Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 81–90 of 435 results

  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    vaksin di bulan Ramadan

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat mengalami keluhan setelah disuntik vaksin, hendaknya segera menghubungi kontak dokter yang ada di surat keterangan vaksinasi atau dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter secara online yang ada di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Bagi Sahabat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai vaksinasi atau produk kesehatan lainnya, Sahabat dapat berkonsultasi melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210404/5137409/kemenkes-tetap-jalankan-vaksinasi-covid-19-di-bulan-ramadhan/
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/08/133158371/epidemiolog-unpad-beri-tips-vaksinasi-covid-19-saat-bulan-ramadan?page=all

     

    Read More
  • Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Husada dan RSIA Bun serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang  menggelar acara vaksinasi Covid-19 yang bertujuan mempercepat program vaksinasi dari pemerintah terutama pada kelompok prioritas lansia demi mencegah Covid-19 secara optimal. Acara ini diselenggarakan di kompleks Bandara City Mall, Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dan berlangsung selama 2 hari, […]

    Press Release: Dukung Program Percepatan Vaksinasi Covid-19 Pemerintah, Prosehat Menggelar Vaksinasi Massal di Bandara City Mall

    Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Husada dan RSIA Bun serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang  menggelar acara vaksinasi Covid-19 yang bertujuan mempercepat program vaksinasi dari pemerintah terutama pada kelompok prioritas lansia demi mencegah Covid-19 secara optimal.

    Firman Fakhrudin/Prosehat

    Acara ini diselenggarakan di kompleks Bandara City Mall, Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dan berlangsung selama 2 hari, yaitu pada 9-10 April dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

    Seperti diungkapkan oleh Ketua Panitia Vaksinasi, dr. Hadi Wijaya, M.P.H., MH.kes, acara ini selain ditargetkan kepada kelompok lansia, juga ditargetkan kepada pekerja layanan publik.

    Hal ini berdasarkan arahan dari pemerintah bahwa program vaksinasi tahap dua ini menyasar pada lansia 60 tahun ke atas dan pekerja publik esensial seperti tenaga pendidik, tokoh agama, dan pegawai pemerintah. Vaksinasi yang dilaksanakan kali ini akan menargetkan 1.000 penerima vaksin dalam dua hari pelaksanaan.

    Acara tersebut secara simbolis dibuka oleh Sekretaris Camat Kosambi, Syarif Hidayat. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu untuk mencegah Covid-19 terutama di wilayah Kosambi dan sekitarnya. Karena itu, ia berterima kasih kepada pihak-pihak yang menyelenggarakan acara ini.

    Firman Fakhrudin/Prosehat

    Vaksin merupakan produk biologis yang memberikan kekebalan khusus terhadap sebuah penyakit tertentu seperti Covid-19.

    Selain menerapkan protokol kesehatan 5 M secara konsisten, vaksin akan berguna membantu melindungi diri dari ancaman serius Covid-19 yang selama ini telah menghambat banyak sektor kehidupan di Indonesia.

    Untuk vaksinasi Covid-19 sendiri Indonesia merupakan salah satu dari 4 negara nonprodusen vaksin yang berhasil melakukan vaksinasi dalam jumlah besar.

    Tentang Prosehat

    Prosehat adalah sebuah penyedia layanan jasa kesehatan Indonesia yang berdiri sejak 2015. Prosehat hadir untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di Indonesia terutama vaksinasi.

    Salah satu layanan utama Prosehat adalah layanan vaksinasi ke rumah. Di samping itu Prosehat juga menyediakan kebutuhan kesehatan lainnya secara online seperti telemedisin berupa chat dokter 24 jam, fisioterapi, obat herbal, vitamin, cek lab, hingga kebutuhan ibu hamil dan bayi.

    Semua layanan yang ada dikerjakan oleh para tenaga profesional yang terpercaya, dan Prosehat bermitra dengan apotek, laboratorium, dan produsen kesehatan untuk menjamin keaslian produk.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau www.prosehat.com.

    Read More
  • Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan mengenai seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dan keguguran akibat mengonsumsi rumput fatimah (Labisia pumila). Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati Atas peristiwa itu, banyak dokter kandungan menyarankan ibu hamil agar tidak mengonsumsi rumput fatimah karena di masyarakat beredar informasi bahwa rumput […]

    Ibu Hamil Wajib Tahu! Bahaya & Manfaat Rumput Fatimah

    Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan mengenai seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dan keguguran akibat mengonsumsi rumput fatimah (Labisia pumila).

    bahaya & manfaat rumput fatimah

    Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Atas peristiwa itu, banyak dokter kandungan menyarankan ibu hamil agar tidak mengonsumsi rumput fatimah karena di masyarakat beredar informasi bahwa rumput fatimah dapat memperkuat otot dan dinding perut serta vagina.

    Lalu seperti apa sebenarnya bahaya dan manfaat mengonsumsi rumput fatimah ? Sahabat Sehat, mari kita simak perihal rumput fatimah berikut ini.

    Apa Itu Rumput Fatimah?

    Dr. Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu menyatakan bahwa rumput fatimah sebenarnya memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Zat antioksidan dalam rumput fatimah dipercaya dapat menangkal radikal bebas, sementara kandungan flavonoid dan alkaloid dapat meredakan proses peradangan dalam tubuh.

    Selain itu, air rendaman rumput fatimah dipercaya dapat mempercepat proses persalinan karena adanya zat oksitosin yang dapat memicu kontraksi rahim.

    Secara medis, sudah ada pedoman perihal penggunaan dan dosis oksitosin untuk memicu kontraksi rahim. Namun hingga kini belum ada penelitian yang cukup jelas mengenai dosis penggunaan rumput fatimah untuk memicu kontraksi rahim, sehingga penggunaan rumput fatimah yang berlebihan berisiko membahayakan ibu dan janin akibat kontraksi rahim yang terlalu kuat.

    Bahaya Rumput Fatimah Bagi Janin

    Dilansir dari Detikcom, dr. Ari Waluyo,SpOG mengungkapkan bahwa rumput fatimah memiliki kandungan zat uterotonika yang dapat memicu kontraksi hebat dalam rahim sehingga berbahaya untuk keselamatan ibu dan janin. Kontraksi rahim yang terus-menerus berisiko membuat janin kekurangan oksigen dan mengakibatkan kematian janin.

    Bahaya lainnya adalah otot rahim dapat mengalami penipisan sehingga rahim rentan robek, terutama jika dialami oleh ibu hamil yang sebelumnya memiliki riwayat operasi caesar.

    Baca Juga: 4 Hal Penting dari Pemeriksaan Kehamilan

    Sehingga risiko bahaya dari mengkonsumsi rumput fatimah tidak hanya dialami oleh janin, namun juga berisiko bagi ibu hamil.

    Bagaimana Sebaiknya Cara Mengonsumsi Rumput Fatimah?

    dr.Dinda Derdameisya, SpOG seperti dilansir dari Detikcom mengungkapkan bahwa ibu  sebaiknya mengkonsumsi rumput fatimah apabila bayi telah lahir.

    Rumput fatimah dapat membantu mengurangi pendarahan setelah melahirkan, dengan cara menyempitkan pembuluh darah di dalam rahim.

    Tanaman Herbal Pelancar Kehamilan Selain Rumput Fatimah

    Bagi Sahabat Sehat yang saat ini sedang hamil dan ingin memperlancar kehamilan dengan mengkonsumsi tanaman herbal, Sahabat bisa mencoba berbagai tanaman herbal berikut yang aman untuk kehamilan :

    • Jahe, dipercaya dapat mengurangi rasa tidak nyaman di awal kehamilan dan mengurangi mual ataupun muntah. Jahe juga berperan untuk mengurangi nyeri perut selama masa kehamilan.

    Produk terkait: Jual Kapsul Jahe Borobudur

    • Chamomile dipercaya dapat membantu mengurangi stres dan memberi ketenangan selama hamil, sehingga baik dikonsumsi bagi ibu hamil.
    • Tanaman lain seperti kunyit, kencur, temulawak, dan jinten hitam.

    Semua jenis tanaman herbal ini dapat dikonsumsi, tergantung kondisi pada setiap ibu hamil. Bagi Sahabat Sehat yang saat ini sedang hamil, sebaiknya mengkonsumsi tanaman herbal dengan bijak dan tidak berlebihan.

    Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan jika hendak mengkonsumsi obat maupun herbal di luar saran dokter.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Demikianlah mengenai rumput fatimah yang tidak dianjurkan dikonsumsi selama hamil karena dapat membahayakan ibu dan janin.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kehamilan dan produk kesehatan, dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. K N. Mengenal Rumput Fatimah yang Viral Dikaitkan dengan Janin Meninggal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5518424/mengenal-rumput-fatimah-yang-viral-dikaitkan-dengan-janin-meninggal?single
    2. Media K. Ibu Hamil, Jangan Konsumsi Rumput Fatimah, Ini Pesan Dokter Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/02/190400665/ibu-hamil-jangan-konsumsi-rumput-fatimah-ini-pesan-dokter?page=all#page2
    3. Viral Janin Meninggal dan Ibu Mengalami Pendarahan Setelah Mengonsumsi Rumput Fatimah I. Viral Janin Meninggal dan Ibu Mengalami Pendarahan Setelah Mengonsumsi Rumput Fatimah, Ini Penjelasan Ahli – Halaman 2 – Grid.ID [Internet]. Grid.ID. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.grid.id/read/042631091/viral-janin-meninggal-dan-ibu-mengalami-pendarahan-setelah-mengonsumsi-rumput-fatimah-ini-penjelasan-ahli?page=2
    4. Media K. Bukan Rumput Fatimah, Ini Tanaman Herbal yang Aman bagi Ibu Hamil Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/02/100500823/bukan-rumput-fatimah-ini-tanaman-herbal-yang-aman-bagi-ibu-hamil-?page=all
    5. Alam S. Agar Tak Bahayakan Janin, Ini Cara Konsumsi Rumput Fatimah yang Disarankan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5516463/agar-tak-bahayakan-janin-ini-cara-konsumsi-rumput-fatimah-yang-disarankan
    Read More
  • Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC ternyata memiliki berbagai perbedaan. Walaupun ada juga kesamaannya, Sahabat Sehat harus bisa membedakan antara TBC dan Covid-19. Agar Sahabat Sehat dapat segera aware terhadap penyakit yang diderita TBC Tuberculosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC merupakan salah satu penyakit yang  sangat mengancam keselamatan jiwa, sama […]

    Mari Kenali Perbedaan TBC dan Covid-19

    Tuberkulosis atau yang biasa disebut TBC ternyata memiliki berbagai perbedaan. Walaupun ada juga kesamaannya, Sahabat Sehat harus bisa membedakan antara TBC dan Covid-19. Agar Sahabat Sehat dapat segera aware terhadap penyakit yang diderita

    perbedaan tbc dan covid-19

    TBC

    Tuberculosis merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC merupakan salah satu penyakit yang  sangat mengancam keselamatan jiwa, sama seperti Covid-19.

    Baca Juga: Bagaimana Penderita TBC Menghadapi Covid-19 dan Bolehkah Divaksin?

    Menurut WHO, setiap detiknya paling tidak ada satu orang yang treinfeksi TBC di dunia. Indonesia sendiri telah menempati urutan atau peringkat kedua sebagai negara dengan kasus penyakit TBC terbanyak setelah India.

    TBC bahkan menjadi infeksi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Namun sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari atau bahkan tidak tahu tentang penyakit TBC.

    Kebanyakan, orang biasanya tidak menyadari saat mengalami gejala penyakit TBC dan bingung membedakannya dengan penyakit lain, karena memang tidak mudah untuk mengenalinya. Padahal sebenarnya, gejala penyakit TBC dimulai secara bertahap dan berkembang dalam jangka waktu beberapa minggu hingga berbulan-bulan.

    Gejala TBC

    Biasanya pasien sering mengalami satu atau dua gejala ringan yang membuat tidak bisa mengenali gejala penyakit apa tersebut.

    Mengidentifikasi gejala penyakit TBC sendiri bisa membantu seseorang mencegah komplikasi seperti infeksi PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) pada organ tubuh lainnya. Berikut gejala penyakit TBC:

    – Batuk terus-menerus

    Batuk sendiri merupakan gejala umum dari penyakit TBC. Apabila Sahabat Sehat batuk yang terus menerus dan menyakitkan selama lebih dari dua minggu, sebaiknya segera periksa ke dokter.

    – Batuk darah

    Selain batuk yang tidak juga kunjung sembuh, penderita TBC biasanya juga mengalami batuk darah. Oleh karena itu waspadalah ketika ada noda darah ketika batuk.

    – Penurunan berat badan

    Penderita TBC juga biasanya mengalami penurunan berat badan. Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya bakteri TB yang berkembang di dalam tubuh penderita penyakit TBC.

    – Demam

    Biasanya setiap penderita infeksi TBC disertai dengan demam.

    – Lemah

    Sahabat Sehat harus tahu, biasanya penyakit TBC bisa membuat tubuh menjadi cepat merasa lemah.

    – Rasa sakit di paru-paru

    TBC sendiri merupakan penyakit yang menginfeksi paru-paru. Jika Sahabat Sehat merasakan nyeri tajam di paru-paru dan merasa kesakitan ketika menghembuskan udara, maka bisa dipastikan memiliki infeksi paru-paru yang parah.

    – Infeksi yang tidak kunjung sembuh

    Selain membuat infeksi paru-paru, TBC juga dapat menginfeksi setiap bagian tubuh seperti perut, hati, bahkan otak. Jika Sahabat Sehat memiliki infeksi di daerah tersebut lebih dari 3 minggu, sebaiknya periksakanlah hal tersebut ke dokter.

    Baca Juga: Pelayanan TBC Selama Masa Pandemi Covid-19

    – Menggigil di malam hari

    Jika Sahabat Sehat menggigil di malam hari padahal udara sedang tidak dingin atau bisa dibilang normal, hal ini bisa juga menjadi tanda TBC. Sebab, infeksi dari bakteri TBC ini biasanya akan menyebabkan menggigil di malam hari.

    – Kelelahan

    Gejala yang lain adalah Sahabat Sehat akan mudah sekali lelah karena daya tahan tubuh mulai melemah saat menderita penyakit TBC.

    – Urine kemerahan

    Sahabat Sehat bisa mengamati urine yang berubah warna (kemerahan) atau urine keruh. hal ini juga merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya.

    Covid-19

    Berbeda dari pneumonia, Covid-19 muncul akibat adanya virus corona jenis SARS-CoV-2 yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

    Virus ini dapat menyebabkan pneumonia. Maka dari itu, biasanya penderita yang terinfeksi lebih sering dilaporkan menderita batuk, demam, dan juga kesulitan bernapas.

    Baca Juga: Kiat Penderita Asma Menghadapi Covid-19

    Dalam kasus serius, penderita Covid-19 bisa menyebabkan terjadinya kegagalan organ. Bahkan, penderita Covid-19 yang meninggal, hal tersebut dikarenakan mereka memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

    Kemudian, terkait proses pemulihannya. Setiap orang yang menderita Covid-19 memiliki sistem kekebalan tubuh, yang nantinya akan berpengaruh terhadap proses pemulihan Covid-19.

    Gejala Covid-19

    – Batuk terus-menerus

    – Demam tinggi

    – Kehilangan indera perasa dan penciuman

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Sakit tenggorokan

    – Nyeri otot yang tidak biasa

    – Diare

    – Sesak dada

    – Sakit perut

    Persamaan TBC dan Covid-19

    Persamaan TBC dan Covid-19 adalah dapat menular melalui droplet atau percikan ludah dan saluran pernapasan. Penularannya pun bisa berasal dari orang-orang yang memang tidak memiliki gejala (asimptomatik).

    Namun, Covid-19 juga bisa masuk ke dalam tubuh melalui kontak pada permukaan, seperti pada mata, hidung, dan mulut, jika sebelumnya virus terdapat di permukaan tubuh.

    Terkait pengendalian infeksi penyakitnya, TBC dan Covid-19 dapat dikendalikan lewat tindakan administratif termasuk triase pasien berdasarkan gejala pernapasan serta menyarankan pasien atau penderita untuk menggunakan masker.

    Baca Juga: Tepat dan Efektifkah  Masker Berlapis untuk Menangkal Covid-19?

    Selain menggunakan masker, tindakan lingkungan atau penerapan perilaku hidup bersih dan sehat bisa mempercepat pemulihan masing-masing penyakit tersebut. Seperti memberikan ventilasi dengan aliran udara yang baik.

    Nah, kini Sahabat Sehat sudah mengetahui perbedaan dan persamaan dari penyakit TBC dan Covid-19. Sahabat Sehat bisa memeriksakan apabila sudah mulai ada gejala yang sudah disebutkan di atas.

    Namun, di masa pandemi Covid-19 seperti ini, guna mengecek kepastian, Sahabat Sehat bisa langsung melakukan tes swab atau sebagainya guna mengecek kesehatan pada Sahabat Sehat masing-masing.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Untuk TBC Sahabat bisa mencegahnya dengan vaksinasi BCG di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ansori, A., 2021. Wajib Tahu Beda Penularan TBC dengan COVID-19. [online] liputan6.com. Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/4331285/wajib-tahu-beda-penularan-tbc-dengan-covid-19> [Accessed 5 April 2021].
    2. merdeka.com. 2021. Pahami Perbedaan TBC dengan Covid-19 di Tengah Pandemi | merdeka.com. [online] Available at: <https://www.merdeka.com/sehat/pahami-perbedaan-tbc-dengan-covid-19-di-tengah-pandemi.html> [Accessed 5 April 2021].
    3. liputan6.com. 2021. 10 Gejala Penyakit TBC dan Cara Pengobatannya, Kenali Sejak Dini Sebelum Terlambat. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/health/read/3874937/10-gejala-penyakit-tbc-dan-cara-pengobatannya-kenali-sejak-dini-sebelum-terlambat> [Accessed 5 April 2021].
    4. Media, K., 2021. 15 Gejala Covid-19 yang Perlu Diwaspadai Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/133000565/-15-gejala-covid-19-yang-perlu-diwaspadai?page=2> [Accessed 5 April 2021].
    Read More
  • Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang kesulitan dalam membedakan antara penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya. Salah satunya adalah dengan penyakit pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan peradangan jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut Banyak orang yang sulit membedakan penyakit Covid-19 dengan Pneumonia […]

    Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Perbedaan Pneumonia dan Covid-19

    Di masa pandemi Covid-19, banyak orang yang kesulitan dalam membedakan antara penyakit Covid-19 dengan penyakit lainnya. Salah satunya adalah dengan penyakit pneumonia. Pneumonia sendiri merupakan peradangan jaringan paru-paru yang biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

    perbedaan pneumonia dan covid-19

    Baca Juga: Yuk, Kenali Bahaya Pneumonia dan Pencegahannya Lebih Lanjut

    Banyak orang yang sulit membedakan penyakit Covid-19 dengan Pneumonia karena kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang hampir serupa. Bahkan, pneumonia sama seperti Covid-19 bisa bersifat dan menyebabkan kematian.

    Namun bukan berarti kedua penyakit tersebut tidak memiliki perbedaan. Berikut perbedaan antara Pneumonia dan Covid-19.

    Pneumonia

    Penyakit peradangan jaringan paru-paru mengakibatkan kantung udara di ujung pernapasan di paru-paru terisi oleh cairan. Pneumonia berisiko pada orang yang biasanya memiliki sistem kekebalan atau imunitasnya rendah. Bisa menyerang usia berapa pun, mulai dari bayi, orang tua, perokok, peminum berat dan lainnya.

    Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), pneumonia atau radang paru-paru menjadi penyebab kematian pada balita dan juga anak tersebesar di Indonesia.

    Sedangkan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat pneumonia menyumbang  14 sampai 16% dari total kematian anak yang ada di Indonesia.

    Pneumonia dapat memiliki derajat berat maupun ringan. Hal tersebut dipengaruhi oleh jenis kuman penyebab infeksi, usia, dan kondisi kesehatan penderita dari penyakit pneumonia itu sendiri.

    Dalam kasus pneumonia ringan, biasanya penderita hanya memerlukan waktu beberapa hari atau satu minggu untuk bisa kembali sehat.

    Namun, jika dalam kasus yang parah, pneumonia bisa memerlukan waktu sampai dengan enam bulan, agar penderita pulih atau sehat kembali. Bahkan bisa juga menyebabkan kematian.

    Pada seseorang dengan kesehatan yang buruk atau dengan sistem kekebalan yang lemah, Pneumonia yang tidak diobati dapat menyebabkan kadar oksigen turun sehingga jaringan tubuh akan berpengaruh.

    Penyakit pneumonia ini juga bisa menular lewat percikan cairan pernapasan saat penderita batuk, bersin, ataupun bernapas.

    Gejala Pneumonia

    Gejala dari pneumonia biasanya mirip dengan influenza sehingga penderita bisa merasakan gejala yang umum terjadi, seperti:

    – Demam atau suhu tinggi

    – Menggigil

    – Batuk

    – Kehilangan nafsu makan

    – Merasa sakit di sisi dada

    – Jantung berdebar

    – Tidak selera makan

    – Batuk berdarah

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Badan terasa nyeri

    – Nyeri sendi dan otot

    – Linglung atau merasa bingung, terutama biasanya terjadi pada orang lansia

    Penyakit pneumonia bisa diketahui lewat pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Dokter pada umumnya akan melakukan pemeriksaan fisik, kemudian merekomendasikan rontgen dada, tes dahak, atau juga melakukan tes darah.

    Produk Terkait: Jual Vaksinasi Pneumonia Dewasa

    Apabila memang bisa mengancam jiwa, penyakit ini seharusnya bisa segera ditangani atau diobati. Penderita juga perlu minum banyak air putih dan banyak istirahat selama atau dalam proses pemulihan.

    Covid-19

    Berbeda dari pneumonia, Covid-19 muncul akibat adanya virus corona yang bernama SARS-CoV-2 yang belum pernah ditemukan sebelumnya, di mana pun. Virus ini juga bisa menyebabkan pneumonia. Maka dari itu, biasanya penderita yang terinfeksi lebih sering dilaporkan menderita batuk, demam, dan juga kesulitan bernapas.

    Dalam kasus serius, penderita Covid-19 bisa menyebabkan terjadinya kegagalan organ. Bahkan, seperti yang sama-sama diketahui, banyak penderita Covid-19 yang meninggal, hal tersebut dikarenakan mereka memiliki kondisi kesehatan yang buruk.

    Baca Juga: Covid-19 Akan Menjadi Endemik, Apa Perbedaannya dengan Pandemi?

    Kemudian, terkait proses pemulihannya. Setiap orang yang menderita Covid-19 memiliki sistem kekebalan tubuh, yang nantinya akan berpengaruh terhadap proses pemulihan Covid-19.

    Gejala Covid-19

    – Batuk terus-menerus

    – Demam tinggi

    – Kehilangan indera perasa dan penciuman

    – Sakit kepala

    – Kelelahan

    – Sakit tenggorokan

    – Nyeri otot yang tidak biasa

    Diare

    – Sesak dada

    – Sakit perut

    Nah, Sahabat Sehat sudah mengetahui kan perbedaan dari Pneumonia dan juga Covid-19. Namun, guna memastikan dan mengecek kebenaran, sebaiknya apabila sudah bergejala, Sahabat Sehat bisa melakukan tes swab. Sehingga nantinya tidak hanya menerka-nerka jenis penyakit apa yang ada di tubuh Sahabat Sehat.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Tetaplah berperilaku hidup sehat, senantiasa patuh dan taat dalam menggunakan masker, menjaga jarak, dan juga mencuci tangan dengan sabun.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Sahabat Wajib Punya di Masa Pandemi!

    Pneumonia sendiri bisa dicegah dengan vaksinasi. Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Kenali Apa Itu Pneumonia, Gejala, dan Penyebabnya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2020/11/12/170100868/kenali-apa-itu-pneumonia-gejala-dan-penyebabnya?page=all#page2.> [Accessed 5 April 2021].
    2. [online] Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/16/151500565/apa-bedanya-pneumonia-dengan-covid-19-yang-disebabkan-virus-corona?page=2> [Accessed 5 April 2021].
    3. suara.com. 2021. Punya Gejala Mirip, Ini Cara Membedakan Pneumonia dan Covid-19. [online] Available at: <https://www.suara.com/health/2020/11/07/094431/punya-gejala-mirip-ini-cara-membedakan-pneumonia-dan-covid-19> [Accessed 5 April 2021].
    4. Widiyarti, Y., 2021. Kenali Beda Pneumonia dan Covid-19. [online] Tempo. Available at: <https://gaya.tempo.co/read/1405686/kenali-beda-pneumonia-dan-covid-19/full&view=ok> [Accessed 5 April 2021].
    5. Media, K., 2021. 15 Gejala Covid-19 yang Perlu Diwaspadai Halaman 2 – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/26/133000565/-15-gejala-covid-19-yang-perlu-diwaspadai?page=2> [Accessed 5 April 2021]
    Read More
  • Setiap tahun, tanggal 7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan Internasional yang ditetapkan sejak tahun 1950 oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Baca Juga: Hari Kesehatan Nasional 2020: Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat Tema Hari Kesehatan Internasional 2021 Tema Hari Kesehatan Internasional tahun 2021 dari World Health Organization (WHO) adalah “Building a fairer, healthier word for everyone”, artinya […]

    Hari Kesehatan Internasional 2021, Yuk Gunakan Layanan Kesehatan Online dari Prosehat

    Setiap tahun, tanggal 7 April diperingati sebagai Hari Kesehatan Internasional yang ditetapkan sejak tahun 1950 oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

    hari kesehatan internasional 2021

    Baca Juga: Hari Kesehatan Nasional 2020: Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat

    Tema Hari Kesehatan Internasional 2021

    Tema Hari Kesehatan Internasional tahun 2021 dari World Health Organization (WHO) adalah “Building a fairer, healthier word for everyone”, artinya adalah membangun dunia yang lebih adil dan lebih sehat untuk semua orang.

    Tentu saja tema ini berkaitan dengan pemerataan pelayanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, dengan memberikan akses kesehatan yang mudah.

    Seperti yang diungkapkan WHO, tidak semua orang mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang setara karena dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya ekonomi.

    Adanya pandemi Covid-19 turut berpengaruh terhadap sektor ekonomi dan kesehatan, sehingga mempengaruhi akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

    Pelayanan Kesehatan di Indonesia

    Berkaitan dengan tema Hari Kesehatan Internasional tahun 2021, Indonesia hingga kini masih mengalami banyak kendala dalam pemerataan dan akses pelayanan kesehatan.

    Indonesia yang memiliki luas 5.193.250 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 271,34 juta orang (berdasarkan sensus BPS 2021), memiliki tantangan dalam menyediakan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.

    Baca Juga: Digitalisasi Faskes untuk Membangun Ekosistem Digital yang Terhubung

    Pandemi Covid-19 juga membuat masyarakat cukup waspada untuk berobat ke fasilitas  kesehatan, sehingga hal ini turut berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di Indonesia yang masih mengutamakan penanggulangan Covid 19.

    Telemedicine dan Layanan Kesehatan ke Rumah Sebagai Solusi

    Mengingat masih terkendalanya pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia terutama di masa pandemi Covid-19, layanan telemedicine dapat dijadikan sebagai solusi agar masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan.

    Melalui layanan telemedicine, Sahabat tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan karena Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter secara online selama 24 jam.

    Baca Juga: Manfaatkan Telemedicine Bagi yang Memiliki Penyakit Kronis

    Selain layanan telemedicine, Sahabat juga dapat menggunakan layanan kesehatan ke rumah sehingga tenaga medis yang akan mendatangi Sahabat kerumah. Sahabat dapat menggunakan layanan kesehatan ke rumah untuk melakukan vaksinasi ataupun pemeriksaan Covid-19, baik untuk orang dewasa dan anak-anak.

    Sahabat dapat mengakses layanan telemedicine dan layanan panggil ke rumah melalui Prosehat. Tak hanya layanan kesehatan, Sahabat juga bisa mendapatkan banyak informasi kesehatan lainnya termasuk kesehatan mental di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. World Health Day 2021 [Internet]. Who.int. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.who.int/campaigns/world-health-day/2021
    2. Tema Hari Kesehatan Sedunia 2021 7 April dan Cara Merayakannya – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://tirto.id/tema-hari-kesehatan-sedunia-2021-7-april-dan-cara-merayakannya-gbQY
    3. Profil Kesehatan Indonesia 2019 [Internet]. 1st ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2020 [cited 7 April 2021]. Available from: https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-indonesia-2019.pdf
    4. Media K. Jumlah Penduduk Indonesia Terkini Mencapai 271,34 Juta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2021/01/22/090554926/jumlah-penduduk-indonesia-terkini-mencapai-27134-juta?page=all
    5. detikcom T. Luas Wilayah Indonesia Lengkap Daratan dan Lautan [Internet]. detikTravel. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://travel.detik.com/travel-news/d-5262317/luas-wilayah-indonesia-lengkap-daratan-dan-lautan
    6. Daftar Laboratorium Pemeriksa Covid-19 | Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan [Internet]. Litbang.kemkes.go.id. 2021 [cited 7 April 2021]. Available from: https://www.litbang.kemkes.go.id/laboratorium-pemeriksa-covid-19/
    Read More
  • Seminggu belakangan ini ramai diberitakan sebuah insiden tabrakan di jalan raya yang melibatkan seorang pengendara mobil dan seorang pengendara motor, dan berakhir dengan adu argumen serta penodongan senjata api oleh pengendara mobil. Hingga kini, belum diketahui alasan yang bersangkutan berani mengeluarkan senjata api yang dapat membahayakan orang lain. Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab […]

    Mari Simak Cara Jitu Menghadapi Orang Arogan!

    Seminggu belakangan ini ramai diberitakan sebuah insiden tabrakan di jalan raya yang melibatkan seorang pengendara mobil dan seorang pengendara motor, dan berakhir dengan adu argumen serta penodongan senjata api oleh pengendara mobil.

    cara jitu menghadapi orang arogan

    Hingga kini, belum diketahui alasan yang bersangkutan berani mengeluarkan senjata api yang dapat membahayakan orang lain.

    Baca Juga: Gangguan Kesehatan Jiwa, dari Penyebab hingga Cara Mengatasi

    Dalam kehidupan sehari hari, apakah Sahabat Sehat pernah menghadapi orang yang arogan? Mari kita simak ulasan berikut ini.

    Alasan Orang Menjadi Arogan

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arogan diartikan sebagai sikap sombong, congkak, angkuh, mempunyai perasaan superioritas yang diperlihatkan dalam sikap suka memaksa atau pongah.

    Ada beberapa alasan penyebab mengapa seseorang bertingkah arogan. Yang pertama adalah karena merasa lebih baik dari segi kemampuan, kelebihan, atau materi yang dimiliki.

    Yang kedua, karena pengaruh pergaulan dengan komunitas yang sama-sama memiliki karakter arogan. Seseorang yang bertingkah arogan seringkali tidak menyadari bahwa apa yang dilakukannya mengarah pada kesombongan.

    Cara Jitu Menghadapi Orang Arogan

    Berikut beberapa cara yang Sahabat Sehat dapat lakukan untuk menghadapi orang yang arogan :

    Mengutamakan Rasa Kasih

    Sahabat dapat mengutamakan rasa kasih, untuk memberikan kedamaian bagi Sahabat dalam menghadapi orang arogan dan membuat situasi menjadi lebih tenang.

    Baca Juga: Inilah Gejala Kesehatan Mental yang Sering Sahabat Anggap Remeh!

    Menerima Fakta

    Cara selanjutnya, Sahabat harus menerima fakta kalau orang yang dihadapi memiliki sifat sombong dan arogan. Namun, Sahabat tidak perlu merasa minder karena hal tersebut malah akan semakin menambah kesombongan dan arogansi mereka.

    Berkomunikasi Dengan Sopan

    Sahabat Sehat dapat menggunakan kalimat yang sopan saat berkomunikasi dengan orang yang arogan, misalnya: “maaf memotong, tapi..”.

    Jaga Jarak dan Frekuensi Bertemu

    Menjaga jarak dan mengatur frekuensi bertemu, bisa menjadi salah satu cara dalam menghadapi orang arogan. Hal ini dapat membantu Sahabat menghindari debat atau membicarakan hal lain yang dapat memancing arogansi lawan bicara.

    Jangan Terlalu Terikat

    Jangan terlalu terikat dengan orang arogan, sebab hal itu malah dapat menguras energi Sahabat.

    Tidak Menyindir di Media Sosial

    Sebaiknya Sahabat tidak menyindir orang arogan di media sosial, agar tidak menghabiskan waktu dan menghindari debat dengan orang arogan.

    Baca Juga: Waspada Bahaya Narsistik di Media Sosial!

    Orang arogan apalagi sampai mengintimidasi memang menyebalkan. Apalagi jika orang tersebut sampai menyebabkan Sahabat Sehat mengalami stress, terutama saat bekerja di kantor. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu langkah lain yang bisa dilakukan adalah dengan bercerita kepada teman ataupun mereka yang memahami kesehatan mental dengan baik.

    Sahabat Sehat juga bisa mengikuti webinar yang akan diselenggarakan oleh Prosehat dengan tajuk: Lets Talk, Mental Health Bukan Aib yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober 2021.

    Acara ini akan sangat berguna loh, karena dihadiri praktisi dan spesialis kesehatan mental. Jadi Sahabat Sehat bisa mendapatkan banyak wawasan bermanfaat bagaimana menghadapi orang yang bersikap arogan dan mengintimidasi.

    Untuk pendaftaran mengikuti webinar ini, silahkan klik pada banner di bawah ini:

    Webinar Mental Health 28 Oktober 2021

     

    Nah Sahabat, itulah cara menghadapi orang arogan. Apabila Sahabat ingin mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Bagaimana Menghadapi Orang Arogan di Dunia Nyata dan di Dunia Maya? [Internet]. KOMPASIANA. 2021 [cited 7 April 2021].
    2. Arogan: cara menghadapi bos, rekan kerja, teman, kenalan yang arogan [Internet]. Limone. 2021 [cited 7 April 2021].
    3. Penyebab Umum Seseorang Menjadi Sombong | Amru [Internet]. Amru. 2021 [cited 7 April 2021].
    4. Times I, Wicaksono B. Inilah 7 Cara Tersantai untuk Menghadapi Orang yang Arogan [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 7 April 2021]. 
    5. detikcom T. Kabar Terbaru Kasus Farid Pengemudi Fortuner ‘Koboi’ Duren Sawit [Internet]. detiknews. 2021 [cited 7 April 2021].
    Read More
  • Bencana alam kembali melanda Indonesia, kali ini bencana banjir dan longsor melanda Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Adonara, Flores Timur. Banjir dan longsor terjadi pada kecamatan Adonara Timur, Ile Boleng, dan Wotan Ulumado. Baca Juga: Bencana Datang, Yuk Persiapkan Tas Siaga Bencana! Hingga Selasa 6 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak […]

    Ketahui Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Bencana alam kembali melanda Indonesia, kali ini bencana banjir dan longsor melanda Nusa Tenggara Timur tepatnya di Pulau Adonara, Flores Timur. Banjir dan longsor terjadi pada kecamatan Adonara Timur, Ile Boleng, dan Wotan Ulumado.

    manfaat berdonasi bagi kesehatan mental

    Baca Juga: Bencana Datang, Yuk Persiapkan Tas Siaga Bencana!

    Hingga Selasa 6 April 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 128 orang tewas, 71 orang dinyatakan hilang dan 8.424 orang mengungsi akibat banjir dan longsor yang terjadi pada Minggu, 4 April 2021.

    Pemerintah daerah Flores Timur telah membangun posko bagi para pengungsi di tempat yang dinilai aman. Bencana banjir dan longsor ini tentu saja membutuhkan uluran bantuan dari semua pihak, termasuk Sahabat Sehat.

    Ternyata membantu dan menolong orang melalui kegiatan amal seperti berdonasi maupun menjadi tim relawan, diketahui dapat memberikan berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan mental. Apa saja manfaatnya ? Mari simak penjelasan berikut!

    Manfaat Berdonasi Bagi Kesehatan Mental

    Menurunkan Tingkat Stres

    Manfaat pertama yang bisa Sahabat Sehat rasakan dengan melakukan kegiatan sosial adalah menurunnya tingkat stres. Saat membantu orang lain, tubuh secara tidak langsung akan memproduksi hormon endorfin yang memberi efek menenangkan.

    Memperpanjang Usia

    Rupanya membantu orang lain di tengah kesusahan juga dapat memperpanjang usia, hal ini diketahui berdasarkan sebuah penelitian di Swiss yang menyatakan bahwa orang yang merawat orang lain di sekitarnya ternyata memiliki usia yang lebih panjang.

    Hidup Menjadi Lebih Bahagia

    Rasa bahagia juga dapat Sahabat peroleh ketika menolong orang lain. Berdasarkan sebuah penelitian di Amerika Serikat, terdapat 2.000 orang yang menyebut diri mereka sangat bahagia karena telah memberikan bantuan sosial.

    Menurunkan Tekanan Darah

    Membantu orang lain diketahui dapat membantu meringankan penyakit kronis, seperti darah tinggi. Sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang melakukan kegiatan sosial setidaknya 2.000 jam per tahun, mengalami penurunan tekanan darah hingga 40%.

    Baca Juga: Perlu Makan Apa Supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    Hal ini terjadi karena kegiatan sosial yang dilakukan dapat membantu menghilangkan rasa kesepian dan stres, yang sering kali menyertai gangguan tekanan darah tinggi.

    Memperoleh Pengalaman Baru

    Dengan membantu orang lain Sahabat Sehat dapat memperoleh pengalaman baru, menjalin relasi dengan orang lain atau bahkan Sahabat dapat menemukan hobi baru.

    Meningkatkan Rasa Percaya Diri

    Kegiatan beramal dan aktivitas sosial lainnya berdampak baik bagi remaja untuk meningkatkan rasa percaya diri.

    Ternyata menolong orang lain yang sedang dalam kesusahan, baik melalui kegiatan berdonasi ataupun menjadi relawan sangat bermanfaat bagi kesehatan mental selain juga menunjukkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan.

    Baca Juga: Inilah Masalah Kesehatan yang Timbul Akibat Gempa Bumi bagi Korban Selamat

    Apabila Sahabat Sehat membutuhkan informasi lebih lanjut perihal kesehatan mental, Sahabat dapat berkonsultasi secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. UPDATE Korban Banjir dan Longsor di Flores Timur, NTT: 62 Warga Ditemukan Meninggal, 4 Masih Dicari [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://regional.kompas.com/read/2021/04/05/104115778/update-korban-banjir-dan-longsor-di-flores-timur-ntt-62-warga-ditemukan
    2. Update Banjir NTT: 128 Meninggal, 71 Hilang, 8.424 Mengungsi [Internet]. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210406084138-20-626386/update-banjir-ntt-128-meninggal-71-hilang-8424-mengungsi
    3. 5 Manfaat Tolong Menolong Untuk Kesehatan – WeCare.id [Internet]. WeCare.id. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://blog.wecare.id/2020/11/manfaat-tolong-menolong/
    4. Times I. 6 Manfaat Membantu Orang Lain untuk Kesehatan Tubuh [Internet]. IDN Times. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.idntimes.com/health/fitness/siti-anisah-2/manfaat-membantu-orang-lain-untuk-kesehatan-tubuh-exp-c1c2/6
    Read More
  • Virus Covid-19 diketahui telah bermutasi, kali ini dalam bentuk varian baru yang disebut E484K atau EEK yang berasal dari Jepang. Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa varian baru virus Corona E484K lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya, seperti B117 dari Inggris. Baca Juga: Mengenal Varian Baru B117 yang Sudah Masuk ke Indonesia Kementerian Kesehatan (Kemenkes) […]

    Waspada! Varian Baru Virus Corona E484K Sudah Masuk Indonesia

    Virus Covid-19 diketahui telah bermutasi, kali ini dalam bentuk varian baru yang disebut E484K atau EEK yang berasal dari Jepang.

    Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 menyatakan bahwa varian baru virus Corona E484K lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya, seperti B117 dari Inggris.

    varian baru virus corona E484K

    Baca Juga: Mengenal Varian Baru B117 yang Sudah Masuk ke Indonesia

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memastikan bahwa varian baru virus Corona, E484K telah masuk ke Indonesia.

    Kemenkes melalui juru bicara vaksinasi Covid-19, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyatakan akan tetap menelusuri asal virus dan meminta masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat serta mengikuti program vaksinasi yang saat ini tengah dilaksanakan.

    Seperti dilansir dari CNN Indonesia, kemunculan varian baru virus Corona E4848K in terjadi pada pertengahan bulan Februari-Maret 2021.

    Sekitar 70% pasien yang dites di sebuah rumah sakit di Tokyo dilaporkan terinfeksi virus Corona varian E484K, dan sebanyak 10 dari 14 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Tokyo Medical and Dental University Medical Hospital ternyata telah terinfeksi varian baru virus Corona E484K.

    Seperti Apa Varian Baru Virus Corona E484K?

    Dilansir dari Detikcom, varian baru virus Corona E484K (EEK) sebenarnya bukanlah varian baru virus Covid-19 melainkan mutasi yang terjadi pada virus Corona.

    Varian baru virus Corona E484K (EEK) disebut sebagai escaped mutant, yakni versi mutan virus Corona yang terbukti dapat lepas dari antibodi tubuh yang dibentuk oleh vaksin.

    Baca Juga: Mutasi Virus Corona yang Perlu Sahabat Tahu

    Mutasi ini awalnya ditemukan pada mutasi virus Corona asal Afrika Selatan, yakni varian B 1351. Namun seiring perkembangannya, mutasi juga ditemukan pada varian B117 di Inggris dan P1 di Brasil.

    Pengaruh Mutasi Varian Virus Corona E484K pada Vaksinasi

    Berdasarkan sebuah penelitian di Afrika Selatan, varian baru virus Corona E484K disebut kebal terhadap vaksin yang diberikan pada tubuh karena kemampuannya membentuk kombinasi dengan mutasi lain.

    Uji vaksinasi yang telah dilaksanakan di University of Witwatersrand, Johannesburg, Afrika Selatan, dengan menggunakan vaksin AstraZeneca diketahui dapat mengurangi gejala ringan hingga sedang mencapai 22%.

    Vaksin Novavax diketahui memiliki efektivitas 89%, dalam uji klinis fase 3 yang telah dilakukan di Inggris. Sementara vaksin Johnson & Johnson diketahui memiliki efektivitas mencapai 72% dalam uji klinis fase 3 di Amerika Serikat dan mencapai 57% dalam uji klinis fase 3 di Afrika Selatan.

    Saat ini mutasi baru virus Corona E484K (EEK) telah masuk ke Indonesia, yuk Sahabat Sehat mari tetap lakukan perilaku 5M yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, mengenakan masker, menjaga jarak, membatasi mobilisasi, dan menghindari kerumunan.

    Baca Juga: Setahun Covid di Indonesia Ditandai dengan Munculnya Varian Baru Virus dari Inggris

    Sahabat Sehat, jangan lupa untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan lakukan pemeriksaan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Tertarik untuk melakukan pemeriksaan Covid 19 di Prosehat? Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Varian Virus Corona Eek Muncul di Jepang, Beda dari Inggris [Internet]. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210405125243-199-626061/varian-virus-corona-eek-muncul-di-jepang-beda-dari-inggris
    2. Virus Corona Varian Eek Masuk RI, Kemenkes Lacak Kontak [Internet]. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210405124656-20-626058/virus-corona-varian-eek-masuk-ri-kemenkes-lacak-kontak
    3. Pinandhita V. Hebohkan Dunia ‘Per-COVID-an’ Jepang, Sebenarnya Varian ‘Eek’ Itu Apa Sih? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 6 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5520559/hebohkan-dunia-per-covid-an-jepang-sebenarnya-varian-eek-itu-apa-sih
    Read More
Chat Dokter 24 Jam