Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 31–40 of 575 results

  • Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari […]

    HIV & HPV, Apakah Keduanya Saling Berkaitan?

    Mendengar HIV dan HPV bagi masyarakat saat ini bukan hal baru. HPV adalah Human Papilloma Virus.Virus ini menyebabkan tumor epitel kulit serta lapisan mukosa, dan banyak juga yang mengaitkan penyakit tersebut dengan HIV. Sedangkan HPV ialah suatu penyakit menular seksual yang paling sering terjadi di dunia, lebih dari 100 jenis virus HPV dan lebih dari 40 diantaranya menginfeksi kelamin.HPV dapat menyebabkan berbagai macam penyakit,dari yang tidak berbahaya hingga yang mematikan tergantung dari kode genetik virus tersebut.

     

    Baca Juga: Apakah Virus HIV Dapat Ditularkan Saat Facial?

    Beberapa contoh penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini adalah kutil (Veruka vulgaris), kutil kelamin (Condylomata acuminata), bahkan kanker serviks. Berdasarkan data GLOBOCAN (IARC) tahun 2012,  jumlah kasus kanker serviks di Indonesia sudah mencapai 98.692 kasus, dan kanker serviks merupakan kanker penyebab kematian terbanyak keempat, setelah kanker payudara, kanker paru, dan kanker kolorektal.

    Penyakit kanker leher rahim dan condylomata acuminata yang merupakan varian penyakit yang disebabkan virus HPV sering menjadi topik yang hangat pada kalangan masyarakatdansering dikaitkan dengan orang yang mengidap Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang merupakan suatu kondisi klinis yang diakibatkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV), jadi apakah kedua penyakit tersebut memang berkaitan?

    HPV dan HIV merupakan virus yang berbeda dan menyebabkan penyakit yang berbeda pula, tapi keduanya memiliki korelasi atau berkaitan.HIV adalah virus yang ditularkan melalui cairan tubuh, terutama darah dan virus ini menyebabkan kekebalan tubuh menurun dan akhirnya menyebabkan AIDS. Kekebalan tubuh yang memburuk menyebabkan infeksi lain mudah terjadi, salah satunya adalah infeksi dari Human Papiloma Virus.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Berkaitan dengan penularan virus HIV, terdapat beberapa perilaku berisiko yang dapat meningkatkan risiko penularan terhadap virus ini, seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian (banyak dilakukan pada pengguna narkotika), hubungan seksual berisiko seperti hubungan seksual yang berganti-ganti pasangan, ibu yang terinfeksi HIV ke bayi yang dilahirkannya dan tindakan seperti transfusi darah juga memiliki risiko terhadap penularan virus tersebut.

    Pada penelitian di Zimbabwe yang dipublikasikan pada April 2010, ditemukan bahwa wanita dengan HIV 2 kali lebih mudah terinfeksi HPV daripada wanita yang tidak terinfeksi HIV.Sama halnya dengan Zimbabwe, sebuah penelitian di Zaria, Nigeria Utara, menemukan bahwa insiden infeksi HPV yang tinggi pada penderita HIV khususnya yang sudah mengalami kondisi AIDS, dalam penelitian tersebut disebutkan penderita HIV, 18 kali lebih rentan terhadap infeksi virus HPV.

    Setelah memasuki tubuh manusia, virus ini akan melekat pada salah satu jenis sel dari sistem pertahanan tubuh kita dan mengganggu koordinasi dari sistem pertahanan tubuh. Tiga tahun setelah proses infeksi, sebagian pasien HIV mengalami AIDS. Setelah 10 tahun, 50% pasien HIV mengalami AIDS dan setelah 13 tahun, hampir semua orang dengan HIV menunjukkan gejala AIDS, yaitu kondisi dimana sistem pertahanan tubuh sudah menurunakibat virus HIV sehingga banyak penyakit dapat dengan mudah menginfeksi.

    Sehubungan dengan kondisi AIDS yang sudah disampaikan di atas, perilaku seksual yang berisiko juga meningkatkan risiko terhadap infeksi HPV karena virus HPV tersebut dapat menular melalui hubungan seksual. Gambaran klinis umum yang ditunjukkan akan sangat bervariasi tergantung dari jenis penyakit yang ditimbulkan, misal pada kutil kelamin, dapat terlihat kutil yang tersebar atau membentuk bunga kol di area kelamin, dan juga sering bervariasi, tidak nyeri tapi dapat terasa gatal dan mudah berdarah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa infeksi HIV erat kaitannya dengan infeksi HPV.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Nah, itulah ulasan seputar keterkaitan HIV dan HPV yang bisa Sobat pahami.  Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Jika Sobat masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Gearhart P. Human Papillomavirus (HPV) [Internet]. Medscape. 2018 [cited 19 November 2018]. Available from: emedicine.medscape.com/article/219110-overview
    2. Bennett, N. (2018).HIV Infections and AIDS. [online] Medscape. Available at: emedicine.medscape.com/article/211316-overview [Accessed 19 Nov. 2018].
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Averbach S, Gravitt P, Nowak R, Celentano D, Dunbar M, Morrison C et al. The association between cervical human papillomavirus infection and HIV acquisition among women in Zimbabwe. AIDS. 2010;24(7):1035-1042.
    5. Ogoina D, Musa B, Onyemelukwe G. Human papilloma virus (HPV) infection is associated with HIV-1 infection and AIDS in HIV-infected adult patients from Zaria, Northern Nigeria. Pan African Medical Journal. 2013;15.

     

    Read More
  • Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang […]

    Infeksi HPV, Penyebab Utama Kutil Hingga Kanker

    Kejadian kanker serviks di Indonesia bukan lagi hal yang asing di telinga kita. Tak sedikit pula public figure yang terkena penyakit ini. Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker kedua yangsering terjadi pada wanita setelah kanker payudara. Kejadian kanker serviks dinyatakan dapat meningkat hingga 80% pada tahun 2020 apabila tidak dilakukan program pencegahan yang intens. Wanita usia 50 tahun ke atas dinyatakan memiliki risiko terbanyak terhadap terjadinya kanker serviks. Human pappilomavirus, atau lebih dikenal dengan HPV, menjadi penyebab utama dari terjadinya kanker pada leher rahim.

    infeksi hpv

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Diketahui sebelumnya bahwa HPV memiliki banyak sekali jenisnya yang berperan terhadap infeksi pada jaringan kulit dan mukosa manusia, seperti pada leher rahim, vagina, anus, penis, orofaring, dan kulit, yang dikenal pada awalnya sebagai infeksi HPV. HPV tipe 16 dan 18 yang sangat terkait erat terhadap terjadinya kanker leher rahim dan vagina.Sekitar 50% kanker serviks disebabkan oleh HPV tipe 16. Sedangkan, infeksi HPV tipe 1 & 2 biasanya gejalanya akan terdapat pada kulit yang ditandai seperti kutil dengan permukaan yang kasar, biasanya dinamakan sebagai veruka.Infeksi HPV tersering lainnya, selain yang telah disebutkan diatas adalah mengenai rongga mulut dan kulit, yang ditandai dengan munculnya tonjolan-tonjolan yang tidak rata dan lunak, biasanya disebut sebagai kondiloma akuminata. Jadi, jangan sampai salah pengertian, Sobat! Infeksi HPV ini bisa menimbulkan gejala yang bermacam-macam tergantung tipe HPV yang menginfeksi.

    Sebelum menjadi sebuah kanker, biasanya HPV didahului dengan menginfeksi jaringan-jaringan kulit dan mukosa. Di sini jaringan mukosa yang paling banyak terkena adalah bagian organ reproduksi wanita, terutama serviks dan vagina.  Tidak dipungkiri bahwa infeksi HPV juga dapat terjadi pada pria walaupun angka kejadiannya sangat rendah, dan apabila terjadi pada pria biasanya infeksi HPV dapat berkembang menjadi sel kanker pada daerah penis. Penularan dari infeksi HPV ini sendiri terutama terjadi melalui hubungan seksual dan dapat dimulai sejak usia 20 tahun.

    Pada orang-orang yang seringkali bergonta-ganti pasangan, maupun yang melakukan hubungan seksual sejak usia muda, serta melakukan seks oral membuat risiko terjadinya infeksi HPV ini meningkat. Bahaya dari infeksi HPV ini adalah pada umumnya infeksi HPV tidak memberikan gejala apapun, sehingga biasanya tidak terdeteksi dan tidak tertangani, dan akibat dari infeksi yang menetap ini adalah dapat menyebabkan perubahan sel pada jaringan yang terkena hingga menjadi suatu sel yang bersifat ganas, biasanya kita kenal dengan kanker. Lamanya waktu yang diperkirakan pada perubahan sel ini adalah selama 7 tahun. Infeksi HPVdiperkirakan terjadi sebanyak 25% pada wanita usia 20-26 tahun dan sekitar 60-80% berkembang menjadi kanker serviks dan vagina.

    Sejak tahun 2006, sudah tersedia 2 jenis vaksin HPV yang berisikan partikel dari virus HPV tipe 16 dan 18, dan telah dinyatakan terbukti dalam mencegah terjadinya keganasan dari leher rahim dan vagina. Perlindungan yang diberikan melalui vaksin ini dapat efektif selama 8-10 tahun. Vaksin HPV  dapat diberikan sejak usia 9 tahun, tapi lebih direkomendasikan untuk usia 12 tahun ke atas. Vaksin HPV ini lebih efektif bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya, tapiapabila sudah melakukan hubungan seksual, vaksin tetap boleh diberikan hanya efektivitas vaksin menjadi lebih berkurang. Vaksin HPV diberikan sebanyak 3 dosis, dimana dosis pertama dapat diberikan sejak usia 9 tahun, dosis kedua diikuti 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis terakhir dapat diberikan 6 bulan setelah dosis pertama. Sampai saat ini, tidak ditemukan adanya efek samping yang bermakna dari pemberian vaksin HPV tersebut.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Selain dari vaksin HPV, pencegahan lainnya yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeriksaan secara berkala, dan apabila didapati adanya suatu lesi pada daerah sekitar vagina dan serviks, segera dilakukan pemeriksaan spesifik terhadap lesi tersebut. Deteksi dini terhadap kanker serviks dan vagina juga dapat dilakukan pada fasilitas kesehatan primer, yaitu puskesmas. Perlu diperhatikan juga Sobat, bahwa vaksin HPV hanya digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi HPV, terutama HPV tipe 16 & 18, tapi tidak dapat digunakan untuk mengobati apabila sudah terinfeksi. Maka, apabila muncul lesi baru maupun tonjolan seperti kutil pada rongga mulut, serta organ reproduksi seperti penis, vagina, leher rahim, maupun organ reproduksi sekitarnya, segera periksa ke dokter agar tidak terlambat ditangani.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Nah, itulah ulasan seputar infeksi HPV. Sobat Sehat pun bisa melakukan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lippiatt J, Powell N, Tristram A. Non-cervical human papillomavirus-related disease. The Obstetrician & Gynaecologist. 2013;15:221-6.
    2. Valentino K, Poronsky CB. Human papillomavirus infection and vaccination. Journal of Pediatric Nursing. 2016;31(2):155-66.
    3. Petry KU. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(244):59-62.
    4. Department of Health and Human Services: Vaccine Information Statement. Human Papillomavirus Vaccine. Centers for Disease Control and Prevention. 2011.
    5. Johnson HC, Lafferty E, Eggo RM, Louie K, Soldan K, Waller J, Edmunds WJ. Effect of HPV vaccination and cervical cancer screening in England by ethnicity : a modelling study. Lancet Public Health.2018;3:44-51.
    6. Tsu V, Jeronimo J. Saving the World’s Women from Cervical Cancer. The New England Journal of Medicine. 2016;374(26):2509-11.

     

     

    Read More
  • Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini. Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan […]

    Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV? Yuk Dipahami Dulu

    Vaksin kanker serviks adalah cara mencegah salah satu kanker yang sering diderita oleh perempuan, yaitu kanker serviks yang penyebabnya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Bayangkan saja, sekitar 2 dari 10  wanita di Indonesia menderita kanker serviks dan kira-kira 26 perempuan meninggal setiap harinya karena penyakit ini.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Saat ini baru sekitar 67 negara dari 195 negara yang menerapkan pemberian vaksin kanker serviks/vaksin HPV.1 Infeksi dari HPV dapat menyebabkan 91% kanker serviks, 69% kanker vulva, 75% kanker vagina, 93% kanker anus, dan 63% kanker tenggorokan pada perempuan. Selain itu, HPV juga menyebabkan 89% kanker anus dan 72% kanker tenggorokan pada laki-laki.2 Vaksin HPV juga diperlukan untuk  kaum lelaki.

    Lalu, bagaimanakah gejala kanker serviks?

    Tahukah Sobat  bila kanker serviks pada stadium awal tidak menimbulkan gejala alias penderita merasa sehat-sehat saja. Namun, ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala dapat mulai dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti, perdarahan setelah menopause, pendarahan setelah berhubungan seksual di antara siklus haid, serta pendarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya.

    Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks. Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.

    Siapakah yang berisiko terkena kanker ini?

    Beberapa orang memiliki faktor risiko yang dapat memicu kanker antara lain mereka yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu, melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini, penggunaan pil KB dalam jangka waktu lama, riwayat melahirkan lebih dari 6 kali, riwayat menderita penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore (kencing nanah), sifilis (raja singa), dan  kutil kelamin. Kemudian, mereka yang merokok, diet rendah serat (buah dan sayuran), menurunnya daya tahan tubuh karena HIV, kegemukan dan obesitas, dan riwayat keluarga penderita kanker serviks.

    Apakah Sobat adalah salah satu orang yang memiliki faktor risiko di atas?

    Yuk, segera dapatkan vaksin kanker serviks. Nah, vaksin kanker serviks disarankan pemberiannya pada anak usia 11-12 tahun yang akan melindungi dari infeksi virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe HPV 6 dan 11 diketahui merupakan penyebab kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 berkontribusi dalam 70% keganasan di mulut/leher rahim.3,4 Selain itu, mereka yang sudah aktif berhubungan seksual dan belum terkena HPV juga disarankan untuk mendapatkan vaksin ini. Bagaimana dengan mereka yang sudah terinfeksi HPV? Bila vaksin diberikan, maka perlindungannya tidak akan maksimal.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Bagaimana cara vaksin ini diberikan?

    Vaksin kanker serviks disuntikkkan di otot bahu yang besar ke dalam ototnya (intramuskular). Pemberiannya dilakukan 3 kali pada bulan 0, 2, dan 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Bila jadwal vaksin terlewat, tidak perlu diulang dari awal, cukup dengan melengkapi dosis berikutnya. Vaksin HPV ini memiliki perlindungan terhadap virus sebesar 94% dan akan bertahan lama dalam tubuh.Vaksin penguat (booster) diberikan bila kadar antibodi menurun sampai dibawah kadar protektif/perlindungan.

    Apa saja jenis vaksin kanker serviks?

    Jenis vaksin kanker serviks yang beredar di Indonesia ada 2, yaitu bivalen dan tetravalen. Vaksin bivalen mengandung 2 jenis virus HPV tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah penyakit kanker serviks dan tetravalen mengandung 4 jenis virus HPV tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker serviks sekaligus dengan kutil kelamin.4

    Lalu, apakah ada reaksi yang dapat ditimbulkan setelah penyuntikan?

    Beberapa reaksi mungkin terjadi setelah penyuntikan vaksin kanker serviks adalah reaksi lokal yang sering dirasakan antara lain nyeri di tempat penyuntikan, kemerahan, dan bengkak yang akan hilang dengan sendirinya. Reaksi sistemik yang terjadi setelah penyuntikan sangat jarang. Demam dapat terjadi pada sekitar 1% kasus. Kemudian, beberapa gejala yang dirasakan antara lain sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah. Reaksi berat juga sangat jarang terjadi setelah diberikan vaksin. Reaksi anafilaksis dapat terjadi karena alergi terhadap komponen vaksin.5

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Jadi, vaksin kanker serviks itu aman diberikan pada wanita dan pria. Vaksin ini mengandung virus yang tidak aktif, sehingga aman dan tidak akan menginfeksi kita. Vaksin yang disuntikkan akan merangsang pembentukan antibodi dalam tubuh berperan sebagai tameng dalam melawan HPV. Mitos yang menyebutkan bahwa vaksin kanker serviks dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini adalah salah karena vaksin ini sudah digunakan sebanyak 200 juta di seluruh dunia dan aman digunakan.1

    Apakah pemberian vaksin kanker serviks ini diperbolehkan pada wanita hamil?

    Pada wanita hamil pemberian vaksin kanker serviks sebaiknya ditunda. Bila  sebelum hamil wanita sudah mendapatkan vaksin tetapi tidak lengkap, maka pemberian berikutnya harus ditunda setelah melahirkan. Bagaimana dengan wanita menyusui? Pemberian vaksin pada wanita menyusui diperbolehkan.6 Vaksin kanker serviks juga tidak boleh diberikan pada mereka yang memiliki riwayat alergi pada komponen vaksin. Misalkan, pada suntikan pertama mengalami reaksi alergi, maka pemberian vaksin berikutnya tidak dianjurkan.

    Baca Juga: Lindungi Diri Anda dari Kanker Serviks

    Bagaimana, Sobat? Sudah tidak takut lagi bukan untuk mendapatkan vaksin kanker serviks. Pencegahan akan lebih baik daripada nanti sudah sakit. Segera Sobat datangi layanan kesehatan terdekat yang menyediakan layanan vaksinasi. Jangan ragu untuk mendapatkan 3 dosis vaksinasi kanker serviks sehingga Sobat dapat langsung terlindungi.

    Sobat juga bisa melakukan vaksinasi kanker serviks di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id (07.07.2018)

    Saslow D, Andrews KS, Manassaram-baptise D, Loomer L, E.Lam K, Fisher-Borne M,et. Al. Human papilloma vaccination guideline update: American cancer society guideline endorsement. Cancer Journal of Clinician. 2016; 6(6): 375-385.

    Dwipoyono B. Kanker serviks dan vaksin HPV. Indonesian Journal of Cancer. 2007; 3: 87-91.

    Fadhila SR. Sekilas tentang vaksin HPV. 2017. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id (07.07.2018)

    World Health Organization. Information sheet: Observed rate of vaccine reactions Human Papilloma Virus Vaccine. 2017. Geneva: WHO

    Winardo DS. Kanker serviks dan imunisasi HPV. [Internet]. Retrieved from: tanyadok.com (07.07.2018)

    Read More
  • Selama ini HPV selalu dikaitkan dengan wanita. Namun, tahukah Anda bahwa laki-laki juga bisa terserang HPV? Ya, virus HPV pada pria banyak ditemukan pada mulut, yang jumlahnya tiga kali lipat lebih banyak dari infeksi pada perempuan. Virus HPV menjadi salah satu penyakit yang menular secara seksual yang umum terjadi dan jarang menimbulkan gejala di awal […]

    Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV

    Selama ini HPV selalu dikaitkan dengan wanita. Namun, tahukah Anda bahwa laki-laki juga bisa terserang HPV? Ya, virus HPV pada pria banyak ditemukan pada mulut, yang jumlahnya tiga kali lipat lebih banyak dari infeksi pada perempuan. Virus HPV menjadi salah satu penyakit yang menular secara seksual yang umum terjadi dan jarang menimbulkan gejala di awal serangan.

    Baca Juga: Pria, Sex, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Namun bagi sebagian orang, virus HPV menyerang kulit ditandai dengan timbulnya kutil kelamin. Virus ini mempunyai 100 hingga 150 tipe. Tipe yang paling sering ditemukan dan menjadi salah satu penyebab dari kanker serviks, yaitu tipe 6, 11, 16, dan 18. Untuk tipe 6 dan 11 merupakan pembentuk kutil kelamin, sedangkan tipe 16 dan 18  penyebab dari kanker serviks.

    Pada orang dewasa Amerika dengan rentan usia 18-69 tahun, diperkirakan sekitar 11 juta pria dan 3,2 juta wanita di seluruh negara memilik infeksi terhadap HPV secara oral. Menurut Ashish Deshmukh, peneliti kesehatan masyarakat di University of Florida di Gainesville mengatakan, “Vaksin HPV untuk Pria dan wanita berpotensi dapat menurunkan tingkat kanker akibat HPV di masa depan”

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Sehingga di Amerika, Vaksinasi HPV menjadi hal yang direkomendasikan untuk anak-anak di usia 11-12 tahun. Hal ini bertujuan untuk melindungi mereka dari bahaya kanker serviks yang disebabkan karena virus HPV. Usia pemberian yang muda adalah untuk tingkat perlindungan yang optimal selain dari, sebelum mereka aktif secara seksual. Vaksinasi HPV juga dapat diberikan kepada remaja serta orang dewasa yang belum pernah melakukan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Pada penelitian tersebut yang di dapatkan pada data survei perwakilan nasional maka didapatkan sebanyak 4.493 pria dan 4.641 perempuan atau sebesar 11,5 persen pria dan 3,2 persen wanita memiliki infeksi HPV oral. Penelitian lainnya dilakukan dengan melibatkan 4.000 pria yang aktif secara seksual pada usia 16 hingga 26 tahun. Sebanyak 0,5% sample yang diberikan vaksin HPV dapat terlindungi dari kutil kelamin hingga 2-3 tahun kemudian.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Penggunaannya

    Maka sebenarnya vaksinasi HPV dapat memberikan pengaruh baik guna membantu menurunkan rantai penularan HPV. Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Manfaatkan saja layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Reuters. “Pria Lebih Banyak Terinfeksi VirusHPV Dibanding Perempuan”. voaindonesia.com
    2. Winata, Albert. “Perlukah Vaksinasi HPV pada Pria?”. tanyadok.com
    3. Haurissa, Andreas Erick.” Vaksin HPV Efektif Pada Pria”. tanyadok.com
    4. Suci, Hygiena Kumala. “Jangan Remehkan Kutil Kelamin”. tanyadok.com
    Read More
  • Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh. Baca Juga: Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk […]

    Sudahkah Anak Anda Terlindung dari Bahaya HPV?

    Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona

    Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk remaja adalah imunisasi HPV. Imunisasi HPV berguna untuk mencegah infeksi virus human papiloma (HPV). Infeksi HPV merupakan infeksi yang menular. Penularan terutama melalui kontak atau hubungan seksual. Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Virus ini memiliki banyak tipe, HPV tipe 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin. Selain itu, tipe HPV 16 dan 18 diketahui sebagai penyebab 70% kasus keganasan  kanker serviks / kanker leher rahim pada wanita. Di dunia, kanker leher rahim menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak pada wanita setelah kanker payudara.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Virus HPV selain menjadi penyebab kanker leher rahim, juga dapat menyebabkan infeksi pada vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, kanker yang disebabkan oleh virus HPV ini juga dapat terjadi pada bagian mulut dan saluran napas atas.

    Sebagai perlindungan utama ajaklah anak remaja anda untuk vaksinasi HPV. Dengan pemberian vaksin ini tubuh akan membentuk daya tahan terhadap virus sehingga anak Anda akan terlindungi dari bahaya infeksi virus HPV dan mencegah terjadinya kanker serviks di masa mendatang.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Ada dua jenis vaksin yang beredar di pasaran, yaitu vaksin bivalen (mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker serviks) dan quadrivalen (mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18 dan juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin).

    Pemberian vaksin HPV di Indonesia disarankan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun. Mengapa anak usia 10 tahun sudah diberikan vaksin HPV? Vaksin HPV sebaiknya diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual selain itu, semakin dini diberikan maka semakin dini anak Anda terlindungi dari bahaya kanker serviks.

    Pemberian vaksin HPV saat anak-anak hanya membutuhkan 2 dosis untuk usia 10-13 tahun. Sedangkan untuk usia 16-18 tahun atau remaja akhir pemberian vaksin membutuhkan 3 dosis.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Juga Diperlukan untuk Si Gadis

    Kini Sobat bisa mendapatkan layanan vaksinasi ke rumah loh! Layanan  dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Rayhani Fadhila S. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. IDAI. 2017 [cited 12 February 2018]. Available from: idai.or.id
    2. HPV | Who Should Get Vaccine | Human Papillomavirus | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 12 February 2018]. Available from: cdc.gov
    Read More
  • Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi. HPV sendiri memiliki berbagai […]

    Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Kanker serviks menjadi penyebab kanker tertinggi pada wanita dan menjadi hal yang menakutkan. Terlebih lagi jika kanker serviks merenggut masa depan Bunda atau si gadis. Penyebab terbesar kanker serviks, yaitu dari infeksi Human Papilloma Virus (HPV), infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual namun hal ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    HPV sendiri memiliki berbagai tipe yang diindentifikasi yang hampir mencapai 40 jenis mulai dari risiko rendah hingga risiko tinggi, namun HPV tipe 16 dan 18 lah memiliki sifat onkogenik (penyebab kanker).  Vaksin HPV sendiri dibagi menjadi tua jenis yaitu Vaksin Bivalen (untuk tipe 16 dan 18) dan juga Vaksin Quadrivalen (Tipe 6, 11, 16 dan juga 18).

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Infeksi HPV ini pada awalnya tidak akan menimbulkan gejala apapun atau keluhan lho, Bunda. Apabila tubuh kita tidak dapat melawannya, hal inilah yang memicu terjadinya kanker serviks. Pada penelitian di Amerika Serikat, rata-rata usia pertama hubungan seksual di usia 16 tahun dan pencegahan terbaik dilakukan sebelum aktif melakukan hubungan seksual.

    Lalu mengapa vaksinasi HPV ini perlu untuk putri saya? WHO merekomendasikan bahwa vaksinasi HPV menjadi program untuk mencegah terjadinya kanker serviks. FDA juga menyetujui pemberian vaksin hpv dapat dimulai pada usia 9 tahun. Sedangkan The Advisory Committee on Immunzation Practice (ACIP) dan Centre for diagnosis Control Prevention rekomendasikan pemberian vaksin HPV mulai usia 11-12 tahun.

    Produk Terkait: Layanan Vakasinasi HPV ke Rumah

    Sedangkan HOGI-IDAI menetapkan bahwa vaksinasi ini dapat diperikan pada perempuan pada usia 10-55 tahun lalu dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

    1)      Usia 10-12 tahun (Usia Sekolah Dasar)

    2)      Usia 13-15 tahun (Usia Sekolah Menengah Pertama)

    3)      Usia 16-25 tahun (Usia Sekolah Menengah Atas Hingga Perguruan Tinggi)

    4)      Usia 26-55 tahun (Vaksinasi yang dilakukan setelah mendapatkan hasil Pap Smear negatif)

    Antibodi HPV 16 dan 18 pada Putri Bunda di usia remajanya lebih tinggi 2-3 kali dibandingkan kelompok usia 26-55 tahun. Jadi demi masa depannya lakukan yang terbaik dengan melindungi kesehatannya dari kanker serviks. Vaksinasi HPV bisa Bunda dapatkan di ProSehat (Aplikasi Kesehatan). Kenapa harus di ProSehat? Bunda dapat berkonsultasi seputar vaksinasi dengan Maya Asisten Kesehatan ProSehat dan layanan vaksinasi ke rumah dan bebas memilih lokasi agar Putri Bunda lebih tenang.

    Baca Juga: Ayo Imunisasi Demi Kesehatan Si Kecil

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    Winardo, Donny Sutrisno. ”Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 30 Januari 2018
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HPV untuk Kaum Muda”. Diakses pada 30 Januari 2018

    Read More
  • Hai Bunda, akhir-akhir ini semakin banyak wanita mengidap kanker serviks seperti Julia Perez artis Indonesia yang meninggal dunia karena kanker satu itu. Banyak yang kehilangan sosoknya tak terkecuali keluarganya yang harus merelakan tulang punggung keluarga menghadap Tuhan. Hal ini tentu tidak diinginkan siapa pun, terlebih lagi jika putri Bunda yang mengalami hal ini. Baca Juga: […]

    7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Hai Bunda, akhir-akhir ini semakin banyak wanita mengidap kanker serviks seperti Julia Perez artis Indonesia yang meninggal dunia karena kanker satu itu. Banyak yang kehilangan sosoknya tak terkecuali keluarganya yang harus merelakan tulang punggung keluarga menghadap Tuhan. Hal ini tentu tidak diinginkan siapa pun, terlebih lagi jika putri Bunda yang mengalami hal ini.

    Baca Juga: Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Namun beberapa orang belum mengetahui secara pasti bagaimana kanker serviks tersebut dapat terjadi. Hal inilah yang mendorong kementerian Kesehatan melakukan penyuluhan serta program pemberian imunisasi HPV pada anak-anak SD mulai Oktober 2016. Dengan memperimbangkan tingginya angka kejadian dari kanker serviks.

    Kanker serviks dapat dicegah dengan papsmear ataupun Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) sebagai bentuk deteksi dini. Namun hal tersebut akan lebih efektif dengan melakukan vaksinasi HPV. Bunda harus lebih tahu nih tentang vaksinasi HPV bukan hanya untuk Bunda namun juga untuk buah hati. Berikut 7 Hal yang harus Bunda ketahui tentang vaksinasi HPV anak:

    1.  Apa Itu HPV?

    Hal ini tentu pertanyaan dasar yang menjadi pertanyaan banyak orang. Human Papilloma Virus (HPV) ini merupakan virus yang menyerang area reproduksi. Penularan ini terbanyak melalui hubungan seksual dan virus HPV menjadi penyebab utama seseorang menderita Kanker Serviks (leher rahim).

    HPV sendiri memiliki banyak tipe, namun terdapat 4 tipe yang umumnya terjadi. Tipe 6 dan 11 menyebabkan kasus kutil kelamin sedangkan tipe 16 dan 18 lah penyebab terjadinya kanker serviks.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    1.   Risiko Kanker Serviks

    Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013 kanker serviks di Indonesia mencapai hingga 330 ribu orang. Sedangkan WHO menyatakan 2 dari 10.000 wanita menderita kanker serviks dan diperkirakan 26 orang wanita meninggal setiap harinya karena kanker serviks yang menyerangnya.

    1.  Kenapa Vaksinasi Ini Harus Diberikan Pada Anak-anak?

    Pertanyaan inilah yang selalu terniang dipikiran Bunda. Kenapa vaksinasi HPV ini diberikan untuk anak saya? World Health Organization (WHO) rekomendasikan vaksin HPV ini diberikan pada anak-anak, baik laki-laki maupun perempuan yang belum aktif secara seksual. Agar perlindungan ini maksimal maka disarankan pada usia 9 – 12 tahun.

    Usia ini lah merupakan masa pra-remaja dengan munculnya beberapa perubahan pada organ seksual. Untuk anak perempuan terjadinya perubahan mukosa atau selaput lendir di area mulut rahim sehingga terjadi kerentanan terhadap infeksi virus.

    1.   Jenis vaksin yang digunakan?

    Terdapat dua jenis vaksin HPV, yaitu bivalent dan quadrivalent. Untuk bivalent terdapat dua jenis tipe yaitu HPV 16 dan 18 yang membantu mencegah kanker serviks. Sedangkan quadrivalent memiliki empat jenis tipe HPV 6, 11, 16 dan 18, bukan hanya mencegah kanker serviks namun juga kutil kelamin.

    1.   Berapa Dosis vaksin yang diberikan?

    Untuk dosis vaksin hpv yang diberikan menurut Departemen Kesehatan diberikan sebanyak 2 kali pada usia 9 – 12 tahun yang dilakukan dengan jangka waktu 0, 1 atau 2 bulan dan 6 bulan. Namun bila dirasa anak Bunda telah melewati usia anjuran tersebut, maka dosis tersebut akan ditambahkan menjadi tiga kali. Hal ini berlaku juga untuk wanita dewasa yang ingin melakukan vaksinasi HPV.

    1.   Apa Efek Samping Yang ditimbulkan?

    Tidak ditemukan efek samping yang bersifat serius. Namun beberapa orang akan merasa nyeri, mual atau demam ringan. Timbul warna kemerahan di area suntikan yang merupakan reaksi normal dari vaknisasi apapun.

    Baca Juga: Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    1.   Jika Saya Punya Anak Laki-laki, apakah perlu mendapat vaksin HPV?

    Infeksi HPV bukan hanya menyerang perempuan saja namun juga laki-laki. Walaupun bukan kanker serviks, kutil kelamin, kanker penis, kanker vulva ataupun kanker anal yang dapat menyerang mereka. Direkomendasikan anak laki-laki usia 9 – 12 tahun mendapatkan vaksinasi HPV.

    Itulah mengenai pentingnya vaksinasi HPV  untuk anak. Untuk vaksinasi ini bisa melalui Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    Winardo, Donny Sutrisno. “Kanker Serviks dan Imunisasi HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim dengan Vaksinasi!”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Depkes. “Cegah Kanker Serviks, Siswi Kelas Lima Di DKI Jakarta Diimunisasi HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018

    Read More
  • Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Sekitar 450 juta kasus pneumonia menyerang manusia setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian dan kesakitan terbayak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7% penyebab kematian didunia). Angka kematian […]

    Wuhan Pneumonia, Wabah baru yang menyerang Cina

    Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan pada jaringan paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Sekitar 450 juta kasus pneumonia menyerang manusia setiap tahunnya dan merupakan penyebab kematian dan kesakitan terbayak di dunia. Angka kematian sekitar 1.4 juta pertahunnya secara global (7% penyebab kematian didunia). Angka kematian terbanyak pada usia anak-anak dan orang tua (> 75 tahun).

    Baca Juga: Pneumonia: Pembunuh Utama Balita di Dunia

    Pneumonia menular melalui udara melalui cairan dahak/batuk, saat berbicara/teriak orang yang sakit. Selain itu, bersentuhan langsung pada permukaan yang terdapat percikan cairan juga dapat menularkan penyebab penyakit ini. Beberapa orang lebih rentan terkena pneumonia karena daya tahan tubuhnya yang sedang menurun seperti pada pasien kanker, penyakit imun dan HIV. Nah, bagi Sahabat sehat yang sering travelling keluar negri, terutama derah Asia Timur harus mempersiapkan diri terhadap pencegahan penyakit ini. Hal ini karena beberapa waktu lalu muncul satu jenis pneumonia di daerah Wuhan, Cina dan sering disebut dengan Wuhan Pneumonia.

    Wuhan Pneumonia diduga menular karena kontak yang terjadi di salah satu pasar ikan di Cina. Penderitanya rata-rata pedagang dan pembeli tetap di pasar ikan tersebut. Mereka mengalami demam yang tinggi, disertai dengan sesak dan kesulitan bernafas. Pada pemeriksaan rontgen ditemukan gambaran pneumonia pada paru-parunya. Awalnya sekitar 27 kasus ditemukan dan berkembang menjadi 59 dengan satu orang meninggal dunia. Saat ini, kasus Wuhan Pneumonia yang sudah terkonfirmasi sebanyak 24.631 kasus dengan 494 kematian.

    Baca Juga: Kenali dan Cegah Hepatitis

    WHO mengeluarkan pernyataan bahwa penyebab Wuhan Pneumonia adalah jenis baru dari coronavirus yang disebut dengan 2019-nCoV. Pasar ikan yang diduga menjadi tempat penularan penyakit ini telah ditutup untuk diperiksa dan dibersihkan. Beberapa negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa dengan di Wuhan yaitu di Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong. Di Singapura dan Bangkok terdapat penerbangan langsung dari Wuhan. WHO mengonfirmasi ada satu kasus di Thailand, terdeteksi virus baru yang berasal dari outbreak Pneumonia di Tiongkok. Kasus tersebut merupakan traveler dari Wuhan, Tiongkok. Selain itu beberapa negara mendapatkan kasus wuhan pneumonia yaitu Jepang, Vietnam, AS, Nepal, Perancis, Sri Lanka, Kanada, Swedia, Belgia, Inggris, Filipina, Malaysia, Italia, Rusia, India, Arab Saudi, Jerman, dan Australia.

    Coronavirus  adalah virus golongan Coronaviridae yang biasa menginfeksi hewan. Virus ini dapat menular ke manusia dan sebelumnya telah ditemukan virus serupa yang menjadi wabah antara lain Middle East respiratory syndrome-associated coronavirus (MERS-CoV), and Severe Acute Respiratory Syndrome-associated coronavirus (SARS-CoV).

    Virus Corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Penelitian menyebutkan bahwa SARS-CoV ditransmisikan dari kucing luwak (civet cats) ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke manusia. Beberapa coronavirus yang dikenal beredar pada hewan seperti musang, kelelawar, tikus bambu, dan musang. Wuhan Novel Coronavirus ditemukan di kelelawar dan pertama kali terdeteksi di pasar ikan daerah Wuhan, China.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pneumonia untuk Dewasa ke Rumah

    Coronavirus menyerang saluran pernapasan bagian bawah dan menyebabkan pneumonia. Gejala biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Gejala yang dirasakan antara lain demam tinggi, batuk, sesak napas, kelelahan, dan gambaran pneumonia pada rontgen dada. Pada kasus berat yang terjadi cepat dapat menyebabkan syok septik, sindrom gangguan pernapasan akut, gagal ginjak, perdarahan, yang menyebabkan kematian. Pada kasus Wuhan pneumonia, riwayat bepergian ke daerah endemis 14 hari sebelumnya, kontak dengan penderita, kontak dengan hewan penyebab menjadi salah satu kriteria penyakit ini

    Baca Juga: Vaksinasi HiB Bantu Cegah Pneumonia pada Anak

    Nah, supaya terhindar dari pneumonia kita bisa melakukan pencegahan dengan beberapa langkah antara lain:

    • Tutup mulut dan hidung bila bersin/batuk, lalu cuci tangan setelahnya dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer untuk membersihkannya.
    • Gunakan masker saat berada di tempat umum
    • Sering mencuci tangan/ gunakan hand sanitizer bila sedang berada di tempat umum/keramaian.
    • Hindari konsumsi makanan mentah, dan jaga kebersihan saat menyiapkan makanan
    • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan seimbang, aktivitas fisik, kelola stres dan berhenti merokok

    Apabila Sobat menginginkan layanan vaksinasi Pneumonia bisa melalui Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi pneumonia ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular Covid-19, dan tentunya Sobat mendukung program pemerintah untuk mencegah pneumonia.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pers Release Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam rangka WORLD PNEUMONIA DAY 2018. [Internet]. Available at: klikpdpi.com/index.php?mod=article&sel=8704
    2. Novel-Coronavirus China. 2020.[Internet]. Available at: who.int/csr/don/12-january-2020-novel-coronavirus-china/en/
    1. Centers for Disease Control and Prevention. Pneumoccal vaccination: what everyone should know. 2019. [Interen]. Available at: cdc.gov/vaccines/vpd/pneumo/public/index.html
    1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Press Releas “Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Outbreak Pneumonia Di Tiongkok.
    2. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Kesiapan Menghadapi Novel Coronavirus (2019- nCoV). 2019. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan Penyakit.
    3. Wang Z, QIang W, Ke Hu. Handbook of 2019-nCoV Pneumonia Control and Prevention. Hubei Science Tehcnology Press. 2019.
    Read More
  • Mungkin Bunda dan Ayah pernah mendengar mengenai Human Papilloma Virus atau disingkat dengan HPV? HPV sendiri merupakan salah satu faktor terjadinya kanker serviks yang umumnya penyakit yang berasal dari hubungan seksual. Virus tersebut dapat menginfeksisel epitel kulit dan membrane mukosa (area kelamin) sehingga menyebabkan keganasan atau kanker. Baca Juga: List dan Biaya Tempat Vaksinasi HPV […]

    Yuk, Mengenal Lebih Jauh HPV Demi Masa Depan Si Gadis

    Mungkin Bunda dan Ayah pernah mendengar mengenai Human Papilloma Virus atau disingkat dengan HPV? HPV sendiri merupakan salah satu faktor terjadinya kanker serviks yang umumnya penyakit yang berasal dari hubungan seksual. Virus tersebut dapat menginfeksisel epitel kulit dan membrane mukosa (area kelamin) sehingga menyebabkan keganasan atau kanker.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Vaksinasi HPV di Jakarta

    Virus yang memiliki banyak tipe, namun tipe HPV 6, 11, 16 dan 18 lah yang paling banyak ditemukan. Untuk HPV 6 dan 11 adalah penyebab terjadinya kasus kutil kelamin. Sedangkan HPV 16 sebagai penyebab keganasan pada serviks atau leher rahim wanita. Virus HPV ini tidak hanya menyerang perempuan, namun laki-laki juga rentan terserang penyakit ini.

    Virus ini umumnya berada pada area kelamin seperti leher rahim, bibir vagina, vagina dan penis. Namun untuk area non-kelamin, kanker dapat terjadi pada bagian mulut ataupun saluran napas atas. Untuk mengatasi kekhawatiran Ayah dan Bunda terhadap virus HPV ini, yaitu dengan melakukan vaksinasi HPV. Terdapat 2 jenis vaksin HPV di Indonesia yaitu bivalent (HPV 16 dan 18) dan Quadrivalent (HPV 6, 11, 16 dan 18).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Untuk bivalent dengan dua tipe virus HPV berfungsi mencegah kanker leher rahim dan Quadrivalent yang memiliki empat tipe virus HPV ini mencegah kanker leher rahim dan kutil kelamin. Menurut IDAI, pemberian vaksinasi HPV disarankan untuk remaja perempuan mulai dari usia 10 tahun ke atas. Namun di negara luar seperti Amerika merekomendasikan vaksinasi HPV untuk anak laki-laki.

    Hal ini dilihat dari manfaat vaksin HPV yang dapat mencegah penyakit kutil kelamin dan melindungi anak laki-laki. Akademi Pediatri Amerika (AAP) merekomendasikan baik anak laki-laki maupun perempuan berusia 11-12 tahun untuk melakukan vaksinasi. Karena pada usia tersebut respon antibodinya lebih baik dan akan efektif jika diberikan sebelum melakukan hubungan seksual.  

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks yang Perlu Dicoba

    Akademi Pediatri Amerika (AAP) menyarankan untuk beberapa golongan saat melakukan vaksinasi HPV, seperti berikut ini:

    1. Anak Perempuan berusia 11-12 tahun
      Dianjurkan untuk mendapatkan 3 kali imunisasi HPV 2 atau 4 tipe dengan jarak waktu penyuntikan 0, 1 atau 2 dan 6 bulan.
    2. Perempuan berusia 13-26 tahun
      Apabila belum divaksinasi sebelumnya maka harus mendapatkan vaksin secara penuh untuk melindungin
    3. Anak Laki-laki berusia 11-12 tahun
      Sama seperti golongan anak perempuan (11-12 tahun), golongan ini dianjurkan untuk mendapatkan 3 kali suntik dengan vaksin HPV 4 dengan jarak waktu penyuntikan 0, 1 atau 2 dan 6 bulan.
    4. Laki-laki berusia 13-21 tahun
      Golongan ini yang belum melakukan vaksinasi maka harus mendapatkan vaksin secara penuh. Sedangkan untuk penderita HIV harus mendapatkan vaksinasi HPV secara lengkap.

    Beberapa beranggapan, vaksinasi HPV pada anak-anak tidak diperlukan karena pada usia tersebut hubungan seksual belum dilakukan oleh mereka. Namun, vaksin HPV ini harus diberikan sebelum berhubungan seksual secara aktif. Lebih baik mencegah sebelum terlambat kan Bunda dan Ayah.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya

    Untuk mendapatkan pelayanan vaksinasi yang nyaman dan aman cukup di Prosehat saja. Karena Prosehat menyediakan layanan vaksinasi ke rumah yang tidak perlu antre. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber :

    IDAI.”Sekilas Tentang Vaksin HPV”. Diakses pada 29 Januari 2018
    Sudiyono, Nelson. “Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki”. Diakses pada 29 Januari 2018

    Read More
  • Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada […]

    Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Siapa sih di antara kalian yang sudah mengenal penyakit ini? Atau siapa di antara kalian yang sama sekali belum kenal dengan penyakit paru-paru ini? Radang paru, atau yang biasa kita kenal dengan pneumonia adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu bila penanganannya terlambat. Penyakit berbahaya yang satu ini merupakan suatu infeksi pada jaringan paru-paru dan penyebabnya sendiri bermacam-macam. Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara di paru (alveoli) akan terisi cairan karena infeksi, sehingga kemampuan paru-paru untuk menampung oksigen berkurang.

    Baca Juga: Pneumonia: Pembunuh Utama Balita di Dunia

    Memangnya seberapa sering sih kasus pneumonia ini terjadi? Pneumonia merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi di dunia kedokteran dan menyerang 450 juta orang tiap tahunnya, 150 juta di antaranya adalah anak-anak. Kasus pneumonia ini jauh lebih tinggi daripada kasus AIDS, malaria, ataupun campak yang terjadi di seluruh dunia. Kenapa pneumonia ini banyak terjadi pada anak-anak? Jawabannya tentu saja karena anak-anak belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan mudah ditularkan pada lingkungan yang tidak bersih alias kotor; sehingga tidak heran jika kita banyak menemukan kasus pneumonia pada negara berkembang ataupun pada keluarga dengan kelas ekonomi menengah ke bawah.

    Namun, apakah hanya anak-anak saja yang rentan terhadap radang paru-paru? Sayangnya, pneumonia ini merupakan penyakit membahayakan yang bisa menyerang siapa saja dan di mana saja tanpa pandang bulu – alias bisa menyerang anak-anak hingga lansia. Yup, pneumonia juga merupakan salah satu penyakit yang tidak asing lagi bagi lansia – khususnya bagi orang tua yang sudah menderita penyakit tertentu seperti sudah mengalami penyakit diabetes, ginjal, ataupun HIV/AIDS. Lalu, bagaimana dengan kita yang berada dalam usia produktif? Apakah kita juga rentan terserang penyakit radang paru-paru?

    Kabar baiknya, kasus pneumonia jarang terjadi pada kita yang berada di usia produktif. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada anak muda, bukan berarti kita sama sekali terbebas dari penyakit ini karena infeksi paru-paru bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa kita prediksi sebelumnya. Kasus pneumonia sering luput dari pengawasan orang tua ketika terjadi pada anaknya karena sering kali orang tua menganggap jika anaknya hanya mengalami batuk pilek biasa dan akan sembuh dengan sendirinya dalam hitungan hari -pada kasus pneumonia gejala akan hilang dalam waktu beberapa minggu. Lalu, sebenarnya apa saja gejala dari penyakit radang paru-paru ini?

    Gejala Pneumonia

    Pengetahuan terhadap gejala suatu penyakit sangatlah penting karena kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita miliki dan tentu saja untuk meminimalisir penyakit ini akan menyebar ke bagian tubuh lainnya – dan membuat tubuh kita semakin tidak berdaya. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas beberapa gejala pneumonia agar penanganan yang diberikan tidak terlambat. Ketika kita rasa beberapa gejala awal pneumonia muncul pada diri kiita ataupun orang terdekat, sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan medis selanjutnya alias melakukan pemeriksaan sinar X serta tes darah untuk memastikan betul apakah kita mengalami radang paru-paru. Nah berikut adalah beberapa gejala awal pneumonia yang harus kita ketahui:

    1. Batuk disertai dahak

    Batuk disertai dahak adalah gejala pertama dari pneumonia yang sering kali muncul bagi kita yang paru-parunya sudah terinfeksi. Sering kali lendir yang muncul pada batuk berdahak ini bewarna kekuningan atau kehijauan yang menandakan ada yang tidak beres pada organ dalam kita sehingga menyebabkan kerja paru-paru terganggu. Bukan suatu hal yang mengherankan lagi jika dahak terkadang dapat disertai dengan darah apabila kerusakan pada paru-paru sudah termasuk dalam level yang parah.

    1. Nyeri dada

    Nyeri dada merupakan gejala pneumonia berikutnya. Gejala nyeri dada sendiri sering kali muncul pada berbagai penyakit berbahaya dan biasanya berujung pada kematian – atau memicu timbulnya penyakit berbahaya lainnya. Nyeri dada biasanya terjadi ketika kita sedang menarik udara ataupun bernapas dalam kondisi rileks. Nyeri dada biasanya akan mengakibatkan seseorang mengalami kesulitan dalam bernafas atau irama nafas mereka yang menjadi tidak beraturan –lebih tepatnya menjadi sangat cepat ataupun menjadi pendek-pendek. Indikasi bersin yang terlalu sering ataupun tidak kunjung berhenti dalam jangka waktu tertentu juga bisa menjadi gejala dari pneumonia.

    1. Demam tinggi dan menggigil

    Gejala pneumonia berikutnya adalah demam tinggi yang terkadang disertai dengan menggigil. Akibat demam tinggi, denyut jantung menjadi lebih cepat dari biasanya disertai adanya rasa nyeri pada dada pasien pneumonia. Radang paru-paru sendiri mengakibatkan paru-paru tidak mampu menampung oksigen sebanyak sebelumnya dan hal ini justru menyebabkan jantung bekerja lebih ekstra daripada ketika kondisi tubuh kita normal. Seramnya lagi ketika radang paru-paru ini tidak segera ditangani alias penanganan yang diberikan terlambat maka dapat menyebabkan kematian sewaktu-waktu.

    Baca Juga: 7 Anjuran Asupan Makanan Saat Anak Demam

    1. Mual dan muntah

    Gejala terakhir dari pneumonia berikutnya yang harus kita ketahui adalah mual dan muntah yang sering kali hal ini membuat pasien radang paru-paru menjadi lemas dan tidak bisa beraktivitas dengan optimal seperti ketika kondisi tubuh mereka sehat. Mual dan muntah disebabkan berkembangnya bakteri dan virus dalam tubuh dengan cepat yang tentu saja hal ini menyebabkan nafsu makan kita juga akan menurun drastis. Penurunan nafsu makan ini juga disebabkan karena kondisi tubuh yang kekurangan oksigen sehingga pasien pneumonia seringkali memerlukan infus selama perawatannya di rumah sakit agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dengan baik.

    Pencegahan Pneumonia

    Setelah kita mengetahui berbagai gejala dari pneumonia, pastilah sebagian dari kita berpikir apakah penyakit radang paru-paru ini bisa dicegah. Kabar baiknya, kita bisa melakukan berbagai cara untuk meminimalisir datangnya penyakit berbahaya ini pada anak atau orang tua kita lho! Wah yang benar nih? Memangnya apa saja yang bisa kita lakukan sebagai upaya pencegahan pneumonia? Berikut adalah beberapa upaya pencegahan pneumonia yang pastinya mudah untuk dilakukan:

    1. Menghentikan kebiasaan merokok

    Siapa sih di antara kita yang suka merokok? Berapa banyak rokok yang biasa kalian konsumsi dalam sehari? Seperti yang kita tahu, rokok merupakan kebiasaan buruk yang dapat memicu datangnya berbagai penyakit berbahaya pada diri kita. Kebiasaan merokok yang dilakukan tiap hari tentu saja akan memicu timbulnya pneumonia karena  disebabkan kandungan nikotin di dalamnya. Selain itu, kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol karena alkohol bukan saja hanya menganggu kinerja sistem saraf pusat tetapi juga dapat mengganggu kinerja paru-paru kita.

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini

    1. Gaya hidup sehat

    Agar tidak gampang sakit, maka kita harus mempertahankan daya tahan tubuh seoptimal mungkin. Bila daya tahan tubuh kita baik, maka kuman atau viruspun “hanya lewat” saja dan tidak menginfeksi. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah konsumsi makanan sehat, bergizi, dan seimbang, rutin melakukan olahraga, dan kelola stres agar tidak gampang sakit.

    1. Melakukan vaksinasi

    Pencegahan pneumonia terakhir yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan vaksinasi pneumonia secara rutin, di mana vaksin ini berfungsi untuk mencegah pneumonia pada pasien semakin parah. Vaksin pneumonia diberikan pada anak-anak di bawah 2 tahun dan lansia berusia 65 tahun ke atas, orang dewasa 19-64 tahun yang memiliki kondisi tertentu (penyakit kronis, HIV/AIDS, penurunan daya tahan tubuh, implant koklea dan perokok).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Pneumonia ke Rumah

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pneumonia. Pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara mengenali pneumonia dan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah pneumonia datang menghantui hidup kita? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit mematikan, seperti halnya penyakit radang paru-paru yang satu ini. So, pastinya sekarang kita lebih memperhatikan kesehatan kita bukan?

    Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • docdoc.com/id/info/condition/pneumonia/
    • tribunnews.com/regional/2011/06/19/waspada-penyakit-radang-paru-paru
    • tanyadok.com/anak/pneumonia-pembunuh-utama-balita-di-dunia
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja