Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 121–130 of 638 results

  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan) – Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan studi survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pasca vaksinasi.

    Selain itu, perlu juga ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum. Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit […]

    Active Aging : Penyakit Degeneratif

    Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum.

    Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya memengaruhi fungsi organ secara menyeluruh.

    Proses penuaan yang tidak dapat dicegah ini  tentunya dapat dihambat lajunya, agar tubuh tetap berfungsi dengan maksimal walaupun usia bertambah. Gaya hidup sehat dan pencegahan dengan cara melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin dapat dilakukan agar tubuh terhindar dari penyakit degeneratif.

    Semua hal di dunia ini ada sebab dan akibat, ada yg bisa dihindari dan tidak. Salah satu yang kita tidak bisa hindari adalah UMUR. Umur manusia rentang antara 55-70 tahun untuk bangsa kita. Namun, bukan masalah umur yang jadi masalah tetapi apakah kita bisa tetap produktif sampai di ujung waktu, apakah kita bisa berkontribusi bagi sekitar kita atau apakah kita menyusahkan keluarga atau teman kerja dan sekitar kita dalam hal kesehatan. Hal ini karena usia 35 tahun keatas manusia sudah mulai mengalami penyakit DEGENERATIF.

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Penyakit degeneratif adalah suatu kumpulan penyakit yang timbul karena proses penuaan, kelemahan organ, perubahan anatomi tubuh dan banyak hal lainnya yang disebabkan karena kebiasaan makan dan aktivitas sehari-hari.

    Beberapa contoh penyakit ini adalah hipertensi, osteoporosis, osteoartritis, hiperlipidemia, diabetes, ataupun gangguan ginjal dan jantung koroner. Bila kita cermati, penyebab terjadinya penyakit ini pada saat tua adalah kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan makan makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi serat, konsumsi padat energi, obesitas, stres,dsb.

    Beberapa makanan yang dapat menjadi penyakit degeneratif adalah daging berlemak, makanan cepat saji (junk food), minuman bersoda (soft drink), mentega, margarim, krim, santan, alkohol, gula, minyak.

    Nah, bagaimana cara mencegah agar kita tidak terkena penyakit degeneratif?Kita dapat melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat antara lain konsumsi makanan sehat, perbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, kelola stres, hindari rokok dan alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan skrining rutin untuk mengetahui penyakit yang ada.

    Apa bedanya pemeriksaan kolesterol di laboratorium dengan yang biasa dilakukan secara instan/tusuk jari?

    Perbedaan secara mendasar adalah dari cara pengambilannya. Bila pengambilan dilakukan instan maka darah yang diambil berasal dari pembuluh darah kapiler atau ujung dari tubuh, hasilnya hanya nilai kolesterol. Jika dengan pemeriksaan laboratorium akan keluar hasil yang lebih banyak karena proses pengambilan sampel yang banyak dari pembuluh darah yang cukup besar, kemudian hasil pun beragam seperti kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, dan sebagainya. Namun, bukan berarti tes instan tidak bermanfaat karena bisa melihat untuk proses yang cepat dalam melakukan skrining.

    Apakah yang dimaksud dengan tes kekentalan darah dan fungsinya apa?

    Kekentalan darah disebabkan karena hemokonsentrasi atau peningkatan LED atau laju endap darah. LED penting dalam hal skrining karena bisa menjadi petunjuk adanya peradangan dan infeksi pada tubuh. Salah satu contoh pada kasus TBC atau tuberkulosis. Laju endap darah sangat diperhitungkan untuk menegakkan diagnosa tersebut.

    Pemeriksaan untuk MCU sebaiknya kapan dilakukan?

    MCU sebaiknya dilakukan berkala, tergantung dari kebutuhan. Salah satu contohnya jika diabetes bisa dilakukan perbulan untuk cek gula lain2 secara umum sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali.

    Jika hasil asam urat saya awalnya tinggi, lalu sudah minum obat terus turun jadi normal, Apakah perlu  minum obat lagi? Kapan harus dicek ulang asam uratnya?

    Nah, bila ada keluhan asam urat, yang harus dicek bukan hanya asam urat saja. Perlu kita ketahui bahwa asam urat diproses melalui filtrasi pada ginjal. Bila asam urat kita tinggi, kita juga perlu mengecek fungsi ginjal. Jika tinggi perlu minum obat, tetapi yang paling penting adalah mengubah kebiasaan makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kemudian, Asam urat dapat dicek ulang tiap bulan jika mempunyai gejala penyakit arthritis gout atau radang sendi akibat asam urat.

    Apa bedanya osteoporosis dan osteoartritis?Bagaimana pencegahannya?

    Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan densitas tulang, atau berkurangnya komposisi kalsium pada tulang. Osteoartritis adalah peradangan sendi yang terjadi akibat pergesekan atau trauma pada sendi bisa karena timbulnya spur atau benjolan-benjolan tulang pada sendi karena proses penuaan, sehingga mencederai bantalan sendi dan mengakibatkan radang.

    Pencegahan osteoporosis dan osteoartritis dapat dilakukan dengan makan makanan yg bergizi, bukan hanya suplemen kalsium saja dan harus olahraga secara rutin, tapi hindari gerakan yang aktif dan tiba-tiba.

    Pemeriksaan laboratorium apa yang disarankan pada orang tua / lansia?

    Pada orang tua disarankan melakukan pemeriksaan medical check up minimal setahun sekali. Pemeriksaannya bermacam-macam berupa darah lengkap, kadar gula, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal dan hati, kepadatan tulang, kadar kalsium dalam darah, dsb.

    Baca Juga: Apa Itu Diaper Rush

    Apakah yang dimaksud dengan kencing batu dan apa pemeriksaan laboratorium untuk mengetahuinya?

    Gejala kencing batu bermacam-macam, awalnya bisa hanya sakit pinggang, kemudian mules seperti ingin buang air besar, kencing terasa sakit, kadang disertai muntah. Jika gejala lanjutan bisa mengalami nyeri kolik atau nyeri hebat yang tidak bisa ditahan.

    Diagnosa kencing batu dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG abdomen atau ginjal, cek urin, cek BNO IVP (pemeriksaan radiografi pada sistem urinaria dari ginjal, ureter hingga kandung kemih dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh darah vena).

    Jika seseorang diketahui menderita hepatitis, mengapa harus mengobati penyakitnya dulu baru dilakukan vaksinasi?

    Nah, sekarang harus paham fungsi vaksin itu apa. Vaksin itu merupakan bakteri/virus yang dilemahkan, baik aktif atau pasif. Seandainya kita membunuh bakteri yang sedikit,  tubuh kita akan mempunyai memori bagaimana cara membunuhnya. Tahapan vaksin kedua membuat tubuh semakin jago dalam membasmi bakteri tersebut dan akhirnya punya unit tentara sendiri dalam menghadapi kuman tersebut yg sering disebut antibodi.

    Kenapa jika sudah terdiagnosa penyakit hepatitis tidak boleh diberikan vaksinasi? Nah, artinya tentara tubuh atau antibodi kita sudah kalah. Sehingga, buat apa malah di tambahin bakteri yang sama yang sudah mengalahkan tubuh, artinya malah menambahkan penyakit.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Usia toddler adalah usia antara 1-3 tahun, yaitu seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang. Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan […]

    Hal Penting dalam Fase Toddler #Kamisehat

    Usia toddler adalah usia antara 1-3 tahun, yaitu seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang.

    Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada anak hingga usia anak 2 tahun. Nutrisi adalah hal yang penting untuk menunjangnya. Sehingga, pemilihan MPASI yang tepat harus diketahui agar tumbuh kembang anak optimal. Kemudian, proteksi dini juga penting diberikan orang tua terhadap berbagai macam penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    Masa MPASI merupakan masa perpindahan dari ASI menuju ke makanan yang semi padat. Pengenalan dan pemberian MPASI dapat dilakukan bertahap baik bentuk atau jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. MPASI bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga merangsang keterampilan makan dan kepercayaan diri pada bayi. Pemberian makanan tambahan harus bervariasi dari bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat .

    Tujuan pemberian MPASI adalah memberikan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang yang optimal, mendidik bayi agar memiliki kebiasaan makan yang baik, serta sebagai pelengkap ASI yang membantu bayi dalam proses makan. MPASI diberikan sejak bayi berusia 6 bulan, bersifat padat gizi, kandungan serat kasar dan bahan lain yang sulit dicerna seminimal mungkin, tidak boleh terlalu padat, dan campuran dari beberapa bahan pangan dengan perbandingan tertentu.

    MPASI diberikan bila bayi sudah siap menerima makanan. Bayi biasanya akan siap menerima makan bila sudah mampu mempertahankan kepala untuk tegak tanpa disangga, refleks menjulurkan lidahnya hilang, dan mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan.

    Strategi pemberian MPASI:

    1. Tepat waktu: berikan MPASI ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi (usia sekitar 6 bulan).
    2. Adekuat: MPASI yang diberikan memenuhi kebutuhan energi, protein dan mikronutrien anak.
    3. Aman dan higienis: proses persiapan dan pembuatan MPASI menggunakan cara, bahan,  dan alat yang aman serta higienis.
    4. MPASI diberikan secara responsif: MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak.

    MPASI higienis untuk bayi yang sehat:

    1. Pastikan kebersihan tangan dan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan serta menyajikan MPASI
    2. Cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan, setelah ke toilet dan membersihkan kotoran bayi.
    3. Simpan makanan yang akan diberikan kepada bayi di tempat bersih dan aman
    4. Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan bahan makanan matang.

    Menyimpan MPASI dengan aman:

    1. Beberapa jenis makanan seperti telur, daging, ikan, susu, kedelai, pasta, nasi, dan sayuran seringkali terkontaminasi bakteri sehingga harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius.
    2. Simpan ikan dan daging dalam wadah plastik dan letakkan terpisah dengan makanan yang telah dimasak dan bahan-bahan siap makan.
    3. Penyimpanan makanan sesuai dengan petunjuk yang tertulis di kemasan dan digunakan sebelum kadaluarsa.
    4. Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin tidak boleh digunakan kembali setelah berada di luar lemari pendingin selama dua jam atau lebih.
    5. Microwave dapat digunakan untuk mencairkan makanan beku dan harus segera dimasak setelah dicairkan. Hindari membekukan makanan yang pernah dibekukan kembali.

    Strategi makanan yang sehat untuk bayi dan balita:

    1. Jangan menyerah untuk memperkenalkan jenis makanan baru, tawarkan 10-15 kali jenis makanan baru sebelum anak mau memakannya.
    2. Matikan TV, komputer, ponsel saat jam makan berlangsung agar anak tidak terdistraksi
    3. Batasi pemberian jus buah, jus buah cepat memberikan rasa kenyang, sehingga anak menjadi malas makan. Solusinya, jus buah dapat diganti dengan  potongan buah segar.
    4. Tawarkan selingan sehat diantara waktu makan jika anak terlihat lapar.
    5. Berikan berbagai variasi pilihan rasa dan jenis makanan sehat untuk anak
    6. Waktu makan bukanlah hanya tentang makanan, tetapi waktu untuk berkomunikasi dan mendukung perkembangan anak.
    7. Hindari memaksa anak untuk makan yang dapat menyebabkan anak menolak makan dan susah menghabiskan makanan

    Selain nutrisi dalam bentuk MPASI, hal penting yang harus diperhatikan pada fase toddler adalah pentingnya vaksinasi sebagai pelindung agar anak terhindar dari beberapa penyakit menular.  Vaksinasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak terpajan dengan antigen yang sama, sudah mempunyai zat kekebalan/antibodi sehingga tidak terjadi penyakit.

    Vaksin ini dapat berasal dari virus/bakteri penyebab penyakit. Tipe vaksin ada 3 jenis:

    • Vaksin virus yang dapat berasal dari virus hidup yang dilemahkan, inaktif/dimatikan, atau bagian dari virus (sub unit).
    • Vaksin bakteri yang dapat berasal dari sel bakteri utuh, racun dari bakteri (toksoid), bagian dari bakteri, dan polisakarida.
    • Vaksin kombinasi

    Jadwal Imunisasi sesuai dengan rekomendasi IDAI 2017

    Berapa Hari Jeda vaksin pentabio, rotavirus, PCV pada pemberian vaksin usia 2 bulan dan 4 bulan?

    Vaksin yang dapat diberikan adalah pentabio dan polio oral tetes dulu lalu 2 minggu kemudian menyusul vaksin rotavirus dan PCV. Hal ini karena vaksin rotavirus juga merupakan vaksin oral tetes, sehingga pemberiannya dengan polio harus jeda selama 2 minggu.

    Bagaimana caranya biar anak suka sayur?

    Children do, children see. Apa yang Bunda makan akan terlihat oleh si Kecil dan mereka akan mengikutinya. Sehingga, pertanyaannya, apakah Bunda mengonsumsi sayur juga?Bila iya, berarti tinggal memberikan pengertian pada si Kecil mengenai manfaat sayur bagi kesehatan. Bunda dapat mencontohkannya dengan konsumsi sayur di depan si Kecil sambil dengan wajah yang menunjukkan rasa senang ketika konsumsi sayur.

    Kemudian, Bunda dapat memberikan sayur dalam porsi kecil dan ada berada di dalam jangkauan anak. Bila anak masih menolak bagaimana?Coba lagi, Bunda harus sabar dalam menghadapinya. Penting juga untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Keep Fighting, ya Bunda. Percobaan memberikan sayur bisa 10-15 kali loh Bunda. Nah, waktu makan juga penting. Saat makan, jauhkan anak dari distraksi sekitar seperti mainan, ponsel, tv, dsb.

    Apakah anak yang sedang batuk pilek (tidak demam) boleh diimunisasi?

    Sebenarnya syarat si Kecil mendapatkan vaksin adalah sehat kondisi badannya. Sehingga, bila anak sedang demam, sebaiknya pemberian vaksin ditunda dulu sampai demamnya reda. Kalau batuk pilek tidak demam boleh divaksinasi Bunda. Sekali lagi, mohon dilihat kondisi si Kecil ya Bunda.

    Apakah menu MPASI awal  sebaiknya menu tunggal atau menu 4 bintang?

    Bila kondisi si Kecil sehat, tidak memiliki riwayat alergi pada keluarga, maka tentunya MPASI awal diberikan dalam bentuk puree (makanan yang dihaluskan hingga menjadi bubur kental) yang mengandung komposisi karbohidrat, protein, lemak. Namun, bila dalam keluarga memiliki riwayat alergi misalkan alergi telur, sebaiknya menu tunggal dulu untuk mempermudah Bunda melakukan pengamatan terhadap potensi alergi terhadap makanan.

    Bagaimana bila frekuensi MPASI pada anak usia 6 bulan diberikan 3-4 kali sehari?

    Frekuensi MPASI bergantung pada usia si Kecil. Bila usianya 6 bulan maka energi tambahan yang diperlukan MPASI adalah 200 kalori. Bunda dapat memberikan MPASI 2 kali sehari sebanyak 2-3 sendok sebagai tahap awal dalam bentuk puree. Pada usia ini, bayi masih dalam tahap adaptasi dengan MPASI sehingga Bunda harus sabar dan memberikan semangat pada si Kecil. Hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanannya.

    Mengapa  bekas vaksin BCG belum sembuh padahal anak saya sudah umur 6 bulan?

    Secara alamiah, vaksin BCG akan meninggalkan bekas berupa jaringan parut yang datar berdiameter 2 – 6 mm. Jaringan skar tersebut biasanya terbentuk dalam waktu 3 bulan. Bisul akibat BCG tidak berbahaya. Jika timbul bisul di lokasi penyuntikan, tidak perlu dilakukan tindakan khusus oleh orang tua. Bila bisul semakin membesar dan ada tanda infeksi seperti rasa nyeri, keluar nanah, berdarah, segera bawa ke dokter untuk diperiksa, ya Bunda.

    Ketika mengolah MPASI di pagi hari apakah harus sekali masak langsung habis atau boleh di simpan di kulkas buat nanti siang/sore?

    MPASI menu tunggal tidak masalah dibuat untuk beberapa porsi dan disimpan dalam wadah-wadah kecil. Jadi, sekali makan habis 1 porsi agar sekali buka wadah saja dan tidak dimasukkan kembali ke kulkas. Bila menunya sudah 4 bintang, sebaiknya dalam keadaan fresh atau dicampur dengan menu tunggal yang bunda siapkan sebelumnya. Cara menyimpan MPASI yang baik dan benar: makanan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, nasi pasta sayuran disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang 5 derajat celcius.

    Apa yang harus saya persiapkan bila ingin pindah layanan vaksinasi?

    Bila mau pindah layanan vaksinasi sebaiknya Bunda membawa data-data riwayat vaksinasi terdahulu saat kunjungan pertama ke fasilitas layanan yang baru agar dapat disesuaikan jadwal vaksinasinya dengan si Kecil. Bunda dapat cross cek jadwal vaksinasi si Kecil yang lengkap sesuai IDAI yang saya share tadi yaa…semakin lengkap tentu semakin baik bagi si Kecil. Bila jadwal tidak sesuai atau telat, kembali tergantung dengan jenis vaksinasi apa yang diberikan.

    Bagaimana menyiasati bayi yang mogok makan?Lalu, apakah penggunaan slow cooker diperbolehkan untuk MPASI?

    Pemrosesan makanan sebenarnya tergantung dari jenis makanannya. Contohnya, sayur tidak boleh terlalu lama dimasak agar vitamin dan mineralnya tidak hilang dan rusak. Lain dengan protein, bisa dengan menggunakan slow cooker ini dan pastikan matang sepenuhnya.

    Biasanya si Kecil yang mogok makan itu usia 1-3 tahun. Kalau bayi biasanya jarang, harus dilihat kondisi yang menyebabkan bayi mogok makan itu Bunda. Ingat, children do, children see, seperti yang saya sampaikan sebelumnya.Ciptakan suasana makan yang menyenangkan buat anak dan jauhkan dari distraksi seperti mainan, ponsel, dsb.

    Apakah ada aktivitas yang dapat dilatih  oleh ibu ke anak usia dibawah 6 bulan untuk mempersiapkan masa MPASI agar dapat mengunyah dengan lancar atau reflek menelannya baik saat masa MPASI nya tiba?

    Sebenarnya, keinginan si Kecil untuk mulai makan secara natural akan datang dengan sendirinya. Ada beberapa tanda si Kecil sudah mau makan, antara lain bayi biasanya akan siap menerima makan bila sudah mampu mempertahankan kepala untuk tegak tanpa disangga, refleks menjulurkan lidahnya hilang, dan mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan. Bila kondisi bayi sehat, mereka secara alami akan menunjukkan tanda-tanda, “Bunda, saya udah kepengen makan nih”

    Apakah tanda si kecil yang alergi dengan menu MPASI dan bagaimana cara mengatasinya?

    Anak yang alergi terhadap suatu makanan atau susu akan mengalami gejala yang dapat menyerang saluran napas (batuk berkepanjangan, bersin-bersin, pilek, mengi), saluran pencernaan (muntah, diare, susah BAB, terus sendawa), serta kulit (gatal-gatal, ruam pada kulit, eksim, bengkak pada kulit). Selain itu, gejala alergi berat dapat menyebabkan anak gagal tumbuh kembang (berat dan tinggi kurang, telat bicara, lemah otot), anemia, eksim berat, serta syok anafilaksis. Cara mengatasinya adalah dengan menghindari paparan makanan yang dapat menyebabkan alergi.

    Jika ibu dan bayi memiliki alergi pada produk susu atau turunan sapi,  bagaimana memberikan sumber makanan lain yang mengandung zat besi selain dari susu dan daging?

    Sumber zat besi bermacam-macam seperti kerang, bayam, kacang-kacangan, biji labu, brokoli, tahu, dsb sebagai sumber pengganti makanan yang kaya akan zat besi.

    Apakah ada pengaruhnya bila jadwal imunisasi anak tidak sesuai atau dikatakan telat?

    Seharusnya tidak ada masalah bila tidak sesuai/telat dengan jadwalnya. Perlu segera dilakukan catch up immunization atau kejar imunisasi. Paling penting si Kecil dapat terlindungi secara optimal dengan vaksinasi yang lengkap.

    Apakah vaksin yang diwajibkan pemerintah sudah cukup untuk bayi? atau perlu tambahan?

    Semakin lengkap pemberian vaksinasi yang wajib dan tambahan, maka si Kecil akan semakin terlindungi secara optimal. Bunda dapat melihat rekomendasi vaksinasi anak sesuai dengan tabel IDAI.

    Bagaimana cara melihat tumbuh kembang anak optimal dan agar si Kecil mau makan makanan berprotein?

    Bunda dapat melihat kurva pertumbuhan anak pada Kartu Menuju Sehat, sehingga dapat diketahui apakah tumbuh kembangnya sesuai dengan umurnya. Bila si Kecil jarang makan protein, maka Bunda dapat mencoba untuk memberikan berbagai jenis sumber protein kepada si Kecil perlahan-lahan dan mengikuti aturan makan yang ada seperti memberikan dalam porsi kecil dan dalam jangkauannya, mematikan TV, ponsel saat memberi makan dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan dengan si Kecil.

    Bagaimana langkah awal memperkenalkan makanan untuk bayi 6 bulan yang untuk pertama kalinya untuk mengurangi resiko Gerakan Tutup Mulut (GTM)  di pertengahan MPASI nanti?

    Pada usia 6 bulan, MPASI yang diberikan makanan berupa puree (saring) dan mashed (lumat). Makanan diberikan 2-3 kali sehari dengan 1-2 kali selingan. Ciptakan suasana menyenangkan saat waktu makan, beri makan perlahan dan hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanan. Kemudian, bila ada riwayat alergi pada makanan, Bunda dapat memberikan satu jenis makanan untuk beberapa hari terlebih dulu untuk melihat ada alergi pada bayi.

    Bagaimana penyimpanan vaksin yang benar di rumah?

    Standarnya, vaksin disimpan dalam pendingin khusus vaksin sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 s.d 8ºC untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan pada suhu -15 s.d -25 ºC untuk vaksin yang sensitif panas. Sekarang, hanya vaksin polio yang masih memerlukan tempat penyimpanan dengan suhu dibawah 0°C. Sejumlah vaksin, seperti Hepatitis B, DPT-HB-Hib, IPV, DT, Td akan berpotensi menjadi rusak jika terpapar suhu beku. Sedangkan vaksin Polio, BCG, Campak, rotavirus akan berpotensi rusak jika terpapar suhu panas. Namun secara umum, vaksin akan rusak jika terpapar oleh sinar matahari secara langsung.

    Bila ingin menyimpan vaksin di lemari es, tidak dianjurkan karena suhu lemari es seringkali berubah. Bunda dapat menggunakan termometer khusus untuk memantau suhu lemari es dan tidak menunda pemberian vaksin agar vaksin tidak rusak dan fungsinya menjadi berkurang.

    Bagaimana mengatasi si Kecil yang berusia 14 bulan yang hanya ingin mengonsumsi bubur saja?

    MPASI saat bayi berusia 14 bulan adalah yang dicincang kasar (chopped), cincang halus (minced) dan finger foods dan pemberiannya 3-4 kali makan besar dan 2 kali makan selingan. Bila si Kecil hanya ingin bubur, maka perlahan tingkatkan teksturnya, ya Bunda. Ciptakan suasana mengenyangkan, hindari dari distraksi seperti TV, ponsel, mainan, buat porsi kecil dan taruh makanan dengan tekstur sesuai usianya di jangkauannya. Kemudian, paparkan makanan pada si kecil 10-15 kali perlahan-lahan. Bunda juga dapat mencontohkan dengan mengonsumsi makanan tersebut bersama agar si Kecil tertarik untuk mengikutinya.

    Apakah pemberian kapsul serbuk sari dari buah buahan dan sayur- sayuran sebagai nutrisi aman untuk jangka panjang?

    Pemberian tambahan suplemen berfungsi sebagai pendamping saja dan penggunaannya sebaiknya dibatasi karena suplemen buatan tidak mungkin sama dengan serat alami. Contohnya, suplemen wortel dengan wortel asli pasti berbeda. Si kecil bila memakan wortel akan menggigit dan merasakan wortel, sedangkan bila konsumsi suplemen tidak akan seperti itu. Kemudian, kemampuan mengunyah dan perkembangan gigi akan lebih baik bila si kecil mengonsumsi buah langsung.

    Apakah vaksin flu dapat melindungi dari batuk pilek sepenuhnya karena beberapa kasus, sudah divaksinasi tetapi masih tetap batuk pilek?

    Vaksinasi flu bertujuan untuk melindungi dari virus penyebab flu. Namun, vaksinasi ini hanya melindungi beberapa strain virus (3 atau 4) yang umum ditemui dan sering menjadi penyebab flu. Bila si kecil tetap terkena pilek, bisa terjadi bila strain virus lain atau bakteri menjadi penyebab terjadinya pilek.

    Apakah anak yang tidak diimunisasi akan menghasilkan imunnya sendiri untuk dapat melindungi tubuhnya dari penyakit?

    Setiap bakteri atau virus yang masuk ke tubuh si Kecil akan dilawan oleh sistem imunitas kita. Respon dari sistem imun ada yang baik dan ada yang kurang. Bila sistem imunitas kita menang melawan penyakit, maka kita akan terhindar dan sembuh. Namun, bila sistem imunitas kita kalah, maka kita akan terkena penyakit yang efeknya malah lebih merugikan tubuh, bahkan dapat memperparah kondisi kesehatan kita. Pencegahan akan selalu lebih baik dari pengobatan Bunda, dan salah satu pencegahan agar terhindar dari penyakit adalah vaksinasi.

    Apakah pada saat pemberian MPASI memakai kursi bayi berbahaya bagi pertumbuhan tulang belakangnya?

    Meletakkan bayi pada kursi makan khusus bayi justru baik untuk perilaku makannya, apalagi bila dilakukan saat makan bersama anggota keluarga lain. Bayi akan belajar bahwa waktu makan adalah waktu untuk semua anggota keluarga untuk datang dan makan bersama. Bayi akan mengetahui dan mencontoh makanan apa yang disukai dan tidak oleh anggota keluarganya. Hanya saja, bayi yang berusia 6 bulan belum dapat duduk tegak, sehingga pemilihan high- chair harus sesuai dengan usia, biasanya yang menggunakan bantalan empuk, sehingga membantu bayi untuk dapat duduk tegak. Selama penggunaannya sesuai umur dan aturan pakai, maka  pertumbuhan tulang belakangnya akan normal-no.

    Itulah mengenai hal penting dalam fase toddler pada anak. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai kesehatan anak dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).
    2. Mufida L, Widyaningsih TD, Maligan JM. Prinsip dasar MPASI pada usia 6-24 bulan: kajian pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2015;3(4):1646-1651.
    Read More
  • Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan monkeypox. Pada tahun 1970, virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Republik Demokratik Kongo. Kemudian, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan peliharaan eksotis (praire dog) […]

    Mari Cari Tahu lebih dalam tentang MonkeyPox

    Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika ada dua kasus seperti cacar muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga cacar dinamakan monkeypox. Pada tahun 1970, virus ini pertama kali ditemukan pada manusia di Republik Demokratik Kongo. Kemudian, Amerika Serikat melaporkan kasus yang memiliki riwayat kontak dengan peliharaan eksotis (praire dog) yang terinfeksi dari tikus dari Afrika yang masuk ke Amerika tahun 2003.

    Kejadian Luar Biasa (KLB) Monkeypox terjadi di Nigeria tahun 2017. Kasus terakhir yang menarik perhatian adalah di Singapura, ada warga Nigeria yang menderita monkeypox dan 23 orang yang kontak erat dengannya sudah di karantina. Wilayah yang terjangkit Monkeypox global adalah Afrika Tengah dan Barat (Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast,  Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan)

    Monkeypox merupakan virus golongan orthopoxvirus yang menular dari hewan ke manusia. Hewan penular di negara terjangkit antara lain monyet,  anjing prairie, tupai, dan tikus Gambia. MonkeyPox menular dari hewan ke manusia melalui KONTAK LANGSUNG dengan darah, cairan tubuh/kulit hewan yang terinfeksi dan mengonsumsi daging hewan yang terkontaminasi. Penularan antar manusia sangat mungkin, tapi jarang.

    Masa inkubasi biasanya 6-16 hari tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari. Fase prodromal dapat berlangsung 1-3 hari, seperti demam sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas. Fase selanjutnya adalah fase erupsi yang merupakan fase paling infeksius. Fase ini ditandai dengan ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap mulai dari bintik.

    merah seperti cacar makulopapula lepuh berisi cairan bening (lepuh berisi nanah) kemudian mengeras krusta atau keropeng lalu rontok. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14-21 hari.

    Beda Monkeypox, Smallpox (variola) dan Chickenpox (cacar air)

    Karakteristik Monkeypox Smallpox Chickenpox
    Cara penularan Kontak dengan: Darah, cairan tubuh, luka terbuka pada hewan,konsumsi

    daging terinfeksi

    Percikan air liur atau kontak langsung dengan tubuh penderita yang terinfeksi Kontak langsung

    dengan tubuh

    penderita yang

    terinfeksi

    Masa inkubasi 5-21 hari 7-19 hari 5-7 hari
    Gejala dan tanda Khas:

    Pembengkakan

    kelenjar getah bening

    Tidak ada

    pembengkakan

    kelenjar getah

    bening

    Ruam dengan

    vesikel yang gatal

    Cara pencegahan Tidak ada vaksin,

    hindari faktor risiko

    dan daerah endemis

    Pernah ada vaksin

    tapi tidak

    diproduksi lagi

    sejak 1980

    Vaksin varicella

    (98%) efektif

    Beratnya penyakit Gejala ringan tapi

    tingkat

    perburukannya

    1-10%

    Perdarahan organ

    dalam sehingga

    dapat memburuk

    20-60%

     

    Secara kasat mata monkeypox sulit membedakan dengan penyakit ruam lain seperti cacar air, campak, kudis, sifilis, alergi obat dan infeksi kulit karena bakteri. Diagnosis dengan tepat adalah dengan memeriksakan ke laboratorium.

    Perawatan Penderita Monkey Pox:

    • Tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi untuk monkey pox
    • Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gejala yang timbul
    • Penderita akan diisolasi guna mencegah penularan pada fase erupsi
    • Daya tahan tubuh penderita menurun, sehingga rentan terkena penyakit lain

    Pencegahan Penularan Monkey Pox

    • Perilaku hidup bersih sehat dengan mencuci tangan dengan air sabun atau cairan pembersih desinfektan lain
    • Hindari kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi dan daging yang tidak dimasak dengan baik
    • Hindari kontak fisik dengan penderita termasuk tempat tidur dan bajunya
    • Hindari kontak dengan hewan liar/ konsumsi daging hasil buruan
    • Bagi pelancong yang bepergian ke daerah endemis hendaklah memeriksakan diri bila ada gejala diatas dalam waktu < 3 minggu setelah pulang
    • Tenaga medis memakai alat pelindung diri ketika memeriksa pasien yang terinfeksi.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni: Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia Lansia (65 tahun ke atas ) Lansia resiko tinggi , yaitu lansia […]

    Pentingnya Olahraga untuk Lansia

    Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase

    kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni:

    • Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia
    • Lansia (65 tahun ke atas )
    • Lansia resiko tinggi , yaitu lansia yang berusia lebih dari 70

    Lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik setiap harinya. Aktivitas fisik dapat diartikan sebagai setiap gerakan tubuh yang membutuhkan pengeluaran energi. Ini termasuk setiap gerakan yang Anda lakukan sepanjang hari (tidak termasuk duduk diam atau berbaring). Aktivitas ini contohnya adalah berjalan ke dapur, naik tangga, memotong rumput, mencuci, memasak dan bahkan membersihkan rumah dianggap sebagai aktivitas fisik. Olahraga adalah jenis aktivitas fisik tetapi tidak setiap aktivitas fisik adalah olahraga.

    Sedangkan olahraga adalah kegiatan yang direncanakan, terstruktur, dan berulang dengan tujuan meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Latihan dalam olahraga mencakup beberapa aspek sebagai berikut:

    • Latihan Keseimbangan
    • Latihan Aerobik
    • Latihan Kekuatan
    • Latihan Fleksibilitas

    Saat ini, telah banyak para ahli kesehatan yang memasukkan olahraga sebagai sarana untuk mempercepat kesembuhan, seperti masalah pada lutut dan pinggang, banyak para dokter ahli menganjurkan pasien untuk berenang maupun jalan pagi. Selain upaya rehabilitatif, olahraga juga berguna dalam hal preventif. Hal ini karena olahraga dapat:

    • Menurunkan resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes tipe 2
    • Menurunkan resiko kanker usus dan kanker payudara
    • Meningkatkan suasana hati dan mampu mengatur tingkat stress
    • Meningkatkan kekuatan otot dan sendi, fleksibilitas, keseimbangan dan mobilitas
    • Menurunkan resiko jatuh dan meningkatkan fungsi kognitif

    Olahraga yang dianjurkan adalah aktivitas fisik aerobik intensitas sedang: 150 menit /minggu atau minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu, contoh jalan cepat, sepeda statis dan dapat dikombinasi dengan latihan kekuatan otot yang melibatkan otot-otot besar minimal 2x seminggu. Contoh latihan kekuatan otot Home-based resistance programme adalah Body-weight, pemberat tungkai, elastic resistance band, dan dumbell. Kemudian, latihan fleksibilitas juga dilakykan dengan tujuan menggerakkan sendi sampai ke rentang gerak yang maksimal, contohnya peregangan statis, yoga, menari, tai chi, dan latihan aquatik.

    Olahraga dengan intensitas sedang untuk latihan aerobik bagi lansia dapat dilakukan melalui beberapa cara:

    1. Denyut nadi: 65-80% Denyut Nadi Maksimal, DNM= 220 – usia
    2. Talk test : dapat berbicara atau mengucapkan kalimat tanpa terengah-engah, tapi tidak dapat bernyanyi.

    Lansia biasanya malas berolahraga karena patokan pada angka (usia), perubahan hormon dan anggapan bahwa sudah terlambat utk olahraga di usia lanjut dan minder pada yang lebih muda adalah penyebab terbesar kemalasan pada lansia. Mereka seringkali memiliki masalah lansia seperti  masalah di persendian seperti sakit lutut,bahu, pinggul , osteoporosis, dan masalah di persyarafan seperti saraf kejepit, alzheimer, demensia, stroke, parkinson, serta metabolic syndrome seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan beberapa kondisi lainnya.

    Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut Riskesdas 2018, lansia yang mengalami keluhan tersebut memiliki angka yang cukup banyak, yaitu: stroke (10,9%), penyakit sendi (7,3%), diabetes mellitus (2,0%), penyakit jantung (1.5%), hipertensi (8.4%), obesitas (21.8%), dan aktivitas fisik kurang (33,5 %). Faktor resiko tersebut yang terkadang dianggap sebagai hal yang akan memperparah kondisi tersebut, padahal jenis dan tipe olahraga itu banyak sekali, yang artinya dengan kondisi tersebut, lansia tetap dapat berolahraga. Ketahui kondisi Anda dan konsultasikan secara berkala untuk mengetahui jenis dan tipe olahraga yang tepat bagi Anda.

    Ada banyak sekali latihan  yang dapat dilakukan dirumah salah satunya adalah latihan penguatan otot. Otot paha depan. Latihan ini sangat penting karena saat kita berjalan, duduk ke berdiri, jongkok ke berdiri dan berdiri lama, kita menggunakan otot tersebut. Cukup rentangkan kaki ke depan, lutut lurus dan paha depan langsung kenceng.

     

    Keterangan gambar:

    1. Pojok kiri atas:  latihan untuk otot bokong, kaki kiri dibawa ke belakang dan diangkat ke atas. Rasakan tarikan di bokong
    2. Pojok kanan atas : latihan untuk otot belikat (baik untuk postur agar tegak), badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan.
    3. Kiri bawah: latihan untuk otot belikat juga tetapi versi mudahnya, badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan. Latihan ini boleh dibantu dengan kaki kanan maju ke depan, agar lebih stabil
    4. Kanan bawah: latihan kekuatan otot leher, taruh handuk di kening, lalu coba tekan handuk menggunakan kening.

    Keterangan gambar:

    Tangan ditekuk dan siku dekat ke arah tubuh, kemudian, bagi  bapak ibu yang duduknya membelakangi tembok, sikunya boleh didorong melawan tembok. Nah, jadi siku kanan dan kiri dibawa ke arah tembok. rasakan otot yang kencang di bagian belakang

    Keterangan gambar:

    Latihan untuk otot lengan belakang atau trisep. Otot ini sangat penting khususnya untuk pasien stroke atau pasien yg berada di kursi roda karena otot ini membantu menopang tubuh saat pasien ingin berdiri dari kursi roda atau tempat duduk. Caranya: bawa kedua lengan, ke arah belakang, melewati tubuh, kemudian di posisi tersebut, tekuk dan luruskan siku ke belakang. dan rasakan otot yang kenceng ada di lengan belakang.

    Jika sebelumnya Anda belum aktif berolahraga dan baru ingin memulai berolahraga, Anda dapat mulai dengan perlahan untuk mencapai goal Anda. Dosis dan jenis latihan tergantung pada

    usia dan kesehatan Anda. Konsultasikan pada dokter spesialis olahraga kami untuk menentukan program olahraga terbaik untuk Anda.

     

    Lansia yang memiliki masalah karena sindrom metabolik seperti diabetes dan kolesterol serta mengalami insomnia dan jalan mulai bungkuk, olahraga apa yang tepat untuk dilakukan?

    Bila masih bisa jalan, latihan aerobiknya bisa dengan jalan kaki. dan tambahkan latihan kekuatan. Bila kesulitan jalan, latihan duduk dapat sering dilakukan. Total latihan 15 -20 menit pertama, biasanya boleh jalan ditempat dulu. Kemudian sedikit mobilisasi untuk tulang belakang dan tentunya penguatan otot. Secara umum, dosis olahraga aerobik yang sebaiknya dilakukan mencapai 150 menit per minggu dan  bisa dipecah jadi 30 menit setiap hari atau 5 kali seminggu.

     

    Olahraga dapat dilakukan pada  pagi hari kalau bisa kena matahari sebelum jam 9 pagi supaya vitamin D terserap dengan baik dan membantu mencegah osteoporosis atau tulang keropos.

    Posisi tubuh yang cenderung membungkuk, sebetulnya bisa dilatih. asalkan bukan kelainan tulang belakang sedari dulu. Latihan mobilisasi dan penguatan otot punggung / penegak tubuh, pasti memberikan hasil untuk postur yang lebih baik.

     

    Olahraga apa yang tepat untuk lansia yang pernah mengalami cedera lutut?

    BIla lansia terkena radang sendi atau osteoartritis, olahraga atau latihan penguatan otot kaki sebaiknya dilakukan.

     

    Olahraga atau aktivitas apa yang dapat dilakukan pada pasien pasca stroke dengan kelemahan tungkai?

    Aktivitas menendang bola perlahan dapat dilakukan. Kemudian, bila otot kaki sudah kuat, latihan dapat ditingkatkan menjadi latihan duduk berdiri perlahan-lahan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Digitalisasi  Faskes untuk Membangun Ekosistem  Digital Kesehatan yang Terhubung

    Semakin berkembangnya dunia digital menyebabkan konsumen sudah mengakses layanan/produk dari perusahaan secara digital. Perusahaan juga sudah melakukan automatisasi digital, artificial intelligence akan menggantikan peran profesi di seluruh dunia seperti smartwatch atau self-driving car. Bagaimana di dunia kesehatan?

    Industri kesehatan di Indonesia masih menghadapi tantangan interoperabilitas, transformasi digital, dan pengelolaan data. Masalah yang masih harus dihadapi:

    1. Sebanyak 1440 triliun rupiah habis untuk menangani masalah interoperabilitas setiap tahunnya. Interoperabilitas adalah diskoneksi antara satu entitas layanan kesehatan dengan yang lainnya, permasalahan rujukan antara klinik ke rumah sakit atau antar rumah sakit.
    2. Sebanyak 210 dari 504 kabupaten/kota belum memiliki jaringan komunikasi data untuk pelaksanaan e-kesehatan,
    3. Sebanyak 61% Daerah Tingkat II tidak melaporkan data kesehatan prioritas.

    Fasilitas kesehatan memainkan peranan penting dalam memperbaiki ekosistem kesehatan Indonesia. Belum terhubungnya pelayanan kesehatan di Indonesia menimbulkan berbagai masalah untuk semua pihak, antara lain:

    1. Pasien tidak mengetahui kenapa klaim asuransinya ditolak
    2. Pihak asuransi sulit untuk melakukan validasi klaim dengan dokumen yang kurang lengkap.
    3. Jadwal dokter sering berubah dan tidak pasti
    4. Dokumen fisik harus dibawa dari klinik/RS rujukan
    5. Dokter membatalkan jadwal praktek karena operasi
    6. Dokter mengalami kesulitan dalam mengakses rekam medis sebelumnya di layanan kesehatan lain, sehingga harus mendiagnosa ulang.
    7. Dokter terbiasa menulis di kertas dan kesulitan bila harus berhadapan dengan komputer.
    8. Pengelola faskes khawatir berbagi rekam medis dengan pihak lain
    9. Pengelola faskes mengalami kesulitan proses verifikasi klaim dan pencairannya
    10. Pengelola faskes kesulitan untuk mendigitalisasikan rekam medis

    Menghubungkan semua stakeholder adalah kunci terciptanya ekosistem kesehatan yang lebih baik. Dengan faskes yang telah terdigitalisasi dan terhubung dengan baik ke dokter, pasien, mitra asuransi & farmasi, serta pemerintah, akan tercipta ekosistem kesehatan yang lebih baik dan lebih siap dalam menerapkan sistem universal healthcare coverage (UHC) di Indonesia.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Home Care Visit

    Medical visit at home dapat menjadi salah satu solusi pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke layanan kesehatan dan menunggu antrian disana. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya Anda, terhindar dari macet, kelelahan saat di rumah sakit dan risiko penularan penyakit di Rumah Sakit.

    Beberapa hal yang sebaiknya dilakukan sebelum medical visit:

    • Siapkan daftar pertanyaan atas masalah yang dihadapi terkait kondisi pasien
    • Siapkan diri untuk menceritakan sejelas mungkin terkait tanda dan gejala yang terjadi pada pasien
    • Siapkan diri dan dokumen-dokumen riwayat penyakit pasien
    • Siapkan alat dan bahan yang diperlukan saat medical visit

    Sahabat dapat bertanya kepada petugas medis yang datang seputar kesehatan pasien:

    • Apa yang mungkin menyebabkan kondisi pasien terjadi?
    • Apa saja pilihan perawatan terbaik untuk pasien?
    • Apa manfaat perawatan yang dilakukan?
    • Apa dampak perawatan yang dilakukan terhadap pasien?
    • Mengapa perawatan yang dilakukan penting untuk diikuti?
    • Apa yang terjadi jika perawatan yang direkomendasikan tidak dilakukan?

    Pada kunjungan ke rumah terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan:

    1. Cek kondisi kesehatan oleh tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, ahli gizi, fisioterapi.
    2. Perawatan medis di rumah seperti infus, perawatan luka, injeksi, vaksinasi, perawatan pasien dengan selang kencing, perawatan pasien dengan selang makan, trakeostomi, ventilator, kolostomi, dan sebagainya.
    3. Perawatan non-medis di rumah seperti pendampingan oleh tenaga kesehatan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pasien (makan, mandi, mobilisasi, minum obat, dll).

    Perawatan kunjungan ke rumah dapat diperoleh melalui layanan kesehatan terdekat seperti Rumah Sakit, puskesmas, klinik atau homecare.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Penemuan kasus satu orang pasien dengan Monkeypox atau cacar monyet membuat orang harus waspada terhadapnya. Bagaimana tidak, monkepox merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh Monkeypox Virus, Orthopoxvirus. Nah, penyakit ini menular melalui gigitan hewan, kontak langsung atau melalui darah, cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti kera, tupai, tikus, […]

    Waspadai Monkeypox yang dapat Menyerang Anda

    Penemuan kasus satu orang pasien dengan Monkeypox atau cacar monyet membuat orang harus waspada terhadapnya. Bagaimana tidak, monkepox merupakan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh Monkeypox Virus, Orthopoxvirus. Nah, penyakit ini menular melalui gigitan hewan, kontak langsung atau melalui darah, cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti kera, tupai, tikus, dan tikus.

    Gejala yang dialami adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan. Selain itu, timbulnya ruam kulit yang awalnya di wajah dan menyebar membuat masyarakat Gejala akan timbul 14-21 hari setelah pertama kali terinfeksi virus. Penyakit ini belum ada obatnya dan menghilang dengan pemberian obat untuk mencegah gejala yang timbul.

    Monkeypox berbeda dengan chicken pox (cacar air). Chicken pox (cacar air) disebabkan oleh virus Varicella zoster. Kedua penyakit memiliki gejala yang hamper sama, bedanya Monkeypox lebih ringan dari cacar air, tetapi dapat berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian. Kemudian, cacar air dapat dicegah dengen pemberian vaksinasi cacar, sedangkan monkeypox juga dapat dicegah dengan vaksinasi smallpox.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Tentang Jenis-Jenis Vaksin

    Nah, supaya Sahabat terhindar dari penyakit ini, yuk kita lihat bagaimana pencegahannya,

    • Perilaku hidup bersih sehat
    • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menyebabkan menularnya virus ini
    • Memakai sarung tangan dan pakaian peindung lainnya saat menangani hewan/manusia yang terinfeksi.
    • Membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi penyakit ini
    • Menghindari bepergian ke daerah endemis penyakit ini seperti Afrika dan sekitarnya

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Kantor Kesehatan Pelabuhan. Monkeypox Virus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
    2. Center for Diseases Control and Prevention. Monkeypox. 2015. Available at: cdc.gov/poxvirus/monkeypox/index.html
    Read More
  • Pelayanan Kesehatan Vaskular Nasional dan Terpadu #DigiHealth

    Tahukah Sahabat, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, penderita Diabetes Melitus (DM) yang berusia lebih dari 15 tahun berjumlah 16,2 juta penduduk. Estimasi sebanyak 15% DM menderita kaki diabet sekitar 2 juta orang. Estimasi 30% DM yang menderita Peripheral Artery Disease (PAD) adalah 4,8 juta orang. Sebanyak 77 ribu orang melakukan cuci darah rutin. Stroke diderita sebanyak 1,9 juta penduduk dan estimasi sebanyak 8% mengalami stenosis carotis sebanyak 152 ribu orang. Itulah profil penyakit vaskular di Indonesia.

    Vaskular atau pembuluh darah terdiri dari arteri dan vena. Arteri merupakan pembuluh darah yang keluar ke jantung dan vena merupakan pembuluh darah yang kembali ke jantung. Kedua pembuluh darah ini bila mengalami gangguan akan menimbulkan gejala yang berbeda di antara keduanya. Penyakit vaskular seringkali terjadi pada pembuluh darah tepi (perifer) kita. Contohnya adalah kaki diabetik serta varises (kelainan pada pembuluh darah vena).

    Penyakit vaskular seringkali menyerang organ kardiovaskular (jantung), neurovaskular (otak), dan nefrovaskular (ginjal). Selain itu, pembuluh darah bagian tepi (peripheral vascular) dan penyakit vena juga termasuk ke dalam penyakit vaskular.

    Profil pelayanan vaskular di Indonesia telah tersebar di beberapa provinsi. Pelayanan kesehatan vaskular terpadu terdiri dari profesionalisme, kolaborasi yang aktif dan dinamis serta teknologi untuk penanganan penyakit vaskuler secara optimal. Masing-masing lini harus diperkuat, dokter harus terlatih dalam menangani pasien dengan penyakit vaskular. Kemudian, kolaborasi harus dilakukan dengan dokter lain seperti internis atau dokter kulit. Teknologi yang digunakan dapat menunjang diagnosis penyakit vaskular seperti USG doppler yang dapat mendeteksi varises.

    Bagaimana mendeteksi penyakit arteri perifer di fasilitas pelayanan kesehatan I seperti Puskesmas atau klinik?

    Deteksi dini  penyakit arteri perifer di Puskesmas berdasarkan keluhan iskhemik bisa dari ringan hingga sedang maupun berat. Gejala yang dapat terjadi antara lain rasa kesemutan, kaki dingin pucat dan nyeri akral.

    Apakah alat diagnostik untuk melakukan USG vaskuler deteksi dini Kaki Diabetes?

    Simple USG dengan Linear Probe dan saturasi oksigen untuk kelima jari kaki.

    Apakah deteksi dini kelainan vaskular di kaki dapat menggunakan USG abdomen?

    USG Curve probe hanya utk Aorta Abdomen, sehingga sulit untuk digunakan dalam mendeteksi kelainan vaskular di kaki.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan. Makanan yang diemut Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang […]

    Solusi Cerdas Atasi Anak Sulit Makan

    Masa anak-anak merupakan fase dimana orang tua terkadang mulai khawatir bila tiba-tiba mereka sulit makan. Masalah yang sering terjadi antara lain mengemut makanan, menolak makanan baru (Neophobia), pilih-pilih makanan (picky eater), gangguan pencernaan,  dan alergi makanan.

    Makanan yang diemut

    Penyebab makanan paling sering karena orang tua terlalu cemas anak tidak menghabiskan makanannya, sehingga waktu yang diperlukan anak untuk menghabiskan makanan cenderung lama. Kemudian, lingkungan sekitar dapat menjadi pengalihan yang dapat mengganggu proses makan anak seperti siaran televisi, mainan, atau hal menarik lainnya yang dapat menarik perhatian anak.

    Faktor lain yang menyebabkan anak mengemut makanan adalah makanan yang kurang enak dan rasa bosan terhadap makanan dengan jenis sama yang diberikan berulang-ulang. Selain itu, adanya penyakit seperti gangguan sensori pengecap, sakit gigi, sariawan, dan radang tenggorokan membuat anak menjadi enggan mengunyah dengan cepat.

    Baca Juga: Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

    Nah, apa yang harus kita lakukan bila anak mengemut makanannya?Kita sebagai orang tua dapat menetapkan “aturan makan” yaitu membuat jadwal makan tetap dan menetapkan 30 menit untuk menghabiskan makanan, membuat kondisi nyaman di sekitar lingkungan anak dan menjauhkannya dari hal yang dapat membuatnya teralihkan dari makanannya, serta berikan porsi makan yang sedikit-sedikit tapi sering. Jangan lupa untuk tetap memberikan makanan sesuai dengan tahap perkembangannya.

    Orang tua juga harus sabar dalam menghadapi anak yang sering mengemut makanan.

    Selalu mengajak anak untuk ‘mengunyah dan menelan’ makanan, mengatakan bahwa ‘kalau diemut nanti giginya bisa rusak loh atau vitamin pada makanannya bisa ilang’. Anda tidak perlu marah dalam mengingatkan anak, katakanlah dengan lemah lembut. Buatlah variasi makanan setiap harinya agar anak tidak bosan serta jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter bila ada gangguan pada saluran cerna anak.

    Menolak makanan baru (Neophobia)

    Neophobia adalah anak menolak makanan baru atau makanan yang tidak dikenalnya. Sebenarnya, hal ini bagus untuk menghindari anak keracunan saat anak sudah mampu memilih makanannya sendiri tanpa pengawasan orang tua. Namun, bila kondisi ini berkelanjutan akan menimbulkan perilaku anak memilih-milih makanan (picky eater).

    Biasanya anak akan menolak makanan baru yang rasanya pahit seperti buah dan sayuran serta makanan yang tidak menarik secara visual. Lalu, bagaimana cara kita sebagai orang tua menghadapinya?

    Baca Juga: 7 Anjuran Makanan Untuk Anak Demam

    Children see, children do’ anak akan mencontoh apa yang diperbuat oleh orang tuanya, sehingga bila Sahabat ingin anak senang mengonsumsi sayur dan buah cobalah untuk memperlihatkan kesenangan Anda sebagai orang tua terhadap sayur dan buah. Kemudian, berikan anak makanan baru dalam porsi kecil dan diletakkan agar ia dapat menjangkaunya sendiri. Bila anak tetap menolak makanan baru, jangan menyerah, kenalkan kembali terhadap makanan tersebut 10-15 kali. Terakhir, orang tua sebaiknya tetap tenang dan tidak panik saat anak menolak makanan baru.

    Pilih-pilih makanan (picky/selective eater)

    Picky eater adalah anak menolak mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup tapi masih mau mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenalnya. Anak masih mau mengonsumsi satu jenis makanan dari tiap kelompok (karbohidrat, protein, lemak, sayur dan buah). Sedangkan pada selective eater, anak menolak segala jenis makanan pada kelompok makanan jenis tertentu. Misalnya, anak tidak mau makan dari jenis karbohidrat baik itu nasi, roti, bubur, dsb. Picky eater masih merupakan fase perkembangan norma, sedangkan selective eater dapat menyebabkan anak kekurangan zat nutrisi makro atau mikro yang berdampak pada tumbuh kembangnya.

    Picky eater disebabkan karena trauma terhadap tekstur makanan yang terlalu besar kasar, kenyal, lengket, dsb. Penyebab lain adalah anak sensitif terhadap rasa dan aroma makanan sehingga bila mencium aroma makanan yang tidak ia suka, maka tidak mau makan.

    Nah, orang tua jangan langsung panik ya, ketika anak memilih-milih makanan seperti itu. Anda dapat membuat menu yang bervariasi dan menghias makanan semenarik mungkin agar anak berminat untuk mencicipinya. Selain itu, Sahabat dapat mendampingi anak selama makan dan ikut mencontohkan makan dengan ekspresi menarik sehingga anak juga ikut memakannya dan tidak menolaknya. Hindari memberikan makanan/minuman manis terlalu banyak karena akan membuatnya cepat kenyang. Ciptakan suasana makan tanpa distraksi seperti TV, mainan, radio, dsb.

    Gangguan pencernaan

    Gangguan pencernaan dapat menyebabkan anak sulit untuk makan. Kondisi perut kembung, nyeri, diare, dan sulit buang air besar dapat mempengaruhi anak. Selain itu, beberapa penyakit yang berhubungan dengan saluran cerna anak seperti penyakit celiac juga mempengaruhinya dalam memilih makanan.

    Penyakit celiac merupakan gangguan pencernaan genetik dimana anak sensitif terhadap gluten atau gandum (biasanya banyak terdapat pada tepung). Gejala yang ditimbulkan berupa nyeri perut, diare, muntah, dan berat badan yang turun.

    Baca Juga: Hindari Makanan Ketika Sakit Perut Pada Anak

    Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gangguan pencernaan apa yang dapat membuat anak sulit makan dan bagaimana menanganinya. Anak dengan gangguan pencernaan biasanya seringkali merasa mual, sehingga memuntahkan apapun makanan yang dimakannya.

    Alergi makanan

    Anak dengan alergi makanan biasanya akan sulit untuk mengonsumsi kembali makanan yang pernah ia makan. Kondisi tidak nyaman yang terjadi bila anak alergi makanan seperti diare, sakit perut, timbul ruam di kulit dan rasa gatal dapat menyertai mereka dan membuatnya menjadi malas mengonsumsi makanan itu.

    Periksakan anak anda ke dokter dan konsultasikan apa yang membuat alergi pada anak, apakah bahan makannya, seperti makanan laut, kacang, cokelat, susu. Lalu, mintalah agar dilakukan tes alergi pada anak sehingga jenis makanan yang dapat menyebabkannya alergi dapat dideteksi secara dini.

    Bagaimana solusi anak yang tidak mau makan nasi?

    Anak yang tidak mau makan nasi termasuk ke dalam anak yang ‘picky eater’, sehingga ada beberapa tips dalam menghadapinya, antara lain:

    1. Sediakan menu yang bervariasi setiap harinya agar anak tidak bosan
    2. Berikan pada anak 10-15 kali, bila masih menolak, coba lagi
    3. Sajikan dalam porsi kecil dan letakkan di daerah yang dapat dijangkau anak
    4. Orang tua ikut memberikan contoh dengan mengonsumsi makanan bersama anak dan buatlah ekspresi senang dan enak saat makan
    5. Orang tua harus sabar dan bersikap netral dalam menghadapi anak

    Bagaimana porsi makan yang benar dalam satu kali makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi setiap hari?

    Kebutuhan nutrisi makanan tiap anak berbeda sesuai dengan  usia dan perkembangannya. Makanan yang sehat harus mengandung zat makro seperti karbohidrat, protein, lemak dan zat mikro seperti vitamin, serat, dan mineral. Bila ingin mengetahui apakah nutrisinya cukup dapat Bunda lihat pada Kartu Menuju Sehat yang dapat diperoleh di Puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. Pemberian cemilan ringan dapat diberikan sebagai selingan pada jam antara makan pagi dan siang serta makan siang dan malam. Bila Bunda ingin memberikan vitamin, boleh diberikan sebagai tambahan pendamping saja.

    Bagaimana solusi bagi anak yang tiba-tiba mogok makan dan menjadi tidak suka sayur dan buah karena Bundanya hamil lagi?

    Bunda dapat menyediakan menu yang bervariasi setiap harinya dan tetap berikan buah atau sayuran dalam porsi kecil. Bila anak tidak mau menyentuh buah dan sayur, hindari memarahi anak. Tetap coba berikan kembali saat mau makan. Kemudian, komunikasikan dengan anak mengenai adik bayi yang dikandung Bunda. Pancing anak bercerita mengenai kesehariannya pada  adik bayi di dalam perut, elus-elus perut Bunda hingga ceritakan bagaimana proses kelahiran si kakak yang nantinya akan terjadi sama dengan adiknya.

    Bila anak diberi makan sambil main, misalnya main mobil mobilan, seringkali makannya sedikit, bagaimana solusinya?

    Pemberian makan anak sambil main seringkali menjadi pengalihan bagi anak di waktu makan. Sebaiknya, pada waktu makan biasakan untuk makan bersama dengan anggota keluarga. Hindari menghidupkan TV atau bermain hp saat makan, apalagi bermain mobil-mobilan. Hal ini bertujuan agar anak fokus menghabiskan makanannya.

    Suplemen vitamin seperti apa yang dapat meningkatkan nafsu makan?

    Beberapa suplemen yang mengandung tiamin (vitamin B1) dan vitamin B12 dapat meningkatkan nafsu makan. Selain itu, suplemen yang mengandung zinc, kurkuma, dan minyak ikan juga dapat membantu meningkatkan nafsu makan.

    Baca Juga: 7 Makanan Sehat Untuk Redakan Sakit Perut pada Anak

    Bagaimana cara mengoptimalkan waktu makan 30 menit pada anak dan apakah dampaknya bila waktu makan lebih dari 30 menit?

    Orang tua dapat mengoptimalkan waktu makan 30 menit dengan memperhatikan porsi makan anak yang pas, tidak terlalu banyak/sedikit. Bila sebelum 30 menit porsi makan sudah habis, maka orang tua tidak perlu khawatir karena dapat memberikannya makan lagi 2 jam setelahnya dengan porsi kecil agar kebutuhan nutrisinya tercukupi. Bila waktu makan lebih dari 30 menit biasanya akan menyebabkan anak bosan dan tidak suka makan. Komunikasikan dengan anak, beritahu bahwa makanan sebaiknya habis sebelum 30 menit dan bila perlu, Bunda dapat menaruh jam/penghitung waktu (stopwatch) sebagai pegangan.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Prawitasari T. Makanan kok diemut sih. IDAI. 2017. Available at: idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/makan-kok-diemut-sih
    2. Hanindita MH, Widjaja NA, Hidayati SN, Irawan R. Pilih-pilih makanan. IDAI. 2015. Available at: idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pilih-pilih-makanan
    3. M Dovey T, Staples PA, Gibson L, Halford JCG. Food neophobia and ‘picky/fussy’ eating in children: A review. Appetite. 2008;50:181-193.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja