Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 111–120 of 551 results

  • Siapa yang tidak mengenal Mark Zuckerberg seorang pendiri Facebook, Nadiem Makarim seorang entepreneur muda yang merupakan anak bangsa yang berhasil mendirikan GOJEK dan William Tanuwijaya serta Leontinus Alpha Edison yang berhasil mendirikan e-commerance Tokopedia terbesar di Indonesia. Karya-karya mereka sangatlah berpengaruh bagi dunia. Coba Mama bayangkan kelak suatu hari nanti Si Kecil bisa mengikuti jejak […]

    Karakteristik Seorang Pemimpin Masa Depan pada Era Masa Kini

    Siapa yang tidak mengenal Mark Zuckerberg seorang pendiri Facebook, Nadiem Makarim seorang entepreneur muda yang merupakan anak bangsa yang berhasil mendirikan GOJEK dan William Tanuwijaya serta Leontinus Alpha Edison yang berhasil mendirikan e-commerance Tokopedia terbesar di Indonesia. Karya-karya mereka sangatlah berpengaruh bagi dunia.

    Coba Mama bayangkan kelak suatu hari nanti Si Kecil bisa mengikuti jejak tokoh-tokoh tersebut. Ya, sosok yang masih muda, berpotensi, dikenal karena prestasinya, pasti akan sangat membanggakan orang tua.

    Tentu diperlukan proses panjang serta kerja keras untuk berhasil membuat perubahan positif dan memiliki karakter sebagai pemimpin. Yuk, Mama persiapkan Si Kecil memiliki sikap seperti berikut ini:

    1. Seseorang yang tangguh

    Seorang pemimpin harus memiliki sifat tangguh, siap menghadapi tantangan, banyak akal, tidak mudah menyerah dalam menciptakan kreasi dan ide-ide baru. Mereka tidak mudah menyerah bila menemukan kegagalan dan menganggap kegagalan merupakan suatu proses yang dapat mengubah mereka untuk menjadi lebih baik lagi.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tumbuh Kembang Anak

    Dalam mendidik Si Kecil, Mama diharapkan untuk mendukung Si Kecil dalam mewujudkan ide-idenya. Misalnya, Si Kecil menyelamatkan kucing liar dan ingin membuat kandangnya, biarkan Si Kecil berkreasi untuk mewujudkannya.

    1. Percaya Diri

    Seorang pemimpin mempunyai karakteristik percaya diri, tidak takut mengutarakan ide-idenya dan mencobanya. Apabila seorang pemimpin percaya diri, maka seluruh timnya akan optimis. Seorang pemimpin yang percaya diri tidak mudah mengatakan “tidak bisa!”, mereka selalu mengatakan “saya bisa, saya akan mencobanya!”
    Mama tentu dapat melatihnya dengan cara membiasakan Si Kecil berani tampil, contohnya berani tampil bernyanyi di depan teman-temannya, berani untuk memesan makanannya sendiri di restoran.

    1. Semangat untuk mewujudkan ide menjadi kenyataan

    Mark Zuckerberg mempunyai sikap untuk mewujudkan setiap ambisi serta ide-idenya ke dalam pekerjaannya untuk dijadikan kenyataan.

    Berawal dari hobinya mengenai komputer serta teknologi saat Mark berusia 12 tahun, ia mengembangkan program pengiriman pesan menggunakan Atari Basic dan menamainya Zucknet. Selain itu, Mark menciptakan berbagai game yang bertujuan untuk menyenangkan anak-anak. Kemudian, saat Mark beranjak sekolah menengah, ia menciptakan perangkat lunak musik di komputer bernama Synapse. Semenjak itu, banyak perusahaan besar seperti AOL dan Microsoft menawarkan pekerjaan, namun Mark menolaknya.

    Baca Juga: Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Pijat Bayi

    Ketika Mark menjalankan situsnya yaitu Facebook, dia hanya mempunyai mimpi kecil yaitu bertujuan untuk mendekatkan banyak orang melalui situsnya. Namun, melalui misi sederhana yang mampu diwujudkan Mark, dapat menjadikan Facebook sebuah perusahaan besar yang mampu menjadi lapangan pekerjaan bagi banyak orang serta memberi kekuatan untuk berbagi dan membuat dunia lebih terbuka serta terhubung, yang berawal dari hasrat Mark.

    Begitu juga dengan Si Kecil, Mama harus paham apa yang digemari Si Kecil. Apakah bernyanyi, mewarnai atau menari. Ketika Mama sudah mengetahui bakat Si Kecil, bantulah mereka untuk mengembangkan bakatnya, misalnya ajaklah Si Kecil untuk ikut sanggar seni.

    1. Berkomunikasi dengan Baik

    Kemampuan komunikasi diperlukan seorang pemimpian agar visi dan tujuan dapat disampaikan dengan baik kepada semua tim, sebab jika tidak, sulit untuk mencapai target yang diinginkan.

    Komunikasi antara orang tua dengan Si Kecil dapat dilatih dengan terbiasa menyediakan waktu luang bersama Si Kecil, sediakan waktu untuk menjadi pendengar yang baik ketika mereka mengutarakan ide dan pikirannya. Apabila komunikasi antara Mama dengan Si Kecil baik, maka mereka pun bisa berkomunikasi baik dengan orang lain.

    1. Berani Mengambil Keputusan

    Seorang pemimpin yang baik, dapat mengambil keputusan yang tepat pada waktu yang tepat, mereka harus berpikir panjang dan mampu menimbang yang terbaik bagi timnya. Sikap seperti ini bisa Mama latih dalam tindakan sehari-hari kepada Si Kecil, dengan membiasakan Si Kecil untuk dapat memilih yang mereka mau. Misalnya, “Besok mau pakai baju berwarna kuning atau merah?” atau “Untuk bekal ke sekolah, Kamu mau nasi goreng atau mie goreng?” Nah, dengan membiasakan Si Kecil mengambil keputusan sederhana, maka secara tidak langsung Mama telah mendidik anak untuk bersikap tegas.

    1. Mandiri

    Seorang pemimpin mempunyai karakter mandiri, tapi bukan berarti mereka tidak butuh orang lain. Namun mereka mempunyai inisiatif untuk melakukan suatu tindakan atau keputusan serta tidak bergantung dengan orang lain. Misalnya, Mama membiasakan Si Kecil untuk bertanggung jawab merapikan tempat tidurnya setiap hari, atau merapikan mainannya sendiri atau membiasakan mengerjakan tugas sekolahnya sendiri, Mama cukup mendampinginya. Bila kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, maka lambat laun Si Kecil memiliki rasa tanggung jawab untuk mengerjakan tugasnya secara mandiri.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi

    1. Empati

    Seorang pemimpin yang baik bisa membangun rasa empati dengan timnya, mengerti masalah dan perasaan timnya sehingga mereka dapat membangun ikatan untuk mencapai tujuan bersama. Rasa empati dapat dilatih sejak dini, contohnya bisa dimulai dari rumah, seperti ketika ada teman Si Kecil yang sakit, ajaklah ia untuk menjenguk temannya tersebut. Selain itu, biasakan si kecil untuk mengucapkan terima kasih jika diberi mainan, permen atau sesuatu. Hal sederhana seperti ini dapat menumbuhkan rasa syukur dan menghargai setiap pemberian orang lain.

    Seperti halnya Mark Zuckerberg yang mengembangkan karakter kepemimpinan serta potensinya, maka setiap anak juga berpotensi untuk menjadi seseorang yang berpengaruh suatu hari nanti. Nah, peran orang tua sangatlah penting untuk membantu mengarahkan setiap potensi serta mengembangkan karakteristik seorang pemimpin kepada anak-anaknya.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. (2018). Leadership. [online] Available at: cleverism.com/lexicon/leadership/ [Accessed 21 Dec. 2018].
    2. Leadership-toolbox.com. (2018). The Characteristic of Leadership – 7 Important Traits. [online] Available at: leadership-toolbox.com/characteristic-of-leadership.html [Accessed 21 Dec. 2018].
    3. Psychology Today. (2018). Leadership | Psychology Today. [online] Available at: psychologytoday.com/intl/basics/leadership [Accessed 21 Dec. 2018].
    4. Sullivan, E. (2018). 9 Unique Mark Zuckerberg Entrepreneur Characteristics. [online] Project Freedom Growth. Available at: projectfreedomgrowth.com/mark-zuckerberg-entrepreneur-characteristics/ [Accessed 21 Dec. 2018].
    5. Tracy, B. (2018). Get smart. 1st ed. indonesia: Elex Media Komputindo.
    Read More
  • Para orang tua yang memiliki balita pastilah sangat peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, namun tak banyak orang tua tahu bahwa ada yang kurang dari yang selama ini mereka lakukan. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa asupan gizi adalah yang paling penting bahkan satu-satunya cara agar balita mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Padahal akibatnya balita-balita […]

    Jadikan Balita Banyak Akal, Adaptif & Mandiri

    Para orang tua yang memiliki balita pastilah sangat peduli terhadap tumbuh kembang anaknya, namun tak banyak orang tua tahu bahwa ada yang kurang dari yang selama ini mereka lakukan. Kebanyakan orang tua menganggap bahwa asupan gizi adalah yang paling penting bahkan satu-satunya cara agar balita mereka mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Padahal akibatnya balita-balita tersebut mengalami peningkatan pesat dalam ukuran tetapi kemampuan kognitif dan motoriknya terlambat. Orang tua umumnya puas dengan mengejar pertumbuhan panjang dan berat badan anak, tapi nyatanya untuk menjadikan si Kecil unggul hal tersebut tidaklah cukup.

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lingkungan sangat memengaruhi perkembangan dan seberapa sehat otak si Kecil. Pertumbuhan dan perkembangan otak akan dimulai sejak tahun pertama hingga usia 3 tahun atau yang disebut dengan golden period (periode emas). Pada masa ini, otak akan aktif membangun jaringan antar sel saraf yang akan memengaruhi kecerdasan anak  dimana tingkat keberhasilan proses ini bergantung pada stimulasi yang diberikan.

    Karena hal ini hanya terjadi sekali seumur hidup, maka kita sebagai orang tua harus mencuri kesempatan ini untuk membantu membangun jaringan otak anak. Sebagai hasilnya, dari stimulasi yang tepat pada masa ini maka si Kecil akan menjadi balita yang unggul yaitu balita yang banyak akal, adaptif (mudah beradaptasi) dan mandiri. Hal ini akan membantunya menjadi anak yang tangguh yang siap hadapi masa depan dan siap hadapi tantangan.

    Baca Juga: 14 Makanan yang Aman Bagi Penderita Diabetes

    Pentingnya Stimulasi

    Latihan-latihan dalam menstimulasi otak si Kecil dapat dilakukan dengan berbagai cara, dimana hal ini kita sebut dengan baby gym, baik dalam ruangan (indoor) maupun luar ruangan (outdoor), tentunya dengan memerhatikan kebersihan dan menghindarkan hal-hal yang berisiko mencederai anak Anda. Hal-hal sederhana yang dapat dilakukan, antara lain:

    • Berlatih mendorong atau menarik benda seperti bola atau mainan lain untuk melatih motorik dan keseimbangannya.
    • Bawa si Kecil berjalan-jalan dan mengunjungi tempat-tempat baru seperti pantai, kolam renang dan kebun binatang.
    • Ajak dia bermain mengumpulkan benda-benda yang sama, misalnya mengumpulkan benda-benda berbentuk bulat atau mengumpulkan benda-benda berwarna merah.
    • Bermain berpura-pura menirukan binatang atau ajak dia bernyanyi bersama.
    • Tak lupa interaksi sosial, mulailah sedini mungkin untuk berinteraksi dengan orang lain, hal ini akan melatih kemandirian dan kepercayaan diri.

    Baca Juga: 8 Cara Program Hamil yang Tepat

    Serta masih banyak cara lain yang mengajaknya ikut berinteraksi dan kita bisa melihat reaksinya berupa tawa, senyum atau ekspresi lainnya.

    Jika Anda tidak punya cukup waktu atau bingung untuk melakukannya sendiri di rumah, Anda dapat mendatangi fasilitas-fasilitas yang menyediakan baby gym dengan pelatih yang terlatih tentunya. Cara lain juga dengan menyediakan media bermain atau mainan yang dapat menstimulasi otak, misalnya:

    • Mainan yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari yang biasa dia lihat, contohnya mainan masak-memasak untuk anak perempuan dan mainan perkakas bengkel untuk anak laki-laki, dll.
    • Mainan yang berhubungan dengan profesi yang ia gemari, misalnya mainan dokter-dokteran atau mobil-mobilan pemadam kebakaran, dll.
    • Mainan alat musik.
    • Blok dan
    • Buku mewarnai, buku menggambar dengan menyambung titik-titik atau buku dengan cerita bergambar.4,5

    Mainan-mainan tersebut tentunya disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak Anda. Namun, untuk menjadi anak yang unggul, sebaiknya orang tua turun langsung dan ikut serta dalam melatih proses perkembangan anak, karena cinta dan kasih sayang orang tua akan mengoptimalkan setiap latihan yang dilakukan.

    Ditulis oleh: dr. Samuel Bungaran Partahi Saud Manalu

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Lucich M. Building Baby’s Intelligence: Why Infant Stimulation Is So Important. Barkeley, California: California Childcare Health Program; 2011. p. 1-2.
    2. Infant/Toddler Programs — BSMART [Internet]. BSMART. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: bsmartfoundation.org/infanttoddler-programs/
    3. Physical activity for babies, toddlers and pre-schoolers: SA Health [Internet]. Sahealth.sa.gov.au. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: sahealth.sa.gov.au/wps/wcm/connect/public+content/sa+health+internet/healthy+living/be+active/being+active+at+different+ages+and+stages/physical+activity+for+babies%2C+toddlers+and+pre-schoolers
    4. G. Guyton. Using Toys to Support Infant-Toddler Learning and Development. Young Children, 66(5):50–56, 2011.
    5. Good Toys for Young Children by Age and Stage | NAEYC [Internet]. Naeyc.org. 2018 [cited 25 December 2018]. Available from: naeyc.org/resources/topics/play/toys
    Read More
  • Hampir setiap orang tua yang memiliki Si Kecil berharap agar mereka pintar, cerdas, bertanggung jawab, mempunyai talenta yang mendukung kesuksesan saat mereka beranjak dewasa. Pada zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang memilih sekolah atau tempat pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan rela mengeluarkan dana besar untuk mengikutsertakan sang buah hati untuk mengikuti pendidikan […]

    Karakter itu Penting Untuk Dukung Kesuksesan Si Kecil

    Hampir setiap orang tua yang memiliki Si Kecil berharap agar mereka pintar, cerdas, bertanggung jawab, mempunyai talenta yang mendukung kesuksesan saat mereka beranjak dewasa. Pada zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua yang memilih sekolah atau tempat pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya dan rela mengeluarkan dana besar untuk mengikutsertakan sang buah hati untuk mengikuti pendidikan tambahan selain sekolah, misalnya kursus bahasa, musik, menggambar dan pelajaran tambahan.

    Namun, apakah Mama sadar bahwa pendidikan Si Kecil yang terpenting berawal dari rumah? Seperti salah satu kutipan “Childreen see, children do” atau Si Kecil selalu melakukan apa yang dilihatnya. Dengan kata lain, karakter dan sikap Si Kecil sebagian besar diperoleh dari meniru perilaku orang tuanya di rumah. Misalnya, Si Kecil yang selalu diajak bercerita setiap pulang sekolah oleh kedua orangtuanya, didampingi setiap mengerjakan tugas rumah, diajari bertanggung jawab dalam hal mudah seperti merapikan tempat tidur atau mainannya sendiri, maka Si Kecil akan tumbuh menjadi lebih peduli dengan sesamanya, serta bertanggung jawab.

    Para ahli American Psychological Association (APA) berpendapat bahwa kesuksesan pada usia dewasa dipengaruhi oleh 98% atittude dan 2% IQ atau kecerdasan. Lalu bagaimana dan apa sajakah yang dapat dilakukan Mama dalam mendidik Si Kecil?

    Baca Juga: Penyebab Mual Setelah Makan dan Cara Pencegahannya

    1. Memberikan Contoh (Modeling)

    Jangan hanya memberikan perintah bagi Si Kecil, tetapi mulailah dengan memberikan contoh tindakan kepadanya. Menurut APA (American Psychological Association), Si Kecil akan selalu memerhatikan setiap gerak-gerik orangtuanya secara seksama. Apabila Mama menginginkan Si Kecil tumbuh menjadi seseorang yang memiliki sikap baik, maka berikanlah selalu contoh positif.1,2

    1. Mencintai

    Hati-hati dalam hal mencintai. Mencintai bukan memberikan apa saja yang Si Kecil inginkan, baik berupa materi maupun tindakan, atau terlalu melindungi dan mencemaskan Si Kecil. Hal tersebut dapat membentuknya menjadi seseorang yang manja. Yang dimaksud dengan mencintai adalah memberikan waktu luang bagi Si Kecil, mendampinginya, dan mendengarkannya saat dalam masalah. Hal ini dapat membangun ikatan antara Si Kecil dan orangtuanya, sehingga nantinya mereka akan lebih peduli terhadap orang lain di sekitarnya.

    1. Lakukan Sentuhan Fisik

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan kepribadian Si Kecil pada saat bayi yang diperlakukan dengan penuh kasih seperti digendong, dicium dan dipeluk, dibandingkan dengan yang diperlakukan tanpa kontak fisik oleh orang tuanya.  Sentuhan fisik merupakan bentuk nyata dari cinta yang menjadikan Si Kecil akan mudah bergaul dan peka dengan sesamanya.

    Baca Juga: 7 Pola Makan Sehat Pegawai Kantoran

    1. Berikan Waktu yang Berkualitas

    Perkembangan emosional Si Kecil sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak waktu yang dihabiskan Mama bersama Si Kecil, kontak mata dengan penuh kasih, saling berbagi pikiran, cerita dan bercakap-cakap dengannya. Tahap komunikasi ini sangat penting bagi Si Kecil, karena saat Si Kecil nantinya menginjak usia dewasa akan menentukan hubungan dengan sesama, menjadikannya mudah bergaul, menentukan hubungan pernikahannya kelak serta hubungan dengan rekan sepekerjaannya.

    1. Hadiah

    Hadiah yang dimaksud ialah ungkapan cinta. Misalnya, memberikan hadiah seperti seragam sekolah atau alat tulis yang dibungkus kertas kado rapi, dan diberikan ketika berkumpul bersama keluarga. Membuka hadiah akan menggetarkan emosi Si Kecil, perasaan bahagia yang muncul akan menjadikannya paham dan mengerti bahwa orang tuanya mencintainya. Pemberian hadiah juga harus ada tujuannya, misalnya pemberian alat tulis atau seragam sekolah agar Si Kecil tetap semangat bersekolah, hadiah tidak semata-mata mainan yang sedang diinginkannya yang akan menjadikannya manja.

    Pemberian hadiah dengan tulus, secara tidak langsung juga memberikan pelajaran bagaimana cara Si Kecil menanggapi orang lain yang memberikannya hadiah.

    1. Memberikan Rasa Aman dan Nyaman

    Dukungan orang tua akan sangat memengaruhi perkembangan emosional dan kesehatan mental Si Kecil saat usia dewasa.

    1. Komunikasi

    Meluangkan waktu untuk berbicara dengan Si Kecil dan mendengarkan apa yang menjadi curahan hatinya akan meningkatkan hubungan personal Si Kecil dengan orang tua, sehingga ketika Si Kecil dalam masalah, mereka tidak akan lari ke dalam hal-hal negatif sebagai pelampiasan, karena mereka mempunyai orang tua yang selalu mendengarkan mereka.

    1. Memberikan kesempatan bagi Si Kecil untuk memecahkan masalah

    Mama tidak perlu terlalu banyak mengekang maupun mengatur Si Kecil, segala tindakan yang dilakukannya atau setiap masalah yang Si Kecil hadapi, ajaklah untuk selalu berdiskusi dan kembalikan kepada Si Kecil apakah tindakan yang dilakukannya baik atau buruk. Apabila Si Kecil melakukan kesalahan, biarkan mereka berpikir, lalu kemudian jelaskan.

    Misalnya, Si Kecil berlari di jalan, kemudian jatuh, Mama berikan kesempatan bagi si Kecil apakah yang dilakukannya baik atau buruk dan jelaskan akibatnya. Kemudian, kembalikan lagi pada Si Kecil, apakah boleh diulangi kembali tindakan seperti itu. Dibandingkan Mama memberikan aturan-aturan yang dapat membebani Si Kecil, cara ini lebih membantu Si Kecil untuk belajar dari kesalahannya sendiri.

    1. Jadikan Sebuah Tantangan

    Pada umumnya, anak-anak sangatlah suka bermain, oleh karena itu mengajarkan perilaku yang baik dapat dengan sebuah permainan. Misalnya, ketika Mama ingin mengajarkan untuk menggosok gigi secara rutin, setiap malam buatlah permainan tantangan “Mama ingin tahu, siapa yang bisa menggosok gigi dengan baik, Mama atau Kamu?” atau mengajarkan Si Kecil untuk membersihkan kembali mainannya, “Coba siapa yang dapat membersihkan mainan dalam hitungan ke 10”. Hal ini lebih mudah dilakukan oleh Si Kecil.

    Baca Juga: 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan

    1. Memberikan Kebiasaan yang Baik dan Positif

    Lakukan kebiasaan yang baik dengan memulai kebiasaan yang baik seperti berolah raga, makan-makanan yang sehat seperti sayur dan buah, berperilaku yang baik, bertutur kata sopan, membiasakan diri mengucapkan “tolong” saat meminta bantuan, dan “terimakasih” setelahnya akan membentuk Si Kecil menjadi seseorang yang memiliki kebiasaan baik secara mental dan jasmani.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia Dewi

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Chapman, G. and Campbell, R. (2012). The 5 love languages of children. Chicago: Northfield Pub.
    2. HealthyChildren.org. (2018). Normal Child Behavior. [online] Available at: healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Normal-Child-Behavior.aspx [Accessed 23 Dec. 2018].
    3. Parenting For Brain. (2018). 10 Good Parenting Tips – Parenting For Brain. [online] Available at: parentingforbrain.com/how-to-be-a-good-parent-10-parenting-tips/ [Accessed 23 Dec. 2018].
    4. Tashijan, S. (2018). Parenting Styles and Child Behavior. [online] Psychology In Action. Available at: psychologyinaction.org/psychology-in-action-1/2018/4/23/k17ziyfqt1vy9tlytr9l9k48epdnur [Accessed 23 Dec. 2018].
    5. Westen, R. (2018). About Your Privacy on this Site. [online] Parents.com. Available at: parents.com/toddlers-preschoolers/development/behavioral/the-surprising-secret-to-raising-a-well-behaved-kid/ [Accessed 23 Dec. 2018].
    6. Pepper, Leslie. (2018). Get Your Kids Behave The First Time You Ask. [online] Parents.com. Available at : parents.com/kids/discipline/strategies/get-your-kids-to-behave-the-first-time/ [Accessed 3 Jan. 2018].
    Read More
  • Berlibur tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu oleh sobat-sobat sekalian dan keluarga bukan. Pada momen yang sangat spesial ini tentunya akan sangat menyenangkan apabila semua yang berlibur dalam keadaan sehat dan ceria. Salah satu yang perlu kita perhatikan pada saat berlibur, terutama teman teman yang hobi berwisata kuliner adalah terjadinya overeating. Lalu apakah yang dimaksud […]

    Mencegah Overeating “Kelebihan Makan” Saat Berlibur

    Berlibur tentunya menjadi momen yang sangat ditunggu oleh sobat-sobat sekalian dan keluarga bukan. Pada momen yang sangat spesial ini tentunya akan sangat menyenangkan apabila semua yang berlibur dalam keadaan sehat dan ceria. Salah satu yang perlu kita perhatikan pada saat berlibur, terutama teman teman yang hobi berwisata kuliner adalah terjadinya overeating. Lalu apakah yang dimaksud dengan overeating itu?Bagaimana cara mencegah dan mengatasinya? Mari kita baca artikel berikut.

    Overeating adalah suatu kondisi dimana seseorang makan terlalu banyak, asupan yang masuk ke tubuh melebihi energi yang dikeluarkan oleh orang tersebut. Overeating sering terjadi pada saat berlibur, terutama untuk orang-orang yang hobi berwisata kuliner. Kondisi overeating berbeda dengan binge eating disorder, yang merupakan kelainan dimana orang tersebut akan makan terus menerus karena ada permasalahan psikologis ataupun masalah sosial. Saat berlibur akan mempengaruhi kondisi emosional kita, dan dapat meningkatkan kemungkinan kita makan lebih banyak daripada biasanya.

    Baca Juga: 9 Makanan Untuk Mencegah Flu

    Makan yang terlalu banyak meskipun hanya pada saat liburan juga tidak baik, terutama apabila makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang tinggi kalori dan tinggi lemak. Hal Ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah dan menyebabkan obesitas atau kegemukan. Keadaan obesitas dan kolesterol yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit seperti serangan jantung, hipertensi, stroke, batu empedu, diabetes, dan masih banyak lainnya.

    Tentu anda tidak ingin terkena kondisi seperti di atas bukan? Solusinya adalah menjaga pola hidup sehat dan jangan makan berlebih. Kunci agar kita tidak makan terlalu banyak adalah, makanlah ketika kamu lapar dan berhentilah ketika kamu sudah kenyang sedang, jangan makan hingga kekenyangan. Umumnya dalam waktu 4 jam sisa makanan di lambung tinggal 10%, maka umumnya kita dapat makan setelah 4 jam dari makan sebelumnya.

    Berikut adalah cara-cara untuk mencegah overeating pada saat kita berlibur:

    • Makan perlahan, Ini berupakan merupakan konsep baru dalam menjaga makan. Tubuh kita memerlukan waktu 12 menit atau lebih untuk berproses hingga otak kita menangkap kita sudah kenyang, dan pada orang gemuk membutuhkan waktu 20 menit atau lebih. Sehingga, apabila kita makan dengan perlahan akan memastikan bahwa sinyal-sinyal kenyang ini sudah mencapai ke otak sebelum kita makan terlalu banyak.
    • Jangan makan ketika sedang melakukan pekerjaan lain, Apabila kita makan ketika sedang berkendara ataupun sedang bekerja di depan komputer otak kita akan terdistraksi, sehingga sinyal kenyang itu tidak tersampaikan optimal di otak dan kita akan makan lebih banyak dari biasanya. Usahakan pikiran fokus untuk menikmati makanan anda, karena hal itu akan mempercepat sinyal kenyang sampai ke otak.
    • Nikmati suapan pertama anda, sensor rasa pada lidah kita akan sangat sensitif ketika pada saat pertama kali kita makan. Apabila pada suapan pertama anda makan dengan perlahan dan benar-benar menikmatinya, saat suapan-suapan selanjutnya sudah tidak akan senikmat yang pertama, ini akan membantu anda saat akan berhenti makan.
    • Tampilan makanan, saat menggunakan piring sajian lebih kecil, dan mengatur agar kondisi piring tetap tertata, secara psikologis akan membuat kita menjadi lebih cepat kenyang
    • Pemilihan jenis makanan, Hindari makanan bervolume kecil dengan kalori yang besar seperti coklat, milkshake, mentega. Hal ini karena seringkali makanan ringan seperti coklat yang kita konsumsi berulang kali kalorinya dapat lebih besar dari makan berat kita.

    Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Membakar Kalori Makan Siang

    Demikian informasi mengenai bagaimana cara mencegah overeating saat berlibur, semoga dapat bermanfaat untuk Sobat. Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Magee E. How to Stop Overeating [Internet]. WebMD. 2007 [cited 19 February 2019]. Available from: webmd.com/diet/obesity/features/overcoming-overeating#1
    2. Zelman K. Getting Over Overeating [Internet]. WebMD. 2005 [cited 19 February 2019]. Available from: webmd.com/diet/obesity/features/getting-over-overeating#2
    3. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    4. Hamdy O. Obesity: Practice Essentials, Background, Pathophysiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 1990 [cited 19 February 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/123702-overview
    5. Meule A. The Psychology of Overeating: Food and the Culture of Consumerism. Food, Culture & Society. 2016;19(4):735-736.
    Read More
  • Libur panjang merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Momen yang paling pas untuk melepaskan penat dan stres setelah sekian lama bekerja. Sehingga, saat kita berlibur harus dalam keadaan yang sehat dan prima bukan? Berikut kita akan membahas penyakit yang sering timbul saat ataupun setelah berlibur. Apa saja penyakitnya dan bagaimana cara kita mengantisipasinya? […]

    Libur Panjang, Hati-hati Penyakit Mengintai

    Libur panjang merupakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Momen yang paling pas untuk melepaskan penat dan stres setelah sekian lama bekerja. Sehingga, saat kita berlibur harus dalam keadaan yang sehat dan prima bukan? Berikut kita akan membahas penyakit yang sering timbul saat ataupun setelah berlibur. Apa saja penyakitnya dan bagaimana cara kita mengantisipasinya?

    Penyakit yang sering timbul pada saat berlibur biasanya adalah penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan, karena saat berlibur berburu kuliner merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan. Tiga penyakit tersering yang biasa muncul saat berlibur adalah keracunan makanan, gastroenteritis akut, dan tifoid.

    KERACUNAN MAKANAN

    Keracunan makanan didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dengan bakteri, parasit, virus, maupun zat kimia. Gejala dari keracunan makanan dapat sangat bervariasi, tergantung dari derajat penyakit dan tingkat keparahannya.

    • Nyeri perut, gejala ini merupakan efek dari peradangan saluran pencernaan.
    • Muntah, termasuk gejala yang sering ditemukan terutama dari penyebab infeksi bakteri dan virus.
    • Diare, biasanya gejala ini kurang dari 2 minggu.
    • Nyeri kepala.
    • Demam, tergantung dari tingkat keparahan penyakit, apabila berat, kondisi keracunan makanan dapat menimbulkan demam.
    • Perubahan pada BAB, apabila terjadi kerusakan yang invasif pada saluran pencernaan, BAB bisa berdarah.

    Baca Juga: 7 Lokasi Snorkeling di Jakarta

    Keracunan makanan depat dicegah dengan  menjaga kebersihan diri dengan selalu mencuci tangan saat akan makan, makanlah masakan yang benar-benar matang, dan jagalah bekal Anda pada suhu yang sesuai agar tidak basi.

    Penanganan yang dapat segera dilakukan adalah memberikan cairan agar tidak mengalami kondisi dehidrasi, dan hindari produk-produk yang mengandung susu terutama apabila terdapat gejala diare karena dapat memperparah diarenya, dan segera bawa ke dokter.

     GASTROENTERITIS AKUT

    Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, penyebab yang paling sering pada penyakit ini adalah virus dan terkadang juga bakteri. Pada gastroenteris viral akut sering ditandai dengan demam ringan, muntah, diikuti diare cair dan bukan diare berdarah. Gastroenteritis viral akut umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, tapi kita tetap harus memerhatikan kadar cairan di tubuh, jangan sampai mengalami dehidrasi.

    Maka dari itu penanganan yang utama adalah cairan, pastikan minum harus cukup, usahakan konsumsi cairan yang isotonik untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang terbuang saat muntah dan diare. Pencegahan paling penting adalah melakukan vaksinasi rotavirus sebelum berlibur, karena virus yang umumnya menyebabkan penyakit ini adalah rotavirus.

    Baca Juga: 5 Persiapan Sebelum HoneyMoon

    DEMAM TIFOID

    Demam tifoid masih merupakan penyakit endemis di Indonesia. Penyebab dari penyakit ini adalah kuman Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi yang masuk ke dalam tubuh manusia, terjadi melalui makanan yang terkontaminasi kuman. Gejala yang timbul dapat sangat bervariasi dari ringan sampai berat. Biasanya jarak antara kuman masuk ke tubuh sampai timbul gejala cukup panjang sekitar 10-14 hari.  Pada minggu pertama gejala yang sering muncul demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, anoreksia, mual, muntah, sulit BAB, ataupun diare.

    Pada minggu ke dua gejala menjadi semakin jelas, umumnya gejala yang sangat dominan adalah demam, lidah yang kotor di tengah umumnya lidah berwarna putih. Apabila sobat melihat gejala seperti ini pada keluarga atau kerabat saat atau sesudah berlibur segeralah bawa ke dokter, karena butuh penanganan yang adekuat. Umumnya pasien demam tifoid akan membutuhkan istirahat yang cukup dan terapi pengobatan.

    Baca Juga: 5 Penyebab Tifus dan Pencegahannya

    Nah, Sobat itulah sekilas informasi mengenai penyakit yang sering muncul saat dan sesudah berlibur. Jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Sudoyo A, Djauzi S, Djoerban Z. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Jilid 3). 4th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2006.
    2. Gamarra R. Food Poisoning: Practice Essentials, Background, Pathophysiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2018 [cited 10 January 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/175569-overview
    3. Lin B. Viral Gastroenteritis: Background, Pathophysiology, Etiology [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2018 [cited 10 January 2019]. Available from: emedicine.medscape.com/article/176515-overview
    Read More
  • Siapa bilang hidup sehat itu mahal. Menjalankan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat itu tidak selalu mahal. Banyak sekali makanan yang harganya terjangkau, tapi kandungan gizi nya sangat baik. Banyak pula olahraga yang tidak perlu mengocek dompet tapi tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan kita. Itulah mengapa sehat itu tidak harus mahal. Bila kita […]

    Mau Hidup Sehat ? Nggak Pakai Mahal

    Siapa bilang hidup sehat itu mahal. Menjalankan hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang sehat itu tidak selalu mahal. Banyak sekali makanan yang harganya terjangkau, tapi kandungan gizi nya sangat baik. Banyak pula olahraga yang tidak perlu mengocek dompet tapi tetap memberikan manfaat besar bagi kesehatan kita. Itulah mengapa sehat itu tidak harus mahal.

    Bila kita ingin menjalani hidup sehat, tidak perlu membeli makanan yang sudah jadi yang memang cukup menguras kantong. Kita dapat memasak sendiri makanan sehat tersebut, sehingga tidak perlu mengocek dompet terlalu dalam . Begitu pula dengan olahraga, banyak sekali olahraga yang tanpa dipungut biaya tapi  tetap dapat memberikan kesehatan bagi tubuh kita.

    Berikut beberapa tips hidup sehat nggak pakai mahal :

    Olahraga secara rutin

    Banyak sekali dari kita yang melewatkan waktu olahraga setiap hari lantaran sibuk atau beranggapan bahwa olahraga mahal. Siapa pula yang mengatakan kalau olahraga itu mahal ? Kita dapat berolahraga di sekitar lingkungan yang dapat dilakukan tanpa perlu mengeluarkan isi dompet, seperti jogging atau senam dan yoga sendiri di rumah. Olahraga menjadi mahal sebenarnya adalah gengsi dan juga ikut ikutan yang sedang hits saat ini.

    Olahraga secara rutin dapat membuat peredaran darah dalam tubuh kita mengalir dengan lancar, sehingga mampu menurunkan resiko terhadap berbagai penyakit yang disebabkan oleh penyumbatan darah, seperti, stroke dan juga jantung. Selain itu,  olahraga dapat merangsang diproduksi  hormon endorfin atau yang biasa dikenal dengan hormon bahagia karena hormon ini dapat menimbulkan rasa bahagia pada diri kita, sehingga risiko stres  dapat menurun. Mulai sekarang, ayo sempatkan diri untuk berolahraga minimal 15 menit setiap hari nya. Hidup sehat itu dimulai dari diri kita!

    Makan sehat dan gizi seimbang

    makanan sehat puasa

    Tidak dapat dipungkiri bahwa makanan merupakan salah satu faktor utama penentu kesehatan tubuh kita. Dampak dari makanan yang kita konsumsi akan langsung berefek pada organ – organ tubuh lainnya. Oleh karena itu, pilihlah makanan yang sehat dan juga memiliki kandungan kaya akan gizi di dalam nya. Pilihlah makanan yang bisa dimasak atau diolah sendiri sehingga kita dapat menjamin kualitas serta cara pengolahannya dan terbebas dari bahan pengawet berbahaya,. Selain itu juga lebih murah meriah  dengan memasak makanan yang kita konsumsi sendiri.

    Jangan lupa pula untuk mengonsumsi banyak sayur setiap hari, serta buah disamping lauk pauk. Kurangi jajan di luar karena kita tidak dapat mengetahui kualitas serta cara pengolahannya. Mari mulai sekarang biasakan memasak makanan yang kita konsumsi sendiri, agar tubuh sehat dan bahagia!

    Berpuasa

    Tahukah Anda bahwa dengan berpuasa minimal puasa senin kamis secara rutin dapat membuat tubuh lebih sehat. Menurut penelitian oleh ahli kesehatan, rutin berpuasa mampu menyehatkan pencernaan, mengurangi risiko terhadap penyakit jantung dan diabetes, mencegah stres, mencegah hipertensi atau darah tinggi, dan sejumlah manfaat yang lainnya.

    Istirahat yang cukup

    Aktifitas dan istirahat yang kita lakukan harus  seimbang.  Hal ini karena jika tubuh terlalu lelah dan  tidak mendapatkan istirahat yang cukup akibatnya akan berdampak pada kerusakan organ – organ tertentu. Namun, jika tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup, maka tubuh pun akan lebih sehat dan bugar. Oleh karena itu, biasakan untuk tidur dan juga banging sesuai dengan waktu nya, tidur tidak terlalu malam dan bangun tidak terlalu siang.

    Kelola stress

    Kementrian kesehatan mengeluarkan program CERDIK, yang salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan mengelola stres dengan baik. Saat stress, tubuh akan mengeluarkan hormone kortisol yang berlebihan yang mampu merusak organ – organ tubuh. Oleh karena itu, cobalah untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Pencipta dan melakukan aktifitas yang disukai dan juga olahraga untuk menghindari atau mengelola stres.

    Bagaimana untuk melakukan hidup sehat tidak harus mahal bukan? Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Di zaman millennial seperti sekarang ini banyak sekali tentunya makanan yang sangat hits dan instagramable yang membuat para kaum millennial menyukai sekali dunia kulineran. Namun tahukah Anda? Kalau ternyata semua makanan yang dijual tidak semuanya sehat dan layak dikonsumsi. Kita harus dapat memilah dan memilih mana makanan yang baik dikonsumsi untuk tubuh kita dan mana […]

    Hindari 7 Makanan Pemicu Kolesterol

    Di zaman millennial seperti sekarang ini banyak sekali tentunya makanan yang sangat hits dan instagramable yang membuat para kaum millennial menyukai sekali dunia kulineran. Namun tahukah Anda? Kalau ternyata semua makanan yang dijual tidak semuanya sehat dan layak dikonsumsi. Kita harus dapat memilah dan memilih mana makanan yang baik dikonsumsi untuk tubuh kita dan mana yang tidak baik dan tidak layak dikonsumsi oleh tubuh kita. Akibat nya jika kita tidak pandai dalam memilih makanan tersebut akan berdampak pada suatu kondisi yang disebut kolesterol tinggi yang banyak terjadi pada kaum muda pada zaman sekarang ini.

    Pada dasarnya kolesterol merupakan suatu lipid atau lemak yang berperan penting dalam tubuh kita. Kolesterol memiliki fungsi penting bagi tubuh seperti untuk memproduksi sejumlah hormon, vitamin D, empedu untuk memproses makanan, serta memproduksi berbagai zat yang membantu dalam proses pencernaan.Namun tentunya dalam kadar normal. Sebaliknya jika terlalu berlebihan kadar kolesterol dalam tubuh kita, maka akan berdampak pada kolesterol tinggi yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit stroke bahkan jantung. Oleh karena itu, betapa pentingnya bagi kita untuk memperhatikan konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tersebut agar tidak berlebihan.

    Berikut di bawah ini beberapa makanan pemicu kolesterol yang penting untuk diperhatikan dalam mengonsumsi nya :

    1. Junk food atau makanan cepat saji

    Telah kita ketahui, bahwa makanan junk food atau cepat saji seperti burger dan sejenisnya merupakan makanan dengan kandungan gizi rendah dan memiliki kandungan kolesterol serta lemak jahat yang cukup tinggi. Oleh karena itu, ada baiknya bagi kita untuk mengurangi atau bahkan menghindari konsumsi junk food tersebut sebisa mungkin. Namun, jika ingin tetap mengonsumsi nya, ada baik nya untuk mengonsumsi nya dalam porsi kecil. Maka tidak dapat dipungkiri jika makanan junk food ini merupakan makanan penyumbang kolesterol yang cukup tinggi.

    Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

    1. Es krim

    Tahukah kalian? Bahwa semangkuk es krim ternyata mengandung kolesterol yang lebih tinggi dari makanan junk food lainnya. Oleh karena itu, ada baiknya mulai sekarang untuk mencoba mengganti menu es krim kita dengan yogurt dan juga buah – buahan, yang memiliki kandungan yang lebih sehat dan yang tak kalah nikmat tentunya.

    1. Kuning telur

    Kuning telur ini tentu sudah tidak asing lagi, sebagai salah satu makanan yang terkenal dengan kandungan kolesterol nya yang tinggi. 1 butir kuning telur saja mengandung kurang lebih sebanyak 186 mg kolesterol. Hal tersebut tentunya penting bagi kita untuk memperhatikan dalam mengonsumsi nya agar tidak berlebihan.

    1. Daging merah

    source: healthfreedoms

    Daging merah kaya akan kandungan protein dan juga zat besi nya yang sangat baik dikonsumsi bagi para penderita anemia. Namun, pada daging merah ini telah terbukti memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi. Tidak hanya kolesterol, lemak jenuh pada daging merah ini pun tergolong lebih tinggi jika dibandingkan dengan daging putih.Oleh karena itu, banyak para ahli dan peneliti kesehatan menyarankan untuk mengurangi konsumsi daging merah dan menggantinya dengan jenis daging putih seperti pada ikan – ikanan dan juga ayam yang juga mengandung protein yang cukup tinggi serta memiliki kandungan asam lemak tak jenuh dan omega 3 yang cukup tinggi pula.

    1. Jeroan

    Jeroan memiliki kandungan kolesterol yang lebih tinggi dari daging merah. Oleh karena itu, saat mengonsumsi daging merah ada baik nya pilihlah daging yang bebas lemak dan jeroan, seperti pada bagian tenderloin.

    1. Hati

    Hati merupakan tempat dimana dibuat kolesterol dalam tubuh serta penyimpanan nya.Tidak heran jika kandungan kolesterol dalam hati yang cukup tinggi.

    Baca Juga: Hati – Hati Obesitas Pada Anak

    1. Mentega

    Tentunya akan terasa lebih lezat lagi jika makanan yang kita konsumsi seperti ayam atau roti diberi margarin sebelum digoreng atau dipanggang. Namun tahukah Anda? Kalau mentega termasuk pada makanan yang mengandung kolesterol cukup tinggi? Sebab itulah disarankan untuk menggantinya dengan margarin yang mengandung lemak tak jenuh dan kandungan kolesterol lebih rendah.

    Itulah tadi 7 makanan pemicu kolesterol tinggi yang dianjurkan untuk dihindari, disamping itu perlu pula untuk diperhatikan dalam pengolahan makanannya. Karena makanan yang diolah dengan cara digoreng, lebih tinggi kandungan kolesterol nya. Oleh karena itu, dalam pengolahan makanan lebih disarankan untuk mengolahnya dengan cara dikukus atau dipanggang. Selamat memulai hidup sehat dan jauh dari kolesterol tinggi!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Saat memasuki masa kehamilan tentunya banyak sekali perubahan yang terjadi pada organ – organ yang ada pada ibu hamil, seperti rahim yang semakin membesar, sehingga kadang membuat timbulnya keluhan seperti sakit pinggang, sering buang air kecil, sakit punggung dan sebagainya. Selain itu hal tersebut juga membuat  sistem pencernaan sering terganggu karena adanya perubahan hormon pada […]

    10 Sayur dan Buah Atasi Sembelit Pada Bumil

    Saat memasuki masa kehamilan tentunya banyak sekali perubahan yang terjadi pada organ – organ yang ada pada ibu hamil, seperti rahim yang semakin membesar, sehingga kadang membuat timbulnya keluhan seperti sakit pinggang, sering buang air kecil, sakit punggung dan sebagainya. Selain itu hal tersebut juga membuat  sistem pencernaan sering terganggu karena adanya perubahan hormon pada saat kehamilan yang membuat perut menjadi kembung, rasa nyeri atau panas pada bagian ulu hati, hingga kesulitan untuk buang air besar atau biasa disebut sembelit.

    Sembelit pada ibu hamil ini tentunya perlu untuk diatasi, karena jika tidak akan berdampak kurang baik juga bagi kesehatan ibu dan janin. Sebelum kita bahas mengenai cara mengatasi sembelit pada ibu hamil, terlebih dahulu perlu kita ketahui apa saja penyebab sembelit pada ibu hamil :

    • Meningkatnya hormone progesteron

    Peningkatan hormone progesteron pada saat hamil menjadi salah satu penyebab utama ibu hamil mengalami konstipasi atau sembelit. Pasalnya, hormon ini memberikan efek relaksasi pada usus halus sehingga menyebabkan pergerakannya menjadi lambat dan pada akhirnya menyebabkan sulit buang air besar.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksin Ibu Hamil

    • Tekanan pada rectum

    Seiring perkembangan janin, membuat adanya penekanan pada bagian usus sehingga jalannya feses menjadi sedikit terhambat dan menyebabkan kesulitan untuk buang air besar.

    • Kurang mengonsumsi serat

    Tidak hanya dibutuhkan bagi ibu hamil, serat juga sangat penting bagi kita semua untuk melancarkan proses pencernaan. Pada ibu hamil yang kurang dalam mengonsumsi serat, dapat mengakibatkan terganggunya  proses pencernaan sehingga menyebabkan sembelit.

    • Kurang minum

    Bagi ibu hamil yang kurang dalam konsumsi cairan atau kurang minum air putih, dapat menyebabkan feses menjadi keras dan pada akhirnya akan sulit untuk dikeluarkan.

    Itulah beberapa penyebab ibu hamil mengalami sembelit, dan biasanya untuk mengatasi sembelit pada ibu hamil, dapat dengan cara mengkonsumsi buah dan juga sayuran yang tinggi kandungan serat nya.

    Berikut 10 buah dan sayuran yang dapat atasi sembelit pada ibu hamil :

    1. Pepaya

    Buah papaya merupakan buah yang sudah sangat terkenal akan khasiatnya yang sangat ampuh mengatasi sembelit. Kandungan vitamin C dan juga serat pada buah papaya cukup tinggi, sehingga sangat membantu dalam melancarkan pencernaan dan mengatasi sembelit. Selain itu, pada papaya juga mengandung enzim papain yang mampu melunakkan feses yang keras sehingga feses menjadi lebih mudah untuk dikeluarkan. Cobalah untuk rutin mengonsumsi buah ini setiap pagi nya atau sebagai pengganti cemilan Anda.

    Baca Juga: 6 Panduan Gizi Untuk Ibu Hamil

    1. Stroberi

    Stroberi yang kaya akan kandungan vitamin C nya terkenal ampuh dalam mengatasi masalah kesulitan buang air besar. Pasalnya, vitamin C ini memiliki fungsi melancarkan pencernaan. Anda bisa menambahkan stroberi pada menu smoothies Anda.

    1. Kurma

    Buah yang satu ini sudah tidak asing lagi akan gizi nya yang tinggi di dalam nya. Kandungan serat serta vitamin C nya yang tinggi, sangat ampuh dalam mengatasi masalah sulit buang air besar.

    1. Kismis

    Kismis terkenal cukup ampuh sebagai pencahar alami untuk membantu masalah sulit buang air besar. Sehingga tidak perlu lagi mengkonsumsi obat pencahar, karena kismis dapat berperan sebagai pencahar alami yang cukup ampuh.

    1. Semangka

    Siapa yang tidak suka buah semangka? Buah dengan rasa yang nikmat dan juga segar ini memang sudah dipercaya dapat membersihkan isi perut. Kandungan air nya yang cukup tinggi serta serat nya, sangat ampuh dalam membersihkan usus dari kotoran atau feses yang perlu dibuang.

    1. Apel

    Apel  merupakan  buah yang tinggi akan kandungan seratnya. Sehingga sangat baik dalam membantu melancarkan pencernaan.

    1. Bayam

    sayur bayam

    Sayur bayam tidak hanya kaya akan gizi nya, tapi ia juga ampuh mengatasi masalah sembelit atau sulit buang air besar karena kandungan serat di dalam nya yang cukup tinggi. Rutinlah untuk mengonsumsinya pada waktu makan malam atau siang Anda.

    1. Wortel

    Wortel kaya akan kandungan beta karoten dan juga serat, yang sangat membantu dalam melancarkan pencernaan dan mengatasi kesulitan buang air besar.

    Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Waspada Hipertensi Saat Hamil

    1. Mentimun

    Salah satu sayuran yang dapat membantu mengatasi masalah kesulitan buang air besar yaitu mentimun. Mentimun memiliki kandungan vitamin C dan juga serat serta air yang cukup tinggi, sehingga sangat membantu ibu hamil yang memiliki masalah sulit buang air besar.

    1. Brokoli

    Sayuran satu ini tidak usah diragukan lagi akan khasiat dan kandungan gizi nya. Salah satu khasiat dari brokoli adalah dapat melancarkan pencernaan, sehingga pencernaan lancar dan bebas sembelit.

    Itulah 10 buah dan sayuran yang dapat membantu mengatasi sembelit pada ibu hamil. Selain itu, cobalah untuk selalu aktif bergerak dan juga rutin berolahraga serta mencukupi kebutuhan cairan harian. Selamat mencoba!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi: Kelahiran Prematur Kelahiran prematur adalah kelahiran yang […]

    Penyakit Neonatal yang Sering Terjadi pada Bayi

    Tahukah Sobat, bayi dilahirkan ke dunia sesuai dengan masa kehamilan yang normalnya 38-42 minggu. Namun, pada beberapa kondisi, bayi dapat dilahirkan lebih awal. Nah, tentunya bayi yang dilahirkan lebih awal memiliki risiko tinggi terhadap beberapa kelainan.  Berikut adalah  beberapa kelainan pada bayi yang baru lahir yang sering terjadi:

    Kelahiran Prematur

    Kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan tanggal lahir bayi, sebelum minggu ke 37 kehamilan. Bayi prematur, terutama bayi yang sangat dini, seringkali memiliki masalah medis yang rumit. Biasanya dapat terjadi komplikasi prematur yang bervariasi.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Semakin dini bayi Sobat lahir, maka semakin tinggi risiko komplikasi. Berikut beberapa tanda bayi yang terlahir prematur:

    • Ukuran kecil, dengan besar kepala yang tidak proporsional.
    • Rambut halus (lanugo) tampak menutupi sebagian besar tubuh
    • Suhu tubuh rendah, terutama segera setelah lahiran karena kurangnya lemak tubuh yang disimpan
    • Gangguan pernafasan
    • Kurangnya refleks menghisap dan menelan, menyebabkan kesulitan makanan

    Meskipun penyebab pasti kelahiran prematur masih belum diketahui, tapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu wanita, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi, untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.

    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Sobat lakukan untuk mencegah bayi lahir prematur :

    • Suplemen progesteron. Wanita yang memiliki riwayat kelahiran prematur, leher rahim pendek atau kedua faktor ini mungkin dapat mengurangi risiko kelahiran prematur dengan mengonsumsi suplemen progesteron.
    • Jahitan serviks. Ini merupakan prosedur bedah yang dilakukan selama kehamilan pada wanita dengan serviks pendek, atau riwayat pemendekan serviks yang mengakibatkan kelahiran prematur. Selama prosedur ini, serviks akan ditutup dengan jahitan kuat yang dapat memberikan dukungan ekstra pada rahim. Jahitan dilepas ketika tiba waktunya untuk melahirkan bayi.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan yang Paling Ditanyakan Seputar Vaksin Bayi

    Sepsis neonatal

    Sepsis neonatal adalah infeksi pada darah yang terjadi pada bayi berusia kurang dari 90 hari. Onset dini dapat terlihat pada awal minggu pertama kehidupan. Penyebab dari sepsis neonatal adalah bakteri seperti Escherichia coli (E coli), Listeria dan beberapa jenis Streptococcus. Virus Herpes simpleks juga dapat menyebabkan infeksi parah pada bayi yang baru lahir. Gejala yang dapat terjadi pada bayi seperti:

    • Perubahan suhu tubuh
    • Masalah pernafasan
    • Diare atau penurunan bising usus
    • Kadar gula darah rendah
    • Bayi kurang aktif
    • Tidak mau menyusui
    • Kejang
    • Denyut nadi yang cepat ataupun lambat.
    • Muntah
    • Kuning pada kulit dan bagian putih dari mata (jaundice)

    Pengobatan pada bayi berusia di bawah 4 minggu yang mengalami demam atau tanda infeksi lainnya dapat melalui pemberian antibiotik intravena. Bayi baru lahir dari ibu dengan faktor risiko tinggi juga dapat diberikan antibiotik, meskipun bayi tersebut belum memiliki tanda–tanda gejala. Bayi akan mendapatkan antibiotik hingga 3 minggu jika bakteri ditemukan dalam darah atau pada cairan tulang belakang. Obat antivirus atau biasa dikenal dengan ARV dapat digunakan untuk dugaan infeksi yang disebabkan oleh HSV.

    Sindrom gangguan pernafasan neonatal

    Penyakit neonatal ini sering terjadi pada bayi dengan usia kehamilan yang belum mencapai usia 40 minggu, sehingga perkembangan organ belum berkembang sepenuhnya dan mengakibatkan bayi tidak bisa bernafas secara normal. Bayi biasanya menunjukkan gejala gangguan pernapasan segera setelah lahir, terkadang terkadang dapat juga terjadi dalam 24 jam pertama setelahnya. Gejala–gejala yang dapat terlihat adalah warna kebiruan pada kulit, pernafasan yang cepat dan dangkal, volume urin kurang, dan berdengus saat bernapas.

    Jika dokter mencurigai bayi terkena gangguan pernafasan, maka akan dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Pemeriksaan foto X-ray dada juga dapat digunakan untuk memeriksa paru–paru. Pengobatan yang diberikan pada bayi adalah dengan segera dirawat di NICU, untuk diberikan bantuan pernapasan melalui alat, pemberian surfaktan untuk membantu perkembangan paru yang belum sempurna, dan monitor tanda–tanda vital bayi untuk melihat perkembangan penyakit.

    Baca Juga: 10 Makanan Ibu Menyusui

    Itulah beberapa penyakit neonatal lainnya yang dapat terjadi pada bayi Bunda. Jika Bunda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai jenis–jenis penyakit lainnya, Bunda dapat berkonsultasi dengan dokter terdekat.

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Premature Birth – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-birth/symptoms-causes/syc-20376730 , diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Premature Labor – https://www.webmd.com/baby/guide/premature-labor#1, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Neonatal sepsis – https://medlineplus.gov/ency/article/007303.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Neonatal Sepsis (Sepsis Neonatorum) – https://www.msdmanuals.com/professional/pediatrics/infections-in-neonates/neonatal-sepsis , diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal Respiratory Distress Syndrome – https://www.healthline.com/health/neonatal-respiratory-distress-syndrome#prevention , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
  • Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum […]

    Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    Neonatal jaundice atau yang biasa dikenal sebagai penyakit kuning pada bayi adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Neonatal jaundice terjadi akibat darah bayi yang mengandung zat bilirubin berlebihan yang merupakan pigmen kuning pada sel darah merah. Penyakit kuning pada bayi merupakan kondisi umum, terutama pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan pada beberapa bayi yang diberikan susu formula. Penyakit ini biasanya terjadi karena hati bayi tidak cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah.

    Sebagian besar bayi yang lahir antara usia 35 minggu dan cukup bulan biasanya tidak memerlukan perawatan untuk neonatal jaundice. Namun, jika kadar bilirubin dalam darah bayi dibiarkan terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak, terutama dengan adanya faktor risiko tertentu untuk neonatal jaundice yang parah. Gejala pada penyakit kuning ini dapat dilihat pada kulit dan bagian putih mata yang menguning dan biasanya muncul antara hari kedua dan keempat setelah lahir.

    Baca Juga: 10 Tips Memberikan Makanan Untuk Bayi 6 Bulan

    Jika Sobat ingin memeriksa apakah anak terkena penyakit kuning, maka dapat diperiksa dengan cara menekan dahi atau hidung bayi. Jika kulit terlihat kuning di tempat Sobat menekan, maka kemungkinan bayi memiliki penyakit kuning ringan. Jika bayi tidak memiliki penyakit kuning maka warna kulit seharusnya terlihat sedikit lebih terang dari warna kulit saat ditekan. Periksalah bayi dalam kondisi pencahayan yang baik, terutama di siang hari.

    Sebagian besar rumah sakit memiliki kebijakan untuk memeriksakan kadar bilirubin bayi untuk memeriksa apakah bayi Sobat mengalami neonatal jaundice sebelum dipulangkan dari rumah sakit. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi yang baru lahir diperiksa penyakit kuning selama pemeriksaan medis rutin dan setidaknya setiap 8 hingga 12 jam saat berada di rumah sakit. Jika bayi pulang lebih awal dari 72 jam setelah lahir, buatlah perjanjian dengan dokter untuk mencari tahu lebih tentang penyakit kuning dalam waktu dua hari setelah dipulangkan.

    Faktor risiko terutama untuk neonatal jaundice yang parah dan dapat menyebabkan komplikasi adalah :

    • Lahir prematur. Seorang bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memproses bilirubin secepat bayi cukup bulan. Bayi prematur juga menyusu dan buang air besar lebih sedikit, sehingga lebih sedikit bilirubin yang dibuang lewat tinja.
    • Memar tubuh yang signifikan. Bayi baru lahir yang memiliki memar yang banyak di tubuh memiliki kadar bilirubin yang lebih banyak diakibatkan kerusakan dari sel darah merah.
    • Golongan darah. Jika golongan darah ibu berbeda dari golongan darah bayinya, maka bayi tersebut mungkin menerima antibodi melalui plasenta yang dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah yang cepat dan tidak normal.
    • Minum susu formula, bukan ASI. Pada bayi yang diberikan susu formula, terutama pada bayi yang mengalami kesulitan menyusui atau mendapatkan cukup nutrisi berisiko lebih tinggi terkena neonatal jaundice. Namun, pemberian susu formula tetap dianjurkan degan pertimbangan bayi harus tetap mendapatkan nutrisi dan cukup terhidrasi.

    Baca Juga: 10 Bahaya Hepatitis B Pada Bayi

    Komplikasi yang dapat terjadi bila neonatal jaundice dibiarkan dapat berakibat serius, seperti terjadinya ensefalopati akut atau kerusakan pada otak. Bilirubin bersifat racun bagi sel – sel otak. Jika kadar bilirubin bayi terlalu tinggi, maka terdapat resiko bilirubin dapat masuk ke dalam otak, yang disebut enseflopati bilirubin akut. Perawatan yang cepat dapat mencegah kerusakan permanen yang signifikan.

    Tanda -tanda dari ensefalotapi akut pada bayi seperti lesu dan sulit dibangunkan. Tangisan bernada tinggi, susah menyusui, demam, dan kern ikterus. Kern ikterus adalah sindrom yang terjadi jika ensefalopati menyebabkan kerusakan pada otak. Gejala yang muncul berupa gerakan yang tidak terkendali, pandangan melirik terus ke atas, gangguan pendengaran, perkembangan enamel gigi yang tidak baik.

    Penanganan yang diberikan di rumah sakit berupa fototerapi. Perawatan ini menggunakan cahaya putih neon, yaitu cahaya biru dengan panjang gelombang 425 hingga 475 nm. Fungsi dari fototerapi ini adalah untuk membuat bilirubin di dalam tubuh bayi lebih mudah larut dalam air sehingga dapat dikeluarkan dengan cepat oleh hati dan ginjal. Lama dari terapi ini bergantung pada nilai kadar bilirubin bayi, sehingga dokter akan memeriksakan kadar tersebut tiap hari, hingga kadar bilirubin telah turun dalam batas normal.

    Cara mencegah neonatal jaundice adalah pemberian makanan yang memadai. Bayi perlu diberikan ASI 8 hingga 12 kali per hari selama beberapa hari pertama kehidupannya. Kemudian, jangan lupa menjemur bayi pada sinar matahari pagi karena dapat membantu menurunkan kadar bilirubin dan tetap konsultasikan masalah ini dengan dokter Anda, ya Bunda.

    Baca Juga: Suntik BCG Pada Bayi Amankah?

    Setelah mengerti gejala dan bahaya dari neonatal jaundice jika kondisi ini dibiarkan, maka penting untuk Bunda memeriksakan kesehatan bayi terutama jika tanda–tanda tersebut mulai muncul. Semoga membantu

    Nah, jika Anda membutuhkan produk kesehatan maupun informasi kesehatan penting lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasinya di google play atau app store. Atau hubungi (Maya) Asisten Kesehatan ProSehat, Telp/SMS/WhatsApp : 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Infant Jaundice – mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865, diakses pada tanggal 10-1-2019
    2. Hyperbilirubinemia in the Term Newborn – aafp.org/afp/2002/0215/p599.html, diakses pada tanggal 10-1-2019
    3. Hyperbilirubinemia in Neonates : Types, Causes, Clinical Examinations, Preventive Measures and Treatment: A Narrative Review Article – ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4935699/, diakses pada tanggal 10-1-2019
    4. Newborn jaundice – medlineplus.gov/ency/article/001559.htm, diakses pada tanggal 10-1-2019
    5. Neonatal hyperbilirubinemia – msdmanuals.com/professional/pediatrics/metabolic,-electrolyte,-and-toxic-disorders-in-neonates/neonatal-hyperbilirubinemia , diakses pada tanggal 10-1-2019
    Read More
WhatsApp Asisten Maya saja