Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 21–30 of 551 results

  • Setiap kali anak akan mengikuti operasi yang membutuhkan anestesi atau dibius, orang tua pastinya memiliki berbagai pertanyaan tentang risiko yang mungkin terjadi, terutama ketika anak itu adalah bayi atau balita. Oleh karena itu, yuk kita bahas berbagai pertanyaan yang sering diajukan tentang keamanan anestesi (bius). Apakah anestesi atau dibius itu aman untuk anak saya? Anestesi […]

    Amankah Bayi dan Anak Dibius?

    Setiap kali anak akan mengikuti operasi yang membutuhkan anestesi atau dibius, orang tua pastinya memiliki berbagai pertanyaan tentang risiko yang mungkin terjadi, terutama ketika anak itu adalah bayi atau balita. Oleh karena itu, yuk kita bahas berbagai pertanyaan yang sering diajukan tentang keamanan anestesi (bius).

    • Apakah anestesi atau dibius itu aman untuk anak saya?

    Anestesi atau pembiusan pada anak relatif aman. Dokter anestesi akan memastikan anak, bahkan bayi berusia beberapa jam sekalipun, dapat menjalani operasi yang diperlukan untuk menyelamatkan hidupnya. Seperti semua tindakan medis lainnya, anestesi atau pembiusan pada anak juga memiliki risiko, seperti juga pada dewasa. Teknik anestesi pada anak sedikit berbeda dibandingkan dengan pada dewasa.1,2

    • Ketika bayi atau anak–anak dibius, apakah hal tersebut mempengaruhi perkembangan otak anak?

    Para ilmuwan terus menyelidiki efek anestesi pada perkembangan otak hewan selama lebih dari 20 tahun. Pada hewan yang dibius dalam jangka waktu panjang atau berulang mungkin mengalami masalah dengan belajar dan perilaku kemudian hari, namun jika pemberian bius hanya satu kali yang diberikan secara hati–hati, belum pernah ditemukan masalah pada anak. Selama beberapa tahun terakhir, banyak penelitian yang telah dilakukan untuk lebih memahami risiko dan aspek keamanan dari anestesi (bius) umum pada anak.1,3

    • Apa yang dapat keluarga lakukan ketika anak membutuhkan operasi?

    Orang tua tentu harus mendiskusikan semua risiko dan manfaat dari operasi atau prosedur yang akan dilakukan pada anak dengan dokter spesialis anak. Tanyakan tentang waktu, jika tidak ada risiko terkait dengan menjalani operasi (misalnya keadaan mengancam jiwa atau keadaan darurat), maka dapat dipertimbangkan dengan dokter anak untuk menunda operasi hingga anak berusia lebih dari 3 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa efek samping anestesi (bius) pada otak menurun seiring bertambahnya usia.

    Orang tua tentunya harus juga berkonsultasi dengan dokter anestesi. Dokter anestesi akan menggunakan obat yang paling tidak berbahaya bagi anak, untuk menghindari masalah dan untuk menyesuaikan jumlah obat anestesi (bius) yang diberikan kepada anak berdasarkan usia, berat badan, jenis kelamin, dan juga obat lain yang sedang dikonsumsi oleh anak.1,4

    • Bagaimana cara dokter anestesi menjaga agar anak saya tetap aman saat dibius?

    Dokter anestesi akan secara hati–hati memberikan obat bius untuk membantu anak tertidur dan tetap aman dan nyaman. Saat dibius, anak akan memiliki reaksi berbeda terhadap anestesi dibandingkan dewasa. Dokter anestesi akan memantau denyut jantung, tekanan darah, pernapasan serta kadar oksigen, serta menyesuaikan obat sesuai kebutuhan anak. Dokter akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menjaga tanda–tanda vital anak stabil dan bebas dari rasa sakit.

    • Apa saja teknik bius yang dapat dilakukan pada anak?

    Terdapat beberapa prosedur yang dapat digunakan, yaitu:

    • Anestesi umum, yaitu anak akan dibuat “tertidur”, merupakan pilihan yang paling sering digunakan saat operasi.
    • Anestesi regional, yaitu jenis bius yang digunakan untuk membuat satu area besar dari tubuh mati rasa.
    • Anestesi lokal, yaitu teknik anestesi hanya satu bagian kecil dari tubuh yang dibuat mati rasa.
    • Apakah obat yang digunakan untuk anestesi (bius) lebih aman daripada obat lainnya?

    Semua obat yang digunakan untuk anestesi atau bius telah terbukti memengaruhi perkembangan otak normal pada hewan jika diberikan berulang kali atau dalam jangka waktu yang lama. Jenis anestesi dengan obat tertentu seperti opioid, clonidine dan dexmedetomidine mungkin tidak menimbulkan efek pada otak yang sama terhadap hewan, namun obat ini terkadang tidak sesuai untuk semua pasien atau beberapa prosedur. Saat ini para peneliti terus mengembangkan pilihan obat baru yang bebas dari efek samping.

    Jika Anda memiliki pertanyaan lagi tentang anestesi atau bius, silakan berkonsultasi dengan dokter anestesi sebelum hari tindakan. Semoga membantu.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Anesthesia Safety for Infants nad Toddlers : Parent FAQs – healthychildren.org/English/health-issues/conditions/treatments/Pages/Anesthesia-Safety-Infants-Toddlers-Parent-FAQs.aspx, diakses pada tanggal 7-12-2018
    2. A Practice of Anesthesia for Infants and Children, 5th – journals.lww.com/anesthesia-analgesia/FullText/2013/11000/A_Practice_of_Anesthesia_for_Infants_and_Children,.42.aspx, diakses pada tanggal 7-12-2018
    3. Anesthesia Safe for Infants, Toddlers, Study Says – webmd.com/parenting/baby/news/20160607/anesthesia-safe-for-infants-toddlers-study-says, diaskes pada tanggal 7-12-2018
    4. Is Anesthesia Safe for Your Child – health.clevelandclinic.org/is-anesthesia-safe-for-children/, diakses pada tanggal 7-12-2018
    5. Anesthesia – What to expect – kidshealth.org/en/parents/anesthesia.html, diakses pada tanggal 7-12-2018
    Read More
  • Pada zaman sekarang, Anda pasti sudah sering mendengar tentang obat anestesi untuk operasi dan tidak menimbulkan nyeri saat melahirkan. Namun apakah melahirkan tanpa rasa nyeri memungkinkan? Apakah yang menyebabkan nyeri pada saat melahirkan? Nyeri saat persalinan disebabkan oleh kontraksi otot–otot rahim dan tekanan pada serviks. Rasa sakit ini bisa dirasakan sebagai kram yang kuat pada […]

    Melahirkan Tidak Harus Nyeri, Ini Caranya!

    Pada zaman sekarang, Anda pasti sudah sering mendengar tentang obat anestesi untuk operasi dan tidak menimbulkan nyeri saat melahirkan. Namun apakah melahirkan tanpa rasa nyeri memungkinkan?

    • Apakah yang menyebabkan nyeri pada saat melahirkan?

    Nyeri saat persalinan disebabkan oleh kontraksi otot–otot rahim dan tekanan pada serviks. Rasa sakit ini bisa dirasakan sebagai kram yang kuat pada perut, selangkangan dan punggung sehingga menimbulkan nyeri. Beberapa wanita juga mengalami nyeri pada bagian paha. Penyebab nyeri lainnya termasuk akibat tekanan kandung kemih dan usus oleh kepala bayi dan peregangan jalan lahir dan vagina.
    Nyeri pada persalinan tentu berbeda untuk setiap wanita. Bahkan rasa nyeri pun dapat bervariasi dari wanita ke wanita bahkan dari kehamilan ke kehamilan.1,2

    • Apa yang dapat dipersiapkan sebelum melahirkan?

    Untuk membantu mengurangi rasa sakit selama melahirkan, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan sebelum atau selama kehamilan:

    • Olahraga secara teratur dan sesuai dengan keadaan tubuh dapat membantu memperkuat otot– otot Bunda dan mempersiapkan tubuh selama stres persalinan. Olahraga juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, yang nantinya akan berguna jika waktu persalinan lebih lama. Hal yang penting diingat adalah jangan berlebihan saat berolahraga. Bicarakan dengan dokter Anda tentang apa yang dapat digunakan sebagai rencana olahraga Bunda.
    • Jika mengikuti kelas persalinan, Bunda akan diajarkan tentang teknik–teknik yang dapat digunakan untuk menangani nyeri. Teknik yang paling umum yaitu teknik Lamaze dan metode Bradley.
      • Teknik Lamaze adalah teknik yang berpedoman pada filosofi bahwa melahirkan adalah proses yang normal, alami dan sehat, dan perempuan harus mengetahui hal tersebut. Kelas Yamaze mendidik wanita tentang cara mengurangi persepsi mereka tentang rasa sakit, melalui teknik relaksasi, latihan pernapasan, pengalih perhatian dan juga melalui teknik pijatan oleh trainer yang terlatih. Lamaze mengambil posisi netral terhadap obat nyeri, dan mendorong para wanita untuk membuat keputusan tentang apakah hal tersebut tepat untuk mereka.
      • Metode Bradley (atau disebut juga kelahiran dengan suami terlatih) menekankan pada pendekatan alami untuk kelahiran dan partisipasi aktif dari ayah bayi sebagai pelatih kelahiran. Tujuan utama dari metode ini adalah menghindari obat-obatan kecuali sangat diperlukan. Metode Bradley juga berfokus pada nutrisi yang baik dan olahraga selama kehamilan, relaksasi dan teknik pernapasan dalam mengatasi persalinan. Meskipun kelas metode Bradley mendukung pengalaman kelahiran yang bebas dari obat-obatan, para trainer juga tetap mendiskusikan komplikasi maupun situasi yang tidak diharapkan, seperti bedah sesar darurat.1,3
    • Apa saja cara mengurangi nyeri saat bersalin tanpa menggunakan obat–obatan anestesi?

    Hal yang dapat Bunda lakukan adalah termasuk:

    • Hipnotis
    • Yoga
    • Meditasi
    • Berjalan
    • Pijat
    • Mengubah posisi
    • Mandi atau shower
    • Mendengarkan musik
    • Mengalihkan perhatian dengan menghitung atau melakukan aktivitas yang dapat membuat Bunda sibuk. 1

     

    • Jika ingin menggunakan obat–obatan, pilihan apa saja yang tersedia?

    Berbagai obat nyeri dapat digunakan selama persalinan, tergantung pada situasi. Banyak wanita bergantung pada obat–obatan tersebut, dan hal tersebut sangat melegakan ketika rasa sakit cepat berkurang dan energi dapat difokuskan untuk melewati kontraksi. Diskusikan dengan dokter Bunda perihal risiko dan manfaat dari setiap jenis obat. Berikut pilihan obat yang dapat dipertimbangkan:

    • Obat ini meredakan rasa nyeri namun tidak sepenuhnya mati rasa. Obat ini tidak memengaruhi sensasi atau gerakan otot. Obat–obatan jenis ini dapat menyebabkan efek samping pada ibu, termasuk mengantuk dan mual. Obat jenis tersebut memiliki efek pada bayi.
    • Anestesi regional. Obat jenis ini termasuk jenis yang umumnya terpikirkan saat berbicara tentang obat nyeri selama persalinan. Dengan menghalangi rasa nyeri dari bagian tubuh yang spesifik, metode ini dapat digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri, baik pada persalinan normal maupun operasi.

    Epidural adalah suatu bentuk anestesi lokal yang digunakan untuk menghilangkan sebagian besar rasa nyeri dari seluruh tubuh di bawah pusar, termasuk vagina selama persalinan dan melahirkan. Cara pemberian anestesi jenis ini melibatkan dokter ahli anestesi melalui jarum tipis yang dimasukkan ke punggung bawah wanita. Obat ini sangat sedikit mencapai bayi, jadi biasanya tidak ada efek pada bayi dari metode obat tersebut. Namun bukan berarti tidak ada efek sampingnya. Epidural dapat menyebabkan tekanan darah menurun dan sulit buang air kecil setelahnya. Dapat juga menimbulkan gatal, mual dan sakit kepala pada ibu.1,4,5

    Setelah kita membahas mengenai pilihan obat–obatan anestesi yang dapat digunakan, sekarang Bunda sudah tahu pilihan apa saja yang tersedia. Diskusikan lebih lanjut pada dokter anestesi jika Anda ingin memahaminya lebih lanjut.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Dealing With Pain During Childbirth – kidshealth.org/en/parents/childbirth-pain.html, diakses pada tanggal 6-12-2018.
    2. 10 Ways to Make Labor Less Painful – cosmopolitan.com/health-fitness/a49152/how-to-make-labor-less-painful/, diakses pada tanggal 6-12-2018.
    3. Is Painless Birth Possible? – naturalbirthandbabycare.com/painless-birth-possible/, diakses pada tanggal 6-12-2018
    4. Natural Childbirth Doesn’t have To Be A Painful Delivery – health4mom.org/natural-childbirth-doesnt-have-to-be-painful, diakses pada tanggal 6-12-2018
    5. Six ways to manage pain in labour – theguardian.com/lifeandstyle/2012/apr/30/six-ways-to-manage-pain-in-labour, diakses pada tanggal 6-12-2018
    Read More
  • Anda pernah menjalani proses pembiusan di rumah sakit? Mungkin hampir setiap orang di dalam hidupnya pernah menjalani proses bius, baik ketika akan dilakukan tindakan medis yang ringan, seperti dijahit, maupun tindakan medis yang cukup kompleks seperti operasi dan proses persalinan. Kata bius atau anestesi, berasal dari bahasa Yunani, dimana “an” berarti “tanpa” dan “aesthesis” berarti […]

    4 Mitos dan Fakta Terkait Bius/Anestesi

    Anda pernah menjalani proses pembiusan di rumah sakit? Mungkin hampir setiap orang di dalam hidupnya pernah menjalani proses bius, baik ketika akan dilakukan tindakan medis yang ringan, seperti dijahit, maupun tindakan medis yang cukup kompleks seperti operasi dan proses persalinan. Kata bius atau anestesi, berasal dari bahasa Yunani, dimana “an” berarti “tanpa” dan “aesthesis” berarti “sensasi atau rasa”. Bius merupakan salah satu proses yang bertujuan untuk menghilangkan secara sementara sensasi atau kewaspadaan pasien untuk tujuan medis. Ketika dibius, pasien dapat mengalami satu atau lebih kondisi, seperti tidak dapat merasakan rasa nyeri (analgesia), otot tidak dapat bergerak (paralisis), amnesia, kehilangan kesadaran selama periode waktu tertentu. Sampai saat ini, banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat berkaitan dengan proses bius sehingga banyak orang yang masih merasa khawatir untuk dibius. Yuk, Sahabat, coba kita bahas fakta dibalik mitos yang beredar mengenai proses bius!

    MITOS 1: SETIAP ORANG YANG DIBIUS PASTI AKAN KEHILANGAN KESADARANNYA

    Pernyataan ini adalah salah. Proses bius memang dapat menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran. Namun, teknik pembiusan sendiri bervariasi dan tidak semua teknik akan menyebabkan kehilangan kesadaran. Terdapat 3 kelompok besar teknik bius berdasarkan bagian tubuh yang dipengaruhi oleh obat bius, yaitu bius total, bius lokal, dan bius regional.

    Pada bius total, obat bius yang digunakan akan memengaruhi seluruh tubuh sehingga pasien akan kehilangan kesadaran dan tidak dapat bergerak.  Sedangkan pada bius lokal dan regional, obat bius hanya akan memengaruhi  bagian tubuh tertentu saja, sehingga pasien tidak kehilangan kesadarannya. Bius lokal digunakan apabila bagian tubuh yang akan dioperasi tidak terlalu luas, seperti pada operasi gigi dan operasi katarak. Sedangkan bius regional digunakan untuk area tubuh yang lebih luas, seperti pada operasi patah tulang, proses persalinan, atau pada operasi caesar.

     

    MITOS 2: KETIKA SUDAH DIBIUS TOTAL, ADA KEMUNGKINAN PASIEN AKAN “BANGUN” DI TENGAH OPERASI.

    Pernyataan ini adalah benar. Walaupun sudah dibius total, kesadaran pasien dapat kembali di tengah operasi yang berjalan, hal ini disebut awareness with recall (AWR). Namun, Sahabat tidak perlu khawatir karena hal ini sangat jarang terjadi, hanya terjadi pada 0,15% populasi dunia. AWR merupakan pengalaman dan ingatan yang tidak dikehendaki berkaitan dengan proses operasi yang sedang atau telah dijalani. Hal ini bukan berarti kesadaran pasien pulih sepenuhnya di tengah operasi yang berjalan. AWR hanya dapat diketahui setelah selesai operasi berdasarkan laporan dari pasien yang bersangkutan. Pengalaman AWR ini dirasakan berbeda pada setiap orang, di mana dilaporkan 48% dapat mengingat suara yang terjadi pada saat operasi, 48% lainnya merasa kesulitan bernapas, dan 28% merasakan sensasi nyeri. Kejadian AWR cenderung lebih besar pada anak, kasus kebidanan, trauma, dan operasi jantung. Dokter anestesi biasanya memberikan obat yang bersifat amnestik pada malam sebelum operasi untuk mencegah terjadinya AWR, terutama pada kasus yang berisiko tinggi.

     

    MITOS 3: TEKNIK BIUS REGIONAL (SPINAL DAN EPIDURAL) MENYEBABKAN NYERI PUNGGUNG YANG PERMANEN

    Pernyataan ini adalah salah. Teknik bius spinal dan epidural merupakan bagian dari bius regional di mana obat bius disuntikkan ke dalam lapisan saraf di tulang belakang. Mitos mengatakan bahwa teknik bius tersebut menyebabkan nyeri punggung yang permanen. Perlu diketahui bahwa nyeri punggung setelah operasi dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti posisi tubuh saat operasi, perburukan dari kondisi medis yang telah ada, atau luka akibat suntikkan obat bius. Nyeri punggung yang disebabkan oleh luka pada tempat penyuntikan obat bius terjadi pada 25% pasien, namun umumnya nyeri punggung ini tidak bersifat permanen. Nyeri punggung pada tempat penyuntikan obat bius merupakan kondisi yang dapat sembuh tanpa pengobatan dalam 7 hari. Apabila nyeri punggung tidak hilang dalam waktu yang cukup lama, maka perlu dikaji ulang penyebab lainnya dan perlu dikonsultasikan kepada dokter yang terkait.

     

    MITOS 4: PENGGUNAAN BIUS REGIONAL PADA OPERASI CAESAR DAPAT MEMPENGARUHI BAYI.

    Pernyataan ini adalah salah. Pertama, pada seluruh operasi yang melibatkan ibu hamil, obat bius yang digunakan relatif aman untuk ibu maupun janin. Kedua, pada bius regional, obat bius yang disuntikkan ke dalam lapisan saraf di tulang belakang ibu memiliki kemampuan minimal untuk menembus plasenta, sehingga aman untuk janin yang dikandung. Selain itu, obat tersebut juga tidak mengganggu kontraksi rahim pasca persalinan, sehingga tidak memicu terjadinya perdarahan.

     

    Nah, sudah cukup jelas bukan, masalah seputar mitos bius. Untuk informasi lebih jelas, Anda dapat berkonsultasi atau mempercayakannya dengan Dokter Spesialis Anestesi pilihan Anda.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Anesthesia [Internet]. [dikutip 4 Desember 2018]. Tersedia pada: nigms.nih.gov/education/pages/factsheet_Anesthesia.aspx
    2. What is Anesthesia? [Internet]. [dikutip 4 Desember 2018]. Tersedia pada: anzca.edu.au/patients/what-is-anaesthesia
    3. Duke JC, Keech BM. Duke’s Anesthesia Secrets. 5th Philadelphia: Elsevier Saunders; 2016.
    4. Chung HS. Awareness and recall during general anesthesia. Korean J Anesthesiol. 2014;66(5): 339–45.
    5. Rafique MK, Taqi A. The causes, prevention and management of post spinal backache: An overview. Anaesth, pain, & intensive care. 2011;15(1):65–9.
    Read More
  • Saat ini Sobat pasti sudah sering mendengar tentang operasi dan anestesi yang dilakukan sebelum suatu operasi dimulai. Namun apakah yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita saat anestesi? Mari kita bahas dalam artikel ini. Bagaimana cara kerja dari anestesi (bius) di dalam tubuh? Anestesi umum bekerja dengan mengganggu sinyal saraf di otak dan tubuh Sobat. Anestesi […]

    Apa itu Anestesi atau Bius?

    Saat ini Sobat pasti sudah sering mendengar tentang operasi dan anestesi yang dilakukan sebelum suatu operasi dimulai. Namun apakah yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita saat anestesi? Mari kita bahas dalam artikel ini.

    • Bagaimana cara kerja dari anestesi (bius) di dalam tubuh?

    Anestesi umum bekerja dengan mengganggu sinyal saraf di otak dan tubuh Sobat. Anestesi mencegah otak untuk memproses rasa sakit dan mengingat apa yang terjadi selama proses operasi. Dokter ahli anestesi atau perawat yang terlatihlah yang akan melakukan anestesi dan menjaga Sobat sebelum, saat , maupun setelah operasi.

    Sebelum operasi dimulai, obat anestesi dapat dimasukkan melalui kanul intravena atau  melalui masker, dan sobat akan tertidur dalam beberapa menit kemudian. Setelah pasien tertidur, dokter dan tim anestesi akan memasang alat-alat untuk menjamin pasien tetap aman.

    Selama operasi berjalan, tim anestesi akan memonitor fungsi-fungsi fisiologis pasien, menjaga kecukupan cairan serta mengatur pemberian obat-obat anestesi, dan memastikan pasien tetap tidur dan terbebas dari nyeri.

    Setelah operasi selesai, pemberian obat anestesi akan dihentikan, pasien dibangunkan, dan dipindahkan ke ruang pemulihan. Di ruang pemulihan, dokter dan perawat anestesi melakukan monitoring untuk memastikan pasien sudah sadar penuh dan siap kembali ke ruang rawat.

    • Kapan diperlukan anestesi umum?

    Dokter anestesi memilih teknik anestesi berdasarkan beberapa pertimbangan, antara lain: jenis operasi, lama tindakan operasi, luasnya area operasi, dan kondisi umum pasien

    • Anestesi umum tidak direkomendasikan pada kondisi apa?

    Ada beberapa keadaan yang menyebabkan pasien tidak layak atau tidak direkomendasikan untuk dilakukan anestesi umum. misal pada pasien dengan kondisi umum sangat buruk, sehingga perlu optimalisasi terlebih dahulu. Atau pada tindakan operasi bedah saesar elektif, di mana anestesi umum bisa memiliki efek samping terhadap janin.

    • Apa saja risiko dan efek samping dari anestesi (bius)?

    Efek samping yang umum terjadi adalah:

    • Mual dan muntah
    • Mulut kering
    • Sakit tenggorokan
    • Suara serak
    • Mengantuk
    • Gemetaran
    • Nyeri otot
    • Gatal
    • Pusing, terutama pada orang yang lebih tua

    Pada beberapa orang dapat terjadi masalah ingatan setelah mendapatkan anestesi umum. Hal ini lebih sering terjadi pada orang dengan penyakit jantung, paru–paru, alzheimer, atau penyakit parkinson. Dokter anestesi akan mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan pasien sebelum prosedur anestesi dilakukan.

    Pada umumnya, anestesi umum relatif aman bagi sebagian besar populasi. Risiko akan meningkat pada kelompok populasi:

    • Obesitas
    • Orang tua.
    • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, paru–paru, epilepsi, atau penyakit ginjal.
    • Gangguan tidur seperti apnea yang menyebabkan napas berhenti beberapa kali saat tertidur.
    • Merokok
    • Minum obat–obat pengencer darah seperti aspirin yang memicu perdarahan intra operatif
    • Alergi terhadap obat-obat anestesi

     

    • Apa saja yang dapat dipersiapkan sebelum operasi?

    Anda tentunya harus bertemu dengan dokter anestesi sebelum operasi. Mereka akan menanyakan beberapa hal berikut:

    • Kondisi medis Anda saat ini.
    • Obat-obat yang sering dikonsumsi, termasuk obat–obatan yang dijual bebas dan suplemen herbal.
    • Riwayat alergi, seperti telur, kedelai atau obat apapun
    • Riwayat merokok dan konsumsi alkohol.
    • Reaksi obat-obat anestesi pada operasi-operasi sebelumnya.

    Nah, bila masih ada yang ingin Anda ketahui, dapat dikonsultasikan dengan dokter spesialis anestesi sebelum operasi dimulai. Semoga membantu.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. What Is General Anesthesia? – webmd.com/a-to-z-guides/what-is-general-anesthesia#1, diakses pada tanggal 13-12-2018
    2. What to know about general anesthesia – medicalnewstoday.com/articles/265592.php, diakses pada tanggal 13-12-2018
    3. General anesthesia – mayoclinic.org/tests-procedures/anesthesia/about/pac-20384568, diakses pada tanggal 13-12-2018
    4. This Is What Happens To Your Brain During Anesthesia – tonic.vice.com/en_us/article/d3489z/this-is-what-happens-to-your-brain-during-anesthesia, diakses pada tanggal 13-12-2018
    5. What Happens To Your Body When You Go Under Anesthesia – ranker.com/list/what-happens-to-your-body-when-you-go-under-anesthesia/laura-allan, diakses pada tanggal 13-12-2018

     

    Read More
  • Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri Ketika kita mendengar profesi “dokter spesialis anak”, “dokter spesialis kandungan”, atau “dokter spesialis penyakit dalam”, sepertinya adalah hal biasa bukan? Namun bagaimana dengan dokter spesialis anestesi? Meskipun ini bukanlah bidang kedokteran yang baru, namun umumnya bagi masyarakat awam yang hanya menjalani pengobatan biasa […]

    Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri Dr. Trisna Haryo Prasetyo

    Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC

    Peran Penting Dokter Anestesi, “Dewa” Penghilang Nyeri

    Ketika kita mendengar profesi “dokter spesialis anak”, “dokter spesialis kandungan”, atau “dokter spesialis penyakit dalam”, sepertinya adalah hal biasa bukan?

    Namun bagaimana dengan dokter spesialis anestesi? Meskipun ini bukanlah bidang kedokteran yang baru, namun umumnya bagi masyarakat awam yang hanya menjalani pengobatan biasa (tanpa tindakan operasi), dokter anestesi masih terasa kurang familiar bagi mereka.

    Nah, untuk mengenal lebih lanjut seputar bidang anestesi, yuk berkenalan dengan Dr. Trisna Haryo Prasetyo, SpAn-KIC, dokter anestesi yang akrab disapa Dokter Pras ini akan berbagi cerita:

    Q: Apa sih yang membuat Dokter Pras ingin menjadi dokter spesialis anestesi?

    A: Dulu sewaktu masih kuliah kedokteran, saya kok melihat Dokter Anestesi keren aja, bisa menolong pasien-pasien dalam keadaan kritis. Kalau dokter lain resusitasi pasien biasanya nggak berhasil, kalau dokter anestesi resusitasi kebanyakan berhasil. Selain itu, dokternya harus tetap tenang, tidak panik seberapapun tidak stabil kondisi pasien.

    Q: Orang awam terkadang mengenal anestesi sebagai bius, jika mendengar dokter anestesi disebut sebagai “dokter bius”, bagaimana opini pribadi Dokter Pras mendengarnya?

    A: Bisa dimengerti bahwa orang menyebut demikian karena itu yang dapat mereka pahami mengenai tugas dokter anestesi.

    Sebenarnya ilmu anestesi itu jauh lebih luas dari sekedar membius. Dokter anestesi mempersiapkan pasien mulai dari kondisi optimal sebelum operasi, menjaga keadaan pasien tetap baik sepanjang operasi berlangsung, memfasilitasi dokter bedah agar dapat melakukan operasi dengan baik dan nyaman sehingga keberhasilan operasi tinggi, menjaga agar tidak terjadi komplikasi pada pasien setelah operasi, lalu menjaga agar pasien tetap nyaman dan tidak nyeri sesudah operasi.

    Q: Apa saja tantangan maupun suka duka menjadi dokter anestesi?

    A: Rasanya sangat senang ya menjadi dokter anestesi, karena bisa membantu pasien sehingga tidak merasakan nyeri operasi. Namun memang waktunya sangat terbatas, terkadang saat sedang banyak yang harus dibantu, saya tidak sempat istirahat dengan cukup.

    Q: Dokter Pras punya pengalaman menarik dengan pasien atau keluarga pasien?

    A: Kalau sebelum operasi keadaan pasien mengkhawatirkan atau prognosis buruk, lalu kita sudah menceritakan semua kemungkinan terburuk pada keluarga pasien. Kemudian sepanjang operasi kita berupaya keras menjaga pasien tetap stabil dan akhirnya operasi berjalan lancar dan pasien pulih, rasanya sangat membahagiakan, tidak ternilai rasanya buat saya. Karena itulah di kemudian hari setelah menjadi dokter anestesi saya lanjut belajar lagi dan mengambil Konsultan Intensive Care (KIC)

    Q: Lalu, bagaimana tanggapan atau komentar keluarga Dokter Pras sendiri dengan profesi sekarang?
    A: Biasanya yang sulit masalah waktu, karena saya sebagai dokter anestesi harus setiap saat dan sewaktu-waktu siap dipanggil.

    Kebetulan istri saya juga dokter, sudah pasti lebih paham. Lalu, anak-anak sudah terbiasa dan mengerti bahwa ada orang lain yang lebih membutuhkan dan harus ditolong segera. Bahkan terkadang mereka ikut mengantar atau menunggui saya.
    Oh ya ada cerita lucu, pernah suatu kali ada kumpul-kumpul keluarga besar merayakan ulang tahun saya. Eh, malah saya tinggal karena mendadak ada panggilan he…he…he.

    Q: Menurut Dokter Pras, bagaimana dengan dunia anestesi di Indonesia? Sudah cukup baikkah?

    A: Ilmu anestesi berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Malah saat ini ilmu anestesi sudah berkembang menjadi beberapa sub bagian dan cukup maju. Namun demikian, kita tidak boleh berhenti mengembangkan diri serta tidak lupa benchmark juga ke negara-negara tetangga supaya tidak ketinggalan.

    Read More
  • Bagian kewanitaan merupakan bagian penting untuk selalu dijaga kesehatannya. Permasalahan seputar area intim wanita yang banyak dikeluhkan hendaknya langsung dikonsultasikan kepada dokter. Yuk, kita cari tahu mengenai gangguan yang dapat terjadi. Gangguan Menstruasi Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami wanita. Siklus menstruasi wanita ada yang pendek dan ada yang panjang. Normalnya siklus menstruasi wanita sekitar […]

    Let’s Talk About Our Intimacy #Kamisehat

    Bagian kewanitaan merupakan bagian penting untuk selalu dijaga kesehatannya. Permasalahan seputar area intim wanita yang banyak dikeluhkan hendaknya langsung dikonsultasikan kepada dokter. Yuk, kita cari tahu mengenai gangguan yang dapat terjadi.

    Gangguan Menstruasi

    organ intim wanita

    Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami wanita. Siklus menstruasi wanita ada yang pendek dan ada yang panjang. Normalnya siklus menstruasi wanita sekitar 28-35 hari. Nah, gangguan menstruasi yang sering terjadi adalah amenore (tidak menstruasi), dysmenore (nyeri saat menstruasi), dan perdarahan abnormal.

    Infeksi Ginekologi yang sering terjadi

    Bagian kewanitaan wanita rentan terhadap infeksi. Beberapa infeksi yang sering terjadi antara lain alergi, gatal dan bengkak pada vulva, keputihan, infeksi saluran kemih, radang pada serviks, endometritis (peradangan pada lapisan rahim), infeksi saluran telur (hydrosalpingitis), dan abses ovarium (sel telur).

    Tumor organ reproduksi

    Tumor pada organ reproduksi sering terjadi pada wanita. Tumor jinak yang sering terjadi adalah kista simpel, kista endomertiosis dan miom uteri. Selain itu, tumor yang ganas juga dapat terjadi yang dapat menyebabkan perubahan bentuk pada organ reproduksi dan sering ditandai dengan mudah berdarah.

    Kanker mulut rahim (serviks)

    Penyebabnya adalah Human Papiloma Virus (HPV). Pencegahan kanker serviks adalah dengan deteksi dini kanker serviks dengan menggunakan asam asetat (Tes IVA), pap smear, kolposkopi atau pemeriksaan HPV. Kemudian, pencegahan lain yang tak kalah penting adalah vaksinasi yang sudah dapat diberikan mulai usia 11 tahun.

    Kapan skrining dan deteksi dini dilakukan?

    Deteksi dini kanker serviks dilakukan 3 tahun setelah hubungan seksual pertama, setiap 3 tahun untuk wanita usia 21-65 tahun, dan bila hasil pemeriksaan selama 10 tahun tidak ada kelainan maka pemeriksaan tidak lagi diperlukan pada wanita di atas 65 tahun.

    Apakah penyebab siklus haid perempuan menjadi lebih panjang atau pendek dari sebelumnya?

    Terjadinya perubahan siklus salah satunya dapat diakibatkan pengaruh dari hormonal. 

    Sebaiknya periksa ulang ke dokter untuk pemeriksaan USG dan konsultasi lengkap karena untuk siklus menstruasi dokter harus lengkap dalam memberikan penjelasan.

    Apakah pemeriksaan pap smear diperbolehkan bagi wanita yang belum pernah melakukan hubungan seksual?

    Apakah sudah pernah berhubungan sexual? Bila sudah pernah berhubungan seksual sebaiknya dilakukan pemeriksaan HPV dulu melalui pap smear, bila belum pernah berhubungan seksual disarankan untuk vaksinasi HPV.

    Apakah diperlukan pemeriksaan pap smear bila ada keluhan keputihan yang berbau dan berubah warna? 

    Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan keputihan untuk mengetahui penyebab keputihan.

    Apakah KB IUD menimbulkan efek kesehatan pada organ intim wanita? 

    IUD merupakan jenis KB yang paling dianjurkan, bila ada masalah semua bisa diselesaikan dengan kontrol teratur, dan harus lebih memperhatikan kesehatan organ kewanitaan. Mulailah dengan menjaga organ intim Sahabat agar selalu bersih.

    Apakah wanita yang belum menikah wajib melakukan vaksinasi HPV?

    Bila sudah pernah melakukan hubungan seksual sebaiknya dilakukan pemeriksaan pap smear dulu sebelum vaksinasi, bila belum pernah berhubungan seksual disarankan untuk vaksinasi HPV.

    Berapakah peluang seorang anak dengan genetik kanker dari ayah dan ibu untuk berpeluang terkena kanker? Apakah faktor genetik merupakan faktor dominan seseorang bisa terserang kanker?

    Mutasi genetik yang diturunkan memiliki peran yang besar terhadap 5%-10% terhadap jenis kanker. Selain faktor genetik, banyak faktor lain yang dapat menyebabkan seseorang terkena kanker seperti usia, konsumsi alkohol, terpapar zat kimia penyebab kanker, peradangan kronis, diet, hormon, infeksi, kegemukan, radiasi, sinar matahari dan rokok. 

    Apakah MSG/ penyedap rasa memegang peranan dominan dalam tumbuhnya sel kanker dalam tubuh kita?

    MSG dapat menjadi pencetus terjadinya mutasi atau perubahan sel, tetapi ini juga dalam jangka waktu lama tidak serta merta penyebab langsung dan dalam jangka waktu dekat.

    Bagaimana cara merawat bagian organ intim yang baik untuk menghindari terjadinya penumpukan bakteri, dan apakah boleh menggunakan sabun antiseptik tertentu untuk bagian intim tersebut dalam jangka waktu lama?

    Sebaiknya membersihkan organ intim secara higienis saja sudah cukup tidak perlu berlebihan karena pada dasarnya pada vagina terdapat banyak bakteri/flora normal.

    Apakah bila ada benjolan di daerah kelamin itu berbahaya?Padahal  belum pernah melakukan hubungan seksual

    Benjolan seperti itu biasanya terjadi pada daerah bibir vagina. Benjolan  terjadi karena infeksi akibat saluran yg tersumbat. Bila keluhan masih ada sebaiknya kontrol ke dokter.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A terjadi di Pacitan karena semakin meningkatnya penderita hepatitis A di sana. Menurut salah satu sumber berita, penderita hepatitis A meningkat hingga 877 orang hingga 28 juni 2019 kemarin. Nah, Sahabat sehat, agar terhindar dari penularan hepatitis A, sebaiknya kita harus mengenal terlebih dulu penyakitnya. Apa sih hepatitis A itu? […]

    Viral karena Hepatitis A

    Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A terjadi di Pacitan karena semakin meningkatnya penderita hepatitis A di sana. Menurut salah satu sumber berita, penderita hepatitis A meningkat hingga 877 orang hingga 28 juni 2019 kemarin. Nah, Sahabat sehat, agar terhindar dari penularan hepatitis A, sebaiknya kita harus mengenal terlebih dulu penyakitnya.

    Apa sih hepatitis A itu?

    Hepatitis A merupakan  penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang menyerang organ hati kita. Hati mengalami peradangan, sehingga fungsinya menjadi terganggu. Beberapa fungsi hati kita antara lain menyaring darah dari berbagai zat yang berbahaya, menghancurkan sel darah merah yang sudah tua, memproduksi beberapa protein seperti hormon, cairan empedu dan albumin, dsb. Bayangkan, bila fungsinya terganggu, sangat berbahaya bagi tubuh kita, bukan?

    Baca Juga: Benarkah Gejala Hepatitis A Mirip Influenza?

    Penularan hepatitis A

    Virus hepatitis A ditemukan  pada tinja dan darah dari penderita, sehingga virus dapat menular melalui kontak erat dan dekat dengan penderita seperti hubungan seksual, mengurus penderita yang sakit, dan penggunaan jarum narkoba. Hepatitis A juga menular melalui kontaminasi makanan dan minuman yang mengandung virus termasuk kontaminasi saat menanam bibit, panen, pengolahan dan penyediaan makanan.

    Gejala dan diagnosis hepatitis A

    Bila sahabat mengalami kekuningan pada mata dan tubuh, merasa sangat lemah, demam, nyeri perut, urin berwarna gelap atau seperti teh, feses berwarna pucat, dan tidak mau makan, segera periksa ke dokter karena kemungingkanan Sahabat menunjukkan gejala penyakit hepatitis A. Biasanya dokter akan mengambil sampel darah untuk diperiksa apakah darah mengandung virus penyakit ini.

    Siapakah yang berisiko terkena hepatitis A?

    Hepatitis A sering mengenai mereka yang tinggal di daerah yang kurang bersih (sanitasi buruk dan kurangnya air bersih), pengguna narkoba jarum suntik, mereka yang tinggal dekat dengan penderita, pelancong yang pergi ke daerah endemis, dan  pekerjaan yang berhubungan dengan makanan (pramusaji, koki, petani, dsb).

    Bagaimana menghindari penularan hepatitis A?

    Bila Sahabat menjadi sehat dan kuat, maka kemungkinan tertular virus hepatitis A menjadi lebih rendah. Sahabat dapat mengikuti tips di bawah ini:

    Mencuci tangan dengan sabun sesuai waktunya

    Cucilah tangan sahabat sebelum dan sesudah makan, sesudah Buang Air Besar (BAB), sebelum dan sesudah mengolah makanan, dan sesudah mengganti popok si Kecil. Pakailah sabun saat mencuci tangan dan ikuti langkah-langkah mencuci tangan yang benar.

    Menjaga kebersihan makanan dan sumber air

    Konsumsilah makanan yang terjamin kebersihannya, lebih baik bila Sahabat memproses makanan sendiri di rumah.  Cucilah bahan makanan dengan bersih dan jaga sumber air Sahabat agar tidak terkontaminasi virus hepatitis A.

    Pengolahan sampah yang baik

    Sampah merupakan sumber berbagai penyakit, sehingga pengolahan sampah di lingkungan rumah harus di tata dengan baik, sehingga menghindari penularan berbagai sumber penyakit. Pengelolaan sampah dapat dilakukan bersama di lingkungan sekitar rumah Sahabat.

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Perlu Dihindari

    Perilaku seks sehat tanpa narkoba

    Hindari memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan jauhkan narkoba dari hidup Sahabat. Virus hepatitis A beredar di darah sehingga hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum narkoba bersama dapat menularkan virus ini. Perilaku seks sehat tanpa narkoba dapat melindungi Sahabat dari penularan hepatitis A.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Agar Sahabat mendapatkan kekebalan dan terhindar dari penularan hepatitis A, maka vaksinasi  adalah jawabannya. Vaksinasi hepatitis A dapat melindungi Sahabat dari penyakit ini. Anak usia di atas 2 tahun sudah dapat diberikan 2 kali dosis vaksinasi hepatitis A dengan jeda 6-12 bulan diantara kedua dosis. Pada orang dewasa juga diberikan vaksinasi hepatitis A sebanyak 2 kali dengan jeda 6-12 bulan diantaranya.

    Nah, Sahabat sudah tahu  nih penyakit, penularan, dan gejala hepatitis A. Jadi, ingatlah untuk selalu mencegah sebeum terjadinya penyakit ini. Bila Sahabat khawatir tertular hepatitis A, yuk, lakukan vaksinasi hepatitis A segera agar Sahabat dan keluarga dapat terlindungi secara optimal. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Billy AT. Penderita Hepatitis A di Pacitan Capai 877 Orang, Laki-laki Lebih Mudah Terjangkit. [Internet]. Available at: tribunnews.com/regional/2019/06/29/penderita-hepatitis-a-di-pacitan-capai-877-orang-laki-laki-lebih-mudah-terjangkit.
    2. Center for Disease Control and Prevention. Hepatitis A. 2019. [Internet]. Available at: cdc.gov/hepatitis/hav/pdfs/hepageneralfactsheet.pdf
    3. World Health Organization. Hepatitis A. 2018. [Internet]. Available at: who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
    Read More
  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan) – Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan studi survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pasca vaksinasi.

    Selain itu, perlu juga ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum. Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit […]

    Active Aging : Penyakit Degeneratif

    Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum.

    Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya memengaruhi fungsi organ secara menyeluruh.

    Proses penuaan yang tidak dapat dicegah ini  tentunya dapat dihambat lajunya, agar tubuh tetap berfungsi dengan maksimal walaupun usia bertambah. Gaya hidup sehat dan pencegahan dengan cara melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin dapat dilakukan agar tubuh terhindar dari penyakit degeneratif.

    Semua hal di dunia ini ada sebab dan akibat, ada yg bisa dihindari dan tidak. Salah satu yang kita tidak bisa hindari adalah UMUR. Umur manusia rentang antara 55-70 tahun untuk bangsa kita. Namun, bukan masalah umur yang jadi masalah tetapi apakah kita bisa tetap produktif sampai di ujung waktu, apakah kita bisa berkontribusi bagi sekitar kita atau apakah kita menyusahkan keluarga atau teman kerja dan sekitar kita dalam hal kesehatan. Hal ini karena usia 35 tahun keatas manusia sudah mulai mengalami penyakit DEGENERATIF.

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Penyakit degeneratif adalah suatu kumpulan penyakit yang timbul karena proses penuaan, kelemahan organ, perubahan anatomi tubuh dan banyak hal lainnya yang disebabkan karena kebiasaan makan dan aktivitas sehari-hari.

    Beberapa contoh penyakit ini adalah hipertensi, osteoporosis, osteoartritis, hiperlipidemia, diabetes, ataupun gangguan ginjal dan jantung koroner. Bila kita cermati, penyebab terjadinya penyakit ini pada saat tua adalah kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan makan makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi serat, konsumsi padat energi, obesitas, stres,dsb.

    Beberapa makanan yang dapat menjadi penyakit degeneratif adalah daging berlemak, makanan cepat saji (junk food), minuman bersoda (soft drink), mentega, margarim, krim, santan, alkohol, gula, minyak.

    Nah, bagaimana cara mencegah agar kita tidak terkena penyakit degeneratif?Kita dapat melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat antara lain konsumsi makanan sehat, perbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, kelola stres, hindari rokok dan alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan skrining rutin untuk mengetahui penyakit yang ada.

    Apa bedanya pemeriksaan kolesterol di laboratorium dengan yang biasa dilakukan secara instan/tusuk jari?

    Perbedaan secara mendasar adalah dari cara pengambilannya. Bila pengambilan dilakukan instan maka darah yang diambil berasal dari pembuluh darah kapiler atau ujung dari tubuh, hasilnya hanya nilai kolesterol. Jika dengan pemeriksaan laboratorium akan keluar hasil yang lebih banyak karena proses pengambilan sampel yang banyak dari pembuluh darah yang cukup besar, kemudian hasil pun beragam seperti kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, dan sebagainya. Namun, bukan berarti tes instan tidak bermanfaat karena bisa melihat untuk proses yang cepat dalam melakukan skrining.

    Apakah yang dimaksud dengan tes kekentalan darah dan fungsinya apa?

    Kekentalan darah disebabkan karena hemokonsentrasi atau peningkatan LED atau laju endap darah. LED penting dalam hal skrining karena bisa menjadi petunjuk adanya peradangan dan infeksi pada tubuh. Salah satu contoh pada kasus TBC atau tuberkulosis. Laju endap darah sangat diperhitungkan untuk menegakkan diagnosa tersebut.

    Pemeriksaan untuk MCU sebaiknya kapan dilakukan?

    MCU sebaiknya dilakukan berkala, tergantung dari kebutuhan. Salah satu contohnya jika diabetes bisa dilakukan perbulan untuk cek gula lain2 secara umum sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali.

    Jika hasil asam urat saya awalnya tinggi, lalu sudah minum obat terus turun jadi normal, Apakah perlu  minum obat lagi? Kapan harus dicek ulang asam uratnya?

    Nah, bila ada keluhan asam urat, yang harus dicek bukan hanya asam urat saja. Perlu kita ketahui bahwa asam urat diproses melalui filtrasi pada ginjal. Bila asam urat kita tinggi, kita juga perlu mengecek fungsi ginjal. Jika tinggi perlu minum obat, tetapi yang paling penting adalah mengubah kebiasaan makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kemudian, Asam urat dapat dicek ulang tiap bulan jika mempunyai gejala penyakit arthritis gout atau radang sendi akibat asam urat.

    Apa bedanya osteoporosis dan osteoartritis?Bagaimana pencegahannya?

    Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan densitas tulang, atau berkurangnya komposisi kalsium pada tulang. Osteoartritis adalah peradangan sendi yang terjadi akibat pergesekan atau trauma pada sendi bisa karena timbulnya spur atau benjolan-benjolan tulang pada sendi karena proses penuaan, sehingga mencederai bantalan sendi dan mengakibatkan radang.

    Pencegahan osteoporosis dan osteoartritis dapat dilakukan dengan makan makanan yg bergizi, bukan hanya suplemen kalsium saja dan harus olahraga secara rutin, tapi hindari gerakan yang aktif dan tiba-tiba.

    Pemeriksaan laboratorium apa yang disarankan pada orang tua / lansia?

    Pada orang tua disarankan melakukan pemeriksaan medical check up minimal setahun sekali. Pemeriksaannya bermacam-macam berupa darah lengkap, kadar gula, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal dan hati, kepadatan tulang, kadar kalsium dalam darah, dsb.

    Baca Juga: Apa Itu Diaper Rush

    Apakah yang dimaksud dengan kencing batu dan apa pemeriksaan laboratorium untuk mengetahuinya?

    Gejala kencing batu bermacam-macam, awalnya bisa hanya sakit pinggang, kemudian mules seperti ingin buang air besar, kencing terasa sakit, kadang disertai muntah. Jika gejala lanjutan bisa mengalami nyeri kolik atau nyeri hebat yang tidak bisa ditahan.

    Diagnosa kencing batu dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG abdomen atau ginjal, cek urin, cek BNO IVP (pemeriksaan radiografi pada sistem urinaria dari ginjal, ureter hingga kandung kemih dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh darah vena).

    Jika seseorang diketahui menderita hepatitis, mengapa harus mengobati penyakitnya dulu baru dilakukan vaksinasi?

    Nah, sekarang harus paham fungsi vaksin itu apa. Vaksin itu merupakan bakteri/virus yang dilemahkan, baik aktif atau pasif. Seandainya kita membunuh bakteri yang sedikit,  tubuh kita akan mempunyai memori bagaimana cara membunuhnya. Tahapan vaksin kedua membuat tubuh semakin jago dalam membasmi bakteri tersebut dan akhirnya punya unit tentara sendiri dalam menghadapi kuman tersebut yg sering disebut antibodi.

    Kenapa jika sudah terdiagnosa penyakit hepatitis tidak boleh diberikan vaksinasi? Nah, artinya tentara tubuh atau antibodi kita sudah kalah. Sehingga, buat apa malah di tambahin bakteri yang sama yang sudah mengalahkan tubuh, artinya malah menambahkan penyakit.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Usia toddler adalah usia antara 1-3 tahun, dimana seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang. Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan […]

    Hal Penting dalam Fase Toddler #Kamisehat

    Usia toddler adalah usia antara 1-3 tahun, dimana seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang.

    Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada anak hingga usia anak 2 tahun. Nutrisi adalah hal yang penting untuk menunjangnya. Sehingga, pemilihan MPASI yang tepat harus diketahui agar tumbuh kembang anak optimal. Kemudian, proteksi dini juga penting diberikan orang tua terhadap berbagai macam penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    Masa MPASI merupakan masa perpindahan dari ASI menuju ke makanan yang semi padat. Pengenalan dan pemberian MPASI dapat dilakukan bertahap baik bentuk atau jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. MPASI bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga merangsang keterampilan makan dan kepercayaan diri pada bayi. Pemberian makanan tambahan harus bervariasi dari bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat .

    Tujuan pemberian MPASI adalah memberikan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang yang optimal, mendidik bayi agar memiliki kebiasaan makan yang baik, serta sebagai pelengkap ASI yang membantu bayi dalam proses makan. MPASI diberikan sejak bayi berusia 6 bulan, bersifat padat gizi, kandungan serat kasar dan bahan lain yang sulit dicerna seminimal mungkin, tidak boleh terlalu padat, dan campuran dari beberapa bahan pangan dengan perbandingan tertentu.

    MPASI diberikan bila bayi sudah siap menerima makanan. Bayi biasanya akan siap menerima makan bila sudah mampu mempertahankan kepala untuk tegak tanpa disangga, refleks menjulurkan lidahnya hilang, dan mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan.

    Strategi pemberian MPASI:

    1. Tepat waktu: berikan MPASI ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi (usia sekitar 6 bulan).
    2. Adekuat: MPASI yang diberikan memenuhi kebutuhan energi, protein dan mikronutrien anak.
    3. Aman dan higienis: proses persiapan dan pembuatan MPASI menggunakan cara, bahan,  dan alat yang aman serta higienis.
    4. MPASI diberikan secara responsif: MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak.

    MPASI higienis untuk bayi yang sehat:

    1. Pastikan kebersihan tangan dan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan serta menyajikan MPASI
    2. Cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan, setelah ke toilet dan membersihkan kotoran bayi.
    3. Simpan makanan yang akan diberikan kepada bayi di tempat bersih dan aman
    4. Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan bahan makanan matang.

    Menyimpan MPASI dengan aman:

    1. Beberapa jenis makanan seperti telur, daging, ikan, susu, kedelai, pasta, nasi, dan sayuran seringkali terkontaminasi bakteri sehingga harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius.
    2. Simpan ikan dan daging dalam wadah plastik dan letakkan terpisah dengan makanan yang telah dimasak dan bahan-bahan siap makan.
    3. Penyimpanan makanan sesuai dengan petunjuk yang tertulis di kemasan dan digunakan sebelum kadaluarsa.
    4. Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin tidak boleh digunakan kembali setelah berada di luar lemari pendingin selama dua jam atau lebih.
    5. Microwave dapat digunakan untuk mencairkan makanan beku dan harus segera dimasak setelah dicairkan. Hindari membekukan makanan yang pernah dibekukan kembali.

    Strategi makanan yang sehat untuk bayi dan balita:

    1. Jangan menyerah untuk memperkenalkan jenis makanan baru, tawarkan 10-15 kali jenis makanan baru sebelum anak mau memakannya.
    2. Matikan TV, komputer, ponsel saat jam makan berlangsung agar anak tidak terdistraksi
    3. Batasi pemberian jus buah, jus buah cepat memberikan rasa kenyang, sehingga anak menjadi malas makan. Solusinya, jus buah dapat diganti dengan  potongan buah segar.
    4. Tawarkan selingan sehat diantara waktu makan jika anak terlihat lapar.
    5. Berikan berbagai variasi pilihan rasa dan jenis makanan sehat untuk anak
    6. Waktu makan bukanlah hanya tentang makanan, tetapi waktu untuk berkomunikasi dan mendukung perkembangan anak.
    7. Hindari memaksa anak untuk makan yang dapat menyebabkan anak menolak makan dan susah menghabiskan makanan

    Selain nutrisi dalam bentuk MPASI, hal penting yang harus diperhatikan pada fase toddler adalah pentingnya vaksinasi sebagai pelindung agar anak terhindar dari beberapa penyakit menular.  Vaksinasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak terpajan dengan antigen yang sama, sudah mempunyai zat kekebalan/antibodi sehingga tidak terjadi penyakit.

    Vaksin ini dapat berasal dari virus/bakteri penyebab penyakit. Tipe vaksin ada 3 jenis:

    • Vaksin virus yang dapat berasal dari virus hidup yang dilemahkan, inaktif/dimatikan, atau bagian dari virus (sub unit).
    • Vaksin bakteri yang dapat berasal dari sel bakteri utuh, racun dari bakteri (toksoid), bagian dari bakteri, dan polisakarida.
    • Vaksin kombinasi

    Jadwal Imunisasi sesuai dengan rekomendasi IDAI 2017

    Berapa Hari Jeda vaksin pentabio, rotavirus, PCV pada pemberian vaksin usia 2 bulan dan 4 bulan?

    Vaksin yang dapat diberikan adalah pentabio dan polio oral tetes dulu lalu 2 minggu kemudian menyusul vaksin rotavirus dan PCV. Hal ini karena vaksin rotavirus juga merupakan vaksin oral tetes, sehingga pemberiannya dengan polio harus jeda selama 2 minggu.

    Bagaimana caranya biar anak suka sayur?

    Children do, children see. Apa yang Bunda makan akan terlihat oleh si Kecil dan mereka akan mengikutinya. Sehingga, pertanyaannya, apakah Bunda mengonsumsi sayur juga?Bila iya, berarti tinggal memberikan pengertian pada si Kecil mengenai manfaat sayur bagi kesehatan. Bunda dapat mencontohkannya dengan konsumsi sayur di depan si Kecil sambil dengan wajah yang menunjukkan rasa senang ketika konsumsi sayur.

    Kemudian, Bunda dapat memberikan sayur dalam porsi kecil dan ada berada di dalam jangkauan anak. Bila anak masih menolak bagaimana?Coba lagi, Bunda harus sabar dalam menghadapinya. Penting juga untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Keep Fighting, ya Bunda. Percobaan memberikan sayur bisa 10-15 kali loh Bunda. Nah, waktu makan juga penting. Saat makan, jauhkan anak dari distraksi sekitar seperti mainan, ponsel, tv, dsb.

    Apakah anak yg sedang batuk pilek (tidak demam) boleh diimunisasi?

    Sebenarnya syarat si Kecil mendapatkan vaksin adalah sehat kondisi badannya. Sehingga, bila anak sedang demam, sebaiknya pemberian vaksin ditunda dulu sampai demamnya reda. Kalau batuk pilek tidak demam boleh divaksinasi Bunda. Sekali lagi, mohon dilihat kondisi si Kecil ya Bunda.

    Apakah menu MPASI awal  sebaiknya menu tunggal atau menu 4 bintang?

    Bila kondisi si Kecil sehat, tidak memiliki riwayat alergi pada keluarga, maka tentunya MPASI awal diberikan dalam bentuk puree (makanan yang dihaluskan hingga menjadi bubur kental) yang mengandung komposisi karbohidrat, protein, lemak. Namun, bila dalam keluarga memiliki riwayat alergi misalkan alergi telur, sebaiknya menu tunggal dulu untuk mempermudah Bunda melakukan pengamatan terhadap potensi alergi terhadap makanan.

    Bagaimana bila frekuensi MPASI pada anak usia 6 bulan diberikan 3-4 kali sehari?

    Frekuensi MPASI bergantung pada usia si Kecil. Bila usianya 6 bulan maka energi tambahan yang diperlukan MPASI adalah 200 kalori. Bunda dapat memberikan MPASI 2 kali sehari sebanyak 2-3 sendok sebagai tahap awal dalam bentuk puree. Pada usia ini, bayi masih dalam tahap adaptasi dengan MPASI sehingga Bunda harus sabar dan memberikan semangat pada si Kecil. Hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanannya.

    Mengapa  Bekas vaksin BCG belum sembuh padahal anak saya sudah umur 6 bulan?

    Secara alamiah, vaksin BCG akan meninggalkan bekas berupa jaringan parut yang datar berdiameter 2 – 6 mm. Jaringan skar tersebut biasanya terbentuk dalam waktu 3 bulan. Bisul akibat BCG tidak berbahaya. Jika timbul bisul di lokasi penyuntikan, tidak perlu dilakukan tindakan khusus oleh orang tua. Bila bisul semakin membesar dan ada tanda infeksi seperti rasa nyeri, keluar nanah, berdarah, segera bawa ke dokter untuk diperiksa, ya Bunda.

    Ketika mengolah MPASI di pagi hari apakah harus sekali masak langsung habis atau boleh di simpan di kulkas buat nanti siang/sore?

    MPASI menu tunggal tidak masalah dibuat untuk beberapa porsi dan disimpan dalam wadah-wadah kecil. Jadi, sekali makan habis 1 porsi agar sekali buka wadah saja dan tidak dimasukkan kembali ke kulkas. Bila menunya sudah 4 bintang, sebaiknya dalam keadaan fresh atau dicampur dengan menu tunggal yang bunda siapkan sebelumnya. Cara menyimpan MPASI yang baik dan benar: makanan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, nasi pasta sayuran disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang 5 derajat celcius.

    Apa yang harus saya persiapkan bila ingin pindah layanan vaksinasi?

    Bila mau pindah layanan vaksinasi sebaiknya Bunda membawa data-data riwayat vaksinasi terdahulu saat kunjungan pertama ke fasilitas layanan yang baru agar dapat disesuaikan jadwal vaksinasinya dengan si Kecil. Bunda dapat cross cek jadwal vaksinasi si Kecil yang lengkap sesuai IDAI yang saya share tadi yaa…semakin lengkap tentu semakin baik bagi si Kecil. Bila jadwal tidak sesuai atau telat, kembali tergantung dengan jenis vaksinasi apa yang diberikan.

    Bagaimana menyiasati bayi yang mogok makan?Lalu, apakah penggunaan slow cooker diperbolehkan untuk MPASI?

    Pemrosesan makanan sebenarnya tergantung dari jenis makanannya. Contohnya, sayur tidak boleh terlalu lama dimasak agar vitamin dan mineralnya tidak hilang dan rusak. Lain dengan protein, bisa dengan menggunakan slow cooker ini dan pastikan matang sepenuhnya.

    Biasanya si Kecil yang mogok makan itu usia 1-3 tahun. Kalau bayi biasanya jarang, harus dilihat kondisi yang menyebabkan bayi mogok makan itu Bunda. Ingat, children do, children see, seperti yang saya sampaikan sebelumnya.Ciptakan suasana makan yang menyenangkan buat anak dan jauhkan dari distraksi seperti mainan, ponsel, dsb.

    Apakah ada aktivitas yang dapat dilatih  oleh ibu ke anak usia dibawah 6 bulan untuk mempersiapkan masa MPASI agar dapat mengunyah dengan lancar atau reflek menelannya baik saat masa MPASI nya tiba?

    Sebenarnya, keinginan si Kecil untuk mulai makan secara natural akan datang dengan sendirinya. Ada beberapa tanda si Kecil sudah mau makan, antara lain bayi biasanya akan siap menerima makan bila sudah mampu mempertahankan kepala untuk tegak tanpa disangga, refleks menjulurkan lidahnya hilang, dan mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan. Bila kondisi bayi sehat, mereka secara alami akan menunjukkan tanda-tanda, “Bunda, saya udah kepengen makan nih”

    Apakah tanda si kecil yang alergi dengan menu MPASI dan bagaimana cara mengatasinya ?

    Anak yang alergi terhadap suatu makanan atau susu akan mengalami gejala yang dapat menyerang saluran napas (batuk berkepanjangan, bersin-bersin, pilek, mengi), saluran pencernaan (muntah, diare, susah BAB, terus sendawa), serta kulit (gatal-gatal, ruam pada kulit, eksim, bengkak pada kulit). Selain itu, gejala alergi berat dapat menyebabkan anak gagal tumbuh kembang (berat dan tinggi kurang, telat bicara, lemah otot), anemia, eksim berat, serta syok anafilaksis. Cara mengatasinya adalah dengan menghindari paparan makanan yang dapat menyebabkan alergi.

    Jika ibu dan bayi memiliki alergi pada produk susu atau turunan sapi,  bagaimana memberikan sumber makanan lain yang mengandung zat besi selain dari susu dan daging?

    Sumber zat besi bermacam-macam seperti kerang, bayam, kacang-kacangan, biji labu, brokoli, tahu, dsb sebagai sumber pengganti makanan yang kaya akan zat besi.

    Apakah ada pengaruhnya bila jadwal imunisasi anak tidak sesuai atau dikatakan telat?

    Seharusnya tidak ada masalah bila tidak sesuai/telat dengan jadwalnya. Perlu segera dilakukan catch up immunization atau kejar imunisasi. Paling penting si Kecil dapat terlindungi secara optimal dengan vaksinasi yang lengkap.

    Apakah vaksin yang diwajibkan pemerintah sudah cukup untuk bayi? atau perlu tambahan?

    Semakin lengkap pemberian vaksinasi yang wajib dan tambahan, maka si Kecil akan semakin terlindungi secara optimal. Bunda dapat melihat rekomendasi vaksinasi anak sesuai dengan tabel IDAI.

    Bagaimana cara melihat tumbuh kembang anak optimal dan agar si Kecil mau makan makanan berprotein?

    Bunda dapat melihat kurva pertumbuhan anak pada Kartu Menuju Sehat, sehingga dapat diketahui apakah tumbuh kembangnya sesuai dengan umurnya. Bila si Kecil jarang makan protein, maka Bunda dapat mencoba untuk memberikan berbagai jenis sumber protein kepada si Kecil perlahan-lahan dan mengikuti aturan makan yang ada seperti memberikan dalam porsi kecil dan dalam jangkauannya, mematikan TV, ponsel saat memberi makan dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan dengan si Kecil.

    Bagaimana langkah awal memperkenalkan makanan untuk bayi 6 bulan yang untuk pertama kalinya untuk mengurangi resiko Gerakan Tutup Mulut (GTM)  dipertengahan MPASI nanti?

    Pada usia 6 bulan, MPASI yang diberikan makanan berupa puree (saring) dan mashed (lumat). Makanan diberikan 2-3 kali sehari dengan 1-2 kali selingan. Ciptakan suasana menyenangkan saat waktu makan, beri makan perlahan dan hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanan. Kemudian, bila ada riwayat alergi pada makanan, Bunda dapat memberikan satu jenis makanan untuk beberapa hari terlebih dulu untuk melihat ada alergi pada bayi.

    Bagaimana penyimpanan vaksin yang benar di rumah?

    Standarnya, vaksin disimpan dalam pendingin khusus vaksin sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 s.d 8ºC untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan pada suhu -15 s.d -25 ºC untuk vaksin yang sensitif panas. Sekarang, hanya vaksin polio yang masih memerlukan tempat penyimpanan dengan suhu dibawah 0°C. Sejumlah vaksin, seperti Hepatitis B, DPT-HB-Hib, IPV, DT, Td akan berpotensi menjadi rusak jika terpapar suhu beku. Sedangkan vaksin Polio, BCG, Campak, rotavirus akan berpotensi rusak jika terpapar suhu panas. Namun secara umum, vaksin akan rusak jika terpapar oleh sinar matahari secara langsung.

    Bila ingin menyimpan vaksin di lemari es, tidak dianjurkan karena suhu lemari es seringkali berubah. Bunda dapat menggunakan termometer khusus untuk memantau suhu lemari es dan tidak menunda pemberian vaksin agar vaksin tidak rusak dan fungsinya menjadi berkurang.

    Bagaimana mengatasi si Kecil yang berusia 14 bulan yang hanya ingin mengonsumsi bubur saja?

    MPASI saat bayi berusia 14 bulan adalah yang dicincang kasar (chopped), cincang halus (minced) dan finger foods dan pemberiannya 3-4 kali makan besar dan 2 kali makan selingan. Bila si Kecil hanya ingin bubur, maka perlahan tingkatkan teksturnya, ya Bunda. Ciptakan suasana mengenyangkan, hindari dari distraksi seperti TV, ponsel, mainan, buat porsi kecil dan taruh makanan dengan tekstur sesuai usianya di jangkauannya. Kemudian, paparkan makanan pada si kecil 10-15 kali perlahan-lahan. Bunda juga dapat mencontohkan dengan mengonsumsi makanan tersebut bersama agar si Kecil tertarik untuk mengikutinya.

    Apakah pemberian kapsul serbuk sari dari buah buahan dan sayur- sayuran sebagai nutrisi aman untuk jangka panjang?

    Pemberian tambahan suplemen berfungsi sebagai pendamping saja dan penggunaannya sebaiknya dibatasi karena suplemen buatan tidak mungkin sama dengan serat alami. Contohnya, suplemen wortel dengan wortel asli pasti berbeda. Si kecil bila memakan wortel akan menggigit dan merasakan wortel, sedangkan bila konsumsi suplemen tidak akan seperti itu. Kemudian, kemampuan mengunyah dan perkembangan gigi akan lebih baik bila si kecil mengonsumsi buah langsung.

    Apakah vaksin flu dapat melindungi dari batuk pilek sepenuhnya karena beberapa kasus, sudah divaksinasi tetapi masih tetap batuk pilek?

    Vaksinasi flu bertujuan untuk melindungi dari virus penyebab flu. Namun, vaksinasi ini hanya melindungi beberapa strain virus (3 atau 4) yang umum ditemui dan sering menjadi penyebab flu. Bila si kecil tetap terkena pilek, bisa terjadi bila strain virus lain atau bakteri menjadi penyebab terjadinya pilek.

    Apakah anak yang tidak diimunisasi akan menghasilkan imunnya sendiri untuk dapat melindungi tubuhnya dari penyakit?

    Setiap bakteri atau virus yang masuk ke tubuh si Kecil akan dilawan oleh sistem imunitas kita. Respon dari sistem imun ada yang baik dan ada yang kurang. Bila sistem imunitas kita menang melawan penyakit, maka kita akan terhindar dan sembuh. Namun, bila sistem imunitas kita kalah, maka kita akan terkena penyakit yang efeknya malah lebih merugikan tubuh, bahkan dapat memperparah kondisi kesehatan kita. Pencegahan akan selalu lebih baik dari pengobatan Bunda, dan salah satu pencegahan agar terhindar dari penyakit adalah vaksinasi.

    Apakah pada saat pemberian MPASI memakai kursi bayi berbahaya bagi pertumbuhan tulang belakangnya?

    Meletakkan bayi pada kursi makan khusus bayi justru baik untuk perilaku makannya, apalagi bila dilakukan saat makan bersama anggota keluarga lain. Bayi akan belajar bahwa waktu makan adalah waktu untuk semua anggota keluarga untuk datang dan makan bersama. Bayi akan mengetahui dan mencontoh makanan apa yang disukai dan tidak oleh anggota keluarganya. Hanya saja, bayi yang berusia 6 bulan belum dapat duduk tegak, sehingga pemilihan high- chair harus sesuai dengan usia, biasanya yang menggunakan bantalan empuk, sehingga membantu bayi untuk dapat duduk tegak. Selama penggunaannya sesuai umur dan aturan pakai, maka  pertumbuhan tulang belakangnya akan normal-no

    Referensi:

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).
    2. Mufida L, Widyaningsih TD, Maligan JM. Prinsip dasar MPASI pada usia 6-24 bulan: kajian pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2015;3(4):1646-1651.
    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja