Telp / WhatsApp : 0811-15-12-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 11–20 of 605 results

  • Masker merupakan suatu Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan pada wajah atau kepala dan menutupi setidaknya hidung dan mulut. Pada umumnya, masker hanya digunakan oleh orang yang sedang sakit. Tetapi saat ini masyarakat sedang berbondong-bondong membeli masker terutama jenis masker bedah (surgical mask). Semua ini bertujuan  menghindari infeksi virus Corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik.1,2 […]

    Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Masker merupakan suatu Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan pada wajah atau kepala dan menutupi setidaknya hidung dan mulut. Pada umumnya, masker hanya digunakan oleh orang yang sedang sakit. Tetapi saat ini masyarakat sedang berbondong-bondong membeli masker terutama jenis masker bedah (surgical mask). Semua ini bertujuan  menghindari infeksi virus Corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik.1,2 Jika semua masker habis, ada tips untuk membuatnya sendiri. Namun sebelum itu, kita pelajari lebih dahulu apa itu masker bedah.

    Masker bedah secara umum terdiri dari 3 lapisan. Lapisan terluar merupakan lapisan yang menangkal cairan (hidrofobik) sehingga tidak masuk ke lapisan dalam. Lapisan tengah merupakan lapisan penyaring. Lapisan terdalam merupakan lapisan yang menyerap air (hidrofilik). Sebuah penelitian menunjukkan bahwa masker bedah memiliki nilai efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan menggunakan bandana untuk menutupi mulut dan hidung.3 Ini membuktikan bahwa 3 lapisan unik dari masker bedah memiliki fungsi untuk memfiltrasi kuman-kuman.

    Dengan menipisnya persediaan masker pada berbagai tempat, Sobat dapat membuatnya sendiri dengan bahan-bahan yang dapat Sobat temukan di rumah. Sebuah penelitian di Cambridge membandingkan beberapa bahan rumah tangga yang dapat digunakan sebagai substitusi masker bedah. Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa bahan yang direkomendasikan untuk dijadikan pengganti masker adalah:

    • Baju 100% katun
    • Sarung bantal

    Kedua bahan rumah tangga tersebut diuji dengan ketebalan 2 lapis. Dibandingkan dengan bahan rumah tangga yang lain, kedua bahan tersebut memiliki efektivitas untuk menyaring dan aliran udara untuk bernapas yang dapat ditoleransi. Meskipun demikian, efektivitas dari kedua bahan tersebut tidak lebih tinggi dibandingkan dengan masker bedah.4 Jika Sobat ingin membuat masker sendiri, diperlukan 3 lapisan kain nonwoven meltblown yang tahan air, menjadi penyaring, dan menyerap air. Jika Sobat tidak memiliki bahan tersebut, Anda dapat menggunakan bahan lain sebagai pengganti.

    Untuk pembuatan masker substitusi:

    • Jahitlah 2 lembar bahan (baju 100% katun atau sarung bantal) untuk bagian depan dan belakang masker.
    • Buat bukaan pada tengah dari bagian belakang untuk dimasukkan lapisan penyaring sebagai lapisan tengah. Lapisan penyaring dapat disubstitusi dengan bahan kain nonwoven berupa tisu basah yang dikeringkan, popok bayi atau dewasa baru, atau pembalut baru.
    • Sisipkan bahan penguat pada bagian atas agar masker dapat dikencangkan pada bagian hidung Sobat.
    • Jahitlah ujung kiri dan kanan masker dengan kain untuk dikaitkan pada telinga kiri dan kanan Sobat.

    Masker ini dapat Sobat gunakan hanya untuk keadaan darurat dimana tidak dapat dijumpai lagi masker bedah. Untuk penggunaan ulang, buang bahan penyaring pada bagian dalam masker lalu cuci masker dengan detergen atau sabun, lalu keringkan hingga tuntas. Gunakan lapisan penyaring yang baru.

    Penggunaan masker direkomendasikan oleh WHO untuk orang sakit, atau orang yang sedang merawat orang yang dicurigai atau sudah terinfeksi COVID-19.5 Ini dikarenakan  penularan virus yang terjadi secara kontak dekat (dalam 1.8 meter).6 Metode penularan virus corona berupa droplet yang diproduksi orang sakit.7 Droplet tersebut dapat dihentikan oleh masker saat orang yang sakit batuk atau bersin, sehingga tidak tersebar ke benda atau orang lain. Untuk Sobat yang sehat, cukup hanya menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan.6

    Penggunaan masker buatan sendiri tentu tidak akan sama efektivitasnya dengan masker bedah, namun dapat digunakan dalam keadaan darurat. Jika saat ini Sobat dalam keadaan sehat, maka Sobat tidak perlu menggunakan masker. Apabila Sobat memiliki masker bedah, pastikan Sobat menggunakan masker hanya jika diperlukan karena saat ini persediaan masker sangat terbatas. Dengan melakukan hal demikian, Sobat dapat membantu menghentikan penyebaran COVID-19 dengan memberikan kesempatan orang yang membutuhkan untuk memiliki masker seperti yang sedang sakit dan para tenaga kesehatan.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Atau Sobat pun dapat menghubungi hotline Prosehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-nCoV/summary.html
    2. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus
    3. Bowen L. Does That Face Mask Really Protect You?. Applied Biosafety. 2010;15(2):67-71.
    4. Davies A, Thompson K, Giri K, Kafatos G, Walker J, Bennett A. Testing the Efficacy of Homemade Masks: Would They Protect in an Influenza Pandemic?. Disaster Medicine and Public Health Preparedness. 2013;7(4):413-418.
    5. When and how to use masks [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
    6. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/respirator-use-faq.html
    7. Adnan Shereen M, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. Journal of Advanced Research. 2020;.
    Read More
  • Belakangan ini beredar kabar bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona lewat broadcast atau grup wa (whatsapp), dikatakan seorang ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen, bahwa jam 10 merupakan waktu terbaik untuk berjemur karena sinar UVB paling tinggi dimulai dari pukul 10 pagi. Lalu, benarkah bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona? Lantas, benarkah […]

    Benarkah Berjemur Matahari Pagi Bisa Tingkatkan Kekebalan Tubuh?

    Belakangan ini beredar kabar bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona lewat broadcast atau grup wa (whatsapp), dikatakan seorang ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen, bahwa jam 10 merupakan waktu terbaik untuk berjemur karena sinar UVB paling tinggi dimulai dari pukul 10 pagi. Lalu, benarkah bahwa sinar matahari dapat membunuh virus corona? Lantas, benarkah matahari jam 10 pagi adalah waktu terbaik untuk berjemur? Mari kita bahas satu persatu ya, Sobat.

    Sinar matahari mempunyai banyak sekali manfaat bagi tubuh. Seperti yang kita ketahui bahwa sinar matahari adalah pembentuk vitamin D di tubuh manusia. Vitamin D terbentuk dari kolesterol di kulit yang terpapar sinar matahari. Sinar UVB yang dihasilkan matahari (panjang gelombang 290-315 nm) menyebabkan photolysis yang mengubah kolesterol menjadi vitamin D.  Oleh karena itu, sangatlah penting bagi tubuh kita untuk tetap terpapar sinar matahari setiap harinya untuk menjaga kadar vitamin D dalam tubuh. 1-4

    Vitamin D mempunyai peran yang sangat penting bagi tubuh dalam menjaga kesehatan. Apabila tubuh kekurangan vitamin D, akan menyebabkan gangguan kesehatan yang cukup serius, antara lain osteoporosis, kanker, depresi, lemah otot, bahkan kematian. Selain itu, dengan dosis yang tepat, sinar matahari juga memiliki sejumlah manfaat, seperti kualitas tidur yang baik, meningkatkan mood serta meningkatkan sistem imun tubuh. 1-4

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa salah satu fungsi sinar matahari yang terpenting selain pembentuk vitamin D adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai penyakit seperti menurunkan resiko penyakit jantung, sklerosis atau kelemahan otot, penyakit autoimun, flu dan juga mengurangi risiko terkena kanker. 1-4

    Karena semakin parahnya penyebaran virus corona dalam beberapa waktu belakangan ini, banyak sumber yang tidak dapat dipercaya mengatakan bahwa paparan sinar matahari dapat membantu membunuh virus corona. Namun, menurut para ahli, hal ini belum dapat dibenarkan. Alasannya, temperatur dari sinar matahari tidak mencapai lebih dari 560 C sehingga tidak dapat membunuh virus corona.5 Karena virus corona masih merupakan virus baru, maka belum banyak penelitian yang menyatakan bahwa virus corona dapat mati dengan paparan panas matahari dan juga sinar UV.6-7

    Bukan Membunuh Virus Corona

    Dapat kita ambil simpulkan bahwa sinar matahari tidak dapat membunuh virus corona, namun sinar matahari dapat membantu Sobat meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar Sobat tidak mudah terinfeksi dengan virus corona.

    Lalu, kapan waktu yang tepat serta berapa lama waktu yang dibuutuhkan untuk berjemur dibawah sinar matahari untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ?

    Para ahli mengatakan bahwa waktu terbaik paparan sinar matahari yang baik bagi kesehatan adalah berjemur pagi hari dibawah jam 11 pagi. Namun, kadar tertinggi UVB adalah pada pukul 11-15.30, seperti yang disebutkan di atas bahwa UVB berperan dalam pembentukan vitamin D tubuh8 namun, karena tingginya sinar ultraviolet A (UV) pada tengah hari dapat menyebabkan berbagai kelainan kulit seperti kulit terbakar sehingga timbul kemerahan, penuaan pada kulit (kerutan serta flek hitam pada wajah).
    Hal yang paling ditakutkan apabila terpapar sinar matahari melebihi jam 11 pagi ialah meningkatnya risiko terkena kanker kulit. Sehingga waktu terbaik untuk berjemur antara jam 10-11 pagi.1-3

    Perhatikan Jam & Durasi Berjemur!

    Waktu berjemur yang aman mungkin tidak sama untuk semua orang, hal ini memerlukan penyesuaian seberapa lama seseorang berjemur dan dengan beberapa faktor lain seperti jenis kulit, kondisi cuaca atau lokasi geografis untuk menghindari efek samping potensial seperti terbakar matahari atau kanker kulit. Seperti halnya negara dingin atau pada musim dingin misalnya di negara Spanyol, paparan matahari paling baik untuk kesehatan adalah pukul 10 pagi sampai 4 sore selama 2 jam paparan sinar matahari. 1-3

    Bagaimana bila dibandingkan di Indonesia? Selama Sobat tidak memiliki komplikasi dengan paparan sinar matahari seperti kulit mudah terbakar maupun flek hitam, Sobat dapat berjemur tanpa menggunakan tabir surya selama 20 menit setiap hari, hindari paparan matahari lebih dari 30 menit karena dapat menimbulkan kemerahan pada kulit dan risiko kanker kulit. 1-3

    Selain berjemur dibawah sinar matahari pagi, diperlukan beberapa faktor lain dalam menangkal infeksi COVID-19 yaitu dengan menjaga kebersihan tubuh, selalu mencuci tangan selama minimal 20 detik, melakukan desinfeki dengan cairan desinfektan pada barang-barang yang sering disentuh, hindari memegang wajah (terutama mata, hidung dan mulut), manjaga jarak sosial (hindari bersentuhan dengan orang lain), menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi serta berolahraga yang teratur setiap harinya.7

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. How much sun is good for our health? [Internet]. ScienceDaily. 2017 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.sciencedaily.com/releases/2017/03/170308083938.htm
    2. Rayman R. How to Safely Get Vitamin D From The Sun [Internet]. Healthline. 2018 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-from-sun#overview
    3. Publishing H. Benefits of moderate sun exposure – Harvard Health [Internet]. Harvard Health. 2015 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/benefits-of-moderate-sun-exposure
    4. Repinski K. The Health Benefits of Some Sun Exposure [Internet]. Consumer Reports. 2018 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.consumerreports.org/health-wellness/sun-exposure-health-benefits/
    5. Can sun exposure kill the novel coronavirus? – Chinadaily.com.cn [Internet]. Chinadaily.com.cn. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.chinadaily.com.cn/a/202002/08/WS5e3eb7aea31012821727601d.html
    6. Roach J. UV radiation from the sun increases ‘by a factor of 10’ by summer and could be key in slowing COVID-19 [Internet]. ACCU Weather. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.accuweather.com/en/health-wellness/uv-radiation-from-the-sun-increases-by-a-factor-of-10-by-summer-and-could-be-key-in-slowing-covid-19/703393
    7. Fallon S. Spring equinox: Will season’s longer days, stronger sunlight, warmer air help kill coronavirus? [Internet]. Northjersey.com. 2020 [cited 27 March 2020]. Available from: https://www.northjersey.com/story/news/coronavirus/2020/03/20/springs-longer-days-more-sunlight-warmer-temperatures-help-kill-coronavirus-covid-19/2871156001/
    8. When is the Best Time to Get Vitamin D from Sunlight ?. [Internet]. Theralight. 2020. [cited 28 March 2020]. Available from: https://theralightinc.com/best-time-to-get-vitamin-d-from-sunlight/
    Read More
  • Catat Sobat, Daftar 8 RS Rujukan Penanganan Virus Corona & Hotline DKI Jakarta + ProSehat

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan telah mengumumkan 132 rumah sakit rujukan di seluruh provinsi untuk penanganan kasus virus corona. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/169/2020.

    Berikut daftar 8 rumah sakit rujukan di Provinsi DKI Jakarta:

    1. RSPI Sulianti Saroso
      Alamat: Jl Baru Sunter Permai Raya Jakarta Utara
      Telepon: (021-6506559)
      Fax: (021-6401411)
      Email: [email protected]
    2. RSUP Persahabatan
      Alamat: Jl Persahabatan Raya No. 01 Jakarta Timur
      Telepon: (021) 4891708
      Fax: (021) 4711222
      Email: [email protected]
    3. RSUP Fatmawati
      Alamat: Jl RS Fatmawati Cilandak, Jakarta Selatan
      Telepon: (021-7501524) E
      mail: [email protected]
    4. RSPAD Gatot Soebroto
      Alamat: Jl Dr. Abdul Rahman Saleh No. 24 Kel. Senen, Kec. Senen, Jakarta Pusat
      Telepon: (021-3440693)
      Fax: (021-3440693)
      Email: [email protected]
    5. RSUD Cengkareng
      Alamat: Jl Kamal Raya Bumi Cengkareng Indah, Cengkareng Timur
      Telepon: (021) 54372874
      Fax: (021) 5442693
      Email: [email protected]
    6. RSUD Pasar Minggu
      Alamat: JL. TB. Simatupang No. 1 Kel. Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
      Telepon: (021-29059999)
      Fax: (021-29407035)
      Email: [email protected]
    7. RS Umum Bhayangkara Tk. 1 R. Said Sukanto
      Alamat: Jl. Raya Bogor Kramat Jati, Jakarta Timur
      Telepon: (021-8093288)
      Fax: (021-8094005)
      Email: [email protected]
    8. RSAL Mintoharjo
      Alamat: Jl. Bendungan Hilir 17 Jakarta Pusat
      Telepon: (215703081)
      Fax: (021-5711997)
      Email: [email protected]

    Layanan Hotline Dinkes DKI & ProSehat
    Sementara itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta membuka sambungan (hotline) di nomor 08138837-6955 bagi masyarakat yang ingin melaporkan dugaan kasus virus corona. Nomor tersebut siap melayani masyarakat selama 24 jam. Selain itu, hotline tersebut juga bisa digunakan untuk mengetahui informasi lebih lanjut soal virus corona. Untuk kondisi gawat darurat, masyarakat dan tenaga kesehatan juga dapat langsung menghubungi 112 atau 119.
    Atau Sobat pun dapat menghubungi hotline Prosehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa
    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Tetap jaga kesehatan ya. Salam sehat!

    Read More
  • Untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan work from home. Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang harus tetap bekerja dan beraktivitas di luar rumah. Tanpa disadari, selama beraktivitas di luar mungkin kita telah melakukan kontak dengan orang maupun benda yang telah terpapar virus corona. Oleh karena itu, berikut […]

    Lindungi Diri & Keluarga, Lakukan 9 Langkah Ini Setibanya di Rumah

    Untuk mengurangi penyebaran virus corona, pemerintah telah menganjurkan masyarakat untuk melakukan social distancing dan work from home. Meskipun demikian, ada sebagian masyarakat yang harus tetap bekerja dan beraktivitas di luar rumah. Tanpa disadari, selama beraktivitas di luar mungkin kita telah melakukan kontak dengan orang maupun benda yang telah terpapar virus corona. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa langkah penting yang harus dilakukan Sobat setibanya di rumah setelah bepergian:

    1. Buka sepatu di pintu sebelum memasuki rumah

    Saat Sobat tiba di depan pintu rumah, lepaskan sepatu dan letakkan di luar rumah. Virus corona dapat bertahan selama tujuh jam hingga beberapa hari di permukaan benda, termasuk permukaan sepatu.

    1. Semprotkan desinfektan pada barang yang dibawa

    Virus corona dapat diinaktivasi dengan menggunakan desinfektan yang mengandung 80% ethanol4. Oleh karena itu, Sobat perlu menyemprotkan desinfektan pada barang bawaan seperti tas hingga barang-barang yang sering disentuh seperti kunci kendaraan, dompet, dan handphone.

    1. Buang semua benda yang tak dibutuhkan

    Sebelum masuk ke dalam rumah, Sobat dianjurkan untuk membuang barang-barang yang tak dibutuhkan, termasuk barang-barang habis pakai seperti masker dan tisu.

    1. Masuk rumah langsung cuci tangan dan kaki dengan sabun

    Setelah melakukan tiga tahap di atas, Sobat dapat masuk ke dalam rumah dan langsung mencuci tangan dan kaki dengan sabun. WHO menganjurkan untuk mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol untuk membunuh virus yang mungkin Sobat dapatkan selama beraktivitas di luar.

     

    1. Buka pakaian dan langsung tempatkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci

    Virus corona dapat menyebar dan menempel pada permukaan apapun, termasuk pakaian. Alangkah baiknya untuk segera berganti pakaian dan memasukkannya ke dalam mesin cuci sehingga pakaian kotor dari luar rumah tidak bercampur dengan pakaian bersih.

    1. Jangan menyentuh apapun

    Saat Sobat masuk ke dalam rumah, Sobat harus mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh barang-barang di dalam rumah untuk mencegah penyebaran virus yang mungkin Sobat bawa dari luar.

    1. Jangan langsung beristirahat

    Sampai di rumah bukan berarti Sobat dapat langsung bersantai ria di sofa, rebahan di tempat tidur, dan makan snack di meja makan. Prioritaskan kebersihan diri sebelum beristirahat selepas beraktivitas dirumah. Usahakan menjaga tempat istirahat dan makan seperti sofa, kamar tidur, dan meja makan tetap higienis.

    1. Langsung mandi pakai sabun

    Selepas beraktivitas di luar, Sobat dianjurkan untuk mandi dan membersihkan diri menggunakan sabun. Sobat juga dapat menambahkan desinfektan ke dalam bak mandi untuk membunuh virus yang mungkin menempel di tangan, kaki, dan wajah.

    1. Baru menyapa keluarga

    Setelah melakukan semua tahap di atas, Sobat dapat menyapa keluarga. Perlu diingat, bahwa orangtua dan anak-anak lebih rentan terkena virus corona6. Oleh karena itu, Sobat perlu memastikan kebersihan diri sebelum berkumpul dengan keluarga.

    Demikian langkah-langkah yang perlu dilakukan setelah beraktivitas di luar rumah. Jika memungkinkan, utamakan social distancing dan work from home untuk menghindari keramaian. Sering mencuci tangan dengan sabun atau desinfektan berbasis alkohol akan membantu Sobat melindungi diri dan orang sekitar dari penyebaran virus corona. Terlebih lagi, utamakan kesehatan keluarga dengan membersihkan diri terlebih dahulu sehabis beraktivitas di luar rumah.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Cascella, M., Rajnik, M., Cuomo, A., Dulebohn, S., & Di Napoli, R. (2020). Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19). Florida: StatPearls Publishing.
    2. (2020). Study suggests new coronavirus may remain on surfaces for days. National Institute Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/study-suggests-new-coronavirus-may-remain-surfaces-days
    3. (2020). New Coronavirus Stable for Hours on Surfaces. National Institutes Of Health. Retrieved from https://www.nih.gov/news-events/news-releases/new-coronavirus-stable-hours-surfaces
    4. Rabenau, H., Kampf, G., Cinatl, J., & Doerr, H. (2005). Efficacy of various disinfectants against SARS coronavirus. Journal Of Hospital Infection61(2), 107-111. doi: 10.1016/j.jhin.2004.12.023
    5. Advice for public. (2020). Retrieved 27 March 2020, from https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Zhang, S., Tuo, J., Huang, X., Zhu, X., Zhang, D., & Zhou, K. et al. (2018). Epidemiology characteristics of human coronaviruses in patients with respiratory infection symptoms and phylogenetic analysis of HCoV-OC43 during 2010-2015 in Guangzhou. PLOS ONE13(1), e0191789. doi: 10.1371/journal.pone.0191789
    Read More
  • BNPB bekerja sama dengan Asisten Kesehatan ini untuk dukung isolasi mandiri COVID-19, chat ProSehat mudah tanpa install Aplikasi lagi

    Wabah Corona (COVID – 19) yang semakin mengkhawatirkan membuat pemerintah menujuk BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) sebagai koordinator utama dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu memanfaatkan platform kesehatan di Indonesia. Pemerintah sudah menggandeng 20 penyedia aplikasi dan platform layanan online untuk membantu Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menghadapi wabah corona. Yang berbeda adalah Asisten Kesehatan ini : mudah hanya chat ProSehat, tanpa perlu install Aplikasi lagi.

    Dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB Jakarta, Jumat (27/03/20), Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN menyatakan bahwa pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi secara mandiri bisa menggunakan platform layanan medis online untuk mendapatkan layanan seperti konsultasi kesehatan.

    Apabila pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri kondisi kesehatannya menurun, penyedia platform layanan medis online akan memberi tahu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan rumah sakit untuk menjemput pasien tersebut dan membawanya ke rumah sakit rujukan.

    Jika kondisinya sedang atau menunjukkan gejala tidak berat, pasien bisa dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Jakarta dan jika kondisinya parah maka pasien akan dibawa ke rumah sakit rujukan seperti Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr Sulianti Saroso.

    Jadi, bila Sahabat atau anggota keluarga ingin mencari tahu lebih lanjut tentang COVID – 19, atau Anda ragu sekiranya ingin mendeteksi (screening) apakah sudah tertular virus corona, Asisten Kesehatan ProSehat akan membantu isolasi mandiri di rumah lewat chat dengan mudah. Bahkan lewat Aplikasi dan Web ProSehat.com atau dibantu Asisten Maya dari chat dapat memanggil dokter serta kirim produk kesehatan ke rumah.

    Sahabat ProSehat dapat mengakses informasi dan edukasi COVID-19 ini melalui Chatbot ProSehat di Whatsapp nomor 0811-1512-800 dengan menyapa asisten kesehatan Maya. Sapa Maya dengan “Hi” dan Sahabat akan dipandu untuk melakukan skrining COVID-19 dan akses informasi lengkap lain terkait COVID-19.

    Yuk, kita dukung self assessment dan self isolation #dirumahaja, langsung tanya dokter di Chat ProSehat lewat WhatsApp 0811-1512-800.

     

    Read More
  • Sobat, saat ini dunia masih dibuat  resah dengan pandemi Corona virus atau COVID-19 karena jumlah kasus baru yang semakin lama semakin membludak dan angka kematian semakin lama semakin meningkat diseluruh belahan dunia. Saat ini per tanggal 26 maret, menurut WHO (World Health Organization) tercatat 416.686 kasus positif COVID-19 di dunia dengan angka kematian sebanyak 18.589 […]

    Apa itu Hantavirus? Benarkah Lebih Berbahaya dari Corona ?

    Sobat, saat ini dunia masih dibuat  resah dengan pandemi Corona virus atau COVID-19 karena jumlah kasus baru yang semakin lama semakin membludak dan angka kematian semakin lama semakin meningkat diseluruh belahan dunia. Saat ini per tanggal 26 maret, menurut WHO (World Health Organization) tercatat 416.686 kasus positif COVID-19 di dunia dengan angka kematian sebanyak 18.589 yang tersebar di 196 negara. Sedangkan di Indonesia sendiri, sudah tercatat 893 kasus positif COVID-19 dengan angka kematian sebanyak 78 orang.1

    Belum selesai tugas kita memerangi dan mengendalikan virus Corona, sekarang dunia kembali dikejutkan dengan adanya virus baru yaitu Hantavirus yang diduga sama mematikannya dengan virus Corona. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan Hantavirus dan benarkah lebih berbahaya bila dibandingkan dengan virus Corona?

    Kasus Hantavirus pertama kali dilaporkan terjadi di China dan dikabarkan penderitanya meninggal, sehingga kembali membuat panik unia. Belum selesai kasus virus Corona, sekarang dunia semakin dibuat panik dengan hantavirus. Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui perantara hewan pengerat (rodent atau tikus) yang dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan, sebelumnya hantavirus dikenal sebagai “old world” hantaviruses yang menyerang terutama di Asia dan Eropa dapat menyebabkan Hemorrhagic fever with renal syndrome yang menyerang  ginjal dengan gejala demam berdarah disertai dengan gangguan ginjal.2

    Hantavirus dapat ditularkan oleh tikus ke manusia melalui urin, tinja, air liur dan gigitan dari tikus yang terinfeksi dengan hantavirus. Apabila di rumah Sobat terdapat tikus yang sedang menggerogoti makanan, maka secara tidak langsung tikus akan meninggalkan air liur disekitarnya, apabila makanan terkontaminasi, maka Sobat akan tertular hantavirus. Oleh karenanya, sangatlah penting bagi Sobat untuk menjaga kebersihan rumah.3-5

    Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) menunjukkan gejala yang cukup berat bahkan fatal hingga berujung kematian. HPS ditularkan melalui urin tikus yang terinfeksi hantavirus. Pada manusia yang terinfeksi hantavirus akan menunjukkan gejala pernapasan yang cukup berat. 3-5

    Hantavirus dapat menular dari tikus ke manusia melalui urin, liur dan kotorannya, kemudian partikel virus menguap di udara kemudian terhirup manusia maka akan menginfeksi manusia, proses ini disebut airborne transmission atau transmisi udara. Namun para peneliti berpendapat, ada bebrapa cara lain virus dapat menginfeksi manusia, yaitu:

    1. Jika tikus yang terinfeksi hantavirus menggigit manusia, kemungkinan hantavirus juga akan menginfeksi manusia. Namun penularan jenis ini sangat jarang terjadi.3,5
    2. Peneliti percaya bahwa hantavirus menular dari tikus ke manusia apabila manusia memegang benda yang terkontaminasi dengan kotoran, urin dan liur tikus kemudian memegang hidung atau mulut maka hantavirus dapat menular ke manusia. 3,5
    3. Selain itu, peneliti juga berpendapat bahwa kontaminasi makanan yang terkontaminasi kotoran, urin dan liur pendertita hantavirus juga dapat berpotensi menginfeksi manusia. 3,5

    Hantavirus tidak dapat menular dari orang yang sakit ke orang yang sehat, artinya hantavirus tidak menular melalui kontak seperti berjabat tangan atau berpelukan dengan orang yang terinfeksi HPS atau pasien dengan HPS tidak dapat menularkan kepada tenaga medis yang merawatnya. 3,5

    Setiap orang akan berpotensi terjangkit HPS apabila mempunyai kontak dengan tikus atau yang berpotensi untuk kontak dengan kotoran atau urin tikus. Karena virus dapat menyebar ke udara, maka cara pencegahannya adalah bersihkan rumah agar terbebas dari hewan pengerat, menggunakan masker saat membersihkan kotoran tikus dan hindari membersihkan tikus dengan cara mem-vakum atau menyapu, mengingat bahwa partikel virus yang terdapat pada urin, liur dan kotoran tikus dapat menguap ke udara. 3,5

    Lalu, gejala apa yang terjadi apabila seseorang terinfeksi hantavirus? Gejala awal, lelah, nyeri pada sendi, nyeri otot terutama pada otor besar seperti punggung, pinggang dan bahu. Mungkin disertai dengan nyeri kepala, lemas, sampai gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare dan nyeri perut.4,5

    Gejala lanjutan biasanya terjadi antara 4-10 hari gejala awal, gejala HPS mulai timbul seperti napas pendek-pendek, batuk, dada terasa berat saat napas seperti terikat atau ditekan benda berat (hal ini terjadi karena paru-paru mulai terisi cairan). Hartavirus dapat menjadi sangat fatal, dengan angka kematian sebanyak 38%.4,5

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: Jesica Chintia Dewi

    DAFTAR PUSTAKA

    1. World Health Organization. Experience.arcgis.com. 2020. Experience. [online] Available at: <https://experience.arcgis.com/experience/685d0ace521648f8a5beeeee1b9125cd> [Accessed 26 March 2020].
    2. Miller, R., 2020. A Case Of Hantavirus Has Been Reported In China. Here’s Why You Shouldn’t Worry.. [online] Usatoday.com. Available at: <https://www.usatoday.com/story/news/health/2020/03/24/hantavirus-case-china-why-not-worry-amid-coronavirus/2907736001/> [Accessed 26 March 2020].
    3. gov. 2020. How People Get Hantavirus Infection. [online] Available at: <https://www.cdc.gov/hantavirus/hps/transmission.html> [Accessed 26 March 2020].
    4. gov. 2020. Signs & Symptoms | Hantavirus | DHCPP | CDC. [online] Available at: <https://www.cdc.gov/hantavirus/hps/symptoms.html> [Accessed 26 March 2020].
    5. Mayo Clinic. 2020. Hantavirus Pulmonary Syndrome – Symptoms And Causes. [online] Available at: <https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hantavirus-pulmonary-syndrome/symptoms-causes/syc-20351838> [Accessed 26 March 2020].

     

    Read More
  • Tentu Sobat sering melihat #stayathome atau social distancing tersebar di media sosial bukan? Gerakan ini diadakan karena virus corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik. Berada di rumah dalam jangka waktu yang lama mungkin membuat Sobat sedikit jenuh, atau menurunkan tingkat aktivitas fisik Sobat. Namun tanpa perlu keluar dari rumah untuk berlari maupun ke tempat fitness […]

    6 Ide Olahraga di Rumah agar Tetap Fit Melawan Corona

    Tentu Sobat sering melihat #stayathome atau social distancing tersebar di media sosial bukan? Gerakan ini diadakan karena virus corona (COVID-19) yang sedang menjadi pandemik. Berada di rumah dalam jangka waktu yang lama mungkin membuat Sobat sedikit jenuh, atau menurunkan tingkat aktivitas fisik Sobat. Namun tanpa perlu keluar dari rumah untuk berlari maupun ke tempat fitness atau gym, Sobat dapat melakukan aktivitas fisik yang cukup di dalam rumah.

    Aktivitas fisik dinilai baik untuk tubuh karena dapat menekan peradangan dan meningkatkan imunitas tubuh.4 Beraktivitas fisik yang menggunakan beban termasuk berat tubuh sendiri dapat mengurangi risiko mengalami sindroma metabolik.5 Berikut adalah beberapa ide olah raga ringan di rumah yang dapat dilakukan Sobat agar tetap fit:

    1. Latihan Aerobik

    Latihan aerobik atau disebut dengan cardio merupakan latihan yang memerlukan oksigen yang adekuat untuk menjalani proses metabolisme aerobik. Latihan ini akan membuat Sobat bernapas dan jantung berdetak lebih cepat. Pada umumnya jenis latihan aerobik adalah berlari, berenang, atau bersepeda. Namun berikut adalah alternatifnya yang dapat dilakukan di rumah:

    • Jumping Jacks
    • Mountain Climbers
    • Burpees
    • High knees
    1. Push Up

    Gerakan push up menggunakan otot dada dan trisep dengan gaya mendorong. Gerakan ini memiliki banyak variasi, namun variasi yang paling standarnya adalah:

    • Posisikan kedua tangan Sobat selebar bahu.
    • Saat menekuk siku dan merendahkan tubuh Sobat, posisi siku adalah sekitar 45 derajat dari tubuh.
    • Pastikan tangan Sobat terbuka dengan jari tengah menunjuk ke arah jam 12.
    • Selama gerakan ini, perut atau core Sobat harus dikontraksikan dan punggung Sobat datar, sehingga tubuh Sobat lurus dari kepala hingga tumit.
    • Posisikan kaki Sobat seperti saat berjinjit, namun jika terasa terlalu berat, Sobat dapat melakukan gerakan ini dengan dengkul Sobat.
    1. Squat

    Untuk pemula yang melakukan squat sering melakukan kesalahan dengan posisi berjongkok dan berjinjit. Squat juga memiliki beberapa variasi, yang paling standar adalah dengan beban tubuh:

    • Posisikan kedua kaki selebar bahu dengan arah keluar sekitar 15 derajat.
    • Kontraksikan perut Sobat dan pastikan punggung tetap lurus.
    • Lakukan seperti Sobat ingin duduk, kedua telapak kaki tetap menempel ke lantai.

    Saat gerakan ini dilakukan dengan benar, otot paha (quadriceps dan hamstring) dan otot bokong (glutes) akan terlatih.

    1. Lunges

    Sobat pasti pernah mengikat tali sepatu yang terlepas saat berjalan bukan? Gerakan lunges mirip dengan posisi itu. Gerakan ini digunakan untuk melatih otot paha, otot bokong, dan otot pinggul.

    • Posisikan kedua kaki selebar pinggul.
    • Melangkah dengan kaki kiri atau kanan, tumit menyentuh lantai terlebih dahulu.
    • Posisikan paha pada kaki yang melangkah sejajar dengan lantai dan dengkul tidak melewati jari kaki.
    • Untuk kaki yang lain posisikan paha lurus dengan tubuh dan jari kaki seperti menjinjit.
    • Pastikan tubuh tetap tegak dan perut dikontraksikan.
    • Gunakan tumit kaki yang melangkah untuk kembali ke posisi semula.
    • Ulangi gerakan pada kaki sebelah.
    1. Sit Up

    Pasti saat sekolah, Sobat sudah melakukan sit up tentunya. Gerakan ini melatih otot perut (Abs) dan otot pinggul (Hip flexor).

    • Posisikan tubuh Sobat tidur pada lantai, tekuk dengkul dan jika ada, gunakan benda seperti kursi atau minta tolong orang lain untuk menahan kedua kaki Sobat.
    • Letakkan kedua tangan Sobat di belakang kepala atau disilang di depan dada, tekuk pinggul untuk menarik tubuh Sobat dan kontraksikan perut.
    • Saat menurunkan tubuh, pastikan tubuh Sobat menyentuh lantai hingga punggung atas.
    1. Plank

    Sama seperti gerakan sebelum-sebelumnya, plank memiliki banyak variasi bahkan dapat dijadikan gerakan cardio. Plank yang standar dilakukan dengan:

    • Posisi tangan lurus dan selebar bahu, posisi tubuh lurus, dan jari kaki seperti menjinjit (seperti push up).
    • Kontraksikan otot perut dan bokong, lalu tahan posisi selama mungkin.

    Gerakan ini akan melatih terutama otot perut, otot bokong, otot bahu, dan otot lengan.

    Itulah beberapa contoh ide gerakan olahraga tanpa alat yang dapat Sobat lakukan di rumah. Pastikan Sobat melakukan aktivitas fisik selama 150 hingga 300 menit setiap minggunya dengan intensitas sedang.6 Jangan lupa untuk sementara waktu ini, hindari untuk keluar dari rumah demi kepentingan bersama.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1
    2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html
    3. Adnan Shereen M, Khan S, Kazmi A, Bashir N, Siddique R. COVID-19 infection: origin, transmission, and characteristics of human coronaviruses. Journal of Advanced Research. 2020;.
    4. Mikkelsen K, Stojanovska L, Polenakovic M, Bosevski M, Apostolopoulos V. Exercise and mental health. Maturitas. 2017;106:48-56.
    5. Bakker E, Lee D, Sui X, Artero E, Ruiz J, Eijsvogels T et al. Association of Resistance Exercise, Independent of and Combined With Aerobic Exercise, With the Incidence of Metabolic Syndrome. Mayo Clinic Proceedings. 2017;92(8):1214-1222.
    6. Physical Activity Guidelines for Americans [Internet]. HHS.gov. 2020. Available from: https://www.hhs.gov/fitness/be-active/physical-activity-guidelines-for-americans/index.html
    Read More
  • Seperti yang Sobat ketahui, saat ini dunia sedang dihebohkan dengan virus corona yang disebut COVID-19. Penyebaran virus ini disebut sebagai sebuah pandemik oleh WHO (World Health Organization). Penularan virus corona berasal dari droplet yang diproduksi oleh orang terinfeksi. Droplet berisi virus corona tersebut dapat tersebar ke benda-benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless […]

    Bagaimana Bersihkan Rumah Menggunakan Disenfektan untuk Cegah Corona?

    Seperti yang Sobat ketahui, saat ini dunia sedang dihebohkan dengan virus corona yang disebut COVID-19. Penyebaran virus ini disebut sebagai sebuah pandemik oleh WHO (World Health Organization). Penularan virus corona berasal dari droplet yang diproduksi oleh orang terinfeksi. Droplet berisi virus corona tersebut dapat tersebar ke benda-benda di sekitar Sobat. Pada permukaan plastik dan stainless steel, virus corona dapat bertahan hingga 72 jam. Pada kardus, virus corona dapat bertahan hingga 24 jam sedangkan pada tembaga hanya bertahan hingga 4 jam. Jika droplet ini ditransmisikan ke orang lain dan masuk melalui mata, hidung, atau mulut maka orang tersebut dapat terinfeksi. Namun Sobat dapat mencegahnya dengan mencuci tangan dan membersihkan permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu, remote televisi, meja, toilet, dan lainnya. Cara ini dapat dilakukan di rumah Sobat masing-masing untuk mencegah terjadinya penyebaran di lingkungan rumah.

    Cara membersihkan:

    Permukaan-permukaan benda:

    • Gunakanlah sarung tangan sekali pakai. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat dipakai kembali, gunakan hanya bertujuan untuk membersihkan COVID-19. Cuci tangan setelah melepaskan sarung tangan.
    • Permukaan yang kotor dibersihkan dahulu menggunakan detergen atau sabun, lalu diberikan disinfektan.
    • Disinfektan yang dapat digunakan adalah alkohol 70% atau campuran larutan pemutih rumah tangga. Jangan menggunakan pemutih yang sudah kadaluwarsa. Sebelum membersihkan dengan campuran pemutih, baca instruksi pabrik untuk produk. Jangan mencampur pemutih dengan ammonia atau produk pembersih lainnya.

    Campuran larutan pemutih:

    • 5 sendok makan larutan pemutih + 3.8 liter air (1 US gallon) atau
    • 4 sendok teh larutan pemutih + 950 ml air (1 US quart)
    • Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alkohol 70% & dan larutan pemutih (Natrium Hipoklorit) 0,1% selama 1 menit dapat dengan efektif menjadi disinfektan terhadap virus corona.
    • Untuk benda dengan permukaan halus (karpet, gorden) bersihkan kotoran yang terlihat dengan pembersih yang sesuai. Cuci sesuai dengan instruksi pabrik menggunakan air dengan suhu paling hangat yang diperbolehkan untuk benda tersebut. Setelah dicuci, keringkan hingga tuntas.

    Baju, handuk, linen, dan benda yang di-laundry:

    • Gunakanlah sarung tangan sekali pakai. Jika menggunakan sarung tangan yang dapat dipakai kembali, gunakan hanya bertujuan untuk membersihkan COVID-19. Cuci tangan setelah melepaskan sarung tangan.
    • Hindari mengocok cucian kotor untuk menghindari percikan virus tersebar melalui udara.
    • Cuci sesuai dengan instruksi pabrik menggunakan air dengan suhu paling hangat yang diperbolehkan untuk benda tersebut. Setelah dicuci, keringkan hingga tuntas. Pakaian orang yang sedang sakit dapat dicampur dengan pakaian orang sehat.
    • Bersihkan dan lakukan disinfektasi pada tempat atau kotak penampung baju kotor sesuai dengan cara di atas.

    Sekarang Sobat sudah mengerti bagaimana caranya untuk membersihkan dan melakukan disinfektasi untuk rumah Sobat. Pastikanlah untuk berhati-hati saat  membersihkan dan melakukan disinfektasi pada permukaan-permukaan, khususnya jika dicurigai bila terkena droplet orang sakit. Jangan lupa untuk Sobat selalu mencuci tangan sesuai dengan waktu dan cara yang tepat. Jika Sobat mengalami gejala COVID-19 seperti demam, batuk, sesak napas, dan berkunjung atau terpapar seseorang yang berkunjung pada negara risiko tinggi, segeralah periksakan diri Sobat ke dokter. atau hubungi call center krisis virus corona 119 ext 9 serta Chatbot ProSehat 0811-1512-800.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Jonathan Christopher

    Daftar Pustaka

    1. Coronavirus [Internet]. Who.int. 2020. Available from: who.int/health-topics/coronavirus
    2. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/index.html
    3. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) Situation Report – 60 [Internet]. WHO; 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
    4. van Doremalen N, Bushmaker T, Morris D, Holbrook M, Gamble A, Williamson B et al. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. New England Journal of Medicine. 2020;.
    5. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) – Environmental Cleaning and Disinfection Recommendations [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prepare/cleaning-disinfection.html
    6. Henwood A. Coronavirus disinfection in histopathology. Journal of Histotechnology. 2020;:1-3.
    7. Kampf G. Potential role of inanimate surfaces for the spread of coronaviruses and their inactivation with disinfectant agents. Infection Prevention in Practice. 2020;2(2):100044.
    Read More
  • Covid-19 yang telah mewabah selama beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk isolasi secara mandiri di rumah. Meskipun tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh masa karantina ini, periode karantina diri di rumah sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Masa inkubasi COVID-19 adalah 2-14 hari, artinya orang yang terpapar virus corona akan menujukkan gejala […]

    7 Tips Hindari Stres Saat Karantina Diri di Rumah

    Covid-19 yang telah mewabah selama beberapa bulan terakhir membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk isolasi secara mandiri di rumah. Meskipun tak sedikit masyarakat yang menganggap remeh masa karantina ini, periode karantina diri di rumah sangatlah penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Masa inkubasi COVID-19 adalah 2-14 hari, artinya orang yang terpapar virus corona akan menujukkan gejala dalam periode ini1. Karantina diri di rumah selama 14 hari dapat membantu Sobat melindungi diri sendiri dan orang-orang sekitar. Tentunya bagi Sobat yang tidak terbiasa berdiam diri di rumah, hal ini dapat memicu stres dan mengundang depresi. Berikut 7 tips ampuh untuk menghindari stres bagi Sobat yang #DiRumahAja:

    1. Bersih-bersih rumah

    Membersihkan rumah dengan pembersih antiseptik harus dilakukan untuk menjaga rumah agar tetap higenis2. Jangan lupa membersihkan tempat dan barang-barang yang sering kita sentuh, seperti gagang pintu, handphone, keyboard laptop, saklar lampu, kunci rumah, dan masih banyak lagi. Karena Sobat akan menghabiskan banyak waktu di rumah,  rumah harus tetap bersih dan rapi. Clear space equals clear mind!

    1. Olahraga

    Merasa stres dan depresi karena terkurung di rumah? Mungkin ini saatnya untuk Sobat berolahraga! Olahraga dapat membuat tubuh sehat, meningkatkan imunitas, dan mencegah stres3. Tidak semua olahraga memerlukan tempat yang luas atau peralatan khusus. Sobat dapat melakukan olahraga sederhana di dalam rumah seperti yoga, pilates, dan HIIT (High-Intensity Interval Training).

    1. Relaksasi diri

    Stres yang diakibatkan social distancing dapat diredam dengan melakukan banyak aktivitas yang merilekskan badan seperti mandi air hangat, menulis jurnal, dan meditasi4. Jangan lupa untuk tetap memiliki waktu tidur yang cukup, yakni delapan jam sehari5. #DiRumahAja bukan berarti kamu bisa begadang nonton drama korea ya, Sobat!

    1. Mempelajari lebih dalam tentang virus corona

    Memperkaya diri dengan informasi mengenai virus corona dapat membantu Sobat mengerti lebih dalam mengenai virus ini. Hal tersebut penting untuk mencegah penyebaran hoaks mengenai virus corona lewat media sosial. Kalau sudah mengerti tentang virus corona, Sobat tidak akan tertipu dengan hoaks yang beredar di media sosial.

    1. Melakukan hobi

    Kapan terakhir kali kamu menekuni hobimu, Sobat? Selama di rumah, Sobat bisa kembali melakukan hobi yang sudah lama ditinggalkan, entah itu memasak, mencoba gaya make up baru, melukis, dll.

    1. Menghabiskan waktu dengan keluarga

    Sudah lama tidak memiliki quality time dengan keluarga? Ini adalah saat yang tepat untuk kembali mendekatkan diri bersama keluarga dengan cara makan malam sederhana di rumah, bermain board game dan card game seperti monopoly, ular tangga, hingga capsa dapat dilakukan untuk menghabiskan waktu di rumah dengan keluarga.

    1. Beramal

    #DiRumahAja bukan berarti kita tidak bisa ikut membantu memerangi COVID-19. Jika Sobat tergerak, Sobat bisa mengirimkan donasi lewat berbagai situs donasi online yang menggalang dana untuk membantu penyediaan APD (Alat Pelindung Diri) bagi para petugas medis hingga membantu ekonomi masyarakat yang terdampak corona. Selain itu, Sobat juga dapat menebarkan semangat untuk pasien dan petugas medis lewat media sosial. Dengan begitu, Sobat telah membantu masyarakat dalam menghadapi pandemi ini.

    Banyak aktivitas yang dapat dilakukan untuk mencegah stres di rumah selama masa karantina diri berlangsung. Mari kita mendukung pencegahan penyebaran virus corona dengan menerapkan social distancing dengan patuh. Yuk, #DiRumahAja !

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr. Fenyta Christyani

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Lauer, S., Grantz, K., Bi, Q., Jones, F., Zheng, Q., & Meredith, H. et al. (2020). The Incubation Period of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) From Publicly Reported Confirmed Cases: Estimation and Application. Annals Of Internal Medicine. doi: 10.7326/m20-0504
    2. Cascella M, Rajnik M, Cuomo A, et al. Features, Evaluation and Treatment Coronavirus (COVID-19) [Updated 2020 Mar 8]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2020 Jan-. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK554776/
    3. Gradari, S., Pallé, A., McGreevy, K., Fontán-Lozano, Á., & Trejo, J. (2016). Can Exercise Make You Smarter, Happier, and Have More Neurons? A Hormetic Perspective. Frontiers In Neuroscience10. doi: 10.3389/fnins.2016.00093
    4. Wang, X., Smith, C., Ashley, L., & Hyland, M. (2019). Tailoring Self-Help Mindfulness and Relaxation Techniques for Stroke Survivors: Examining Preferences, Feasibility and Acceptability. Frontiers In Psychology10. doi: 10.3389/fpsyg.2019.00391
    5. Chaput, J., Dutil, C., & Sampasa-Kanyinga, H. (2018). Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this?. Nature And Science Of SleepVolume 10, 421-430. doi: 10.2147/nss.s163071
    Read More
  • Tahukah Sobat bahwa tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), sedang mengembangkan penelitian terkait kandidat senyawa yang dapat mencegah virus corona, salah satunya bisa didapatkan dari jambu biji. Metode penelitian bioinformatikan ini memanfaatkan basis data Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, dengan total basis […]

    Jambu Biji Diteliti untuk Mencegah Virus Corona

    Tahukah Sobat bahwa tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), sedang mengembangkan penelitian terkait kandidat senyawa yang dapat mencegah virus corona, salah satunya bisa didapatkan dari jambu biji. Metode penelitian bioinformatikan ini memanfaatkan basis data Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, dengan total basis data sebanyak 1.377 senyawa herbal. Senyawa-senyawa ini akan dipetakan sesuai struktur dan ligand kemudian hasilnya dikonfirmasi dengan penelitian molekuler untuk mengevaluasi aktivitas antivirusnya.

    Berdasarkan hasil penelitian pendahuluan, diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah ikatan protein virus SARS-CoV-2 ke reseptor tubuh manusia. Golongan senyawa yang didapatkan dan diprediksi dapat menjadi antivirus adalah hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin. Senyawa ini dapat ditemukan dalam jambu biji, daun kelor, madu, dan kulit jeruk. Pada buah jambu, senyawa yang disebutkan tersebut dapat ditemukan pada bagian daun dan kulit batangnya. Penelitian ini memang sedang dipersiapkan untuk publikasi internasional. Namun, prosesnya masih panjang karena membutuhkan percobaan lanjutan dan akses untuk melakukan uji preklinik, uji klinik, uji pada binatang, kemudian pada manusia.

    Psidium guajava atau yang dikenal sebagai jambu biji adalah buah yang mudah ditemukan sehari-hari terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Jambu adalah buah yang bisa dikonsumsi dengan mudah, baik dimakan langsung atau dibuat jus. Kulit buah jambu mengandung banyak vitamin A, C, besi, fosfor, kalsium, dan mineral lainnya, buah ini juga mengandung banyak konten metabolit organik maupun inorganik yang bersifat sebagai antioksidan, antibakterial, antijamur, antivirus, dan anti peradangan. Jambu dapat mengendalikan infeksi virus, salah satunya adalah virus influenza, hal ini terjadi karena ekstrak buah jambu dapat menahan replikasi virus dengan mendegradasi protein. Buah ini memang banyak khasiatnya sehingga sering digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk diare, disentri, hipertensi, diabetes, pereda nyeri, batuk, dan pilek.

    Kandungan vitamin C dalam buah jambu ternyata hampir empat kali lebih banyak dibandingkan buah jeruk. Dalam setiap 100 gram buah jambu mengandung 228 mg vitamin C, sedangkan dalam 100 gram buah jeruk hanya mengandung 53 mg vitamin C. Vitamin C adalah salah satu mikronutrien yang dibutuhkan oleh manusia. Vitamin ini tergolong sebagai antioksidan yang sudah terbukti bisa membantu meningkatkan kerja sistem imun tubuh. Kebutuhan vitamin C harian orang dewasa adalah 100-200 mg/hari.

    Sejauh ini tidak ditemukan efek samping yang berbahaya dari mengonsumsi buah jambu atau suplemen daun buah jambu yang beredar di pasaran. Namun, disarankan bagi ibu hamil atau ibu yang sedang menyusui, serta orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan rutin untuk tetap konsultasi ke dokter sebelum menggunakan suplemen untuk memastikan tidak ada interaksi antar obat ataupun efek samping lain yang tidak diinginkan.

    Buah jambu sudah lama digunakan sebagai pengobatan tradisional berbagai macam penyakit di berbagai negara. Terdapat beragam penelitian terdahulu yang membuktikan efektivitas buah jambu untuk meningkatkan kesehatan. Saat ini sedang dikembangkan penelitian di dalam negeri untuk menilai kandungan buah jambu biji sebagai antivirus corona. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan temuan-temuan ini. Pastikan untuk tetap mengikuti himbauan untuk mencegah penularan virus ini, seperti rutin mencuci tangan, melakukan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, serta segera memeriksakan diri ke dokter bila terdapat gejala.

    Untuk informasi kesehatan lainnya, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

    DAFTAR PUSTAKA 

    1. Ayu W. Tim FK UI dan IPB Temukan Kandidat Pencegah Virus Corona [Internet]. Universitas Indonesia. 2020. Available from: ui.ac.id/tim-fk-ui-dan-ipb-temukan-kandidat-pencegah-virus-corona/
    2. Riset UI-IPB: Jambu Biji Diprediksi Bisa Mencegah Corona [Internet]. Available from: cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200324091059-255-486316/riset-ui-ipb-jambu-biji-diprediksi-bisa-mencegah-corona
    3. Naseer S, Hussain S, Naeem N, Pervaiz M, Rahman M. The phytochemistry and medicinal value of Psidium guajava (guava). Clinical Phytoscience. 2018 Dec 12;4(1):32.
    4. Health benefits of guava: How to use it, nutrition, and risks [Internet].. Available from: medicalnewstoday.com/articles/324758
    5. Advice for public [Internet]. Available from: who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
    6. Coronavirus | About | Prevention and Treatment | CDC [Internet]. 2020. Available from: cdc.gov/coronavirus/about/prevention.html
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja