Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 21–30 of 575 results

  • Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa. Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini 1. Tidur […]

    7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Bulan Ramadan menjadi momen untuk memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Selain itu, Ramadan  waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Kenyataannya, masih banyak orang yang mengeluh berat badannya terus naik saat berpuasa.

    Penyebab berat badan naik selama berpuasa dipengaruhi dari gaya hidup seseorang pada bulan Ramadan. Apa saja penyebabnya? Cek selengkapnya disini

    1. Tidur Setelah Sahur

    Tidur Setelah Sahur

    Banyak orang yang memilih melanjutkan tidurnya setelah sahur. Namun ternyata, kebiasaan tidur setelah makan akan meningkatkan risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau naiknya asam lambung ke bagian atas kerongkongan yang seringkali mengiritasi kerongkongan.

    Jika sering terjadi, GERD akan menyebabkan perubahan pada struktur dinding kerongkongan hingga berujung pada penyakit Barrett’s yang merupakan lesi pra-kanker.

    Menurut dr Dian Permatasari,M.Gizi, SpGK, tidur setelah sahur tidak masalah. Namun, disarankan untuk memberi jarak saat sekitar satu jam setelah makan.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    2. Kurangnya Aktivitas Fisik

    olahraga, yoga

    Tubuh mudah lemas saat melakukan aktivitas fisik selama puasa, sehingga kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur dibandingkan berolahraga. Hal ini akan membuat berat badan Sahabat melonjak.

    Terlebih lagi jika Sahabat banyak mengonsumsi makanan berlemak, timbunan lemak makin menumpuk. Jadi, jangan malas berolahraga, ya.

    3. Banyak Mengonsumsi Makanan Manis

    Makanan dan minuman manis menjadi godaan kita saat berpuasa terlebih lagi saat berbuka. Namun, Sahabat harus ingat jangan mengonsumsi gula secara berlebihan.

    Memang saat berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak gula dan tubuh terasa lemas. Konsumsi gula secukupnya, ya, Sahabat.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Mengonsumsi makanan dan minuman manis justru akan disimpan sebagai lemak tubuh dan membuat diet Sahabat menjadi kacau. Minuman manis juga menjadi risiko Diabetes Melitus yang  dapat mengancam kesehatan Sahabat.

    4. Porsi Makan Berlebihan

    makanan porsi besar

    Berpuasa seharian membuat perut kita menjadi sangat lapar. Godaan untuk makan menjadi meningkat dibandingkan biasanya. Segala macam makanan yang berada di hadapan akan habis dalam seketika setelah waktu berbuka tiba.

    Hal ini seringkali menjadi penyebab berat badan Sahabat naik. Padahal, makan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti obesitas, bau mulut, gagal organ, hingga masalah asam lambung.

    Baca Juga: Fakta dan Mitos Diabetes

    5. Mengonsumsi Banyak Karbohidrat

    Tahukah Sahabat, bahwa gorengan dapat memicu naiknya berat badan. Hal ini karena makanan favorit saat berbuka puasa mengandung banyak lemak dan karbohidrat yang cepat disimpan menjadi lemak dalam tubuh.

    Pilihlah konsumsi makanan yang mengandung tinggi protein atau karbohidrat komplek seperti kentang atau nasi merah sebagai gantinya gorengan. Hal ini dapat membantu pencernaan Anda dapat mencerna lebih lambat. Sehingga bahan makanan yang masuk tidak langsung disimpan sebagai lemak.

    6. Kurang Tidur

    Tidur dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan saat puasa. Kurangnya tidur akan mengacaukan sistem metabolisme tubuh Sahabat. Akibatnya, tubuh tidak membakar cadangan lemak secara efektif.

    Aturlah tidur Sahabat dengan memanfaatkan saat sahur, saat istirahat dan setelah tarawih. Saat sahur dan shalat subuh, maka gunakan waktu sekitar 30 menit hingga 1 jam sebelum persiapan berangkat ke kantor.

    Saat siang hari, Sahabat diberikan waktu kurang lebih satu jam untuk beristirahat. Maka gunakanlah waktu tersebut untuk tidur selama 5 menit. Meskipun waktu tidur terbilang singkat, dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar.

    Setelah Sahabat menjalankan ibadah tarawih, gunakan waktu luang untuk istirahat. Sahabat bisa mendapatkan waktu tidur lebih dari 6 jam yang merupakan waktu normal manusia untuk mencukupi kebutuhan tidurnya.

    Baca Juga: Cara Atasi Dehidrasi Anak Saat Travelling

    7. Kurang Konsumsi Air Putih

    minum air putih

    Saat kita berpuasa, tubuh akan kehilangan banyak cairan. Sementara cairan di tubuh kita banyak digunakan untuk membantu pencernaan bekerja lebih. Konsumsi air dapat membantu kita diet sehat selama berpuasa.

    Selain membantu pencernaan, air putih memberikan manfaat lainnya. Air putih dapat mempercepat metabolisme tubuh, meningkatkan imunitas tubuh, mencegah migrain, membuat kulit lebih bersinar, meningkatkan energi hingga membantu menumbuhkan rambut.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Itulah penyebab-penyebab berat badan menjadi naik saat puasa. Selalu berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat yang baik untuk Sahabat dan keluarga.

    Susah mendapatkan makanan sehat? Jangan khawatir Sahabat, karena proSehat aplikasi kesehatan Indonesia siap memenuhi kebutuhan kesehatan. 

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik www.prosehat.com.

    Referensi:

    1. Bangkapos. “Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur, Ini Bahayanya bagi Kesehatan Tubuh.”
    2. Setia, Unoviana K. “3 Kebiasaan Penyebab Berat Badan Naik Selama Ramadan”.
    3. Sartika, Resa Eka. “Tidur Setelah Sahur Boleh, Asal…”
    4. Setyani, Christina A. “Lima Bahaya yang Mengintai Saat Anda Makan Terlalu Banyak”.
    5. Tyas. “Mengantuk Saat Puasa?”
    6. CCN Indonesia. “10 Manfaat Minum Air Putih Saat Perut Kosong”.
    Read More
  • TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik. TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB […]

    Masih Kena TB padahal Sudah Imunisasi?

    TBC adalah salah satu penyakit yang menjadi momok untuk banyak orang karena penyakit ini menjadi faktor kematian terbesar yang dapat menyerang segala usia, alias juga bisa menyerang anak-anak di mana daya imun mereka belum terlalu baik.

    TBC diperkirakan menyebabkan kematian 14 persen lebih banyak daripada malaria dan AIDS dan 10 hingga 15 persen kasus TB menyerang anak yang berusia 0 sampai 14 tahun.

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

    Parahnya lagi, ketika seseorang terserang TBC hal ini sulit diketahui alias gejalanya sulit untuk dikenali. Hal inilah yang menyebabkan penanganan TB terlambat dan dapat berujung pada kematian.

    Namun terdapat beberapa gejala TB yang bisa kita amati dan perlu kita waspadai ketika anak mulai menunjukkan beberapa perubahan dan pastinya tim dokter juga mengetahui hal ini.

    Beberapa gejala TB pada anak antara lain adalah nafsu makan yang berkurang atau justru tidak nafsu makan sama sekali, anak yang mudah lelah atau tidak bersemangat sama sekali ketika diajak bermain, mengalami demam dan batuk dalam jangka waktu yang lama; yaitu bisa lebih dari 2 minggu, ataupun berkeringat saat malam hari. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya penyakit ini pada anak?

    Vaksin BCG

    Pemberian vaksin BCG adalah langkah yang tepat untuk mencegah timbulnya penyakit TB menjadi lebih berat di kemudian hari. Vaksin BCG berisi kuman Mycobacterium bovis yang dilemahkan dan tujuan diberikannya vaksin BCG ini adalah untuk membuat mencegah TB yang lebih berat kedepannya.

    Vaksin BCG dianjurkan untuk diberikan sejak dini karena berbagai manfaat yang bisa kita dapatkan, seperti mengurangi kemungkinan terserang penyakit TB sebanyak 50 persen ketika dewasa bahkan memberikan efek perlindungan yang berlangsung hingga 10 tahun.

    Vaksin BCG sendiri wajib diberikan saat anak barusan lahir hingga berusia 2 bulan dan hal ini perlu diulangi di kemudian hari apabila kita bekerja di bidang yang berinteraksi langsung dengan penderita penyakit TB aktif.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Lalu seberapa efektif vaksinasi BCG ini? Apakah dengan mendapatkan vaksin BCG berarti kita tidak mungkin terserang penyakit TB di kemudian hari? Faktanya, meskipun telah melakukan vaksin BCG kita tetap berisiko mengalami penyakit TB.

    Kok bisa? Pemberian vaksin ini hanya berfungsi untuk membuat tubuh kita kebal terhadap Mycobacterium bovis, yaitu penyebab utama penyakit TB. Faktor lingkungan dan pola hidup juga mempengaruhi hal ini, yang berarti ketika pola hidup kita kurang sehat ataupun lingkungan cenderung kotor maka meningkatkan kemungkinan penyakit TB di kemudian hari.

    Bukan hanya faktor lingkungan, kondisi tubuh juga bisa menjadi faktor kita terserang penyakit TB. Ketika daya tahan tubuh menurun atau ketika kita sedang sakit maka akan memudahkan kuman Mycobacterium bovis untuk masuk tubuh dan menyerang sistem imun tubuh kita.

    Lalu apa yang harus kita lakukan ketika kita terserang penyakit TB? Tentu saja kita harus menemui dokter segera untuk mencegah penyakit ini bertambah parah dan kita bisa mendapatkan pelayanan kesehatan serta obat gratis melalui puskemas ataupun pusat layanan kesehatan lainnya.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Apakah ada reaksi setelah vaksinasi dengan melakukan vaksinasi BCG? Meskipun timbul efek samping dengan pemberian vaksinasi, kita tidak perlu khawatir mengenai hal ini karena hanya akan berlangsung selama 2 hingga 3 hari.

    Contoh beberapa reaksi yang mungkin timbul adalah timbulnya rasa sakit, kemerahan, ataupun pembengkakan pada daerah sekitar suntikan. Demam jarang terjadi sebagai salah satu bentuk reaksi yang biasanya muncul setelah vaksinasi.

    Nah itu tadi adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai penyakit TB dan vaksinasi BCG sebagai cara untuk mencegahnya. Pastinya tidak ragu lagi kan untuk melakukan vaksinasi BCG? So, tunggu apalagi untuk membawa anak ke pelayanan kesehatan terdekat dan melakukan vaksin?

    Sahabat bisa melakukannya juga di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi BCG, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil yang Perlu Diketahui

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun.

    Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sahabat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru.

    Produk Terkait: Sedia Obat Batuk Anak

    Sahabat dapat mengonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak.

    Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    2. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama.

    Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandung pun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah Obat Batuk Anak

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    3. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    4. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan.

    Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk.

    Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    5. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas.

    Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya

    Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    6. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    7. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak.

    TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sahabat.

    Untuk pencegahan, sahabat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antre untuk melakukan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat […]

    Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

    tb pada anak, tbc pada anak

    Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat

    Para orangtua pasti sangat khawatir akan bahaya penyakit TB. Namun hendaknya, sebelum membahas bahaya TB lebih lanjut, perlu diketahui beberapa hal penting mengenai penyakit ini.

    Bagaimana Penularan TB dan Faktor Risikonya?

    Anak biasanya tertular penyakit TB dari orang dewasa atau anak-anak yang mempunyai penyakit TB yang berkontak erat dengannya. TB menular melalui udara, yaitu apabila droplets atau dahak penderita ketika batuk atau bersin terhirup masuk ke saluran pernapasan anak.1

    Namun, penularan TB ini tidak berlangsung dengan cepat. Anak dapat tertular TB apabila sistem kekebalan tubuhnya sedang menurun dan tinggal satu rumah dengan penderita TB selama 3 bulan atau lebih.

    Selain itu, anak yang lebih rentan adalah anak yang berusia kurang dari 5 tahun, menderita gizi buruk atau malnutrisi berat, maupun mengidap infeksi HIV.2 Diagnosis TB anak  ditegakkan bila penyakit TB terjadi pada anak usia 0-14 tahun.3

    Bagaimana Gejala TB?

    Gejala TB pada anak berbeda menurut umur. Anak-anak yang lebih kecil, di bawah 2 tahun, umumnya gejala muncul lebih cepat dan lebih berat dibanding anak yang lebih besar.4

    Gejala pada anak pun berbeda jika dibandingkan dengan orang dewasa. Jika orang dewasa umumnya gejala yang utama adalah batuk lama atau batuk darah, pada anak-anak biasanya muncul demam dalam waktu lama yang tak kunjung sembuh.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Berat badan anak juga sulit mengalami kenaikan, bahkan cenderung mengalami penurunan berat badan. Gejala lain yang tidak khas pada anak yang lebih besar adalah; lemah, letih, lesu, kurang aktif dalam bermain, keringat malam, kurang nafsu makan, diare yang berlangsung lama dan tak kunjung sembuh tanpa sebab yang jelas.5

    Bagaimana Diagnosis TB?

    Pada umumnya, penyakit TB didiagnosis apabila terdapat kuman pada sediaan tubuh seperti pada dahak, cairan otak (cairan serebrospinal), cairan pada lapisan paru (pleura), lambung, maupun biopsi jaringan.1

    Namun, prosedur yang sulit dilakukan pada anak-anak dan jumlah  dahak yang kurang menyebabkan sulit untuk menemukan kuman penyebab TB.

    Oleh karena itu, di Indonesia umumnya digunakan sistem skoring TB untuk menegakkan diagnosis penyakit TB dengan informasi berupa; ada atau tidak kontak erat dengan penderita, uji Tuberkulin (Mantoux), gejala klinis, dan pemeriksaan rontgen paru.3

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa Bahaya TB pada Anak?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya Sahabat, kuman TB dapat menular melalui udara dan paling banyak menyerang paru-paru. Namun, kuman ini juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya seperti usus, kulit, kelenjar getah bening, tulang, bahkan ke selaput otak.4

    Sehingga, gejala lain yang muncul juga khas dari organ tubuh yang diserang, seperti kelainan pada kulit yang khas, pembesaran kelenjar getah bening, penonjolan tulang belakang, gangguan pada sistem saraf, dan  gejala khas lainnya.

    TB harus diobati dengan tuntas karena penyakit dapat berlanjut hingga menyebabkan kematian. Orang tua harus mengawasi pemberian obat TB pada anak hingga benar-benar sembuh.

    Adapun komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

    • TB miller

    TB milier adalah jenis dari TB yang berupa luka yang kecil (1-5mm) dan ditandai dengan penyebaran yang luas pada tubuh. Penamaannya ini dikarenakan ditemukan bercak kecil yang   menyebar di seluruh paru yang menyerupai biji millet, yang tampak pada gambaran rontgen.

    TB milier ini dapat menyerang berbagai organ tubuh diantaranya paru-paru, hati, dan limpa. Anak dengan TB milier mempunyai kemungkinan 20-40% terjadinya meningitis TB. Hal ini karena bakteri menyebar ke otak dan selaput otak (ruang subarachnoid).

    • Meningitis TB

    Meningitis atau peradangan pada selaput otak rentan terjadi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda. Meningitis TB merupakan peradangan selaput otak yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis.

    Penyakit ini merupakan kompikasi yang sering muncul pada TB paru yang tidak diobati dengan baik. Infeksi awalnya muncul di paru-paru, lalu menyebar melalui darah dan jaringan limfa ke bagian tubuh lainnya.6

    Meningitis TB seringkali menyerang bayi dan anak kecil yang kekebalan alaminya masih rendah. Pengetahuan yang benar terutama kepada orangtua mengenai Meningitis TB dapat mengurangi angka kematian akibat  penyakit ini.

    • Efusi Pleura

    Efusi pleura merupakan penimbunan cairan di lapisan paru, (rongga pleura) yang biasanya terjadi karena penyakit lain, baik infeksi maupun bukan infeksi.

    Pada anak-anak, efusi pleura umumnya disebabkan karena infeksi, salah satunya adalah infeksi TB paru. Masalah yang paling sering dikeluhkan adalah sesak napas pada anak terutama bila terdapat cairan  yang banyak pada lapisan di paru tersebut.

    • Pneumotoraks

    Pneumotoraks merupakan terkumpulnya udara dalam lapisan paru (rongga pleura) yang terjadi akibat trauma pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru. Pneumotoraks dapat terjadi sebagai bentuk komplikasi dari penyakit infeksi paru.

    • Bronkiektasis

    Bronkiektasis adalah kondisi dimana saluran bronkus dalam paru-paru mengalami  kerusakan, penebalan, dan pelebaran yang tidak hilang dengan sendirinya.

    Kerusakan ini memicu penyumbatan saluran udara dan infeksi berulang karena bakteri dan cairan lebih mudah terkumpul di dalam bronkus. Infeksi paru yang mengalami komplikasi yang tidak diobati dapat menyebabkan bronkiektasis, salah satunya yang disebabkan oleh kuman TB.

    • Atelektasis

    Atelektasis merupakan kondisi  satu bagian atau satu segmen paru tidak berfungsi dengan normal. Pada atelektasis, kantong-kantong udara (alveoli) paru mengempis, tidak bisa mengembang sehingga mengganggu pernapasan.

    Infeksi kronis dapat melukai dan mempersempit saluran pernapasan. Salah satunya penyebab infeksinya adalah TB. Anak-anak di bawah 3 tahun lebih rentan mengalami kelainan ini.

    Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit TB?

    Bahaya yang disebabkan oleh penyakit TB pada anak ini cukup serius, sehingga hendaknya orang tua juga memperhatikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya penyakit ini dari infeksi TB ke penyakit TB yang menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

    Adapun hal yang dapat dilakukan adalah:

    • Edukasi yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran orangtua akan pentingnya deteksi dini dan terapinya agar dapat menghentikan penularan. Orangtua harus membantu mencari sumber penularan serta mengetahui jika masih ada kemungkinan transmisi kuman dan ada anak lain yang serumah yang mungkin juga tertular.2 Konsultasi dan komunikasi yang baik dengan dokter dapat membantu menemukan faktor penyebab munculnya penyakit dan bagaimana perjalanan penyakit tersebut agar dapat segera diterapi sebelum terjadi komplikasi yang membahayakan.
    • Vaksinasi BCG yang berasal dari kuman Mycobacterium Bovis yang dilemahkan. Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah terjadinya TB berat. Vaksin ini diberikan pada bayi usia 1-3 bulan, apabila bayi berusia lebih dari 3 bulan, pemberian vaksin harus didahului dengan uji Tuberkulin.
    • Untuk anak yang kontak erat dengan penderita TB diberikan terapi pencegahan dengan Isoniazid selama 6-12 bulan.

    Baca Juga: Masih Kena TB Padahal Sudah Imunisasi?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar TB pada anak dan produk kesehatan untuk pencegahan seperti vaksinasi BCG, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang memiliki layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Pediatric Tuberculosis: Overview of Tuberculosis, TB Risk Factors, Mechanism of TB Infection. 2015 Aug 4. Available from: emedicine.medscape.com
    2. Rusliana A, Retno H, Martini, Ari U. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Anak [Internet]. Available from: ejournal3.undip.ac.id
    3. TB Anak: TB Indonesia [Internet]. Available from: tbindonesia.or.id
    4. Tuberkulosis [Internet]. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    5. Salah Kaprah Vlek pada Anak [Internet]. IDAI – Ikata Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    6. Behrman, Kliegman, Arvin, editor Prof. Dr. dr. A. Samik Wahab, Sp.A (K) et al: Nelson, Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15, buku 2, EGC 2008, hal 1028-1042.
    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan […]

    Mitos Apa Fakta : Cuci Ginjal Alamiah dengan Menggunakan Seledri dan Buah Alpukat

    Ginjal adalah organ penting yang berfungsi untuk membuang sisa-sisa metabolism dalam tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan, menyaring mineral dalam tubuh, dan memproduksi hormon yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan tulang dan mempertahankan tekanan darah. Bila ginjal tidak dijaga kesehatannya, ada kemungkinan fungsi-fungsi ini menurun dan terjadilah gangguan ginjal.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    Gangguan ginjal ada yang bersifat sementara (akut) dan tetap (kronis). Penyebab gangguan ginjal bermacam-macam mulai dari infeksi, adanya batu ginjal, kista dan dapat dipicu karena diabetes dan hipertensi. Ketika fungsi ginjal terganggu, zat-zat sisa hasil metabolisme akan tertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.

    Bila ginjal sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sisa-sisa metabolism tubuh harus dikeluarkan melalui cuci darah. Cuci darah atau yang kita kenal dengan dialysis menggunakan mesin yang dihubungkan dengan pembuluh darah untuk menyaring dan membuang zat yang tidak diperlukan oleh tubuh di dalam darah.

    Bila cuci darah dilakukan secara terencana dan untuk jangka waktu yang lama, akan dipasang akses di lengan atau tungkai dengan menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena, akses ini dinamakan cimino. Selain itu, cuci darah dapat dilakukan melalui selaput pada dinding perut. Kita menyebutnya sebagai peritoneal dialysis.

    Baca Juga: 5 Makanan yang Harus Diwaspadai Diabetes

    Nah, beberapa saat lalu ada kabar bahwa ada tips cuci ginjal alamiah dengan harga kurang dari Rp 100.000 dengan menggunakan seledri dan buah alpukat. Padahal, seledri dan alpukat banyak dikonsumsi karena manfaatnya sebagai anti peradangan, dan penurun tekanan darah. Kedua buah ini sama sekali tidak dapat digunakan untuk cuci darah. Jadi, jangan termakan hoaks ya, Sahabat!

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Jewell T. Kidney overview. 2018. Available at: healthline.com/human-body-maps/kidney
    2. Butler N. Health benefits and risk of celery. 2017. Available at: medicalnewstoday.com/articles/270678.php
    3. Gunnars K. 12 Proven health benefits of avocado. 2018. Available at: healthline.com/nutrition/12-proven-benefits-of-avocado
    Read More
  • Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak di dalam rongga retroperitoneal di antara iga 10- 12. Lokasi Ginjal Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19 […]

    Tanda-Tanda Gangguan Ginjal #Kamisehat

    Ginjal adalah organ penting yang ada didalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mengeluarkan dan menyaring zat-zat sisa metabolisme yang tidak lagi diperlukan oleh badan. Ginjal pada manusia terdapat sebanyak 2 buah, berbentuk seperti kacang merah dan terletak di dalam rongga retroperitoneal di antara iga 10- 12.

    Lokasi Ginjal

    Baca Juga: Cara Penderita Ginjal Menghadapi Covid-19

    Secara lebih spesifik, ginjal memiliki beberapa fungsi penting, antara lain menyaring limbah tubuh (termasuk zat kimia, obat-obatan, dan makanan) dalam darah, menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan, dan asam darah dalam tubuh, menghasilkan eritropoetin, yaitu hormon yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah, menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah, dan menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

    Ketika fungsi ginjal terganggu maka zat-zat sisa hasil metabolisme akan bertumpuk di dalam tubuh, keadaan ini akan mengakibatkan gejala pembengkakan pada pergelangan kaki, mual, muntah, lemas, dan sesak napas.Penyakit ginjal dapat dipicu oleh kondisi lainnya, misalnya karena diabetes dan tekanan darah tinggi. Artinya, seseorang berisiko mengalami gangguan ginjal jika mengalami diabetes, tekanan darah tinggi, atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Tanda adanya gangguan pada ginjal juga bisa berbeda dikarenakan hal yang menjadi latar belakang permasalahan dari gangguan tersebut.

    Jenis Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal terdiri dari beberapa jenis, antara lain:

    • Infeksi ginjal. Infeksi ginjal terjadi bila bakteri dari kandung kemih menyebar naik menuju ke salah satu atau kedua ginjal. Kondisi ini muncul akibat dari komplikasi infeksi saluran kemih.
    • Batu ginjal. Garam dan mineral yang seharusnya disaring oleh ginjal tetapi malah mengeras dan tertimbun dalam ginjal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini biasanya terjadi karena urine yang terlalu pekat, sehingga garam dan mineral mengkristal.
    • Penyakit ginjal polikistik. Merupakan penyakit keturunan berupa munculnya kista (kantong berisi cairan) yang berkelompok di dalam ginjal. Penyakit ginjal polikistik tidak ganas, tapi dapat mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Selain terjadi di ginjal, kista pada ginjal polikistik juga bisa muncul di organ hati atau bagian lain dalam tubuh.
    • Gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut adalah kondisi dimana ginjal tidak dapat berfungsi normal secara tiba-tiba. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan menumpuknya garam dan zat kimia lainnya di dalam tubuh dan memengaruhi fungsi organ tubuh lainnya.
    • Penyakit ginjal kronis. Penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal kronis yaitu penurunan fungsi ginjal yang menetap selama tiga bulan. Kondisi ini ditandai beberapa gejala, seperti sesak napas, mual, dan kelelahan. Namun kondisi ini tidak dirasakan oleh pasien bila masih stadium 1-3. Oleh karena itu, banyak orang tidak menyadari sedang mengalami kondisi ini hingga mencapai stadium lanjutan.

    Gejala Penyakit Ginjal

    Gejala penyakit ginjal tergantung dari jenis penyakitnya dan apakah penyakit tersebut mengakibatkan penurunan fungsi ginjal. Beberapa gejala penurunan fungsi ginjal dan gejala penyakit ginjal secara spesifik, antara lain terjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, volume urine dan frekuensi buang air kecil berkurang, urine berbusa, merasa lelah dan sesak napas, kulit kering dan terasa gatal, terjadi kram otot, terutama di tungkai, susah tidur, tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, penurunan kesadaran. Pada gagal ginjal akut dapat terlihat tanda dehidrasi. Kemudian, gejala lainnya adalah nyeri punggung bawah dan urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal, serta pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan menggigil. Anak-anak yang mengalami penyakit ginjal akan mudah mengantuk, tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, dan pertumbuhannya terhambat.

    Diagnosis Penyakit Ginjal

    Deteksi adanya gangguan pada ginjal dapat dilakukan dengan pemeriksaan penunjang, yaitu:

    • Tes urine. Dilakukan untuk mengetahui kadar albumin dalam urine. Albumin merupakan salah satu jenis protein yang seharusnya terkandung di dalam darah. Jika ada albumin di dalam urine, artinya ginjal tidak berfungsi dengan baik dan secara tidak langsung kadar albumin dalam darah akan menurun. Analisis dan kultur kuman dari urin juga dapat dilakukan, untuk mengetahui adanya infeksi saluran kemih dan kuman penyebab infeksi tersebut.
    • Tes darah. Dilakukan untuk memeriksa kadar kreatinin, yaitu sebuah zat yang berasal dari jaringan otot. Jika mengalami kerusakan, ginjal tidak bisa membuang kreatinin dari dalam darah. Melalui tes darah, dokter juga akan mengetahui laju filtrasi glomerulus (GFR) pasien. Hasil pemeriksaan GFR akan menunjukkan fungsi dan kondisi ginjal pasien. Selain fungsi ginjal, tes darah dapat melihat Hb yang menurun karena produksi sel darah merah yang menurun.
    • Pemindaian. USG ginjal dan CT scan ginjal serta saluran kemih (urografi) dapat melihat kemungkinan batu ginjal dan penyakit ginjal polikistik.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pengobatan Penyakit Ginjal

    Sebelum menentukan jenis pengobatan untuk penyakit ginjal, dokter akan memastikan penyebabnya terlebih dulu. Penyakit ginjal dapat diterapi dengan beberapa adalah obat-obatan sesuai dengan rekomendasi dokter, prosedur terapi batu ginjal berupa tindakan menghilangkan batu bila batu cukup besar. Namun, bila kondisi ginjal sudah tidak dapat diselamatkan lagi, maka ada terapi pengganti ginjal seperti cuci darah, dialisis perut, dan transplantasi ginjal. Kemudian, penderita gangguan ginjal harus melakukan diet khusus, yaitu diet rendah protein dan beberapa mineral seperti natrium, kalium, serta fosfat. Selain itu, penting untuk membatasi asupan cairan, sehingga cairan tidak menumpuk dalam tubuh.

    Pencegahan Penyakit Ginjal

    Penyakit ginjal dapat ditimbulkan oleh diabetes atau hipertensi. Karena itu, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ginjal adalah dengan mengendalikan kedua penyakit tersebut. Sebab, jika kadar gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol, lama-kelamaan ginjal akan rusak. Jika mengalami gejala-gejala penyakit ginjal atau memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, pasien disarankan untuk menjalani pemeriksaan secara rutin.

    Baca Juga: Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah berhenti merokok, mengurangi makanan yang mengandung kadar kreatin/kreatinin tinggi, hindari penggunaan suplemen atau obat-obatan yang berlebihan terutama tanpa konsultasi dokter, olahraga yang teratur serta istirahat yang cukup serta minum air putih kurang lebih 8 gelas/2 liter per hari.

    Apakah pemberian vitamin C dan kolagen secara intravena dapat berbahaya untuk ginjal?

    Vitamin C yg dibutuhkan badan kita kurang lebih hanya 50-60 mg per hari. Sisanya kemana? Sisanya tentu akan dibuang melalui ginjal sebagai ekskresi utama. Vitamin C merupakan senyawa asam sehingga dapat mengubah ph dalam urin.  Akibatnya, zat terlarut dalam urin akan menggumpal dan mengendap. Inilah yg akan menjadi cikal bakal batu saluran kemih. Selain itu, kadar vitamin C yang tinggi dan kolagen dapat memperberat fungsi dari ginjal itu sendiri.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Apakah bila kurang meminum air putih 8 gelas per hari dapat menyebabkan penyakit ginjal?

    Sebenarnya, minum air putih 8 gelas per hari merupakan langkah pencegahan yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari penyakit ginjal. Bila cairan kita kurang maka aliran darah ke dalam ginjal akan berkurang dan urin menjadi lebih pekat. Kemudian, zat yang terlarut dalam urin menjadi mengendap dan berpotensi menjadi batu. Bila tidak ditangani dengan baik, akan terjadi infeksi yang lama-kelamaan dapat menyebabkan gagal ginjal.

    Apakah jus seledri dapat meningkatkan kesehatan ginjal?

    Daun seledri memang memiliki efek untuk menurunkan tekanan darah dengan cara melebarkan pembuluh darah yang akan membuat aliran darah lebih lancar.

    Apakah konsumsi obat setiap hari (suplemen atau obat kurus) dapat mempengaruhi ginjal?

    Hal ini tergantung jenis suplemen yang dikonsumsi, mekanisme kerjanya, serta ekskresi atau pengeluaran dari tubuh lewat mana. Sehingga, sebelum mengonsumsi obat atau suplemen, kita harus konsultasikan  langsung dengan dokter.

    Produk Terkait: Jual Suplemen

    Apa akibatnya bila kita lebih banyak mengonsumsi air putih dari anjurannya 2 Liter per hari?

    Lebih baik bila kita mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup. Air putih itu sendiri di dalamnya terdapat senyawa mineral yang jika kita minum berlebih juga akan berdampak tidak baik bagi badan.

    Apakah kopi dan teh tidak baik untuk ginjal?Berapa takaran per harinya, adakah batasannya?

    Kopi dan teh sebenarnya tidak berbahaya bagi ginjal selama kita juga konsumsi air putih yg cukup. Batasi konsumsi kopi atau teh Sobat 1-3 gelas per hari, bila berlebih ada kemungkinan akan meningkatkan tekanan darah.

    Apakah perlu minum 2 Liter sehari bila pekerjaan kita di kantor dan ruangan dingin?

    Sebenarnya, kebutuhan air itu tergantung pada berat badan, suhu dan lingkungan. Jadi, memang panduannya sebaiknya 2 Liter, tetapi bila Sobat merasa terlalu banyak karena sering buang air bila ada di ruangan ber AC, konsumsi air putih dapat dikurangi sewaktu di kantor.

    Bila ginjal hanya satu apakah perlu konsumsi 2 liter air?

    Bila ginjal seseorang hanya satu maka harus dilihat laju filtrasi ginjalnya (LFG). Laju filtrasi ginjal adalah suatu ukuran untuk mengetahui  fungsi ginjal, ukuran kemampuan ginjal untuk melakukan penyaringan darah. Makin tinggi kadar laju filtrasi mengindikasikan bahwa fungsi ginjalnya makin baik.

    Pada kondisi ini tentu saja harus benar-benar ekstra untuk menjaganya. Selain pengecekan LFG yg rutin, menjaga makanan, membatasi penggunaan obat-obatan dan olahraga yang untuk menjaga berat badan yg ideal harus dilakukan.

    Apakah ada makanan yang dapat meningkatkan fungsi ginjal?

    Kita harus mengetahui terlebih dulu penyebab penurunan fungsi ginjalnya, karena berbeda jika penurunan fungsi ginjal karena batu atau murni sudah gagal ginjal. Jika penurunan fungsi ginjal karena ada batu saluran kemih, infeksi jika batu atau infeksinya ditanggulangi maka fungsi ginjalnya akan normal kembali. Sedangkan jika sudah terjadi penurunan fungsi ginjal karena gagal ginjal ini tidak bisa di kembalikan ke keadaan semula/normal hanya bisa dijaga agar kondisi ginjal yg sudah menurun ini tidak tambah turun atau tambah parah. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yg mengandung protein hewani tinggi dan minum cukup air putih yang hanya dapat meningkatkan sedikit fungsi ginjal saja.

    Apakah diet tinggi protein dan tinggi lemak dapat membahayakan ginjal?

    Hal ini tentu saja dapat membahayakan ginjal karena makanan yang tinggi protein (hewani) akan meningkatkan kadar kreatinin dalam darah. Kadar kreatinin yang tinggi ini juga akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk memfiltrasi darah. Jika terjadi terus menerus dan dalam jangka lama dapat mengakibatkan ginjal mengalami penurunan fungsi apalagi bila konsumsi air putihnya sedikit.

    Bagaimana dengan susu protein tinggi yang sering dikonsumsi sewaktu berolahraga/gym, apakah berbahaya terhadap ginjal?

    Selama jumlahnya tidak berlebihan, cukup minum air putih sebenarnya tidak berbahaya karena protein yang digunakan diambil tubuh untuk produksi massa otot.

    Bagaimana tanda-tanda tubuh kita kekurangan cairan?

    Tanda tubuh kekurangan cairan/dehidrasi biasanya  sakit kepala, susah konsentrasi, mual, nadi menjadi lebih cepat dan peningkatan suhu tubuh. Gejala ini sering terjadi pada orang dewasa.

    Baca Juga: Mitos atau Fakta: Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Itulah mengenai tanda-tanda gangguan ginjal yang perlu Sahabat ketahui. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    #Kamisehat 14 Maret 2019

     

    Read More
  • Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan […]

    Mitos atau Fakta : Deteksi Kesehatan Ginjal dengan Jengkol

    Ginjal adalah organ tubuh yang berperan dalam membuang sisa metabolism yang ada dalam tubuh. Selain itu, organ ini berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta memproduksi hormon yang berperan dalam proses pembentukan darah, kepadatan tulang, dan mempertahankan tekanan darah. Kesehatan ginjal sangat penting kita jaga, jangan sampai ketika ginjal sudah mulai rusak baru kita peduli dengan ginjal kita.

    Baca Juga: Tanda-tanda Gangguan Ginjal

    Bila fungsi ginjal menurun, akan timbul gejala-gejala antara lain pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan, berkurangnya volume urine dan frekuensi buang air kecil, merasa lelah dan sesak napas, susah tidur, hingga gejala yang lebih parah seperti penurunan kesadaran.

    Kita dapat mengetahui seberapa bagus fungsi ginjal melalui beberapa test, antara lain melalui tes darah dengan pemeriksaan serum kreatinin, laju filtrasi ginjal (GFR), dan nitrogen urea darah (BUN). Selain itu, pemeriksaan urin dapat dilakukan untuk melihat adanya protein dan darah dalam urine. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah melihat kelainan dan bentuk ginjal dari USG dan CT scan. Biopsi ginjal digunakan untuk melihat keberhasilan terapi, seberapa banyak ginjal yang rusak, dan berperan dalam pencangkokan ginjal.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Purin

    Beberapa waktu lalu, tersebar kabar bahwa cara mendeteksi kesehatan ginjal dengan jengkol. Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa dengan jengkol kita dapat mengetahui ginjal kita bermasalah atau tidak, caranya adalah dengan memakan satu atau dua biji jengkol kemudian kita bisa mendeteksinya melalui bau dari air seninya. Jika air seninya berbau khas jengkol tersebut ginjal masih dalam keadaan yang sehat, akan tetapi jika tidak berbau khas jengkol tersebut berarti ginjalnya bermasalah.

    Hal ini tidak benar, ya Sobat. Aroma urine bukan satu-satunya cara menentukan ginjalnya bermasalah atau tidak. Aroma urin sangat bervariasi, tergantung jumlah cairan dan jenis makanan yang kita konsumsi. Bila kita jarang minum, urine akan terlihat lebih pekat dengan bau ammonia yang lebih jelas tercium. Beberapa makanan, obat, infeksi pada saluran kencing dapat mempengaruhi aromanya.

    Baca Juga: 7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Jadi, makan jengkol enggak dapat mendeteksi kelainan di ginjal, ya, Sahabat. Cek ulang kebenaran berita kesehatan di sekitar, sehingga Sahabat tidak begitu saja untuk mempercayainya. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai ginjal dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. National Kidney Foundation. Test to measure kidney function, damage, and detect abnormalities. Available at: kidney.org/atoz/content/kidneytests
    2. Stopper MC. Urine odor: symptoms and sign. 2018. Available at: medicinenet.com/urine_odor/symptoms.htm
    Read More
  • Ginjal merupakan organ penting bagi tubuh kita yang berada pada rongga perut, bentuknya seperti sepasang kacang merah, letaknya dipunggung bawah dibawah tulang rusuk. Ginjal mempunyai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain : Ginjal menyaring darah dan membuang “sampah” tubuh (makanan, obat-obatan dan bahan kimia lainnya). Menghasilkan hormon serta enzim yang dapat mengendalikan tekanan […]

    Apa Bedanya Gagal Ginjal Akut dan Kronis?

    Ginjal merupakan organ penting bagi tubuh kita yang berada pada rongga perut, bentuknya seperti sepasang kacang merah, letaknya dipunggung bawah dibawah tulang rusuk. Ginjal mempunyai fungsi yang sangat penting bagi tubuh, antara lain :

    • Ginjal menyaring darah dan membuang “sampah” tubuh (makanan, obat-obatan dan bahan kimia lainnya).
    • Menghasilkan hormon serta enzim yang dapat mengendalikan tekanan darah (renin)
    • Penyeimbang elektrolit dalam tubuh (Natrium, Kalium, Potasium)
    • Penyeimbang kadar air didalam tubuh, bila berlebih ginjal akan membuang cairan dalam bentuk urin.
    • Memproduksi hormon eritropoetin yang menghasilkan sel darah merah.
    • Menjaga tulang tetap kuat (menghasilkan senyawa aktif Vitamin D).

    Setiap hari ginjal menyaring 120-150  liter darah dan menghasilkan 1-2 liter urin. Ginjal mempunyai penyaring yang disebut nefron. Nefron terdiri dari glomerolus dan tubulus. Glomerolus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul besar keluar dari ginjal misalnya protein. Selanjutnya melewati tubulus, didalam tubulus mineral yang masih dianggap penting akan diserap kembali kedalam tubuh.

    Baca Juga: Asam Urat? Coba Diet Rendah Purin

    Mengingat fungsi ginjal yang sangat penting, bila terjadi kerusakan atau masalah pada ginjal akan berefek pada seluruh tubuh dan tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi organ kerja lainnya. Gagal ginjal dibagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis, yang membedakan adalah waktu terjadinya, kemungkinan ginjal untuk normal kembali serta pengobatannya.

    Produk Terkait: Cek Ginjal

    Perbedaan Gagal Ginjal Akut dan Kronis

    Gagal Ginjal Akut

    Merupakan kondisi fungsi ginjal mengalami perubahan dalam waktu singkat yaitu beberapa jam sampai beberapa minggu, gangguan ini bersifat reversible atau dapat kembali normal apabila ditanggani dengan cepat dan baik. Gagal ginjal akut biasanya disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke ginjal misalnya pada kondisi kekurangan cairan (dehidrasi) pada diare atau pada pasien luka bakar, kekurangan volume darah misalnya pada pasien perdarahan, pasien dalam keadaan penyakit infeksi pada ginjal, obat-obatan misalnya penggunaan obat antinyeri yang berlebihan, dan penumpukan zat kimia yang berlebih di dalam tubuh (misalnya, logam berbahaya atau alkohol). Selain itu, gagal ginjal akut dapat disebabkan karena tersumbatnya urin yang akan keluar misalnya karena batu ginjal, batu di kandung kemih, dan pembesaran prostat pada pria.

    Faktor Risiko terjadinya gagal ginjal akut:

    • Pasien dengan penyakit diabetes, darah tinggi, penyakit hati dan obesitas sehingga menyebabkan komplikasi ke ginjal.
    • Berusia 65 tahun atau lebih.
    • Menjalani perawatan di ruang ICU (pemberian elektrolit yang tidak sesuai, efek samping obat atau antibiotik yang sedang digunakan atau efek samping dari infeksi yang sedang diderita).

    Gejala gagal ginjal akut:

    1. Produksi urine berkurang. Pasien mengeluh nyeri saat buang air kecil (bila penyebabnya batu saluran kemih).
    2. Mual dan muntah
    3. Bau nafas tidak sedap (bau amonia)
    4. Tekanan darah meningkat.
    5. Penumpukan cairan dalam tubuh (kaki bengkak, perut buncit karena terisi air)
    6. Pasien akan mengeluh nyeri pada pinggang belakang.
    7. Tremor dan kejang (karena terjadi ketidakseimbangan elektrolit)
    8. Penurunan kesadaran

    Pemeriksaan:

    • Test darah (kandungan kreatinin dan ureum dalam darah)
    • Tes urine dan pengukuran jumlah volume urine yang keluar.
    • USG abdomen atau CT Scan untuk melihat penyebab terjadinya gagal ginjal akut (apabila dicurigai adanya batu saluran kemih)

    Baca Juga: Perlu Makan Apa supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    Pengobatan:

    1. Menghentikan obat-obatan yang menyebabkan gagal ginjal akut.
    2. Obati infeksi yang menjadi penyebab utama gagal ginjal.
    3. Beri asupan cairan secukupnya untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah gagal ginjal akut.

    Gagal Ginjal Kronis

    Adalah gangguan fungsi ginjal yang menetap selama lebih dari 3 bulan atau menahun. Berdasarkan data dari Renal Registry KEMENKES RI tahun 2013, jumlah penyakit gagal ginjal kronis di indonesia sebanyak 0,2% dari total penduduk indonesia. 8000 penderita disebabkan karena komplikasi diabetes dan 4000 pasien dari komplikasi hipertensi (darah tinggi).

    Faktor Risiko gagal ginjal kronis:

    • Diabetes
    • Hipertensi
    • Obesitas
    • Sumbatan pada saluran kencing (batu ginjal, batu kandung kemih)
    • Infeksi pada ginjal (Glomerulonefritis)
    • Penyakit ginjal lain (nefritis lupus, ginjal polikistik, nefropati urat akibat penyakit asam urat)

    Gejala gagal ginjal kronis:

    1. Mual dan muntah sampai kehilangan napsu makan
    2. Kulit gatal akibat peningkatan urea dan kreatinin
    3. Rasa ingin buang air kecil lebih sering namun volume urin yang dikeluarkan semakin sedikit
    4. Terdapat darah didalam urin.
    5. Nyeri dada dan sesak napas (akibat penumpukan air di dalam paru-paru)
    6. Penumpukan air di dalam tubuh (tungkai kaki dan perut)
    7. Penurunan berat badan.
    8. Tekanan darah meningkat dan sulit untuk dikendalikan

    Pemeriksaan:

    • Test darah (mengetahui kadar “sampah” dalam darah dari jumlah peningkatan ureum dan kreatinin darah)
    • Test urine (test volume urin yang dapat keluar, serta jumlah protein dan darah yang keluar dari urin)
    • USG abdomen ginjal, CT Scan serta MRI untuk melihat struktur, ukuran ginjal serta penyebab lain yang menyebabkan gagal ginjal misalnya batu atau pembesaran prostat.
    • Biopsi Ginjal (dengan mengambil sedikit jaringan ginjal, untuk mengetahui penyebab kerusakan ginjal).

    Penentuan stadium dari gagal ginjal kronis diukur dari Laju Filtrasi Glomerolus (dari hasil laboratorium darah). Stadium ini yang menentukan pengobatan yang dapat diambil, komplikasi serta angka harapan hidup pasien.

    Stadium Gagal Ginjal Kronis

    Pengobatan:

    Pada dasarnya pengobatan gagal ginjal kronis sesuai dengan stadium yang didertita oleh pasien. Pada dasarnya, penyakit gagal ginjal kronis tidak dapat diobati. Namun, perawatan ditujukan untuk mengurangi gejala serta menghambat pasien menuju komplikasi yang lebih serius. Terapi yang diberikan pada pasien :

    1. Pemberian obat sesuai dengan penyebab gagal ginjal. Misalnya, gagal ginjal akibat hipertensi maka dokter akan memberikan obat-obat anti hipertensi (mislanya, ACE inhibitor dan ARB). Bila gagal ginjal disebabkan karena nefropati diabetikum atau karena diabetes maka akan diberikan obat-obatan penurun gula darah.
    2. Suplement penambah darah dan zat besi untuk mengatasi anemia pada pasien.
    3. Obat-obatan Diuretik, yang bertujuan untuk mengurangi gejala bengkak pada tungkai, penumpukan cairan di perut atau paru-paru.
    4. Obat kortikosteroid, berfungsi untuk meredakan peradangan pada pasien gagal ginjal yang disebabkan oleh infeksi pada ginjal (glomerulonefritis).

    Baca Juga: Hipertensi? Stop 7 Makanan Berikut

    Pada pasien dengan tingkat Gagal Ginjal Kronis stadium akhir, kemungkinan diperlukan terapi tambahan seperti :

    1. Dialisis atau cuci darah

    Bertujuan untuk mengurangi “sampah” didalam tubuh yang berlebih, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah ureum dan kreatinin dalam darah. Dialisis biasanya dilakukan dengna mesin cuci darah, sedangkan CAPD (Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis) adalah cuci darah yang dilakukan didalam rongga perut pasien dengan menggunakan cairan dialisis yang berfungsi menyerap “sampah” didalam tubuh penderita.

    1. Transplantasi Ginjal

    Apabila pasien merasa lelah dengan tindakan cuci darah yang perlu dilakukan seumur hidup, maka pasien dapat melakukan cangkok ginjal dengan ginjal pendonor yang lebih sehat. Namun, diperlukan pemeriksaan kecocokan ginjal pendonor dengna penerima serta pasien penerima donor ginjal harus mengkonsumsi obat imunosupresan untuk menghoindari risiko alergi atau penolakan organ.

    Pada intinya, kita harus menyayangi ginjal kita dengan melakukan beberapa hal yang dapat menjaga kesehatan ginjal, antara lain:

    1. tidak menular yaitu obesitas, diabetes dan hipertensi yang menjadi salah satu penyebab terjadinya gagal ginjal. Kita dapat menjaga berat badan dengan cara olahraga teratur, mengurangi makanan berlemak.
    2. Minum air putih minimal 8 gelas per hari atau 2 liter.
    3. Jangan merokok.
    4. Hindari penggunaan obat anti nyeri secara berlebihan dan tanpa resep dokter.
    5. Menjaga berat badan tubuh, dengan menjaga berat badan maka akan mencegah kita dari penyakirt Periksa tekanan darah, gula darah dan berat badan secara teratur.

    Nah, jika Sahabat membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis Oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

     

    Daftar Pustaka

    1. org. (n.d.). Acute kidney injury. [online] Available at: http://www.kidneyfund.org/kidney-disease/kidney-problems/acute-kidney-injury.html [Accessed 22 Feb. 2019].
    2. Lidya, A. and Nugroho, P. (n.d.). [online] Available at: https://www.persi.or.id/images/2018/data/aida_lydia.pdf [Accessed 22 Feb. 2019].
    3. Luyckx, V., Tonelli, M. and Stanifer, J. (2017). The global burden of kidney disease and the sustainable development goals. [online] Bulletin of the World Health Organization. Available at: https://www.who.int/bulletin/volumes/96/6/17-206441/en/ [Accessed 22 Feb. 2019].
    4. Situasi Penyakit Ginjal Kronis. (2017). INFODATIN Pusat data dan Informasi kementrian Kesehatan RI.
    5. Sudoyo, A., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simandibrata, M. and Setiati, S. (n.d.). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jakarta: PAPDI, pp.1035-1049.

     

    Read More
  • Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit […]

    5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Sahabat Ketahui

    Salah satu artis Indonesia yaitu Julia Perez meninggal di usia 36 tahun akibat dari ganasnya kanker leher rahim atau biasa disebut dengan kanker serviks. Tahun 2014 menjadi tahun yang berat bagi Julia Perez dan keluarga, karena ia baru mengetahui jika ia mengidap kanker serviks, sehingga ia memutuskan untuk melakukan perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura. Namun, di tahun 2016, kondisinya kembali memburuk dan pada akhirnya Julia Perez harus menyerah melawan kanker serviks.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Kisah lainnya dari pejuang kanker serviks yaitu Ibu Elly Mawati yang merupakan salah satu anggota CISC (Cancer Information & Support Center) yang aktif menyebarkan kepedulian tentang Kanker serviks dan HPV. Ibu Elly harus merasakan mimpi-mimpinya terenggut di tahun 2015.  Ibu Elly mengeluh keputihan yang tidak wajar yang ia alami. Keputihan yang parah tersebut membuat Ibu Elly memilih menggunakan pembalut setiap harinya dan 2 jam sekali harus buang air kecil.

    Ibu Elly memutuskan untuk melakukan pap smear dengan hasil ia positif mengidap kanker serviks. Hatinya hancur berkeping-keping menerima kenyataan bahwa ia menderita kanker serviks. Saat mengetahui kanker serviks tersebut masih stadium awal, Ia melakukan operasi pengangkatan rahim. Dorongan orang-orang sekitar dan para rekan di komunitasmembuat Ibu Elly yakin dapat melewatinya.  

    Kemudian cerita lain juga dialami oleh Ibu Evie Trefina yang menderita kanker serviks stadium 3B dan telah menjalani delapan kali kemoterapi, 25 kali radioterapi eksternal serta tiga kali radioterapi internal enam tahun yang lalu. Biaya yang dikeluarkan Ibu Evie tidaklah sedikit, pasalnya untuk satu kali kemoterapi, Ibu Evie harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp 20 juta. Gejala yang dialami Ibu Evie hampir sama dengan Ibu Elly yaitu keputihan yang berlebihan, hanya saja Ibu Evie harus mengalami pendarahan. Tidak lama setelah itu Ibu Evie menemukan flek darah yang lama-lama semakin banyak.

    Kisah dari Julia Perez, Ibu Elly dan Ibu Evie menjadi pelajaran agar kita perlu waspada terhadap gejala-gejala kanker serviks stadium awal. Biasanya gejala pada stadium awal tidak menunjukkan apapun, gejala baru akan terlihat saat stadium lanjut. Oleh karena itu, mari kita kenali lebih lanjut gejala-gejala kanker serviks:

    1. Pendarahan yang Tidak Biasa

    Pendarahan yang tidak biasa menjadi salah satu gejala kanker serviks di stadium awal yang harus ditangani lebih cepat dan serius. Pendarahan biasa disertai dengan keluarnya cairan-cairan atau flek berwarna dan bau  yang tidak biasa. Pendarahan hebat juga bisa terjadi setelah berhubungan seksual.

    2. Rasa Nyeri Bagian Panggul

    Apabila anda merasakan nyeri dibagian panggul, segera periksakan ke dokter karena nyeri panggul dapat menjadi salah satu gejala dari kanker serviks yang efek nyerinya menyebar ke bagian panggul. Hal ini disebabkan karena reaksi peradangan  yang ditimbulkan dari kanker serviks menjalar ke saraf di daerah panggul.

    3. Tubuh Mudah Lemas

    Apabila badan terasa lemah, lesu dan letih dalam jangka waktu yang lama, berhati-hatilah. Apalagi bila disertai dengan penurunan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan. Meskipun banyak faktor yang dapat menurunkan kondisi badan, ada baiknya memeriksakan diri untuk menyingkirkan gejala dari kanker serviks.

    Baca Juga: Waspadai Kanker Serviks dengan Metode Pendeteksi Dini Berikut

    4. Perubahan Pola Buang Air Besar atau Kecil

    Apabila Kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, gejala yang dirasakan juga menjadi bervariasi tergantung pada penyebaran kankernya. Letak serviks di ruang panggul berdekatan dengan usus besar dan kandung kemih. Invasi sel kanker ke kandung kemih dan usus dapat menyebabkan perubahan pada pola buang air besar/kecil. Sembelit, kencing ada darah, hingga sering mengompol karena hilangnya kontrol terhadap kandung kemih dapat terjadi.

    5. Keluarnya Cairan Berbau

    Kanker serviks sering ditandai dengan keputihan tidak normal berupa cairan berwarna putih atau hijau kekuningan dalam jumlah yang banyak sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman pada organ intim Anda. Segera periksa diri Anda bila memiliki keluhan keputihan seperti ini.

    Baca Juga: Amankah Vaksinasi HPV di Masa Pandemi Corona?

    Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan yang dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan untuk mendeteksi dini gejala-gejalanya. Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat seperti berolahraga, konsumsi makanan bergizi, dan istirahat dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Selain itu, vaksinasi HPV merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan untuk terhindar dari kanker serviks.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Vaksinasi kanker serviks bisa Sahabat dapatkan di Prosehat layanan kesehatan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Sumber:

    1. BBC. “Julia Perez Tutup Usia Setelah Tiga  Tahun Melawan Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    2. CegahKankerServiks. Kicks. “Komunitas dan Keluarga adalah Payung Saya Dalam Melawan Badai”. Diakses pada 9 Maret 2018
    3. CnnIndonesia. Taylor, Gloria Safira. “Cerita Perjuangan Evie Trefina, PenyintasKankerServiks”. Diaksespada 9 Maret 2018
    4. TanyaDok. “Gejala Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    5. Tanyadok. Khusen, Daniel Denny. “Kanker Serviks Pembunuh Banyak Wanita”. Diakses pada 9 Maret 2018
    6. TanyaDok. “Info Tentang Kanker Serviks”. Diakses pada 9 Maret 2018
    7. TanyaDok. “Haid Tidak Teratur”. Diakses pada 9 Maret 2018
    8. Tanyadok. Suwito, Anton. “Ayo! Cegah Kanker Leher Rahim Dengan Vaksinasi”. Diakses pada 9 Maret 2018
    Read More
  • Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV). Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV […]

    Mari Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    Bagi setiap orangtua ingin mempunyai anak yang dapat dibanggakan dan segala sesuatu akan dilakukan demi masa depannya. Terlebih lagi untuk perlindungan kesehatannya akan Bunda lakukan. Sebuah studi menyebutkan terdapat 11,6% remaja perempuan yang belum melakukan hubungan seksual, juga dapat terininfeksi dengan satu jenis dari Human Papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Takut Sama Kanker Serviks? Vaksinasi HPV Aja

    Seperti yang kita ketahui, infeksi HPV menjadi salah satu pencetus dari kanker serviks yang merupakan penyakit menular melalui kontak seksual vagina ataupun anal. Namun terdapat kontak lainnya secara genital-genital ataupun tangan-genital yang juga dapat meningkatkan risiko infeksi HPV. National Cancer institute mengatakan, lebih dari 40 jenis strain HPC yang ditransmisikan secara kontak seksual dapat menyebabkan kanker.

    Maka dari itu program rekomendasi untuk mencegah infeksi HPV  adalah pemberian vaksin HPV untuk remaja putri berusia 11-12 tahun sebelum terjadinya hubungan seksual secara aktif. Asisten Profesor dari bagian Anak Cincinnati Children, Lea Widdice mengatakan usia 11-12 tahun bukanlah hal yang terlalu cepat karena untuk melindungi mereka sebelum aktif hubungan seksual. Namun sebelumnya anak-anak juga sudah terpapar dengan HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Namun beberapa penelitian lain telah dilakukan dengan mengambil sample sebanyak 259 perempuan berusia 13-21 tahun yang mayoritas dari komunitas Afrika-Amerika. Pada hasil studi tersebut terdapat 109 partisipan telah melakukan hubungan seksual dan juga memiliki lebih dari satu pasangan. Terdapat 133 dari mereka terinfeksi oleh HPV dan 69 partisipan belum pernah berhubungan seksual namun 8 partisipan diantaranya terinfeksi virus HPV.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Dari penelitian tersebut, terdapat 2 diantaranya terinfeksi HPV 16 yang merupakan penyebab kanker serviks. Tentu orang yang sudah melakukan hubungan seksual, lebih beresiko terserang kanker serviks, namun hal tersebut akan lebih ringan bila dilakukan terlebih dahulu sebelumnya. Walaupun seseorang telah terinfeksi HPV pada vagina namun tetap bisa mendapatkan proteksi tambahan terhadap infeksi pada serviks dengan vaksin HPV ini.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Jadi beri yang terbaik bukan hanya untuk Bunda saja namun untuk si Gadis dengan mendapatkan vaksinasi HPV di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Kenapa harus di Prosehat? Karena Prosehat mempunyai banyak kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:
    Effendi, Bonita. “Pencegahan Infeksi HP untuk Kaum Muda” https://www.tanyadok.com/berita/pencegahan-infeksi-hpv-untuk-kaum-muda. Diakses pada 29 Januari 2018

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja