Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 61–70 of 423 results

  • Baru-baru ini ramai diberitakan peristiwa unik, tertidurnya seorang gadis di Kalimantan Selatan bernama Siti Raisa Miranda atau Echa selama berhari-hari. Kondisi ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali dialami Echa. Pada 2017, saat berusia 13 tahun Ia pernah mengalami kondisi yang sama dan tertidur selama 13 hari. Baca Juga: Hari Syndrom Down Sedunia, Mari Kenali Apa […]

    Kenali Sleeping Beauty Syndrome yang Dialami Echa

    Baru-baru ini ramai diberitakan peristiwa unik, tertidurnya seorang gadis di Kalimantan Selatan bernama Siti Raisa Miranda atau Echa selama berhari-hari. Kondisi ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali dialami Echa. Pada 2017, saat berusia 13 tahun Ia pernah mengalami kondisi yang sama dan tertidur selama 13 hari.

    sleeping beauty syndrome

    Baca Juga: Hari Syndrom Down Sedunia, Mari Kenali Apa Itu Down Syndrome?

    Di dunia medis kondisi yang dialami Echa disebut dengan sindrom putri tidur (sleeping beauty syndrome) atau Kleine-Levin Syndrome. Dilansir dari CNN Indonesia, kasus yang dialami Echa ini termasuk jarang. Penderita mengalami rasa kantuk yang berlebihan dan dapat dialami berulang kali.

    Apa Penyebab Sleeping Beauty Syndrome?

    Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab sleeping beauty syndrome. Namun ada beberapa faktor risiko yang dapat menimbulkan kondisi ini, misalnya cedera kepala (pada hipotalamus yang mengontrol tidur), penyakit autoimun dan faktor genetik.

    Menurut Indian Journal Psychology of Medicine yang dikutip dari CNN Indonesia, Sleeping Beauty Syndrome kebanyakan dialami remaja pria. Namun tidak menutup kemungkinan dialami pula perempuan paruh baya.

    Gejala Sleeping Beauty Syndrome

    Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala berikut:

    • Rasa kantuk berlebihan saat siang hari meskipun sudah cukup tidur
    • Rasa lapar berlebihan
    • Gangguan kognitif
    • Halusinasi
    • Disorientasi
    • Mudah marah
    • Perilaku kekanak-kanakan
    • Nafsu makan meningkat
    • Dorongan seksual berlebihan

    Kondisi ini dapat terjadi secara episodik, artinya penderita Sleeping Beauty Syndrome dapat mengalami keluhan tersebut selama beberapa waktu lalu kembali normal lagi.

    Baca Juga: Sahabat Mengalami Gangguan Tidur Berjalan? Berikut Cara Mengatasinya!

    Apa Risiko Sleeping Beauty Syndrome Bagi Tubuh?

    Pakar hidrasi dari RS Cipto Mangunkusumo, dr. Pringgodigdo Nugroho, Sp.PD-KGH , seperti dilansir dari Detikcom mengungkap bahwa kondisi Sleeping Beauty Syndrome dapat menyebabkan resiko berkurangnya asupan cairan tubuh. Padahal, cairan tubuh akan tetap keluar melalui urin maupun proses penguapan dari permukaan kulit.

    Selain itu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko timbulnya gangguan tidur (sleep apnea); gangguan fungsi ginjal, jantung, saraf; depresi hingga gangguan hormon tiroid (hipotiroid).

    Bagaimana Penanganan Sleeping Beauty Syndrome?

    Pasien umumnya akan diberikan obat untuk mengurangi durasi tidur dan mencegah episode tidur berikutnya.

    Baca Juga: 10 Cara Mengatasi Kurang Tidur Atau Kebiasaan Begadang

    Sahabat Sehat, demikianlah mengenai sleeping beauty syndrome yang merupakan kejadian langka di dunia. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai sindrom ini atau kondisi medis lainnya, Sahabat Sehat dapat berkonsultasi secara online dengan dokter di Prosehat.

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Sleeping Beauty Syndrom Buat ‘Putri Tidur Kalsel’ Lelap Lagi [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 16 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210408134159-255-627476/sleeping-beauty-syndrom-buat-putri-tidur-kalsel-lelap-lagi
    2. Pramudiarja A. Fakta-fakta Hipersomnia yang Bikin Echa ‘Putri Tidur’ Terlelap 13 Hari [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 16 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5525672/fakta-fakta-hipersomnia-yang-bikin-echa-putri-tidur-terlelap-13-hari?_ga=2.225861786.182852879.1618207703-1782212719.1616591476
    3. Kisah Sleeping Beauty di Dunia Nyata, Echa Kembali Tidur Selama Seminggu, Sudah 13 Kali Kejadian – Tribun Kaltim [Internet]. Tribun Kaltim. 2021 [cited 16 April 2021]. Available from: https://kaltim.tribunnews.com/2021/04/10/kisah-sleeping-beauty-di-dunia-nyata-echa-kembali-tidur-selama-seminggu-sudah-13-kali-kejadian

     

    Read More
  • Saat Sahabat menjalani puasa Ramadan, keluhan yang sering dialami adalah sembelit. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan cairan dan konsumsi makanan berserat. Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Sahabat Ketahui Selain itu, orang yang berpuasa cenderung mengurangi aktivitas fisik sehingga kerja usus menjadi lamban. Hal tentu saja cukup menganggu Sahabat Sehat […]

    Sahabat Sembelit Saat Berpuasa? Yuk, Temukan Jawabannya dalam Webinar Prosehat Dulcolax “Alami Sembelit Saat Puasa? Oh, No!”

    Saat Sahabat menjalani puasa Ramadan, keluhan yang sering dialami adalah sembelit. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan cairan dan konsumsi makanan berserat.

    Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Sahabat Ketahui

    Selain itu, orang yang berpuasa cenderung mengurangi aktivitas fisik sehingga kerja usus menjadi lamban.

    Hal tentu saja cukup menganggu Sahabat Sehat dalam menjalani puasa, dan jika dibiarkan dapat mengakibatkan  komplikasi pada sistem pencernaan terutama usus. Lalu bagaimana solusinya?

    Sahabat tidak perlu pusing-pusing. Cukup temukan jawabannya dalam webinar yang diadakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Dulcolax dari Sanofi.

    Webinar berjudul “Alami Sembelit Saat Puasa? Oh, No!” ini akan diadakan pada Sabtu, 17 April 2021 pukul 11.00-12.00 WIB secara live di Youtube Prosehat.

    Baca Juga: 10 Sayur dan Buah Atasi Sembelit pada Bumil

    Acara ini akan menghadirkan dr. Arie Sebastian sebagai pembicara, dan dimoderatori oleh dr. Chiquitita Bunga dari Prosehat.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat mengikuti webinar Prosehat Dulcolax ini bisa mengakses link pendaftaran di: s.id/SembelitProsehat1704.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Ada hadiah menarik untuk 3 penanya terbaik. Jadi, jangan lewatkan webinar menarik dan bermanfaat ini! Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan masalah yang sering dialami selama berpuasa sehingga tubuh terasa lemas hingga sakit kepala. Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari minuman berpemanis buatan dan minuman berkafein yang dapat menimbulkan rasa haus. […]

    Wajib Dicoba! 10 Macam Buah Pencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

    Kekurangan cairan tubuh (dehidrasi) merupakan masalah yang sering dialami selama berpuasa sehingga tubuh terasa lemas hingga sakit kepala.

    buah pencegah dehidrasi

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Cara mengatasinya cukup mudah yaitu dengan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka puasa, serta menghindari minuman berpemanis buatan dan minuman berkafein yang dapat menimbulkan rasa haus.

    Selain dengan minum air putih, dehidrasi juga dapat dicegah dengan mengkonsumsi buah-buahan. Berikut 10 buah pencegah dehidrasi selama berpuasa:

    1. Semangka

    Buah yang berwarna merah ini sangat cocok untuk mencegah dehidrasi saat berpuasa karena mengandung 92% air. Semangka mengandung gula alami, magnesium, sodium, dan potasium yang efektif dalam mencegah dehidrasi.

    2. Melon

    Buah selanjutnya yang dapat Sahabat konsumsi adalah melon. Melon mengandung 90% air, yang dapat membantu mencukupi kebutuhan cairan sehingga dapat mencegah dehidrasi.

    3. Jeruk

    Selain kaya akan Vitamin C yang berperan dalam proses pembentukan daya tahan tubuh, jeruk juga dapat Sahabat konsumsi untuk mencegah dehidrasi karena mengandung 87% air.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    4. Buah Beri

    Buah beri seperti stroberi direkomendasikan untuk dikonsumsi selama bulan Ramadan karena ternyata mampu menjadi buah pencegah dehidrasi. Buah yang didominasi dengan rasa asam ini memiliki kandungan air sebanyak 91%, dan mengandung antioksidan yang diperlukan bagi tubuh dalam melawan radikal bebas. Buah beri lainnya seperti raspberry dan blueberry juga dapat Sahabat konsumsi.

    5. Tomat

    Selain dijadikan sebagai salah satu bahan dalam memasak, tomat juga bermanfaat untuk mencegah dehidrasi karena mengandung air hingga 94%. Sahabat bisa memakan tomat secara langsung atau mengolah menjadi jus.

    Baca Juga: 10 Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    6. Kelapa Muda

    Air kelapa muda merupakan cairan yang kaya akan elektrolit, sehingga dapat mengganti cairan tubuh yang hilang selama puasa dan memberi efek menyegarkan.

    7. Blewah

    Buah lainnya yang bisa Sahabat konsumsi untuk mencegah dehidrasi adalah blewah. Buah ini memiliki tingkat hidrasi hingga 89%. Blewah dapat membantu meningkatkan produksi energi dan menjaga gula darah agar tetap stabil.

    Produk Terkait: Cek Lab

    8. Mangga

    Buah mangga dapat membantu Sahabat mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh. Selain itu mangga mengandung serat, vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C yang dapat membuat Sahabat tetap bugar selama berpuasa.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut

    9. Nanas

    Ingin buah yang tidak hanya mengandung cukup air, tetapi juga dapat menangkal penyakit? Jawabannya adalah nanas. Buah tropis ini tidak hanya mencukupi kebutuhan cairan dalam tubuh,  namun juga memiliki khasiat dalam mengatasi proses peradangan sehingga dapat menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadan.

    10. Pepaya

    Satu buah pepaya mengandung sekitar 90% air. Tak hanya itu, pepaya juga mengandung serat yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan.

    Sahabat Sehat, itulah 10 macam buah pencegah dehidrasi selama berpuasa. Sahabat dapat mengkonsumsi buah-buahan saat sahur dan berbuka puasa, terutama sebelum menyantap hidangan utama.

    Baca Juga: Makanan Sehat Pencernaan Lancar

    Sahabat Sehat juga dapat mengkonsumsi buah-buahan dalam bentuk suplemen yang lebih praktis, dan tersedia di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Kirana F. 8 Buah Segar Ini Jaga Tubuh Dari Dehidrasi Selama Puasa [Internet]. fimela.com. 2021 [cited 15 April 2021]. Available from: https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3960398/8-buah-segar-ini-jaga-tubuh-dari-dehidrasi-selama-puasa#
    2. 9 Buah segar pencegah dehidrasi saat Ramadan | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 15 April 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/9-buah-segar-pencegah-dehidrasi-saat-ramadan.html

     

    Read More
  • Puasa diketahui bukan menjadi halangan bagi Sahabat untuk disuntik vaksin Covid-19 karena berpuasa tidak mengganggu proses pembentukan daya tahan tubuh. Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya! Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, pakar imunisasi dewasa dalam sebuah dialog Tanya IDI “Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?” pada Rabu, 14 […]

    Boleh Divaksin Covid-19 Saat Berpuasa? Ini Faktanya!

    Puasa diketahui bukan menjadi halangan bagi Sahabat untuk disuntik vaksin Covid-19 karena berpuasa tidak mengganggu proses pembentukan daya tahan tubuh.

    divaksin covid-19 saat berpuasa

    Baca Juga: Boleh Vaksin di Bulan Ramadan, Berikut Tips dan Persiapannya!

    Demikian hal tersebut diungkapkan oleh dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI, pakar imunisasi dewasa dalam sebuah dialog Tanya IDI “Amankah Vaksinasi Saat Berpuasa?” pada Rabu, 14 April 2021.

    Dikutip dari siaran pers Komite Penanganan Covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI menyatakan ketika seseorang berpuasa selama kurang lebih 8 jam maka jumlah nutrisi dalam darah mengalami penurunan dan turut membersihkan zat toksik (racun) dalam tubuh.

    Kekhawatiran Efek Samping

    Sesuai Fatwa MUI, vaksin Covid 19 dinyatakan aman dan halal bagi tubuh serta tidak membatalkan puasa. Namun pada kenyataannya, terdapat penurunan jumlah peserta vaksinasi saat bulan Ramadhan.

    Dalam dialog tersebut, Dr.dr. Safrizal Rahman, Sp. OT, M.Kes, Ketua IDI Aceh mengungkapkan bahwa penurunan jumlah peserta vaksin saat bulan Ramadhan turut dipengaruhi akibat kekhawatiran efek samping yang mungkin dialami pasca vaksinasi.

    Perihal efek samping vaksin Covid-19, dr. Gatot Soegiarto, SpPD-KAI menjelaskan bahwa persentase efek samping mencapai 0,5-2% sehingga vaksinasi tidak perlu ditunda. Efek samping yang dialami para peserta vaksin tidak selalu berkaitan dengan vaksin Covid-19, sebab turut dipengaruhi oleh rasa khawatir atau rasa takut berlebihan saat akan divaksin.

    Baca Juga: Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

    Sahabat, ternyata berpuasa tidak mempengaruhi pembentukan daya tahan tubuh pasca divaksin Covid-19 dan efek samping yang dialami juga termasuk rendah. Sahabat Sehat sebaiknya tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjalani vaksinasi Covid-19 agar mempercepat proses pembentukan kekebalan kelompok.

    Setelah divaksin, Sahabat Sehat disarankan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas) serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Apabila Sahabat ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19, Sahabat dapat berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Siaran Pers Puasa Tak Halangi Pembentukan Daya Tahan Tubuh Usai Vaksinasi. 1st ed. Jakarta: KPC-PEN; 2021.

     

    Read More
  • Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali. Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan. […]

    Seperti Apa Protokol Kesehatan Di Tempat Wisata di Masa Pandemi?

    Pemerintah telah melonggarkan aturan di masa pandemi Covid-19. Saat ini pemerintah telah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali.

    protokol kesehatan di tempat wisata

    Baca Juga: Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop dan Area Bioskop

    Walaupun telah dibuka, tempat wisata dan hiburan tetap dibatasi dan disesuaikan dengan keadaan saat ini, tentunya dengan penerapan prokol kesehatan (Prokes) di tempat wisata dan hiburan.

    Pemerintah Republik Indonesia (RI) secara resmi telah mengesahkan prokes di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf). Prokes tersebut disusun oleh Kemenparekraf bersama dengan pemangku kepentingan serta kementerian terkait.

    Prokes juga telah disahkan melalui KMK Nomor HK HK.01.07/Menkes/382/2020 tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    Nah, Sahabat Sehat selama kalian bepergian ke tempat wisata ataupun tempat hiburan, jangan lupa tetap menerapkan prokes agar terhindar dari virus Covid-19.

    Bagi Pengelola Tempat Wisata atau Hiburan

    Membatasi Jumlah Pengunjung Tempat Wisata

    Dalam penerapan Prokes di tempat wisata atau hiburan, pengelola wisata wajib membatasi jumlah pengunjung yang datang.

    Bahkan, pengelola tempat wisata atau hiburan disankan menggunakan sistem daring, yang artinya para pengunjung mendaftar melalui online sebelum datang langsung ke tempat wisata atau hiburan.

    Prokes di tempat wisata atau hiburan seperti ini, bisa mengendalikan atau menghindari pengunjung yang akan berkerumun di pintu masuk saat membeli tiket ataupun saat berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Mengatur Jam Operasional

    Selain membatasi jumlah pengunjung, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus mengatur jam operasionalnya, hal tersebut biasanya mengikuti aturan dari pemerintah pusat atau pemerintah daerah masing-masing.

    Melakukan Pengawasan Ekstra

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus melakukan pengawasan yang lebih ekstra dibanding biasanya, terutama di titik-titik favorit pengunjung.

    Seperti contohnya di lokasi atau spot foto, jangan sampai berkerumun. Dan pastikan juga para pengunjung tetap mematuhu prokes yang ada selama berada di dalam tempat wisata atau hiburan.

    Membatasi Jumlah Fasilitas

    Apabila di tempat wisata memiliki fasilitas yang biasanya membuat pengunjung berdesakan, seperti naik kendaraan wisata atau lainnya, pengelola tempat wisata atau hiburan harus membatasinya. Jangan sampai membuat pengunjung berdesakan dan abai akan prokes di tempat wisata atau hiburan

    Mengatur Jarak Antrean

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus mengatur jarak antar sesama pengunjung. Bisa dilakukan dengan memberi penanda di masing-masing lantai minimal dengan jarak satu meter.

    Baca Juga: Protokol Pencegahan dan Penanganan di Tempat Kerja

    Mengoptimalkan Ruang Terbuka

    Pengelola tempat wisata atau hiburan bisa menggunakan ruang terbuka untuk tempat berjualan atau transaksi, untuk mencegah terjadinya kerumunan pengunjung.

    Menggunakan Pembatas

    Pengelola tempat wisata atau hiburan harus memberikan pembatas atau partisi di meja ataupun counter. Hal tersebut digunakan sebagai perlindungan tambahan bagi para pekerja atau sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang sedang bertugas di loket pembelian tiket.

    Sediakan Fasilitas Cuci Tangan

    Menyediakan fasilitas cuci tangan beserta sabun harus wajib dilakukan oleh pengelola tempat wisata dan hiburan. Karena mencuci tangan saat ini merupakan salah satu hal yang paling penting untuk mencegah penyebaran Covid-19.

    Sediakan Cek Suhu

    Pengelola tempat wisata atau hiburan wajib mengecek suhu para pengunjung yang datang saat di pintu masuk. Hal tersebut guna mendeteksi apakah ada pengunjung yang sakit atau tidak.

    Selain itu, pengelola tempat wisata atau hiburan juga harus memberikan edukasi terkait penerapan prokes kepada para pengunjung. Bisa melalui media banner yang terpasang di tempat wisata atau hiburan, terkait penerapan prokes.

    Bagi Pengunjung Tempat Wisata

    Pastikan Kondisi Sehat

    Sebelum Sahabat Sehat pergi ke tempat wisata atau hiburan, hal pertama yang paling penting adalah memastikan diri dalam kondisi yang sehat. Jangan sampai saat kondisi tidak sehat malah memaksakan untuk pergi ke tempat wisata atau hiburan. Hal tersebut bisa merugikan diri sendiri dan pengunjung lainnya.

    Apabila memang dalam kondisi tidak sehat atau sakit, sebaiknya istirahat di rumah saja serta istirahat yang cukup. Pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum Sahabat Sehat memutuskan untuk keluar rumah.

    Pastikan Tidak Melepas Masker

    Walaupun Sahabat Sehat sudah merasa aman keluar rumah, namun pastikan tidak melepas masker saat berada di tempat wisata.

    Karena di tempat wisata banyak orang yang tidak dikenal dan pengunjung berasal darimana saja, sehingga akan sangat sulit dilakukan tracing saat ada salah satu pengunjung yang terpapar Covid-19.

    Maka dari itu, pastikan Sahabat Sehat terus menggunakan masker selama berada di tempat wisata atau hiburan.

    Hindari Mengajak Anak dan Lansia

    Jika Sahabat Sehat ingin pergi ke tempat wisata atau hiburan, sebaiknya hindari untuk membawa anak-anak ataupun lansia. Karena anak-anak dan lansia merupakan orang yang rentan terpapar Covid-19.

    Produk Terkait: Perawatan Lansia

    Jika terpaksa mengajak anak, Sahabat Sehat bisa memberitahu sang anak agar tetap menggunakan masker saat berada di tempat wisata atau hiburan.

    Bersihkan Diri Setelah Pulang Dari Tempat Wisata

    Setelah Sahabat Sehat tiba di rumah, pastikan langsung mandi dan mengganti pakaian. Serta jangan lupa juga untuk membersihkan peralatan yang telah dibawa ke tempat wisata atau hiburan.

    Sahabat Sehat bisa membersihkan ponsel, kacamata, tas, ataupun barang-barang lainnya dengan menggunakan disinfektan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 melalui barang-barang yang dibawa.

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan prokes apa saja yang harus dilakukan saat berada di tempat wisata atau hiburan. Yang terpenting adalah tetap terapkan prokes 5M dimana pun Sahabat Sehat berada!

    Untuk membantu Sahabat terhindar dari  Covid-19, Sahabat bisa menggunakan jam tangan WISH yang dilengkapi dengan fitur geofencing dan terintegrasi dengan ponsel.

    Baca Juga: Berikut 5 Alat Pemantau Kesehatan yang Wajib Sahabat Punya di Masa Pandemi

    Tertarik? Segera hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/zNPZWJEk-protokol-kesehatan-yang-harus-dipatuhi-di-tempat-wisata
    2. Cegah Covid-19 di Tempat Wisata saat Libur Panjang, Lakukan Prokes Ini : Okezone Lifestyle [Internet]. https://lifestyle.okezone.com/. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/11/481/2376001/cegah-covid-19-di-tempat-wisata-saat-libur-panjang-lakukan-prokes-ini?page=2
    3. Menparekraf ingatkan tetap jaga protokol kesehatan di objek wisata [Internet]. Antara News. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2079474/menparekraf-ingatkan-tetap-jaga-protokol-kesehatan-di-objek-wisata

     

    Read More
  • Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama satu tahun lebih. Salah satu dampaknya adalah  peningkatan awareness terhadap kesehatan dari masing–masing individu. Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja! Mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan dapat dilakukan dengan medical check up yang artinya memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan tubuh dan mendeteksi ada atau tidaknya […]

    Pentingnya Medical Check Up di Masa Pandemi

    Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama satu tahun lebih. Salah satu dampaknya adalah  peningkatan awareness terhadap kesehatan dari masing–masing individu.

    medical check up di masa pandemi

    Baca Juga: Boleh Tes Swab Selama Bulan Ramadan, Yuk Cek di Prosehat Aja!

    Mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan dapat dilakukan dengan medical check up yang artinya memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan tubuh dan mendeteksi ada atau tidaknya kelainan pada tubuh kita.

    Medical check up sebaiknya dilakukan secara berkala karena dinilai untuk memastikan kondisi kesehatan diri. Masih banyak di antara kita yang menganggap bahwa medical check up dilakukan demi keperluan tertentu saja, seperti melamar pekerjaan atau syarat saat bekerja ke luar negeri.

    Padahal prosedur pengecekkan kondisi tubuh secara menyeluruh juga dibutuhkan oleh perempuan ataupun laki-laki, baik yang berusia muda ataupun usia lanjut.

    Manfaat Medical Check Up di Masa Pandemi

    Selain melakukan pemeriksaan kondisi fisik dan tanda vital tubuh, pasien akan ditanya mengenai kondisi kesehatan yang sedang dirasakan serta riwayat kesehatan, baik diri sendiri ataupun keluarga. Tujuannya adalah untuk mendeteksi risiko penyakit yang kemungkinan diderita.

    Jika terdapat kelainan, biasanya dokter akan merekomendasikan metode penanganan dan pengobatan yang paling tepat, sebelum penyakit tersebut berprogress lebih jauh.

    Dengan rutin melakukan medical check up, maka Sahabat Sehat bisa mendeteksi sedini mungkin penyakit dengan gejala yang sering tidak tampak.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Seperti contohnya, penyakit hipertensi, diabetes melitus, kelainan lemak, penyakit darah, penyakit hati, penyakit ginjal, penyakit paru, dan lain sebagainya.

    Bahkan, dengan dilakukannya medical check up bisa mencegah penyakit dan komplikasinya. Pengobatan bisa dilakukan tanpa menunggu keadaan lanjut sehingga terkait pengeluaran biaya pun menjadi lebih hemat.

    Siapa yang Perlu Medical Check Up?

    Sahabat Sehat harus ingat, medical check up bukan dibutuhkan bagi orang dewasa saja. Seluruh anggota keluarga yang berasal dari tahapan usia membutuhkan medical check up untuk memantau risiko penyakitnya masing-masing.

    Terlebih lagi bagi anggota keluarga yang sudah berusia lebih dari 40 tahun atau anggota keluarga yang mengidap suatu penyakit tertentu, medical check up sebaiknya dilakukan secara rutin sesuai kebutuhannya.

    Baca Juga: Sahabat Ingin Menikah? Yuk, Tes Check-Up Kesehatan Pranikah

    Beberapa orang mungkin memiliki rasa takut untuk melakukan medical check up, alasannya pun beragam. Mulai dari takut saat diambil sampel darahnya, hingga takut jika mendapatkan hasil yang tidak normal atau tidak sesuai ekspektasi. Namun, perlu diingat mencegah tetap lebih baik dibandingkan mengobati.

    Kapan Waktu Medical Check Up?

    Bagi orang yang berusia di bawah 50 tahun, sebaiknya melakukan medical check up minimal tiga tahun sekali. Namun, bagi lansia yang berusia di atas 50 tahun, setidaknya harus melakukan pengecekkan kondisi kesehatan satu kali dalam setahun.

    Namun, apabila Sahabat Sehat ingin memberikan self-reward, Sahabat Sehat bisa melakukan medical check up setidaknya satu kali dalam setahun. Hal tersebut dilakukan juga agar lebih mudah diingat, apabila melakukan medical check up satu tahun sekali.

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah tahu kan manfaat dari medical check up. Jadi, sebenarnya medical check up bisa dilakukan tanpa harus menunggu gangguan kesehatan, akrena tidak sedikit penyakit yang gejala awalnya tidak terlihat.

    Baca Juga: 8 Alasan Pentingnya Melakukan Medical Check Up

    Karena meski fisik terlihat sehat dan bugar, bukan berarti Sahabat Sehat bisa terbebas dari ancaman penyakit. Untuk itu, Sahabat Sehat penting untuk memantau kondisi kesehatan tubuh dengan melakukan medical check up secara rutin.

    Ingin medical check up yang praktis dan mudah? Yuk, ke Prosehat aja. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Resolusi Kesehatan 2021: Yuk Pahami Pentingnya Medical Check Up! [Internet]. kumparan. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/resolusi-kesehatan-2021-yuk-pahami-pentingnya-medical-check-up-1usK5Jjnhwd
    2. <em>General Medical Check up </em>Kian Penting Saat Pandemi |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://republika.co.id/berita/qedk5s368/emgeneral-medical-check-up-emkian-penting-saat-pandemi
    3. Sambut Tahun Baru 2021, Ini Waktu yang Tepat untuk Medical Check-Up [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 8 April 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/18/12/2020/sambut-tahun-baru-2021-ini-waktu-yang-tepat-untuk-medical-check-up/

     

    Read More
  • Salah satu keluhan yang seringkali dialami saat berpuasa adalah munculnya sakit kepala, migrain, atau pusing. Hal tersebut diakibatkan karena Sahabat menahan rasa lapar dan haus yang menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan dan rendahnya gula darah. Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa Ternyata tidak semua orang yang berpuasa akan mengalami sakit kepala, kondisi […]

    Sakit Kepala Saat Berpuasa? Ini 9 Cara Mengatasinya!

    Salah satu keluhan yang seringkali dialami saat berpuasa adalah munculnya sakit kepala, migrain, atau pusing. Hal tersebut diakibatkan karena Sahabat menahan rasa lapar dan haus yang menyebabkan tubuh mengalami kekurangan cairan dan rendahnya gula darah.

    sakit kepala saat berpuasa

    Baca Juga: Siasati 8 Macam Penyakit Ini Saat Puasa

    Ternyata tidak semua orang yang berpuasa akan mengalami sakit kepala, kondisi ini lebih sering dialami pada orang yang memiliki riwayat migrain atau sering mengalami sakit kepala. Hal ini dapat Sahabat atasi dengan mudah sehingga tidak perlu membatalkan puasa.

    Sahabat, mari simak penjelasan di bawah ini untuk membantu mengatasi sakit kepala saat berpuasa!

    1. Kurangi Minuman Berkafein  

    Sahabat disarankan untuk mengurangi minuman berkafein seperti kopi, teh, maupun soda selama berpuasa karena dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan (dehidrasi), hingga naiknya asam lambung.

    2. Minum Air Putih yang Cukup

    Sakit kepala yang dialami saat berpuasa, disebabkan karena tubuh mengalami dehidrasi akibat keluarnya histamin yang bertujuan untuk melindungi otak agar tidak kehabisan pasokan air dalam tubuh.

    Akibatnya, Sahabat merasakan sakit kepala dan tubuh terasa lemas. Untuk mengatasinya, Sahabat disarankan untuk mengonsumsi air putih yang cukup saat sahur dan berbuka puasa.

    3. Hindari Makanan dan Minuman Tinggi Gula

    Sakit kepala saat berpuasa juga dapat diakibatkan karena tubuh kekurangan gula darah (hipoglikemia). Untuk mengatasinya cukup mudah, Sahabat dapat mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung gula seperti yoghurt, apel, anggur, dan lentil merah.

    Baca Juga: 8 Makanan yang dianjurkan Saat Puasa

    4. Mengoleskan Minyak Esensial

    Ketika Sahabat merasakan sakit kepala saat berpuasa, Sahabat dapat mengoleskan minyak esensial atau aromaterapi ke pelipis yang dianggap mampu memberi efek menenangkan dan mengurangi timbulnya sakit kepala karena mengandung bahan alami seperti peppermint, eucalyptus, dan lavender.

    Produk Terkait: Jual Owellness Boost Diffuser Oil

    5. Mengompres Kepala

    Berikan kompres air hangat di area yang nyeri, leher ataupun kepala untuk mengurangi ketegangan otot, peradangan dan meredakan sakit kepala.

    6. Pijat

    Memijat otot di area leher, kepala dan bahu dipercaya dapat membantu meringankan sakit kepala dan mengurangi ketegangan otot.

    Produk Terkait: Layanan Fisioterapi ke Rumah

    7. Latih Pernapasan

    Cara lain yang dapat Sahabat lakukan untuk meredakan sakit kepala adalah dengan melatih pola pernapasan untuk memfokuskan pikiran dan membuat tubuh lebih rileks.

    8. Redupkan Cahaya

    Faktor lain yang dapat menyebabkan sakit kepala adalah akibat pancaran radiasi layar komputer dan kondisi psikis stress. Untuk mengatasinya sebaiknya Sahabat gunakan filter cahaya pada komputer, beristirahat sejenak dan redupkan cahaya dalam ruangan agar tubuh lebih rileks.

    Baca Juga: 11 Cara Memantau Kesehatan Mata Saat WFH

    9. Istirahat yang Cukup

    Cara terakhir untuk meringankan sakit kepala adalah dengan beristirahat yang cukup sebab kurangnya jam istirahat dapat memicu timbulnya sakit kepala.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Sahabat, itulah 9 cara mengatasi sakit kepala yang seringkali dialami ketika sedang berpuasa. Apabila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silakan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Puasa Kok Jadi Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya… Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/04/25/121200568/puasa-kok-jadi-sakit-kepala-begini-cara-mengatasinya-?page=all
    2. Pinandhita V. Saran Dokter untuk Atasi Kliyengan Gara-gara Tensi Drop Saat Puasa [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/kebugaran/d-5528837/saran-dokter-untuk-atasi-kliyengan-gara-gara-tensi-drop-saat-puasa
    3. 8 Cara Atasi Sakit Kepala Saat Puasa, Tanpa Obat [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 14 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4247296/8-cara-atasi-sakit-kepala-saat-puasa-tanpa-obat

     

    Read More
  • Memasuki bulan Ramadan, sebagian besar Sahabat Sehat mungkin berniat untuk menurunkan berat badan dengan cara berpuasa. Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan Namun seringkali berat badan bertambah ketika berpuasa karena dipengaruhi beberapa faktor seperti kurang berolahraga, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan minuman tinggi gula saat sahur dan berbuka puasa. Sahabat […]

    Bagaimana Cara Diet Saat Berpuasa ?

    Memasuki bulan Ramadan, sebagian besar Sahabat Sehat mungkin berniat untuk menurunkan berat badan dengan cara berpuasa.

    diet saat berpuasa, diet puasa

    Baca Juga: 7 Penyebab Berat Badan Terus Naik Saat Puasa Ramadan

    Namun seringkali berat badan bertambah ketika berpuasa karena dipengaruhi beberapa faktor seperti kurang berolahraga, konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan minuman tinggi gula saat sahur dan berbuka puasa.

    Sahabat Sehat, berikut beberapa tips dalam menjalankan diet saat berpuasa.

    Tips Diet Saat Berpuasa

    Jaga Asupan Kalori

    Kalori merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Kelebihan atau kekurangan kalori dapat mengganggu kesehatan tubuh.

    Idealnya jumlah kalori per hari yang dibutuhkan orang dewasa mencapai 1.000-2.000 kalori, jika asupan makanan yang Sahabat konsumsi melebihi jumlah ideal tersebut, dapat berimbas pada kenaikan berat badan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Banyak Sahabat Sehat yang merasa malas bergerak saat berpuasa karena khawatir lelah, lapar dan haus. Namun Sahabat disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik agar dapat menjaga kebugaran tubuh, misalnya melakukan aktivitas fisik ringan seperti membersihkan rumah dan melakukan olahraga ringan.

    Konsumsi Makanan Berserat

    Selama berpuasa, Sahabat disarankan mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayuran karena dapat memberikan efek kenyang yang cukup lama.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Kurangi Makanan Cepat Saji

    Makanan cepat saji dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh yang turut berperan dalam kenaikan berat badan.

    Produk Terkait: Jual Obat Kolesterol

    Kurangi Makanan & Minuman Tinggi Gula

    Saat berbuka puasa, seringkali Sahabat memilih menu makanan dan minuman tinggi gula untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

    Namun sebaiknya dikonsumsi sewajarnya saja sebab makanan dan minuman tinggi gula yang dikonsumsi berlebihan dapat menimbulkan risiko kelebihan berat badan, maupun penyakit diabetes.

    Perbanyak Minum Air Putih

    Agar diet di bulan puasa berjalan lancar, Sahabat disarankan konsumsi air putih minimal 2 liter di waktu sahur dan berbuka puasa. Selain untuk mencegah dehidrasi, air putih juga dapat memberikan efek mengenyangkan dan melancarkan sistem pencernaan.

    Baca Juga: Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Makan Secukupnya Saat Berbuka Puasa

    Hal yang paling ditunggu ketika menjalankan puasa adalah ketika sudah waktunya berbuka puasa. Agar diet berjalan dengan baik, Sahabat sebaiknya makan secukupnya dan secara perlahan.

    Usahakan konsumsi makanan ringan seperti kurma dan air putih terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan menu makanan utama.

    Istirahat yang Cukup

    Apabila Sahabat kurang tidur, produksi hormon ghrelin meningkat. Hormon ghrelin diketahui turut berperan dalam meningkatkan nafsu makan. Sahabat sebaiknya istirahat yang cukup dan hindari tidur larut malam agar stamina tetap terjaga dan dapat menjalani puasa maupun program diet dengan baik.

    Sahabat Sehat, itulah beberapa tips dalam melakukan diet selama berpuasa di bulan Ramadan sehingga Sahabat turut memperoleh manfaat dari segi kesehatan sambil menjalankan ibadah.

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Sahabat dapat memilih produk kesehatan dan suplemen di Prosehat, untuk melengkapi diet yang sedang dijalankan. Bila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silahkan berkonsultasi dengan dokter di Prosehat melalui Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ina K. 7 Cara Diet Sehat yang Bisa Kamu Lakukan di Bulan Puasa [Internet]. detikfood. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://food.detik.com/info-kuliner/d-5526712/7-cara-diet-sehat-yang-bisa-kamu-lakukan-di-bulan-puasa
    2. 8 Tips Jitu Diet Saat Puasa di Bulan Ramadan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/bola/read/4241041/8-tips-jitu-diet-saat-puasa-di-bulan-ramadan
    Read More
  • Memasuki bulan Ramadan, siapa tidak kenal dengan buah kurma yang kerap dijadikan sebagai salah satu menu saat berbuka puasa. Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Berbuka Puasa Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa menyantap buah kurma saat berbuka puasa termasuk sunah. Hal ini sejalan dengan beragam manfaat kurma dari segi kesehatan. Yuk, Sahabat Sehat, […]

    Dapatkan Beragam Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    Memasuki bulan Ramadan, siapa tidak kenal dengan buah kurma yang kerap dijadikan sebagai salah satu menu saat berbuka puasa.

    manfaat berbuka puasa dengan kurma

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Berbuka Puasa

    Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan bahwa menyantap buah kurma saat berbuka puasa termasuk sunah. Hal ini sejalan dengan beragam manfaat kurma dari segi kesehatan. Yuk, Sahabat Sehat, mari simak beragam manfaat berbuka puasa dengan mengonsumsi buah kurma.

    Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma

    Mengontrol Gula Darah

    Saat berbuka puasa, Sahabat disarankan mengonsumsi makanan yang manis terlebih dahulu untuk meningkatkan energi dan gula darah. Namun Sahabat sebaiknya tidak berlebihan konsumsi makanan dan minuman yang manis karena berisiko meningkatkan gula darah secara drastis, terlebih bagi para penderita diabetes.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Sebagai pilihannya Sahabat bisa mengonsumsi buah kurma karena termasuk dalam makanan dengan indeks glikemik rendah, dan kaya akan serat.

    Melancarkan Pencernaan

    Selain dapat mengontrol gula darah, kurma juga dapat membantu melancarkan pencernaan karena mengandung serat. Kurma dapat menyiapkan perut untuk mencerna lebih banyak makanan sehingga perut tidak kaget saat berbuka puasa.

    Mencegah Sembelit

    Selama berpuasa, pola makan  berubah dan bila Sahabat kurang konsumsi serat saat sahur dan berbuka puasa maka meningkatkan risiko mengalami sembelit.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Berdasarkan sebuah penelitian, orang yang mengonsumsi 7 buah kurma setiap hari dapat buang air secara teratur sebab kandungan serat dalam kurma dapat mencegah sembeli.

    Menyeimbangkan Keasaman Darah

    Kurma turut berperan dalam menjaga keasaman darah yang dihasilkan dari asupan daging dan karbohidrat yang berlebihan saat berbuka puasa karena mengandung garam alkali.

    Tingginya kadar asam dalam darah diketahui berkaitan dengan meningkatnya asam urat, batu ginjal, dan tekanan darah tinggi.

    Melindungi Saluran Cerna

    Lambung dan usus merupakan organ pencernaan yang utama dalam tubuh. Mengonsumsi buah kurma saat berbuka puasa dapat membantu melindungi lambung dan usus dari bakteri maupun parasit yang mungkin masuk bersama makanan.

    Kurma Tidak Menyebabkan Obesitas

    Meski mengandung protein dan karbohidrat, kurma diketahui tidak menyebabkan obesitas karena kaya akan serat.

    Sebagai gambaran, satu buah kurma mengandung sekitar 23 kalori, 0,03 gram lemak, 6,23 gram karbohidrat, dan 0,2 protein.

    Kandungan gizi lain yang terdapat dalam buah kurma antara lain kalsium, fosfor, zat besi, kalium, dan vitamin A. Sahabat dapat mengkonsumsi 3-5 buah kurma untuk membantu memenuhi kebutuhan kalori saat berbuka puasa.

    Sahabat Sehat, itulah sederet manfaat berbuka puasa dengan kurma yang cukup baik bagi kesehatan tubuh setelah seharian berpuasa.

    Baca Juga: 5 Menu Sehat dan Praktis Saat Telat Sahur

    Selain itu buah kurma ternyata juga dapat diolah menjadi minuman sari kurma yang lebih praktis saat dikonsumsi.

    Produk Terkait: Sari Kurma Al Jazira 360 Gram

    Sahabat Sehat dapat memperoleh sari kurma, maupun produk kesehatan lainnya di Prosehat. Apabila Sahabat mengalami kendala selama berpuasa, silahkan berkonsultasi dengan dokter di Prosehat.

    Info lebih lengkap dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma [Internet]. CNN Indonesia. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200417150449-255-494569/manfaat-berbuka-puasa-dengan-kurma
    2. Media K. Ahli Ungkap Sederet Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 13 April 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/12/075552920/ahli-ungkap-sederet-manfaat-berbuka-puasa-dengan-kurma

     

    Read More
  • Salah satu permasalahan yang sering dialami selama menjalani puasa di bulan Ramadan adalah kekurangan cairan (dehidrasi). Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH Selama Bulan Ramadan Hal dikarenakan saat berpuasa Sahabat menahan rasa lapar dan haus, dan bagi Sahabat yang beraktivitas diluar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama menjadi lebih berisiko mengalami dehidrasi. […]

    Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Salah satu permasalahan yang sering dialami selama menjalani puasa di bulan Ramadan adalah kekurangan cairan (dehidrasi).

    cegah dehidrasi saat berpuasa

    Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat WFH Selama Bulan Ramadan

    Hal dikarenakan saat berpuasa Sahabat menahan rasa lapar dan haus, dan bagi Sahabat yang beraktivitas diluar ruangan atau terpapar sinar matahari dalam waktu lama menjadi lebih berisiko mengalami dehidrasi.

    Dehidrasi dapat menyebabkan Sahabat merasa lemas, bibir kering, dan haus. Hal tersebut tentu dapat  mengganggu kelancaran ibadah puasa, apabila tidak segera diatasi.

    Sahabat, mari simak berbagai tips berikut untuk cegah dehidrasi selama bulan Ramadan!

    Tips Cegah Dehidrasi Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

    Penuhi Kebutuhan Cairan

    Apakah jumlah kebutuhan minum air putih selama bulan Ramadan dan di hari biasa tetap sama?

    Menurut Ketua Indonesian Hydration Working Group, Diana Suhardi seperti dilansir dari Liputan6.com jumlah air putih yang dibutuhkan setiap orang selama bulan Ramahan dan di hari biasa tetap sama, yaitu sejumlah 2 liter per hari atau disesuaikan dengan kebutuhan harian setiap orang.

    Sahabat dapat mengonsumsi 2 gelas air putih saat berbuka puasa, 4 gelas air putih di malam hari hingga sebelum tidur dan 2 gelas air putih saat sahur.

    Jangan Konsumsi Minuman Tinggi Gula

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari minuman tinggi gula supaya terhindar dari dehidrasi saat menjalankan Ibadah puasa sebab minuman yang mengandung gula dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan rasa haus yang berlebihan.

    Disarankan untuk tetap mengonsumsi air putih, maupun infused water dari buah-buahan yang mengandung gula alami dan lebih menyehatkan tubuh.

    Hindari Minuman Berkafein

    Sahabat disarankan juga untuk menghindari minuman berkafein, seperti kopi dan teh sebab mengandung zat diuretik yang dapat mengakibatkan pengeluaran urin secara terus-menerus sehingga dapat menimbulkan rasa haus dan berisiko mengalami dehidrasi.

    Baca Juga: 8 Makanan yang Dianjurkan Saat Puasa

    Kurangi Asupan Garam

    Tips mencegah dehidrasi di bulan puasa lainnya yang bisa Sahabat lakukan adalah dengan mengurangi asupan garam pada menu makanan saat sahur dan buka puasa.

    Konsumsi Sayur dan Buah

    Untuk mendapatkan asupan cairan bagi tubuh saat berpuasa, sebenarnya tidak harus dari air putih namun asupan cairan dapat diperoleh pula dari sayur dan buah-buahan.

    Mengapa Air Begitu Penting Saat Berpuasa?

    Air berperan dalam melancarkan metabolisme tubuh dengan membantu penyaluran nutrisi ke sel tubuh dan membuang zat yang tidak diperlukan melalui urin.

    Mengingat pentingnya peran air bagi tubuh, Sahabat disarankan untuk mengonsumsi air minum yang cukup saat sahur dan berbuka puasa agar organ tubuh dapat bekerja dengan baik dan menjaga kesehatan saluran cerna.

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Sehat dan Fit Saat Puasa

    Sahabat bisa berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat, jika mengalami gejala dehidrasi atau masalah kesehatan lain saat berpuasa. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perlu Minum Air Sebanyak Apa Saat Puasa Ramadan untuk Penuhi Kebutuhan Cairan? [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/ramadan/read/4525465/perlu-minum-air-sebanyak-apa-saat-puasa-ramadan-untuk-penuhi-kebutuhan-cairan
    2. Serba-Serbi Jelang Ramadhan 2021, Ini Tips agar Tak Dehidrasi saat Puasa, Cukupi Minum Air Putih – TribunStyle.com [Internet]. Style.tribunnews.com. 2021 [cited 12 April 2021]. Available from: https://style.tribunnews.com/amp/2021/03/18/serba-serbi-jelang-ramadhan-2021-ini-tips-agar-tak-dehidrasi-saat-puasa-cukupi-minum-air-putih

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja