Gallup 2012. [cited 26 November 2018]. Available from: news.gallup.com/poll/154685/stay-home-moms-report-depression-sadness-anger.aspx
    – What Research Says About Being a Stay-at-Home Mom – Verywell Family [Internet]. Verywell Family 2018. [cited 26 November 2018]. Available from: verywellfamily.com/research-stay-at-home-moms-4047911
    – Common Causes of Stress for Mothers – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/children-of-working-mothers-a-league-of-high-achievers/
    – Working Mom vs Stay-At-Home Mom: What’s Best for Kids? – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/working-mom-vs-stay-at-home-mom-what%E2%80%99s-best-for-kids/

    Read More
  • Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan […]

    Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Seiring berjalannya waktu, banyak isu yang berkembang terkait kaum gay, salah satunya adalah tentang benar tidaknya bahwa kaum gay sangat rentan tertular HIV. Human Immunodeficiency Virus(HIV) seperti namanya berarti suatu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Keadaaan ini menyebabkan seseorang yang terinfeksi HIV akan sangat mudah terinfeksi kuman atau virus lain tanpa adanya perlawanan dari sistem kekebalan tubuh, sehingga sering kali infeksi yang terjadi pada penderita HIV berada dalam kondisi yang sangat berat dan mengancam jiwa karena sulit disembuhkan.

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Berbicara mengenai kerentanan kaum gay terkena HIV, pada tahun 2008 CDC (centers for disease control and prevention) mengumumkan hasil sebuah penelitian bahwa pada tahun 2006 terdapat 53.000 kasus HIV baru di Amerika Serikat pada kelompok usia diatas 13 tahun, jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 40.000 kasus baru. Perlu Sahabat Sehat ketahui bahwa dari kasus-kasus baru ini didapati bahwa 53% di antaranya disebabkan kontak seksual antara pria dengan pria, sedangkan 4% disebabkan kontak seksual pria dengan pria, juga pemakaian obat-obatan. Selain itu, dari seluruh kasus-kasus baru itu 73% di antaranya adalah pria dan dari seluruh pria ini yang mengaku melakukan kontak seksual antara pria dengan pria adalah 72%. Berdasarkan data statistik di atas sebenarnya kita dapat menyimpulkan bahwa kaum gay memang lebih rentan terkena HIV.

    Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan kaum gay lebih rentan terkena HIV? Menurut National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention,ada beberapa hal yang menyebabkan ini terjadi.

    Penyebab Gay Rentan Terkena HIV

    1. Masih tingginya persentase kaum gay yang terinfeksi HIV sehingga angka penularan antara mereka juga tinggi.
    2. Banyak kaum gay yang tidak peduli bahwa mereka terkena HIV atau tidak, hal ini dibuktikan dengan hanya 56% dari kaum gay dan biseksual pada tahun 2008 meningkat menjadi 66% pada tahun 2011 yang mengetahui bahwa mereka terkena HIV, tentunya dari data diatas dapat disimpulkan bahwa masih banyak yang belum mengetahuinya.
    3. Kebiasaan berhubungan seksual secara anal seks yang memiliki risiko tertinggi dalam penularan HIV.
    4. Kaum gay cenderung memiliki pasangan seksual yang banyak dan bergonta-ganti.
    5. Stigma jelek yang berkembang pada masyarakat dan homofobia yang menyebabkan mereka malu atau cenderung menutup diri sehingga keinginan dan kesempatan mereka untuk datang ke pusat layanan kesehatan rendah.

    Karena itu, kita harus sadar bahwa kaum gay maupun HIV ada di sekitar kita. Nah, hal yang kita lakukan bukanlah menjauhi orangnya tetapi penyakitnya. Berhubungan seksual dengan lawan jenis setelah menikah dan tidak bergonta-ganti pasangan adalah cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi penularan HIV.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Jangan lupa Sahabat, jika masih membutuhkan ulasan HIV AIDS maupun produk kesehatan,bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. National Center for HIV/AIDS, Viral Hepatitis, STD and TB Prevention. HIV Among Gay and Bisexual Men. CDC ( Centers of Disease Control and Prevention); 2015 p. 1-2.
    2. Darnell B, Guzman A, Krivo-kaufman A. Gay Men and HIV : An Urgent Priority. New York: GMHC (Gay Men’s Health Crisis); 2010.
    3. Dewi G, Indrawati E. Pengalaman Menjadi Gay (Studi Fenomenologi pada Pria Homoseksualitas Menuju Coming Out). Jurnal Empati. 2017;7(3):116-126.
    4. Boellstroff T. Gay dan Lesbian Indonesia Serta Gagasan Nasionalisme. Antropologi Indonesia. 2006;30(1):1-6.
    5. UCD LGBT Society [Internet]. Ucd.ie. 2018 [cited 18 November 2018]. Available from: ucd.ie/lgbt/lgbt-gay.html

     

    Read More
  • Belakangan ini terdengar kabar mengenai penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV)dari perawatan wajah, yaitu facial. Mungkin hal tersebut membuat Sahabat Sehat mempertanyakan apakah HIV dapat ditularkan saat melakukan facial. Sebelum menduga apakah HIV dapat ditularkan lewat facial, alangkah baiknya kita mengetahui dahulu mengenai fakta dari HIV. Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV? HIV merupakan […]

    Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Belakangan ini terdengar kabar mengenai penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV)dari perawatan wajah, yaitu facial. Mungkin hal tersebut membuat Sahabat Sehat mempertanyakan apakah HIV dapat ditularkan saat melakukan facial. Sebelum menduga apakah HIV dapat ditularkan lewat facial, alangkah baiknya kita mengetahui dahulu mengenai fakta dari HIV.

    HIV AIDS lewat facial

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    HIV merupakan virus yang dapat menginfeksi sel imunitas tubuh dengan menghancurkan atau menurunkan fungsi sel tersebut. Lain dengan virus-virus lain, HIV sekali terinfeksi  tidak dapat dimusnahkan oleh pertahanan tubuh maupun dengan obat-obatan. Awalnya infeksi tersebut tidak bergejala atau sakit ringan, seperti saat sedang sakit flu, hingga menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome(AIDS), yaitu tahap akhir dari infeksi HIV. AIDS yang mengakibatkan penderita mengalami berbagai penyakit infeksi akibat HIV.

    Ada beberapa cara penularan HIV, seperti berhubungan intim yang berisiko, baik melalui vagina maupun dubur,ataupun oral sex dengan orang yang terinfeksi, transfusi darah yang terkontaminasi HIV, penggunaan jarum suntik, peralatan medis, atau peralatan tajam lainnya yang terkontaminasi dengan cairan tubuh penderita. Selain itu, infeksi HIV dapat ditularkan dari ibu ke anak ketika mengandung, persalinan, atau menyusui .Kemungkinan terjadinya penularan HIV dapat dilihat pada tabel di bawah:

    Tabel Kemungkinan Terjadinya Penularan HIV Berdasarkan Tempat Terinfeksinya

    Menurut data diatas 1 dari 150 orang terinfeksi HIV saat menggunakan peralatan tajam yang terkontaminasi seperti berbagi jarum suntik dengan penderita atau menjalankan tindakan medis termasuk facial dengan peralatan yang tidak steril. Namun, kekhawatiran Sahabat dapat berkurang karena kejadian tersebut dapat dicegah dengan penggunaan peralatan yang tajam sekali pakai atau peralatan medis yang sudah disterilisasi.

    Baca Juga: 6 Tips Menghindari Perilaku Seks Berisiko 

    Facial biasanya dilakukan dengan menggunakan peralatan logam, ekstraktor komedo, atau dengan benda tajam lainnya, yang dapat bersifat hanya sekali pakai ataupun dapat dipakai berulang. Tidak jarang peralatan ini terkontaminasi dengan cairan tubuh, seperti darah atau cairan serum pada saat facial dilakukan. Sehingga setelah facial, peralatan yang dapat dipakai berulang perlu dilakukan sterilisasi untuk mencegah penularan penyakit. Bila sterilisasi dilakukan tentunya dapat mencegah penularan virus HIV saat facial.

    Tips untuk mencegah agar Sahabat tidak tertular HIV saat facial, yaitu dengan berhati-hati untuk memilih tempat perawatan wajah yang tepat, dengan memastikan bahwa klinik tersebut memiliki izin resmi dari pemerintah dan dilakukan oleh dokter. Lalu pada saat akan facialperlu memastikan bahwa peralatan facialyang dipakai benar-benar baru atau telah disterilkan dengan menanyakan kepada klinik tersebut.

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Nah, sekarang Sahabat sudah tak penasaran bukan dengan berita maraknya kaitan facial dengan HIV? Jika Sahabat Sehat masih membutuhkan informasi kesehatan mengenai HIV AIDS dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka
    1. HIV/AIDS [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: who.int/features/qa/71/en/
    2. About HIV/AIDS | HIV Basics | HIV/AIDS | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: cdc.gov/hiv/basics/whatishiv.html
    3. Shaw G, Hunter E. HIV Transmission. Cold Spring Harb Perspect Med. 2012 Nov; 2(11): a006965.

    Read More
  • Penyakit HIV AIDS sudah tidak asing lagi kita dengar. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem daya tahan tubuh dengan cara menginfeksi sel CD4, setelah sel CD4 terinfeksi, maka CD4 akan dihancurkan oleh virus HIV. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, maka jumlah CD4 di dalam tubuh berkurang, sehingga sistem pertahanan tubuh dan […]

    HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Penyakit HIV AIDS sudah tidak asing lagi kita dengar. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem daya tahan tubuh dengan cara menginfeksi sel CD4, setelah sel CD4 terinfeksi, maka CD4 akan dihancurkan oleh virus HIV. Semakin banyak sel CD4 yang dihancurkan, maka jumlah CD4 di dalam tubuh berkurang, sehingga sistem pertahanan tubuh dan daya tahan tubuh melemah sehingga mudah terserang berbagai penyakit.

    HIV AIDS

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Infeksi dari virus HIV akan berlanjut ke arah yang lebih serius yaitu AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS merupakan stadium terakhir dari infeksi HIV. Pada stadium ini, tubuh dalam kondisi lemah, sel daya tahan tubuh tidak mampu lagi melawan virus HIV.

    Menurut data statistik WHO (World Health Organization) pada tahun 2018 di seluruh dunia mencatat total penderita HIV sebanyak 37,9 juta jiwa (terdiri dari 18,2 juta wanita dan 16,8 juta pria), yang terdiri dari usia dewasa sebanyak 35,1 juta penderita dan 1,7 juta penderita anak-anak usia dibawah 15 tahun. Pada awal tahun 2017, tercatat 1,8 juta pasien baru yang baru didiagnosis HIV dan sebanyak 940.000 penderita HIV meninggal. Pada 2020, WHO memprediksi jumlah global pengidap virus ini sebanyak 600.000 orang.

    Sedangkan di Indonesia, menurut data statistik UNAIDS Indonesia, jumlah penderita HIV AIDS Indonesia sebanyak 621.344 jiwa pada segala usia, dan dengan kasus baru pasien terdiagnosis HIV AIDS sampai tahun 2019 sebanyak 49.000 jiwa, sedangkan angka kematian yang disebabkan HIV AIDS di Indonesia sebanyak 39.000 jiwa.

    Oleh karena HIV AIDS belum ada pengobatannya, maka pemerintah mengupayakan berbagai edukasi dan promosi melalui Departemen Kesehatan Republik Indonesia maupun lembaga-lembaga lainnya seperti penyuluhan, pembagian leaflet/brosur, media massa dan kampanye penggunaan kondom namun belum dapat mengurangi angka HIV AIDS di Indonesia.

    Gejala

    Gejala HIV AIDS dibagi dalam beberapa fase. Fase awal disebut juga fase infeksi akut yang terjadi pada bulan awal infeksi HIV. Pada tahap ini tubuh membentuk sistem daya tahan tubuh (antibodi) untuk melawan virus HIV, pada fase awal ini gejala muncul 1-2 bulan setelah terjadi infeksi. Gejala yang muncul seperti gejala flu, yaitu demam ringan, tidak enak badan, lemas, batuk, pilek, menggigil. Gejala yang muncul dapat ringan atau berat sesuai dengan daya tahan tubuh pasien. Gejala yang mungkin timbul antara lain:

    • demam ringan sampai berat
    • nyeri sendi
    • lemas
    • mudah lelah dan nyeri-nyeri otot
    • mual dan muntah
    • nyeri kepala
    • nyeri perut
    • diare
    • ruam merah pada kulit seluruh badan
    • nyeri tenggorokan dan nyeri menelan
    • sariawan
    • bengkak pada kelenjar getah bening pada area leher dan ketiak.

    Setelah berlangsung beberapa bulan, fase awal akan berlanjut ke fase laten. Pada fase ini, gejala dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan dapat berlangsung bertahun-tahun. Pada fase laten, virus HIV merusak lebih banyak lagi antibodi CD4. Gejala yang mungkin timbul bervariasi, ada yang tidak bergejala, gejala ringan sampai berat. Berikut ini gejala yang timbul pada fase laten :

    • berat badan semakin menurun drastis
    • nafsu makan menurun
    • diare berkepanjangan
    • keringat saat malam hari
    • mual dan muntah
    • pembengkakan kelenjar getah bening
    • lemah dan lemas
    • tumbuh jamur pada lidah
    • timbul Herpes zooster (tidak semua pasien mengalami)

    Setelah fase laten, fase selanjutnya adalah AIDS. Pada tahap ini, penderita AIDS mengalami penurunan antibodi yang drastis, karena sel antibodi CD4 mengalami kerusakan parah. Pada fase ini, pasien seringkali mudah terinfeksi oleh penyakit lain. Gejala yang timbul pada fase AIDS antara lain:

    Contoh Infeksi Jamur pada Mulut Penderita AIDS

    • berat badan menurun drastis
    • nafsu makan turun
    • badan lemah
    • mudah terinfeksi penyakit lain (TBC paru, diare terus-menerus, penyakit kulit)
    • bintik putih pada mulut, lidah dan kelamin
    • timbul jamur pada lidah, mulut, vagina dan kulit tubuh (Candidiasis)
    • demam terus-menerus sepanjang hari dan berlangsung lama
    • mudah berdarah (gusi dan hidung) tanpa sebab
    • gangguan saraf (meningitis kriptokokus atau infeksi selaput otak akibat infeksi jamur)
    • terserang Herpes zooster yang menyerng kerusakan saraf, mata dan pencernaan (infeksi virus cryptomegalovirus)
    • gangguan psikis dan emosional (mudah marah, depresi, perubahan mood)
    • kelenjar getah bening membesar (dapat berlanjut menjadi kanker kelenjar getah bening atau limfoma)

    Fakta dan Mitos

    AIDS ditularkan saat cairan tubuh penderita masuk ke dalam tubuh orang lain seperti darah, sperma dan cairan vagina. Banyak mitos yang beranggapan bahwa ludah dapat menularkan virus HIV. Nyatanya, ludah tidak dapat menularkan virus HIV kecuali terdapat luka terbuka pada area mulut misalnya gusi berdarah atau sariawan. Selain itu, mitos lain beranggapan bahwa berjabat tangan, berpelukan dapat menularkan infeksi virus HIV, nyatanya virus HIV hanya dapat ditularkan melalui cairan tubuh penderita saja sehingga berjabat tangan atau sentuhan fisik lainnya tidak dapat menularkan infeksi HIV. Virus HIV dapat ditularkan melalui hubungan seksual, pengunaan jarum suntik bergantian, transfusi darah dari penderita HIV, penularan dari ibu hamil ke janin, proses melahirkan, serta dari air susu ibu.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Pengobatan

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa HIV AIDS tidak dapat diobati. Obat-obatan antivirus dapat digunakan untuk pencegahan tertular dengan pasien HIV setelah berhubungan seksual secara tidak sengaja dengan penderita HIV dan bagi penderita HIV, antivirus hanya berfungsi untuk memperlambat perkembangan virus HIV saja. Obat-obatan simptomatik atau obat-obatan sesuai gejala dapat digunakan untuk meringankan gejala yang timbul, misalnya seperti anti demam, anti jamur serta obat-obatan lain sesuai dengan gejala yang timbul.

    Produk Terkait: Mono Rapid Test HIV

    Pencegahan

    Sebagai langkah pencegahan agar tidak tertular HIV, berikut ini langkah yang dapat dilakukan :

    1. Jangan melakukan seks bebas.
    2. Hindari berganti-ganti pasangan seks, usahakan setia dengan satu pasangan saja.
    3. Hindari penggunaan jarum suntik bergantian.
    4. Gunakan kondom bila melakukan hubungan seksual berisiko.
    5. Bila pasangan menderita HIV, segera konsultasikan ke dokter atau layanan kesehatan untuk dilakukan tes HIV dan dilakukan profilaksis atau pencegahan penularan virus HIV terhadap pasangannya.
    6. Hindari oral seks dengan pendreita HIV terutama bila terdapat luka terbuka pada area mulut (sariawan atau gusi berdarah) hal ini memungkinkan virus HIV akan masuk melalui luka tersebut.

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Nah, itulah ulasan seputar HIV AIDS yang bisa Sahabat Sehat pahami. Jika Sahabat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. AIDSinfo. (2018). HIV/AIDS: The Basics Understanding HIV/AIDS. [online] Available at: aidsinfo.nih.gov/understanding-hiv-aids/fact-sheets/19/45/hiv-aids–the-basics [Accessed 18 Nov. 2018].
    2. Aidsinfo.unaids.org. (2018). AIDSinfo | UNAIDS. [online] Available at: aidsinfo.unaids.org/ [Accessed 18 Nov. 2018].
    3. Apps.who.int. (2018). GHO | By category | Number of people (all ages) living with HIV – Estimates by country. [online] Available at: apps.who.int/gho/data/view.main.22100?lang=en [Accessed 18 Nov. 2018].
    4. HIV.gov. (2018). HIV Basics. [online] Available at: hiv.gov/hiv-basics [Accessed 18 Nov. 2018].
    5. World Health Organization. (2018). Data and statistics. [online] Available at: who.int/hiv/data/en/ [Accessed 18 Nov. 2018].

     

    Read More
  • Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal. Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan […]

    7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal.

    makanan penderita diabetes

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan prediabetes? Prediabetes ditandai dengan tingginya kadar gula yang paling sering disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Kondisi ini sering menjadi pendahulu dari diabetes tipe 2. Namun, diagnosis prediabetes tidak berarti Sobat akan terkena diabetes tipe 2. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah mencegahnya sejak dini, sehingga kadar gula darah Anda tidak lebih dari nilai prediabetes.

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah Freestyle Isi 50 Strip

    Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Sobat untuk prediabetes. Genetik merupakan salah satu faktor. Jika Sobat memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, Sobat perlu waspada. Namun, faktor gaya hidup lebih berperan penting dalam perkembangan penyakit.

    Pilihan makanan menjadi sangat berarti ketika Sobat ingin mencegah diabetes. Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes, bahkan makanan yang dianggap tidak baik sekalipun bisa Sobat konsumsi, asalkan sesekali dan hanya dalam jumlah sedikit. Namun, lebih mudah tentunya untuk mengelola diabetes jika Sobat tetap berpegang pada opsi yang terbaik.

    Berikut adalah 7 jenis asupan yang dapat membantu Sobat untuk mencegah diabetes:

    1. Zat Tepung (Karbohidrat)

    Makan karbohidrat tidak langsung menyebabkan seseorang menderita prediabetes. Tubuh kita membutuhkan karbohidrat, tapi Sobat harus memilih jenis karbohidrat dengan bijak tentunya. Jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi dalam makanan adalah yang memengaruhi gula darah. Berikut beberapa panduan makanan yang direkomendasikan seperti:

    • Biji – bijian utuh, seperti beras merah, oatmeal.
    • Kentang manis panggang.
    • Biji- bijian utuh lainnya tanpa tambahan gula.

    Sobat perlu waspada dengan indeks glikemik. Makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi akan meningkatkan gula darah lebih cepat, sehingga jenis- jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi, contohnya pada biji- bijian olahan seperti nasi putih atau tepung putih, sereal dengan sedikit biji–bijian dan mengandung banyak gula, roti putih, dan kentang goreng perlu dihindari.

    2. Sayur-sayuran

    Konsumsi sayuran sangat direkomendasikan, Sobat akan mendapatkan banyak serat dan sedikit lemak atau garam. Jenis sayuran yang direkomendasikan:

    • Sayuran segar, dimakan mentah, dikukus ringan, atau dipanggang.
    • Sayuran beku polos, sedikit dikukus.
    • Sayuran hijau seperti kangkung, bayam.
    • Sayuran kaleng yang rendah atau tanpa garam.

    Sobat dapat mengombinasikan warna sayuran agar tidak cepat bosan, seperti warna orange, merah dari wortel atau paprika merah, putih dari bawang, bahkan ungu dari terong. Pedoman dari Amerika merekomendasikan Sobat mengonsumsi sayur sebanyak 2,5 cangkir per hari.

    Namun Sobat perlu berhati–hati pada sayuran kaleng yang mengandung banyak garam, sayuran yang dimasak dengan menggunakan keju, mentega yang banyak.

    3. Buah-buahan

    Dari buah – buahan, Sobat mendapat kandungan karbohidrat, vitamin, mineral dan serat dari sumber yang segar, rendah lemak dan garam. Namun cenderung memiliki lebih banyak karbohidrat dibandingkan dengan sayuran. Pilihan buah yang dapat Sobat konsumsi:

    • Buah – buahan segar.
    • Buah kaleng tanpa tambahan gula.
    • Selai rendah gula atau bebas gula.

    Hindari konsumsi buah kaleng yang mengandung sirup gula, saus apel manis, jus buah dengan kandungan gula yang tinggi.

    Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan

    4. Protein

    Banyak sekali pilihan yang dapat Sobat konsumsi sebagai sumber protein, seperti daging sapi, ayam, ikan, makanan laut, kacang, keju, telur, kacang dan tempe tahu. Konsumsi makanan tersebut sebaiknya tetap yang mengandung rendah lemak dan utamakan sumber protein nabati. Hindari sumber protein seperti daging goreng, daging babi asap, keju biasa(bukan yang rendah lemak), unggas dengan kulit, ikan goreng, tahu goreng.

    5. Produk Susu

    Jika ingin mengonsumsi produk susu, carilah yang mengandung lemak rendah. Pilihan yang direkomendasikan seperti susu rendah lemak atau 1% susu krim, yogurt rendah lemak, keju rendah lemak.

    Produk Terkait: Jual Susu untuk Diabetasi

    6. Lemak, Minyak & Manisan

    Pilihan makanan yang satu ini biasanya sulit untuk ditolak, dan jika dikonsumsi terlalu banyak makan dapat menambah berat badan serta membuat Sobat sulit untuk mengelola diabetes. Inilahjenis makanan yang dianjurkan:

    • Sumber nabati alami seperti kacang, biji–bijian, atau alpukat (tinggi kalori, tentunya dengan porsi kecil).
    • Makanan dengan lemak omega 3 seperti salmon, tuna, atau mackerel.
    • Minyak nabati seperti minyak canola atau minyak zaitun.

    Sobat perlu menghindari makanan-makanan yang mengandung lemak trans, karens kurang baik untuk kesehatan hati. Hindari juga konsumsi lemak jenuh terutama dari produk hewani, minyak kelapa dan minyak sawit. Sobat dapat menanyakan pada dokter keluarga, batas konsumsi yang diperlukan, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

    Produk Terkait: Cek Prediabetes

    7. Minuman

    Saat mengonsumsi minuman favorit, mungkin saja terdapat lebih banyak kandungan kalori, gula, garam atau bahkan lemak yang Sobat tidak tahu. Berikut adalah minuman yang direkomendasikan:

    • Air putih.
    • Teh tanpa pemanis (jika mau, tambahkan seiris lemon).
    • Kopi hitam, atau dengan tambahan susu rendah lemak dan pengganti gula.

    Sobat perlu menghindari minuman seperti soda, bir, teh manis, kopi dengan gula dan krim, minuman penambah energi.

    Itulah 7 jenis asupan yang dapat Sobat konsumsi untuk mencegah diabetes. Mengontrol makanan merupakan salah satu pola hidup sehat yang dianjurkan. Sobat juga dapat berolahraga secara rutin yang direkomendasikan sebanyak 5 hari seminggu dengan durasi setidaknya 30 menit. Tidak perlu olahraga yang berat dan rumit, cukup dengan berjalan, bersepeda, menari, mengikuti kelas olahraga dan aktivitas lain.

    Baca Juga: Madu Atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Nah, apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Jenis Makanan untuk Diet Diabetes – prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/jenis-makanan-untuk-diet-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    2. 9 Makanan Pencegah Diabetes – lifestyle.sindonews.com/read/1279059/155/9-makanan-pencegah-diabetes-1517629308, diakses pada tanggal 1-10-2018
    3. 10 Foods that can help prevent diabetes – foxnews.com/lifestyle/10-foods-that-can-help-prevent-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    4. Best and Worst Foods for Diabetes – webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1, diakses pada tanggal 1-10-2018
    5. The Right Diet for Prediabetites – healthline.com/health/diabetes/prediabetes-diet#exercise, diakses pada tanggal 1-10-2018
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja