Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 31–40 of 551 results

  • Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan monkeypox. Pada tahun 1970, virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Republik Demokratik Kongo. Kemudian, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan peliharaan eksotis (praire dog) […]

    Mari Cari Tahu lebih dalam tentang MonkeyPox

    Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan monkeypox. Pada tahun 1970, virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Republik Demokratik Kongo. Kemudian, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan peliharaan eksotis (praire dog) yang terinfeksi dari tikus dari Afrika yang masuk ke Amerika tahun 2003.

    Kejadian Luar Biasa (KLB) Monkeypox terjadi di Nigeria tahun 2017. Kasus terakhir yang menarik perhatian adalah di Singapura, ada warga Nigeria yang menderita monkeypox dan 23 orang yang kontak erat dengannya sudah di karantina. Wilayah yang terjangkit Monkeypox global adalah Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast,  Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan)

    Monkeypox merupakan virus golongan orthopoxvirus yang menular dari hewan ke manusia. Hewan penular di negara terjangkit antara lain monyet,  anjing prairie, tupai, dan tikus Gambia. MonkeyPox menular dari hewan ke manusia melalui KONTAK LANGSUNG dengan darah, cairan tubuh/kulit hewan yang terinfeksi dan mengonsumsi daging hewan yang terkontaminasi. Penularan antar manusia sangat mungkin, tapi jarang.

    Masa inkubasi biasanya 6-16 hari tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. Fase prodromal dapat berlangsung 1-3 hari, seperti demam sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Fase selanjutnya adalah fase erupsi yang merupakan fase paling infeksius. Fase ini ditandai dengan ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap mulai dari bintik.

    merah seperti cacar makulopapula lepuh berisi cairan bening (lepuh berisi nanah) kemudian mengeras krusta atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

    Beda Monkeypox, Smallpox (variola) dan Chickenpox (cacar air)

    Karakteristik Monkeypox Smallpox Chickenpox
    Cara penularan Kontak dengan: Darah, cairan tubuh, luka terbuka pada hewan,konsumsi

    daging terinfeksi

    Percikan air liur atau kontak langsung dengan tubuh penderita yang terinfeksi Kontak langsung

    dengan tubuh

    penderita yang

    terinfeksi

    Masa inkubasi 5-21 hari 7-19 hari 5-7 hari
    Gejala dan tanda Khas:

    Pembengkakan

    kelenjar getah bening

    Tidak ada

    pembengkakan

    kelenjar getah

    bening

    Ruam dengan

    vesikel yang gatal

    Cara pencegahan Tidak ada vaksin,

    hindari faktor risiko

    dan daerah endemis

    Pernah ada vaksin

    tapi tidak

    diproduksi lagi

    sejak 1980

    Vaksin varicella

    (98%) efektif

    Beratnya penyakit Gejala ringan tapi

    tingkat

    perburukannya

    1-10%

    Perdarahan organ

    dalam sehingga

    dapat memburuk

    20-60%

     

    Secara kasat mata monkeypox sulit membedakan dengan penyakit ruam lain seperti cacar air, campak, kudis, sifilis, alergi obat dan infeksi kulit karena bakteri. Diagnosis dengan tepat adalah dengan memeriksakan ke laboratorium.

    Perawatan Penderita Monkey Pox:

    • Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi untuk monkey pox
    • Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul
    • Penderita akan diisolasi guna mencegah penularan pada fase erupsi
    • Daya tahan tubuh penderita menurun, sehingga rentan terkena penyakit lain

    Pencegahan Penularan Monkey Pox

    • Perilaku hidup bersih sehat dengan mencuci tangan dengan air sabun atau cairan pembersih desinfektan lain
    • Hindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan daging yang tidak dimasak dengan baik
    • Hindari kontak fisik dengan penderita termasuk tempat tidur dan bajunya
    • Hindari kontak dengan hewan liar/ konsumsi daging hasil buruan
    • Bagi pelancong yang bepergian ke daerah endemis hendaklah memeriksakan diri bila ada gejala diatas dalam waktu < 3 minggu setelah pulang
    • Tenaga medis memakai alat pelindung diri ketika memeriksa pasien yang terinfeksi.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni: Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia Lansia (65 tahun ke atas ) Lansia resiko tinggi , yaitu lansia […]

    Pentingnya Olahraga untuk Lansia

    Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase

    kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni:

    • Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia
    • Lansia (65 tahun ke atas )
    • Lansia resiko tinggi , yaitu lansia yang berusia lebih dari 70

    Lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik setiap harinya. Aktivitas fisik dapat diartikan sebagai setiap gerakan tubuh yang membutuhkan pengeluaran energi. Ini termasuk setiap gerakan yang Anda lakukan sepanjang hari (tidak termasuk duduk diam atau berbaring). Aktivitas ini contohnya adalah berjalan ke dapur, naik tangga, memotong rumput, mencuci, memasak dan bahkan membersihkan rumah dianggap sebagai aktivitas fisik. Olahraga adalah jenis aktivitas fisik tetapi tidak setiap aktivitas fisik adalah olahraga.

    Sedangkan olahraga adalah kegiatan yang direncanakan, terstruktur, dan berulang dengan tujuan meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Latihan dalam olahraga mencakup beberapa aspek sebagai berikut:

    • Latihan Keseimbangan
    • Latihan Aerobik
    • Latihan Kekuatan
    • Latihan Fleksibilitas

    Saat ini, telah banyak para ahli kesehatan yang memasukkan olahraga sebagai sarana untuk mempercepat kesembuhan, seperti masalah pada lutut dan pinggang, banyak para dokter ahli menganjurkan pasien untuk berenang maupun jalan pagi. Selain upaya rehabilitatif, olahraga juga berguna dalam hal preventif. Hal ini karena olahraga dapat:

    • Menurunkan resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes tipe 2
    • Menurunkan resiko kanker usus dan kanker payudara
    • Meningkatkan suasana hati dan mampu mengatur tingkat stress
    • Meningkatkan kekuatan otot dan sendi, fleksibilitas, keseimbangan dan mobilitas
    • Menurunkan resiko jatuh dan meningkatkan fungsi kognitif

    Olahraga yang dianjurkan adalah aktivitas fisik aerobik intensitas sedang: 150 menit /minggu atau minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu, contoh jalan cepat, sepeda statis dan dapat dikombinasi dengan latihan kekuatan otot yang melibatkan otot-otot besar minimal 2x seminggu. Contoh latihan kekuatan otot Home-based resistance programme adalah Body-weight, pemberat tungkai, elastic resistance band, dan dumbell. Kemudian, latihan fleksibilitas juga dilakykan dengan tujuan menggerakkan sendi sampai ke rentang gerak yang maksimal, contohnya peregangan statis, yoga, menari, tai chi, dan latihan aquatik.

    Olahraga dengan intensitas sedang untuk latihan aerobik bagi lansia dapat dilakukan melalui beberapa cara:

    1. Denyut nadi: 65-80% Denyut Nadi Maksimal, DNM= 220 – usia
    2. Talk test : dapat berbicara atau mengucapkan kalimat tanpa terengah-engah, tapi tidak dapat bernyanyi.

    Lansia biasanya malas berolahraga karena patokan pada angka (usia), perubahan hormon dan anggapan bahwa sudah terlambat utk olahraga di usia lanjut dan minder pada yang lebih muda adalah penyebab terbesar kemalasan pada lansia. Mereka seringkali memiliki masalah lansia seperti  masalah di persendian seperti sakit lutut,bahu, pinggul , osteoporosis, dan masalah di persyarafan seperti saraf kejepit, alzheimer, demensia, stroke, parkinson, serta metabolic syndrome seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan beberapa kondisi lainnya.

    Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut Riskesdas 2018, lansia yang mengalami keluhan tersebut memiliki angka yang cukup banyak, yaitu: stroke (10,9%), penyakit sendi (7,3%), diabetes mellitus (2,0%), penyakit jantung (1.5%), hipertensi (8.4%), obesitas (21.8%), dan aktivitas fisik kurang (33,5 %). Faktor resiko tersebut yang terkadang dianggap sebagai hal yang akan memperparah kondisi tersebut, padahal jenis dan tipe olahraga itu banyak sekali, yang artinya dengan kondisi tersebut, lansia tetap dapat berolahraga. Ketahui kondisi Anda dan konsultasikan secara berkala untuk mengetahui jenis dan tipe olahraga yang tepat bagi Anda.

    Ada banyak sekali latihan  yang dapat dilakukan dirumah salah satunya adalah latihan penguatan otot. Otot paha depan. Latihan ini sangat penting karena saat kita berjalan, duduk ke berdiri, jongkok ke berdiri dan berdiri lama, kita menggunakan otot tersebut. Cukup rentangkan kaki ke depan, lutut lurus dan paha depan langsung kenceng.

     

    Keterangan gambar:

    1. Pojok kiri atas:  latihan untuk otot bokong, kaki kiri dibawa ke belakang dan diangkat ke atas. Rasakan tarikan di bokong
    2. Pojok kanan atas : latihan untuk otot belikat (baik untuk postur agar tegak), badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan.
    3. Kiri bawah: latihan untuk otot belikat juga tetapi versi mudahnya, badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan. Latihan ini boleh dibantu dengan kaki kanan maju ke depan, agar lebih stabil
    4. Kanan bawah: latihan kekuatan otot leher, taruh handuk di kening, lalu coba tekan handuk menggunakan kening.

    Keterangan gambar:

    Tangan ditekuk dan siku dekat ke arah tubuh, kemudian, bagi  bapak ibu yang duduknya membelakangi tembok, sikunya boleh didorong melawan tembok. Nah, jadi siku kanan dan kiri dibawa ke arah tembok. rasakan otot yang kencang di bagian belakang

    Keterangan gambar:

    Latihan untuk otot lengan belakang atau trisep. Otot ini sangat penting khususnya untuk pasien stroke atau pasien yg berada di kursi roda karena otot ini membantu menopang tubuh saat pasien ingin berdiri dari kursi roda atau tempat duduk. Caranya: bawa kedua lengan, ke arah belakang, melewati tubuh, kemudian di posisi tersebut, tekuk dan luruskan siku ke belakang. dan rasakan otot yang kenceng ada di lengan belakang.

    Jika sebelumnya Anda belum aktif berolahraga dan baru ingin memulai berolahraga, Anda dapat mulai dengan perlahan untuk mencapai goal Anda. Dosis dan jenis latihan tergantung pada

    usia dan kesehatan Anda. Konsultasikan pada dokter spesialis olahraga kami untuk menentukan program olahraga terbaik untuk Anda.

     

    Lansia yang memiliki masalah karena sindrom metabolik seperti diabetes dan kolesterol serta mengalami insomnia dan jalan mulai bungkuk, olahraga apa yang tepat untuk dilakukan?

    Bila masih bisa jalan, latihan aerobiknya bisa dengan jalan kaki. dan tambahkan latihan kekuatan. Bila kesulitan jalan, latihan duduk dapat sering dilakukan. Total latihan 15 -20 menit pertama, biasanya boleh jalan ditempat dulu. Kemudian sedikit mobilisasi untuk tulang belakang dan tentunya penguatan otot. Secara umum, dosis olahraga aerobik yang sebaiknya dilakukan mencapai 150 menit per minggu dan  bisa dipecah jadi 30 menit setiap hari atau 5 kali seminggu.

     

    Olahraga dapat dilakukan pada  pagi hari kalau bisa kena matahari sebelum jam 9 pagi supaya vitamin D terserap dengan baik dan membantu mencegah osteoporosis atau tulang keropos.

    Posisi tubuh yang cenderung membungkuk, sebetulnya bisa dilatih. asalkan bukan kelainan tulang belakang sedari dulu. Latihan mobilisasi dan penguatan otot punggung / penegak tubuh, pasti memberikan hasil untuk postur yang lebih baik.

     

    Olahraga apa yang tepat untuk lansia yang pernah mengalami cedera lutut?

    BIla lansia terkena radang sendi atau osteoartritis, olahraga atau latihan penguatan otot kaki sebaiknya dilakukan.

     

    Olahraga atau aktivitas apa yang dapat dilakukan pada pasien pasca stroke dengan kelemahan tungkai?

    Aktivitas menendang bola perlahan dapat dilakukan. Kemudian, bila otot kaki sudah kuat, latihan dapat ditingkatkan menjadi latihan duduk berdiri perlahan-lahan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Digitalisasi  Faskes untuk Membangun Ekosistem  Digital Kesehatan yang Terhubung

    Semakin berkembangnya dunia digital menyebabkan konsumen sudah mengakses layanan/produk dari perusahaan secara digital. Perusahaan juga sudah melakukan automatisasi digital, artificial intelligence akan menggantikan peran profesi di seluruh dunia seperti smartwatch atau self-driving car. Bagaimana di dunia kesehatan?

    Industri kesehatan di Indonesia masih menghadapi tantangan interoperabilitas, transformasi digital, dan pengelolaan data. Masalah yang masih harus dihadapi:

    1. Sebanyak 1440 triliun rupiah habis untuk menangani masalah interoperabilitas setiap tahunnya. Interoperabilitas adalah diskoneksi antara satu entitas layanan kesehatan dengan yang lainnya, permasalahan rujukan antara klinik ke rumah sakit atau antar rumah sakit.
    2. Sebanyak 210 dari 504 kabupaten/kota belum memiliki jaringan komunikasi data untuk pelaksanaan e-kesehatan,
    3. Sebanyak 61% Daerah Tingkat II tidak melaporkan data kesehatan prioritas.

    Fasilitas kesehatan memainkan peranan penting dalam memperbaiki ekosistem kesehatan Indonesia. Belum terhubungnya pelayanan kesehatan di Indonesia menimbulkan berbagai masalah untuk semua pihak, antara lain:

    1. Pasien tidak mengetahui kenapa klaim asuransinya ditolak
    2. Pihak asuransi sulit untuk melakukan validasi klaim dengan dokumen yang kurang lengkap.
    3. Jadwal dokter sering berubah dan tidak pasti
    4. Dokumen fisik harus dibawa dari klinik/RS rujukan
    5. Dokter membatalkan jadwal praktek karena operasi
    6. Dokter mengalami kesulitan dalam mengakses rekam medis sebelumnya di layanan kesehatan lain, sehingga harus mendiagnosa ulang.
    7. Dokter terbiasa menulis di kertas dan kesulitan bila harus berhadapan dengan komputer.
    8. Pengelola faskes khawatir berbagi rekam medis dengan pihak lain
    9. Pengelola faskes mengalami kesulitan proses verifikasi klaim dan pencairannya
    10. Pengelola faskes kesulitan untuk mendigitalisasikan rekam medis

    Menghubungkan semua stakeholder adalah kunci terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih baik. Dengan faskes yang telah terdigitalisasi dan terhubung dengan baik ke dokter, pasien, mitra asuransi & farmasi, serta pemerintah, akan tercipta ekosistem kesehatan yang lebih baik dan lebih siap dalam menerapkan sistem universal healthcare coverage (UHC) di Indonesia.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Home Care Visit

    Medical visit at home dapat menjadi salah satu solusi pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke layanan kesehatan dan menunggu antrian disana. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya Anda, terhindar dari macet, kelelahan saat di rumah sakit dan risiko penularan penyakit di Rumah Sakit.

    Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan sebelum medical visit:

    • Siapkan daftar pertanyaan atas masalah yang dihadapi terkait kondisi pasien
    • Siapkan diri untuk menceritakan sejelas mungkin terkait tanda dan gejala yang terjadi pada pasien
    • Siapkan diri dan dokumen-dokumen riwayat penyakit pasien
    • Siapkan alat dan bahan yang diperlukan saat medical visit

    Sahabat dapat bertanya kepada petugas medis yang datang seputar kesehatan pasien:

    • Apa yang mungkin menyebabkan kondisi pasien terjadi?
    • Apa saja pilihan perawatan terbaik untuk pasien?
    • Apa manfaat perawatan yang dilakukan?
    • Apa dampak perawatan yang dilakukan terhadap pasien?
    • Mengapa perawatan yang dilakukan penting untuk diikuti?
    • Apa yang terjadi jika perawatan yang direkomendasikan tidak dilakukan?

    Pada kunjungan ke rumah terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan:

    1. Cek kondisi kesehatan oleh tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapi.
    2. Perawatan medis di rumah seperti infus, perawatan luka, injeksi, vaksinasi, perawatan pasien dengan selang kencing, perawatan pasien dengan selang makan, trakeostomi, ventilator, kolostomi, dan sebagainya.
    3. Perawatan non-medis di rumah seperti pendampingan oleh tenaga kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pasien (makan, mandi, mobilisasi, minum obat, dll).

    Perawatan kunjungan ke rumah dapat diperoleh melalui layanan kesehatan terdekat seperti Rumah Sakit, puskesmas, klinik atau homecare.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Penemuan kasus satu orang pasien dengan Monkeypox atau cacar monyet membuat orang harus waspada terhadapnya. Bagaimana tidak, monkepox merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh Monkeypox Virus, Orthopoxvirus. Nah, penyakit ini menular melalui gigitan hewan, kontak langsung atau melalui darah, cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti kera, tupai, tikus, […]

    Waspadai Monkeypox yang dapat Menyerang Anda

    Penemuan kasus satu orang pasien dengan Monkeypox atau cacar monyet membuat orang harus waspada terhadapnya. Bagaimana tidak, monkepox merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh Monkeypox Virus, Orthopoxvirus. Nah, penyakit ini menular melalui gigitan hewan, kontak langsung atau melalui darah, cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti kera, tupai, tikus, dan tikus.

    Gejala yang dialami adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan. Selain itu, timbulnya ruam kulit yang awalnya di wajah dan menyebar membuat masyarakat Gejala akan timbul 14-21 hari setelah pertama kali terinfeksi virus. Penyakit ini belum ada obatnya dan menghilang dengan pemberian obat untuk mencegah gejala yang timbul.

    Monkeypox berbeda dengan chicken pox (cacar air). Chicken pox (cacar air) disebabkan oleh virus Varicella zoster. Kedua penyakit memiliki gejala yang hamper sama, bedanya Monkeypox lebih ringan dari cacar air, tetapi dapat berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian. Kemudian, cacar air dapat dicegah dengen pemberian vaksinasi cacar, sedangkan monkeypox juga dapat dicegah dengan vaksinasi smallpox.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-Jenis Vaksin

    Nah, supaya Sahabat terhindar dari penyakit ini, yuk kita lihat bagaimana pencegahannya,

    • Perilaku hidup bersih sehat
    • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menyebabkan menularnya virus ini
    • Memakai sarung tangan dan pakaian peindung lainnya saat menangani hewan/manusia yang terinfeksi.
    • Membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi penyakit ini
    • Menghindari bepergian ke daerah endemis penyakit ini seperti Afrika dan sekitarnya

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Kantor Kesehatan Pelabuhan. Monkeypox Virus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
    2. Center for Diseases Control and Prevention. Monkeypox. 2015. Available at: cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html
    Read More
  • Pelayanan Kesehatan Vaskular Nasional dan Terpadu #DigiHealth

    Tahukah Sahabat, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penderita Diabetes Melitus (DM) yang berusia lebih dari 15 tahun berjumlah 16,2 juta penduduk. Estimasi sebanyak 15% DM menderita kaki diabet sekitar 2 juta orang. Estimasi 30% DM yang menderita Peripheral Artery Disease (PAD) adalah 4,8 juta orang. Sebanyak 77 ribu orang melakukan cuci darah rutin. Stroke diderita sebanyak 1,9 juta penduduk dan estimasi sebanyak 8% mengalami stenosis carotis sebanyak 152 ribu orang. Itulah profil penyakit vaskular di Indonesia.

    Vaskular atau pembuluh darah terdiri dari arteri dan vena. Arteri merupakan pembuluh darah yang keluar ke jantung dan vena merupakan pembuluh darah yang kembali ke jantung. Kedua pembuluh darah ini bila mengalami gangguan akan menimbulkan gejala yang berbeda di antara keduanya. Penyakit vaskular seringkali terjadi pada pembuluh darah tepi (perifer) kita. Contohnya adalah kaki diabetik serta varises (kelainan pada pembuluh darah vena).

    Penyakit vaskular seringkali menyerang organ kardiovaskular (jantung), neurovaskular (otak), dan nefrovaskular (ginjal). Selain itu, pembuluh darah bagian tepi (peripheral vascular) dan penyakit vena juga termasuk ke dalam penyakit vaskular.

    Profil pelayanan vaskular di Indonesia telah tersebar di beberapa provinsi. Pelayanan kesehatan vaskular terpadu terdiri dari profesionalisme, kolaborasi yang aktif dan dinamis serta teknologi untuk penanganan penyakit vaskuler secara optimal. Masing-masing lini harus diperkuat, dokter harus terlatih dalam menangani pasien dengan penyakit vaskular. Kemudian, kolaborasi harus dilakukan dengan dokter lain seperti internis atau dokter kulit. Teknologi yang digunakan dapat menunjang diagnosis penyakit vaskular seperti USG doppler yang dapat mendeteksi varises.

    Bagaimana mendeteksi penyakit arteri perifer di fasilitas pelayanan kesehatan I seperti Puskesmas atau klinik?

    Deteksi dini  penyakit arteri perifer di Puskesmas berdasarkan keluhan iskhemik bisa dari ringan hingga sedang maupun berat. Gejala yang dapat terjadi antara lain rasa kesemutan, kaki dingin pucat dan nyeri akral.

    Apakah alat diagnostik untuk melakukan USG vaskuler deteksi dini Kaki Diabetes?

    Simple USG dengan Linear Probe dan saturasi oksigen untuk kelima jari kaki.

    Apakah deteksi dini kelainan vaskular di kaki dapat menggunakan USG abdomen?

    USG Curve probe hanya utk Aorta Abdomen, sehingga sulit untuk digunakan dalam mendeteksi kelainan vaskular di kaki.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan. Makanan yang diemut Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang […]

    Solusi Cerdas Atasi Anak Sulit Makan

    Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan.

    Makanan yang diemut

    Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang diperlukan anak untuk menghabiskan makanan cenderung lama. Kemudian, lingkungan sekitar dapat menjadi pengalihan yang dapat mengganggu proses makan anak seperti siaran televisi, mainan, atau hal menarik lainnya yang dapat menarik perhatian anak.

    Faktor lain yang menyebabkan anak mengemut makanan adalah makanan yang kurang enak dan rasa bosan terhadap makanan dengan jenis sama yang diberikan berulang-ulang. Selain itu, adanya penyakit seperti gangguan sensori pengecap, sakit gigi, sariawan, dan radang tenggorokan membuat anak menjadi enggan mengunyah dengan cepat.

    Baca Juga: Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

    Nah, apa yang harus kita lakukan bila anak mengemut makanannya?Kita sebagai orang tua dapat menetapkan “aturan makan” yaitu membuat jadwal makan tetap dan menetapkan 30 menit untuk menghabiskan makanan, membuat kondisi nyaman di sekitar lingkungan anak dan menjauhkannya dari hal yang dapat membuatnya teralihkan dari makanannya, serta berikan porsi makan yang sedikit-sedikit tapi sering. Jangan lupa untuk tetap memberikan makanan sesuai dengan tahap perkembangannya.

    Orang tua juga harus sabar dalam menghadapi anak yang sering mengemut makanan.

    Selalu mengajak anak untuk ‘mengunyah dan menelan’ makanan, mengatakan bahwa ‘kalau diemut nanti giginya bisa rusak loh atau vitamin pada makanannya bisa ilang’. Anda tidak perlu marah dalam mengingatkan anak, katakanlah dengan lemah lembut. Buatlah variasi makanan setiap harinya agar anak tidak bosan serta jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter bila ada gangguan pada saluran cerna anak.

    Menolak makanan baru (Neophobia)

    Neophobia adalah anak menolak makanan baru atau makanan yang tidak dikenalnya. Sebenarnya, hal ini bagus untuk menghindari anak keracunan saat anak sudah mampu memilih makanannya sendiri tanpa pengawasan orang tua. Namun, bila kondisi ini berkelanjutan akan menimbulkan perilaku anak memilih-milih makanan (picky eater).

    Biasanya anak akan menolak makanan baru yang rasanya pahit seperti buah dan sayuran serta makanan yang tidak menarik secara visual. Lalu, bagaimana cara kita sebagai orang tua menghadapinya?

    Baca Juga: 7 Anjuran Makanan Untuk Anak Demam

    Children see, children do’ anak akan mencontoh apa yang diperbuat oleh orang tuanya, sehingga bila Sahabat ingin anak senang mengonsumsi sayur dan buah cobalah untuk memperlihatkan kesenangan Anda sebagai orang tua terhadap sayur dan buah. Kemudian, berikan anak makanan baru dalam porsi kecil dan diletakkan agar ia dapat menjangkaunya sendiri. Bila anak tetap menolak makanan baru, jangan menyerah, kenalkan kembali terhadap makanan tersebut 10-15 kali. Terakhir, orang tua sebaiknya tetap tenang dan tidak panik saat anak menolak makanan baru.

    Pilih-pilih makanan (picky/selective eater)

    Picky eater adalah anak menolak mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup tapi masih mau mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya. Anak masih mau mengonsumsi satu jenis makanan dari tiap kelompok (karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah). Sedangkan pada selective eater, anak menolak segala jenis makanan pada kelompok makanan jenis tertentu. Misalnya, anak tidak mau makan dari jenis karbohidrat baik itu nasi, roti, bubur, dsb. Picky eater masih merupakan fase perkembangan norma, sedangkan selective eater dapat menyebabkan anak kekurangan zat nutrisi makro atau mikro yang berdampak pada tumbuh kembangnya.

    Picky eater disebabkan karena trauma terhadap tekstur makanan yang terlalu besar kasar, kenyal, lengket, dsb. Penyebab lain adalah anak sensitif terhadap rasa dan aroma makanan sehingga bila mencium aroma makanan yang tidak ia suka, maka tidak mau makan.

    Nah, orang tua jangan langsung panik ya, ketika anak memilih-milih makanan seperti itu. Anda dapat membuat menu yang bervariasi dan menghias makanan semenarik mungkin agar anak berminat untuk mencicipinya. Selain itu, Sahabat dapat mendampingi anak selama makan dan ikut mencontohkan makan dengan ekspresi menarik sehingga anak juga ikut memakannya dan tidak menolaknya. Hindari memberikan makanan/minuman manis terlalu banyak karena akan membuatnya cepat kenyang. Ciptakan suasana makan tanpa distraksi seperti TV, mainan, radio, dsb.

    Gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan dapat menyebabkan anak sulit untuk makan. Kondisi perut kembung, nyeri, diare, dan sulit buang air besar dapat mempengaruhi anak. Selain itu, beberapa penyakit yang berhubungan dengan saluran cerna anak seperti penyakit celiac juga mempengaruhinya dalam memilih makanan.

    Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan genetik dimana anak sensitif terhadap gluten atau gandum (biasanya banyak terdapat pada tepung). Gejala yang ditimbulkan berupa nyeri perut, diare, muntah, dan berat badan yang turun.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ketika Sakit Perut Pada Anak

    Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gangguan pencernaan apa yang dapat membuat anak sulit makan dan bagaimana menanganinya. Anak dengan gangguan pencernaan biasanya seringkali merasa mual, sehingga memuntahkan apapun makanan yang dimakannya.

    Alergi makanan

    Anak dengan alergi makanan biasanya akan sulit untuk mengonsumsi kembali makanan yang pernah ia makan. Kondisi tidak nyaman yang terjadi bila anak alergi makanan seperti diare, sakit perut, timbul ruam di kulit dan rasa gatal dapat menyertai mereka dan membuatnya menjadi malas mengonsumsi makanan itu.

    Periksakan anak anda ke dokter dan konsultasikan apa yang membuat alergi pada anak, apakah bahan makannya, seperti makanan laut, kacang, cokelat, susu. Lalu, mintalah agar dilakukan tes alergi pada anak sehingga jenis makanan yang dapat menyebabkannya alergi dapat dideteksi secara dini.

    Bagaimana solusi anak yang tidak mau makan nasi?

    Anak yang tidak mau makan nasi termasuk ke dalam anak yang ‘picky eater’, sehingga ada beberapa tips dalam menghadapinya, antara lain:

    1. Sediakan menu yang bervariasi setiap harinya agar anak tidak bosan
    2. Berikan pada anak 10-15 kali, bila masih menolak, coba lagi
    3. Sajikan dalam porsi kecil dan letakkan di daerah yang dapat dijangkau anak
    4. Orang tua ikut memberikan contoh dengan mengonsumsi makanan bersama anak dan buatlah ekspresi senang dan enak saat makan
    5. Orang tua harus sabar dan bersikap netral dalam menghadapi anak

    Bagaimana porsi makan yang benar dalam satu kali makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari?

    Kebutuhan nutrisi makanan tiap anak berbeda sesuai dengan  usia dan perkembangannya. Makanan yang sehat harus mengandung zat makro seperti karbohidrat, protein, lemak dan zat mikro seperti vitamin, serat, dan mineral. Bila ingin mengetahui apakah nutrisinya cukup dapat Bunda lihat pada Kartu Menuju Sehat yang dapat diperoleh di Puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. Pemberian cemilan ringan dapat diberikan sebagai selingan pada jam antara makan pagi dan siang serta makan siang dan malam. Bila Bunda ingin memberikan vitamin, boleh diberikan sebagai tambahan pendamping saja.

    Bagaimana solusi bagi anak yang tiba-tiba mogok makan dan menjadi tidak suka sayur dan buah karena Bundanya hamil lagi?

    Bunda dapat menyediakan menu yang bervariasi setiap harinya dan tetap berikan buah atau sayuran dalam porsi kecil. Bila anak tidak mau menyentuh buah dan sayur, hindari memarahi anak. Tetap coba berikan kembali saat mau makan. Kemudian, komunikasikan dengan anak mengenai adik bayi yang dikandung Bunda. Pancing anak bercerita mengenai kesehariannya pada  adik bayi di dalam perut, elus-elus perut Bunda hingga ceritakan bagaimana proses kelahiran si kakak yang nantinya akan terjadi sama dengan adiknya.

    Bila anak diberi makan sambil main, misalnya main mobil mobilan, seringkali makannya sedikit, bagaimana solusinya?

    Pemberian makan anak sambil main seringkali menjadi pengalihan bagi anak di waktu makan. Sebaiknya, pada waktu makan biasakan untuk makan bersama dengan anggota keluarga. Hindari menghidupkan TV atau bermain hp saat makan, apalagi bermain mobil-mobilan. Hal ini bertujuan agar anak fokus menghabiskan makanannya.

    Suplemen vitamin seperti apa yang dapat meningkatkan nafsu makan?

    Beberapa suplemen yang mengandung tiamin (vitamin B1) dan vitamin B12 dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu, suplemen yang mengandung zinc, kurkuma, dan minyak ikan juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan.

    Baca Juga: 7 Makanan Sehat Untuk Redakan Sakit Perut pada Anak

    Bagaimana cara mengoptimalkan waktu makan 30 menit pada anak dan apakah dampaknya bila waktu makan lebih dari 30 menit?

    Orang tua dapat mengoptimalkan waktu makan 30 menit dengan memperhatikan porsi makan anak yang pas, tidak terlalu banyak/sedikit. Bila sebelum 30 menit porsi makan sudah habis, maka orang tua tidak perlu khawatir karena dapat memberikannya makan lagi 2 jam setelahnya dengan porsi kecil agar kebutuhan nutrisinya tercukupi. Bila waktu makan lebih dari 30 menit biasanya akan menyebabkan anak bosan dan tidak suka makan. Komunikasikan dengan anak, beritahu bahwa makanan sebaiknya habis sebelum 30 menit dan bila perlu, Bunda dapat menaruh jam/penghitung waktu (stopwatch) sebagai pegangan.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Prawitasari T. Makanan kok diemut sih. IDAI. 2017. Available at: idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/makan-kok-diemut-sih
    2. Hanindita MH, Widjaja NA, Hidayati SN, Irawan R. Pilih-pilih makanan. IDAI. 2015. Available at: idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
    3. M Dovey T, Staples PA, Gibson L, Halford JCG. Food neophobia and ‘picky/fussy’ eating in children: A review. Appetite. 2008;50:181-193.
    Read More
  • Mempunyai anak adalah suatu hal yang menyenangkan bagi seorang ibu sekaligus menjadi pengalaman dan tantangan baru. Para ibu berusaha semaksimal mungkin agar anak tumbuh dengan fisik yang baik, sehat dan juga cerdas tentunya. Berbagai pelajaran baru pun didapatkan, seperti tahapan tumbuh kembang anak dari mulai bayi sampai balita, hingga proses makanan yang dikonsumsinya. Jikalau saat […]

    5 Hal yang Wajib Diketahui Ibu Sebelum Memberikan MPASI Pertama

    Mempunyai anak adalah suatu hal yang menyenangkan bagi seorang ibu sekaligus menjadi pengalaman dan tantangan baru. Para ibu berusaha semaksimal mungkin agar anak tumbuh dengan fisik yang baik, sehat dan juga cerdas tentunya. Berbagai pelajaran baru pun didapatkan, seperti tahapan tumbuh kembang anak dari mulai bayi sampai balita, hingga proses makanan yang dikonsumsinya. Jikalau saat baru lahir hingga usia 6 bulan, bayi diberikan ASI secara ekslusif, dan tentunya pada usia 6 bulan ke atas ini para ibu diajarkan untuk mengenal hal baru lagi, yaitu pengenalan makanan baru pada bayi yang biasa disebut MPASI.

    Namun, sebelum mengenalkan MPASI pada bayi  kita perlu mengetahui beberapa hal terlebih dahulu, agar tidak terlalu cepat atau terlalu lambat dalam pemberian MPASI serta agar makanan MPASI yang diberikan juga makanan yang tepat, untuk pencernaan dan kesehatan bayi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan para ibu sebelum memberikan MPASI :

    Manfaat dari pemberian MPASI pada bayi

    Sebelum memberikan MPASI pada bayi kita, tentunya para ibu perlu untuk mengetahui apa saja sih manfaat dari MPASI yang diberikan pada bayi? Manfaat MPASI bagi bayi tentu sangat penting, pertama, dengan memberikan MPASI pada bayi, bayi mendapatkan nutrisi tambahan lainnya yang tentunya sangat bermanfaat bagi bayi. Kedua, dengan memberikan MPASI, mendukung bayi untuk tumbuh dan berkembang sehingga mencegah bayi dari gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Ketiga, dengan memberikan MPASI, melatih otot – otot pada mulut bayi dan juga melatih kemampuan motorik pada bayi.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Kapan sebaiknya MPASI diberikan?

    Pada bayi baru lahir sangat dianjurkan untuk diberikan ASI ekslusif. Namun, saat bayi berusia 6 bulan, dianjurkan untuk memberikan MPASI. Pemberian MPASI yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat memberikan gangguan atau masalah pada kesehatan bayi. Oleh karena itu, pemberian MPASI pada bayi harus pada waktu yang tepat, tidak terlalu cepat dan tidak pula terlalu lambat. Idealnya pada bayi diberikan MPASI pada usia 6 bulan. Selain itu pemberian MPASI ini juga dapat dilihat dari perkembangan bayi tersebut, apakah organ – organ bayi sudah siap untuk menerima MPASI. Berikut beberapa tanda bahwa bayi sudah dapat dikenalkan MPASI ;

    • Bayi sudah mulai menggenggam dan juga memasukkan makanan atau sesuatu ke mulut.
    • Bayi akan bergerak ke depan pada makanan atau mainan yang disukainya, sebaliknya akan mundur atau menutup mulut, jika diberikan sesuatu yang tidak disukainya.
    • Bayi sudah mampu menegakkan sendiri leher dan kepala nya.
    • Bayi sudah mulai dapat berdiri dengan bantuan.

    Itulah tadi beberapa tanda dan waktu yang tepat pemberian MPASI pada bayi. Bila pemberian MPASI yang terlalu cepat, maka resiko bayi tersedak cukup tinggi, gangguan pencernaan pada bayi, meningkatkan resiko obesitas, infeksi dan juga alergi. Bila pemberian MPASI terlalu lambat, maka akan terjadi gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada bayi atau bayi mengalami suatu kondisi yang dinamakan picky eater yaitu suatu kondisi dimana bayi menolak diberikan makanan lain selain ASI. Beberapa hal harus diperhatikan dalam pemberian MPASI,

    Harus mengetahui cara pemberian MPASI yang baik

    Berikut beberapa cara pemberian MPASI yang baik, sesuai dengan usia nya :

    • Usia bayi 6-8 bulan

    Pada usia awal pemberian MPASI ini, tentunya haruslah diperhatikan dalam pemberiannya. Pemberian MPASI pada usia bayi 6 sampai 8 bulan pemberian MPASI 2-3 kali sehari, dan makanan selingan diberikan 1-2 kali. Makanan yang diberikan pada usia awal pemberian MPASI ini adalah makanan yang halus, seperti : bayam yang dihaluskan, kentang yang dihaluskan, wortel, pepaya, pir, yang semuanya dihaluskan. Jika sudah terbiasa dengan bahan makanan yang sudah disebutkan di atas, Anda dapat menambahkan telur atau daging yang dihaluskan.

    Baca Juga: 8 Makanan Untuk Jantung Bengkak yang Aman

    • Usia bayi 9-11 bulan

    Pada usia bayi 9-11 bulan, frekuensi pemberian makanan MPASI, masih sama seperti pada bayi usia 6-8 bulan. Yang membedakannya adalah, pada bayi usia 9-11 bulan ini pencernaan dan organ bayi sudah lebih kuat dan sudah beradaptasi, sehingga sudah bisa dapat diberikan nasi tim, biscuit atau finger food.

    • Usia bayi 12 bulan ke atas

    Pada usia ini bayi sudah bisa diberikan nasi lembek  dengan lauk seperti tahu, tempe, ikan, ayam, atau daging yang sudah dicincang. Frekuensi pemberiannya, masih sama dengan usia bayi yang sebelumnya.

    Makanan yang tidak dianjurkan untuk dijadikan MPASI

    Pada saat memperkenalkan MPASI, tentunya kita memperkenalkan makanan tersebut satu persatu, untuk mengetahui apakah bayi alergi pada suatu makanan tertentu. Dan berikut ini ada beberapa makanan yang memang tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi untuk dijadikan MPASI :

    • Susu sapi murni : karena dapat memberikan dampak kekurangan zat besi.
    • Makanan yang keras, bulat dan kecil, untuk bayi usia di bawah 12 tahun, karena beresiko tersedak.
    • Konsumsi jus buah tidak dianjurkan lebih dari 4-6 ons perhari, karena dapat menyebabkan diare dan juga karies atau gigi berlubang.
    • Hindari makanan kaleng atau makanan siap saji : baik pada bayi maupun orang dewasa, makanan kalengan atau makanan yang sudah siap saji memang tidak dianjurkan, karena pada makanan tersebut memiliki kandungan pengawet dan juga garam yang cukup banyak. Yang tentunya kandungan tersebut sangat tidak baik untuk kesehatan bayi.

    Baca Juga: 4 Cara Sehat Masa Depan Dimulai dari Sekarang

    Masak makanan hingga matang

    Pada saat pemberian MPASI, tentunya makanan yang ingin diberikan sebagai MPASI bagi bayi, harus dipastikan benar sudah matang. Karena jika makanan kurang matang yang diberikan pada bayi, terutama telur, akan berdampak pada masalah pencernaan seperti diare.

    Baik, itulah beberapa hal yang perlu ibu perhatikan dan ketahui sebelum memberikan MPASI pertama pada bayi. Semoga berhasil!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kulit yang menjadi idaman para wanita, tentunya kulit yang sehat dan lembab bercahaya. Kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya tentunya menjadikan kita menjadi lebih percaya diri dan tentunya sangat menunjang penampilan Anda. Apalagi bagi ibu – ibu yang sudah memiliki anak, tentu untuk perawatan khusus ke salon menjadi sulit untuk dilakukan. Tapi tahukah Anda, […]

    10 Jenis Buah ini Bagus untuk Perawatan Kulit Kering

    Kulit yang menjadi idaman para wanita, tentunya kulit yang sehat dan lembab bercahaya. Kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya tentunya menjadikan kita menjadi lebih percaya diri dan tentunya sangat menunjang penampilan Anda. Apalagi bagi ibu – ibu yang sudah memiliki anak, tentu untuk perawatan khusus ke salon menjadi sulit untuk dilakukan.

    Tapi tahukah Anda, untuk memiliki kulit yang sehat, lembab dan juga bercahaya, kita tidak perlu repot – repot pergi ke salon. Beberapa buah tertentu memiliki kandungan yang sangat baik untuk perawatan kulit kering, sehingga kulit menjadi lebih lembab, sehat dan juga bercahaya. Bagi ibu – ibu yang memiliki kulit yang kering, tentunya kulit kering menjadikan Anda terlihat lebih tua, kusam dan tidak bercahaya. Berikut beberapa daftar buah – buahan yang sangat baik untuk perawatan kulit kering Anda:

    Alpukat

    Buah alpukat memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi. Vitamin E berperan sangat penting untuk meremajakan kulit Anda serta mengembalikan kelembaban alami kulit. Bila Anda rutin mengonsumsi buah alpukat, tentunya membuat wajah Anda menjadi lebih lembab dan terkenal cepat dalam mengatasi masalah kulit kering Anda. Sehingga kulit wajah lebih lembab dan sehat tentunya.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui Agar Bayi Cerdas

    Jeruk

    Jeruk kaya akan kandungan vitamin C serta antioksidannya yang sangat baik dalam merawat kulit, dan menjadikan kulit tampak lebih sehat dan bercahaya. Kandungan vitamin C dan juga anti oksidannya merangsang produksi kolagen, yang mana kolagen adalah suatu zat penting yang berfungsi meremajakan serta memberikan cahaya pada kulit Anda.

    Pepaya

    Buah yang mudah didapat dan juga dengan harga terjangkau ini ternyata memiliki peran yang cukup penting pula dalam merawat kulit kering Anda, sehingga mampu mengembalikan kelembaban alami kulit Anda. Kandungan vitamin C pada buah papaya ini cukup tinggi, yang mana vitamin C sangat baik untuk meremajakan kulit. Selain itu, kandungan vitamin A nya yang juga terkandung di dalamnya, juga berperan penting dalam mengangkat sel kulit mati penyebab kulit kering. Enzim papain yang terdapat pada buah papaya dapat membantu mencegah kulit dari serangan radikal bebas, sehingga dapat mencegah dari kerusakan kulit dan membuat kulit selalu sehat bercahaya.

    Baca Juga: 5 Makanan Sehat Bagi Kamu yang Suka Nge Gym

    Apel

    Apel memang sudah tidak diragukan lagi khasiatnya untuk kesehatan kulit. Kandungan vitamin A dan C, serat, serta antioksidannya memang sangat baik untuk membantu menjaga kelembaban alami kulit, menjadikan kulit lebih cerah dan juga sehat, serta membantu menangkal kulit dari serangan radikal bebas. Sehingga kulit kering pun dapat diatasi, dan kulit menjadi sehat juga bercahaya.  

    Buah naga

    Buah naga tentu menjadi favorit para ibu – ibu jaman sekarang ini. Bagaimana tidak ? selain rasanya yang nikmat juga kandungan vitamin C di dalamnya yang cukup tinggi sehingga menjadikanya buah yang sangat baik untuk dikonsumsi sebagai pelembab dan pencerah alami kulit. Sehingga buah naga ini merupakan buah yang dapat ditambahkan dalam menu cemilan sehat Anda sehari – hari.

    Pisang

    Pisang dipercaya dapat menjadi buah yang dapat menjaga maupun mengembalikan kelembaban alami kulit. Kandungan vitamin yang ada di dalamnya, mampu memberikan nutrisi alami bagi kulit Anda. Buah pisang ini biasa dijadikan sarapan atau cemilan sehat sehari – hari.

    Tomat

    Tomat dengan kandungan vitamin C yang tinggi sangat baik bagi kesehatan kulit wajah Anda. Konsumsilah buah tomat secara rutin, baik itu sebagai jus atau sebagai pelengkap sayur ataupun dimakan mentah – mentah, menjadikan kulit Anda menjadi lebih sehat dan lembab alami.

    Semangka

    Kandungan serat dan juga air yang cukup tinggi pada semangka dipercaya mampu membuat kulit menjadi lebih lembab dan sehat. Buah semangka ini ketika dimakan, banyak sekali air nya dan air tersebut mampu membuat kulit menjadi lembab karena mampu membuat kebutuhan cairan dalam tubuh terpenuhi, sehingga dengan terpenuhinya kebutuhan cairan dalam tubuh, membuat kulit wajah pun menjadi lebih lembab. .

    Kiwi

    Buah kiwi kaya akan kandungan vitamin C serta antioksidannya, yang sangat baik dalam merangsang produksi kolagen yang mampu meremajakan kulit Anda. Selain itu, dengan kandungannya ini juga mampu melindungi kulit dari sinar radikal bebas yang mampu memberikan efek negatif bagi kulit. Sehingga menjadikan kulit lebih sehat, lembab dan bercahaya tentunya.

    Mangga

    Mangga memiliki kandungan yang dapat melembabkan kulit Anda, sehingga mencegah Anda dari kulit kering. Buah mangga mengandung flavonoid dan juga beta karoten yang mampu mencegah kuit dari kerusakan serta peradangan seperti kulit kering dan jerawat.

    Baca Juga: Ternyata 5 Menu Korea Ini Menyehatkan

    Itulah tadi beberapa buah yang bagus untuk merawat kulit Anda yang kering, sehingga mampu mengembalikan kembali, kelembaban alami kulit Anda. Selain dengan mengonsumsi aneka buah yang telah disebutkan di atas, jangan lupa pula untuk mencukupi kebutuhan cairan Anda, menjalani gaya hidup sehat yaitu dengan berolahraga secara rutin, menghindari stress, rokok, dan juga alkohol. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pijat Tui Na merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang berasal dari China. Pengertian Tui adalah menekan dan Na artinya menggenggam. Jadi, pada dasarnya pijatan ini dilakukan dengan menekan dan sesekali menggenggam bagian tubuh. Pijat Tui Na merupakan pemijatan menggunakan akupresur untuk membawa keseimbangan dalam tubuh. Pijat ini dapat dilakukan selama 10-15  menit. Penelitian Zhen […]

    Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

    Pijat Tui Na merupakan salah satu metode pengobatan tradisional yang berasal dari China. Pengertian Tui adalah menekan dan Na artinya menggenggam. Jadi, pada dasarnya pijatan ini dilakukan dengan menekan dan sesekali menggenggam bagian tubuh. Pijat Tui Na merupakan pemijatan menggunakan akupresur untuk membawa keseimbangan dalam tubuh. Pijat ini dapat dilakukan selama 10-15  menit.

    Penelitian Zhen Huan Liu tahun 2009 mengatakan bahwa pijat Tui Na berpengaruh positif terhadap perkembangan saraf dan peredaran darah pada bayi. Metha tahun 2002 mengatakan akupresur pada titik meridian tertentu dapat memperlancar aliran darah ke pencernaan.

    ibu pijat bayi dengan tangan

    Pijat Tui Na dilakukan untuk menghilangkan beberapa gangguan atau keluhan yang berhubungan dengan pencernaan, tumbuh kembang, saluran napas (batuk, pilek, asma), gangguan kulit dan meningkatkan nafsu makan.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Diketahui tentang Pijet Bayi?

    Pijat Tui Na merupakan pijatan yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada anak dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari titik akupuntur tanpa jarum, teknik ini menggunakan teknik penekanan pada titik meridian garis aliran energi relatif lebih mudah.

    Penyebab tersering kesulitan makan pada balita dikarenakan gangguan fungsi limpa dan pencernaan, sehingga makanan yang masuk kedalam perut tidak segera dicerna yang berakibat stagnasi makanan dalam.saluran cerna. Keluhan biasanya anak sering muntah, mual jika disuapi, dan perut terasa penuh sehingga mengurangi nafsu makan. Pijat tuina ini akan memperlancar peredaran darah ke pencernaan.

    Manfaat Pijat Tui Na bagi bayi:

    1. Berpengaruh positif terhadap tumbuh kembang bayi sehingga stimulasi pijat seharusnya dilakukan oleh ibu, ayah dari bayi
    2. Memberikan pengaruh sangat besar pada perkembangan bayi, baik secara fisik, emosional
    3. Pijat bayi akan merangsang peningkatan aktivitas saraf yang akan menyebabkan penyerapan lebih baik pada sistem pencernaan sehingga bayi akan lebih cepat lapar dan ASI akan lebih banyak diproduksi.
    4. Pijat dapat meningkatkan aktivitas vagal sehingga menyebabkan pelepasan hormon gastrin dan insulin sehingga meningkatkan  penyerapan makanan lebih baik
    5. Pada bayi prematur akan meningkatkan berat badan, perkembangan motorik, pemberian makan,  nyenyak saat tidur

    Beberapa hal yang harus diperhatikan sewaktu memijat:

    1. Pastikan kondisi ruangan hangat
    2. Tangan harus dalam keadaan bersih
    3. Pastikan kuku jari terapis tidak panjang
    4. Gunakan bantuan bedak atau minyak untuk menghindari goresan pada kulit.
    5. Pergerakan yang ritmik dan cepat adalah kunci utama
    6. Lakukan penekanan secara lembut dan tegas
    7. Pada bayi, pemijatan tangan sedikit sulit, sehingga Bunda dapat memijatnya sewaktu tidur

    Kapan waktu yang tepat untuk dilakukan pemijatan?

    Pemijatan dapat dilakukan saat waktu bermain, saat anak sedang senang, santai dan bahagia dan dilakukan tanpa ada paksaan. Boleh dilakukan sebelum atau 1 jam setelah makan atau bisa mau beranjak tidur dimalam hari, disesuaikan dengan kondisi anak. Pada saat pemijatan usahakan bayi sehat, tidak sedang demam,  2 hari setelah imunisasi atau tidak ada luka pada bagian pemijatan.

    Baca Juga: 10 Makanan Untuk Ibu Supaya Bayi Cerdas

    Faktor penyebab anak susah makan:

    1. Mulai memiliki selera pada rasa makanan, anak sudah bisa membedakan rasa makanan dan pilih-pilih makanan berdasarkan yang anak sukai
    2. Sistem pencernaan anak kurang baik, saluran cerna anak terganggu karena berbagai sebab seperti terlalu banyak makan yang pedas, kurang serat, dll.
    3. Anak tidak benar-benar lapar, hal ini menyebabkan anak cepat bosan dan susah makan. Hal ini biasanya mulai terjadi saat anak sudah mulai suka cemilan yang manis atau susu cokelat
    4. Kondisi sakit, contohnya ketika anak tumbuh gigi, demam, sehingga  anak susah makan.
    5. Anak sedang hobi bermain  sampai lupa makan.

    Pijat Tui Na untuk anak usia minimal berapa tahun dan maksimal berapa tahun?

    Pijat bayi bisa dilakukan segera setelah lahir  dengan kehamilan ibu cukup bulan. Sedangkan untuk pijat tuina yang berfungsi meningkatkan nafsu makan dapat dimulai kapan saja sesuai keinginan dan masalahnya. Usia tidak ada batasan boleh berapapun usianya, lbh baik yang melakukan orang tua, setiap hari selama 10-15 mnt.

    Seberapa kuat tekanan ketika pijat pada anak berusia kurang dari 1 th?

    Tekanan memijat sebaiknya tekanan mantap/ gentle, jangan ragu atau putus-putus, yakinkan tangan bunda hangat dan bayi menikmatinya.

    Bolehkah pijat Tuina dilakukan saat anak tidur?

    Pijat sebaiknya di waktu anak bermain. Namun, bila anaknya aktif boleh saja dilakukan saat tidur tetapi usahakan tidurnya tidak terganggu ,

    Apakah akibatnya bila proses pemijatan tidak selesai karena aktifnya anak, apakah khasiatnya berkurang?

    Boleh, bila terpotong atau tidak berurutan juga tidak apa. Seni pemijatan  tetap memperhatikan kesiapan bayi jangan dipaksa, usahakan bayi menikmati pijatan bunda.

    Khasiatnya sama saja, intinya sugesti positif bunda selama pemijatan membuat anak sehat, doyan makan dan anaknya happy.

    Apakah pijat Tui Na hanya untuk bayi atau boleh untuk anak usia 5 tahun?

    Pijat Tui Na baik dilakukan pada semua usia, terutama di bawah 6 tahun.

    Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B pada Bayi

    Apakah jenis minyak yang digunakan harus jenis tertentu?

    Pemijatan sebaiknya menggunakan minyak dr tumbuh-tumbuhan seperti minyak kelapa, minyak zaitun, minyak biji anggur. Hindari penggunaan minyak yang mengandung mineral oil atau petrolum (bensin) yang tidak diserap oleh kulit. Pemijatan menggunakan minyak dapat memberikan ketenangan dan relaksasi pada bayi, bayi dipijat memakai minyak menjadi lebih tenang dan memiliki hormon kortisol (stres) yang lebih rendah dan menunjukan tingkah laku lebih tenang.

    Apakah pijat Tui Na dapat diberikan sebagai terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus?

    Pijat bisa dilakukan untuk anak berkebutuhan khusus selama anaknya sehat tidak ada demam, setelah imunisasi atau ada luka.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja