Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 271–280 of 575 results

  • Penyakit polio adalah salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia dan seringkali mereka yang mengalami penyakit ini terlihat dari bentuk kakinya yang beda daripada orang normal – yaitu cenderung berbentuk O. Polio sendiri merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah menular antara satu orang ke orang lainnya, contohnya saja bisa […]

    Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Penyakit polio adalah salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia dan seringkali mereka yang mengalami penyakit ini terlihat dari bentuk kakinya yang beda daripada orang normal – yaitu cenderung berbentuk O. Polio sendiri merupakan salah satu penyakit yang sangat mudah menular antara satu orang ke orang lainnya, contohnya saja bisa melalui makanan, minuman, air liur, bahkan tinja. Lalu apa yang akan terjadi ketika virus polio menyerang seseorang?

    Baca Juga: Apa Saja Fakta tentang Polio yang Perlu Diketahui?

    Ketika seseorang terserang polio, virus ini akan masuk melalui mulut dan menyerang usus yang tentunya akan menyebabkan infeksi. Polio yang terlambat ditangani akan menyebar ke bagian tubuh lainnya dan tentu saja akan menyerang pada bagian sistem syaraf pusat. Bagian syaraf yang terserang virus polio inilah yang akan menyebabkan bentuk kaki mereka berbeda bahkan bisa menyebabkan kelumpuhan permanen. Pastinya tidak ada yang mau hal ini terjadi pada diri mereka bukan? Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah polio?

    Imunisasi Polio

    Vaksinasi atau lebih sering dikenal dengan imunisasi polio adalah jawaban yang tepat untuk mencegah risiko anak mengalami polio sejak dini atau di kemudian hari. Vaksin polio sendiri terbuat dari virus polio yang sudah dilemahkan dan justru hal ini lah yang membuat tubuh kita menjadi kebal terhadap virus polio. Di Indonesia, vaksin polio yang sering diberikan adalah jenis vaksin OPV atau biasa dikenal dengan vaksin oral yang diberikan dengan cara diteteskan pada mulut. Vaksin polio perlu dilakukan beberapa kali dan vaksin pertama kali diberikan setelah anak lahir.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya?

    Vaksinasi ini perlu diulangi ketika anak menginjak usia 2, 3, 4 dan dosis penguat usia18 bulan. Apakah vaksinasi ini perlu diulang ketika dewasa? Vaksinasi polio perlu diulangi terlebih ketika kita tidak mendapatkan vaksinasi ini ketika kecil. Tujuan dilakukannya vaksinasi polio ini adalah mencegah risiko mengalami penyakit ini terlebih ketika kita sedang bepergian ke tempat yang rawan akan kasus polio. Pekerja laboratorium ataupun petugas kesehatan yang sering berinteraksi langsung dengan orang yang mengalami penyakit polio tentu saja harus mendapatkan vaksinasi polio sebelumnya untuk menimilisir polio dapat menyerang mereka sewaktu-waktu.

    Pemberian Vaksinasi Polio

    Mempersiapkan kondisi anak sebelum vaksinasi polio dilakukan merupakan hal yang perlu diperhatikan untuk mencegah beberapa reaksi yang mungkin timbul setelah vaksinasi dilakukan. Manfaat vaksinasi polio yang mencegah datangnya penyakit polio di kemudian hari adalah alasan utama masyarakat melakukan vaksinasi yang satu ini dan sebaiknya orang tua tidak menunda memberikan vaksinasi ini pada anak. Penunandaan pemberian vaksinasi merupakan pengecualian bagi anak yang sakit sedang atau parah karena jika dipaksakan maka dikhawatirkan akan timbul reaksi tertentu setelah vaksinasi dilakukan. Oleh sebab itulah sebaiknya kita menunggu hingga anak benar-benar sembuh.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi ke Rumah

    Pengecualian berikutnya juga berlaku untuk anak yang mengalami alergi terhadap polio suntik. Alergi ini disebabkan oleh berbagai kandungan yang terdapat pada vaksin polio, seperti polymyxin B, streptomycin, serta neomycin. Beberapa contoh reaksi yang dapat terjadi dari vaksinasi polio antara lain adalah anak mengalami demam beberapa jam setelah vaksinasi, kulit anak yang memerah bahkan bisa bengkak pada daerah sekitar suntikan, ataupun terjadi pengerasan kulit pada daerah sekitar suntikan. Kabar baiknya, kita bisa mengurangi efek samping ini dengan mengompres menggunakan air dingin atau dengan memberikan parasetamol. Reaksi ini biasanya berlangsung hanya selama 1 hingga 2 hari.

    Nah bagaimana? Pastinya sudah tidak ragu lagi kan untuk melakukan vaksinasi polio pada anak? So, tunggu apalagi untuk memberi jaminan kesehatan pada anak sejak dini? Apabila Sobat Sehat ingin sekali memvaksinasi anak supaya terbebas dari polio namun terkendala jarak dan waktu, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi anak ke rumah.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi umroh ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Read More
  • Sebuah survei yang dilakukan terhadap 7.000 karyawan dari berbagai perusahaan mendapatkan bahwa dalam 4 bulan, terdapat 2877 orang yang tidak masuk kerja karena sakit. Dari orang-orang tersebut, hingga 52% di antaranya tidak masuk kerja karena menderita flu. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab flu di lingkungan kerja dan bagaimana penanganannya? Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? […]

    Kenali Penyebab Flu di Lingkungan Kerja dan Penanganannya

    Sebuah survei yang dilakukan terhadap 7.000 karyawan dari berbagai perusahaan mendapatkan bahwa dalam 4 bulan, terdapat 2877 orang yang tidak masuk kerja karena sakit. Dari orang-orang tersebut, hingga 52% di antaranya tidak masuk kerja karena menderita flu. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab flu di lingkungan kerja dan bagaimana penanganannya?

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Influenza (disebut juga flu) adalah penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan kadang dapat menyerang paru-paru. Flu merupakan penyakit yang lazim diderita, tapi walaupun biasanya sembuh sendiri, dapat pula menyebabkan sakit berat hingga kematian. Penelitian oleh WHO (World Health Organization) memperkirakan terdapat antara 250.000 hingga 500.000 kematian yang dikaitkan dengan flu setiap tahunnya dan penelitian terbaru pada tahun 2018 bahkan memperkirakan angka yang lebih tinggi yaitu hingga 645.000 kematian setiap tahunnya. WHO juga menempatkan wilayah Asia Tenggara, daerah sub-Sahara, dan Pasifik Barat sebagai wilayah yang menjadi penyumbang kematian terkait flu terbanyak. Walaupun kematian kebanyakan terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah, namun tentunya hal ini menjadikan flu sebagai hal yang tidak dapat dianggap remeh.

     

    Saat seseorang terkena flu, gejala yang dialami berupa hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, batuk, sakit kepala, dan rasa tidak enak badan. Selain itu, flu juga dapat disertai dengan demam, nyeri otot, dan lemas. Flu dapat menular melalui percikan saat seseorang yang telah terkena flu batuk, bersin, atau berbicara. Percikan ini dapat mendarat dalam mulut atau hidung orang sekitarnya. Flu juga dapat menular secara tidak langsung bila seseorang menyentuh permukaan seperti meja dan gagang pintu yang terkena virus influenza, dan kemudian orang tersebut menyentuh mulut, hidung, atau mengusap matanya.

    Pada lingkungan kerja, keadaan yang ramai dan saling berdekatan antar karyawan tentunya menjadi faktor yang menjadi penyebab flu di lingkungan kerja lebih mudah terjadi. Kegiatan sehari-hari dalam lingkungan kerja seperti berbicara dan berjabat tangan dengan orang yang terkena flu dapat menyebabkan penularan. Selain itu, dalam lingkungan kerja juga terdapat banyak benda-benda yang dipakai bersama seperti telepon dan komputer yang bisa terkontaminasi dengan virus influenza. Virus influenza dapat bertahan hidup hingga satu hari di permukaan benda-benda tersebut.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Pada kebanyakan kasus flu, biasanya tidak diperlukan obat karena dapat sembuh sendiri dengan istirahat dan minum yang cukup. Namun demikian, obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi gejala flu yang tentunya sangat mengganggu. Obat-obatan untuk flu umumnya dapat dibeli secara bebas. Terdapat 4 golongan obat yang lazim digunakan untuk mengobati flu yaitu: dekongestan, antihistamin, obat batuk, dan penurun panas.

    Dekongestan adalah golongan obat yang digunakan untuk meredakan gejala hidung tersumbat. Terdapat dua jenis dekongestan yaitu yang digunakan langsung pada hidung (spray/hirup) dan yang diminum. Perlu diingat bahwa penggunaan dekongestan harus dibatasi selama 3-5 hari karena penggunaan jangka panjang justru dapat mengakibatkan hidung tersumbat yang lebih buruk.

    Antihistamin adalah golongan obat yang digunakan untuk meredakan gejala bersin-bersin, pilek, dan mata berair. Namun demikian, kebanyakan antihistamin dapat menyebabkan rasa kantuk, pandangan kabur, dan mulut kering. Efek samping ini menyebabkan penggunaan antihistamin harus diperhatikan karena dapat mengganggu konsentrasi bekerja dan dapat membahayakan bila pekerjaan berkaitan dengan pengoperasian mesin atau mengemudi.

    Obat batuk digunakan untuk mengurangi batuk dan harus disesuaikan dengan tipe batuk yang diderita. Untuk penderita batuk kering dapat mengonsumsi pereda batuk. Untuk penderita batuk berdahak dapat mengonsumsi ekspektoran yang dapat membantu mendorong dahak keluar dan mukolitik yang dapat membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Penurun panas dapat membantu menurunkan demam, meredakan sakit kepala, dan mengurangi nyeri otot. Terdapat banyak obat penurun panas namun yang paling sering digunakan adalah paracetamol, ibuprofen, dan aspirin.

    Perlu diperhatikan bahwa antibiotik tidak terdapat dalam daftar obat-obatan untuk flu. Mengapa? Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik tidak akan mempercepat penyembuhan flu, namun dapat berpotensi menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik. Bila hal ini terjadi, maka infeksi bakteri di masa yang akan datang dapat menjadi lebih sulit disembuhkan.

    Walaupun terdapat banyak obat di minum, tentunya pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati” tetap berlaku untuk flu karena penyebab flu terutama di lingkungan kerja telah dibahas sebelumnya, tentunya ada langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah menyebarnya flu.

    Pertama, untuk pekerja yang terkena flu, ada baiknya bila mengambil cuti sakit dan beristirahat di rumah. Virus influenza dapat dengan mudah menyebar dalam ruangan tertutup seperti kantor. Selain dapat mempercepat penyembuhan dari sakit, hal ini juga mencegah flu menyebar ke pekerja lainnya.

    Terapkan etika batuk yang baik dan benar. Gunakan masker jika memungkinkan untuk menghindari adanya virus yang keluar saat batuk. Bila tidak dapat menggunakan masker, tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk dan bersin, lalu segera buang pada tempat sampah. Bila tidak ada tisu, Anda juga dapat menutup mulut dan hidung dengan menggunakan lengan. Menggunakan telapak tangan untuk menutup batuk tidak disarankan karena tangan dapat dengan mudah menyebarkan virus ke permukaan-permukaan lain yang disentuh kemudian.

    Cuci tangan Anda secara teratur, terutama sebelum makan, jangan lupa gunakan sabun atau larutan antiseptik. Pastikan seluruh tangan telah terkena sabun selama 15-20 detik untuk memastikan keefektifan kerja dari sabun atau antiseptik. Anda tidak pernah tahu apabila benda-benda yang anda sentuh di tempat kerja telah terkontaminasi oleh virus.

    Flu adalah penyakit yang sering terjadi di lingkungan kerja, karena itu penting bagi kita untuk mengetahui penyebab flu di lingkungan kerja dan bagaimana menanganinya. Dengan langkah-langkah sederhana, penyebaran flu dapat dihindari sehingga produktivitas juga dapat meningkat.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Nah, jika Sobat ingin mengetahui lebih lanjut seputar flu atau bahkan ingin melakukan vaksinasi flu, bisa dilakukan di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    1. Burckel E, Ashraf T, Galvão de Sousa Filho JP, Forleo Neto E, Guarino H, Yauti C, et al. Economic Impact of Providing Workplace Influenza Vaccination. Pharmacoeconomics. 1999;16:563–76.
    2. Jordaan K. Colds and flu medicine for office workers : colds and flu. SA Pharmacist’s Assistant. 2013;13:16–8.
    3. Key Facts About Influenza (Flu) | Seasonal Influenza (Flu) | CDC [Internet]. 2017 [cited 2018 Aug 19]. Available from: cdc.gov/flu/keyfacts.htm
    4. Cassini A, Colzani E, Pini A, Mangen M-JJ, Plass D, McDonald SA, et al. Impact of infectious diseases on population health using incidence-based disability-adjusted life years (DALYs): results from the Burden of Communicable Diseases in Europe study, European Union and European Economic Area countries, 2009 to 2013. Eurosurveillance. 2018;23:17–00454.
    5. Iuliano AD, Roguski KM, Chang HH, Muscatello DJ, Palekar R, Tempia S, et al. Estimates of global seasonal influenza-associated respiratory mortality: a modelling study. The Lancet. 2018;391:1285–300.
    6. Ficalora RD. Mayo Clinic Internal Medicine Board Review. Oxford University Press; 2013. 819 p.
    7. Respiratory Hygiene/Cough Etiquette in Healthcare Settings | Seasonal Influenza (Flu) | CDC [Internet]. 2017 [cited 2018 Aug 19]. Available from: cdc.gov/flu/professionals/infectioncontrol/resphygiene.htm
    Read More
  • Apakah Sobat gemar mengisi waktu luang dengan berolahraga? Atau bahkan saat hari libur tiba, justru waktunya bermalas-malasan bagi Anda? Yup! Olahraga belum menjadi aktivitas favorit bagi sebagian besar kaum muda masa kini. Sebaliknya, mungkin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau bahkan wisata kuliner justru kian digemari. Padahal olahraga termasuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang […]

    Mau Olahraga? Eits, Sebelum Mulai, Santap 6 Makanan Berikut!

    Apakah Sobat gemar mengisi waktu luang dengan berolahraga? Atau bahkan saat hari libur tiba, justru waktunya bermalas-malasan bagi Anda? Yup! Olahraga belum menjadi aktivitas favorit bagi sebagian besar kaum muda masa kini. Sebaliknya, mungkin jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau bahkan wisata kuliner justru kian digemari. Padahal olahraga termasuk aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang, dan ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

    Tentu Sobat ingin selalu tetap bugar kan? Nah, dalam berolahraga, makanan diperlukan guna menyediakan tenaga yang digunakan untuk berolahraga. Oleh karena itu, pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang makanan apa saja yang baik dikonsumsi sebelum olahraga.

    Intinya dalam setiap kegiatan apapun, makanan yang sangat dianjurkan untuk menunjang kesehatan tubuh ialah makanan yang berbasis gizi seimbang. Gizi seimbang adalah susunan makanan yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Dalam prinsip gizi seimbang, makanan yang dimakan harus terdiri dari berbagai zat yang diperlukan dan dapat menunjang tubuh, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Dengan perbandingan protein : lemak : karbohidrat adalah 1 : 2 : 5.

    Karbohidrat dapat dibagi menjadi polisakarida, disakarida, dan monosakarida. Polisakarida sering disebut juga karbohidrat kompleks, yang bermanfaat untuk sumber energi jangka panjang, contohnya adalah pati dan glikogen. Contoh makanan yang mengandung pati adalah jagung, kentang, ketela, roti, nasi, gandum, dll, sedangkan glikogen adalah cadangan energi yang tersimpan di dalam hati. Sementara disakarida dan monosakarida sangat bermanfaat untuk kebutuhan energi yang mendadak. Contoh makanan yang mengandung disakarida dan monosakarida adalah buah-buahan, gula, dan madu.

    Lemak di dalam tubuh terutama disimpan di jaringan otot dan jaringan adiposa dalam bentuk trigliserida. Pada sebagian jenis olahraga, pembakaran lemak memberikan kontribusi yang lebih besar dari pembakaran karbohidrat, lalu kontribusi ini akan semakin menurun seiring dengan meningkatnya intensitas olahraga.

    Protein merupakan sumber energi dalam keadaan terpaksa, sehingga kebutuhannya relatif tidak meningkat saat berolahraga. Namun, protein tetap dibutuhkan saat kita berolahraga karena protein dipakai untuk pemulihan jaringan dan penambahan massa otot.

    Pada saat berolahraga, simpanan karbohidrat dan lemak tubuh merupakan sumber energi yang paling penting, karena protein hanya berpengaruh sebesar 5% dalam pembuatan energi. Pada saat berolahraga dengan intensitas rendah seperti jogging atau jalan kaki, pembakaran lemak akan memberi kontribusi yang lebih besar dalam menghasilkan energi. Sementara pada saat berolahraga dengan intensitas menengah sampai tinggi seperti pertandingan sepak bola, bola basket, dan bulu tangkis, pembakaran karbohidrat akan memberi kontribusi yang lebih besar dalam memberikan asupan energi. Sehingga, perlu dilakukan pengaturan makanan yang baik dikonsumsi sebelum berolahraga.

    Vitamin juga merupakan komponen penting dalam berolahraga karena vitamin membantu kerja enzim pada metabolisme energi. Semakin besar jumlah penggunaan energi, maka semakin besar pula kebutuhan vitamin yang diperlukan tubuh.

    Air dan mineral juga tak kalah pentingnya diperlukan oleh tubuh, agar tubuh terhindar dari dehidrasi. Dalam kondisi normal, manusia disarankan minum minimal 2 liter/hari. Selain itu, mineral juga diperlukan oleh tubuh karena merupakan bagian penting dalam penghantaran saraf, kontraksi otot jantung dan rangka.

    Jangan sampai kita melewatkan makan sebelum berolahraga, karena jika tidak diimbangi dengan makan yang cukup, maka tidak ada sumber energi yang digunakan untuk berolahraga, akibatnya gula darah akan digunakan sebagai sumber energi sehingga gula darah akan menjadi rendah dan kita dapat mengalami kelelahan bahkan sampai tak sadarkan diri.

    Selain itu, waktu makan sebelum berolahraga juga harus diatur. Jika kita mengonsumsi makanan yang mengandung pati atau polisakarida, usahakan waktu makan kita adalah 2 sampai 3 jam sebelum  berolahraga. Namun, jika kita hanya memiliki waktu 30 menit sampai 1 jam setelah makan untuk berolahraga, maka pilihan makanan terbaik adalah yang mengandung disakarida dan monosakarida.

    Berikut adalah 6 makanan yang baik dikonsumsi sebelum berolahraga, check it out:

    1. ROTI GANDUM YANG DICAMPUR TELUR REBUS

    Roti gandum ialah sumber karbohidrat yang berguna sebagai penyumbang energi. Sementara telur rebus kaya akan vitamin dan mineral serta lemak yang terkandung pada kuningnya. Namun pastikan kita mengonsumsi makanan ini, 2 sampai 3 jam sebelum berolahraga.

    2. UBI-UBIAN YANG DICAMPUR IKAN SALMON

    Sama halnya dengan roti gandum, ubi-ubian kaya akan kandungan karbohidrat dan merupakan sumber energi. Sementara ikan salmon kaya akan protein dan asam lemak Omega-3, sehingga selain baik untuk pertumbuhan otot, salmon juga ampuh mengurangi kerusakan otot.

    3. DADA AYAM YANG DICAMPUR SALAD SAYUR

    Dada ayam merupakan jenis makanan yang sangat baik dikonsumsi sebelum berolahraga, karena kandungan protein dalam dada ayam cukup tinggi. Dada ayam dapat dikonsumsi dengan cara dipanggang lalu ditambahkan sedikit minyak agar kebutuhan lemak kita sebagai sumber energi tetap terpenuhi. Selain itu, salad sayur dapat ditambahkan guna menambahkan unsur vitamin dan mineral.

    4. BUAH DAN YOGHURT

    Kombinasi buah dan yoghurt ialah kombinasi terbaik yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar sebelum berolahraga. Karbohidrat dari buah berfungsi sebagai sumber energi dan protein dari yoghurt dapat sangat berguna untuk mencegah kerusakan otot.

    5. AIR KELAPA YANG DICAMPUR MADU

    Air kelapa dan daging kelapa merupakan komposisi terbaik perpaduan antara air, mineral, dan karbohidrat. Selain itu, penambahan madu juga akan semakin menambah kandungan karbohidrat untuk sumber energi saat berolahraga.

    6. PISANG

    Pisang adalah penyedia karbohidrat sebagai bahan bakar energi. Pisang juga mengandung potasium, salah satu jenis mineral yang membantu fungsi otot dan saraf. Selain itu pisang juga mengandung protein yang baik guna membangun dan memperbaiki otot.

    Nah, bagi Sobat yang mulai bersemangat untuk berolahraga, itulah keenam sumber makanan yang bagus dikonsumsi sebelum mulai olahraga. Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan lainnya. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. Olson RE, 2015; Energi dan Zat-zat Gizi; Penerbit PT Gramedia, Jakarta.
    2. Taylor TG, 2013; Nutrition and Health; Edward Arnold Publisher, London.
    3. Mc Ardle, etal.,2013. Sport and Exercise Nutrition. Philadelphia: Lea and Febiger.
    4. Fox,E.L., etal.,2014. The Physiologycal Basis Of Physical Education and Athlete. 4 Ed. New York. WB Souders Company.
    5. Eleanor, R. and Marry, A.C.,2014. Nutrition, Principles, Issues and Aplication. New York.Mc: Grawhill Book Company.
    Read More
  • Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh […]

    7 Anjuran Asupan Makanan saat Anak Demam

    Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh.

    asupan makanan saat anak demam

    penanganan anak sakit

    Baca Juga: Apa Beda Vaksin yang Bikin Anak Demam dan Tidak?

    Sebagian besar orang tua sudah mengetahui bahwa ketika anak demam, maka akan diberikan obat penurun panas (antipiretik), tapi perlu diketahui bahwa penggunaan obat penurun panas bukan bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh kembali ke dalam keadaan normal secara permanen dan bukan bertujuan untuk menangani penyebab utama demam, melainkan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan normal untuk meningkatkan rasa nyaman anak. Pada saat anak demam, ia menjadi gelisah, sulit makan, dan rewel. Sehingga orang tua juga harus memperhatikan asupan makanan si Kecil agar ia segera sembuh.

    Produk Terkait: Jual Bodrexin Demam untuk Anak

    Inilah daftar asupan yang diperlukan saat anak demam:

    1. Perbanyak Konsumsi Air

    Komposisi air dalam tubuh anak mempunyai presentasi lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa. Pada anak, terutama 1 tahun pertama, volume air tubuh total dalam tubuh yaitu sebanyak 65-80%, dan akan terus berkurang saat remaja sebanyak 55-60%. Pada usia bayi 0-6 bulan, bayi memerlukan air sebanyak 700 ml/hari, bayi 7-12 bulan memerlukan 800 ml/hari, anak 1-3 tahun memerlukan cairan sekitar 1300 ml/hari, anak 4-8 tahun memerlukan 1700 ml/hari, anak 9-13 tahun memerlukan 2400 ml/hari pada laki-laki dan 2100 ml/hari pada perempuan, anak 14-18 tahun memerlukan 3300 ml/hari pada laki-laki dan 2300 ml/hari pada perempuan. Sedangkan pada saat demam, anak memerlukan cairan lebih banyak dibandingkan dalam keadaan normal. Setiap kenaikan 1 derajat celsius, dibutuhkan cairan tambahan 10% dari kebutuhan cairan biasanya.

    Misalnya, anak usia 3 tahun terkena demam dalam keadaan normal memerlukan cairan 1300ml/hari, maka dalam keadaan demam, anak memerlukan tambahan cairan sebesar 130ml. Jadi, asupan cairan anak 3 tahun yang terserang demam adalah 1430 ml/hari. Sumber asupan cairan tidak hanya air putih saja ya Moms, tetapi bisa dari sup sayuran, jus buah dan susu.

    2. Buah Jeruk

    Buah jeruk kaya akan sumber vitamin C dan dipercaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak karena mengandung antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak dalam melawan penyakit yang masuk. Selain itu, rasa manis dalam buah mengandung gula alami yang dapat meningkatkan asupan energi anak.

    3. Sayur dan Buah-buahan

    Selain jeruk, buah-buahan seperti stroberi, semangka, nanas, kiwi serta sayur-sayuran juga bermanfaat bagi anak-anak dalam kondisi demam karena sayur dan buah banyak mengandung air yang dapat meningkatkan asupan cairan saat demam. Kemudian sayur dan buah mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit, serta buah-buahan misalnya pisang mengandung ion kalium yang diperlukan tubuh, pasalnya ion kalium merupakan salah satu ion yang hilang melalui keringat saat anak demam.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    4. Makanan yang Mengandung Probiotik

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa probiotik seperti gandum, sereal, yogurt, dan tempe dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena probiotik dapat meningkatkan bakteri baik dalam saluran cerna dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi kuman. Menurut jurnal kedokteran pediatri, probiotik dipercaya dapat membantu menurunkan demam.

    Produk Terkait: Jual Heavenly Blush Greek Classic Yoghurt 200 ml

    5. Makanan yang Mengandung Protein

    Makanan yang mengandung protein seperti daging, telur, susu, daging ayam, ikan dan keju dipercaya dapat membantu menurunkan demam. Hal ini disebabkan protein menjadi sumber energi yang diperlukan tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi, serta protein merupakan zat yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

    6. Bawang Putih

    Bawang putih merupakan bahan obat herbal tradisional yang dipercaya sebagai anti bakteri, anti virus serta anti jamur. Bawang putih dipercaya dapat meningkatkan imun tubuh. Selain dapat menurunkan demam, bawang putih dapat membantu penyembuhan flu. Sebuah penelitian membuktikan pada sekelompok orang yang mengonsumsi bawang putih lebih jarang sakit, secara keseluruhan kelompok orang yang mengonsumsi bawang putih mengalami sakit 70% lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok placebo (kelompok yang tidak mengkonsumsi bawang putih).

    Kita tidak perlu mengonsumsi bawang putih mentah, cukup tambahkan ke hidangan makanan misalnya tambahkan ke dalam sup ayam.

    7. Air Kelapa

    Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi selama demam merupakan hal yang penting, selain kebutuhan cairan yang dapat terkoreksi, ion-ion yang terkandung dalam air kelapa juga dapat membantu memenuhi kebutuhan ion tubuh yang hilang melalui keringat maupun diare saat demam. Selain itu, air kelapa juga mengandung gula yang dapat meningkatkan energi tubuh dengan meningkatkan gula darah yang dapat membantu tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Baca Juga: 5 Cara Tingkatkan Imun untuk Lawan Corona

    Selain dari segi makanan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak saat demam, yaitu:

    1. Berikan obat anti demam atau antipiretik seperti parasetamol dan ibuprofen yang dapat menurunkan suhu tubuh anak sesuai dengan dosis anjuran. Namun, untuk mengatasi masalah infeksi pada tubuh diperlukan antibiotik, anti virus atau anti jamur sesuai dengan infeksinya. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab dari gejala demam.
    2. Kompres anak dengan air hangat di dahi, ketiak serta lipat paha anak.
    3. Jangan kenakan pakaian tebal, gunakan pakaian tipis untuk membantu mendinginkan suhu tubuh.
    4. Perbanyak istirahat, batasi aktivitas fisik anak yang berlebih.

    Kini, Moms sudah tak perlu panik lagi saat anak demam. Jika ingin mengetahui informasi kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Shivamurthy P, Benakappa A. Beliefs regarding diet during childhood illness. Indian Journal of Community Medicine [Internet]. 2012 [cited 13 September 2018];37(1):20. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3326802/
    2. Penanganan Demam pada Anak [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2018 [cited 13 September 2018]. Available from: idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
    3. Bhowmik D. Traditional and Medicinal Uses of Banana [Internet]. Phytojournal.com. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: phytojournal.com/vol1Issue3/Issue_sept_2012/9.1.pdf
    4. Gebreyohannes G, Gebreyohannes M. Medicinal values of garlic: A review. International Journal of Medicine and Medical Sciences [Internet]. 2018 [cited 14 September 2018];5(9), pp. 401-408(2006-9723). Available from: academicjournals.org/article/article1378915996_Gebreyohannes%20and%20Gebreyohannes.pdf
    Read More
  • Panduan Menu Makanan Sehat untuk Suami dan Si Kecil

    Sarapan adalah salah satu jam makan yang sama pentingnya dengan jam makan lainnya dan kita harus memenuhi kebutuhan gizi anggota keluarga tiap kali mereka makan. Mengonsumsi berbagai jenis makanan yang sehat adalah pilihan yang tepat untuk menjaga tubuh tetap fit dan pastinya menjauhkan kita dari berbagai penyakit. Mengonsumsi makanan sehat di setiap kesempatan pastinya juga membuat kita mampu beraktivitas dengan optimal dalam keseharian kita.

    Namun, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan mengonsumsi makanan sehat? Pertanyaan yang satu ini pastilah bukan suatu hal yang asing lagi terutama bagi kita, seorang ibu yang bertugas untuk memastikan semua anggota keluarga memiliki pola makan yang sehat. Sayangnya tidak jarang juga keluarga yang menerapkan pola makan “kurang sehat”, di mana makanan yang dikonsumsi cenderung makanan fast food alias makanan yang justru mengandung banyak zat tidak sehat dan membuat kita rentan terhadap penyakit. Pastinya kita tidak mau kan ada anggota keluarga yang sakit? Lalu, bagimana caranya menyiapkan makanan sehat setiap waktu?

    Mari disimak panduan makanan sehat untuk suami dan si kecil

    1. Mengonsumsi makanan berprotein tinggi

    Memangnya apa saja sih makanan yang termasuk dalam makanan berprotein tinggi? Tentu saja banyak! Salah satu contoh makanan berprotein tinggi adalah daging, dan sebaiknya kita mengolah daging dengan cara dipanggang ataupun dibakar – yang tentu saja dengan menghindari menggoreng daging. Kenapa begitu? Tentu saja sebaiknya kita menghindari pemakaian minyak pada makanan yang kita konsumsi, karena seperti yang kita tahu minyak goreng justru akan membuat kolesterol kita menjadi tinggi. Bukan hanya daging, kita juga bisa mengonsumsi makanan berprotein tinggi lainnya seperti telur, berbagai produk olahan kedelai, berbagai kacang-kacangan, buncis, serta berbagai produk olahan susu.

    2. Mengonsumsi buah

    Meskipun kelihatannya sepele, buah adalah salah satu jenis makanan yang sebaiknya ada setiap saat di rumah. Buah mampu untuk memenuhi kebutuhan vitamin kita setiap saat dan pastinya membuat tubuh kita segar dan fit sepanjang waktu – sehingga anak ataupun suami tidak mengeluhkan jika tubuh mereka terasa tidak enak setelah beraktivitas seharian. Kita juga bisa mengolah buah menjadi berbagai hidangan, seperti mengolahnya menjadi hidangan penutup mulut sehingga anggota keluarga lainnya semakin bersemangat untuk mengonsumsi buah yang ada.

    3. Mengurangi makanan kemasan

    Tidak dapat dipungkiri jika sebagian besar dari kita memilih untuk mengonsumsi makanan kemasan karena jenis makanan yang satu ini cukup praktis untuk dikonsumsi dan kita tidak perlu memerlukan waktu lama untuk mengolahnya. Namun, tahukah jika ada bahaya yang mengancam di balik makanan kemasan? Pastinya bukan rahasia lagi jika makanan kemasan tinggi akan kandungan gula, garam bahkan berbagai pengawet ataupun pewarna buatan yang apabila dikonsumsi secara terus menerus dapat mengganggu kesehatan kita. Parahnya lagi, berbagai kandungan ini dapat mengganggu kinerja organ kita – contohnya saja menyebabkan gagal ginjal. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan? Oleh sebab itulah sebaiknya kita mengonsumsi berbagai makanan yang jauh menyehatkan, seperti lebih banyak mengonsumsi sayuran ataupun buah.

    4. Mengonsumsi makanan berserat tinggi

    Shot Code C

    Mengonsumsi berbagai makanan yang tinggi akan serat juga disarankan dalam memulai pola hidup yang sehat karena jenis makanan yang satu ini akan membuat kita kenyang dalam rentang waktu yang lama. Bukan hanya menjaga berat badan kita tetap stabil, mengonsumsi makanan berserat tinggi akan membuat kita mampu untuk beraktivitas dengan optimal sepanjang hari. Beberapa contoh makanan berserat tinggi antara lain adalah nasi merah, nasi putih, roti gandum, dan lain-lain.

    5. Makan secara teratur

    Tidak dapat dipungkiri jika setiap harinya kita memiliki jadwal tertentu untuk makan, seperti kita memiliki jadwal sendiri untuk sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Namun, tahukah kalian jika kita dianjurkan untuk makan sebanyak 6 kali dalam sehari? Wah yang benar nih? Bukankah makan dalam jumlah yang banyak justru akan memicu obesitas?

    Makan akan memicu obesitas ketika mengonsumsi makanan dalam jumlah besar tiap kalinya. Namun ketika kita tidak mengonsumsi apapun dalam rentang waktu 3 jam, kadar hormon kortisol akan meningkat dan hal ini justru memicu terjadinya timbunan lemak pada tubuh kita. Hal ini didukung oleh penelitian yang dipublikasikan pada New England Journal of Medicine yang menyatakan jika partisipan yang makan dalam porsi kecil sebanyak 6 kali dalam sehari akan mengalami penurunan kortisol sebanyak 17 persen daripada mereka yang makan hanya sebanyak 3 kali dalam sehari.

    6. Minum air putih

    Apakah kalian sudah memenuhi kebutuhan air putih dalam sehari? Pertanyaan yang satu ini juga sering kali muncul mengingat peran air putih yang sangat penting untuk tubuh kita. Setidaknya kita membutuhkan 2 liter air dalam sehari agar kita mampu untuk beraktivitas dengan optimal dalam sehari. Konsumsi teh setelah makan tidak disarankan karena teh akan menyerap gizi yang terkandung pada makanan.

    7. Makan malam

    Layaknya waktu makan yang lain, makan malam adalah waktu makan terakhir yang tidak boleh kita lupakan bahkan dilewatkan. Kenapa makan malam kita sebut sebagai waktu makan terakhir? Sebaiknya kita tidak mengonsumsi makanan apapun setelah kita makan malam sehingga perut kita bisa beristirahat dengan baik seperti layaknya anggota tubuh lainnya yang memerlukan istirahat ketika kita tidur. Waktu makan malam pun disarankan untuk 4 jam sebelum tidur dan perut yang kosong setelah makan malam akan merangsang kita untuk sarapan keesokan paginya.

    Nah, itu tadi adalah beberapa panduan makan sehat yang bisa kita terapkan untuk keluarga setiap hari bahkan setiap waktu. Pastinya sekarang sudah tidak bingung lagi kan bagaimana cara yang tepat untuk membuat keluarga sehat tiap waktu? So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seperti yang kita tahu, vaksin jenisnya bermacam-macam dan tentu saja memiliki fungsi yang berbeda-beda antara satu vaksin dengan lainnya. Pemberian vaksin sejak dini adalah suatu hal yang disarankan mengingat tujuan utama vaksin adalah untuk melindungi kita dari berbagai penyakit yang dapat timbul dalam rentang waktu dekat ataupun beberapa tahun ke depan. Lalu vaksin apa sajakah […]

    Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seperti yang kita tahu, vaksin jenisnya bermacam-macam dan tentu saja memiliki fungsi yang berbeda-beda antara satu vaksin dengan lainnya. Pemberian vaksin sejak dini adalah suatu hal yang disarankan mengingat tujuan utama vaksin adalah untuk melindungi kita dari berbagai penyakit yang dapat timbul dalam rentang waktu dekat ataupun beberapa tahun ke depan. Lalu vaksin apa sajakah yang sebaiknya diberikan sejak kanak-kanak?

    Beberapa contoh vaksin yang sebaiknya diberikan sejak dini adalah vaksin hepatitis B, polio, DPT, campak, dan lain-lain. Vaksin yang disebutkan barusan dapat dilakukan sejak anak baru lahir bahkan terdapat beberapa jenis vaksin yang perlu dilakukan lebih dari sekali di mana pengulangan vaksin di sini berfungsi sebagai penguat daya imun anak – dengan kata lain membuat anak kebal terhadap virus tertentu. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh mengenai vaksin hepatitis B. Apa sih sebenarnya manfaat dari vaksin hepatitis B ini? Apa yang membedakan vaksin ini dengan jenis vaksin lainnya? Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B merupakan vaksin yang bisa diberikan sejak anak baru lahir dan tujuan dilakukan vaksin hepatitis B adalah untuk mencegah risiko penularan hepatitis B. Tentu saja dampak dari terserang hepatitis B ini sangat fatal, yaitu kerusakan hati. Kebanyakan pasien yang mengalami penyakit hepatitis bahkan diwajibkan untuk mengonsumsi jenis obat tertentu seumur hidup, dan hal ini pastinya bukan hal baik karena dapat menyebabkan gangguan juga pada ginjal. Apakah penyakit hepatitis B ini hanya bisa menyerang anak-anak?

    Tentu saja tidak! Penyakit hepatitis B ini juga sering kali dialami oleh orang dewasa bahkan terdapat banyak hal yang dapat menjadi faktor pemicu timbulnya penyakit ini pada orang dewasa. Hepatitis B menular melalui hubungan seksual yang berisiko, penggunaan jarum suntik bersama tidak steril atau pemakaian bersama pisau cukur atau sikat gigi dengan penderita hepatitis B. Penanganan hepatitis B yang terlambat tentu saja dapat berujung pada kematian. Pastinya tidak ada yang mau mengalami hal ini bukan?

    Jadwal Vaksinasi Hepatitis B

    Seperti yang kita bahas sebelumnya, terdapat beberapa jenis vaksin yang sebaiknya diberikan beberapa kali supaya badan kita semakin kebal terhadap virus tersebut. Vaksin yang berfungsi untuk menangkal infeksi organ hati ini sebaiknya diberikan pada bayi sebanyak empat dosis, mulai dari anak barusan lahir hingga mereka berusia 4 bulan. Sedangkan vaksinasi hepatitis B untuk orang dewasa dibagi menjadi dalam tiga dosis, di mana rentang waktu antara dosis pertama dan kedua adalah 1 hingga 6 bulan. Vaksinasi hepatitis B ini sebaiknya segera diberikan terlebih ketika kita belum mendapatkannya sama sekali hingga kita berusia 19 tahun.

    Manfaat Vaksinasi Hepatitis B

    Lalu apa sih sebenarnya manfaat yang bisa kita dapatkan dengan melakukan vaksinasi hepatitis B? Vaksin hepatitis B sendiri termasuk dalam golongan vaksin dasar dan kita sudah bisa memberikannya pada bayi yang sudah berusia 12 jam. Salah satu manfaat dari vaksin hepatitis B adalah untuk mencegah masalah hepatitis kronis di mana hal ini dialami hampir 90 persen anak yang tidak mendapatkan vaksinasi hepatitis B sebelum berusia 12 bulan. Manfaat lainnya dengan memberikan vaksinasi hepatitis B pada anak adalah untuk mencegah anak terserang virus penyebab infeksi hati kronis yang bisa menular melalui darah ataupun cairan tubuh lainnya. Virus inilah yang akan menyebabkan gangguan pada hati kita, bahkan bisa memicu timbulnya sirosis hingga kanker liver.

    Itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pentingnya melakukan vaksinasi hepatitis B sejak dini. Pastinya sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda melakukan vaksinasi hepatitis B pada anak bukan? So, tunggu apalagi? Yuk bawa anak ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan vaksinasi yang satu ini!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Pola hidup sehat adalah suatu hal yang sebagian orang ingin melakukannya tapi masih banyak dari mereka yang mengeluhkan jika hal ini susah dilakukan. Banyak orang beranggapan jika hidup sehat adalah kita benar-benar menghentikan berbagai kebiasaan buruk seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, ataupun bergadang. Namun, tahukah Sobat jika pola hidup sehat bisa dimulai dari hal sederhana […]

    Diet Sehat Usia 20-an yang Bisa Kamu Lakukan

    Pola hidup sehat adalah suatu hal yang sebagian orang ingin melakukannya tapi masih banyak dari mereka yang mengeluhkan jika hal ini susah dilakukan. Banyak orang beranggapan jika hidup sehat adalah kita benar-benar menghentikan berbagai kebiasaan buruk seperti kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, ataupun bergadang. Namun, tahukah Sobat jika pola hidup sehat bisa dimulai dari hal sederhana yang ada di dekat kita?

    Memang apa sih hal sederhana yang dimaksud di sini? Contohnya adalah berbagai sayuran dan buah sebagai jawaban yang tepat untuk memulai pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya. Mengonsumsi sayuran dan buah dalam jumlah yang cukup adalah suatu hal yang disarankan mengingat banyaknya manfaat yang bisa kita dapatkan dari kedua hal ini. Selain itu, ada beberapa hal sederhana lainnya yang mudah untuk dilakukan dan pastinya membuat kita semakin sehat lho! Wah yang benar nih? Bukan hanya membuat kita semakin sehat, beberapa hal yang akan kita bahas juga efektif untuk menurunkan berat badan alias kita akan menjalani diet sehat pada usia 20-an.

    Nah, daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Mengurangi konsumsi makanan manis

    Hal satu ini adalah hal yang perlu kita ingat karena makanan manis sangat cepat untuk membuat kita menjadi gendut dan pastinya hal ini tidak diinginkan oleh sebagian besar kaum hawa di luar sana. Mengonsumsi makanan manis juga bisa memicu timbulnya berbagai penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain.

    2. Berolahraga

    Hal berikutnya yang tidak boleh kita lupakan adalah pentingnya berolahraga untuk menjaga badan kita tetap fit. Berbagai olahraga pastinya bisa kita lakukan untuk mendapatkan manfaat yang satu ini, contohnya saja seperti meluangkan waktu 20-30 menit untuk bersepeda, jogging, ataupun berenang. Kita juga bisa berolahraga di rumah seperti naik turun tangga, sit-up, push-up, ataupun membeli alat gym tertentu dan kita gunakan di rumah.

    3. Perbanyak Makanan berprotein rendah lemak

    Seperti yang kita tahu, protein adalah salah satu kebutuhan yang memiliki peran penting untuk tubuh dan harus kita penuhi sehari-hari agar kita dapat beraktivitas dengan optimal dalam sehari. Beberapa contoh makanan yang tinggi akan protein tapi rendah akan lemak adalah berbagai jenis kacang-kacanga, biji-bijian, berbagai olahan kedelai, telur, ataupun sea food. Sebaliknya kita mengurangi atau berhenti mengonsumsi berbagai junk food karena jenis makanan ini justru mengganggu kinerja organ dalam tubuh.

    4. Terpenuhinya jam tidur

    Meskipun kelihatannya sepele, memiliki waktu tidur yang cukup adalah suatu hal yang tidak boleh kita lupakan bahkan bisa menjadi salah satu cara diet yang tepat. Faktanya, kekurangan jam tidur akan membuat kita rentan terhadap penyakit bahkan memicu timbulnya obesitas. Begadang justru akan memicu nafsu makan dan timbulnya berbagai penyakit seperti gangguan pernafasan, hipertensi, bahkan depresi. Oleh sebab itu setidaknya kita perlu tidur selama 7 hingga 9 jam pada malam hari.

    5. Makanan tinggi kalsium

    Satu hal lagi yang tidak boleh kita lupakan ketika kita menjalani diet sehat pada umur 20-an adalah mengonsumsi jenis makanan yang kaya akan kalsium, seperti mengonsumsi berbagai produk olahan susu. Kalsium memiliki peran penting khususnya bagi kita yang memasuki usia 20-an, yaitu menjaga tulang tetap kuat dan pastinya mencegah timbulnya berbagai permasalahan sendi dan tulang di masa mendatang atau ketika kita sudah berusia 60 tahun ke atas.

    Nah, itu tadi adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk diet sehat dan pas untuk kita yang sudah berusia 20-an. Suatu hal yang mudah untuk diingat dan dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk memulai diet sehat untuk mendapatkan tubuh ideal sejak dini?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang […]

    Mitos dan Fakta Vaksin MR, Mana yang Benar?

    Belakangan ini banyak sekali beredar isu mengenai fakta dan mitos terkait vaksin MR. Banyak informasi yang tidak benar atau hoax yang beredar sejak pemerintah mulai melaksanakan vaksinasi MR di seluruh Indonesia pada bulan Agustus dan September ini. Tentunya, setiap program pemerintah tidak ada yang ditujukan untuk mencelakakan masyarakat Indonesia. Dari sekian banyak informasi memusingkan yang sudah beredar hingga saat ini, manakah yang benar? Nah, supaya tidak ikut terjebak dalam informasi yang tidak benar, para Ibu perlu betul-betul memahami terlebih dahulu mengenai apa itu vaksin MR dan mengapa vaksin ini penting untuk buah hati Anda serta memahami reaksi yang dapat muncul setelah vaksinasi, sehingga dapat membedakan mana yang termasuk fakta dan mitos mengenai vaksin MR. Yuk, Moms, mari pahami lebih lanjut.

    Vaksin MR adalah singkatan dari Measles atau yang disebut campak dan Rubella atau yang disebut campak jerman. Vaksin MR bertujuan untuk melindungi anak agar tidak terkena penyakit campak dan rubella. Sayangnya, penyakit tersebut belum ada obatnya, tapi Moms bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi. Berdasarkan data, jumlah kasus penyakit campak dan rubella di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain. Lantas apa itu penyakit campak? Bahayanya apa saja?

    Penyakit campak adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus campak. Campak akan memberikan gejala berupa:

    • Demam,
    • Batuk dan pilek,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh.

    Jika dibiarkan dan tidak tertangani dengan baik maka infeksi virus campak akan menyebabkan infeksi telinga, infeksi saluran pencernaan yang menyebabkan diare, infeksi paru (pneumonia), hingga peradangan otak dan kematian. Gejala yang berat ini akan mudah terjadi pada anak yang memiliki status gizi kurang baik serta daya tahan tubuh yang rendah.

    Ruam kemerahan akibat campak

    Penyakit rubella atau yang sering disebut sebagai campak jerman disebabkan oleh virus rubella dan menyebabkan gejala berupa:

    • Demam,
    • Nyeri tenggorokan,
    • Sakit kepala,
    • Mata kemerahan,
    • Ruam kemerahan pada tubuh yang menyerupai campak.

    Pada orang dewasa, virus ini sering menyebabkan nyeri dan bengkak pada persendian. Virus rubella ini sangat berbahaya jika tertular oleh ibu yang sedang hamil karena ibu biasanya tidak akan mengalami gejala spesifik seperti di atas, namun virus rubella memberikan dampak buruk pada janin yang dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir dengan berbagai cacat bawaan berupa kebutaan, tuli, dan kelainan jantung.

    Bahaya penyakit rubella

    Kedua penyakit ini sangatlah menular, dapat dengan mudah ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk dan bersin, bahkan anak Anda dapat tertular jika memasuki ruangan yang sebelumnya sudah sempat dimasuki oleh seorang penderita dalam 2 jam terakhir. Oleh karena itu, vaksin MR ada untuk membantu mencegah kedua penyakit yang sangat menular ini. Para Ibu perlu tahu, sejak ditemukannya vaksin campak, kematian anak akibat penyakit campak menurun sebesar 78% secara global, loh. Ini artinya pemberian vaksin sangat penting untuk menjaga dan melindungi anak Anda.

    Vaksin MR mengandung virus campak dan rubella yang sudah dilemahkan. Saat vaksin ini disuntikkan, maka tubuh akan membentuk antibodi terhadap virus ini sehingga si kecil akan memiliki daya tahan tubuh terhadap virus campak dan rubella, terlindung dari kecacatan dan kematian akibat infeksi paru, diare, kerusakan otak, ketulian, kebutaan, dan penyakit jantung bawaan. Pemberian vaksin MR dapat ditunda sementara jika anak Anda sedang mengalami demam, batuk, pilek, atau diare. Vaksin MR tidak boleh diberikan pada kondisi berikut ini:

    • Sedang mengonsumsi obat kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya dan radioterapi,
    • Wanita hamil,
    • Penyakit leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya,
    • Gangguan fungsi ginjal dan jantung yang berat,
    • Memiliki riwayat alergi dengan vaksin sebelumnya.

    Nah, untuk membedakan fakta dan mitos seputar vaksin MR, para ibu perlu bersikap hati-hati dan kritis, tidak boleh serta-merta menerima informasi tanpa menelusuri dan mencari kebenarannya terlebih dahulu. Bila perlu tanyakan lebih lanjut pada petugas kesehatan. Banyak sekali peristiwa muncul yang sebenarnya disebabkan karena kecemasan ataupun sebuah koinsiden (terjadinya dua peristiwa dalam waktu yang sama), dan sebenarnya tidak ada hubungannya dengan vaksin MR, namun dikatakan sebagai efek samping atau reaksi dari vaksin MR. Apakah benar demikian?

    Vaksin MR adalah vaksin yang sangat aman dan efektif. Namun Moms perlu ingat, setiap vaksin tidak terhindar dari reaksi simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), termasuk vaksin MR. Reaksi yang dapat muncul setelah pemberian vaksin MR biasanya ringan. Namun, seperti juga pada jenis obat apapun, kemungkinan reaksi berat seperti reaksi alergi berat tetap dapat terjadi pada setiap orang. Reaksi ringan yang biasanya muncul berupa:

    • Nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan (sekitar 10%),
    • Demam ringan dan pembesaran kelenjar getah bening di leher sebagai reaksi tubuh dalam membentuk antibodi (sekitar 10%).

    Reaksi yang ringan biasanya terjadi dalam 2 minggu setelah suntikan. Reaksi yang lebih jarang terjadi adalah:

    • Demam tinggi >39.4oC ( sekitar 5%),
    • Ruam kemerahan pada seluruh tubuh (sekitar 2%),
    • Nyeri sendi (0-3%),
    • Kejang yang disebabkan karena demam (sekitar 0.033%), dan
    • Reaksi alergi terhadap vaksin (sekitar 0.0001%).

    Setelah pemberian vaksin, biasanya anak akan dipantau selama beberapa saat untuk melihat ada tidaknya KIPI yang terjadi, terutama reaksi berat berupa reaksi alergi berat yang biasanya dapat langsung terjadi saat itu juga atau beberapa saat setelah penyuntikan. Para Ibu juga perlu memerhatikan si buah hati dan jika terjadi reaksi yang tidak lazim, Moms harus segera membawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat supaya segera ditangani.

    Mitos yang beredar menyatakan bahwa vaksin MR merugikan, berbahaya, berdampak buruk bagi anak dan dapat menyebabkan cacat mental, autisme, hingga kematian. Faktanya, vaksin MR adalah vaksin yang aman untuk diberikan dan tidak menyebabkan gangguan mental hingga autisme. Justru sebaliknya, anak akan berisiko mengalami berbagai bahaya dan kecacatan jika tidak mendapatkan vaksin MR.

    Nah, setelah lebih memahami tentang vaksin MR, saatnya kita ikut membantu menyebarkan berita yang benar tentang vaksin MR kepada sanak-saudara dan sahabat agar anak-anak kita sehat dan terhindar dari penyakit campak dan rubella.

    Selain itu, Moms juga bisa mendapatkan layanan dokter ke rumah untuk melakukan vaksinasi dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk teknis kampanye imunisasi measles rubella (MR). Indonesia: Kemenkes; 2017. h. 7-14;59-67.
    2. CDC. MMR (measles, mumps, and rubella) vaccine: what you need to know. Updated 12 Desember 2018. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/mmr.html
    3. Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, Edwards KM. Plotkin’s vaccines. 7th ed. Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 579;970.
    4. Betsch C. Measles and rubella elimination: communicating the importance of vaccination. Stockholm: European Centre for Disease Prevention and Control; 2014. p. 5;20.
    5. IDAI. Apa saja fakta dan mitos tentang vaksinasi?. Updated 29 April 2016. Diakses 28 Agustus 2018. Avaiable at: idai.or.id/ artikel/klinik/imunisasi/apa-saja-fakta-dan-mitos-tentang-vaksinasi
    Read More
  • Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi […]

    5 Cara Tepat Mengatasi Sakit Kepala

    Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi sakit kepala yang akan kita kupas bersama pada artikel ini.

    Sakit kepala digolongkan menjadi 2 macam, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer ialah sakit kepala yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti; sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain seperti infeksi, kelainan pembuluh darah, trauma, tumor, atau gangguan psikiatri (jiwa). Lebih dari 90% pasien yang mengeluhkan sakit kepala, mengalami sakit kepala primer.

    Tiga jenis sakit kepala primer yang paling sering terjadi antara lain:

    • Tension type headache (TTH)

    TTH merupakan tipe terbanyak yang dialami oleh populasi umum yaitu sekitar 80%. Karakteristik khas dari TTH adalah sakit kepala yang bersifat tumpul, terasa seperti ada tali yang diikat kencang di sekeliling kepala, dengan tingkat keparahan sedang.

    • Migraine

    Migrain memiliki karakter sakit kepala yang lebih berat daripada TTH, dan pada 60% kasus migrain hanya terjadi pada satu sisi kepala sehingga sering dikenal dengan “sakit kepala sebelah.”

    • Cluster headache

    Tipe cluster memiliki karakter nyeri yang paling berat sampai dapat membangunkan penderita dari tidurnya. Sakit kepala yang dirasakan umumnya di belakang atau sekitar mata (satu sisi saja), selama 15 menit – 3 jam. Tipe ini lebih sering dialami oleh pria.

    Sakit kepala primer seringkali tidak diketahui penyebabnya, maka pada umumnya dokter hanya memberikan obat pereda nyeri saja, sehingga masih ada kemungkinan sakit kepala tersebut terjadi kembali.

    Tipe Sakit Kepala Primer Tersering

    Nah, saat ini Sobat telah mengenali beberapa tipe sakit kepala yang paling sering terjadi. Jika Sobat mengalami sakit kepala primer, tentu saja Sobat tidak nyaman jika harus terus–menerus mengonsumsi obat pereda nyeri. Faktor pencetus sakit kepala primer sebagian besar berasal dari lingkungan dan gaya hidup, sehingga alangkah baiknya jika Sobat menerapkan gaya hidup yang sehat daripada bergantung pada obat. Lantas, apa saja 5 cara tepat mengatasi sakit kepala?

    1. MENERAPKAN POLA MAKAN YANG BAIK

    Tak bisa dipungkiri, telat makan dan kelaparan merupakan penyebab tersering dari sakit kepala. Kaitannya masih belum dapat dipastikan, tapi ada teori yang menyatakan bahwa dalam kondisi lapar, gula darah dalam tubuh kita akan menurun (hipoglikemia) sehingga tubuh akan merangsang hormon tertentu untuk memecah cadangan energi guna meningkatkan gula darah. Proses inilah yang diduga menyebabkan otot di daerah kepala menegang dan kita merasakan sakit kepala.

    Oleh karena itu, Sobat dapat mencegah sakit kepala akibat hipoglikemia ini dengan cara menjaga kadar gula darah dalam keadaan selalu stabil, yaitu menerapkan pola makan yang baik. Pola makan baik yang dimaksud adalah memperbanyak frekuensi makan tetapi mengurangi porsinya, sehingga mencegah tubuh kita merasa lapar. Umumnya frekuensi yang disarankan adalah makan 5 kali sehari dengan porsi sedikit, tapi pola makan yang baik bagi setiap orang tidak selalu sama, sehingga sebaiknya Sobat juga menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing–masing dalam menentukan waktu makan. Selain itu, sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi makanan ringan pada sore hari menjelang malam dapat mengurangi kejadian sakit kepala, terutama dalam keadaan stres.

    2. MEMILIH MAKANAN YANG TEPAT

    Selain pola makan, pilihan makanan juga memiliki pengaruh terhadap sakit kepala, terutama tipe migrain. Beberapa makanan yang disarankan dan yang perlu dihindari bagi penderita migrain ada di bawah ini dan hasilnya 35 dari 40 partisipan penelitian mengaku perbaikan sakit kepala dengan pilihan makanan tersebut, walaupun terdapat juga 5 dari 40 partisipan yang merasa tidak ada perbaikan.

    Makanan yang disarakan antara lain:

    -Biji-bijian (oat, nasi, quinoa, millet)

    -Buah (pir, apricot, bluberi, plum)

    -Sayuran (aparagus, brokoli, kembang kol, pak choy, bayam, selada, zucchini)

    -Lainnya: minyak zaitun, ekstrak vanilla, sirup maple

    Makanan yang perlu dihindari:

    -Biji-bijian: barley, jagung, gandum

    -Buah: golongan sitrus, pisang, dan apel

    -Sayur: tomat, paprika, terong, bawang putih, bawang bombay, ubi manis, seledri

    -Lainnya: kacang-kacangan, cokelat, gula, kopi, teh, alkohol

    3. MENERAPKAN POLA TIDUR YANG BAIK

    Perubahan pola tidur, seperti tidur lebih lama pada akhir minggu atau gangguan tidur saat stres dapat menimbulkan sakit kepala. American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan waktu tidur minimal 7 jam per hari bagi orang dewasa untuk mencapai kesehatan yang optimal.

    4. HINDARI STRES

    Hampir seluruh tipe sakit kepala dapat dipicu oleh stres. Dalam kondisi stres, tubuh Sobat akan meningkatkan produksi hormon stres dan adrenalin yang salah satu akibatnya adalah ketegangan otot serta perubahan diameter pembuluh darah, yang merupakan mekanisme dasar penyebab sakit kepala primer.

    Telah terbukti bahwa manajemen stres yang baik dapat mengurangi keluhan sakit kepala. Luangkanlah waktu untuk berlibur, relaksasi, berolahraga, atau melakukan hobi, setiap kali Sobat selesai menjalani kegiatan yang menimbulkan stres yang tinggi. Jika Sobat menyukai dipijat, hal tersebut dapat dijadikan pelengkap dalam cara tepat mengatasi sakit kepala tipe tension, karena efektif dalam mengurangi frekuensi, durasi dan keparahan nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup.

    5. PERTAHANKAN BERAT BADAN IDEAL

    Penelitian menyatakan bahwa berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami migrain, bahkan migrain yang dialami dapat lebih berat dibandingkan dengan seseorang dengan berat badan ideal. Sobat dapat mengetahui apakah saat ini berat badan Sobat sudah ideal atau tidak, dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus . Bagi penduduk Asia, IMT normal yang disarankan adalah 18,5 – 22,9 kg/m2. Jika IMT sudah mencapai 23 kg/m2 atau lebih, maka Sobat perlu menurunkan berat badan, karena selain dapat mengurangi risiko migrain, memiliki IMT normal dapat mengurangi risiko Sobat terkena penyakit terkait obesitas seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan stroke.

    Berikut ini adalah beberapa tips bagi Sobat untuk menurunkan berat badan:

    • Jangan lewatkan waktu makan untuk menurunkan berat badan karena telah kita ketahui bahwa hal ini dapat memicu migrain. Terapkanlah pola makan yang baik seperti yang telah kita kupas bersama pada poin sebelumnya.
    • Sobat perlu ingat untuk rutin minum air putih sepanjang hari, karena selain membantu terhindar dari sakit kepala, juga membantu Sobat merasa tidak lapar selama menjalani aktivitas.
    • Akan lebih baik jika Sobat menemukan dukungan sosial selama proses penurunan berat badan. Beritahu kepada keluarga dan sahabat, sehingga mereka dapat ikut mendukung.

    Nah, bagaimana Sobat? Cobalah terapkan 5 cara tepat mengatasi sakit kepala di atas selama beberapa bulan, dan jika tidak merasa ada perbaikan, sebaiknya Sobat memeriksakan diri ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut.

    Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. The Journal of Headache and Pain. 2014;15:69.
    2. Diagnosis and management of headache in adults: a national clinical guideline. Scottish Intercolleagiate Guidelines Network. Edinburgh; 2008.
    3. Headache Disorder [Internet]. World Health Organization. 2016. [cited 8 Sept 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders
    4. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. The American Journal of Medicine. 2018;131:17-24.
    5. Turner DP, Smitherman TA, Penzien DB, Porter JAH, Martin VT, Houle TT. Nighttime snacking, stres, and migraine activity. J Clin Neuroscience. 2014;21(4):638-43.
    6. Watson NF, Badr MS, Belenky G, Bliwise DL, Buxton OM, Buysse D, et al. Recommended amount of sleep for a healthy adult: a joint consensus statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. 2015;38(6):843-4.
    Read More
  • Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia –bahkan bayi pun dapat mengalaminya. Baca Juga: 9 Trik Mengusir Perut Kembung Wah, pastinya kita tidak mau kan […]

    Inilah 7 Tips Mengatasi Kembung pada Bayi

    Perut kembung merupakan suatu masalah yang berhubungan dengan pencernaan dan membuat kita tidak nyaman. Lalu, siapa yang dapat mengalami permasalahan perut kembung? Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja, baik mereka yang masih kanak-kanak hingga lanjut usia –bahkan bayi pun dapat mengalaminya.

    perut kembung pada bayi

    Baca Juga: 9 Trik Mengusir Perut Kembung

    Wah, pastinya kita tidak mau kan buah hati menderita karena masalah pencernaan yang satu ini? Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui bayi sedang mengalami perut kembung, mengingat mereka belum dapat mengungkapkan apa yang dirasakannya dengan jelas? Kita dapat mengamati beberapa gejala atau tingkah laku bayi yang menandakan bahwa ada yang tidak beres dengan pencernaannya. Beberapa gejala perut kembung pada bayi antara lain adalah bayi yang menangis secara teru- menerus dan tentu saja disertai dengan tingkahnya yang rewel.

    Bayi menangis pun dapat berarti banyak hal, untuk mengetahui apakah ada yang tidak beres dengan perutnya kita dapat mengecek bagian sekitar perut. Apabila perut bayi terasa keras, hal ini berarti bayi mengalami perut kembung. Bukan hanya itu saja, bayi juga akan cenderung menggeliat dan melengkungkan punggungnya ke belakang bahkan mengangkat kedua kakinya.

    Lalu, apa yang dapat kita lakukan untuk menangani permasalahan ini? Pastinya kita tidak ingin melihat anak menderita dalam jangka waktu yang lama karena perut kembung kan?

    Oleh karena itu, yuk disimak tips mengatasi kembung pada bayi:

    1. Bantu bayi bersendawa

    Membuat bayi bersendawa adalah cara yang tepat untuk mengeluarkan gas berlebih dari dalam tubuh bayi. Kita dapat menggendong bayi secara tegak atau di atas bahu dan mengelus punggungnya dengan lembut hingga dapat bersendawa. Cara lainnya yang dapat kita lakukan adalah dengan membaringkan buah hati selama 5 hingga 10 menit setelah menyusui dan mengelusnya pada posisi atas bayi. Udara akan lebih mudah bergerak ketika kita mengangkat kecil kembali ke atas dan pastinya memudahkan mereka untuk bersendawa.

    2. Memijat perlahan

    Memijat bayi adalah salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengatasi perut kembung anak. Memijat yang dimaksud di sini tentu saja menggunakan teknik tersendiri, yaitu dengan mengusap perut bayi hingga perut mereka tidak lagi keras. Selain itu, kita juga dapat mengusap punggung bayi dengan posisi tengkurap hingga mereka tidak kembung lagi atau setidaknya angin dalam perut mereka berkurang.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Bunda Ketahui Tentang Pijat Bayi?

    3. Posisi menyusui

    Tidak dapat dipungkiri jika posisi menyusui juga dapat membuat perut anak menjadi kembung sehingga carilah posisi nyaman menyusui untuk mencegah hal ini terjadi. Sebaiknya kita menyusui dengan posisi kepala bayi lebih tinggi daripada perutnya dan hal ini akan membantu susu masuk ke dasar perut dan udara naik ke atas sehingga bayi akan lebih muda bersendawa. Hal ini juga berlaku meskipun kita memberi anak susu pada botol dan kita harus memastikan jika susu sudah tercampur dengan baik. Susu yang menggumpal akan membuat anak meneguk berlebihan dan dapat berujung pada perut kembung anak.

    Produk Terkait: Jual Susu Bayi

    4. Memandikan bayi dengan air hangat

    Meskipun cara yang satu ini terlihat sepele, tapi air hangat cukuplah efektif untuk membuat anak nyaman dan pastinya menyembuhkan perut kembung anak. Menariknya lagi, cara yang satu ini juga aman untuk dilakukan baik pada bayi yang baru lahir atau sudah berusia beberapa bulan dan pastinya perlu kita lakukan secara perlahan agar bayi merasa nyaman.

    5. Membedong bayi

    Cara yang satu ini dapat dilakukan apabila bayi masih berusia kurang dari dua bulan. Membedong bayi akan membuat mereka menjadi lebih nyaman dan pastinya membantu keluarnya udara dari perut sehingga bayi tidak akan merasa kembung lagi. Selain itu, bayi yang masih berusia di bawah dua bulan masih sering kedinginan sehingga mereka rentan terhadap permasalahan perut kembung.

    6. Menggerakkan kaki bayi seperti bersepeda

    Cara yang satu ini dapat dibilang cukup efektif untuk membuang gas pada perut bayi sehingga mereka tidak akan rewel setelah melakukan gerakan yang satu ini. Selain itu, melakukan cara ini juga semakin mendekatkan hubungan ibu dengan anak karena kita perlu melakukannya secara perlahan dan pastinya mengajak mereka berkomunikasi dan tertawa sehingga bayi merasa lebih rileks. Melakukan gerakan ini akan menekan bagian perut bayi dan tentu saja mendorong gas bergerak ke atas hingga kerongkongan yang berarti gas akan keluar setelahnya.

    7. Tummy time

    Cara terakhir yang dapat kita lakukan untuk membuat bayi tidak mengalami perut kembung lagi adalah dengan melakukan tummy time, yaitu membiarkan bayi tengkurap selama beberapa saat hingga bayi tidak lagi mengalami permasalahan ini. Posisi tengkurap bayi akan membuat gas perut mendapatkan tekanan dari berat badan dan membuat gas keluar dengan bayi bersendawa ataupun buang angin. Selain itu, kita juga dapat mengajak bayi untuk berkomunikasi sehingga mempercepat proses gas terbuang dari dalam perut.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Lengkap dan Terbaru 2020

    Nah, itu tadi adalah beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah perut kembung pada bayi. Pastinya kita tidak akan panik lagi kan ketika mengetahui anak mengalami masalah perut kembung? Satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah untuk memberikan anak asupan makanan bergizi agar kesehatannya terjaga dan tentu saja diberikan ASI eksklusif agar perkembangannya tidak terganggu. So, yuk lebih perhatikan kesehatan anak dari sekarang!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kembung pada bayi dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja