Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 71–80 of 423 results

  • Memasuki bulan Ramadan, Sahabat Sehat mungkin bertanya tanya apakah boleh melakukan pemeriksaan Covid-19 seperti tes Swab (PCR dan antigen) karena dikhawatirkan membatalkan puasa? Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya! Mengenai hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa tes swab tetap boleh dilaksanakan selama bulan Ramadan dan tidak membatalkan puasa. […]

    Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Memasuki bulan Ramadan, Sahabat Sehat mungkin bertanya tanya apakah boleh melakukan pemeriksaan Covid-19 seperti tes Swab (PCR dan antigen) karena dikhawatirkan membatalkan puasa?

    tes swab selama bulan ramadan

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Mengenai hal tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa tes swab tetap boleh dilaksanakan selama bulan Ramadan dan tidak membatalkan puasa. Hal ini tertuang dalam  Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 Saat Berpuasa yang berbunyi sebagai berikut:

    “Tes Swab adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus dengan cara pengambilan sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian pada tenggorokan bagian atas yang terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut) dan orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan).”

    Dilansir dari Merdeka.com, Ketua Bidang Hukum MUI, Noor Achmad mengungkapkan bahwa tes swab merupakan suatu metode memasukkan sesuatu ke hidung atau mulut namun tidak sampai ke perut dan tidak bersifat mengenyangkan. Untuk rapid test yang metodenya memakai sampel darah juga dianggap tidak membatalkan puasa.

    Baca Juga: Tempat PCR Swab di Jabodetabek, List dan Biayanya

    Tes swab selama bulan Ramadan juga diperbolehkan karena pemeriksaan tersebut bersifat darurat. Demikian pula dengan vaksinasi Covid-19 yang tetap boleh dilaksanakan selama bulan puasa.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Dengan dikeluarkannya Fatwa MUI ini, Sahabat Sehat yang tengah menjalankan ibadah puasa tidak perlu khawatir dan dapat menjalani puasa dengan tenang sembari melakukan tes Covid-19 selama bulan Ramadan untuk deteksi dini Covid-19.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Swab Antigen di Jabodetabek

    Sahabat Sehat dapat melakukan berbagai tes Covid 19 di Prosehat. Info lebih lengkap, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fatwa MUI Nomor 23 Tahun 2021 Tentang Hukum Tes Swab untuk Deteksi Covid-19 Saat Berpuasa. [Internet]. 1st ed. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia; 2021 [cited 12 April 2021].
    2. MUI: Tes Swab dan Vaksinasi Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/news/read/4527312/mui-tes-swab-dan-vaksinasi-covid-19-tidak-membatalkan-puasa#:~:text=Liputan6.com%2C%20Jakarta%20%2D%20Komisi,batal%20jika%20mel

     

    Read More
  • Perceraian merupakan suatu keputusan dalam memutus tali perkawinan yang disebabkan oleh suatu hal dan di sahkan oleh keputusan hakim atas permintaan dari salah satu pihak maupun dari kedua belah pihak. Perceraian sendiri dapat dipicu oleh beberapa alasan yang melatarbelakanginya. Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur dengan Pasangan Selama Pandemi? Sampai saat ini, angka kasus perceraian […]

    5 Alasan Meningkatnya Angka Perceraian di Tengah Pandemi Covid-19

    Perceraian merupakan suatu keputusan dalam memutus tali perkawinan yang disebabkan oleh suatu hal dan di sahkan oleh keputusan hakim atas permintaan dari salah satu pihak maupun dari kedua belah pihak. Perceraian sendiri dapat dipicu oleh beberapa alasan yang melatarbelakanginya.

    perceraian di tengah pandemi covid-19

    Baca Juga: Bagaimana Supaya Tetap Akur dengan Pasangan Selama Pandemi?

    Sampai saat ini, angka kasus perceraian di Indonesia terus mengalami peningkatan. Terutama semenjak merebaknya wabah pandemi Covid-19 di Indonesia.

    Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat besar dalam rutinitas kehidupan keluarga. Hal tersebut terjadi karena adanya kebijakan dari pemerintah untuk melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menekan jumlah penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.

    Kebijakan ini mengharuskan seluruh anggota keluarga untuk melakukan aktivitas dari rumah, seperti belajar, beribadah, hingga bekerja. Atas dasar inilah setiap anggota keluarga akhirnya banyak menghabiskan waktu dirumah dan kondisi ini tentunya disikapi berbeda-beda oleh setiap keluarga.

    Beberapa orang menyikapi keadaan ini dengan positif, seperti membangun kembali momen kebersamaan dan harmonisasi keluarga yang dulu sempat hilang.

    Namun, banyak pula yang menyikapinya dengan negatif sehingga berujung pada perselisihan, pertengkaran, atau bahkan hingga perceraian.

    Berikut adalah aspek-aspek yang paling sering memicu konflik antar pasangan suami istri hingga menyebabkan perceraian di tengah pandemi Covid-19, di antaranya:

    1. Kesulitan Ekonomi

    Perubahan ekonomi yang terjadi sampai saat ini akibat pandemi Covid-19 belum juga menemukan ujungnya. Menurunnya grafik perekonomian di Indonesia tidak sepenuhnya mampu diterima oleh semua keluarga, terutama pada golongan ekonomi menengah kebawah.

    Hal ini diperparah dengan adanya keluarga yang tidak cukup memiliki persiapan keuangan untuk menghadapi kondisi darurat seperti pada saat pandemi Covid-19 ini.

    Alhasil, pertengkaran dan perselisihan pun kerap terjadi. Misalnya, adanya rasa ingin diakui dan gagasan yang selalu harus dilakukan oleh pasangannya, namun pada kenyataannya mereka sulit membendung ego tersebut.

    Ada beberapa diantara mereka yang mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan baik, namun banyak pula yang membiarkannya berlarut-larut hingga menyebabkan keretakan pada perkawinannya yang berakhir pada perceraian.

    Alasannya sangat beragam, seperti besarnya peluang menjadi pengangguran, diharuskan untuk cuti oleh pihak kantor, atau kehilangan sebagian pengasilan.

    2. Munculnya Kebiasaan yang Tidak Biasa

    Kondisi pandemi secara tidak langsung memaksa masyarakat untuk menjalani aktivitas dan kebiasaan baru alias new normal. Adanya kebiasaan baru yang mendadak harus dijalankan tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya permasalahan baru, terutama dalam kehidupan pernikahan.

    Contohnya, pada sepasang suami istri yang sebelumnya memiliki kebiasaan berinteraksi jarak jauh atau jarang bertemu.

    Tetapi saat pandemi mereka diharuskan untuk berada didalam rumah, sehingga mau tidak mau mereka akan terus bertemu dan menghabiskan waktu bersama.

    Baca Juga: Kehidupan Seks Tetap Membara Setelah Menikah dan Punya Anak

    Kebiasaan baru ini bukan menjadi hal yang tidak mungkin dalam memicu terjadinya konflik diantara mereka. Terlebih jika salah satu diantara mereka tidak ada yang mengalah dan saling meninggikan ego, perceraian menjadi tak terhindarkan.

    3. Perasaan Jenuh

    Panjangnya masa pemberlakuan PSBB berdampak juga pada kondisi mental setiap keluarga, terutama pasangan suami istri.

    Kondisi tersebut membuat mereka yang sebelumnya memiliki kegiatan aktif di luar, kini merasa “terkurung” karena berada di dalam rumah pada jangka waktu yang panjang. Hal ini menyebabkan kedua pasangan akan merasa jenuh dan bosan.

    Mengulang kebiasaan yang sama di dalam rumah setiap harinya, dengan tidak adanya aktivitas lain tentunya akan menimbulkan perasaan jenuh.

    Maka, sangat penting bagi pasangan suami istri untuk terus mengkomunikasikan segala sesuatu demi mencegah hal yang tidak diinginkan. Misalnya, dengan menjaga komunikasi untuk mempererat keharmonisan di dalam kehidupan rumah tangga.

    4. Usia Pernikahan

    Usia pernikahan juga sangat berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga. Banyak dari mereka menjadikan usia pernikahan sebagai alasan untuk bercerai di tengah pandemi Covid-19.

    Pada pengantin baru atau yang usia pernikahannya masih muda, kemungkinan akan terkejut dengan perubahan yang terjadi akibat pandemi Covid-19.

    Ikatan pernikahan mereka cenderung lebih mudah goyah karena belum banyaknya pengalaman dalam menghadapi ujian pernikahan.

    Selain itu, tuntutan untuk menjalani gaya hidup sederhana akibat masa krisis sangat bersebrangan dengan kebanyakan visi pasangan baru yang mengacu pada ‘indahnya pernikahan dan kesempurnaan hidup’.

    Akibat dari kenyataan yang tidak sesuai dengan angan-angan tersebutlah, banyak dari mereka yang menyerah dengan kehidupan pernikahannya.

    5. Kesehatan Emosional

    Peningkatan jumlah kasus KDRT saat ini telah dilaporkan semenjak berlakunya kebijakan PSBB, jumlahnya menginjak angka 110 kasus KDRT di Indonesia.

    Salah satu alasan meningkatnya angka KDRT disebabkan oleh bertambahnya berbagai bentuk ketidakberdayaan yang dialami perempuan.

    Sebagian besar juga terjadi karena bertambahnya tuntutan rumah tangga yang dibebankan kepada perempuan, seperti megurus anak dan tugas internal lainnya.

    Baca Juga: 3 Faktor yang Memengaruhi Tingkat Stres Pada Pria dan Wanita

    Selain itu, KDRT yang terjadi bisa juga dipicu oleh kesulitan ekonomi yang kemudian merembet ke beberapa aspek kehidupan rumah tangga.

    Ditambah pula ketika pasangan mulai mempertanyakan kesanggupan dalam menafkahi keluarga, hal ini akan berujung pada pertengkaran karena perekomonian yang tidak kunjung membaik. Sehingga sangat mempengaruhi kesehatan emosional.

    Baik istri maupun suami pasti lama-lama akan merasa lelah dan jenuh dengan konflik yang terjadi setiap harinya. Jika kondisi ini terus diabaikan, hubungan antara suami istri akan semakin merenggang dan menjauh, atau bahkan akan timbul perasaan sudah tidak ada perasaan bahagia ketika bersama.

    Setiap pernikahan sejatinya memang tidak ada yang sempurna dan memiliki masalah merupakan hal yang wajar. Namun, apabila terjadi perubahan kondisi yang mendadak sehingga menimbulkan masalah baru tak terhindarkan dan justru terus berulang setiap harinya.

    Jadi, ada baiknya jika Sahabat Sehat mulai mempertimbangkan dan membuat perencanaan untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang mungkin terjadi dikemudian hari.

    Untuk mengurangi beban pikiran dan mental, Sahabat Sehat bisa mulai mengajak bicara sanak saudara, teman atau sahabat yang dapat dipercaya.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Namun, jika pada akhirnya merasa belum juga menemukan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi, Sahabat Sehat bisa mengagendakan untuk berkonsultasi dengan psikiater secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Referensi:

    1. ipb.ac.id. 2021. View of ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PERCERAIAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN BANYUMAS. [online] Available at: <https://jurnal.ipb.ac.id/index.php/jikk/article/view/31790/21087> [Accessed 8 April 2021].
    2. BBC News Indonesia. 2021. Mengapa angka perceraian di berbagai negara melonjak saat pandemi Covid-19? – BBC News Indonesia. [online] Available at: <https://www.bbc.com/indonesia/vert-cap-55284729> [Accessed 8 April 2021].
    3. Ramadhi, A., 2021. Perceraian di Masa Pandemi Covid-19 – Love Life –. [online] Love Life. Available at: <https://ilovelife.co.id/blog/perceraian-di-masa-pandemi-covid-19/> [Accessed 8 April 2021].
    Read More
  • Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup masyarakat secara nyata. Dengan segala upaya, pemerintah telah melakukan pencegahan berkembangnya virus corona ini. Baca Juga: Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya Salah satu upaya yang sangat mempengaruhi rutinitas kehidupan adalah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), segala kegiatan menjadi dibatasi dan pemerintah pun mengimbau […]

    7 Tips Mengusir Bosan Selama Pandemi, Apa Saja?

    Pandemi Covid-19 telah banyak mengubah pola hidup masyarakat secara nyata. Dengan segala upaya, pemerintah telah melakukan pencegahan berkembangnya virus corona ini.

    Baca Juga: Begini Cara Air Liur Menyebarkan Virus dan Risiko Penyakitnya

    Salah satu upaya yang sangat mempengaruhi rutinitas kehidupan adalah dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), segala kegiatan menjadi dibatasi dan pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk melakukan segala kegiatan dari dalam rumah.

    mengusir bosan selama pandemi

    Panjangnya masa pemberlakuan PSBB pastinya telah membuat sebagian besar masyarakat menjadi bosan dan jenuh akibat menghabiskan banyak waktu di rumah saja tanpa bebas berpergian.

    Namun, demi keselamatan bersama, tetap berada di rumah saja merupakan tindakan terbaik sebagai pencegahan penyebaran virus corona yang saat ini telah menyandang status pandemi dunia.

    Lantas, bagaimana cara untuk mengusir bosan selama  pandemi? Berikut beberapa tips yang dapat Sahabat Sehat lakukan.

    1. Memasak

    Bagi Sahabat yang berjiwa kreatif dan berkeinginan untuk mencoba hal baru, memasak adalah hal yang tepat untuk dilakukan selama masa pandemi seperti saat ini. Tidak perlu pergi keluar, yang penting selalu ingin menciptakan kreasi makanan dari rumah.

    Hal ini selain dapat menambah kreativitas dan kemampuan memasak, tentunya juga dapat mengusir rasa bosan dan jenuh selama di rumah. Mengajak pasangan atau buah hati untuk memasak bersama akan menambah keseruan dalam menciptakan menu masakan baru untuk keluarga.

    Sahabat dapat memulainya dengan membuat roti panggang, sandwich, salad, ataupun cemilan sehat lainnya. Untuk menghindari kesalahan, bisa juga dengan melihat resep dari buku panduan maupun internet. Jangan lupa untuk menyiapkan bahan-bahan makanan yang lengkap agar kegiatan memasak jadi lebih menyenangkan.

    2. Olahraga di Pagi Hari

    Melakukan olahraga di pagi hari merupakan hal yang baik untuk tubuh, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Sahabat dapat melakukan olahraga ringan seperti jalan-jalan keliling kompleks maupun olahraga fisik seperti cardio dan yoga di dalam rumah.

    Tentunya jangan lupa untuk tetap melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) ketika berolahraga di luar rumah. Pastikan juga kondisi tubuh saat berolahraga memang sedang fit agar dapat melakukannya dengan penuh semangat.

    Baca Juga: Hindari Kesalahan Berolahraga Saat Pandemi Corona

    Selain dapat membuat badan menjadi lebih prima, berolahraga di pagi hari juga dapat menghilangkan bosan akibat rutinitas yang begitu-gitu saja di rumah.

    Lebih dari itu, berolahraga secara tidak langsung juga dapat memperbaiki mental, karena paparan sinar matahari pagi dipercaya memiliki khasiat yang baik dalam mengatasi depresi maupun penyakit mental lainnya.

    3. Berkebun

    Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk berkebun sekaligus berkreasi bersama pasangan maupun buah hati. Jika tidak memiliki pekarangan di rumah, Sahabat dapat berkreasi menggunakan tanaman di pot.

    Karena berkebun akan menciptakan pengalaman baru yang menyenangkan, serta membuat rumah menjadi lebih asri. Berkebun juga dapat melatih anak untuk belajar bertanggung jawab, mencintai dan menjaga lingkungan, serta mengenal berbagai tumbuh-tumbuhan.

    4. Berkreasi dengan seni

    Melakukan kegiatan seperti menggambar dan mewarnai bersama buah hati akan menjadi hal yang menyenangkan untuk mengusir rasa bosan.

    Kegiatan seperti ini juga dapat mengasah bakat anak dalam berkreasi dengan bentuk dan warna. Selain itu, dengan menggambar dan mewarnai juga dapat membangun rasa percaya diri pada anak, membuatnya senang, dan melatih imajinasnya.

    Bukan hanya menggambar, tapi bisa juga mengajak si kecil untuk bernyanyi, main musik, hingga menari bersama. Kegiatan positif seperti ini akan meningkatkan keterampilan motorik kasar si kecil serta menyeimbangkan koordinasi antara tangan dengan matanya. Selain itu, Sahabat juga dapat memberikan pilihan minat kepada si kecil sejak dini.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    5. Movie night

    Akan sangat mengasyikan apabila Sahabat menyempatkan waktu untuk menonton film bersama keluarga. Cukup siapkan proyektor dan layar sederhana untuk menciptakan suasana menonton film seperti sedang di bioskop. Pemilihan film yang akan diputar pun juga tidak kalah penting.

    Izinkan semua orang untuk menulis daftar film pilihannya di selembar kertas, lalu kumpulkan jadi satu di sebuah wadah dan buat pilihan baru di setiap minggu.

    Agar tidak hanya sebatas menonton film, ajaklah pasangan dan buah hati untuk mendiskusikan film tersebut, seperti pesan moral atau pembelajaran apa yang dapat diambil dari film tersebut. Jika ingin suasana lebih seru, bisa juga disertai kuis dengan hadiah yang menarik.

    6. Game night

    Bermain game di gadget tentunya sudah sering dilakukan, atau bahkan sudah ditahap bosan akibat terlalu sering memainkannya di masa pandemi saat ini. Gunakan kesempatan ini untuk bermain bersama keluarga.

    Sahabat dapat mengusulkan permainan yang dapat dilakukan bersama-sama, misalnya seperti permainan congklak, bola bekel, papan monopoli, atau petak umpet.

    Dengan melakukan permainan-permainan tersebut, Sahabat dapat memperkenalkan permainan jaman dulu kepada anak-anak, sembari menceritakan kenangan berharga dimasa lampau.

    7. Lakukan hobi yang tertunda

    Padatnya rutinitas sehari-hari pasti membuat waktu terasa lebih sempit atau bahkan tidak memiliki waktu sama sekali untuk melakukan hobi.

    Nah, panjangnya masa pemberlakuan PSBB tentunya akan membuat bosan karena memiliki banyak waktu dirumah. Hal ini justru dapat dimanfaatkan untuk melakukan kembali hobi yang disenangi, seperti berkebun, memasak, melukis, dan sebagainya. Selain untuk mengusir rasa bosan, Sahabat juga akan merasakan manfaat pada kesehatan fisik maupun mental.

    Demikian beberapa ide kegiatan yang dapat Sahabat Sehat lakukan di rumah untuk mengusir bosan selama pandemi Covid-19. Meskipun merasa jenuh dan bosan,  Sahabat Sehat tetap harus patuhi anjuran pemerintah untuk sebisa mungkin beraktifitas dari rumah.

    Baca Juga: Seperti Apa dan Bagaimana Pertolongan Pertama Gangguan Kesehatan Jiwa?

    Apabila Sahabat ingin berpergian, maka jangan lupa untuk selalu terapkan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak demi mencegah penyebaran virus Covid-19.

    Apabila memiliki masalah atau pertanyaan mengenai kesehatan mental, Sahabat Sehat dapat langsung berkonsultasi secara daring atau online melalui fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh Prosehat.  Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

      

    Referensi

    1. com. 2021. 9 Aktivitas Penghilang Rasa Bosan Selama di Rumah Aja – Cermati.com. [online] Available at: <https://www.cermati.com/artikel/9-aktivitas-penghilang-rasa-bosan-selama-di-rumah-aja> [Accessed 6 April 2021].
    2. Brownlee, D., 2021. Got Bored Kids? Here Are 20 Fun Activities For A Pandemic Summer. [online] Forbes. Available at: <https://www.forbes.com/sites/danabrownlee/2020/07/14/got-bored-kids-here-are-20-fun-activities-for-a-pandemic-summer/> [Accessed 6 April 2021].
    3. com. 2021. 5 Cara Menghilangkan Rasa Bosan Anak di Rumah saat Pandemi Corona, Patut Dicoba – Tribunnews.com. [online] Available at: <https://www.tribunnews.com/lifestyle/2020/05/01/5-cara-menghilangkan-rasa-bosan-anak-di-rumah-saat-pandemi-corona-patut-dicoba?page=3> [Accessed 6 April 2021].
    Read More
  • Penyakit kanker tulang adalah kanker yang menyerang tulang. Adanya kanker ini membuktikan bahwa penyakit tersebut ternyata tidak hanya menyerang organ-organ tubuh seperti hati, lambung, payudara, dan mata. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Kanker tulang dapat menyerang  jenis tulang mana pun di dalam tubuh. Pada umumnya kanker ini dapat mengenai tulang di tungkai, lengan, […]

    Penyakit Kanker Tulang, dari Penyebab hingga Pencegahan

    Penyakit kanker tulang adalah kanker yang menyerang tulang. Adanya kanker ini membuktikan bahwa penyakit tersebut ternyata tidak hanya menyerang organ-organ tubuh seperti hati, lambung, payudara, dan mata. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Kanker tulang dapat menyerang  jenis tulang mana pun di dalam tubuh. Pada umumnya kanker ini dapat mengenai tulang di tungkai, lengan, dan panggul.

    prenyakit kanker tulang

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama? 

    Kanker tulang tergolong salah satu kondisi penyakit yang jarang terjadi dan tidak lebih dari 0,2% dari seluruh penderita kanker. Hal ini berdasarkan data yang dihimpun oleh American Cancer Society pada 2020. Sedangkan kanker tulang pada anak memiliki persentase sekitar 5% dari seluruh kasus penyakit kanker pada anak.

    Apa Saja Penyebabnya?

    Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab kanker tulang. Meski begitu, faktor keturunan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tulang. Selain faktor keturunan, faktor-faktor tertentu dapat berkontribusi atau meningkatkan risiko kanker. Faktor-faktor tersebut seperti adalah sebagai berikut:

    Pertumbuhan sel tidak normal

    Sel sehat terus membelah dan menggantikan sel yang lebih tua. Setelah itu, sel-sel tersebut akan mati. Namun, sel-sel yang tidak normal akan tetap hidup dan membentuk massa jarungan yang bisa menjadi tumor pemicu kanker.

    Produk Terkait: Wellness Os Cal 60 Tablet

    Terapi radiasi

    Terapi ini tepat untuk membunuh sel kanker yang berbahaya namun metode pengobatan ini malah bisa memicu pembentukan sel kanker pada tulang. Biasanya, kondisi ini dipucu oleh penggunaan radiasi dosis tinggi.

    Siapa Saja yang Bisa Terkena?

    Seperti sudah disebutkan bahwa kanker tulang dapat menyerang siapa saja. Namun, ternyata terdapat beberapa orang dengan kondisi berikut berpotensi tinggi mengalami kanker tulang, yaitu:

    • Memiliki riwayat keluarga kanker terutama pernah menerima perawatan atau atau terapi radiasi di masa lalu
    • Menderita penyakit paget, yaitu suatu kondisi yang menyebabkan tulang rusak, dan kemudian tumbuh kembali secara normal
    • Pernah memiliki beberapa tumor di tulang rawan yang merupakan jaringan ikut di tulang

    Seperti Apa Gejalanya?

    Gejala penyakit kanker tulang secara umum dapat berupa:

    • Nyeri dan bengkak pada tulang
    • Tulang mudah patah
    • Berat badan turun tanpa sebab
    • Berkeringat di malam hari
    • Tubuh mudah lelah atau kelelahan
    • Demam
    • Sensasi kebas atau mati rasa apabila kanker terjadi pada tulang belakang dan menekan saraf
    • Sesak napas apabila kanker tulang menyebar ke paru-paru
    • Tulang sakit sering menyebabkan terbangun di malam hari

    Apakah kanker ini mempunyai jenis?

    Kanker tulang mempunyai jenis. Jenis-jenisnya terbagi dua, yaitu primer dan sekunder. Untuk primer adalah sebagai berikut:

    Osteosarkoma

    Osteosarkoma juga dikenal dengan istilah sarcoma osteogenic. Kanker tulang ini adalah jenis yang paling umum diidap masyarakat. Biasanya kanker dimulai dari sel-sel tulang di lengan, kaki, atau panggul. Kanker ini sering terjadi pada orang berusia dari 10 sampai 30 tahun. Menurut berbagai penelitian, pasiennya lebih banyak berjenis kelamin pria daripada wanita.

    Kondrosarkoma

    Terbentuk di dalam sel tulang rawan, kondrosarkoma merupakan bentuk penyakit kanker tulang kedua yang paling umum. Meski demikian, jenis ini jarang terjadi pada orang di bawah usia 20 tahun kemungkinan berkembang hanya meningkat seiring bertambahnya usia.

    Baca Juga: Mengenal Gejala dan Pencegahan Osteoporosis

    Tumor Ewing

    Tumor ini juga dikenal sebagai sarkoma ewing. Umumnya, sel kanker akan dimulai dari tulang. Namun, jenis ini juga dapat terbentuk di jaringan dan otot lain. Para peneliti mengategorikan tumor ewing sebagai bentuk kanker tulang primer ketiga yang paling umum diderita. Tumor ewing paling sering terjadi pada anak-anak hingga remaja, dan jarang terlihat pada orang dewasa di atas usia 30 tahun.

    Sedangkan kanker tulang sekunder adalah kanker di tulang yang biasanya berawal di tempat lain dalam tubuh. Contohnya adalah kanker paru-paru yang menyebar ke tulang. Kanker sekunder ini kemudian disebut juga sebagai kanker metastasis karena berpindah dari satu bagian tubuh ke bagian lainnya. Beberapa kanker yang biasanya menyebar ke tulang antara lain:

    • Kanker payudara
    • Kanker prostat
    • Kanker paru-paru

    Apakah Kanker Ini Dapat Diobati?

    Dapat. Pengobatannya berupa diagnosis dengan mengklasifikasikan kanker tulang primer secara bertahap. Tahapan ini menjelaskan letak kanker, tindakan yang harus dilakukan, dan seberapa besar pengaruhnya terhadap bagian tubuh lainnya.

    • Stadium 1, kanker masih berada di satu area tulang atau belum menyebar dan tidak agresif.
    • Stadium 2, stadium ini sama seperti stadium 1 namun kanker lebih agresif mulai membesar
    • Stadium 3, di tahap ini kanker sudah menyebar ke lebih dari satu area, minimal berada di dua lokasi pada satu tulang yang sama
    • Stadium 4, tahap ini merupakan tahap tertinggi, kanker sudah menyebar ke organ lain seperti hati, paru, dan otak

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Stadium-stadium ini dapat ditentukan menggunakan metode berikut, yaitu:

    • Biopsi untuk menganalisis sampel kecil jaringan untuk mendiagnosis kanker
    • Pemindaian tulang untuk memeriksa kondisi tulang
    • Tes darah
    • Diagnosis melalui pencitraan yang mencakup sinar X, pemindaian MRI, dan CT Scan untuk mendapatkan gambaran mendalam tentang struktur tulang

    Apakah Kanker Ini Bisa Dicegah?

    Sejauh ini seperti dilansir dari National Cancer Institute, tidak ada pencegahan untuk kanker tulang meski begitu Sobat bisa menerapkan pola hidup sehat sebagai pencegahan, yaitu:

    • Kurangi atau tidak merokok sama sekali
    • Kurangi atau tidak mengonsumsi alkohol sama sekali
    • Hindari makanan dan minuman yang mengandung lemak jahat dan berkarsinogen
    • Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung vitamin A dan D, dan sering berjemur di pagi hari untuk mendapatkan sinar matahari pagi sebagai cara alami mencegah kanker tulang
    • Berolahraga secara rutin

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini!

    Nah, Itulah mengenai penyakit kanker tulang dari penyebab hingga pencegahannya yang perlu Sobat Sehat ketahui. Perlu diingat kanker tulang bukan hanya menyerang pada orang dewasa lanjut usia saja, tetapi juga bisa menyerang kaum muda karena pola hidup yang tidak sehat. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kanker tulang dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. What Is Bone Cancer? [Internet]. Cancer.org. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/bone-cancer/about/what-is-bone-cancer.html
    2. Bone Cancer: Types, Causes & Symptoms [Internet]. Healthline. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.healthline.com/health/bone-cancer#causes
    3. Bone Cancer—Patient Version [Internet]. National Cancer Institute. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.cancer.gov/types/bone
    4. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Bone Tumors: Cancerous and Benign [Internet]. WebMD. 2020 [cited 2 November 2020]. Available from: https://www.webmd.com/cancer/bone-tumors#1
    Read More
  • Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyempatkan diri mengunjungi program vaksinasi Bandara City Mall, Dadap, Kosambi, 10 April 2021. Pada hari kedua pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Husada, Rumah Sakit Bun, LPPM Atmajaya, dan puskesmas-puskemas di Kecamatan Kosambi tersebut, Bupati Zaki terlihat memantau pelaksanaan vaksinasi yang menyasar pada […]

    Bupati Kabupaten Tangerang Kunjungi Program Vaksinasi Bandara City Mall

    Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, menyempatkan diri mengunjungi program vaksinasi Bandara City Mall, Dadap, Kosambi, 10 April 2021.

    Foto: Firman Fakhrudin/Prosehat

    Pada hari kedua pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Husada, Rumah Sakit Bun, LPPM Atmajaya, dan puskesmas-puskemas di Kecamatan Kosambi tersebut, Bupati Zaki terlihat memantau pelaksanaan vaksinasi yang menyasar pada kelompok prioritas seperti lansia dan pekerja layanan publik.

    Baca Juga: Prosehat Menggelar Vaksinasi Massal di Bandara City Mall

    Dalam kesempatan itu ia cukup mengapresiasi terhadap program vaksinasi ini khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang.

    Karena program ini, menurutnya, dapat membantu fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan yang ada seperti puskesmas, rumah sakit, dan target Kabupaten Tangerang untuk vaksinasi 15.000 orang per hari bisa tercapai.

    Foto: Firman Fakhrudin/Prosehat

    Ia juga menyatakan bahwa acara berjalan cukup lancar, aman, dan tertib selama dua hari penyelenggaraan, dan terlihat banyak masyarakat yang cukup antusias mengikuti vaksinasi ini, yang terlihat dari jumlah peserta.

    Di hari pertama ia menyebut ada 400, dan hari kedua ada 600 orang. Ke depannya ia mengharapkan terdapat jumlah pasokan vaksin Covid-19 yang cukup khususnya di Kabupaten Tangerang.

    Baca Juga: Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Tak lupa Bupati Zaki meminta masyarakat  setelah divaksinasi supaya tetap mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Menimimalkan Penyebaran Covid-19

    Selain selain penerapan protokol kesehatan ia juga berpesan kepada masyarakat supaya tetap menjaga imunitas tubuh dan berolahraga.

    Tentang Prosehat

    Prosehat adalah sebuah penyedia layanan jasa kesehatan Indonesia yang berdiri sejak 2015. Prosehat hadir untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di Indonesia terutama vaksinasi.

    Salah satu layanan utama Prosehat adalah layanan vaksinasi ke rumah. Di samping itu Prosehat juga menyediakan kebutuhan kesehatan lainnya secara online seperti telemedisin berupa chat dokter 24 jam, fisioterapi, obat herbal, vitamin, cek lab, hingga kebutuhan ibu hamil dan bayi.

    Semua layanan yang ada dikerjakan oleh para tenaga profesional yang terpercaya, dan Prosehat bermitra dengan apotek, laboratorium, dan produsen kesehatan untuk menjamin keaslian produk.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau www.prosehat.com.

     

    Read More
  • Bulan Ramadan segera tiba. Di bulan itu stamina Sahabat agak terkuras karena harus menahan lapar dan haus dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selama 15-16 jam setiap harinya sembari tetap beraktivitas rutin. Hal yang demikian tentu akan membuat Sahabat menjadi lemas dan tidak bertenaga sehingga menganggu kelancaran ibadah puasa Sahabat. Karena itu, hendaknya Sahabat […]

    Sahabat Lemas Saat Berpuasa? Mari Saksikan Webinar Prosehat Pharmaton “No More Lemes! Tetap Berstamina saat Puasa”!

    Bulan Ramadan segera tiba. Di bulan itu stamina Sahabat agak terkuras karena harus menahan lapar dan haus dari sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam selama 15-16 jam setiap harinya sembari tetap beraktivitas rutin.

    Hal yang demikian tentu akan membuat Sahabat menjadi lemas dan tidak bertenaga sehingga menganggu kelancaran ibadah puasa Sahabat.

    Karena itu, hendaknya Sahabat persiapkan dengan baik fisik untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan supaya badan tetap berstamina dan bertenaga.

    Lalu bagaimana caranya? Tidak perlu pusing-pusing. Sahabat bisa menemukan jawabannya pada webinar yang diadakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Pharmaton dari Sanofi.

    Webinar “No More Lemes! Tetap Berstamina saat Puasa” ini akan diadakan pada Sabtu, 10 April 2021 pukul 14.00-15.00 WIB secara live di Youtube Prosehat,  Menghadirkan dr. Kevin Mak sebagai pembicara,  dan dimoderatori oleh dr. Gita Permatasari dari Prosehat.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat untuk mengikuti webinar Prosehat Pharmaton ini bisa mengakses link pendaftaran di: s.id/StaminaProsehat1004, dan akan ada hadiah menarik untuk 3 penanya terbaik.

    Jadi, jangan lewatkan webinar menarik dan bermanfaat ini, Sahabat! Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Setelah melarang mudik pada 23 Maret 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah. Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi […]

    Sah! Pemerintah Resmi Larang Mudik 6-17 Mei 2021

    Setelah melarang mudik pada 23 Maret 2021 untuk menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

    pemerintah resmi larang mudik 6-17 Mei 2021

    Baca Juga: Mudik Lebaran 2021 Resmi Dilarang, Berikut Alasan dan Sanksinya

    Surat edaran yang diterbitkan pada 8 April 2021 ini turut mencantumkan larangan mudik bagi semua jenis moda transportasi yang mulai berlaku pada 6-17 Mei 2021.

    Adapun tujuan dikeluarkannya surat edaran yang telah ditandatangani oleh Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo, adalah untuk memantau dan mengevaluasi penyebaran Covid-19 selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

    Larangan Tidak Berlaku Bagi…

    Meski demikian terdapat pengecualian larangan mudik sesuai surat edaran tersebut, bagi orang yang melakukan perjalanan mendesak dan pelayanan distribusi logistik.

    Yang dimaksud dengan perjalanan mendesak, meliputi:

    • Bekerja atau melakukan perjalanan dinas.
    • Kunjungan kepada keluarga yang sakit.
    • Kunjungan kepada anggota keluarga yang meninggal.
    • Ibu hamil yang didampingi 1 keluarga.
    • Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang.

    Baca Juga: Beragam Syarat Perjalanan Dalam Negeri Terbaru, Ada GeNose

    Persyaratan Perjalanan Darurat

    Bagi pelaku perjalanan yang hendak melakukan perjalanan darurat harus tetap memiliki surat izin keluar masuk (SIKM). Adapun SIKM yang disyaratkan berbeda bagi setiap pelaku perjalanan.

    ASN/TNI/Polri

    Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri, wajib melampirkan bukti fisik SIKM dari pejabat setingkat eselon II yang dilengkapi dengan tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik dan identitas diri.

    Pegawai Swasta

    Bagi pegawai swasta, wajib melampirkan bukti fisik SIKM dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik dan identitas diri.

    Pekerja Sektor Informal

    Bagi pekerja sektor informal, wajib melampirkan bukti fisik SIKM dari pekerja sektor informal dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik dan identitas diri.

    Masyarakat Non Pekerja

    Bagi masyarakat non pekerja, wajib melampirkan bukti fisik SIKM dari dari kepala desa/lurah yang dilengkapi tanda tangan basah atau tanda tangan elektronik dan identitas diri.

    SIKM berlaku bagi setiap individu untuk satu kali perjalanan dan wajib dibawa bagi pelaku perjalanan yang sudah berusia 17 tahun ke atas. Namun SIKM tidak berlaku bagi para pelaku perjalanan yang berada di wilayah aglomerasi perkotaan, seperti Jabodetabek.

    Pihak Satgas Covid 19 akan memberikan sanksi berupa denda, sanksi sosial, kurungan ataupun pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Demikianlah Sahabat Sehat, mengenai larangan mudik yang telah resmi dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 demi menekan penyebaran Covid-19.

    Baca Juga: Tips Mengelola Stres Karena Dilarang Mudik Lebaran

    Yuk, Sahabat Sehat tetap lakukan perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi) serta terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Sahabat Sehat, jangan lupa lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah [Internet]. 1st ed. Jakarta: Satgas Covid-19; 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2021/April/SE%20Ka%20Satgas%20Nomor%2013%20Tahun%202021%20Larangan%20Mudik%20Hari%20Raya%20Idul%20Fitri%20dan%20Pengendalian%20COVID-19%20selama%20Bulan%20Suci%20Ramadhan%201442H.pdf
    Read More
  • Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama […]

    Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Pemerintah memutuskan tetap menjalankan program vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan, sesuai fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa yang menyebutkan bahwa vaksinasi Covid-19 tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang menjalankan ibadah puasa.

    vaksin di bulan Ramadan

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan

    Hal ini ditujukan agar program vaksinasi tetap dapat dilaksanakan untuk mencegah penularan Covid-19. Meski begitu, pemberian vaksin harus tetap mempertimbangkan kondisi masing-masing orang dan disarankan untuk dilaksanakan pada siang hari.

    Pemberian vaksinasi selama bulan Ramadan dianggap tidak akan menimbulkan reaksi negatif bagi kesehatan karena dengan berpuasa dapat memberikan manfaat detoksifikasi bagi tubuh.

    Lalu bagaimana tips vaksinasi Covid-19 selama bulan Ramadan agar berjalan lancar? Sahabat Sehat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    Tips Vaksinasi Covid-19 Selama Bulan Ramadan

    Dilansir dari Kompas.com, epidemiolog Universitas Padjajaran, Budi Sujatmiko mengungkapkan bahwa tidak ada persiapan khusus perihal menjalani vaksinasi Covid-19 selama bulan puasa. Secara umum para peserta vaksinasi disarankan untuk beristirahat yang cukup, dan makan makanan bergizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa yang Perlu Kamu Ketahui

    Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, rendah lemak, buah, sayur, dan susu sebagai pelengkap.

    Antisipasi KIPI Pasca Vaksinasi Selama Bulan Ramadan

    Sahabat Sehat yang hendak menjalani vaksinasi perlu mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang dapat dialami setelah disuntik vaksin, misalnya demam, nyeri ataupun bengkak di tempat suntikan.

    Apabila Sahabat mengalami gejala seperti lemas, pusing, maupun demam, maka Sahabat sebaiknya membatalkan puasa dan segera konsumsi obat sebagai pertolongan pertama.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Sahabat, karena vaksinasi diperbolehkan dilakukan selama bulan Ramadan maka sebaiknya persiapkan tubuh Sahabat sebaik mungkin agar dapat menjalankan ibadah dengan baik selama bulan Ramadan.

    Jika Sahabat mengalami keluhan setelah disuntik vaksin, hendaknya segera menghubungi kontak dokter yang ada di surat keterangan vaksinasi atau dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter secara online yang ada di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Bagi Sahabat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai vaksinasi atau produk kesehatan lainnya, Sahabat dapat berkonsultasi melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kemenkes Tetap Jalankan Vaksinasi COVID-19 di Bulan Ramadhan [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210404/5137409/kemenkes-tetap-jalankan-vaksinasi-covid-19-di-bulan-ramadhan/
    2. Media K. Epidemiolog Unpad Beri Tips Vaksinasi Covid-19 Saat Bulan Ramadan Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/edu/read/2021/04/08/133158371/epidemiolog-unpad-beri-tips-vaksinasi-covid-19-saat-bulan-ramadan?page=all

     

    Read More
  • Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Husada dan RSIA Bun serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang  menggelar acara vaksinasi Covid-19 yang bertujuan mempercepat program vaksinasi dari pemerintah terutama pada kelompok prioritas lansia demi mencegah Covid-19 secara optimal. Acara ini diselenggarakan di kompleks Bandara City Mall, Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dan berlangsung selama 2 hari, […]

    Press Release: Dukung Program Percepatan Vaksinasi Covid-19 Pemerintah, Prosehat Menggelar Vaksinasi Massal di Bandara City Mall

    Prosehat bekerja sama dengan Rumah Sakit Husada dan RSIA Bun serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang  menggelar acara vaksinasi Covid-19 yang bertujuan mempercepat program vaksinasi dari pemerintah terutama pada kelompok prioritas lansia demi mencegah Covid-19 secara optimal.

    Firman Fakhrudin/Prosehat

    Acara ini diselenggarakan di kompleks Bandara City Mall, Desa Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, dan berlangsung selama 2 hari, yaitu pada 9-10 April dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

    Seperti diungkapkan oleh Ketua Panitia Vaksinasi, dr. Hadi Wijaya, M.P.H., MH.kes, acara ini selain ditargetkan kepada kelompok lansia, juga ditargetkan kepada pekerja layanan publik.

    Hal ini berdasarkan arahan dari pemerintah bahwa program vaksinasi tahap dua ini menyasar pada lansia 60 tahun ke atas dan pekerja publik esensial seperti tenaga pendidik, tokoh agama, dan pegawai pemerintah. Vaksinasi yang dilaksanakan kali ini akan menargetkan 1.000 penerima vaksin dalam dua hari pelaksanaan.

    Acara tersebut secara simbolis dibuka oleh Sekretaris Camat Kosambi, Syarif Hidayat. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu untuk mencegah Covid-19 terutama di wilayah Kosambi dan sekitarnya. Karena itu, ia berterima kasih kepada pihak-pihak yang menyelenggarakan acara ini.

    Firman Fakhrudin/Prosehat

    Vaksin merupakan produk biologis yang memberikan kekebalan khusus terhadap sebuah penyakit tertentu seperti Covid-19.

    Selain menerapkan protokol kesehatan 5 M secara konsisten, vaksin akan berguna membantu melindungi diri dari ancaman serius Covid-19 yang selama ini telah menghambat banyak sektor kehidupan di Indonesia.

    Untuk vaksinasi Covid-19 sendiri Indonesia merupakan salah satu dari 4 negara nonprodusen vaksin yang berhasil melakukan vaksinasi dalam jumlah besar.

    Tentang Prosehat

    Prosehat adalah sebuah penyedia layanan jasa kesehatan Indonesia yang berdiri sejak 2015. Prosehat hadir untuk menjawab permasalahan layanan kesehatan di Indonesia terutama vaksinasi.

    Salah satu layanan utama Prosehat adalah layanan vaksinasi ke rumah. Di samping itu Prosehat juga menyediakan kebutuhan kesehatan lainnya secara online seperti telemedisin berupa chat dokter 24 jam, fisioterapi, obat herbal, vitamin, cek lab, hingga kebutuhan ibu hamil dan bayi.

    Semua layanan yang ada dikerjakan oleh para tenaga profesional yang terpercaya, dan Prosehat bermitra dengan apotek, laboratorium, dan produsen kesehatan untuk menjamin keaslian produk.

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau www.prosehat.com.

    Read More
  • Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan mengenai seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dan keguguran akibat mengonsumsi rumput fatimah (Labisia pumila). Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati Atas peristiwa itu, banyak dokter kandungan menyarankan ibu hamil agar tidak mengonsumsi rumput fatimah karena di masyarakat beredar informasi bahwa rumput […]

    Ibu Hamil Wajib Tahu! Bahaya & Manfaat Rumput Fatimah

    Beberapa waktu yang lalu ramai diberitakan mengenai seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan dan keguguran akibat mengonsumsi rumput fatimah (Labisia pumila).

    bahaya & manfaat rumput fatimah

    Baca Juga: 6 Panduan Nutrisi Ibu Hamil untuk Menjaga Kesehatan Calon Buah Hati

    Atas peristiwa itu, banyak dokter kandungan menyarankan ibu hamil agar tidak mengonsumsi rumput fatimah karena di masyarakat beredar informasi bahwa rumput fatimah dapat memperkuat otot dan dinding perut serta vagina.

    Lalu seperti apa sebenarnya bahaya dan manfaat mengonsumsi rumput fatimah ? Sahabat Sehat, mari kita simak perihal rumput fatimah berikut ini.

    Apa Itu Rumput Fatimah?

    Dr. Inggrid Tania, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu menyatakan bahwa rumput fatimah sebenarnya memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan.

    Zat antioksidan dalam rumput fatimah dipercaya dapat menangkal radikal bebas, sementara kandungan flavonoid dan alkaloid dapat meredakan proses peradangan dalam tubuh.

    Selain itu, air rendaman rumput fatimah dipercaya dapat mempercepat proses persalinan karena adanya zat oksitosin yang dapat memicu kontraksi rahim.

    Secara medis, sudah ada pedoman perihal penggunaan dan dosis oksitosin untuk memicu kontraksi rahim. Namun hingga kini belum ada penelitian yang cukup jelas mengenai dosis penggunaan rumput fatimah untuk memicu kontraksi rahim, sehingga penggunaan rumput fatimah yang berlebihan berisiko membahayakan ibu dan janin akibat kontraksi rahim yang terlalu kuat.

    Bahaya Rumput Fatimah Bagi Janin

    Dilansir dari Detikcom, dr. Ari Waluyo,SpOG mengungkapkan bahwa rumput fatimah memiliki kandungan zat uterotonika yang dapat memicu kontraksi hebat dalam rahim sehingga berbahaya untuk keselamatan ibu dan janin. Kontraksi rahim yang terus-menerus berisiko membuat janin kekurangan oksigen dan mengakibatkan kematian janin.

    Bahaya lainnya adalah otot rahim dapat mengalami penipisan sehingga rahim rentan robek, terutama jika dialami oleh ibu hamil yang sebelumnya memiliki riwayat operasi caesar.

    Baca Juga: 4 Hal Penting dari Pemeriksaan Kehamilan

    Sehingga risiko bahaya dari mengkonsumsi rumput fatimah tidak hanya dialami oleh janin, namun juga berisiko bagi ibu hamil.

    Bagaimana Sebaiknya Cara Mengonsumsi Rumput Fatimah?

    dr.Dinda Derdameisya, SpOG seperti dilansir dari Detikcom mengungkapkan bahwa ibu  sebaiknya mengkonsumsi rumput fatimah apabila bayi telah lahir.

    Rumput fatimah dapat membantu mengurangi pendarahan setelah melahirkan, dengan cara menyempitkan pembuluh darah di dalam rahim.

    Tanaman Herbal Pelancar Kehamilan Selain Rumput Fatimah

    Bagi Sahabat Sehat yang saat ini sedang hamil dan ingin memperlancar kehamilan dengan mengkonsumsi tanaman herbal, Sahabat bisa mencoba berbagai tanaman herbal berikut yang aman untuk kehamilan :

    • Jahe, dipercaya dapat mengurangi rasa tidak nyaman di awal kehamilan dan mengurangi mual ataupun muntah. Jahe juga berperan untuk mengurangi nyeri perut selama masa kehamilan.

    Produk terkait: Jual Kapsul Jahe Borobudur

    • Chamomile dipercaya dapat membantu mengurangi stres dan memberi ketenangan selama hamil, sehingga baik dikonsumsi bagi ibu hamil.
    • Tanaman lain seperti kunyit, kencur, temulawak, dan jinten hitam.

    Semua jenis tanaman herbal ini dapat dikonsumsi, tergantung kondisi pada setiap ibu hamil. Bagi Sahabat Sehat yang saat ini sedang hamil, sebaiknya mengkonsumsi tanaman herbal dengan bijak dan tidak berlebihan.

    Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan jika hendak mengkonsumsi obat maupun herbal di luar saran dokter.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Demikianlah mengenai rumput fatimah yang tidak dianjurkan dikonsumsi selama hamil karena dapat membahayakan ibu dan janin.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai kehamilan dan produk kesehatan, dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. K N. Mengenal Rumput Fatimah yang Viral Dikaitkan dengan Janin Meninggal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5518424/mengenal-rumput-fatimah-yang-viral-dikaitkan-dengan-janin-meninggal?single
    2. Media K. Ibu Hamil, Jangan Konsumsi Rumput Fatimah, Ini Pesan Dokter Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/02/190400665/ibu-hamil-jangan-konsumsi-rumput-fatimah-ini-pesan-dokter?page=all#page2
    3. Viral Janin Meninggal dan Ibu Mengalami Pendarahan Setelah Mengonsumsi Rumput Fatimah I. Viral Janin Meninggal dan Ibu Mengalami Pendarahan Setelah Mengonsumsi Rumput Fatimah, Ini Penjelasan Ahli – Halaman 2 – Grid.ID [Internet]. Grid.ID. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.grid.id/read/042631091/viral-janin-meninggal-dan-ibu-mengalami-pendarahan-setelah-mengonsumsi-rumput-fatimah-ini-penjelasan-ahli?page=2
    4. Media K. Bukan Rumput Fatimah, Ini Tanaman Herbal yang Aman bagi Ibu Hamil Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/02/100500823/bukan-rumput-fatimah-ini-tanaman-herbal-yang-aman-bagi-ibu-hamil-?page=all
    5. Alam S. Agar Tak Bahayakan Janin, Ini Cara Konsumsi Rumput Fatimah yang Disarankan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5516463/agar-tak-bahayakan-janin-ini-cara-konsumsi-rumput-fatimah-yang-disarankan
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja