Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 31–40 of 638 results

  • Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, konsultasi dengan dokter semudah dari genggaman tangan saja. Betul Sobat, kini kian marak konsultasi kesehatan hanya dengan menggunakan gadget saja. Hal ini disebut telemedicine, lalu apakah yang dimaksud dengan telemedicine? Apakah telemedicine cukup efektif dalam konsultasi antara dokter dengan pasien terutama bagi para orang tua dalam berkonsultasi mengenai kesehatan […]

    Peran dan Efektivitas Telemedicine Bagi Kesehatan Anak

    Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, konsultasi dengan dokter semudah dari genggaman tangan saja. Betul Sobat, kini kian marak konsultasi kesehatan hanya dengan menggunakan gadget saja. Hal ini disebut telemedicine, lalu apakah yang dimaksud dengan telemedicine? Apakah telemedicine cukup efektif dalam konsultasi antara dokter dengan pasien terutama bagi para orang tua dalam berkonsultasi mengenai kesehatan anak-anak?

    Akses kesehatan yang lebih baik, efisien, berkualitas dan cost effective merupakan keuntungan utama penggunaan telekesehatan. Sulitnya akses ke tenaga kesehatan di daerah terpencil merupakan masalah yang besar di Indonesia. Penggunaan telekesehatan untuk dapat menjembatani akses dan penanganan pasien di daerah terpencil. Telekesehatan tidak memiliki batasan waktu dan tempat.

    Sobat, ada baiknya kita berkenalan dengan apa yang dimaksud dengan telemedicine ini terlebih dahulu. Telemedicine atau yang disebut dengan e-health merupakan sistem kesehatan yang diselenggarakan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pelayanan dan informasi kesehatan sehingga lebih efektif dan efisien. Diharapkan telemedicine dapat menyajikan informasi kesehatan yang tepat, akurat serta kredibel. Tentunya telemedicine telah didukung oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) dan juga KEMENKES RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia). Salah satu aplikasi kesehatan yang sudah bekerja sama dengan KEMENKES RI adalah ProSehat.

    Telemedicine meliputi konsultasi dengan dokter serta edukasi berupa artikel kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat hanya dengan genggaman gadget saja. Tujuan diadakannya telemedicine untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan dokter para dokter. Sedangkan artikel kesehatan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan dan berbagai pencegahan penyakit sebagai upaya promotif dan preventif.

    Lalu, apakah telemedicine ini berpengaruh baik bagi orangtua dalam kesehatan anak? Ya, tentu saja. Dengan adanya fasilitas e-health, memudahkan para orangtua dalam mengakses berbagai artikel kesehatan bagi anak serta bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembang anak karena seperti yang diketahui sebelumnya, salah satu tujuan telemedicine adalah untuk mengedukasi masyarakat terutama para orang tua, membantu para orangtua memilih makanan yang tepat bagi kesehatan anak, pola asuh yang tepat bagi anak, serta dapat menolong para orang tua untuk berkomunikasi langsung dengan tenaga medis saat anak mengalami keadaan gawat darurat.

    Salah satu media pernah mencatat bahwa telemedicine mampu menyelamatkan bayi berusia 7 bulan pada tahun 2011 yang mengalami gawat darurat akibat infeksi otak meningococcemia, yang memiliki akses tempat tinggal jauh dari layanan kesehatan. Dipandu dengan telemedicine saat itu, orangtuanya tahu apa yang harus dilakukannya segera, selama dalam perjalanan ke rumah sakit.

    Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Departemen Veteran Amerika Serikat melaporkan bahwa telemedicine menghemat pasien rata-rata 142 menit dan 233 kilometer perjalanan per kunjungan. Studi lain dalam bidang neurologi juga melaporkan bahwa telemedicine menghemat pasien rata-rata 2 jam perjalanan dan 70 dolar per kunjungan. Telemedicine juga sudah diteliti mampu dilaksanakan dan menjembatani layanan kesehatan sebelum dan setelah melahirkan pada daerah pedalaman Afrika serta layanan kesehatan jiwa di pedalaman Australia. Selain keuntungan sosioekonomi yang didapat pasien, keluarga, tenaga kesehatan dan sistem kesehatan, penggunaan telemedicine juga dapat digunakan untuk edukasi dan komunikasi dua arah antara dokter-pasien terutama para orangtua dalam mengedukasi kesehatan anak.

    Selain itu, penggunaan telemedicine telah ditemukan dapat mengurangi secara langsung maupun tidak langsung jumlah rujukan. Pelaksanaan telemedicine yang menggunakan media digital tidak terbatas oleh tempat, sehingga bukan tidak mungkin bahwa pelayanan kesehatan terutama yang bersifat promotif dan preventif dilaksanakan bukan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas saja. Kedua hal ini akan dapat membantu mengurangi kebutuhan peningkatkan kuantitas fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga telemedicine sangat baik bagi kesehatan seluruh masyarakat termasuk kesehatan anak-anak.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Hadian Rahim A. Edukasi Masyarakat Menggunakan Digital Platform [Internet]. Kemkes.go.id. 2019 [cited 23 April 2020]. Available from: https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/rakerkesnas-2019/SESI%20II/Kelompok%206/1-Edukasi-Masyarakat-Menggunakan-Digital-Platform.pdf
    2. Patriella Y. Payung Hukum Aplikasi Kesehatan Online Mendesak | Ekonomi – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2019 [cited 24 April 2020]. Available from: https://ekonomi.bisnis.com/read/20190820/12/1138705/payung-hukum-aplikasi-kesehatan-online-mendesak
    3. P Sunjaya A. Potensi, Aplikasi dan Perkembangan Digital Health di Indonesia. Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta.
    4. Telehealth Saves Lives [Internet]. WeCounsel. 2018 [cited 24 April 2020]. Available from: https://www.wecounsel.com/blog/telehealth-saves-lives/
    5. Burke B, Hall R. Telemedicine: Pediatric Applications. PEDIATRICS [Internet]. 2015 [cited 24 April 2020];136(1):e293-e308. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5754191/
    Read More
  • Bulan suci Ramadan tahun 2020 memang berbeda dari sebelumnya karena saat ini dunia juga sedang dilanda dengan pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada bulan Ramadan, merupakan suatu kewajiban bagi semua umat muslim yang sehat di seluruh dunia bangun pagi untuk melakukan sahur dan berbuka puasa atau iftar setelah matahari terbenam, puasa dilakukan dari fajar […]

    Puasa Saat Pandemi, Benarkah Puasa Bisa Menurunkan Imun Tubuh?

    Bulan suci Ramadan tahun 2020 memang berbeda dari sebelumnya karena saat ini dunia juga sedang dilanda dengan pandemi akibat Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada bulan Ramadan, merupakan suatu kewajiban bagi semua umat muslim yang sehat di seluruh dunia bangun pagi untuk melakukan sahur dan berbuka puasa atau iftar setelah matahari terbenam, puasa dilakukan dari fajar hingga matahari terbenam.

    Sejauh ini, belum ada penelitian yang mendalami korelasi puasa dengan peningkatan risiko terinfeksi COVID-19. Anjuran dari the World Health Organization (WHO), puasa tetap boleh dilakukan oleh orang yang sehat dengan catatan tetap melakukan physical distancing dan selalu menjaga kebersihan tangan. Sedangkan, bagi pasien penderita COVID-19 sebaiknya tetap menanyakan ke dokter yang merawatnya untuk mempertimbangkan apakah kondisi pasien memungkinkan untuk melakukan puasa.

    Menurut penelitian, puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Salah satunya puasa Ramadan dapat meningkatkan kerja sistem imun, namun peningkatan ini hanya bersifat sementara dan dapat balik kembali ke kondisi awal bila sudah berhenti puasa. Selain meningkatkan kerja sistem imun, puasa juga dapat mengurangi risiko terjadinya kanker, obesitas, diabetes, dan sindrom metabolik.

    Hal yang dapat menurunkan kerja sistem imun tubuh adalah status gizi yang kurang maupun berlebih. Sehingga penting untuk tetap menjaga kebutuhan asupan nutrisi. Status gizi kurang dikaitkan dengan kondisi imunosupresi yaitu daya tahan tubuh yang kurang sehingga mudah terkena penyakit. Sedangkan, status gizi yang berlebih meningkatkan risiko terjadi inflamasi kronis yang akan mengganggu daya tahan tubuh juga.

    Berikut tips agar tubuh menjadi kuat dan sehat saat puasa di tengah pandemi akibat COVID-19:

    1. Makan makanan yang bernutrisi

    Pastikan Sobat mendapatkan kebutuhan nutrisi yang seimbang, mulai dari nutrisi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro yaitu vitamin dan mineral. Secara umum, hindari gorengan dan makanan olahan yang tinggi lemak atau gula. Hindari juga makanan yang mengandung garam berlebih seperti sosis produk daging olahan, makanan ringan, dan saus siap saji (mayonais, saus tomat, mustard). Kebutuhan vitamin dan mineral juga tidak kalah pentingnya untuk menjaga kerja sistem imun tubuh yang banyak dapat ditemukan pada buah dan sayur-sayuran.

    1. Dapatkan hidrasi yang cukup

    Minumlah air yang cukup saat sahur dan berbuka. Air putih merupakan pilihan utama karena dapat memberikan hidrasi yang cukup untuk tubuh tanpa menambahkan kalori. Sebaiknya membatasi konsumsi minuman manis karena mengandung banyak gula, bila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan berat badan. Selain dari minuman, hidrasi juga bisa didapatkan dari makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti timun, tomat, pepaya, bayam, dan yang lainnya.

    1. Tetap mengikuti himbauan untuk mencegah penularan COVID-19

    Penularan COVID-19 terjadi melalui percik renik yang keluar saat penderita batuk dan bersin. Percikan ini bisa terkena pada permukaan benda maupun langsung ke orang lain. Seseorang dapat tertular bila memegang permukaan ini lalu memegang area mata, hidung, maupun mulut. Sehingga secara umum himbauan dari pemerintah adalah dengan rajin mencuci tangan dengan air dan sabun selama minimal 20 detik, mengetahui etika batuk dan bersin yang benar, serta melakukan physical dengan menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain, menghindari kontak fisik dengan orang lain dan mengganti sapaan, cukup dengan mengangguk atau melambaikan tangan saja, serta melarang aktivitas yang mengumpulkan orang dalam jumlah yang banyak, termasuk penutupan tempat ibadah.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr.Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

     

    1. World Health Organizaton. Safe Ramadan practices in the context of the COVID-19.
    2. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    3. Intermittent fasting from dawn to sunset for 30 consecutive days is associated with anticancer proteomic signature and upregulates key regulatory proteins of glucose and lipid metabolism, circadian clock, DNA repair, cytoskeleton remodeling, immune system and cognitive function in healthy subjects. Journal of Proteomics. 2020 Apr 15;217:103645.
    4. Adawi M, Watad A, Brown S, Aazza K, Aazza H, Zouhir M, et al. Ramadan Fasting Exerts Immunomodulatory Effects: Insights from a Systematic Review. Front Immunol [Internet]. 2017;8. Available from: https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fimmu.2017.01144/full
    5. Alwarawrah Y, Kiernan K, MacIver NJ. Changes in Nutritional Status Impact Immune Cell Metabolism and Function. Front Immunol [Internet]. 2018 May 16;9. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5968375/
    6. Karacabey K. The Effect of Nutritional Elements on the Immune System. J Obes Wt Loss Ther [Internet]. 2012;02(09). Available from: https://www.omicsonline.org/open-access/the-effect-of-nutritional-elements-on-the-immune-system-2165-7904.1000152.php?aid=10186
    7. Tips Berpuasa Ramadhan di Saat Wabah Virus Corona | Fakultas Farmasi UGM [Internet]. 2020. Available from: https://farmasi.ugm.ac.id/id/tips-berpuasa-ramadhan-di-saat-wabah-virus-corona
    Read More
  • Infeksi virus COVID-19 saat ini masih berjalan hingga hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Melihat penyebaran virus COVID-19 yang masih bertambah, maka pemerintah mulai melakukan Rapid Test di beberapa wilayah. Rapid Test dapat memberikan hasil dengan cepat dibandingkan dengan tes PCR. Apakah Rapid Test tersebut? Apakah Sobat perlu melakukan Rapid test dan bagaimana jika hasilnya positif […]

    Kenali Rapid Test dan Pembacaan Hasilnya

    Infeksi virus COVID-19 saat ini masih berjalan hingga hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Melihat penyebaran virus COVID-19 yang masih bertambah, maka pemerintah mulai melakukan Rapid Test di beberapa wilayah. Rapid Test dapat memberikan hasil dengan cepat dibandingkan dengan tes PCR. Apakah Rapid Test tersebut? Apakah Sobat perlu melakukan Rapid test dan bagaimana jika hasilnya positif atau negatif?

    Pengenalan Rapid Test

    Rapid Test atau secara lengkap disebut Rapid Diagnostic Test (RDT) merupakan sebuah pemeriksaan skrining awal untuk mendeteksi antigen atau antibodi (IgG, IgM) dalam tubuh terhadap virus COVID-19.2 Tipe RDT yang lebih sering dijumpai adalah yang mendeteksi antibodi. Antibodi diproduksi oleh respon tubuh terhadap sebuah infeksi, dalam kasus ini terbentuk antibodi terhadap virus COVID-19. Pembentukkan antibodi membutuhkan waktu sekitar beberapa hari hingga minggu dan dipengaruhi oleh faktor usia, status nutrisi, keparahan infeksi, dan obat-obatan yang mensupresi sistem imun.

    Tes ini dapat mendeteksi jika sudah terdapat antibodi terhadap COVID-19 di dalam tubuh Sobat. Waktu yang diperlukan untuk melakukan tes tersebut hanya sekitar 15 menit. Namun harus diingat kembali bahwa tujuan dari RDT adalah untuk skrining. RDT berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis COVID-19 yaitu Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). RT-PCR merupakan pemeriksaan yang mendeteksi apakah terdapat virus COVID-19 di dalam tubuh Sobat dan merupakan gold standard untuk mendiagnosa pasien COVID-19.

    Apakah Anda perlu melakukan RDT?

    Menurut Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah yang diprioritaskan untuk dilakukan RDT:4

    • Orang yang telah kontak dekat dengan pasien positif.
    • Tenaga kesehatan.

    Namun jika Sobat mengalami gejala COVID-19 seperti demam, sesak, dan batuk pastikan untuk memeriksakan diri Sobat ke dokter.

    Hasil dari RDT

    Setelah Sobat menjalani RDT, hasil yang dijumpai dapat berupa kualitatif yaitu negatif atau positif.

    Hasil negatif menunjukkan saat ini didalam tubuh Sobat belum terdapat antibodi terhadap COVID-19. Hasil ini menunjukkan bahwa memang belum terdapat infeksi virus COVID-19 dalam tubuh Sobat. Namun Sobat perlu waspada karena hasil dapat menunjukkan negatif palsu, yang terjadi jika sudah terdapat infeksi namun antibodi yang diproduksi tubuh belum cukup untuk memberikan hasil positif atau terdapat faktor-faktor lain yang memengaruhi penurunan produksi antibodi tubuh seperti yang dijelaskan sebelumnya. Langkah selanjutnya yang harus Sobat lakukan adalah tetap waspada dan pantau diri Sobat selama 14 hari. Jika terdapat gejala COVID-19 seperti demam, sesak, dan batuk, pastikan untuk memeriksakan diri Sobat ke dokter secepatnya.

    Hasil positif menunjukkan bahwa dalam tubuh Sobat terdapat antibodi terhadap COVID-19. Namun perlu diingat juga terdapat hasil positif palsu, yang terjadi karena terdapat antibodi terhadap tipe virus corona lain seperti yang menyebabkan flu biasa.2 Jika hasil RDT positif, Sobat perlu melakukan pemeriksaan RT-PCR untuk memastikan apakah terdapat virus COVID-19 di dalam tubuh Sobat.

    Selain hasil negatif atau positif, Sobat juga mungkin mendapatkan hasil berupa IgM dan IgG negatif atau positif. IgM merupakan antibodi tubuh yang diproduksi dalam jangka waktu cepat yaitu beberapa hari hingga 1 minggu, sedangkan IgG merupakan antibodi tubuh memerlukan waktu sekitar 2-4 minggu dan dapat bertahan selama 6 bulan hingga beberapa tahun.5,6 Terdapat penelitian lain yang menunjukkan bahwa IgM dan IgG dapat timbul pada hari ke-4.

    Berikut tabel penjelasan lebih mudah mengenai hasil IgM dan IgG.

    IgM IgG Keterangan
    Tidak terdapat infeksi COVID-19 atau antibodi tidak terdeteksi
    + Terdapat infeksi COVID-19 akut
    + + Terdapat infeksi COVID-19 akut
    + Terdapat infeksi COVID-19 lampau

    Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan hasil dari RDT dengan RT-PCR yang merupakan gold standard. Didapatkan RDT memiliki nilai sensitifitas 88,66% dan spesifisitas 90,63%.

    Selama pandemi COVID-19 ini berlangsung, pastikanlah Sobat tetap waspada. Lakukanlah social distancing dan gunakan masker, jagalah kebersihan tangan dan lakukan etika batuk. Bila Sobat mengalami gejala COVID-19 periksakanlah diri Sobat secepatnya ke dokter.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    DAFTAR PUSTAKA

    1. COVID-19 situation reports. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    2. Advice on the use of point-of-care immunodiagnostic tests for COVID-19. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/advice-on-the-use-of-point-of-care-immunodiagnostic-tests-for-covid-19
    3. Li Z, Yi Y, Luo X, Xiong N, Liu Y, Li S et al. Development and Clinical Application of A Rapid IgM‐IgG Combined Antibody Test for SARS‐CoV‐2 Infection Diagnosis. Journal of Medical Virology. 2020;.
    4. Rapid Test Corona Diprioritaskan bagi Nakes dan Orang Kontak dengan Pasien Positif | Direktorat Jendral P2P. P2p.kemkes.go.id. 2020. Available from: http://p2p.kemkes.go.id/rapid-test-corona-diprioritaskan-bagi-nakes-dan-orang-kontak-dengan-pasien-positif/
    5. FAQs on Diagnostic Testing for SARS-CoV-2. U.S. Food and Drug Administration. 2020. Available from: https://www.fda.gov/medical-devices/emergency-situations-medical-devices/faqs-diagnostic-testing-sars-cov-2
    6. SARS-CoV-2 (Covid-19): Diagnosis by IgG/IgM Rapid Test Clinisciences. Clinisciences.com. 2020. Available from: https://www.clinisciences.com/es/leer/newsletter-26/sars-cov-2-covid-19-diagnosis-by-2264.html
    7. Xiang F, Wang X, He X, Peng Z, Yang B, Zhang J et al. Antibody Detection and Dynamic Characteristics in Patients with COVID-19. Clinical Infectious Diseases. 2020;.
    Read More
  • Presiden Joko Widodo meminta masyakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu berobat ke rumah sakit. Konsultasi kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi, salah satunya ProSehat. Di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini, anjuran konsultasi online sendiri bertujuan untuk melindungi […]

    Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona

    Presiden Joko Widodo meminta masyakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu berobat ke rumah sakit. Konsultasi kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi, salah satunya ProSehat. Di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini, anjuran konsultasi online sendiri bertujuan untuk melindungi para tenaga medis dengan mengurangi risiko mereka tertular virus.

    Saat ini masyarakat sudah terbiasa untuk mencari informasi kesehatan di internet, tapi belum tentu sumber yang didapat memberikan informasi yang valid. Lebih baik informasi didapatkan dari dokter-dokter yang memang sudah berpengalaman di bidangnya. Telemedicine adalah suatu hasil dari kemajuan teknologi di bidang kesehatan yang memungkinkan pasien berdiskusi dengan dokter secara privat, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Sobat dapat berdiskusi langsung dengan dokter dengan memberitahukan keluhan-keluhan yang dialami melalui media komunikasi yang disediakan. Dokter pun akan membantu untuk memberikan informasi mengenai dugaan diagnosis, cara penanganan dan perawatan pertama terhadap kasus cedera atau penyakit, hingga tips lainnya untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

    Dampak dari telemedicine tergolong besar karena dapat meningkatkan akses terhadap pelayanan medis yang berkualitas guna meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Telemedicine juga akan terus berinovasi menggunakan teknologi terbaru untuk memaksimalkan pelayanan yang bisa diberikan. Konsultasi online sangat menguntungkan karena tidak terbatas oleh jarak dan posisi geografis, sehingga Sobat tidak perlu repot-repot beranjak keluar rumah dan menghabiskan waktu mengantri untuk mendapatkan saran dari dokter.

    Dalam usaha untuk menegakkan suatu diagnosis, seorang dokter memerlukan informasi yang mendukung diagnosis melalui anamnesis, yaitu tanya-jawab terarah mengenai keluhan pasien saat ini, riwayat penyakit sebelumnya yang mungkin berhubungan, dan riwayat lainnya seperti riwayat penyakit dalam keluarga atau riwayat kebiasaan pasien. Secara teori, anamnesis sendiri memegang pernanan penting sebesar 80% untuk menentukan diagnosis yang pasti. Sisanya bisa melalui bantuan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lainnya. Memang dengan konsultasi online, dokter dapat melakukan anamnesis dengan pasien melalui fitur komunikasi tanya-jawab yang disediakan. Namun, saat ini salah satu kekurangan dari konsultasi online adalah dokter tidak bisa melakukan pemeriksaan fisik langsung ke pasien sehingga diagnosis pasti belum bisa ditegakan. Dokter hanya bisa memberikan kemungkinan diagnosis disertai beberapa diagnosis pembanding lainnya. Sehingga obat yang bisa diberikan juga lebih terbatas.

    Melihat kelebihan dan kekurangan yang sudah dibahas dari telemedicine, berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan melalui konsultasi online:

    • Memberikan kemudahan untuk bertanya jawab mengenai penanganan pertama sederhana yang bisa dilakukan sendiri di rumah, seperti pada kasus luka akibat terjatuh, batuk pilek biasa, diare, gigitan serangga, dan lain-lain.
    • Menjawab pertanyaan dengan tepat seputar penyakit dan pengobatan yang sedang atau sudah selesai dijalani sebelumnya.
    • Mempermudah pasien untuk mengetahui hasil laboratorium dengan cepat dan tepat.
    • Memberikan saran mengenai kunjungan ke spesialisasi bidang kedokteran yang sesuai dengan penyakit yang dialami.

    Di tengah pandemi COVID-19 dan himbauan pemerintah untuk di rumah saja, memang kunjungan ke rumah sakit sebaiknya dibatasi bila tidak terlalu darurat. Dengan adanya bantuan aplikasi kesehatan, akan sangat mempermudah Sobat untuk melakukan konsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dialami. Penggunaan telemedicine sendiri akan terus dikembangkan, namun bukan berarti dapat menggantikan kunjungan langsung ke dokter untuk kasus yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut. Melainkan sebagai pendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang mudah diakses dan efisien.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kurangi Risiko Tenaga Medis Tertular Covid-19, Jokowi Minta Warga Berobat Online [Internet]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/04/13/10491681/kurangi-risiko-tenaga-medis-tertular-covid-19-jokowi-minta-warga-berobat
    2. What’s the difference between telemedicine and telehealth? [Internet]. Available from: https://www.aafp.org/media-center/kits/telemedicine-and-telehealth.html
    3. Global Observatory for eHealth series. Telemedicine: Opportunities and developments in Member States. Vol. 2. World Health Organization; 2010.
    4. History and Physical Examination information. What to expect [Internet]. Available from: https://patient.info/doctor/history-and-physical-examination
    5. Telemedicine: What Is It, How Does It Work, and Should I Use It? [Internet]. The GoodRx Prescription Savings Blog. 2020. Available from: https://www.goodrx.com/blog/what-is-telemedicine/
    Read More
  • Pandemi global COVID-19 selama beberapa bulan terakhir telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Hal ini juga memengaruhi kinerja para karyawan perusahaan. Demi menekan penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan karyawannya, banyak instansi pemerintahan dan perkantoran swasta yang mengeluarkan kebijakan work from home (WFH). Karyawan merupakan aset perusahaan yang tentunya berdampak besar bagi operasi perusahaan. […]

    Dampak COVID–19 pada Kesehatan Karyawan

    Pandemi global COVID-19 selama beberapa bulan terakhir telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Hal ini juga memengaruhi kinerja para karyawan perusahaan. Demi menekan penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan karyawannya, banyak instansi pemerintahan dan perkantoran swasta yang mengeluarkan kebijakan work from home (WFH).

    Karyawan merupakan aset perusahaan yang tentunya berdampak besar bagi operasi perusahaan. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan menjaga keselamatan karyawan juga merupakan salah satu tanggung jawab perusahaan yang tetap harus dipenuhi, terutama saat masa pandemi COVID-19 berlangsung. Selain WFH, cara lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan jaminan kesehatan bagi para karyawan adalah dengan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan dalam bentuk rapid test COVID-19.

    Rapid test COVID-19 adalah alat untuk menguji antibody SARS-CoV-2, yaitu Immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM), yang terdapat pada sampel darah mengunakan metode Lateral Flow Assay3. Saat sampel darah masuk ke dalam alat rapid test, antibody IgG dan IgM yang terdapat dalam darah akan bereaksi dan menimbulkan warna pada alat tersebut, menandakan bahwa pasien tersebut positif terinfeksi COVID-19. Meskipun demikian rapid test bukanlah alat diagnostik melainkan alat skrining sehingga bila hasil menunjukkan positif harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan swab test.

    Saat ini banyak perusahaan yang sudah bekerja sama dengan beberapa platform telemedicine untuk menyelenggarakan pemeriksaan rapid test COVID-19 baik di kantor ataupun di rumah. Perusahaan dapat mendaftarkan karyawannya dan nantinya akan ditangani oleh tim yang bersangkutan. ProSehat termasuk salah satu aplikasi kesehatan yang menyediakan layanan tersebut.

    Karyawan yang telah terdata untuk dites akan ditindaklanjuti dengan screening awal secara online dan rapid test akan dilakukan di kantor perusahaan atau petugas dapat datang ke rumah karyawan yang bertempat tinggal di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Hasil rapid test tersebut dapat ditindaklanjuti dengan rujukan ke rumah sakit rekanan maupun isolasi mandiri secara terpantau (telemedicine). Jika rapid test karyawan menunjukkan hasil negatif, karyawan akan diberikan edukasi preventif mengenai COVID-19.

    Namun, akibat terbatasanya jumlah tenaga kesehatan, tentunya akan ada pembatasan jumlah rapid test yang disediakan. Selain itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus tetap diterapkan. Oleh karena itu, rapid test yang dilakukan di kantor harus menerapkan jadwal test karyawan, sehingga tidak terjadi penumpukan karyawan di kantor pada hari tes dan dengan demikian, physical distancing tetap dapat dilaksanakan.

    Alat rapid test dapat mendeteksi antibodi karyawan yang terinfeksi COVID-19 dalam waktu empat hari.  Jika test pertama menunjukan hasil negatif, akan dilaksankan tes kedua pada hari ke-14 setelah tes pertama untuk memastikan hasil tes tersebut karena rapid test dapat menimbulkan hasil negatif palsu apabila pasien berada dalam window period infeksi. Jika pasien belum bergejala/asimptomatik dan dalam masih periode inkubasi, IgM atau IgG belum dapat terseteksi oleh rapid test4. Meskipun hal tersebut membuat masyarakat beranggapan bahwa rapid test tidak efektif dan akurat dalam mendeteksi virus Corona. Namun, rapid test merupakan metode yang cukup baik untuk screening awal COVID-19 dan tentunya dapat ditindaklanjuti menggunakan test PCR yang lebih akurat.

    Dengan informasi di atas, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk menyelenggarakan rapid test bagi karyawannya. Selain itu, bagi perusahaan dapat menyediakan hand sanitizer, tempat cuci tangan, serta masker untuk karyawan yang tidak dapat menjalankan work from home. Terlebih lagi, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan suhu badan sebelum memasuki gedung kantor. Untuk Sobat yang masih melaksanakan WFH, jangan lupa untuk terus menerapkan physical distancing, mengenakan masker saat berpergian keluar rumah, dan menjaga kebersihan serta kesehatan diri. Stay safe and healthy!

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Fenyta Christyani

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Harsono, F. (2020). Karyawan Perusahaan Bisa Rapid Test COVID-19 di Rumah, Cek Caranya. Retrieved 25 April 2020, from https://www.liputan6.com/health/read/4236292/karyawan-perusahaan-bisa-rapid-test-covid-19-di-rumah-cek-caranya#
    2. Kompas Media. (2020). Ada Layanan Tes Covid-19 untuk Perusahaan, Ini Cara Daftarnya Halaman all – Kompas.com. Retrieved 25 April 2020, from https://money.kompas.com/read/2020/04/23/163100326/ada-layanan-tes-covid-19-untuk-perusahaan-ini-cara-daftarnya?page=all
    3. Cassaniti, I., Novazzi, F., Giardina, F., Salinaro, F., Sachs, M., & Perlini, S. et al. (2020). Performance of VivaDiag COVID-19 IgM/IgG Rapid Test is inadequate for diagnosis of COVID-19 in acute patients referring to emergency room department. Journal Of Medical Virology. doi: 10.1002/jmv.25800
    4. Kolifarhood, G., Aghaali, M., Saadati, H., Taherpour, N., Rahimi, S., Izadi, N., & Nazar, S. (2020). Epidemiological and Clinical Aspects of COVID-19; a Narrative Review. Archives Of Academic Emergency Medicine8(1), 41.
    5. Al-Muharraqi, M. (2020). Testing recommendation for COVID-19 (SARS-CoV-2) in patients planned for surgery – continuing the service and ‘suppressing’ the pandemic. British Journal Of Oral And Maxillofacial Surgery. doi: 10.1016/j.bjoms.2020.04.014
    Read More
  • Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat apalagi tengah berpuasa. Namun, jangan jadikan bulan puasa alasan untuk […]

    8 Tips Meningkatkan Semangat Work from Home Selama Bulan Ramadan

    Bulan Ramadan yang suci dan penuh berkah telah tiba. Bulan Ramadan merupakan waktu bagi Sobat yang beragama Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Sayangnya, pada tahun ini ibadah puasa dilakukan di rumah sembari work from home. Terkadang bekerja dari rumah membuat sebagian orang menjadi kurang semangat apalagi tengah berpuasa. Namun, jangan jadikan bulan puasa alasan untuk malas-malasan. Berikut 8 tips ampuh supaya Sobat tetap semangat kerja di Bulan Ramadan.

    1. Tidur malam yang cukup

    Terkadang, work from home membuat Sobat lupa akan waktu hingga bekerja sampai larut malam. Namun, perlu disadari betapa pentingnya tidur yang cukup selama Bulan Ramadan. Untuk orang dewasa usia 18-60 tahun, dianjurkan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam1. Selain meningkatkan imun tubuh, tidur yang cukup juga bisa membantu bangun untuk sahur dan meningkatkan semangat kerja selama puasa.

    1. Buat to-do list

    Pekerjaan menumpuk yang membuat patah semangat dapat diselesaikan dengan membuat daftar pekerjaan. Penelitian menunjukkan bahwa membuat to-do list dapat meningkatkan produktivitas3. Sobat dapat membuat daftar pekerjaan ini sessaat setelah sahur dan menuliskan apa saja yang hendak diselesaikan pada hari itu.

    1. Buat ruang sendiri untuk work from home

    Salah satu tantangan dari work from home adalah tidak adanya ruang sendiri, yang membuat konsentrasi buyar saat bekerja. Terlebih saat bulan puasa, emosi jadi mudah meningkat apabila banyak hambatan dalam pekerjaan. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah membuat ruang sendiri untuk kerja, ruang dimana Sobat dapat fokus dan tidak diganggu oleh siapapun sehingga dapat lebih fokus.

    1. Kontrol porsi makan saat sahur dan berbuka

    Akibat menahan lapar dan haus seharian selama bulan Ramadan, terkadang banyak orang “balas dendam” saat berbuka dan sahur. Padahal, makan berlebihan dapat memberi dampat buruk pada kesehatan, yang dapat menurunkan produktivitas saat kerja5. Makanlah dalam porsi cukup.

    1. Olahraga ringan

    Tentunya work from home dan berpuasa membuat menjadi malas bergerak. Namun, tahukah Sobat betapa pentingnya olahraga ringan? Yoga dan stretching dapat membuat lebih fokus, sehat, dan tentunya meningkatkan produktivitas.

    1. Tidur siang

    Tidur siang selama 15-20 menit dapat mengembalikan stamina dan membuat Sobat lebih fokus dalam bekerja.

    1. Jangan melihat jam terus-menerus

    Menyibukkan diri untuk menyelesaikan pekerjaan akan membuat Sobat terhindar dari godaan untuk melirik jam berkali-kali dan menghitung waktu menuju magrib. Beri target untuk diri sendiri, sehingga pada magrib tiba, Sobat dapat berbuka dengan tenang tanpa dihantui deadline.

    1. Berbuka puasa bersama di rumah

    Berbuka bersama di rumah bersama keluarga dapat menjadi bentuk syukur karena sudah berhasil melewati satu hari ibadah puasa. Berbukalah di rumah mengingat social distanding masih sangat diperlukan saat ini. Bagi Sobat yang hidup merantau, jangan khawatir, cobalah berbuka bersama melalui jaringan online melalui fitur video call dengan berbagai aplikasi seperti Skype, Line Call, Google Hangout, dan social media lainnya. Hal ini dapat membuat Sobat semakin semangat bekerja dan menjalankan ibadah puasa pada hari berikutnya.

    Nah, Sobat, sekian tips untuk tetap semangat work from home selama bulan Ramadan. Selamat menjalankan ibadah puasa, dan jangan lupa, tetap semangat!

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Fenyta Christyani

    Daftar Pustaka

    1. Watson, N., Badr, M., Belenky, G., Bliwise, D., Buxton, O., & Buysse, D. et al. (2015). Recommended Amount of Sleep for a Healthy Adult: A Joint Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. SLEEP. doi: 10.5665/sleep.4716
    2. Besedovsky, L., Lange, T., & Haack, M. (2019). The Sleep-Immune Crosstalk in Health and Disease. Physiological Reviews99(3), 1325-1380. doi: 10.1152/physrev.00010.2018
    3. Schrager, S., & Sadowski, E. (2016). Getting More Done: Strategies to Increase Scholarly Productivity. Journal Of Graduate Medical Education8(1), 10-13. doi: 10.4300/jgme-d-15-00165.1
    4. The Jakarta Post. (2020). How to stay productive while working from home. Retrieved 24 April 2020, from https://www.thejakartapost.com/life/2020/03/24/how-to-stay-productive-while-working-from-home.html
    5. Prentice, A. (2001). Overeating: The Health Risks. Obesity Research9(S11), 234S-238S. doi: 10.1038/oby.2001.124
    6. Woodyard, C. (2011). Exploring the therapeutic effects of yoga and its ability to increase quality of life. International Journal Of Yoga4(2), 49. doi: 10.4103/0973-6131.85485
    7. Lovato, N., & Lack, L. (2010). The effects of napping on cognitive functioning. Progress In Brain Research, 155-166. doi: 10.1016/b978-0-444-53702-7.00009-9
    Read More
  • Mencuci tangan adalah salah satu langkah yang efektif untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menimbulkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Cuci tangan dianjurkan dengan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Bila tidak ada, bisa menggunakan hand rub yang berbahan dasar alkohol setidaknya 60%. Cuci tangan  dianjurkan untuk dilakukan sebelum makan, sebelum dan […]

    5 Tips Mencegah Kulit Kering Akibat Sering Mencuci Tangan

    Mencuci tangan adalah salah satu langkah yang efektif untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menimbulkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Cuci tangan dianjurkan dengan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Bila tidak ada, bisa menggunakan hand rub yang berbahan dasar alkohol setidaknya 60%. Cuci tangan  dianjurkan untuk dilakukan sebelum makan, sebelum dan selama mempersiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, dan saat tangan terlihat kotor secara kasat mata. 

    Namun, terlalu sering cuci tangan terkadang bisa menyebabkan kulit tangan menjadi kering, bahkan iritasi hingga luka di area kulit yang tipis seperti pada punggung tangan dan sela-sela jari. Bagian terluar dari kulit kita mengandung kelenjar yang menghasilkan minyak yang dapat berperan sebagai pelindung kulit dan menjaga kelembapan kulit. Lapisan minyak ini bisa hilang bila tercuci dengan sabun. Hal inilah yang membuat kulit tampak kering, kemerahan, gatal, terkupas, dan bahkan sampai terluka. Kondisi kulit yang kering ini akan menjadi lebih parah pada orang-orang yang memiliki kondisi kulit sensitif sebelumnya.

    Untuk mengatasi kulit kering bukan berarti dengan mengurangi cuci tangan, karena cuci tangan dengan benar sangat penting untuk melindungi diri. Cuci tangan dilakukan untuk mencegah penularan berbagai macam infeksi kuman penyakit, termasuk juga dari COVID-19 yang penularannya melalui percik renik. Tangan sering digunakan untuk menyentuh permukaan-permukaan benda yang mungkin sudah terkontaminasi oleh virus, bila tangan menyentuh bagian wajah seperti hidung, mulut, maupun mata (selaput lendir) maka dapat menyebabkan penularan virus yang menyerang saluran pernafasan. 

    cuci tangan bersih

    Berikut adalah tips yang dapat dilakukan agar kulit tangan Sobat tetap sehat dan tidak kering walaupun sering mencuci tangan:

     

    • Gunakan sabun yang bisa melembapkan kulit 

     

    Mencuci tangan dengan sabun jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan air saja karena surfaktan yang terdapat dalam sabun dapat mengangkat kotoran maupun mikroba dari kulit. Menurut penelitian dan rekomendasi dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), tidak ada manfaat kesehatan tambahan bagi konsumen (tidak termasuk untuk professional dan tenaga medis) menggunakan sabun yang mengandung bahan antibakteri dibandingkan dengan menggunakan sabun biasa. Bahan dalam sabun ‘antibakteri’ yang umum, termasuk triklosan, tidak lebih efektif untuk membunuh kuman daripada mencuci tangan dengan sabun biasa dan air selama 20 detik. Bila tangan Sobat termasuk yang mudah kering dan sensitif, pakailah sabun yang bersifat lebih lembut dan dapat menjaga kelembapan kulit tangan Sobat.

     

    • Mencuci tangan dengan lembut 

     

    Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dari telapak tangan, punggung tangan, di antara jari-jari, dan kuku selama 20 detik. Gerakan menyabuni dan menggosok tangan akan menciptakan gesekan yang membantu mengangkat kotoran, minyak, dan mikroba dari kulit. Cucilah tangan dengan tenaga yang lembut, karena gerakan yang terlalu agresif bisa memicu iritasi pada kulit.

     

    • Jangan gunakan air panas

     

    Suhu air sebenarnya tidak berpengaruh banyak untuk menghilangkan mikroba di kulit. Gunakan air dengan suhu yang nyaman untuk mencuci tangan Sobat. Air yang terlalu panas cenderung dapat menyebabkan kulit yang kering dan mudah iritasi.

     

    • Mengeringkan tangan dengan benar

     

    Setelah mencuci tangan, keringkan tangan secara menyeluruh. Kuman lebih mudah menempel pada tangan yang basah. Cukup dengan menepuk-nepukan tisu atau handuk, hindari menggosokan tisu atau handuk secara agresif ke kulit tangan karena dapat menimbulkan luka abrasi mikro ke kulit dan menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif.

     

    • Gunakan krim pelembap

     

    Pada kulit yang cenderung kering dan mudah iritasi, sebaiknya aplikasikan krim pelembap pada tangan. Krim pelembap paling efektif digunakan setelah mencuci tangan karena kerja dari krim pelembap adalah dengan mengunci kelembapan kulit serta mencegah hilangnya air dari lapisan kulit.

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. When and How to Wash Your Hands | Handwashing | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html
    2. COVID-19: How to care for dry hands after washing them so much – UCLA Health – Los Angeles, CA [Internet]. Available from: https://www.uclahealth.org/covid-19-how-to-care-for-dry-hands-after-washing-them-so-much
    3. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    4. Yu JJ, Manus MB, Mueller O, Windsor SC, Horvath JE, Nunn CL. Antibacterial soap use impacts skin microbial communities in rural Madagascar. PLOS ONE. 2018 Aug 20;13(8):e0199899. 
    5. 7 Tips to Keep Your Skin Healthy While Washing Your Hands Often [Internet]. Healthline. Available from: https://www.healthline.com/health-news/how-to-keep-your-skin-healthy-while-washing-your-hands-often
    Read More
  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 saat ini sudah ditetapkan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit ini, maka pemerintah menghimbau agar masyarakat melakukan physical distancing, yaitu dengan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Beruntungnya saat ini kita […]

    Tips Aman dari Corona Saat Belanja Online

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 saat ini sudah ditetapkan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit ini, maka pemerintah menghimbau agar masyarakat melakukan physical distancing, yaitu dengan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Beruntungnya saat ini kita sudah dimudahkan dengan belanja online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita, seperti memesan makanan dari restoran favorit Sobat dengan bantuan kurir serta barang-barang lainnya dari situs jual beli online.

    Penularan virus ini terjadi melalui percik renik yang keluar saat penderita batuk dan bersin. Percikan ini bisa terkena pada permukaan benda maupun langsung ke orang lain. Seseorang dapat tertular bila memegang permukaan ini, lalu memegang area mata, hidung, maupun mulut. Penularan juga dapat terjadi bila seseorang menghirup percik renik tersebut dari pasien COVID-19 yang sedang batuk atau bersin. Sehingga penting untuk menjaga jarak minimal 1 meter dari orang yang sedang sakit.

    Menurut penelitian, virus dapat bertahan hidup di permukaan benda dalam hitungan jam bahkan hingga hari tergantung tipe permukaan, suhu, dan kelembapan lingkungan tertentu. Virus akan bertahan lebih singkat pada suhu dan kelembapan yang tinggi. Pada permukaan plastik dan stainless steel, virus dapat bertahan hingga 3 hari, sedangkan pada permukaan kardus virus bisa bertahan hidup hingga 24 jam. Kemungkinan pasien yang terinfeksi COVID-19 untuk mengkontaminasi barang-barang komersial sebenarnya tergolong cukup rendah dan risiko untuk tertular virus dari menerima suatu paket yang telah melalui berbagai kondisi serta suhu juga tergolong rendah.

    Kemungkinan penularan virus melalui makanan (foodborne) juga diperkirakan tidak memungkinkan. Virus corona tidak seperti virus yang dapat menular melalui makanan seperti norovirus atau virus hepatitis A yang dapat membuat seseorang sakit bila makan makanan yang sudah terkontaminasi.  SARS-CoV-2 merupakan virus yang menyerang saluran pernafasan. Karena penularan virus melalui percik renik saat batuk dan pilek, maka cara untuk melindungi diri dari virus yang terbukti paling efektif adalah rajin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, bila tidak ada sabun bisa menggunakan hand rub berbahan dasar alkohol. Menjaga jarak setidaknya 1 meter dari orang lain. Tidak memegang bagian mata, hidung maupun mulut karena tangan kita memegang banyak barang sehari-harinya yang dapat terkontaminasi dengan virus. Serta mengetahui etika batuk dan bersin yang benar yaitu dengan menutup bagian mulut dan hidung dengan tisu maupun bagian dalam siku, segera buang tisu dan cuci tangan.

    Setelah mengetahui cara penularan dan cara melindungi diri dari virus ini, Sobat sebetulnya tidak perlu khawatir berlebihan untuk belanja online, asalkan Sobat dapat disiplin menjaga kebersihan. Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko tertular virus saat belanja online:

    • Untuk pemesanan makanan, pilihlah restoran yang terpercaya dan terbukti kebersihannya sehingga dapat mempersiapkan makanan dengan prosedur yang higienis dan menerapkan prinsip pencegahan penularan virus pada pekerjanya. Sampai di rumah, pindahkan makanan ke piring atau mangkuk yang bersih, membuang kemasan makanan ke tempat sampah, dan pastikan untuk mencuci tangan dengan air dan sabun.
    • Mengurangi kontak dengan kurir pengantar barang, mintalah kurir untuk meninggalkan pesanan di tempat yang dirasa memungkinkan.
    • Kemasan produk komersil dapat dibuka di luar rumah dan dibuang ke tempat sampah. Pastikan untuk mencuci tangan setelah itu dengan menggunakan air mengalir dan sabun.
    • Rutin membersihkan permukaan yang sering tersentuh dengan menggunakan disinfektan, seperti meja, telepon genggam, keyboard, mouse komputer, dan gagang pintu.

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Advice for public [Internet]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    2. Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. Available from: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
    3. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
    4. van Doremalen N, Bushmaker T, Morris DH, Holbrook MG, Gamble A, Williamson BN, et al. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. New England Journal of Medicine. 2020 Mar 17;0(0):null.
    5. Nutrition C for FS and A. Food Safety and the Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). FDA [Internet]. Available from: https://www.fda.gov/food/food-safety-during-emergencies/food-safety-and-coronavirus-disease-2019-covid-19

     

    Read More
  • Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2. Penyakit ini ditularkan melalui droplets yaitu percik renik yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, namun bisa juga menular melalui udara (airborne) jika ada tindakan medis yang memicu terjadinya aerosol seperti nebulisasi, bronkoskopi, pemasangan intubasi, dan lain-lain. Individu yang […]

    Perhatikan Cara Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Benar

    Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2. Penyakit ini ditularkan melalui droplets yaitu percik renik yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, namun bisa juga menular melalui udara (airborne) jika ada tindakan medis yang memicu terjadinya aerosol seperti nebulisasi, bronkoskopi, pemasangan intubasi, dan lain-lain. Individu yang paling berisiko terinfeksi adalah orang yang mengalami kontak erat dengan pasien COVID-19 atau petugas kesehatan yang merawat pasien. Sehingga setiap petugas kesehatan harus melindungi diri dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan tepat yaitu tepat dalam pemilihan jenis APD yang sesuai, cara pemakaian, cara pelepasan, dan cara pembuangan atau pencucian APD tersebut.

    APD bertindak sebagai penghalang antara bahan infeksius dengan kulit, mulut, hidung, atau mata (selaput lendir). Berikut adalah jenis APD yang direkomendasikan untuk disediakan dalam penanganan COVID-19:

    1. Masker bedah, masker ini terdiri dari 3 lapisan material sebagai penghalang fisik antara mulut dan hidung pengguna dengan kontaminan potensial di lingkungan.
    2. Masker N95, masker ini dirancang dengan segel ketat di sekitar hidung dan mulut untuk menyaring hampir 95% partikel yang lebih kecil <0,3 mikron. Masker ini dapat menurunkan paparan kontaminasi melalui
    3. Pelindung wajah, pelindung wajah umumnya terbuat dari plastik jernih transparan yang dapat menutupi hingga dagu. Pelindung ini digunakan sebagai proteksi ganda bagi tenaga kesehatan dari percikan infeksius pasien saat melakukan perawatan.
    4. Pelindung mata (goggles), pelindung mata ini menutup bagian mata yang merupakan mukosa dengan erat agar terhindar dari cipratan. Goggles digunakan pada saat tertentu seperti aktivitas yang kemungkinan risiko terciprat/tersembur besar, khususnya prosedur yang dapat menghasilkan aerosol.
    5. Gaun, gaun adalah pelindung lengan dan area tubuh yang lebih luas untuk tenaga kesehatan selama prosedur dan kegiatan perawatan pasien.
    6. Celemek (apron), celemek digunakan di luar gaun untuk menghindari penetrasi cairan infeksius.
    7. Sarung tangan, sarung tangan yang biasa digunakan terbuat dari bahan lateks karet, digunakan oleh tenaga kesehatan dari kontak cairan infeksius pasien.
    8. Pelindung kepala, pelindung kepala digunakan untuk menutupi bagian rambut, biasa penutup kepala ini digunakan sekali pakai saja.
    9. Sepatu pelindung, sepatu pelindung terbuat dari karet atau bahan tahan air, sepatu harus menutup seluruh kaki bahkan bisa sampai betis apabila gaun yang digunakan tidak mampu menutup sampai ke bawah.1

    Penggunaan APD digunakan dengan tepat sesuai dengan indikasi pemakaian berdasarkan risiko terpapar dan dinamika transmisinya. APD digunakan oleh orang berisiko terpajan dengan pasien atau material infeksius seperti tenaga kesehatan, petugas kebersihan, petugas instalasi sterilisasi, petugas laundry, dan petugas ambulans. Dinamika transmisi juga perlu diperhatikan pada tindakan yang dapat memicu penularan secara airborne harus menggunakan masker N95.

    GUNAKAN APD DENGAN TEPAT

    Cara memakai, melepas, dan mengumpulkan (disposal) dari APD juga harus tepat. Langkah-langkahnya:
    1. Sebelum memakai APD, pastikan untuk melepas semua barang dan perhiasan. Pakailah baju scrub dan sepatu bot, masuk ke area bersih di titik masuk unit isolasi. Pastikan semua ukuran APD sudah benar dan kualitasnya sesuai.

    1. Lakukan prosedur pemakaian APD di bawah panduan dan pengawasan petugas terlatih.
    2. Terapkan kebersihan tangan dengan mencuci tangan dibawah air bersih dan menggunakan sabun. Pakailah sarung tangan setelah itu baru gunakan gaun.

    4.Gunakan masker wajah serta pelindung wajah atau kacamata pelindung.
    5. Pakailah penutup kepala dan leher, setelah itu gunakan celemek.

    1. Terakhir, gunakan sarung tangan kedua.

    PERHATIKAN CARA MELEPAS APD

    Ingatlah untuk selalu melepaskan APD di bawah panduan dan pengawasan petugas terlatih. Pastikan juga tersedia tempat sampah infeksius (plastik warna kuning) karena pembuangan APD harus terpisah. APD yang dipakai ulang juga dipisahkan ke tempat linen infeksius dan dilakukan pencucian sesuai ketentuan.

    Langkahnya:
    1. Lepaskan apron dengan tubuh condong ke depan dan hati-hati menghindari kontaminasi tangan, apron yang sekali pakai dirobek pada bagian leher dan gulung ke depan.

    1. Terapkan kebersihan tangan pada tangan yang bersarung. Lepaskan sarung tangan luar dan buang dengan aman.
    2. Lepaskan penutup kepala dan leher dengan menghindari kontaminasi wajah dari bagian belakang ke depan, lalu buang secara aman dan kembali terapkan kebersihan tangan pada tangan yang bersarung.
    3. Lepaskan gaun dengan melepaskan ikatan terlebih dahulu, kemudian tarik dari belakang ke depan serta menggulungnya dari dalam ke luar dan dibuang dengan aman, setelah itu kembali terapkan kebersihan tangan kembali pada tangan yang bersarung.
    4. Lepaskan pelindung mata dengan menarik tali dari belakang dan melakukan kebersihan tangan.
    5. Lepaskan masker dari belakang kepala dan buang dengan aman, dilanjutkan dengan kebersihan tangan.
    6. Lepaskan sepatu karet tanpa menyentuhnya dan tetap lakukan kebersihan tangan.
    7. Lepaskan sarung tangan bagian dalam secara hati-hati dengan teknik yang tepat yaitu digulung keluar pertama pada tangan kanan, pegang sarung tangan yang sudah terlepas dengan tangan kiri lalu lepaskan sarung tangan kiri membungkus sarung tangan kanan dan buang dengan aman, dilanjutkan dengan melakukan kebersihan tangan kembali.

    Itulah serangkaian cara penggunaan dan melepaskan APD dengan tepat yang perlu Sobat ketahui, terutama bagi Anda yang memang membutuhkannya karena tuntutan profesi. Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Alat Pelindung Diri dalam Menghadapi Wabah COVID-19. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat; 2020.
    2. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Kementerian Kesehatan RI; 2020.
    Read More
  • PSBB Ditetapkan Pemerintah Setelah Social Distancing, Apa Itu PSBB?

    Sebagai upaya mencegah penyebaran SARS-CoV-2 yang menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang semakin tinggi di Indonesia, pemeritah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penangan virus corona. Selain itu Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan, Agus Putranto juga menerbitkan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar. Dalam peraturan tersebut, Menkes berwenang untuk menetapkan PSBB di suatu wilayah berdasarkan permohonan gubernur/bupati/wali kota setempat.

    PSBB bersifat lebih ketat daripada social distancing karena diikat oleh peraturan, sehingga bukan lagi sekedar himbauan. Dengan terbitnya peraturan ini, aparat hukum dapat menindak masyarakat yang tidak mematuhi peraturan. Untuk dapat ditetapkan PBSS, suatu wilayah provinsi/kabupaten/kota harus memenuhi kriteria adalnya peningkatan jumlah kasus atau jumlah kematian akibat penyakit serta menyebar secara signifikan ke beberapa wilayah serta adanya kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah atau negara lain. Dalam bab tiga pelaksanaan PSBB, Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, Pasal 13, meliputi:

    1. Peliburan sekolah dan tempat kerja

    Peliburan sekolah dan tempat kerja dikecualikan bagi kantor atau instansi strategis yang memberikan pelayanan terkait pertahanan dan keamanan, ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya.

    1. Pembatasan kegiatan keagamaan

    Pembatasan kegiatan keagamaan dilaksanakan dalam bentuk kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah dan dihadiri keluarga terbatas, dengan menjaga jarak setiap orang. Hal ini dilaksanakan dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan dan fatwa atau pandangan lembaga keagamaan resmi yang diakui oleh pemerintah.

    1. Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya,

    Pembatasan tempat atau fasilitas umum dikecualikan untuk toko atau tempat yang menjual barang kebutuhan pokok, obat-obatan, dan peralatan medis, tempat pelayanan kesehatan, dan tempat untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk termasuk kegiatan olahraga. Serta terdapat pelarangan untuk kerumunan orang dalam kegiatan sosial dan budaya yang berpedoman pada pandangan lembaga adat resmi yang diakui pemerintah dan peraturan perundang-undangan.

    1. Pembatasan moda transportasi

    Pembatasan moda transportasi dikecualikan untuk moda transportasi penumpang baik umum atau pribadi dengan memerhatikan jumlah penumpang dan menjaga jarak antar penumpang, serta moda transportasi barang untuk pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

    1. Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan.

    Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan ini dikecualikan untuk kegiatan aspek pertahanan dan keamanan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, dan melindungi bangsa dari ancaman dan gangguan, serta mewujudkan kemanan dan ketertiban masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang serta berpedoman kepada protokol dan peraturan perundang-undangan.

    PSBB tentunya akan berdampak pada kegiatan sehari-hari masyarakat dengan adanya penguatan peraturan-peraturan kegiatan penduduk. Pembatasan ini tentunya dilakukan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat di tingkat nasional dan daerah. Serta untuk mengurangi penularan COVID-19, setiap individu memiliki peranannya masing-masing dengan menjaga jarak setidaknya satu meter saat sedang berinteraksi dengan orang lain serta menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan, cukup menyapa dengan lambaian tangan, anggukan kepala atau membungkuk. Ingatlah untuk selalu melakukan pola hidup yang bersih dan sehat yaitu rutin mencuci tangan dengan air dan sabun minimal selama 20 detik, hindari memegang area wajah, serta melakukan etika batuk dan bersin yang benar yaitu dengan menutup bagian hidung dan mulut dengan tisu atau bagian dalam lipat siku.

    Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Tim detikcom . Permenkes Pedoman PSBB Terbit, Ini Isi Selengkapnya [Internet]. detiknews. Available from: https://news.detik.com/berita/d-4965472/permenkes-pedoman-psbb-terbit-ini-isi-selengkapnya
    2. Mahardhika A. PSBB Lebih Ketat dari Social Distancing, Ini Artinya [Internet]. detikHealth. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4966113/psbb-lebih-ketat-dari-social-distancing-ini-artinya
    3. 6 Poin Penting PSBB pada Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 untuk Cegah Corona [Internet].Available from: https://www.kompas.tv/article/74705/6-poin-penting-psbb-pada-permenkes-nomor-9-tahun-2020-untuk-cegah-corona?page=2
    4. Advice for public [Internet].Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    5. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja