Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: Zueldi

Zueldi

About Zueldi

Showing 91–100 of 575 results

  • Rambut adalah penunjang penampilan, oleh karena itu, biasa disebut sebagai mahkota bagi para wanita. Namun, ternyata tidak hanya bagi wanita, para pria pun sangat memperhatikan penampilan dan kesehatan rambutnya. Terbukti, rambut ini memang sangat berpengaruh sekali pada penampilan. Jika rambut Anda kusut, kusam dan tidak terawat, tentunya dapat membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Apalagi […]

    8 Cara Mencegah Uban Tumbuh di Usia 30an

    Rambut adalah penunjang penampilan, oleh karena itu, biasa disebut sebagai mahkota bagi para wanita. Namun, ternyata tidak hanya bagi wanita, para pria pun sangat memperhatikan penampilan dan kesehatan rambutnya. Terbukti, rambut ini memang sangat berpengaruh sekali pada penampilan. Jika rambut Anda kusut, kusam dan tidak terawat, tentunya dapat membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Apalagi jika masalah rambut yang timbul adalah uban dan usia Anda masih tergolong muda, tentu sangat mengganggu penampilan Anda bukan? Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti, ras, nutrisi, dan lingkungan tempat tinggal. Berikut ini beberapa cara mencegah uban tumbuh di usia Anda yang masih tergolong muda :

    Produk Terkait: Nutrisi

    Cobalah untuk memenuhi nutrisi rambut Anda

    Memenuhi nutrisi rambut ternyata sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya uban. Rambut yang tidak ternutrisi dengan baik akan menjadi penyebab tumbuhnya uban di usia Anda yang masih tergolong muda. Oleh karena itu, menurut para ahli, penting bagi Anda yang tidak ingin tumbuh uban di usia muda,  untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B9, vitamin B12, tembaga, dan zink. Hal ini karena dengan nutrisi tersebut rambut akan ternutrisi dengan baik dan mencegah uban yang tumbuh di usia 30 tahunan. Makanan yang mengandung vitamin dan nutrisi tersebut antara lain, ikan, telur, daging sapi, bayam, sawi hijau, asparagus, kacang mede, hazelnut dan kerang serta tiram. Mulailah untuk mengonsumsi makanan tersebut untuk mencegah dari tumbuhnya uban.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    Mencukupi kebutuhan cairan tubuh

    Mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga dapat membantu dalam pencegahan tumbuhnya uban di usia dini. Sebaliknya, minuman beralkohol dan berkafein, sebisa mungkin untuk dihindari karena memicu tumbuhnya uban pada rambut.  Yang paling baik adalah air putih dalam pemenuhan cairan pada tubuh. Oleh karena itu cukupilah kebutuhan air putih Anda.

    Kelola  stres

    Stres dapat menimbulkan banyak masalah pada kesehatan Anda, rambut Anda pun akan lebih cepat beruban jika Anda sering stres. Cobalah untuk mengelola stres Anda dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melakukan hobi atau kegiatan yang Anda sukai, dan juga berolahraga secara teratur seperti berenang atau yoga yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan stres Anda. Apapun yang Anda suka, ya!

    Hindari rokok

    Ketahuilah bahwa rokok  bukan hanya dapat merusak organ tubuh dan memberikan masalah pada kesehatan Anda, tetapi  juga dapat merusak penampilan Anda, dengan menumbuhkan uban pada rambut Anda lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Merokok jangka panjang dipercaya dapat menghilangkan pigmen pada rambut Anda. Oleh karena itu, jangan pernah coba-coba untuk mendekati rokok ya!

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    Istirahat yang cukup

    Bila  waktu istirahat Anda cukup, maka organ-organ dalam tubuh Anda pun akan bekerja secara maksimal, dan semua zat-zat yang dibutuhkan dalam pembentukan pigmen rambut. Sebaliknya, jika tubuh Anda tidak diistirahatkan dengan cukup, membuat organ-organ dalam tubuh Anda tidak dapat bekerja secara maksimal dan membuat zat-zat yang dibutuhkan dalam pembentukan pigmen pada rambut menjadi tidak diproduksi maksimal, sehingga menyebabkan rambut menjadi cepat berubah warna menjadi putih keabu-abuan atau beruban.

    Menghindari makanan tertentu

    diet karbohidrat

    Ada beberapa makanan yang dianggap dapat menjadi penyebab tumbuhnya uban pada rambut Anda di usia muda. Makanan tersebut diantaranya adalah, gorengan, makanan yang mempunyai rasa pedas dan makanan-makanan yang pedas karena makanan tersebut dapat mengurangi kadar kelembapan pada rambut Anda.

    Hindari mencabut uban

    Mencabut uban akan membuat rambut yang kita cabut tersebut, tercabut sampai akar-akarnya dan pada akhirnya akar tersebut akan rusak dan merusak saraf rambut, sehingga akan menghambat dan menimbulkan masalah pada produksi pigmen rambut.

    Baca Juga: 10 Hal Tentang Kanker Prostat yang Perlu Diketahui Pria

    Rutin mengecek kesehatan

    Ada beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan tumbuhnya uban pada rambut. Anda dapat mengecek nya pada dokter untuk mengetahui penyakit penyebab rambut beruban lebih cepat. Penyakit tersebut diantaranya adalah vitiligo, yaitu suatu kondisi dimana adanya gangguan autoimun yang menyebabkan sel-sel yang bertugas memproduksi pigmen pada rambut tidak dapat memproduksi lagi. Penyakit  ini hanya bisa ditangani oleh dokter spesialis. Selain vitiligo, kondisi penyakit lainnya yang menyebabkan uban tumbuh lebih cepat yaitu hipertiroid atau kelebihan hormon tiroid pada tubuh yang menyebabkan rambut menjadi rusak, kusam dan rentan beruban.

    Itulah tadi beberapa cara pencegahan tumbuhnya uban di usia 30 tahunan. Semoga bermanfaat! Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan rambut dan produk yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Persiapan yang dilakukan oleh ibu, tidak hanya pada saat hamil saja. Apalagi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tentunya selain baik untuk janin dalam rahim dan juga sangat baik untuk memperlancar proses persalinan nantinya. Makanan yang sehat dan bergizi seimbang ini juga sangat baik dikonsumsi untuk ibu selepas melahirkan untuk memperlancara serta memperbanyak keluarnya ASI. ASI begitu […]

    10 Cara Memperbanyak ASI Lewat Asupan Sehat dan Bergizi

    Persiapan yang dilakukan oleh ibu, tidak hanya pada saat hamil saja. Apalagi mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tentunya selain baik untuk janin dalam rahim dan juga sangat baik untuk memperlancar proses persalinan nantinya. Makanan yang sehat dan bergizi seimbang ini juga sangat baik dikonsumsi untuk ibu selepas melahirkan untuk memperlancara serta memperbanyak keluarnya ASI. ASI begitu penting untuk bayi kita nantinya hingga usia 6 bulan. Sehingga, sangat penting untuk melakukan berbagai cara yang telah dianjurkan oleh bidan atau dokter kandungan untuk memperlancar ASI.

    Berbagai cara untuk memperlancar ASI serta mendukung pada pemberian ASI ekslusif pada bayi diantara lain : melakukan pemijatan pada payudara, pastikan teknik menyusui sudah benar, teruslah menyusui, sering-sering memompa ASI, meciptakan suasana yang tenang dan nyaman bagi ibu, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Berikut beberapa daftar makanan yang dapat memperbanyak ASI :

    Kacang-kacangan

    Kacang-kacangan memiliki kandungan serat, zat besi, vitamin, mineral dan juga protein, yang sangat baik bagi ibu untuk memperlancar jalannya ASI. Berbagai jenis kacang-kacangan yang dapat Anda konsumsi yaitu, kacang almond, walnut, kacang merah dan berbagai jenis kacang lainnya.

    Baca Juga: Tips Memerah dan Menyimpan Asi

    Kurma

    Telah kita ketahui, bahwa kurma merupakan buah dengan kandungan gizi yang sangat baik. Bahkan kandungan kalsiumnya yang cukup tinggi yang terdapat pada kurma, mampu merangsang produksi hormon prolaktin, yaitu hormon yang bertugas untuk memproduksi ASI pada wanita. Selain itu, kandungan kalori yang terdapat pada kurma juga sangat baik bagi ibu yang sedang menyusui untuk memenuhi kebutuhan energy agar tidak lemas dan kehabisan tenaga.

    Gandum

    Gandum atau oat, yang biasa disajikan dalam menu sarapan, merupakan menu sarapan sehat yang sehat dan bergizi tinggi tentunya. Semangkuk oat pada saat sarapan, dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu, karena kandungan di dalamnya. Zat besi serta serat yang terkandung dalam gandum atau oat ini, sangat baik dalam menunjang produksi ASI pada ibu. Mulai sekarang, cobalah untuk mengonsumsi oat sebagai menu sarapan kita.

    Ikan salmon

    Siapa yang tidak tahu ikan salmon? Ikan yang satu ini selain memiliki rasa yang nikmat, kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya juga sangat tinggi, yang tentunya sangat baik bagi kesehatan. Ikan salmon ini merupakan sumber protein terbaik. Selain itu, salmon mengandung DHA dan juga kalsium yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ASI serta melancarkan proses pengeluaran ASI. Salmon juga mempunyai kandungan lemak yang sedikit, sehingga dapat dikonsumsi tanpa harus khawatir akan efek sampingnya dan sangat dianjurkan bagi para ibu menyusui.

    Baca Juga: 10 Persiapana Ibu ASI Ketika Naik Pesawat

    Blueberry

    Buah blueberry ini merupakan salah satu buah yang sangat dianjurkan bagi ibu menyusui. Bahkan ibu menyusui disarankan untuk mengonsumsi 2 porsi blueberry setiap harinya. Blueberry memiliki kandungan kalsium, kalium, mineral, vitamin A dan K, sehingga mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu menyusui dan membantu meningkatkan produksi ASI.

    Aprikot

    Aprikot adalah buah yang memiliki kandungan kasium, kalium, vitamin A dan C yang sangat baik untuk ibu yang sedang menyusui. Aprikot juga mengandung fitoesterogen yang sangat membantu produksi ASI pada ibu menyusui.   

    Alpukat

    Buah alpukat ini mengandung lemak sehat dan juga serat yang tinggi. Sehingga sangat baik untuk ibu yang sedang menyusui. Kandungan kalorinya juga mampu mengembalikan energi yang hilang saat menyusui. Sementara kandungan asam lemak omega 3, omega 6 dan omega 9 nya sangat membantu untuk para ibu menyusui agar dapat mengeluarkan ASI lebih banyak. Mau produksi ASI Anda banyak? Rutin konsumsi alpukat setiap harinya.

    Bayam

    Pada masa kehamilan, bayam sangat baik bagi ibu hamil agar terhindar dari penyakit anemia, memberikan nutrisi pada bayi, serta memenuhi kadar zat besi pada tubuh. Pada saat menyusui pun, bayam ternyata sangat baik bagi ibu menyusui. Pasalnya, kandungan kalsium, vitamin A dan vitamin C yang terdapat pada bayam, sangat membantu ibu dalam produksi ASI nya. Selain itu, kandungan fitoesterogen dalam bayam juga mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui.

    Brokoli

    Brokoli memang sudah tidak diragukan lagi akan kandungan gizinya yang sangat baik bagi ibu dan juga bayi. Kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung pada brokoli ini sangat banyak, sehingga sangat dianjurkan untuk dikonsumsi ibu yang sedang menyusui. Vitamin A, C, zat besi, kalsium dan mangan yang ada di dalamnya, dipercaya dapat memperlancar produksi ASI pada ibu menyusui. Tidak hanya itu, kandungan asam folat yang ada dalam brokoli ini juga berperan penting dalam perkembangan otak dan fisik bayi. Oleh karena itu, mulai sekarang rutinlah mengkonsumsi brokoli sebagai menu sayuran harian Anda.

    Baca Juga: Hubungan Antara Menyusui dan Kanker Payudara

    Daun katuk

    Kalau yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi manfaatnya untuk memperlancar produksi ASI. Hal ini pun dibenarkan oleh penelitian dari Balitbang kementrian kesehatan RI, yang menyatakan bahwa ibu menyusui yang mengonsumsi ekstrak daun katuk memiliki ASI yang lebih banyak dan produksi ASI yang lebih lancar dibandingkan yang tidak.

    Itulah tadi beberapa cara memperbanyak ASI lewat makanan sehat yang ada di sekitar Anda. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Contoh ilustrasi: Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau […]

    Ibu Introvert VS Ekstrovert, Apa Bedanya?

    Contoh ilustrasi:
    Karin (28 tahun,) sangat sulit diajak datang ke pesta, baik itu pesta di kantor maupun pesta ulang tahun temannya. Ia pasti akan bertanya dulu berapa orang yang diundang dan kira-kira acaranya apa. Teman-teman Karin pun sudah paham bahwa kalau ingin mengundang Karin  merayakan ulang tahun, lebih baik mengadakan acara makan-makan di restoran atau di rumah dengan hanya mengundang maksimal 3 orang sahabat dekatnya.

    Dessy (29 tahun), justru sebaliknya, ia paling sulit berada sendirian, ia merasa harus selalu bersama dengan orang lain. Kalau waktu libur, seperti akhir pekan, ia pasti sudah akan sibuk menghubungi teman-teman atau saudaranya untuk menghabiskan waktu bersama. Maka, Dessy suka kurang dapat memahami Karin yang tidak senang pesta. Bagi Dessy, pesta adalah tempat bertemu banyak orang baru yang bisa menambah kenalan sehingga Dessy sangat senang datang jika ada undangan pesta.

    Sahabat, konon manusia itu dalam bersikap bisa dikategorikan dalam dua tipe besar loh, yaitu introvert dan ekstrovert. Manusia seperti Karin, adalah contoh tipe manusia introvert. Pada tipe ini, karakteristiknya adalah orang-orang yang lebih senang mengekplorasi pemikiran dan perasaannya ke dalam diri. Sedangkan pada tipe ekstrovert, contohnya Dessy, dicirikan dengan orang-orang yang lebih senang mengekplorasi dunia di luar dirinya. Nah, konsep introvert dan ekstrovert ini pada awalnya dikenalkan oleh Carl Jung pada tahun 1921 (Feist, Feist & Roberts, 2013).

    Baca Juga: Bagaimana Cara Cegah Penularan HPV

    Konsep introvert dan esktrovert digambarkan oleh Jung seperti dalam permainan jungkat jungkit. Manusia tidak ada yang sepenuhnya introvert dan tidak ada yang sepenuhnya ektrovert. Jadi, Karin yang lebih senang menyendiri, tidak terlalu suka keramaian dikatakan lebih dominan dalam mengarahkan pikiran dan perilaku ke dalam dirinya sendiri sehingga cenderung introvert. Sebaliknya pada Dessy, yang lebih dominan mengarahkan energi, pikiran dan perilaku ke luar dirinya, bersama teman-temannya dikatakan cenderung ektrovert.

    Kepribadian yang sehat, menurut Jung sendiri adalah manusia yang cukup fleksibel, yang bisa menyeimbangkan keduanya (Schultz & Schultz, 2013). Pengaruh dari cara manusia mengeksplorasi diri dan pikirannya ini ke dalam diri atau keluar diri biasanya juga berpengaruh kepada perilaku sehari-hari, tentu saja termasuk jika seseorang tersebut sudah menjadi ibu. Untuk lebih jelasnya, yuk kita bahas satu persatu.

    Karin, yang dominan introvert, tentu saja lebih nyaman untuk tidak berada di keramaian. Ia butuh “me time” untuk bisa mengisi ulang energinya sehingga ketika ia menjadi ibu, ia pun akan cenderung mengharapkan suami dan anak-anaknya untuk memahami apa yang menjadi perasaan dan pikirannya. Bagi Karin yang introvert, mungkin akan sulit untuk menyatakan apa yang dirasakan dan dipikirkannya. Jika suami dan anak Karin termasuk tipe yang introvert juga, mungkin kebiasaan di rumah Karin akan berkisar pada kegiatan yang sifatnya lebih banyak kegiatan individual, seperti membaca buku atau mengerjakan hobi masing-masing yang tidak terlalu melibatkan orang lain dalam kegiatannya.

    Kunjungan tamu ke rumah maupun berkunjung ke rumah orang lain mungkin akan menjadi suatu hal yang kurang nyaman dilakukan oleh orang-orang introvert. Nah, buat keluarga yang anggotanya dominan introvert, sebaiknya perlu diperhatikan bahwa tetap dibutuhkan komunikasi antar satu dengan yang lainnya, misalnya membuat jadwal untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang akan menimbulkan interaksi bersama seperti berkegiatan setiap hari Minggu pagi di taman tanpa membawa buku bacaan atau gawai, sehingga mengharuskan berinteraksi dengan sesama anggota keluarga.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan Pap Smear

    Pada Dessy, jika berkeluarga, tentu saja akan berbeda dalam menghadapi suami dan anaknya. Dessy mungkin akan lebih senang bercerita mengenai kejadian yang dialaminya seharian dan mungkin Dessy juga mengharapkan hal yang sama dari suami dan anaknya. Kalau suami dan anak Dessy termasuk tipe dominan ekstovert juga, bisa dibayangkan rumah tangga Dessy pastilah ramai. Oleh karena itu, mungkin tetap diperlukan waktu-waktu untuk berefleksi ke dalam diri, tidak selalu mengeksplorasi dunia di luar dirinya atau bersama dengan orang lain terus-menerus.

    Penyesuaian diri mungkin yang agak sulit adalah jika berhadapan dengan orang yang memiliki tipe berlawanan. Misalnya jika Dessy memiliki anak yang tipenya dominan introvert, maka mungkin Dessy harus memahami kesulitan sang anak untuk langsung dapat beradaptasi di lingkungan yang ramai. Begitu juga sebaliknya, jika sang ibu introvert memiliki anak yang dominan ektrovert, mungkin akan pusing meminta anaknya untuk tidak selalu keluar rumah, berdiam diri di rumah saja. Bagi ibu yang introvert, perlu untuk paham, bahwa anaknya yang esktrovert juga butuh berada bersama teman-temannya untuk menyalurkan energinya keluar diri.

    Sahabat, seperti yang sudah dijelaskan oleh Jung sendiri, bahwa tidak ada manusia yang sepenuhnya introvert maupun yang sepenuhnya ektrovert, melainkan manusia memiliki keduanya di dalam diri. Nah, adanya pengetahuan tentang introvert dan ekstovert ini lebih diharapkan agar Sahabat nantinya bisa lebih memahami diri sendiri dan orang-orang yang berinteraksi dengan Sahabat. Seperti Dessy yang paham bahwa Karin kurang nyaman berada di keramaian pesta, maka ia akan lebih baik mengundang Karin untuk merayakan ulang tahun berdua saja.

    Demikian juga dengan Karin, yang mungkin bisa memahami kesenangan Dessy berada bersama dengan orang banyak, maka ia mungkin sesekali dapat hadir jika diundang Dessy. Hal yang sama juga dapat dilakukan jika Anda memiliki suami atau anak. Berkenalanlah dengan kecenderungan mereka, apakah lebih dominan ekstrovert atau introvert, sehingga nantinya Sahabat dapat lebih mudah berinteraksi dengan mereka.
    Selain itu, jangan lupa untuk mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Bila Anda membutuhkan produk kesehatan , bisa juga menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    Introvert and Extravert: Psychology (internet) Encyclopedia Britannica (cited 8 Desember 2018) available from: britannica.com/science/introvert.
    – Feist, Jess; Feist, Gregory.J, & Roberts, Tomi-Ann (2013) Theories of Personality, 8th ed, New York: McGraw Hill education (Asia).
    – Schultz, Duane P, Schultz, Sydney Ellen (2013) Theories of Personality, 10th ed, Australia: Wadsworth Cengage Learning

    Read More
  • Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan […]

    Menjadi Ibu VS Karier, Bagaimana Menyeimbangkannya?

    Manusia adalah makhluk sosial yang dalam kehidupannya membutuhkan keberadaan orang lain. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Semenjak bayi sampai tua, kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama. Ada berbagai jenis hubungan antar manusia, salah satunya adalah hubungan cinta yang terjalin antar individu. Cinta itu sendiri sebenarnya merupakan pengalaman terpenting dan paling diinginkan dalam kehidupan manusia. Ada banyak bentuk-bentuk cinta dalam kehidupan manusia, antara lain perasaan cinta antara manusia dengan Tuhan, rasa cinta pada pada keluarga, dan yang tidak kalah penting adalah hubungan cinta dengan lawan jenis yang disukainya.

    Hubungan cinta dengan lawan jenis antara laki-laki dan perempuan biasanya diharapkan berujung pada pernikahan. Pearson & Lee dalam Sarwono (1996), mengatakan bahwa pernikahan adalah puncak dari hubungan intim antar jenis kelamin dimana kedua belah pihak saling membagi pengalaman dan perasaan serta pikiran. Saat memasuki pernikahan, tentu saja seorang laki-laki dan perempuan akan memainkan peran baru sebagai suami dan istri. Terlebih jika sudah memiliki anak, mereka akan mendapatkan peran baru sebagai orang tua, ayah dan ibu.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Kamu Ketahui

    Seorang ibu bekerja yang memiliki anak tentunya memiliki tantangan-tantangan sendiri dalam membesarkan anak-anaknya. Kadang seorang perempuan pekerja yang melahirkan seorang anak akan dihadapkan pada 2 pilihan, melanjutkan bekerja atau berhenti bekerja untuk mengurus segala kebutuhan anak. Ibu yang memilih untuk tetap bekerja atau berhenti bekerja setelah memiliki anak tentu saja sudah memikirkan berbagai hal, sehingga keputusan yang mereka ambil merupakan keputusan yang mereka anggap paling tepat.

    Saat ini menjadi seorang wanita karier merupakan pilihan yang memang dapat diambil oleh siapapun. Kita bisa lihat saat ini perempuan dapat bekerja pada berbagai bidang, bahkan untuk bidang strategis seperti kepala daerah, menteri, manager, direktur, dan masih banyak lagi. Handayani, dkk (2012) mengemukakan bahwa seorang perempuan yang bekerja, memiliki peran ganda yang harus dijalankan pada saat bersamaan. Ia harus bertanggung jawab atas pekerjaannya, juga bertanggung jawab atas perkembangan anak. Hal ini yang sering dikhawatirkan oleh ibu bekerja, mereka khawatir jika tidak dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Achmad (dalam Wibowo, 2011) mengemukakan bahwa jumlah wanita yang mencari kerja akan semakin bertambah dari waktu ke waktu pada sebagian wilayah di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh kesetaraan kesempatan yang diperoleh perempuan untuk mendapatkan pendidikan dan juga pekerjaan.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Work life Balanced tentu saja dapat dimiliki oleh ibu bekerja, jika mereka dapat membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dan keluarga. Juga dengan keteguhan hati bahwa keluarga merupakan fokus yang paling utama. Namun, tentu saja ada beberapa hal terkait pekerjaan ibu yang dapat memengaruhi pengasuhan buah hati mereka, antara lain:

    • Kesepakatan dalam keluarga mengenai pembagian peran dalam rumah tangga.
    • Jenis pekerjaan yang dimiliki oleh ibu, pekerjaan yang stressfull atau pekerjaan yang lebih santai
    • Jarak antara kantor dan rumah.
    • Lokasi kerja, apakah harus dikerjakan di kantor atau bisa dikerjakan di rumah.
    • Adakah orang yang dapat dipercaya untuk mengurus segala kebutuhan anak saat ibu bekerja, dll.

    Nah, agar pengasuhan anak pada ibu bekerja bisa tetap berjalan secara optimal, dan ibu tetap bisa menjalankan berbagai perannya, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

    • Carilah pengasuh yang berkualitas untuk menemani anak. Hal ini bertujuan agar ibu benar-benar yakin dan merasa percaya diri saat harus bekerja dan meninggalkan anak bersama pengasuhnya.
    • Jika anak ‘dititipkan’ kepada keluarga dekat (orang tua atau mertua), sebaiknya mereka memang bersedia dan mampu untuk membantu mengurus anak.  Walaupun dititipkan pada keluarga, tetap sediakan pengasuh yang berkualitas, jadi keluarga hanya perlu mengawasi.
    • Buatlah daftar kegiatan harian yang bisa dilakukan oleh anak-anak, sehingga pengasuh lebih mudah untuk mendampingi anak-anak
    • Berikan juga fasilitas untuk bermain bagi anak, misalnya puzzle, buku gambar, pensil warna, dan mainan edukatif lainnya.
    • Buat list aturan yang harus diterapkan kepada anak, seperti jam tidur siang, penggunaan gadget, dll.
    • Meminimalisasi kerepotan yang terjadi pagi hari. Contohnya dengan menyiapkan pakaian dan segala keperluan yang akan dipakai atau dibawa dari malam hari, menyiapkan sarapan sederhana dan sehat yang tidak membutuhkan waktu lama untuk mengerjakannya, dan bangun lebih pagi. Bila melakukan hal ini, diharapkan ibu tidak terburu-buru saat pagi hari, dan bisa tetap melakukan segala rutinitas dengan santai dan tenang.
    • Buat jadwal pengaturan transportasi anak, misalnya siapa yang mengantar dan menjemput ke sekolah atau tempat les.
    • Usahakan setiap hari ibu bisa berkomunikasi dengan anak-anak, melalui telepon pengasuh atau keluarga atau melakukan video call.
    • Setelah kembali dari bekerja, istirahat sejenak atau rileksasi sejenak, supaya dapat fokus dan tenang saat berhadap dan bermain dengan anak.
    • Ibu juga berhak untuk mendapatkan ‘me time’, dengan melakukan hobi atau kegiatan positif yang disukai, maupun memanjakan diri ke salon.
    • Rencanakan kegiatan positif bersama keluarga, misalnya liburan, berenang, main sepeda, menonton film di bioskop, dll.

    Baca Juga: Ternyata Kurang Tidur Picu Kanker Payudara

    Nah, selain saran-saran di atas, hal yang tidak kalah penting adalah buat jadwal untuk bisa tetap menghabiskan waktu berdua dengan pasangan. Karena hubungan yang harmonis antara suami dan istri tentu saja akan memberikan dampak positif bagi pengasuhan anak.

    Selain itu, jangan lupa untuk mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Bila Anda membutuhkan produk kesehatan , bisa juga menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    – Handayani, A., Maulia, D., & Yulianti, P. D. (2012). Pengaruh konflik peran ganda terhadap kinerja guru. Penilaian kinerja untuk peningkatan profesionalisme guru berkelanjutan. prosiding.upgrismg.ac.id/
    – Wibowo, (2011). Peran Ganda Perempuan Dan Kesetaraan Gender. Muwazah, 2.

    Read More
  • Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. […]

    Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Mendengar kata ‘kanker’, umumnya langsung terbayang penyakit berbahaya yang belum ada obatnya. Namun, sudahkah Sobat memahami apa itu kanker?  Jadi, sepanjang hidup kita, sel–sel sehat di tubuh membelah dan terbagi dengan cara terkontrol. Kanker mulai terjadi ketika sel entah bagaimana caranya berubah di luar kendali. Tumor merupakan massa yang terdiri dari sekelompok sel abnormal tersebut. Namun yang perlu diingat, sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor jinak atau non kanker bersifat tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak menciptakan tumor baru. Sedangkan kanker ganas menyusuri sel sehat , mengganggu fungsi dari tubuh dan menarik nutrisi dari jaringan tubuh.

    Baca Juga: Ini 5 Perbedaan Kanker dan Tumor

    Kanker akan terus tumbuh dan menyebar melalui perluasan langsung atau melalui proses yang disebut metastasis, dimana sel–sel ganas akan berjalan melalui jalur limfatik atau pembuluh darah dan akhirnya membentuk tumor baru di bagian tubuh lainnya.

    Ada 5 jenis utama kanker yaitu karsinoma, sarcoma, melanoma, limfoma, dan leukemia. Karsinoma, merupakan kanker yang paling sering didiagnosis, dapat berasal dari kulit, paru–paru, payudara, pankreas dan organ kelenjar lainnya. Limfoma adalah kanker limfosit. Leukimia adalah kanker darah, biasanya tidak membentuk tumor padat.  Sarkoma dapat muncul di tulang, otot, lemak, pembuluh darah, tulang rawan, jaringan lunak, atau jaringan ikat lainnya dari tubuh. Sedangkan melanoma adalah kanker yang muncul di sel–sel yang membuat pigmen kulit.

    Kanker telah ada dari dahulu kala, tapi pengetahuannya hingga sekarang masih berkembang. Dokter yang ahli di bidang kanker atau disebut sebagai dokter onkologi telah membuat kemajuan luar biasa dalam diagnosis, pencegahan, dan pengobatan kanker. Hingga hari ini, lebih banyak orang yang telah terdiagnosis kanker dapat hidup lebih lama, tapi beberapa bentuk kanker tetap sulit ditangani. Perawatan modern yang terdapat saat ini secara umum meningkatkan kualitas hidup dan dapat memperpanjang kelangsungan hidup.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Semakin cepat kanker terdiagnosis dan diobati, maka semakin baik juga peluangnya untuk sembuh. Beberapa jenis kanker seperti pada kulit, payudara, mulut, testis, prostat dan rektum dapat dideteksi dengan pemeriksaan dini rutin sebelum menjadi gejala serius lainnya muncul.

    Diagnosis kanker dimulai dengan pemeriksaan fisik menyeluruh dan riwayat medis lengkap. Pemeriksaan darah, urin dan tinja dapat pula dilakukan. Ketika tumor dicurigai, pemeriksaan seperti x ray, CT scan, MRI USG dan pemeriksaan endoskopi dapat membantu dokter untuk menentukan lokasi serta ukuran dari kanker. Biopsi perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnosis yaitu sampel jaringan yang diduga tumor dikeluarkan dari tubuh dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk memeriksa apakah terdapat sel kanker.

    Jika sudah terdiagnosis positif kanker, maka tahap selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter ialah memastikan apakah terdapat penyebaran kanker ke bagian tubuh lain. Jika hasil biopsi telah positif untuk kanker, Sobat dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter onkologi sebelum pengobatan dimulai.

    Sedangkan untuk pengobatan menghilangkan tumor atau memperlambat pertumbuhannya, tergantung dari jenis dan stadium dari kanker, seperti:  

    • Operasi, merupakan prosedur yang akan digunakan oleh dokter bedah untuk menghilangkan kanker dari tubuh Sobat.
    • Radioterapi, pilihan terapi ini akan menggunakan radiasi dosis tinggi untuk membunuh sel kanker dan mengecilkan ukuran tumor.
    • Kemoterapi, terapi dengan menggunakan Sobat untuk membunuh sel kanker.
    • Terapi hormon, digunakan untuk membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan dari kanker payudara dan prostat.
    • Imunoterapi, terapi ini membantu imunitas tubuh untuk melawan kanker.

    Pilihan dari teknik pengobatan yang akan dipilih oleh dokter onkologi tentunya merupakan kombinasi dari pilihan terapi. Kombinasi terapi ini tidak luput dari efek samping yang dapat diderita oleh pasien kanker. Efek samping dapat terjadi karena terapi tidak hanya membunuh sel kanker, namun juga membunuh dan memperlambat sel-sel sehat lainnya. Efek samping yang sering dikeluhkan seperti kelelahan, mual, muntah dan rambut rontok.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kemoterapi

    Perawatan suportif dari perawat dan keluarga juga sangat penting pada pengobatan kanker. Tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya, menjaga kesehatan, meningkatkan kualitas hidup, serta memberikan dukungan baik secara emosional, psikologi, dan logistik kepada pasien. 

    Olahraga ringan juga baik dilakukan untuk mengendalikan kelelahan, ketegangan otot, dan kecemasan pada mereka yang menderita kanker. Olahraga juga telah terbukti meningkatkan hasil terkait pengobatan kanker.

    Pengendalian dari nutrisi juga berperan penting dalam mencegah kanker. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kanker lebih umum terjadi pada beberapa orang dengan pola diet tertentu, seperti kanker kolorektal (usus besar) lebih sering terjadi pada orang yang sering mengonsumsi daging. Dari penelitan juga ditemukan beberapa suplemen dapat meningkatkan risiko kanker, seperti risiko kanker paru pada perokok yang rutin mengonsumsi beta karoten dan risiko kanker prostat pada pria yang mengonsumsi vitamin E dosis tinggi.

    Nah Sobat, semoga pembahasan mengenai kanker dan pengobatannya ini dapat membantu Anda, terutama jika teman atau kerabat Sobat terdiagnosis kanker. Ingat, segera konsultasikan hal tersebut kepada dokter ahli. Lalu, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Understanding Cancer- Diagnosis and Treatment – webmd.com/cancer/understanding-cancer-treatment#1, diakses pada tanggal 17-11-2018
    2. 5 of The Most Common Types of Cancer – ccsoncology.com/5-of-the-most-common-types-of-cancer/ , diakses pada tanggal 17-11-2018
    3. Know the Most Common Types of Cancer – everydayhealth.com/cancer/know-the-most-common-types-of-cancer.aspx, diakses pada tanggal 17-11-2018
    4. Common cancer types – cancer.gov/types/common-cancers, diakses pada tanggal 17-11-2018
    5. Types of cancer treatment – cancer.gov/about-cancer/treatment/types, diakses pada tanggal 17-11-2018
    Read More
  • Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, […]

    Bedakah Kondisi Psikis Ibu Rumah Tangga VS Ibu Bekerja?

    Setiap wanita yang menikah, lalu kemudian memiliki anak, biasanya akan berada pada satu momen mereka dihadapkan dengan pilihan: “Apakah saya akan terus bekerja dan meninggalkan anak di rumah, atau meninggalkan karier dan menjadi ibu rumah tangga untuk menemani anak?”  Hmm, rasanya perdebatan mengenai keputusan menjadi ibu bekerja atau ibu rumah tangga tidak ada habisnya ya, Sobat. Tapi sebenarnya pilihan mana sih yang lebih baik? Lantas, apa dampak dari pilihan tersebut terhadap keluarga?

    Menurut John Bowlby, Psikolog pembuat teori mengenai Attachment, bayi perlu memiliki hubungan yang hangat dan berkesinambungan dengan ibu atau figur pengasuh permanen lainnya, untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Lebih lanjut, Susan H. Landry, PhD dari Children’s Learning Institute, University of Texas Health Science Center, juga mengatakan bahwa ikatan batin yang baik dengan figur pengasuh dan pola pengasuhan yang responsif sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan regulasi emosi, pembuatan keputusan, serta perkembangan kognitif anak.


    Bila mengacu kepada penjelasan ini, maka dapat kita lihat bahwa menjadi ibu rumah tangga mungkin keputusan yang paling tepat untuk perkembangan anak.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Namun, menurut suatu polling, ibu rumah tangga ternyata juga memiliki tingkat kesedihan dan stres yang tinggi dalam menjalani harinya. Sekitar 50% ibu rumah tangga dilaporkan merasa stres dengan kehidupan sehari-hari mereka. Stres yang dirasakan karena tekanan hidup dan tuntutan peran sebagai ibu, juga turut membuat ibu rumah tangga tidak bisa menghabiskan waktu yang berkualitas dengan anak-anak mereka di rumah. Studi dari Highland Spring terhadap 10.000 keluarga mengungkapkan bahwa orangtua hanya menghabiskan waktu tidak terinterupsi sekitar 34 menit dalam sehari dengan anak mereka karena adanya masalah dan stres dalam hidup. Wah Sobat, ternyata ibu rumah tangga pun memiliki keterbatasan dalam pola interaksi dengan anak ya, ternyata.

    Bagaimana dengan ibu bekerja? Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Child Health and Development menunjukkan bahwa anak dari ibu yang bekerja memiliki pencapaian akademis yang lebih tinggi, karier yang lebih sukses, serta menghasilkan skor kognitif yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan ibu bekerja memiliki kestabilan finansial yang lebih baik, sehingga dapat memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk anak mereka. Waktu yang terbatas dan tuntutan pekerjaan juga membuat ibu bekerja berusaha untuk lebih efisien dalam mendampingi anak, sehingga mereka menjadi lebih sensitif dengan kebutuhan anaknya. Jadi, ibu bekerja pun memiliki keunggulan yang serupa ya, Sobat.

    Baca Juga: 6 Makanan Agar Asi Tetap Lancar

    Namun perlu diketahui, ibu bekerja lebih rentan untuk merasa lelah dan tertekan karena tuntutan untuk menyeimbangkan peran sebagai karyawan, ibu, serta istri. Polling lainnya menunjukkan bahwa 48% ibu bekerja merasa stres karena tuntutan peran yang harus dijalankan. Angka ini tidak berbeda jauh dengan persentase stres pada ibu rumah tangga. Lebih lanjut, perasaan stres ini dapat memengaruhi hubungan orangtua-anak di rumah serta berdampak pada tingkah laku anak ke depannya.  

    Lantas, sebenarnya mana yang lebih baik sih, Sobat? Dari berbagai studi yang dilakukan, sebenarnya tidak pernah ada kesimpulan yang pasti mengenai peran mana yang lebih baik. Poin penting yang ditekankan adalah kemampuan ibu untuk untuk merasa puas dan terpenuhi dengan peran yang mereka jalankan. Hal ini dapat membantu mengurangi tingkat stres ibu, sehingga mereka dapat menjalin hubungan yang baik dengan keluarga. Rasa bahagia dengan peran yang mereka emban ini akan membantu ibu untuk bersikap positif dengan anak dan menghabiskan waktu yang berkualitas dengan mereka, tanpa terganggu dengan stres keseharian. Hal ini didukung oleh studi Milkie, et al. (2015), dimana ditemukan bahwa jumlah waktu yang dihabiskan oleh orangtua dengan anaknya, tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembangan emosi dan kognitif mereka. Waktu yang berkualitas lebih dibutuhkan, dibandingkan kuantitasnya.

    Jadi Sobat, apapun peran yang seorang ibu pilih, hal yang lebih penting adalah dukungan yang lingkungan berikan, agar ibu merasa bahagia dan berdaya dengan posisi yang mereka pilih.  Jika membutuhkan produk kesehatan lain, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    – Attachment Theory – Simply Psychology [Internet]. Simply Psychology 2017. [cited 26 November 2018]. Available from: simplypsychology.org/attachment.html
    – The Role of Parents in Early Childhood Learning – Encyclopedia of Early Childhood Development [Internet]. Encyclopedia of Early Childhood Development 2014. [cited 26 November 2018]. Available from: child-encyclopedia.com/parenting-skills/according-experts/role-parents-early-childhood-learning
    – Stay-at-Home Moms Report More Depression, Sadness, Anger – Gallup [Internet]. Gallup 2012. [cited 26 November 2018]. Available from: news.gallup.com/poll/154685/stay-home-moms-report-depression-sadness-anger.aspx
    – What Research Says About Being a Stay-at-Home Mom – Verywell Family [Internet]. Verywell Family 2018. [cited 26 November 2018]. Available from: verywellfamily.com/research-stay-at-home-moms-4047911
    – Common Causes of Stress for Mothers – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/children-of-working-mothers-a-league-of-high-achievers/
    – Working Mom vs Stay-At-Home Mom: What’s Best for Kids? – Secure Teen [Internet]. Secure Teen 2013. [cited 26 November 2018]. Available from: secureteen.com/working-mom/working-mom-vs-stay-at-home-mom-what%E2%80%99s-best-for-kids/

    Read More
  • Berhubungan seksual merupakan bagian kehidupan yang normal dan sehat. Hal tersebut tentunya harus menyenangkan bagi Sobat dan juga pasangan. Namun, hubungan seksual dapat menjadi tindakan berisiko menularkan penyakit jika Anda memiliki perilaku seksual yang berisiko tinggi.  Apakah Sobat tahu jenis perilaku seksual berisiko tinggi yang dapat menularkan penyakit? Yuk, mari kita cek. Hubungan seksual berisiko […]

    Apa Itu Perilaku Seksual Berisiko Tinggi?

    Berhubungan seksual merupakan bagian kehidupan yang normal dan sehat. Hal tersebut tentunya harus menyenangkan bagi Sobat dan juga pasangan. Namun, hubungan seksual dapat menjadi tindakan berisiko menularkan penyakit jika Anda memiliki perilaku seksual yang berisiko tinggi.  Apakah Sobat tahu jenis perilaku seksual berisiko tinggi yang dapat menularkan penyakit? Yuk, mari kita cek.

    Hubungan seksual berisiko tanpa pengaman

    Apakah yang dimaksud dengan hubungan seksual berisiko tanpa pengaman? Artinya Sobat melakukan hubungan seksual melalui vagina, anal maupun oral tanpa menggunakan kondom dengan pasangan seks lebih dari satu. Tentunya kita tidak tahu bukan pasangan seksual kita sehat apa tidak. Terutama bila Sobat berhubungan dengan Wanita Pekerja Seksual (WPS). Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terkena HIV dan Penyakit Menular Seksual (PMS). Cairan tubuh seperti darah dan air mani dapat menularkan PMS ketika Sobat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan

    Jadi jika pasangan Sobat menderita HIV atau PMS lainnya, meskipun Anda tidak mengetahuinya, dapat ditularkan ke Sobat loh! Untuk itu, gunakanlah selalu kondom saat berhubungan. Hal ini dapat mengurangi risiko Anda terkena PMS tertentu. Sobat masih bisa terkena herpes dan papillomavirus (HPV) dari pasangan meskipun sudah menggunakan kondom.

    Berganti–ganti pasangan seksual

    Sobat lebih mungkin terkena HIV atau PMS lainnya jika Anda memiliki lebih dari satu pasangan seks, atau banyak pasangan seks selama hidup. Hal ini disebabkan lebih banyak orang tentunya makin banyak peluang bahwa salah satu dari mereka akan memiliki HIV dan terinfeksi. Sehingga, setialah pada satu pasangan. Jika Sobat tidak tahu apakah pasangan Sobat telah melakukan hubungan seksual dengan orang lain, ada baiknya Sobat dan pasangan sama–sama memeriksakan diri untuk pemeriksaan awal PMS dan berbagi hasilnya satu sama lain.

    Seks anal

    Hal ini melibatkan semua aktivitas seksual di sekitar area anus. Ini merupakan jenis seks yang paling berisiko, baik bagi pria maupun wanita dalam menularkan HIV dan PMS lainnya. Hal ini disebabkan oleh lapisan anus yang jauh lebih tipis dari vagina, sehingga lebih muda untuk terluka dan rentan terhadap infeksi. Sebaiknya hindari jenis aktivitas seksual ini. Namun, jika Sobat dan pasangan ingin melakukannya, gunakan kondom dan pelumas untuk menurunkan risiko terluka saat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Lindungi si Gadis dari Kanker Serviks

    Seks dan obat–obatan

    Sobat tidak hanya dapat terkena penyakit HIV dan PMS, termasuk hepatitis, dari hubungan seksual saja. Sobat juga bisa terkena penyakit tersebut dari seseorang yang menggunakan narkoba melalui suntikan. Jika orang yang berhubungan seks dengan Sobat berbagi peralatan narkoba dengan seseorang yang positif HIV, ia dapat tertular virus tersebut. Lalu menularkannya pada Sobat melalui hubungan seks yang tidak terlindungi. Jika Sobat menggunakan narkoba jenis lainnya, termasuk minum–minuman beralkohol, hal tersebut dapat meningkatkan risiko Sobat membuat keputusan yang buruk dan cenderung melakukan hubungan seksual yang berisiko tinggi.

    Selain itu, ada sederet alasan mengapa pasangan–pasangan tetap melakukan perilaku seksual berisiko tinggi:

    • Kurang memahami tentang PMS dan bagaimana penyakit tersebut ditularkan.
    • Tidak berbicara terlebih dahulu dengan pasangan mengenai praktik seks yang lebih aman.
    • Tidak siap dan kurang mengerti tentang bagaimana cara menggunakan pelindung untuk mencegah PMS.
    • Tidak menyadari gejala awal PMS.
    • Tidak mencari perawatan medis untuk PMS yang diderita.

    Apa saja efek yang dapat terjadi jika tetap melakukan perilaku seksual berisiko tinggi?

    Kehamilan yang tidak diinginkan

    Kehamilan yang tidak diinginkan dapat berdampak pada keluarga yang belum siap untuk menerima edukasi, dan kurangnya kesempatan sosial dan ekonomi untuk keluarga.

    Penyakit Menular Seksual dan HIV

    PMS sering tanpa gejala, sehingga bisa saja orang tidak sadar telah menularkan penyakit tersebut ke orang lain. HIV akan bergejala dalam 10 tahun setelah orang tersebut pertama kali terpapar virus tersebut.

    Baca Juga: Wajibkah Wanita Menikah Melakukan Pap Smear

    Hepatitis B dan C

    Hepatitis B ditularkan melalu hubungan seks dan kontak terhadap cairan tubuh penderita. Infeksi dari hepatitis B juga dapat terjadi tanpa gejala. Hepatitis C ditularkan melalui kontak terhadap darah dari penderita, sehingga perilaku seks berisiko tinggi juga dapat meningkatkan faktor risiko.

    Kanker serviks dan organ lainnya

    Faktor yang paling berpengaruh pada kanker serviks adalah virus human papilloma, yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Semakin banyak pasangan seksual seorang wanita tanpa menggunakan kondom, maka semakin besar juga risiko tertular virus tersebut dan nantinya akan berkembang menjadi kanker serviks

    Herpes genital berulang

    Partner yang memiliki herpes aktif dapat menularkan pada pasangannya saat berhubungan seksual. Herpes pada kemaluan dapat terjadi berulang karena virus yang ada dapat tidur di dalam tubuh dan aktif kembali bila dipicu oleh hubungan seksual berisiko.

    Hubungan yang tidak harmonis

    PMS dapat berpengaruh pada hubungan pasangan. Hubungan seksual dapat menjadi tidak nyaman bahkan nyeri, dan juga risiko tinggi tertular penyakit. Jika pasangan tidak diberitahu sebelumnya, dapat berujung pada PMS yang tidak diketahui sumbernya, dan kurangnya rasa percaya dalam suatu hubungan.

    Baca Juga: 3 Fakta Oral Seks yang Perlu Anda Ketahui

    Jangan lupa Sobat, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan lainsilakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Daftar Pustaka

    1. What’s Risky sex – webmd.com/sex/whats-risky-sex#1, diakses pada tanggal 20-11-2018
    2. High-Risk Sexual Behavior – cigna.com/individuals-families/health-wellness/hw/medical-topics/high-risk-sexual-behavior-tw9064, diakses pada tanggal 20-11-2018
    3. Sexual Risk Behaviors : HIV, STD, & Teen Pregnancy Prevention – cdc.gov/healthyyouth/sexualbehaviors/, diakses pada tanggal 20-11-2018
    4. Top 9 Risk Factors for Sexually Transmitted Diseases – verywellhealth.com/top-risk-factors-for-acquiring-an-std-3133104, diakses pada tanggal 20-11-2018
    5. The Effects on Health of Sexual behavior and combating the issue – healthknowledge.org.uk/public-health-textbook/disease-causation-diagnostic/2e-health-social-behaviour/sexual-behaviour, diakses pada tanggal 20-11-2018
    Read More
  • Travelling menjadi kegiatan yang dapat menjauhkan Anda dari stres akibat aktifitas yang padat, terlebih lagi berhubungan dengan pekerjaan. Apa yang Anda nantikan saat travelling? Jalan-jalan ke berbagai wisata setempat, berburu kerajinan tangan atau kuliner yang sangat menggiurkan. Bicara soal berburu kuliner saat travelling, terkadang membuat Anda khawatir dengan berat badan yang sepertinya terancam naik. Mengakali […]

    8 Siasat Tubuh Tetap Langsing saat Travelling

    Travelling menjadi kegiatan yang dapat menjauhkan Anda dari stres akibat aktifitas yang padat, terlebih lagi berhubungan dengan pekerjaan. Apa yang Anda nantikan saat travelling? Jalan-jalan ke berbagai wisata setempat, berburu kerajinan tangan atau kuliner yang sangat menggiurkan.

    Bicara soal berburu kuliner saat travelling, terkadang membuat Anda khawatir dengan berat badan yang sepertinya terancam naik. Mengakali hal itu, berikut 8 siasat tubuh tetap langsing saat travelling:

    1. Jangan Malas Berjalan Kaki

    traveling di dunia

    Saat melakukan travelling, jangan hanya berdiam diri di dalam kamar atau mengandalkan transportasi untuk berjalan-jalan. Lebih baik Anda berjalan kaki untuk menikmati setiap sudut kota atau negara yang Anda kunjungi.

    Berjalan kaki memiliki banyak manfaat loh, seperti meningkatkan kesehatan jantung, mencegah osteoporosis, mengurangi stres, menurunkan berat badan hingga membuat kantong Anda juga nggak gampang jebol.

    1. Kendalikan Nafsu Makan Anda

    Saat travelling pasti Anda akan mudah lapar karena banyaknya tempat yang Anda kunjungi. Tapi kalau sudah berkomitmen ingin tetap langsing, jangan sembarangan makan makanan yang berlemak karena akan memicu berat badan meningkat. Jika Anda merasa lapar, maka isilah perut Anda dengan makanan yang rendah kalori seperti buah-buahan atau mengonsumsi oats yang bisa menjadi alternatif di kala lapar.

    Baca Juga: 10 Cara Menggemukkan Badan Anak Agar Tetap Sehat Optimal

    1. Selalu Perhatikan Porsi Makan

    Walaupun sudah mencoba untuk menahannya, tapi keinginan mencicipi makanan setempat tetap ada, kan? Tidak ada salahnya mencoba makanan baru walaupun ingin tetap langsing. Kuncinya mudah dengan memperhatikan porsi makan Anda dan tidak mengonsumsi dalam porsi yang berlebihan. Setidaknya pernah coba daripada nggak sama sekali.

    1. Pintar Memilih Makanan

    Mencicipi makanan setempat boleh-boleh saja, asalkan tahu cara pengolahan makanannya yang terjaga kebersihannya dan kandungannya tetap sehat. Pilihlah makanan yang rendah kalori dan hindari makanan yang digoreng karena dapat meningkatkan risiko kegemukan hingga tersumbatnya pembuluh darah. Perbanyaklah konsumsi asupan tinggi serat, protein dan lemak sehat.

    1. Manfaatkan Fasilitas Hotel

    Bagi Anda yang menginap di hotel bintang 4 atau lima, biasanya hotel akan menyediakan fasilitas gym  atau pusat kebugaran untuk para tamunya. Nah, cara ini bisa membantu tubuh Anda tetap langsing walau sedang travelling. Lakukan kegiatan treadmill atau olahraga lainnya selama 30 menit untuk menguras kalori per hari.

    1. Selalu Minum Air Putih Dimanapun

    Kalau sudah berjalan jauh, rasanya memang nikmat jika minum yang manis dan dingin. Tapi perlu diingat loh, minuman manis bisa mengakibatkan berat badan menjadi bertambah, menghambat rasa kenyang hingga berisiko diabetes. Lebih baik jika memilih air putih untuk penghilang dahaga dibandingkan lainnya.

    Baca Juga: HIV dan Aids: Penyebab, Gejala, Pengobatan

    Air putih memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan konsentrasi, menambah tenaga dan juga melembabkan kulit selama liburan. Jadi, jangan pernah ragu mengonsumsi air putih dimanapun dan ingat minimal 8 gelas per hari.

    1. Ubah Prioritas Tujuan Anda

    Jalan-jalan tidak hanya soal mencicipi makanan-makanan lokal saja loh. Tapi travelling dapat menjadi ajang kita bertemu orang-orang baru, baik turis lokal maupun internasional. Tentu hal itu bisa menjadi prioritas tujuan kita yang baru. Setidaknya bisa menyukseskan tubuh tetap langsing saat travelling.

    1. Makan dengan Teratur

    mengurangi porsi makan

    Melakukan perjalanan yang panjang biasanya akan berdampak pada sistem pencernaan Kita. Kita mungkin merasakan kembung hingga susah buang air besar (sembelit). Bawalah yogurt yang akan membantu proses pencernaan Anda berjalan dengan lancar walaupun makanan yang Anda konsumsi kurang serat atau jam makan yang tidak beraturan.

    Baca Juga: 5 Menu Makanan Stabilkan Gula Darah

    Mudahkan mengikuti 8 siasat tubuh tetap langsing saat travelling. Makanan sehat seperti yogurt bisa Anda dapatkan di ProSehat Aplikasi Kesehatan Indonesia. Selain makanan sehat, vaksinasi traveling tersedia disini. Jadi Anda yang merencanakan liburan, tidak perlu khawatir lagi karena sudah terlindungi dari penyakit travel lainnya.

    Instal aplikasi ProSehat sekarang juga dan dapatkan promo menarik lainnya. Info lebih lanjut hubungi asisten kesehatan Maya melalui Telepon / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Kemanapun Anda berada, ingat sehat ingat ProSehat.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1.    Detik Health. “Tetap Langsing Saat Traveling dengan 7 Cara Ini”. health.detik.com/diet/d-2518491/tetap-langsing-saat-traveling-dengan-7-cara-ini. Diakses 4 Desember 2018
    2.    Winny, Silvya. “7 Cara Supaya Diet Kamu Tidak Berantakan Saat Traveling”. cosmopolitan.co.id/article/read/4/2018/13868/7-cara-supaya-diet-kamu-tidak-berantakan-saat-traveling. Diakses 4 Desember 2018
    3.    Ive. “Tips Langsing Saat Traveling”. beautynesia.id/2822. Diakses 4 Desember 2018
    4.    Sathya, Adhie. “7 Tips Agar Tubuh Tetap Langsing Saat Liburan”. pegipegi.com/travel/7-tips-agar-tubuh-tetap-langsing-saat-liburan/. Diakses 4 Desember 2018
    Read More
  • Pergantian tahun tinggal beberapa hari lagi. Kira-kira mau liburan kemana nih? Dalam negeri atau luar negeri?. Apapun yang Anda pilih, jangan sampai liburan jadi gagal karena Anda mengabaikan kesehatan. Sebelum Anda pergi, yuk lakukan 5 persiapan kesehatan ini. Cek Faktor Risiko Negara Tujuan Sebelum melakukan perjalanan, alangkah baiknya Anda mencari tahu tentang faktor risiko penyakit […]

    6 Persiapan Kesehatan untuk Pergi Liburan

    Pergantian tahun tinggal beberapa hari lagi. Kira-kira mau liburan kemana nih? Dalam negeri atau luar negeri?. Apapun yang Anda pilih, jangan sampai liburan jadi gagal karena Anda mengabaikan kesehatan. Sebelum Anda pergi, yuk lakukan 5 persiapan kesehatan ini.

    1. Cek Faktor Risiko Negara Tujuan

    planning risk

    Sebelum melakukan perjalanan, alangkah baiknya Anda mencari tahu tentang faktor risiko penyakit terbanyak di negara tujuan Anda. Menurut WHO, transportasi, destinasi, durasi, musim, akomodasi hingga pola makan selama di Negara tersebut dapat mempengaruhi kesehatan Kita.

    Contoh mendasar yaitu mengetahui kebersihan hotel yang akan Anda gunakan. Apakah tempatnya bersih, sanitasi lancar dan kualitas air yang baik menjadi pertimbangan Anda sebelum berangkat. Walaupun Anda sudah membaca ulasan dari pelancong lainnya, tapi Anda harus tetap mempersiapkan beberapa barang seperti, seprei bersih atau air mineral jika dirasa tempat menginap Anda tidak bersih.

    1. Cek Penyakit Menular

    Walaupun negara yang Anda datangi sangat indah, akan tetapi penyakit menular dapat terjadi dimanapun dan kapanpun. Umumnya penyebaran penyakit disebabkan dari makanan atau udara. Diare menjadi penyakit yang paling sering dialami para turis yang sedang berlibur.

    Selain makanan dan udara, faktor hewan, seks, darah dan tanah dapat mempengaruhi penyebaran penyakit.

    Baca Juga: Perhatikan Travelling Diseases di 4 Negara Asia yang Paling Banyak dikunjungi Turis.

    1. Memiliki Asuransi Traveling

    Persiapan ini sebenarnya tidak diwajibkan, tapi diperlukan jika terjadi sesuatu. Asuransi traveling biasanya akan menanggung risiko penerbangan yang tertunda, pembatalan penerbangan, hilangnya bagasi, biaya medis selama perjalanan hingga kecelakaan saat perjalanan.

    1. Lakukan Vaksinasi untuk Pencegahan

    Jika Anda sudah mengetahui penyakit-penyakit menular dari negara yang akan Anda kunjungi, maka sebaiknya lakukan vaksinasi untuk pencegahan penyakit menular. Seperti saat Anda berencana untuk Umroh, maka Anda diwajibkan melakukan vaksinasi meningitis.

    Sedangkan untuk tujuan Afrika (Etiopia, Sudan dan Nigeria) atau Amerika Selatan. Anda diwajibkan untuk melakukan vaksinasi yellow fever sebelum berkunjung ke negara tersebut.

    1. Konsultasi Kesehatan 4 Minggu Sebelum Berlibur

    Persiapan ini sangat penting dilakukan, terlebih jika Anda memiliki riwayat penyakit kronis seperti kolesterol yang tinggi, asam urat yang tinggi hingga diabetes. Sebaiknya melakukan konsultasi kesehatan terlebih dahulu. Waktu terbaik untuk berkonsultasi ke dokter setidaknya 4-6 minggu sebelum perjalananan.

    Selain itu Ada loh beberapa negara yang menerapkan Visa Medical Check Up terlebih lagi jika Anda cukup lama di negara tersebut. Hal ini untuk mencegah risiko peyebaran penyakit menular dari suatu negara ke negara tujuan lainnya.

    Baca Juga: 7 Tips Liburan Bersama Anak ke Pegunungan

    Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, foto rontgen hingga tes tuberkulosis. Negara-negara tersebut antara lain Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru dan juga Amerika.

    1. Mempersiapkan Obat-obatan Selama Perjalanan

    Mungkin Anda akan kerepotan dengan membawa obat-obatan selama perjalanan. Tapi jangan meremehkan hal itu, karena sakit tidak bisa diprediksi. Barang-barang yang perlu Anda bawa yaitu plester, antiseptik, perban, peniti, tetes mata, krim anti serangga,obat alergi, parasetamol, obat anti diare dan lain sebagainya.Nah,  Liburan Anda menjadi lebih tenang.

    Selain itu, jangan lupa untuk melakukan vaksinasi. Sekarang nggak perlu repot loh, karena Anda bisa panggil dokter ke rumah. Caranya bagaimana? Mudah sekali, cukup install aplikasi ProSehat, pilih vaksinasi, tempat dan tanggalnya lalu dokter akan datang ke rumah Anda.

    Selain vaksinasi, ProSehat juga menyediakan obat-obatan yang Anda perlukan selama perjalanan. Info lebih lanjut seputar produk kesehatan dan vaksinasi bisa hubungi segera Asisten Kesehatan Maya Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Ingat Sehat, ingat ProSehat. Selamat berlibur!

    instal aplikasi prosehat

    SUMBER:

    WHO. “International travel and health”. who.int/ith/precautions/travel_related/en/. Diakses 19 Oktober 2018
    Okezone.”Vaksin Wajib Sebelum Berwisata ke Luar Negeri”. lifestyle.okezone.com/read/2016/09/27/481/1499763/7-vaksin-wajib-sebelum-berwisata-ke-luar-negeri. Diakses 19 Oktober 2018
    CDC. “See a Doctor Before You Travel”. wwwnc.cdc.gov/travel/page/see-doctor Diakses 19 Oktober 2018

     

    Read More
  • Menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang sangat menyenangkan. Sebagian akan memilih berlibur diluar kota ataupun diluar negeri. Tapi untuk Moms dan Dad yang memiliki waktu sedikit, bisa loh menghabiskan waktu bersama keluarga di Jakarta dan sekitarnya. Selain menghemat waktu, liburan di Jakarta dan sekitarnya juga bisa menghemat kantong […]

    5 Tempat Liburan Ramah Anak di Jakarta dan Sekitarnya

    Menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Natal dan Tahun Baru menjadi momen yang sangat menyenangkan. Sebagian akan memilih berlibur diluar kota ataupun diluar negeri. Tapi untuk Moms dan Dad yang memiliki waktu sedikit, bisa loh menghabiskan waktu bersama keluarga di Jakarta dan sekitarnya.

    Selain menghemat waktu, liburan di Jakarta dan sekitarnya juga bisa menghemat kantong Moms dan Dad. Apa saja kah tempat liburannya? 5 Tempat Liburan Ramah Anak di Jakarta dan Sekitarnya:

    1. Scientia Square Park

    Moms yang tinggal di kawasan Gading Serpong, ada satu tempat yang pas untuk mengajak Si kecil liburan. Scientia Square Park membuat tempat rekreasi yang menggabungkan edukasi dan juga back to nature. Moms bisa mengajak si kecil untuk bercocok tanam, memberikan makan kelinci dan ikan atau melihat kupu-kupu di penangkaran khusus.

    Tidak hanya si kecil yang bisa menikmati tempat ini, Moms dan Dad juga bisa mengikuti aktivitas lainnya disini seperti jogging, yoga ataupun wall climbing. Scientia Square Park buka pukul 06.00 – 23.00 WIB. Harga tiket cukup terjangkau Rp 25.000 (Weekend) dan Rp 50.000 (Weekend).

    Baca juga: 4 Destinasi Wisata di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

    Alamat: Jalan Scientia Boulevard, Curug Sangereng, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

    1. Jakarta Aquarium & Pingoo Restaurant

    Tempat liburan yang ramah anak selanjutnya yaitu Jakarta Aquarium. Aquarium yang terletak di dalam mall Neo Soho ini memiliki 600 jenis satwa. Jakarta Aquarium menjadi konservasi satwa pertama di Indonesia dalam ruang publik. Selain keindahan satwa, tempat ini juga menampilkan teater bawah laut “Pearl of The South Sea”. Cerita yang berkisah tentang putri yang dikutuk menjadi ratu laut.

    Setelah asik melihat penampilan teater, ajak si kecil untuk berinteraksi dan memberi makan penguin di Pinggoo Restaurant. Moms berkunjung setiap hari mulai (10.00-20.00). Harga tiketnya, Moms harus merogoh kocek Rp 125.000 – Rp 200.000 saat weekday Rp 150.000 – 225.000 saat weekend.

    Alamat: Neo Soho, Jl. Letjen S. Parman No.Kav. 28, RT.3/RW.5, Tanjung Duren, Jakbar

    1. Kidzania

    Si Kecil masih bingung dengan cita-citanya? Kidzania menjadi tempat yang pas untuk mencari tahu cita-cita yang cocok untuknya. Tempat hiburan ini dirancang dan dibangun khusus menyerupai replika sebuah kota yang sesungguhnya dengan skala kecil. Di Kidzania terdapat jalan raya, rumah sakit, supermarket, salon, theater dan lain sebagainya.

    Anak-anak bisa memainkan berbagai peran dan profesi seperti orang dewasa, seperti polisi, dokter, pilot, koki, ilmuwan dan lebih dari 100 profesi lainnya. Kidzania terdapat di 18 negara seperti Mexico, Jepang, Indonesia, Portugal, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Malaysia, Chile, Thailand, India, Kuwait, Filipina, Mesir, Turki, Arab Saudi, Brazil, Singapura dan Inggris. Buka setiap hari (09.00-20.00), untuk harga tiketnya mulai dari Rp 50.000 – Rp 200.000.

    Baca Juga: 7 Tips Persiapan Liburan di Korsel

    Alamat: Pacific Place, Jl. Jend. Sudirman No.Kav. 52-53, RT.5/RW.3, Senayan

    1. Faunaland Ancol

    Mungkin banyak yang belum tahu jika Ancol membuka wahana baru di Ancol. Faunaland salah wahana untuk mendekatkan diri dengan alam. Disini, Moms bisa mengenalkan buah hati dengan binatang-binatang secara langsung. Wahana ini diresmikan tahun lalu dan hingga  kini Faunaland Ancol memiliki 109 biota unik terdiri dari primata, mamalia, reptil hingga unggas.

    Terdapat pula aksi burung di Bird show jam 16.00 untuk weekdays sedangkan weekend pada pukul 10.30 dan 15.30. Harga tiketnya Rp 80.000 (weekdays) dan 90.000 (Weekend).

    Alamat: Ecovention Building – Ecopark, Jalan Lodan Raya, Ancol

    1. Waterbom Jakarta

    Sepertinya asik juga bila menghabiskan waktu liburan bersama si kecil dengan bermain air. Ada satu tempat yang cocok sekali untuk Moms dan keluarga yaitu Waterbom Jakarta. Berlokasi di Pantai Indah kapuk, waterbom ini memiliki luas area sebesar 38.000 meter persegi.

    Memiliki tiga macam seluncuran yaitu seluncuran tertutup, setengah terbuka dan terbuka. Pastikan selalu menjaga buah hati Moms agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Waterbom Jakarta dibuka setiap hari mulai pukul 08.00-19.00. Harga tiketnya sendiri untuk anak-anak Rp 220.000 sedangkan dewasa Rp 280.000 sudah termasuk wahana air, ban dan jaket pelampung.

    Baca Juga: Jaga Kesehatan Tubuh Ketika Liburan ke Bali

    Alamat : Jl. Pantai Indah Barat No. 1, Pantai Indah Kapuk – Jakarta 14470, Indonesia

    Itulah 5 Tempat Liburan di Jakarta yang Ramah Anak. Pastikan liburan Moms dan Keluarga tidak batal karena flu. Oleh karena itu, segera lakukan vaksinasi flu hanya di ProSehat. Kenapa harus di ProSehat? Karena tidak perlu antre apalagi keluar rumah. Cukup install aplikasi ProSehat, order layanan vaksinasi dan Moms bisa menentukan sendiri jadwal suntiknya, loh.

    Selain layanan vaksinasi, Moms bisa mendapatkan produk kesehatan dan makanan sehat lainnya. Info lebih lanjut hubungi Asisten kesehatan Maya Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800. Tunggu apa lagi, liburan lebih nyaman tanpa sakit flu.

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    Ranti, Raisa Benaya. “Pasti Seru! 16 Tempat Wisata Anak di Jakarta yang Asyik”. casaindonesia(dot)com/article/read/6/2018/581/Pasti-Seru-16-Tempat-Wisata-Anak-di-Jakarta-yang-Asyik.  Diakses pada 29 November 2018

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja