Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: irfan.seo@tanyadok.com

Irfan

About Irfan

Showing 21–30 of 435 results

  • Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut […]

    Amankah Vaksinasi HPV Selama Pandemi Corona?

    Vaksinasi HPV adalah pemberian vaksin HPV atau Human Papillomavirus untuk terhindar dari kanker serviks. Vaksin ini sering dikenal dengan vaksin kanker serviks.

    Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV yang menular pada wanita saat berhubungan seksual terutama kontak langsung pada area genital. Dari situlah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, yang lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan di dunia.1

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?vaksinsi hpv selama pandemi, vaksinasi hpv selama corona

    Menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks  di Indonesia adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 15.000 kasus.

    Indonesia bahkan termasuk negara kedua dengan angka kejadian kanker serviks tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7%, dan hampir semuanya wanita. Oleh karena itu, pemberian vaksin sangat penting dan perlu dilakukan.

    Namun, Bagaimanakah dengan Pemberian Vaksin di Masa Pandemi Corona ini? Apakah Pemberian  Vaksin Aman dan Tetap Harus Dilakukan?

    Semenjak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO pada Maret 2020, Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 telah mempengaruhi banyak gaya hidup orang-orang di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.

    Angka penderita dan kematian yang terus meningkat setiap harinya dan belum ditemukannya vaksin untuk pencegahan membuat WHO menerbitkan protokol-protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

    WHO juga meminta kepada para pemerintah negara di seluruh dunia untuk tidak berkerumun karena hal tersebut akan mempermudah penyebaran virus. Hal inilah yang kemudian membuat semua orang menjadi khawatir untuk beraktivitas di luar rumah dan memilih tetap berada di dalam rumah sebagai salah satu cara paling aman.2

    Karena itulah, banyak orang yang mengurungkan niat ke fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk vaksinasi sehingga angka vaksinasi kian menurun. Program vaksinasi yang telah dicanangkan terganggu.

    Menurut WHO dan UNICEF, ada 82 negara dengan program vaksinasi yang terganggu, di antaranya termasuk Indonesia.

    Salah satu program vaksinasi yang terganggu itu adalah vaksinasi HPV. Indonesia sendiri mempunyai program penapisan atau skrining vaksinasi, dengan target perempuan di usia 30-50 tahun.

    Target tersebut kenyataannya belum dapat terpenuhi karena yang ditapis masih kurang dari 8%, jauh di bawah target sebesar 50%, itu pun berdasarkan data dari 2014 hingga 2018.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Target yang hendak dicapai itu menjadi berantakan karena datangnya COVID-19. Sebelum wabah, setiap hari, 50 perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, sehingga upaya penapisan terus dilakukan.

    Namun, ketika wabah datang, aktivitas menurun tajam sehingga upaya pemerintah untuk mencegah kanker serviks semakin terhambat.

    Alasan penurunan itu adalah sangat ketakutannya orang-orang untuk keluar rumah, apalagi ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang sudah pasti banyak orang.4

    Padahal, WHO sendiri sudah mengatakan bahwa vaksinasi, baik untuk anak-anak maupun dewasa, tetap harus dilakukan mengingat penyakit-penyakit memerlukan vaksinasi tersebut bisa datang kapan saja.2

    Keterlambatan pemberian vaksin akan menghambat tumbuh-kembang anak dan tingkat kekebalan orang dalam menghadapi virus, termasuk virus HPV, yang pemberiannnya mulai harus dilakukan pada perempuan usia 9 tahun sebagai langkah pencegahan dini.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Supaya vaksinasi HPV tetap berjalan dan dirasa aman tanpa perlu khawatir terhadap ancaman virus Corona, berdasarkan anjuran WHO, pemerintah telah melaksanakan hal-hal berikut agar orang tetap mau vaksinasi, yaitu:2

    • Membatasi jumlah kunjungan ke fasilitas-fasilitas layanan kesehatan
    • Menerapkan jaga jarak saat berada di dalam fasyankes
    • Mengatur jadwal dengan mengadakan janji temu imunisasi
    • Menggabungkan kegiatan imunisasi dengan kegiatan preventif
    • Menggunakan area terbuka apabila memungkinkan jika area dalam sudah dirasa penuh karena jaga jarak, sementara pengunjung yang datang banyak
    • Membuat sesi layanan imunisasi khusus bagi lansia dan orang-orang dengan gangguan kesehatan yang sudah ada seperti darah tinggi, penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes.

    Baca Juga: Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi?

    Namun, apabila hal-hal di atas masih dirasa kurang meyakinkan karena faktor berkerumun yang menjadi medium menyebarnya virus dengan cepat, terdapat solusi-solusi yang bisa membuat orang yang ingin divaksinasi tidak perlu ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik, alias cukup di rumah saja.

    Fasilitas ini memanfaatkan teknologi berupa telemedisin yang memungkinkan pasien bisa konsultasi secara daring atau online melalui perangkat-perangkat teknologi yang ada.

    Tentu saja layanan ini ada di Prosehat yang juga mempunyai layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga Sobat Sehat tetap bisa vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19, dan tentunya Sobat dapat mendukung program pemerintah untuk mencegah virus HPV.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi HPV selama pandemi, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya? • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 6 October 2020].
    2. Tanya Jawab (FAQ) Imunisasi dalam konteks pandemi COVID-19 [Internet]. 2020 [cited 6 October 2020]. 
    3. developer m. WHO dan UNICEF Peringatkan Penurunan Vaksinasi Selama Covid-19 [Internet]. Mediaindonesia.com. 2020 [cited 6 October 2020].
    4. Media K. Screening Terhenti karena Covid-19, Kematian Kanker Serviks Diduga Naik Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 6 October 2020].
    Read More
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memutuskan tidak merekomendasikan penerapan sekolah tatap muka yang rencananya akan mulai digelar pada Juli 2021, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.) yang merupakan Ketua Umum IDAI pada Rabu, 28 April 2021. Baca Juga: Berikut Panduan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli […]

    IDAI Tidak Merekomendasikan Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Kenapa?

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memutuskan tidak merekomendasikan penerapan sekolah tatap muka yang rencananya akan mulai digelar pada Juli 2021, demikian hal tersebut diungkapkan oleh Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.) yang merupakan Ketua Umum IDAI pada Rabu, 28 April 2021.

    sekolah tatap muka juli 2021

    Baca Juga: Berikut Panduan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021

    Hal ini disebabkan karena belum stabilnya penyebaran Covid-19 di Indonesia sehingga berisiko membahayakan anak, mengingat hingga kini anak belum mendapatkan vaksin Covid-19. IDAI meminta jika sekolah dibuka kembali, tentunya harus melalui beberapa persyaratan seperti telah terkendalinya transmisi lokal yang ditandai dengan positivity rate kurang lebih 5% dan menurunnya angka kematian akibat Covid-19.

    Rekomendasi ini juga telah melalui beberapa pertimbangan yang mengacu pada Konvensi Hak-hak Anak dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ditegaskan dengan Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990.

    Bagaimana Jika Sekolah Tatap Muka Tetap Diberlakukan?

    IDAI meminta pihak sekolah menyiapkan metode belajar blended learning atau pembelajaran campuran yang menggabungkan pembelajaran secara online (daring) dan offline (luring). IDAI meminta anak-anak yang belajar melalui dua metode tersebut tetap mendapatkan hak dan perlakuan yang sama.

    Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Siap Dilaksanakan di 14 Provinsi

    Hingga kini belum bisa diprediksi waktu berakhirnya pandemi Covid-19, sehingga IDAI meminta pihak sekolah mencari terobosan dalam proses belajar-mengajar seperti memanfaatkan ruang terbuka di taman maupun lapangan untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.

    Kondisi Pembelajaran Tatap Muka di Indonesia

    Pemerintah sebelumnya telah merencanakan sekolah tatap muka kembali dilaksanakan pada Juli 2021. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengungkapkan bahwa sekolah tatap muka terbatas sudah bisa dilaksanakan tanpa harus menunggu bulan Juli 2021 karena sudah ada Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang telah disahkan pada Maret 2021.

    Menteri Nadiem Makarim meminta bagi guru dan tenaga pendidik yang telah divaksin agar segera melaksanakan sekolah tatap muka secara terbatas, sesuai dengan persyaratan yang ada meskipun belum semua tenaga pengajar telah divaksin.

    Berdasarkan data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi per 28 April 2021 sudah ada 22% sekolah yang telah menerapkan sekolah tatap muka terbatas, di antaranya SDN 03 Pontianak Selatan dan SMAN 9 Bengkulu Selatan.

    Baca Juga: Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi?

    Meskipun anak belum dapat melaksanakan sekolah tatap muka sesuai rekomendasi IDAI, Sahabat Sehat sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan gizi dan nutrisi anak serta berikan multivitamin untuk menunjang stamina anak.

    Selama masa pandemi, Sahabat Sehat jangan lupa memberikan imunisasi untuk anak agar  tidak mudah terserang penyakit. Imunisasi untuk anak dapat Sahabat Sehat peroleh melalui layanan Prosehat yang menyediakan layanan ke rumah. Layanan Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, C., 2021. IDAI Tidak Rekomendasi Sekolah Tatap Muka Digelar Juli 2021. [online] nasional. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210428111955-20-635822/idai-tidak-rekomendasi-sekolah-tatap-muka-digelar-juli-2021> [Accessed 29 April 2021].
    2. Media, K., 2021. Ikatan Dokter Anak Indonesia Tak Rekomendasikan Sekolah Tatap Muka, Ini Alasannya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://nasional.kompas.com/read/2021/04/28/10163901/ikatan-dokter-anak-indonesia-tak-rekomendasikan-sekolah-tatap-muka-ini?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

     

    Read More
  • Pada 25 April 2021, India melaporkan penambahan 346.786 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir dengan angka kematian mencapai 2.264 kasus. Jumlah tersebut merupakan jumlah kasus harian tertinggi di dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai pada tahun 2020. Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Covid-19? Hampir 190.000 orang telah meninggal akibat Covid-19 di India, dan lebih […]

    Heboh Tsunami Covid-19 di India, Apa Penyebabnya ?

    Pada 25 April 2021, India melaporkan penambahan 346.786 kasus baru Covid-19 selama 24 jam terakhir dengan angka kematian mencapai 2.264 kasus. Jumlah tersebut merupakan jumlah kasus harian tertinggi di dunia sejak pandemi Covid-19 dimulai pada tahun 2020.

    tsunami covid-19

    Baca Juga: Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Covid-19?

    Hampir 190.000 orang telah meninggal akibat Covid-19 di India, dan lebih dari 16,6 juta orang terinfeksi Covid-19 pada 24 April 2021.

    Lonjakan kasus Covid-19 yang mirip dengan gelombang tsunami disertai dengan hampir semua rumah sakit kehabisan oksigen.

    Bahkan banyak penderita Covid-19 di India tidak mendapatkan layanan medis hingga akhirnya meninggal dunia di halaman rumah sakit. Sejak 15 April, New Delhi, ibu kota India, kembali memberlakukan karantina wilayah untuk meminimalkan gelombang tsunami Covid.

    Kondisi India yang semakin buruk akibat gelombang tsunami Covid-19 membuat beberapa negara seperti Selandia Baru, Hong Kong, Inggris, Amerika Serikat serta Indonesia melarang masuknya warga dari maupun ke India.

    Penyebab Terjadinya Gelombang Tsunami Covid-19 di India

    Sebelumnya India telah berhasil menekan laju penularan Covid-19 pada akhir tahun 2020 hingga Februari 2021, dengan angka kasus Covid-19 jauh lebih rendah daripada Indonesia.

    Juru bicara World Health Organization (WHO), Tarik Jasarevic, mengungkapkan beberapa faktor berikut diperkirakan menjadi penyebab terjadinya gelombang tsunami Covid-19 di India, yaitu munculnya varian baru virus Corona B.1.617, diselenggarakannya pertemuan dan acara keagamaan massal, rendahnya angka vaksinasi serta masyarakat India yang mudah berpuas diri setelah angka kasus Covid-19 berkurang.

    Baca Juga: Solusi Menkes Atasi Keterbatasan Rumah Sakit

    Bagaimana Cara India Mengatasi Gelombang Tsunami Covid-19?

    Pemerintah India seperti dilansir dari Tempo.co, menyatakan akan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19 dengan dosis hingga mencapai 900 juta untuk mengantisipasi kekurangan dosis vaksinasi Covid-19.

    India akan menggandeng beberapa produsen vaksin Covid-19 seperti Pfizer, Moderna, dan Gamaleya Institute yang memproduksi Sputnik V.

    Apakah Tsunami Covid 19 Dapat Dialami Indonesia?

    Tidak menutup kemungkinan Indonesia dapat mengalami hal serupa karena adanya mutasi virus Covid-19 yang berkembang dengan cepat.

    Hingga kini banyak negara di dunia yang memberlakukan larangan bepergian berkunjung ke negara-negara lain selama pandemi Covid-19.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, sebaiknya tetap patuhi protokol kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, menjaga jarak dan membatasi mobilisasi), serta  menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Sahabat Sehat juga dapat melakukan tes Covid-19 untuk deteksi dini melalui layanan Prosehat.

    Ingin tahu lebih lengkap mengenai gelombang tsunami Covid-19 yang terjadi di India sekarang ini? Jangan lupa saksikan dalam Ngopi Santuy Jumat, 30 April 2021 pukul 16.00 WIB di IGTV Prosehat.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Angka Kasus Sempat Turun, Mengapa Tsunami Covid-19 Bisa Terjadi di India? Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/26/174500023/angka-kasus-sempat-turun-mengapa-tsunami-covid-19-bisa-terjadi-di-india-?page=all> [Accessed 29 April 2021].
    2. Septiani, A., 2021. WHO Ungkap Penyebab Tsunami COVID-19 di India. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5549620/who-ungkap-penyebab-tsunami-covid-19-di-india> [Accessed 29 April 2021].
    3. Wuragil, Z., 2021. India Jawab Tsunami Covid-19 dengan Perluasan Vaksinasi, Butuh 900 Juta Dosis. [online] Tempo. Available at: <https://tekno.tempo.co/read/1457435/india-jawab-tsunami-covid-19-dengan-perluasan-vaksinasi-butuh-900-juta-dosis> [Accessed 29 April 2021].
    4. Media, K., 2021. Tsunami Covid-19 di India Bisa Jadi Ancaman Global, Ini Sebabnya Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/global/read/2021/04/28/072326670/tsunami-covid-19-di-india-bisa-jadi-ancaman-global-ini-sebabnya?page=all> [Accessed 29 April 2021].

     

    Read More
  • Baru-baru ini ramai diberitakan penggunaan rapid antigen bekas sebagai salah satu metode pemeriksaan Covid-19 di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Baca Juga: Rapid Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19 Polisi menangkap lima orang pegawai di antaranya petugas kasir hingga petugas analis, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Sumatera Utara. Modus pemakaiannya, yaitu dengan […]

    Waspada Rapid Antigen Bekas! Ini Cara Mengetahuinya

    Baru-baru ini ramai diberitakan penggunaan rapid antigen bekas sebagai salah satu metode pemeriksaan Covid-19 di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

    rapid antigen bekas

    Baca Juga: Rapid Antigen dan Caranya Mendeteksi Covid-19

    Polisi menangkap lima orang pegawai di antaranya petugas kasir hingga petugas analis, yang saat ini masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Sumatera Utara.

    Modus pemakaiannya, yaitu dengan mencuci alat tes yang digunakan lalu dimasukkan ke dalam bungkus kemasan untuk dipakai pada pemeriksaan berikutnya.

    Bagaimana Membedakan Alat Tes Rapid Antigen Baru Atau Bekas Pakai ?

    Peristiwa yang terjadi di Bandara Kualanamu dianggap merugikan semua pihak, termasuk Sahabat Sehat yang ingin mengetahui hasil tes Covid-19. Penggunaan alat tes bekas pakai juga berpotensi menyebarkan Covid-19 maupun penyakit lainnya.

    Produk Terkait: Tes Covid-19

    Lalu bagaimana Sahabat Sehat membedakan alat tes rapid antigen baru atau bekas pakai?

    Juru bicara Satuan Tugas Covid-19, dr. Aris Yudhariansyah, mengungkapkan bahwa cara untuk membedakan alat tes rapid antigen baru atau bekas pakai adalah dengan melihat kemasan alat.

    Alat tes rapid antigen yang masih baru dikemas dalam plastik khusus sekali pakai dan baru dibuka apabila akan digunakan.

    Baca Juga: List dan Biaya Tempat Rapid Antigen di Jabodetabek

    Selain itu masyarakat perlu memastikan bahwa lokasi pemeriksaan berada di tempat yang jelas, serta alat tes rapid antigen tidak dibawa ke tempat lain oleh petugas kesehatan setelah melakukan pengambilan sampel.

    Secara umum alat tes rapid antigen terdiri dari dua bagian yaitu bagian cangkang dan alat pengambil swab (dakron). Bagian cangkang berwarna putih dan memunculkan garis I atau II sedangkan alat pengambil swab (dakron) adalah alat yang dimasukkan ke dalam hidung dan mulut.

    Peristiwa pemakaian antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu cukup menghebohkan masyarakat. Nah Sahabat Sehat, sebaiknya berhati-hati dan lebih teliti ketika memilih tempat untuk melakukan tes Covid-19.

    Baca Juga: Infografik Perbedaan Tes Covid-19

    Ingin tes Covid-19 yang berkualitas namun dengan harga yang murah? Sahabat Sehat bisa menggunakan layanan Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia, C., 2021. Polisi Gerebek Layanan Antigen Bekas di Bandara Kualanamu. [online] nasional. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210428073153-12-635694/polisi-gerebek-layanan-antigen-bekas-di-bandara-kualanamu> [Accessed 29 April 2021].
    2. ID. 2021. Polda Sumut Bongkar Tes Antigen Palsu di Bandara Kualanamu, Ini Penjelasan Kimia Farma. [online] Available at: <https://sumut.inews.id/berita/polda-sumut-bongkar-tes-antigen-palsu-di-bandara-kualanamu-deliserdang-ini-penjelasan-kimia-farma/all> [Accessed 29 April 2021].
    3. Media, K., 2021. Cara Memastikan Alat Rapid Test Antigen Baru atau Bekas Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://regional.kompas.com/read/2021/04/28/165620878/cara-memastikan-alat-rapid-test-antigen-baru-atau-bekas?page=all> [Accessed 29 April 2021].
    Read More
  • Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1 WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal […]

    Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Vaksin hepatitis B diberikan untuk mencegah munculnya penyakit hepatitis B. Penyakit ini merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang dapat menyebabkan peradangan hati yang apabila tidak ditangani bisa membahayakan nyawa. Bahkan, virus ini 100 kali lebih ganas daripada HIV/AIDS. Tidak salah jika hepatitis B termasuk penyakit kronis.1

    vaksinasi hepatitis b, imunisasi hepatitis b

    WHO memperkirakan lebih dari 680.000 orang meninggal dunia setiap tahunnya akibat komplikasi penyakit ini. Di Indonesia, penderita penyakit ini diperkirakan mencapai 28 juta orang, setengah di antaranya berpotensi menjadi kronis, dan 10 % dari risiko kronis tersebut akan mengalami sirosis atau bahkan kanker hati.1

    Hepatitis B merupakan satu dari lima jenis infeksi hepatitis. Infeksi virus pada hati lainnya yang menyebabkan hepatitis adalah A, C, D, dan E.2

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Patut Diwaspadai!

    Apa Penyebab Hepatitis B?

    Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yang menyebar melalui darah atau cairan tubuh dari penderita yang terinfeksi. Virus ini tidak menyebar melalui makanan atau kontak biasa.1 Selain itu, hepatitis B dapat disebabkan oleh hal-hal berikut:

    Kontak seksual

    Seseorang dapat terinfeksi penyakit hepatitis B jika melakukan hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi.1

    Berbagi jarum suntik

    Hepatitis B dapat ditularkan melalui jarum suntik yang telah terkontaminasi dengan darah yang terinfeksi virus hepatitis B. Tidak hanya itu, praktik tradisional yang melibatkan darah, seperti tusuk jarum atau akupunktur, dan menggunakan peralatan tato yang tidak disterilkan dengan tepat, serta pembuatan tato kosmetik juga dapat menyebabkan penyakit ini. 1

    Dari ibu ke anak

    Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B dapat menularkan virus ke bayi saat melahirkan. Biasanya hal ini terjadi di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia.1

    Transfusi darah

    Transfusi darah juga menjadi penyebab, terutama di negara-negara yangh tidak memeriksa secara menyeluruh apakah darah yang ditranfusi tercemar virus hepatitis B atau tidak.1

    Seperti Apa Gejalanya?

    Baca Juga: 10 Ciri Terkena Hepatitis B yang Perlu Kamu Ketahui

    Gejala timbulnya hepatitis B biasanya adalah sebagai berikut:1

    • Sering sakit perut
    • Urine berwarna gelap
    • Demam
    • Nyeri sendi
    • Kehilangan selera makan
    • Sering mual dan muntah
    • Lesu dan sering mengalami kelelahan
    • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning

    Bagaimanakah Cara Mengobatinya?

    Belum ada pengobatan spesifik untuk hepatitis B akut. Pengobatan bertujuan untuk mengurangi gejala, memberikan kenyamanan kepada pasien, keseimbangan nutrisi, dan pemberian cairan untuk menggantikan kehilangan cairan karena muntah atau diare. Sedangkan pada hepatitis B yang sudah kronik, beberapa agen antivirus dapat diberikan untuk mencegah berkembangnya sirosis hati.

    Tidak banyak pasien hepatitis B kronik (10-40%) yang membutuhkan pengobatan. Namun, pada mayoritas pasien, antivirus ini tidak menyembuhkan infeksi hepatitis B, melainkan hanya menekan replikasi virus agar tidak berkembang. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah dengan pencegahan. Vaksinasi hepatitis B adalah cara utama pencegahan hepatitis B.3

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan dan Berapa Dosisnya?

    Pemberian vaksin hepatitis B sebaiknya sebanyak 3 kali untuk dapat memberikan perlindungan yang optimal.4 Untuk bayi yang baru dilahirkan, vaksin diberikan kurang dari 12 jam setelah dilahirkan, selanjutnya secara berturut-turut pada usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Pada dewasa, dapat diberikan sebanyak tiga kali, yaitu pemberian pertama, diikuti sebulan setelahnya, dan terakhir pada bulan keenam.5 Dosis yang perlu diberikan adalah 0,5 ml. Orang dewasa, terutama yang berisiko tinggi terserang hepatitis B, mendapatkan vaksin dengan dosis 1 ml.6

    Siapa Sajakah yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Petugas medis5

    Petugas medis berhak mendapatkan vaksin hepatitis B karena kerap berhubungan langsung dengan pasien, peralatan medis, serta darah penderita infeksi hepatitis B. Hal yang demikian dapat membuat petugas medis berisiko tertular infeksi penyakit ini.

    Individu yang satu atap dengan penderita5

    Apabila ada anggota keluarga yang menderita hepatitis B, sebaiknya anggota keluarga lain segera menjalani vaksinasi yang dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari penularan penyakit.

    Orang yang kerap berganti pasangan seksual5

    Bagi Sobat yang punya kebiasaan bergonta-ganti pasangan, disarankan juga harus diberikan vaksin karena kebiasaan ini menimbulkan risiko tinggi tertular. Supaya Sobat tidak mengalaminya, sebaiknya mulailah menghentikan kebiasaan bergonta-ganti pasangan seksual.

    Bayi yang baru lahir2

    Karena hepatitis B adalah penyakit yang sangat mudah ditularkan dari ibu yang terkena infeksi, pemberian vaksin menjadi sangat penting dalam waktu kurang dari 24 jam setelah persalinan. Hal ini untuk mencegah virus masuk ke tubuh bayi.

    Pengguna narkoba dengan jarum suntik5

    Tak hanya melalui hubungan seksual, hepatitis B juga dapat ditularkan melalui suntika narkoba terutama suntikan narkoba bekas. Karena itu, jika Sobat mengalami hal tersebut, segara upayakan dengan vaksinasi untuk pencegahan.

    Selain kelompok-kelompok di atas, juga terdapat beberapa orang yang perlu mendapatkan vaksinasi, yaitu:

    • Pengidap penyakit hati atau ginjal kronis
    • Penderita diabetes
    • Staf rumah sakit jiwa
    • Penderita HIV/AIDS
    • Para wisatawan yang berkunjung ke wilayah rawan hepatitis B
    • Korban kekerasan atau pelecehan seksual
    • Lelaki yang melakukan hubungan seksual dengan lelaki lain

    Bagaimana Cara Pemberiannya?

    Vaksin ini diberikan dengan cara disuntik secara intramuskular atau suntikan ke dalam otot tubuh dalam satu suntikan. Lokasi penyuntikan yang disarankan adalah otot deltoid untuk orang dewasa atau di paha bagian anterolateral untuk bayi yang baru lahir (neonatus) dan bayi.7

    Perlukah Persiapan?

    Tentu saja ada persiapan yang diperlukan bagi yang ingin mendapatkan vaksinasi hepatitis B ini, seperti Sobat Sehat harus segar bugar. Jika Sobat merasa kurang sehat dan sedang membutuhkan pemulihan, maka dianjurkan tidak melakukan vaksinasi.7 Selain itu, apabila Sahabat adalah orang yang mengalami alergi berat terhadap hepatitis B, juga sangat tidak dianjurkan.

    Vaksinasi hepatitis B memang tidak diperkenankan diberikan pada penderita hepatitis B kronis. Sehingga, sebelum divaksin, Sobat harus diperiksa terlebih dahulu HBsAg dan anti-HBs. Bila HBsAg dinyatakan positif, kemungkinan orang tersebut telah menderita hepatitis B akut atau kronis, sehingga didiskualifikasi dari pemberian vaksin. Namun, apabila HBsAg dan anti-HBs menunjukkan hasil negatif, vaksin dapat diberikan.7

    Apa Saja Manfaat yang Didapat?

    Selain mencegah tubuh terserang virus hepatitis B, manfaat yang didapatkan dari vaksinasi hepatitis B ini adalah membuat seseorang terhindar dari penyakit kronis yang disebabkan oleh virus ini, seperti kanker hati dan sirosis.7

    Baca Juga: Fungsi dan Manfaat Vaksin Hepatitis B

    Seberapa Efektifkah?

    Semenjak ditemukan pada 1982, vaksin hepatitis B dinyatakan 95% efektif. Tak hanya mencegah infeksi hepatitis saja, tetapi juga komplikasi kronis yang mengikutinya. Jangka waktu perlindungan dilaporkan bisa mencapai 20 tahun, atau bahkan seumur hidup.5

    Adakah Efek Sampingnya?

    Tentu saja ada. Bagi Sobat Sehat yang sudah divaksinasi akan mendapatkan efek samping sebagai berikut:2,7

    • Demam
    • Gatal-gatal
    • Mual
    • Muncul ruam di kulit
    • Bengkak di area bekas suntikan
    • Sensasi terbakar pada kulit
    • Sakit kepala
    • Tubuh mudah lelah

    Di Manakah Cara Mendapatkannya?

    Untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B, Sobat bisa mendapatkannya secara gratis di posyandu jika ditujukan untuk anak Sobat. Vaksin hepatitis B adalah salah satu imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak bersama dengan BCG, polio, campak, DPT-HB.

    Selain di posyandu, fasilitas kesehatan yang menyediakan vaksin secara gratis adalah puskesmas. Vaksin ini juga bisa didapatkan di rumah sakit, terutama untuk orang dewasa, namun dengan biaya sendiri.

    Berapa Biayanya?

    Biaya untuk vaksinasi mulai dari Rp 420.000,00 hingga Rp 1.180.000,00 untuk orang dewasa dengan dosis 1 kali hingga 3 kali suntik, sedangkan untuk anak mulai dari Rp 390.000,00 hingga Rp 2.090.000,00 untuk dosis dari 1 hingga 3 kali suntik.

    Itulah beberapa hal yang perlu Sobat Sehat ketahui tentang vaksin hepatitis sebagai salah salah satu vaksinasi penting untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus hepatitis B yang dapat menyebabkan penyakit kronis hingga kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi hepatitis B ke rumah dari Prosehat dengan beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan memiliki izin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Setiawan H. Penyakit Hepatitis B Penyebab, Gejala Serta Makanan yang Harus Dihindari [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3920432/penyakit-hepatitis-b-penyebab-gejala-serta-makanan-yang-harus-dihindari
    2. Wahyu, A. Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/vaksin-hepatitis-ini-aturan-dan-efek-sampingnya/
    3. World Health Organization. Hepatitis B [Internet], who.int. 2020 [cited 31 July 2020]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b
    4. Vaksin Hepatitis B Harus Diberikan Tiga Kali [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/266006-vaksin-hepatitis-b-harus-diberikan-tiga-kali
    5. Efektivitas Vaksin Hepatitis B [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/kesehatan/health-issues/11/11/2017/efektivitas-vaksin-hepatitis-b/
    6. Badan POM RI. Vaksin Hepatitis B [Internet]. Pionas.pom.go.id. 2015 [cited 31 July 2020]. Available from: http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin/144-vaksin-dan-antisera/vaksin-hepatitis-b
    7. Cegah Hepatitis B dengan Vaksin [Internet]. beritasatu.com. 2020 [cited 30 July 2020]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/73275-cegah-hepatitis-b-dengan-vaksin
    Read More
  • Hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua ketika anak mulai mau belajar berpuasa. Supaya ibadah puasa anak berjalan lancar, tentu Sahabat perlu memperhatikan asupan nutrisinya. Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui? Asupan nutrisi yang dibutuhkan anak sedikit berbeda dari orang dewasa, mengingat kekebalan tubuh anak lebih rentan […]

    Menu Makanan Anak Selama Berpuasa, Perhatikan Gizi dan Nutrisinya!

    Hal yang sangat membahagiakan bagi orang tua ketika anak mulai mau belajar berpuasa. Supaya ibadah puasa anak berjalan lancar, tentu Sahabat perlu memperhatikan asupan nutrisinya.

    menu makanan anak selama berpuasa

    Baca Juga: Si Kecil Mulai Puasa Setengah Hari, Apa Saja yang Perlu Ibu Ketahui?

    Asupan nutrisi yang dibutuhkan anak sedikit berbeda dari orang dewasa, mengingat kekebalan tubuh anak lebih rentan terserang penyakit. Sahabat Sehat, mari simak menu makanan sehat bagi anak selama berpuasa!

    Menu Makanan Sehat Saat Sahur

    Menu makanan saat sahur perlu diperhatikan agar mencukupi energi yang dibutuhkan anak untuk beraktivitas seharian.

    Menu yang disarankan saat sahur sebaiknya meliputi buah, sayur, susu, sumber karbohidrat (nasi, beras merah, roti, jagung), serta sumber protein (ikan, telur, daging, tahu, dan tempe) untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut

    Anak juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang dikukus dan ditumis serta hindari makanan gorengan. Sajikan menu makanan yang bervariasi agar anak tidak mudah bosan.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Nutrisi Puasa Bagi Anak

    Pilih sumber makanan dengan indeks glikemik rendah seperti beras merah, ubi rebus, pisang, apel, jeruk, dan kacang hijau yang mampu memberikan rasa kenyang yang lama sehingga anak tidak mudah merasa lapar saat berpuasa.

    Menu Makanan Sehat Saat Berbuka Puasa

    Berbuka puasa tentu merupakan momen yang ditunggu saat berpuasa, karena Sahabat Sehat dapat mengisi kembali energi yang terkuras setelah seharian berpuasa. Oleh sebab itu, Sahabat tentunya juga perlu memperhatikan menu makanan yang bergizi bagi anak saat berbuka puasa.

    Berikanlah menu makanan sehat seperti kurma, kolak hangat, puding, ataupun segelas susu yang mengandung gula. Hindari memberikan makanan atau minuman yang mengandung pemanis buatan sebab ternyata kurang baik bagi kesehatan anak.

    Untuk hidangan utama, Sahabat Sehat dapat memilih menu karbohidrat yang dilengkapi dengan protein dan serat. Pilihlah jenis makanan yang disukai anak agar anak semakin lahap menyantap menu berbuka puasa.

    Untuk menu makanan penutup, Sahabat Sehat dapat menambahkan beberapa potong buah segar yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin tubuh.

    Apabila anak masih merasa lapar beberapa jam setelah berbuka puasa, berikanlah camilan sehat seperti cookies buah dan yogurt yang kaya serat.

    Produk Terkait: Jual Hilo Teen Yoghurt Banana 250 gram

    Tips Agar Anak Tidak Kekurangan Nutrisi di Bulan Puasa

    Agar anak tidak kekurangan nutrisi selama menjalani ibadah puasa, Sahabat Sehat perlu memperhatikan hal-hal berikut:

    • Penuhi kebutuhan kalori anak saat sahur dan berbuka. Kebutuhan kalori ini dapatberbeda-beda tergantung umur. Misal, anak umur 7 tahun kebutuhan kalori hariannya sebesar 1.200-1.600.
    • Informasikan pada anak apabila saat berpuasa merasakan pusing berkunang-kunang, segera beritahu orang tua dan minum segelas air putih.
    • Beritahu anak untuk tidak memaksakan diri berpuasa seharian jika tubuh terasa lemas.
    • Perhatikan asupan nutrisi anak saat berpuasa agar tetap dapat beraktivitas seperti biasanya.

    Sahabat Sehat, itulah berbagai hal yang perlu diperhatikan ketika anak mulai belajar berpuasa. Sahabat Sehat perlu memperhatikan asupan nutrisi bagi anak agar tetap aktif seharian.

    Baca Juga: 10 Manfaat Puasa Ramadan yang Belum Kita Ketahui

    Sahabat Sehat bisa mendapatkan menu makanan sehat serta suplemen kesehatan di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ini Menu Sehat untuk Anak saat Berpuasa, Yuk Coba! [Internet]. Orami.co.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://www.orami.co.id/magazine/anak-berpuasa-perhatikan-menu-sahur-dan-berbukanya/
    2. 7 Menu Buka Puasa Sehat untuk Si Kecil – seruni.id [Internet]. seruni.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://seruni.id/7-menu-buka-puasa-sehat-untuk-si-kecil/
    Read More
  • Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa. Baca Juga: […]

    Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis!

    Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa.

    tips puasa bagi penderita penyakit kronis

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Fit Selama Puasa

    Berikut tips puasa bagi penderita penyakit kronis:

    Sebelum mulai berpuasa, Sahabat Sehat bisa melakukan konsultasi ke dokter dahulu untuk mengetahui apakah kondisi tubuh stabil dan memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa. Jika dokter mengatakan boleh berpuasa, maka pastikan mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter.

    Penyakit kronis diabetes melitus

    Tips berpuasa bagi penderita diabetes melitus adalah, yang pertama harus memastikan keadaan atau kondisi gula darah dalam keadaan stabil dan terkontrol, yang artinya tidak mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

    Produk Terkait: Jual Produk Diabetes

    Agar kadar gula darah bisa terus stabil, penderita diabetes melitus sebaiknya melakukan kontrol ke dokter terkait dosis obat yang dianjurkan.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita diabetes melitus adalah meminum tah manis dengan gula khusus, mengonsumsi beras merah, atau kentang rebus.

    Apabila ingin minum es, maka usahakan yang berbahan dasar sirup atau gula merah khusus diet. Sedangkan, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang berkuah santan, seperti opor ayam dan rendang, es buah yang memiliki kadar gula tinggi, serta teh tawar tanpa gula.

    Penyakit kronis hipertensi

    Bagi penderita penyakit hipertensi, untuk dapat berpuasa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu kondisi penyakit dalam stadium ringan, sedang tidak dalam keadaan kritis, tekanan darah terkontrol, dan mendapat persetujuan dari dokter untuk melaksanakan puasa.

    Adapun menu yang dianjurkan bagi penderita hipertensi adalah makanan yang memiliki tinggi kalium, seperti belimbing, seledri, wortel, melon dan pisang. Selain itu juga makanan yang mengandung saponin, seperti tempe dan kacang-kacangan.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan olahan, junk food, dan makanan siap saji. Alasannya adalah karena makanan tersebut mengandung banyak garam dan natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah.

    Penyakit kronis jantung

    Ada 3 syarat utama berpuasa bagi orang dengan penyakit jantung yaiitu, tidak sedang dalam pengobatan rawat jalan, bukan merupakan pasien serangan jantung mendadak, dan bukan pasien dengan gagal jantung akut. Jika semua itu terpenuhi, maka diperbolehkan berpuasa.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita penyakit jantung adalah makanan dengan karbohidrat kompleks. Contohnya adalah beras merah, havermut, serta buah-buahan atau sayuran yang memang mengandung banyak serat.

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Sementara itu, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang memiliki karbohidrat simpel. Contohnya seperti mie instan, daging merah, dan makanan cepat saji.

    Penyakit ginjal kronik

    Bila Sahabat Sehat menderita penyakit gagal ginjal kronik, bila ingin berpuasa harus mendapat izin dari dokter dahulu apa diperbolehkan atau tidak. Biasanya jika kondisinya sedang tidak stabil ataupun dalam stadium berat, dokter tidak menganjurkan untuk berpuasa.

    Nah, tips berpuasa bagi penderita penyakit ini adalah makanlah makanan yang memiliki rendah kalori, rendah kalium dan fosfat, serta konsumsi air tidak lebih dari 300 cc.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang tinggi kalium seperti produk susu, buah, dan sayur. Selain itu, tidak juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang tinggi fosfat seperti daging merah, kacang-kacangan, cokelat dan gandum.

    Penyakit kronis maag

    Bagi penderita penyakit asam lambung atau maag atau GERD sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter sebelum memulai ibadah puasa. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki penyakit kronis asam lambung yang ingin tetap berpuasa, sebaiknya tidak sedang sering kambuh-kambuhan, tidak dalam keadaan kritis, ataupun sedang dalam pengobatan rawat jalan.

    Tips puasa bagi penderita penyakit maag adalah pilihlah makanan yang memiliki kalori rendah serta tidak merangsang asam lambung dan hindari makan makanan pedas, asam, serta makanan yang mengandung gas seperti kol, durian, sawi, minuman bersoda, susu full cream, dan kopi.

    Selain itu, hindari juga makanan yang berlemak di saat sahur. Walaupun makanan yang serba digoreng sangat menggoda selera, namun sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi penderita penyakit maag karena bisa menimbulkan begah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan luka pada lambung serta rasa tidak nyaman selama seharian berpuasa.

    Disarankan, untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut dan tidak berlemak, seperti sup dan makanan rebus.

    Untuk mencegah gejala penyakit maag dapat kumat selama berpuasa, jangan langsung tidur setelah sahur. Walaupun rasa kantuk melanda, sebaiknya Sahabat Sehat yang menderita penyakit maag menunda hal itu, karena bisa mengakibatkan asam lambung akan naik.

    Baca Juga: Seperti Apa Diet Lambung Bagi Penderita Maag?

    Namun jikapun tetap ingin tidur, dianjurkan dengan memberi jeda setidaknya dua jam. Ambil juga posisi tidur setengah duduk untuk mencegah asam lambung naik.

    Pada saat berbuka puasa, makanlah makanan secara bertahap dengan porsi yang sedikit-sedikit. Jadi jangan langsung mengonsumsi makanan utama dalam porsi yang banyak ya.

    Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah mengetahui tips puasa bagi penderita penyakit kronis. Semoga informasi ini bisa membantu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini ya!

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung Halaman all. – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/04/19/120200068/6-tips-puasa-untuk-penderita-asam-lambung?page=all.> [Accessed 25 April 2021].
    2. HD, M., 2021. Panduan Singkat Buka Puasa Bagi Pasien Penyakit Kronis. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/ulasan-khas/d-3228390/panduan-singkat-buka-puasa-bagi-pasien-penyakit-kronis> [Accessed 25 April 2021].
    3. Gaya hidup. 2021. 5 Tips Puasa Bagi Pengidap Maag dan GERD – Halaman 2. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210420135322-255-632223/5-tips-puasa-bagi-pengidap-maag-dan-gerd/2> [Accessed 25 April 2021].
    4. Universitas Islam Indonesia. 2021. Tips Tetap Fit Berpuasa Bagi Penderita Penyakit Kronis | UII. [online] Available at: <https://www.uii.ac.id/tips-tetap-fit-berpuasa-bagi-penderita-penyakit-kronis/> [Accessed 25 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Asupan nutrisi bagi anak diperlukan tubuh untuk membentuk suatu energi agar bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Terlebih lagi, selama bulan puasa di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini, memberikan asupan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak di saat sahur dan berbuka puasa juga penting untuk menjaga kesehatannya. Baca Juga: Catat! Ini Menu Sehat […]

    Yang Perlu Sahabat Ketahui Mengenai Nutrisi Puasa Bagi Anak

    Asupan nutrisi bagi anak diperlukan tubuh untuk membentuk suatu energi agar bisa mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

    nutrisi puasa bagi anak

    Terlebih lagi, selama bulan puasa di tengah masa pandemi Covid-19 seperti ini, memberikan asupan dengan gizi seimbang dan cukup cairan pada anak di saat sahur dan berbuka puasa juga penting untuk menjaga kesehatannya.

    Baca Juga: Catat! Ini Menu Sehat Berbuka Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

    Pada saat berpuasa atau belajar puasa, anak tetap membutuhkan nutrisi harian yang terdiri dari nutrisi makro, seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta nutrisi mikro, seperti vitamin dan mineral

    Penyerapan nutrisi yang baik bisa membuat sistem kekebalan tubuh anak bekerja dengan optimal dan tidak lemas, meskipun anak sedang belajar berpuasa. Berikut nutrisi puasa bagi anak:

    Karbohidrat

    Karbohidrat merupakan nutrisi puasa bagi anak yang penting karena memiliki sumber energi utama di dalam tubuh. Biasanya makanan yang mengandung karbohidrat kompleks lebih lama dicerna, sehingga energi tetap bisa stabil sepanjang hari. Contohnya adalah nasi merah, kentang, sereal gandum, roti gandum, dan lain sebagainya.

    Protein

    Protein juga merupakan nutrisi penting bagi anak yang sudah mulai berpuasa, karena ini termasuk zat utama pembangun tubuh yang membantu pembentukan otot, memproduksi hormon, memperkuat tulang, serta mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh.

    Selain itu, protein  berperan penting dalam pembentukan kekebalan tubuh. Jika anak kekurangan protein, akan mengakibatkan anak menjadi mudah lelah serta memiliki daya tahan tubuh yang buruk. Contoh makanan sehat yang mengandung protein adalah daging tanpa lemak, ikan, telur, susu, dan kacang-kacangan.

    Lemak

    Selain karbohidrat dan protein, lemak juga merupakan nutrisi penting bagi anak yang berpuasa karena merupakan sumber energi yang dapat disimpan sebagai cadangan di dalam tubuh.

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Tapi perhatikan, lemak itu ada dua jenis, yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Nah, sebaiknya anak diberikan makanan dari sumber lemak yang tidak jenuh seperti alpukat, minyak zaitun, ikan, dan kacang-kacangan.

    Vitamin A

    Vitamin dan mineral merupakan jenis dari nutrisi mikro yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Salah satunya adalah vitamin A, yang selain baik untuk mata juga berfungsi untuk mempertahankan daya tahan tubuh.

    Produk Terkait: Jual Vitamin Lengkap

    Vitamin ini terkandung dalam minyak ikan, hati sapi, hati ayam, kuning telur, wortel, mentega, bayam, labu kuning, ubi jalar, kangkung, dan sebagainya.

    Vitamin C

    Guna menunjang daya tahan tubuh selama anak puasa, Vitamin C memiliki penting bagi anak yang berpuasa. Bahkan, tidak hanya saat berpuasa, vitamin ini juga disarankan untuk dikonsumsi saat masa pemulihan pasca sakit karena peran pentingnya dalam meningkatkan daya tahan tubuh tersebut. Sumber vitamin C terbaik bisa ditemukan dalam jambu biji dan juga jeruk.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Vitamin E

    Vitamin E merupakan nutrisi penting juga bagi anak karena besifat sebagai antioksidan serta berfungsi untuk melawan infeksi dalam tubuh.

    Vitamin ini bisa diperoleh dari brokoli, bayam, kacang almond, kedelai, biji bunga matahari, mangga, kiwi, alpukat, dan lainnya.

    Zinc

    Zinc yang banyak terkandung dalam daging, produk susu, kacang-kacangan, polong-polongan, dan biji-bijian ini merupakan nutrisi penting yang dapat menjaga daya tahan tubuh anak. Selain itu, mineral jenis ini juga diperlukan untuk proses penyembuhan luka, pembekuan darah, fungsi tiroid, serta fungsi organ lain di dalam tubuh.

    Bila anak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup selama berpuasa, maka bisa saja mengakibatkan gejala seperti mulut kering, mata terlihat cekung, kulit kering dan dingin, mengeluh pusing, mudah marah, lesu, dan sulit konsentrasi.

    Jangan Lewatkan Sahur

    Bagi anak yang ingin berpuasa, sebaiknya jangan melewatkan sahur karena di waktu inilah tubuh dapat terpenuhi kebutuhan nutrisinya dan di bulan puasa, sahur memiliki peran yang sama pentingnya dengan sarapan di hari biasa.

    Saat sahur, tubuh anak akan mendapat pasokan bahan bakar yang dibutuhkan sebagai bekal nutrisi puasa bagi anak dalam satu hari. Pemilihan menu yang mengandung nutrisi juga perlu diperhatikan saat makan sahur.

    Baca Juga: Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya!

    Walaupun makan sahur tidak seenak saat berbuka puasa, karena pastinya anak masih mengantuk, maka sebagai orangtua, Sahabat Sehat bisa menyiapkan menu sehat dengan nutrisi puasa bagi anak yang memang disukainya.

    Jadi sebaiknya cobalah untuk membuat makanan kesukaannya agar membuat nafsu makan anak lebih baik di kala sahur.

    Cara lainnya yang bisa dicoba juga adalah mengajak anak saat berbelanja, memasak, dan menyiapkan menu buka puasa ataupun sahur.

    Karena anak biasanya akan lebih bersemangat untuk makan apabila mereka terlibat di dalamnya. Tentunya, orangtua juga harus memberi pengetahuan nutrisi puasa bagi anak, yang cocok dikonsumsi oleh anak selama berpuasa.

    Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah tahu kan nutrisi puasa bagi anak yang harus terpenuhi apa saja. Semoga bisa diterapkan di kehidupan Sahabat Sehat, ya! Agar puasa anak bisa menjadi maksimal lagi. Semoga ibadah puasa tahun ini, tetap bisa berjalan lancar walaupun kita semua masih berada di kondisi pandemi Covid-19.

    Ingin konsultasi kesehatan anak berpuasa? Manfaatkan layanan chat dokter 24 jam di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Gaya hidup. 2021. 5 Nutrisi Penting Selama Puasa di Tengah Pandemi. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210413060756-255-629060/5-nutrisi-penting-selama-puasa-di-tengah-pandemi> [Accessed 25 April 2021].
    2. unimus.ac.id. 2021. [online] Available at: <http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-srisulastr-5283-2-bab2.pdf> [Accessed 25 April 2021].
    3. Media, K., 2021. Nutrisi yang Diperlukan Anak Selama Berpuasa Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/04/14/200000768/nutrisi-yang-diperlukan-anak-selama-berpuasa?page=all> [Accessed 25 April 2021].
    4. com. 2021. 5 Cara Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Saat Puasa Ramadan. [online] Available at: <https://www.liputan6.com/ramadan/read/4233012/5-cara-memenuhi-kebutuhan-gizi-anak-saat-puasa-ramadan#> [Accessed 25 April 2021].

     

     

     

    Read More
Chat Dokter 24 Jam