Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 301–310 of 638 results

  • Apakah kalian sering sakit? Jika iya, penyakit apakah yang sering kalian alami? Terserang suatu penyakit adalah suatu hal yang tidak kita inginkan mengingat hal yang satu ini akan mengganggu keseharian kita. Bukan hanya itu saja, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat mengganggu kinerja organ kita yang pastinya kita membutuhkan biaya untuk hal ini karena kita […]

    Ingin Jadi Wanita Sukses? Hidup Sehat dengan Makanan Sehat

    Apakah kalian sering sakit? Jika iya, penyakit apakah yang sering kalian alami? Terserang suatu penyakit adalah suatu hal yang tidak kita inginkan mengingat hal yang satu ini akan mengganggu keseharian kita. Bukan hanya itu saja, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat mengganggu kinerja organ kita yang pastinya kita membutuhkan biaya untuk hal ini karena kita perlu ke dokter. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kita sering terserang suatu penyakit? Berbagai faktor bisa memicu timbulnya suatu penyakit, seperti kurang istirahat, kebiasaan merokok ataupun mengonsumsi minuman beralkohol, serta pola makan kita yang kurang teratur.

    Asupan makanan adalah suatu hal yang perlu kita perhatikan karena makanan berfungsi sebagai sumber energi dalam keseharian kita dan apabila kita kurang makan maka akan mempengaruhi performa kita. Selain itu, dari makanan kita juga bisa memenuhi beberapa kebutuhan seperti kebutuhan nutrisi ataupun vitamin yang pastinya berfungsi untuk menjaga badan kita tetap sehat. Sebagai wanita yang sudah memasuki usia dewasa awal alias 20-an, kita harus mengonsumsi berbagai makanan sehat mengingat padatnya kegiatan kita dalam sehari. Lalu makanan sehat apa sih yang tepat untuk wanita pada rentang usia 20 hingga 30 tahun?

    Nah, daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut in!

    1. Makanan tinggi magnesium

    Jenis makanan yang satu ini memiliki peran penting dalam keseharian kita mengingat magnesium sangatlah efektif untuk menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan datang bulan alias menstruasi. Contoh makanan yang kaya akan magnesium adalah sayuran hijau, kacang kedelai, ikan mackerel, pisang, beras merah, alpukat, dan lain-lain.

    2. Makanan tinggi kalsium

    Kebutuhan akan kalsium adalah kebutuhan yang tidak boleh dilupakan mengingat kalsium berperan penting terhadap kesehatan kita. Yup, kalsium adalah salah satu zat yang berfungsi untuk pertumbuhan tulang. Osteoporosis ataupun permasalahan pada persendian adalah salah satu contoh permasalahan yang mungkin terjadi di masa mendatang ketika kebutuhan kalsium kita tidak terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itulah kita harus mengonsumsi berbagai jenis makananan yang tinggi akan kalsium, seperti berbagai sayuran hijau, kacang-kcangan, seafood, dan biji-bijian.

    3. Makanan mengandung vitamin C

    Vitamin C adalah salah satu vitamin yang berperan penting dalam kehidupan kita dan tentu saja kita perlu memenuhi kebutuhan vitamin C dalam keseharian kita. Terpenuhinya kebutuhan vitamin C dengan baik pada usia 20-an berfungsi untuk membangun kolagen dalam tubuh yang berarti meminimalisir timbulnya berbagai tanda penuaan sejak dini. Beberapa contoh makanan yang kaya akan kandungan vitamin C antara lain jeruk, pepaya, stroberi, kiwi, kubis, ubi jalar, dan lain-lain.

    4. Makanan berprotein

    Protein juga kebutuhan tubuh yang tidak boleh kita lupakan kapan pun karena perannya yang penting untuk tubuh kita. Terpenuhinya kebutuhan protein kita dalam sehari akan menimbulkan rasa kenyang sehingga kita tidak makan berlebihan dan pastinya mencegah risiko obesitas pada seseorang. Bukan hanya itu saja, protein juga mampu berfungsi sebagai sumber energi serta menjaga kadar gula darah kita dalam batas normal. Contoh beberapa makanan yang berprotein tinggi adalah telur, aam, kacang almond, daging sapi, berbagai produk olahan susu, dan lain-lain.

    5. Mengurangi konsumsi makanan manis

    Setelah kita memenuhi berbagai kebutuhan tubuh dengan baik, tentunya kita perlu mengingat beberapa jenis makanan yang perlu kita hindari agar tubuh kita juga tidak rentan terhadap serangan berbagai penyakit. Mengonsumsi makanan manis terlalu sering atau berlebihan bukanlah suatu hal yang disarankan karena hal ini dapat memicu timbulnya penyakit yang dapat mengancam keselamatan kita seperti diabetes, gangguan jantung, ataupun hipertensi. Cake, cookies, ataupun cokelat adalah beberapa contoh makanan manis yang perlu kita kurangi untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari.

    Nah itu tadi adalah beberapa panduan makanan sehat yang bisa diterapkan oleh wanita rentang usia 20 hingga 30 tahun. Hidup sehat adalah hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sobat, kenalkah Anda dengan orang-orang yang mengalami hipertensi? Atau mungkin orangtua, sanak saudara atau rekan kerja Anda mengalami tekanan darah tinggi? Biasanya masalah kesehatan ini disebut hipertensi, yaitu suatu keadaan dimana aliran darah menjadi bertambah kencang untuk dapat melewati tekanan pada pembuluh darah. Setiap orang dikatakan menderita hipertensi apabila didapati tekanan darah ≥140/≥90 yang didapati […]

    Hipertensi? Stop Konsumsi 7 Asupan Berikut!

    Sobat, kenalkah Anda dengan orang-orang yang mengalami hipertensi? Atau mungkin orangtua, sanak saudara atau rekan kerja Anda mengalami tekanan darah tinggi? Biasanya masalah kesehatan ini disebut hipertensi, yaitu suatu keadaan dimana aliran darah menjadi bertambah kencang untuk dapat melewati tekanan pada pembuluh darah. Setiap orang dikatakan menderita hipertensi apabila didapati tekanan darah ≥140/≥90 yang didapati pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak >2 jam. Penyakit hipertensi ini tentunya tidak dapat dianggap enteng, karena hipertensi menjadi risiko terbesar terhadap penyakit gagal jantung dan stroke.

    Selain menyebabkan kedua penyakit di atas, hipertensi juga merupakan penyakit yang dapat merusak organ tubuh lain, contohnya ginjal dan mata. Penyebab gagal ginjal terbanyak kedua setelah diabetes adalah hipertensi. Hal ini dapat terjadi karena pengerasan pembuluh darah yang ditimbulkan oleh hipertensi membuat organ tubuh, terutama jantung untuk memompa darah dan ginjal untuk menyaring darah, harus bekerja lebih keras dalam menjalani fungsinya. Sebelum terjadi kegagalan organ, maka kita perlu mencegah terjadinya penyebab dari kegagalan organ itu.

    Hipertensi yang telah dikatakan sebagai penyebab terbanyak kegagalan organ ini juga memiliki beberapa penyebabnya. Penyebab terbesar terjadinya hipertensi adalah gaya hidup kita sendiri. Pengobatan dari hipertensi juga cenderung pada perubahan gaya hidup. Gaya hidup yang perlu diubah adalah mengenai nutrisi atau asupan makanan minuman kita sehari-hari. Tentunya Sobat semua perlu mengenal jenis makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi.

    Berikut adalah 7 makanan yang dilarang pada penderita hipertensi:

    1. MAKANAN YANG MENGANDUNG LEMAK JENUH TINGGI

    gorengan

    Apa sebenarnya yang dimaksud sebagai makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi? Makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi ialah makanan yang dapat memberikan kenaikan signifikan pada kadar kolesterol jahat dalam tubuh kita. Contoh dari makanan tinggi lemak jenuh ini yaitu makanan-makanan yang biasanya paling digemari oleh masyarakat, yaitu gorengan, camilan yang terutama mengandung produk susu (mentega, susu, keju, whipped cream, dll) seperti biskuit dan makanan ringan lainnya. Daging sapi, daging babi, dan kambing, serta kulit ayam juga dikatakan memiliki kandungan lemak jenuh tinggi.

    Makanan yang telah disebutkan di atas termasuk dalam makanan yang dilarang pada penderita hipertensi. Hal ini disebabkan kandungan lemak jenuh akan diubah menjadi kolesterol yang akan menumpuk pada pembuluh darah. Penumpukan kolesterol ini akan disebut sebagai plak dan efek buruk dari plak tersebut adalah mengganggu aliran darah yang melewati tempat tersebut. Selain dari terganggunya aliran darah yang lewat, penumpukan plak juga dapat membuat pengerasan pada pembuluh darah tersebut. Akibat dari proses ini adalah kenaikan tekanan darah hingga penyumbatan total dari pembuluh darah, penyebab utama dari serangan jantung dan stroke.

    1. MAKANAN TINGGI GARAM

    Garam sangat berperan dalam terjadinya hipertensi karena kandungan sodium di dalamnya. Sodium, suatu mineral dalam tubuh yang berperan dalam regulasi aliran darah. Ginjal bertugas untuk menyaring darah dengan membuang sebagian aliran darah yang terdapat di pembuluh darah untuk keluar sebagai urin. Proses ini melibatkan kandungan sodium dan potassium yang ada pada tubuh. Apabila didapati kandungan sodium yang tinggi, maka aliran darah yang berlebih tersebut tidak dapat ditarik keluar untuk dibentuk menjadi urin, dan hal ini berujung pada aliran darah yang semakin banyak. Apabila hal ini terus dipertahankan dalam waktu yang lama, maka tekanan darah tinggi dapat terjadi.

    Asupan sodium yang direkomendasikan oleh American Heart Association  bagi penderita hipertensi untuk dikonsumsi per harinya adalah tidak lebih dari 1500 miligram. Satu sendok teh garam sendiri sudah mengandung 2400 miligram sodium. Selain garam, makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamat) tinggi juga memiliki kadar sodium yang tinggi.

    1. MAKANAN TINGGI GULA

    Makanan manis yang banyak ditemukan pada makanan penutup, camilan, dan makanan ringan biasanya adalah makanan yang memiliki kalori tinggi, tapi sedikit kandungan nutrisi. Glukosa merupakan komponen terbanyak yang ditemukan pada jenis makanan ini. Glukosa yang rutin dikonsumsi dalam jumlah banyak akan mengakibatkan metabolisme insulin terganggu.

    Apabila metabolisme insulin terganggu, maka glukosa tidak lagi dapat berfungsi pada organ tubuh, melainkan akan menumpuk di pembuluh darah. Sama seperti penumpukan kolesterol, penumpukan glukosa ini juga menyebabkan terjadinya kerusakan pembuluh darah. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, hipertensi sering disebabkan akibat kerusakan pembuluh darah. Maka, makanan tinggi gula juga dimasukkan ke dalam makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi.

    1. KOPI

    Kopi memiliki kandungan kafein yang tinggi dan melalui penelitian didapatkan bahwa kafein dapat meningkatkan tekanan darah dalam ≥3 jam setelah konsumsi. Peningkatan tekanan darah ini memang tidak bertahan lama, setelah kafein dibuang dari aliran darah, tekanan darah biasanya akan kembali pada kisaran biasanya. Namun, apabila konsumsi kafein dilakukan dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini dapat menimbulkan perubahan pada pembuluh darah yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya hipertensi. Pada penderita hipertensi, pembuluh darah sudah mengalami perubahan, ditambah dengan konsumsi kafein, maka tekanan darah akan semakin meningkat dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada pembuluh darah.

    1. ALKOHOL

    Kandungan alkohol dalam minuman dipercaya dapat menaikkan tekanan darah. Hal ini sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian yang menyatakan bahwa tekanan darah pada orang-orang yang terbiasa minum alkohol (dalam kisaran 300 mL/minggu) didapati lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak terbiasa minum. Selain itu, pada penderita hipertensi, pengurangan konsumsi alkohol juga terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah. Maka dari itu, alkohol menjadi asupan yang dilarang pada penderita hipertensi.

    1. MINUMAN BERENERGI

    Minuman berenergi menjadi asupan favorit bagi para pekerja yang butuh tenaga lebih untuk menyelesaikan pekerjaannya. Adakah hubungan antara minuman berenergi dengan hipertensi? Tentu ada! Minuman berenergi ini mengandung kadar gula yang sangat tinggi dan juga kadar kafein! Nah, sebelumnya Sobat sudah membaca mengenai efek kadar gula yang tinggi dan efek kafein dengan terjadinya hipertensi, bukan? Jadi, minuman berenergi termasuk dilarang bagi penderita hipertensi.

    1. SUPLEMEN VITAMIN YANG MENGANDUNG TINGGI SODIUM, MAGNESIUM, POTASSIUM

    Suplemen yang mengandung tinggi sodium, magnesium, dan potassium berperan dalam terjadinya hipertensi karena adanya gangguan pada regulasi aliran darah. Jadi, suplemen vitamin juga dapat menjadi makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi, Sobat!

    Nah, itulah 7 asupan yang sebaiknya dihindari untuk penderita hipertensi! Jangan salah paham bahwa penderita hipertensi tidak dapat melahap makanan apapun. Saat ini telah dikeluarkan rekomendasi asupan nutrisi yang baik untuk dikonsumsi rutin bagi para penderita hipertensi, yaitu buah, sayuran, dan makanan yang rendah lemak jenuh. Makanan dengan lemak jenuh yang rendah contohnya minyak olive, kacang-kacangan, daging dan lemak ikan, dll. Sobat, ayo kita cegah hipertensi dengan kurangi asupan makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi seperti ulasan sebelumnya. Selain itu, jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan lainnya, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. U.S Department of Health and Human Services. Your Guide to Lowering Blood Pressure. National Heart, Lung, and Blood Institute. 2015
    2. Bazzano LA, Green T, Harrison TN, Reynolds K. Dietary Approaches to Prevent Hypertension. Curr Hypertens Rep. 2013 December ;15(6):694-702.
    3. Zhao D, Qi Y, Zheng Z, Wang Y, Zhang XY, Li HJ, et al. Dietary factors associated with hypertension. Nat Rev Cardiol. 2011 August;8:456-65.
    4. Nguyen H, Odelola OA, Rangaswami J, Amanullah A. Review Article : A Review of Nutritional Factors in Hypertension Management. International Journal of Hypertension. 2013 March:1-12.
    5. Heart UK The Cholesterol Charity. Fact Sheet: Diet and Blood Pressure. 2015.
    6. Mesas AE, Munoz LM, Artalejo FR, Garcia EL. The effect of coffee on blood pressure and cardiovascular disease in hypertensive individuals: a systematic review and meta analysis. The American Journal of Clinical Nutrition. 2011 August;94:1113-26.
    Read More
  • Moms, sedang berencana menambah momongan? Jika Anda tengah bersiap memiliki anak kedua, tentunya diperlukan beragam persiapan, salah satunya ialah asupan makanan untuk menopang pertumbuhan janin dalam kandungan. Pada saat kehamilan, tubuh memerlukan ekstra kalori, vitamin serta mineral. Pada saat hamil, Moms memerlukan ekstra kalori sebanyak 180-300 tambahan kalori per harinya. Kurangnya asupan kalori pada saat […]

    9 Panduan Makanan Sehat untuk Program Hamil Anak Kedua

    Moms, sedang berencana menambah momongan? Jika Anda tengah bersiap memiliki anak kedua, tentunya diperlukan beragam persiapan, salah satunya ialah asupan makanan untuk menopang pertumbuhan janin dalam kandungan. Pada saat kehamilan, tubuh memerlukan ekstra kalori, vitamin serta mineral. Pada saat hamil, Moms memerlukan ekstra kalori sebanyak 180-300 tambahan kalori per harinya.

    Kurangnya asupan kalori pada saat kehamilan dapat berdampak buruk bagi pertumbuhan bayi dalam kandungan seperti kekurangan berat badan pada bayi (BBLR atau Berat Badan Lahir Rendah), tapi bila kelebihan asupan kalori saat kehamilan pun dapat berdampak negatif seperti meningkatkan risiko Diabetes Gestasional (meningkatnya gula darah saat kehamilan) yang dapat mempersulit proses persalinan karena berat badan bayi lahir berlebih.

    Berikut ini anjuran asupan makanan sehat yang diperlukan saat program kehamilan :

    1. Asam Folat

    Asam folat merupakan salah satu suplemen yang sangat dibutuhkan bagi ibu saat program kehamilan, sebab asam folat dapat membantu meningkatkan kesuburan, membantu tumbuh kembang janin selama dalam kandungan serta mencegah terjadinya cacat janin. Namun, asam folat tidak hanya berbentuk suplemen obat saja tetapi dapat ditemui dalam berbagai makanan seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian seperti gandum dan sereal, hati sapi, salmon dan susu rendah lemak. Kebutuhan asam folat untuk wanita yang sedang menjalani program hamil yaitu 400 mikrogram (mcg) atau 0,4 mg per hari.

    Selain untuk meningkatkan kesuburan bagi pasutri yang sedang menjalankan program kehamilan, asam folat berfungsi meningkatkan produksi sel darah merah tubuh, membantu mencegah terjadinya keguguran, cacat lahir pada bayi, cacat organ tubuh lain seperti cacat jantung, bibir sumbing. Cacat tabung saraf dapat terjadi saat embrio, oleh karena itu disarankan mengonsumsi suplemen asam folat sejak program kehamilan.

    Selain bagi wanita, asam folat ternyata dapat membantu kesuburan pria, karena asam folat mengandung antioksidan. Antioksidan seperti asam folat dan zink dipercaya dapat meningkatkan volume serta meningkatkan kualitas sperma. Oleh karena itu, asam folat sangat dibutuhkan untuk pasangan suami istri yang sedang menjalani program kehamilan.

    1. Vitamin dan Mineral Lain

    Selain asam folat, beberapa vitamin dan mineral lain yang baik dikonsumsi dalam meningkatkan kesuburan yaitu makanan yang mengandung vitamin A, B, C, D dan E, kalsium serta asam lemak.

    Piramida makanan yang dapat meningkatkan fertilitas

    1. Makanan yang Mengandung Protein

    Selain sebagai sumber energi yang diperlukan tubuh, asupan protein serta kalsium sangat diperlukan untuk pertumbuhan awal janin. Makanan yang terbuat dari bahan dasar susu, selain mengandung protein juga mengandung probiotik (seperti yoghurt) yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dengan meningkatkan bakteri baik di usus. Selain itu, mengonsumsi probiotik selama kehamilan awal maupun program kehamilan dapat mencegah risiko terjadinya komplikasi saat kehamilan seperti preeklampsia, diabetes gestasional, risiko infeksi dan alergi.

    1. Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan seperti  kacang tanah, kacang kedelai, kacang merah merupakan sumber asam folat, serat, protein, zat besi, sumber vitamin B serta kalsium. Karena kacang-kacangan mengandung asam folat, sebuah penelitian menyatakan bahwa kandungan asam folat yang terkandung di dalam kacang-kacangan dapat mencegah 65-90% risiko cacat sekat jantung.

    1. Ubi Jalar

    Ubi jalar mengandung beta carotene dan vitamin A yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan sel serta jaringan tubuh, hal ini sangat diperlukan saat perkembangan awal janin. Wanita yang sedang program hamil atau masa awal kehamilan memerlukan asupan vitamin A 10-40% lebih banyak, atau 100-150 gram ubi jalar per hari. Selain itu, ubi jalar mengandung serat yang dapat menimbulkan efek kenyang lebih lama, sehingga dapat mengontrol gula darah saat kehamilan dan menurunkan risiko terkena Diabetes gestasional dan mencegah kelebihan berat badan pada janin yang mempersulit proses persalinan.

    1. Salmon

    Salmon mengandung omega 3, asam lemak EPA dan DHA, yang berfungsi membentuk perkembangan otak dan mata janin. Selain dari salmon, omega 3 didapatkan dari makanan laut. Selain mengandung asam lemak omega 3, salmon merupakan makanan dengan kandungan vitamin D alami yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kesuburan serta berfungsi dalam pembentukan tulang janin. Anjuran asupan omega 3 adalah 1000-2000 mg per hari atau 2-3 ons ikan salmon.

    1. Telur

    Telur merupakan sumber makanan dengan kandungan protein tinggi yang dapat meningkatkan kesuburan, serta merupakan sumber energi tubuh. Selain itu, telur merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin, mineral serta kholin. Kholin dibutuhkan tubuh saat kehamilan awal karena dapat membantu  meningkatkan pembentukan otak janin

    1. Daging Merah

    Selain mengandung protein, daging merah merupakan sumber zat besi yang diperlukan tubuh untuk membantu pembentukan sel darah merah.

    1. Sayur dan Buah

    Konsumsi makanan yang mengandung serat dapat membantu agar mudah kenyang, sehingga dapat mengurangi asupan karbohidrat. Menjaga asupan kalori yang masuk membantu untuk mencegah kelebihan berat badan saat mempersiapkan kehamilan, secara tidak langsung membantu untuk menghindari risiko berat badan berlebih saat kehamilan yang berdampak meningkatnya risiko diabetes saat kehamilan. Selain itu, berat badan berlebih terbukti dapat mengurangi kesuburan seseorang.

    Makanan yang dapat menurunkan tingkat kesuburan

    Berikut ini beberapa anjuran makanan yang harus dihindari selama program hamil, karena dapat mengganggu kesuburan pria dan wanita, antara lain:

    1. Jaga kondisi tubuh agar tetap sehat dengan berolahraga minimal 5 kali dalam seminggu, berat badan ideal dapat membantu meningkatkan kesuburan seseorang, serta mencegah berat badan berlebih saat kehamilan yang dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit saat kehamilan seperti hipertensi gestasional dan diabetes gestasional.
    2. Istirahat yang cukup serta menjauhi stres.
    3. Menghindari rokok dan alkohol, serta minuman yang mengandung kafein.
    4. Hindari makanan cepat saji, mengandung pengawet serta makanan yang mengandung banyak lemak.

    Nah, Moms yang sudah siap berbadan dua, jangan lupa perhatikan panduan makanan sehat untuk kehamilan seperti yang sudah diulas di atas ya. Anda juga bisa mendapatkan informasi kesehatan penting lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat!

    Daftar Pustaka

    1. Diet During Pregnancy: Healthy Eating While Pregnant [Internet]. American Pregnancy Association. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: americanpregnancy.org/pregnancy-health/diet-during-pregnancy/
    2. Collins G, Rossi B. The impact of lifestyle modifications, diet, and vitamin supplementation on natural fertility. Fertility Research and Practice [Internet]. 2015 [cited 13 September 2018];1(1). Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4345758/
    3. Penelitian mengungkap peran selenium untuk kesuburan wanita [Internet]. https://www.nestlenutrition-institute.org. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: nestlenutrition-institute.org/country/id/berita/article/2015/01/07/penelitian-mengungkap-peran-selenium-untuk-kesuburan-wanita
    4. How can I increase my chances of getting pregnant? [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/how-can-i-increase-my-chances-of-getting-pregnant/
    Read More
  • Sobat pernah merasakan muntah? Duh, rasanya benar-benar tidak nyaman bukan? Apalagi setelah muntah biasanya tubuh menjadi lemah dan lambung terasa tidak enak. Muntah merupakan suatu keadaan dimana seluruh isi saluran cerna bagian atas dikeluarkan melalui mulut secara tiba-tiba dan refleks yang disebabkan karena adanya rangsangan muntah. Muntah diawali dengan adanya perasaan mual, dimana adanya sensasi […]

    Jenis Makanan Apa yang Dapat Dikonsumsi Setelah Muntah?

    Sobat pernah merasakan muntah? Duh, rasanya benar-benar tidak nyaman bukan? Apalagi setelah muntah biasanya tubuh menjadi lemah dan lambung terasa tidak enak. Muntah merupakan suatu keadaan dimana seluruh isi saluran cerna bagian atas dikeluarkan melalui mulut secara tiba-tiba dan refleks yang disebabkan karena adanya rangsangan muntah. Muntah diawali dengan adanya perasaan mual, dimana adanya sensasi tidak nyaman pada bagian lambung. Mual dan muntah bukan suatu diagnosis, melainkan suatu gejala atau tanda dari suatu kondisi penyakit atau keadaan tertentu misalnya mabuk perjalanan, kehamilan atau kondisi psikologis tertentu.

    Mual dan muntah merupakan gejala yang umum terjadi, dan tidak terbatas usia, maupun jenis kelamin, selain disertai mual, gejala lainnya juga dapat menyertai muntah misalnya migren, nyeri kepala, demam, vertigo, diare, nyeri ulu hati, pucat, berkeringat dan napas tidak beraturan.

    Terjadinya muntah diawali dengan tiga fase yaitu yang pertama adanya rangsangan pada medulla oblongata di otak yang memicu ambang rangsang muntah, kemudian timbul perasaan mual. Lalu terjadi gerakan yang diusahakan otot perut dan dada sebelum muntah. Terakhir, terjadi gerakan retroperistaltis, yaitu pengeluaran isi lambung melalui mulut.

    Proses Terjadinya Muntah

    Muntah dapat disebabkan karena gangguan pencernaan seperti iritasi lambung yang disebabkan oleh rokok, alkohol, dan obat pereda nyeri. Selain itu, muntah dapat disebabkan karena adanya gangguan di otak (trauma, infeksi, tumor), nyeri kepala (vertigo, migren), serta kondisi lainnya (hamil, rangsangan bau, mabuk perjalanan, gangguan psikologi), diabetes serta efek samping dari pengobatan (obat kemoterapi, steroid, pereda nyeri, antibiotic, kodein, morfin). Hayo, Sobat pernah merasakan muntah karena apa?

    Nah, setelah muntah Sobat dapat memperhatikan asupan makanan sebaiknya dikonsumsi, antara lain:

    1. Air
      Ketika muntah, sejumlah air ikut keluar dari tubuh, baik melalui muntah, keringat maupun diare (gejala lain yang mengikuti), sehingga untuk mengembalikan jumlah air merupakan hal wajib yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Terjadinya dehidrasi dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari yang ringan sampai yang berat, yaitu mulai dari bibir kering, puing, mata cekung, jantung terasa berdebar, urine berwarna pekat, jumlah urine berkurang sampai terjadinya kehilangan kesadaran (pingsan).
      Minumlah air hangat sedikit demi sedikit setelah muntah.
    1. Cairan Elektrolit
      Minum cairan yang mengandung elektrolit (larutan gula dan garam) karena selain air, elektrolit juga berkurang dalam darah sehingga jangan lupa untuk kembalikan jumlah elektrolit yang hilang.
    1. Makan makanan yang lunak, hindari makanan yang berat sekitar 6 jam setelah muntah, mulai dengan makanan ringan seperti bubur atau biskuit apabila terasa lapar setelah muntah.
    2. Hindari posisi berbaring ketika minum atau makan setelah muntah karena dapat merangsang terjadinya muntah kembali. Lalu tenangkan kondisi, seperti istirahat dahulu setelah muntah.
    3. Hindari makanan yang dapat merangsang muntah kembali, seperti makanan yang mengandung minyak berlebih dan lemak seperti keju dan susu.
    4. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti cokelat dan teh.
    5. Berikan makanan yang terlalu manis untuk menghindari mual dan muntah berulang kembali.
    6. Hindari makanan yang pedas, minuman bersoda dan makanan serta minuman yang mengandung alkohol.

     Bagaimana agar Sobat tidak muntah kembali? Nah, ini ada triknya loh. Apa saja? Yuk, coba kita cek:

    Hindari kegiatan yang merangsang muntah

    Apabila muntah disebabkan motion sickness atau mabuk perjalanan maka hindari kegiatan di kendaraan yang dapat merangsang mual seperti hindari main gadget serta hindari membaca di dalam kendaraan.

    Banyaklah istirahat

    Perbanyak istirahat, batasi aktivitas fisik. Sobat bisa duduk di tempat yang tidak ramai untuk mencegah tidak muntah kembali. Pastikan kepala tetap tegak dan tidak menunduk. Sobat juga sebaiknya menghindari melihat benda yang bergerak karena dapat memicu mual.

    Pahami tanda dan bahaya muntah

    Pahami tanda-tanda bahaya dan segera mencari pertolongan apabila muntah terjadi secara terus-menerus, muntah yang menyembur, muntah yang disertai darah, demam, nyeri kepala hebat, lesu, hilang kesadaran, nafas yang tidak teratur, diare serta sulit buang air kecil (jumlah urine berkurang) dan tidak mau makan dan minum. Segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik serta dilakukan penanganan lebih lanjut. Apabila gejala cukup berat maka dokter akan mempertimbangkan pemberian infus.

    Konsumsi obat sesuai dengan gejala dan anjuran dokter

    Beberapa jenis obat dapat diberikan untuk mengurangi gejala mual dan muntah. Pastinya, obat-obatan ini harus sesuai dengan anjuran dan resep dokter ya Sobat. Biasanya bila muntah disebabkan karena infeksi bakteri H. Pylori, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati penyebab utama terjadinya infeksi pada lapisan lambung. Lain halnya bila muntah disebabkan karena mabuk perjalanan atau motion sickness, maka diperlukan obat anti motion sickness yang mengandung dimenhydrinate sebelum melakukan perjalanan. Lalu, muntah akibat gastritis atau luka pada lapisan lambung dapat diobati dengan obat yang dapat mengurangi asam lambung seperti misalnya antasida, atau obat golongan H2 pump inhibitor serta obat yang mempercepat pengosongan lambung untuk mengurangi gejala mual dan muntah.

    Kini Sobat sudah tahu kan langkah apa saja yang harus ditempuh setelah mengalami muntah. Jika Anda membutuhkan informasi kesehatan lainnya, segera akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Furyk, J., Meek, R. and McKenzie, S. (2014). Drug treatment of adults with nausea and vomiting in primary care. BMJ, [online] 349(aug07 2), pp.g4714-g4714. Available at: bmj.com/content/349/bmj.g4714 [Accessed 20 Sep. 2018].
    2. Singh, P., Yoon, S. and Kuo, B. (2018). SAGE Journals: Your gateway to world-class journal research. [online] Journals.sagepub.com. Available at: journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/1756283X15618131 [Accessed 20 Sep. 2018].
    3. WebMD. (2018). How to Treat Nausea and Vomiting. [online] Available at: webmd.com/digestive-disorders/understanding-nausea-vomiting-treatment [Accessed 20 Sep. 2018].

     

    Read More
  • Moms, mungkin kita masih banyak yang belum begitu mengerti tentang apa yang dimaksud vaksin serta vaksin apa saja yang dibutuhkan oleh anak. Salah satu yang sangat penting adalah vaksin polio. Kurangnya pengetahuan serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai vaksin menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit polio di Indonesia. Sebelum dibahas mengenai vaksin polio, ada baiknya kita […]

    Apa Penyebab Penyakit Polio?

    Moms, mungkin kita masih banyak yang belum begitu mengerti tentang apa yang dimaksud vaksin serta vaksin apa saja yang dibutuhkan oleh anak. Salah satu yang sangat penting adalah vaksin polio. Kurangnya pengetahuan serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai vaksin menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit polio di Indonesia. Sebelum dibahas mengenai vaksin polio, ada baiknya kita mengetahui apa yang dimaksud dengan vaksin, apa itu vaksin polio, kapan waktu yang tepat bagi si anak untuk mendapatkan vaksin polio, serta apa yang dimaksud dengan polio, gejala yang mungkin ditimbulkan apabila sudah terjangkit virus polio serta apa saja yang dapat kita lakukan apabila sudah terjangkit polio.

    Kita mulai dari membahas apa yang dimaksud dengan vaksinasi atau imunisasi, Vaksinasi merupakan suatu cara memasukan virus mati atau virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh manusia yang bertujuan dengan pemberian vaksin ini, sistem pertahanan tubuh mampu mengenali virus, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat mengatasinya secara otomatis apabila suatu saat kita terinfeksi virus tersebut. Vaksinasi polio terdapat 2 jenis yaitu OPV (Oral Polio Vaccine) atau Imunisasi Polio Oral merupakan vaksinasi dari virus hidup yang sudah dilemahkan dan yang kedua adalah IPV (Injection Polio Vaccine) atau polio suntik yang menggunakan virus yang telah dimatikan atau dinonaktifkan dan diberikan dengan cara suntikan di lengan. Jadwal penyuntikan IPV ketika anak berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6-18 bulan, sedangkan dosis penambah atau booster diberikan sejak anak berusia 6-8 tahun. Sedangkan OPV diberikan secara tetes di mulut anak sejak saat lahir, usia 2, 4, 6, 18 bulan.

    Sedangkan vaksinasi pada dewasa diberikan hanya kepada seseorang yang status vaksinasinya masih diragukan atau yang tidak pernah melakukan vaksinasi polio sama sekali sebelumnya dan apabila seseorang hendak mengunjungi negara dengan angka insiden polio tinggi. Vaksinasi polio dewasa diberikan dengan jarak waktu antara dosis pertama dan kedua, 4-8 bulan dan dosis ketiga, 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua.

    Reaksi yang mungkin timbul akibat penyuntikan vaksinasi polio sangat ringan berupa kemerahan di tempat suntikan, demam ringan, reaksi ini bersifat sementara, apabila anak demam setelah imunisasi, maka lakukan pengompresan pada dahi, lipat paha serta lipat ketiak anak serta diberikan obat penurun panas. Sedangkan reaksi yang dapat terjadi karena penyuntikan OPV mungkin diare tapi hal ini sangat jarang terjadi.

    Tidak semua anak dapat diimunisasi polio, misalnya anak sedang dalam kondisi demam atau tidak sehat, anak dengan riwayat alergi yang parah atau alergi terhadap obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter sebelum melakukan vaksinasi.

    Lalu, apakah yang terjadi bila kita menolak dilakukan imunisasi pada si kecil? Tentunya anak kita tidak terhindar dari risiko infeksi virus polio.Polio merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio yang terdapat di tenggorokan dan di dalam saluran pencernaan, polio sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, pada pasien penderita polio dapat menimbulkan gejala kesulitan bernapas, kelumpuhan atau bahkan sampai terjadi kematian.

    Indonesia bersama dengan regional Asia Tenggara telah mendapatkan sertifikat negara bebas polio dari WHO (World Health Organization) berkat program pemerintah yang serius untuk membasmi kasus polio. saat ini, negara endemis polio sangat berkurang drastis yaitu dari 125 negara menjadi hanya 3 negara yaitu Nigeria, Pakistan dan Afganistan (data WHO tahun 2017).

    Penyakit polio disebabkan oleh virus polio, yang dapat terinfeksi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan tinja atau kotoran yang mengandung virus polio, dari tetesan bersin atau batuk. Dalam tubuh manusia, virus ini menginfeksi tenggorokan sampai usus, bahkan sampai masuk ke aliran darah dan menyerang sistem saraf. Orang-orang yang berisiko terjangkit polio adalah anak-anak, wanita hamil, seseorang dengan imunitas rendah, serta seseorang yang tinggal dengan sanitasi yang buruk, misalnya belum ada toilet bersih di daerah tinggal serta sumber air minum yang buruk.

    Apabila seseorang sudah positif terjangkit virus polio, awalnya tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala yang berat. Masing-masing polio mempunyai gejala yang berbeda, yaitu:

    POLIO NON-PARALISIS

    merupakan tipe polio yang tidak pernah mengalami kelumpuhan. Berikut ini gejala Polio Non-Paralisis:

    1. Demam lemah otot atau kaku, biasanya anggota gerak serta leher terasa sakit dan kaku.
    2. Muntah
    3. Demam
    4. Meningitis
    5. Sakit tenggorokan.
    6. Sakit kepala.

    Gejala umum Polio Non paralisis umumnya dapat berlangsunng antara 1-10 hari.

    POLIO PARALISIS

    Polio jenis paralisis merupakan polio yang paling parah, gejalanya hampir sama dengan gejala non paralisis yaitu pusing, sakit kepala, lemah otot, serta saluran pernapasan terganggu sampai kematian. Kelumpuhan pada polio jenis ini dapat terjadi hanya beberapa jam setelah infeksi virus polio. Polio paralisis dapat dibagi sesuai dengan bagian tubuh yang terjangkit misalnya batang otak, saraf tulang belakang ataupun campuran keduanya. Hal yang paling ditakuti dari polio tipe paralisis adalah kelumpuhan dari sistem pernapasan sehingga pernapasan menjadi terhambat atau bahkan tidak berfungsi sama sekali, hal ini diperlukan penanganan medis secara serius.

    Sindrom Pasca Polio

    Sindrom pasca polio biasanya terjadi pada pasien yang pernah mengalami riwayat polio, 30-40 tahun yang lalu. Gejala yang terjadi dapat ringan sampai berat. Berikut gejala yang mungkin timbul pada sindrom pasca polio:

    1. Mudah lelah
    2. Tidak kuat menahan suhu dingin
    3. Gangguan tidur
    4. Gangguan mood atau suasana hati, dapat jatuh ke dalam kondisi depresi.
    5. Kelainan bentuk anggota gerak, lemah pada anggota gerak dan nyeri.
    6. Gangguan daya ingat
    7. Kesulitan bernapas atau menelan.

    Apabila seseorang mengalami gejala di atas, untuk memastikan apakah benar terjangkit polio atau tidak, tentunya diperlukan berbagai tes untuk menegakkan diagnosis pasti. Mulai dari pemeriksaan fisik oleh dokter, pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan darah, tinja serta cairan serebrospinal.

    Sayangnya, belum ada pengobatan yang pasti untuk vaksin polio ini, hanya obat-obatan untuk menghilangkan gejala serta fisioterapi untuk mengurangi kekakuan anggota gerak. Oleh karena itu, pemerintah sangat menggalakkan untuk mengikuti program vaksinasi polio.

    Selain vaksinasi, berikut ini langkah untuk mencegah penyakit polio:

    1. Selalu biasakan cuci tangan sebelum makan.
    2. Tutup makanan agar tidak dihinggapi lalat.
    3. Gunakan air minum dari air bersih yang sudah dimasak.
    4. Virus polio menyebar dari sanitasi yang buruk, sehingga usahakan di lingkungan tempat tinggal sudah dibangun sarana MCK yang memadai, sehingga warganya tidak buang air besar di sungai.
    5. Tutup hidung dan mulut dengan menggunakan masker atau sapu tangan apabila sedang batuk, pilek dan bersin.
    6. Makan makanan yang sehat.
    7. Istirahat yang cukup agar daya tahan tubuh meningkat sehingga tidak mudah terserang berbagai penyakit.

    Nah, setelah membaca ulasan di atas, Moms tentunya sudah lebih mengetahui seputar penyebab polio dan lainnya bukan? Untuk informasi kesehatan lainnya, Moms bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Bahkan ada layanan vaksin polio ke rumah loh! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Poliomyelitis [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 7 September 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/poliomyelitis
    2. Ochmann S, Rosser M. Polio [Internet]. Our World in Data. 2017 [cited 7 September 2018]. Available from: ourworldindata.org/polio
    3. Semi Annual Status Report Polio July to December 2017 [Internet]. 3rd ed. Switzerland: Polio Global Eradication Initiative; 2018 [cited 5 September 2018]. Available from: polioeradication.org/wp-content/uploads/2018/05/who-polio-donor-report-july-december-2017-20180504.pdf
    4. Mehndiratta M, Mehndiratta P, Pande R. Poliomyelitis. The Neurohospitalist [Internet]. 2014 [cited 5 September 2018];4(4):223-229. Available from: Poliomyelitis Historical Facts, Epidemiology, and Current Challenges in Eradication.

     

    Read More
  • Kolesterol. Kolesterol adalah suatu penyakit yang membahayakan dan pastinya tidak ada seorang pun yang ingin mengalami hal ini. Memangnya bagaimana sih seseorang dikatakan mengalami penyakit kolesterol? Jawabannya tentu saja ketika kadar kolesterol mereka mencapai batas tinggi alias ketika melebihi batas normal, yaitu berada di atas angka 200 mg/dL. Lalu, apakah ada gejala lain yang menandakan […]

    Simak 9 Trik Memilih Makanan Rendah Kolesterol

    Kolesterol. Kolesterol adalah suatu penyakit yang membahayakan dan pastinya tidak ada seorang pun yang ingin mengalami hal ini. Memangnya bagaimana sih seseorang dikatakan mengalami penyakit kolesterol? Jawabannya tentu saja ketika kadar kolesterol mereka mencapai batas tinggi alias ketika melebihi batas normal, yaitu berada di atas angka 200 mg/dL. Lalu, apakah ada gejala lain yang menandakan jika kita terserang penyakit kolesterol?
    Gejala dari kolesterol darah yang meningkat tidak dapat terlihat atau dirasakan.

    Namun, gejala peningkatan kolesterol karena keturunan dapat dirasakan, seperti nyeri dada, serangan jantung, nyeri pada bagian betis saat berjalan, luka di kaki yang seringkali sulit untuk sembuh serta gejala dari stroke seperti kelemahan pada kaki, sulit bicara, sebagian wajah yang terjatuh,dsb. Lalu apa yang menyebabkan kadar kolesterol seseorang menjadi tinggi?

    Faktor pola makan adalah faktor utama yang menyebabkan kadar kolesterol kita menjadi tinggi. Asupan makan yang kurang sehat atau bisa dibilang sembarangan sangat berisiko untuk memicu penyakit kolesterol kita kambuh dan pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi. Selain pola makan, terdapat beberapa faktor lain yang memicu kolesterol tinggi seperti berat badan alias mengalami obesitas, kurangnya olahraga, kebiasaan meorkok, ataupun ada penyakit lainnya yang memicu kolesterol kita menjadi tinggi.

    Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah kolesterol tinggi? Jawabannya tentu saja dengan mengubah pola hidup kita menjadi lebih sehat, salah satunya adalah dengan mengubah pola makan kita. Sebagai penderita kolesterol tinggi kita sebaiknya cerdas dalam memilih makanan supaya kadar kolesterol kita bisa berada dalam batas normal. Kira-kira apa saja ya makanan yang sebaiknya dikonsumsi alias aman untuk penderita kolesterol tinggi?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Mengonsumsi buah pir

    Seperti yang kita ketahui, memperbanyak konsumsi buah dan sayuran adalah salah satu hal penting yang tidak boleh kita lupakan untuk menjalani pola hidup yang sehat. Beberapa buah-buahan tertentu juga efektif untuk menjaga kadar kolesterol dalam batas normal, salah satunya adalah dengan mengonsumsi buah pir. Buah pir adalah salah satu jenis buah yang memiliki kandungan serat yang tinggi bahkan setidaknya bisa mencukupi 16% kebutuhan serat kita dalam sehari. Selai itu, buah pir juga kaya akan kandungan pektin dan kandungan inilah yang berfungsi untuk mengikat kolesterol serta menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

    2. Mengonsumsi jeruk

    Siapa sih di antara kita yang suka mengonsumsi jeruk? Tahu kah kalian jika jeruk merupakan salah satu buah yang efektif untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh kita? Jeruk adalah buah yang kaya akan kandungan d-limonene yaitu senyawa kimia yang berfungsi untuk melarutka kolesterol dan menariknya lagi dapat menghambat pertumbuhan kanker payudara dan kanker usus. Bukan hanya itu saja, jeruk juga kaya akan kandungan vitamin C dan vitamin ini berfungsi untuk meminimalisir terjadinya penumpukan kadar kolesterol jahat dalam tubuh yang tentu saja efektif untuk menurunkan risiko timbulnya penyakit kardiovaskuler pada seseorang.

    3. Hindari konsumsi jeroan

    Tidak bisa dipungkiri jika jeroan adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh kita karena cita rasanya yang lezat. Namun, tahukah jika banyak bahaya yang mengancam ketika kita mengonsumsi jeroan dalam intensitas yang rutin alias sering? Jeroan adalah salah satu jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh penderita kolesterol tinggi karena jeroan merupakan makanan yang tinggi akan kandungan lemak dan hal inilah yang menyebabkan timbulnya gangguan kardiovaskular. Sebaiknya kita menghentikan mengonsumsi jeroan dan menggantinya dengan jenis makanan yang lebih sehat seperti susu yang rendah lemak, susu kedelai, yogurt, putih telur, ataupun berbagai jenis ikan.

    4. Menghindari MSG

    Tips berikutnya yang baik untuk makanan penderita kolesterol adalah untuk mengurangi bahkan menghindari makanan yang banyak mengandung MSG. Seperti yang kita ketahui, MSG bukanlah bahan makanan yang menyehatkan karena tingginya kandungan monosodium glutamata. Sebagai ganti MSG, kita bisa memanfaatkan berbagai bahan alami yang pastinya lebih aman dan menyehatkan.

    5. Menghindari makanan berpengawet

    Apakah kalian termasuk orang yang suka mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet? Apakah kalian tahu jika bahan pengawet yang terkandung dalam bahan makanan dapat mengancam kesehatan kita? Meskipun pengawet bermanfaat untuk membuat makanan tidak cepat basi, tapi efeknya pada tubuh tidak terlalu bagus alias berbahaya. Meskipun beberapa penelitian menyatakan jika masih aman untuk mengonsumsi makanan berpengawet dalam batas normal, sebaiknya kita menghindari atau menghentikan konsumsi jenis makanan ini karena pengawet makanan meningkatkan risiko timbulnya kanker.

    6. Mengonsumsi roti gandum

    Shot Code C

    Roti gandum adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi sebagai sarapan ataupun bisa dikonsumsi sebagai cemilan. Roti gandum juga salah satu jenis makanan yang disarankan untuk dikonsumsi penderita kolesteorl tinggi karena tingginya kandungan serat dan protein pada roti gandum sangatlah efektif untuk menjaga kolesterol dalam kadar normal. Untuk mendapatkan manfaat ini, kita hanya perlu mengonsumsi satu roti gandum tiap harinya dan hal ini juga baik untuk pencernaan.

    7. Konsumsi Kacang-kacangan

    Jenis makanan yang satu ini juga makanan yang cocok untuk penderita kolesterol tinggi karena berbagai kacang-kacangan tinggi akan kandungan HDL alias kolesterol baik. Beberapa jenis kacang yang cocok untuk penderita kolesterol tinggi adalah kacang almond, kenari, ataupun kacang pecan. Agar menjaga kadar kolesterol kita tetap normal, setidaknya kita perlu mengonsumsi 30 gram kacang dna hal ini setara dengan 24 biji kacang almond atau 14 biji kacang kenari.

    Itu tadi adalah beberapa trik memilih makanan rendah kolesterol yang bisa kita terapkan dalam keseharian kita. Setelah mengetahui trik ini, pastinya kita sudah tahu kan makanan apa yang aman untuk dikonsumsi bagi penderita kolesterol tinggi? So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot […]

    Simpan Resep MPASI 9 Bulan Berikut

    MPASI merupakan singkatan dari Makanan Pendamping ASI dan dapat diberikan sejak bayi menginjak usia 6 bulan. Seperti yang kita tahu, bayi tidaklah disarankan untuk mengonsumsi makanan apapun selain ASI ketika umur mereka belum menginjak usia 6 bulan. Kenapa sih kita perlu memberikan MPASI pada bayi? Jawabannya tentu saja untuk melancarkan pertumbuhan bayi serta kemampuan otot oromotor (otot yang ada pada mulut bayi) serta motorik bayi sehingga tidak terjadi masalah di kemudian hari.

    Satu hal yang perlu kita ingat ketika memberikan MPASI pada bayi adalah memberikannya dengan perlahan. Ketika kita memberikannya terlalu cepat atau makanan yang diberikan tidak cocok dengan kondisi bayi maka yang terjadi justru bukan suatu hal yang kita inginkan – alias akan timbul berbagai masalah pada bayi. Bukan hanya itu saja, meskipun bayi sudah mulai dapat mengonsumsi makanan bukan berarti kita dapat menghentikan pemberian ASI pada bayi. Menghentikan ASI sebelum waktunya akan menimbulkan berbagai masalah dan salah satu contoh sederhananya adalah bayi akan rentan terhadap penyakit. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

    Apakah ada tanda lainnya yang perlu kita perhatikan sebelum bayi diberikan MPASI? Jawabannya tentu saja ada! Terdapat beberapa tanda yang dapat kita perhatikan sebelum memberikan MPASI pada bayi seperti bayi yang sudah mampu berdiri jika dibantu, bayi yang mampu menegakkan kepala dan leher, ataupun bayi sudah mampu menggenggam dan memasukkan makanan ke dalam mulutnya sendiri. Sebenarnya kenapa sih bayi perlu diberikan MPASI? MPASI sendiri berfungsi sebagai tambahan nutrisi selain yang didapatkan mereka melalui ASI.
    Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas berbagai resep MPASI yang cocok dan pastinya aman untuk diberikan pada buah hati. Kita tidak membahas MPASI pertama untuk bayi, tapi akan membahas beberapa resep MPASI untuk bayi yang sudah menginjak usia 9 bulan.

    Kira-kira apa saja ya resep MPASI yang mudah untuk kita coba di rumah?

    1. Tim nasi jamur

    Nasi tim adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi bayi karena tekstur dari nasi yang lembut sehingga mudah untuk dicerna oleh anak. Kita juga dapat menggabungkan nasi dengan beberapa sayuran dan lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak dalam sehari. Bahan yang kita butuhkan hanya 20 gram beras, 30 gram daging ayam cincang, 20 gram jamur kecil, 25 gram tomat cincang, 30 gram tahu, 5 gram keju prut (sesusai selera), 650 ml air. Cara mengolahnya pun sangat mudah yaitu dengan merebus beras bersamaan dengan bahan lainnya dan ditunggu hingga mengental. Setelahnya kita dapat mengangkat masakan ini dan menunggunya hingga dingin sebelum kita berikan pada anak.

    2. Finger food sayuran

    Finger food sendiri merupakan salah satu jenis makanan yang berukuran kecil sehingga memudahkan anak untuk mencernanya. Kita dapat mengolah berbagai jenis makanan menjadi finger food, dan salah satunya adalah berbagai sayuran yang pastinya kaya akan vitamin dan gizi untuk anak. Contohnya saja kita dapat merebus kentang, wortel, ataupun buncis yang sebelumnya telah dipotong kecil terlebih dahulu seukuran jari tangan orang dewasa. Memberikan anak finger food sayuran akan membuat anak menyukai sayuran ketika mereka beranjak dewasa.

    3. Oat udang dan sayur

    Siapa bilang oatmeal hanya dapat dikonsumsi oleh kita yang sudah dewasa? Oatmeal adalah salah satu jenis makanan yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan kita dan menariknya lagi aman untuk dikonsumsi anak. Ketika kita ingin memberikan oatmeal sebagai MPASI, kita sebaiknya memasak oatmeal supaya lebih mudah dicerna anak dan dapat kita padukan dengan berbagai sayuran ataupun lauk lainnya supaya semakin banyak nutrisi yang didapatkan oleh anak.

    Bahan yang kita butuhkan untuk membuat oat udang dan sayur pun cukup sederhana, yaitu 4 sendok makan oat, segenggam kacang hijau yang sudah direndam terlebih dahulu selama kurang lebih 1 jam, 1 buah wortel yang sudah dipotong kecil-kecil, 4 kuantum brokoli, 4 udang ukuran sedang, 1 batang serai geprek, serta 1 siung bawang putih. Untuk mengolahnya, kita terlebih dahulu perlu menumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum sebelum memasukkan bahan lainnya. Setelah dirasa cukup empuk, kita dapat memasukkan oatmeal berserta kacang hijau dan perlu kita tunggu hingga matang sebelum diberikan pada anak.

    4. Sup ayam kampung brokoli

    Seperti yang kita tahu, anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga tidak ada permasalahan yang timbul dalam perkembangannya. Cara membuat hidangan yang satu ini sangat mudah karena yang kita butuhkan adalah ayam kampung secukupnya, 5 kuntum brokoli, 2 siung bawang merah yang diiris tipis, 1 siung bawang putih yang digeprek, dan tentu saja air. Langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah dengan menumis bawang putih dan bawah merah hingga harum lalu ungkep ayam hingga mengeluarkan kaldu dan pastinya hingga daging ayam tersebut empuk. Sesudahnya kita dapat menambahkan brokoli dan dimasak hingga matang dan pastinya siap untuk disajikan.

    5. Cake pisang keju kukus

    Siapa bilang bayi tidak dapat mengonsumsi roti? Hal ini terbukti salah karena bayi dapat mengonsumsi kue dengan aman dan pastinya menggunakan bahan yang aman dan empuk untuk dikonsumsi pula. Bahan yang kita butuhkan adalah 2 buah pisang ambon yang sudah dihaluskan, 1 butir telur, 5 sendok makan tepung terigu, 3 sendok makan margarin cair, serta keju parut secukupnya. Terlebih dahulu kita perlu mengocok telur hingga mengembang lalu kita dapat memasukkan bahan lainnya hingga tercampur rata. Setelahnya kita perlu mengukus adonan ini hingga matang dan dapat kita sajikan untuk anak.

    Bagaimana? Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan mengenai MPASI yang tepat untuk anak berusia 9 bulan? Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk menyeimbangkan sayuran dan buah untuk anak sehingga kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik. So, tunggu apalagi untuk memberikan makanan bergizi bagi buah hati?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI. Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi […]

    Panduan Menyiapkan Makanan Bayi 6 Bulan

    Bayi Moms sudah berumur 6 bulan? Wah, waktunya ia untuk memulai makanan padat pertamanya, nih. Bagi sebagian Moms, hal ini adalah fase menggairahkan dan menyenangkan. Namun, beberapa juga merasa cemas, karena khawatir si kecil tidak bisa menerima makanan lain selain ASI.

    Yups, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi usia 6 bulan harus menerima kombinasi ASI dan makanan padat alias MPASI (Makanan Pendamping ASI). Makanan pendamping seperti apakah yang sebaiknya diberikan? Kali ini, kami akan membahas panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan. Cari tahu, yuk, Moms!

    Tetap Berikan ASI

    Perlu diingat, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama nutrisi untuk bayi Moms. Makanan padat hanya merupakan pendamping, dan Moms harus tetap menyusui bayi setiap dua hingga tiga jam atau sesuai permintaan. Atau, berikan sekitar 700 – 1000 ml susu formula setiap hari.

    Berikan Makanan Pokok yang Dilumatkan

    Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang pertama kali diberikan adalah makanan pokok yang dilumatkan (Jagung, beras,kentang, ubi). Moms bisa memberikan bubur beras terlebih dulu. Moms juga harus cermat dalam memilih sereal bayi yang telah ditambahkan kandungan vitamin dan mineralnya. Pada umumnya bubur sereal mudah dicerna, tidak memicu alergi dan biasanya diterima dengan baik oleh tubuh. Sehingga menjadi peralihan yang tepat bagi bayi dari mengasup makanan yang murni cair (ASI) hingga makanan semi padat.

    Moms bisa memberikan sereal berbutir seperti beras, campurkan dengan air atau susu formula.

    Bila Moms menyusui, jangan campurkan ASI dengan sereal untuk tahap-tahap awal. Tunggu sampai bayi Moms benar-benar mau memakan atau menerima sereal sebagai makanan pertamanya. Biasanya, sih, percobaan ke-1, 2 atau 3, bubur sereal akan berakhir di baki, atau lantai.

    ASI Moms terlalu berharga untuk dibuang. Jadi, campurkan sereal dengan sedikit air pada awalnya. Ketika bayi Anda akhirnya bisa memakan sereal dengan baik, Moms bisa mencampurnya dengan ASI.

    Buatlah sereal sedikit encer pada awalnya dan berikan ia beberapa sendok. Setelah bayi Moms cukup piawai dan mau menerima sereal dengan baik, cobalah menyusui dua kali sehari. Setelah ia makan sereal selama 1-2 minggu, Moms bisa mencoba menu makanan lain yang dihaluskan (pure).

    Pure Sayur dan Buah

    Moms bisa membuat pure buah atau pure sayur. Buah-buahan seperti pisang, alpukat, apel, labu, mangga, cocok diberikan untuk makanan pertama bayi. Bayi juga dapat mencerna sayuran rebus yang dihaluskan seperti kacang hijau, wortel, ubi jalar, atau kentang.

    Namun, saat memberikan satu jenis makanan yang belum pernah dicoba bayi, berikan setidaknya 3 hari berturut-turut sebelum bayi mencoba makanan baru lainnya. Hal ini dilakukan untuk membantu mengidentifikasi makanan yang mungkin alergi atau tidak toleran pada bayi Anda.

    Daging

    Daging adalah sumber protein yang baik. Kebanyakan bayi mendapatkan protein dari ASI atau susu formula. Namun, simpanan zat besi dalam tubuh bayi mulai berkurang antara usia 6 – 9 bulan. Itulah mengapa, memasukkan daging ke dalam makanan bayi bermanfaat sebagai tambahan zat besi untuk tubuhnya.

    Moms bisa memberikan bubur dengan campuran daging ayam, atau unggas, maupun ikan (rendah merkuri) yang direbus dan sudah dihaluskan. Pastikan Moms sudah menyingkirkan semua tulang atau duri ikan ketika menyajikan menu bubur daging ini.

    Perlu diperhatikan, hindari daging olahan seperti ham atau hot-dog. Daging olahan biasanya asin alias ditambahkan bumbu-bumbu penyedap dan tidak memiliki nilai gizi yang dibutuhkan bayi Moms.

    Hindari Memberikan Hal Ini!

    Ada beberapa makanan yang tidak boleh diberikan pada tahap ini, antara lain:

    1. Madu

    Jangan berikan madu pada bayi di bawah usia 12 bulan. Sebab, bakteri Clostridium yang menyebabkan botulisme pada bayi biasanya tumbuh subur di tanah dan debu, dan dapat mencemari makanan tertentu, khususnya madu.
    Botulisme pada bayi dapat menyebabkan kelemahan otot, yang ditandai dengan kemampuan mengisap bayi yang lemah, tangisan yang lemah, konstipasi, dan penurunan tonus otot (floppiness).

    Cegah botulisme pada bayi dengan tidak memberikan madu atau makanan olahan yang mengandung madu. Jika ingin memberikan madu, tunggulah setidaknya hingga si kecil berusia 1 atau 2 tahun.

    2. Susu sapi

    Produk susu sapi seperti keju atau yoghurt, boleh diberikan kepada bayi Moms. Namun khusus untuk susu sapi, tunda dulu pemberiannya hingga bayi berusia satu tahun ke atas.

    Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), susu sapi tidak menyediakan cukup vitamin E, zat besi dan asam lemak esensial yang dibutuhkan bayi usia 6 bulan. Selain itu, bayi juga belum mampu mencerna dengan baik kandungan protein dan lemak dalam susu sapi. Sehingga jika dipaksakan untuk minum, bisa menimbulkan perdarahan mikroskopis pada feses bayi.

    Susu sapi, juga termasuk ke dalam kelompok makanan/minuman yang bisa memicu alergi.

    3. Makanan yang Berisiko Tersedak

    Pada usia 6 bulan, jangan dulu berikan makanan yang keras, berpotongan besar dan bisa menimbulkan risiko tersedak pada bayi. Moms boleh memberikan wortel lunak/dihaluskan yang dicampurkan dalam bubur, misalnya, namun bukan wortel dengan potongan besar, atau bulat, yang bisa membuat bayi tersedak.

    4. Makanan Pemicu Alergi

    Tunda pemberian makanan yang bisa memicu alergi pada bayi, seperti telur, susu sapi, kacang (kacang tanah, kacang mede), ikan tertentu (tuna, cod, salmon), kerang-kerangan (termasuk lobster, udang, kepiting).
    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengenalan awal makanan ini sebenarnya dapat membantu mencegah alergi. Namun, untuk lebih aman, tunggulah setidaknya hingga bayi berusia setahun.

    Jika Moms khawatir dengan potensi alergi pada bayi karena riwayat keluarga, atau bayi mungkin mengalami reaksi alergi, bicarakan pada dokter anak Anda mengenai rekomendasi makanan yang boleh atau tidak boleh diberikan kepada bayi Anda.

    Demikianlah panduan menyiapkan makanan bayi 6 bulan yang bisa Moms coba. Untuk informasi atau panduan mengenai makanan sehat untuk bayi, kini tak perlu repot. Anda bisa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Can I Feed My Baby Honey? [Internet]. Kidshealth.org. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: kidshealth.org/en/parents/honey-botulism.html
    2. infants C. Cow’s milk – infants: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: medlineplus.gov/ency/article/002448.htm
    3. 6-Month-Old Feeding Schedule: A Doctor-Recommended Plan [Internet]. Healthline. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/parenting/6-month-old-feeding-schedule#1
    4. [Internet]. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: quora.com/What-solid-food-can-we-give-to-6-month-old-baby
    5. Maheswari S. 6 Months Baby Food Chart And Recipes [Internet]. MomJunction. 2018 [cited 19 September 2018]. Available from: momjunction.com/articles/top-10-food-ideas-6-months-baby_006689/

    Read More
  • Penyakit polio adalah salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia dan seringkali mereka yang mengalami penyakit ini terlihat dari bentuk kakinya yang beda daripada orang normal – yaitu cenderung berbentuk O. Polio sendiri merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah menular antara satu orang ke orang lainnya, contohnya saja bisa […]

    Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Penyakit polio adalah salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia dan seringkali mereka yang mengalami penyakit ini terlihat dari bentuk kakinya yang beda daripada orang normal – yaitu cenderung berbentuk O. Polio sendiri merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah menular antara satu orang ke orang lainnya, contohnya saja bisa melalui makanan, minuman, air liur, bahkan tinja. Lalu apa yang akan terjadi ketika virus polio menyerang seseorang?

    Ketika seseorang terserang polio, virus ini akan masuk melalui mulut dan menyerang usus yang tentunya akan menyebabkan infeksi. Polio yang terlambat ditangani akan menyebar ke bagian tubuh lainnya dan tentu saja akan menyerang pada bagian sistem syaraf pusat. Bagian syaraf yang terserang virus polio inilah yang akan menyebabkan bentuk kaki mereka berbeda bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. Pastinya tidak ada yang mau hal ini terjadi pada diri mereka bukan? Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah polio?

    Imunisasi Polio

    Vaksinasi atau lebih sering dikenal dengan imunisasi polio adalah jawaban yang tepat untuk mencegah risiko anak mengalami polio sejak dini atau di kemudian hari. Vaksin polio sendiri terbuat dari virus polio yang sudah dilemahkan dan justru hal ini lah yang membuat tubuh kita menjadi kebal terhadap virus polio. Di Indonesia, vaksin polio yang sering diberikan adalah jenis vaksin OPV atau biasa dikenal dengan vaksin oral yang diberikan dengan cara diteteskan pada mulut. Vaksin polio perlu dilakukan beberapa kali dan vaksin pertama kali diberikan setelah anak lahir.

    Vaksinasi ini perlu diulangi ketika anak menginjak usia 2, 3, 4 dan dosis penguat usia18 bulan. Apakah vaksinasi ini perlu diulang ketika dewasa? Vaksinasi polio perlu diulangi terlebih ketika kita tidak mendapatkan vaksinasi ini ketika kecil. Tujuan dilakukannya vaksinasi polio ini adalah mencegah risiko mengalami penyakit ini terlebih ketika kita sedang bepergian ke tempat yang rawan akan kasus polio. Pekerja laboratorium ataupun petugas kesehatan yang sering berinteraksi langsung dengan orang yang mengalami penyakit polio tentu saja harus mendapatkan vaksinasi polio sebelumnya untuk menimilisir polio dapat menyerang mereka sewaktu-waktu.

    Pemberian Vaksinasi Polio

    Mempersiapkan kondisi anak sebelum vaksinasi polio dilakukan merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah beberapa reaksi yang mungkin timbul setelah vaksinasi dilakukan. Manfaat vaksinasi polio yang mencegah datangnya penyakit polio di kemudian hari adalah alasan utama masyarakat melakukan vaksinasi yang satu ini dan sebaiknya orang tua tidak menunda memberikan vaksinasi ini pada anak. Penunandaan pemberian vaksinasi merupakan pengecualian bagi anak yang sakit sedang atau parah karena jika dipaksakan maka dikhawatirkan akan timbul reaksi tertentu setelah vaksinasi dilakukan. Oleh sebab itulah sebaiknya kita menunggu hingga anak benar-benar sembuh.

    Pengecualian berikutnya juga berlaku untuk anak yang mengalami alergi terhadap polio suntik. Alergi ini disebabkan oleh berbagai kandungan yang terdapat pada vaksin polio, seperti polymyxin B, streptomycin, serta neomycin. Beberapa contoh reaksi yang dapat terjadi dari vaksinasi polio antara lain adalah anak mengalami demam beberapa jam setelah vaksinasi, kulit anak yang memerah bahkan bisa bengkak pada daerah sekitar suntikan, ataupun terjadi pengerasan kulit pada daerah sekitar suntikan. Kabar baiknya, kita bisa mengurangi efek samping ini dengan mengompres menggunakan air dingin atau dengan memberikan parasetamol. Reaksi ini biasanya berlangsung hanya selama 1 hingga 2 hari.

    Nah bagaimana? Pastinya sudah tidak ragu lagi kan untuk melakukan vaksinasi polio pada anak? So, tunggu apalagi untuk memberi jaminan kesehatan pada anak sejak dini?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Sebuah survei yang dilakukan terhadap 7000 karyawan dari berbagai perusahaan mendapatkan bahwa dalam 4 bulan, terdapat 2877 orang yang tidak masuk kerja karena sakit. Dari orang-orang tersebut, hingga 52% diantaranya tidak masuk kerja karena menderita flu. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab flu di lingkungan kerja dan bagaimana penanganannya? Influenza (disebut juga flu) adalah penyakit menular […]

    Kenali Penyebab Flu di Lingkungan Kerja dan Penanganannya

    Sebuah survei yang dilakukan terhadap 7000 karyawan dari berbagai perusahaan mendapatkan bahwa dalam 4 bulan, terdapat 2877 orang yang tidak masuk kerja karena sakit. Dari orang-orang tersebut, hingga 52% diantaranya tidak masuk kerja karena menderita flu. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab flu di lingkungan kerja dan bagaimana penanganannya?

    Influenza (disebut juga flu) adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan kadang dapat menyerang paru-paru. Flu merupakan penyakit yang lazim diderita, tapi walaupun biasanya sembuh sendiri, dapat pula menyebabkan sakit berat hingga kematian. Penelitian oleh WHO (World Health Organization) memperkirakan terdapat antara 250.000 hingga 500.000 kematian yang dikaitkan dengan flu setiap tahunnya dan penelitian terbaru pada tahun 2018 bahkan memperkirakan angka yang lebih tinggi yaitu hingga 645.000 kematian setiap tahunnya. WHO juga menempatkan wilayah Asia Tenggara, daerah sub-Sahara, dan Pasifik Barat sebagai wilayah yang menjadi penyumbang kematian terkait flu terbanyak. Walaupun kematian kebanyakan terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah, namun tentunya hal ini menjadikan flu sebagai hal yang tidak dapat dianggap remeh.

    Saat seseorang terkena flu, gejala yang dialami berupa hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, dan rasa tidak enak badan. Selain itu, flu juga dapat disertai dengan demam, nyeri otot, dan lemas.

    Flu dapat menular melalui percikan saat seseorang yang telah terkena flu batuk, bersin, atau berbicara. Percikan ini dapat mendarat dalam mulut atau hidung orang sekitarnya. Flu juga dapat menular secara tidak langsung bila seseorang menyentuh permukaan seperti meja dan gagang pintu yang terkena virus influenza, dan kemudian orang tersebut menyentuh mulut, hidung, atau mengusap matanya.

    Pada lingkungan kerja, keadaan yang ramai dan saling berdekatan antar karyawan tentunya menjadi faktor yang menjadi penyebab flu di lingkungan kerja lebih mudah terjadi. Kegiatan sehari-hari dalam lingkungan kerja seperti berbicara dan berjabat tangan dengan orang yang terkena flu dapat menyebabkan penularan. Selain itu, dalam lingkungan kerja juga terdapat banyak benda-benda yang dipakai bersama seperti telepon dan komputer yang bisa terkontaminasi dengan virus influenza. Virus influenza dapat bertahan hidup hingga satu hari di permukaan benda-benda tersebut.

    Pada kebanyakan kasus flu, biasanya tidak diperlukan obat karena dapat sembuh sendiri dengan istirahat dan minum yang cukup. Namun demikian, obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi gejala flu yang tentunya sangat mengganggu. Obat-obatan untuk flu umumnya dapat dibeli secara bebas. Terdapat 4 golongan obat yang lazim digunakan untuk mengobati flu yaitu: dekongestan, antihistamin, obat batuk, dan penurun panas.

    Dekongestan adalah golongan obat yang digunakan untuk meredakan gejala hidung tersumbat. Terdapat dua jenis dekongestan yaitu yang digunakan langsung pada hidung (spray/hirup) dan yang diminum. Perlu diingat bahwa penggunaan dekongestan harus dibatasi selama 3-5 hari karena penggunaan jangka panjang justru dapat mengakibatkan hidung tersumbat yang lebih buruk.

    Antihistamin adalah golongan obat yang digunakan untuk meredakan gejala bersin-bersin, pilek, dan mata berair. Namun demikian, kebanyakan antihistamin dapat menyebabkan rasa kantuk, pandangan kabur, dan mulut kering. Efek samping ini menyebabkan penggunaan antihistamin harus diperhatikan karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja dan dapat membahayakan bila pekerjaan berkaitan dengan pengoperasian mesin atau mengemudi.

    Obat batuk digunakan untuk mengurangi batuk dan harus disesuaikan dengan tipe batuk yang diderita. Untuk penderita batuk kering dapat mengonsumsi pereda batuk. Untuk penderita batuk berdahak dapat mengonsumsi ekspektoran yang dapat membantu mendorong dahak keluar dan mukolitik yang dapat membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan.

    Penurun panas dapat membantu menurunkan demam, meredakan sakit kepala, dan mengurangi nyeri otot. Terdapat banyak obat penurun panas namun yang paling sering digunakan adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin.

    Perlu diperhatikan bahwa antibiotik tidak terdapat dalam daftar obat-obatan untuk flu. Mengapa? Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik tidak akan mempercepat penyembuhan flu, namun dapat berpotensi menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik. Bila hal ini terjadi, maka infeksi bakteri di masa yang akan datang dapat menjadi lebih sulit disembuhkan.

    Walaupun terdapat banyak obat diminum, tentunya pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati” tetap berlaku untuk flu karena penyebab flu terutama di lingkungan kerja telah dibahas sebelumnya, tentunya ada langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah menyebarnya flu.

    Pertama, untuk pekerja yang terkena flu, ada baiknya bila mengambil cuti sakit dan beristirahat di rumah. Virus influenza dapat dengan mudah menyebar dalam ruangan tertutup seperti kantor. Selain dapat mempercepat penyembuhan dari sakit, hal ini juga mencegah flu menyebar ke pekerja lainnya.

    Terapkan etika batuk yang baik dan benar. Gunakan masker jika memungkinkan untuk menghindari adanya virus yang keluar saat batuk. Bila tidak dapat menggunakan masker, tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk dan bersin, lalu segera buang pada tempat sampah. Bila tidak ada tisu, Anda juga dapat menutup mulut dan hidung dengan menggunakan lengan. Menggunakan telapak tangan untuk menutup batuk tidak disarankan karena tangan dapat dengan mudah menyebarkan virus ke permukaan-permukaan lain yang disentuh kemudian.

    Cuci tangan Anda secara teratur, terutama sebelum makan, jangan lupa gunakan sabun atau larutan antiseptik. Pastikan seluruh tangan telah terkena sabun selama 15-20 detik untuk memastikan keefektifan kerja dari sabun atau antiseptik. Anda tidak pernah tahu apabila benda-benda yang anda sentuh di tempat kerja telah terkontaminasi oleh virus.

    Flu adalah penyakit yang sering terjadi di lingkungan kerja, karena itu penting bagi kita untuk mengetahui penyebab flu di lingkungan kerja dan bagaimana menanganinya. Dengan langkah-langkah sederhana, penyebaran flu dapat dihindari sehingga produktivitas juga dapat meningkat.

    Nah, jika Sobat ingin mengetahui lebih lanjut seputar flu atau bahkan ingin melakukan vaksin flu, Anda bisa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, tersedia layanan vaksin flu ke rumah loh! Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Burckel E, Ashraf T, Galvão de Sousa Filho JP, Forleo Neto E, Guarino H, Yauti C, et al. Economic Impact of Providing Workplace Influenza Vaccination. Pharmacoeconomics. 1999;16:563–76.
    2. Jordaan K. Colds and flu medicine for office workers : colds and flu. SA Pharmacist’s Assistant. 2013;13:16–8.
    3. Key Facts About Influenza (Flu) | Seasonal Influenza (Flu) | CDC [Internet]. 2017 [cited 2018 Aug 19]. Available from: cdc.gov/flu/keyfacts.htm
    4. Cassini A, Colzani E, Pini A, Mangen M-JJ, Plass D, McDonald SA, et al. Impact of infectious diseases on population health using incidence-based disability-adjusted life years (DALYs): results from the Burden of Communicable Diseases in Europe study, European Union and European Economic Area countries, 2009 to 2013. Eurosurveillance. 2018;23:17–00454.
    5. Iuliano AD, Roguski KM, Chang HH, Muscatello DJ, Palekar R, Tempia S, et al. Estimates of global seasonal influenza-associated respiratory mortality: a modelling study. The Lancet. 2018;391:1285–300.
    6. Ficalora RD. Mayo Clinic Internal Medicine Board Review. Oxford University Press; 2013. 819 p.
    7. Respiratory Hygiene/Cough Etiquette in Healthcare Settings | Seasonal Influenza (Flu) | CDC [Internet]. 2017 [cited 2018 Aug 19]. Available from: cdc.gov/flu/professionals/infectioncontrol/resphygiene.htm
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja