Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 11–20 of 575 results

  • Difteri merupakan penyakit infeksi saluran napas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Baca Juga: Bagaimana Aturan Pemberian Vaksinasi Difteri pada Anak? Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk Penyakit ini bisa berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas […]

    Apakah Orang Dewasa Butuh Vaksinasi Difteri?

    Difteri merupakan penyakit infeksi saluran napas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular.

    Baca Juga: Bagaimana Aturan Pemberian Vaksinasi Difteri pada Anak?

    Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk Penyakit ini bisa berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang dapat mengakibatkan kematian.

    Komplikasi dari difteri antara lain peradangan pada jantung (miokarditis), gagal ginjal, neuritis, dan tromobositopenia.

    Sebagai respons atas merebaknya kasus difteri di Indonesia pemerintah mengajurkan untuk melakukan vaksinasi difteri sebagai pencegahan. Kejadian ini di respon pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization) dengan memberikan imunisasi difteri untuk penduduk usia 1-19 tahun yang tinggal di daerah terjangkitnya kasus difteri.

    Baca Juga: Yuk, Kita Kenali Dulu Apa Itu Ori Difteri

    Walaupun yang diwajibkan oleh pemerintah untuk dilakukan vaksinasi difteri adalah usia 1-19 tahun melalui program ORI, bukan berarti orang dewasa yang berusia lebih dari 19 tahun tidak memerlukan vaksin difteri tersebut. Vaksinasi difteri untuk orang dewasa dapat dilakukan secara mandiri di fasilitas-fasilitas kesehatan.

    Vaksinasi difteri untuk orang dewasa diberikan jenis vaksinasi Td atau Tdap. Dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi penguat (booster) minimal setiap 10 tahun sekali.

    Vaksin Tdap adalah vaksin kombinasi untuk menangkal infeksi tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan). Tdap terbuat dari bakteri yang sudah diinaktifkan sehingga tidak menimbulkan reaksi sakit.

    Sedangkan vaksin Td adalah booster vaksin untuk tetanus dan difteri tanpa komponen pertusis. Pemberian vaksinasi dapat dilakukan kapan saja. Menurut rekomendasi CDC tahun 2013, vaksin ini juga aman diberikan pada usia 65 tahun lebih.

    Baca Juga: Serba-serbi Suntik Difteri yang Perlu Diketahui

    Sebaiknya orang dewasa yang perlu untuk mendapatkan vaksinasi difteri atau vaksinasi Tdap, terlebih pada kondisi sebagai berikut:

    1. Belum pernah mendapatkan vaksinasi difteri sebelumnya.
    2. Petugas kesehatan yang sering kontak dengan pasien.
    3. Orangtua, kakek, nenek, atau pengasuh bayi yang merawat anak usia di bawah 1 tahun.
    4. Berencana melakukan perjalanan ke daerah yang berpotensi difteri.
    5. Bermukim di wilayah yang terjangkit difteri.
    6. Ibu hamil dengan usia kandungan sekitar 27-36 minggu.

    Jika Anda memiliki riwayat alergi atau sedang mengonsumsi obat rutin jangan lupa sampaikan pada petugas kesehatan. Dengan melakukan vaksinasi Anda telah mencegah terjangkitnya penyakit difteri pada diri Anda dan mencegah penularan kepada orang lain di sekitar Anda.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Difteri ke Rumah

    Bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin. Anda bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah loh! Layanan ini mempumyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Adult Tetanus, Diphtheria, Pertussis (Td, Tdap) Vaccine [Internet]. WebMD. 2017 [cited 9 February 2018]. Available from: webmd.com
    2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Depkes.go.id. 2018  Available from: depkes.go.id

     

    Read More
  • Bulan puasa sering dijadikan alasan agar  kita malas bergerak. Justru sebaliknya, Anda seharusnya lebih rajin berolahraga agar tubuh tetap fit dan bugar. Asupan makanan biasanya akan  berkurang karena tidak makan dan minum seharian dan jika Anda tidak berolahraga tubuh akan semakin lemas. Hal ini tentunya akan berdampak pada pekerjaan Anda. Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga […]

    8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Bulan puasa sering dijadikan alasan agar  kita malas bergerak. Justru sebaliknya, Anda seharusnya lebih rajin berolahraga agar tubuh tetap fit dan bugar.

    Asupan makanan biasanya akan  berkurang karena tidak makan dan minum seharian dan jika Anda tidak berolahraga tubuh akan semakin lemas. Hal ini tentunya akan berdampak pada pekerjaan Anda.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Pilihlah waktu dan jenis olahraga yang tepat, seperti berolahraga saat menjelang berbuka puasa selama 30-60 menit. Tujuannya agar cairan yang hilang cepat tergantikan setelah puasa seharian dan berolahraga.

    Selain itu, pilihlah jenis olahraga yang tepat saat puasa. Kalau biasanya Anda rutin berolahraga Muaythai atau angkat beban, kini pilihlah olahraga lain yang dapat dilakukan saat keadaan perut kosong.

    Yuk ketahui lebih lanjut 8 jenis olahraga yang pas dilakukan saat puasa. Agar tidak ada kata malas berolahraga saat puasa.

    1. Push up

    push up sehat

    Push up adalah olahraga yang sangat baik untuk meningkatkan kekuatan otot tubuh bisep maupun trisep. Olahraga ini dapat dilakukan dimana saja dan memiliki berbagai variasi yang bisa Anda coba. Lakukan gerakan push up sebanya 10 – 15 kali per 1 kali sesi.

    Baca Juga: Olahraga Ini Cocok Untuk Jantung Sehat

    2. Squat Jump

    Hampir sama dengan push up, squat jump juga olahraga yang dapat membentuk otot kita. Gerakan squat jump mudah dilakukan dengan posisi awal tubuh berdiri dengan kaki dibuka lebar. Letakkan tangan Anda di belakang kepala, lalu sedikit melompat dan mendarat dengan posisi setengah jongkok.

    Meskipun terlihat mudah, jangan sembarangan saat melakukan squat jump. Lakukanlah dengan hati-hati.  Hal ini untuk menghindari bahaya cedera. Lakukan 10-15 menit per 1 kali sesi.

    Baca Juga: 7 Olahraga Bakar Kalori Makan Siang

    3. Bench-dips

    bench dips

    Olahraga satu ini membutuhkan penyangga seperti bangku ataupun kotak. Letakkan telapak tangan Anda di bangku dan rentangkan kaki di depan Anda. Turunkan tubuh Anda hingga lengan atas sejajar dengan lantai. Lakukanlah Bench-dips selama 10-15 menit per 1 kali sesi.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    4. Jogging

    Jogging merupakan latihan fisik yang paling efektif  untuk menurunkan berat badan Anda. Jogging dapat membakar kalori dibandingkan olahraga kardio lainnya. Lakukanlah jogging selama 2-5 menit per 1 kali sesi sebelum berbuka puasa.

    Baca Juga: Olahraga Aman Untuk Ibu Hamil

    5. Yoga

    Lagi malas keluar rumah, tapi tetap ingin berolahraga? Yoga jawabannya. Yoga adalah aktivitas olah tubuh serta pikiran yang berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan yang bertujuan meningkatkan kualitas fisik dan mental. Luangkan waktu kurang lebih 20 menit untuk melakukan kegiatan ini.

    6. Senam

    Ingin olahraga yang lebih menantang? Cobalah berolahraga senam saat ramadhan. Senam merupakan cabang olahraga yang melibatkan banyak gerakan yang membutuhkan kekuatan, kecepatan serta keserasian gerakan fisik yang teratur.

    Baca Juga: 5 Persiapan Penting Sebelum Honemoon

    Selain gerakan, senam juga digunakan sebagai rekreasi, relaksasi hingga menenangkan pikiran. Umumnya senam dapat dilakukan dirumah ataupun tempat gym. Agar Anda tidak terlalu lelah berolahraga saat puasa, lakukan senam selama 20-30 menit.

    7. Pillates

    Sebagian orang melihat pillates dan yoga hampir sama. Namun, perbedaannya yoga lebih berfokus pada kekuatan, fleksibilitas dan pernapasan, sedangkan pillates lebih mengutamakan daya otot dan kekuatan daya tahan. Selain itu, dibutuhkan juga keselarasan postural yang tepat dalam menjalankan pillates. Lakukan pillates selama 20-30 menit sebelum berbuka puasa.

    Baca Juga: 7 Pose Yoga Cegah Osteoporosis

    8. Bersepeda

    bersepeda

    Ingin melakukan olahraga lainnya? Bersepeda bisa jadi pilihan Anda dan keluarga. Luangkan waktu minimal 30-40 menit setiap harinya. Goweslah sepeda dengan santai agar tenaga Anda tetap terjaga hingga waktu berbuka tiba.

    Selain berolahraga, menjaga asupan makanan juga penting baik di bulan Puasa maupun hari lainnya. Konsumsilah makanan sehat yang bisa Anda dapatkan di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. TanyaDok. “Tetap Sehat dengan Olahraga Saat Puasa”.
    2. Sandjaja, Rianyta. “ Olahraga di Bulan Puasa, Kenapa Tidak?”.
    3. Greatist. “How to Do the Perfect Push-up”.
    4. Men’s Journal. “Exercise How To: Bench Dip”.
    5. Braverman, Jody. “How to Lose Weight Jogging for 20 Minutes”.
    6. Mayo Clinic. “Yoga: Fight stress and find serenity”.
    7. Mayo Clinic. “Pilates for beginners: Explore the core”.
    8. Bike to Work. “Tips Bersepeda saat Puasa”.

     

    Read More
  • Kapan sih terakhir kali kalian terserang flu? Seberapa parah penyakit flu menyerang tubuh? Flu adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat mengingat virus yang satu ini sangat mudah ditularkan antara satu orang ke orang lainnya. Flu dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-kana hingga lanjut usia dan perlu diketahui bahwa flu paling rentan […]

    Seberapa Efektifkah Vaksin Flu untuk Mencegah Penyakit Flu?

    Kapan sih terakhir kali kalian terserang flu? Seberapa parah penyakit flu menyerang tubuh? Flu adalah salah satu jenis penyakit yang sering menyerang masyarakat mengingat virus yang satu ini sangat mudah ditularkan antara satu orang ke orang lainnya.

    Flu dapat menyerang siapa saja mulai dari anak-kana hingga lanjut usia dan perlu diketahui bahwa flu paling rentan menyerang orang dengan daya tahan tubuh yang tidak terlalu bagus.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang sering mengalami flu mengingat daya tahan tubuh anak belum sebagus yang dimiliki orang yang lebih tua daripada mereka.

    Penyakit flu pastinya juga memiiki gejala tertentu seperti layaknya gejala penyakit lainnya dan lebih baik penanganan cepat diberikan sebelum penyakit ini bertambah parah.

    Beberapa gejala flu yang harus kita ketahui antara lain adalah timbulnya demam tinggi, bersin yang tidak berhenti-henti, sakit tenggorokan, ataupun penurunan nafsu makan.

    Beberapa gejala ini biasanya timbul dalam jangka waktu 24 hingga 48 jam setelah kita terinfeksi virus flu dan gejala ini dapat timbul hingga jangka waktu 6 minggu.

    Penyakit flu biasanya timbul pada musim tertentu, contohnya saja pada negara beriklim dingin penyakit ini biasanya muncul pada bulan Desember hingga Februari.

    Lalu, bagaimana dengan kita yang beriklim tropis? Pada negara beriklim tropis, penyakit flu bisa terjadi pada siapa pun dan kapan pun, sehingga kita perlu mengantisipasi hal ini.

    Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya flu adalah dengan melakukan vaksin flu. Lalu, siapa saja yang bisa menerima vaksin flu?

    Seberapa efektif, sih vaksin yang satu ini untuk anak? Nah, daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasan yang satu ini!

    Penerima Vaksin Influenza

    Vaksin flu disarankan pemberiannya pada anak sejak dini setelah berusia 6 bulan, di mana vaksin ini bekerja dengan cara membentuk antibodi pada tubuh anak sehingga virus penyebab flu akan kalah – alias anak akan menjadi kebal dengan virus flu nantinya.

    Vaksin ini tentu saja membutuhkan waktu agar dapat berfungsi dengan efektif pada tubuh anak, sekitar dua minggu hingga anak bisa menjadi kebal terhadap virusnya.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

     

    Lalu, siapa yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi flu ini?

    Seperti yang telah dibahas sebelumnya, virus flu sangat sering menyerang mereka yang daya tahan tubuhnya rendah sehingga disarankan untuk dilakukan pada mereka yang masih balita (anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun) ataupun sudah memasuki usia lanjut usia (di atas 65 tahun).

    Bukan hanya itu saja, wanita hamil juga mereka yang memiliki penyakit kronis juga disarankan untuk melakukan vaksin ini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

    Tidak lupa pekerja medis juga bisa disarankan untuk melakukan vaksin ini mengingat mereka bekerja di lingkungan yang penuh dengan orang sakit. Vaksinasi flu disarankan untuk dilakukan satu kali setiap tahun dan hal ini sangatlah efektif untuk mencegah datangnya penyakit flu pada kita dan anak di kemudian hari.

    Baca Juga: Checklist Persiapan Kegiatan Agar Travelling Sukses

    Nah, itu tadi adalah info sekilas mengenai vaksinasi flu. Pastinya sudah tidak ragu lagi untuk melakukan vaksinasi flu pada anak bukan? Vaksinasi flu sangatlah dianjurkan mengingat hal ini dapat meminimalkan datangnya penyakit datang pada anak alias menjaga tubuh anak tetap fit sepanjang waktu.

    Sahabat juga bisa melakukan vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang. Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya. Penularan influenza terjadi melalui […]

    Pentingnya Vaksin Flu Bagi Masyarakat

    Mayoritas orang tentu belum tahu betul bahwa vaksin flu sangat dibutuhkan. Vaksinasi flu dibutuhkan untuk mencegah penularan akibat terinfeksi influenza dalam jangka panjang.

    vaksin flu bagi masyarakat

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Sebab jika telah terserang, penyakit ini akan menimbulkan kekambuhan dengan disertai penyakit lain seperti penyakit asma dan penyakit ringan lainnya.

    Penularan influenza terjadi melalui udara ataupun kontak fisik dengan penderita sebelumnya. Jika kamu telah terserang influenza, kamu akan mengalami beberapa gejala seperti batuk, lemas, nyeri pada tenggorokan, demam, mual, jantung berdebar, suara serak, dan sakit kepala.

    Dalam upaya pencegahan terserang influenza, dokter menyarankan Sahabat melakukan vaksinasi influenza. Vaksinasi tersebut memiliki 2 jenis umum yang perlu kamu ketahui.

    Jenis tersebut, yaitu trivalen dan quadrivalen. Vaksin trivalen, yaitu vaksin yang memiliki kandungan dua galur virus influenza jenis A yaitu H1N1 dan H3N2 serta galur jenis B. Sedangkan untuk vaksinasi quadrivalen memiliki kandungan masing-masing dua galur pada jenis A dan jenis B.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen Atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Vaksinasi trivalen merupakan vaksinasi yang diberikan melalui suntikan dan dikhususkan untuk orang yang berumur lebih dari 65 tahun.

    Selain itu pembuatan virus ini dilakukan dengan menanamkan virus pada telur dan diberikan kepada seseorang yang berumur 18 sampai 64 tahun dengan dosisi normal. Sedangkan vaksinasi quadrivalen hanya diberikan kepada seseorang pada rentan usia tertentu.

    Umumnya vaksinasi influenza untuk anak berusia 4 tahun ke atas menggunakan vaksin tersebut dengan disuntikkan ke kulit, bukan pada otot seperti umumnya suntik vaksin. Suntik vaksin jenis ini juga bisa diberikan kepada seseorang yang berumur 18 tahun sampai 64 tahun seperti halnya vaksinasi trivalent.

    Vaksin influenza bekerja dengan membentuk antibodi setelah dua minggu penyuntikkan. Dengan memberikan vaksin tersebut, maka kamu telah melakukan upaya pencegahan dengan membentuk proteksi pada tubuh. Vaksinasi influenza ini dapat diberikan kepada siapa pun.

    Namun sangat dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang berusia 6 bulan sampai berusia 5 tahun, ibu hamil, orang berumur 64 tahun ke atas, pekerja medis yang rentan terkena penyakit akibat profesinya, dan orang yang memiliki penyakit kronis sehingga memiliki resiko lebih tinggi untuk terjangkit penularan influenza.

    Dosis masing orang tertentu berbeda tergantung pada kebutuhan tubuh. Agar lebih aman, sebaiknya kamu melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum suntik vaksin influenza.

    Seperti halnya pemberian obat, tentu vaksinasi juga memberikan reaksi pasca vaksinasi tertentu. Reaksi yang dirasakan setelah suntik vaksin tersebut antara lain: adanya bengkak pada area yang disuntik, merasa demam, nyeri dan merah serta terkadang bengkak di area yang disuntik.

    Reaksi ini bersifat ringan dan tidak akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan sebab beberapa hari kemudian kamu akan kembali sehat. Namun, jika demikian parah, segera hubungi dokter untuk penanganan medis lebih lanjut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Setelah mengetahui betapa penting vaksinasi influenza terutama pada musim pancaroba, maka sangat dianjurkan kepada masyarakat untuk melakukan hal tersebut. Bagaimanapun, mencegah adalah investasi kesehatan terbesar dibandingkan mengobati.

    Seperti yang telah dijelaskan pula, jangan lupa untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan vaksinasi influenza.

    Sebab setiap orang memiliki dosis yang berbeda-beda. Selain itu, jika reaksi pasca vaksinasi yang kamu rasakan berkepanjangan atau tak kunjung sembuh, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar segera ditangani dengan baik.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Yuk, Sahabat segera vaksinasi flu di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan. Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. […]

    5 Tips Hemat Agar Keuangan Tidak Jebol Saat Ramadan

    Tidak terasa bulan Ramadan telah tiba. Saatnya umat muslim menjalankan ibadah puasa dan berbagi kebaikan dengan sesama. Salah satu hal yang selalu diingat saat bulan Ramadhan yaitu banyak penjual yang menjajakan makanan, seperti kolak hingga gorengan.

    hemat uang koin

    Baca Juga: Alasan Orang Indonesia Gemar Konsumsi Gorengan Meski Tidak Menyehatkan

    Godaan seperti itulah yang membuat kantong kita menipis. Belum lagi adanya kegiatan berbuka puasa bersama keluarga, sahabat dan teman kerja. Mengakali hal tersebut, berikut 5 tips hemat agar keuangan tidak jebol saat ramadan.

    1. Membuat Daftar Menu Selama Ramadan

    Ramadhan kali ini Sahabat harus lebih menata hidup lebih baik, misalnya dengan membuat daftar menu makanan dari sahur hingga berbuka puasa.

    Lengkapi daftar menu tersebut seperti bahan-bahan yang akan digunakan dan berapa porsi yang harus dibuat. Hal ini akan memudahkan Sahabat dalam menghitung estimasi pengeluaran selama sebulan.

    Baca Juga: 5 Menu Praktis Untuk Anda yang Telat Sahur

    Biasakan juga untuk mencatat ulang biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan-bahan tersebut sebagai pengukur keuangan kita.

    2. Membatasi Berbuka Puasa di Luar

    Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk temu kangen dengan sahabat dari sekolah dasar hingga kuliah. Belum lagi acara berbuka puasa bersama keluarga dan teman kerja.

    Tetapi kalau Sahabat ingin berhemat, sepertinya harus mengurangi berbuka puasa di luar. Selain harga makanan yang meningkat, penyajiannya akan sedikit lama dibandingkan sebelum puasa, karena banyaknya yang berbuka puasa di luar.

    Baca Juga: 4 Jenis Makanan Agar Kenyang Lebih Lama

    Aturlah jadwal berbuka puasa sahabat dan pilihlah makanan yang sesuai dengan kantong. Agar lebih hemat, bawalah minuman air putih dari rumah.

    3. Stok Kebutuhan Sebelum Ramadan

    Tips selanjutnya adalah stok kebutuhan Sahabat selama bulan Ramadhan. Seperti biasa, saat Ramandhan tiba, harga kebutuhan baik makanan hingga kebutuhan rumah tangga akan terus meningkat.

    Belanjalah bahan pokok makanan yang tahan lama hingga saru bulan kedepan. Selain itu pilihlah barang-barang yang menawarkan bonus, seperti buy 1 get 1 atau potongan harga.

    Baca Juga: Persiapan Kesehatan Untuk yang Ingin Liburan

    Sebelum berbelanja, pastikan untuk membuat catatan belanja selama sebulan dan tahan diri Sahabat untuk tidak membeli barang diluar catatan belanja kita.

    4. Hindari Godaan Sale

    Bagi sebagian masyarakat Indonesia, bulan Ramadhan identik juga dengan baju baru yang dikenakan saat lebaran. Tidak jarang momen ini dimanfaatkan departement store dengan promo-promo.

    Jika ingin berhemat, hindarilah godaan-godaan sale yang membuat kantong Sahabat menipis. Lebih baik gunakan pakaian sebelumnya yang masih terlihat bagus karena lebaran bukanlah ajang untuk memamerkan pakaian baru namun untuk ibadah.

    Baca Juga: Tips Liburan Dengan yang Alergi Makanan

    5. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati

    Mungkin kata itu yang tepat untuk menjaga kantong keuangan kita terlebih dibulan Ramadan. Menjaga kesehatan sangatlah penting bagi kita. Saat ramadan, lakukanlah olahraga ringan, minimal selama 5 hingga 10 menit setiap harinya. Pilihlah menu makanan sehat dan proteksi diri Sahabat dan keluarga dengan vaksinasi di ProSehat.  

    Selain itu, Sahabat bisa berkonsultasi online dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam untuk masalah kesehatan selama puasa. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Kompas.com. Ika, Aprillia. “4 Cara Cerdas Mencegah Pemborosan di bulan Ramadhan”.
    2. Kompas.com. Ika, Aprillia. “Tips Hemat Saat Bulan Puasa Bagi Anak Kost”.
    3. Tempo.co. Sarosa, Astari P. “Sebulan Menjelang Puasa Ramadan, Lakukan Persiapan Berikut”.
    Read More
  • Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya. Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit […]

    Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya.

    Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit ini.1

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Penyakit flu ditularkan melalui kontak tangan dengan penderita dan percikan cairan yang dikeluarkan dari batuk atau bersin penderita. Gejalanya dapat berupa pilek yang disertai batuk, demam menggigil, nafsu makan menurun, dan nyeri seluruh badan. Gejala biasanya akan memuncak pada hari 1-3 dan bertahan hingga 7-10 hari lalu mereda.

    Terapi antibiotik sebenarnya tidak diperlukan pada penyakit ini karena penyebabnya adalah virus. Namun, bila terjadi infeksi campuran dengan bakteri, pemberian antibiotik disesuaikan dengan saran dari dokter.

    Pada penyakit ini, pencegahan adalah yang paling penting. Menjaga kebersihan diri misalnya dengan mengajarkan mencuci tangan pada anak,  menghindari kontak dengan orang yang sedang pilek serta meningkatkan daya kekebalan tubuh anak dengan memberikan makanan yang bergizi serta tidur yang cukup dapat mencegah anak tertular penyakit ini.

    Selain itu, pemberian vaksin influenza perlu diperhitungkan bila anak terlalu sering terkena flu.2

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Vaksin influenza dapat diberikan pada anak usia di atas 6 bulan dan diulang setiap tahunnya. Vaksin ini disuntikkan pada bahu dan dianjurkan diberikan dengan dosis yang tepat menurut umur.

    Umur kurang dari 9 tahun yang mendapat vaksin influenza untuk pertama kali harus mendapat 2 dosis dengan jarak waktu keduanya minimal 4 minggu.

    Vaksin ini tidak diberikan pada anak usia< 6 bulan dan anak dengan alergi komponen vaksin (misalkan alergi telur). Reaksi ringan yang dapat ditimbulkan berupa rasa nyeri, kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang akan hilang dalam 2-3 hari.3

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

     

    Vaksin flu sangat aman diberikan pada anak karena penyakit yang sering menyerang anak ini bila tidak dicegah akan mengganggu kehidupan sehari-hari anak.

    Jadi, jangan tunggu flu menyerang anak Ibu. Segera berikan vaksin flu pada anak Anda sehingga anak terlindungi dari penyakit influenza ini.

    Nah, bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses Prosehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh yang mempunyai beberapa kelebihan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    REFERENSI:

    1. Allan GM, Prevention and treatment common cold: making sense of the evidence. Canadian Medical Association Journal.2014; 186(3).
    2. Hadinegoro SR, Soedjatmiko. Rekomendasi satgas imunisasi. Sari Pediatri. 2006; 8(1):84-92.

     

    Read More
  • Sering melewatkan makan sahur karena telat bangun tidur? Jangan dibiasakan, ya Sahabat. Tubuh kita memang mampu menoleransi, walaupun tanpa makan dan minum seharian. Namun, tubuh kita sangat membutuhkan air untuk bertahan selama seharian penuh. Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa Bila kita melewatkan sahur, tidak ada cadangan cairan selama […]

    5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Sering melewatkan makan sahur karena telat bangun tidur? Jangan dibiasakan, ya Sahabat. Tubuh kita memang mampu menoleransi, walaupun tanpa makan dan minum seharian. Namun, tubuh kita sangat membutuhkan air untuk bertahan selama seharian penuh.

    telat bangun

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa

    Bila kita melewatkan sahur, tidak ada cadangan cairan selama seharian penuh. Hal ini membuat tubuh kita akan mengalami kekurangan cairan dan memberi dampak pada aktifitas sehari-hari. Akibatnya, tubuh mudah lemas dan sulit fokus akibat tidak ada asupan nutrisi apapun.

    Pilihlah menu makanan yang mudah untuk mencegah tubuh lemas, meskipun terlambat bangun sahur. Berikut 5 menu sehat dan praktis yang pas saat telat sahur:

    1. Roti dan telur

    telur dan roti

    Roti dan telur menjadi salah satu menu yang sangat mudah dibuat. Serta kandungan gizinya bagus untuk aktifitas kita. Apa saja bahan-bahannya?

    • Lama Memasak : 5 Menit
    • Jumlah Porsi : 2 Orang

    Bahan-bahan :

    • 1 Buah Telur
    • 2 Buah Roti Tawar tau Roti Gandum
    • 1 Sdm Minyak Kanola
    • Garam Secukupnya

    Cara Membuat:

    1)  Panaskan minyak kanola sebagai pengganti minyak goreng biasa

    2)  Masukkan telur ke dalam wajan dan sedikit garam

    3)  Tunggu telur hingga matang, angkat dan tiriskan.

    4)  Saatnya memanggang roti menggunakan oven atau wajan. Tunggu hingga berubah warna.

    5)  Sajikan Telur ceplok dan roti selagi hangat

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

     

    2. Oatmeal Buah

    Menu sehat dan praktis lainnya yaitu oatmeal buah. Oatmeal merupakan makanan yang mengandung serat yang tinggi. Serat yang dimiliki oatmeal bersifat lama dicerna dalam tubuh. Jadi makanan ini cocok sekali dikonsumsi saat puasa. Bagaimana cara membuatnya?

    • Lama Memasak : 5-7 Menit
    • Jumlah Porsi : 1-2 orang

    Bahan-bahan:

    • ½ Cangkir (40 gr) Oatmeal Instan
    • ½ Cangkir  (120 mililiter) Air
    • Garam Secukupnya
    • Toping (Buah Kering atau kacang-kacangan) secukupnya

    Cara membuat :

    1)  Siapkan ½ cangkir atau setara 40 gram oatmeal instan ke dalam mangkuk

    2)  Tambahkan sedikit garam untuk menambah cita rasa pada oatmeal yang cenderung tawar

    3)  Didihkan air, tuang kedalam mangkuk yang telah terisi oatmeal sebanyak ½ Cangkir (120 militer)

    4)   Tunggu dua hingga tiga menit hingga oarmeal matang.

    5)   Jika terlalu kental, tambahkan air atau susu untuk mengencerkannya

    6)   Sajikan oatmeal dengan toping buah kering atau kacang-kacangan

    Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Kantuk Saat Ramadhan

    3. Salad Buah dengan yogurt

    Menu ini terbilang sangat mudah dibuat saat sahur. Selain itu menu ini cocok buat Sobat yang ingin berdiet. Berikut resep yang bisa Sobat ikuti:

    Lama Memasak : 3-4 Menit

    Jumlah Porsi : 1-2 orang

    Bahan-bahan:

    • 1 Buah Kiwi
    • 6 Buah Stroberi
    • 6 Butir Anggur
    • 1 Potong Semangka
    • 5 Buah tomat cherry
    • 1 Kotak yoghurt plain

    Cara Membuat

    1)  Cuci terlebih dahulu buah-buah yang akan di gunakan

    2)  Potong kecil dan taruh di dalam mangkuk

    3)  Masukan yoghurt dan tambahkan perasan jeruk lemon. Sajikan.

    Baca Juga: 10 Test Kesehatan Pranikah Untuk Anda dan Pasangan

     

    4. Pancake

    Pancake menjadi menu yang sering dipilih untuk sarapan. Bisa menjadi menu alternatif saat sahur bersama keluarga. Apa saja yang perlu disiapkan?

    • Lama Memasak : 15 Menit
    • Jumlah Porsi : 3-4 orang

    Bahan-bahan:

    • 250 gram Tepung terigu
    • 2 butir telur
    • 4 sdt margarin
    • 4 sdm gula putih
    • 1 gelas susu cair
    • 1 gelas air
    • ½ sdt baking powder

    Topping :

    • Madu
    • Buah-buahan (Strawberry atau pisang)

    Cara Membuat :

    1. Campurkan bahan-bahan dalam satu wadah (terigu, gula putih, telur, susu cair, baking powder dan margarin yang sudah dicairkan.
    2. Aduk semua bahan hingga tercampur dengan rata. Perhatikan adonan tidak terlalu cair ataupun menggumpal
    3. Tuangkan adonan menggunakan sendok sayur kedalam wajan yang sudah dipanaskan. Buatlah adonan berbentuk bulat dan sedikit tipis.
    4. Angkat adonan, jika kedua sisi telah matang. Lakukan tahap ketiga secara berulang hingga adonan habis.
    5. Sajikan pancake dengan madu  dan buah-buahan segar.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

         

    5. Mie Goreng Ayam

    Mie goreng ayam menjadi menu terakhir yang pas disantap saat sahur. Membuat mie goreng ayam tidak membutuhkan waktu yang lama. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan terlebih dahulu. Agar saat memasak di waktu sahur lebih cepat. Berikut tahap-tahapnya:

    • Lama Memasak : 25 Menit
    • Jumlah Porsi : 4-5 orang

    Bahan-bahan:

    • 3 sdm minyak jagung
    • ½ bawang bombay, cincang halus
    • 5 siung bawang putih, cincang halus
    • 4 butir bawang merah, cincang halus
    • 200 gr fillet dada ayam, iris
    • 100 gr kol, iris tipis
    • 100 gr sawi hijau
    • 2 sdm saus tiram
    • 1 sdm kecap manis
    • ¼ sdt garam
    • ½ sdt merica bubuk
    • 2 batang bawang daun, iris tipis
    • 200 gr Mie

    Cara Membuat:

    1)  Rebus air panas, masukkan mie hingga setengah empuk dan tiriskan

    2)  Panaskan minyak di wajan, tumis semua bawang hingga harum.

    3)  Masukkan daging ayam, aduk merata dan tunggu hingga setengah matang

    4)  Masukkan kol, sawi hijau dan cabai sesuai selera, tunggu hingga layu.

    5) Masukkan mie yang setengah empuk, bawang daun, saus tiram, kecap manis, garam dan merica bubuk. Aduk hingga merata, angkat dan sajikan selagi hangat.

    Agar tidak telat sahur, dapatkan produk makanan sehat berkualitas hanya di ProSehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    Detik Health. “Jangan Malas, Ini Akibatnya Jika Sering Tidak Sahur”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Uli, Catherine M. “Manfaat Puasa Bagi Kesehatan”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Corry, Vina. “Manfaat Berpuasa di Bulan Ramadhan”. Diakses pada 7 Mei 2018
    Limbong, Valentina. “Resep Mi Goreng Ayam Sayuran”. Diakses pada 7 Mei 2018

    Read More
  • Bau mulut menjadi salah satu masalah yang sering dialami saat orang berpuasa. Munculnya bau mulut, dapat dipicu dari berbagai hal seperti kebersihan mulut yang kurang, merokok, pola makan yang tidak teratur hingga adanya kuman, dan bakteri pada gigi yang berlubang. Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Berpuasa Ayo tetap semangat dan jangan sampai […]

    7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa

    Bau mulut menjadi salah satu masalah yang sering dialami saat orang berpuasa. Munculnya bau mulut, dapat dipicu dari berbagai hal seperti kebersihan mulut yang kurang, merokok, pola makan yang tidak teratur hingga adanya kuman, dan bakteri pada gigi yang berlubang.

    Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Bau Mulut Saat Berpuasa

    Ayo tetap semangat dan jangan sampai malas menunaikan ibadah puasa hanya karena bau mulut. Agar mulut Anda tetap segar saat berpuasa, berikut 7 cara ampuh yang bisa Sahabat coba.

    1. Konsumsi Cengkeh

    Cengkeh tidak hanya sekadar rempah-rempah penambah cita rasa masakan, tetapi memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Cengkeh mengandung vitamin C, B6, A, D, E dan K, tiamin, asam folat dan niasin.

    Produk Terkait: Jual Fajarva Cloves Whole

    Cengkeh dapat mengatasi masalah pencernaan hingga menghilangkan bau mulut. Caranya adalah dengan menyiapkan 4 biji cengkeh dan merebusnya dengan air. Gunakan air rebusan cengkeh sebagai obat kumur. Lakukan selama dua kali sehari, air rebusan cengkeh bisa membantu menghilangkan bakteri di mulut.

    2. Hindari Meminum Kopi

    Sungguh nikmat rasanya menyeruput kopi saat sahur. Namun ternyata minum kopi saat sahur dapat memicu bau mulut, loh. Tahukah sahabat, bahwa kopi mengandung 200 mg kafein di setiap cangkirnya.  Selain itu, kopi memiliki kandungan senyawa sulfur yang tinggi sebagai salah satu penyebab bau mulut.

    Apabila Sahabat telanjur minum kopi, minumlah air mineral sebagai penetralisir aroma dalam mulut kita. Selain air mineral, yogurt juga dapat mengatasi masalah bau mulut karena memiliki kandungan bakteri yang baik.

    3. Rutin Sikat Gigi

    Menghilangkan bau dapat dilakukan dengan rutin menyikat gigi. Sikat gigi secara benar dan menyeluruh, termasuk lidah Sahabat.

    Baca Juga: Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Hal ini akan membantu mengurangi dan mencegah terkena penyakit gigi dan gusi yang berasal dari kuman. Kuman dapat tumbuh pada sisa makanan yang tersisa bila Sahabat tidak menyikat gigi.  Lakukanlah secara rutin pada malam dan setelah sahur, agar bau mulut dapat dikurangi.

    4. Gunakan Baking Soda

    Bau mulut dapat dihilangkan dengan menggunakan baking soda. Baking soda dapat mengurangi kadar asam dan bakteri pada mulut. Penggunaan baking soda ada 2 cara, yaitu baking soda dengan air dan baking soda dengan madu.

    Cara menggunakan baking soda dan air yaitu dengan mencampurkan 1 sendok teh baking soda dan 1 gelas air hangat, aduk hingga larut. Gunakan campuran baking soda dan air untuk berkumur selama 30 detik. Lakukan cara ini setiap dua hari sekali.

    Campuran baking soda dan madu memiliki kandungan anti-inflamasi. Campurkan 1 sendok teh baking soda dan madu ke dalam segelas air hangat untuk diminum. Lakukan cara ini dua hari sekali.

    5. Minum Air Setelah Berbuka

    Kekurangan air minum dapat memicu bau mulut, loh karena salah satu manfaat air putih adalah mampu mengurangi kemungkinan bau mulut.

    Pada saat puasa, kita harus menahan haus dan lapar selama seharian penuh. Bayangkan bagaimana jadinya kondisi mulut kita. Bau mulut saat puasa dapat diatasi dengan menerapkan pola konsumsi air putih 242 saat puasa. Dua  gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas perhari akan menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Selain itu, fungsi air putih mampu meningkatkan produksi air liur dalam mulut sehingga kebersihan mulut tetap terjaga.

    6. Mengonsumsi Buah dan Sayuran

    Buah dan sayuran segar sangat efektif dalam mengatasi bau mulut. Kandungan serat yang dimiliki keduanya dapat membantu enzim pencernaan yang aktif mencegah dan menghilangkan sedikit plak penyebab bau mulut. Selain itu, buah dan sayur bersifat basa sehingga mampu menetralisir asam di dalam mulut.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Contoh buah dan sayuran yang dapat mengatasi bau mulut yaitu wortel, seledri, apel, dan stroberi. Hilang, deh, bau mulutnya

    7. Berkumur dengan Mouthwash

    Cara terakhir mengatasi bau mulut dengan menggunakan mouthwash atau obat kumur. Menurut Kepala Departemen Luar Negeri dan Kerjasama Internasional PDGI, Prof. Dr. drg. Tri Errie Astoeti, Mkes yang dilansir dari Okezone menjelaskan berkumur menggunakan mouthwash dapat membuat gigi kita lebih bersih, terhindar dari gigi berlubang dan bebas dari plak.

    Produk Terkait: Jual Mouthwash

    Namun, penggunaan mouthwash tidak boleh digunakan setiap hari. Karena dapat merusak perkembangan bakteri baik yang ada di sekitar rongga mulut.

    Penggunaan mouthwash dilakukan sebanyak dua hari sekali. Gunakan mouthwash yang mengandung essential oil dan bebas alkohol. Jadi, obat kumur akan aman saat digunakan dan tidak menimbulkan efek samping.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Selama Puasa

    Menjaga kesehatan mulut itu sangatlah penting dan untuk mendapatkan produk kesehatan bisa Sahabat dapatkan di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya  08111816800 atau klik prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mecadinisa, Nabila. “Cegah Bau Mulut Saat Puasa dengan Cara Ini”.
    2. Putri, Wulan Kurnia. “5 Cara Ampuh Mengatasi Bau Mulut Berpuasa,Bisa Kamu Coba Guys!”.
    3. Maharani, Dian. “Cengkeh, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh”.
    4. Popbela. “Bau Mulut Sehabis Minum Kopi? Atasi dengan 5 Tips Mudah Ini”.
    5. Oktania, Marcella. “Simple! 5 Cara Mengatasi Bau Mulut dengan Baking Soda”
    6. Putri, Winda D. “Banyak Minum Air Putih Bantu Hindari Bau Mulut”.
    7. Kompas.com. “Selama Puasa, Cobalah Terapkan pola 242 Agar Tetap Sehat dan Bugar”.
    8. Kania, Dewi. “Tak Hanya Menghilangkan Bau Mulut, Berkumur dengan Mouthwash Usai Gosok Gigi Bisa Mencegah Gigi Berlubang”
    9. Haurissa, Andreas Erick. “Mulut Tetap Segar Saat Berpuasa”
    Read More
  • Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh. Baca Juga: Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma FYI, […]

    8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Sahabat Ketahui

    Makanan apa yang terlintas di pikiran kita saat memasukki bulan Ramadan? Pasti semua menjawab kurma. Kurma menjadi makanan sunnah dan juga makanan yang dianjurkan saat puasa yang mengandung gula alami yang baik untuk tubuh. Kurma memberikan energi baik untuk kita setelah berpuasa selama sehari penuh.

    makanan sehat puasa

    Baca Juga: Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    FYI, tidak hanya kurma saja loh yang dianjurkan saat puasa. Ternyata ada 8 makanan sunah lainnya yang dianjurkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa. Apa saja? Yuk, kita intip lebih lanjut

    1. Kacang-kacangan

    aneka kacang - kacangan

    Kacang-kacangan merupakan makanan yang memiliki manfaat untuk tubuh kita. Kacang-kacangan memiliki kandungan protein dan asam amino esensial yang tinggi, sehingga dapat dijadikan sebagai sumber karbohidrat, vitamin dan mineral. Kacang juga kaya akan lemak tak jenuh seperti omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mulut Tetap Segar Selama Puasa

    Menurut Jiwon Rhee yang dilansir dari Kompas.com, sebagai Associate Professional Officer di Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB di Indonesia “Mempromosikan jenis masakan berbahan kacang-kacangan merupakan salah satu bentuk kekayaan dan keberagaman Indonesia.

    Kacang-kacangan terbukti sebagai sumber nutrisi yang menyehatkan dan murah”. Sehingga pada tahun 2016, kacang-kacangan ditetapkan sebagai Tahun Aneka Kacang Internasional pada Perserikatan Bangsa-bangsa

    2. Madu

    madu segar

    Madu memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan hingga kecantikan, sehingga madu menjadi makanan yang dianjurkan saat puasa. Madu memiliki campuran senyawa fruktosa sebanyak 38,5 persen dan glukosa 31,0 persen. Terdapat pula karbohidrat seperti maltosa, sukrosa dan karbohidrat kompleks lainnya.

    Baca Juga: Siasati 8 Penyakit Ini Selama Puasa

    Madu memberikan manfaat dalam meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan stamina, mengurangi batuk hingga meningkatkan daya ingat. Agar mendapatkan khasiatnya campurkan madu dengan segelas air, lalu minum setiap pagi.

    3. Semangka

    semangka potong

    Buah segar satu ini merupakan makanan yang dianjurkan saat berpuasa. Buah semangka, mengandung karbohidrat, serat, folat, asam pantotenat, vitamin A, C, E, kalium, kalsium, lycophene, beta-karoten, dan berbagai kandungan lainnya.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Ketika Telat Sahur

    Selain menyegarkan dan memenuhi kebutuhan cairan, biji semangka juga dapat dimanfaakan untuk mengatur tekanan darah dan jantung koroner, menjaga gula darah, menjaga sistem saraf, pencernaan dan kulit serta menjaga kolesterol.

    4. Melon

    melon di mangkuk

    Selain semangka, melon juga menjadi salah satu makanan yang dianjurkan saat puasa. Melon memiliki sumber serat dan air yang sangat baik yang mencapai 90 persen dari total beratnya. Bagi yang memiliki masalah dengan perut, rasanya melon pas dikonsumsi untuk mengurangi masalah pada perut.

    5. Pisang

    pisang

    Pisang merupakan buah yang populer, mudah didapatkan dan harga yang terjangkau. Pisang memiliki kandungan vitamin A, B6, C, kalium, folat, protein dan kandungan lainnya. Sebuah studi menunjukkan makan pisang tiga buah perhari dapat menambah kalium sekitar 500 mg pada tubuh.

    Produk Terkait: Berbagai Pilihan Makanan Sehat

    Pisang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, memperbaiki pencernaan, sebagai sumber energi, meningkatkan kesehatan jantung hingga membantu menciptakan sel-sel tubuh menjadi sehat kembali.

    6. Mentimun

    timun potong

    Zaman dahulu para nabi mengkonsumsi mentimun bersama kurma untuk menghilangkan dahaga dan mengurangi rasa panas dalam tubuh. Mentimun sendiri memiliki kandungan kalium, magnesium, serat alami, vitamin A, vitamin C dan lainnya.

    Dilansir dari CNN Indonesia, menurut Angela Lemond, seorang ahli gizi di Texas mengatakan bahwa timun mengandung serat dan beta karoten.

    Pada bagian biji dan kulit merupakan bagian yang memiliki kandungan gizi tersebut. Timun juga dapat dapat mencegah kanker, menjaga kesehatan jantung, melindungi otak, menyehatkan tulang hingga menjaga berat badan.

    7. Labu

    labu potong

    Labu biasa kita jumpai pada saat ramadhan. Labu biasa digunakan sebagai isian dari kolak. Tahukah Sahabat bahwa labu memiliki kandungan air yang dapat menjaga tubuh agar selalu terhidrasi sebanyak 97 persen. Keuntungan labu lainnya adalah sangat mudah diolah menjadi aneka makanan serta rasanya enak dan mengenyangkan.

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Naik Terus Selama Puasa Ramadhan

    8. Beras Merah

    nasi merah

    Apakah Sahabat tidak terbiasa mengkonsumsi nasi merah? Sebaiknya harus pikir ulang dan mencobanya karena nasi merah lebih baik di bandingkan dengan nasi putih.Nasi merah tidak melewati banyak pengolahan sehingga lebih banyak mengandung nutrisi, serat dan GI (Glycemic index) yang rendah.

    Satu cangkir nasi merah mengadung fosfor dan magnesium sebesar 88 persen lebih banyak dibandingkan nasi putih.

    Begitu pula memiliki kandungan zat besinya mengandung 2,5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan nasi putih. Satu porsi nasi merah dapat mencukupi kebutuhan magnesium harian. Berbeda saat memasak nasi putih, kandungan zat besi dan vitamin-vitamin lainnya menghilang sebanyak 60%.

    Bingung mencari beras merah dan makanan sehat lainnya? Tenang saja, Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat yang menyediakan makanan sehat untuk kebutuhan puasa Sahabat.

    Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://prosehat.com/wa/

    Referensi:
    – Carmelita, Winda. “Bukan Hanya Kurma, Ini 5 Makanan Sunnah Lain di Bulan Ramadhan”
    – Aini, Fera Nur. “8 Makanan Favorit Nabi Muhammad ini Ada di Indonesia”.
    – Anna, Lusia Kus. “Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh”.
    – Taya, Bethari. “30 Manfaat Madu untuk Kesehatan, Wajah, Kecantikan, Bibir dan Rambut”.
    – Juniman, Puput Tripeni. “4 Manfaat Biji Semangka untuk Kesehatan”.
    – Yusepi, Tera Tri. “10 Manfaat Ajaib dari Konsumsi 3 Pisang Setiap hari”.
    – Syukur, Nell. “10 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Ratnasari, Elise Dwi. “ 5 Manfaat Mentimun untuk Kesehatan”.
    – Marie, Sophia. “Nasi Putih vs Nasi Merah, Mana yang Lebih Baik untuk Diet?”

    Read More
  • Selamat menjalankan bulan Ramadan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa? Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan […]

    Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Selamat menjalankan bulan Ramadan Sahabat Sehat. Apa saja yang sudah Sahabat siapkan? Apakah sudah menyiapkan makanan atau  minuman untuk berbuka puasa?

    Jangan lupa, loh untuk menjaga kesehatan Sahabat di bulan puasa ini. Saat puasa pola makan kita akan berubah dari makan tiga kali sehari menjadi dua kali sekali saat Sahur dan Berbuka puasa. Biasanya, dengan perubahan tersebut, tubuh kita sering tidak siap dan membuat Sahabat menjadi Sakit.

    Sakit kepala, mual & muntah, diare, sakit pinggang, sembelit dan gula darah rendah adalah  beberapa macam penyakit yang sering muncul saat puasa. Lalu, bagaimanakah cara mengatasinya?

    1. Sakit Kepala

    Sakit kepala merupakan penyakit yang umum dialami saat puasa. Munculnya sakit kepala karena menahan rasa kantuk saat siang hari serta kurangnya pasokan glukosa ke dalam tubuh. Kopi atau mengemil merupakan salah satu cara menghilangkan rasa kantuk.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Saat Travelling

    Sakit kepala bisa semakin parah jika Sahabat memiliki tekanan darah rendah. Hal ini bisa menyebabkan rasa mual sebelum berbuka puasa. Cara mengatasi dan mengurangi sakit kepala yang Sahabat rasakan bisa dengan istirahat sejenak selama 15-20 menit dan gunakan minyak kayu putih untuk meringankan saraf yang tegang di sekitar kepala.

    2. Mual & Muntah

    Mual dan muntah biasanya dirasakan saat awal puasa. Hal ini terjadi akibat pola makan yang tidak tepat saat menjalani ibadah puasa.

    Namun,  Sahabat tidak perlu khawatir karena rasa mual dan muntah akan hilang dengan sendirinya. Cara mengatasinya yaitu selalu makan cukup saat sahur, memperbanyak minum air saat sahur dan berbuka, hindari makan makanan pedas dan asam.

    Produk Terkait: Aneka Produk Pencegah Mual dan Muntah

    Kurangi juga konsumsi es karena es dapat membuat perut kita menjadi kaget. Pilihlah air hangat saat berbuka untuk menyesuaikan perut kita yang kosong selama seharian.

    3. Diare

    Sahabat mungkin sering merasakan diare saat bulan puasa dan sangat tidak menyenangkan. Apalagi diare tersebut dapat memicu batalnya puasa Sahabat. Pemicu utama munculnya diare karena asupan makanan yang tidak tepat saat berbuka maupun sahur, seperti makanan pedas, makanan berbumbu tajam dan makanan yang berlemak.

    Produk Terkait: Diapet NR Kapsul

    Sahabat hendaknya banyak mengonsumsi sayur dan buah yang subtansinya dingin seperti buah persik, pir, pepaya, melon dan lain-lain yang merupakan sumber utama vitamin dan serat. Oh,ya, Jangan lupa untuk mengkonsumsi air putih yang cukup.

    4. Sakit Panggang

    Sahabat seringkali malas dan mengurangi gerak selama puasa karena takut lelah. Namun, tahukah ketika Sahabat kurangnya aktifitas gerak, justru akan menyebabkan sakit pada pinggang. Meskipun, ada juga yang mengira sakit pinggang yang dirasakan berasal dari penyakit ginjal.

    Hal ini menyebabkan Sahabat harus mengetahui terlebih dulu penyebab sakit pinggang dengan mengonsultasikannya ke dokter. Penyebab sakit pinggang dapat berasal dari trauma otot, posisi tubuh yang kurang tepat, kurangnya air minum, dan lain-lain.

    Produk Terkait: Borobudur Sakit Pinggang

    Konsumsilah makanan yang mengandung kalsium, magnesium dan kalium untuk mengurangi kram otot. Selain itu, makanan kaya mineral seperti susu, daging, buah-buahan dan sayur mayur baik untuk mengatasi masalah pinggang Sahabat.

    5. Sembelit

    Susah buang air besar atau sembelit bisa berbahaya. Sembelit dapat menyebabkan rasa nyeri di saluran anus, perut terasa kembung hingga menyebabkan ambeyen (haemorroids). Kondisi ini diakibatkan kurangnya cairan dalam tubuh dan kurangnya konsumsi makanan berserat.

    Produk Terkait: Aneka Produk Sembelit Terbaik

    Cegahlah ambeyen dengan memperbanyak makanan tinggi serat (biji-bijian dan buah-buahan), minum air putih dan pilihlah makanan karbohidrat seperti roti atau kue yang mengandung gandum aaat berbuka dan sahur. Sahabat juga bisa menggantinya dengan mengkonsumsi Chia Seed untuk melancarkan pencernaan.  

    6. Gula Darah Rendah

    Gula darah rendah juga sering dialami saat puasa. Gejala yang dirasakan seperti tubuh mudah lemas, pusing, letih, merasa goncang (tremor), konsentrasi menurun hingga keringat berlebih. Lakukanlah pemeriksaan gula darah secara teratur dan konsultasikan ke dokter bila terjadi hal ini.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darang Lengkap

    7. Tekanan Darah Rendah

    Gejala dari tekanan darah rendah hampir sama dengan penyakit gula darah rendah. Seperti pusing, letih, lesu, lemas dan keringat berlebih. Tekanan darah rendah biasa terjadi karena sedikitnya jumlah konsumsi cairan dan kurangnya konsumsi garam. Cobalah untuk meningkatkan konsumsi cairan dan sedikit garam dari jumlah yang biasa Sahabat konsumsi.

    Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga Anda

    8. Flu

    Perubahan cuaca saat bulan ramadhan membuat kondisi fisik kita menjadi lemah dan rentan terserang penyakit. Salah satunya adalah  penyakit flu yang membuat ramadhan kita sedikit berat. Penyebab flu saat puasa dapat karena saat makan sedikit saat sahur, kurangnya asupan cairan, kurang buah, tidur yang kurang dan jarang berolahraga.

    Solusi yang baik untuk mengatasi flu dengan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi yang seimbang, mengurangi makanan yang merangsang tenggorokan (pedas, berlemak dan minuman dingin), minum air minimal 8 gelas sehari, tidur teratur, melakukan olahraga ringan dan kelola diri Sahabat dari stress.

    Selain itu,  vaksinasi flu bisa menjadi perlindungan tambahan mencegah flu. Vaksinasi flu bisa Sahabat dapatkan di prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Lestari, Cindy. “Menyiasati Gejala Penyakit saat Puasa!”.
    2. Taya, Bethari. “10 Cara Menghilangkan Sakit Kepala secara Alami, Tradisional dan Tanpa Obat”
    3. Purwadi, Dedy. “Tips Cara Mengatasi Rasa Mual Ketika Saat Berpuasa, Agar tidak Batal”.
    4. Sulaiman, Muhamad R. “Diare di Bulan Puasa, 3 Hal ini Bisa Jadi Pemicunya”.
    5. Winaga, Handriadi. “Aduh, Nyeri Pinggang Bawah!”.
    6. Wardhani, Anita K. “Saat Puasa Terganggu Serangan Flu, Lakukan Hal Ini”.

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja